Back to Quran

Juz

Juz 13

12:53 ... 14:52 · 154 ayahs

Diterjemahkan oleh Indonesian Ministry Islamic Affairs

  1. Surah YusufBegins here at 12:53

  2. 12:53

    ۞ وَمَآ أُبَرِّئُ نَفْسِىٓ ۚ إِنَّ ٱلنَّفْسَ لَأَمَّارَةٌۢ بِٱلسُّوٓءِ إِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّىٓ ۚ إِنَّ رَبِّى غَفُورٌ رَّحِيمٌ

    Wa-maaa ʹubarriʻu nafsee: ʹinnan nafsa laʹammaaratum bissoooʹi ʹillaa maa- raḥima Rabbee: ʹinna Rabbee G̣afoorur Raḥeem.

    Dan aku tidak (menyatakan) diriku bebas (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu mendorong kepada kejahatan, kecuali (nafsu) yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun, Maha Penyayang.

  3. 12:54

    وَقَالَ ٱلْمَلِكُ ٱئْتُونِى بِهِۦٓ أَسْتَخْلِصْهُ لِنَفْسِى ۖ فَلَمَّا كَلَّمَهُۥ قَالَ إِنَّكَ ٱلْيَوْمَ لَدَيْنَا مَكِينٌ أَمِينٌ

    Wa-q̣aalal malikuʹ toonee biheee ʹastakhliṣhu linafsee. Falammaa kallamahoo q̣aala ʹinnakal yawma ladaynaa makeenun ʹameen!

    Dan raja berkata, "Bawalah dia (Yusuf) kepadaku, agar aku memilih dia (sebagai orang yang dekat) kepadaku." Ketika dia (raja) telah bercakap-cakap dengan dia, maka dia (raja) berkata, "Sesungguhnya kamu (mulai) hari ini menjadi seorang yang berkedudukan tinggi dan terpercaya di lingkungan kami."

  4. 12:55

    قَالَ ٱجْعَلْنِى عَلَىٰ خَزَآئِنِ ٱلْأَرْضِ ۖ إِنِّى حَفِيظٌ عَلِيمٌ

    Q̣aalaj ʻalnee ʻalaa khazaaaʹinil ʹarḍ: ʹinnee ḥafeez̤̣un ʻaleem.

    Dia (Yusuf) berkata, "Jadikanlah aku bendaharawan negeri (Mesir); karena sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga dan berpengetahuan."

  5. 12:56

    وَكَذَٰلِكَ مَكَّنَّا لِيُوسُفَ فِى ٱلْأَرْضِ يَتَبَوَّأُ مِنْهَا حَيْثُ يَشَآءُ ۚ نُصِيبُ بِرَحْمَتِنَا مَن نَّشَآءُ ۖ وَلَا نُضِيعُ أَجْرَ ٱلْمُحْسِنِينَ

    Wa-kaẓaalika makkannaa li-Yoosufa fil ʹarḍi yatabawwaʹu minhaa ḥays̤u yashaaaʹ. Nuṣeebu bi-Raḥmatinaa man nashaaaʹu wa-laa nuḍeeʻu ʹajral Muḥsineen.

    Dan demikianlah Kami memberi kedudukan kepada Yusuf di negeri ini (Mesir); untuk tinggal di mana saja yang dia kehendaki. Kami melimpahkan rahmat kepada siapa yang Kami kehendaki dan Kami tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik.

  6. 12:57

    وَلَأَجْرُ ٱلْـَٔاخِرَةِ خَيْرٌ لِّلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَكَانُوا۟ يَتَّقُونَ

    Wa-laʹajrul ʹAakhirati khayrul lillaẓeena ʹaamanoo wa-kaanoo yattaq̣oon.

    Dan sungguh, pahala akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan selalu bertakwa.

  7. 12:58

    وَجَآءَ إِخْوَةُ يُوسُفَ فَدَخَلُوا۟ عَلَيْهِ فَعَرَفَهُمْ وَهُمْ لَهُۥ مُنكِرُونَ

    Wa-jaaaʹa ʹikhwatu Yoosufa fadakhaloo ʻalayhi faʻarafahum wa-hum lahoo muñkiroon.

    Dan saudara-saudara Yusuf datang (ke Mesir) lalu mereka masuk ke (tempat)nya. Maka dia (Yusuf) mengenal mereka, sedangkan mereka tidak kenal (lagi) kepadanya.

  8. 12:59

    وَلَمَّا جَهَّزَهُم بِجَهَازِهِمْ قَالَ ٱئْتُونِى بِأَخٍ لَّكُم مِّنْ أَبِيكُمْ ۚ أَلَا تَرَوْنَ أَنِّىٓ أُوفِى ٱلْكَيْلَ وَأَنَا۠ خَيْرُ ٱلْمُنزِلِينَ

    Wa-lammaa jahhazahum̃ bijahaazihim q̣aalaʹ toonee biʹakhil lakum min ʹabeekum: ʹalaa tarawna ʹanneee ʹoofil kayla wa-ʹana khayrul muñzileen?

    Dan ketika dia (Yusuf) menyiapkan bahan makanan untuk mereka, dia berkata, "Bawalah kepadaku saudaramu yang seayah dengan kamu (Bunyamin), tidakkah kamu melihat bahwa aku menyempurnakan takaran dan aku adalah penerima tamu yang terbaik?

  9. 12:60

    فَإِن لَّمْ تَأْتُونِى بِهِۦ فَلَا كَيْلَ لَكُمْ عِندِى وَلَا تَقْرَبُونِ

    Faʹil lam taʹtoonee bihee falaa kayla lakum ʻiñdee wa-laa taq̣raboon.

    Maka jika kamu tidak membawanya kepadaku, maka kamu tidak akan mendapat jatah (gandum) lagi dariku dan jangan kamu mendekatiku."

  10. 12:61

    قَالُوا۟ سَنُرَٰوِدُ عَنْهُ أَبَاهُ وَإِنَّا لَفَـٰعِلُونَ

    Q̣aaloo sanuraawidu ʻanhu ʹabaahu wa-ʹinnaa lafaaʻiloon.

    Mereka berkata, "Kami akan membujuk ayahnya (untuk membawanya) dan kami benar-benar akan melaksanakannya."

  11. 12:62

    وَقَالَ لِفِتْيَـٰنِهِ ٱجْعَلُوا۟ بِضَـٰعَتَهُمْ فِى رِحَالِهِمْ لَعَلَّهُمْ يَعْرِفُونَهَآ إِذَا ٱنقَلَبُوٓا۟ إِلَىٰٓ أَهْلِهِمْ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

    Wa-q̣aala lifityaanihij ʻaloo biḍaaʻatahum fee riḥaalihim laʻallahum yaʻrifoonahaaa ʹiẓañ q̣alabooo ʹilaaa ʹahlihim laʻallahum yarjiʻoon.

    Dan dia (Yusuf) berkata kepada pelayan-pelayannya, "Masukkanlah barang-barang (penukar) mereka ke dalam karung-karungnya, agar mereka mengetahuinya apabila telah kembali kepada keluarganya, mudah-mudahan mereka kembali lagi.

  12. 12:63

    فَلَمَّا رَجَعُوٓا۟ إِلَىٰٓ أَبِيهِمْ قَالُوا۟ يَـٰٓأَبَانَا مُنِعَ مِنَّا ٱلْكَيْلُ فَأَرْسِلْ مَعَنَآ أَخَانَا نَكْتَلْ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَـٰفِظُونَ

    Falammaa rajaʻooo ʹilaaa ʹabeehim q̣aaloo yaaaʹabaanaa muniʻa minnal kaylu faʹarsil maʻanaaa ʹakhaanaa naktal wa-ʹinnaa lahoo laḥaafiz̤̣oon.

    Maka ketika mereka telah kembali kepada ayahnya (Yakub) mereka berkata, "Wahai ayah kami! Kami tidak akan mendapat jatah (gandum) lagi, (jika tidak membawa saudara kami), sebab itu biarkanlah saudara kami pergi bersama kami agar kami mendapat jatah, dan kami benar-benar akan menjaganya."

  13. 12:64

    قَالَ هَلْ ءَامَنُكُمْ عَلَيْهِ إِلَّا كَمَآ أَمِنتُكُمْ عَلَىٰٓ أَخِيهِ مِن قَبْلُ ۖ فَٱللَّهُ خَيْرٌ حَـٰفِظًا ۖ وَهُوَ أَرْحَمُ ٱلرَّٰحِمِينَ

    Q̣aala hal ʹaamanukum ʻalayhi ʹillaa kamaaa ʹamiñtukum ʻalaaa ʹakheehi miñ q̣abl? Fal-laahu khayrun ḥaafiz̤̣aa, wa-Huwa ʹArḥamur raaḥimeen!

    Dia (Yakub) berkata, "Bagaimana aku akan mempercayakannya (Bunyamin) kepadamu, seperti aku telah mempercayakan saudaranya (Yusuf) kepada kamu dahulu?" Maka Allah adalah Penjaga yang terbaik dan Dia Maha Penyayang di antara para penyayang.

  14. 12:65

    وَلَمَّا فَتَحُوا۟ مَتَـٰعَهُمْ وَجَدُوا۟ بِضَـٰعَتَهُمْ رُدَّتْ إِلَيْهِمْ ۖ قَالُوا۟ يَـٰٓأَبَانَا مَا نَبْغِى ۖ هَـٰذِهِۦ بِضَـٰعَتُنَا رُدَّتْ إِلَيْنَا ۖ وَنَمِيرُ أَهْلَنَا وَنَحْفَظُ أَخَانَا وَنَزْدَادُ كَيْلَ بَعِيرٍ ۖ ذَٰلِكَ كَيْلٌ يَسِيرٌ

    Wa-lammaa fataḥoo mataaʻahum wajadoo biḍaaʻatahum ruddat ʹilayhim. Q̣aaloo yaaaʹabaanaa maa- nabg̣ee? Haaẓihee biḍaaʻatunaa ruddat ʹilaynaa: wa-nameeru ʹahlanaa wa-naḥfaz̤̣u ʹakhaanaa wa-nazdaadu kayla baʻeer. Ẓaalika kayluñy yaseer.

    Dan ketika mereka membuka barang-barangnya, mereka menemukan barang-barang (penukar) mereka dikembalikan kepada mereka. Mereka berkata, "Wahai ayah kami! Apalagi yang kita inginkan. Ini barang-barang kita dikembalikan kepada kita, dan kita akan dapat memberi makan keluarga kita, dan kami akan memelihara saudara kami, dan kita akan mendapat tambahan jatah (gandum) seberat beban seekor unta. Itu suatu hal yang mudah (bagi raja Mesir)."

  15. 12:66

    قَالَ لَنْ أُرْسِلَهُۥ مَعَكُمْ حَتَّىٰ تُؤْتُونِ مَوْثِقًا مِّنَ ٱللَّهِ لَتَأْتُنَّنِى بِهِۦٓ إِلَّآ أَن يُحَاطَ بِكُمْ ۖ فَلَمَّآ ءَاتَوْهُ مَوْثِقَهُمْ قَالَ ٱللَّهُ عَلَىٰ مَا نَقُولُ وَكِيلٌ

    Q̣aala lan ʹursilahoo maʻakum ḥattaa tuʹtooni maws̤iq̣am minal laahi lataʹtunnanee biheee ʹillaaa ʹañy yuḥaaṭa bikum. Falammaaa ʹaatawhu maws̤iq̣ahum q̣aalal laahu ʻalaa maa- naq̣oolu Wakeel!

    Dia (Yakub) berkata, "Aku tidak akan melepaskannya (pergi) bersama kamu, sebelum kamu bersumpah kepadaku atas (nama) Allah, bahwa kamu pasti akan membawanya kepadaku kembali, kecuali jika kamu dikepung (musuh)." Setelah mereka mengucapkan sumpah, dia (Yakub) berkata, "Allah adalah saksi terhadap apa yang kita ucapkan."

  16. 12:67

    وَقَالَ يَـٰبَنِىَّ لَا تَدْخُلُوا۟ مِنۢ بَابٍ وَٰحِدٍ وَٱدْخُلُوا۟ مِنْ أَبْوَٰبٍ مُّتَفَرِّقَةٍ ۖ وَمَآ أُغْنِى عَنكُم مِّنَ ٱللَّهِ مِن شَىْءٍ ۖ إِنِ ٱلْحُكْمُ إِلَّا لِلَّهِ ۖ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ ۖ وَعَلَيْهِ فَلْيَتَوَكَّلِ ٱلْمُتَوَكِّلُونَ

    Wa-q̣aala yaa-baniyya laa- tadkhuloo mim baabiñw waa-ḥidiñw wadkhuloo min ʹabwaabim mutafarriq̣ah. Wa-maaa ʹug̣nee ʻañkum minal laahi miñ shayʹ: ʹinil ḥukmu ʹillaa lillaah: ʻalayhi tawakkalt: wa-ʻalayhi fal-yatawakkalil Mutawakkiloon.

    Dan dia (Yakub) berkata, "Wahai anak-anakku! Janganlah kamu masuk dari satu pintu gerbang, dan masuklah dari pintu-pintu gerbang yang berbeda; namun demikian aku tidak dapat mempertahankan kamu sedikit pun dari (takdir) Allah. Keputusan itu hanyalah bagi Allah. Kepada-Nya aku bertawakal dan kepada-Nya pula bertawakallah orang-orang yang bertawakal."

  17. 12:68

    وَلَمَّا دَخَلُوا۟ مِنْ حَيْثُ أَمَرَهُمْ أَبُوهُم مَّا كَانَ يُغْنِى عَنْهُم مِّنَ ٱللَّهِ مِن شَىْءٍ إِلَّا حَاجَةً فِى نَفْسِ يَعْقُوبَ قَضَىٰهَا ۚ وَإِنَّهُۥ لَذُو عِلْمٍ لِّمَا عَلَّمْنَـٰهُ وَلَـٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

    Wa-lammaa dakhaloo min ḥays̤u ʹamarahum ʹaboohum; maa- kaana yug̣nee ʻanhum minal laahi miñ shayʹin ʹillaa ḥaajatañ fee nafsi Yaʻq̣ooba q̣aḍaahaa. Wa-ʹinnahoo laẓoo ʻilmil limaa ʻallamnaahu wa-laakinna ʹaks̤aran naasi laa- yaʻlamoon.

    Dan ketika mereka masuk sesuai dengan perintah ayah mereka, (masuknya mereka itu) tidak dapat menolak sedikit pun keputusan Allah, (tetapi itu) hanya suatu keinginan pada diri Yakub yang telah ditetapkannya. Dan sesungguhnya dia mempunyai pengetahuan, karena Kami telah mengajarkan kepadanya. Tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.

  18. 12:69

    وَلَمَّا دَخَلُوا۟ عَلَىٰ يُوسُفَ ءَاوَىٰٓ إِلَيْهِ أَخَاهُ ۖ قَالَ إِنِّىٓ أَنَا۠ أَخُوكَ فَلَا تَبْتَئِسْ بِمَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ

    Wa-lammaa dakhaloo ʻalaa Yoosufa ʹaawaaa ʹilayhi ʹakhaahu q̣aala ʹinneee ʹana ʹakhooka falaa tabtaʹis bimaa kaanoo yaʻmaloon.

    Dan ketika mereka masuk ke (tempat) Yusuf, dia menempatkan saudaranya (Bunyamin) di tempatnya, dia (Yusuf) berkata, "Sesungguhnya aku adalah saudaramu, jangan engkau bersedih hati atas apa yang telah mereka kerjakan."

  19. 12:70

    فَلَمَّا جَهَّزَهُم بِجَهَازِهِمْ جَعَلَ ٱلسِّقَايَةَ فِى رَحْلِ أَخِيهِ ثُمَّ أَذَّنَ مُؤَذِّنٌ أَيَّتُهَا ٱلْعِيرُ إِنَّكُمْ لَسَـٰرِقُونَ

    Falammaa jahhazahum̃ bijahaazihim jaʻalas siq̣aayata fee raḥli ʹakheehi s̤umma ʹaẓẓana Muʹaẓẓinun ʹayyatuhal ʻeeru ʹinnakum lasaariq̣oon!

    Maka ketika telah disiapkan bahan makanan untuk mereka, dia (Yusuf) memasukkan bejana ke dalam karung saudaranya. Kemudian berteriaklah seseorang yang menyerukan, "Wahai kafilah! Sesungguhnya kamu pasti pencuri."

  20. 12:71

    قَالُوا۟ وَأَقْبَلُوا۟ عَلَيْهِم مَّاذَا تَفْقِدُونَ

    Q̣aaloo wa-ʹaq̣baloo ʻalayhim maaẓaa tafq̣idoon?

    Mereka bertanya, sambil menghadap kepada mereka (yang menuduh), " Kamu kehilangan apa?"

  21. 12:72

    قَالُوا۟ نَفْقِدُ صُوَاعَ ٱلْمَلِكِ وَلِمَن جَآءَ بِهِۦ حِمْلُ بَعِيرٍ وَأَنَا۠ بِهِۦ زَعِيمٌ

    Q̣aaloo nafq̣idu ṣuwaaʻal maliki wa-limañ jaaaʹa bihee ḥimlu baʻeeriñw waʹana bihee zaʻeem.

    Mereka menjawab, "Kami kehilangan bejana raja, dan siapa yang dapat mengembalikannya akan memperoleh (bahan makanan seberat) beban unta, dan aku jamin itu."

  22. 12:73

    قَالُوا۟ تَٱللَّهِ لَقَدْ عَلِمْتُم مَّا جِئْنَا لِنُفْسِدَ فِى ٱلْأَرْضِ وَمَا كُنَّا سَـٰرِقِينَ

    Q̣aaloo tallaahi laq̣ad ʻalimtum maa jiʹnaa linufsida fil ʹarḍi wa-maa kunnaa saariq̣een.

    Mereka (saudara-saudara Yusuf) menjawab, "Demi Allah, sungguh, kamu mengetahui bahwa kami datang bukan untuk berbuat kerusakan di negeri ini dan kami bukanlah para pencuri."

  23. 12:74

    قَالُوا۟ فَمَا جَزَٰٓؤُهُۥٓ إِن كُنتُمْ كَـٰذِبِينَ

    Q̣aaloo famaa jazaaaʹuhooo ʹiñ kuñtum kaaẓibeen?

    Mereka berkata, "Tetapi apa hukumannya jika kamu dusta?"

  24. 12:75

    قَالُوا۟ جَزَٰٓؤُهُۥ مَن وُجِدَ فِى رَحْلِهِۦ فَهُوَ جَزَٰٓؤُهُۥ ۚ كَذَٰلِكَ نَجْزِى ٱلظَّـٰلِمِينَ

    Q̣aaloo jazaaaʹuhoo mañw wujida fee raḥlihee fahuwa jazaaaʹuh. Kaẓaalika najziz̤̣ z̤̣aalimeen!

    Mereka menjawab, "Hukumannya ialah pada siapa yang ditemukan dalam karungnya (barang yang hilang itu), maka dia sendirilah sebagai hukumannya. Demikianlah kami memberi hukuman kepada orang-orang zalim."

  25. 12:76

    فَبَدَأَ بِأَوْعِيَتِهِمْ قَبْلَ وِعَآءِ أَخِيهِ ثُمَّ ٱسْتَخْرَجَهَا مِن وِعَآءِ أَخِيهِ ۚ كَذَٰلِكَ كِدْنَا لِيُوسُفَ ۖ مَا كَانَ لِيَأْخُذَ أَخَاهُ فِى دِينِ ٱلْمَلِكِ إِلَّآ أَن يَشَآءَ ٱللَّهُ ۚ نَرْفَعُ دَرَجَـٰتٍ مَّن نَّشَآءُ ۗ وَفَوْقَ كُلِّ ذِى عِلْمٍ عَلِيمٌ

    Fabadaʹa biʹawʻiyatihim q̣abla wiʻaaaʹi ʹakheehi s̤ummas takhrajahaa miñw wiʻaaaʹi ʹakheeh. Kaẓaalika kidnaa li-Yoosuf. Maa- kaana liyaʹkhuẓa ʹakhaahu fee deenil maliki ʹillaaa ʹañy yashaaaʹal laah. Narfaʻu darajaatim man nashaaaʹ: wa-fawq̣a kulli ẓee ʻilmin ʻAleem.

    Maka mulailah dia (memeriksa) karung-karung mereka sebelum (memeriksa) karung saudaranya sendiri, kemudian dia mengeluarkan (bejana raja) itu dari karung saudaranya. Demikianlah Kami mengatur (rencana) untuk Yusuf. Dia tidak dapat menghukum saudaranya menurut undang-undang raja, kecuali Allah menghendakinya. Kami angkat derajat orang yang Kami kehendaki; dan di atas setiap orang yang berpengetahuan ada yang lebih mengetahui.

  26. 12:77

    ۞ قَالُوٓا۟ إِن يَسْرِقْ فَقَدْ سَرَقَ أَخٌ لَّهُۥ مِن قَبْلُ ۚ فَأَسَرَّهَا يُوسُفُ فِى نَفْسِهِۦ وَلَمْ يُبْدِهَا لَهُمْ ۚ قَالَ أَنتُمْ شَرٌّ مَّكَانًا ۖ وَٱللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا تَصِفُونَ

    Q̣aalooo ʹiñy yasriq̣ faq̣ad saraq̣a ʹakhul lahoo miñ q̣abl. Faʹasarrahaa Yoosufu fee nafsihee wa-lam yubdihaa lahum. Q̣aala ʹañtum sharrum makaanaa; wallaahu ʹaʻlamu bimaa taṣifoon!

    Mereka berkata, "Jika dia mencuri, maka sungguh sebelum itu saudaranya pun pernah pula mencuri." Maka Yusuf menyembunyikan (kejengkelan) dalam hatinya dan tidak ditampakkannya kepada mereka. Dia berkata (dalam hatinya), "Kedudukanmu justru lebih buruk. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu terangkan."

  27. 12:78

    قَالُوا۟ يَـٰٓأَيُّهَا ٱلْعَزِيزُ إِنَّ لَهُۥٓ أَبًا شَيْخًا كَبِيرًا فَخُذْ أَحَدَنَا مَكَانَهُۥٓ ۖ إِنَّا نَرَىٰكَ مِنَ ٱلْمُحْسِنِينَ

    Q̣aaloo yaaaʹayyuhal ʻAzeezu ʹinna lahooo ʹabañ shaykhañ kabeerañ fakhuẓ ʹaḥadanaa makaanah; ʹinnaa naraaka minal Muḥsineen.

    Mereka berkata, "Wahai Al-Aziz! Dia mempunyai ayah yang sudah lanjut usia, karena itu ambillah salah seorang di antara kami sebagai gantinya, sesungguhnya kami melihat engkau termasuk orang-orang yang berbuat baik."

  28. 12:79

    قَالَ مَعَاذَ ٱللَّهِ أَن نَّأْخُذَ إِلَّا مَن وَجَدْنَا مَتَـٰعَنَا عِندَهُۥٓ إِنَّآ إِذًا لَّظَـٰلِمُونَ

    Q̣aala maʻaaẓal laahi ʹan naʹkhuẓa ʹillaa mañw wajadnaa mataaʻanaa ʻiñdahooo ʹinnaaa ʹiẓal laz̤̣aalimoon.

    Dia (Yusuf) berkata, "Aku memohon perlindungan kepada Allah dari menahan (seseorang), kecuali orang yang kami temukan harta kami padanya, jika kami (berbuat) demikian, berarti kami orang yang zalim."

  29. 12:80

    فَلَمَّا ٱسْتَيْـَٔسُوا۟ مِنْهُ خَلَصُوا۟ نَجِيًّا ۖ قَالَ كَبِيرُهُمْ أَلَمْ تَعْلَمُوٓا۟ أَنَّ أَبَاكُمْ قَدْ أَخَذَ عَلَيْكُم مَّوْثِقًا مِّنَ ٱللَّهِ وَمِن قَبْلُ مَا فَرَّطتُمْ فِى يُوسُفَ ۖ فَلَنْ أَبْرَحَ ٱلْأَرْضَ حَتَّىٰ يَأْذَنَ لِىٓ أَبِىٓ أَوْ يَحْكُمَ ٱللَّهُ لِى ۖ وَهُوَ خَيْرُ ٱلْحَـٰكِمِينَ

    Falammas tayʹasoo minhu khalaṣoo najiyyaa. Q̣aala kabeeruhum ʹalam taʻlamooo ʹanna ʹabaakum q̣ad ʹakhaẓa ʻalaykum maws̤iq̣am minal laahi wamiñ q̣ablu maa- farraṭtum fee Yoosuf? Falan ʹabraḥal ʹarḍa ḥattaa yaʹẓana leee ʹabeee ʹaw yaḥkumal laahu lee; wa-huwa khayrul ḥaakimeen.

    Maka ketika mereka berputus asa darinya (putusan Yusuf) mereka menyendiri (sambil berunding) dengan berbisik-bisik. Yang tertua di antara mereka berkata, "Tidakkah kamu ketahui bahwa ayahmu telah mengambil janji dari kamu dengan (nama) Allah dan sebelum itu kamu telah menyia-nyiakan Yusuf? Sebab itu aku tidak akan meninggalkan negeri ini (Mesir), sampai ayahku mengizinkan (untuk kembali), atau Allah memberi keputusan terhadapku. Dan Dia adalah hakim yang terbaik."

  30. 12:81

    ٱرْجِعُوٓا۟ إِلَىٰٓ أَبِيكُمْ فَقُولُوا۟ يَـٰٓأَبَانَآ إِنَّ ٱبْنَكَ سَرَقَ وَمَا شَهِدْنَآ إِلَّا بِمَا عَلِمْنَا وَمَا كُنَّا لِلْغَيْبِ حَـٰفِظِينَ

    ʹIrjiʻooo ʹilaaa ʹabeekum faq̣ooloo yaaaʹabaanaaa ʹinnab naka saraq̣! Wa-maa shahidnaaa ʹillaa bimaa ʻalimnaa wa-maa kunnaa lilg̣aybi ḥaafiz̤̣een!

    Kembalilah kepada ayahmu dan katakanlah, "Wahai ayah kami! Sesungguhnya anakmu telah mencuri dan kami hanya menyaksikan apa yang kami ketahui dan kami tidak mengetahui apa yang dibalik itu.

  31. 12:82

    وَسْـَٔلِ ٱلْقَرْيَةَ ٱلَّتِى كُنَّا فِيهَا وَٱلْعِيرَ ٱلَّتِىٓ أَقْبَلْنَا فِيهَا ۖ وَإِنَّا لَصَـٰدِقُونَ

    Wasʹalil q̣aryatal latee kunnaa feehaa walʻeeral lateee ʹaq̣balnaa feehaa, wa-ʹinnaa laṣaadiq̣oon.

    Dan tanyalah (penduduk) negeri tempat kami berada, dan kafilah yang datang bersama kami. Dan kami adalah orang yang benar."

  32. 12:83

    قَالَ بَلْ سَوَّلَتْ لَكُمْ أَنفُسُكُمْ أَمْرًا ۖ فَصَبْرٌ جَمِيلٌ ۖ عَسَى ٱللَّهُ أَن يَأْتِيَنِى بِهِمْ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلْعَلِيمُ ٱلْحَكِيمُ

    Q̣aala bal sawwalat lakum ʹañfusukum ʹamraa. Faṣabruñ jameel. ʻAsal laahu ʹañy yaʹ-tiyanee bihim jameeʻaa. ʹInna-Hoo Huwal ʻAleemul Ḥakeem.

    Dia (Yakub) berkata, "Sebenarnya hanya dirimu sendiri yang memandang baik urusan (yang buruk) itu. Maka (kesabaranku) adalah kesabaran yang baik. Mudah-mudahan Allah mendatangkan mereka semuanya kepadaku. Sungguh, Dialah Yang Maha Mengetahui, Mahabijaksana."

  33. 12:84

    وَتَوَلَّىٰ عَنْهُمْ وَقَالَ يَـٰٓأَسَفَىٰ عَلَىٰ يُوسُفَ وَٱبْيَضَّتْ عَيْنَاهُ مِنَ ٱلْحُزْنِ فَهُوَ كَظِيمٌ

    Wa-tawallaa ʻanhum wa-q̣aala yaaaʹasafaa ʻalaa Yoosufa wabyaḍḍat ʻaynaahu minal ḥuzni fahuwa kaz̤̣eem.

    Dan dia (Yakub) berpaling dari mereka (anak-anaknya) seraya berkata, "Aduhai dukacitaku terhadap Yusuf." Dan kedua matanya menjadi putih karena sedih, dia diam menahan amarah (terhadap anak-anaknya).

  34. 12:85

    قَالُوا۟ تَٱللَّهِ تَفْتَؤُا۟ تَذْكُرُ يُوسُفَ حَتَّىٰ تَكُونَ حَرَضًا أَوْ تَكُونَ مِنَ ٱلْهَـٰلِكِينَ

    Q̣aaloo tallaahi taftaʹu taẓkuru Yoosufa ḥattaa takoona ḥaraḍan ʹaw takoona minal haalikeen!

    Mereka berkata, "Demi Allah, engkau tidak henti-hentinya mengingat Yusuf, sehingga engkau (mengidapkan penyakit) berat atau engkau termasuk orang-orang yang akan binasa."

  35. 12:86

    قَالَ إِنَّمَآ أَشْكُوا۟ بَثِّى وَحُزْنِىٓ إِلَى ٱللَّهِ وَأَعْلَمُ مِنَ ٱللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ

    Q̣aala ʹinnamaaa ʹashkoo bas̤s̤ee waḥuzneee ʹilal laahi wa-ʹaʻlamu minal laahi maa laa- taʻlamoon.

    Dia (Yakub) menjawab, "Hanya kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku. Dan aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui.

  36. 12:87

    يَـٰبَنِىَّ ٱذْهَبُوا۟ فَتَحَسَّسُوا۟ مِن يُوسُفَ وَأَخِيهِ وَلَا تَا۟يْـَٔسُوا۟ مِن رَّوْحِ ٱللَّهِ ۖ إِنَّهُۥ لَا يَا۟يْـَٔسُ مِن رَّوْحِ ٱللَّهِ إِلَّا ٱلْقَوْمُ ٱلْكَـٰفِرُونَ

    Yaa-baniyyaẓ haboo fataḥassasoo miñy Yoosufa wa-ʹakheehi wa-laa tayʹasoo mir Rawḥil laah: ʹinnahoo laa- yayʹasu mir Rawḥil laahi ʹillal q̣awmul Kaafiroon.

    Wahai anak-anakku! Pergilah kamu, carilah (berita) tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya yang berputus asa dari rahmat Allah hanyalah orang-orang yang kafir."

  37. 12:88

    فَلَمَّا دَخَلُوا۟ عَلَيْهِ قَالُوا۟ يَـٰٓأَيُّهَا ٱلْعَزِيزُ مَسَّنَا وَأَهْلَنَا ٱلضُّرُّ وَجِئْنَا بِبِضَـٰعَةٍ مُّزْجَىٰةٍ فَأَوْفِ لَنَا ٱلْكَيْلَ وَتَصَدَّقْ عَلَيْنَآ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ يَجْزِى ٱلْمُتَصَدِّقِينَ

    Falammaa dakhaloo ʻalayhi q̣aaloo yaaaʹayyuhal ʻAzeezu massanaa wa-ʹahlanaḍ ḍurru wa-jiʹnaa bibiḍaaʻatim muzjaatiñ faʹawfi lanal kayla wa-taṣaddaq̣ ʻalaynaa: ʹinnal laaha yajzil Mutaṣaddiq̣een.

    Maka ketika mereka masuk ke (tempat) Yusuf, mereka berkata, "Wahai Al-Aziz! Kami dan keluarga kami telah ditimpa kesengsaraan dan kami datang membawa barang-barang yang tidak berharga, maka penuhilah jatah (gandum) untuk kami, dan bersedekahlah kepada kami. Sesungguhnya Allah memberi balasan kepada orang yang bersedekah."

  38. 12:89

    قَالَ هَلْ عَلِمْتُم مَّا فَعَلْتُم بِيُوسُفَ وَأَخِيهِ إِذْ أَنتُمْ جَـٰهِلُونَ

    Q̣aala hal ʻalimtum maa faʻaltum̃ bi-Yoosufa wa-ʹakheehi ʹiẓ ʹañtum jaahiloon?

    Dia (Yusuf) berkata, "Tahukah kamu (kejelekan) apa yang telah kamu perbuat terhadap Yusuf dan saudaranya karena kamu tidak menyadari (akibat) perbuatanmu itu?"

  39. 12:90

    قَالُوٓا۟ أَءِنَّكَ لَأَنتَ يُوسُفُ ۖ قَالَ أَنَا۠ يُوسُفُ وَهَـٰذَآ أَخِى ۖ قَدْ مَنَّ ٱللَّهُ عَلَيْنَآ ۖ إِنَّهُۥ مَن يَتَّقِ وَيَصْبِرْ فَإِنَّ ٱللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ ٱلْمُحْسِنِينَ

    Q̣aalooo ʹa-ʹinnaka laʹañta Yoosuf? Q̣aala ʹana Yoosufu wa-haaẓaaa ʹakhee; q̣ad mannal laahu ʻalaynaa. ʹInnahoo mañy yattaq̣i wa-yaṣbir faʹinnal laaha laa- yuḍeeʻu ʹajral Muḥsineen.

    Mereka berkata, "Apakah engkau benar-benar Yusuf?" Dia (Yusuf) menjawab, "Aku Yusuf dan ini saudaraku. Sungguh, Allah telah melimpahkan karunia-Nya kepada kami." Sesungguhnya barang siapa bertakwa dan bersabar, maka sungguh, Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang yang berbuat baik."

  40. 12:91

    قَالُوا۟ تَٱللَّهِ لَقَدْ ءَاثَرَكَ ٱللَّهُ عَلَيْنَا وَإِن كُنَّا لَخَـٰطِـِٔينَ

    Q̣aaloo tallaahi laq̣ad ʹaas̤arakal laahu ʻalaynaa wa-ʹiñ kunnaa lakhaaṭiʹeen!

    Mereka berkata, "Demi Allah, sungguh Allah telah melebihkan engkau di atas kami, dan sesungguhnya kami adalah orang yang bersalah (berdosa)."

  41. 12:92

    قَالَ لَا تَثْرِيبَ عَلَيْكُمُ ٱلْيَوْمَ ۖ يَغْفِرُ ٱللَّهُ لَكُمْ ۖ وَهُوَ أَرْحَمُ ٱلرَّٰحِمِينَ

    Q̣aala laa- tas̤reeba ʻalaykumul yawm. Yag̣firul laahu lakum wa-Huwa ʹArḥamur raaḥimeen!

    Dia (Yusuf) berkata, "Pada hari ini tidak ada cercaan terhadap kamu, mudah-mudahan Allah mengampuni kamu. Dan Dia Maha Penyayang di antara para penyayang.

  42. 12:93

    ٱذْهَبُوا۟ بِقَمِيصِى هَـٰذَا فَأَلْقُوهُ عَلَىٰ وَجْهِ أَبِى يَأْتِ بَصِيرًا وَأْتُونِى بِأَهْلِكُمْ أَجْمَعِينَ

    ʹIẓhaboo biq̣ameeṣee haaẓaa faʹalq̣oohu ʻalaa wajhi ʹabee yaʹti baṣeeraa. Waʹtoonee biʹahlikum ʹajmaʻeen.

    Pergilah kamu dengan membawa bajuku ini, lalu usapkan ke wajah ayahku, nanti dia akan melihat kembali; dan bawalah seluruh keluargamu kepadaku."

  43. 12:94

    وَلَمَّا فَصَلَتِ ٱلْعِيرُ قَالَ أَبُوهُمْ إِنِّى لَأَجِدُ رِيحَ يُوسُفَ ۖ لَوْلَآ أَن تُفَنِّدُونِ

    Wa-lammaa faṣalatil ʻeeru q̣aala ʹaboohum ʹinnee laʹajidu reeḥa Yoosufa Laaa-law ʹañ tufannidoon.

    Dan ketika kafilah itu telah keluar (dari negeri Mesir), ayah mereka berkata, "Sesungguhnya aku mencium aroma Yusuf, sekiranya kamu tidak menuduhku lemah akal (tentu kamu membenarkan aku)."

  44. 12:95

    قَالُوا۟ تَٱللَّهِ إِنَّكَ لَفِى ضَلَـٰلِكَ ٱلْقَدِيمِ

    Q̣aaloo tallaahi ʹinnaka lafee ḍalaalikal q̣adeem.

    Mereka (keluarganya) berkata, "Demi Allah, sesungguhnya engkau masih dalam kekeliruanmu yang dahulu."

  45. 12:96

    فَلَمَّآ أَن جَآءَ ٱلْبَشِيرُ أَلْقَىٰهُ عَلَىٰ وَجْهِهِۦ فَٱرْتَدَّ بَصِيرًا ۖ قَالَ أَلَمْ أَقُل لَّكُمْ إِنِّىٓ أَعْلَمُ مِنَ ٱللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ

    Falammaaa ʹañ jaaa ʹalbasheeru ʹalq̣aahu ʻalaa wajhihee fartadda baṣeeraa. Q̣aala ʹalam ʹaq̣ul lakum. ʹinneee ʹaʻlamu minal laahi maa laa- taʻlamoon?

    Maka ketika telah tiba pembawa kabar gembira itu, maka diusapkannya (baju itu) ke wajahnya (Yakub), lalu dia dapat melihat kembali. Dia (Yakub) berkata, "Bukankah telah aku katakan kepadamu, bahwa aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui."

  46. 12:97

    قَالُوا۟ يَـٰٓأَبَانَا ٱسْتَغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَآ إِنَّا كُنَّا خَـٰطِـِٔينَ

    Q̣aaloo yaaaʹabaanas tag̣fir lanaa ẓunoobanaaa ʹinnaa kunnaa khaaṭiʹeen.

    Mereka berkata, "Wahai ayah kami! Mohonkanlah ampunan untuk kami atas dosa-dosa kami, sesungguhnya kami adalah orang yang bersalah (berdosa)."

  47. 12:98

    قَالَ سَوْفَ أَسْتَغْفِرُ لَكُمْ رَبِّىٓ ۖ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلْغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ

    Q̣aala sawfa ʹastag̣firu lakum Rabbee: ʹinna-Hoo Huwal G̣afoorur Raḥeem.

    Dia (Yakub) berkata, "Aku akan memohonkan ampunan bagimu kepada Tuhanku. Sungguh, Dia Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang."

  48. 12:99

    فَلَمَّا دَخَلُوا۟ عَلَىٰ يُوسُفَ ءَاوَىٰٓ إِلَيْهِ أَبَوَيْهِ وَقَالَ ٱدْخُلُوا۟ مِصْرَ إِن شَآءَ ٱللَّهُ ءَامِنِينَ

    Falammaa dakhaloo ʻalaa Yoosufa ʹaawaaa ʹilayhi ʹabawayhi wa-q̣aalad khuloo Miṣra ʹiñ shaaa ʹallaahu ʹaamineen.

    Maka ketika mereka masuk ke (tempat) Yusuf, dia merangkul (dan menyiapkan tempat untuk) kedua orang tuanya seraya berkata, "Masuklah kamu ke negeri Mesir, insya Allah dalam keadaan aman."

  49. 12:100

    وَرَفَعَ أَبَوَيْهِ عَلَى ٱلْعَرْشِ وَخَرُّوا۟ لَهُۥ سُجَّدًا ۖ وَقَالَ يَـٰٓأَبَتِ هَـٰذَا تَأْوِيلُ رُءْيَـٰىَ مِن قَبْلُ قَدْ جَعَلَهَا رَبِّى حَقًّا ۖ وَقَدْ أَحْسَنَ بِىٓ إِذْ أَخْرَجَنِى مِنَ ٱلسِّجْنِ وَجَآءَ بِكُم مِّنَ ٱلْبَدْوِ مِنۢ بَعْدِ أَن نَّزَغَ ٱلشَّيْطَـٰنُ بَيْنِى وَبَيْنَ إِخْوَتِىٓ ۚ إِنَّ رَبِّى لَطِيفٌ لِّمَا يَشَآءُ ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلْعَلِيمُ ٱلْحَكِيمُ

    Wa-rafaʻa ʹabawayhi ʻalal ʻarshi wa-kharroo lahoo sujjadaa. Wa-q̣aala yaaaʹabati haaẓaa taʹweelu ruʹyaaya miñ q̣ablu q̣ad jaʻalahaa Rabbee ḥaq̣q̣aa! Wa-q̣ad ʹaḥsana beee ʹiẓ ʹakhrajanee minas sijni wa-jaaaʹa bikum minal badwi mim baʻdi ʹan nazag̣ash shayṭaanu baynee wa-bayna ʹikhwatee. ʹInna Rabbee Laṭeeful limaa yashaaaʹ. ʹInna-Hoo Huwal ʻAleemul Ḥakeem.

    Dan dia menaikkan kedua orang tuanya ke atas singgasana. Dan mereka (semua) tunduk bersujud kepadanya (Yusuf). Dan dia (Yusuf) berkata, "Wahai ayahku! Inilah takwil mimpiku yang dahulu. Dan sesungguhnya Tuhanku telah menjadikannya kenyataan. Sesungguhnya Tuhanku telah berbuat baik kepadaku, ketika Dia membebaskan aku dari penjara dan ketika membawa kamu dari dusun, setelah setan merusak (hubungan) antara aku dengan saudara-saudaraku. Sungguh, Tuhanku Mahalembut terhadap apa yang Dia kehendaki. Sungguh, Dia Yang Maha Mengetahui, Mahabijaksana.

  50. 12:101

    ۞ رَبِّ قَدْ ءَاتَيْتَنِى مِنَ ٱلْمُلْكِ وَعَلَّمْتَنِى مِن تَأْوِيلِ ٱلْأَحَادِيثِ ۚ فَاطِرَ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ أَنتَ وَلِىِّۦ فِى ٱلدُّنْيَا وَٱلْـَٔاخِرَةِ ۖ تَوَفَّنِى مُسْلِمًا وَأَلْحِقْنِى بِٱلصَّـٰلِحِينَ

    Rabbi q̣ad ʹaataytanee minal mulki wa-ʻallamtanee miñ taʹweelil ʹaḥaadees̤,― Faaṭiras samaawaati wal-ʹarḍ! ʹAñta Waliyyee fid dunyaa wal-ʹAakhirah. Tawaffanee Muslimañw waʹalḥiq̣nee biṣ-Ṣaaliḥeen.

    Tuhanku, sesungguhnya Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebagian kekuasaan dan telah mengajarkan kepadaku sebagian takwil mimpi. (Wahai Tuhan) pencipta langit dan bumi, Engkaulah pelindungku di dunia dan di akhirat, wafatkanlah aku dalam keadaan muslim dan gabungkanlah aku dengan orang yang saleh."

  51. 12:102

    ذَٰلِكَ مِنْ أَنۢبَآءِ ٱلْغَيْبِ نُوحِيهِ إِلَيْكَ ۖ وَمَا كُنتَ لَدَيْهِمْ إِذْ أَجْمَعُوٓا۟ أَمْرَهُمْ وَهُمْ يَمْكُرُونَ

    Ẓaalika min ʹambaaaʹil g̣aybi nooḥeehi ʹilayk: wa-maa kuñta ladayhim ʹiẓ ʹajmaʻooo ʹamrahum wa-hum yamkuroon.

    Itulah sebagian berita gaib yang Kami wahyukan kepadamu (Muhammad); padahal engkau tidak berada di samping mereka, ketika mereka bersepakat mengatur tipu muslihat (untuk memasukan Yusuf ke dalam sumur).

  52. 12:103

    وَمَآ أَكْثَرُ ٱلنَّاسِ وَلَوْ حَرَصْتَ بِمُؤْمِنِينَ

    Wa-maaa ʹaks̤arun naasi wa-law ḥaraṣta bi-Muʹmineen.

    Dan kebanyakan manusia tidak akan beriman walaupun engkau sangat menginginkannya.

  53. 12:104

    وَمَا تَسْـَٔلُهُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ ۚ إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ لِّلْعَـٰلَمِينَ

    Wa-maa tasʹaluhum ʻalayhi min ʹajr: ʹin huwa ʹillaa Ẓikrul lilʻaalameen.

    Dan engkau tidak meminta imbalan apa pun kepada mereka (terhadap seruanmu ini), sebab (seruan) itu adalah pengajaran bagi seluruh alam.

  54. 12:105

    وَكَأَيِّن مِّنْ ءَايَةٍ فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ يَمُرُّونَ عَلَيْهَا وَهُمْ عَنْهَا مُعْرِضُونَ

    Wa-kaʹayyim min ʹAayatiñ fis samaawaati wal-ʹarḍi yamurroona ʻalayhaa wa-hum ʻanhaa muʻriḍoon!

    Dan berapa banyak tanda-tanda (kebesaran Allah) di langit dan di bumi yang mereka lalui, namun mereka berpaling darinya.

  55. 12:106

    وَمَا يُؤْمِنُ أَكْثَرُهُم بِٱللَّهِ إِلَّا وَهُم مُّشْرِكُونَ

    Wa-maa yuʹminu ʹaks̤aruhum̃ billaahi ʹillaa wa-hum mushrikoon!

    Dan kebanyakan mereka tidak beriman kepada Allah, bahkan mereka mempersekutukan-Nya.

  56. 12:107

    أَفَأَمِنُوٓا۟ أَن تَأْتِيَهُمْ غَـٰشِيَةٌ مِّنْ عَذَابِ ٱللَّهِ أَوْ تَأْتِيَهُمُ ٱلسَّاعَةُ بَغْتَةً وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ

    ʹA-faʹaminooo ʹañ taʹtiyahum G̣aashiyatum min ʻaẓaabil laahi ʹaw taʹtiyahumus saaʻatu wahum bag̣tatañw laa- yashʻuroon?

    Apakah mereka merasa aman dari kedatangan siksa Allah yang meliputi mereka, atau kedatangan kiamat kepada mereka secara mendadak, sedangkan mereka tidak menyadarinya?

  57. 12:108

    قُلْ هَـٰذِهِۦ سَبِيلِىٓ أَدْعُوٓا۟ إِلَى ٱللَّهِ ۚ عَلَىٰ بَصِيرَةٍ أَنَا۠ وَمَنِ ٱتَّبَعَنِى ۖ وَسُبْحَـٰنَ ٱللَّهِ وَمَآ أَنَا۠ مِنَ ٱلْمُشْرِكِينَ

    Q̣ul haaẓihee sabeeleee ʹadʻooo ʹilal laah:― ʻalaa Baṣeeratin ʹana wa-manit tabaʻanee. Wa-Subḥaanal laahi wa-maaa ʹana minal mushrikeen!

    Katakanlah (Muhammad), "Inilah jalanku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah berlandaskan ilmu, Mahasuci Allah, dan aku tidak termasuk orang-orang musyrik."

  58. 12:109

    وَمَآ أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ إِلَّا رِجَالًا نُّوحِىٓ إِلَيْهِم مِّنْ أَهْلِ ٱلْقُرَىٰٓ ۗ أَفَلَمْ يَسِيرُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ فَيَنظُرُوا۟ كَيْفَ كَانَ عَـٰقِبَةُ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ ۗ وَلَدَارُ ٱلْـَٔاخِرَةِ خَيْرٌ لِّلَّذِينَ ٱتَّقَوْا۟ ۗ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

    Wa-maaa ʹarsalnaa miñ q̣ablika ʹillaa rijaalan nooḥeee ʹilayhim min ʹahlil q̣uraa. ʹAfalam yaseeroo fil ʹarḍi Fayañz̤̣uroo kayfa kaana ʻaaq̣ibatul laẓeena miñ q̣ablihim? Wa-la-Daarul ʹAakhirati khayrul lillaẓeenat taq̣aw. ʹAfalaa taʻq̣iloon?

    Dan Kami tidak mengutus sebelummu (Muhammad) melainkan orang laki-laki yang Kami berikan wahyu kepadanya di antara penduduk negeri. Tidakkah mereka bepergian di bumi lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka (yang mendustakan rasul). Dan sungguh, negeri akhirat itu lebih baik bagi orang yang bertakwa. Tidakkah kamu mengerti?

  59. 12:110

    حَتَّىٰٓ إِذَا ٱسْتَيْـَٔسَ ٱلرُّسُلُ وَظَنُّوٓا۟ أَنَّهُمْ قَدْ كُذِبُوا۟ جَآءَهُمْ نَصْرُنَا فَنُجِّىَ مَن نَّشَآءُ ۖ وَلَا يُرَدُّ بَأْسُنَا عَنِ ٱلْقَوْمِ ٱلْمُجْرِمِينَ

    Ḥattaaa ʹiẓas tayʹasar rusulu waz̤̣annooo ʹannahum q̣ad kuẓiboo jaaaʹahum naṣ-runaa fanujjiya man nashaaaʹ. Wa-laa yuraddu baʹsunaa ʻanil q̣awmil mujrimeen.

    Sehingga apabila para rasul tidak mempunyai harapan lagi (tentang keimanan kaumnya) dan telah meyakini bahwa mereka telah didustakan, datanglah kepada mereka (para rasul) itu pertolongan Kami, lalu diselamatkan orang yang Kami kehendaki. Dan siksa Kami tidak dapat ditolak dari orang yang berdosa.

  60. 12:111

    لَقَدْ كَانَ فِى قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِّأُو۟لِى ٱلْأَلْبَـٰبِ ۗ مَا كَانَ حَدِيثًا يُفْتَرَىٰ وَلَـٰكِن تَصْدِيقَ ٱلَّذِى بَيْنَ يَدَيْهِ وَتَفْصِيلَ كُلِّ شَىْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً لِّقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

    Laq̣ad kaana fee q̣aṣaṣihim ʻibratul liʹulil ʹalbaab. Maa- kaana ḥadees̤añy yuftaraa wa-laakiñ taṣdeeq̣al laẓee bayna yadayhi wa-tafṣeela kulli shayʹiñw wa-Hudañw wa-Raḥmatal liq̣awmiñy yuʹminoon.

    Sungguh, pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang yang mempunyai akal. (Al-Qur`an) itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya, menjelaskan segala sesuatu, dan (sebagai) petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.

  61. Surah Ar-Ra'dBegins here at 13:1

  62. 13:1

    الٓمٓر ۚ تِلْكَ ءَايَـٰتُ ٱلْكِتَـٰبِ ۗ وَٱلَّذِىٓ أُنزِلَ إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَ ٱلْحَقُّ وَلَـٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يُؤْمِنُونَ

    ʹAlif-Laaam-Meeem-Raa. Tilka ʹAayaatul Kitaab. Wallaẓeee ʹuñzila ʹilayka mir Rabbikal Ḥaq̣q̣u wa-laakinna ʹaks̤aran naasi laa- yuʹminoon.

    Alif Lām Mīm Rā`. Ini adalah ayat-ayat Kitab (Al-Qur`an). Dan (Kitab) yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dari Tuhanmu itu adalah benar; tetapi kebanyakan manusia tidak beriman (kepadanya).

  63. 13:2

    ٱللَّهُ ٱلَّذِى رَفَعَ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ بِغَيْرِ عَمَدٍ تَرَوْنَهَا ۖ ثُمَّ ٱسْتَوَىٰ عَلَى ٱلْعَرْشِ ۖ وَسَخَّرَ ٱلشَّمْسَ وَٱلْقَمَرَ ۖ كُلٌّ يَجْرِى لِأَجَلٍ مُّسَمًّى ۚ يُدَبِّرُ ٱلْأَمْرَ يُفَصِّلُ ٱلْـَٔايَـٰتِ لَعَلَّكُم بِلِقَآءِ رَبِّكُمْ تُوقِنُونَ

    ʹAllaahul laẓee rafaʻas samaawaati big̣ayri ʻamadiñ tarawnahaa s̤ummas tawaa ʻalal ʻArshi wa-sakhkharash shamsa walq̣amar! Kulluñy yajree liʹajalim musammaa. Yudabbirul ʹamra yufaṣṣilul ʹAayaati laʻallakum̃ biliq̣aaaʹi Rabbikum tooq̣inoon.

    Allah yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas Arasy. Dia menundukkan matahari dan bulan; masing-masing beredar menurut waktu yang telah ditentukan. Dia mengatur urusan (makhluk-Nya), dan menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), agar kamu yakin akan pertemuan dengan Tuhanmu.

  64. 13:3

    وَهُوَ ٱلَّذِى مَدَّ ٱلْأَرْضَ وَجَعَلَ فِيهَا رَوَٰسِىَ وَأَنْهَـٰرًا ۖ وَمِن كُلِّ ٱلثَّمَرَٰتِ جَعَلَ فِيهَا زَوْجَيْنِ ٱثْنَيْنِ ۖ يُغْشِى ٱلَّيْلَ ٱلنَّهَارَ ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَـَٔايَـٰتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

    Wa-Huwal laẓee maddal ʹarḍa wa-jaʻala feehaa rawaasiya wa-ʹanhaaraa: wa-miñ kullis̤ s̤amaraati jaʻala feehaa zawjaynis̤ nayni yug̣shil laylan nahaar. ʹInna fee ẓaalika laʹAayaatil liq̣awmiñy yatafakkaroon.

    Dan Dia yang menghamparkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan sungai-sungai di atasnya. Dan padanya Dia menjadikan semua buah-buahan berpasang-pasangan; Dia menutupkan malam kepada siang. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang berpikir.

  65. 13:4

    وَفِى ٱلْأَرْضِ قِطَعٌ مُّتَجَـٰوِرَٰتٌ وَجَنَّـٰتٌ مِّنْ أَعْنَـٰبٍ وَزَرْعٌ وَنَخِيلٌ صِنْوَانٌ وَغَيْرُ صِنْوَانٍ يُسْقَىٰ بِمَآءٍ وَٰحِدٍ وَنُفَضِّلُ بَعْضَهَا عَلَىٰ بَعْضٍ فِى ٱلْأُكُلِ ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَـَٔايَـٰتٍ لِّقَوْمٍ يَعْقِلُونَ

    Wa-fil ʹarḍi q̣iṭaʻum mutajaawiraatuñw wajannaatum min ʹaʻnaabiñw Wazarʻuñw Wanakheeluñ ṣinwaanuñw wag̣ayru ṣinwaaniñy yusq̣aa bimaaaʹiñw waaḥid. Wa-nufaḍḍilu baʻḍahaa ʻalaa baʻḍiñ fil ʹukul. ʹInna fee ẓaalika laʹAayaatil liq̣awmiñy yaʻq̣iloon!

    Dan di bumi terdapat bagian-bagian yang berdampingan, kebun-kebun anggur, tanaman-tanaman, pohon kurma yang bercabang, dan yang tidak bercabang; disirami dengan air yang sama, tetapi Kami lebihkan tanaman yang satu dari yang lainnya dalam hal rasanya. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang berakal.

  66. 13:5

    ۞ وَإِن تَعْجَبْ فَعَجَبٌ قَوْلُهُمْ أَءِذَا كُنَّا تُرَٰبًا أَءِنَّا لَفِى خَلْقٍ جَدِيدٍ ۗ أُو۟لَـٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ بِرَبِّهِمْ ۖ وَأُو۟لَـٰٓئِكَ ٱلْأَغْلَـٰلُ فِىٓ أَعْنَاقِهِمْ ۖ وَأُو۟لَـٰٓئِكَ أَصْحَـٰبُ ٱلنَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَـٰلِدُونَ

    Wa-ʹiñ taʻjab faʻajabuñ q̣awluhum ʹa-ʹiẓaa kunnaa turaaban ʹa-ʹinnaa lafee khalq̣iñ jadeed? ʹUlaaaʹikal laẓeena kafaroo bi-Rabbihim! Wa-ʹulaaaʹikal ʹag̣laalu feee ʹaʻnaaq̣ihim: wa-ʹulaaaʹika ʹAṣḥaabun Naari hum feehaa khaalidoon!

    Dan jika engkau merasa heran, maka yang mengherankan adalah ucapan mereka, " Apabila kami telah menjadi tanah, apakah kami akan (dikembalikan) menjadi makhluk yang baru?" Mereka itulah yang ingkar kepada Tuhannya; dan mereka itulah (yang dilekatkan) belenggu di lehernya. Mereka adalah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.

  67. 13:6

    وَيَسْتَعْجِلُونَكَ بِٱلسَّيِّئَةِ قَبْلَ ٱلْحَسَنَةِ وَقَدْ خَلَتْ مِن قَبْلِهِمُ ٱلْمَثُلَـٰتُ ۗ وَإِنَّ رَبَّكَ لَذُو مَغْفِرَةٍ لِّلنَّاسِ عَلَىٰ ظُلْمِهِمْ ۖ وَإِنَّ رَبَّكَ لَشَدِيدُ ٱلْعِقَابِ

    Wa-yastaʻjiloonaka Bis-sayyiʹati q̣ablal ḥasanati wa-q̣ad khalat miñ q̣ablihimul Mas̤ulaat! Wa-ʹinna Rabbaka la-Ẓoo Mag̣firatil linnaasi ʻalaa z̤̣ulmihim, wa-ʹinna Rabbaka la-Shadeedul ʻiq̣aab.

    Dan mereka meminta kepadamu agar dipercepat (datangnya) siksaan, sebelum (mereka meminta) kebaikan, padahal telah terjadi bermacam-macam contoh siksaan sebelum mereka. Sungguh, Tuhanmu benar-benar memiliki ampunan bagi manusia atas kezaliman mereka, dan sungguh, Tuhanmu sangat keras siksaan-Nya.

  68. 13:7

    وَيَقُولُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ لَوْلَآ أُنزِلَ عَلَيْهِ ءَايَةٌ مِّن رَّبِّهِۦٓ ۗ إِنَّمَآ أَنتَ مُنذِرٌ ۖ وَلِكُلِّ قَوْمٍ هَادٍ

    Wa-yaq̣oolul laẓeena kafaroo law-laaa ʹuñzila ʻalayhi ʹAayatum mir Rabbih? ʹInnamaaa ʹañta muñẓiruñw walikulli q̣awmin haad.

    Dan orang-orang kafir berkata, "Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) suatu tanda (mukjizat) dari Tuhannya?" Sesungguhnya engkau hanyalah seorang pemberi peringatan; dan bagi setiap kaum ada orang yang memberi petunjuk.

  69. 13:8

    ٱللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَحْمِلُ كُلُّ أُنثَىٰ وَمَا تَغِيضُ ٱلْأَرْحَامُ وَمَا تَزْدَادُ ۖ وَكُلُّ شَىْءٍ عِندَهُۥ بِمِقْدَارٍ

    ʹAllaahu yaʻlamu maa- taḥmilu kullu ʹuñs̤aa wa-maa tag̣eeḍul ʹarḥaamu wa-maa tazdaad. Wa-kullu shayʹin ʻiñdahoo bimiq̣daar.

    Allah mengetahui apa yang dikandung oleh setiap perempuan, apa yang kurang sempurna dan apa yang bertambah dalam rahim. Dan segala sesuatu ada ukuran di sisi-Nya.

  70. 13:9

    عَـٰلِمُ ٱلْغَيْبِ وَٱلشَّهَـٰدَةِ ٱلْكَبِيرُ ٱلْمُتَعَالِ

    ʻAalimul G̣aybi wash-Shahaadatil Kabeerul Mutaʻaal.

    (Allah) Yang mengetahui semua yang gaib dan yang nyata; Yang Mahabesar, Mahatinggi.

  71. 13:10

    سَوَآءٌ مِّنكُم مَّنْ أَسَرَّ ٱلْقَوْلَ وَمَن جَهَرَ بِهِۦ وَمَنْ هُوَ مُسْتَخْفٍۭ بِٱلَّيْلِ وَسَارِبٌۢ بِٱلنَّهَارِ

    Sawaaaʹum miñkum man ʹasarral q̣awla wa-mañ jahara bihee wa-man huwa mustakhfim billayli wa-saaribum binnahaar.

    Sama saja (bagi Allah), siapa di antaramu yang merahasiakan ucapannya dan siapa yang berterus terang dengannya; dan siapa yang bersembunyi pada malam hari dan yang berjalan pada siang hari.

  72. 13:11

    لَهُۥ مُعَقِّبَـٰتٌ مِّنۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِۦ يَحْفَظُونَهُۥ مِنْ أَمْرِ ٱللَّهِ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا۟ مَا بِأَنفُسِهِمْ ۗ وَإِذَآ أَرَادَ ٱللَّهُ بِقَوْمٍ سُوٓءًا فَلَا مَرَدَّ لَهُۥ ۚ وَمَا لَهُم مِّن دُونِهِۦ مِن وَالٍ

    Lahoo muʻaq̣q̣ibaatum mim bayni yadayhi wa-min khalfihee yaḥfaz̤̣oonahoo min ʹamril laah. ʹInnal laaha laa- yug̣ayyiru maa- biq̣awmin ḥattaa yug̣ayyiroo maa- biʹañfusihim. Wa-ʹiẓaaa ʹaraadal laahu biq̣awmiñ soooʹañ falaa- maradda lahoo wa-maa lahum miñ doonihee miñw waal.

    Baginya (manusia) ada malaikat-malaikat yang selalu menjaganya bergiliran, dari depan dan belakangnya. Mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.

  73. 13:12

    هُوَ ٱلَّذِى يُرِيكُمُ ٱلْبَرْقَ خَوْفًا وَطَمَعًا وَيُنشِئُ ٱلسَّحَابَ ٱلثِّقَالَ

    Huwal laẓee yureekumul barq̣a khawfañw waṭamaʻañw wayuñshiʹus saḥaabas̤ s̤iq̣aal!

    Dialah yang memperlihatkan kilat kepadamu yang menimbulkan ketakutan dan harapan, dan Dia menjadikan awan mendung.

  74. 13:13

    وَيُسَبِّحُ ٱلرَّعْدُ بِحَمْدِهِۦ وَٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ مِنْ خِيفَتِهِۦ وَيُرْسِلُ ٱلصَّوَٰعِقَ فَيُصِيبُ بِهَا مَن يَشَآءُ وَهُمْ يُجَـٰدِلُونَ فِى ٱللَّهِ وَهُوَ شَدِيدُ ٱلْمِحَالِ

    Wa-yusabbiḥur RAʻDU bi-Ḥamdihee walmalaaaʹikatu min kheefatih: wa-yursiluṣ ṣawaaʻiq̣a fayuṣeebu bihaa mañy yashaaaʹu wa-hum yujaadiloona fil laahi, wa-Huwa Shadeedul miḥaal!

    Dan guruh bertasbih memuji-Nya, (demikian pula) para malaikat karena takut kepada-Nya, dan Allah melepaskan halilintar, lalu menimpakannya kepada siapa yang Dia kehendaki, sementara mereka berbantah-bantahan tentang Allah, dan Dia Mahakeras siksaan-Nya.

  75. 13:14

    لَهُۥ دَعْوَةُ ٱلْحَقِّ ۖ وَٱلَّذِينَ يَدْعُونَ مِن دُونِهِۦ لَا يَسْتَجِيبُونَ لَهُم بِشَىْءٍ إِلَّا كَبَـٰسِطِ كَفَّيْهِ إِلَى ٱلْمَآءِ لِيَبْلُغَ فَاهُ وَمَا هُوَ بِبَـٰلِغِهِۦ ۚ وَمَا دُعَآءُ ٱلْكَـٰفِرِينَ إِلَّا فِى ضَلَـٰلٍ

    Lahoo daʻwatul Ḥaq̣q̣: wallaẓeena yadʻoona miñ doonihee laa- yastajeeboona lahum̃ bishayʹin ʹillaa kabaasiṭi kaffayhi ʹilal maaaʹi liyablug̣a faahu wa-maa huwa bibaalig̣ih: wa-maa duʻaaaʹul kaafireena ʹillaa fee ḍalaal.

    Hanya kepada Allah doa yang benar. Berhala-berhala yang mereka sembah selain Allah tidak dapat mengabulkan apa pun bagi mereka, tidak ubahnya seperti orang yang membukakan kedua telapak tangannya ke dalam air agar (air) sampai ke mulutnya. Padahal air itu tidak akan sampai ke mulutnya. Dan doa orang-orang kafir itu, hanyalah sia-sia belaka.

  76. 13:15

    وَلِلَّهِ يَسْجُدُ مَن فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ طَوْعًا وَكَرْهًا وَظِلَـٰلُهُم بِٱلْغُدُوِّ وَٱلْـَٔاصَالِ ۩

    Wa-lillaahi yasjudu mañ fis samaawaati wal-ʹarḍi ṭaw-ʻañw wakarhañw waz̤̣ilaaluhum̃ bilg̣uduwwi wal-ʹaaṣaal.

    Dan semua sujud kepada Allah, baik yang di langit maupun yang di bumi, baik dengan kemauan sendiri maupun terpaksa, dan (sujud pula) bayang-bayang mereka, pada waktu pagi dan petang hari.

  77. 13:16

    قُلْ مَن رَّبُّ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ قُلِ ٱللَّهُ ۚ قُلْ أَفَٱتَّخَذْتُم مِّن دُونِهِۦٓ أَوْلِيَآءَ لَا يَمْلِكُونَ لِأَنفُسِهِمْ نَفْعًا وَلَا ضَرًّا ۚ قُلْ هَلْ يَسْتَوِى ٱلْأَعْمَىٰ وَٱلْبَصِيرُ أَمْ هَلْ تَسْتَوِى ٱلظُّلُمَـٰتُ وَٱلنُّورُ ۗ أَمْ جَعَلُوا۟ لِلَّهِ شُرَكَآءَ خَلَقُوا۟ كَخَلْقِهِۦ فَتَشَـٰبَهَ ٱلْخَلْقُ عَلَيْهِمْ ۚ قُلِ ٱللَّهُ خَـٰلِقُ كُلِّ شَىْءٍ وَهُوَ ٱلْوَٰحِدُ ٱلْقَهَّـٰرُ

    Q̣ul mar Rabbus samaawaati wal-ʹarḍ? Q̣ulil laah. Q̣ul ʹafattakhaẓtum miñ dooniheee ʹawliyaaaʹa laa- yamlikoona liʹañfusihim nafʻañw walaa ḍarraa? Q̣ul hal yastawil ʹaʻmaa wal-baṣeer. ʹAm hal tastawiz̤̣ z̤̣ulumaatu wannoor? ʹAm jaʻaloo lillaahi shurakaaaʹa khalaq̣oo kakhalq̣ihee fatashaabahal khalq̣u ʻalayhim? Q̣ulil laahu Khaaliq̣u kulli shayʹiñw wa-Huwal Waaḥidul Q̣ahhaar.

    Katakanlah (Muhammad), "Siapakah Tuhan langit dan bumi?" katakanlah, "Allah." Katakanlah, "Pantaskah kamu mengambil pelindung-pelindung selain Allah, padahal mereka tidak kuasa mendatangkan manfaat maupun menolak mudarat bagi dirinya sendiri?" Katakanlah, "Samakah orang yang buta dengan yang dapat melihat? Atau samakah yang gelap dengan yang terang? Apakah mereka menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah yang dapat menciptakan seperti ciptaan-Nya sehingga kedua ciptaan itu serupa menurut pandangan mereka?" Katakanlah, "Allah adalah Pencipta segala sesuatu dan Dia Tuhan Yang Maha Esa, Mahaperkasa."

  78. 13:17

    أَنزَلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءً فَسَالَتْ أَوْدِيَةٌۢ بِقَدَرِهَا فَٱحْتَمَلَ ٱلسَّيْلُ زَبَدًا رَّابِيًا ۚ وَمِمَّا يُوقِدُونَ عَلَيْهِ فِى ٱلنَّارِ ٱبْتِغَآءَ حِلْيَةٍ أَوْ مَتَـٰعٍ زَبَدٌ مِّثْلُهُۥ ۚ كَذَٰلِكَ يَضْرِبُ ٱللَّهُ ٱلْحَقَّ وَٱلْبَـٰطِلَ ۚ فَأَمَّا ٱلزَّبَدُ فَيَذْهَبُ جُفَآءً ۖ وَأَمَّا مَا يَنفَعُ ٱلنَّاسَ فَيَمْكُثُ فِى ٱلْأَرْضِ ۚ كَذَٰلِكَ يَضْرِبُ ٱللَّهُ ٱلْأَمْثَالَ

    ʹAñzala minas samaaaʹi maaaʹañ fasaalat ʹawdiyatum biq̣adarihaa faḥtamalas saylu zabadar raabiyaa. Wa-mimmaa yooq̣idoona ʻalayhi fin naarib tig̣aaaʹa ḥilyatin ʹaw mataaʻiñ zabadum mis̤luh. Kaẓalika yaḍribul laahul Ḥaq̣q̣a wal-Baaṭil. Faʹammaz zabadu fayaẓhabu jufaaaʹaa. Waʹammaa maa- yañfaʻun naasa fayamkus̤u fil ʹarḍ. Kaẓaalika yaḍribul laahul ʹams̤aal.

    Allah telah menurunkan air (hujan) dari langit, maka mengalirlah ia (air) di lembah-lembah menurut ukurannya, maka arus itu membawa buih yang mengambang. Dan dari apa (logam) yang mereka lebur dalam api untuk membuat perhiasan atau alat-alat, ada (pula) buihnya seperti (buih arus) itu. Demikianlah Allah membuat perumpamaan (tentang) yang benar dan yang batil. Adapun buih, akan hilang sebagai sesuatu yang tidak ada gunanya; tetapi yang bermanfaat bagi manusia, akan tetap ada di bumi. Demikianlah Allah membuat perumpamaan.

  79. 13:18

    لِلَّذِينَ ٱسْتَجَابُوا۟ لِرَبِّهِمُ ٱلْحُسْنَىٰ ۚ وَٱلَّذِينَ لَمْ يَسْتَجِيبُوا۟ لَهُۥ لَوْ أَنَّ لَهُم مَّا فِى ٱلْأَرْضِ جَمِيعًا وَمِثْلَهُۥ مَعَهُۥ لَٱفْتَدَوْا۟ بِهِۦٓ ۚ أُو۟لَـٰٓئِكَ لَهُمْ سُوٓءُ ٱلْحِسَابِ وَمَأْوَىٰهُمْ جَهَنَّمُ ۖ وَبِئْسَ ٱلْمِهَادُ

    Lillaẓeenas tajaaboo li-Rabbihimul Ḥusnaa. Wallaẓeena lam yastajeeboo lahoo law ʹanna lahum maa fil ʹarḍi jameeʻañw wamis̤lahoo maʻahoo laftadaw bih. ʹUlaaaʹika lahum soooʹul ḥisaab: wa-maʹwaahum jahannam.― wabiʹsal mihaad!

    Bagi orang-orang yang memenuhi seruan Tuhan, mereka (disediakan) balasan yang baik. Dan orang-orang yang tidak memenuhi seruan-Nya, sekiranya mereka memiliki semua yang ada di bumi dan (ditambah) sebanyak itu lagi, niscaya mereka akan menebus dirinya dengan itu. Orang-orang itu mendapat hisab (perhitungan) yang buruk dan tempat kediaman mereka Jahanam, dan itulah seburuk-buruk tempat kediaman.

  80. 13:19

    ۞ أَفَمَن يَعْلَمُ أَنَّمَآ أُنزِلَ إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَ ٱلْحَقُّ كَمَنْ هُوَ أَعْمَىٰٓ ۚ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُو۟لُوا۟ ٱلْأَلْبَـٰبِ

    ʹAfamañy yaʻlamu ʹannamaaa ʹuñzila ʹilayka mir Rabbikal Ḥaq̣q̣u kaman huwa ʹaʻmaa? ʹInnamaa yataẓakkaru ʹulul ʹalbaab;―

    Maka apakah orang yang mengetahui bahwa apa yang diturunkan Tuhan kepadamu adalah kebenaran, sama dengan orang yang buta? Hanya orang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran,

  81. 13:20

    ٱلَّذِينَ يُوفُونَ بِعَهْدِ ٱللَّهِ وَلَا يَنقُضُونَ ٱلْمِيثَـٰقَ

    ʹAllaẓeena yoofoona biʻAhdil laahi wa-laa yañq̣uḍoonal Mees̤aaq̣;

    (yaitu) orang yang memenuhi janji Allah dan tidak melanggar perjanjian,

  82. 13:21

    وَٱلَّذِينَ يَصِلُونَ مَآ أَمَرَ ٱللَّهُ بِهِۦٓ أَن يُوصَلَ وَيَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ وَيَخَافُونَ سُوٓءَ ٱلْحِسَابِ

    Wallaẓeena yaṣiloona maaa ʹamaral laahu biheee ʹañy yooṣala wa-yakhshawna Rabbahum wa-yakhaafoona soooʹal ḥisaab;

    dan orang-orang yang menghubungkan apa yang diperintahkan Allah agar dihubungkan, dan mereka takut kepada Tuhannya dan takut kepada hisab yang buruk.

  83. 13:22

    وَٱلَّذِينَ صَبَرُوا۟ ٱبْتِغَآءَ وَجْهِ رَبِّهِمْ وَأَقَامُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَأَنفَقُوا۟ مِمَّا رَزَقْنَـٰهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً وَيَدْرَءُونَ بِٱلْحَسَنَةِ ٱلسَّيِّئَةَ أُو۟لَـٰٓئِكَ لَهُمْ عُقْبَى ٱلدَّارِ

    Wallaẓeena ṣabarub tig̣aaaʹa Wajhi Rabbihim wa-ʹaq̣aamuṣ Ṣalaata wa-ʹañfaq̣oo mimmaa razaq̣naahum sirrañw waʻalaaniyatañw wayadraʹoona bilḥasanatis sayyiʹata ʹulaaaʹika lahum ʻuq̣bad Daar,―

    Dan orang yang sabar karena mengharap keridaan Tuhannya, melaksanakan salat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta, menolak kejahatan dengan kebaikan; orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik),

  84. 13:23

    جَنَّـٰتُ عَدْنٍ يَدْخُلُونَهَا وَمَن صَلَحَ مِنْ ءَابَآئِهِمْ وَأَزْوَٰجِهِمْ وَذُرِّيَّـٰتِهِمْ ۖ وَٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ يَدْخُلُونَ عَلَيْهِم مِّن كُلِّ بَابٍ

    Jannaatu ʻAdniñy yadkhuloonahaa wa-mañ ṣalaḥa min ʹaabaaaʹihim wa-ʹazwaajihim waẓurriyyaatihim walmalaaaʹikatu yadkhuloona ʻalayhim miñ kulli baab.

    (yaitu) surga-surga 'Ādn, mereka masuk ke dalamnya bersama dengan orang yang saleh dari nenek moyangnya, pasangan-pasangannya dan anak cucunya, sedangkan para malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu;

  85. 13:24

    سَلَـٰمٌ عَلَيْكُم بِمَا صَبَرْتُمْ ۚ فَنِعْمَ عُقْبَى ٱلدَّارِ

    Salaamun ʻalaykum̃ bimaa ṣabartum faniʻma ʻuq̣bad Daar!

    (sambil mengucapkan), "Selamat sejahtera atasmu karena kesabaranmu." Maka alangkah nikmatnya tempat kesudahan itu.

  86. 13:25

    وَٱلَّذِينَ يَنقُضُونَ عَهْدَ ٱللَّهِ مِنۢ بَعْدِ مِيثَـٰقِهِۦ وَيَقْطَعُونَ مَآ أَمَرَ ٱللَّهُ بِهِۦٓ أَن يُوصَلَ وَيُفْسِدُونَ فِى ٱلْأَرْضِ ۙ أُو۟لَـٰٓئِكَ لَهُمُ ٱللَّعْنَةُ وَلَهُمْ سُوٓءُ ٱلدَّارِ

    Wallaẓeena yañq̣uḍoona ʻAhdal laahi mim baʻdi Mees̤aaq̣ihee wa-yaq̣ṭaʻoona maaa ʹamaral laahu biheee ʹañy yooṣala wa-yufsidoona fil ʹarḍi ʹulaaaʹika lahumul Laʻnatu wa-lahum soooʹud Daar!

    Dan orang-orang yang melanggar janji Allah setelah diikrarkannya, dan memutuskan apa yang Allah perintahkan agar disambung dan berbuat kerusakan di bumi; mereka itu memperoleh kutukan dan tempat kediaman yang buruk (Jahanam).

  87. 13:26

    ٱللَّهُ يَبْسُطُ ٱلرِّزْقَ لِمَن يَشَآءُ وَيَقْدِرُ ۚ وَفَرِحُوا۟ بِٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا وَمَا ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَا فِى ٱلْـَٔاخِرَةِ إِلَّا مَتَـٰعٌ

    ʹAllaahu yabsuṭur Rizq̣a limañy yashaaaʹu wa-yaq̣dir. Wa-fariḥoo bilḥayaatid dunyaa. Wa-mal ḥayaatud dunyaa fil ʹAakhirati ʹillaa mataaʻ.

    Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dan membatasi (bagi siapa yang Dia kehendaki). Mereka bergembira dengan kehidupan dunia, padahal kehidupan dunia hanyalah kesenangan (yang sedikit) dibanding kehidupan akhirat.

  88. 13:27

    وَيَقُولُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ لَوْلَآ أُنزِلَ عَلَيْهِ ءَايَةٌ مِّن رَّبِّهِۦ ۗ قُلْ إِنَّ ٱللَّهَ يُضِلُّ مَن يَشَآءُ وَيَهْدِىٓ إِلَيْهِ مَنْ أَنَابَ

    Wa-yaq̣oolul laẓeena kafaroo laaa-law ʹuñzila ʻalayhi ʹAayatum mir Rabbih? Q̣ul ʹinnal laaha yuḍillu mañy yashaaaʹu wa-yahdeee ʹilayhi man ʹanaab.

    Dan orang-orang kafir berkata, "Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) tanda (mukjizat) dari Tuhannya?" Katakanlah (Muhammad), "Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk orang yang bertobat kepada-Nya,"

  89. 13:28

    ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ ٱللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ ٱللَّهِ تَطْمَئِنُّ ٱلْقُلُوبُ

    ʹAllaẓeena ʹaamanoo wa-taṭmaʹinnu q̣uloobuhum̃ biẓikril laah. ʹAlaa biẓikril laahi taṭmaʹinnul q̣uloob.

    (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.

  90. 13:29

    ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ طُوبَىٰ لَهُمْ وَحُسْنُ مَـَٔابٍ

    ʹAllaẓeena ʹaamanoo wa-ʻamiluṣ Ṣaaliḥaati ṭoobaa lahum waḥusnu maʹaab.

    Orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka mendapat kebahagiaan dan tempat kembali yang baik.

  91. 13:30

    كَذَٰلِكَ أَرْسَلْنَـٰكَ فِىٓ أُمَّةٍ قَدْ خَلَتْ مِن قَبْلِهَآ أُمَمٌ لِّتَتْلُوَا۟ عَلَيْهِمُ ٱلَّذِىٓ أَوْحَيْنَآ إِلَيْكَ وَهُمْ يَكْفُرُونَ بِٱلرَّحْمَـٰنِ ۚ قُلْ هُوَ رَبِّى لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ مَتَابِ

    Kaẓaalika ʹarsalnaaka feee ʹUmmatiñ q̣ad khalat miñ q̣ablihaaa ʹUmamul litatluwa ʻalayhimul laẓeee ʹawḥaynaaa ʹilayka wa-hum yakfuroona bir-Raḥmaan! Q̣ul Huwa Rabbee Laaa ʹilaaha ʹillaa Hoo! ʻAlayhi tawakkaltu wa-ʹilayhi mataab!

    Demikianlah, Kami telah mengutus engkau (Muhammad) kepada suatu umat yang sungguh sebelumnya telah berlalu beberapa umat, agar engkau bacakan kepada mereka (Al-Qur`an) yang Kami wahyukan kepadamu, padahal mereka ingkar kepada Tuhan Yang Maha Pengasih. Katakanlah, "Dia Tuhanku, tidak ada tuhan selain Dia; hanya kepada-Nya aku bertawakal dan hanya kepada-Nya aku bertobat."

  92. 13:31

    وَلَوْ أَنَّ قُرْءَانًا سُيِّرَتْ بِهِ ٱلْجِبَالُ أَوْ قُطِّعَتْ بِهِ ٱلْأَرْضُ أَوْ كُلِّمَ بِهِ ٱلْمَوْتَىٰ ۗ بَل لِّلَّهِ ٱلْأَمْرُ جَمِيعًا ۗ أَفَلَمْ يَا۟يْـَٔسِ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَن لَّوْ يَشَآءُ ٱللَّهُ لَهَدَى ٱلنَّاسَ جَمِيعًا ۗ وَلَا يَزَالُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ تُصِيبُهُم بِمَا صَنَعُوا۟ قَارِعَةٌ أَوْ تَحُلُّ قَرِيبًا مِّن دَارِهِمْ حَتَّىٰ يَأْتِىَ وَعْدُ ٱللَّهِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُخْلِفُ ٱلْمِيعَادَ

    Wa-law ʹanna q̣urʹaanañ suyyirat bihil jibaalu ʹaw q̣uṭṭiʻat bihil ʹarḍu ʹaw kullima bihil mawtaa, bal lillaahil ʹAmru jameeʻaa! ʹAfalam yayʹasil laẓeena ʹaamanooo ʹal law yashaaa ʹullaahu lahadan naasa jameeʻaa? Wa-laa yazaalul laẓeena kafaroo tuṣeebuhum̃ bimaa ṣanaʻoo Q̣aariʻatun ʹaw taḥullu q̣areebam miñ daarihim ḥattaa yaʹtiya waʻdul laah. ʹInnal laaha laa- yukhliful meeʻaad.

    Dan sekiranya ada suatu bacaan (Kitab Suci) yang dengan itu gunung-gunung dapat digoncangkan, atau bumi jadi terbelah, atau orang yang sudah mati dapat berbicara, (itulah Al-Qur`an). Sebenarnya segala urusan itu milik Allah. Maka tidakkah orang-orang yang beriman mengetahui bahwa sekiranya Allah menghendaki (semua manusia beriman), tentu Allah memberi petunjuk kepada manusia semuanya. Dan orang-orang kafir senantiasa ditimpa bencana disebabkan perbuatan mereka sendiri atau bencana itu terjadi dekat tempat kediaman mereka, sampai datang janji Allah (penaklukan Mekkah). Sungguh, Allah tidak menyalahi janji.

  93. 13:32

    وَلَقَدِ ٱسْتُهْزِئَ بِرُسُلٍ مِّن قَبْلِكَ فَأَمْلَيْتُ لِلَّذِينَ كَفَرُوا۟ ثُمَّ أَخَذْتُهُمْ ۖ فَكَيْفَ كَانَ عِقَابِ

    Wa-laq̣adis tuhziʹa birusulim miñ q̣ablika faʹamlaytu lillaẓeena kafaroo s̤umma ʹakhaẓtuhum: fakayfa kaana ʻiq̣aab!

    Dan sesungguhnya beberapa rasul sebelum engkau (Muhammad) telah diperolok-olokan, maka Aku beri tenggang waktu kepada orang-orang kafir itu, kemudian Aku binasakan mereka. Maka alangkah hebatnya siksaan-Ku itu!

  94. 13:33

    أَفَمَنْ هُوَ قَآئِمٌ عَلَىٰ كُلِّ نَفْسٍۭ بِمَا كَسَبَتْ ۗ وَجَعَلُوا۟ لِلَّهِ شُرَكَآءَ قُلْ سَمُّوهُمْ ۚ أَمْ تُنَبِّـُٔونَهُۥ بِمَا لَا يَعْلَمُ فِى ٱلْأَرْضِ أَم بِظَـٰهِرٍ مِّنَ ٱلْقَوْلِ ۗ بَلْ زُيِّنَ لِلَّذِينَ كَفَرُوا۟ مَكْرُهُمْ وَصُدُّوا۟ عَنِ ٱلسَّبِيلِ ۗ وَمَن يُضْلِلِ ٱللَّهُ فَمَا لَهُۥ مِنْ هَادٍ

    ʹAfaman Huwa q̣aaaʹimun ʻalaa kulli nafsim bimaa Kasabat? Wa-jaʻaloo lil-laahi shurakaaaʹ. Q̣ul sammoohum! ʹAm tunabbiʹoonahoo bimaa laa- yaʻlamu fil ʹarḍi ʹam biz̤̣aahirim minal q̣awl? Bal zuyyina lillazeena kafaroo makruhum waṣuddoo ʻanis Sabeel. Wa-mañy yuḍlilil laahu famaa lahoo min haad.

    Maka apakah Tuhan yang menjaga setiap jiwa terhadap apa yang diperbuatnya (sama dengan yang lain)? Mereka menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah. Katakanlah, "Sebutkanlah sifat-sifat mereka itu!" Atau apakah kamu hendak memberitahukan kepada Allah apa yang tidak diketahui-Nya di bumi, atau (mengatakan tentang hal itu) sekedar perkataan pada lahirnya saja. Sebenarnya bagi orang kafir, tipu daya mereka itu dijadikan terasa indah, dan mereka dihalangi dari jalan (yang benar). Dan barang siapa disesatkan Allah, maka tidak ada seorang pun yang memberi petunjuk baginya.

  95. 13:34

    لَّهُمْ عَذَابٌ فِى ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ۖ وَلَعَذَابُ ٱلْـَٔاخِرَةِ أَشَقُّ ۖ وَمَا لَهُم مِّنَ ٱللَّهِ مِن وَاقٍ

    Lahum ʻaẓaabuñ fil ḥayaatid dunyaa wa-laʻaẓaabul ʹAakhirati ʹashaq̣q̣: wa-maa lahum minal laahi miñw waaq̣.

    Mereka mendapat siksaan dalam kehidupan dunia, dan azab akhirat pasti lebih keras. Tidak ada seorang pun yang melindungi mereka dari (azab) Allah.

  96. 13:35

    ۞ مَّثَلُ ٱلْجَنَّةِ ٱلَّتِى وُعِدَ ٱلْمُتَّقُونَ ۖ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَـٰرُ ۖ أُكُلُهَا دَآئِمٌ وَظِلُّهَا ۚ تِلْكَ عُقْبَى ٱلَّذِينَ ٱتَّقَوا۟ ۖ وَّعُقْبَى ٱلْكَـٰفِرِينَ ٱلنَّارُ

    Mas̤alul jannatil latee wuʻidal Muttaq̣oon! tajree miñ taḥtihal ʹanhaar: ʹukuluhaa daaaʹimuñw waz̤̣illuhaa: tilka ʻUq̣bal laẓeenat taq̣aw: Wa-ʻUq̣bal kaafireenan Naar.

    Perumpamaan surga yang dijanjikan kepada orang yang bertakwa (ialah seperti taman), mengalir di bawahnya sungai-sungai; senantiasa berbuah dan teduh. Itulah tempat kesudahan bagi orang yang bertakwa; sedangkan tempat kesudahan bagi orang yang ingkar kepada Tuhan ialah neraka.

  97. 13:36

    وَٱلَّذِينَ ءَاتَيْنَـٰهُمُ ٱلْكِتَـٰبَ يَفْرَحُونَ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيْكَ ۖ وَمِنَ ٱلْأَحْزَابِ مَن يُنكِرُ بَعْضَهُۥ ۚ قُلْ إِنَّمَآ أُمِرْتُ أَنْ أَعْبُدَ ٱللَّهَ وَلَآ أُشْرِكَ بِهِۦٓ ۚ إِلَيْهِ أَدْعُوا۟ وَإِلَيْهِ مَـَٔابِ

    Wallaẓeena ʹaataynaahumul Kitaaba yafraḥoona bimaaa ʹuñzila ʹilayka wa-minal ʹaḥzaabi mañy yuñkiru baʻḍah. Q̣ul ʹinnamaaa ʹumirtu ʹan ʹaʻbudal laaha wa-laaa ʹushrika bih. ʹIlayhi ʹadʻoo wa-ʹilayhi maʹaaab.

    Dan orang yang telah Kami berikan kitab kepada mereka bergembira dengan apa (Kitab) yang diturunkan kepadamu (Muhammad), dan ada di antara golongan (Yahudi dan Nasrani), yang mengingkari sebagiannya. Katakanlah, "Aku hanya diperintah untuk menyembah Allah dan tidak mempersekutukan-Nya. Hanya kepada-Nya aku seru (manusia) dan hanya kepada-Nya aku kembali."

  98. 13:37

    وَكَذَٰلِكَ أَنزَلْنَـٰهُ حُكْمًا عَرَبِيًّا ۚ وَلَئِنِ ٱتَّبَعْتَ أَهْوَآءَهُم بَعْدَ مَا جَآءَكَ مِنَ ٱلْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ ٱللَّهِ مِن وَلِىٍّ وَلَا وَاقٍ

    Wa-kaẓaalika ʹañzalnaahu Ḥukman ʻArabiyyaa. Wa-laʹinit tabaʻta ʹahwaaaʹahum̃ baʻdamaa jaaaʹaka minal ʻilmi maa- laka minal laahi miñw waliyyiñw walaa waaq̣.

    Dan demikianlah Kami telah menurunkannya (Al-Qur`an) sebagai peraturan (yang benar) dalam bahasa Arab. Sekiranya engkau mengikuti keinginan mereka setelah datang pengetahuan kepadamu, maka tidak ada yang melindungi dan yang menolong engkau dari (siksaan) Allah.

  99. 13:38

    وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلًا مِّن قَبْلِكَ وَجَعَلْنَا لَهُمْ أَزْوَٰجًا وَذُرِّيَّةً ۚ وَمَا كَانَ لِرَسُولٍ أَن يَأْتِىَ بِـَٔايَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ ٱللَّهِ ۗ لِكُلِّ أَجَلٍ كِتَابٌ

    Wa-laq̣ad ʹarsalnaa rusulam miñ q̣ablika wa-jaʻalnaa lahum ʹazwaajañw waẓurriyyah: wa-maa kaana lirasoolin ʹañy yaʹtiya biʹAayatin ʹillaa biʹIẓnil laah. Likulli ʹajaliñ kitaab.

    Dan sungguh, Kami telah mengutus beberapa rasul sebelum engkau (Muhammad) dan Kami berikan kepada mereka istri-istri dan keturunan. Tidak ada hak bagi seorang rasul mendatangkan sesuatu bukti (mukjizat) melainkan dengan izin Allah. Untuk setiap masa ada Kitab (tertentu).

  100. 13:39

    يَمْحُوا۟ ٱللَّهُ مَا يَشَآءُ وَيُثْبِتُ ۖ وَعِندَهُۥٓ أُمُّ ٱلْكِتَـٰبِ

    Yamḥul laahu maa- yashaaaʹu wa-yus̤bitu ʻiñdahooo ʹummul Kitaab.

    Allah menghapus dan menetapkan apa yang Dia kehendaki. Dan di sisi-Nya terdapat Ummul-Kitāb (Lauḥ Maḥfūẓ).

  101. 13:40

    وَإِن مَّا نُرِيَنَّكَ بَعْضَ ٱلَّذِى نَعِدُهُمْ أَوْ نَتَوَفَّيَنَّكَ فَإِنَّمَا عَلَيْكَ ٱلْبَلَـٰغُ وَعَلَيْنَا ٱلْحِسَابُ

    Wa-ʹim maa nuriyannaka baʻḍal laẓee naʻiduhum ʹaw natawaffayannaka faʹinnamaa ʻalaykal balaag̣u wa-ʻalaynal ḥisaab.

    Dan sungguh jika Kami perlihatkan kepadamu (Muhammad) sebagian (siksaan) yang Kami ancamkan kepada mereka atau Kami wafatkan engkau, maka sesungguhnya tugasmu hanya menyampaikan saja, dan Kamilah yang memperhitungkan (amal mereka).

  102. 13:41

    أَوَلَمْ يَرَوْا۟ أَنَّا نَأْتِى ٱلْأَرْضَ نَنقُصُهَا مِنْ أَطْرَافِهَا ۚ وَٱللَّهُ يَحْكُمُ لَا مُعَقِّبَ لِحُكْمِهِۦ ۚ وَهُوَ سَرِيعُ ٱلْحِسَابِ

    ʹAwalam yaraw ʹannaa naʹtil ʹarḍa nañq̣uṣuhaa min ʹaṭraafihaa? Wallaahu yaḥkumu laa- muʻaq̣q̣iba li-Ḥukmih: wa-Huwa Sareeʻul ḥisaab.

    Dan apakah mereka tidak melihat bahwa Kami mendatangi daerah-daerah (orang yang ingkar kepada Allah), lalu Kami kurangi (daerah-daerah) itu (sedikit demi sedikit) dari tepi-tepinya? Dan Allah menetapkan hukum (menurut kehendak-Nya), tidak ada yang dapat menolak ketetapan-Nya; Dia Mahacepat perhitungan-Nya.

  103. 13:42

    وَقَدْ مَكَرَ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ فَلِلَّهِ ٱلْمَكْرُ جَمِيعًا ۖ يَعْلَمُ مَا تَكْسِبُ كُلُّ نَفْسٍ ۗ وَسَيَعْلَمُ ٱلْكُفَّـٰرُ لِمَنْ عُقْبَى ٱلدَّارِ

    Wa-q̣ad makaral laẓeena miñ q̣ablihim falillaahil makru jameeʻaa. Yaʻlamu maa- taksibu kullu nafs: wa-sayaʻlamul kuffaaru liman ʻUq̣bad Daar.

    Dan sungguh orang sebelum mereka (kafir Mekkah) telah mengadakan tipu daya, tetapi semua tipu daya itu dalam kekuasaan Allah. Dia mengetahui apa yang diusahakan oleh setiap orang, dan orang yang ingkar kepada Tuhan akan mengetahui untuk siapa tempat kesudahan (yang baik).

  104. 13:43

    وَيَقُولُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ لَسْتَ مُرْسَلًا ۚ قُلْ كَفَىٰ بِٱللَّهِ شَهِيدًۢا بَيْنِى وَبَيْنَكُمْ وَمَنْ عِندَهُۥ عِلْمُ ٱلْكِتَـٰبِ

    Wa-yaq̣oolul laẓeena kafaroo lasta mursalaa. Q̣ul kafaa billaahi shaheedam baynee wa-baynakum wa-man ʻiñdahoo ʻilmul Kitaab.

    Dan orang-orang kafir berkata, "Engkau (Muhammad) bukanlah seorang Rasul." Katakanlah, "Cukuplah Allah dan orang yang menguasai ilmu Al-Kitab menjadi saksi antara aku dan kamu."

  105. Surah IbrahimBegins here at 14:1

  106. 14:1

    الٓر ۚ كِتَـٰبٌ أَنزَلْنَـٰهُ إِلَيْكَ لِتُخْرِجَ ٱلنَّاسَ مِنَ ٱلظُّلُمَـٰتِ إِلَى ٱلنُّورِ بِإِذْنِ رَبِّهِمْ إِلَىٰ صِرَٰطِ ٱلْعَزِيزِ ٱلْحَمِيدِ

    ʹAlif-Laaam-Raa. Kitaabun ʹañzalnaahu ʹilayka litukhrijan naasa minaz̤̣ z̤̣ulumaati ʹilan Noori― biʹiẓni Rabbihim ʹilaa Ṣiraaṭil ʻAzeezil Ḥameed!―

    Alif Lām Rā`. (Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu (Muhammad) agar engkau mengeluarkan manusia dari kegelapan kepada cahaya terang-benderang dengan izin Tuhan, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Mahaperkasa, Maha Terpuji.

  107. 14:2

    ٱللَّهِ ٱلَّذِى لَهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۗ وَوَيْلٌ لِّلْكَـٰفِرِينَ مِنْ عَذَابٍ شَدِيدٍ

    ʹAllaahil laẓee lahoo maa- fis samaawaati wa-maa fil ʹarḍ! Wa-waylul lilkaafireena min ʻaẓaabiñ shadeed!

    Allah yang memiliki apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Celakalah bagi orang yang ingkar kepada Tuhan karena siksaan yang sangat berat,

  108. 14:3

    ٱلَّذِينَ يَسْتَحِبُّونَ ٱلْحَيَوٰةَ ٱلدُّنْيَا عَلَى ٱلْـَٔاخِرَةِ وَيَصُدُّونَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ وَيَبْغُونَهَا عِوَجًا ۚ أُو۟لَـٰٓئِكَ فِى ضَلَـٰلٍۭ بَعِيدٍ

    ʹAllaẓeena yastaḥibboonal ḥayaatad dunyaa ʻalal ʹAakhirati wa-yaṣuddoona ʻañ sabeelil laahi wa-yabg̣oonahaa ʻiwajaa: ʹUlaaaʹika fee ḍalaalim baʻeed.

    (yaitu) orang yang lebih menyukai kehidupan dunia daripada (kehidupan) akhirat, dan menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah dan menginginkan (jalan yang) bengkok. Mereka itu berada dalam kesesatan yang jauh.

  109. 14:4

    وَمَآ أَرْسَلْنَا مِن رَّسُولٍ إِلَّا بِلِسَانِ قَوْمِهِۦ لِيُبَيِّنَ لَهُمْ ۖ فَيُضِلُّ ٱللَّهُ مَن يَشَآءُ وَيَهْدِى مَن يَشَآءُ ۚ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ

    Wa-maaa ʹarsalnaa mir rasoolin ʹillaa bilisaani q̣awmihee liyubayyina Lahum. Fayuḍillul laahu mañy yashaaaʹu wa-yahdee mañy yashaaaʹ: wa-Huwal ʻAzeezul Ḥakeem.

    Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun, melainkan dengan bahasa kaumnya, agar dia dapat memberi penjelasan kepada mereka. Maka Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki, dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dia Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.

  110. 14:5

    وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا مُوسَىٰ بِـَٔايَـٰتِنَآ أَنْ أَخْرِجْ قَوْمَكَ مِنَ ٱلظُّلُمَـٰتِ إِلَى ٱلنُّورِ وَذَكِّرْهُم بِأَيَّىٰمِ ٱللَّهِ ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَـَٔايَـٰتٍ لِّكُلِّ صَبَّارٍ شَكُورٍ

    wa-laq̣ad ʹarsalnaa Moosaa biʹAayaatinaaa ʹan ʹakhrij q̣awmaka minaz̤̣ z̤̣ulumaati ʹilan Noori, waẓakkirhum̃ biʹAyyaamil laah. ʹInna fee ẓaalika laʹAayaatil likulli ṣabbaariñ shakoor.

    Dan sungguh, Kami telah mengutus Musa dengan membawa tanda-tanda (kekuasaan) Kami, (dan Kami perintahkan kepadanya), "Keluarkanlah kaummu dari kegelapan kepada cahaya terang-benderang dan ingatkanlah mereka kepada hari-hari Allah." Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi setiap orang penyabar dan banyak bersyukur.

  111. 14:6

    وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِقَوْمِهِ ٱذْكُرُوا۟ نِعْمَةَ ٱللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ أَنجَىٰكُم مِّنْ ءَالِ فِرْعَوْنَ يَسُومُونَكُمْ سُوٓءَ ٱلْعَذَابِ وَيُذَبِّحُونَ أَبْنَآءَكُمْ وَيَسْتَحْيُونَ نِسَآءَكُمْ ۚ وَفِى ذَٰلِكُم بَلَآءٌ مِّن رَّبِّكُمْ عَظِيمٌ

    Wa-ʹiẓ q̣aala Moosaa liq̣awmihiẓ kuroo niʻmatal laahi ʻalaykum ʹiẓ ʹañjaakum min ʹAali Firʻawna yasoomoonakum soooʹal ʻaẓaabi wa-yuẓabbiḥoona ʹabnaaaʹakum wa-yastaḥyoona nisaaʹakum: wa-fee ẓaalikum balaaaʹum mir Rabbikum ʻaz̤̣eem.

    Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya, "Ingatlah nikmat Allah atasmu ketika Dia menyelamatkan kamu dari pengikut-pengikut Fir'aun; mereka menyiksa kamu dengan siksa yang pedih, dan menyembelih anak-anakmu yang laki-laki, dan membiarkan hidup anak-anak perempuanmu; pada yang demikian itu terdapat suatu cobaan yang besar dari Tuhanmu."

  112. 14:7

    وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌ

    Wa-ʹiẓ taʹaẓẓana Rabbukum laʹiñ shakartum laʹazeedannakum wa-laʹiñ kafartum ʹinna ʻaẓaabee lashadeed.

    Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat."

  113. 14:8

    وَقَالَ مُوسَىٰٓ إِن تَكْفُرُوٓا۟ أَنتُمْ وَمَن فِى ٱلْأَرْضِ جَمِيعًا فَإِنَّ ٱللَّهَ لَغَنِىٌّ حَمِيدٌ

    Wa-q̣aala Moosaaa ʹiñ takfurooo ʹañtum wa-mañ fil ʹarḍi jameeʻañ faʹinnal laaha la-G̣aniyyun Ḥameed.

    Dan Musa berkata, "Jika kamu dan orang yang ada di bumi semuanya mengingkari (nikmat Allah), maka sesungguhnya Allah Mahakaya, Maha Terpuji.

  114. 14:9

    أَلَمْ يَأْتِكُمْ نَبَؤُا۟ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ قَوْمِ نُوحٍ وَعَادٍ وَثَمُودَ ۛ وَٱلَّذِينَ مِنۢ بَعْدِهِمْ ۛ لَا يَعْلَمُهُمْ إِلَّا ٱللَّهُ ۚ جَآءَتْهُمْ رُسُلُهُم بِٱلْبَيِّنَـٰتِ فَرَدُّوٓا۟ أَيْدِيَهُمْ فِىٓ أَفْوَٰهِهِمْ وَقَالُوٓا۟ إِنَّا كَفَرْنَا بِمَآ أُرْسِلْتُم بِهِۦ وَإِنَّا لَفِى شَكٍّ مِّمَّا تَدْعُونَنَآ إِلَيْهِ مُرِيبٍ

    ʹAlam yaʹtikum nabaʹul laẓeena miñ q̣ablikum Q̣awmi Nooḥiñw waʻAadiñw wa-S̤amooda wallaẓeena mim baʻdihim? Laa- yaʻlamuhum ʹillallaah. Jaaaʹat hum rusuluhum bilbayyinaati faraddooo ʹaydiyahum feee ʹafwaahihim wa-q̣aalooo ʹinnaa kafarnaa bimaaa ʹursiltum̃ bihee wa-ʹinnaa lafee shakkim mimmaa tadʻoonanaaa ʹilayhi mureeb.

    Apakah belum sampai kepadamu berita orang-orang sebelum kamu (yaitu) kaum Nuh, 'Ād, Samud dan orang-orang setelah mereka. Tidak ada yang mengetahui mereka selain Allah. Rasul-rasul telah datang kepada mereka membawa bukti-bukti (yang nyata), namun mereka menutupkan tangannya ke mulutnya (karena kebencian), dan berkata, "Sesungguhnya kami tidak percaya akan (bukti bahwa) kamu diutus (kepada kami), dan kami benar-benar dalam keraguan yang menggelisahkan terhadap apa yang kamu serukan kepada kami."

  115. 14:10

    ۞ قَالَتْ رُسُلُهُمْ أَفِى ٱللَّهِ شَكٌّ فَاطِرِ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۖ يَدْعُوكُمْ لِيَغْفِرَ لَكُم مِّن ذُنُوبِكُمْ وَيُؤَخِّرَكُمْ إِلَىٰٓ أَجَلٍ مُّسَمًّى ۚ قَالُوٓا۟ إِنْ أَنتُمْ إِلَّا بَشَرٌ مِّثْلُنَا تُرِيدُونَ أَن تَصُدُّونَا عَمَّا كَانَ يَعْبُدُ ءَابَآؤُنَا فَأْتُونَا بِسُلْطَـٰنٍ مُّبِينٍ

    Q̣aalat rusuluhum ʹafil laahi shakkuñ Faaṭiris samaawaati wal-ʹarḍ? Yadʻookum liyag̣fira lakum miñ ẓunoobikum wa-yuʹakhkhirakum ʹilaaa ʹajalim musammaa! Q̣aalooo ʹin ʹañtum ʹillaa basharum mis̤lunaa! Tureedoona ʹañ taṣuddoonaa ʻammaa kaana yaʻbudu ʹaabaaaʹunaa faʹtoonaa bisulṭaanim mubeen.

    Rasul-rasul mereka berkata, "Apakah ada keraguan terhadap Allah, Pencipta langit dan bumi? Dia menyeru kamu (untuk beriman) agar Dia mengampuni sebagian dosa-dosamu dan menangguhkan (siksaan)mu sampai waktu yang ditentukan?" Mereka berkata, "Kamu hanyalah manusia seperti kami juga. Kamu ingin menghalangi kami (menyembah) apa yang dari dahulu disembah nenek moyang kami, karena itu datangkanlah kepada kami bukti yang nyata."

  116. 14:11

    قَالَتْ لَهُمْ رُسُلُهُمْ إِن نَّحْنُ إِلَّا بَشَرٌ مِّثْلُكُمْ وَلَـٰكِنَّ ٱللَّهَ يَمُنُّ عَلَىٰ مَن يَشَآءُ مِنْ عِبَادِهِۦ ۖ وَمَا كَانَ لَنَآ أَن نَّأْتِيَكُم بِسُلْطَـٰنٍ إِلَّا بِإِذْنِ ٱللَّهِ ۚ وَعَلَى ٱللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ ٱلْمُؤْمِنُونَ

    Q̣aalat lahum rusuluhum ʹin naḥnu ʹillaa basharum mis̤lukum wa-laakinnal laaha yamunnu ʻalaa mañy yashaaaʹu min ʻibaadih. Wa-maa kaana lanaaa ʹan naʹtiyakum̃ bisulṭaanin ʹillaa biʹiẓnil laah. Wa-ʻalal laahi falyatawakkalil Muʹminoon.

    Rasul-rasul mereka berkata kepada mereka, "Kami hanyalah manusia seperti kamu, tetapi Allah memberi karunia kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. Tidak pantas bagi kami mendatangkan suatu bukti kepada kamu melainkan dengan izin Allah. Dan hanya kepada Allah saja hendaknya orang yang beriman itu bertawakal.

  117. 14:12

    وَمَا لَنَآ أَلَّا نَتَوَكَّلَ عَلَى ٱللَّهِ وَقَدْ هَدَىٰنَا سُبُلَنَا ۚ وَلَنَصْبِرَنَّ عَلَىٰ مَآ ءَاذَيْتُمُونَا ۚ وَعَلَى ٱللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ ٱلْمُتَوَكِّلُونَ

    Wa-maa lanaaa ʹallaa natawakkala ʻalal laahi wa-q̣ad hadaanaa Subulanaa. Wa-lanaṣbiranna ʻalaa maaa ʹaaẓaytumoonaa. Wa-ʻalal laahi falyatawakkalil Mutawakkiloon.

    Dan mengapa kami tidak akan bertawakal kepada Allah, sedangkan Dia telah menunjukkan jalan kepada kami, dan sungguh kami akan tetap bersabar terhadap gangguan yang kamu lakukan kepada kami. Dan hanya kepada Allah saja orang yang bertawakal itu berserah diri."

  118. 14:13

    وَقَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ لِرُسُلِهِمْ لَنُخْرِجَنَّكُم مِّنْ أَرْضِنَآ أَوْ لَتَعُودُنَّ فِى مِلَّتِنَا ۖ فَأَوْحَىٰٓ إِلَيْهِمْ رَبُّهُمْ لَنُهْلِكَنَّ ٱلظَّـٰلِمِينَ

    Wa-q̣aalal laẓeena kafaroo lirusulihim lanukhrijannakum min ʹarḍinaaa ʹaw lataʻoodunna fee millatinaa. Faʹawḥaaa ʹilayhim Rabbuhum lanuhlikannaz̤̣ z̤̣aalimeen!

    Dan orang-orang kafir berkata kepada rasul-rasul mereka, "Kami pasti akan mengusir kamu dari negeri kami atau kamu benar-benar kembali kepada agama kami." Maka Tuhan mewahyukan kepada mereka, "Kami pasti akan membinasakan orang yang zalim itu.

  119. 14:14

    وَلَنُسْكِنَنَّكُمُ ٱلْأَرْضَ مِنۢ بَعْدِهِمْ ۚ ذَٰلِكَ لِمَنْ خَافَ مَقَامِى وَخَافَ وَعِيدِ

    Wa-lanuskinan-nakumul ʹarḍa mim baʻdihim. Ẓaalika liman khaafa Maq̣aamee wa-khaafa waʻeed.

    Dan Kami pasti akan menempatkan kamu di negeri-negeri itu setelah mereka. Yang demikian itu (adalah untuk) orang-orang yang takut (menghadap) ke hadirat-Ku dan takut akan ancaman-Ku."

  120. 14:15

    وَٱسْتَفْتَحُوا۟ وَخَابَ كُلُّ جَبَّارٍ عَنِيدٍ

    wastaftaḥoo wa-khaaba kullu jabbaarin ʻaneed;

    Dan mereka memohon diberi kemenangan, dan binasalah semua orang yang berlaku sewenang-wenang lagi keras kepala,

  121. 14:16

    مِّن وَرَآئِهِۦ جَهَنَّمُ وَيُسْقَىٰ مِن مَّآءٍ صَدِيدٍ

    Miñw waraaaʹihee Jahannamu wa-yusq̣aa mim maaaʹiñ ṣadeed.

    dihadapannya ada neraka Jahanam dan dia akan diberi minuman dengan air nanah,

  122. 14:17

    يَتَجَرَّعُهُۥ وَلَا يَكَادُ يُسِيغُهُۥ وَيَأْتِيهِ ٱلْمَوْتُ مِن كُلِّ مَكَانٍ وَمَا هُوَ بِمَيِّتٍ ۖ وَمِن وَرَآئِهِۦ عَذَابٌ غَلِيظٌ

    Yatajarraʻuhoo wa-laa yakaadu yuseeg̣uhoo wayaʹteehil mawtu miñ kulli makaaniñw wamaa huwa bimayyit: wa-miñw waraaaʹihee ʻaẓaabun g̣aleez̤̣.

    direguknya (air nanah itu) dan dia hampir tidak bisa menelannya, dan datanglah (bahaya) maut kepadanya dari segenap penjuru, tetapi dia tidak juga mati; dan dihadapannya (masih ada) azab yang berat.

  123. 14:18

    مَّثَلُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ بِرَبِّهِمْ ۖ أَعْمَـٰلُهُمْ كَرَمَادٍ ٱشْتَدَّتْ بِهِ ٱلرِّيحُ فِى يَوْمٍ عَاصِفٍ ۖ لَّا يَقْدِرُونَ مِمَّا كَسَبُوا۟ عَلَىٰ شَىْءٍ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ ٱلضَّلَـٰلُ ٱلْبَعِيدُ

    Mas̤alul laẓeena kafaroo bi-Rabbihim ʹaʻmaaluhum karamaadinish taddat bihir reeḥu fee yawmin ʻaaṣif: laa- yaq̣diroona mimmaa kasaboo ʻalaa shayʹ: ẓaalika huwaḍ ḍalaalul baʻeed.

    Perumpamaan orang yang ingkar kepada Tuhannya, perbuatan mereka seperti abu yang ditiup oleh angin keras pada suatu hari yang berangin kencang. Mereka tidak kuasa (mendatangkan manfaat) sama sekali dari apa yang telah mereka usahakan (di dunia). Yang demikian itu adalah kesesatan yang jauh.

  124. 14:19

    أَلَمْ تَرَ أَنَّ ٱللَّهَ خَلَقَ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ بِٱلْحَقِّ ۚ إِن يَشَأْ يُذْهِبْكُمْ وَيَأْتِ بِخَلْقٍ جَدِيدٍ

    ʹAlam tara ʹannal laaha khalaq̣as samaawaati wal-ʹarḍa bil-Ḥaq̣q̣? ʹIñy yashaʹ yuẓhibkum wa-yaʹti bikhalq̣iñ jadeed.

    Tidakkah kamu memperhatikan, bahwa sesungguhnya Allah telah menciptakan langit dan bumi dengan hak (benar)? Jika Dia menghendaki, niscaya Dia membinasakan kamu dan mendatangkan makhluk yang baru (untuk menggantikan kamu),

  125. 14:20

    وَمَا ذَٰلِكَ عَلَى ٱللَّهِ بِعَزِيزٍ

    Wa-maa ẓaalika ʻalal laahi biʻazeez.

    dan yang demikian itu tidak sukar bagi Allah.

  126. 14:21

    وَبَرَزُوا۟ لِلَّهِ جَمِيعًا فَقَالَ ٱلضُّعَفَـٰٓؤُا۟ لِلَّذِينَ ٱسْتَكْبَرُوٓا۟ إِنَّا كُنَّا لَكُمْ تَبَعًا فَهَلْ أَنتُم مُّغْنُونَ عَنَّا مِنْ عَذَابِ ٱللَّهِ مِن شَىْءٍ ۚ قَالُوا۟ لَوْ هَدَىٰنَا ٱللَّهُ لَهَدَيْنَـٰكُمْ ۖ سَوَآءٌ عَلَيْنَآ أَجَزِعْنَآ أَمْ صَبَرْنَا مَا لَنَا مِن مَّحِيصٍ

    Wa-barazoo lillaahi jameeʻañ faq̣aalaḍ ḍuʻafaaaʹu lil-laẓeenas takbarooo ʹinnaa kunnaa lakum tabaʻañ fahal ʹañtum mug̣noona ʻannaa min ʻAẓaabil laahi miñ shayʹ? Q̣aaloo law hadaanal laahu lahadaynaakum! Sawaaaʹun ʻalaynaaa ʹajaziʻnaaa ʹam ṣabarnaa maa- lanaa mim maḥeeṣ.

    Dan mereka semua (di padang Mahsyar) berkumpul untuk menghadap ke hadirat Allah, lalu orang yang lemah berkata kepada orang yang sombong, "Sesungguhnya kami dahulu adalah pengikut-pengikutmu, maka dapatkah kamu menghindarkan kami dari azab Allah (walaupun) sedikit saja?" Mereka menjawab, "Sekiranya Allah memberi petunjuk kepada kami, niscaya kami dapat memberi petunjuk kepadamu. Sama saja bagi kita, apakah kita mengeluh atau bersabar. Kita tidak mempunyai tempat untuk melarikan diri."

  127. 14:22

    وَقَالَ ٱلشَّيْطَـٰنُ لَمَّا قُضِىَ ٱلْأَمْرُ إِنَّ ٱللَّهَ وَعَدَكُمْ وَعْدَ ٱلْحَقِّ وَوَعَدتُّكُمْ فَأَخْلَفْتُكُمْ ۖ وَمَا كَانَ لِىَ عَلَيْكُم مِّن سُلْطَـٰنٍ إِلَّآ أَن دَعَوْتُكُمْ فَٱسْتَجَبْتُمْ لِى ۖ فَلَا تَلُومُونِى وَلُومُوٓا۟ أَنفُسَكُم ۖ مَّآ أَنَا۠ بِمُصْرِخِكُمْ وَمَآ أَنتُم بِمُصْرِخِىَّ ۖ إِنِّى كَفَرْتُ بِمَآ أَشْرَكْتُمُونِ مِن قَبْلُ ۗ إِنَّ ٱلظَّـٰلِمِينَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

    Wa-q̣aalash shayṭaanu lammaa q̣uḍiyal ʹamru ʹinnal laaha waʻadakum waʻdal Ḥaq̣q̣i wa-waʻattukum faʹakhlaftukum. Wa-maa kaana liya ʻalaykum miñ sulṭaanin ʹillaaa ʹañ daʻawtukum fastajabtum lee: falaa taloomoonee wa-loomooo ʹañfusakum. Maaa ʹana bimuṣrikhikum wa-maaa ʹañtum bimuṣrikhiyy. ʹInnee kafartu bimaaa ʹashraktumooni miñ q̣abl. ʹInnaz̤̣ z̤̣aalimeena lahum ʻaẓaabun ʹaleem.

    Dan setan berkata ketika perkara (hisab) telah diselesaikan, "Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan aku pun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu, lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencercaku, tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku tidak dapat menolongmu, dan kamu pun tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukanku (dengan Allah) sejak dahulu." Sungguh, orang yang zalim akan mendapat siksaan yang pedih.

  128. 14:23

    وَأُدْخِلَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ جَنَّـٰتٍ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَـٰرُ خَـٰلِدِينَ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ ۖ تَحِيَّتُهُمْ فِيهَا سَلَـٰمٌ

    Wa-ʹudkhilal laẓeena ʹaamanoo wa-ʻamiluṣ ṣaaliḥaati Jannaatiñ tajree miñ taḥtihal ʹanhaaru khaalideena feehaa biʹiẓni Rabbihim. Taḥiyyatuhum feehaa salaam!

    Dan orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan dimasukkan ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya dengan seizin Tuhan mereka. Ucapan penghormatan mereka dalam (surga) itu ialah salām.

  129. 14:24

    أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ ٱللَّهُ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِى ٱلسَّمَآءِ

    ʹAlam tara kayfa ḍarabal laahu mas̤alañ Kalimatañ Ṭayyibatañ kashajaratiñ ṭayyibatin ʹaṣluhaa s̤aabituñw wafarʻuhaa fis samaaaʹ,―

    Tidakkah kamu memperhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya kuat dan cabangnya (menjulang) ke langit,

  130. 14:25

    تُؤْتِىٓ أُكُلَهَا كُلَّ حِينٍۭ بِإِذْنِ رَبِّهَا ۗ وَيَضْرِبُ ٱللَّهُ ٱلْأَمْثَالَ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ

    Tuʹteee ʹukulahaa kulla ḥeenim biʹiẓni Rabbihaa. Wa-yaḍribul laahul ʹams̤aala linnaasi laʻallahum yataẓakkaroon.

    (pohon) itu menghasilkan buahnya pada setiap waktu dengan seizin Tuhannya. Dan Allah membuat perumpamaan itu untuk manusia agar mereka selalu ingat.

  131. 14:26

    وَمَثَلُ كَلِمَةٍ خَبِيثَةٍ كَشَجَرَةٍ خَبِيثَةٍ ٱجْتُثَّتْ مِن فَوْقِ ٱلْأَرْضِ مَا لَهَا مِن قَرَارٍ

    Wa-mas̤alu kalimatin khabees̤atiñ kashajaratin khabees̤atinij tus̤s̤at miñ fawq̣il ʹarḍi maa- lahaa miñ q̣araar.

    Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikit pun.

  132. 14:27

    يُثَبِّتُ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ بِٱلْقَوْلِ ٱلثَّابِتِ فِى ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا وَفِى ٱلْـَٔاخِرَةِ ۖ وَيُضِلُّ ٱللَّهُ ٱلظَّـٰلِمِينَ ۚ وَيَفْعَلُ ٱللَّهُ مَا يَشَآءُ

    Yus̤abbitul laahul laẓeena ʹaamanoo bil-Q̣awlis̤ S̤aabiti fil ḥayaatid dunyaa wa-fil ʹAakhirah; wa-yuḍillul laahuz̤̣ z̤̣aalimeena wayafʻalul laahu maa- yashaaaʹ.

    Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh (dalam kehidupan) di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan Allah berbuat apa yang Dia kehendaki.

  133. 14:28

    ۞ أَلَمْ تَرَ إِلَى ٱلَّذِينَ بَدَّلُوا۟ نِعْمَتَ ٱللَّهِ كُفْرًا وَأَحَلُّوا۟ قَوْمَهُمْ دَارَ ٱلْبَوَارِ

    ʹAlam tara ʹilal laẓeena baddaloo niʻmatal laahi kufrañw waʹaḥalloo q̣awmahum Daaral Bawaar.―

    Tidakkah kamu memperhatikan orang-orang yang telah menukar nikmat Allah dengan ingkar kepada Allah dan menjatuhkan kaumnya ke lembah kebinasaan,

  134. 14:29

    جَهَنَّمَ يَصْلَوْنَهَا ۖ وَبِئْسَ ٱلْقَرَارُ

    Jahannama yaṣlawnahaa, wa-biʹsal q̣araar!

    yaitu neraka Jahanam; mereka masuk ke dalamnya; dan itulah seburuk-buruk tempat kediaman.

  135. 14:30

    وَجَعَلُوا۟ لِلَّهِ أَندَادًا لِّيُضِلُّوا۟ عَن سَبِيلِهِۦ ۗ قُلْ تَمَتَّعُوا۟ فَإِنَّ مَصِيرَكُمْ إِلَى ٱلنَّارِ

    Wa-jaʻaloo lillaahi ʹañdaadal liyuḍilloo ʻañ Sabeelih! Q̣ul tamattaʻoo faʹinna maṣeerakum ʹilan Naar!

    Dan mereka (orang kafir) itu telah menjadikan tandingan bagi Allah untuk menyesatkan (manusia) dari jalan-Nya. Katakanlah (Muhammad), "Bersenang-senanglah kamu, karena sesungguhnya tempat kembalimu ke neraka."

  136. 14:31

    قُل لِّعِبَادِىَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ يُقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُنفِقُوا۟ مِمَّا رَزَقْنَـٰهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً مِّن قَبْلِ أَن يَأْتِىَ يَوْمٌ لَّا بَيْعٌ فِيهِ وَلَا خِلَـٰلٌ

    Q̣ul liʻibaadiyal laẓeena ʹaamanoo yuq̣eemuṣ ṣalaata wa-yuñfiq̣oo mimmaa razaq̣naahum sirrañw waʻalaaniyatam miñ q̣abli ʹañy yaʹtiya Yawmul laa bayʻuñ feehi wa-laa khilaal.

    Katakanlah (Muhammad) kepada hamba-hamba-Ku yang telah beriman, "Hendaklah mereka melaksanakan salat, menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan secara sembunyi atau terang-terangan sebelum datang hari, ketika tidak ada lagi jual beli dan persahabatan."

  137. 14:32

    ٱللَّهُ ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ وَأَنزَلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءً فَأَخْرَجَ بِهِۦ مِنَ ٱلثَّمَرَٰتِ رِزْقًا لَّكُمْ ۖ وَسَخَّرَ لَكُمُ ٱلْفُلْكَ لِتَجْرِىَ فِى ٱلْبَحْرِ بِأَمْرِهِۦ ۖ وَسَخَّرَ لَكُمُ ٱلْأَنْهَـٰرَ

    ʹAllaahul laẓee khalaq̣as samaawaati wal-ʹarḍa wa-ʹañzala minas samaaʹi maaaʹañ faʹakhraja bihee minas̤ s̤amaraati rizq̣al lakum: wa-sakhkhara lakumul fulka litajriya fil baḥri biʹAmrih: wa-sakhkhara lakumul ʹanhaar.

    Allah lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air (hujan) dari langit, kemudian dengan (air hujan) itu Dia mengeluarkan berbagai buah-buahan sebagai rezeki untukmu; dan Dia telah menundukkan kapal bagimu agar berlayar di lautan dengan kehendak-Nya, dan Dia telah menundukkan sungai-sungai bagimu.

  138. 14:33

    وَسَخَّرَ لَكُمُ ٱلشَّمْسَ وَٱلْقَمَرَ دَآئِبَيْنِ ۖ وَسَخَّرَ لَكُمُ ٱلَّيْلَ وَٱلنَّهَارَ

    Wa-sakhkhara lakumush shamsa walq̣amara daaaʹibayni; wa-sakhkhara lakumul layla wan-Nahaar.

    Dan Dia telah menundukkan matahari dan bulan bagimu yang terus menerus beredar (dalam orbitnya); dan telah menundukkan malam dan siang bagimu.

  139. 14:34

    وَءَاتَىٰكُم مِّن كُلِّ مَا سَأَلْتُمُوهُ ۚ وَإِن تَعُدُّوا۟ نِعْمَتَ ٱللَّهِ لَا تُحْصُوهَآ ۗ إِنَّ ٱلْإِنسَـٰنَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ

    Waʹaataakum miñ kulli maa- saʹaltumooh. Wa-ʹiñ taʻuddoo niʻmatal laahi laa- tuḥṣoohaa. ʹInnal ʹiñsaana laz̤̣aloomuñ kaffaar.

    Dan Dia telah memberikan kepadamu segala apa yang kamu mohonkan kepada-Nya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak dapat menghitungnya. Sungguh, manusia itu sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).

  140. 14:35

    وَإِذْ قَالَ إِبْرَٰهِيمُ رَبِّ ٱجْعَلْ هَـٰذَا ٱلْبَلَدَ ءَامِنًا وَٱجْنُبْنِى وَبَنِىَّ أَن نَّعْبُدَ ٱلْأَصْنَامَ

    Wa-ʹiẓ q̣aala ʹIbraaheemu Rabbij ʻal haaẓal Balada ʹaaminañw wajnubnee wa-baniyya ʹan naʻbudal ʹaṣnaam.

    Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa, "Ya Tuhan, jadikanlah negeri ini (Mekkah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku agar tidak menyembah berhala.

  141. 14:36

    رَبِّ إِنَّهُنَّ أَضْلَلْنَ كَثِيرًا مِّنَ ٱلنَّاسِ ۖ فَمَن تَبِعَنِى فَإِنَّهُۥ مِنِّى ۖ وَمَنْ عَصَانِى فَإِنَّكَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

    Rabbi ʹinnahunna ʹaḍlalna kas̤eeram minan naas; famañ tabiʻanee faʹinnahoo minnee, wa-man ʻaṣaanee faʹinnaka G̣afoorur Raḥeem.

    Ya Tuhan, berhala-berhala itu telah menyesatkan banyak manusia. Barangsiapa mengikutiku, maka orang itu termasuk golonganku, dan barangsiapa mendurhakaiku, maka Engkau Maha Pengampun, Maha Penyayang.

  142. 14:37

    رَّبَّنَآ إِنِّىٓ أَسْكَنتُ مِن ذُرِّيَّتِى بِوَادٍ غَيْرِ ذِى زَرْعٍ عِندَ بَيْتِكَ ٱلْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ فَٱجْعَلْ أَفْـِٔدَةً مِّنَ ٱلنَّاسِ تَهْوِىٓ إِلَيْهِمْ وَٱرْزُقْهُم مِّنَ ٱلثَّمَرَٰتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ

    Rabbanaaa ʹinneee ʹaskañtu miñ ẓurriyyatee biwaadin g̣ayri ẓee zarʻin ʻiñda Baytikal Muḥarrami Rabbanaa liyuq̣eemus Ṣalaata fajʻal ʹafʹidatam minan naasi tahweee ʹilayhim warzuq̣hum minas̤ s̤amaraati laʻallahum yashkuroon.

    Ya Tuhan, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati. Ya Tuhan (yang demikian itu) agar mereka melaksanakan salat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan berilah mereka rezeki dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.

  143. 14:38

    رَبَّنَآ إِنَّكَ تَعْلَمُ مَا نُخْفِى وَمَا نُعْلِنُ ۗ وَمَا يَخْفَىٰ عَلَى ٱللَّهِ مِن شَىْءٍ فِى ٱلْأَرْضِ وَلَا فِى ٱلسَّمَآءِ

    Rabbanaaa ʹinnaka taʻlamu maa- nukhfee wa-maa nuʻlin: wa-maa yakhfaa ʻalal laahi miñ shayʹiñ fil ʹarḍi wa-laa fis samaaaʹ.

    Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau mengetahui apa yang kami sembunyikan dan apa yang kami tampakkan; dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi bagi Allah, baik yang ada di bumi maupun yang ada di langit.

  144. 14:39

    ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ ٱلَّذِى وَهَبَ لِى عَلَى ٱلْكِبَرِ إِسْمَـٰعِيلَ وَإِسْحَـٰقَ ۚ إِنَّ رَبِّى لَسَمِيعُ ٱلدُّعَآءِ

    ʹAl-Ḥamdu lillaahil laẓee wahaba lee ʻalal kibari ʹIsmaaʻeela wa-ʹIsḥaaq̣: ʹInna Rabbee la-Sameeʻud duʻaaaʹ!

    Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepadaku di hari tua(ku) Ismail dan Ishak. Sungguh, Tuhanku, benar-benar Maha Mendengar (memperkenankan) doa.

  145. 14:40

    رَبِّ ٱجْعَلْنِى مُقِيمَ ٱلصَّلَوٰةِ وَمِن ذُرِّيَّتِى ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَآءِ

    Rabbij ʻalnee muq̣eemaṣ Ṣalaati wa-miñ ẓurriyyatee, Rabbanaa wa-taq̣abbal Duʻaaaʹ.

    Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang yang tetap melaksanakan salat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.

  146. 14:41

    رَبَّنَا ٱغْفِرْ لِى وَلِوَٰلِدَىَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ ٱلْحِسَابُ

    Rabbanag̣ fir lee wa-liwaalidayya wa-lil-Muʹmineena Yawma yaq̣oomul Ḥisaab!

    Ya Tuhan kami, ampunilah aku dan kedua ibu bapakku dan semua orang yang beriman pada hari diadakan perhitungan (hari Kiamat)."

  147. 14:42

    وَلَا تَحْسَبَنَّ ٱللَّهَ غَـٰفِلًا عَمَّا يَعْمَلُ ٱلظَّـٰلِمُونَ ۚ إِنَّمَا يُؤَخِّرُهُمْ لِيَوْمٍ تَشْخَصُ فِيهِ ٱلْأَبْصَـٰرُ

    Wa-laa taḥsabannal laaha g̣aafilan ʻammaa yaʻmaluz̤̣ z̤̣aalimoon. ʹInnamaa yuʹakhkhiruhum li-Yawmiñ tashkhaṣu feehil ʹabṣaar,―

    Dan janganlah engkau mengira, bahwa Allah lengah dari apa yang diperbuat oleh orang yang zalim. Sesungguhnya Allah menangguhkan mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak,

  148. 14:43

    مُهْطِعِينَ مُقْنِعِى رُءُوسِهِمْ لَا يَرْتَدُّ إِلَيْهِمْ طَرْفُهُمْ ۖ وَأَفْـِٔدَتُهُمْ هَوَآءٌ

    Muhṭiʻeena muq̣niʻee ruʹoosihim laa- yartaddu ʹilayhim ṭarfuhum, wa-ʹafʹidatuhum hawaaaʹ!

    mereka datang tergesa-gesa (memenuhi panggilan) dengan mengangkat kepalanya, sedang mata mereka tidak berkedip dan hati mereka kosong.

  149. 14:44

    وَأَنذِرِ ٱلنَّاسَ يَوْمَ يَأْتِيهِمُ ٱلْعَذَابُ فَيَقُولُ ٱلَّذِينَ ظَلَمُوا۟ رَبَّنَآ أَخِّرْنَآ إِلَىٰٓ أَجَلٍ قَرِيبٍ نُّجِبْ دَعْوَتَكَ وَنَتَّبِعِ ٱلرُّسُلَ ۗ أَوَلَمْ تَكُونُوٓا۟ أَقْسَمْتُم مِّن قَبْلُ مَا لَكُم مِّن زَوَالٍ

    Wa-ʹañẓirin naasa Yawma yaʹteehimul ʻAẓaabu fayaq̣oolul laẓeena z̤̣alamoo Rabbanaaa ʹakhkhirnaaa ʹilaaa ʹajaliñ q̣areebin nujib Daʻwataka wa-nattabiʻir rusul! ʹAwalam takoonooo ʹaq̣samtum miñ q̣ablu maa- lakum miñ zawaal?

    Dan berikanlah peringatan (Muhammad) kepada manusia pada hari (ketika) azab datang kepada mereka, maka orang yang zalim berkata, "Ya Tuhan kami, berilah kami kesempatan (kembali ke dunia) walaupun sebentar, niscaya kami akan mematuhi seruan Engkau dan akan mengikuti rasul-rasul." (Kepada mereka dikatakan), "Bukankah dahulu (di dunia) kamu telah bersumpah bahwa sekali-kali kamu tidak akan binasa?

  150. 14:45

    وَسَكَنتُمْ فِى مَسَـٰكِنِ ٱلَّذِينَ ظَلَمُوٓا۟ أَنفُسَهُمْ وَتَبَيَّنَ لَكُمْ كَيْفَ فَعَلْنَا بِهِمْ وَضَرَبْنَا لَكُمُ ٱلْأَمْثَالَ

    Wa-sakañtum fee masaakinil laẓeena z̤̣alamooo ʹañfusahum wa-tabayyana lakum kayfa faʻalnaa bihim wa-ḍarabnaa lakumul ʹAms̤aal!

    dan kamu telah tinggal di tempat orang yang menzalimi diri sendiri, dan telah nyata bagimu bagaimana Kami telah berbuat terhadap mereka dan telah Kami berikan kepadamu beberapa perumpamaan."

  151. 14:46

    وَقَدْ مَكَرُوا۟ مَكْرَهُمْ وَعِندَ ٱللَّهِ مَكْرُهُمْ وَإِن كَانَ مَكْرُهُمْ لِتَزُولَ مِنْهُ ٱلْجِبَالُ

    Wa-q̣ad makaroo makrahum: wa-ʻindal laahi makruhum: wa-ʹiñ kaana makruhum litazoola minhul jibaal!

    Dan sungguh, mereka telah membuat tipu daya, padahal Allah (mengetahui dan akan membalas) tipu daya mereka. Dan sesungguhnya tipu daya mereka tidak mampu melenyapkan gunung-gunung.

  152. 14:47

    فَلَا تَحْسَبَنَّ ٱللَّهَ مُخْلِفَ وَعْدِهِۦ رُسُلَهُۥٓ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ ذُو ٱنتِقَامٍ

    Falaa taḥsabannal laaha mukhlifa waʻdihee rusulah: ʹinnal laaha ʻAzeezuñ Ẓuñ tiq̣aam.

    Maka karena itu, jangan sekali-kali kamu mengira bahwa Allah mengingkari janji-Nya kepada rasul-rasul-Nya! Sungguh, Allah Mahaperkasa dan mempunyai pembalasan.

  153. 14:48

    يَوْمَ تُبَدَّلُ ٱلْأَرْضُ غَيْرَ ٱلْأَرْضِ وَٱلسَّمَـٰوَٰتُ ۖ وَبَرَزُوا۟ لِلَّهِ ٱلْوَٰحِدِ ٱلْقَهَّارِ

    Yawma tubaddalul ʹArḍu g̣ayral ʹArḍi was-Samaawaatu wa-barazoo lillaahil Waaḥidil Q̣ahhaar;

    (Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit, dan mereka (manusia) berkumpul (di padang Mahsyar) menghadap Allah Yang Maha Esa, Mahaperkasa.

  154. 14:49

    وَتَرَى ٱلْمُجْرِمِينَ يَوْمَئِذٍ مُّقَرَّنِينَ فِى ٱلْأَصْفَادِ

    Wa-taral Mujrimeena yawmaʹiẓim muq̣arraneena fil ʹaṣfaad;

    Dan pada hari itu engkau akan melihat orang yang berdosa bersama-sama diikat dengan belenggu.

  155. 14:50

    سَرَابِيلُهُم مِّن قَطِرَانٍ وَتَغْشَىٰ وُجُوهَهُمُ ٱلنَّارُ

    Saraabeeluhum miñ q̣aṭiraaniñw watag̣shaa wujoohahumun Naar:

    Pakaian mereka dari cairan aspal, dan wajah mereka ditutup oleh api neraka,

  156. 14:51

    لِيَجْزِىَ ٱللَّهُ كُلَّ نَفْسٍ مَّا كَسَبَتْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ سَرِيعُ ٱلْحِسَابِ

    Liyajziyal laahu kulla nafsim maa kasabat; ʹinnal laaha Sareeʻul Ḥisaab.

    agar Allah memberi balasan kepada setiap orang atas apa yang dia usahakan. Sungguh, Allah Mahacepat perhitungan-Nya.

  157. 14:52

    هَـٰذَا بَلَـٰغٌ لِّلنَّاسِ وَلِيُنذَرُوا۟ بِهِۦ وَلِيَعْلَمُوٓا۟ أَنَّمَا هُوَ إِلَـٰهٌ وَٰحِدٌ وَلِيَذَّكَّرَ أُو۟لُوا۟ ٱلْأَلْبَـٰبِ

    Haaẓaa Balaag̣ul linnaasi wa-liyuñẓaroo bihee wa-liyaʻlamooo ʹannamaa Huwa ʹIlaahuñw Waaḥiduñw Waliyaẓẓakkara ʹulul ʹalbaab.

    Dan (Al-Qur`an) ini adalah penjelasan (yang sempurna) bagi manusia, agar mereka diberi peringatan dengannya, agar mereka mengetahui bahwa Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar orang yang berakal mengambil pelajaran.