Back to Quran

Surah 23

Al-Mu'minun

The Believers · Makki · 118 ayahs

Diterjemahkan oleh Indonesian Ministry Islamic Affairs

Listen to this Surah

Choose play when you are ready to listen. The Quran text remains readable if audio is unavailable.

  1. 1

    قَدْ أَفْلَحَ ٱلْمُؤْمِنُونَ

    Q̣ad ʹaflaḥal muʹminoon,

    Sungguh beruntung orang-orang yang beriman,

  2. 2

    ٱلَّذِينَ هُمْ فِى صَلَاتِهِمْ خَـٰشِعُونَ

    ʹAllaẓeena hum fee Ṣalaatihim khaashiʻoon;

    (yaitu) orang yang khusyuk dalam salatnya,

  3. 3

    وَٱلَّذِينَ هُمْ عَنِ ٱللَّغْوِ مُعْرِضُونَ

    Wallaẓeena hum ʻanil lag̣wi muʻriḍoon;

    dan orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna,

  4. 4

    وَٱلَّذِينَ هُمْ لِلزَّكَوٰةِ فَـٰعِلُونَ

    Wallaẓeena hum liz-Zakaati faaʻiloon;

    dan orang yang menunaikan zakat,

  5. 5

    وَٱلَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَـٰفِظُونَ

    Wallaẓeena hum lifuroojihim ḥaafiz̤̣oon,

    dan orang yang memelihara kemaluannya,

  6. 6

    إِلَّا عَلَىٰٓ أَزْوَٰجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَـٰنُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ

    ʹIllaa ʻalaaa ʹazwaajihim ʹaw maa- malakat ʹaymaanuhum faʹinnahum g̣ayru maloomeen.

    kecuali terhadap istri-istri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki;maka sesungguhnya mereka tidak tercela.

  7. 7

    فَمَنِ ٱبْتَغَىٰ وَرَآءَ ذَٰلِكَ فَأُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْعَادُونَ

    Famanib tag̣aa waraaaʹa ẓaalika faʹulaaaʹika humul ʻaadoon;

    Tetapi barang siapa mencari di balik itu (zina, dan sebagainya), maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.

  8. 8

    وَٱلَّذِينَ هُمْ لِأَمَـٰنَـٰتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَٰعُونَ

    Wallaẓeena hum liʹamaanaatihim wa-ʻahdihim raaʻoon;

    Dan (sungguh beruntung) orang yang memelihara amanat-amanat dan janjinya,

  9. 9

    وَٱلَّذِينَ هُمْ عَلَىٰ صَلَوَٰتِهِمْ يُحَافِظُونَ

    wallaẓeena hum ʻalaa Ṣalawaatihim yuḥaafiz̤̣oon.

    serta orang yang memelihara salatnya.

  10. 10

    أُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْوَٰرِثُونَ

    ʹUlaaaʹika humul waaris̤oon,

    Mereka itulah orang yang akan mewarisi,

  11. 11

    ٱلَّذِينَ يَرِثُونَ ٱلْفِرْدَوْسَ هُمْ فِيهَا خَـٰلِدُونَ

    ʹAllaẓeena yaris̤oonal Firdaws: hum feehaa khaalidoon.

    (yakni) yang akan mewarisi (surga) Firdaus. Mereka kekal di dalamnya.

  12. 12

    وَلَقَدْ خَلَقْنَا ٱلْإِنسَـٰنَ مِن سُلَـٰلَةٍ مِّن طِينٍ

    Wa-laq̣ad khalaq̣nal ʹiñsaana miñ sulaalatim miñ ṭeen;

    Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari saripati (berasal) dari tanah.

  13. 13

    ثُمَّ جَعَلْنَـٰهُ نُطْفَةً فِى قَرَارٍ مَّكِينٍ

    S̤umma jaʻalnaahu nuṭfatañ fee q̣araarim makeen;

    Kemudian Kami menjadikannya air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).

  14. 14

    ثُمَّ خَلَقْنَا ٱلنُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا ٱلْعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقْنَا ٱلْمُضْغَةَ عِظَـٰمًا فَكَسَوْنَا ٱلْعِظَـٰمَ لَحْمًا ثُمَّ أَنشَأْنَـٰهُ خَلْقًا ءَاخَرَ ۚ فَتَبَارَكَ ٱللَّهُ أَحْسَنُ ٱلْخَـٰلِقِينَ

    S̤umma khalaq̣nan nuṭfata ʻalaq̣atañ fakhalaq̣nal ʻalaq̣ata muḍg̣atañ fakhalaq̣nal muḍg̣ata ʻiz̤̣aamañ fakasawnal ʻiz̤̣aama laḥmaa; s̤umma ʹañshaʹnaahu khalq̣an ʹaakhar. Fatabaarakal laahu ʹAḥsanul khaaliq̣een!

    Kemudian, air mani itu Kami jadikan sesuatu yang melekat, lalu sesuatu yang melekat itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu lalu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian, Kami menjadikannya makhluk yang (berbentuk) lain. Mahasuci Allah, Pencipta yang paling baik.

  15. 15

    ثُمَّ إِنَّكُم بَعْدَ ذَٰلِكَ لَمَيِّتُونَ

    S̤umma ʹinnakum baʻda ẓaalika lamayyitoon.

    Kemudian setelah itu, sungguh kamu pasti mati.

  16. 16

    ثُمَّ إِنَّكُمْ يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ تُبْعَثُونَ

    S̤umma ʹinnakum Yawmal Q̣iyaamati tubʻas̤oon.

    Kemudian, sungguh kamu akan dibangkitkan (dari kuburmu) pada hari Kiamat.

  17. 17

    وَلَقَدْ خَلَقْنَا فَوْقَكُمْ سَبْعَ طَرَآئِقَ وَمَا كُنَّا عَنِ ٱلْخَلْقِ غَـٰفِلِينَ

    Wa-laq̣ad khalaq̣naa fawq̣akum sabʻa ṭaraaaʹiq̣a wa-maa kunnaa ʻanil khalq̣i g̣aafileen.

    Dan sungguh, kami telah menciptakan tujuh (lapis) langit di atas kamu, dan Kami tidaklah lengah terhadap ciptaan (Kami).

  18. 18

    وَأَنزَلْنَا مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءًۢ بِقَدَرٍ فَأَسْكَنَّـٰهُ فِى ٱلْأَرْضِ ۖ وَإِنَّا عَلَىٰ ذَهَابٍۭ بِهِۦ لَقَـٰدِرُونَ

    Wa-ʹañzalnaa minas samaaaʹi maaaʹam biq̣adariñ faʹaskannaahu fil ʹarḍi wa-ʹInnaa ʻalaa ẓahaabim bihee la-Q̣aadiroon.

    Dan Kami turunkan air dari langit dengan suatu ukuran; lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi, dan pasti Kami berkuasa melenyapkannya.

  19. 19

    فَأَنشَأْنَا لَكُم بِهِۦ جَنَّـٰتٍ مِّن نَّخِيلٍ وَأَعْنَـٰبٍ لَّكُمْ فِيهَا فَوَٰكِهُ كَثِيرَةٌ وَمِنْهَا تَأْكُلُونَ

    Faʹañshaʹnaa lakum̃ bihee jannaatim min nakheeliñw waʹaʻnaab. Lakum feehaa fawaakihu kas̤eeratuñw waminhaa taʹkuloon,

    Lalu dengan (air) itu, Kami tumbuhkan untukmu kebun-kebun kurma dan anggur; di sana kamu memperoleh buah-buahan yang banyak dan sebagian dari (buah-buahan) itu kamu makan,

  20. 20

    وَشَجَرَةً تَخْرُجُ مِن طُورِ سَيْنَآءَ تَنۢبُتُ بِٱلدُّهْنِ وَصِبْغٍ لِّلْـَٔاكِلِينَ

    Wa-shajaratañ takhruju miñ Ṭoori Saynaaaʹa tambutu bidduhni waṣibg̣illil ʹaa-kileen.

    dan (Kami tumbuhkan) pohon (zaitun) yang tumbuh dari gunung Sinai, yang menghasilkan minyak, dan bahan pembangkit selera bagi orang-orang yang makan.

  21. 21

    وَإِنَّ لَكُمْ فِى ٱلْأَنْعَـٰمِ لَعِبْرَةً ۖ نُّسْقِيكُم مِّمَّا فِى بُطُونِهَا وَلَكُمْ فِيهَا مَنَـٰفِعُ كَثِيرَةٌ وَمِنْهَا تَأْكُلُونَ

    Wa-ʹinna lakum fil ʹanʻaami laʻibrah: nusq̣eekum mimmaa fee buṭoonihaa wa-lakum feehaa manaafiʻu kas̤eeratuñw waminhaa taʹkuloon;

    Dan sungguh pada hewan-hewan ternak terdapat suatu pelajaran bagimu. Kami memberi minum kamu dari (air susu) yang ada dalam perutnya, dan padanya juga terdapat banyak manfaat untukmu, dan sebagian darinya kamu makan.

  22. 22

    وَعَلَيْهَا وَعَلَى ٱلْفُلْكِ تُحْمَلُونَ

    Wa-ʻalayhaa wa-ʻalal fulki tuḥmaloon.

    Di atasnya (hewan-hewan ternak) dan di atas kapal-kapal kamu diangkut.

  23. 23

    وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَىٰ قَوْمِهِۦ فَقَالَ يَـٰقَوْمِ ٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَـٰهٍ غَيْرُهُۥٓ ۖ أَفَلَا تَتَّقُونَ

    Wa-laq̣ad. ʹarsalnaa Nooḥan ʹilaa q̣awmihee faq̣aala yaa q̣awmiʻbudul laaha maa- lakum min ʹilaahin g̣ayruh. ʹAfalaa tattaq̣oon?

    Dan sungguh, Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, lalu dia berkata, "Wahai kaumku! Sembahlah Allah, (karena) tidak ada tuhan (yang berhak disembah) bagimu selain Dia. Maka mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya)?"

  24. 24

    فَقَالَ ٱلْمَلَؤُا۟ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ مِن قَوْمِهِۦ مَا هَـٰذَآ إِلَّا بَشَرٌ مِّثْلُكُمْ يُرِيدُ أَن يَتَفَضَّلَ عَلَيْكُمْ وَلَوْ شَآءَ ٱللَّهُ لَأَنزَلَ مَلَـٰٓئِكَةً مَّا سَمِعْنَا بِهَـٰذَا فِىٓ ءَابَآئِنَا ٱلْأَوَّلِينَ

    Faq̣aalal malaʹul laẓeena kafaroo miñ q̣awmihee maa- haaẓaaa ʹillaa basharum mis̤lukum yureedu ʹañy yatafaḍḍala ʻalaykum: wa-law shaaaʹal laahu laʹañzala malaaaʹikah: maa- samiʻnaa bihaaẓaa feee ʹaabaaaʹinal ʹawwaleen.

    Maka berkatalah para pemuka orang kafir dari kaumnya, "Orang ini tidak lain hanyalah manusia seperti kamu, yang ingin menjadi orang yang lebih mulia dari kamu. Dan seandainya Allah menghendaki, tentu Dia mengutus malaikat. Belum pernah kami mendengar (seruan yang seperti) ini pada (masa) nenek moyang kami yang dahulu.

  25. 25

    إِنْ هُوَ إِلَّا رَجُلٌۢ بِهِۦ جِنَّةٌ فَتَرَبَّصُوا۟ بِهِۦ حَتَّىٰ حِينٍ

    ʹIn huwa ʹillaa rajulum bihee jinnatuñ fatarabbaṣoo bihee ḥattaa ḥeen.

    Dia hanyalah seorang laki-laki yang gila, maka tunggulah (sabarlah) terhadapnya sampai waktu yang ditentukan."

  26. 26

    قَالَ رَبِّ ٱنصُرْنِى بِمَا كَذَّبُونِ

    Q̣aala Rabbiñ ṣurnee bimaa kaẓẓaboon!

    Dia (Nuh) berdoa, "Ya Tuhanku, tolonglah aku, karena mereka mendustakan aku."

  27. 27

    فَأَوْحَيْنَآ إِلَيْهِ أَنِ ٱصْنَعِ ٱلْفُلْكَ بِأَعْيُنِنَا وَوَحْيِنَا فَإِذَا جَآءَ أَمْرُنَا وَفَارَ ٱلتَّنُّورُ ۙ فَٱسْلُكْ فِيهَا مِن كُلٍّ زَوْجَيْنِ ٱثْنَيْنِ وَأَهْلَكَ إِلَّا مَن سَبَقَ عَلَيْهِ ٱلْقَوْلُ مِنْهُمْ ۖ وَلَا تُخَـٰطِبْنِى فِى ٱلَّذِينَ ظَلَمُوٓا۟ ۖ إِنَّهُم مُّغْرَقُونَ

    Faʹawḥaynaaa ʹilayhi ʹaniṣ naʻil Fulka biʹaʻyuninaa wa-waḥyinaa faʹiẓaa jaaaʹa ʹAmrunaa wa-faarat tannooru fasluk feehaa miñ kulliñ zawjaynis̤ nayni wa-ʹahlaka ʹillaa mañ sabaq̣a ʻalayhil Q̣awlu minhum: wa-laa tukhaaṭibnee fil laẓeena z̤̣alamoo; ʹinnahum mug̣raq̣oon.

    Lalu Kami wahyukan kepadanya, "Buatlah kapal di bawah pengawasan dan petunjuk Kami, maka apabila perintah Kami datang dan tanur (dapur) telah memancarkan air, maka masukkanlah ke dalam (kapal) itu sepasang-sepasang dari setiap jenis, juga keluargamu, kecuali orang yang lebih dahulu ditetapkan (akan ditimpa siksaan) di antara mereka. Dan janganlah engkau bicarakan dengan-Ku tentang orang-orang yang zalim, sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan.

  28. 28

    فَإِذَا ٱسْتَوَيْتَ أَنتَ وَمَن مَّعَكَ عَلَى ٱلْفُلْكِ فَقُلِ ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ ٱلَّذِى نَجَّىٰنَا مِنَ ٱلْقَوْمِ ٱلظَّـٰلِمِينَ

    Faʹiẓas tawayta ʹañta wa-mam maʻaka ʻalal Fulki faq̣ulil Ḥamdu lillaahil laẓee najjaanaa minal q̣awmiz̤̣ z̤̣aalimeen.

    Dan apabila engkau dan orang-orang yang bersamamu telah berada di atas kapal, maka ucapkanlah, "Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan kami dari orang-orang yang zalim."

  29. 29

    وَقُل رَّبِّ أَنزِلْنِى مُنزَلًا مُّبَارَكًا وَأَنتَ خَيْرُ ٱلْمُنزِلِينَ

    Wa-q̣ur Rabbi ʹañzilnee muñzalam mubaarakañw waʹAñta Khayrul Muñzileen.

    Dan berdoalah, "Ya Tuhanku, tempatkanlah aku pada tempat yang diberkahi, dan Engkau adalah sebaik-baik pemberi tempat."

  30. 30

    إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَـَٔايَـٰتٍ وَإِن كُنَّا لَمُبْتَلِينَ

    ʹInna fee ẓaalika laʹAayaatiñw waʹiñ kunnaa lamubtaleen.

    Sungguh, pada (kejadian) itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah); dan sesungguhnya Kami benar-benar menimpakan siksaan (kepada kaum Nuh).

  31. 31

    ثُمَّ أَنشَأْنَا مِنۢ بَعْدِهِمْ قَرْنًا ءَاخَرِينَ

    S̤umma ʹañshaʹnaa mim baʻdihim q̣arnan ʹaakhareen.

    Kemudian setelah mereka, Kami ciptakan umat yang lain (kaum 'Ād).

  32. 32

    فَأَرْسَلْنَا فِيهِمْ رَسُولًا مِّنْهُمْ أَنِ ٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَـٰهٍ غَيْرُهُۥٓ ۖ أَفَلَا تَتَّقُونَ

    Faʹarsalnaa feehim rasoolam minhum ʹaniʻ budul laaha maa- lakum min ʹilaahin g̣ayruh. ʹAfalaa tattaq̣oon?

    Lalu Kami utus kepada mereka seorang rasul dari kalangan mereka sendiri (yang berkata), "Sembahlah Allah! Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) bagimu selain Dia. Maka mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya)?"

  33. 33

    وَقَالَ ٱلْمَلَأُ مِن قَوْمِهِ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ وَكَذَّبُوا۟ بِلِقَآءِ ٱلْـَٔاخِرَةِ وَأَتْرَفْنَـٰهُمْ فِى ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا مَا هَـٰذَآ إِلَّا بَشَرٌ مِّثْلُكُمْ يَأْكُلُ مِمَّا تَأْكُلُونَ مِنْهُ وَيَشْرَبُ مِمَّا تَشْرَبُونَ

    Wa-q̣aalal malaʹu miñ q̣awmihil laẓeena kafaroo wa-kaẓẓaboo bi-Liq̣aaaʹil ʹAakhirati wa-ʹatrafnaahum fil ḥayaatid dunyaa maa- haaẓaaa ʹillaa basharum mis̤lukum yaʹkulu mimmaa taʹkuloona minhu wa-yashrabu mimmaa tashraboon.

    Dan berkatalah para pemuka orang kafir dari kaumnya dan yang mendustakan pertemuan hari akhirat serta mereka yang telah Kami beri kemewahan dan kesenangan dalam kehidupan di dunia, "(Orang) ini tidak lain hanyalah manusia seperti kamu, dia makan apa yang kamu makan, dan dia minum apa yang kamu minum."

  34. 34

    وَلَئِنْ أَطَعْتُم بَشَرًا مِّثْلَكُمْ إِنَّكُمْ إِذًا لَّخَـٰسِرُونَ

    Wa-laʹin ʹaṭaʻtum̃ basharam mis̤lakum ʹinnakum ʹiẓal lakhaasiroon.

    Dan sungguh, jika kamu menaati manusia yang seperti kamu, niscaya kamu merugi.

  35. 35

    أَيَعِدُكُمْ أَنَّكُمْ إِذَا مِتُّمْ وَكُنتُمْ تُرَابًا وَعِظَـٰمًا أَنَّكُم مُّخْرَجُونَ

    ʹA-yaʻidukum ʹannakum ʹiẓaa mittum wa-kuñtum turaabañw waʻiz̤̣aaman ʹannakum mukhrajoon?

    Adakah dia menjanjikan kepada kamu, bahwa apabila kamu telah mati dan menjadi tanah dan tulang belulang, sesungguhnya kamu akan dikeluarkan (dari kuburmu)?

  36. 36

    ۞ هَيْهَاتَ هَيْهَاتَ لِمَا تُوعَدُونَ

    Hayhaata hayhaata limaa tooʻadoon!

    Jauh! Jauh sekali (dari kebenaran) apa yang diancamkan kepada kamu,

  37. 37

    إِنْ هِىَ إِلَّا حَيَاتُنَا ٱلدُّنْيَا نَمُوتُ وَنَحْيَا وَمَا نَحْنُ بِمَبْعُوثِينَ

    ʹIn hiya ʹillaa ḥayaatunad dunyaa namootu wa-naḥyaa wa-maa naḥnoo bimabʻoos̤een!

    (kehidupan itu) tidak lain hanyalah kehidupan kita di dunia ini, (di sanalah) kita mati dan hidup dan tidak akan dibangkitkan (lagi),

  38. 38

    إِنْ هُوَ إِلَّا رَجُلٌ ٱفْتَرَىٰ عَلَى ٱللَّهِ كَذِبًا وَمَا نَحْنُ لَهُۥ بِمُؤْمِنِينَ

    ʹIn huwa ʹillaa rajulunif taraa ʻalal laahi kaẓibañw wamaa naḥnu lahoo bimuʹmineen!

    Dia tidak lain hanyalah seorang laki-laki yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah, dan kita tidak akan mempercayainya.

  39. 39

    قَالَ رَبِّ ٱنصُرْنِى بِمَا كَذَّبُونِ

    Q̣aala Rabbiñ ṣurnee bimaa kaẓẓaboon.

    Dia (Hud) berdoa, "Ya Tuhanku, tolonglah aku karena mereka mendustakanku."

  40. 40

    قَالَ عَمَّا قَلِيلٍ لَّيُصْبِحُنَّ نَـٰدِمِينَ

    Q̣aala ʻammaa q̣aleelil layuṣbiḥunna naadimeen!

    Dia (Allah) berfirman, "Tidak lama lagi mereka pasti akan menyesal."

  41. 41

    فَأَخَذَتْهُمُ ٱلصَّيْحَةُ بِٱلْحَقِّ فَجَعَلْنَـٰهُمْ غُثَآءً ۚ فَبُعْدًا لِّلْقَوْمِ ٱلظَّـٰلِمِينَ

    Faʹakhaẓathumuṣ Ṣayḥatu bilḥaq̣q̣i fajaʻalnaahum g̣us̤aaaʹaa! Fabuʻdal lilq̣awmiz̤̣ z̤̣aalimeen!

    Lalu mereka benar-benar dimusnahkan oleh suara yang mengguntur, dan Kami jadikan mereka (seperti) sampah yang dibawa banjir. Maka binasalah orang-orang yang zalim.

  42. 42

    ثُمَّ أَنشَأْنَا مِنۢ بَعْدِهِمْ قُرُونًا ءَاخَرِينَ

    S̤umma ʹañshaʹnaa mim baʻdihim q̣uroonan ʹaakhareen.

    Kemudian setelah mereka Kami ciptakan umat-umat yang lain.

  43. 43

    مَا تَسْبِقُ مِنْ أُمَّةٍ أَجَلَهَا وَمَا يَسْتَـْٔخِرُونَ

    Maa- tasbiq̣u min ʹummatin ʹajalahaa wa-maa yastaʹkhiroon.

    Tidak ada satu umat pun yang dapat menyegerakan ajalnya, dan tidak (pula) menangguhkannya.

  44. 44

    ثُمَّ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا تَتْرَا ۖ كُلَّ مَا جَآءَ أُمَّةً رَّسُولُهَا كَذَّبُوهُ ۚ فَأَتْبَعْنَا بَعْضَهُم بَعْضًا وَجَعَلْنَـٰهُمْ أَحَادِيثَ ۚ فَبُعْدًا لِّقَوْمٍ لَّا يُؤْمِنُونَ

    S̤umma ʹarsalnaa rusulanaa tatraa. Kulla maa jaaaʹa ʹummatar rasooluhaa kaẓẓaboohu faʹatbaʻnaa baʻḍahum baʻḍañw wajaʹalnaahum ʹaḥaadees̤: fabuʻdal liq̣awmil laa yuʹminoon!

    Kemudian, Kami utus rasul-rasul Kami berturut-turut. Setiap kali seorang rasul datang kepada suatu umat, mereka mendustakannya, maka Kami silihgantikan sebagian mereka dengan sebagian yang lain (dalam kebinasaan). Dan Kami jadikan mereka bahan cerita (bagi manusia). Maka binasalah kaum yang tidak beriman.

  45. 45

    ثُمَّ أَرْسَلْنَا مُوسَىٰ وَأَخَاهُ هَـٰرُونَ بِـَٔايَـٰتِنَا وَسُلْطَـٰنٍ مُّبِينٍ

    S̤umma ʹarsalnaa Moosaa wa-ʹakhaahu Haaroona biʹAayaatinaa wa-sulṭaanim mubeen.

    Kemudian Kami utus Musa dan saudaranya Harun dengan membawa tanda-tanda (kebesaran) Kami, dan bukti yang nyata,

  46. 46

    إِلَىٰ فِرْعَوْنَ وَمَلَإِي۟هِۦ فَٱسْتَكْبَرُوا۟ وَكَانُوا۟ قَوْمًا عَالِينَ

    ʹIlaa Firʻawna wa-malaʹihee fastakbaroo wa-kaanoo q̣awman ʻaaleen.

    kepada Fir'aun dan para pemuka kaumnya, tetapi mereka angkuh dan mereka memang kaum yang sombong.

  47. 47

    فَقَالُوٓا۟ أَنُؤْمِنُ لِبَشَرَيْنِ مِثْلِنَا وَقَوْمُهُمَا لَنَا عَـٰبِدُونَ

    Faq̣aalooo ʹanuʹminu libasharayni mis̤linaa wa-q̣awmuhumaa lanaa ʻaabidoon?

    Maka mereka berkata, "Apakah (pantas) kita percaya kepada dua orang manusia seperti kita, padahal kaum mereka (Bani Israil) adalah orang-orang yang menghambakan diri kepada kita?"

  48. 48

    فَكَذَّبُوهُمَا فَكَانُوا۟ مِنَ ٱلْمُهْلَكِينَ

    Fakaẓẓaboohumaa fakaanoo minal muhlakeen.

    Maka mereka mendustakan keduanya, karena itu mereka termasuk orang yang dibinasakan.

  49. 49

    وَلَقَدْ ءَاتَيْنَا مُوسَى ٱلْكِتَـٰبَ لَعَلَّهُمْ يَهْتَدُونَ

    Wa-laq̣ad ʹaataynaa Moosal Kitaaba laʻallahum yahtadoon.

    Dan sungguh, telah Kami anugerahkan kepada Musa Kitab (Taurat), agar mereka (Bani Israil) mendapat petunjuk.

  50. 50

    وَجَعَلْنَا ٱبْنَ مَرْيَمَ وَأُمَّهُۥٓ ءَايَةً وَءَاوَيْنَـٰهُمَآ إِلَىٰ رَبْوَةٍ ذَاتِ قَرَارٍ وَمَعِينٍ

    Wa-jaʻalnab na Maryama wa-ʹummahooo ʹAayatañw Waʹaawaynaahumaaa ʹilaa rabwatiñ ẓaati q̣araariñw wamaʻeen.

    Dan telah Kami jadikan (Isa) putra Maryam bersama ibunya sebagai suatu bukti yang nyata (bagi kebesaran Kami), dan Kami melindungi mereka di suatu dataran tinggi, (tempat yang tenang, rindang dan banyak buah-buahan) dengan mata air yang mengalir.

  51. 51

    يَـٰٓأَيُّهَا ٱلرُّسُلُ كُلُوا۟ مِنَ ٱلطَّيِّبَـٰتِ وَٱعْمَلُوا۟ صَـٰلِحًا ۖ إِنِّى بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ

    Yaaaʹayyuhar rusulu kuloo minaṭ ṭayyibaati waʻmaloo ṣaaliḥaa: ʹinnee bimaa taʻmaloona ʻAleem.

    Allah berfirman, "Wahai para rasul! Makanlah dari (makanan) yang baik-baik, dan kerjakanlah kebajikan. Sungguh, Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

  52. 52

    وَإِنَّ هَـٰذِهِۦٓ أُمَّتُكُمْ أُمَّةً وَٰحِدَةً وَأَنَا۠ رَبُّكُمْ فَٱتَّقُونِ

    Wa-ʹinna haaẓiheee ʹummatukum ʹummatañw Waaḥidatañw WaʹAna Rabbukum fattaq̣oon.

    Dan sungguh, (agama tauhid) inilah agama kamu, agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka bertakwalah kepada-Ku."

  53. 53

    فَتَقَطَّعُوٓا۟ أَمْرَهُم بَيْنَهُمْ زُبُرًا ۖ كُلُّ حِزْبٍۭ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ

    Fataq̣aṭṭaʻooo ʹamrahum̃ baynahum zuburaa: kullu ḥizbim bimaa ladayhim fariḥoon.

    Kemudian mereka terpecah belah dalam urusan (agama)nya menjadi beberapa golongan. Setiap golongan (merasa) bangga dengan apa yang ada pada mereka (masing-masing).

  54. 54

    فَذَرْهُمْ فِى غَمْرَتِهِمْ حَتَّىٰ حِينٍ

    Faẓarhum fee g̣amratihim ḥattaa ḥeen.

    Maka biarkanlah mereka dalam kesesatannya sampai waktu yang ditentukan.

  55. 55

    أَيَحْسَبُونَ أَنَّمَا نُمِدُّهُم بِهِۦ مِن مَّالٍ وَبَنِينَ

    ʹA-yaḥsaboona ʹannamaa numidduhum̃ bihee mim maaliñw wabaneen,

    Apakah mereka mengira bahwa Kami memberikan harta dan anak-anak kepada mereka itu (berarti bahwa),

  56. 56

    نُسَارِعُ لَهُمْ فِى ٱلْخَيْرَٰتِ ۚ بَل لَّا يَشْعُرُونَ

    Nusaariʻu lahum fil khayraat? Bal laa yashʻuroon.

    Kami segera memberikan kebaikan-kebaikan kepada mereka? (Tidak), tetapi mereka tidak menyadarinya.

  57. 57

    إِنَّ ٱلَّذِينَ هُم مِّنْ خَشْيَةِ رَبِّهِم مُّشْفِقُونَ

    ʹInnal laẓeena hum min khashyati Rabbihim mushfiq̣oon;

    Sungguh, orang-orang yang karena takut (azab) Tuhannya, mereka sangat berhati-hati,

  58. 58

    وَٱلَّذِينَ هُم بِـَٔايَـٰتِ رَبِّهِمْ يُؤْمِنُونَ

    Wallaẓeena hum̃ biʹAayaati Rabbihim yuʹminoon;

    dan mereka yang beriman dengan tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya,

  59. 59

    وَٱلَّذِينَ هُم بِرَبِّهِمْ لَا يُشْرِكُونَ

    Wallaẓeena hum̃ bi-Rabbihim laa- yushrikoon;

    dan mereka tidak mempersekutukan Tuhannya,

  60. 60

    وَٱلَّذِينَ يُؤْتُونَ مَآ ءَاتَوا۟ وَّقُلُوبُهُمْ وَجِلَةٌ أَنَّهُمْ إِلَىٰ رَبِّهِمْ رَٰجِعُونَ

    Wallaẓeena yuʹtoona maaa ʹaataw Waq̣uloobuhum wajilatun ʹannahum ʹilaa Rabbihim raajiʻoon;

    dan mereka yang memberikan apa yang mereka berikan (sedekah) dengan hati penuh rasa takut (karena mereka tahu) bahwa sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhannya,

  61. 61

    أُو۟لَـٰٓئِكَ يُسَـٰرِعُونَ فِى ٱلْخَيْرَٰتِ وَهُمْ لَهَا سَـٰبِقُونَ

    ʹUlaaaʹika yusaariʻoona fil khayraati wa-hum lahaa saabiq̣oon.

    mereka itu bersegera dalam kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang lebih dahulu memperolehnya.

  62. 62

    وَلَا نُكَلِّفُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۖ وَلَدَيْنَا كِتَـٰبٌ يَنطِقُ بِٱلْحَقِّ ۚ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ

    Wa-laa nukallifu nafsan ʹillaa wusʻahaa wa-ladaynaa Kitaabuñy yañṭiq̣u bilḥaq̣q̣i wahum laa- yuz̤̣lamoon.

    Dan Kami tidak membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya, dan pada Kami ada suatu catatan yang menuturkan dengan sebenarnya, dan mereka tidak dizalimi (dirugikan).

  63. 63

    بَلْ قُلُوبُهُمْ فِى غَمْرَةٍ مِّنْ هَـٰذَا وَلَهُمْ أَعْمَـٰلٌ مِّن دُونِ ذَٰلِكَ هُمْ لَهَا عَـٰمِلُونَ

    Bal q̣uloobuhum fee g̣amratim min haaẓaa wa-lahum ʹaʻmaalum miñ dooni ẓaalika hum lahaa ʻaamiloon,

    Tetapi, hati mereka (orang-orang kafir) itu dalam kesesatan dari (memahami Al-Qur`an) ini, dan mereka mempunyai (kebiasaan banyak mengerjakan) perbuatan-perbuatan lain (buruk) yang terus mereka kerjakan.

  64. 64

    حَتَّىٰٓ إِذَآ أَخَذْنَا مُتْرَفِيهِم بِٱلْعَذَابِ إِذَا هُمْ يَجْـَٔرُونَ

    Ḥattaaa ʹiẓaaa ʹakhaẓnaa mutrafeehim̃ bilʻAẓaabi ʹiẓaa hum yajʹaroon!

    Sehingga apabila Kami timpakan siksaan kepada orang-orang yang hidup bermewah-mewah di antara mereka, seketika itu mereka berteriak-teriak meminta tolong.

  65. 65

    لَا تَجْـَٔرُوا۟ ٱلْيَوْمَ ۖ إِنَّكُم مِّنَّا لَا تُنصَرُونَ

    Laaa tajʹarul yawm: ʹinnakum minnaa laa- tuñṣaroon.

    Janganlah kamu berteriak-teriak meminta tolong pada hari ini! Sungguh, kamu tidak akan mendapat pertolongan dari Kami.

  66. 66

    قَدْ كَانَتْ ءَايَـٰتِى تُتْلَىٰ عَلَيْكُمْ فَكُنتُمْ عَلَىٰٓ أَعْقَـٰبِكُمْ تَنكِصُونَ

    Q̣ad kaanat ʹAayaatee tutlaa ʻalaykum fakuñtum ʻalaaa ʹaʻq̣aabikum tañkiṣoon.

    Sungguh ayat-ayat-Ku (Al-Qur`an) selalu dibacakan kepada kamu, tetapi kamu selalu berpaling ke belakang,

  67. 67

    مُسْتَكْبِرِينَ بِهِۦ سَـٰمِرًا تَهْجُرُونَ

    Mustakbireena bihee saamirañ tahjuroon.

    dengan menyombongkan diri dan mengucapkan perkataan-perkataan keji terhadapnya (Al-Qur`an) pada waktu kamu bercakap-cakap pada malam hari.

  68. 68

    أَفَلَمْ يَدَّبَّرُوا۟ ٱلْقَوْلَ أَمْ جَآءَهُم مَّا لَمْ يَأْتِ ءَابَآءَهُمُ ٱلْأَوَّلِينَ

    ʹAfalam yaddabbarul Q̣awla ʹam jaaaʹahum maa lam yaʹti ʹaabaaaʹahumul ʹawwaleen?

    Maka tidaklah mereka menghayati firman (Allah), atau adakah telah datang kepada mereka apa yang tidak pernah datang kepada nenek moyang mereka dahulu?

  69. 69

    أَمْ لَمْ يَعْرِفُوا۟ رَسُولَهُمْ فَهُمْ لَهُۥ مُنكِرُونَ

    ʹAm lam yaʻrifoo Rasoolahum fahum lahoo muñkiroon?

    Ataukah mereka tidak mengenal Rasul mereka (Muhammad), karena itu mereka mengingkarinya?

  70. 70

    أَمْ يَقُولُونَ بِهِۦ جِنَّةٌۢ ۚ بَلْ جَآءَهُم بِٱلْحَقِّ وَأَكْثَرُهُمْ لِلْحَقِّ كَـٰرِهُونَ

    ʹAm yaq̣ooloona bihee jinnah? Bal jaaaʹahum̃ bil-Ḥaq̣q̣i wa-ʹaks̤aruhum lil-Ḥaq̣q̣i kaarihoon.

    Atau mereka berkata, "Orang itu (Muhammad) gila." Padahal, dia telah datang membawa kebenaran kepada mereka, tetapi kebanyakan mereka membenci kebenaran.

  71. 71

    وَلَوِ ٱتَّبَعَ ٱلْحَقُّ أَهْوَآءَهُمْ لَفَسَدَتِ ٱلسَّمَـٰوَٰتُ وَٱلْأَرْضُ وَمَن فِيهِنَّ ۚ بَلْ أَتَيْنَـٰهُم بِذِكْرِهِمْ فَهُمْ عَن ذِكْرِهِم مُّعْرِضُونَ

    Wa-lawit tabaʻal Ḥaq̣q̣u ʹahwaaaʹahum lafasadatis samaawaatu wal-ʹarḍu wa-mañ feehinn! Bal ʹataynaahum̃ biẓikrihim fahum ʻañ ẓikrihim muʻriḍoon.

    Dan seandainya kebenaran itu menuruti keinginan mereka, pasti binasalah langit dan bumi, dan semua yang ada di dalamnya. Bahkan Kami telah memberikan peringatan kepada mereka, tetapi mereka berpaling dari peringatan itu.

  72. 72

    أَمْ تَسْـَٔلُهُمْ خَرْجًا فَخَرَاجُ رَبِّكَ خَيْرٌ ۖ وَهُوَ خَيْرُ ٱلرَّٰزِقِينَ

    ʹAm tasʹaluhum kharjañ fakharaaju Rabbika khayr: wa-Huwa Khayrur raaziq̣een.

    Atau engkau (Muhammad) meminta imbalan kepada mereka? Sedangkan imbalan dari Tuhanmu lebih baik, karena Dia pemberi rezeki yang terbaik.

  73. 73

    وَإِنَّكَ لَتَدْعُوهُمْ إِلَىٰ صِرَٰطٍ مُّسْتَقِيمٍ

    Wa-ʹinnaka latadʻoohum ʹilaa Ṣiraaṭim Mustaq̣eem.

    Dan sungguh engkau pasti telah menyeru mereka kepada jalan yang lurus.

  74. 74

    وَإِنَّ ٱلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِٱلْـَٔاخِرَةِ عَنِ ٱلصِّرَٰطِ لَنَـٰكِبُونَ

    Waʹinnal laẓeena laa- yuʹminoona bil-ʹAakhirati ʻaniṣ Ṣiraaṭi lanaakiboon.

    Dan sungguh orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat benar-benar telah menyimpang jauh dari jalan (yang lurus).

  75. 75

    ۞ وَلَوْ رَحِمْنَـٰهُمْ وَكَشَفْنَا مَا بِهِم مِّن ضُرٍّ لَّلَجُّوا۟ فِى طُغْيَـٰنِهِمْ يَعْمَهُونَ

    Wa-law raḥimnaahum wakashafnaa maa- bihim miñ ḍurril lalajjoo fee ṭug̣yaanihim yaʻmahoon.

    Dan sekiranya mereka Kami kasihani, dan Kami lenyapkan malapetaka yang menimpa mereka, pasti mereka akan terus menerus terombang-ambing dalam kesesatan mereka.

  76. 76

    وَلَقَدْ أَخَذْنَـٰهُم بِٱلْعَذَابِ فَمَا ٱسْتَكَانُوا۟ لِرَبِّهِمْ وَمَا يَتَضَرَّعُونَ

    Wa-laq̣ad ʹakhaẓnaahum̃ bilʻAẓaabi famas takaanoo li-Rabbihim wa-maa yataḍarraʻoon,

    Dan sungguh Kami telah menimpakan siksaan kepada mereka, tetapi mereka tidak mau tunduk kepada Tuhannya, dan (juga) tidak merendahkan diri.

  77. 77

    حَتَّىٰٓ إِذَا فَتَحْنَا عَلَيْهِم بَابًا ذَا عَذَابٍ شَدِيدٍ إِذَا هُمْ فِيهِ مُبْلِسُونَ

    Ḥattaaa ʹiẓaa fataḥnaa ʻalayhim baabañ ẓaa ʻaẓaabiñ shadeedin ʹiẓaa hum feehi mublisoon!

    Sehingga apabila Kami bukakan untuk mereka pintu azab yang sangat keras, seketika itu mereka menjadi putus asa.

  78. 78

    وَهُوَ ٱلَّذِىٓ أَنشَأَ لَكُمُ ٱلسَّمْعَ وَٱلْأَبْصَـٰرَ وَٱلْأَفْـِٔدَةَ ۚ قَلِيلًا مَّا تَشْكُرُونَ

    Wa-Huwal laẓeee ʹañshaʹa lakumus samʻa wal-ʹabṣaara wal-ʹafʹidah: q̣aleelam maa tashkuroon!

    Dan Dialah yang telah menciptakan bagimu pendengaran, penglihatan dan hati nurani, tetapi sedikit sekali kamu yang bersyukur.

  79. 79

    وَهُوَ ٱلَّذِى ذَرَأَكُمْ فِى ٱلْأَرْضِ وَإِلَيْهِ تُحْشَرُونَ

    Wa-Huwal laẓee ẓaraʹakum fil ʹarḍi wa-ʹilayhi tuḥsharoon.

    Dan Dialah yang menciptakan dan mengembangbiakkan kamu di bumi dan kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan.

  80. 80

    وَهُوَ ٱلَّذِى يُحْىِۦ وَيُمِيتُ وَلَهُ ٱخْتِلَـٰفُ ٱلَّيْلِ وَٱلنَّهَارِ ۚ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

    Wa-Huwal laẓee yuḥyee wa-yumeetu wa-lahukh tilaaful layli wannahaar: ʹafalaa taʻq̣iloon?

    Dan Dialah yang menghidupkan dan mematikan, dan Dialah yang (mengatur) pergantian malam dan siang. Tidakkah kamu mengerti?

  81. 81

    بَلْ قَالُوا۟ مِثْلَ مَا قَالَ ٱلْأَوَّلُونَ

    Bal q̣aaloo mis̤la maa- q̣aalal ʹAwwaloon.

    Bahkan mereka mengucapkan perkataan yang serupa dengan apa yang diucapkan oleh orang-orang terdahulu.

  82. 82

    قَالُوٓا۟ أَءِذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا وَعِظَـٰمًا أَءِنَّا لَمَبْعُوثُونَ

    Q̣aalooo ʹa-ʹiẓaa mitnaa wa-kunnaa turaabañw waʻiz̤̣aaman ʹa-ʹinnaa lamabʻoos̤oon?

    Mereka berkata, "Apakah betul, apabila kami telah mati dan telah menjadi tanah dan tulang belulang, kami benar-benar akan dibangkitkan kembali?

  83. 83

    لَقَدْ وُعِدْنَا نَحْنُ وَءَابَآؤُنَا هَـٰذَا مِن قَبْلُ إِنْ هَـٰذَآ إِلَّآ أَسَـٰطِيرُ ٱلْأَوَّلِينَ

    Laq̣ad wuʻidnaa naḥnu wa-ʹaabaaaʹunaa haaẓaa miñ q̣ablu ʹin haaẓa illaaa ʹasaaṭeerul ʹawwaleen!

    Sungguh, yang demikian ini sudah dijanjikan kepada kami dan kepada nenek moyang kami dahulu, ini hanyalah dongeng orang-orang terdahulu!"

  84. 84

    قُل لِّمَنِ ٱلْأَرْضُ وَمَن فِيهَآ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

    Q̣ul limanil ʹarḍu wa-mañ feehaaa ʹiñ kuñtum taʻlamoon?

    Katakanlah (Muhammad), "Milik siapakah bumi, dan semua yang ada di dalamnya, jika kamu mengetahui?"

  85. 85

    سَيَقُولُونَ لِلَّهِ ۚ قُلْ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ

    Sayaq̣ooloona lillaah! Q̣ul ʹafalaa taẓakkaroon?

    Mereka akan menjawab, "Milik Allah." Katakanlah, "Maka apakah kamu tidak ingat?"

  86. 86

    قُلْ مَن رَّبُّ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ ٱلسَّبْعِ وَرَبُّ ٱلْعَرْشِ ٱلْعَظِيمِ

    Q̣ul mar Rabbus samaawaatis sabʻi wa-Rabbul ʻArshil ʻAz̤̣eem?

    Katakanlah, "Siapakah Tuhan yang memiliki langit yang tujuh dan yang memiliki Arasy yang agung?"

  87. 87

    سَيَقُولُونَ لِلَّهِ ۚ قُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ

    Sayaq̣ooloona lillaah. Q̣ul ʹafalaa tattaq̣oon?

    Mereka akan menjawab, "(Milik) Allah." Katakanlah, "Maka mengapa kamu tidak bertakwa?"

  88. 88

    قُلْ مَنۢ بِيَدِهِۦ مَلَكُوتُ كُلِّ شَىْءٍ وَهُوَ يُجِيرُ وَلَا يُجَارُ عَلَيْهِ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

    Q̣ul mam biyadihee Malakootu kulli shayʹiñw wa-Huwa yujeeru wa-laa yujaaru ʻalayhi ʹiñ kuñtum taʻlamoon?

    Katakanlah, "Siapakah yang di tangan-Nya berada kekuasaan segala sesuatu. Dia melindungi, dan tidak ada yang dapat dilindungi (dari azab-Nya), jika kamu mengetahui?"

  89. 89

    سَيَقُولُونَ لِلَّهِ ۚ قُلْ فَأَنَّىٰ تُسْحَرُونَ

    Sayaq̣ooloona lillaah. Q̣ul faʹannaa tus-ḥaroon?

    Mereka akan menjawab, "(Milik) Allah." Katakanlah, "(Kalau demikian), maka bagaimana kamu sampai tertipu?"

  90. 90

    بَلْ أَتَيْنَـٰهُم بِٱلْحَقِّ وَإِنَّهُمْ لَكَـٰذِبُونَ

    Bal ʹataynaahum̃ bil-Ḥaq̣q̣i wa-ʹinnahum lakaaẓiboon!

    Padahal Kami telah membawa kebenaran kepada mereka, tetapi mereka benar-benar pendusta.

  91. 91

    مَا ٱتَّخَذَ ٱللَّهُ مِن وَلَدٍ وَمَا كَانَ مَعَهُۥ مِنْ إِلَـٰهٍ ۚ إِذًا لَّذَهَبَ كُلُّ إِلَـٰهٍۭ بِمَا خَلَقَ وَلَعَلَا بَعْضُهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ ۚ سُبْحَـٰنَ ٱللَّهِ عَمَّا يَصِفُونَ

    Mat takhaẓal laahu miñw waladiñw wamaa kaana maʻahoo min ʹilaahin ʹiẓal laẓahaba kullu ʹilaahim bimaa khalaq̣a wa-laʻalaa baʻḍuhum ʻalaa baʻḍ! Subḥaanal laahi ʻammaa yaṣifoon!

    Allah tidak mempunyai anak, tidak ada tuhan (yang lain) bersama-Nya, (sekiranya tuhan banyak), maka masing-masing tuhan itu akan membawa apa (makhluk) yang diciptakannya, dan sebagian dari tuhan-tuhan itu akan mengalahkan sebagian yang lain. Mahasuci Allah dari apa yang mereka sifatkan itu,

  92. 92

    عَـٰلِمِ ٱلْغَيْبِ وَٱلشَّهَـٰدَةِ فَتَعَـٰلَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ

    ʻAalimil g̣aybi washshahaadati fataʻaalaa ʻammaa yushrikoon!

    (Dialah Tuhan) yang mengetahui semua yang gaib dan semua yang tampak. Mahatinggi (Allah) dari apa yang mereka persekutukan.

  93. 93

    قُل رَّبِّ إِمَّا تُرِيَنِّى مَا يُوعَدُونَ

    Q̣ur Rabbi ʹimmaa turiyannee maa- yooʻadoon,

    Katakanlah (Muhammad), "Ya Tuhanku, seandainya Engkau hendak memperlihatkan kepadaku apa (azab) yang diancamkan kepada mereka,

  94. 94

    رَبِّ فَلَا تَجْعَلْنِى فِى ٱلْقَوْمِ ٱلظَّـٰلِمِينَ

    Rabbi falaa tajʻalnee fil q̣awmiz̤̣ z̤̣aalimeen!

    Ya Tuhanku, maka janganlah Engkau jadikan aku dalam golongan orang-orang zalim."

  95. 95

    وَإِنَّا عَلَىٰٓ أَن نُّرِيَكَ مَا نَعِدُهُمْ لَقَـٰدِرُونَ

    Wa-ʹinnaa ʻalaaa ʹan nuriyaka maa- naʻiduhum la-Q̣aadiroon.

    Dan sungguh, Kami kuasa untuk memperlihatkan kepadamu (Muhammad) apa yang Kami ancamkan kepada mereka.

  96. 96

    ٱدْفَعْ بِٱلَّتِى هِىَ أَحْسَنُ ٱلسَّيِّئَةَ ۚ نَحْنُ أَعْلَمُ بِمَا يَصِفُونَ

    ʹIdfaʻ billatee hiya ʹaḥsanus sayyiʹah: Naḥnu ʹaʻlamu bimaa yaṣifoon.

    Tolaklah perbuatan buruk mereka dengan (cara) yang lebih baik, Kami lebih mengetahui apa yang mereka sifatkan (kepada Allah).

  97. 97

    وَقُل رَّبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَزَٰتِ ٱلشَّيَـٰطِينِ

    Wa-q̣ur Rabbi ʹaʻooẓu bika min hamazaatish shayaaṭeen.

    Dan katakanlah, "Ya Tuhanku, aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan setan,

  98. 98

    وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَن يَحْضُرُونِ

    Wa-ʹaʻooẓu bika Rabbi ʹañy yaḥḍuroon.

    dan aku berlindung (pula) kepada Engkau ya Tuhanku, agar mereka tidak mendekati aku."

  99. 99

    حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءَ أَحَدَهُمُ ٱلْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ٱرْجِعُونِ

    Ḥattaaa ʹiẓaa jaaaʹa ʹaḥadahumul mawtu q̣aala Rabbir jiʻoon,

    (Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata, "Ya Tuhanku, kembalikanlah aku (ke dunia),

  100. 100

    لَعَلِّىٓ أَعْمَلُ صَـٰلِحًا فِيمَا تَرَكْتُ ۚ كَلَّآ ۚ إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَآئِلُهَا ۖ وَمِن وَرَآئِهِم بَرْزَخٌ إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ

    Laʻalleee ʹaʻmalu ṣaaliḥañ feemaa taraktu kallaa! ʹInnahaa kalimatun huwa q̣aaaʹiluhaa. Wa-miñw waraaaʹihim Barzakhun ʹilaa Yawmi yubʻas̤oon.

    agar aku dapat berbuat kebajikan yang telah aku tinggalkan." Sekali-kali tidak! Sungguh itu adalah dalih yang diucapkannya saja. Dan dihadapan mereka ada barzakh sampai pada hari mereka dibangkitkan.

  101. 101

    فَإِذَا نُفِخَ فِى ٱلصُّورِ فَلَآ أَنسَابَ بَيْنَهُمْ يَوْمَئِذٍ وَلَا يَتَسَآءَلُونَ

    Faʹiẓaa nufikha fiṣ Ṣoori falaaa ʹañsaaba baynahum Yawmaʹiẓiñw Walaa yatasaaaʹaloon!

    Apabila sangkakala ditiup, maka tidak ada lagi pertalian keluarga di antara mereka pada hari itu (Kiamat), dan tidak (pula) mereka saling bertanya.

  102. 102

    فَمَن ثَقُلَتْ مَوَٰزِينُهُۥ فَأُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ

    Famañ s̤aq̣ulat mawaazeenuhoo faʹulaaaʹika humul Mufliḥoon:

    Barang siapa berat timbangan (kebaikan)-nya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.

  103. 103

    وَمَنْ خَفَّتْ مَوَٰزِينُهُۥ فَأُو۟لَـٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ خَسِرُوٓا۟ أَنفُسَهُمْ فِى جَهَنَّمَ خَـٰلِدُونَ

    Wa-man khaffat mawaazeenuhoo faʹulaaaʹikal laẓeena khasirooo ʹañfusahum fee Jahannama khaalidoon.

    Dan barang siapa ringan timbangan (kebaikan)nya, maka mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, mereka kekal di dalam neraka Jahanam.

  104. 104

    تَلْفَحُ وُجُوهَهُمُ ٱلنَّارُ وَهُمْ فِيهَا كَـٰلِحُونَ

    Talfaḥu wujoohahumun Naaru wa-hum feehaa kaaliḥoon.

    Wajah mereka dibakar api neraka, dan mereka di neraka dalam keadaan muram dengan bibir yang cacat.

  105. 105

    أَلَمْ تَكُنْ ءَايَـٰتِى تُتْلَىٰ عَلَيْكُمْ فَكُنتُم بِهَا تُكَذِّبُونَ

    ʹAlam takun ʹAayaatee tutlaa ʻalaykum fakuñtum̃ bihaa tukaẓẓiboon?

    Bukankah ayat-ayat-Ku telah dibacakan kepadamu, tetapi kamu selalu mendustakannya?

  106. 106

    قَالُوا۟ رَبَّنَا غَلَبَتْ عَلَيْنَا شِقْوَتُنَا وَكُنَّا قَوْمًا ضَآلِّينَ

    Q̣aaloo Rabbanaa g̣alabat ʻalaynaa shiq̣watunaa wa-kunnaa q̣awmañ ḍaaalleen!

    Mereka berkata, "Ya Tuhan kami, kami telah dikuasai oleh kejahatan kami, dan kami adalah orang-orang yang sesat.

  107. 107

    رَبَّنَآ أَخْرِجْنَا مِنْهَا فَإِنْ عُدْنَا فَإِنَّا ظَـٰلِمُونَ

    Rabbanaaa ʹakhrijnaa minhaa faʹin ʻudnaa faʹinnaa z̤̣aalimoon!

    Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami darinya (kembalikanlah kami ke dunia), jika kami masih juga kembali (kepada kekafiran), sungguh, kami adalah orang-orang yang zalim."

  108. 108

    قَالَ ٱخْسَـُٔوا۟ فِيهَا وَلَا تُكَلِّمُونِ

    Q̣aalakh saʹoo feehaa wa-laa tukallimoon!

    Dia (Allah) berfirman, "Tinggallah dengan hina di dalamnya, dan janganlah kamu berbicara dengan Aku."

  109. 109

    إِنَّهُۥ كَانَ فَرِيقٌ مِّنْ عِبَادِى يَقُولُونَ رَبَّنَآ ءَامَنَّا فَٱغْفِرْ لَنَا وَٱرْحَمْنَا وَأَنتَ خَيْرُ ٱلرَّٰحِمِينَ

    ʹInnahoo kaana fareeq̣um min ʻibaadee yaq̣ooloona ˹Rabbanaaa ʹaamannaa fag̣fir lanaa warḥamnaa wa-ʹAñta Khayrur raaḥimeen˺!

    Sungguh ada segolongan dari hamba-hamba-Ku berdoa, "Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat, Engkau adalah pemberi rahmat yang terbaik."

  110. 110

    فَٱتَّخَذْتُمُوهُمْ سِخْرِيًّا حَتَّىٰٓ أَنسَوْكُمْ ذِكْرِى وَكُنتُم مِّنْهُمْ تَضْحَكُونَ

    Fattakhaẓtumoohum sikhriyyan ḥattaaa ʹañsawkum Ẓikree wa-kuñtum minhum taḍḥakoon!

    Lalu kamu jadikan mereka buah ejekan, sehingga kamu lupa mengingat Aku, dan kamu (selalu) mentertawakan mereka,

  111. 111

    إِنِّى جَزَيْتُهُمُ ٱلْيَوْمَ بِمَا صَبَرُوٓا۟ أَنَّهُمْ هُمُ ٱلْفَآئِزُونَ

    ʹInnee jazaytuhumul yawma bimaa ṣabarooo ʹannahum humul Faaaʹizoon.

    Sungguh pada hari ini Aku memberi balasan kepada mereka, karena kesabaran mereka; sungguh mereka itulah orang-orang yang memperoleh kemenangan.

  112. 112

    قَـٰلَ كَمْ لَبِثْتُمْ فِى ٱلْأَرْضِ عَدَدَ سِنِينَ

    Q̣aala kam labis̤tum fil ʹarḍi ʻadada sineen?

    Dia (Allah) berfirman, "Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?"

  113. 113

    قَالُوا۟ لَبِثْنَا يَوْمًا أَوْ بَعْضَ يَوْمٍ فَسْـَٔلِ ٱلْعَآدِّينَ

    Q̣aaloo labis̤naa yawman ʹaw baʻḍa yawmiñ fasʹalil ʻaaaddeen.

    Mereka menjawab, "Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada mereka yang menghitung."

  114. 114

    قَـٰلَ إِن لَّبِثْتُمْ إِلَّا قَلِيلًا ۖ لَّوْ أَنَّكُمْ كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

    Q̣aala ʹil labis̤tum ʹillaa q̣aleelal law ʹannakum kuñtum taʻlamoon!

    Dia (Allah) berfirman, "Kamu tinggal (di bumi) hanya sebentar saja, jika kamu benar-benar mengetahui."

  115. 115

    أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَـٰكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ

    ʹAfaḥasibtum ʹannamaa khalaq̣naakum ʻabas̤añw Waʹannakum ʹilaynaa laa- turjaʻoon?

    Maka apakah kamu mengira bahwa Kami menciptakan kamu main-main (tanpa ada maksud) dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?

  116. 116

    فَتَعَـٰلَى ٱللَّهُ ٱلْمَلِكُ ٱلْحَقُّ ۖ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ رَبُّ ٱلْعَرْشِ ٱلْكَرِيمِ

    Fataʻaalal laahul Malikul Ḥaq̣q̣: Laaa ʹilaaha ʹillaa Hoo: Rabbul ʻArshil Kareem!

    Maka Mahatinggi Allah, Raja yang sebenarnya; tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Tuhan (yang memiliki) Arasy yang mulia.

  117. 117

    وَمَن يَدْعُ مَعَ ٱللَّهِ إِلَـٰهًا ءَاخَرَ لَا بُرْهَـٰنَ لَهُۥ بِهِۦ فَإِنَّمَا حِسَابُهُۥ عِندَ رَبِّهِۦٓ ۚ إِنَّهُۥ لَا يُفْلِحُ ٱلْكَـٰفِرُونَ

    Wa-mañy yadʻu maʻal laahi ʹilaahan ʹaakhara laa- burhaana lahoo bihee faʹinnamaa ḥisaabuhoo ʻiñda Rabbih! ʹInnahoo laa- yufliḥul Kaafiroon!

    Dan barangsiapa menyembah tuhan yang lain selain Allah, padahal tidak ada suatu bukti pun baginya tentang itu, maka perhitungannya hanya pada Tuhannya. Sungguh orang-orang kafir itu tidak akan beruntung.

  118. 118

    وَقُل رَّبِّ ٱغْفِرْ وَٱرْحَمْ وَأَنتَ خَيْرُ ٱلرَّٰحِمِينَ

    Wa-q̣ur Rabbig̣ fir warḥam wa-ʹAñta Khayrur raaḥimeen!

    Dan katakanlah (Muhammad), "Ya Tuhanku, berilah ampunan dan (berilah) rahmat, Engkaulah pemberi rahmat yang terbaik."