Back to Quran

Juz

Juz 12

11:6 ... 12:52 · 170 ayahs

Diterjemahkan oleh Indonesian Ministry Islamic Affairs

  1. Surah HudBegins here at 11:6

  2. 11:6

    ۞ وَمَا مِن دَآبَّةٍ فِى ٱلْأَرْضِ إِلَّا عَلَى ٱللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۚ كُلٌّ فِى كِتَـٰبٍ مُّبِينٍ

    Wa-maa miñ daaabbatiñ fil ʹarḍi ʹillaa ʻalal laahi rizq̣uhaa wa-yaʻlamu mustaq̣arrahaa wa-mustawdaʻahaa: Kulluñ fee Kitaabim Mubeen.

    Dan tidak satu pun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauḥ Maḥfūẓ).

  3. 11:7

    وَهُوَ ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ فِى سِتَّةِ أَيَّامٍ وَكَانَ عَرْشُهُۥ عَلَى ٱلْمَآءِ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۗ وَلَئِن قُلْتَ إِنَّكُم مَّبْعُوثُونَ مِنۢ بَعْدِ ٱلْمَوْتِ لَيَقُولَنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓا۟ إِنْ هَـٰذَآ إِلَّا سِحْرٌ مُّبِينٌ

    Wa-Huwal laẓee khalaq̣as samaawaati wal-ʹarḍa fee Sittati ʹayyaamiñw Wakaana ʻArshuhoo ʻalal Maaaʹi liyabluwakum ʹayyukum ʹaḥsanu ʻamalaa. Wa-laʹiñ q̣ulta ʹinnakum mabʻoos̤oona mim baʻdil mawti layaq̣oolannal laẓeena kafarooo ʹin haaẓaaa ʹillaa siḥrum mubeen!

    Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan Arasy-Nya di atas air, agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya. Jika engkau berkata (kepada penduduk Mekkah), "Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan setelah mati," niscaya orang kafir itu akan berkata, "Ini hanyalah sihir yang nyata."

  4. 11:8

    وَلَئِنْ أَخَّرْنَا عَنْهُمُ ٱلْعَذَابَ إِلَىٰٓ أُمَّةٍ مَّعْدُودَةٍ لَّيَقُولُنَّ مَا يَحْبِسُهُۥٓ ۗ أَلَا يَوْمَ يَأْتِيهِمْ لَيْسَ مَصْرُوفًا عَنْهُمْ وَحَاقَ بِهِم مَّا كَانُوا۟ بِهِۦ يَسْتَهْزِءُونَ

    Wa-laʹin ʹakhkharnaa ʻanhumul ʻaẓaaba ʹilaaa ʹummatim maʻdoodatil layaq̣oolunna maa- yaḥbisuh? ʹAlaa yawma yaʹteehim laysa maṣroofan ʻanhum waḥaaq̣a bihim maa kaanoo bihee yastahziʹoon!

    Dan sungguh, jika Kami tangguhkan azab terhadap mereka sampai waktu yang ditentukan, niscaya mereka akan berkata, "Apakah yang menghalanginya?" Ketahuilah, ketika azab itu datang kepada mereka, tidaklah dapat dielakkan oleh mereka. Mereka dikepung oleh (azab) yang dahulu mereka memperolok-olokkannya.

  5. 11:9

    وَلَئِنْ أَذَقْنَا ٱلْإِنسَـٰنَ مِنَّا رَحْمَةً ثُمَّ نَزَعْنَـٰهَا مِنْهُ إِنَّهُۥ لَيَـُٔوسٌ كَفُورٌ

    Wa-laʹin ʹaẓaq̣nal ʹiñsaana minnaa Raḥmatañ s̤umma nazaʻnaahaa minhu, ʹinnahoo layaʹoosuñ kafoor.

    Dan jika Kami berikan rahmat Kami kepada manusia, kemudian (rahmat itu) Kami cabut kembali, pastilah dia menjadi putus asa dan tidak berterima kasih.

  6. 11:10

    وَلَئِنْ أَذَقْنَـٰهُ نَعْمَآءَ بَعْدَ ضَرَّآءَ مَسَّتْهُ لَيَقُولَنَّ ذَهَبَ ٱلسَّيِّـَٔاتُ عَنِّىٓ ۚ إِنَّهُۥ لَفَرِحٌ فَخُورٌ

    Wa-laʹin ʹaẓaq̣naahu naʻmaaaʹa baʻda ḍarraaaʹa massathu layaq̣oolanna ẓahabas sayyiʹaatu ʻannee: ʹinnahoo lafariḥuñ fakhoor.

    Dan jika Kami berikan kebahagiaan kepadanya setelah ditimpa bencana yang menimpanya, niscaya dia akan berkata, "Telah hilang bencana itu dariku." Sesungguhnya dia (merasa) sangat gembira dan bangga,

  7. 11:11

    إِلَّا ٱلَّذِينَ صَبَرُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ أُو۟لَـٰٓئِكَ لَهُم مَّغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ كَبِيرٌ

    Illal laẓeena ṣabaroo wa-ʻamiluṣ ṣaaliḥaat: ʹulaaaʹika lahum mag̣firatuñw waʹajruñ Kabeer.

    Kecuali orang-orang yang sabar dan mengerjakan kebajikan, mereka memperoleh ampunan dan pahala yang besar.

  8. 11:12

    فَلَعَلَّكَ تَارِكٌۢ بَعْضَ مَا يُوحَىٰٓ إِلَيْكَ وَضَآئِقٌۢ بِهِۦ صَدْرُكَ أَن يَقُولُوا۟ لَوْلَآ أُنزِلَ عَلَيْهِ كَنزٌ أَوْ جَآءَ مَعَهُۥ مَلَكٌ ۚ إِنَّمَآ أَنتَ نَذِيرٌ ۚ وَٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ وَكِيلٌ

    Falaʻallaka taarikum baʻḍa maa- yooḥaaa ʹilayka wa-ḍaaaʹiq̣um bihee ṣadruka ʹañy yaq̣ooloo laaa-law ʹuñzila ʻalayhi kañzun ʹaw jaaaʹa maʻahoo malak? ʹInnamaaa ʹañta naẓeer! Wallaahu ʻalaa kulli shayʹiñw Wakeel!

    Maka boleh jadi engkau (Muhammad) hendak meninggalkan sebagian dari apa yang diwahyukan kepadamu dan dadamu sempit karenanya, karena mereka akan mengatakan, "Mengapa tidak diturunkan kepadanya harta (kekayaan) atau datang bersamanya malaikat?" Sungguh, engkau hanyalah seorang pemberi peringatan dan Allah pemelihara segala sesuatu.

  9. 11:13

    أَمْ يَقُولُونَ ٱفْتَرَىٰهُ ۖ قُلْ فَأْتُوا۟ بِعَشْرِ سُوَرٍ مِّثْلِهِۦ مُفْتَرَيَـٰتٍ وَٱدْعُوا۟ مَنِ ٱسْتَطَعْتُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ إِن كُنتُمْ صَـٰدِقِينَ

    ʹAm yaq̣ooloonaf taraah. Q̣ul faʹtoo biʻashri Suwarim mis̤lihee muftarayaatiñw wadʻoo manis taṭaʻtum miñ doonil laahi ʹiñ kuñtum ṣaadiq̣een.

    Bahkan mereka mengatakan, "Dia (Muhammad) telah membuat-buat Al-Qur`an itu." Katakanlah, "(Kalau demikian), datangkanlah sepuluh surah semisal dengannya (Al-Qur`an) yang dibuat-buat, dan ajaklah siapa saja di antara kamu yang sanggup selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar."

  10. 11:14

    فَإِلَّمْ يَسْتَجِيبُوا۟ لَكُمْ فَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّمَآ أُنزِلَ بِعِلْمِ ٱللَّهِ وَأَن لَّآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ فَهَلْ أَنتُم مُّسْلِمُونَ

    Faʹillam yastajeeboo lakum faʻlamooo annamaaa ʹuñzila biʻilmil laahi wa-ʹal laaa ʹilaaha ʹillaa Hoo! Fahal ʹañtum Muslimoon?

    Maka jika mereka tidak memenuhi tantanganmu, maka (katakanlah), "Ketahuilah, bahwa (Al-Qur`an) itu diturunkan dengan ilmu Allah, dan bahwa tidak ada tuhan selain Dia, maka maukah kamu berserah diri (masuk Islam)?"

  11. 11:15

    مَن كَانَ يُرِيدُ ٱلْحَيَوٰةَ ٱلدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَـٰلَهُمْ فِيهَا وَهُمْ فِيهَا لَا يُبْخَسُونَ

    Mañ kaana yureedul Ḥayaatad Dunyaa wa-zeenatahaa nuwaffi ʹilayhim ʹaʻmaalahum feehaa wa-hum feehaa laa- yubkhasoon.

    Barang siapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, pasti Kami berikan (balasan) penuh atas pekerjaan mereka di dunia (dengan sempurna) dan mereka di dunia tidak akan dirugikan.

  12. 11:16

    أُو۟لَـٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ لَيْسَ لَهُمْ فِى ٱلْـَٔاخِرَةِ إِلَّا ٱلنَّارُ ۖ وَحَبِطَ مَا صَنَعُوا۟ فِيهَا وَبَـٰطِلٌ مَّا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ

    ʹUlaaaʹikal laẓeena laysa lahum fil ʹAakhirati ʹillan Naar: Waḥabiṭa maa- ṣanaʻoo feehaa wa-baaṭilum maa kaanoo yaʻmaloon!

    Itulah orang-orang yang tidak memperoleh (sesuatu) di akhirat kecuali neraka, dan sia-sialah di sana apa yang telah mereka usahakan (di dunia) dan terhapuslah apa yang telah mereka kerjakan.

  13. 11:17

    أَفَمَن كَانَ عَلَىٰ بَيِّنَةٍ مِّن رَّبِّهِۦ وَيَتْلُوهُ شَاهِدٌ مِّنْهُ وَمِن قَبْلِهِۦ كِتَـٰبُ مُوسَىٰٓ إِمَامًا وَرَحْمَةً ۚ أُو۟لَـٰٓئِكَ يُؤْمِنُونَ بِهِۦ ۚ وَمَن يَكْفُرْ بِهِۦ مِنَ ٱلْأَحْزَابِ فَٱلنَّارُ مَوْعِدُهُۥ ۚ فَلَا تَكُ فِى مِرْيَةٍ مِّنْهُ ۚ إِنَّهُ ٱلْحَقُّ مِن رَّبِّكَ وَلَـٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يُؤْمِنُونَ

    ʹAfamañ kaa-na ʻalaa Bayyinatim mir Rabbihee wa-yatloohu Shaahidum minhu wa-miñ q̣ablihee Kitaabu Moosaaa ʹimaamañw Waraḥmah? ʹUlaaaʹika yuʹminoona bih. Wa-mañy yakfur bihee minal ʹAḥzaabi fan-naaru mawʻiduh. Falaa taku fee miryatim minh: ʹinnahul Ḥaq̣q̣u mir Rabbika wa-laakinna ʹaks̤aran naasi laa- yuʹminoon!

    Maka apakah (orang-orang kafir itu sama dengan) orang yang sudah mempunyai bukti yang nyata (Al-Qur`an) dari Tuhannya, dan diikuti oleh saksi dari-Nya dan sebelumnya sudah ada pula Kitab Musa yang menjadi pedoman dan rahmat? Mereka beriman kepadanya (Al-Qur`an). Barang siapa mengingkarinya (Al-Qur`an) di antara kelompok-kelompok (orang Quraisy), maka nerakalah tempat yang diancamkan baginya, karena itu janganlah engkau ragu terhadap Al-Qur`an. Sungguh, Al-Qur`an itu benar-benar dari Tuhanmu, tetapi kebanyakan manusia tidak beriman.

  14. 11:18

    وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ ٱفْتَرَىٰ عَلَى ٱللَّهِ كَذِبًا ۚ أُو۟لَـٰٓئِكَ يُعْرَضُونَ عَلَىٰ رَبِّهِمْ وَيَقُولُ ٱلْأَشْهَـٰدُ هَـٰٓؤُلَآءِ ٱلَّذِينَ كَذَبُوا۟ عَلَىٰ رَبِّهِمْ ۚ أَلَا لَعْنَةُ ٱللَّهِ عَلَى ٱلظَّـٰلِمِينَ

    Wa-man ʹaz̤̣lamu mimmanif taraa ʻalal laahi kaẓibaa? ʹUlaaaʹika yuʻraḍoona ʻalaa Rabbihim wa-yaq̣oolul ʹashhaa Duhaaaʹulaaaʹil laẓeena kaẓaboo ʻalaa Rabbihim! ʹAlaa laʻnatul laahi ʻalaz̤̣ z̤̣aalimeen:

    Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan suatu kebohongan terhadap Allah? Mereka itu akan dihadapkan kepada Tuhan mereka, dan para saksi akan berkata, "Orang-orang inilah yang telah berbohong terhadap Tuhan mereka." Ingatlah, laknat Allah (ditimpakan) kepada orang yang zalim,

  15. 11:19

    ٱلَّذِينَ يَصُدُّونَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ وَيَبْغُونَهَا عِوَجًا وَهُم بِٱلْـَٔاخِرَةِ هُمْ كَـٰفِرُونَ

    ʹAllaẓeena yaṣuddoona ʻañ Sabeelil laahi wa-yabg̣oonahaa ʻiwajaa: wa-hum̃ bil ʹAakhiratihum kaafiroon!

    (yaitu) mereka yang menghalangi dari jalan Allah dan menghendaki agar jalan itu bengkok. Dan mereka itulah orang yang tidak percaya adanya hari akhirat.

  16. 11:20

    أُو۟لَـٰٓئِكَ لَمْ يَكُونُوا۟ مُعْجِزِينَ فِى ٱلْأَرْضِ وَمَا كَانَ لَهُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ مِنْ أَوْلِيَآءَ ۘ يُضَـٰعَفُ لَهُمُ ٱلْعَذَابُ ۚ مَا كَانُوا۟ يَسْتَطِيعُونَ ٱلسَّمْعَ وَمَا كَانُوا۟ يُبْصِرُونَ

    ʹUlaaaʹika lam yakoonoo muʻjizeena fil ʹarḍi wa-maa kaana lahum miñ doonil laahi min ʹawliyaaaʹ! Yuḍaaʻafu lahumul ʻaẓaab! Maa- kaanoo yastaṭeeʻoonas samʻa wa-maa kaanoo yubṣiroon.

    Mereka tidak mampu menghalangi (siksaan Allah) di bumi, dan tidak akan ada bagi mereka penolong selain Allah. Azab itu dilipatgandakan kepada mereka. Mereka tidak mampu mendengar (kebenaran) dan tidak dapat melihat(nya).

  17. 11:21

    أُو۟لَـٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ خَسِرُوٓا۟ أَنفُسَهُمْ وَضَلَّ عَنْهُم مَّا كَانُوا۟ يَفْتَرُونَ

    ʹUlaaaʹikal laẓeena khasirooo ʹañfusahum wa-ḍalla ʻanhum maa kaanoo yaftaroon!

    Mereka itulah orang yang merugikan dirinya sendiri, dan lenyaplah dari mereka apa yang selalu mereka ada-adakan.

  18. 11:22

    لَا جَرَمَ أَنَّهُمْ فِى ٱلْـَٔاخِرَةِ هُمُ ٱلْأَخْسَرُونَ

    Laa- jarama ʹannahum fil ʹAakhirati humul ʹakhsaroon!

    Pasti mereka itu (menjadi) orang yang paling rugi di akhirat.

  19. 11:23

    إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ وَأَخْبَتُوٓا۟ إِلَىٰ رَبِّهِمْ أُو۟لَـٰٓئِكَ أَصْحَـٰبُ ٱلْجَنَّةِ ۖ هُمْ فِيهَا خَـٰلِدُونَ

    ʹInnal laẓeena ʹaamanoo wa-ʻamiluṣ ṣaaliḥaati wa-ʹakhbatooo ʹilaa Rabbihim ʹulaaaʹika ʹAṣḥaabul Jannah, hum feehaa khaalidoon!

    Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan kebajikan dan merendahkan diri kepada Tuhan, mereka itu penghuni surga, mereka kekal di dalamnya.

  20. 11:24

    ۞ مَثَلُ ٱلْفَرِيقَيْنِ كَٱلْأَعْمَىٰ وَٱلْأَصَمِّ وَٱلْبَصِيرِ وَٱلسَّمِيعِ ۚ هَلْ يَسْتَوِيَانِ مَثَلًا ۚ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ

    Mas̤alul fareeq̣ayni kal-ʹaʻmaa wal-ʹaṣammi walbaṣeeri wassameeʻ. Hal yastawiyaani mas̤alaa? ʹAfalaa taẓakkaroon?

    Perumpamaan kedua golongan (orang kafir dan mukmin), seperti orang buta dan tuli dengan orang yang dapat melihat dan mendengar. Samakah kedua golongan itu? Maka tidakkah kamu mengambil pelajaran?

  21. 11:25

    وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَىٰ قَوْمِهِۦٓ إِنِّى لَكُمْ نَذِيرٌ مُّبِينٌ

    Wa-laq̣ad ʹarsalnaa Nooḥan ʹilaa Q̣awmih: ʹinnee lakum naẓeerum mubeen:

    Dan sungguh, Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, (dia berkata), "Sungguh, aku ini adalah pemberi peringatan yang nyata bagi kamu,

  22. 11:26

    أَن لَّا تَعْبُدُوٓا۟ إِلَّا ٱللَّهَ ۖ إِنِّىٓ أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ أَلِيمٍ

    ʹAl laa taʻbudooo ʹillal laah: ʹinneee ʹakhaafu ʻalaykum ʻAẓaaba Yawmin ʹAleem.

    agar kamu tidak menyembah selain Allah. Aku benar-benar khawatir kamu akan ditimpa azab (pada) hari yang sangat pedih."

  23. 11:27

    فَقَالَ ٱلْمَلَأُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ مِن قَوْمِهِۦ مَا نَرَىٰكَ إِلَّا بَشَرًا مِّثْلَنَا وَمَا نَرَىٰكَ ٱتَّبَعَكَ إِلَّا ٱلَّذِينَ هُمْ أَرَاذِلُنَا بَادِىَ ٱلرَّأْىِ وَمَا نَرَىٰ لَكُمْ عَلَيْنَا مِن فَضْلٍۭ بَلْ نَظُنُّكُمْ كَـٰذِبِينَ

    Faq̣aalal Malaʹul laẓeena kafaroo miñ q̣awmihee maa- naraaka ʹillaa basharam mis̤lanaa wa-maa naraakat tabaʻaka ʹillal laẓeena hum ʹaraaẓilunaa baadiyar raʹy: wa-maa naraa lakum ʻalaynaa miñ faḍlim bal naz̤̣unnukum kaaẓibeen!

    Maka para pemuka yang kafir dari kaumnya berkata, "Kami tidak melihat engkau melainkan hanyalah seorang manusia (biasa) seperti kami, dan kami tidak melihat orang yang mengikuti engkau, melainkan orang yang hina dina di antara kami yang lekas percaya. Kami tidak melihat kalian memiliki suatu kelebihan apa pun atas kami, bahkan kami menganggap kalian adalah para pendusta."

  24. 11:28

    قَالَ يَـٰقَوْمِ أَرَءَيْتُمْ إِن كُنتُ عَلَىٰ بَيِّنَةٍ مِّن رَّبِّى وَءَاتَىٰنِى رَحْمَةً مِّنْ عِندِهِۦ فَعُمِّيَتْ عَلَيْكُمْ أَنُلْزِمُكُمُوهَا وَأَنتُمْ لَهَا كَـٰرِهُونَ

    Q̣aala yaa-q̣awmi ʹaraʹaytum ʹiñ kuñtu ʻalaa Bayyinatim mir Rabbee wa-ʹaataanee Raḥmatam min ʻIñdihee faʻummiyat ʻalaykum? ʹAnulzimukumoohaa wa-ʹañtum lahaa kaarihoon?

    Dia (Nuh) berkata, "Wahai kaumku! Apa pendapatmu jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku, dan aku diberi rahmat dari sisi-Nya, sedangkan (rahmat itu) disamarkan bagimu. Apa kami akan memaksa kamu untuk menerimanya, padahal kamu tidak menyukainya?"

  25. 11:29

    وَيَـٰقَوْمِ لَآ أَسْـَٔلُكُمْ عَلَيْهِ مَالًا ۖ إِنْ أَجْرِىَ إِلَّا عَلَى ٱللَّهِ ۚ وَمَآ أَنَا۠ بِطَارِدِ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ ۚ إِنَّهُم مُّلَـٰقُوا۟ رَبِّهِمْ وَلَـٰكِنِّىٓ أَرَىٰكُمْ قَوْمًا تَجْهَلُونَ

    Wa-yaaq̣awmi laaa ʹasʹalukum ʻalayhi maalaa: ʹin ʹajriya ʹillaa ʻalal laahi wa-maaa ʹana biṭaaridil laẓeena ʹaamanoo: ʹinnahum mulaaq̣oo Rabbihim wa-laakinneee ʹaraakum q̣awmañ tajhaloon!

    Dan wahai kaumku! Aku tidak meminta harta kepada kamu (sebagai imbalan) atas seruanku. Imbalanku hanyalah dari Allah, dan aku sekali-kali tidak akan mengusir orang yang telah beriman. Sungguh, mereka akan bertemu dengan Tuhannya, dan sebaliknya aku memandangmu sebagai kaum yang bodoh.

  26. 11:30

    وَيَـٰقَوْمِ مَن يَنصُرُنِى مِنَ ٱللَّهِ إِن طَرَدتُّهُمْ ۚ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ

    Wa-yaaq̣awmi mañy yañṣurunee minal laahi ʹiñ ṭarattuhum? ʹAfalaa taẓakkaroon!

    Dan wahai kaumku! Siapakah yang akan menolongku dari (azab) Allah jika aku mengusir mereka? Tidakkah kamu mengambil pelajaran?

  27. 11:31

    وَلَآ أَقُولُ لَكُمْ عِندِى خَزَآئِنُ ٱللَّهِ وَلَآ أَعْلَمُ ٱلْغَيْبَ وَلَآ أَقُولُ إِنِّى مَلَكٌ وَلَآ أَقُولُ لِلَّذِينَ تَزْدَرِىٓ أَعْيُنُكُمْ لَن يُؤْتِيَهُمُ ٱللَّهُ خَيْرًا ۖ ٱللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا فِىٓ أَنفُسِهِمْ ۖ إِنِّىٓ إِذًا لَّمِنَ ٱلظَّـٰلِمِينَ

    Wa-laaa ʹaq̣oolu lakum ʻiñdee khazaaaʹinul laahi wa-laaa ʹaʻlamul g̣ayba wa-laaa ʹaq̣oolu ʹinnee malakuñw walaaa ʹaq̣oolu lillaẓeena tazdareee ʹaʻyunukum lañy yuʹtiyahumul laahu khayraa: ʹAllaahu ʹaʻlamu bimaa feee ʹañfusihim: ʹinneee ʹiẓal laminaz̤̣ z̤̣aalimeen.

    Dan aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa aku mempunyai gudang-gudang rezeki dan kekayaan dari Allah, dan aku tidak mengetahui yang gaib, dan tidak (pula) mengatakan bahwa sesungguhnya aku adalah malaikat, dan aku tidak (juga) mengatakan kepada orang yang dipandang hina oleh penglihatanmu, "Bahwa Allah tidak akan memberikan kebaikan kepada mereka. Allah lebih mengetahui apa yang ada pada diri mereka. Sungguh, jika demikian aku benar-benar termasuk orang-orang yang zalim."

  28. 11:32

    قَالُوا۟ يَـٰنُوحُ قَدْ جَـٰدَلْتَنَا فَأَكْثَرْتَ جِدَٰلَنَا فَأْتِنَا بِمَا تَعِدُنَآ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّـٰدِقِينَ

    Q̣aaloo yaa-Nooḥu q̣ad jaadaltanaa faʹaks̤arta jidaalanaa faʹtinaa bimaa taʻidunaaa ʹiñ kuñta minaṣ ṣaadiq̣een?

    Mereka berkata, "Wahai Nuh! Sungguh, engkau telah berbantah dengan kami, dan engkau telah memperpanjang bantahanmu terhadap kami, maka datangkanlah kepada kami azab yang engkau ancamkan, jika kamu termasuk orang yang benar."

  29. 11:33

    قَالَ إِنَّمَا يَأْتِيكُم بِهِ ٱللَّهُ إِن شَآءَ وَمَآ أَنتُم بِمُعْجِزِينَ

    Q̣aala ʹinnamaa yaʹteekum̃ bihil laahu ʹiñ shaaʹa wa-maaa ʹañtum̃ bimuʻjizeen!

    Dia (Nuh) menjawab, "Hanya Allah yang akan mendatangkan azab kepadamu jika Dia menghendaki, dan kamu tidak akan dapat melepaskan diri.

  30. 11:34

    وَلَا يَنفَعُكُمْ نُصْحِىٓ إِنْ أَرَدتُّ أَنْ أَنصَحَ لَكُمْ إِن كَانَ ٱللَّهُ يُرِيدُ أَن يُغْوِيَكُمْ ۚ هُوَ رَبُّكُمْ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

    Wa-laa yañfaʻukum nuṣḥeee ʹin ʹarattu ʹan ʹañṣaḥa lakum ʹiñ kaanal laahu yureedu ʹañy yug̣wiyakum: Huwa Rabbukum! wa-ʹilayhi turjaʻoon!

    Dan nasihatku tidak akan bermanfaat bagimu sekalipun aku ingin memberi nasihat kepadamu, kalau Allah hendak menyesatkan kamu. Dia adalah Tuhanmu, dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan."

  31. 11:35

    أَمْ يَقُولُونَ ٱفْتَرَىٰهُ ۖ قُلْ إِنِ ٱفْتَرَيْتُهُۥ فَعَلَىَّ إِجْرَامِى وَأَنَا۠ بَرِىٓءٌ مِّمَّا تُجْرِمُونَ

    ʹAm yaq̣ooloonaf taraah? Q̣ul ʹinif taraytuhoo faʻalayya ʹijraamee wa-ʹana bareeeʹum mimmaa tujrimoon!

    Bahkan mereka (orang kafir) berkata, "Dia cuma mengada-ada saja." Katakanlah (Muhammad), "Jika aku mengada-ada, akulah yang akan memikul dosanya, dan aku bebas dari dosa yang kamu perbuat."

  32. 11:36

    وَأُوحِىَ إِلَىٰ نُوحٍ أَنَّهُۥ لَن يُؤْمِنَ مِن قَوْمِكَ إِلَّا مَن قَدْ ءَامَنَ فَلَا تَبْتَئِسْ بِمَا كَانُوا۟ يَفْعَلُونَ

    Wa-ʹooḥiya ʹilaa Nooḥin ʹannahu lañy yuʹmina miñ q̣awmika ʹillaa mañ q̣ad ʹaamana falaa tabtaʹis bimaa kaanoo yafʻaloon.

    Dan diwahyukan kepadanya (Nuh), "Ketahuilah, tidak akan beriman di antara kaummu kecuali orang yang benar-benar telah beriman (saja), karena itu janganlah engkau bersedih hati tentang apa yang mereka perbuat.

  33. 11:37

    وَٱصْنَعِ ٱلْفُلْكَ بِأَعْيُنِنَا وَوَحْيِنَا وَلَا تُخَـٰطِبْنِى فِى ٱلَّذِينَ ظَلَمُوٓا۟ ۚ إِنَّهُم مُّغْرَقُونَ

    Waṣnaʻil Fulka biʹaʻyuninaa wa-Waḥyinaa wa-laa tukhaaṭibnee fil laẓeena z̤̣alamoo: ʹinnahum mug̣raq̣oon.

    Dan buatlah kapal itu dengan pengawasan dan petunjuk wahyu Kami, dan janganlah engkau bicara dengan Aku tentang orang-orang yang zalim. Sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan."

  34. 11:38

    وَيَصْنَعُ ٱلْفُلْكَ وَكُلَّمَا مَرَّ عَلَيْهِ مَلَأٌ مِّن قَوْمِهِۦ سَخِرُوا۟ مِنْهُ ۚ قَالَ إِن تَسْخَرُوا۟ مِنَّا فَإِنَّا نَسْخَرُ مِنكُمْ كَمَا تَسْخَرُونَ

    Wa-yaṣnaʻul Fulk: wa-kullamaa marra ʻalayhi malaʹum miñ q̣awmihee sakhiroo minh. Q̣aala ʹiñ taskharoo minnaa faʹinnaa naskharu miñkum kamaa taskharoon!

    Dan mulailah dia (Nuh) membuat kapal. Setiap kali pemimpin kaumnya berjalan melewatinya, mereka mengejeknya. Dia (Nuh) berkata, "Jika kamu mengejek kami, maka kami (pun) akan mengejekmu sebagaimana kamu mengejek (kami).

  35. 11:39

    فَسَوْفَ تَعْلَمُونَ مَن يَأْتِيهِ عَذَابٌ يُخْزِيهِ وَيَحِلُّ عَلَيْهِ عَذَابٌ مُّقِيمٌ

    Fasawfa taʻlamoona mañy yaʹteehi ʻAẓaabuñy yukhzeehi wa-yaḥillu ʻalayhi ʻaẓaabum muq̣eem:

    Maka kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa azab yang menghinakan dan (siapa) yang akan ditimpa azab yang kekal."

  36. 11:40

    حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءَ أَمْرُنَا وَفَارَ ٱلتَّنُّورُ قُلْنَا ٱحْمِلْ فِيهَا مِن كُلٍّ زَوْجَيْنِ ٱثْنَيْنِ وَأَهْلَكَ إِلَّا مَن سَبَقَ عَلَيْهِ ٱلْقَوْلُ وَمَنْ ءَامَنَ ۚ وَمَآ ءَامَنَ مَعَهُۥٓ إِلَّا قَلِيلٌ

    Ḥattaaa ʹiẓaa jaaaʹa ʹAmrunaa wa-faarat tannooru q̣ulnaḥ mil feehaa miñ kulliñ zawjaynis̤ nayni wa-ʹahlaka ʹillaa mañ sabaq̣a ʻalayhil Q̣awlu wa-man ʹaaman. Wa-maaa ʹaamana maʻahooo ʹillaa q̣aleel.

    Hingga apabila perintah Kami datang dan tanur (dapur) telah memancarkan air, Kami berfirman, "Muatkanlah ke dalamnya (kapal itu) dari masing-masing (hewan) sepasang (jantan dan betina), dan (juga) keluargamu kecuali orang yang telah terkena ketetapan terdahulu dan (muatkan pula) orang yang beriman." Ternyata orang-orang beriman yang bersama dengan Nuh hanya sedikit.

  37. 11:41

    ۞ وَقَالَ ٱرْكَبُوا۟ فِيهَا بِسْمِ ٱللَّهِ مَجْر۪ىٰهَا وَمُرْسَىٰهَآ ۚ إِنَّ رَبِّى لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ

    Wa-q̣aalar kaboo feeha bismil laahi majraihaa wa-mursaahaa! ʹInna Rabbee la-G̣afoorur Raḥeem!

    Dan dia berkata, "Naiklah kamu semua ke dalamnya (kapal) dengan (menyebut) nama Allah pada waktu berlayar dan berlabuhnya. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun, Maha Penyayang."

  38. 11:42

    وَهِىَ تَجْرِى بِهِمْ فِى مَوْجٍ كَٱلْجِبَالِ وَنَادَىٰ نُوحٌ ٱبْنَهُۥ وَكَانَ فِى مَعْزِلٍ يَـٰبُنَىَّ ٱرْكَب مَّعَنَا وَلَا تَكُن مَّعَ ٱلْكَـٰفِرِينَ

    Wa-hiya tajree bihim fee mawjiñ kaljibaal. Wa-naadaa Nooḥunib nahoo wa-kaana fee maʻziliñy yaa-bunay yarkam maʻanaa wa-laa takum maʻal Kaafireen!

    Dan kapal itu berlayar membawa mereka ke dalam gelombang laksana gunung-gunung. Dan Nuh memanggil anaknya, ketika dia (anak itu) berada di tempat yang jauh terpencil, "Wahai anakku! Naiklah (ke kapal) bersama kami dan janganlah engkau bersama orang-orang kafir."

  39. 11:43

    قَالَ سَـَٔاوِىٓ إِلَىٰ جَبَلٍ يَعْصِمُنِى مِنَ ٱلْمَآءِ ۚ قَالَ لَا عَاصِمَ ٱلْيَوْمَ مِنْ أَمْرِ ٱللَّهِ إِلَّا مَن رَّحِمَ ۚ وَحَالَ بَيْنَهُمَا ٱلْمَوْجُ فَكَانَ مِنَ ٱلْمُغْرَقِينَ

    Q̣aala saʹaaweee ʹilaa jabaliñy yaʻṣimunee minal maaaʹ. Q̣aala laa- ʻaaṣimal yawma min ʹAmril laahi ʹillaa mar raḥim! Waḥaala baynahumal mawju fakaana minal mug̣raq̣een.

    Dia (anaknya) menjawab, "Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat menghindarkan aku dari air bah!" (Nuh) berkata, "Tidak ada yang melindungi dari siksaan Allah pada hari ini selain Allah yang Maha Penyayang." Dan gelombang menjadi penghalang antara keduanya; maka dia (anak itu) termasuk orang yang ditenggelamkan.

  40. 11:44

    وَقِيلَ يَـٰٓأَرْضُ ٱبْلَعِى مَآءَكِ وَيَـٰسَمَآءُ أَقْلِعِى وَغِيضَ ٱلْمَآءُ وَقُضِىَ ٱلْأَمْرُ وَٱسْتَوَتْ عَلَى ٱلْجُودِىِّ ۖ وَقِيلَ بُعْدًا لِّلْقَوْمِ ٱلظَّـٰلِمِينَ

    Wa-q̣eela yaaaʹarḍub laʻee maaaʹaki wa-yaasamaaaʹu ʹaq̣liʻee wa-g̣eeḍal maaaʹu wa-q̣uḍiyal ʹamru wastawat ʻalal joodiyyi wa-q̣eela buʻdal lilq̣awmiz̤̣ z̤̣aalimeen!

    Dan difirmankan, "Wahai bumi! Telanlah airmu dan wahai langit (hujan!) berhentilah." Dan air pun disurutkan, dan perintah pun diselesaikan, dan kapal itu pun berlabuh di atas gunung Judi, dan dikatakan, "Binasalah orang-orang zalim."

  41. 11:45

    وَنَادَىٰ نُوحٌ رَّبَّهُۥ فَقَالَ رَبِّ إِنَّ ٱبْنِى مِنْ أَهْلِى وَإِنَّ وَعْدَكَ ٱلْحَقُّ وَأَنتَ أَحْكَمُ ٱلْحَـٰكِمِينَ

    Wa-naadaa Nooḥur Rabbahoo faq̣aala Rabbi ʹinnab Nee min ʹahlee wa-ʹinna waʻdakal ḥaq̣q̣u wa-ʹAñta ʹaḥkamul Ḥaakimeen!

    Dan Nuh memohon kepada Tuhannya sambil berkata, "Ya Tuhanku, sesungguhnya anakku adalah termasuk keluargaku, dan janji-Mu itu pasti benar. Engkau adalah hakim yang paling adil."

  42. 11:46

    قَالَ يَـٰنُوحُ إِنَّهُۥ لَيْسَ مِنْ أَهْلِكَ ۖ إِنَّهُۥ عَمَلٌ غَيْرُ صَـٰلِحٍ ۖ فَلَا تَسْـَٔلْنِ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِۦ عِلْمٌ ۖ إِنِّىٓ أَعِظُكَ أَن تَكُونَ مِنَ ٱلْجَـٰهِلِينَ

    Q̣aala yaa-Nooḥu ʹinnahoo laysa min ʹahlik: ʹinnahoo ʻamalun g̣ayru ṣaaliḥ. Falaa tasʹalni maa- laysa laka bihee ʻilm! ʹInneee ʹaʻiz̤̣uka ʹañ takoona minal jaahileen!

    Dia (Allah) berfirman, "Wahai Nuh! Sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu, karena perbuatannya sungguh tidak baik, sebab itu jangan engkau memohon kepada-Ku sesuatu yang tidak engkau ketahui (hakikatnya). Aku menasihatimu agar (engkau) tidak termasuk orang yang bodoh."

  43. 11:47

    قَالَ رَبِّ إِنِّىٓ أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَسْـَٔلَكَ مَا لَيْسَ لِى بِهِۦ عِلْمٌ ۖ وَإِلَّا تَغْفِرْ لِى وَتَرْحَمْنِىٓ أَكُن مِّنَ ٱلْخَـٰسِرِينَ

    Q̣aala Rabbi ʹinneee ʹaʻooẓu bika ʹan ʹasʹalaka maa- laysa lee bihee ʻilm. Wa-ʹillaa tag̣fir lee wa-tarḥamnee ʹakum minal khaasireen!

    Dia (Nuh) berkata, "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu untuk memohon kepada-Mu sesuatu yang aku tidak mengetahui (hakikatnya). Kalau Engkau tidak mengampuniku, dan (tidak) menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku termasuk orang yang rugi."

  44. 11:48

    قِيلَ يَـٰنُوحُ ٱهْبِطْ بِسَلَـٰمٍ مِّنَّا وَبَرَكَـٰتٍ عَلَيْكَ وَعَلَىٰٓ أُمَمٍ مِّمَّن مَّعَكَ ۚ وَأُمَمٌ سَنُمَتِّعُهُمْ ثُمَّ يَمَسُّهُم مِّنَّا عَذَابٌ أَلِيمٌ

    Q̣eela yaa-Nooḥuh biṭ bi-Salaamim minnaa wa-Barakaatin ʻalayka wa-ʻalaaa ʹUmamim mimmam maʻak: wa-ʹumamuñ sanumattiʻuhum s̤umma yamassuhum minnaa ʻaẓaabun ʹaleem.

    Difirmankan, "Wahai Nuh! Turunlah dengan selamat sejahtera dan penuh keberkahan dari Kami, bagimu dan bagi semua umat (mukmin) yang bersamamu. Dan ada umat-umat yang Kami beri kesenangan (dalam kehidupan dunia), kemudian mereka akan ditimpa azab Kami yang pedih."

  45. 11:49

    تِلْكَ مِنْ أَنۢبَآءِ ٱلْغَيْبِ نُوحِيهَآ إِلَيْكَ ۖ مَا كُنتَ تَعْلَمُهَآ أَنتَ وَلَا قَوْمُكَ مِن قَبْلِ هَـٰذَا ۖ فَٱصْبِرْ ۖ إِنَّ ٱلْعَـٰقِبَةَ لِلْمُتَّقِينَ

    Tilka min ʹambaaaʹil g̣aybi nooḥeehaaa ʹilayk: maa- kuñta taʻlamuhaaa ʹañta wa-laa q̣awmuka miñ q̣abli haaẓaa. Faṣbir ʹinnal ʻAaq̣ibata lil-Muttaq̣een.

    Itulah sebagian dari berita-berita gaib yang Kami wahyukan kepadamu (Muhammad); tidak pernah engkau mengetahuinya dan tidak (pula) kaummu sebelum ini. Maka bersabarlah, sungguh, kesudahan (yang baik) adalah bagi orang yang bertakwa.

  46. 11:50

    وَإِلَىٰ عَادٍ أَخَاهُمْ هُودًا ۚ قَالَ يَـٰقَوْمِ ٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَـٰهٍ غَيْرُهُۥٓ ۖ إِنْ أَنتُمْ إِلَّا مُفْتَرُونَ

    Wa-ʹilaa ʻAadin ʹakhaahum Hoodaa. Q̣aala yaa-q̣awmiʻ budul laaha maa- lakum min ʹilaahin g̣ayruh. ʹIn ʹañtum ʹillaa muftaroon!

    Dan kepada kaum 'Ād (Kami utus) saudara mereka, Hud. Dia berkata, "Wahai kaumku! Sembahlah Allah, tidak ada tuhan bagimu selain Dia. (Selama ini) kamu hanyalah mengada-ada.

  47. 11:51

    يَـٰقَوْمِ لَآ أَسْـَٔلُكُمْ عَلَيْهِ أَجْرًا ۖ إِنْ أَجْرِىَ إِلَّا عَلَى ٱلَّذِى فَطَرَنِىٓ ۚ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

    Yaa-q̣awmi laaa ʹasʹalukum ʻalayhi ʹajraa. ʹIn ʹajriya ʹillaa ʻalal laẓee faṭaranee: ʹafalaa taʻq̣iloon?

    Wahai kaumku! Aku tidak meminta imbalan kepadamu atas (seruanku) ini. Imbalanku hanyalah dari Allah yang telah menciptakanku. Tidakkah kamu mengerti?"

  48. 11:52

    وَيَـٰقَوْمِ ٱسْتَغْفِرُوا۟ رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوٓا۟ إِلَيْهِ يُرْسِلِ ٱلسَّمَآءَ عَلَيْكُم مِّدْرَارًا وَيَزِدْكُمْ قُوَّةً إِلَىٰ قُوَّتِكُمْ وَلَا تَتَوَلَّوْا۟ مُجْرِمِينَ

    Wa-yaaq̣awmis tag̣firoo Rabbakum s̤umma toobooo ʹilayhi yursilis samaaaʹa ʻalaykum midraarañw wayazidkum q̣uwwatan ʹilaa q̣uwwatikum wa-laa tatawallaw mujrimeen!

    Dan (Hud berkata), "Wahai kaumku! Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras, Dia akan menambahkan kekuatan di atas kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling menjadi orang yang berdosa."

  49. 11:53

    قَالُوا۟ يَـٰهُودُ مَا جِئْتَنَا بِبَيِّنَةٍ وَمَا نَحْنُ بِتَارِكِىٓ ءَالِهَتِنَا عَن قَوْلِكَ وَمَا نَحْنُ لَكَ بِمُؤْمِنِينَ

    Q̣aaloo yaa-Hoodu maa- jiʹtanaa bi-Bayyinatiñw wamaa naḥnu bitaarikeee ʹaalihatinaa ʻañ q̣awlika wa-maa naḥnu laka bi-Muʹmineen!

    Mereka (kaum 'Ād) berkata, "Wahai Hud! Engkau tidak mendatangkan suatu bukti yang nyata kepada kami, dan kami tidak akan meninggalkan sesembahan kami karena perkataanmu dan kami tidak akan mempercayaimu.

  50. 11:54

    إِن نَّقُولُ إِلَّا ٱعْتَرَىٰكَ بَعْضُ ءَالِهَتِنَا بِسُوٓءٍ ۗ قَالَ إِنِّىٓ أُشْهِدُ ٱللَّهَ وَٱشْهَدُوٓا۟ أَنِّى بَرِىٓءٌ مِّمَّا تُشْرِكُونَ

    ʹIn naq̣oolu ʹillaʻ taraaka baʻḍu ʹaalihatinaa bisoooʹ. Q̣aala ʹinneee ʹushhidul laaha washhadooo ʹannee bareeeʹum mimmaa tushrikoon.

    Kami hanya mengatakan bahwa sebagian sesembahan kami telah menimpakan penyakit gila atas dirimu." Dia (Hud) menjawab, "Sesungguhnya aku bersaksi kepada Allah dan saksikanlah bahwa aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan,

  51. 11:55

    مِن دُونِهِۦ ۖ فَكِيدُونِى جَمِيعًا ثُمَّ لَا تُنظِرُونِ

    Miñ doonihee fakeedoonee jameeʻañ s̤umma laa- tuñz̤̣iroon.

    dengan selain-Nya, sebab itu jalankanlah semua tipu dayamu terhadapku dan jangan kamu tunda lagi!

  52. 11:56

    إِنِّى تَوَكَّلْتُ عَلَى ٱللَّهِ رَبِّى وَرَبِّكُم ۚ مَّا مِن دَآبَّةٍ إِلَّا هُوَ ءَاخِذٌۢ بِنَاصِيَتِهَآ ۚ إِنَّ رَبِّى عَلَىٰ صِرَٰطٍ مُّسْتَقِيمٍ

    ʹInnee tawakkaltu ʻalal laahi Rabbee Wa-Rabbikum! Maa- miñ daaabbatin ʹillaa Huwa ʹaakhiẓum binaasiyatihaa. ʹInna Rabbee ʻalaa Ṣiraaṭim Mustaq̣eem.

    Sesungguhnya aku bertawakal kepada Allah Tuhanku dan Tuhanmu. Tidak satu pun makhluk bergerak (bernyawa) melainkan Dialah yang memegang ubun-ubunnya (menguasainya). Sungguh, Tuhanku di jalan yang lurus (adil).

  53. 11:57

    فَإِن تَوَلَّوْا۟ فَقَدْ أَبْلَغْتُكُم مَّآ أُرْسِلْتُ بِهِۦٓ إِلَيْكُمْ ۚ وَيَسْتَخْلِفُ رَبِّى قَوْمًا غَيْرَكُمْ وَلَا تَضُرُّونَهُۥ شَيْـًٔا ۚ إِنَّ رَبِّى عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ حَفِيظٌ

    Faʹiñ tawallaw faq̣ad ʹablag̣tukum maaa ʹursiltu biheee ʹilaykum. Wa-yastakhlifu Rabbee q̣awman g̣ayrakum, wa-laa taḍurroonahoo shayʹaa. ʹInna Rabbee ʻalaa kulli shayʹin Ḥafeez̤̣.

    Maka jika kamu berpaling, maka sungguh, aku telah menyampaikan kepadamu apa yang menjadi tugasku sebagai rasul kepadamu. Dan Tuhanku akan mengganti kamu dengan kaum yang lain, sedang kamu tidak dapat mendatangkan mudarat kepada-Nya sedikit pun. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pemelihara segala sesuatu.

  54. 11:58

    وَلَمَّا جَآءَ أَمْرُنَا نَجَّيْنَا هُودًا وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مَعَهُۥ بِرَحْمَةٍ مِّنَّا وَنَجَّيْنَـٰهُم مِّنْ عَذَابٍ غَلِيظٍ

    Wa-lammaa jaaaʹa ʹamrunaa naj-jaynaa Hoodañw wallaẓeena ʹaamanoo maʻahoo bi-Raḥmatim minnaa: wa-najjaynaahum min ʻaẓaabin g̣aleez̤̣.

    Dan ketika azab Kami datang, Kami selamatkan Hud dan orang-orang yang beriman bersamanya dengan rahmat Kami. Kami selamatkan (pula) mereka (di akhirat) dari azab yang berat.

  55. 11:59

    وَتِلْكَ عَادٌ ۖ جَحَدُوا۟ بِـَٔايَـٰتِ رَبِّهِمْ وَعَصَوْا۟ رُسُلَهُۥ وَٱتَّبَعُوٓا۟ أَمْرَ كُلِّ جَبَّارٍ عَنِيدٍ

    Wa-tilka ʻAaduñ jaḥadoo biʹAayaati Rabbihim wa-ʻaṣaw Rusulahoo wattabaʻooo ʹamra kulli jabbaarin ʻaneed.

    Dan itulah (kisah) kaum 'Ād yang mengingkari tanda-tanda (kekuasaan) Tuhan. Mereka mendurhakai rasul-rasul-Nya dan menuruti perintah semua penguasa yang sewenang-wenang lagi durhaka.

  56. 11:60

    وَأُتْبِعُوا۟ فِى هَـٰذِهِ ٱلدُّنْيَا لَعْنَةً وَيَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ ۗ أَلَآ إِنَّ عَادًا كَفَرُوا۟ رَبَّهُمْ ۗ أَلَا بُعْدًا لِّعَادٍ قَوْمِ هُودٍ

    Wa-ʹutbiʻoo fee haaẓihid dunyaa laʻnatañw wa-Yawmal Q̣iyaamah. ʹAlaaa ʹinna ʻAadañ kafaroo Rabbahum! ʹAlaa buʻdal liʻAadiñ Q̣awmi Hood!

    Dan mereka selalu diikuti dengan laknat di dunia ini dan (begitu pula) di hari Kiamat. Ingatlah, kaum 'Ād itu ingkar kepada Tuhan mereka. Sungguh, binasalah kaum 'Ād, umat Hud itu.

  57. 11:61

    ۞ وَإِلَىٰ ثَمُودَ أَخَاهُمْ صَـٰلِحًا ۚ قَالَ يَـٰقَوْمِ ٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَـٰهٍ غَيْرُهُۥ ۖ هُوَ أَنشَأَكُم مِّنَ ٱلْأَرْضِ وَٱسْتَعْمَرَكُمْ فِيهَا فَٱسْتَغْفِرُوهُ ثُمَّ تُوبُوٓا۟ إِلَيْهِ ۚ إِنَّ رَبِّى قَرِيبٌ مُّجِيبٌ

    Wa-ʹilaa S̤amooda ʹakhaahum Ṣaaliḥaa. Q̣aala yaa-q̣awmiʻ budul laaha maa- min lakum ʹilahin g̣ayruh. Huwa ʹañshaʹakum minal ʹarḍi wastaʻmarakum feehaa fastag̣firoohu s̤umma toobooo ʹilayh: ʹinna Rabbee Q̣areebum Mujeeb.

    Dan kepada kaum Samud (Kami utus) saudara mereka, Saleh. Dia berkata, "Wahai kaumku! Sembahlah Allah, tidak ada tuhan bagimu selain Dia. Dia telah menciptakanmu dari bumi (tanah) dan menjadikanmu pemakmurnya, karena itu mohonlah ampunan kepada-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku sangat dekat (rahmat-Nya) dan memperkenankan (doa hamba-Nya)"

  58. 11:62

    قَالُوا۟ يَـٰصَـٰلِحُ قَدْ كُنتَ فِينَا مَرْجُوًّا قَبْلَ هَـٰذَآ ۖ أَتَنْهَىٰنَآ أَن نَّعْبُدَ مَا يَعْبُدُ ءَابَآؤُنَا وَإِنَّنَا لَفِى شَكٍّ مِّمَّا تَدْعُونَآ إِلَيْهِ مُرِيبٍ

    Q̣aaloo yaa-Ṣaaliḥu q̣ad kuñta feenaa marjuwwañ q̣abla haaẓaaa ʹatanhaanaaa ʹan naʻbuda maa- yaʻbudu ʹaabaaaʹunaa wa-ʹinnanaa lafee shakkim mimmaa tadʻoonaaa ʹilayhi mureeb.

    Mereka (kaum Samud) berkata, "Wahai Saleh! Sungguh, engkau sebelum ini berada di tengah-tengah kami sebagai orang yang diharapkan, mengapa engkau melarang kami menyembah apa yang disembah oleh nenek moyang kami? Sungguh, kami benar-benar dalam keraguan dan kegelisahan terhadap apa (agama) yang engkau serukan kepada kami."

  59. 11:63

    قَالَ يَـٰقَوْمِ أَرَءَيْتُمْ إِن كُنتُ عَلَىٰ بَيِّنَةٍ مِّن رَّبِّى وَءَاتَىٰنِى مِنْهُ رَحْمَةً فَمَن يَنصُرُنِى مِنَ ٱللَّهِ إِنْ عَصَيْتُهُۥ ۖ فَمَا تَزِيدُونَنِى غَيْرَ تَخْسِيرٍ

    Q̣aala yaa-q̣awmi ʹaraʹaytum ʹiñ kuñtu ʻalaa Bayyinatim mir Rabbee wa-ʹaataanee minhu Raḥmatañ famañy yañṣurunee minal laahi ʹin ʻaṣaytuh? Famaa tazeedunanee g̣ayra takhseeer?

    Dia (Saleh) berkata, "Wahai kaumku! Terangkanlah kepadaku jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku dan diberi-Nya aku rahmat (kenabian) dari-Nya, maka siapa yang akan menolongku dari (azab) Allah jika aku mendurhakai-Nya? Maka kamu hanya akan menambah kerugian kepadaku.

  60. 11:64

    وَيَـٰقَوْمِ هَـٰذِهِۦ نَاقَةُ ٱللَّهِ لَكُمْ ءَايَةً فَذَرُوهَا تَأْكُلْ فِىٓ أَرْضِ ٱللَّهِ وَلَا تَمَسُّوهَا بِسُوٓءٍ فَيَأْخُذَكُمْ عَذَابٌ قَرِيبٌ

    Wa-yaaq̣awmi haaẓihee naaq̣atul laahi lakum ʹaayatañ faẓaroohaa taʹkul feee ʹarḍil laahi wa-laa tamassoohaa bisoooʹiñ fayaʹkhuẓakum ʻAẓaabuñ q̣areeb!

    Dan wahai kaumku! Inilah unta betina dari Allah, sebagai mukjizat untukmu, sebab itu biarkanlah dia makan di bumi Allah, dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apa pun yang akan menyebabkan kamu segera ditimpa (azab)."

  61. 11:65

    فَعَقَرُوهَا فَقَالَ تَمَتَّعُوا۟ فِى دَارِكُمْ ثَلَـٰثَةَ أَيَّامٍ ۖ ذَٰلِكَ وَعْدٌ غَيْرُ مَكْذُوبٍ

    Faʻaq̣aroohaa faq̣aala tamattaʻoo fee daarikum s̤alaas̤ata ʹay-yaam: ẓaalika waʻdun g̣ayru makẓoob!

    Maka mereka menyembelih unta itu, kemudian dia (Saleh) berkata, "Bersukarialah kamu semua di rumahmu selama tiga hari. Itu adalah janji yang tidak dapat didustakan."

  62. 11:66

    فَلَمَّا جَآءَ أَمْرُنَا نَجَّيْنَا صَـٰلِحًا وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مَعَهُۥ بِرَحْمَةٍ مِّنَّا وَمِنْ خِزْىِ يَوْمِئِذٍ ۗ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ ٱلْقَوِىُّ ٱلْعَزِيزُ

    Falammaa jaaaʹa ʹAmrunaa najjaynaa Ṣaaliḥañw wal-laẓeena ʹaamanoo maʻahoo bi-Raḥmatim minnaa wa-min khizyi Yawmiʹiẓ. ʹInna Rabbaka Huwal Q̣awiyyul ʻAzeez.

    Maka ketika keputusan Kami datang, Kami selamatkan Saleh dan orang-orang yang beriman bersamanya dengan rahmat Kami dan (Kami selamatkan) dari kehinaan pada hari itu. Sungguh, Tuhanmu, Dia Mahakuat, Mahaperkasa.

  63. 11:67

    وَأَخَذَ ٱلَّذِينَ ظَلَمُوا۟ ٱلصَّيْحَةُ فَأَصْبَحُوا۟ فِى دِيَـٰرِهِمْ جَـٰثِمِينَ

    Wa-ʹakhaẓal laẓeena z̤̣alamuṣ Ṣayḥatu faʹaṣbaḥoo fee diyaarihim jaas̤imeen.

    Kemudian suara yang mengguntur menimpa orang-orang zalim itu, sehingga mereka mati bergelimpangan di rumahnya,

  64. 11:68

    كَأَن لَّمْ يَغْنَوْا۟ فِيهَآ ۗ أَلَآ إِنَّ ثَمُودَا۟ كَفَرُوا۟ رَبَّهُمْ ۗ أَلَا بُعْدًا لِّثَمُودَ

    Kaʹal lam yag̣naw feehaa. ʹAlaaa ʹinna S̤amooda kafaroo Rabbahum! ʹAlaa buʻdal li-S̤amood.

    seolah-olah mereka belum pernah tinggal di tempat itu. Ingatlah, kaum Samud mengingkari Tuhan mereka. Ingatlah, binasalah kaum Samud.

  65. 11:69

    وَلَقَدْ جَآءَتْ رُسُلُنَآ إِبْرَٰهِيمَ بِٱلْبُشْرَىٰ قَالُوا۟ سَلَـٰمًا ۖ قَالَ سَلَـٰمٌ ۖ فَمَا لَبِثَ أَن جَآءَ بِعِجْلٍ حَنِيذٍ

    Wa-laq̣ad jaaaʹat Rusulunaaa ʹIbraaheema bilbushraa q̣aaloo Salaamaa! Q̣aala Salaamuñ famaa labis̤a ʹañ jaaaʻa ḥaneeẓ. biʻijlin

    Dan para utusan Kami (para malaikat) telah datang kepada Ibrahim dengan membawa kabar gembira, mereka mengucapkan, "Selamat." Dia (Ibrahim) menjawab, "Selamat (atas kamu)." Maka tidak lama kemudian Ibrahim menyuguhkan daging anak sapi yang dipanggang.

  66. 11:70

    فَلَمَّا رَءَآ أَيْدِيَهُمْ لَا تَصِلُ إِلَيْهِ نَكِرَهُمْ وَأَوْجَسَ مِنْهُمْ خِيفَةً ۚ قَالُوا۟ لَا تَخَفْ إِنَّآ أُرْسِلْنَآ إِلَىٰ قَوْمِ لُوطٍ

    Falammaa raʹaaa ʹaydiyahum laa- taṣilu ʹilayhi nakirahum wa-ʹawjasa minhum kheefah. Q̣aaloo laa- takhaf ʹinnaaa ʹursilnaaa ʹilaa Q̣awmi Looṭ.

    Maka ketika dilihatnya tangan mereka tidak menjamahnya, dia (Ibrahim) mencurigai mereka, dan merasa takut kepada mereka. Mereka (malaikat) berkata, "Jangan takut, sesungguhnya kami diutus kepada kaum Luṭ."

  67. 11:71

    وَٱمْرَأَتُهُۥ قَآئِمَةٌ فَضَحِكَتْ فَبَشَّرْنَـٰهَا بِإِسْحَـٰقَ وَمِن وَرَآءِ إِسْحَـٰقَ يَعْقُوبَ

    Wamraʹatuhoo q̣aaaʹimatuñ faḍaḥikat fabashsharnaahaa biʹIsḥaaq̣a wa-miñw waraaaʹi ʹIs-ḥaaq̣a Yaʻq̣oob.

    Dan istrinya berdiri lalu dia tersenyum. Maka Kami sampaikan kepadanya kabar gembira tentang (kelahiran) Ishak dan setelah Ishak (akan lahir) Yakub.

  68. 11:72

    قَالَتْ يَـٰوَيْلَتَىٰٓ ءَأَلِدُ وَأَنَا۠ عَجُوزٌ وَهَـٰذَا بَعْلِى شَيْخًا ۖ إِنَّ هَـٰذَا لَشَىْءٌ عَجِيبٌ

    Q̣aalat yaa-waylataaa ʹaʹalidu wa-ʹana ʻajoozuñw Wahaaẓaa baʻlee shaykhaa? ʹInna haaẓaa lashayʹun ʻajeeb!

    Dia (istrinya) berkata, "Sungguh ajaib, mungkinkah aku akan melahirkan anak padahal aku sudah tua, dan suamiku ini sudah sangat tua? Ini benar-benar sesuatu yang ajaib."

  69. 11:73

    قَالُوٓا۟ أَتَعْجَبِينَ مِنْ أَمْرِ ٱللَّهِ ۖ رَحْمَتُ ٱللَّهِ وَبَرَكَـٰتُهُۥ عَلَيْكُمْ أَهْلَ ٱلْبَيْتِ ۚ إِنَّهُۥ حَمِيدٌ مَّجِيدٌ

    Q̣aalooo ʹataʻjabeena min ʹAmril laahi Raḥmatul laahi wa-Barakaatuhoo ʻalaykum ʹAhlal Bayt! ʹInnahoo Ḥameedum Majeed!

    Mereka (para malaikat) berkata, "Mengapa engkau merasa heran tentang ketetapan Allah? (Itu adalah) rahmat dan berkah Allah, dicurahkan kepada kamu, wahai ahlulbait! Sesungguhnya Allah Maha Terpuji, Maha Pengasih."

  70. 11:74

    فَلَمَّا ذَهَبَ عَنْ إِبْرَٰهِيمَ ٱلرَّوْعُ وَجَآءَتْهُ ٱلْبُشْرَىٰ يُجَـٰدِلُنَا فِى قَوْمِ لُوطٍ

    Falammaa ẓahaba ʻan ʹIbraaheemar rawʻu wa-jaaaʹat hul-bushraa yujaadilunaa fee Q̣awmi Looṭ.

    Maka ketika rasa takut hilang dari Ibrahim dan kabar gembira telah datang kepadanya, dia pun bersoal jawab dengan (para malaikat) Kami tentang kaum Luṭ.

  71. 11:75

    إِنَّ إِبْرَٰهِيمَ لَحَلِيمٌ أَوَّٰهٌ مُّنِيبٌ

    ʹInna ʹIbraaheema laḥaleemun ʹawwaahum muneeb.

    Ibrahim sungguh penyantun, lembut hati dan suka kembali (kepada Allah).

  72. 11:76

    يَـٰٓإِبْرَٰهِيمُ أَعْرِضْ عَنْ هَـٰذَآ ۖ إِنَّهُۥ قَدْ جَآءَ أَمْرُ رَبِّكَ ۖ وَإِنَّهُمْ ءَاتِيهِمْ عَذَابٌ غَيْرُ مَرْدُودٍ

    YaaaʹIbraaheemu ʹaʻriḍ ʻan haaẓaa. ʹInnahoo q̣ad jaaaʹa ʹamru Rabbik: wa-ʹinnahum ʹaateehim ʻaẓaabun g̣ayru mardood!

    Wahai Ibrahim! Tinggalkanlah (perbincangan) ini. Sungguh, ketetapan Tuhanmu telah datang, dan mereka itu akan ditimpa azab yang tidak dapat ditolak.

  73. 11:77

    وَلَمَّا جَآءَتْ رُسُلُنَا لُوطًا سِىٓءَ بِهِمْ وَضَاقَ بِهِمْ ذَرْعًا وَقَالَ هَـٰذَا يَوْمٌ عَصِيبٌ

    Wa-lammaa jaaaʹat Rusulunaa Looṭañ seeeʹa bihim wa-ḍaaq̣a bihim ẓarʻañw waq̣aala haaẓaa yawmun ʻaṣeeb.

    Dan ketika para utusan Kami (para malaikat) itu datang kepada Luṭ, dia merasa curiga dan dadanya merasa sempit karena (kedatangan)nya. Dia (Luṭ) berkata, "Ini hari yang sangat sulit."

  74. 11:78

    وَجَآءَهُۥ قَوْمُهُۥ يُهْرَعُونَ إِلَيْهِ وَمِن قَبْلُ كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ ٱلسَّيِّـَٔاتِ ۚ قَالَ يَـٰقَوْمِ هَـٰٓؤُلَآءِ بَنَاتِى هُنَّ أَطْهَرُ لَكُمْ ۖ فَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَلَا تُخْزُونِ فِى ضَيْفِىٓ ۖ أَلَيْسَ مِنكُمْ رَجُلٌ رَّشِيدٌ

    Wa-jaaaʹahoo q̣awmuhoo yuhraʻoona ʹilayh. Wa-miñ q̣ablu kaanoo yaʻmaloonas sayyiʹaat. Q̣aala yaa-q̣awmi haaaʹulaaaʹi banaatee hunna ʹaṭharu lakum fattaq̣ul laaha wa-laa tukhzooni fee ḍayfee! ʹAlaysa miñkum rajulur rasheed?

    Dan kaumnya segera datang kepadanya. Dan sejak dahulu mereka selalu melakukan perbuatan keji. Luṭ berkata, "Wahai kaumku! Inilah puteri-puteri (negeri)ku mereka lebih suci bagimu, maka bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu mencemarkan (nama)ku terhadap tamuku ini. Tidak adakah di antaramu orang yang berakal?"

  75. 11:79

    قَالُوا۟ لَقَدْ عَلِمْتَ مَا لَنَا فِى بَنَاتِكَ مِنْ حَقٍّ وَإِنَّكَ لَتَعْلَمُ مَا نُرِيدُ

    Q̣aaloo laq̣ad ʻalimta maa- lanaa fee banaatika min ḥaq̣q̣: wa-ʹinnaka lataʻlamu maa- nureed!

    Mereka menjawab, "Sesungguhnya engkau pasti tahu bahwa kami tidak mempunyai hasrat (syahwat) terhadap puteri-puterimu; dan engkau tentu mengetahui apa yang (sebenarnya) kami kehendaki."

  76. 11:80

    قَالَ لَوْ أَنَّ لِى بِكُمْ قُوَّةً أَوْ ءَاوِىٓ إِلَىٰ رُكْنٍ شَدِيدٍ

    Q̣aala law ʹanna lee bikum q̣uwwatan ʹaw aaweee ʹilaa rukniñ shadeed.

    Dia (Luṭ) berkata, "Sekiranya aku mempunyai kekuatan (untuk menolakmu) atau aku dapat berlindung kepada keluarga yang kuat (tentu aku lakukan)."

  77. 11:81

    قَالُوا۟ يَـٰلُوطُ إِنَّا رُسُلُ رَبِّكَ لَن يَصِلُوٓا۟ إِلَيْكَ ۖ فَأَسْرِ بِأَهْلِكَ بِقِطْعٍ مِّنَ ٱلَّيْلِ وَلَا يَلْتَفِتْ مِنكُمْ أَحَدٌ إِلَّا ٱمْرَأَتَكَ ۖ إِنَّهُۥ مُصِيبُهَا مَآ أَصَابَهُمْ ۚ إِنَّ مَوْعِدَهُمُ ٱلصُّبْحُ ۚ أَلَيْسَ ٱلصُّبْحُ بِقَرِيبٍ

    Q̣aaloo Yaa-Looṭu ʹinnaa Rusulu Rabbika lañy yaṣilooo ʹilayk: faʹasri biʹahlika biq̣iṭʻim minal layli wa-laa yaltafit miñkum ʹaḥadun ʹillam raʹatak: ʹinnahoo muṣeebuhaa maaa ʹaṣaabahum. ʹInna mawʻidahumuṣ ṣubḥ. ʹAlaysaṣ ṣubḥu biq̣areeb?

    Mereka (para malaikat) berkata, "Wahai Luṭ! Sesungguhnya kami adalah para utusan Tuhanmu, mereka tidak akan dapat mengganggu kamu, sebab itu pergilah bersama keluargamu pada akhir malam dan jangan ada seorang pun di antara kamu yang menoleh ke belakang, kecuali istrimu. Sesungguhnya dia (juga) akan ditimpa (siksaan) yang menimpa mereka. Sesungguhnya saat terjadinya siksaan bagi mereka itu pada waktu subuh. Bukankah subuh itu sudah dekat?"

  78. 11:82

    فَلَمَّا جَآءَ أَمْرُنَا جَعَلْنَا عَـٰلِيَهَا سَافِلَهَا وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهَا حِجَارَةً مِّن سِجِّيلٍ مَّنضُودٍ

    Falammaa jaaaʹa ʹamrunaa jaʻalnaa ʻaaliyahaa saafilahaa wa-ʹamṭarnaa ʻalayhaa ḥijaaratam miñ sijjeelim mañḍood,―

    Maka ketika keputusan Kami datang, Kami menjungkirbalikkan negeri kaum Luṭ, dan Kami hujani mereka bertubi-tubi dengan batu dari tanah yang terbakar,

  79. 11:83

    مُّسَوَّمَةً عِندَ رَبِّكَ ۖ وَمَا هِىَ مِنَ ٱلظَّـٰلِمِينَ بِبَعِيدٍ

    Musawwamatan ʻiñda Rabbik: wa-maa hiya minaz̤̣ z̤̣aalimeena bibaʻeed!

    yang diberi tanda oleh Tuhanmu. Dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang yang zalim.

  80. 11:84

    ۞ وَإِلَىٰ مَدْيَنَ أَخَاهُمْ شُعَيْبًا ۚ قَالَ يَـٰقَوْمِ ٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَـٰهٍ غَيْرُهُۥ ۖ وَلَا تَنقُصُوا۟ ٱلْمِكْيَالَ وَٱلْمِيزَانَ ۚ إِنِّىٓ أَرَىٰكُم بِخَيْرٍ وَإِنِّىٓ أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ مُّحِيطٍ

    Wa-ʹilaa Madyana ʹakhaahum Shuʻaybaa: q̣aala yaa-q̣awmiʻ budul laaha maa- lakum min ʹilaahin g̣ayruh. Wa-laa tañq̣uṣul mikyaala walmeezaana ʹinneee ʹaraakum̃ bikhayriñw waʹinneee ʹakhaafu ʻalaykum ʻaẓaaba Yawmim Muḥeeṭ.

    Dan kepada (penduduk) Madyan (Kami utus) saudara mereka, Syu'aib. Dia berkata, "Wahai kaumku! Sembahlah Allah, tidak ada tuhan bagimu selain Dia. Dan janganlah kamu kurangi takaran dan timbangan. Sesungguhnya aku melihat kamu dalam keadaan yang baik (makmur). Dan sesungguhnya aku khawatir kamu akan ditimpa azab pada hari yang membinasakan (Kiamat).

  81. 11:85

    وَيَـٰقَوْمِ أَوْفُوا۟ ٱلْمِكْيَالَ وَٱلْمِيزَانَ بِٱلْقِسْطِ ۖ وَلَا تَبْخَسُوا۟ ٱلنَّاسَ أَشْيَآءَهُمْ وَلَا تَعْثَوْا۟ فِى ٱلْأَرْضِ مُفْسِدِينَ

    Wayaaq̣awmi ʹawful mikyaala walmeezaana bilq̣isṭi wa-laa tabkhasun naasa ʹashyaaaʹahum wa-laa taʻs̤aw fil ʹarḍi mufsideen.

    Dan wahai kaumku! Penuhilah takaran dan timbangan dengan adil, dan janganlah kamu merugikan manusia terhadap hak-hak mereka dan jangan kamu membuat kejahatan di bumi dengan berbuat kerusakan.

  82. 11:86

    بَقِيَّتُ ٱللَّهِ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ ۚ وَمَآ أَنَا۠ عَلَيْكُم بِحَفِيظٍ

    Baq̣eeyatul laahi khayrul lakum ʹiñ kuñtum Muʹmineen! Wa-maaa ʹana ʻalaykum̃ bi-Ḥafeez̤̣!

    Sisa (yang halal) dari Allah adalah lebih baik bagimu jika kamu orang yang beriman. Dan aku bukanlah seorang penjaga atas dirimu."

  83. 11:87

    قَالُوا۟ يَـٰشُعَيْبُ أَصَلَوٰتُكَ تَأْمُرُكَ أَن نَّتْرُكَ مَا يَعْبُدُ ءَابَآؤُنَآ أَوْ أَن نَّفْعَلَ فِىٓ أَمْوَٰلِنَا مَا نَشَـٰٓؤُا۟ ۖ إِنَّكَ لَأَنتَ ٱلْحَلِيمُ ٱلرَّشِيدُ

    Q̣aaloo yaa-Shuʻaybu ʹaṣalaatuka taʹmuruka ʹan natruka maa- yaʻbudu ʹaabaaaʹunaaa ʹaw ʹan nafʻala feee ʹamwaalinaa maa- nashaaaʹ? ʹInnaka laʹañtal ḥaleemur Rasheed!

    Mereka berkata, "Wahai Syu'aib! Apakah salatmu yang menyuruhmu agar kami meninggalkan apa yang disembah nenek moyang kami atau melarang kami mengelola harta kami menurut cara yang kami kehendaki? Sesungguhnya engkau benar-benar orang yang sangat penyantun dan pandai."

  84. 11:88

    قَالَ يَـٰقَوْمِ أَرَءَيْتُمْ إِن كُنتُ عَلَىٰ بَيِّنَةٍ مِّن رَّبِّى وَرَزَقَنِى مِنْهُ رِزْقًا حَسَنًا ۚ وَمَآ أُرِيدُ أَنْ أُخَالِفَكُمْ إِلَىٰ مَآ أَنْهَىٰكُمْ عَنْهُ ۚ إِنْ أُرِيدُ إِلَّا ٱلْإِصْلَـٰحَ مَا ٱسْتَطَعْتُ ۚ وَمَا تَوْفِيقِىٓ إِلَّا بِٱللَّهِ ۚ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيبُ

    Q̣aala yaaq̣awmi ʹaraʹaytum ʹiñ kuñtu ʻalaa Bayyinatim mir Rabbee wa-razaq̣anee minhu rizq̣an ḥasanaa? Wa-maaa ʹureedu ʹan ʹukhaalifakum ʹilaa maaa ʹanhaakum ʻanh. ʹIn ʹureedu ʹillal ʹiṣlaaḥa mas taṭaʻt; wa-maa tawfeeq̣eee ʹillaa billaah. ʻAlayhi tawakkaltu wa-ʹilayhi ʹuneeb.

    Dia (Syu'aib) berkata, "Wahai kaumku! Terangkan padaku jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku dan aku dianugerahi-Nya rezeki yang baik (pantaskah aku menyalahi perintah-Nya)? Aku tidak bermaksud menyalahi kamu terhadap apa yang aku larang darinya. Aku hanya bermaksud (mendatangkan) perbaikan selama aku masih sanggup. Dan petunjuk yang aku ikuti hanya dari Allah. Kepada-Nya aku bertawakal dan kepada-Nya (pula) aku kembali.

  85. 11:89

    وَيَـٰقَوْمِ لَا يَجْرِمَنَّكُمْ شِقَاقِىٓ أَن يُصِيبَكُم مِّثْلُ مَآ أَصَابَ قَوْمَ نُوحٍ أَوْ قَوْمَ هُودٍ أَوْ قَوْمَ صَـٰلِحٍ ۚ وَمَا قَوْمُ لُوطٍ مِّنكُم بِبَعِيدٍ

    Wa-yaaq̣awmi laa- yajrimannakum shiq̣aaq̣eee ʹañy yuṣeebakum mis̤lu maaa ʹaṣaaba q̣awma Nooḥin ʹaw q̣awma Hoodin ʹaw q̣awma Ṣaaliḥ: wa-maa q̣awmu Looṭim miñkum̃ bibaʻeed!

    Dan wahai kaumku! Janganlah pertentangan antara aku (dengan kamu) menyebabkan kamu berbuat dosa, sehingga kamu ditimpa siksaan seperti yang menimpa kaum Nuh, kaum Hud atau kaum Saleh, sedang kaum Luṭ tidak jauh dari kamu.

  86. 11:90

    وَٱسْتَغْفِرُوا۟ رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوٓا۟ إِلَيْهِ ۚ إِنَّ رَبِّى رَحِيمٌ وَدُودٌ

    Wastag̣firoo Rabbakum s̤ummaa toobooo ʹilayh: ʹinna Rabbee Raḥeemuñw wadood.

    Dan mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, kemudian bertobatlah kepada-Nya. Sungguh, Tuhanku Maha Penyayang, Maha Pengasih.

  87. 11:91

    قَالُوا۟ يَـٰشُعَيْبُ مَا نَفْقَهُ كَثِيرًا مِّمَّا تَقُولُ وَإِنَّا لَنَرَىٰكَ فِينَا ضَعِيفًا ۖ وَلَوْلَا رَهْطُكَ لَرَجَمْنَـٰكَ ۖ وَمَآ أَنتَ عَلَيْنَا بِعَزِيزٍ

    Q̣aaloo yaa-Shuʻaybu maa- nafq̣ahu kas̤eeram mimmaa taq̣oolu wa-ʹinnaa lanaraaka feenaa ḍaʻeefaa! Wa-lawlaa rahṭuka larajamnaak! Wa-maaa ʹañta ʻalaynaa biʻazeez!

    Mereka berkata, "Wahai Syu'aib! Kami tidak banyak mengerti tentang apa yang engkau katakan itu, sedang kenyataannya kami memandang engkau seorang yang lemah di antara kami. Kalau tidak karena keluargamu, tentu kami telah merajam engkau, sedang engkau pun bukan seorang yang berpengaruh di lingkungan kami."

  88. 11:92

    قَالَ يَـٰقَوْمِ أَرَهْطِىٓ أَعَزُّ عَلَيْكُم مِّنَ ٱللَّهِ وَٱتَّخَذْتُمُوهُ وَرَآءَكُمْ ظِهْرِيًّا ۖ إِنَّ رَبِّى بِمَا تَعْمَلُونَ مُحِيطٌ

    Q̣aala yaa-q̣awmi ʹarahṭeee ʹaʻazzu ʻalaykum minal laah? Wattakhaẓtumoohu waraaaʹakum z̤̣ihriyyaa. ʹInna Rabbee bimaa taʻmaloona Muḥeeṭ!

    Dia (Syu'aib) menjawab, "Wahai kaumku! Apakah keluargaku lebih terhormat menurut pandanganmu daripada Allah, bahkan Dia kamu tempatkan di belakangmu (diabaikan)? Ketahuilah (pengetahuan) Tuhanku meliputi apa yang kamu kerjakan.

  89. 11:93

    وَيَـٰقَوْمِ ٱعْمَلُوا۟ عَلَىٰ مَكَانَتِكُمْ إِنِّى عَـٰمِلٌ ۖ سَوْفَ تَعْلَمُونَ مَن يَأْتِيهِ عَذَابٌ يُخْزِيهِ وَمَنْ هُوَ كَـٰذِبٌ ۖ وَٱرْتَقِبُوٓا۟ إِنِّى مَعَكُمْ رَقِيبٌ

    Wa-yaaq̣awmiʻ maloo ʻalaa makaanatikum ʹinnee ʻaamil: sawfa taʻlamoona mañy yaʹteehi ʻaẓaabuñy yukhzeehi wa-man huwa kaaẓib! Wartaq̣ibooo ʹinnee maʻakum raq̣eeb.

    Dan wahai kaumku! Berbuatlah menurut kemampuanmu, sesungguhnya aku pun berbuat (pula). Kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa azab yang menghinakan dan siapa yang berdusta. Dan tunggulah! Sesungguhnya aku bersamamu adalah orang yang menunggu."

  90. 11:94

    وَلَمَّا جَآءَ أَمْرُنَا نَجَّيْنَا شُعَيْبًا وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مَعَهُۥ بِرَحْمَةٍ مِّنَّا وَأَخَذَتِ ٱلَّذِينَ ظَلَمُوا۟ ٱلصَّيْحَةُ فَأَصْبَحُوا۟ فِى دِيَـٰرِهِمْ جَـٰثِمِينَ

    Wa-lammaa jaaaʹa ʹamrunaa najjaynaa Shuʻaybañw wal-laẓeena ʹaamanoo maʻahoo bi-Raḥmatim minnaa wa-ʹakhaẓatil laẓeena z̤̣alamuṣ Ṣayhatu faʹaṣbaḥoo fee diyaarihim jaas̤imeen,―

    Maka ketika keputusan Kami datang, Kami selamatkan Syu'aib dan orang-orang yang beriman bersamanya dengan rahmat Kami. Sedang orang yang zalim dibinasakan oleh suara yang mengguntur, sehingga mereka mati bergelimpangan di rumahnya,

  91. 11:95

    كَأَن لَّمْ يَغْنَوْا۟ فِيهَآ ۗ أَلَا بُعْدًا لِّمَدْيَنَ كَمَا بَعِدَتْ ثَمُودُ

    Kaʹal lam yag̣naw feehaa! ʹAlaa buʻdal li-Madyana kamaa baʻidat S̤amood!

    Seolah-olah mereka belum pernah tinggal di tempat itu. Ingatlah, binasalah penduduk Madyan sebagaimana kaum Samud (juga) telah binasa.

  92. 11:96

    وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا مُوسَىٰ بِـَٔايَـٰتِنَا وَسُلْطَـٰنٍ مُّبِينٍ

    Wa-laq̣ad ʹarsalnaa Moosaa biʹAayaatinaa wa-sulṭaanim mubeen.

    Dan sungguh, Kami telah mengutus Musa dengan tanda-tanda (kekuasaan) Kami dan bukti yang nyata,

  93. 11:97

    إِلَىٰ فِرْعَوْنَ وَمَلَإِي۟هِۦ فَٱتَّبَعُوٓا۟ أَمْرَ فِرْعَوْنَ ۖ وَمَآ أَمْرُ فِرْعَوْنَ بِرَشِيدٍ

    ʹIlaa firʻawna wa-malaʹihee fattabaʻooo ʹamra Firʻawna, wa-maaa ʹamru Firʻawna bi-Rasheed.

    kepada Fir'aun dan para pemuka kaumnya, tetapi mereka mengikuti perintah Fir'aun, padahal perintah Fir'aun bukanlah (perintah) yang benar.

  94. 11:98

    يَقْدُمُ قَوْمَهُۥ يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ فَأَوْرَدَهُمُ ٱلنَّارَ ۖ وَبِئْسَ ٱلْوِرْدُ ٱلْمَوْرُودُ

    Yaq̣dumu q̣awmahoo Yawmal Q̣iyaamati faʹawradahumun Naar: wa-biʹsal wirdul mawrood!

    Dia (Fir'aun) berjalan di depan kaumnya di hari Kiamat, lalu membawa mereka masuk ke dalam neraka. Neraka itu seburuk-buruk tempat yang dimasuki.

  95. 11:99

    وَأُتْبِعُوا۟ فِى هَـٰذِهِۦ لَعْنَةً وَيَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ ۚ بِئْسَ ٱلرِّفْدُ ٱلْمَرْفُودُ

    Wa-ʹutbiʻoo fee haaẓihee laʻnatañw wa-Yawmal Q̣iyaamah: biʹsar rifdul marfood!

    Dan mereka diikuti dengan laknat di sini (dunia) dan (begitu pula) pada hari Kiamat. (Laknat) itu seburuk-buruk pemberian yang diberikan.

  96. 11:100

    ذَٰلِكَ مِنْ أَنۢبَآءِ ٱلْقُرَىٰ نَقُصُّهُۥ عَلَيْكَ ۖ مِنْهَا قَآئِمٌ وَحَصِيدٌ

    Ẓaalika min ʹambaaaʹil q̣uraa naq̣uṣṣuhoo ʻalayka minhaa q̣aaaʹimuñw waḥaṣeed.

    Itulah beberapa berita tentang negeri-negeri (yang telah dibinasakan) yang Kami ceritakan kepadamu (Muhammad). Di antara negeri-negeri itu sebagian masih ada bekas-bekasnya dan ada (pula) yang telah musnah.

  97. 11:101

    وَمَا ظَلَمْنَـٰهُمْ وَلَـٰكِن ظَلَمُوٓا۟ أَنفُسَهُمْ ۖ فَمَآ أَغْنَتْ عَنْهُمْ ءَالِهَتُهُمُ ٱلَّتِى يَدْعُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ مِن شَىْءٍ لَّمَّا جَآءَ أَمْرُ رَبِّكَ ۖ وَمَا زَادُوهُمْ غَيْرَ تَتْبِيبٍ

    Wa-maa z̤̣alamnaahum wa-laakiñ z̤̣alamooo ʹañfusahum famaaa ʹag̣nat ʻanhum ʹaalihatuhumul latee yadʻoona miñ doonil laahi miñ shayʹil lammaa jaaaʹa ʹamru Rabbik: wa-maa zaadoohum g̣ayra tatbeeb!

    Dan Kami tidak menzalimi mereka, tetapi merekalah yang menzalimi diri mereka sendiri, karena itu tidak bermanfaat sedikit pun bagi mereka sesembahan yang mereka sembah selain Allah, ketika siksaan Tuhanmu datang. Sesembahan itu hanya menambah kebinasaan bagi mereka.

  98. 11:102

    وَكَذَٰلِكَ أَخْذُ رَبِّكَ إِذَآ أَخَذَ ٱلْقُرَىٰ وَهِىَ ظَـٰلِمَةٌ ۚ إِنَّ أَخْذَهُۥٓ أَلِيمٌ شَدِيدٌ

    Wa-Kaẓaalika ʹakhẓu Rabbika ʹiẓaaa ʹakhaẓal q̣uraa wa-hiya z̤̣aalimah: ʹinna ʹakhẓahooo ʹaleemuñ shadeed.

    Dan begitulah siksa Tuhanmu apabila Dia menyiksa (penduduk) negeri-negeri yang berbuat zalim. Sungguh, siksa-Nya sangat pedih, sangat berat.

  99. 11:103

    إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَـَٔايَةً لِّمَنْ خَافَ عَذَابَ ٱلْـَٔاخِرَةِ ۚ ذَٰلِكَ يَوْمٌ مَّجْمُوعٌ لَّهُ ٱلنَّاسُ وَذَٰلِكَ يَوْمٌ مَّشْهُودٌ

    ʹInna fee ẓaalika laʹAayatal liman khaafa ʻaẓaabal ʹAakhirah: ẓaalika Yawmum majmooʻul lahun naasu waẓaalika Yawmum Mashhood.

    Sesungguhnya pada yang demikian itu pasti terdapat pelajaran bagi orang-orang yang takut kepada azab akhirat. Itulah hari ketika semua manusia dikumpulkan (untuk dihisab), dan itulah hari yang disaksikan (oleh semua makhluk).

  100. 11:104

    وَمَا نُؤَخِّرُهُۥٓ إِلَّا لِأَجَلٍ مَّعْدُودٍ

    Wa-maa nuʹakhkhiruhooo ʹillaa liʹajalim maʻdood.

    Dan Kami tidak akan menunda, kecuali sampai waktu yang sudah ditentukan.

  101. 11:105

    يَوْمَ يَأْتِ لَا تَكَلَّمُ نَفْسٌ إِلَّا بِإِذْنِهِۦ ۚ فَمِنْهُمْ شَقِىٌّ وَسَعِيدٌ

    Yawma yaʹti laa- takallamu nafsun ʹillaa biʹiẓnih: faminhum shaq̣iyyuñw wasaʻeed.

    Ketika hari itu datang, tidak seorang pun yang berbicara, kecuali dengan izin-Nya; maka di antara mereka ada yang sengsara dan ada yang berbahagia.

  102. 11:106

    فَأَمَّا ٱلَّذِينَ شَقُوا۟ فَفِى ٱلنَّارِ لَهُمْ فِيهَا زَفِيرٌ وَشَهِيقٌ

    Faʹammal laẓeena shaq̣oo fafin naari lahum feehaa zafeeruñw washaheeq̣.

    Maka adapun orang-orang yang sengsara, maka (tempatnya) di dalam neraka, di sana mereka mengeluarkan dan menarik nafas dengan merintih,

  103. 11:107

    خَـٰلِدِينَ فِيهَا مَا دَامَتِ ٱلسَّمَـٰوَٰتُ وَٱلْأَرْضُ إِلَّا مَا شَآءَ رَبُّكَ ۚ إِنَّ رَبَّكَ فَعَّالٌ لِّمَا يُرِيدُ

    Khaalideena feehaa maa- daamatis samaawaatu wal-ʹarḍu ʹillaa maa- shaaaʹa Rabbuk: ʹinna Rabbaka faʻ-ʻaalul limaa yureed.

    mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain). Sungguh, Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki.

  104. 11:108

    ۞ وَأَمَّا ٱلَّذِينَ سُعِدُوا۟ فَفِى ٱلْجَنَّةِ خَـٰلِدِينَ فِيهَا مَا دَامَتِ ٱلسَّمَـٰوَٰتُ وَٱلْأَرْضُ إِلَّا مَا شَآءَ رَبُّكَ ۖ عَطَآءً غَيْرَ مَجْذُوذٍ

    Wa-ʹammal laẓeena suʻidoo fafil Jannati khaalideena feehaa maa- daamatis samaawaatu wal-ʹarḍu ʹillaa maa- shaaaʹa Rabbuk: ʻaṭaaaʹan g̣ayra majẓooẓ.

    Dan adapun orang-orang yang berbahagia, maka (tempatnya) di dalam surga; mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain); sebagai karunia yang tidak ada putus-putusnya.

  105. 11:109

    فَلَا تَكُ فِى مِرْيَةٍ مِّمَّا يَعْبُدُ هَـٰٓؤُلَآءِ ۚ مَا يَعْبُدُونَ إِلَّا كَمَا يَعْبُدُ ءَابَآؤُهُم مِّن قَبْلُ ۚ وَإِنَّا لَمُوَفُّوهُمْ نَصِيبَهُمْ غَيْرَ مَنقُوصٍ

    Falaa taku fee miryatim mimmaa yaʻbudu haaaʹulaaaʹ. Maa- yaʻbudoona ʹillaa kamaa yaʻbudu ʹaabaaaʹuhum miñ q̣abl: wa-ʹinnaa lamuwaffoohum naṣeebahum g̣ayra mañq̣ooṣ.

    Maka janganlah engkau (Muhammad) ragu-ragu tentang apa yang mereka sembah. Mereka menyembah sebagaimana nenek moyang mereka dahulu menyembah. Kami pasti akan menyempurnakan pembalasan (terhadap) mereka tanpa dikurangi sedikit pun.

  106. 11:110

    وَلَقَدْ ءَاتَيْنَا مُوسَى ٱلْكِتَـٰبَ فَٱخْتُلِفَ فِيهِ ۚ وَلَوْلَا كَلِمَةٌ سَبَقَتْ مِن رَّبِّكَ لَقُضِىَ بَيْنَهُمْ ۚ وَإِنَّهُمْ لَفِى شَكٍّ مِّنْهُ مُرِيبٍ

    Wa-laq̣ad ʹaataynaa Moosal Kitaaba fakhtulifa feeh: wa-lawlaa kalimatuñ sabaq̣at mir Rabbika laq̣uḍiya baynahum: wa-ʹinnahum lafee shakkim minhu mureeb.

    Dan sungguh, Kami telah memberikan Kitab (Taurat) kepada Musa, lalu diperselisihkan (oleh kaumnya). Dan kalau tidak ada ketetapan yang terdahulu dari Tuhanmu, niscaya telah dilaksanakan hukuman di antara mereka. Sungguh, mereka (orang kafir Mekah) benar-benar dalam kebimbangan dan keraguan terhadapnya (Al-Qur`an).

  107. 11:111

    وَإِنَّ كُلًّا لَّمَّا لَيُوَفِّيَنَّهُمْ رَبُّكَ أَعْمَـٰلَهُمْ ۚ إِنَّهُۥ بِمَا يَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

    Wa-ʹinna kullal lammaa layuwaffiyannahum Rabbuka ʹaʻmaalahum: ʹinnahoo bimaa yaʻmaloona Khabeer.

    Dan sesungguhnya kepada masing-masing (yang berselisih itu) pasti Tuhanmu akan memberi balasan secara penuh atas perbuatan mereka. Sungguh, Dia Mahateliti atas apa yang mereka kerjakan.

  108. 11:112

    فَٱسْتَقِمْ كَمَآ أُمِرْتَ وَمَن تَابَ مَعَكَ وَلَا تَطْغَوْا۟ ۚ إِنَّهُۥ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

    Fastaq̣im kamaaa ʹumirta wa-mañ taaba maʻaka wa-laa taṭg̣aw: ʹinnahoo bimaa taʻmaloona Baṣeer.

    Maka tetaplah engkau (Muhammad) (di jalan yang benar), sebagaimana telah diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang bertobat bersamamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sungguh, Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

  109. 11:113

    وَلَا تَرْكَنُوٓا۟ إِلَى ٱلَّذِينَ ظَلَمُوا۟ فَتَمَسَّكُمُ ٱلنَّارُ وَمَا لَكُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ مِنْ أَوْلِيَآءَ ثُمَّ لَا تُنصَرُونَ

    Wa-laa tarkanooo ʹilal laẓeena z̤̣alamoo fatamassakumun Naaru,― wa-maa lakum miñ doonil laahi min ʹawliyaaaʹa s̤umma laa- tuñṣaroon.

    Dan janganlah kamu cenderung kepada orang zalim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka, sedangkan kamu tidak mempunyai seorang penolong pun selain Allah, sehingga kamu tidak akan diberi pertolongan.

  110. 11:114

    وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ طَرَفَىِ ٱلنَّهَارِ وَزُلَفًا مِّنَ ٱلَّيْلِ ۚ إِنَّ ٱلْحَسَنَـٰتِ يُذْهِبْنَ ٱلسَّيِّـَٔاتِ ۚ ذَٰلِكَ ذِكْرَىٰ لِلذَّٰكِرِينَ

    Wa-ʹaq̣imiṣ Ṣalaata ṭarafayin nahaari wa-zulafam minal layl: ʹinnal ḥasanaati yuẓhibnas sayyiʹaat: ẓaalika ẓikraa liẓ-ẓaakireen:

    Dan laksanakanlah salat pada kedua ujung siang (pagi dan petang) dan pada bagian permulaan malam. Perbuatan-perbuatan baik itu menghapus kesalahan-kesalahan. Itulah peringatan bagi orang-orang yang selalu mengingat (Allah).

  111. 11:115

    وَٱصْبِرْ فَإِنَّ ٱللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ ٱلْمُحْسِنِينَ

    Waṣbir faʹinnal laaha laa- yuḍeeʻu ʹajral Muḥsineen.

    Dan bersabarlah, karena sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang yang berbuat kebaikan.

  112. 11:116

    فَلَوْلَا كَانَ مِنَ ٱلْقُرُونِ مِن قَبْلِكُمْ أُو۟لُوا۟ بَقِيَّةٍ يَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْفَسَادِ فِى ٱلْأَرْضِ إِلَّا قَلِيلًا مِّمَّنْ أَنجَيْنَا مِنْهُمْ ۗ وَٱتَّبَعَ ٱلَّذِينَ ظَلَمُوا۟ مَآ أُتْرِفُوا۟ فِيهِ وَكَانُوا۟ مُجْرِمِينَ

    Falawlaa kaana minal q̣urooni miñ q̣ablikum ʹUloo baq̣iyyatiñy yanhawna ʻanil fasaadi fil ʹarḍi ʹillaa q̣aleelam mimman ʹañjaynaa minhum? Wattabaʻal laẓeena z̤̣alamoo maaa ʹutrifoo feehi wa-kaanoo mujrimeen.

    Maka mengapa tidak ada di antara umat-umat sebelum kamu orang yang mempunyai keutamaan yang melarang (berbuat) kerusakan di bumi, kecuali sebagian kecil di antara orang yang telah Kami selamatkan. Dan orang-orang yang zalim hanya mementingkan kenikmatan dan kemewahan. Dan mereka adalah orang-orang yang berdosa.

  113. 11:117

    وَمَا كَانَ رَبُّكَ لِيُهْلِكَ ٱلْقُرَىٰ بِظُلْمٍ وَأَهْلُهَا مُصْلِحُونَ

    Wa-maa kaana Rabbuka liyuhlikal q̣uraa biz̤̣ulmiñw waʹahluhaa muṣliḥoon.

    Dan Tuhanmu tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zalim, selama penduduknya orang-orang yang berbuat kebaikan.

  114. 11:118

    وَلَوْ شَآءَ رَبُّكَ لَجَعَلَ ٱلنَّاسَ أُمَّةً وَٰحِدَةً ۖ وَلَا يَزَالُونَ مُخْتَلِفِينَ

    Wa-law shaaaʹa Rabbuka lajaʻal annaasa ʹUmmatañw waa-ḥidatañw walaa yazaaloona mukhtalifeen.

    Dan jika Tuhanmu menghendaki, tentu Dia jadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih (pendapat),

  115. 11:119

    إِلَّا مَن رَّحِمَ رَبُّكَ ۚ وَلِذَٰلِكَ خَلَقَهُمْ ۗ وَتَمَّتْ كَلِمَةُ رَبِّكَ لَأَمْلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنَ ٱلْجِنَّةِ وَٱلنَّاسِ أَجْمَعِينَ

    ʹIllaa mar raḥima Rabbuk: wa-liẓaalika khalaq̣ahum: wa-tammat Kalimatu Rabbika laʹamlaʹanna Jahannama minal jinnati wannaasi ʹajmaʻeen.

    kecuali orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu. Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka. Kalimat (keputusan) Tuhanmu telah tetap, "Aku pasti akan memenuhi neraka Jahanam dengan jin dan manusia (yang durhaka) semuanya."

  116. 11:120

    وَكُلًّا نَّقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ أَنۢبَآءِ ٱلرُّسُلِ مَا نُثَبِّتُ بِهِۦ فُؤَادَكَ ۚ وَجَآءَكَ فِى هَـٰذِهِ ٱلْحَقُّ وَمَوْعِظَةٌ وَذِكْرَىٰ لِلْمُؤْمِنِينَ

    Wa-kullan naq̣uṣṣu ʻalayka min ʹambaaaʹir rusuli maa- nus̤abbitu bihee fuʹaadak: wa-jaaaʹaka fee haaẓihil Ḥaq̣q̣u wa-mawʻiz̤̣atuñw waẓikraa lil-Muʹmineen.

    Dan semua kisah rasul-rasul, Kami ceritakan kepadamu (Muhammad), agar dengan kisah itu Kami teguhkan hatimu; dan di dalamnya telah diberikan kepadamu (segala) kebenaran, nasihat dan peringatan bagi orang yang beriman.

  117. 11:121

    وَقُل لِّلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ ٱعْمَلُوا۟ عَلَىٰ مَكَانَتِكُمْ إِنَّا عَـٰمِلُونَ

    Waq̣ul lillaẓeena laa- yuʹminoo naʻmaloo ʻalaa makaanatikum: ʹinnaa ʻaamiloon;

    Dan katakanlah (Muhammad) kepada orang yang tidak beriman, "Berbuatlah menurut kedudukanmu, kami pun benar-benar akan berbuat,

  118. 11:122

    وَٱنتَظِرُوٓا۟ إِنَّا مُنتَظِرُونَ

    Wañtaz̤̣iroo! ʹinnaa muñ-taz̤̣iroon.

    dan tunggulah, sesungguhnya kami pun termasuk yang menunggu."

  119. 11:123

    وَلِلَّهِ غَيْبُ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَإِلَيْهِ يُرْجَعُ ٱلْأَمْرُ كُلُّهُۥ فَٱعْبُدْهُ وَتَوَكَّلْ عَلَيْهِ ۚ وَمَا رَبُّكَ بِغَـٰفِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ

    Wa-lillaahi g̣aybus samaawaati wal-ʹarḍi wa-ʹilayhi yurjaʻul ʹamru kulluhoo faʻbudhu wa-tawakkal ʻalayh: wa-maa Rabbuka big̣aafilin ʻammaa taʻmaloon.

    Dan milik Allah meliputi rahasia langit dan bumi dan kepada-Nya segala urusan dikembalikan. Maka sembahlah Dia dan bertawakallah kepada-Nya. Dan Tuhanmu tidak akan lengah terhadap apa yang kamu kerjakan.

  120. Surah YusufBegins here at 12:1

  121. 12:1

    الٓر ۚ تِلْكَ ءَايَـٰتُ ٱلْكِتَـٰبِ ٱلْمُبِينِ

    Alif-Laaam-Raa. Tilka ʹAayaatul kitaabil Mubeen.

    Alif Lām Rā`. Ini adalah ayat-ayat Kitab (Al-Qur`an) yang jelas.

  122. 12:2

    إِنَّآ أَنزَلْنَـٰهُ قُرْءَٰنًا عَرَبِيًّا لَّعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ

    ʹInnaaa ʹañzalnaahu Q̣urʹaanan ʻArabiyyal laʻallakum taʻq̣iloon.

    Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al-Qur`an berbahasa Arab, agar kamu mengerti.

  123. 12:3

    نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ أَحْسَنَ ٱلْقَصَصِ بِمَآ أَوْحَيْنَآ إِلَيْكَ هَـٰذَا ٱلْقُرْءَانَ وَإِن كُنتَ مِن قَبْلِهِۦ لَمِنَ ٱلْغَـٰفِلِينَ

    Naḥnu naq̣uṣṣu ʻalayka ʹaḥsanal q̣aṣaṣi bimaaa ʹawḥaynaaa ʹilayka haaẓal Q̣urʹaan: wa-ʹiñ kuñta miñ q̣ablihee laminal g̣aafileen.

    Kami menceritakan kepadamu (Muhammad) kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al-Qur`an ini kepadamu, dan sesungguhnya engkau sebelum itu termasuk orang yang tidak mengetahui.

  124. 12:4

    إِذْ قَالَ يُوسُفُ لِأَبِيهِ يَـٰٓأَبَتِ إِنِّى رَأَيْتُ أَحَدَ عَشَرَ كَوْكَبًا وَٱلشَّمْسَ وَٱلْقَمَرَ رَأَيْتُهُمْ لِى سَـٰجِدِينَ

    ʹIẓ q̣aala Yoosufu liʹabeehi yaaaʹabati ʹinnee raʹaytu ʹaḥada ʻashara kawkabañw washshamsa walq̣amara raʹaytuhum lee saajideen.

    (Ingatlah), ketika Yusuf berkata kepada ayahnya, "Wahai ayahku! Sungguh, aku (bermimpi) melihat sebelas bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku."

  125. 12:5

    قَالَ يَـٰبُنَىَّ لَا تَقْصُصْ رُءْيَاكَ عَلَىٰٓ إِخْوَتِكَ فَيَكِيدُوا۟ لَكَ كَيْدًا ۖ إِنَّ ٱلشَّيْطَـٰنَ لِلْإِنسَـٰنِ عَدُوٌّ مُّبِينٌ

    Q̣aala yaa-bunayya laa- taq̣ṣuṣ ruʹyaaka ʻalaaa ʹikhwatika fayakeedoo laka kaydaa! ʹInnash shayṭaana lil-ʹiñsaani ʻaduwwum mubeen!

    Dia (ayahnya) berkata, "Wahai anakku! Janganlah engkau ceritakan mimpimu kepada saudara-saudaramu, mereka akan membuat tipu daya (untuk membinasakan)mu. Sungguh, setan itu musuh yang jelas bagi manusia."

  126. 12:6

    وَكَذَٰلِكَ يَجْتَبِيكَ رَبُّكَ وَيُعَلِّمُكَ مِن تَأْوِيلِ ٱلْأَحَادِيثِ وَيُتِمُّ نِعْمَتَهُۥ عَلَيْكَ وَعَلَىٰٓ ءَالِ يَعْقُوبَ كَمَآ أَتَمَّهَا عَلَىٰٓ أَبَوَيْكَ مِن قَبْلُ إِبْرَٰهِيمَ وَإِسْحَـٰقَ ۚ إِنَّ رَبَّكَ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

    Wa-kaẓaalika yajtabeeka Rabbuka wa-yuʻallimuka miñ taʹweelil ʹaḥaadees̤i wa-yutimmu niʻmatahoo ʻalayka wa-ʻalaaa ʹaali Yaʻq̣ooba kamaaa ʹatammahaa ʻalaaa ʹabawayka miñ q̣ablu ʹIbraaheema wa-ʹisḥaaq̣! ʹInna Rabbaka ʻAleemun Ḥakeem.

    Dan demikianlah, Tuhan memilih engkau (untuk menjadi Nabi) dan mengajarkan kepadamu sebagian dari takwil mimpi dan menyempurnakan (nikmat-Nya) kepadamu dan kepada keluarga Yakub, sebagaimana Dia telah menyempurnakan nikmat-Nya kepada kedua orang kakekmu sebelum itu, (yaitu) Ibrahim dan Ishak. Sungguh, Tuhanmu Maha Mengetahui, Mahabijaksana.

  127. 12:7

    ۞ لَّقَدْ كَانَ فِى يُوسُفَ وَإِخْوَتِهِۦٓ ءَايَـٰتٌ لِّلسَّآئِلِينَ

    Laq̣ad kaana fee yoosufa wa-ʹikhwatihee ʹAayaatul lissaaaʹileen.

    Sungguh, dalam (kisah) Yusuf dan saudara-saudaranya terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang yang bertanya.

  128. 12:8

    إِذْ قَالُوا۟ لَيُوسُفُ وَأَخُوهُ أَحَبُّ إِلَىٰٓ أَبِينَا مِنَّا وَنَحْنُ عُصْبَةٌ إِنَّ أَبَانَا لَفِى ضَلَـٰلٍ مُّبِينٍ

    ʹIẓ q̣aaloo la-Yoosufu wa-ʹakhoohu ʹaḥabbu ʹilaaa ʹabeenaa minnaa wa-naḥnu ʻuṣbah! ʹInna ʹabaanaa lafee ḍalaalim mubeen!

    Ketika mereka berkata, "Sesungguhnya Yusuf dan saudaranya (Bunyamin) lebih dicintai ayah daripada kita, padahal kita adalah satu golongan (yang kuat). Sungguh, ayah kita dalam kekeliruan yang nyata,

  129. 12:9

    ٱقْتُلُوا۟ يُوسُفَ أَوِ ٱطْرَحُوهُ أَرْضًا يَخْلُ لَكُمْ وَجْهُ أَبِيكُمْ وَتَكُونُوا۟ مِنۢ بَعْدِهِۦ قَوْمًا صَـٰلِحِينَ

    ʹUq̣tuloo Yoosufa ʹawiṭra ḥoohu ʹarḍañy yakhlu lakum wajhu ʹabeekum wa-takoonoo mim baʻdihee q̣awmañ ṣaaliḥeen!

    bunuhlah Yusuf atau buanglah dia ke suatu tempat agar perhatian ayah tercurah kepadamu, dan setelah itu kamu menjadi orang yang baik."

  130. 12:10

    قَالَ قَآئِلٌ مِّنْهُمْ لَا تَقْتُلُوا۟ يُوسُفَ وَأَلْقُوهُ فِى غَيَـٰبَتِ ٱلْجُبِّ يَلْتَقِطْهُ بَعْضُ ٱلسَّيَّارَةِ إِن كُنتُمْ فَـٰعِلِينَ

    Q̣aala q̣aaaʹilum minhum laa- taq̣tuloo Yoosufa wa-ʹalq̣oohu fee g̣ayaabatil jubbi yaltaq̣iṭhu baʻḍus say-yaarati ʹiñ kuñtum faa-ʻileen.

    Seorang di antara mereka berkata, "Janganlah kamu membunuh Yusuf, tetapi jebloskan saja dia ke dasar sumur agar dia dipungut oleh sebagian musafir, jika kamu hendak berbuat."

  131. 12:11

    قَالُوا۟ يَـٰٓأَبَانَا مَا لَكَ لَا تَأْمَ۫نَّا عَلَىٰ يُوسُفَ وَإِنَّا لَهُۥ لَنَـٰصِحُونَ

    Q̣aaloo yaaaʹabaanaa maa- laka laa- taʹmannaa ʻalaa Yoosufa wa-ʹinnaa lahoo lanaaṣiḥoon?

    Mereka berkata, "Wahai ayah kami! Mengapa engkau tidak mempercayai kami terkait Yusuf, padahal sesungguhnya kami semua menginginkan kebaikan baginya.

  132. 12:12

    أَرْسِلْهُ مَعَنَا غَدًا يَرْتَعْ وَيَلْعَبْ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَـٰفِظُونَ

    ʹArsilhu maʻanaa g̣adañy yartaʻwa- yalʻab wa-ʹinnaa lahoo laḥaafiz̤̣oon.

    Biarkanlah dia pergi bersama kami besok pagi, agar dia bersenang-senang dan bermain-main, dan kami pasti menjaganya."

  133. 12:13

    قَالَ إِنِّى لَيَحْزُنُنِىٓ أَن تَذْهَبُوا۟ بِهِۦ وَأَخَافُ أَن يَأْكُلَهُ ٱلذِّئْبُ وَأَنتُمْ عَنْهُ غَـٰفِلُونَ

    Q̣aala ʹinnee layaḥzununeee ʹañ taẓhaboo bihee wa-ʹakhaafu ʹañy yaʹkulahuẓ ẓiʹbu wa-ʹañtum ʻanhu g̣aafiloon.

    Dia (Yakub) berkata, "Sesungguhnya kepergian kamu bersama dia (Yusuf) sangat menyedihkanku dan aku khawatir dia dimakan serigala, sedang kamu lengah darinya."

  134. 12:14

    قَالُوا۟ لَئِنْ أَكَلَهُ ٱلذِّئْبُ وَنَحْنُ عُصْبَةٌ إِنَّآ إِذًا لَّخَـٰسِرُونَ

    Q̣aaloo laʹin ʹakalahuẓ ẓiʹbu wa-naḥnu ʻuṣbatun ʹinnaaa ʹiẓal lakhaasiroon!

    Sesungguhnya mereka berkata, "Jika dia dimakan serigala, padahal kami kelompok (yang kuat), maka tentu kami menjadi orang-orang yang merugi."

  135. 12:15

    فَلَمَّا ذَهَبُوا۟ بِهِۦ وَأَجْمَعُوٓا۟ أَن يَجْعَلُوهُ فِى غَيَـٰبَتِ ٱلْجُبِّ ۚ وَأَوْحَيْنَآ إِلَيْهِ لَتُنَبِّئَنَّهُم بِأَمْرِهِمْ هَـٰذَا وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ

    Falammaa ẓahaboo bihee wa-ʹajmaʻooo ʹañy yajʻaloohu fee g̣ayaabatil jubb: wa-ʹawḥaynaaa ʹilayhi latunabbiʹannahum̃ biʹamrihim haaẓaa wahum laa- yashʻuroon.

    Maka ketika mereka membawanya dan sepakat memasukkannya ke dasar sumur, Kami wahyukan kepadanya, "Engkau kelak pasti akan menceritakan perbuatan ini kepada mereka, sedang mereka tidak menyadari."

  136. 12:16

    وَجَآءُوٓ أَبَاهُمْ عِشَآءً يَبْكُونَ

    Wa-jaaaʹooo ʹabaahum ʻishaaaʹañy yabkoon.

    Kemudian mereka datang kepada ayah mereka pada petang hari sambil menangis.

  137. 12:17

    قَالُوا۟ يَـٰٓأَبَانَآ إِنَّا ذَهَبْنَا نَسْتَبِقُ وَتَرَكْنَا يُوسُفَ عِندَ مَتَـٰعِنَا فَأَكَلَهُ ٱلذِّئْبُ ۖ وَمَآ أَنتَ بِمُؤْمِنٍ لَّنَا وَلَوْ كُنَّا صَـٰدِقِينَ

    Q̣aaloo yaaaʹabaanaaa ʹinnaa ẓahabnaa nastabiq̣u wa-taraknaa Yoosufa ʻiñda mataaʻinaa faʹakalahuẓ ẓiʹb. Wa-maaa ʹañta bimuʹminil lanaa wa-law kunnaa ṣaadiq̣een.

    Mereka berkata, "Wahai ayah kami! Sesungguhnya kami pergi berlomba dan kami tinggalkan Yusuf di dekat barang-barang kami, lalu dia dimakan serigala; dan engkau tentu tidak akan percaya kepada kami, sekalipun kami berkata benar."

  138. 12:18

    وَجَآءُو عَلَىٰ قَمِيصِهِۦ بِدَمٍ كَذِبٍ ۚ قَالَ بَلْ سَوَّلَتْ لَكُمْ أَنفُسُكُمْ أَمْرًا ۖ فَصَبْرٌ جَمِيلٌ ۖ وَٱللَّهُ ٱلْمُسْتَعَانُ عَلَىٰ مَا تَصِفُونَ

    Wa-jaaaʹoo ʻalaa q̣ameeṣihee bidamiñ kaẓib. Q̣aala bal sawwalat lakum ʹañfusukum ʹamraa. Faṣabruñ jameel: wallaahul Mustaʻaanu ʻalaa maa- taṣifoon.

    Dan mereka datang membawa baju gamisnya (yang berlumuran) darah palsu. Dia (Yakub) berkata, "Sebenarnya hanya dirimu sendirilah yang memandang baik urusan yang buruk itu; maka hanya bersabar itulah yang terbaik (bagiku). Dan kepada Allah saja tempat memohon pertolongan-Nya terhadap apa yang kamu ceritakan."

  139. 12:19

    وَجَآءَتْ سَيَّارَةٌ فَأَرْسَلُوا۟ وَارِدَهُمْ فَأَدْلَىٰ دَلْوَهُۥ ۖ قَالَ يَـٰبُشْرَىٰ هَـٰذَا غُلَـٰمٌ ۚ وَأَسَرُّوهُ بِضَـٰعَةً ۚ وَٱللَّهُ عَلِيمٌۢ بِمَا يَعْمَلُونَ

    Wa-jaaaʹat sayyaaratuñ faʹarsaloo waaridahum faʹadlaa dalwah. Q̣aala yaa-bushraa haaẓaa g̣ulaam! Wa-ʹasarroohu biḍaaʻah! Wallaahu ʻaleemum bimaa yaʻmaloon!

    Dan datanglah sekelompok musafir, mereka menyuruh seorang pengambil air. Lalu dia menurunkan timbanya. Dia berkata, "Oh, senangnya, ini ada seorang anak muda!" Kemudian mereka menyembunyikannya sebagai barang dagangan. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.

  140. 12:20

    وَشَرَوْهُ بِثَمَنٍۭ بَخْسٍ دَرَٰهِمَ مَعْدُودَةٍ وَكَانُوا۟ فِيهِ مِنَ ٱلزَّٰهِدِينَ

    Wa-sharawhu bis̤amanim bakhsiñ daraahima maʻdoodah: wa-kaanoo feehi minaz zaahideen!

    Dan mereka menjualnya (Yusuf) dengan harga murah, yaitu beberapa dirham saja, sebab mereka tidak tertarik kepadanya.

  141. 12:21

    وَقَالَ ٱلَّذِى ٱشْتَرَىٰهُ مِن مِّصْرَ لِٱمْرَأَتِهِۦٓ أَكْرِمِى مَثْوَىٰهُ عَسَىٰٓ أَن يَنفَعَنَآ أَوْ نَتَّخِذَهُۥ وَلَدًا ۚ وَكَذَٰلِكَ مَكَّنَّا لِيُوسُفَ فِى ٱلْأَرْضِ وَلِنُعَلِّمَهُۥ مِن تَأْوِيلِ ٱلْأَحَادِيثِ ۚ وَٱللَّهُ غَالِبٌ عَلَىٰٓ أَمْرِهِۦ وَلَـٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

    Wa-q̣aalal laẓish taraahu mim Miṣra limraʹatiheee ʹakrimee mas̤waahu ʻasaaa ʹañy yañfaʻanaaa ʹaw nattakhiẓahoo waladaa. Wa-kaẓaalika mak-kannaa li-Yoosufa fil ʹarḍi, wa-linuʻallimahoo miñ taʹweelil ʹaḥaadees̤. Wallaahu g̣aalibun ʻalaaa ʹamrihee wa-laakinna ʹaks̤aran naasi laa yaʻlamoon.

    Dan orang dari Mesir yang membelinya berkata kepada istrinya, "Berikanlah kepadanya tempat (dan layanan) yang baik, mudah-mudahan dia bermanfaat bagi kita atau kita pungut dia sebagai anak." Dan demikianlah Kami memberikan kedudukan yang baik kepada Yusuf di negeri (Mesir), dan agar Kami ajarkan kepadanya takwil mimpi. Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengerti.

  142. 12:22

    وَلَمَّا بَلَغَ أَشُدَّهُۥٓ ءَاتَيْنَـٰهُ حُكْمًا وَعِلْمًا ۚ وَكَذَٰلِكَ نَجْزِى ٱلْمُحْسِنِينَ

    Wa-lammaa balag̣a ʹashuddahooo ʹaataynaahu ḥukmañw waʻilmaa: wa-kaẓaalika najzil Muḥsineen.

    Dan ketika dia telah cukup dewasa, Kami berikan kepadanya kekuasaan dan ilmu. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.

  143. 12:23

    وَرَٰوَدَتْهُ ٱلَّتِى هُوَ فِى بَيْتِهَا عَن نَّفْسِهِۦ وَغَلَّقَتِ ٱلْأَبْوَٰبَ وَقَالَتْ هَيْتَ لَكَ ۚ قَالَ مَعَاذَ ٱللَّهِ ۖ إِنَّهُۥ رَبِّىٓ أَحْسَنَ مَثْوَاىَ ۖ إِنَّهُۥ لَا يُفْلِحُ ٱلظَّـٰلِمُونَ

    Wa-raawadat-hul latee huwa fee baytihaa ʻan nafsihee wa-g̣allaq̣atil ʹabwaaba wa-q̣aalat hayta lak! Q̣aala maʻaaẓal laahi ʹinnahoo rabbeee ʹaḥsana mas̤waay! Innahoo laa- yufliḥuz̤̣ z̤̣aalimoon!

    Dan perempuan yang dia (Yusuf) tinggal di rumahnya menggoda dirinya. Lalu dia menutup pintu-pintu, seraya berkata, "Marilah mendekat kepadaku." Yusuf berkata, "Aku berlindung kepada Allah, sungguh, tuanku telah memperlakukanku dengan baik." Sesungguhnya orang yang zalim itu tidak akan beruntung.

  144. 12:24

    وَلَقَدْ هَمَّتْ بِهِۦ ۖ وَهَمَّ بِهَا لَوْلَآ أَن رَّءَا بُرْهَـٰنَ رَبِّهِۦ ۚ كَذَٰلِكَ لِنَصْرِفَ عَنْهُ ٱلسُّوٓءَ وَٱلْفَحْشَآءَ ۚ إِنَّهُۥ مِنْ عِبَادِنَا ٱلْمُخْلَصِينَ

    Wa-laq̣ad hammat bihee wa-hamma bihaa laaa-law ʹar raʹaa burhaana Rabbih: Kaẓaalika linaṣrifa ʻanhus soooʹa wal-faḥshaaaʹ: ʹinnahoo min ʻibaadinal Mukhlaṣeen.

    Dan Sungguh, perempuan itu telah berhasrat kepadanya (Yusuf). Dan Yusuf pun berkehendak kepadanya, sekiranya dia tidak melihat tanda (dari) Tuhannya. Demikianlah, Kami palingkan darinya keburukan dan kekejian. Sungguh, dia (Yusuf) termasuk hamba Kami yang terpilih.

  145. 12:25

    وَٱسْتَبَقَا ٱلْبَابَ وَقَدَّتْ قَمِيصَهُۥ مِن دُبُرٍ وَأَلْفَيَا سَيِّدَهَا لَدَا ٱلْبَابِ ۚ قَالَتْ مَا جَزَآءُ مَنْ أَرَادَ بِأَهْلِكَ سُوٓءًا إِلَّآ أَن يُسْجَنَ أَوْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

    Wastabaq̣al baaba wa-q̣addat q̣ameeṣahoo miñ duburiñw waʹalfayaa sayyidahaa ladal baab. Q̣aalat maa- jazaaaʹu man ʹaraada biʹahlika soooʹan ʹillaaa ʹañy yusjana ʹaw ʻaẓaabun ʹaleem?

    Dan keduanya berlomba menuju pintu dan perempuan itu menarik baju gamisnya (Yusuf) dari belakang hingga koyak dan keduanya mendapati suami perempuan itu di depan pintu. Dia (perempuan itu) berkata, "Apakah balasan (yang pantas) terhadap orang yang bermaksud buruk terhadap istrimu, selain dipenjarakan atau (dihukum) dengan siksa yang pedih?"

  146. 12:26

    قَالَ هِىَ رَٰوَدَتْنِى عَن نَّفْسِى ۚ وَشَهِدَ شَاهِدٌ مِّنْ أَهْلِهَآ إِن كَانَ قَمِيصُهُۥ قُدَّ مِن قُبُلٍ فَصَدَقَتْ وَهُوَ مِنَ ٱلْكَـٰذِبِينَ

    Q̣aala hiya raawadatnee ʻan nafsee wa-shahida shaahidum min ʹahlihaa: ʹiñ kaana q̣ameeṣuhoo q̣udda miñ q̣ubuliñ faṣadaq̣at wa-huwa minal kaaẓibeen!

    Dia (Yusuf) berkata, "Dia yang menggodaku dan merayu diriku." Seorang saksi dari keluarga perempuan itu memberikan kesaksian, "Jika baju gamisnya koyak di bagian depan, maka perempuan itu benar, dan dia (Yusuf) termasuk orang yang dusta.

  147. 12:27

    وَإِن كَانَ قَمِيصُهُۥ قُدَّ مِن دُبُرٍ فَكَذَبَتْ وَهُوَ مِنَ ٱلصَّـٰدِقِينَ

    Wa-ʹiñ kaana q̣ameeṣuhoo q̣udda miñ duburiñ fakaẓabat wa-huwa minaṣ ṣaadiq̣een!

    Dan jika baju gamisnya koyak di bagian belakang, maka perempuan itulah yang dusta, dan dia (Yusuf) termasuk orang yang benar."

  148. 12:28

    فَلَمَّا رَءَا قَمِيصَهُۥ قُدَّ مِن دُبُرٍ قَالَ إِنَّهُۥ مِن كَيْدِكُنَّ ۖ إِنَّ كَيْدَكُنَّ عَظِيمٌ

    Falammaa raʹaa q̣ameeṣahoo q̣udda miñ duburiñ q̣aala ʹinnahoo miñ kaydikunna! ʹInna kaydakunna ʻaz̤̣eem!

    Maka ketika dia (suami perempuan itu) melihat baju gamisnya (Yusuf) koyak di bagian belakang, dia berkata, "Sesungguhnya ini adalah tipu dayamu. Tipu dayamu benar-benar hebat."

  149. 12:29

    يُوسُفُ أَعْرِضْ عَنْ هَـٰذَا ۚ وَٱسْتَغْفِرِى لِذَنۢبِكِ ۖ إِنَّكِ كُنتِ مِنَ ٱلْخَاطِـِٔينَ

    Yoosufu ʹaʻriḍ ʻan haaẓaa wastag̣firee liẓambiki ʹinnaki kuñti minal khaaṭiʹeen!

    Wahai Yusuf! "Lupakanlah ini, dan (istriku) mohonlah ampunan atas dosamu, karena engkau termasuk orang yang bersalah."

  150. 12:30

    ۞ وَقَالَ نِسْوَةٌ فِى ٱلْمَدِينَةِ ٱمْرَأَتُ ٱلْعَزِيزِ تُرَٰوِدُ فَتَىٰهَا عَن نَّفْسِهِۦ ۖ قَدْ شَغَفَهَا حُبًّا ۖ إِنَّا لَنَرَىٰهَا فِى ضَلَـٰلٍ مُّبِينٍ

    Wa-q̣aala niswatuñ fil Madeenatim raʹatul ʻAzeezi turaawidu fataahaa ʻan nafsih: q̣ad shag̣afahaa ḥubbaa: ʹinnaa lanaraahaa fee ḍalaalim mubeen.

    Dan perempuan-perempuan di kota berkata, "Istri Al-Aziz menggoda dan merayu pelayannya untuk menundukkan dirinya, pelayannya benar-benar membuatnya mabuk cinta. Kami pasti memandang dia dalam kesesatan yang nyata."

  151. 12:31

    فَلَمَّا سَمِعَتْ بِمَكْرِهِنَّ أَرْسَلَتْ إِلَيْهِنَّ وَأَعْتَدَتْ لَهُنَّ مُتَّكَـًٔا وَءَاتَتْ كُلَّ وَٰحِدَةٍ مِّنْهُنَّ سِكِّينًا وَقَالَتِ ٱخْرُجْ عَلَيْهِنَّ ۖ فَلَمَّا رَأَيْنَهُۥٓ أَكْبَرْنَهُۥ وَقَطَّعْنَ أَيْدِيَهُنَّ وَقُلْنَ حَـٰشَ لِلَّهِ مَا هَـٰذَا بَشَرًا إِنْ هَـٰذَآ إِلَّا مَلَكٌ كَرِيمٌ

    Falammaa samiʻat bimakrihinna ʹarsalat ʹilayhinna wa-ʹaʻtadat lahunna muttakaʹañw waʹaatat kulla waaḥidatim min-hunna sikkeenañw waq̣aalatikh ruj ʻalayhinn. Falammaa raʹaynahooo ʹakbarnahoo wa-q̣aṭṭaʻna ʹaydiyahunna wa-q̣ulna ḥaasha lillaahi maa- haaẓaa basharaa! ʹIn haaẓaaa ʹillaa malakuñ kareem!

    Maka ketika perempuan itu mendengar cercaan mereka, diundangnyalah perempuan-perempuan itu dan disediakannya tempat duduk bagi mereka, dan kepada masing-masing mereka diberikan sebilah pisau (untuk memotong jamuan), kemudian dia berkata (kepada Yusuf), "Keluarlah (tampakkanlah dirimu) kepada mereka." Ketika perempuan-perempuan itu melihatnya, mereka terpesona kepada (keelokan rupa)nya, dan mereka (tanpa sadar) melukai tangannya sendiri. Seraya berkata, "Mahasempurna Allah, ini bukanlah manusia. Ini benar-benar malaikat yang mulia."

  152. 12:32

    قَالَتْ فَذَٰلِكُنَّ ٱلَّذِى لُمْتُنَّنِى فِيهِ ۖ وَلَقَدْ رَٰوَدتُّهُۥ عَن نَّفْسِهِۦ فَٱسْتَعْصَمَ ۖ وَلَئِن لَّمْ يَفْعَلْ مَآ ءَامُرُهُۥ لَيُسْجَنَنَّ وَلَيَكُونًا مِّنَ ٱلصَّـٰغِرِينَ

    Q̣aalat faẓaalikunnal laẓee lumtunnanee feeh! Wa-laq̣ad raawattuhoo ʻan nafsihee fastaʻṣam! Wa-laʹil lam yafʻal maaa ʹaamuruhoo layusjananna wa-layakoonam minaṣ ṣaag̣ireen!

    Dia (istri Al-Aziz) berkata, "Itulah orangnya yang menyebabkan kamu mencela aku karena (aku tertarik) kepadanya, dan sungguh, aku telah menggoda untuk menundukkan dirinya tetapi dia menolak. Jika dia tidak melakukan apa yang aku perintahkan kepadanya, niscaya dia akan dipenjarakan, dan dia akan menjadi orang yang hina."

  153. 12:33

    قَالَ رَبِّ ٱلسِّجْنُ أَحَبُّ إِلَىَّ مِمَّا يَدْعُونَنِىٓ إِلَيْهِ ۖ وَإِلَّا تَصْرِفْ عَنِّى كَيْدَهُنَّ أَصْبُ إِلَيْهِنَّ وَأَكُن مِّنَ ٱلْجَـٰهِلِينَ

    Q̣aala Rabbis sijnu ʹaḥabbu ʹilayya mimmaa yadʻoonaneee ʹilayh: wa-ʹillaa taṣrif ʻannee kaydahunna ʹaṣbu ʹilayhinna wa-ʹakum minal jaahileen.

    Yusuf berkata, "Wahai Tuhanku! Penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka. Jika aku tidak Engkau hindarkan dari tipu daya mereka, niscaya aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentu aku termasuk orang yang bodoh."

  154. 12:34

    فَٱسْتَجَابَ لَهُۥ رَبُّهُۥ فَصَرَفَ عَنْهُ كَيْدَهُنَّ ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْعَلِيمُ

    Fastajaaba lahoo Rabbuhoo faṣarafa ʻanhu kaydahunn: ʹinnahoo Huwas Sameeʻul ʻAleem.

    Maka Tuhan memperkenankan doa Yusuf, dan Dia menghindarkan Yusuf dari tipu daya mereka. Dialah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui.

  155. 12:35

    ثُمَّ بَدَا لَهُم مِّنۢ بَعْدِ مَا رَأَوُا۟ ٱلْـَٔايَـٰتِ لَيَسْجُنُنَّهُۥ حَتَّىٰ حِينٍ

    S̤umma badaa lahum mim baʻdi maa- raʹawul ʹAayaati layasjununnahoo ḥattaa ḥeen.

    Kemudian timbul pikiran pada mereka setelah melihat tanda-tanda (kebenaran Yusuf) bahwa mereka harus memenjarakannya sampai waktu tertentu.

  156. 12:36

    وَدَخَلَ مَعَهُ ٱلسِّجْنَ فَتَيَانِ ۖ قَالَ أَحَدُهُمَآ إِنِّىٓ أَرَىٰنِىٓ أَعْصِرُ خَمْرًا ۖ وَقَالَ ٱلْـَٔاخَرُ إِنِّىٓ أَرَىٰنِىٓ أَحْمِلُ فَوْقَ رَأْسِى خُبْزًا تَأْكُلُ ٱلطَّيْرُ مِنْهُ ۖ نَبِّئْنَا بِتَأْوِيلِهِۦٓ ۖ إِنَّا نَرَىٰكَ مِنَ ٱلْمُحْسِنِينَ

    Wa-dakhala maʻa hussijna fatayaan. Q̣aala ʹaḥaduhumaaa ʹinneee ʹaraaneee ʹaʻṣiru khamraa. Wa-q̣aalal ʹaakharu ʹinneee ʹaraaneee ʹaḥmilu fawq̣a raʹsee khubzañ taʹkuluṭ ṭayru minh. Nabbiʹnaa bitaʹweelih: ʹinnaa naraaka minal Muḥsineen.

    Dan bersama dia masuk pula dua orang pemuda ke dalam penjara. Salah satunya berkata, "Sesungguhnya aku bermimpi memeras anggur." Dan yang lainnya berkata, "Aku bermimpi, membawa roti di atas kepalaku, sebagiannya dimakan burung." Berikanlah kepada kami takwilnya. Sesungguhnya kami memandangmu termasuk orang yang berbuat baik.

  157. 12:37

    قَالَ لَا يَأْتِيكُمَا طَعَامٌ تُرْزَقَانِهِۦٓ إِلَّا نَبَّأْتُكُمَا بِتَأْوِيلِهِۦ قَبْلَ أَن يَأْتِيَكُمَا ۚ ذَٰلِكُمَا مِمَّا عَلَّمَنِى رَبِّىٓ ۚ إِنِّى تَرَكْتُ مِلَّةَ قَوْمٍ لَّا يُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ وَهُم بِٱلْـَٔاخِرَةِ هُمْ كَـٰفِرُونَ

    Q̣aala laa- yaʹteekumaa ṭaʻaamuñ turzaq̣aaniheee ʹillaa nabbaʹtukumaa bitaʹweelihee q̣abla ʹañy yaʹtiyakumaa: ẓaalikumaa mimmaa ʻallamanee Rabbee. ʹInnee taraktu millata q̣awmil laa yuʹminoona billaahi wa-hum̃ bil-ʹAakhirati hum kaafiroon.

    Dia (Yusuf) berkata, "Sebelum makanan yang akan diberikan kepadamu berdua datang maka aku telah dapat menerangkan takwilnya. Itu sebagian dari yang diajarkan Tuhan kepadaku. Sesungguhnya aku telah meninggalkan agama orang-orang yang tidak beriman kepada Allah, bahkan mereka tidak percaya kepada hari akhirat,

  158. 12:38

    وَٱتَّبَعْتُ مِلَّةَ ءَابَآءِىٓ إِبْرَٰهِيمَ وَإِسْحَـٰقَ وَيَعْقُوبَ ۚ مَا كَانَ لَنَآ أَن نُّشْرِكَ بِٱللَّهِ مِن شَىْءٍ ۚ ذَٰلِكَ مِن فَضْلِ ٱللَّهِ عَلَيْنَا وَعَلَى ٱلنَّاسِ وَلَـٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَشْكُرُونَ

    Wattabaʻtu Millata ʹaabaaaʹeee ʹIbraaheema wa-ʹIsḥaaq̣a wa-Yaʻq̣oob; maa- kaana lanaaa ʹan nushrika billaahi miñ shayʹ: ẓaalika miñ faḍlil laahi ʻalaynaa wa-ʻalan naasi wa-laakinna ʹaks̤aran naasi laa- yashkuroon.

    dan aku mengikuti agama nenek moyangku: Ibrahim, Ishak dan Yakub. Tidak pantas bagi kami (para nabi) mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Allah. Itu adalah karunia dari Allah kepada kami dan kepada manusia (semuanya); tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur."

  159. 12:39

    يَـٰصَـٰحِبَىِ ٱلسِّجْنِ ءَأَرْبَابٌ مُّتَفَرِّقُونَ خَيْرٌ أَمِ ٱللَّهُ ٱلْوَٰحِدُ ٱلْقَهَّارُ

    Yaa-ṣaaḥibayis sijni ʹaʹarbaabum mutafarriq̣oona khayrun ʹamil laahul Waaḥidul Q̣ahhaar?

    Wahai kedua penghuni penjara! Manakah yang baik, tuhan-tuhan yang bermacam-macam itu ataukah Allah Yang Maha Esa, Mahaperkasa?

  160. 12:40

    مَا تَعْبُدُونَ مِن دُونِهِۦٓ إِلَّآ أَسْمَآءً سَمَّيْتُمُوهَآ أَنتُمْ وَءَابَآؤُكُم مَّآ أَنزَلَ ٱللَّهُ بِهَا مِن سُلْطَـٰنٍ ۚ إِنِ ٱلْحُكْمُ إِلَّا لِلَّهِ ۚ أَمَرَ أَلَّا تَعْبُدُوٓا۟ إِلَّآ إِيَّاهُ ۚ ذَٰلِكَ ٱلدِّينُ ٱلْقَيِّمُ وَلَـٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

    Maa- taʻbudoona miñ dooniheee ʹillaaa ʹasmaaaʹañ sammaytumoohaaa ʹañtum wa-ʹaabaaaʹukum maaa ʹañzalal laahu bihaa miñ sulṭaan: ʹinil Ḥukmu ʹillaa lillaah: ʹamara ʹallaa taʻbudooo ʹillaaa ʹiyyaah: ẓaalikad Deenul Q̣ayyimu wa-laakinna ʹaks̤aran naasi laa- yaʻlamoon.

    Apa yang kamu sembah selain Dia, hanyalah nama-nama yang kamu buat-buat, baik oleh kamu sendiri maupun oleh nenek moyangmu. Allah tidak menurunkan suatu keterangan pun tentang hal (nama-nama) itu. Keputusan itu hanyalah milik Allah. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.

  161. 12:41

    يَـٰصَـٰحِبَىِ ٱلسِّجْنِ أَمَّآ أَحَدُكُمَا فَيَسْقِى رَبَّهُۥ خَمْرًا ۖ وَأَمَّا ٱلْـَٔاخَرُ فَيُصْلَبُ فَتَأْكُلُ ٱلطَّيْرُ مِن رَّأْسِهِۦ ۚ قُضِىَ ٱلْأَمْرُ ٱلَّذِى فِيهِ تَسْتَفْتِيَانِ

    Yaa-ṣaaḥibayis sijni ʹammaaa ʹaḥadukumaa fayasq̣ee rabbahoo khamraa: wa-ʹammal ʹaakharu fayuṣlabu fataʹkuluṭ ṭayru mir raʹsih. Q̣uḍiyal ʹamrul laẓee feehi tastaftiyaan.

    Wahai kedua penghuni penjara, "Salah seorang di antara kamu, akan bertugas menyediakan minuman khamar bagi tuannya. Adapun yang seorang lagi, dia akan disalib, lalu burung memakan sebagian kepalanya. Telah terjawab perkara yang kamu tanyakan (kepadaku)."

  162. 12:42

    وَقَالَ لِلَّذِى ظَنَّ أَنَّهُۥ نَاجٍ مِّنْهُمَا ٱذْكُرْنِى عِندَ رَبِّكَ فَأَنسَىٰهُ ٱلشَّيْطَـٰنُ ذِكْرَ رَبِّهِۦ فَلَبِثَ فِى ٱلسِّجْنِ بِضْعَ سِنِينَ

    Wa-q̣aala lillaẓee z̤̣anna ʹannahoo naajim minhumaẓ kurnee ʻiñda rabbik. Faʹañsaahush Shayṭaanu ẓikra rabbihee falabis̤a fis sijni biḍʻa sineen.

    Dan dia (Yusuf) berkata kepada orang yang diketahuinya akan selamat di antara mereka berdua, "Terangkanlah keadaanku kepada tuanmu." Maka setan menjadikan dia lupa untuk menerangkan (keadaan Yusuf) kepada tuannya. Karena itu dia (Yusuf) tetap dalam penjara beberapa tahun lamanya.

  163. 12:43

    وَقَالَ ٱلْمَلِكُ إِنِّىٓ أَرَىٰ سَبْعَ بَقَرَٰتٍ سِمَانٍ يَأْكُلُهُنَّ سَبْعٌ عِجَافٌ وَسَبْعَ سُنۢبُلَـٰتٍ خُضْرٍ وَأُخَرَ يَابِسَـٰتٍ ۖ يَـٰٓأَيُّهَا ٱلْمَلَأُ أَفْتُونِى فِى رُءْيَـٰىَ إِن كُنتُمْ لِلرُّءْيَا تَعْبُرُونَ

    Wa-q̣aalal maliku ʹinneee ʹaraa sabʻa baq̣araatiñ simaaniñy yaʹkuluhunna sabʻun ʻijaafuñw Wasabʻa sumbulaatin khuḍriñw waʹukhara yaabisaat. Yaaaʹayyuhal malaʹu ʹaftoonee fee ruʹyaaya ʹiñ kuñtum lirruʹyaa taʻburoon.

    Dan raja berkata (kepada para pemuka kaumnya), "Sesungguhnya aku bermimpi melihat tujuh ekor sapi betina yang gemuk dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus; tujuh tangkai (gandum) yang hijau dan (tujuh tangkai) lainnya yang kering. Wahai orang yang terkemuka! Terangkanlah kepadaku tentang takwil mimpiku itu jika kamu dapat menakwilkan mimpi."

  164. 12:44

    قَالُوٓا۟ أَضْغَـٰثُ أَحْلَـٰمٍ ۖ وَمَا نَحْنُ بِتَأْوِيلِ ٱلْأَحْلَـٰمِ بِعَـٰلِمِينَ

    Q̣aalooo ʹaḍg̣aas̤u ʹaḥlaam: Wa-maa naḥnu bitaʹweelil ʹaḥlaami biʻaalimeen.

    Mereka menjawab, "(Itu) mimpi-mimpi yang kosong dan kami tidak mampu menakwilkan mimpi itu."

  165. 12:45

    وَقَالَ ٱلَّذِى نَجَا مِنْهُمَا وَٱدَّكَرَ بَعْدَ أُمَّةٍ أَنَا۠ أُنَبِّئُكُم بِتَأْوِيلِهِۦ فَأَرْسِلُونِ

    Wa-q̣aalal laẓee najaa minhumaa waddakara baʻda ʹummatin ʹana ʹunabbiʹukum̃ bitaʹweelihee faʹarsiloon.

    Dan berkatalah orang yang selamat di antara mereka berdua dan teringat (kepada Yusuf) setelah beberapa waktu lamanya, "Aku akan memberitahukan kepadamu tentang (orang yang pandai) menakwilkan mimpi itu, maka utuslah aku (kepadanya)."

  166. 12:46

    يُوسُفُ أَيُّهَا ٱلصِّدِّيقُ أَفْتِنَا فِى سَبْعِ بَقَرَٰتٍ سِمَانٍ يَأْكُلُهُنَّ سَبْعٌ عِجَافٌ وَسَبْعِ سُنۢبُلَـٰتٍ خُضْرٍ وَأُخَرَ يَابِسَـٰتٍ لَّعَلِّىٓ أَرْجِعُ إِلَى ٱلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَعْلَمُونَ

    Yoosufu ʹayyuhaṣ Ṣiddeeq̣u ʹaftinaa fee sabʻi baq̣araatiñ simaaniñy yaʹkuluhunna sabʻun ʻijaafuñw Wasabʻi sumbulaatin khuḍriñw waʹukhara yaabisaatil laʻalleee ʹarjiʻu ʹilan naasi laʻallahum yaʻlamoon.

    "Yusuf, wahai orang yang sangat dipercaya! Terangkanlah kepada kami (takwil mimpi) tentang tujuh ekor sapi betina gemuk yang dimakan oleh tujuh (ekor sapi betina) kurus, tujuh tangkai (gandum) yang hijau dan (tujuh tangkai) lainnya yang kering agar aku kembali kepada orang-orang itu, agar mereka mengetahuinya."

  167. 12:47

    قَالَ تَزْرَعُونَ سَبْعَ سِنِينَ دَأَبًا فَمَا حَصَدتُّمْ فَذَرُوهُ فِى سُنۢبُلِهِۦٓ إِلَّا قَلِيلًا مِّمَّا تَأْكُلُونَ

    Q̣aala tazraʻoona sabʻa sineena daʹabaa: famaa ḥaṣattum faẓaroohu fee sumbuliheee ʹillaa q̣aleelam mimmaa taʹkuloon.

    Dia (Yusuf) berkata, "Hendaknya kamu bercocok tanam tujuh tahun (berturut-turut) sebagaimana biasa; kemudian apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan ditangkainya kecuali sedikit untuk kamu makan.

  168. 12:48

    ثُمَّ يَأْتِى مِنۢ بَعْدِ ذَٰلِكَ سَبْعٌ شِدَادٌ يَأْكُلْنَ مَا قَدَّمْتُمْ لَهُنَّ إِلَّا قَلِيلًا مِّمَّا تُحْصِنُونَ

    S̤umma yaʹtee mim baʻdi ẓaalika sabʻuñ shidaaduñy yaʹkulna maa- q̣addamtum lahunna ʹillaa q̣aleelam mimmaa tuḥṣinoon.

    Kemudian setelah itu akan datang tujuh (tahun) yang sangat sulit, yang menghabiskan apa yang kamu simpan untuk menghadapinya (tahun sulit), kecuali sedikit dari apa (bibit gandum) yang kamu simpan.

  169. 12:49

    ثُمَّ يَأْتِى مِنۢ بَعْدِ ذَٰلِكَ عَامٌ فِيهِ يُغَاثُ ٱلنَّاسُ وَفِيهِ يَعْصِرُونَ

    S̤umma yaʹtee mim baʻdi ẓaalika ʻaamuñ feehi yug̣aas̤un naasu wa-feehi yaʻṣiroon.

    Setelah itu akan datang tahun, di mana manusia diberi hujan (dengan cukup) dan pada masa itu mereka memeras (anggur)."

  170. 12:50

    وَقَالَ ٱلْمَلِكُ ٱئْتُونِى بِهِۦ ۖ فَلَمَّا جَآءَهُ ٱلرَّسُولُ قَالَ ٱرْجِعْ إِلَىٰ رَبِّكَ فَسْـَٔلْهُ مَا بَالُ ٱلنِّسْوَةِ ٱلَّـٰتِى قَطَّعْنَ أَيْدِيَهُنَّ ۚ إِنَّ رَبِّى بِكَيْدِهِنَّ عَلِيمٌ

    Wa-q̣aalal malikuʹ toonee bih. Falammaa jaaaʹahur rasoolu q̣aalar jiʻ ʹilaa rabbika fasʹalhu maa- baalun niswatil laatee q̣aṭṭaʻna ʹaydiyahunn? ʹInna Rabbee bikaydihinna ʻAleem.

    Dan raja berkata, "Bawalah dia kepadaku." Ketika utusan itu datang kepadanya, dia (Yusuf) berkata, "Kembalilah kepada tuanmu dan tanyakan kepadanya bagaimana halnya perempuan-perempuan yang telah melukai tangannya. Sungguh, Tuhanku Maha Mengetahui tipu daya mereka."

  171. 12:51

    قَالَ مَا خَطْبُكُنَّ إِذْ رَٰوَدتُّنَّ يُوسُفَ عَن نَّفْسِهِۦ ۚ قُلْنَ حَـٰشَ لِلَّهِ مَا عَلِمْنَا عَلَيْهِ مِن سُوٓءٍ ۚ قَالَتِ ٱمْرَأَتُ ٱلْعَزِيزِ ٱلْـَٔـٰنَ حَصْحَصَ ٱلْحَقُّ أَنَا۠ رَٰوَدتُّهُۥ عَن نَّفْسِهِۦ وَإِنَّهُۥ لَمِنَ ٱلصَّـٰدِقِينَ

    Q̣aala maa- khaṭbukunna ʹiẓ raawattunna Yoosufa ʻan nafsih? Q̣ulna Ḥaasha lillaahi maa- ʻalimnaa ʻalayhi miñ soooʹ! Q̣aalatim raʹatul ʻAzeezil ʹaana ḥaṣḥaṣal ḥaq̣q̣: ʹana raawattuhoo ʻan nafsihee wa-ʹinnahoo laminaṣ Ṣaadiq̣een.

    Dia (raja) berkata (kepada perempuan-perempuan itu), "Bagaimana keadaanmu ketika kamu menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya?" Mereka berkata, "Mahasempurna Allah, kami tidak mengetahui sesuatu keburukan darinya." Istri Al-Aziz berkata, "Sekarang jelaslah kebenaran itu, akulah yang menggoda dan merayunya, dan sesungguhnya dia termasuk orang yang benar."

  172. 12:52

    ذَٰلِكَ لِيَعْلَمَ أَنِّى لَمْ أَخُنْهُ بِٱلْغَيْبِ وَأَنَّ ٱللَّهَ لَا يَهْدِى كَيْدَ ٱلْخَآئِنِينَ

    Ẓaalika liyaʻlama ʹannee lam ʹakhunhu bilg̣aybi wa-ʹannal laaha laa- yahdee kaydal khaaaʹineen.

    (Yusuf berkata), "Yang demikian itu agar dia (Al-Aziz) mengetahui bahwa aku benar-benar tidak mengkhianatinya ketika dia tidak ada (di rumah), dan bahwa Allah tidak meridai tipu daya orang-orang yang berkhianat.