Back to Quran

Surah 22

Al-Hajj

The Pilgrimage · Madani · 78 ayahs

Diterjemahkan oleh Indonesian Ministry Islamic Affairs

Listen to this Surah

Choose play when you are ready to listen. The Quran text remains readable if audio is unavailable.

  1. 1

    يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُوا۟ رَبَّكُمْ ۚ إِنَّ زَلْزَلَةَ ٱلسَّاعَةِ شَىْءٌ عَظِيمٌ

    Yaaaʹayyuhan naasut taq̣oo Rabbakum! ʹInna zalzalatas Saaʻati shayʹun ʻaz̤̣eem!

    Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu; sungguh, guncangan (hari) Kiamat itu adalah suatu (kejadian) yang sangat besar.

  2. 2

    يَوْمَ تَرَوْنَهَا تَذْهَلُ كُلُّ مُرْضِعَةٍ عَمَّآ أَرْضَعَتْ وَتَضَعُ كُلُّ ذَاتِ حَمْلٍ حَمْلَهَا وَتَرَى ٱلنَّاسَ سُكَـٰرَىٰ وَمَا هُم بِسُكَـٰرَىٰ وَلَـٰكِنَّ عَذَابَ ٱللَّهِ شَدِيدٌ

    Yawma tarawnahaa taẓhalu kullu murḍiʻatin ʻammaaa ʹarḍaʻat wa-taḍaʻu kullu ẓaati ḥamlin ḥamlahaa wa-taran naasa sukaaraa wa-maa hum̃ bisukaaraa wa-laakinna ʻaẓaabal laahi shadeed.

    (Ingatlah) pada hari ketika kamu melihatnya (guncangan itu), semua perempuan yang menyusui anaknya akan lalai terhadap anak yang disusuinya, dan setiap perempuan yang hamil akan keguguran kandungannya, dan kamu melihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, tetapi azab Allah itu sangat keras.

  3. 3

    وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يُجَـٰدِلُ فِى ٱللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّبِعُ كُلَّ شَيْطَـٰنٍ مَّرِيدٍ

    Wa-minan naasi mañy yujaadilu fil laahi big̣ayri ʻilmiñw Wayattabiʻu kulla shayṭaanim mareed!

    Dan di antara manusia ada yang berbantahan tentang Allah tanpa ilmu dan hanya mengikuti para setan yang sangat jahat,

  4. 4

    كُتِبَ عَلَيْهِ أَنَّهُۥ مَن تَوَلَّاهُ فَأَنَّهُۥ يُضِلُّهُۥ وَيَهْدِيهِ إِلَىٰ عَذَابِ ٱلسَّعِيرِ

    Kutiba ʻalayhi ʹannahoo mañ tawallaahu faʹannahoo yuḍilluhoo wa-yahdeehi ʹilaa ʻAẓaabis Saʻeer.

    (tentang setan), telah ditetapkan bahwa siapa yang berkawan dengan dia, maka dia akan menyesatkannya, dan membawanya ke azab neraka.

  5. 5

    يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِن كُنتُمْ فِى رَيْبٍ مِّنَ ٱلْبَعْثِ فَإِنَّا خَلَقْنَـٰكُم مِّن تُرَابٍ ثُمَّ مِن نُّطْفَةٍ ثُمَّ مِنْ عَلَقَةٍ ثُمَّ مِن مُّضْغَةٍ مُّخَلَّقَةٍ وَغَيْرِ مُخَلَّقَةٍ لِّنُبَيِّنَ لَكُمْ ۚ وَنُقِرُّ فِى ٱلْأَرْحَامِ مَا نَشَآءُ إِلَىٰٓ أَجَلٍ مُّسَمًّى ثُمَّ نُخْرِجُكُمْ طِفْلًا ثُمَّ لِتَبْلُغُوٓا۟ أَشُدَّكُمْ ۖ وَمِنكُم مَّن يُتَوَفَّىٰ وَمِنكُم مَّن يُرَدُّ إِلَىٰٓ أَرْذَلِ ٱلْعُمُرِ لِكَيْلَا يَعْلَمَ مِنۢ بَعْدِ عِلْمٍ شَيْـًٔا ۚ وَتَرَى ٱلْأَرْضَ هَامِدَةً فَإِذَآ أَنزَلْنَا عَلَيْهَا ٱلْمَآءَ ٱهْتَزَّتْ وَرَبَتْ وَأَنۢبَتَتْ مِن كُلِّ زَوْجٍۭ بَهِيجٍ

    Yaaaʹayyuhan naasu ʹiñ kuñtum fee raybim minal Baʻs̤i faʹinnaa khalaq̣naakum miñ turaabiñ s̤umma min nuṭfatiñ s̤umma min ʻalaq̣atiñ s̤umma mim muḍg̣atim mukhallaq̣atiñw wag̣ayri mukhallaq̣atil linubayyina lakum. Wa-nuq̣irru fil ʹarḥaami maa- nashaaaʹu ʹilaaa ʹajalim musammañ s̤umma nukhrijukum ṭiflañ s̤umma litablug̣ooo ʹashuddakum; wa-miñkum mañy yutawaffaa wa-miñkum mañy yuraddu ʹilaaa ʹarẓalil ʻumuri likaylaa yaʻlama mim baʻdi ʻilmiñ shayʹaa. Wa-taral ʹarḍa haamidatañ faʹiẓaaa ʹañzalnaa ʻalayhal maaaʹah tazzat wa-rabat wa-ʹambatat miñ kulli zawjim baheej.

    Wahai manusia! Jika kamu meragukan (hari) kebangkitan, maka sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu; dan Kami tetapkan dalam rahim menurut kehendak Kami sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampai kepada usia dewasa, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (ada pula) di antara kamu yang dikembalikan sampai usia sangat tua (pikun), sehingga dia tidak mengetahui lagi sesuatu yang telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air (hujan) di atasnya, bumi itu menjadi hidup dan subur, serta menumbuhkan berbagai jenis pasangan tetumbuhan yang indah.

  6. 6

    ذَٰلِكَ بِأَنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلْحَقُّ وَأَنَّهُۥ يُحْىِ ٱلْمَوْتَىٰ وَأَنَّهُۥ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ

    Ẓaalika biʹannal laaha Huwal Ḥaq̣q̣u wa-ʹannahoo yuḥyil mawtaa wa-ʹannahoo ʻalaa kulli shayʹiñ Q̣adeer.

    Yang demikian itu karena sungguh, Allah, Dialah yang hak, dan sungguh, Dialah yang menghidupkan segala yang telah mati, dan sungguh, Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.

  7. 7

    وَأَنَّ ٱلسَّاعَةَ ءَاتِيَةٌ لَّا رَيْبَ فِيهَا وَأَنَّ ٱللَّهَ يَبْعَثُ مَن فِى ٱلْقُبُورِ

    Wa-ʹannas Saaʻata ʹaatiyatul laa rayba feeha wa-ʹannal laaha yabʻas̤u mañ fil q̣uboor.

    Dan sungguh, (hari) Kiamat itu pasti datang, tidak ada keraguan padanya; dan sungguh, Allah akan membangkitkan siapa pun yang di dalam kubur.

  8. 8

    وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يُجَـٰدِلُ فِى ٱللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَلَا هُدًى وَلَا كِتَـٰبٍ مُّنِيرٍ

    Wa-minan naasi mañy yujaadilu fil laahi big̣ayri ʻilmiñw walaa Hudañw Walaa Kittabim Muneer,

    Dan di antara manusia ada yang berbantahan tentang Allah tanpa ilmu, tanpa petunjuk dan tanpa kitab (wahyu) yang memberi penerangan,

  9. 9

    ثَانِىَ عِطْفِهِۦ لِيُضِلَّ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ ۖ لَهُۥ فِى ٱلدُّنْيَا خِزْىٌ ۖ وَنُذِيقُهُۥ يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ عَذَابَ ٱلْحَرِيقِ

    S̤aaniya ʻiṭfihee liyuḍilla ʻañ Sabeelil laah: lahoo fid dunyaa khizyuñw wanuẓeeq̣uhoo Yawmal Q̣iyaamati ʻAẓaabal Ḥareeq̣.

    sambil memalingkan lambungnya (dengan congkak) untuk menyesatkan manusia dari jalan Allah. Dia mendapat kehinaan di dunia, dan pada hari Kiamat Kami berikan kepadanya rasa azab neraka yang membakar.

  10. 10

    ذَٰلِكَ بِمَا قَدَّمَتْ يَدَاكَ وَأَنَّ ٱللَّهَ لَيْسَ بِظَلَّـٰمٍ لِّلْعَبِيدِ

    Ẓaalika bimaa q̣addamat yadaaka wa-ʹannal laaha laysa biz̤̣allaamil lilʻabeed.

    (Akan dikatakan kepadanya), "Itu karena perbuatan yang dilakukan dahulu oleh kedua tanganmu, dan Allah sekali-kali tidak menzalimi hamba-hamba-Nya.

  11. 11

    وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يَعْبُدُ ٱللَّهَ عَلَىٰ حَرْفٍ ۖ فَإِنْ أَصَابَهُۥ خَيْرٌ ٱطْمَأَنَّ بِهِۦ ۖ وَإِنْ أَصَابَتْهُ فِتْنَةٌ ٱنقَلَبَ عَلَىٰ وَجْهِهِۦ خَسِرَ ٱلدُّنْيَا وَٱلْـَٔاخِرَةَ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ ٱلْخُسْرَانُ ٱلْمُبِينُ

    Wa-minan naasi mañy yaʻbudul laaha ʻalaa ḥarf: faʹin ʹaṣaabahoo khayruniṭ maʹanna bih; wa-ʹin ʹaṣaabathu fitnatuniñ q̣alaba ʻalaa wajhih; khasirad dunyaa wal-ʹAakhirah; ẓaalika huwal khusraanul Mubeen.

    Dan di antara manusia ada yang menyembah Allah hanya di tepi, maka jika dia memperoleh kebajikan, dia merasa puas, dan jika dia ditimpa suatu cobaan, dia berbalik ke belakang. Dia rugi di dunia dan di akhirat. Itulah kerugian yang nyata.

  12. 12

    يَدْعُوا۟ مِن دُونِ ٱللَّهِ مَا لَا يَضُرُّهُۥ وَمَا لَا يَنفَعُهُۥ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ ٱلضَّلَـٰلُ ٱلْبَعِيدُ

    Yadʻoo miñ doonil laahi maa laa- yaḍurruhoo wamaa laa- yañfaʻuh: ẓaalika huwaḍ ḍalaalul baʻeed!

    Dia berdoa kepada selain Allah, sesuatu yang tidak dapat mendatangkan bencana dan tidak (pula) memberi manfaat kepadanya. Itulah kesesatan yang jauh.

  13. 13

    يَدْعُوا۟ لَمَن ضَرُّهُۥٓ أَقْرَبُ مِن نَّفْعِهِۦ ۚ لَبِئْسَ ٱلْمَوْلَىٰ وَلَبِئْسَ ٱلْعَشِيرُ

    Yadʻoo lamañ ḍarruhooo ʹaq̣rabu min nafʻih: labiʹsal mawlaa wa-labiʹsal ʻasheer!

    Dia berdoa kepada sesuatu yang (sebenarnya) bencananya lebih dekat daripada manfaatnya. Sungguh, itu seburuk-buruk penolong dan sejahat-jahat kawan.

  14. 14

    إِنَّ ٱللَّهَ يُدْخِلُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ جَنَّـٰتٍ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَـٰرُ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يَفْعَلُ مَا يُرِيدُ

    ʹInnal laaha yudkhilul laẓeena ʹaamanoo wa-ʻamiluṣ Ṣaaliḥaati Jannaatiñ tajree miñ taḥtihal ʹanhaar: ʹinnal laaha yafʻalu maa- yureed.

    (Sungguh), Allah akan memasukkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Sungguh, Allah berbuat apa yang Dia kehendaki.

  15. 15

    مَن كَانَ يَظُنُّ أَن لَّن يَنصُرَهُ ٱللَّهُ فِى ٱلدُّنْيَا وَٱلْـَٔاخِرَةِ فَلْيَمْدُدْ بِسَبَبٍ إِلَى ٱلسَّمَآءِ ثُمَّ لْيَقْطَعْ فَلْيَنظُرْ هَلْ يُذْهِبَنَّ كَيْدُهُۥ مَا يَغِيظُ

    Mañ kaana yaz̤̣unnu ʹal lañy yañṣurahul laahu fid dunyaa wal-ʹAakhirati fal-yamdud bisababin ʹilas samaaaʹi s̤ummal yaq̣ṭaʻ falyañz̤̣ur hal yuẓhibanna kayduhoo maa- yag̣eez̤̣!

    Barangsiapa menyangka bahwa Allah tidak akan menolongnya (Muhammad) di dunia dan di akhirat, maka hendaklah dia merentangkan tali ke langit-langit, lalu menggantung (diri), kemudian pikirkanlah apakah tipu dayanya itu dapat melenyapkan apa yang menyakitkan hatinya.

  16. 16

    وَكَذَٰلِكَ أَنزَلْنَـٰهُ ءَايَـٰتٍۭ بَيِّنَـٰتٍ وَأَنَّ ٱللَّهَ يَهْدِى مَن يُرِيدُ

    Wa-kaẓaalika ʹañzalnaahu ʹAayaatim Bayyinaatiñw Waʹannal laaha yahdee mañy yureed!

    Dan demikianlah Kami telah menurunkan (Al-Qur`an) yang merupakan ayat-ayat yang nyata; sesungguhnya Allah memberikan petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki.

  17. 17

    إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَٱلَّذِينَ هَادُوا۟ وَٱلصَّـٰبِـِٔينَ وَٱلنَّصَـٰرَىٰ وَٱلْمَجُوسَ وَٱلَّذِينَ أَشْرَكُوٓا۟ إِنَّ ٱللَّهَ يَفْصِلُ بَيْنَهُمْ يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ شَهِيدٌ

    ʹInnal laẓeena ʹaamanoo wallaẓeena haadoo waṣ-Ṣaabiʹeena wan-Naṣaaraa wal-Majoosa wallaẓeena ʹashrakooo ʹinnal laaha yafṣilu baynahum Yawmal Q̣iyaamah: ʹinnal laaha ʻalaa kulli shayʹiñ Shaheed.

    Sesungguhnya orang-orang beriman, orang Yahudi, orang Sabiin, orang Nasrani, orang Majusi dan orang musyrik, Allah pasti memberi keputusan di antara mereka pada hari Kiamat. Sungguh, Allah menjadi saksi atas segala sesuatu.

  18. 18

    أَلَمْ تَرَ أَنَّ ٱللَّهَ يَسْجُدُ لَهُۥ مَن فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَمَن فِى ٱلْأَرْضِ وَٱلشَّمْسُ وَٱلْقَمَرُ وَٱلنُّجُومُ وَٱلْجِبَالُ وَٱلشَّجَرُ وَٱلدَّوَآبُّ وَكَثِيرٌ مِّنَ ٱلنَّاسِ ۖ وَكَثِيرٌ حَقَّ عَلَيْهِ ٱلْعَذَابُ ۗ وَمَن يُهِنِ ٱللَّهُ فَمَا لَهُۥ مِن مُّكْرِمٍ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يَفْعَلُ مَا يَشَآءُ ۩

    ʹAlam tara ʹannal laaha yasjudu lahoo mañ fis samaawaati wa-mañ fil ʹarḍi washshamsu walq̣amaru wan-nujoomu wal-jibaalu washshajaru wad-dawaaabbu wa-kas̤eerum minan naas? Wa-kas̤eerun ḥaq̣q̣a ʻalayhil ʻAẓaab. Wa-mañy yuhinil laahu famaa lahoo mim mukrim: ʹinnal laaha yafʻalu maa- yashaaaʹ.

    Tidakkah engkau tahu bahwa siapa yang ada di langit dan siapa yang ada di bumi bersujud kepada Allah, (demikian) juga matahari, bulan, bintang, gunung-gunung, pohon-pohon, hewan-hewan yang melata dan banyak di antara manusia (yang sujud). Tetapi banyak (juga manusia) yang pantas mendapatkan azab. Barangsiapa dihinakan Allah, tidak seorang pun yang akan memuliakannya. Sungguh, Allah berbuat apa saja yang Dia kehendaki.

  19. 19

    ۞ هَـٰذَانِ خَصْمَانِ ٱخْتَصَمُوا۟ فِى رَبِّهِمْ ۖ فَٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ قُطِّعَتْ لَهُمْ ثِيَابٌ مِّن نَّارٍ يُصَبُّ مِن فَوْقِ رُءُوسِهِمُ ٱلْحَمِيمُ

    Haaẓaani khaṣmaanikh taṣamoo fee Rabbihim: fal-laẓeena kafaroo q̣uṭṭiʻat lahum s̤iyaabum min Naar: yuṣabbu miñ fawq̣i ruʹoosihimul ḥameem.

    Inilah dua golongan (golongan mukmin dan kafir) yang bertengkar, mereka bertengkar mengenai Tuhan mereka. Maka bagi orang kafir akan dibuatkan pakaian-pakaian dari api (neraka) untuk mereka. Ke atas kepala mereka akan disiramkan air yang mendidih.

  20. 20

    يُصْهَرُ بِهِۦ مَا فِى بُطُونِهِمْ وَٱلْجُلُودُ

    Yuṣharu bihee maa- fee buṭoonihim waljulood.

    Dengan (air mendidih) itu akan dihancurluluhkan apa yang ada dalam perut dan kulit mereka.

  21. 21

    وَلَهُم مَّقَـٰمِعُ مِنْ حَدِيدٍ

    Wa-lahum maq̣aamiʻu min ḥadeed.

    Dan (azab) untuk mereka cambuk-cambuk dari besi.

  22. 22

    كُلَّمَآ أَرَادُوٓا۟ أَن يَخْرُجُوا۟ مِنْهَا مِنْ غَمٍّ أُعِيدُوا۟ فِيهَا وَذُوقُوا۟ عَذَابَ ٱلْحَرِيقِ

    Kullamaaa ʹaraadooo ʹañy yakhrujoo minhaa min g̣ammin ʹuʻeedoo feehaa wa-ẓooq̣oo ʻaẓaabal Ḥareeq̣!

    Setiap kali mereka hendak ke luar darinya (neraka) karena tersiksa, mereka dikembalikan (lagi) ke dalamnya. (Kepada mereka dikatakan), "Rasakanlah azab yang membakar ini!"

  23. 23

    إِنَّ ٱللَّهَ يُدْخِلُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ جَنَّـٰتٍ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَـٰرُ يُحَلَّوْنَ فِيهَا مِنْ أَسَاوِرَ مِن ذَهَبٍ وَلُؤْلُؤًا ۖ وَلِبَاسُهُمْ فِيهَا حَرِيرٌ

    ʹInnal laaha yudkhilul laẓeena ʹaamanoo wa-ʻamiluṣ Ṣaaliḥaati Jannaatiñ tajree miñ taḥtihal ʹanhaaru yuḥallawna feehaa min ʹasaawira miñ ẓahabiñw waluʹluʹaa: wa-libaasuhum feehaa ḥareer.

    Sungguh, Allah akan memasukkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Di sana mereka diberi perhiasan gelang-gelang emas dan mutiara, dan pakaian mereka dari sutera.

  24. 24

    وَهُدُوٓا۟ إِلَى ٱلطَّيِّبِ مِنَ ٱلْقَوْلِ وَهُدُوٓا۟ إِلَىٰ صِرَٰطِ ٱلْحَمِيدِ

    Wa-hudooo ʹilaṭ Ṭayyibi minal Q̣awli wa-hudooo ʹilaa Ṣiraaṭil Ḥameed.

    Dan mereka diberi petunjuk kepada ucapan-ucapan yang baik dan diberi petunjuk (pula) kepada jalan (Allah) yang maha terpuji.

  25. 25

    إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ وَيَصُدُّونَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ وَٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ ٱلَّذِى جَعَلْنَـٰهُ لِلنَّاسِ سَوَآءً ٱلْعَـٰكِفُ فِيهِ وَٱلْبَادِ ۚ وَمَن يُرِدْ فِيهِ بِإِلْحَادٍۭ بِظُلْمٍ نُّذِقْهُ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ

    ʹInnal laẓeena kafaroo wa-yaṣuddoona ʻañ Sabeelil laahi wal-Masjidil Ḥaraamil laẓee jaʻalnaahu linnaasi sawaaaʹanil ʻaakifu feehi walbaad. Wa-mañy yurid feehi biʹilḥaadim biz̤̣ulmin nuẓiq̣hu min ʻAẓaabin ʹaleem.

    Sungguh, orang-orang kafir dan yang menghalangi (manusia) dari jalan Allah dan dari Masjidil Haram yang telah Kami jadikan terbuka untuk semua manusia, baik yang bermukim di sana maupun yang datang dari luar. Dan siapa saja yang bermaksud melakukan kejahatan secara zalim di dalamnya, niscaya akan kami rasakan kepadanya siksa yang pedih.

  26. 26

    وَإِذْ بَوَّأْنَا لِإِبْرَٰهِيمَ مَكَانَ ٱلْبَيْتِ أَن لَّا تُشْرِكْ بِى شَيْـًٔا وَطَهِّرْ بَيْتِىَ لِلطَّآئِفِينَ وَٱلْقَآئِمِينَ وَٱلرُّكَّعِ ٱلسُّجُودِ

    Wa-ʹiẓ bawwaʹnaa liʹIbraaheema Makaanal Bayti ʹal laa tushrik bee shayʹañw waṭahhir Baytiya liṭ-Ṭaaaʹifeena wal-Q̣aaaʹimeena war-Rukkaʻis Sujood.

    Dan (ingatlah), ketika Kami tempatkan Ibrahim di tempat Baitullah (dengan mengatakan), "Janganlah engkau mempersekutukan Aku dengan apa pun dan sucikanlah rumah-Ku bagi orang-orang yang tawaf, dan orang yang beribadah dan orang yang rukuk dan sujud.

  27. 27

    وَأَذِّن فِى ٱلنَّاسِ بِٱلْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالًا وَعَلَىٰ كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِن كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ

    Wa-ʹaẓẓin fin naasi bil-Ḥajji yaʹtooka rijaalañw wa-ʻalaa kulli ḍaamiriñy yaʹteena miñ kulli fajjin ʻameeq̣;

    Dan serulah manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, atau mengendarai setiap unta yang kurus, mereka datang dari segenap penjuru yang jauh,

  28. 28

    لِّيَشْهَدُوا۟ مَنَـٰفِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا۟ ٱسْمَ ٱللَّهِ فِىٓ أَيَّامٍ مَّعْلُومَـٰتٍ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُم مِّنۢ بَهِيمَةِ ٱلْأَنْعَـٰمِ ۖ فَكُلُوا۟ مِنْهَا وَأَطْعِمُوا۟ ٱلْبَآئِسَ ٱلْفَقِيرَ

    Liyashhadoo manaafiʻa lahum wa-yaẓkurus mal laahi feee ʹAyyaamim Maʻloomaatin ʻalaa maa- razaq̣ahum mim baheematil ʹanʻaam: fakuloo minhaa wa-ʹaṭʻimul baaaʹisal faq̣eer.

    agar mereka menyaksikan berbagai manfaat untuk mereka dan agar mereka menyebut nama Allah pada beberapa hari yang telah ditentukan atas rezeki yang Dia berikan kepada mereka berupa hewan ternak. Maka makanlah sebagian darinya dan (sebagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir.

  29. 29

    ثُمَّ لْيَقْضُوا۟ تَفَثَهُمْ وَلْيُوفُوا۟ نُذُورَهُمْ وَلْيَطَّوَّفُوا۟ بِٱلْبَيْتِ ٱلْعَتِيقِ

    S̤ummal yaq̣ḍoo tafas̤ahum wal-yoofoo nuẓoorahum wal-yaṭṭawwafoo bil-Baytil ʻAteeq̣.

    Kemudian, hendaklah mereka menghilangkan kotoran (yang ada di badan) mereka, menyempurnakan nazar-nazar mereka dan melakukan tawaf sekeliling rumah tua (Baitullah).

  30. 30

    ذَٰلِكَ وَمَن يُعَظِّمْ حُرُمَـٰتِ ٱللَّهِ فَهُوَ خَيْرٌ لَّهُۥ عِندَ رَبِّهِۦ ۗ وَأُحِلَّتْ لَكُمُ ٱلْأَنْعَـٰمُ إِلَّا مَا يُتْلَىٰ عَلَيْكُمْ ۖ فَٱجْتَنِبُوا۟ ٱلرِّجْسَ مِنَ ٱلْأَوْثَـٰنِ وَٱجْتَنِبُوا۟ قَوْلَ ٱلزُّورِ

    Ẓaalika wa-mañy yuʻaz̤̣z̤̣im Ḥurumaatil laahi fahuwa khayrul lahoo ʻiñda Rabbih. Wa-ʹuḥillat lakumul ʹanʻaamu ʹillaa maa- yutlaa ʻalaykum fajtanibur rijsa minal ʹaws̤aani wajtaniboo q̣awlaz zoor

    Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan apa yang terhormat di sisi Allah (Ḥurumāt), maka itu lebih baik baginya di sisi Tuhannya. Dan dihalalkan bagi kamu semua hewan ternak, kecuali yang diterangkan kepadamu (keharamannya), maka jauhilah (penyembahan) berhala-berhala yang najis itu dan jauhilah perkataan dusta.

  31. 31

    حُنَفَآءَ لِلَّهِ غَيْرَ مُشْرِكِينَ بِهِۦ ۚ وَمَن يُشْرِكْ بِٱللَّهِ فَكَأَنَّمَا خَرَّ مِنَ ٱلسَّمَآءِ فَتَخْطَفُهُ ٱلطَّيْرُ أَوْ تَهْوِى بِهِ ٱلرِّيحُ فِى مَكَانٍ سَحِيقٍ

    Ḥunafaaaʹa lillaahi g̣ayra mushrikeena bih: wa-mañy yushrik billaahi fakaʹannamaa kharra minas samaaaʹi fatakhṭafuhut ṭayru ʹaw tahwee bihir reeḥu fee makaaniñ saḥeeq̣.

    (Beribadahlah) dengan ikhlas kepada Allah, tanpa mempersekutukan-Nya. Barangsiapa mempersekutukan Allah, maka seakan-akan dia jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh.

  32. 32

    ذَٰلِكَ وَمَن يُعَظِّمْ شَعَـٰٓئِرَ ٱللَّهِ فَإِنَّهَا مِن تَقْوَى ٱلْقُلُوبِ

    Ẓaalik: wa-mañy yuʻaz̤̣z̤̣im shaʻaaaʹiral laahi faʹinnahaa miñ taq̣wal q̣uloob.

    Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya hal itu timbul dari ketakwaan hati.

  33. 33

    لَكُمْ فِيهَا مَنَـٰفِعُ إِلَىٰٓ أَجَلٍ مُّسَمًّى ثُمَّ مَحِلُّهَآ إِلَى ٱلْبَيْتِ ٱلْعَتِيقِ

    lakum feehaa manaafiʻu ʹilaaa ʹajalim musammañ s̤umma maḥilluhaaa ʹilal Baytil ʻAteeq̣.

    Bagi kamu padanya (hewan hadyu) ada beberapa manfaat, sampai waktu yang ditentukan, kemudian tempat penyembelihannya adalah di sekitar Baitul Atiq (Baitullah).

  34. 34

    وَلِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنسَكًا لِّيَذْكُرُوا۟ ٱسْمَ ٱللَّهِ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُم مِّنۢ بَهِيمَةِ ٱلْأَنْعَـٰمِ ۗ فَإِلَـٰهُكُمْ إِلَـٰهٌ وَٰحِدٌ فَلَهُۥٓ أَسْلِمُوا۟ ۗ وَبَشِّرِ ٱلْمُخْبِتِينَ

    Wa-likulli ʹummatiñ jaʻalnaa mañsakal liyaẓkurus mal laahi ʻalaa maa- razaq̣ahum mim baheematil ʹanʻaam. FaʹIlaahukum ʹIlaahuñw Waaḥiduñ falahooo ʹaslimoo: wa-bashshiril Mukhbiteen,

    Dan bagi setiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), agar mereka menyebut nama Allah atas rezeki yang dikaruniakan Allah kepada mereka berupa hewan ternak. Maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan sampaikanlah (Muhammad) kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah),

  35. 35

    ٱلَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ ٱللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَٱلصَّـٰبِرِينَ عَلَىٰ مَآ أَصَابَهُمْ وَٱلْمُقِيمِى ٱلصَّلَوٰةِ وَمِمَّا رَزَقْنَـٰهُمْ يُنفِقُونَ

    ʹAllaẓeena ʹiẓaa ẓukiral laahu wajilat q̣uloobuhum waṣ-Ṣaabireena ʻalaa maaa ʹaṣaabahum walmuq̣eemiṣ Ṣalaati wa-mimmaa razaq̣naahum yuñfiq̣oon.

    (yaitu) orang-orang yang apabila disebut nama Allah, hati mereka bergetar, orang yang sabar atas apa yang menimpa mereka, dan orang yang melaksanakan salat dan orang yang menginfakkan sebagian rezeki yang Kami karuniakan kepada mereka.

  36. 36

    وَٱلْبُدْنَ جَعَلْنَـٰهَا لَكُم مِّن شَعَـٰٓئِرِ ٱللَّهِ لَكُمْ فِيهَا خَيْرٌ ۖ فَٱذْكُرُوا۟ ٱسْمَ ٱللَّهِ عَلَيْهَا صَوَآفَّ ۖ فَإِذَا وَجَبَتْ جُنُوبُهَا فَكُلُوا۟ مِنْهَا وَأَطْعِمُوا۟ ٱلْقَانِعَ وَٱلْمُعْتَرَّ ۚ كَذَٰلِكَ سَخَّرْنَـٰهَا لَكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

    Walbudna jaʻalnaahaa lakum miñ Shaʻaaaʹiril laahi lakum feehaa khayr: faẓkurus mal laahi ʻalayhaa ṣawaaaff: faʹiẓaa wajabat junoobuhaa fakuloo minhaa wa-ʹaṭʻimul q̣aaniʻa walmuʻtarr: kaẓaalika sakhkharnaahaa lakum laʻallakum tashkuroon.

    Dan unta-unta itu Kami jadikan untukmu bagian dari syiar agama Allah, kamu banyak memperoleh kebaikan padanya. Maka sebutlah nama Allah (ketika kamu akan menyembelihnya) dalam keadaan berdiri (dan kaki-kaki telah terikat). Kemudian apabila telah rebah (mati), maka makanlah sebagiannya dan berilah makan orang yang merasa cukup dengan apa yang ada padanya (tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikianlah Kami tundukkan (unta-unta itu) untukmu, agar kamu bersyukur.

  37. 37

    لَن يَنَالَ ٱللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَآؤُهَا وَلَـٰكِن يَنَالُهُ ٱلتَّقْوَىٰ مِنكُمْ ۚ كَذَٰلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا۟ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمْ ۗ وَبَشِّرِ ٱلْمُحْسِنِينَ

    Lañy yanaalal laaha luḥoomuhaa wa-laa dimaaaʹuhaa wa-laakiñy yanaaluhut Taq̣waa miñkum; kaẓaalika sakhkharahaa lakum litukabbirul laaha ʻalaa maa- hadaakum: wa-bashshiril Muḥsineen.

    Daging (hewan kurban) dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kamu. Demikianlah dia menundukkannya untukmu agar kamu mengagungkan Allah atas petunjuk yang Dia berikan kepadamu. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.

  38. 38

    ۞ إِنَّ ٱللَّهَ يُدَٰفِعُ عَنِ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ خَوَّانٍ كَفُورٍ

    ʹInnal laaha yudaafiʻu ʻanil laẓeena ʹaamanoo: ʹinnal laaha laa- yuḥibbu kulla khawwaaniñ kafoor.

    Sesungguhnya Allah membela orang yang beriman. Sungguh, Allah tidak menyukai setiap orang yang berkhianat dan kufur nikmat.

  39. 39

    أُذِنَ لِلَّذِينَ يُقَـٰتَلُونَ بِأَنَّهُمْ ظُلِمُوا۟ ۚ وَإِنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ نَصْرِهِمْ لَقَدِيرٌ

    ʹUẓina lillaẓeena yuq̣aataloona biʹannahum z̤̣ulimoo; wa-ʹinnal laaha ʻalaa naṣrihim la-Q̣adeer;

    Diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka dizalimi. Dan sungguh, Allah Mahakuasa menolong mereka,

  40. 40

    ٱلَّذِينَ أُخْرِجُوا۟ مِن دِيَـٰرِهِم بِغَيْرِ حَقٍّ إِلَّآ أَن يَقُولُوا۟ رَبُّنَا ٱللَّهُ ۗ وَلَوْلَا دَفْعُ ٱللَّهِ ٱلنَّاسَ بَعْضَهُم بِبَعْضٍ لَّهُدِّمَتْ صَوَٰمِعُ وَبِيَعٌ وَصَلَوَٰتٌ وَمَسَـٰجِدُ يُذْكَرُ فِيهَا ٱسْمُ ٱللَّهِ كَثِيرًا ۗ وَلَيَنصُرَنَّ ٱللَّهُ مَن يَنصُرُهُۥٓ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَقَوِىٌّ عَزِيزٌ

    ʹAllaẓeena ʹukhrijoo miñ diyaarihim̃ big̣ayri ḥaq̣q̣in ʹillaaa ʹañy yaq̣ooloo Rabbunallaah. Wa-law laa- dafʻul laahin naasa baʻḍahum̃ bibaʻḍil lahuddimat ṣawaamiʹu wa-biyaʻuñw waṣalawaatuñw wamasaajidu yuẓkaru feehas mul laahi kas̤eeraa. Wa-layañṣurannal laahu mañy yañṣuruh; ʹinnal laaha la-Q̣awiyyun ʻAzeez.

    (yaitu) orang-orang yang diusir dari kampung halamannya tanpa alasan yang benar, hanya karena mereka berkata, "Tuhan kami ialah Allah." Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentu telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadah orang Yahudi dan masjid-masjid yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Allah pasti akan menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sungguh, Allah Mahakuat, Mahaperkasa.

  41. 41

    ٱلَّذِينَ إِن مَّكَّنَّـٰهُمْ فِى ٱلْأَرْضِ أَقَامُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتَوُا۟ ٱلزَّكَوٰةَ وَأَمَرُوا۟ بِٱلْمَعْرُوفِ وَنَهَوْا۟ عَنِ ٱلْمُنكَرِ ۗ وَلِلَّهِ عَـٰقِبَةُ ٱلْأُمُورِ

    ʹAllaẓeena ʹim makkannaahum fil ʹarḍi ʹaq̣aamuṣ Ṣalaata wa-ʹaatawuz Zakaata wa-ʹamaroo bilmaʻroofi wa-nahaw ʻanil muñkar: wa-lillaahi ʻaaq̣ibatul ʹumoor.

    (Yaitu) orang-orang yang jika Kami berikan kedudukan di bumi, mereka melaksanakan salat, menunaikan zakat, dan menyuruh berbuat makruf dan mencegah dari yang mungkar; dan kepada Allah lah kembali segala urusan.

  42. 42

    وَإِن يُكَذِّبُوكَ فَقَدْ كَذَّبَتْ قَبْلَهُمْ قَوْمُ نُوحٍ وَعَادٌ وَثَمُودُ

    Wa-ʹiñy yukaẓẓibooka faq̣ad kaẓẓabat q̣ablahum Q̣awmu Nooḥiñw waʻAaduñw wa-S̤amood;

    Dan jika mereka (orang-orang musyrik) mendustakan engkau (Muhammad), begitu pulalah kaum-kaum yang sebelum mereka, kaum Nuh, 'Ād, dan Samud (juga telah mendustakan rasul-rasul-Nya),

  43. 43

    وَقَوْمُ إِبْرَٰهِيمَ وَقَوْمُ لُوطٍ

    Wa-Q̣awmu ʹIbraaheema wa-Q̣awmu Looṭ;

    dan (demikian juga) kaum Ibrahim dan kaum Luṭ,

  44. 44

    وَأَصْحَـٰبُ مَدْيَنَ ۖ وَكُذِّبَ مُوسَىٰ فَأَمْلَيْتُ لِلْكَـٰفِرِينَ ثُمَّ أَخَذْتُهُمْ ۖ فَكَيْفَ كَانَ نَكِيرِ

    Wa-ʹAṣḥaabu madyan; wa-kuẓẓiba Moosaa faʹamlaytu lilkaafireena s̤umma ʹakhaẓtuhum: fakayfa kaana nakeer!

    dan penduduk Madyan. Dan Musa (juga) telah didustakan, namun Aku beri tenggang waktu kepada orang-orang kafir, kemudian Aku siksa mereka, maka betapa hebatnya siksaan-Ku.

  45. 45

    فَكَأَيِّن مِّن قَرْيَةٍ أَهْلَكْنَـٰهَا وَهِىَ ظَالِمَةٌ فَهِىَ خَاوِيَةٌ عَلَىٰ عُرُوشِهَا وَبِئْرٍ مُّعَطَّلَةٍ وَقَصْرٍ مَّشِيدٍ

    Fakaʹayyim miñ q̣aryatin ʹahlaknaahaa wa-hiya z̤̣aalimatuñ fahiya khaawiyatun ʻalaa ʻurooshihaa wa-biʹrim muʻaṭṭalatiñw waq̣aṣrim masheed?

    Maka betapa banyak negeri yang telah Kami binasakan karena (penduduk)nya dalam keadaan zalim, sehingga runtuh bangunan-bangunannya dan (betapa banyak pula) sumur yang telah ditinggalkan dan istana yang tinggi (tidak ada penghuninya).

  46. 46

    أَفَلَمْ يَسِيرُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ فَتَكُونَ لَهُمْ قُلُوبٌ يَعْقِلُونَ بِهَآ أَوْ ءَاذَانٌ يَسْمَعُونَ بِهَا ۖ فَإِنَّهَا لَا تَعْمَى ٱلْأَبْصَـٰرُ وَلَـٰكِن تَعْمَى ٱلْقُلُوبُ ٱلَّتِى فِى ٱلصُّدُورِ

    ʹAfalam yaseeroo fil ʹarḍi fatakoona lahum q̣uloobuñy yaʻq̣iloona bihaaa ʹaw ʹaaẓaanuñy yasmaʻoona bihaa? Faʹinnahaa laa- taʻmal ʹabṣaaru wa-laakiñ taʻmal q̣uloobul latee fiṣ ṣudoor.

    Maka tidak pernahkah mereka berjalan di bumi, sehingga hati (akal) mereka dapat memahami, telinga mereka dapat mendengar? Sebenarnya bukan mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada.

  47. 47

    وَيَسْتَعْجِلُونَكَ بِٱلْعَذَابِ وَلَن يُخْلِفَ ٱللَّهُ وَعْدَهُۥ ۚ وَإِنَّ يَوْمًا عِندَ رَبِّكَ كَأَلْفِ سَنَةٍ مِّمَّا تَعُدُّونَ

    Wa-yastaʻjiloonaka bilʻAẓaabi wa-lañy yukhlifal laahu waʻdaḥ Wa-ʹinna yawman ʻiñda Rabbika kaʹalfi sanatim mimmaa taʻuddoon.

    Dan mereka meminta kepadamu (Muhammad) agar azab itu disegerakan, padahal Allah tidak menyalahi janji-Nya. Dan sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.

  48. 48

    وَكَأَيِّن مِّن قَرْيَةٍ أَمْلَيْتُ لَهَا وَهِىَ ظَالِمَةٌ ثُمَّ أَخَذْتُهَا وَإِلَىَّ ٱلْمَصِيرُ

    Wa-kaʹayyim miñ q̣aryatin ʹamlaytu lahaa wa-hiya z̤̣aalimatuñ s̤umma ʹakhaẓtuhaa. Wa-ʹilayyal maṣeer.

    Dan berapa banyak negeri yang Aku tangguhkan (penghancuran)nya, karena penduduknya berbuat zalim, kemudian Aku azab mereka, dan hanya kepada-Kulah tempat kembali (segala sesuatu).

  49. 49

    قُلْ يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّمَآ أَنَا۠ لَكُمْ نَذِيرٌ مُّبِينٌ

    Q̣ul Yaaaʹayyuhan naasu ʹinnamaaa ʹana lakum naẓeerum mubeen.

    Katakanlah (Muhammad), "Wahai manusia! Sesungguhnya aku (diutus) kepadamu sebagai pemberi peringatan yang nyata."

  50. 50

    فَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ لَهُم مَّغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ

    Fallaẓeena ʹaamanoo wa-ʻamiluṣ Ṣaaliḥaati lahum mag̣hfiratuñw warizq̣uñ kareem.

    Maka orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia.

  51. 51

    وَٱلَّذِينَ سَعَوْا۟ فِىٓ ءَايَـٰتِنَا مُعَـٰجِزِينَ أُو۟لَـٰٓئِكَ أَصْحَـٰبُ ٱلْجَحِيمِ

    Wallaẓeena saʻaw feee ʹAayaatinaa muʻaajizeena ʹulaaaʹika ʹAṣḥaabul Jaḥeem.

    Tetapi orang-orang yang berusaha menentang ayat-ayat Kami dengan maksud melemahkan (kemauan untuk beriman), mereka itulah penghuni-penghuni neraka Jahim.

  52. 52

    وَمَآ أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ مِن رَّسُولٍ وَلَا نَبِىٍّ إِلَّآ إِذَا تَمَنَّىٰٓ أَلْقَى ٱلشَّيْطَـٰنُ فِىٓ أُمْنِيَّتِهِۦ فَيَنسَخُ ٱللَّهُ مَا يُلْقِى ٱلشَّيْطَـٰنُ ثُمَّ يُحْكِمُ ٱللَّهُ ءَايَـٰتِهِۦ ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

    Wa-maaa ʹarsalnaa miñ q̣ablika mir rasooliñw walaa nabiyyin ʹillaaa ʹiẓaa tamannaaa ʹalq̣ash Shayṭaanu feee ʹumniyyatih: fayañsakhul laahu maa- yulq̣ish Shayṭaanu s̤umma yuḥkimul laahu ʹAayaatih: wallaahu ʻAleemun Ḥakeem:

    Dan Kami tidak mengutus seorang rasul dan tidak (pula) seorang nabi sebelum engkau (Muhammad), melainkan apabila dia mempunyai suatu keinginan, setan pun memasukkan godaan-godaan ke dalam keinginannya itu. Tetapi Allah menghilangkan apa yang dimasukkan setan itu, dan Allah akan menguatkan ayat-ayat-Nya. Dan Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana,

  53. 53

    لِّيَجْعَلَ مَا يُلْقِى ٱلشَّيْطَـٰنُ فِتْنَةً لِّلَّذِينَ فِى قُلُوبِهِم مَّرَضٌ وَٱلْقَاسِيَةِ قُلُوبُهُمْ ۗ وَإِنَّ ٱلظَّـٰلِمِينَ لَفِى شِقَاقٍۭ بَعِيدٍ

    Liyajʻala maa- yulq̣ish Shayṭaanu fitnatal lillaz̤̣eena fee q̣uloobihim maraḍuñw walq̣aasiyati q̣uloobuhum: wa-ʹinnaz̤̣ z̤̣aalimeena lafee shiq̣aaq̣im baʻeed:

    Dia (Allah) ingin menjadikan godaan yang ditimbulkan setan itu sebagai cobaan bagi orang-orang yang dalam hatinya ada penyakit dan orang yang berhati keras. Dan orang-orang yang zalim itu benar-benar dalam permusuhan yang jauh.

  54. 54

    وَلِيَعْلَمَ ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ أَنَّهُ ٱلْحَقُّ مِن رَّبِّكَ فَيُؤْمِنُوا۟ بِهِۦ فَتُخْبِتَ لَهُۥ قُلُوبُهُمْ ۗ وَإِنَّ ٱللَّهَ لَهَادِ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِلَىٰ صِرَٰطٍ مُّسْتَقِيمٍ

    Wa-liyaʻlamal laẓeena ʹootul ʻllma ʹannahul Ḥaq̣q̣u mir Rabbika fayuʹminoo bihee fatukhbita lahoo q̣uloobuhum: wa-ʹinnal laaha la-Haadil laẓeena ʹaamanooo ʹilaa Ṣiraaṭim Mustaq̣eem.

    Dan agar orang-orang yang telah diberi ilmu meyakini bahwa (Al-Qur`an) itu benar dari Tuhanmu lalu mereka beriman dan hati mereka tunduk kepadanya. Dan sungguh, Allah pemberi petunjuk bagi orang-orang yang beriman kepada jalan yang lurus.

  55. 55

    وَلَا يَزَالُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ فِى مِرْيَةٍ مِّنْهُ حَتَّىٰ تَأْتِيَهُمُ ٱلسَّاعَةُ بَغْتَةً أَوْ يَأْتِيَهُمْ عَذَابُ يَوْمٍ عَقِيمٍ

    Wa-laa yazaalul laẓeena kafaroo fee miryatim minhu ḥattaa taʹtiyahumus Saaʻatu bag̣tatan ʹaw yaʹtiyahum ʹaẓaabu Yawmin ʻAq̣eem.

    Dan orang-orang kafir itu senantiasa ragu mengenai hal itu (Al-Qur`an), hingga saat (kematiannya) datang kepada mereka dengan tiba-tiba, atau azab hari Kiamat yang datang kepada mereka.

  56. 56

    ٱلْمُلْكُ يَوْمَئِذٍ لِّلَّهِ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ ۚ فَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ فِى جَنَّـٰتِ ٱلنَّعِيمِ

    ʹAl-Mulku Yawmaʹiẓil lillaah: yaḥkumu baynahum: fallaẓeena ʹaamanoo wa-ʻamiluṣ Ṣaaliḥaati fee Jannaatin Naʻeem.

    Kekuasaan pada hari itu ada pada Allah, Dia memberi keputusan di antara mereka. Maka orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan berada dalam surga-surga yang penuh kenikmatan.

  57. 57

    وَٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ وَكَذَّبُوا۟ بِـَٔايَـٰتِنَا فَأُو۟لَـٰٓئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُّهِينٌ

    Wallaẓeena kafaroo wa-kaẓẓaboo biʹAayaatinaa faʹulaaaʹika lahum ʻAẓaabum muheen.

    Dan orang-orang kafir dan yang mendustakan ayat-ayat Kami, mereka akan merasakan azab yang menghinakan.

  58. 58

    وَٱلَّذِينَ هَاجَرُوا۟ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ ثُمَّ قُتِلُوٓا۟ أَوْ مَاتُوا۟ لَيَرْزُقَنَّهُمُ ٱللَّهُ رِزْقًا حَسَنًا ۚ وَإِنَّ ٱللَّهَ لَهُوَ خَيْرُ ٱلرَّٰزِقِينَ

    Wallaẓeena haajaroo fee Sabeelil laahi s̤umma q̣utilooo ʹaw maatoo layarzuq̣annahumul laahu Rizq̣an ḥasanaa: wa-ʹinnal laaha la-Huwa Khayrur raaziq̣een.

    Dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah, kemudian mereka terbunuh atau mati, sungguh, Allah akan memberikan kepada mereka rezeki yang baik (surga). Dan sesungguhnya Allah adalah pemberi rezeki yang terbaik.

  59. 59

    لَيُدْخِلَنَّهُم مُّدْخَلًا يَرْضَوْنَهُۥ ۗ وَإِنَّ ٱللَّهَ لَعَلِيمٌ حَلِيمٌ

    Layudkhilannahum mud-khalañy yarḍawnah: wa-ʹinnal laaha laʻAleemun Ḥaleem.

    Sungguh, Dia (Allah) pasti akan memasukkan mereka ke tempat masuk (surga) yang mereka sukai. Dan sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, Maha Penyantun.

  60. 60

    ۞ ذَٰلِكَ وَمَنْ عَاقَبَ بِمِثْلِ مَا عُوقِبَ بِهِۦ ثُمَّ بُغِىَ عَلَيْهِ لَيَنصُرَنَّهُ ٱللَّهُ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَعَفُوٌّ غَفُورٌ

    Ẓaalika. Wa-man ʻaaq̣aba bimis̤li maa- ʻooq̣iba bihee s̤umma bug̣iya ʻalayhi layañṣurannahul laah: ʹinnal laaha laʻAfuwwun G̣afoor.

    Demikianlah, dan barangsiapa membalas setimpal dengan penganiayaan yang pernah dia derita kemudian dia terzalimi (lagi), pasti Allah akan menolongnya. Sungguh, Allah Maha Pemaaf, Maha Pengampun.

  61. 61

    ذَٰلِكَ بِأَنَّ ٱللَّهَ يُولِجُ ٱلَّيْلَ فِى ٱلنَّهَارِ وَيُولِجُ ٱلنَّهَارَ فِى ٱلَّيْلِ وَأَنَّ ٱللَّهَ سَمِيعٌۢ بَصِيرٌ

    Ẓaalika biʹannal laaha yoolijul layla fin nahaari wa-yoolijun nahaara fil layli wa-ʹannal laaha Sameeʻum Baṣeer.

    Demikianlah karena Allah (kuasa) memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam, dan sungguh, Allah Maha mendengar, Maha Melihat.

  62. 62

    ذَٰلِكَ بِأَنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلْحَقُّ وَأَنَّ مَا يَدْعُونَ مِن دُونِهِۦ هُوَ ٱلْبَـٰطِلُ وَأَنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلْعَلِىُّ ٱلْكَبِيرُ

    Ẓaalika biʹannal laaha Huwal Ḥaq̣q̣u wa-ʹanna maa- yadʻoona miñ doonihee huwal Baaṭilu wa-ʹannal laaha Huwal ʻAliyyul Kabeer.

    Demikianlah (kebesaran Allah) karena Allah, Dialah (Tuhan) Yang Hak. Dan apa saja yang mereka seru selain Dia, itulah yang batil. Dan sungguh Allah, Dialah Yang Mahatinggi, Mahabesar.

  63. 63

    أَلَمْ تَرَ أَنَّ ٱللَّهَ أَنزَلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءً فَتُصْبِحُ ٱلْأَرْضُ مُخْضَرَّةً ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَطِيفٌ خَبِيرٌ

    ʹAlam tara ʹannal laaha ʹañzala minas samaaaʹi maaaʹañ fatuṣbiḥul ʹarḍu mukhḍarrah? ʹInnal laaha Laṭeefun Khabeer.

    Tidakkah engkau memperhatikan bahwa Allah menurunkan air (hujan) dari langit, sehingga bumi menjadi hijau? Sungguh, Allah Mahahalus, Maha Mengetahui.

  64. 64

    لَّهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۗ وَإِنَّ ٱللَّهَ لَهُوَ ٱلْغَنِىُّ ٱلْحَمِيدُ

    Lahoo Maa- fis samaawaati wa-maa fil ʹarḍ: wa-ʹinnal laaha la-Huwal G̣aniyyul Ḥameed.

    Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan Allah benar-benar Mahakaya, Maha Terpuji.

  65. 65

    أَلَمْ تَرَ أَنَّ ٱللَّهَ سَخَّرَ لَكُم مَّا فِى ٱلْأَرْضِ وَٱلْفُلْكَ تَجْرِى فِى ٱلْبَحْرِ بِأَمْرِهِۦ وَيُمْسِكُ ٱلسَّمَآءَ أَن تَقَعَ عَلَى ٱلْأَرْضِ إِلَّا بِإِذْنِهِۦٓ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ بِٱلنَّاسِ لَرَءُوفٌ رَّحِيمٌ

    ʹAlam tara ʹannal laaha sakhkhara lakum maa fil ʹarḍi wal-fulka tajree fil baḥri biʹamrih? Wa-yumsikus samaaaʹa ʹañ taq̣aʻa ʻalal ʹarḍi ʹillaa biʹiẓnih: ʹinnal laaha binnaasi la-Raʹoofur Raḥeem.

    Tidakkah engkau memperhatikan bahwa Allah menundukkan bagimu (manusia) apa yang ada di bumi, dan kapal yang berlayar di lautan dengan perintah-Nya. Dan Dia menahan (benda-benda) langit agar tidak jatuh ke bumi, melainkan dengan izin-Nya? Sungguh, Allah Maha Pengasih, Maha Penyayang kepada manusia.

  66. 66

    وَهُوَ ٱلَّذِىٓ أَحْيَاكُمْ ثُمَّ يُمِيتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيكُمْ ۗ إِنَّ ٱلْإِنسَـٰنَ لَكَفُورٌ

    Wa-Huwal laẓeee ʹaḥyaakum s̤umma yumeetukum s̤umma yuḥyeekum: ʹinnal ʹiñsaana lakafoor!

    Dan Dialah yang menghidupkan kamu, kemudian mematikan kamu, kemudian menghidupkan kamu kembali (pada hari kebangkitan). Sungguh, manusia itu sangat kufur nikmat.

  67. 67

    لِّكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنسَكًا هُمْ نَاسِكُوهُ ۖ فَلَا يُنَـٰزِعُنَّكَ فِى ٱلْأَمْرِ ۚ وَٱدْعُ إِلَىٰ رَبِّكَ ۖ إِنَّكَ لَعَلَىٰ هُدًى مُّسْتَقِيمٍ

    Likulli ʹummatiñ jaʻalnaa mañsakan hum naasikoohu falaa yunaaziʻunnaka fil ʹamri wadʻu ʹilaa Rabbik; ʹinnaka laʻalaa Hudam Mustaq̣eem.

    Bagi setiap umat telah Kami tetapkan syariat tertentu yang (harus) mereka amalkan, maka tidak sepantasnya mereka berbantahan dengan engkau dalam urusan (syariat) ini, dan serulah (mereka) kepada Tuhanmu. Sungguh, engkau (Muhammad) berada di jalan yang lurus.

  68. 68

    وَإِن جَـٰدَلُوكَ فَقُلِ ٱللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا تَعْمَلُونَ

    Wa-ʹiñ jaadalooka faq̣ulil laahu ʹAʻlamu bimaa taʻmaloon.

    Dan jika mereka membantah engkau, maka katakanlah, "Allah lebih tahu tentang apa yang kamu kerjakan."

  69. 69

    ٱللَّهُ يَحْكُمُ بَيْنَكُمْ يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ فِيمَا كُنتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ

    ʹAllaahu yaḥkumu baynakum Yawmal Q̣iyaamati feema kuñtum feehi takhtalifoon.

    Allah akan mengadili di antara kamu pada hari Kiamat tentang apa yang dahulu kamu perselisihkan.

  70. 70

    أَلَمْ تَعْلَمْ أَنَّ ٱللَّهَ يَعْلَمُ مَا فِى ٱلسَّمَآءِ وَٱلْأَرْضِ ۗ إِنَّ ذَٰلِكَ فِى كِتَـٰبٍ ۚ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى ٱللَّهِ يَسِيرٌ

    ʹAlam taʻlam ʹannal laaha yaʻlamu maa- fis samaaaʹi wal-ʹarḍ? ʹInna ẓaalika fee Kitaab: ʹinna ẓaalika ʻalal laahi yaseer.

    Tidakkah engkau tahu bahwa Allah mengetahui apa yang di langit dan di bumi? Sungguh, yang demikian itu sudah terdapat dalam suatu Kitab (Lauḥ Maḥfūẓ). Sesungguhnya yang demikian itu sangat mudah bagi Allah.

  71. 71

    وَيَعْبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِۦ سُلْطَـٰنًا وَمَا لَيْسَ لَهُم بِهِۦ عِلْمٌ ۗ وَمَا لِلظَّـٰلِمِينَ مِن نَّصِيرٍ

    Wa-yaʻbudoona miñ doonil laahi maa- lam yunazzil bihee sulṭaanañw wamaa laysa lahum̃ bihee ʻilm: wa-maa liz̤̣z̤̣aalimeena min naṣeer.

    Dan mereka menyembah selain Allah, tanpa dasar yang jelas tentang itu, dan mereka tidak mempunyai pengetahuan (pula) tentang itu. Bagi orang-orang yang zalim tidak ada seorang penolong pun.

  72. 72

    وَإِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ ءَايَـٰتُنَا بَيِّنَـٰتٍ تَعْرِفُ فِى وُجُوهِ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ ٱلْمُنكَرَ ۖ يَكَادُونَ يَسْطُونَ بِٱلَّذِينَ يَتْلُونَ عَلَيْهِمْ ءَايَـٰتِنَا ۗ قُلْ أَفَأُنَبِّئُكُم بِشَرٍّ مِّن ذَٰلِكُمُ ۗ ٱلنَّارُ وَعَدَهَا ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ ۖ وَبِئْسَ ٱلْمَصِيرُ

    Wa-ʹiẓaa tutlaa ʻalayhim ʹAayaatunaa Bayyinaatiñ taʻrifu fee wujoohil laẓeena kafarul muñkar! Yakaadoona yasṭoona bil-laẓeena yatloona ʻalayhim ʹAayaatinaa. Q̣ul ʹa-faʹunabbiʹukum̃ bisharrim miñ ẓaalikum? ʹAn-Naar! Waʻadahal laahul laẓeena kafaroo! Wa-biʹsal maṣeer.

    Dan apabila dibacakan di hadapan mereka ayat-ayat Kami yang terang, niscaya engkau akan melihat (tanda-tanda) keingkaran pada wajah orang-orang kafir itu. Hampir-hampir mereka menyerang orang-orang yang membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka. Katakanlah (Muhammad), "Apakah akan aku kabarkan kepadamu (mengenai sesuatu) yang lebih buruk daripada itu, (yaitu) neraka?" Allah telah mengancamkannya (neraka) kepada orang-orang kafir. Dan (neraka itu) seburuk-buruk tempat kembali.

  73. 73

    يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ضُرِبَ مَثَلٌ فَٱسْتَمِعُوا۟ لَهُۥٓ ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ تَدْعُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ لَن يَخْلُقُوا۟ ذُبَابًا وَلَوِ ٱجْتَمَعُوا۟ لَهُۥ ۖ وَإِن يَسْلُبْهُمُ ٱلذُّبَابُ شَيْـًٔا لَّا يَسْتَنقِذُوهُ مِنْهُ ۚ ضَعُفَ ٱلطَّالِبُ وَٱلْمَطْلُوبُ

    Yaaaʹayyuhan naasu ḍuriba mas̤aluñ fastamiʻoo lah! ʹInnal laẓeena tadʻoona miñ doonil laahi lañy yakhluq̣oo ẓubaabañw walawij tamaʻoo lah! Wa-ʹiñy yaslubhumuẓ ẓubaabu shayʹal laa yastañq̣iẓoohu minh. Ḍaʻufaṭ ṭaalibu wal-maṭloob!

    Wahai manusia! Telah dibuat suatu perumpamaan. Maka dengarkanlah! Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah tidak dapat menciptakan seekor lalat pun, walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, mereka tidak akan dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Sama lemahnya yang menyembah dan yang di sembah.

  74. 74

    مَا قَدَرُوا۟ ٱللَّهَ حَقَّ قَدْرِهِۦٓ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَقَوِىٌّ عَزِيزٌ

    Maa- q̣adarul laaha ḥaq̣q̣a q̣adrih: ʹinnal laaha la-Q̣awiyyun ʻAzeez!

    Mereka tidak mengagungkan Allah dengan sebenar-benarnya. Sungguh, Allah Mahakuat, Mahaperkasa.

  75. 75

    ٱللَّهُ يَصْطَفِى مِنَ ٱلْمَلَـٰٓئِكَةِ رُسُلًا وَمِنَ ٱلنَّاسِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ سَمِيعٌۢ بَصِيرٌ

    ʹAllaahu yasṭafee minal malaaaʹikati Rusulañw Waminan naas: ʹinnal laaha Sameeʻum Baṣeer.

    Allah memilih para utusan(-Nya) dari malaikat dan dari manusia. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar, Maha Melihat.

  76. 76

    يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۗ وَإِلَى ٱللَّهِ تُرْجَعُ ٱلْأُمُورُ

    Yaʻlamu maa- bayna ʹaydeehim wa-maa khalfahum: wa-ʹilal laahi turjaʻul ʹumoor.

    Dia (Allah) mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka. Dan hanya kepada Allah dikembalikan segala urusan.

  77. 77

    يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱرْكَعُوا۟ وَٱسْجُدُوا۟ وَٱعْبُدُوا۟ رَبَّكُمْ وَٱفْعَلُوا۟ ٱلْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ ۩

    Yaaaʹayyuhal laẓeena ʹaamanur kaʻoo wasjudoo waʻbudoo Rabbakum wafʻalul khayra laʻallakum tufliḥoon.

    Wahai orang-orang yang beriman! Rukuklah, sujudlah, dan sembahlah Tuhanmu; dan berbuatlah kebaikan, agar kamu beruntung.

  78. 78

    وَجَـٰهِدُوا۟ فِى ٱللَّهِ حَقَّ جِهَادِهِۦ ۚ هُوَ ٱجْتَبَىٰكُمْ وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِى ٱلدِّينِ مِنْ حَرَجٍ ۚ مِّلَّةَ أَبِيكُمْ إِبْرَٰهِيمَ ۚ هُوَ سَمَّىٰكُمُ ٱلْمُسْلِمِينَ مِن قَبْلُ وَفِى هَـٰذَا لِيَكُونَ ٱلرَّسُولُ شَهِيدًا عَلَيْكُمْ وَتَكُونُوا۟ شُهَدَآءَ عَلَى ٱلنَّاسِ ۚ فَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ وَٱعْتَصِمُوا۟ بِٱللَّهِ هُوَ مَوْلَىٰكُمْ ۖ فَنِعْمَ ٱلْمَوْلَىٰ وَنِعْمَ ٱلنَّصِيرُ

    Wa-jaahidoo fil laahi ḥaq̣q̣a jihaadih. Huwaj tabaakum wa-maa jaʻala ʻalaykum fid deeni min ḥaraj; Millata ʹabeekum ʹIbraaheem. Huwa sammaakumul Muslimeen. Miñ q̣ablu wa-fee haaẓaa liyakoonar Rasoolu shaheedan ʻalaykum wa-takoonoo shuhadaaaʹa ʻalan naas! Faʹaq̣eemuṣ Ṣalaata wa-ʹaatuz Zakaata waʻtaṣimoo billaah! Huwa Mawlaakum faniʻmal Mawlaa wa-niʻman Naṣeer.

    Dan berjihadlah kamu di jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu, dan Dia tidak menjadikan kesukaran untukmu dalam agama. (Ikutilah) agama nenek moyangmu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamakan kamu orang-orang muslim sejak dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al-Qur`an) ini, agar Rasul (Muhammad) itu menjadi saksi atas dirimu dan agar kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia. Maka laksanakanlah salat dan tunaikanlah zakat, dan berpegang teguhlah kepada Allah. Dialah Pelindungmu; Dia sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.