Back to Quran

Juz

Juz 11

9:93 ... 11:5 · 151 ayahs

Diterjemahkan oleh Indonesian Ministry Islamic Affairs

  1. Surah At-TawbahBegins here at 9:93

  2. 9:93

    ۞ إِنَّمَا ٱلسَّبِيلُ عَلَى ٱلَّذِينَ يَسْتَـْٔذِنُونَكَ وَهُمْ أَغْنِيَآءُ ۚ رَضُوا۟ بِأَن يَكُونُوا۟ مَعَ ٱلْخَوَالِفِ وَطَبَعَ ٱللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ فَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ

    ʹInnamas sabeelu ʻalal laẓeena yastaʹẓinoonaka wa-hum ʹag̣niyaaaʹ. Raḍoo biʹañy yakoonoo maʻal khawaalifi waṭabaʻal laahu ʻalaa q̣uloobihim fahum laa- yaʻlamoon.

    Sesungguhnya alasan (untuk menyalahkan) hanyalah terhadap orang-orang yang meminta izin kepadamu, (untuk tidak ikut berperang), padahal mereka orang kaya. Mereka rela berada bersama orang-orang yang tidak ikut berperang dan Allah telah mengunci hati mereka, sehingga mereka tidak mengetahui (akibat perbuatan mereka).

  3. 9:94

    يَعْتَذِرُونَ إِلَيْكُمْ إِذَا رَجَعْتُمْ إِلَيْهِمْ ۚ قُل لَّا تَعْتَذِرُوا۟ لَن نُّؤْمِنَ لَكُمْ قَدْ نَبَّأَنَا ٱللَّهُ مِنْ أَخْبَارِكُمْ ۚ وَسَيَرَى ٱللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُۥ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَىٰ عَـٰلِمِ ٱلْغَيْبِ وَٱلشَّهَـٰدَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

    Yaʻtaẓiroona ʹilaykum ʹiẓaa rajaʻtum ʹilayhim. Q̣ul laa taʻtaẓiroo lan nuʹmina lakum q̣ad nabbaʹanal laahu min ʹakhbaarikum: wa-sayaral laahu ʻamalakum wa-Rasooluhoo s̤umma turaddoona ʹilaa ʻAalimil g̣aybi washshahaadati fayunabbiʹukum̃ bimaa kuñtum taʻmaloon.

    Mereka (orang-orang munafik yang tidak ikut berperang) akan mengemukakan alasannya kepadamu ketika kamu telah kembali kepada mereka. Katakanlah (Muhammad), "Janganlah kamu mengemukakan alasan; kami tidak percaya lagi kepadamu, sungguh, Allah telah memberitahukan kepada kami tentang beritamu. Dan Allah akan melihat pekerjaanmu, (demikian pula) Rasul-Nya, kemudian kamu dikembalikan kepada (Allah) Yang Maha Mengetahui segala yang gaib dan yang nyata, lalu Dia memberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan."

  4. 9:95

    سَيَحْلِفُونَ بِٱللَّهِ لَكُمْ إِذَا ٱنقَلَبْتُمْ إِلَيْهِمْ لِتُعْرِضُوا۟ عَنْهُمْ ۖ فَأَعْرِضُوا۟ عَنْهُمْ ۖ إِنَّهُمْ رِجْسٌ ۖ وَمَأْوَىٰهُمْ جَهَنَّمُ جَزَآءًۢ بِمَا كَانُوا۟ يَكْسِبُونَ

    Sayaḥlifoona billaahi lakum ʹiẓañ q̣alabtum ʹilayhim lituʻriḍoo ʻanhum. Faʹaʻriḍoo ʻanhum: ʹinnahum rijsuñw wamaʹwaahum Jahannam,― jazaaaʹam bi maakaanoo yaksiboon.

    Mereka akan bersumpah kepadamu dengan nama Allah, ketika kamu kembali kepada mereka, agar kamu berpaling dari mereka. Maka berpalinglah dari mereka; karena sesungguhnya mereka itu berjiwa kotor dan tempat mereka neraka Jahanam, sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.

  5. 9:96

    يَحْلِفُونَ لَكُمْ لِتَرْضَوْا۟ عَنْهُمْ ۖ فَإِن تَرْضَوْا۟ عَنْهُمْ فَإِنَّ ٱللَّهَ لَا يَرْضَىٰ عَنِ ٱلْقَوْمِ ٱلْفَـٰسِقِينَ

    Yaḥlifoona lakum litarḍaw ʻanhum. Faʹiñ tarḍaw ʻanhum faʹinnal laaha laa- yarḍaa ʻanil q̣awmil faasiq̣een.

    Mereka akan bersumpah kepadamu, agar kamu bersedia menerima mereka. Tetapi sekalipun kamu menerima mereka, Allah tidak akan rida kepada orang-orang yang fasik.

  6. 9:97

    ٱلْأَعْرَابُ أَشَدُّ كُفْرًا وَنِفَاقًا وَأَجْدَرُ أَلَّا يَعْلَمُوا۟ حُدُودَ مَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ عَلَىٰ رَسُولِهِۦ ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

    ʹAlʹaʻraabu ʹashaddu kufrañw wanifaaq̣añw waʹajdaru ʹallaa yaʻlamoo ḥudooda maaa ʹañzalal laahu ʻalaa Rasoolih: wallaahu ʻAleemun Ḥakeem.

    Orang-orang Arab Badui itu lebih kuat kekafiran dan kemunafikannya, dan sangat wajar tidak mengetahui hukum-hukum yang diturunkan Allah kepada Rasul-Nya. Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.

  7. 9:98

    وَمِنَ ٱلْأَعْرَابِ مَن يَتَّخِذُ مَا يُنفِقُ مَغْرَمًا وَيَتَرَبَّصُ بِكُمُ ٱلدَّوَآئِرَ ۚ عَلَيْهِمْ دَآئِرَةُ ٱلسَّوْءِ ۗ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

    Wa-minal ʹAʻraabi mañy yatṭakhiẓu maa- yuñfiq̣u mag̣ramañw wayatarabbaṣu bikumud dawaaaʹir: ʻalayhim daaaʹiratus sawʹ: wallaahu sameeʻun ʻAleem.

    Dan di antara orang-orang Arab Badui itu ada yang memandang apa yang diinfakkannya (di jalan Allah) sebagai suatu kerugian; dia menanti-nanti marabahaya menimpamu, merekalah yang akan ditimpa marabahaya. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.

  8. 9:99

    وَمِنَ ٱلْأَعْرَابِ مَن يُؤْمِنُ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْـَٔاخِرِ وَيَتَّخِذُ مَا يُنفِقُ قُرُبَـٰتٍ عِندَ ٱللَّهِ وَصَلَوَٰتِ ٱلرَّسُولِ ۚ أَلَآ إِنَّهَا قُرْبَةٌ لَّهُمْ ۚ سَيُدْخِلُهُمُ ٱللَّهُ فِى رَحْمَتِهِۦٓ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

    Wa-minal ʹAʻraabi mañy yuʹminu billaahi wal-Yawmil ʹAakhiri Wayattakhiẓu maa- yuñfiq̣u q̣urubaatin ʻiñdal laahi wa-Ṣalawaatir Rasool. ʹAlaaa ʹinnahaa q̣urbatul lahum: Sayudkhiluhumul laahu fee Raḥmatih: ʹinnal laaha G̣afoorur Raḥeem.

    Dan di antara orang-orang Arab Badui itu ada yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, dan memandang apa yang diinfakkannya (di jalan Allah) sebagai jalan mendekatkan diri kepada Allah dan sebagai jalan untuk (memperoleh) doa Rasul. Ketahuilah, sesungguhnya infak itu suatu jalan bagi mereka untuk mendekatkan diri (kepada Allah). Kelak Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat (surga)-Nya; sesungguhnya Allah Maha Pengampun, Maha penyayang.

  9. 9:100

    وَٱلسَّـٰبِقُونَ ٱلْأَوَّلُونَ مِنَ ٱلْمُهَـٰجِرِينَ وَٱلْأَنصَارِ وَٱلَّذِينَ ٱتَّبَعُوهُم بِإِحْسَـٰنٍ رَّضِىَ ٱللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا۟ عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّـٰتٍ تَجْرِى تَحْتَهَا ٱلْأَنْهَـٰرُ خَـٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدًا ۚ ذَٰلِكَ ٱلْفَوْزُ ٱلْعَظِيمُ

    Was-saabiq̣oonal ʹAwwaloona minal Muhaajireena wal-ʹAñṣaari wallaẓeenat tabaʻoohum̃ biʹiḥsaanir raḍiyal laahu ʻanhum wa-raḍoo ʻanhu wa-ʹaʻadda lahum Jannaatiñ tajree taḥtahal ʹanhaaru khaalideena feehaaa ʹabadaa: ẓaalikal fawzul ʻAz̤̣eem.

    Dan orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Ansar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada Allah. Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang agung.

  10. 9:101

    وَمِمَّنْ حَوْلَكُم مِّنَ ٱلْأَعْرَابِ مُنَـٰفِقُونَ ۖ وَمِنْ أَهْلِ ٱلْمَدِينَةِ ۖ مَرَدُوا۟ عَلَى ٱلنِّفَاقِ لَا تَعْلَمُهُمْ ۖ نَحْنُ نَعْلَمُهُمْ ۚ سَنُعَذِّبُهُم مَّرَّتَيْنِ ثُمَّ يُرَدُّونَ إِلَىٰ عَذَابٍ عَظِيمٍ

    Wa-mimman ḥawlakum minal ʹAʻraabi Munaafiq̣oon. Wa-min ʹahlil Madeenati maradoo ʻalan nifaaq̣: laa- taʻlamuhum: naḥnu naʻlamuhum: sanuʻaẓẓibuhum marratayni s̤umma yuraddoona ʹilaa ʻaẓaabin ʻAz̤̣eem.

    Dan di antara orang-orang Arab Badui yang (tinggal) di sekitarmu, ada orang-orang munafik. Dan di antara penduduk Madinah (ada juga orang-orang munafik), mereka keterlaluan dalam kemunafikannya. Engkau (Muhammad) tidak mengetahui mereka, tetapi Kami mengetahuinya. Nanti mereka akan Kami siksa dua kali, kemudian mereka akan dikembalikan kepada azab yang besar.

  11. 9:102

    وَءَاخَرُونَ ٱعْتَرَفُوا۟ بِذُنُوبِهِمْ خَلَطُوا۟ عَمَلًا صَـٰلِحًا وَءَاخَرَ سَيِّئًا عَسَى ٱللَّهُ أَن يَتُوبَ عَلَيْهِمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

    Wa-ʹaakharoo naʻtarafoo biẓunoobihim khalaṭoo ʻamalañ ṣaaliḥañw waʹaakhara sayyiʹaa. ʻAsal laahu ʹañy yatooba ʻalayhim; ʹinnal laaha G̣afoorur Raḥeem.

    Dan (ada pula) orang lain yang mengakui dosa-dosa mereka, mereka mencampuradukkan pekerjaan yang baik dengan pekerjaan lain yang buruk. Mudah-mudahan Allah menerima tobat mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

  12. 9:103

    خُذْ مِنْ أَمْوَٰلِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِم بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ ۖ إِنَّ صَلَوٰتَكَ سَكَنٌ لَّهُمْ ۗ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

    Khuẓ min ʹamwaalihim ṣadaq̣atañ tuṭahhiruhum wa-tuzakkeehim̃ bihaa waṣalli ʻalayhim. ʹInna ṣalaataka sakanul lahum: wallaahu Sameeʻun ʻAleem.

    Ambillah zakat dari harta mereka, guna membersihkan dan menyucikan mereka, dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doamu itu (menumbuhkan) ketenteraman jiwa bagi mereka. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.

  13. 9:104

    أَلَمْ يَعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ هُوَ يَقْبَلُ ٱلتَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِهِۦ وَيَأْخُذُ ٱلصَّدَقَـٰتِ وَأَنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلتَّوَّابُ ٱلرَّحِيمُ

    ʹAlam yaʻlamooo ʹannal laaha Huwa yaq̣balut TAWBATA ʻan ʻibaadihee wa-yaʹkhuẓuṣ ṣadaq̣aati wa-ʹannal laaha Huwat Tawwaabur Raḥeem.

    Tidakkah mereka mengetahui, bahwa Allah menerima tobat hamba-hamba-Nya dan menerima zakat(nya), dan bahwa Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang?

  14. 9:105

    وَقُلِ ٱعْمَلُوا۟ فَسَيَرَى ٱللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُۥ وَٱلْمُؤْمِنُونَ ۖ وَسَتُرَدُّونَ إِلَىٰ عَـٰلِمِ ٱلْغَيْبِ وَٱلشَّهَـٰدَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

    Wa-q̣ul iʻmaloo fasayaral laahu ʻamalakum wa-Rasooluhoo wal-Muʹminoon: wa-saturaddoona ʹilaa ʻAalimil g̣aybi washshahaadati fayunabbiʹukum̃ bimaa kuñtum taʻmaloon.

    Dan katakanlah, "Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu juga Rasul-Nya dan orang-orang mukmin, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan."

  15. 9:106

    وَءَاخَرُونَ مُرْجَوْنَ لِأَمْرِ ٱللَّهِ إِمَّا يُعَذِّبُهُمْ وَإِمَّا يَتُوبُ عَلَيْهِمْ ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

    Wa-ʹaakharoona murjawna liʹamril laahi ʹimmaa yuʻaẓẓibuhum wa-ʹimmaa yatoobu ʻalayhim: wallaahu ʻAleemun Ḥakeem.

    Dan ada (pula) orang-orang lain yang ditangguhkan sampai ada keputusan Allah; mungkin Allah akan mengazab mereka dan mungkin Allah akan menerima tobat mereka. Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.

  16. 9:107

    وَٱلَّذِينَ ٱتَّخَذُوا۟ مَسْجِدًا ضِرَارًا وَكُفْرًا وَتَفْرِيقًۢا بَيْنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ وَإِرْصَادًا لِّمَنْ حَارَبَ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ مِن قَبْلُ ۚ وَلَيَحْلِفُنَّ إِنْ أَرَدْنَآ إِلَّا ٱلْحُسْنَىٰ ۖ وَٱللَّهُ يَشْهَدُ إِنَّهُمْ لَكَـٰذِبُونَ

    Wallaẓeenat takhaẓoo masjidañ ḍiraarañw wakufrañw watafreeq̣am baynal Muʹmineena wa-ʹirṣaadal liman ḥaarabal laaha wa-Rasoolahoo miñ q̣abl. Wa-la-yaḥlifunna ʹin ʹaradnaaa ʹillal ḥusnaa; wallaahu yashhadu ʹinnahum lakaaẓiboon.

    Dan (di antara orang-orang munafik itu) ada yang mendirikan masjid untuk menimbulkan bencana (pada orang-orang yang beriman), untuk kekafiran dan untuk memecah belah di antara orang-orang yang beriman, serta untuk menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu. Mereka dengan pasti bersumpah, "Kami hanya menghendaki kebaikan." Dan Allah menjadi saksi bahwa mereka itu pendusta (dalam sumpahnya).

  17. 9:108

    لَا تَقُمْ فِيهِ أَبَدًا ۚ لَّمَسْجِدٌ أُسِّسَ عَلَى ٱلتَّقْوَىٰ مِنْ أَوَّلِ يَوْمٍ أَحَقُّ أَن تَقُومَ فِيهِ ۚ فِيهِ رِجَالٌ يُحِبُّونَ أَن يَتَطَهَّرُوا۟ ۚ وَٱللَّهُ يُحِبُّ ٱلْمُطَّهِّرِينَ

    Laa- taq̣um feehi ʹabadaa. Lamasjidun ʹussisa ʻalat taq̣waa min ʹawwali yawmin ʹaḥaq̣q̣u ʹañ taq̣ooma feeh. Feehi rijaaluñy yuḥibboona ʹañy yataṭahharoo, wallaahu yuḥibbul Muṭṭahhireen.

    Janganlah engkau melaksanakan salat dalam masjid itu selama-lamanya. Sungguh, masjid yang didirikan atas dasar takwa, sejak hari pertama adalah lebih pantas engkau melaksanakan salat di dalamnya. Di sana ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Allah menyukai orang-orang yang bersih.

  18. 9:109

    أَفَمَنْ أَسَّسَ بُنْيَـٰنَهُۥ عَلَىٰ تَقْوَىٰ مِنَ ٱللَّهِ وَرِضْوَٰنٍ خَيْرٌ أَم مَّنْ أَسَّسَ بُنْيَـٰنَهُۥ عَلَىٰ شَفَا جُرُفٍ هَارٍ فَٱنْهَارَ بِهِۦ فِى نَارِ جَهَنَّمَ ۗ وَٱللَّهُ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلظَّـٰلِمِينَ

    ʹAfaman ʹassasa bunyaanahoo ʻalaa taq̣waa minal laahi wa-Riḍwaanin khayrun ʹam man assasa bunyaanahoo ʻalaa shafaa jurufin haariñ fanhaara bihee fee naari Jahannam. Wallaahu laa- yahdil q̣awmaz̤̣ z̤̣aalimeen.

    Maka apakah orang-orang yang mendirikan bangunan (masjid) atas dasar takwa kepada Allah dan keridaan(-Nya) itu lebih baik, ataukah orang-orang yang mendirikan bangunannya di tepi jurang yang runtuh, lalu (bangunan) itu roboh bersama-sama dengan dia ke dalam neraka Jahanam? Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.

  19. 9:110

    لَا يَزَالُ بُنْيَـٰنُهُمُ ٱلَّذِى بَنَوْا۟ رِيبَةً فِى قُلُوبِهِمْ إِلَّآ أَن تَقَطَّعَ قُلُوبُهُمْ ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

    Laa- yazaalu bunyaanuhumul laẓee banaw reebatañ fee q̣uloobihim ʹillaaa ʹañ taq̣aṭṭaʻa q̣uloobuhum. Wal-laahu ʻAleemun Ḥakeem.

    Bangunan yang mereka dirikan itu senantiasa menjadi penyebab keraguan dalam hati mereka, sampai hati mereka hancur. Dan Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.

  20. 9:111

    ۞ إِنَّ ٱللَّهَ ٱشْتَرَىٰ مِنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ أَنفُسَهُمْ وَأَمْوَٰلَهُم بِأَنَّ لَهُمُ ٱلْجَنَّةَ ۚ يُقَـٰتِلُونَ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ ۖ وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا فِى ٱلتَّوْرَىٰةِ وَٱلْإِنجِيلِ وَٱلْقُرْءَانِ ۚ وَمَنْ أَوْفَىٰ بِعَهْدِهِۦ مِنَ ٱللَّهِ ۚ فَٱسْتَبْشِرُوا۟ بِبَيْعِكُمُ ٱلَّذِى بَايَعْتُم بِهِۦ ۚ وَذَٰلِكَ هُوَ ٱلْفَوْزُ ٱلْعَظِيمُ

    ʹInnal laahash taraa minal Muʹmineena ʹañfusahum wa-ʹamwaalahum biʹanna lahumul Jannah: yuq̣aatiloona fee Sabeelil laahi fayaq̣tuloona wa-yuq̣taloon: waʻdan ʻalayhi Ḥaq̣q̣añ fit Tawraati wal-ʹIñjeeli wal-Q̣urʹaan: wa-man ʹawfaa biʻAhdihee minal laahi fastabshiroo bibayʻikumul laẓee baayaʻtum̃ bih: waẓaalika huwal fawzul ʻaz̤̣eem.

    Sesungguhnya Allah membeli dari orang-orang mukmin, baik diri maupun harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang di jalan Allah; sehingga mereka membunuh atau terbunuh, (sebagai) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al-Qur`an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya selain Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan demikian itulah kemenangan yang agung.

  21. 9:112

    ٱلتَّـٰٓئِبُونَ ٱلْعَـٰبِدُونَ ٱلْحَـٰمِدُونَ ٱلسَّـٰٓئِحُونَ ٱلرَّٰكِعُونَ ٱلسَّـٰجِدُونَ ٱلْـَٔامِرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَٱلنَّاهُونَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ وَٱلْحَـٰفِظُونَ لِحُدُودِ ٱللَّهِ ۗ وَبَشِّرِ ٱلْمُؤْمِنِينَ

    ʹAt-Taaaʹiboonal ʻaabidoonal ḥaamidoonas saaaʹiḥoonar raakiʻoonas saajidoonal ʹaamiroona bilmaʻroofi wannaahoona ʻanil muñkari walḥaafiz̤̣oona liḥudoodil laah. Wa-bashshiril Muʹmineen.

    Mereka itu adalah orang-orang yang bertobat, beribadah, memuji (Allah), mengembara (demi ilmu dan agama), rukuk, sujud, menyuruh berbuat makruf dan mencegah dari yang mungkar dan yang memelihara hukum-hukum Allah. Dan gembirakanlah orang-orang yang beriman.

  22. 9:113

    مَا كَانَ لِلنَّبِىِّ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَن يَسْتَغْفِرُوا۟ لِلْمُشْرِكِينَ وَلَوْ كَانُوٓا۟ أُو۟لِى قُرْبَىٰ مِنۢ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُمْ أَصْحَـٰبُ ٱلْجَحِيمِ

    Maa- kaana lin-Nabiyyi wallaẓeena ʹaamanooo ʹañy yastag̣firoo lil-Mushrikeena wa-law kaanooo ʹulee q̣urbaa mim baʻdi maa- tabayyana lahum ʹannahum ʹaṣḥaabul Jaḥeem.

    Tidak pantas bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memohonkan ampunan (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, sekalipun orang-orang itu kaum kerabat-(nya), setelah jelas bagi mereka, bahwa orang-orang musyrik itu penghuni neraka Jahanam.

  23. 9:114

    وَمَا كَانَ ٱسْتِغْفَارُ إِبْرَٰهِيمَ لِأَبِيهِ إِلَّا عَن مَّوْعِدَةٍ وَعَدَهَآ إِيَّاهُ فَلَمَّا تَبَيَّنَ لَهُۥٓ أَنَّهُۥ عَدُوٌّ لِّلَّهِ تَبَرَّأَ مِنْهُ ۚ إِنَّ إِبْرَٰهِيمَ لَأَوَّٰهٌ حَلِيمٌ

    Wa-maa kaanas tig̣faaru ʹIbraaheema liʹabeehi ʹillaa ʻam mawʻidatiñw waʻadahaaa ʹiyyaah. Falammaa tabayyana lahooo ʹannahoo ʻaduwwul lillaahi tabarraʹa minh: ʹinna ʹIbraaheema laʹawwaahun ḥaleem.

    Adapun permohonan ampunan Ibrahim (kepada Allah) untuk bapaknya, tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah diikrarkannya kepada bapaknya. Maka ketika jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya adalah musuh Allah, maka Ibrahim berlepas diri darinya. Sungguh, Ibrahim itu seorang yang sangat lembut hatinya lagi penyantun.

  24. 9:115

    وَمَا كَانَ ٱللَّهُ لِيُضِلَّ قَوْمًۢا بَعْدَ إِذْ هَدَىٰهُمْ حَتَّىٰ يُبَيِّنَ لَهُم مَّا يَتَّقُونَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌ

    Wa-maa kaanal laahu liyuḍilla q̣awmam baʻda ʹiẓ hadaahum ḥattaa yubayyina lahum maa yattaq̣oon,― ʹinnal laaha bikulli shayʹin ʻAleem.

    Dan Allah sekali-kali tidak akan menyesatkan suatu kaum, setelah mereka diberi-Nya petunjuk, sehingga dapat dijelaskan kepada mereka apa yang harus mereka jauhi. Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

  25. 9:116

    إِنَّ ٱللَّهَ لَهُۥ مُلْكُ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۖ يُحْىِۦ وَيُمِيتُ ۚ وَمَا لَكُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ مِن وَلِىٍّ وَلَا نَصِيرٍ

    ʹInnal laaha lahoo mulkus samaawaati wal-ʹarḍ. Yuḥyee wa-yumeet. Wa-maa lakum miñ doonil laahi miñw waliyyiñw walaa naṣeer.

    Sesungguhnya Allah memiliki kekuasaan langit dan bumi. Dia menghidupkan dan mematikan. Tidak ada pelindung dan penolong bagimu selain Allah.

  26. 9:117

    لَّقَد تَّابَ ٱللَّهُ عَلَى ٱلنَّبِىِّ وَٱلْمُهَـٰجِرِينَ وَٱلْأَنصَارِ ٱلَّذِينَ ٱتَّبَعُوهُ فِى سَاعَةِ ٱلْعُسْرَةِ مِنۢ بَعْدِ مَا كَادَ يَزِيغُ قُلُوبُ فَرِيقٍ مِّنْهُمْ ثُمَّ تَابَ عَلَيْهِمْ ۚ إِنَّهُۥ بِهِمْ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ

    Laq̣at taabal laahu ʻalan Nabiyyi wal-Muhaajireena wal-ʹAñṣaaril laẓeenat tabaʻoohu fee saaʻatil ʻusrati mim baʻdi maa- kaada yazeeg̣u q̣uloobu fareeq̣im minhum s̤umma taaba ʻalayhim: ʹinnahoo bihim Raʹoofur Raḥeem.

    Sungguh, Allah telah menerima tobat Nabi, orang-orang Muhajirin dan orang-orang Ansar, yang mengikuti Nabi pada masa-masa sulit, setelah hati segolongan dari mereka hampir berpaling, kemudian Allah menerima tobat mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih, Maha Penyayang kepada mereka,

  27. 9:118

    وَعَلَى ٱلثَّلَـٰثَةِ ٱلَّذِينَ خُلِّفُوا۟ حَتَّىٰٓ إِذَا ضَاقَتْ عَلَيْهِمُ ٱلْأَرْضُ بِمَا رَحُبَتْ وَضَاقَتْ عَلَيْهِمْ أَنفُسُهُمْ وَظَنُّوٓا۟ أَن لَّا مَلْجَأَ مِنَ ٱللَّهِ إِلَّآ إِلَيْهِ ثُمَّ تَابَ عَلَيْهِمْ لِيَتُوبُوٓا۟ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلتَّوَّابُ ٱلرَّحِيمُ

    Wa-ʻalas̤ s̤alaas̤atil laẓeena khullifoo: ḥattaaa ʹiẓaa ḍaaq̣at ʻalayhimul ʹarḍu bimaa raḥubat wa-ḍaaq̣at ʻalayhim ʹañfusuhum waz̤̣annooo ʹal laa maljaʹa minal laahi ʹillaaa ʹilayh. S̤umma taaba ʻalayhim liyatooboo: ʹinnal laaha Huwat Tawwaabur Raḥeem.

    dan terhadap tiga orang yang ditinggalkan. Hingga ketika bumi terasa sempit bagi mereka, padahal bumi itu luas dan jiwa mereka pun telah (pula terasa) sempit bagi mereka, serta mereka telah mengetahui bahwa tidak ada tempat lari dari (siksaan) Allah, melainkan kepada-Nya saja, kemudian Allah menerima tobat mereka agar mereka tetap dalam tobatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang.

  28. 9:119

    يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَكُونُوا۟ مَعَ ٱلصَّـٰدِقِينَ

    yaaaʹayyuhal laẓeena ʹaamanut taq̣ul laaha wa-koonoo maʻaṣ Ṣaadiq̣een.

    Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah, dan bergabunglah kamu bersama dengan orang-orang yang benar.

  29. 9:120

    مَا كَانَ لِأَهْلِ ٱلْمَدِينَةِ وَمَنْ حَوْلَهُم مِّنَ ٱلْأَعْرَابِ أَن يَتَخَلَّفُوا۟ عَن رَّسُولِ ٱللَّهِ وَلَا يَرْغَبُوا۟ بِأَنفُسِهِمْ عَن نَّفْسِهِۦ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ لَا يُصِيبُهُمْ ظَمَأٌ وَلَا نَصَبٌ وَلَا مَخْمَصَةٌ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَلَا يَطَـُٔونَ مَوْطِئًا يَغِيظُ ٱلْكُفَّارَ وَلَا يَنَالُونَ مِنْ عَدُوٍّ نَّيْلًا إِلَّا كُتِبَ لَهُم بِهِۦ عَمَلٌ صَـٰلِحٌ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ ٱلْمُحْسِنِينَ

    Maa- kaana liʹahlil Madeenati wa-man ḥawlahum minal ʹAʻraabi ʹañy yatakhallafoo ʻar Rasoolil laahi wa-laa yarg̣aboo biʹañfusihim ʻan nafsih: ẓaalika biʹannahum laa- yuṣeebuhum z̤̣amaʹuñw walaa naṣabuñw walaa makhmaṣatuñ fee sabeelil laahi wa-laa yaṭaʹoona mawṭiʹañy yag̣eez̤̣ul kuffaara wa-laa yanaaloona min ʻaduwwin naylan ʹillaa kutiba lahum̃ bihee ʻamaluñ ṣaaliḥ: ʹinnal laaha laa- yuḍeeʻu ʹajral Muḥsineen.

    Tidak pantas bagi penduduk Madinah dan orang-orang Arab Badui yang berdiam di sekitar mereka, tidak turut menyertai Rasulullah (pergi berperang) dan tidak pantas (pula) bagi mereka lebih mencintai diri mereka daripada (mencintai) diri Rasul. Yang demikian itu karena mereka tidak ditimpa kehausan, kepayahan dan kelaparan di jalan Allah, dan tidak (pula) menginjak suatu tempat yang membangkitkan amarah orang-orang kafir, dan tidak menimpakan suatu bencana kepada musuh, kecuali (semua) itu dituliskan bagi mereka sebagai suatu amal kebajikan. Sungguh, Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik,

  30. 9:121

    وَلَا يُنفِقُونَ نَفَقَةً صَغِيرَةً وَلَا كَبِيرَةً وَلَا يَقْطَعُونَ وَادِيًا إِلَّا كُتِبَ لَهُمْ لِيَجْزِيَهُمُ ٱللَّهُ أَحْسَنَ مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ

    Wa-laa yuñfiq̣oona nafaq̣atañ ṣag̣eeratañw walaa kabeeratañw walaa yaq̣ṭaʻoona waadiyan ʹillaa kutiba lahum liyajziyahumul laahu ʹaḥsana maa- kaanoo yaʻmaloon.

    dan tidaklah mereka memberikan infak, baik yang kecil maupun yang besar dan tidak (pula) melintasi suatu lembah (berjihad), kecuali akan dituliskan bagi mereka (sebagai amal kebajikan), untuk diberi balasan oleh Allah (dengan) yang lebih baik daripada apa yang telah mereka kerjakan.

  31. 9:122

    ۞ وَمَا كَانَ ٱلْمُؤْمِنُونَ لِيَنفِرُوا۟ كَآفَّةً ۚ فَلَوْلَا نَفَرَ مِن كُلِّ فِرْقَةٍ مِّنْهُمْ طَآئِفَةٌ لِّيَتَفَقَّهُوا۟ فِى ٱلدِّينِ وَلِيُنذِرُوا۟ قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوٓا۟ إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ

    Wa-maa kaanal Muʹminoona li-Yañfiroo kaaaffah: falawlaa nafara miñ kulli firq̣atim minhum ṭaaaʹifatul liyatafaq̣q̣ahoo fid deeni wa-liyuñẓiroo q̣awmahum ʹiẓaa rajaʻooo ʹilayhim laʻallahum yaḥẓaroon.

    Dan tidak sepatutnya orang-orang mukmin itu semuanya pergi (ke medan perang). Mengapa sebagian dari setiap golongan di antara mereka tidak pergi untuk memperdalam pengetahuan agama mereka dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali, agar mereka dapat menjaga dirinya.

  32. 9:123

    يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ قَـٰتِلُوا۟ ٱلَّذِينَ يَلُونَكُم مِّنَ ٱلْكُفَّارِ وَلْيَجِدُوا۟ فِيكُمْ غِلْظَةً ۚ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلْمُتَّقِينَ

    Yaaaʹayyuhal laẓeena ʹaamanoo q̣aatilul laẓeena yaloonakum minal kuffaari walyajidoo feekum g̣ilz̤̣ah: waʻlamooo ʹannal laaha maʻal Muttaq̣een.

    Wahai orang-orang beriman! Perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu, dan hendaklah mereka merasakan sikap tegas darimu, dan ketahuilah bahwa Allah bersama orang yang bertakwa.

  33. 9:124

    وَإِذَا مَآ أُنزِلَتْ سُورَةٌ فَمِنْهُم مَّن يَقُولُ أَيُّكُمْ زَادَتْهُ هَـٰذِهِۦٓ إِيمَـٰنًا ۚ فَأَمَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ فَزَادَتْهُمْ إِيمَـٰنًا وَهُمْ يَسْتَبْشِرُونَ

    Wa-ʹiẓaa maaa uñzilat sooratuñ faminhum mañy yaq̣oolu ʹayyukum zaadathu haaẓiheee ʹeemaanaa? Faʹammal laẓeena ʹaamanoo fazaadathum ʹeemaanañw wahum yastabshiroon.

    Dan apabila diturunkan suatu surah, maka di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang berkata, "Siapakah di antara kamu yang bertambah imannya dengan (turunnya) surah ini?" Adapun orang-orang yang beriman, maka surah ini menambah imannya, dan mereka merasa gembira.

  34. 9:125

    وَأَمَّا ٱلَّذِينَ فِى قُلُوبِهِم مَّرَضٌ فَزَادَتْهُمْ رِجْسًا إِلَىٰ رِجْسِهِمْ وَمَاتُوا۟ وَهُمْ كَـٰفِرُونَ

    Wa-ʹammal laẓeena fee q̣uloobihim maraḍuñ fazaadathum rijsan ʹilaa rijsihim wa-maatoo wa-hum kaafiroon.

    Dan adapun orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit, maka (dengan surah itu) akan menambah kekafiran mereka yang telah ada dan mereka akan mati dalam keadaan kafir.

  35. 9:126

    أَوَلَا يَرَوْنَ أَنَّهُمْ يُفْتَنُونَ فِى كُلِّ عَامٍ مَّرَّةً أَوْ مَرَّتَيْنِ ثُمَّ لَا يَتُوبُونَ وَلَا هُمْ يَذَّكَّرُونَ

    ʹAwalaa yarawna ʹannahum yuftanoona fee kulli ʻaamim marratan ʹaw marratayni s̤umma laa- yatooboona wa-laa hum yaẓẓakkaroon.

    Dan tidaklah mereka (orang-orang munafik) memperhatikan bahwa mereka diuji sekali atau dua kali setiap tahun, namun mereka tidak (juga) bertobat dan tidak (pula) mengambil pelajaran?

  36. 9:127

    وَإِذَا مَآ أُنزِلَتْ سُورَةٌ نَّظَرَ بَعْضُهُمْ إِلَىٰ بَعْضٍ هَلْ يَرَىٰكُم مِّنْ أَحَدٍ ثُمَّ ٱنصَرَفُوا۟ ۚ صَرَفَ ٱللَّهُ قُلُوبَهُم بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لَّا يَفْقَهُونَ

    Wa-ʹiẓaa maaa ʹuñzilat sooratun naz̤̣ara baʻḍuhum ʹilaa baʻḍ: hal yaraakum min ʹaḥadiñ s̤ummañ ṣarafoo: ṣarafal laahu q̣uloobahum̃ biʹannahum q̣awmul laa yafq̣ahoon.

    Dan apabila diturunkan suatu surah, satu sama lain di antara mereka saling berpandangan (sambil berkata), "Adakah seseorang (dari kaum muslimin) yang melihat kamu?" Setelah itu mereka pun pergi. Allah memalingkan hati mereka disebabkan mereka adalah kaum yang tidak memahami.

  37. 9:128

    لَقَدْ جَآءَكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُم بِٱلْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ

    Laq̣ad jaaaʹakum Rasoolum min ʹañfusikum ʻazeezun ʻalayhi maa- ʻanittum ḥareeṣun ʻalaykum̃ bil-Muʹmineena raʹoofur raḥeem.

    Sungguh, telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaan yang kamu alami, (dia) sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, penyantun dan penyayang terhadap orang-orang yang beriman.

  38. 9:129

    فَإِن تَوَلَّوْا۟ فَقُلْ حَسْبِىَ ٱللَّهُ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ ۖ وَهُوَ رَبُّ ٱلْعَرْشِ ٱلْعَظِيمِ

    Faʹiñ tawallaw faq̣ul Ḥasbiyal laahu Laaa ʹilaaha ʹillaa Hoo: ʻalayhi tawakkaltu wa-Huwa Rabbul ʻArshil ʻAz̤̣eem!

    Maka jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah (Muhammad), "Cukuplah Allah bagiku; tidak ada tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal, dan Dia adalah Tuhan yang memiliki Arasy (singgasana) yang agung."

  39. Surah YunusBegins here at 10:1

  40. 10:1

    الٓر ۚ تِلْكَ ءَايَـٰتُ ٱلْكِتَـٰبِ ٱلْحَكِيمِ

    ʹAlif-Laaam-Raa. Tilka ʹAayaatul Kitaabil Ḥakeem.

    Alif Lām Rā`. Inilah ayat-ayat Al-Qur`an yang penuh hikmah.

  41. 10:2

    أَكَانَ لِلنَّاسِ عَجَبًا أَنْ أَوْحَيْنَآ إِلَىٰ رَجُلٍ مِّنْهُمْ أَنْ أَنذِرِ ٱلنَّاسَ وَبَشِّرِ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَنَّ لَهُمْ قَدَمَ صِدْقٍ عِندَ رَبِّهِمْ ۗ قَالَ ٱلْكَـٰفِرُونَ إِنَّ هَـٰذَا لَسَـٰحِرٌ مُّبِينٌ

    ʹAkaana linnaasi ʻajaban ʹan ʹawḥaynaaa ʹilaa rajulim minhum ʹan ʹañẓirin naasa wa-bashshiril laẓeena ʹaamanooo ʹanna lahum q̣adama Ṣidq̣in ʻiñda Rabbihim? Q̣aalal Kaafiroona ʹinna haaẓaa lasaaḥirum mubeen!

    Pantaskah manusia menjadi heran bahwa Kami memberi wahyu kepada seorang laki-laki di antara mereka, "Berilah peringatan kepada manusia dan gembirakanlah orang-orang beriman bahwa mereka mempunyai kedudukan yang tinggi di sisi Tuhan mereka." Orang-orang kafir berkata, "Orang ini (Muhammad) benar-benar pesihir."

  42. 10:3

    إِنَّ رَبَّكُمُ ٱللَّهُ ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ فِى سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ ٱسْتَوَىٰ عَلَى ٱلْعَرْشِ ۖ يُدَبِّرُ ٱلْأَمْرَ ۖ مَا مِن شَفِيعٍ إِلَّا مِنۢ بَعْدِ إِذْنِهِۦ ۚ ذَٰلِكُمُ ٱللَّهُ رَبُّكُمْ فَٱعْبُدُوهُ ۚ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ

    ʹInna Rabbakumul laahul laẓee khalaq̣as samaawaati wal-ʹarḍa fee sittati ʹay-yaamiñ s̤ummas tawaa ʻalal ʻArshi yudabbirul ʹamr. Maa- miñ shafeeʻin ʹillaa mim baʻdi ʹiẓnih. Ẓaalikumul laahu Rabbukum faʻbudooh: ʹafalaa taẓakkaroon?

    Sesungguhnya Tuhan kamu adalah Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas Arasy (singgasana) untuk mengatur segala urusan. Tidak ada yang dapat memberi syafaat kecuali setelah ada izin-Nya. Itulah Allah, Tuhanmu, maka sembahlah Dia. Apakah kamu tidak mengambil pelajaran?

  43. 10:4

    إِلَيْهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا ۖ وَعْدَ ٱللَّهِ حَقًّا ۚ إِنَّهُۥ يَبْدَؤُا۟ ٱلْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيدُهُۥ لِيَجْزِىَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ بِٱلْقِسْطِ ۚ وَٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ لَهُمْ شَرَابٌ مِّنْ حَمِيمٍ وَعَذَابٌ أَلِيمٌۢ بِمَا كَانُوا۟ يَكْفُرُونَ

    ʹIlayhi marjiʻukum jameeʻaa. Waʻdal laahi ḥaq̣q̣aa. ʹInnahoo yabdaʹul Khalq̣a s̤umma yuʻeeduhoo liyajziyal laẓeena ʹaamanoo wa-ʻamiluṣ ṣaaliḥaati bilq̣isṭ; wallaẓeena kafaroo lahum sharaabum min ḥameemiñw waʻaẓaabun ʹaleemum bimaa kaanoo yakfuroon.

    Hanya kepada-Nya kamu semua akan kembali. Itu merupakan janji Allah yang benar dan pasti. Sesungguhnya Dialah yang memulai penciptaan makhluk kemudian mengulanginya (menghidupkannya kembali setelah berbangkit), agar Dia memberi balasan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan dengan adil. Sedangkan untuk orang-orang kafir (disediakan) minuman air yang mendidih dan siksaan yang pedih karena kekafiran mereka.

  44. 10:5

    هُوَ ٱلَّذِى جَعَلَ ٱلشَّمْسَ ضِيَآءً وَٱلْقَمَرَ نُورًا وَقَدَّرَهُۥ مَنَازِلَ لِتَعْلَمُوا۟ عَدَدَ ٱلسِّنِينَ وَٱلْحِسَابَ ۚ مَا خَلَقَ ٱللَّهُ ذَٰلِكَ إِلَّا بِٱلْحَقِّ ۚ يُفَصِّلُ ٱلْـَٔايَـٰتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ

    Huwal laẓee jaʻalash shamsa ḍiyaaaʹañw walq̣amara noorañw waq̣addarahoo manaazila litaʻlamoo ʻadadas sineena walḥisaab. Maa- khalaq̣al laahu ẓaalika ʹillaa bilḥaq̣q̣. Yufaṣṣilul ʹAayaati liq̣awmiñy yaʻlamoon.

    Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya, dan Dialah yang menetapkan tempat-tempat orbitnya, agar kamu mengetahui bilangan tahun, dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan demikian itu melainkan dengan benar. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui.

  45. 10:6

    إِنَّ فِى ٱخْتِلَـٰفِ ٱلَّيْلِ وَٱلنَّهَارِ وَمَا خَلَقَ ٱللَّهُ فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ لَـَٔايَـٰتٍ لِّقَوْمٍ يَتَّقُونَ

    ʹInna fikh tilaafil layli wannahaari wa-maa khalaq̣al laahu fis samaawaati wal-ʹarḍi laʹAayaatil liq̣awmiñy yattaq̣oon.

    Sesungguhnya pada pergantian malam dan siang, dan pada apa yang diciptakan Allah di langit dan di bumi, pasti terdapat tanda-tanda (kebesaran-Nya) bagi orang-orang yang bertakwa.

  46. 10:7

    إِنَّ ٱلَّذِينَ لَا يَرْجُونَ لِقَآءَنَا وَرَضُوا۟ بِٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا وَٱطْمَأَنُّوا۟ بِهَا وَٱلَّذِينَ هُمْ عَنْ ءَايَـٰتِنَا غَـٰفِلُونَ

    ʹInnal laẓeena laa- yarjoona liq̣aaaʹanaa wa-raḍoo bil-Ḥayaatid dunyaa waṭmaʹannoo bihaa wallaẓeena hum ʻan ʹAayaatinaa g̣aafiloon,―

    Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan (tidak percaya akan) pertemuan dengan Kami, dan merasa puas dengan kehidupan dunia serta merasa tenteram dengan (kehidupan) itu, dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami,

  47. 10:8

    أُو۟لَـٰٓئِكَ مَأْوَىٰهُمُ ٱلنَّارُ بِمَا كَانُوا۟ يَكْسِبُونَ

    ʹUlaaaʹika maʹwaahumun Naaru bimaa kaanoo yaksiboon.

    mereka itu tempatnya di neraka, karena apa yang telah mereka lakukan.

  48. 10:9

    إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ يَهْدِيهِمْ رَبُّهُم بِإِيمَـٰنِهِمْ ۖ تَجْرِى مِن تَحْتِهِمُ ٱلْأَنْهَـٰرُ فِى جَنَّـٰتِ ٱلنَّعِيمِ

    ʹInnal laẓeena ʹaamanoo wa-ʻamiluṣ ṣaaliḥaati yahdeehim Rabbuhum̃ biʹeemaanihim: tajree miñ taḥtihimul ʹanhaaru fee Jannaatin naʻeem.

    Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, niscaya diberi petunjuk oleh Tuhan karena keimanannya. Mereka di dalam surga yang penuh kenikmatan, mengalir di bawahnya sungai-sungai.

  49. 10:10

    دَعْوَىٰهُمْ فِيهَا سُبْحَـٰنَكَ ٱللَّهُمَّ وَتَحِيَّتُهُمْ فِيهَا سَلَـٰمٌ ۚ وَءَاخِرُ دَعْوَىٰهُمْ أَنِ ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ

    Daʻwaahum feehaa Subḥaanakal laahumma wa-taḥiyyatuhum feehaa Salaam! Wa-ʹaakhiru daʻwaahum ʹanil Ḥamdu lillaahi Rabbil ʻaalameen!

    Doa mereka di dalamnya ialah, "Subḥānakallāhumma" (Mahasuci Engkau, ya Tuhan kami), dan salam penghormatan mereka ialah, "Salām" (salam sejahtera). Dan penutup doa mereka ialah, "Al-Ḥamdu lillāhi Rabbil 'ālamīn". (segala puji bagi Allah Tuhan seluruh alam).

  50. 10:11

    ۞ وَلَوْ يُعَجِّلُ ٱللَّهُ لِلنَّاسِ ٱلشَّرَّ ٱسْتِعْجَالَهُم بِٱلْخَيْرِ لَقُضِىَ إِلَيْهِمْ أَجَلُهُمْ ۖ فَنَذَرُ ٱلَّذِينَ لَا يَرْجُونَ لِقَآءَنَا فِى طُغْيَـٰنِهِمْ يَعْمَهُونَ

    Wa-law yuʻajjilul laahu linnaasish sharra stiʻjaalahum̃ bil-khayri laq̣uḍiya ʹilayhim ʹajaluhum. Fanaẓarul laẓeena laa- yarjoona liq̣aaaʹanaa fee ṭug̣yaanihim yaʻmahoon.

    Dan kalau Allah menyegerakan keburukan bagi manusia seperti permintaan mereka untuk menyegerakan kebaikan, pasti diakhiri umur mereka. Namun Kami biarkan orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami, bingung di dalam kesesatan mereka.

  51. 10:12

    وَإِذَا مَسَّ ٱلْإِنسَـٰنَ ٱلضُّرُّ دَعَانَا لِجَنۢبِهِۦٓ أَوْ قَاعِدًا أَوْ قَآئِمًا فَلَمَّا كَشَفْنَا عَنْهُ ضُرَّهُۥ مَرَّ كَأَن لَّمْ يَدْعُنَآ إِلَىٰ ضُرٍّ مَّسَّهُۥ ۚ كَذَٰلِكَ زُيِّنَ لِلْمُسْرِفِينَ مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ

    Wa-ʹiẓaa massal ʹiñsaanaḍ ḍurru daʻaanaa lijambiheee ʹaw q̣aaʻidan ʹaw q̣aaaʹimaa. Falammaa kashafnaa ʻanhu ḍurrahoo marra kaʹal lam yadʻunaaa ʹilaa ḍurrim massah! Kaẓaalika zuyyina lilmusrifeena maa- kaanoo yaʻmaloon!

    Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu darinya, dia kembali (ke jalan yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya. Demikianlah dijadikan terasa indah bagi orang-orang yang melampaui batas apa yang mereka kerjakan.

  52. 10:13

    وَلَقَدْ أَهْلَكْنَا ٱلْقُرُونَ مِن قَبْلِكُمْ لَمَّا ظَلَمُوا۟ ۙ وَجَآءَتْهُمْ رُسُلُهُم بِٱلْبَيِّنَـٰتِ وَمَا كَانُوا۟ لِيُؤْمِنُوا۟ ۚ كَذَٰلِكَ نَجْزِى ٱلْقَوْمَ ٱلْمُجْرِمِينَ

    Wa-laq̣ad ʹahlaknal q̣uroona miñ q̣ablikum lammaa z̤̣alamoo wa-jaaaʹathum rusuluhum̃ bil-Bayyinaati wa-maa kaanoo liyuʹminoo! kaẓaalika najzil q̣awmal mujrimeen!

    Dan sungguh, Kami telah membinasakan umat-umat sebelum kamu, ketika mereka berbuat zalim, padahal para rasul mereka telah datang membawa keterangan-keterangan (yang nyata), tetapi mereka sama sekali tidak mau beriman. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat dosa.

  53. 10:14

    ثُمَّ جَعَلْنَـٰكُمْ خَلَـٰٓئِفَ فِى ٱلْأَرْضِ مِنۢ بَعْدِهِمْ لِنَنظُرَ كَيْفَ تَعْمَلُونَ

    S̤umma jaʻalnaakum khalaaaʹifa fil ʹarḍi mim baʻdihim linañz̤̣ura kayfa taʻmaloon!

    Kemudian Kami jadikan kamu sebagai pengganti-pengganti (mereka) di bumi setelah mereka, untuk Kami lihat bagaimana kamu berbuat.

  54. 10:15

    وَإِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ ءَايَاتُنَا بَيِّنَـٰتٍ ۙ قَالَ ٱلَّذِينَ لَا يَرْجُونَ لِقَآءَنَا ٱئْتِ بِقُرْءَانٍ غَيْرِ هَـٰذَآ أَوْ بَدِّلْهُ ۚ قُلْ مَا يَكُونُ لِىٓ أَنْ أُبَدِّلَهُۥ مِن تِلْقَآئِ نَفْسِىٓ ۖ إِنْ أَتَّبِعُ إِلَّا مَا يُوحَىٰٓ إِلَىَّ ۖ إِنِّىٓ أَخَافُ إِنْ عَصَيْتُ رَبِّى عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ

    Wa-ʹiẓaa tutlaa ʻalayhim ʹAayaatunaa Bayyinaatiñ q̣aalal laẓeena laa- yarjoona liq̣aaa ʹanaʹti bi-Q̣urʹaanin g̣ayri haaẓaaa ʹaw baddilh. Q̣ul maa- yakoonu leee ʹan ʹubaddilahoo miñ tilq̣aaaʹi nafsee: ʹin ʹattabiʻu ʹillaa maa- yooḥaaa ʹilayy: ʹinneee ʹakhaafu ʹin ʹaṣaytu Rabbee ʻAẓaaba Yawmin ʻAz̤̣eem.

    Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami dengan jelas, orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan kami berkata, "Datangkanlah kitab selain Al-Qur`an ini atau gantilah." Katakanlah (Muhammad), "Tidaklah pantas bagiku menggantinya atas kemauanku sendiri. Aku hanya mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku. Aku benar-benar takut akan azab hari yang besar (Kiamat) jika mendurhakai Tuhanku."

  55. 10:16

    قُل لَّوْ شَآءَ ٱللَّهُ مَا تَلَوْتُهُۥ عَلَيْكُمْ وَلَآ أَدْرَىٰكُم بِهِۦ ۖ فَقَدْ لَبِثْتُ فِيكُمْ عُمُرًا مِّن قَبْلِهِۦٓ ۚ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

    Q̣ul law shaaaʹal laahu maa- talawtuhoo ʻalaykum wa-laaa ʹadraakum̃ bih. Faq̣ad labis̤tu feekum ʻumuram miñ q̣ablih: ʹafalaa taʻq̣iloon?

    Katakanlah (Muhammad), "Jika Allah menghendaki, niscaya aku tidak membacakannya kepadamu dan Allah tidak (pula) memberitahukannya kepadamu." Aku telah tinggal bersamamu beberapa lama sebelumnya (sebelum turun Al-Qur`an). Apakah kamu tidak mengerti?

  56. 10:17

    فَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ ٱفْتَرَىٰ عَلَى ٱللَّهِ كَذِبًا أَوْ كَذَّبَ بِـَٔايَـٰتِهِۦٓ ۚ إِنَّهُۥ لَا يُفْلِحُ ٱلْمُجْرِمُونَ

    Faman ʹaz̤̣lamu mimmanif taraa ʻalal laahi kaẓiban aw kaẓẓaba biʹAayaatih. ʹInnahoo laa- yufliḥul mujrimoon.

    Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah atau mendustakan ayat-ayat-Nya? Sesungguhnya orang-orang yang berbuat dosa itu tidak akan beruntung.

  57. 10:18

    وَيَعْبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ مَا لَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنفَعُهُمْ وَيَقُولُونَ هَـٰٓؤُلَآءِ شُفَعَـٰٓؤُنَا عِندَ ٱللَّهِ ۚ قُلْ أَتُنَبِّـُٔونَ ٱللَّهَ بِمَا لَا يَعْلَمُ فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَلَا فِى ٱلْأَرْضِ ۚ سُبْحَـٰنَهُۥ وَتَعَـٰلَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ

    Wa-yaʻbudoona miñ doonil laahi maa laa- yaḍurruhum wa-laa yañfaʻuhum wa-yaq̣ooloona haaaʹulaaaʹi shufaʻaaaʹunaa ʻiñdal laah. Q̣ul ʹa-tunabbiʹoonal laaha bimaa laa- yaʻlamu fis samaawaati wa-laa fil ʹarḍ? Subḥaanahoo wa-Taʻaalaa ʻammaa yushrikoon!

    Dan mereka menyembah selain Allah, sesuatu yang tidak dapat mendatangkan bencana kepada mereka dan tidak (pula) memberi manfaat, dan mereka berkata, "Mereka itu adalah pemberi syafaat kami di hadapan Allah." Katakanlah, "Apakah kamu akan memberitahu kepada Allah sesuatu yang tidak diketahui-Nya apa yang di langit dan tidak (pula) yang di bumi?" Mahasuci Allah dan Mahatinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan itu.

  58. 10:19

    وَمَا كَانَ ٱلنَّاسُ إِلَّآ أُمَّةً وَٰحِدَةً فَٱخْتَلَفُوا۟ ۚ وَلَوْلَا كَلِمَةٌ سَبَقَتْ مِن رَّبِّكَ لَقُضِىَ بَيْنَهُمْ فِيمَا فِيهِ يَخْتَلِفُونَ

    Wa-maa kaanan naasu ʹillaaa ʹummatañw waaḥidatañ fakhtalafoo. Wa-lawlaa kalimatuñ sabaq̣at mir Rabbika laq̣uḍiya baynahum fee-maa feehi yakhtalifoon.

    Dan manusia dahulunya satu umat, kemudian mereka berselisih. Kalau tidak karena suatu ketetapan yang telah ada dari Tuhanmu, pastilah telah diberi keputusan (di dunia) di antara mereka, tentang apa yang mereka perselisihkan itu.

  59. 10:20

    وَيَقُولُونَ لَوْلَآ أُنزِلَ عَلَيْهِ ءَايَةٌ مِّن رَّبِّهِۦ ۖ فَقُلْ إِنَّمَا ٱلْغَيْبُ لِلَّهِ فَٱنتَظِرُوٓا۟ إِنِّى مَعَكُم مِّنَ ٱلْمُنتَظِرِينَ

    Wa-yaq̣ooloona Law-laaa ʹuñzila ʻalayhi ʹAayatum mir Rabbih? Faq̣ul ʹinnamal G̣aybu lillaahi fañtaz̤̣iroo: ʹinnee maʻakum minal muñtaz̤̣ireen.

    Dan mereka berkata, "Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) suatu bukti (mukjizat) dari Tuhannya?" Katakanlah, "Sungguh, segala yang gaib itu hanya milik Allah; sebab itu tunggu (sajalah) olehmu. Ketahuilah aku juga menunggu bersama kamu.

  60. 10:21

    وَإِذَآ أَذَقْنَا ٱلنَّاسَ رَحْمَةً مِّنۢ بَعْدِ ضَرَّآءَ مَسَّتْهُمْ إِذَا لَهُم مَّكْرٌ فِىٓ ءَايَاتِنَا ۚ قُلِ ٱللَّهُ أَسْرَعُ مَكْرًا ۚ إِنَّ رُسُلَنَا يَكْتُبُونَ مَا تَمْكُرُونَ

    Waʹiẓaaa ʹaẓaq̣nan naasa raḥmatam mim baʻdi ḍarraaaʹa massathum ʹiẓaa lahum makruñ feee ʹAayaatinaa! Q̣ulil laahu ʹasraʻu makraa! ʹInna rusulanaa yaktuboona maa- tamkuroon!

    Dan apabila Kami memberikan suatu rahmat kepada manusia, setelah mereka ditimpa bencana, mereka segera melakukan segala tipu daya (menentang) ayat-ayat Kami. Katakanlah, "Allah lebih cepat pembalasannya (atas tipu daya itu)." Sesungguhnya malaikat-malaikat Kami mencatat tipu dayamu.

  61. 10:22

    هُوَ ٱلَّذِى يُسَيِّرُكُمْ فِى ٱلْبَرِّ وَٱلْبَحْرِ ۖ حَتَّىٰٓ إِذَا كُنتُمْ فِى ٱلْفُلْكِ وَجَرَيْنَ بِهِم بِرِيحٍ طَيِّبَةٍ وَفَرِحُوا۟ بِهَا جَآءَتْهَا رِيحٌ عَاصِفٌ وَجَآءَهُمُ ٱلْمَوْجُ مِن كُلِّ مَكَانٍ وَظَنُّوٓا۟ أَنَّهُمْ أُحِيطَ بِهِمْ ۙ دَعَوُا۟ ٱللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ لَئِنْ أَنجَيْتَنَا مِنْ هَـٰذِهِۦ لَنَكُونَنَّ مِنَ ٱلشَّـٰكِرِينَ

    Huwal laẓee, yusayyirukum fil barri walbaḥr; ḥattaaa ʹiẓaa kuñtum fil fulk; wa-jarayna bihim̃ bireeḥiñ ṭayyibatiñw wafariḥoo bihaa jaaaʹathaa reeḥun ʻaaṣifuñw Wajaaaʹahumul mawju miñ kulli makaaniñw waz̤̣annooo ʹannahum ʹuḥeeṭa bihim daʻa wullaaha mukhliṣeena lahud Deen: laʹin ʹañjaytanaa min haaẓihee lanakoonanna minash Shaakireen!

    Dialah Tuhan yang menjadikan kamu dapat berjalan di daratan, dan (berlayar) di lautan. Sehingga ketika kamu berada di dalam kapal, dan meluncurlah (kapal) itu membawa mereka (orang-orang yang ada di dalamnya) dengan tiupan angin yang baik, dan mereka bergembira karenanya; tiba-tiba datanglah badai dan gelombang menimpanya dari segenap penjuru, dan mereka mengira telah terkepung (bahaya), maka mereka berdoa dengan tulus ikhlas kepada Allah semata. (Seraya berkata), "Sekiranya Engkau menyelamatkan kami dari (bahaya) ini, pasti kami termasuk orang-orang yang bersyukur."

  62. 10:23

    فَلَمَّآ أَنجَىٰهُمْ إِذَا هُمْ يَبْغُونَ فِى ٱلْأَرْضِ بِغَيْرِ ٱلْحَقِّ ۗ يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّمَا بَغْيُكُمْ عَلَىٰٓ أَنفُسِكُم ۖ مَّتَـٰعَ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ۖ ثُمَّ إِلَيْنَا مَرْجِعُكُمْ فَنُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

    Falammaaa ʹañjaahum ʹiẓaa hum yabg̣oona fil ʹarḍi big̣ayril ḥaq̣q̣! Yaaaʹayyuhan naasu ʹinnamaa bag̣yukum ʻalaaa ʹañfusikum mataaʻal Ḥayaatid dunyaa: s̤umma ʹilaynaa marjiʻukum fanunabbiʹukum̃ bimaa kuñtum taʻmaloon.

    Tetapi ketika Allah menyelamatkan mereka, malah mereka berbuat kezaliman di bumi tanpa (alasan) yang benar. Wahai manusia! Sesungguhnya kezalimanmu bahayanya akan menimpa dirimu sendiri; itu hanya kenikmatan hidup duniawi, selanjutnya kepada Kamilah kembalimu, kelak akan Kami kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.

  63. 10:24

    إِنَّمَا مَثَلُ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا كَمَآءٍ أَنزَلْنَـٰهُ مِنَ ٱلسَّمَآءِ فَٱخْتَلَطَ بِهِۦ نَبَاتُ ٱلْأَرْضِ مِمَّا يَأْكُلُ ٱلنَّاسُ وَٱلْأَنْعَـٰمُ حَتَّىٰٓ إِذَآ أَخَذَتِ ٱلْأَرْضُ زُخْرُفَهَا وَٱزَّيَّنَتْ وَظَنَّ أَهْلُهَآ أَنَّهُمْ قَـٰدِرُونَ عَلَيْهَآ أَتَىٰهَآ أَمْرُنَا لَيْلًا أَوْ نَهَارًا فَجَعَلْنَـٰهَا حَصِيدًا كَأَن لَّمْ تَغْنَ بِٱلْأَمْسِ ۚ كَذَٰلِكَ نُفَصِّلُ ٱلْـَٔايَـٰتِ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

    ʹInnamaa Mas̤alul Ḥayaatid dunyaa kamaaaʹin ʹañzalnaahu minas samaaaʹi fakhtalaṭa bihee nabaatul ʹarḍi mimmaa yaʹkulun naasu wal-ʹanʻaam: ḥattaaa ʹiẓaaa ʹakhaẓatil ʹarḍu zukhrufahaa wazzayyanat waz̤̣anna ʹahluhaaa ʹannahum q̣aadiroona ʻalayhaaa ʹataahaaa ʹamrunaa laylan ʹaw nahaarañ fajaʻalnaahaa ḥaṣeedañ kaʹal lam tag̣na bil-ʹams! Kaẓaalika nufaṣṣilul ʹAayaati liq̣awmiñy yatafakkaroon.

    Sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu hanya seperti air (hujan) yang Kami turunkan dari langit, lalu tumbuhlah tanaman-tanaman bumi dengan subur (karena air itu), di antaranya ada yang dimakan manusia dan hewan ternak. Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya, dan berhias, dan pemiliknya mengira bahwa mereka pasti menguasainya (memetik hasilnya), datanglah kepadanya azab Kami pada waktu malam atau siang, lalu Kami jadikan (tanaman)nya seperti tanaman yang sudah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda (kekuasaan Kami) kepada kaum yang berpikir.

  64. 10:25

    وَٱللَّهُ يَدْعُوٓا۟ إِلَىٰ دَارِ ٱلسَّلَـٰمِ وَيَهْدِى مَن يَشَآءُ إِلَىٰ صِرَٰطٍ مُّسْتَقِيمٍ

    Wallaahu yadʻooo ʹilaa Daaris Salaam: wa-yahdee mañy yashaaaʹu ʹilaa Ṣiraaṭim Mustaq̣eem.

    Dan Allah menyeru (manusia) ke Dārussalām (surga), dan memberikan petunjuk kepada orang yang Dia kehendaki ke jalan yang lurus (Islam).

  65. 10:26

    ۞ لِّلَّذِينَ أَحْسَنُوا۟ ٱلْحُسْنَىٰ وَزِيَادَةٌ ۖ وَلَا يَرْهَقُ وُجُوهَهُمْ قَتَرٌ وَلَا ذِلَّةٌ ۚ أُو۟لَـٰٓئِكَ أَصْحَـٰبُ ٱلْجَنَّةِ ۖ هُمْ فِيهَا خَـٰلِدُونَ

    Lil-laẓeena ʹaḥsanul ḥusnaa wa-ziyaadah! Wa-laa yarhaq̣u wujoohahum q̣ataruñw walaa ẓillah! ʹUlaaaʹika ʹAṣḥaabul Jannah; hum feehaa khaalidoon.

    Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya (kenikmatan melihat Allah). Dan wajah mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) dalam kehinaan. Mereka itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya.

  66. 10:27

    وَٱلَّذِينَ كَسَبُوا۟ ٱلسَّيِّـَٔاتِ جَزَآءُ سَيِّئَةٍۭ بِمِثْلِهَا وَتَرْهَقُهُمْ ذِلَّةٌ ۖ مَّا لَهُم مِّنَ ٱللَّهِ مِنْ عَاصِمٍ ۖ كَأَنَّمَآ أُغْشِيَتْ وُجُوهُهُمْ قِطَعًا مِّنَ ٱلَّيْلِ مُظْلِمًا ۚ أُو۟لَـٰٓئِكَ أَصْحَـٰبُ ٱلنَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَـٰلِدُونَ

    Wallaẓeena kasabus sayyiʹaati jazaaaʹu sayyiʹatim bimis̤lihaa wa-tarhaq̣uhum ẓillah: maa- lahum minal laahi min ʻaaṣim: Kaʹannamaaa ʹug̣shiyat wujoohuhum q̣iṭaʻam minal layli muz̤̣limaa: ʹulaaaʹika ʹAṣḥaabun Naari hum feehaa khaalidoon!

    Adapun orang-orang yang berbuat kejahatan (akan mendapat) balasan kejahatan yang setimpal dan mereka diselubungi kehinaan. Tidak ada bagi mereka seorang pelindung pun dari (azab) Allah, seakan-akan wajah mereka ditutupi dengan kepingan-kepingan malam yang gelap gulita. Mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.

  67. 10:28

    وَيَوْمَ نَحْشُرُهُمْ جَمِيعًا ثُمَّ نَقُولُ لِلَّذِينَ أَشْرَكُوا۟ مَكَانَكُمْ أَنتُمْ وَشُرَكَآؤُكُمْ ۚ فَزَيَّلْنَا بَيْنَهُمْ ۖ وَقَالَ شُرَكَآؤُهُم مَّا كُنتُمْ إِيَّانَا تَعْبُدُونَ

    Wa-yawma naḥshuruhum jameeʻañ s̤umma naq̣oolu lil-laẓeena ʹashrakoo makaanakum ʹañtum wa-shurakaaʹukum. Fazayyalnaa baynahum wa-q̣aala shurakaaaʹuhum maa kuñtum ʹiyyaanaa taʻbudoon!

    Dan (ingatlah) pada hari (ketika) itu Kami mengumpulkan mereka semuanya, kemudian Kami berkata kepada orang yang mempersekutukan (Allah), "Tetaplah di tempatmu, kamu dan para sekutumu." Lalu Kami pisahkan mereka, dan berkatalah sekutu-sekutu mereka, "kamu sekali-kali tidak pernah menyembah kami.

  68. 10:29

    فَكَفَىٰ بِٱللَّهِ شَهِيدًۢا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ إِن كُنَّا عَنْ عِبَادَتِكُمْ لَغَـٰفِلِينَ

    Fakafaa billaahi shaheedam baynanaa wa-baynakum ʹiñ kunnaa ʻan ʻibaadatikum lag̣aafileen!

    Maka cukuplah Allah menjadi saksi antara kami dengan kamu, sebab kami tidak tahu-menahu tentang penyembahan kamu (kepada kami)."

  69. 10:30

    هُنَالِكَ تَبْلُوا۟ كُلُّ نَفْسٍ مَّآ أَسْلَفَتْ ۚ وَرُدُّوٓا۟ إِلَى ٱللَّهِ مَوْلَىٰهُمُ ٱلْحَقِّ ۖ وَضَلَّ عَنْهُم مَّا كَانُوا۟ يَفْتَرُونَ

    Hunaalika tabloo kullu nafsim maaa ʹaslafat wa-ruddooo ʹilal laahi Mawlaahumul Ḥaq̣q̣i wa-ḍalla ʻanhum maa kanoo yaftaroon.

    Di tempat itu (padang Mahsyar), setiap jiwa merasakan pembalasan dari apa yang telah dikerjakannya (dahulu) dan mereka dikembalikan kepada Allah, Pelindung mereka yang sebenarnya, dan lenyaplah dari mereka apa (pelindung palsu) yang mereka ada-adakan.

  70. 10:31

    قُلْ مَن يَرْزُقُكُم مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلْأَرْضِ أَمَّن يَمْلِكُ ٱلسَّمْعَ وَٱلْأَبْصَـٰرَ وَمَن يُخْرِجُ ٱلْحَىَّ مِنَ ٱلْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ ٱلْمَيِّتَ مِنَ ٱلْحَىِّ وَمَن يُدَبِّرُ ٱلْأَمْرَ ۚ فَسَيَقُولُونَ ٱللَّهُ ۚ فَقُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ

    Q̣ul mañy yarzuq̣ukum minas samaaaʹi wal-ʹarḍi ʹammañy yamlikus samʻa wal-ʹabṣaara wa-mañy yukhrijul ḥayya minal mayyiti wa-yukhrijul mayyita minal ḥayyi wa-mañy yudabbirul ʹamr? Fasayaq̣ooloonal laah. faq̣ul ʹafalaa tattaq̣oon?

    Katakanlah (Muhammad), "Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati, dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup, dan siapakah yang mengatur segala urusan?" Maka mereka akan menjawab, "Allah." Maka katakanlah, "Mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya)?"

  71. 10:32

    فَذَٰلِكُمُ ٱللَّهُ رَبُّكُمُ ٱلْحَقُّ ۖ فَمَاذَا بَعْدَ ٱلْحَقِّ إِلَّا ٱلضَّلَـٰلُ ۖ فَأَنَّىٰ تُصْرَفُونَ

    Faẓaalikumul laahu Rabbukumul Ḥaq̣q̣: famaaẓaa baʻdal Ḥaq̣q̣i ʹillaḍ ḍalaal? Faʹannaa tuṣrafoon?

    Maka itulah Allah, Tuhan kamu yang sebenarnya; maka tidak ada setelah kebenaran itu melainkan kesesatan. Maka mengapa kamu berpaling (dari kebenaran)?

  72. 10:33

    كَذَٰلِكَ حَقَّتْ كَلِمَتُ رَبِّكَ عَلَى ٱلَّذِينَ فَسَقُوٓا۟ أَنَّهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ

    Kaẓaalika ḥaq̣q̣at Kalimatu Rabbika ʻalal laẓeena fasaq̣ooo ʹannahum laa- yuʹminoon.

    Demikianlah telah tetap (hukuman) Tuhanmu terhadap orang-orang yang fasik, karena sesungguhnya mereka tidak beriman.

  73. 10:34

    قُلْ هَلْ مِن شُرَكَآئِكُم مَّن يَبْدَؤُا۟ ٱلْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيدُهُۥ ۚ قُلِ ٱللَّهُ يَبْدَؤُا۟ ٱلْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيدُهُۥ ۖ فَأَنَّىٰ تُؤْفَكُونَ

    Q̣ul hal miñ shurakaaaʹikum mañy yabdaʹul khalq̣a s̤umma yuʻeeduh? Q̣ulil laahu yabdaʹul khalq̣a s̤umma yuʻeeduhoo faʹannaa tuʹfakoon?

    Katakanlah, "Adakah di antara sekutumu yang dapat memulai penciptaan (makhluk), kemudian mengulanginya (menghidupkannya) kembali?" Katakanlah, "Allah memulai (penciptaan) makhluk, kemudian mengulanginya. Maka bagaimana kamu dipalingkan (menyembah selain Allah)?"

  74. 10:35

    قُلْ هَلْ مِن شُرَكَآئِكُم مَّن يَهْدِىٓ إِلَى ٱلْحَقِّ ۚ قُلِ ٱللَّهُ يَهْدِى لِلْحَقِّ ۗ أَفَمَن يَهْدِىٓ إِلَى ٱلْحَقِّ أَحَقُّ أَن يُتَّبَعَ أَمَّن لَّا يَهِدِّىٓ إِلَّآ أَن يُهْدَىٰ ۖ فَمَا لَكُمْ كَيْفَ تَحْكُمُونَ

    Q̣ul hal miñ shurakaaaʹikum mañy yahdeee ʹilal Ḥaq̣q̣? Q̣ulil laahu yahdee lil-Ḥaq̣q̣. ʹAfamañy yahdeee ʹilal Ḥaq̣q̣i ʹaḥaq̣q̣u ʹañy yuttabaʻa ʹammal laa yahiddeee ʹillaaa ʹañy yuhdaa? Famaa lakum? Kayfa taḥkumoon?

    Katakanlah, "Apakah di antara sekutumu ada yang membimbing kepada kebenaran?" Katakanlah, "Allahlah yang membimbing kepada kebenaran." Maka manakah yang lebih berhak diikuti, Tuhan yang membimbing kepada kebenaran, ataukah orang yang tidak mampu membimbing bahkan perlu dibimbing? Maka mengapa kamu (berbuat demikian)? Bagaimanakah kamu mengambil keputusan?

  75. 10:36

    وَمَا يَتَّبِعُ أَكْثَرُهُمْ إِلَّا ظَنًّا ۚ إِنَّ ٱلظَّنَّ لَا يُغْنِى مِنَ ٱلْحَقِّ شَيْـًٔا ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌۢ بِمَا يَفْعَلُونَ

    Wa-maa yattabiʻu ʹaks̤aruhum ʹillaa z̤̣annaa: ʹinnaz̤̣ z̤̣anna laa- yug̣nee minal Ḥaq̣q̣i shayʹaa. ʹInnal laaha ʻAleemum bimaa yafʻaloon.

    Dan kebanyakan mereka hanya mengikuti dugaan. Sesungguhnya dugaan itu tidak sedikit pun berguna untuk mencapai kebenaran. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.

  76. 10:37

    وَمَا كَانَ هَـٰذَا ٱلْقُرْءَانُ أَن يُفْتَرَىٰ مِن دُونِ ٱللَّهِ وَلَـٰكِن تَصْدِيقَ ٱلَّذِى بَيْنَ يَدَيْهِ وَتَفْصِيلَ ٱلْكِتَـٰبِ لَا رَيْبَ فِيهِ مِن رَّبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ

    Wa-maa kaana haaẓal Q̣urʹaanu ʹañy yuftaraa miñ doonil laahi wa-laakiñ taṣdeeq̣al laẓee bayna yadayhi wa-tafṣeelal Kitaabi laa- rayba feehi mir Rabbil ʻAalameen.

    Dan tidak mungkin Al-Qur`an ini dibuat-buat oleh selain Allah; tetapi (Al-Qur`an) membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan hukum-hukum yang telah ditetapkannya, tidak ada keraguan di dalamnya, (diturunkan) dari Tuhan seluruh alam.

  77. 10:38

    أَمْ يَقُولُونَ ٱفْتَرَىٰهُ ۖ قُلْ فَأْتُوا۟ بِسُورَةٍ مِّثْلِهِۦ وَٱدْعُوا۟ مَنِ ٱسْتَطَعْتُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ إِن كُنتُمْ صَـٰدِقِينَ

    ʹAm yaq̣ooloonaf taraah? Q̣ul faʹtoo bisooratim mis̤lihee wadʻoo manis taṭaʻtum miñ doonil laahi ʹiñ kuñtum Ṣaadiq̣een!.

    Apakah pantas mereka mengatakan dia (Muhammad) yang telah membuat-buatnya? Katakanlah, "Buatlah satu surah yang semisal dengan surah (Al-Qur`an), dan ajaklah siapa saja diantara kamu orang yang mampu (membuatnya) selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar."

  78. 10:39

    بَلْ كَذَّبُوا۟ بِمَا لَمْ يُحِيطُوا۟ بِعِلْمِهِۦ وَلَمَّا يَأْتِهِمْ تَأْوِيلُهُۥ ۚ كَذَٰلِكَ كَذَّبَ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ ۖ فَٱنظُرْ كَيْفَ كَانَ عَـٰقِبَةُ ٱلظَّـٰلِمِينَ

    Bal kaẓẓaboo bimaa lam yuḥeeṭoo biʻilmihee wa-lammaa yaʹtihim taʹweeluh: Kaẓaalika kaẓẓabal laẓeena miñ q̣ablihim fañz̤̣ur kayfa kaana ʻaaq̣ibatuz̤̣ z̤̣aalimeen!

    Bahkan (yang sebenarnya), mereka mendustakan apa yang belum mereka ketahui dengan sempurna dan belum mereka peroleh penjelasannya. Demikianlah halnya umat-umat yang ada sebelum mereka telah mendustakan (Rasul). Maka perhatikanlah bagaimana akibat orang yang zalim.

  79. 10:40

    وَمِنْهُم مَّن يُؤْمِنُ بِهِۦ وَمِنْهُم مَّن لَّا يُؤْمِنُ بِهِۦ ۚ وَرَبُّكَ أَعْلَمُ بِٱلْمُفْسِدِينَ

    Wa-minhum mañy yuʹminu bihee wa-minhum mal laa yuʹminu bih: wa-Rabbuka ʹaʻlamu bilmufsideen.

    Dan di antara mereka ada orang-orang yang beriman kepadanya (Al-Qur`an), dan di antaranya ada (pula) orang-orang yang tidak beriman kepadanya. Sedangkan Tuhanmu lebih mengetahui tentang orang-orang yang berbuat kerusakan.

  80. 10:41

    وَإِن كَذَّبُوكَ فَقُل لِّى عَمَلِى وَلَكُمْ عَمَلُكُمْ ۖ أَنتُم بَرِيٓـُٔونَ مِمَّآ أَعْمَلُ وَأَنَا۠ بَرِىٓءٌ مِّمَّا تَعْمَلُونَ

    Wa-ʹiñ kaẓẓabooka faq̣ul lee ʻamalee wa-lakum ʻamalukum! ʹAñtum̃ bareeeʹoona mimmaaa ʹaʻmalu wa-ʹana bareeeʹum mimmaa taʻmaloon!

    Dan jika mereka (tetap) mendustakanmu (Muhammad), maka katakanlah, "Bagiku pekerjaanku dan bagimu pekerjaanmu. Kamu tidak bertanggung jawab terhadap apa yang aku kerjakan dan aku pun tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu kerjakan."

  81. 10:42

    وَمِنْهُم مَّن يَسْتَمِعُونَ إِلَيْكَ ۚ أَفَأَنتَ تُسْمِعُ ٱلصُّمَّ وَلَوْ كَانُوا۟ لَا يَعْقِلُونَ

    Wa-minhum mañy yastamiʻoona ʹilayk: ʹa-faʹañta tusmiʻuṣ ṣumma wa-law kaanoo laa- yaʻq̣iloon?

    Dan di antara mereka ada yang mendengarkan engkau (Muhammad). Tetapi apakah engkau dapat menjadikan orang yang tuli itu mendengar, walaupun mereka tidak mengerti?

  82. 10:43

    وَمِنْهُم مَّن يَنظُرُ إِلَيْكَ ۚ أَفَأَنتَ تَهْدِى ٱلْعُمْىَ وَلَوْ كَانُوا۟ لَا يُبْصِرُونَ

    Wa-minhum mañy yañz̤̣uru ʹilayk: ʹa-faʹanta tahdil ʻumya wa-law kaanoo laa- yubṣiroon?

    Dan di antara mereka ada yang melihat kepada engkau. Tetapi apakah engkau dapat memberi petunjuk kepada orang yang buta, walaupun mereka tidak memperhatikan?

  83. 10:44

    إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَظْلِمُ ٱلنَّاسَ شَيْـًٔا وَلَـٰكِنَّ ٱلنَّاسَ أَنفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ

    ʹInnal laaha la yaz̤̣limun naasa shayʹañw walaakin nannaasa ʹañfusahum yaz̤̣limoon.

    Sesungguhnya Allah tidak menzalimi manusia sedikit pun, tetapi manusia itulah yang menzalimi dirinya sendiri.

  84. 10:45

    وَيَوْمَ يَحْشُرُهُمْ كَأَن لَّمْ يَلْبَثُوٓا۟ إِلَّا سَاعَةً مِّنَ ٱلنَّهَارِ يَتَعَارَفُونَ بَيْنَهُمْ ۚ قَدْ خَسِرَ ٱلَّذِينَ كَذَّبُوا۟ بِلِقَآءِ ٱللَّهِ وَمَا كَانُوا۟ مُهْتَدِينَ

    Wa-yawma yaḥshuruhum kaʹal lam yalbas̤ooo ʹillaa saaʻatam minan nahaari yataʻaarafoona baynahum. Q̣ad khasiral laẓeena kaẓẓaboo biliq̣aaaʹil laahi wa-maa kaanoo muhtadeen.

    Dan (ingatlah) pada hari (ketika) Allah mengumpulkan mereka, (mereka merasa) seakan-akan tidak pernah berdiam (di dunia) kecuali sesaat saja pada siang hari, (pada waktu) mereka saling berkenalan. Sungguh, rugi orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan Allah, dan mereka tidak mendapat petunjuk.

  85. 10:46

    وَإِمَّا نُرِيَنَّكَ بَعْضَ ٱلَّذِى نَعِدُهُمْ أَوْ نَتَوَفَّيَنَّكَ فَإِلَيْنَا مَرْجِعُهُمْ ثُمَّ ٱللَّهُ شَهِيدٌ عَلَىٰ مَا يَفْعَلُونَ

    Wa-ʹimmaa nuriyannaka baʻḍal laẓee naʻiduhum ʹaw natawaffayannaka faʹilaynaa marjiʻuhum s̤ummal laahu shaheedun ʻalaa maa- yafʻaloon.

    Dan jika Kami perlihatkan kepadamu (Muhammad) sebagian dari (siksaan) yang Kami janjikan kepada mereka, (tentulah engkau akan melihatnya) atau (jika) Kami wafatkan engkau (sebelum itu), maka kepada Kami (jualah) mereka kembali, dan Allah menjadi saksi atas apa yang mereka kerjakan.

  86. 10:47

    وَلِكُلِّ أُمَّةٍ رَّسُولٌ ۖ فَإِذَا جَآءَ رَسُولُهُمْ قُضِىَ بَيْنَهُم بِٱلْقِسْطِ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ

    Wa-likulli ʹummatir Rasool: faʹiẓaa jaaaʹa Rasooluhum q̣uḍiya baynahum̃ bilq̣isṭi wa-hum laa- yuz̤̣lamoon.

    Dan setiap umat (mempunyai) Rasul. Maka apabila rasul mereka telah datang, diberlakukanlah hukum bagi mereka dengan adil dan (sedikit pun) tidak dizalimi.

  87. 10:48

    وَيَقُولُونَ مَتَىٰ هَـٰذَا ٱلْوَعْدُ إِن كُنتُمْ صَـٰدِقِينَ

    Wa-yaq̣ooloona mataa haaẓal waʻdu ʹiñ kuñtum ṣaadiq̣een.

    Dan mereka mengatakan, "Bilakah (datangnya) ancaman itu, jika kamu orang-orang yang benar?"

  88. 10:49

    قُل لَّآ أَمْلِكُ لِنَفْسِى ضَرًّا وَلَا نَفْعًا إِلَّا مَا شَآءَ ٱللَّهُ ۗ لِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ ۚ إِذَا جَآءَ أَجَلُهُمْ فَلَا يَسْتَـْٔخِرُونَ سَاعَةً ۖ وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ

    Q̣ul laaa ʹamliku linafsee ḍarrañw walaa nafʻan ʹillaa maa- shaaaʹal laah. Likulli ʹUmmatin ʹajal: ʹiẓaa jaaaʹa ʹajaluhum falaa yastaʹkhiroona saaʻatañw walaa yastaq̣dimoon.

    Katakanlah (Muhammad), "Aku tidak kuasa menolak mudarat maupun mendatangkan manfaat kepada diriku, kecuali apa yang Allah kehendaki." Bagi setiap umat punya ajal (batas waktu). Apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun.

  89. 10:50

    قُلْ أَرَءَيْتُمْ إِنْ أَتَىٰكُمْ عَذَابُهُۥ بَيَـٰتًا أَوْ نَهَارًا مَّاذَا يَسْتَعْجِلُ مِنْهُ ٱلْمُجْرِمُونَ

    Q̣ul ʹaraʹaytum ʹin ʹataakum ʻaẓaabuhoo bayaatan ʹaw nahaaram maaẓaa yastaʻjilu minhul mujrimoon.

    Katakanlah, "Terangkanlah kepadaku, jika datang kepada kamu siksaan-Nya pada waktu malam atau siang hari, manakah yang diminta untuk disegerakan oleh orang-orang yang berdosa itu?"

  90. 10:51

    أَثُمَّ إِذَا مَا وَقَعَ ءَامَنتُم بِهِۦٓ ۚ ءَآلْـَٔـٰنَ وَقَدْ كُنتُم بِهِۦ تَسْتَعْجِلُونَ

    ʹAs̤umma ʹiẓaa maa- waq̣aʻa ʹaamañtum̃ bih? ʹAaalʹaana wa-q̣ad kuñtum̃ bihee tastaʻjiloon!

    Kemudian apakah setelah azab itu terjadi, kamu baru mempercayainya? Apakah (baru) sekarang, padahal sebelumnya kamu selalu meminta agar di segerakan?

  91. 10:52

    ثُمَّ قِيلَ لِلَّذِينَ ظَلَمُوا۟ ذُوقُوا۟ عَذَابَ ٱلْخُلْدِ هَلْ تُجْزَوْنَ إِلَّا بِمَا كُنتُمْ تَكْسِبُونَ

    S̤umma q̣eela lil-laẓeena z̤̣alamoo ẓooq̣oo ʻaẓaabal khuld! Hal tujzawna ʹillaa bimaa kuñtum taksiboon.

    Kemudian dikatakan kepada orang-orang yang zalim itu, "Rasakanlah olehmu siksaan yang kekal. Kamu tidak diberi balasan, melainkan (sesuai) dengan apa yang telah kamu lakukan."

  92. 10:53

    ۞ وَيَسْتَنۢبِـُٔونَكَ أَحَقٌّ هُوَ ۖ قُلْ إِى وَرَبِّىٓ إِنَّهُۥ لَحَقٌّ ۖ وَمَآ أَنتُم بِمُعْجِزِينَ

    Wa-yastambiʹoonaka ʹaḥaq̣q̣un hoo? Q̣ul ʹEe wa-Rabbeee ʹinnahoo laḥaq̣q̣! Wa-maaa ʹañtum bimuʻjizeen!

    Dan mereka menanyakan kepadamu (Muhammad), "Benarkah (azab yang dijanjikan) itu?" Katakanlah, "Ya, demi Tuhanku, sesungguhnya (azab) itu pasti benar dan kamu sekali-kali tidak dapat menghindar."

  93. 10:54

    وَلَوْ أَنَّ لِكُلِّ نَفْسٍ ظَلَمَتْ مَا فِى ٱلْأَرْضِ لَٱفْتَدَتْ بِهِۦ ۗ وَأَسَرُّوا۟ ٱلنَّدَامَةَ لَمَّا رَأَوُا۟ ٱلْعَذَابَ ۖ وَقُضِىَ بَيْنَهُم بِٱلْقِسْطِ ۚ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ

    Wa-law ʹanna likulli nafsiñ z̤̣alamat maa- fil ʹarḍi laftadat bih: wa-ʹasarrun nadaamata lammaa raʹawul ʻaẓaab: wa-q̣uḍiya baynahum̃ bilq̣isṭi wahum laa- yuz̤̣lamoon.

    Dan kalau setiap orang yang zalim itu (mempunyai) segala apa yang ada di bumi, tentu dia menebus dirinya dengan itu, dan mereka menyembunyikan penyesalannya ketika mereka telah menyaksikan azab. Kemudian diberi keputusan di antara mereka dengan adil, dan mereka tidak dizalimi.

  94. 10:55

    أَلَآ إِنَّ لِلَّهِ مَا فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۗ أَلَآ إِنَّ وَعْدَ ٱللَّهِ حَقٌّ وَلَـٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ

    ʹAlaaa ʹinna lillaahi maa- fis samaawaati wal-ʹarḍ? ʹAlaaa ʹinna waʻdal laahi ḥaq̣q̣uñw walaakinna ʹaks̤arahum laa- yaʻlamoon?

    Ketahuilah sesungguhnya milik Allahlah apa yang ada di langit dan di bumi. Bukankah janji Allah itu benar? Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.

  95. 10:56

    هُوَ يُحْىِۦ وَيُمِيتُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

    Huwa yuḥyee wa-yumeetu wa-ʹilayhi turjaʻoon.

    Dialah yang menghidupkan dan mematikan, dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan.

  96. 10:57

    يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ قَدْ جَآءَتْكُم مَّوْعِظَةٌ مِّن رَّبِّكُمْ وَشِفَآءٌ لِّمَا فِى ٱلصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ

    Yaaaʹayyuhan naasu q̣ad jaaaʹatkum mawʻiz̤̣atum mir Rabbikum wa-shifaaaʹul limaa fiṣ ṣudoori wa-Hudañw wa-Raḥmatul lil-Muʹmineen.

    Wahai manusia! Sungguh, telah datang kepadamu pelajaran (Al-Qur`an) dari Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman.

  97. 10:58

    قُلْ بِفَضْلِ ٱللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِۦ فَبِذَٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوا۟ هُوَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُونَ

    Q̣ul bi-Faḍlil laahi wa-bi-Raḥmatihee fabiẓaalika fal-yafraḥoo: huwa khayrum mimmaa yajmaʻoon.

    Katakanlah (Muhammad), "Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaknya dengan itu mereka bergembira. Itu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan."

  98. 10:59

    قُلْ أَرَءَيْتُم مَّآ أَنزَلَ ٱللَّهُ لَكُم مِّن رِّزْقٍ فَجَعَلْتُم مِّنْهُ حَرَامًا وَحَلَـٰلًا قُلْ ءَآللَّهُ أَذِنَ لَكُمْ ۖ أَمْ عَلَى ٱللَّهِ تَفْتَرُونَ

    Q̣ul ʹaraʹaytum maaa ʹañzalal laahu lakum mir rizq̣iñ fajaʻaltum minhu ḥaraamañw waḥalaalaa. Q̣ul ʹaaallaahu ʹaẓina lakum ʹam ʻalal laahi taftaroon?

    Katakanlah (Muhammad), "Terangkanlah kepadaku tentang rezeki yang diturunkan Allah kepadamu, lalu kamu jadikan sebagiannya haram dan sebagiannya halal." Katakanlah, "Apakah Allah telah memberikan izin kepadamu (tentang ini), ataukah kamu mengada-ada atas nama Allah?"

  99. 10:60

    وَمَا ظَنُّ ٱلَّذِينَ يَفْتَرُونَ عَلَى ٱللَّهِ ٱلْكَذِبَ يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَذُو فَضْلٍ عَلَى ٱلنَّاسِ وَلَـٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَشْكُرُونَ

    Wa-maa z̤̣annul laẓeena yaftaroona ʻalal laahil kaẓiba Yawmal Q̣iyaamah? ʹInnal laaha la-Ẓoo faḍlin ʻalan naasi wa-laakinna ʹaks̤arahum laa- yashkuroon.

    Dan apakah dugaan orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah pada hari Kiamat? Sesungguhnya Allah benar-benar mempunyai karunia (yang dilimpahkan) kepada manusia, tetapi kebanyakan mereka tidak bersyukur.

  100. 10:61

    وَمَا تَكُونُ فِى شَأْنٍ وَمَا تَتْلُوا۟ مِنْهُ مِن قُرْءَانٍ وَلَا تَعْمَلُونَ مِنْ عَمَلٍ إِلَّا كُنَّا عَلَيْكُمْ شُهُودًا إِذْ تُفِيضُونَ فِيهِ ۚ وَمَا يَعْزُبُ عَن رَّبِّكَ مِن مِّثْقَالِ ذَرَّةٍ فِى ٱلْأَرْضِ وَلَا فِى ٱلسَّمَآءِ وَلَآ أَصْغَرَ مِن ذَٰلِكَ وَلَآ أَكْبَرَ إِلَّا فِى كِتَـٰبٍ مُّبِينٍ

    Wa-maa takoonu fee shaʹniñw wamaa tatloo minhu miñ Q̣urʹaaniñw Walaa taʻmaloona min ʻamalin ʹillaa kunnaa ʻalaykum Shuhoodan ʹiẓ tufeeḍoona feeh. Wa-maa yaʻzubu ʻar Rabbika mim mis̤q̣aali ẓarratiñ fil ʹarḍi wa-laa fis samaaaʹi wa-laaa ʹaṣg̣ara miñ ẓaalika wa-laaa ʹakbara ʹillaa fee kitaabim Mubeen.

    Dan tidakkah engkau (Muhammad) berada dalam suatu urusan, dan tidak membaca suatu ayat Al-Qur`an serta tidak pula kamu melakukan suatu pekerjaan, melainkan Kami menjadi saksi atasmu ketika kamu melakukannya. Tidak lengah sedikit pun dari pengetahuan Tuhanmu biarpun sebesar zarrah, baik di bumi ataupun di langit. Tidak ada sesuatu yang lebih kecil dan yang lebih besar daripada itu, melainkan semua tercatat dalam Kitab yang nyata (Lauḥ Maḥfūẓ).

  101. 10:62

    أَلَآ إِنَّ أَوْلِيَآءَ ٱللَّهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

    ʹAlaaa ʹinna ʹAwliyaaaʹal laahi laa- khawfun ʻalayhim wa-laa hum yaḥzanoon.

    Ingatlah! Wali-wali Allah itu, tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.

  102. 10:63

    ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَكَانُوا۟ يَتَّقُونَ

    ʹAllaẓeena ʹaamanoo wa-kaanoo yattaq̣oon:

    (Yaitu) orang-orang yang beriman dan senantiasa bertakwa.

  103. 10:64

    لَهُمُ ٱلْبُشْرَىٰ فِى ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا وَفِى ٱلْـَٔاخِرَةِ ۚ لَا تَبْدِيلَ لِكَلِمَـٰتِ ٱللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ ٱلْفَوْزُ ٱلْعَظِيمُ

    Lahumul Bushraa fil Ḥayaatid dunyaa wafil ʹAakhirah: laa- tabdeela li-Kalimaatil laah. Ẓaalika huwal Fawzul ʻAz̤̣eem.

    Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan di akhirat. Tidak ada perubahan bagi janji-janji Allah. Demikian itulah kemenangan yang agung.

  104. 10:65

    وَلَا يَحْزُنكَ قَوْلُهُمْ ۘ إِنَّ ٱلْعِزَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا ۚ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْعَلِيمُ

    Wa-laa yaḥzuñka q̣awluhum. ʹInnal ʻizzata lillaahi jameeʻaa; Huwas Sameeʻul ʻAleem.

    Dan janganlah engkau (Muhammad) sedih oleh perkataan mereka. Sungguh, kekuasaan itu seluruhnya milik Allah. Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui.

  105. 10:66

    أَلَآ إِنَّ لِلَّهِ مَن فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَمَن فِى ٱلْأَرْضِ ۗ وَمَا يَتَّبِعُ ٱلَّذِينَ يَدْعُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ شُرَكَآءَ ۚ إِن يَتَّبِعُونَ إِلَّا ٱلظَّنَّ وَإِنْ هُمْ إِلَّا يَخْرُصُونَ

    ʹAlaaa ʹinna lillaahi mañ fis samaawaati wa-mañ fil arḍ. Wa-maa yattabiʻul laẓeena yadʻoona miñ doonil laahi shurakaaaʹ? ʹIñy yattabiʻoona ʹillaz̤̣ z̤̣anna wa-ʹin hum ʹillaa yakhruṣoon.

    Ingatlah, milik Allah meliputi semua yang ada di langit dan semua yang ada di bumi. Dan orang-orang yang menyeru sekutu-sekutu selain Allah, tidaklah mengikuti (suatu keyakinan). Mereka hanya mengikuti persangkaan belaka, dan mereka hanyalah menduga-duga.

  106. 10:67

    هُوَ ٱلَّذِى جَعَلَ لَكُمُ ٱلَّيْلَ لِتَسْكُنُوا۟ فِيهِ وَٱلنَّهَارَ مُبْصِرًا ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَـَٔايَـٰتٍ لِّقَوْمٍ يَسْمَعُونَ

    Huwal laẓee jaʻala lakumul layla litaskunoo feehi wannahaara mubṣiraa. ʹInna fee ẓaalika laʹAayaatil liq̣awmiñy yasmaʻoon.

    Dialah yang menjadikan malam bagimu agar kamu beristirahat padanya dan menjadikan siang terang benderang. Sungguh, yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang mendengar.

  107. 10:68

    قَالُوا۟ ٱتَّخَذَ ٱللَّهُ وَلَدًا ۗ سُبْحَـٰنَهُۥ ۖ هُوَ ٱلْغَنِىُّ ۖ لَهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۚ إِنْ عِندَكُم مِّن سُلْطَـٰنٍۭ بِهَـٰذَآ ۚ أَتَقُولُونَ عَلَى ٱللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ

    Q̣aalut takhaẓal laahu waladaa; Subḥaanah! Huwal G̣aniyy! Lahoo maa- fis samaawaati wa-maa fil ʹarḍ! ʹIn ʻiñdakum miñ sulṭaanim bihaaẓaa! ʹAtaq̣ooloona ʻal allaahi maa laa- taʻlamoon?

    Mereka (orang-orang Yahudi dan Nasrani) berkata, "Allah mempunyai anak." Mahasuci Dia, Dialah Yang Mahakaya; milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Kamu tidak mempunyai alasan yang kuat tentang ini. Pantaskah kamu mengatakan tentang Allah apa yang kamu tidak ketahui?

  108. 10:69

    قُلْ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَفْتَرُونَ عَلَى ٱللَّهِ ٱلْكَذِبَ لَا يُفْلِحُونَ

    Q̣ul innal laẓeena yaftaroona ʻal allaahil kaẓiba laa- yufliḥoon.

    Katakanlah, "Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tidak akan beruntung."

  109. 10:70

    مَتَـٰعٌ فِى ٱلدُّنْيَا ثُمَّ إِلَيْنَا مَرْجِعُهُمْ ثُمَّ نُذِيقُهُمُ ٱلْعَذَابَ ٱلشَّدِيدَ بِمَا كَانُوا۟ يَكْفُرُونَ

    Mataaʻuñ fid dunyaa s̤umma ʹilaynaa marjiʻuhum s̤umma nuẓeeq̣uhumul ʻAẓaabash shadeeda bimaa kaanoo yakfuroon:

    (Bagi mereka) kesenangan (sesaat) ketika di dunia, selanjutnya kepada Kamilah mereka kembali, kemudian Kami rasakan kepada mereka azab yang berat, karena kekafiran mereka.

  110. 10:71

    ۞ وَٱتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ نُوحٍ إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِۦ يَـٰقَوْمِ إِن كَانَ كَبُرَ عَلَيْكُم مَّقَامِى وَتَذْكِيرِى بِـَٔايَـٰتِ ٱللَّهِ فَعَلَى ٱللَّهِ تَوَكَّلْتُ فَأَجْمِعُوٓا۟ أَمْرَكُمْ وَشُرَكَآءَكُمْ ثُمَّ لَا يَكُنْ أَمْرُكُمْ عَلَيْكُمْ غُمَّةً ثُمَّ ٱقْضُوٓا۟ إِلَىَّ وَلَا تُنظِرُونِ

    Watlu ʻalayhim nabaʹa Nooḥ. ʹIẓ q̣aala liq̣awmihee yaa-Q̣awmi ʹiñ kaana kabura ʻalaykum maq̣aamee wa-taẓkeeree biʹAayaatil laahi faʻalal laahi tawakkaltu faʹajmiʻooo ʹamrakum wa-shurakaaaʹakum s̤umma laa- yakun ʹamrukum ʻalaykum g̣ummatañ s̤ummaq̣ ḍooo ʹilayya wa-laa tuñz̤̣iroon.

    Dan bacakanlah kepada mereka berita penting (tentang) Nuh ketika (dia) berkata kepada kaumnya, "Wahai kaumku! Jika terasa berat bagimu aku tinggal (bersamamu) dan peringatanku dengan ayat-ayat Allah, maka kepada Allah aku bertawakal. Karena itu bulatkanlah keputusanmu dan kumpulkanlah sekutu-sekutumu (untuk membinasakanku), dan janganlah keputusanmu itu dirahasiakan. Kemudian bertindaklah terhadap diriku, dan janganlah kamu tunda lagi!

  111. 10:72

    فَإِن تَوَلَّيْتُمْ فَمَا سَأَلْتُكُم مِّنْ أَجْرٍ ۖ إِنْ أَجْرِىَ إِلَّا عَلَى ٱللَّهِ ۖ وَأُمِرْتُ أَنْ أَكُونَ مِنَ ٱلْمُسْلِمِينَ

    Faʹiñ tawallaytum famaa saʹaltukum min ʹajr: in ʹajriya ʹillaa ʻalal laahi wa-ʹumirtu ʹan ʹakoona minal Muslimeen.

    Maka jika kamu berpaling (dari peringatanku), aku tidak meminta imbalan sedikit pun darimu. Imbalanku tidak lain hanyalah dari Allah, dan aku diperintah agar aku termasuk golongan orang-orang muslim (berserah diri)."

  112. 10:73

    فَكَذَّبُوهُ فَنَجَّيْنَـٰهُ وَمَن مَّعَهُۥ فِى ٱلْفُلْكِ وَجَعَلْنَـٰهُمْ خَلَـٰٓئِفَ وَأَغْرَقْنَا ٱلَّذِينَ كَذَّبُوا۟ بِـَٔايَـٰتِنَا ۖ فَٱنظُرْ كَيْفَ كَانَ عَـٰقِبَةُ ٱلْمُنذَرِينَ

    Fakaẓẓaboohu fanajjaynaahu wa-mam maʻahoo fil Fulki wa-jaʻalnaahum khalaaaʹifa wa-ʹag̣raq̣nal laẓeena kaẓẓaboo biʹAayaatinaa. Fañz̤̣ur kayfa kaana ʻaaq̣ibatul muñẓareen!

    Kemudian mereka mendustakannya (Nuh), lalu Kami selamatkan dia dan orang yang bersamanya di dalam kapal, dan Kami jadikan mereka itu khalifah dan Kami tenggelamkan orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang diberi peringatan itu.

  113. 10:74

    ثُمَّ بَعَثْنَا مِنۢ بَعْدِهِۦ رُسُلًا إِلَىٰ قَوْمِهِمْ فَجَآءُوهُم بِٱلْبَيِّنَـٰتِ فَمَا كَانُوا۟ لِيُؤْمِنُوا۟ بِمَا كَذَّبُوا۟ بِهِۦ مِن قَبْلُ ۚ كَذَٰلِكَ نَطْبَعُ عَلَىٰ قُلُوبِ ٱلْمُعْتَدِينَ

    S̤umma baʻas̤naa mim baʻdihee Rusulan ʹilaa q̣awmihim fajaaaʹoohum̃ bilbayyinaati famaa kaanoo liyuʹminoo bimaa kaẓẓaboo bihee miñ q̣abl. Kaẓaalika naṭbaʻu ʻalaa q̣uloobil muʻtadeen.

    Kemudian setelahnya (Nuh), Kami utus beberapa rasul kepada kaum mereka (masing-masing), maka rasul-rasul itu datang kepada mereka dengan membawa keterangan yang jelas, tetapi mereka tidak mau beriman karena mereka dahulu telah (biasa) mendustakannya. Demikianlah Kami mengunci hati orang-orang yang melampaui batas.

  114. 10:75

    ثُمَّ بَعَثْنَا مِنۢ بَعْدِهِم مُّوسَىٰ وَهَـٰرُونَ إِلَىٰ فِرْعَوْنَ وَمَلَإِي۟هِۦ بِـَٔايَـٰتِنَا فَٱسْتَكْبَرُوا۟ وَكَانُوا۟ قَوْمًا مُّجْرِمِينَ

    S̤umma baʻas̤naa mim baʻdihim Moosaa wa-Haaroona ʹilaa Firʻawna wa-malaʹihee biʹAayaatinaa fastakbaroo wa-kaanoo q̣awmam mujrimeen.

    Kemudian setelah mereka, Kami utus Musa dan Harun kepada Fir'aun dan para pemuka kaumnya dengan membawa tanda-tanda (kekuasaan) Kami. Ternyata mereka menyombongkan diri dan mereka adalah orang-orang yang berdosa.

  115. 10:76

    فَلَمَّا جَآءَهُمُ ٱلْحَقُّ مِنْ عِندِنَا قَالُوٓا۟ إِنَّ هَـٰذَا لَسِحْرٌ مُّبِينٌ

    Falammaa jaaaʹahumul Ḥaq̣q̣u min ʻiñdinaa q̣aalooo ʹinna haaẓaa lasiḥrum mubeen!

    Maka ketika telah datang kepada mereka kebenaran dari sisi Kami, mereka berkata, "Ini benar-benar sihir yang nyata."

  116. 10:77

    قَالَ مُوسَىٰٓ أَتَقُولُونَ لِلْحَقِّ لَمَّا جَآءَكُمْ ۖ أَسِحْرٌ هَـٰذَا وَلَا يُفْلِحُ ٱلسَّـٰحِرُونَ

    Q̣aala Moosaaa ʹataq̣ooloona lil-Ḥaq̣q̣i lammaa jaaaʹakum? ʹA-siḥrun haaẓaa? Wa-laa yufliḥus saaḥiroon.

    Musa berkata, "Pantaskah kamu mengatakan terhadap kebenaran ketika ia datang kepadamu, 'sihirkah ini?'" Padahal para penyihir itu tidaklah mendapat kemenangan.

  117. 10:78

    قَالُوٓا۟ أَجِئْتَنَا لِتَلْفِتَنَا عَمَّا وَجَدْنَا عَلَيْهِ ءَابَآءَنَا وَتَكُونَ لَكُمَا ٱلْكِبْرِيَآءُ فِى ٱلْأَرْضِ وَمَا نَحْنُ لَكُمَا بِمُؤْمِنِينَ

    Q̣aalooo ʹajiʹtanaa litalfitanaa ʻammaa wajadnaa ʻalayhi ʹaabaaaʹanaa wa-takoona lakumal kibriyaaaʹu fil ʹarḍ? Wa-maa naḥnu lakumaa bi-Muʹmineen!

    Mereka berkata, "Apakah engkau datang kepada kami untuk memalingkan kami dari apa (kepercayaan) yang kami dapati nenek moyang kami mengerjakannya (menyembah berhala), dan agar kamu berdua mempunyai kekuasaan di bumi (negeri Mesir)? Kami tidak akan mempercayai kamu berdua."

  118. 10:79

    وَقَالَ فِرْعَوْنُ ٱئْتُونِى بِكُلِّ سَـٰحِرٍ عَلِيمٍ

    Wa-q̣aala Firʻawnuʹ toonee bikulli saaḥirin ʻAleem.

    Dan Fir'aun berkata (kepada pemuka kaumnya), "Datangkanlah kepadaku semua penyihir yang ulung!"

  119. 10:80

    فَلَمَّا جَآءَ ٱلسَّحَرَةُ قَالَ لَهُم مُّوسَىٰٓ أَلْقُوا۟ مَآ أَنتُم مُّلْقُونَ

    Falammaa jaaaʹassa ḥaratu q̣aala lahum Moosaaa ʹalq̣oo maaa ʹañtum mulq̣oon!

    Maka ketika para penyihir itu datang, Musa berkata kepada mereka, "Lemparkanlah apa yang hendak kamu lemparkan!"

  120. 10:81

    فَلَمَّآ أَلْقَوْا۟ قَالَ مُوسَىٰ مَا جِئْتُم بِهِ ٱلسِّحْرُ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ سَيُبْطِلُهُۥٓ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُصْلِحُ عَمَلَ ٱلْمُفْسِدِينَ

    Falammaaa ʹalq̣aw q̣aala Moosaa maa- jiʹtum̃ bihis siḥr: ʹinnal laaha sayubṭiluh: ʹinnal laaha laa- yuṣliḥu ʻamalal mufsideen.

    Setelah mereka melemparkan, Musa berkata, "Apa yang kamu lakukan, itulah sihir, sesungguhnya Allah akan menampakkan kepalsuan sihir. Sungguh, Allah tidak akan membiarkan terus berlangsungnya pekerjaan orang yang berbuat kerusakan.

  121. 10:82

    وَيُحِقُّ ٱللَّهُ ٱلْحَقَّ بِكَلِمَـٰتِهِۦ وَلَوْ كَرِهَ ٱلْمُجْرِمُونَ

    Wa-yuḥiq̣q̣ul laahul Ḥaq̣q̣a bi-Kalimaatihee wa-law karihal mujrimoon!

    Dan Allah akan mengokohkan yang benar dengan ketetapan-Nya, walaupun orang-orang yang berbuat dosa tidak menyukainya.

  122. 10:83

    فَمَآ ءَامَنَ لِمُوسَىٰٓ إِلَّا ذُرِّيَّةٌ مِّن قَوْمِهِۦ عَلَىٰ خَوْفٍ مِّن فِرْعَوْنَ وَمَلَإِي۟هِمْ أَن يَفْتِنَهُمْ ۚ وَإِنَّ فِرْعَوْنَ لَعَالٍ فِى ٱلْأَرْضِ وَإِنَّهُۥ لَمِنَ ٱلْمُسْرِفِينَ

    Famaaa ʹaamana li-Moosaaa ʹillaa ẓurriyyatum miñ q̣awmihee ʻalaa khawfim miñ Firʻawna wa-malaʹihim ʹañy yaftinahum; wa-ʹinna Firʻawna laʻaaliñ fil ʹarḍi wa-ʹinnahoo laminal musrifeen.

    Maka tidak ada yang beriman kepada Musa, selain keturunan dari kaumnya dalam keadaan takut bahwa Fir'aun dan para pemuka (kaum)nya akan menyiksa mereka. Dan Sungguh, Fir'aun itu benar-benar telah berbuat sewenang-wenang di bumi, dan benar-benar termasuk orang yang melampaui batas.

  123. 10:84

    وَقَالَ مُوسَىٰ يَـٰقَوْمِ إِن كُنتُمْ ءَامَنتُم بِٱللَّهِ فَعَلَيْهِ تَوَكَّلُوٓا۟ إِن كُنتُم مُّسْلِمِينَ

    Wa-q̣aala Moosaa yaa-q̣awmi ʹiñ kuñtum ʹaamañtum billaahi faʻalayhi tawakkalooo ʹiñ kuñtum Muslimeen.

    Dan Musa berkata, "Wahai kaumku! Apabila kamu beriman kepada Allah, maka bertawakallah kepada-Nya, jika kamu benar-benar orang muslim (berserah diri)."

  124. 10:85

    فَقَالُوا۟ عَلَى ٱللَّهِ تَوَكَّلْنَا رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِّلْقَوْمِ ٱلظَّـٰلِمِينَ

    Faq̣aaloo ʻalal laahi tawakkalnaa. Rabbanaa laa- tajʻalnaa fitnatal lilq̣awmiz̤̣ z̤̣aalimeen;

    Lalu mereka berkata, "Kepada Allahlah kami bertawakal. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi kaum yang zalim,

  125. 10:86

    وَنَجِّنَا بِرَحْمَتِكَ مِنَ ٱلْقَوْمِ ٱلْكَـٰفِرِينَ

    Wa-najjinaa bi-Raḥmatika minal q̣awmil kaafireen.

    dan selamatkanlah kami dengan rahmat-Mu dari orang-orang kafir."

  126. 10:87

    وَأَوْحَيْنَآ إِلَىٰ مُوسَىٰ وَأَخِيهِ أَن تَبَوَّءَا لِقَوْمِكُمَا بِمِصْرَ بُيُوتًا وَٱجْعَلُوا۟ بُيُوتَكُمْ قِبْلَةً وَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ ۗ وَبَشِّرِ ٱلْمُؤْمِنِينَ

    Wa-ʹawḥaynaaa ʹilaa Moosaa wa-ʹakheehi ʹañ tabaw waʹaali-Q̣awmikumaa bi-Miṣra buyootañw wajʻaloo buyootakum Q̣iblatañw Waʹaq̣eemuṣ Ṣalaah: wa-bashshiril Muʹmineen!

    Dan Kami wahyukan kepada Musa dan saudaranya, "Ambillah beberapa rumah di Mesir untuk (tempat tinggal) kaummu dan jadikanlah rumah-rumahmu itu tempat ibadah dan laksanakanlah salat serta gembirakanlah orang-orang mukmin."

  127. 10:88

    وَقَالَ مُوسَىٰ رَبَّنَآ إِنَّكَ ءَاتَيْتَ فِرْعَوْنَ وَمَلَأَهُۥ زِينَةً وَأَمْوَٰلًا فِى ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا رَبَّنَا لِيُضِلُّوا۟ عَن سَبِيلِكَ ۖ رَبَّنَا ٱطْمِسْ عَلَىٰٓ أَمْوَٰلِهِمْ وَٱشْدُدْ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ فَلَا يُؤْمِنُوا۟ حَتَّىٰ يَرَوُا۟ ٱلْعَذَابَ ٱلْأَلِيمَ

    Wa-q̣aala Moosaa Rabbanaaa ʹinnaka ʹaatayta Firʻawna wa-malaʹahoo zeenatañw waʹamwaalañ fil Ḥayaatid dunyaa Rabbanaa liyuḍilloo ʻañ Sabeelik. Rabbanaṭ mis ʻalaaa ʹamwaalihim washdud ʻalaa q̣uloobihim falaa yuʹminoo ḥattaa yarawul ʻaẓaabal ʹaleem.

    Dan Musa berkata, "Ya Tuhan kami, Engkau telah memberi kepada Fir'aun dan para pemuka kaumnya perhiasan dan harta kekayaan dalam kehidupan dunia. Ya Tuhan kami, (akibatnya) mereka menyesatkan (manusia) dari jalan-Mu. Ya Tuhan, binasakanlah harta mereka, dan kuncilah hati mereka, sehingga mereka tidak beriman sampai mereka melihat azab yang pedih."

  128. 10:89

    قَالَ قَدْ أُجِيبَت دَّعْوَتُكُمَا فَٱسْتَقِيمَا وَلَا تَتَّبِعَآنِّ سَبِيلَ ٱلَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ

    Q̣aala q̣ad ʹujeebad Daʻwatukumaa fastaq̣eemaa wa-laa tattabiʻaaanni sabeelal laẓeena laa- yaʻlamoon.

    Dia Allah berfirman, "Sungguh, telah diperkenankan permohonan kamu berdua, sebab itu tetaplah kamu berdua pada jalan yang lurus dan jangan sekali-kali kamu mengikuti jalan orang yang tidak mengetahui."

  129. 10:90

    ۞ وَجَـٰوَزْنَا بِبَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ ٱلْبَحْرَ فَأَتْبَعَهُمْ فِرْعَوْنُ وَجُنُودُهُۥ بَغْيًا وَعَدْوًا ۖ حَتَّىٰٓ إِذَآ أَدْرَكَهُ ٱلْغَرَقُ قَالَ ءَامَنتُ أَنَّهُۥ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا ٱلَّذِىٓ ءَامَنَتْ بِهِۦ بَنُوٓا۟ إِسْرَٰٓءِيلَ وَأَنَا۠ مِنَ ٱلْمُسْلِمِينَ

    Wa-jaawaznaa bi-Baneee ʹIsraaaʹeelal baḥra faʹatbaʻahum Firʻawnu wa-junooduhoo bag̣yañw waʻadwaa. Ḥattaaa ʹiẓaaa ʹadrakahul g̣araq̣u q̣aala ʹaamañtu ʹanna-Hoo laaa ʹilaaha ʹillal laẓeee ʹaamanat bihee Banooo ʹIsraaaʹeela wa-ʹana minal Muslimeen.

    Dan Kami selamatkan Bani Israil melintasi laut, kemudian Fir'aun dan bala tentaranya mengikuti mereka, untuk menzalimi dan menindas (mereka). Sehingga ketika Fir'aun hampir tenggelam dia berkata, "Aku percaya bahwa tidak ada tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan aku termasuk orang-orang muslim (berserah diri)."

  130. 10:91

    ءَآلْـَٔـٰنَ وَقَدْ عَصَيْتَ قَبْلُ وَكُنتَ مِنَ ٱلْمُفْسِدِينَ

    ʹAaalʹaana wa-q̣ad ʻaṣayta q̣ablu wa-kuñta minal mufsideen!

    Mengapa baru sekarang (kamu beriman), padahal sesungguhnya engkau telah durhaka sejak dahulu, dan engkau termasuk orang yang berbuat kerusakan.

  131. 10:92

    فَٱلْيَوْمَ نُنَجِّيكَ بِبَدَنِكَ لِتَكُونَ لِمَنْ خَلْفَكَ ءَايَةً ۚ وَإِنَّ كَثِيرًا مِّنَ ٱلنَّاسِ عَنْ ءَايَـٰتِنَا لَغَـٰفِلُونَ

    Falyawma nunajjeeka bibadanika litakoona liman khalfaka ʹAayah; wa-ʹinna kas̤eeram minan naasi ʻan ʹAayaatinaa lag̣aafiloon!

    Maka pada hari ini Kami selamatkan jasadmu agar engkau dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang setelahmu, tetapi kebanyakan manusia tidak mengindahkan tanda-tanda (kekuasaan) Kami.

  132. 10:93

    وَلَقَدْ بَوَّأْنَا بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ مُبَوَّأَ صِدْقٍ وَرَزَقْنَـٰهُم مِّنَ ٱلطَّيِّبَـٰتِ فَمَا ٱخْتَلَفُوا۟ حَتَّىٰ جَآءَهُمُ ٱلْعِلْمُ ۚ إِنَّ رَبَّكَ يَقْضِى بَيْنَهُمْ يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ فِيمَا كَانُوا۟ فِيهِ يَخْتَلِفُونَ

    Wa-laq̣ad bawwaʹnaa Baneee ʹIsraaaʹeela Mubawwaʹa ṣidq̣iñw warazaq̣naahum minaṭ ṭayyibaat: famakh talafoo ḥattaa jaaaʹahumul ʻilm. ʹInna Rabbaka yaq̣ḍee baynahum Yawmal Q̣iyaamati feemaa kaanoo feehi yakhtalifoon.

    Dan sungguh, Kami telah menempatkan Bani Israil di tempat kediaman yang bagus dan Kami beri mereka rezeki yang baik. Maka mereka tidak berselisih, kecuali setelah datang kepada mereka pengetahuan (yang tersebut dalam Taurat). Sesungguhnya Tuhan kamu akan memberi keputusan antara mereka pada hari Kiamat tentang apa yang mereka perselisihkan itu.

  133. 10:94

    فَإِن كُنتَ فِى شَكٍّ مِّمَّآ أَنزَلْنَآ إِلَيْكَ فَسْـَٔلِ ٱلَّذِينَ يَقْرَءُونَ ٱلْكِتَـٰبَ مِن قَبْلِكَ ۚ لَقَدْ جَآءَكَ ٱلْحَقُّ مِن رَّبِّكَ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ ٱلْمُمْتَرِينَ

    Faʹiñ kuñta fee shakkim mimmaaa ʹañzalnaaa ʹilayka fasʹalil laẓeena yaq̣raʹoonal kitaaba miñ q̣ablik: laq̣ad jaaaʹakal Ḥaq̣q̣u mir Rabbika falaa takoonanna minal mumtareen.

    Maka jika engkau (Muhammad) berada dalam keragu-raguan tentang apa yang Kami turunkan kepadamu, maka tanyakanlah kepada orang yang membaca kitab sebelummu. Sungguh, telah datang kebenaran kepadamu dari Tuhanmu, maka janganlah sekali-kali engkau termasuk orang yang ragu.

  134. 10:95

    وَلَا تَكُونَنَّ مِنَ ٱلَّذِينَ كَذَّبُوا۟ بِـَٔايَـٰتِ ٱللَّهِ فَتَكُونَ مِنَ ٱلْخَـٰسِرِينَ

    Wa-laa takoonanna minal laẓeena kaẓẓaboo biʹAayaatil laahi fatakoona minal khaasireen.

    dan janganlah sekali-kali engkau termasuk orang yang mendustakan ayat-ayat Allah, nanti engkau termasuk orang yang rugi.

  135. 10:96

    إِنَّ ٱلَّذِينَ حَقَّتْ عَلَيْهِمْ كَلِمَتُ رَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ

    ʹInnal laẓeena ḥaq̣q̣at ʻalayhim Kalimatu Rabbika laa- yuʹminoon.

    Sungguh, orang-orang yang telah dipastikan mendapat ketetapan Tuhanmu, tidaklah akan beriman,

  136. 10:97

    وَلَوْ جَآءَتْهُمْ كُلُّ ءَايَةٍ حَتَّىٰ يَرَوُا۟ ٱلْعَذَابَ ٱلْأَلِيمَ

    Wa-law jaaaʹathum kullu ʹAayatin ḥattaa yarawul ʻaẓaabal ʹaleem.

    meskipun mereka mendapat tanda-tanda (kebesaran Allah), hingga mereka menyaksikan azab yang pedih.

  137. 10:98

    فَلَوْلَا كَانَتْ قَرْيَةٌ ءَامَنَتْ فَنَفَعَهَآ إِيمَـٰنُهَآ إِلَّا قَوْمَ يُونُسَ لَمَّآ ءَامَنُوا۟ كَشَفْنَا عَنْهُمْ عَذَابَ ٱلْخِزْىِ فِى ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا وَمَتَّعْنَـٰهُمْ إِلَىٰ حِينٍ

    Falawlaa kaanat q̣aryatun ʹaamanat fanafaʻahaaa ʹEemaanuhaaa ʹillaa Q̣awma YOONUS? Lammaaa ʹaamanoo kashafnaa ʻanhum ʻAẓaabal khizyi fil Ḥayaatid dunyaa wa-mattaʻnaahum ʹilaa ḥeen.

    Maka mengapa tidak ada (penduduk) suatu negeri pun yang beriman, lalu imannya itu bermanfaat baginya selain kaum Yunus. Ketika mereka (kaum Yunus itu) beriman, Kami hilangkan dari mereka azab yang menghinakan dalam kehidupan dunia, dan Kami beri kesenangan kepada mereka sampai waktu tertentu.

  138. 10:99

    وَلَوْ شَآءَ رَبُّكَ لَـَٔامَنَ مَن فِى ٱلْأَرْضِ كُلُّهُمْ جَمِيعًا ۚ أَفَأَنتَ تُكْرِهُ ٱلنَّاسَ حَتَّىٰ يَكُونُوا۟ مُؤْمِنِينَ

    Wa-law shaaaʹa Rabbuka laʹaamana mañ fil ʹarḍi kulluhum jameeʻaa! ʹA-faʹañta tukrihun naasa ḥattaa yakoonoo Muʹmineen!

    Dan jika Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang di bumi seluruhnya. Tetapi apakah kamu (hendak) memaksa manusia agar mereka menjadi orang-orang yang beriman?

  139. 10:100

    وَمَا كَانَ لِنَفْسٍ أَن تُؤْمِنَ إِلَّا بِإِذْنِ ٱللَّهِ ۚ وَيَجْعَلُ ٱلرِّجْسَ عَلَى ٱلَّذِينَ لَا يَعْقِلُونَ

    Wa-maa kaana linafsin ʹañ tuʹmina ʹillaa biʹIẓnil laah: wa-yajʻalur rijsa ʻalal laẓeena laa- yaʻq̣iloon.

    Dan tidak seorang pun akan beriman kecuali dengan izin Allah, dan Allah menimpakan azab kepada orang yang tidak berakal.

  140. 10:101

    قُلِ ٱنظُرُوا۟ مَاذَا فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ وَمَا تُغْنِى ٱلْـَٔايَـٰتُ وَٱلنُّذُرُ عَن قَوْمٍ لَّا يُؤْمِنُونَ

    Q̣uliñ z̤̣uroo maa-ẓaa fissamaawaati wal ʹarḍ; wa-maa tug̣nil ʹAayaatu wan-Nuẓuru ʻañ q̣awmil laa yuʹminoon.

    Katakanlah, "Perhatikanlah apa yang ada di langit dan di bumi!" Tidaklah bermanfaat tanda-tanda (kebesaran Allah) dan rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang yang tidak beriman.

  141. 10:102

    فَهَلْ يَنتَظِرُونَ إِلَّا مِثْلَ أَيَّامِ ٱلَّذِينَ خَلَوْا۟ مِن قَبْلِهِمْ ۚ قُلْ فَٱنتَظِرُوٓا۟ إِنِّى مَعَكُم مِّنَ ٱلْمُنتَظِرِينَ

    Fahal yañtaz̤̣iroona ʹillaa mis̤la ʹayyaamil laẓeena khalaw miñ q̣ablihim? Q̣ul fañtaz̤̣irooo ʹinnee maʻakum minal muñtaz̤̣ireen.

    Maka mereka tidak menunggu-nunggu kecuali (kejadian-kejadian) yang sama dengan kejadian-kejadian (yang menimpa) orang-orang terdahulu sebelum mereka. Katakanlah, "Maka tunggulah, aku pun termasuk orang yang menunggu bersama kamu."

  142. 10:103

    ثُمَّ نُنَجِّى رُسُلَنَا وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ۚ كَذَٰلِكَ حَقًّا عَلَيْنَا نُنجِ ٱلْمُؤْمِنِينَ

    S̤umma nunajjee rusulanaa wallaẓeena ʹaamanoo: Kaẓaalika Ḥaq̣q̣an ʻalaynaa nuñjil Muʹmineen!

    Kemudian Kami selamatkan rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman, demikianlah menjadi kewajiban Kami menyelamatkan orang yang beriman.

  143. 10:104

    قُلْ يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِن كُنتُمْ فِى شَكٍّ مِّن دِينِى فَلَآ أَعْبُدُ ٱلَّذِينَ تَعْبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ وَلَـٰكِنْ أَعْبُدُ ٱللَّهَ ٱلَّذِى يَتَوَفَّىٰكُمْ ۖ وَأُمِرْتُ أَنْ أَكُونَ مِنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ

    Q̣ul yaaaʹayyuhan naasu ʹiñ kuñtum fee shakkim miñ deenee falaaa ʹaʻbudul laẓeena taʻbudoona miñ doonil laahi wa-laakin ʹaʻbudul laahal laẓee yatawaffaakum: waʹumirtu ʹan ʹakoona minal Muʹmineen.

    Katakanlah (Muhammad), "Wahai manusia! Jika kamu masih dalam keragu-raguan tentang agamaku, maka (ketahuilah) aku tidak menyembah yang kamu sembah selain Allah, tetapi aku menyembah Allah yang akan mematikan kamu dan aku telah diperintah agar termasuk orang yang beriman,"

  144. 10:105

    وَأَنْ أَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا وَلَا تَكُونَنَّ مِنَ ٱلْمُشْرِكِينَ

    Wa-ʹan ʹaq̣im wajhaka lid-Deeni ḥaneefaa, wa-laa takoonanna minal Mushrikeen.

    dan (aku telah diperintah), "Hadapkanlah wajahmu kepada agama dengan tulus dan ikhlas, dan jangan sekali-kali engkau termasuk orang yang musyrik.

  145. 10:106

    وَلَا تَدْعُ مِن دُونِ ٱللَّهِ مَا لَا يَنفَعُكَ وَلَا يَضُرُّكَ ۖ فَإِن فَعَلْتَ فَإِنَّكَ إِذًا مِّنَ ٱلظَّـٰلِمِينَ

    Wa-laa tadʻu miñ doonil laahi maa laa- yañfaʻuka wa-laa yaḍurruk: faʹiñ faʻalta faʹinnaka ʹiẓam minaz̤̣ z̤̣aalimeen.

    Dan jangan engkau menyembah sesuatu yang tidak memberi manfaat dan tidak (pula) memberi bencana kepadamu selain Allah, sebab jika engkau lakukan (yang demikian), maka sesungguhnya engkau termasuk orang-orang zalim."

  146. 10:107

    وَإِن يَمْسَسْكَ ٱللَّهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُۥٓ إِلَّا هُوَ ۖ وَإِن يُرِدْكَ بِخَيْرٍ فَلَا رَآدَّ لِفَضْلِهِۦ ۚ يُصِيبُ بِهِۦ مَن يَشَآءُ مِنْ عِبَادِهِۦ ۚ وَهُوَ ٱلْغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ

    Wa-ʹiñy yamsaskal laahu biḍurriñ falaa kaashifa lahooo ʹillaa Hoo:wa- ʹiñy yuridka bikhayriñ falaa raaadda lifaḍlih: yuṣeebu bihee mañy yashaaaʹu min ʻibaadih. Wa-Huwal G̣afoorur Raḥeem.

    Dan jika Allah menimpakan suatu bencana kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tidak ada yang dapat menolak karunia-Nya. Dia memberikan kebaikan kepada siapa saja yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. Dia Maha Pengampun, Maha Penyayang.

  147. 10:108

    قُلْ يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ قَدْ جَآءَكُمُ ٱلْحَقُّ مِن رَّبِّكُمْ ۖ فَمَنِ ٱهْتَدَىٰ فَإِنَّمَا يَهْتَدِى لِنَفْسِهِۦ ۖ وَمَن ضَلَّ فَإِنَّمَا يَضِلُّ عَلَيْهَا ۖ وَمَآ أَنَا۠ عَلَيْكُم بِوَكِيلٍ

    Q̣ul yaaaʹayyuhan naasu q̣ad jaaaʹakumul Ḥaq̣q̣u mir Rabbikum! famanih tadaa faʹinnamaa yahtadee linafsih; wa-mañ ḍalla faʹinnamaa yaḍillu ʻalayhaa: wa-maaa ʹana ʻalaykum̃ biwakeel.

    Katakanlah (Muhammad), "Wahai manusia! Telah datang kepadamu kebenaran (Al-Qur`an) dari Tuhanmu, sebab itu barang siapa mendapat petunjuk, maka sebenarnya (petunjuk itu) untuk (kebaikan) dirinya sendiri. Dan barang siapa sesat, sesungguhnya kesesatannya itu (mencelakakan) dirinya sendiri. Dan Aku bukanlah pemelihara dirimu."

  148. 10:109

    وَٱتَّبِعْ مَا يُوحَىٰٓ إِلَيْكَ وَٱصْبِرْ حَتَّىٰ يَحْكُمَ ٱللَّهُ ۚ وَهُوَ خَيْرُ ٱلْحَـٰكِمِينَ

    Wattabiʻ maa- yooḥaaa ʹilayka waṣbir ḥattaa yaḥkumal laahu wa-Huwa Khayrul ḥaakimeen.

    Dan ikutilah apa yang diwahyukan kepadamu, dan bersabarlah hingga Allah memberi keputusan. Dialah hakim yang terbaik.

  149. Surah HudBegins here at 11:1

  150. 11:1

    الٓر ۚ كِتَـٰبٌ أُحْكِمَتْ ءَايَـٰتُهُۥ ثُمَّ فُصِّلَتْ مِن لَّدُنْ حَكِيمٍ خَبِيرٍ

    ʹAlif-laaam-Raa. Kitaabun ʹuḥkimat ʹAayaatuhoo s̤umma fuṣṣilat mil ladun Ḥakeemin Khabeer.

    Alif lām Rā`. (Inilah) Kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi kemudian dijelaskan secara terperinci, (yang diturunkan) dari sisi (Allah) Yang Mahabijaksana, Mahateliti,

  151. 11:2

    أَلَّا تَعْبُدُوٓا۟ إِلَّا ٱللَّهَ ۚ إِنَّنِى لَكُم مِّنْهُ نَذِيرٌ وَبَشِيرٌ

    ʹAllaa taʻbudooo ʹillal laah. ʹInnanee lakum minhu basheer! naẓeeruñwwa

    agar kamu tidak menyembah selain Allah. Sesungguhnya aku (Muhammad) adalah pemberi peringatan dan pembawa berita gembira dari-Nya untukmu,

  152. 11:3

    وَأَنِ ٱسْتَغْفِرُوا۟ رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوٓا۟ إِلَيْهِ يُمَتِّعْكُم مَّتَـٰعًا حَسَنًا إِلَىٰٓ أَجَلٍ مُّسَمًّى وَيُؤْتِ كُلَّ ذِى فَضْلٍ فَضْلَهُۥ ۖ وَإِن تَوَلَّوْا۟ فَإِنِّىٓ أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ كَبِيرٍ

    Wa-ʹanis tag̣firoo Rabbakum s̤umma toobooo ʹilayhi yumattiʻkum mataaʻan ḥasanan ʹilaaa ʹajalim musammañw wayuʹti kulla ẓee faḍliñ faḍlah! Wa-ʹiñ tawallaw faʹinneee ʹakhaafu ʻalaykum ʻAẓaaba Yawmiñ Kabeer.

    dan hendaklah kamu memohon ampunan kepada Tuhanmu dan bertobat kepada-Nya, niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik kepadamu sampai waktu yang telah ditentukan. Dan Dia akan memberikan karunia-Nya kepada setiap orang yang berbuat baik. Dan jika kamu berpaling, maka sungguh, aku takut kamu akan ditimpa azab pada hari yang besar (Kiamat).

  153. 11:4

    إِلَى ٱللَّهِ مَرْجِعُكُمْ ۖ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ

    ʹIlal laahi marjiʻukum, wa-Huwa ʻalaa kulli shayʹiñ Q̣adeer.

    Kepada Allahlah kamu kembali. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.

  154. 11:5

    أَلَآ إِنَّهُمْ يَثْنُونَ صُدُورَهُمْ لِيَسْتَخْفُوا۟ مِنْهُ ۚ أَلَا حِينَ يَسْتَغْشُونَ ثِيَابَهُمْ يَعْلَمُ مَا يُسِرُّونَ وَمَا يُعْلِنُونَ ۚ إِنَّهُۥ عَلِيمٌۢ بِذَاتِ ٱلصُّدُورِ

    ʹAlaaa ʹinnahum yas̤noona ṣudoorahum liyastakhfoo minh! ʹAlaa ḥeena yastag̣shoona s̤iyaabahum yaʻlamu maa- yusirroona wa-maa yuʻlinoon: ʹinnahoo ʻAleemum biẓaatiṣ ṣudoor.

    Ingatlah, sesungguhnya mereka (orang-orang munafik) memalingkan dada untuk menyembunyikan diri dari dia (Muhammad). Ingatlah, ketika mereka menyelimuti dirinya dengan kain, Allah mengetahui apa yang mereka sembunyikan dan apa yang mereka nyatakan, sungguh, Allah Maha Mengetahui (segala) isi hati.