Back to Quran

Juz

Juz 9

7:88 ... 8:40 · 159 ayahs

Diterjemahkan oleh Indonesian Ministry Islamic Affairs

  1. Surah Al-A'rafBegins here at 7:88

  2. 7:88

    ۞ قَالَ ٱلْمَلَأُ ٱلَّذِينَ ٱسْتَكْبَرُوا۟ مِن قَوْمِهِۦ لَنُخْرِجَنَّكَ يَـٰشُعَيْبُ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مَعَكَ مِن قَرْيَتِنَآ أَوْ لَتَعُودُنَّ فِى مِلَّتِنَا ۚ قَالَ أَوَلَوْ كُنَّا كَـٰرِهِينَ

    Q̣aalal malaʹul laẓeenas takbaroo miñ q̣awmihee lanukhrijannaka yaa-Shuʻaybu wallaẓeena ʹaamanoo maʻaka miñ q̣aryatinaaa ʹaw lataʻoodunna fee millatinaa. Q̣aala ʹa-wa law kunnaa kaariheen?

    Pemuka-pemuka yang meyombongkan diri dari kaum Syu'aib berkata, "Wahai Syu'aib! Pasti kami usir engkau bersama orang-orang yang beriman dari negeri kami, kecuali engkau kembali kepada agama kami."Syu'aib berkata. "Apakah (kamu akan mengusir kami), kendatipun kami tidak suka?

  3. 7:89

    قَدِ ٱفْتَرَيْنَا عَلَى ٱللَّهِ كَذِبًا إِنْ عُدْنَا فِى مِلَّتِكُم بَعْدَ إِذْ نَجَّىٰنَا ٱللَّهُ مِنْهَا ۚ وَمَا يَكُونُ لَنَآ أَن نَّعُودَ فِيهَآ إِلَّآ أَن يَشَآءَ ٱللَّهُ رَبُّنَا ۚ وَسِعَ رَبُّنَا كُلَّ شَىْءٍ عِلْمًا ۚ عَلَى ٱللَّهِ تَوَكَّلْنَا ۚ رَبَّنَا ٱفْتَحْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ قَوْمِنَا بِٱلْحَقِّ وَأَنتَ خَيْرُ ٱلْفَـٰتِحِينَ

    Q̣adif taraynaa ʻalal laahi kaẓiban ʹin ʻudnaa fee millatikum̃ baʻda ʹiẓ najjaanal laahu minhaa. Wa-maa yakoonu lanaaa ʹan naʻooda feehaaa ʹillaaa ʹañy yashaaaʹal laahu Rabbunaa. Wasiʻa Rabbunaa kulla shayʹin ʻilmaa. ʻAlal laahi tawakkalnaa. Rabbanaf taḥ baynanaa wa-bayna q̣awminaa bilḥaq̣q̣i wa-ʹAñta Khayrul Faatiḥeen.

    Sungguh, kami telah mengada-adakan kebohongan yang besar terhadap Allah, jika kami kembali kepada agamamu, setelah Allah melepaskan kami darinya. Dan tidaklah pantas kami kembali kepadanya, kecuali jika Allah, Tuhan kami menghendaki. Pengetahuan Tuhan kami meliputi segala sesuatu. Hanya kepada Allah kami bertawakal. Ya Tuhan kami, berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan hak (adil). Engkaulah Pemberi keputusan terbaik."

  4. 7:90

    وَقَالَ ٱلْمَلَأُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ مِن قَوْمِهِۦ لَئِنِ ٱتَّبَعْتُمْ شُعَيْبًا إِنَّكُمْ إِذًا لَّخَـٰسِرُونَ

    Wa-q̣aalal malaʹul laẓeena kafaroo miñ q̣awmihee laʹinit tabaʻtum Shuʻayban ʹinnakum ʹiẓal lakhaasiroon!

    Dan pemuka-pemuka dari kaumnya (Syu'aib) yang kafir berkata (kepada sesamanya), "Sesungguhnya jika kamu mengikuti Syu'aib, tentu kamu menjadi orang-orang yang rugi."

  5. 7:91

    فَأَخَذَتْهُمُ ٱلرَّجْفَةُ فَأَصْبَحُوا۟ فِى دَارِهِمْ جَـٰثِمِينَ

    Faʹakhaẓathumur rajfatu faʹaṣbaḥoo fee daarihim jaas̤imeen.

    Lalu datanglah gempa menimpa mereka, dan mereka pun mati bergelimpangan di dalam reruntuhan rumah mereka,

  6. 7:92

    ٱلَّذِينَ كَذَّبُوا۟ شُعَيْبًا كَأَن لَّمْ يَغْنَوْا۟ فِيهَا ۚ ٱلَّذِينَ كَذَّبُوا۟ شُعَيْبًا كَانُوا۟ هُمُ ٱلْخَـٰسِرِينَ

    ʹAllaẓeena kaẓẓaboo Shuʻaybañ kaʹal lam yag̣naw feehal laẓeena kaẓẓaboo Shuʻaybañ kaanoo humul khaasireen!

    Orang-orang yang mendustakan Syu'aib seakan-akan mereka belum pernah tinggal di (negeri) itu. Mereka yang mendustakan Syu'aib, itulah orang-orang yang rugi.

  7. 7:93

    فَتَوَلَّىٰ عَنْهُمْ وَقَالَ يَـٰقَوْمِ لَقَدْ أَبْلَغْتُكُمْ رِسَـٰلَـٰتِ رَبِّى وَنَصَحْتُ لَكُمْ ۖ فَكَيْفَ ءَاسَىٰ عَلَىٰ قَوْمٍ كَـٰفِرِينَ

    Fatawallaa ʹanhum wa-q̣aala yaa-q̣awmi laq̣ad ʹablag̣tukum risaalaati Rabbee wa-naṣaḥtu lakum; fakayfa ʹaasaa ʻalaa q̣awmiñ kaafireen.

    Maka Syu'aib meninggalkan mereka seraya berkata, "Wahai kaumku! Sungguh, aku telah menyampaikan amanat Tuhanku kepadamu dan aku telah menasihati kamu. Maka bagaimana aku akan bersedih hati terhadap orang-orang kafir?"

  8. 7:94

    وَمَآ أَرْسَلْنَا فِى قَرْيَةٍ مِّن نَّبِىٍّ إِلَّآ أَخَذْنَآ أَهْلَهَا بِٱلْبَأْسَآءِ وَٱلضَّرَّآءِ لَعَلَّهُمْ يَضَّرَّعُونَ

    Wa-maaa ʹarsalnaa fee q̣aryatim min nabiyyin ʹillaaa ʹakhaẓnaaa ʹahlahaa bil-baʹsaaaʹi waḍḍarraaaʹi laʻallahum yaḍḍarraʻoon.

    Dan Kami tidak mengutus seorang Nabi pun kepada sesuatu negeri, (lalu penduduknya mendustakan Nabi itu), melainkan Kami timpakan kepada penduduknya kesempitan dan penderitaan agar mereka (tunduk dengan) merendahkan diri.

  9. 7:95

    ثُمَّ بَدَّلْنَا مَكَانَ ٱلسَّيِّئَةِ ٱلْحَسَنَةَ حَتَّىٰ عَفَوا۟ وَّقَالُوا۟ قَدْ مَسَّ ءَابَآءَنَا ٱلضَّرَّآءُ وَٱلسَّرَّآءُ فَأَخَذْنَـٰهُم بَغْتَةً وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ

    S̤umma baddalnaa makaanas sayyiʹatil ḥasanata ḥattaa ʻafaw Waq̣aaloo q̣ad massa ʹaabaaaʹanaḍ ḍarraaaʹu wassarraaaʹu faʹakhaẓnaahum̃ bag̣tatañw wahum laa- yashʻuroon.

    Kemudian Kami ganti penderitaan itu dengan kesenangan sehingga (keturunan dan harta mereka) bertambah banyak, lalu mereka berkata, "Sungguh, nenek moyang kami telah merasakan penderitaan dan kesenangan," maka Kami timpakan siksaan atas mereka dengan tiba-tiba tanpa mereka sadari.

  10. 7:96

    وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ ٱلْقُرَىٰٓ ءَامَنُوا۟ وَٱتَّقَوْا۟ لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَـٰتٍ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلْأَرْضِ وَلَـٰكِن كَذَّبُوا۟ فَأَخَذْنَـٰهُم بِمَا كَانُوا۟ يَكْسِبُونَ

    Wa-law ʹanna ʹahlal q̣uraaa ʹaamanoo wattaq̣aw lafataḥnaa ʻalayhim barakaatim minas samaaaʹi wal-ʹarḍi wa-laakiñ kaẓẓaboo faʹakhaẓnaahum̃ bimaa kaanoo yaksiboon.

    Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai apa yang telah mereka kerjakan.

  11. 7:97

    أَفَأَمِنَ أَهْلُ ٱلْقُرَىٰٓ أَن يَأْتِيَهُم بَأْسُنَا بَيَـٰتًا وَهُمْ نَآئِمُونَ

    ʹA-faʹamina ahlul q̣uraaa ʹañy yaʹtiyahum baʹsunaa bayaatañw wahum naaaʹimoon?

    Maka apakah penduduk negeri itu merasa aman dari siksaan Kami yang datang malam hari ketika mereka sedang tidur?

  12. 7:98

    أَوَأَمِنَ أَهْلُ ٱلْقُرَىٰٓ أَن يَأْتِيَهُم بَأْسُنَا ضُحًى وَهُمْ يَلْعَبُونَ

    ʹA-waʹamina ʹahlul q̣uraaa ʹañy yaʹtiyahum baʹsunaa ḍuḥañw wahum yalʻaboon?

    Atau apakah penduduk negeri itu merasa aman dari siksaan Kami yang datang pada pagi hari ketika mereka sedang bermain?

  13. 7:99

    أَفَأَمِنُوا۟ مَكْرَ ٱللَّهِ ۚ فَلَا يَأْمَنُ مَكْرَ ٱللَّهِ إِلَّا ٱلْقَوْمُ ٱلْخَـٰسِرُونَ

    ʹA-faʹaminoo makral laaḥ? Falaa yaʹmanu makral laahi ʹillal q̣awmul khaasiroon!

    Atau apakah mereka merasa aman dari siksaan Allah (yang tidak terduga-duga)? Tidak ada yang merasa aman dari siksaan Allah selain orang-orang yang rugi.

  14. 7:100

    أَوَلَمْ يَهْدِ لِلَّذِينَ يَرِثُونَ ٱلْأَرْضَ مِنۢ بَعْدِ أَهْلِهَآ أَن لَّوْ نَشَآءُ أَصَبْنَـٰهُم بِذُنُوبِهِمْ ۚ وَنَطْبَعُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ فَهُمْ لَا يَسْمَعُونَ

    ʹA-walam yahdi lillaẓeena yaris̤oonal ʹarḍa mim baʻdi ʹahlihaaa ʹal law nashaaaʹu ʹaṣabnaahum̃ biẓunoobihim, wa-naṭbaʻu ʻalaa q̣uloobihim fahum laa- yasmaʻoon?

    Atau apakah belum jelas bagi orang-orang yang mewarisi suatu negeri setelah (lenyap) penduduknya? Bahwa kalau Kami menghendaki pasti Kami siksa mereka karena dosa-dosanya; dan Kami mengunci hati mereka sehingga mereka tidak dapat mendengar (pelajaran).

  15. 7:101

    تِلْكَ ٱلْقُرَىٰ نَقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ أَنۢبَآئِهَا ۚ وَلَقَدْ جَآءَتْهُمْ رُسُلُهُم بِٱلْبَيِّنَـٰتِ فَمَا كَانُوا۟ لِيُؤْمِنُوا۟ بِمَا كَذَّبُوا۟ مِن قَبْلُ ۚ كَذَٰلِكَ يَطْبَعُ ٱللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِ ٱلْكَـٰفِرِينَ

    Tilkal q̣uraa naq̣uṣṣu ʻalayka min ʹambaaaʹihaa. Wa-laq̣ad jaaaʹathum rusuluhum̃ bil-Bayyinaat: famaa kaanoo liyuʹminoo bimaa kaẓẓaboo miñ q̣abl. Kaẓaalika yaṭbaʻul laahu ʻalaa q̣uloobil kaafireen.

    Itulah negeri-negeri (yang telah Kami binasakan), Kami ceritakan sebagian kisahnya kepadamu. Rasul-rasul mereka benar-benar telah datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata. Tetapi mereka tidak beriman (juga) kepada apa yang telah mereka dustakan sebelumnya. Demikianlah Allah mengunci hati orang-orang kafir.

  16. 7:102

    وَمَا وَجَدْنَا لِأَكْثَرِهِم مِّنْ عَهْدٍ ۖ وَإِن وَجَدْنَآ أَكْثَرَهُمْ لَفَـٰسِقِينَ

    Wa-maa wajadnaa liʹaks̤arihim min ʻahd. Wa-ʹiñw wajadnaaa ʹaks̤arahum lafaasiq̣een.

    Dan Kami tidak mendapati kebanyakan mereka memenuhi janji. Sebaliknya yang Kami dapati kebanyakan mereka adalah orang-orang yang benar-benar fasik.

  17. 7:103

    ثُمَّ بَعَثْنَا مِنۢ بَعْدِهِم مُّوسَىٰ بِـَٔايَـٰتِنَآ إِلَىٰ فِرْعَوْنَ وَمَلَإِي۟هِۦ فَظَلَمُوا۟ بِهَا ۖ فَٱنظُرْ كَيْفَ كَانَ عَـٰقِبَةُ ٱلْمُفْسِدِينَ

    S̤umma baʻas̤naa mim baʻdihim Moosaa biʹAayaatinaaa ʹilaa Firʻawna wa-malaʹihee faz̤̣alamoo bihaa: fañz̤̣ur kayfa kaana ʻaaq̣ibatul mufsideen.

    Setelah mereka, kemudian Kami utus Musa dengan membawa bukti-bukti Kami kepada Fir'aun dan pemuka-pemuka kaumnya, lalu mereka mengingkari bukti-bukti itu. Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berbuat kerusakan.

  18. 7:104

    وَقَالَ مُوسَىٰ يَـٰفِرْعَوْنُ إِنِّى رَسُولٌ مِّن رَّبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ

    Wa-q̣aala Moosaa Yaa- -Firʻawnu ʹinnee Rasoolum mir Rabbil ʻAalameen.

    Dan Musa berkata, "Wahai Fir'aun! Sungguh, aku adalah seorang utusan dari Tuhan seluruh alam.

  19. 7:105

    حَقِيقٌ عَلَىٰٓ أَن لَّآ أَقُولَ عَلَى ٱللَّهِ إِلَّا ٱلْحَقَّ ۚ قَدْ جِئْتُكُم بِبَيِّنَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ فَأَرْسِلْ مَعِىَ بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ

    Ḥaq̣eeq̣un ʻalaaa ʹal laaa ʹaq̣oola ʻalal laahi ʹillal ḥaq̣q̣. Q̣ad jiʹtukum̃ bi-Bayyinatim mir Rabbikum faʹarsil maʻiya Baneee ʹIsraaaʹeel.

    Aku wajib mengatakan yang sebenarnya tentang Allah. Sungguh, aku datang kepadamu dengan membawa bukti yang nyata dari Tuhanmu, maka lepaskanlah Bani Israil (pergi) bersamaku."

  20. 7:106

    قَالَ إِن كُنتَ جِئْتَ بِـَٔايَةٍ فَأْتِ بِهَآ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّـٰدِقِينَ

    Q̣aala ʹiñ kuñta jiʹta biʹAayatiñ faʹti bihaaa ʹiñ kuñta minaṣ ṣaadiq̣een.

    Dia (Fir'aun) menjawab, "Jika benar engkau membawa sesuatu bukti, maka tunjukkanlah, kalau kamu termasuk orang-orang yang benar."

  21. 7:107

    فَأَلْقَىٰ عَصَاهُ فَإِذَا هِىَ ثُعْبَانٌ مُّبِينٌ

    Faʹalq̣aa ʻAṣaahu faʹiẓaa hiya s̤uʻbaanum mubeen!

    Lalu (Musa) melemparkan tongkatnya, tiba-tiba tongkat itu menjadi ular yang sebenarnya.

  22. 7:108

    وَنَزَعَ يَدَهُۥ فَإِذَا هِىَ بَيْضَآءُ لِلنَّـٰظِرِينَ

    Wa-nazaʻa yadahoo faʹiẓaa hiya bayḍaaaʹu linnaaz̤̣ireen!

    Dan dia mengeluarkan tangannya, tiba-tiba tangan itu menjadi putih (bercahaya) bagi orang-orang yang melihatnya.

  23. 7:109

    قَالَ ٱلْمَلَأُ مِن قَوْمِ فِرْعَوْنَ إِنَّ هَـٰذَا لَسَـٰحِرٌ عَلِيمٌ

    Q̣aalal malaʹu miñ q̣awmi Firʻawna ʹinna haaẓaa lasaaḥirun ʻaleem.

    Pemuka-pemuka kaum Fir'aun berkata, "Orang ini benar-benar penyihir yang pandai,

  24. 7:110

    يُرِيدُ أَن يُخْرِجَكُم مِّنْ أَرْضِكُمْ ۖ فَمَاذَا تَأْمُرُونَ

    Yureedu ʹañy yukhrijakum min ʹarḍikum: famaaẓaa taʹmuroon?

    yang hendak mengusir kamu dari negerimu." (Fir'aun berkata), "Maka apa saran kamu?"

  25. 7:111

    قَالُوٓا۟ أَرْجِهْ وَأَخَاهُ وَأَرْسِلْ فِى ٱلْمَدَآئِنِ حَـٰشِرِينَ

    Q̣aalooo ʹarjih wa-ʹakhaahu wa-arsil fil Madaaaʹini ḥaashireena.

    (Pemuka-pemuka) itu menjawab, "Tahanlah (untuk sementara) dia dan saudaranya dan utuslah ke kota-kota beberapa orang untuk mengumpulkan (para penyihir),

  26. 7:112

    يَأْتُوكَ بِكُلِّ سَـٰحِرٍ عَلِيمٍ

    Yaʹtooka bikulli saaḥirin ʻaleem.

    agar mereka membawa semua penyihir yang pandai kepadamu."

  27. 7:113

    وَجَآءَ ٱلسَّحَرَةُ فِرْعَوْنَ قَالُوٓا۟ إِنَّ لَنَا لَأَجْرًا إِن كُنَّا نَحْنُ ٱلْغَـٰلِبِينَ

    Wa-jaaaʹas saḥaratu Firʻawna q̣aalooo ʹinna lanaa laʹajran ʹiñ kunnaa naḥnul g̣aalibeen.

    Dan para penyihir datang kepada Fir'aun. Mereka berkata, "(Apakah) kami akan mendapat imbalan, jika kami menang?"

  28. 7:114

    قَالَ نَعَمْ وَإِنَّكُمْ لَمِنَ ٱلْمُقَرَّبِينَ

    Q̣aala naʻam wa-ʹinnakum laminal muq̣arrabeen.

    Dia (Fir'aun) menjawab, "Ya, bahkan kamu pasti termasuk orang-orang yang dekat (kepadaku)."

  29. 7:115

    قَالُوا۟ يَـٰمُوسَىٰٓ إِمَّآ أَن تُلْقِىَ وَإِمَّآ أَن نَّكُونَ نَحْنُ ٱلْمُلْقِينَ

    Q̣aaloo yaa-Moosaaa ʹimmaaa ʹañ tulq̣iya wa-ʹimmaaa ʹan nakoona naḥnul mulq̣een?

    Mereka (para penyihir) berkata, "Wahai Musa! Engkaukah yang akan melemparkan lebih dahulu, atau kami yang melemparkan?"

  30. 7:116

    قَالَ أَلْقُوا۟ ۖ فَلَمَّآ أَلْقَوْا۟ سَحَرُوٓا۟ أَعْيُنَ ٱلنَّاسِ وَٱسْتَرْهَبُوهُمْ وَجَآءُو بِسِحْرٍ عَظِيمٍ

    Q̣aala ʹalq̣oo. Falammaaa ʹalq̣aw saḥarooo ʹaʻyunan naasi wastarhaboohum wa-jaaaʹoo bisiḥrin ʻaz̤̣eem.

    Dia (Musa) menjawab, "Lemparkanlah (lebih dahulu)!" Maka setelah mereka melemparkan, mereka menyihir mata orang banyak dan menjadikan orang banyak itu takut, karena mereka memperlihatkan sihir yang hebat (menakjubkan).

  31. 7:117

    ۞ وَأَوْحَيْنَآ إِلَىٰ مُوسَىٰٓ أَنْ أَلْقِ عَصَاكَ ۖ فَإِذَا هِىَ تَلْقَفُ مَا يَأْفِكُونَ

    Wa-ʹawḥaynaaa ʹilaa Moosaaa ʹan ʹalq̣i ʻAṣaak: faʹiẓaa hiya talq̣afu maa- yaʹfikoon!

    Dan Kami wahyukan kepada Musa, "Lemparkanlah tongkatmu!" Maka tiba-tiba ia menelan (habis) segala kepalsuan mereka.

  32. 7:118

    فَوَقَعَ ٱلْحَقُّ وَبَطَلَ مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ

    Fawaq̣aʻal ḥaq̣q̣u wabaṭala maa- kaanoo yaʻmaloon.

    Maka terbuktilah kebenaran, dan segala yang mereka kerjakan jadi sia-sia.

  33. 7:119

    فَغُلِبُوا۟ هُنَالِكَ وَٱنقَلَبُوا۟ صَـٰغِرِينَ

    Fag̣uliboo hunaalika wañq̣alaboo ṣaag̣ireen.

    Maka mereka dikalahkan di tempat itu dan jadilah mereka orang-orang yang hina.

  34. 7:120

    وَأُلْقِىَ ٱلسَّحَرَةُ سَـٰجِدِينَ

    Wa-ʹulq̣iyas saḥaratu saajideen,

    Dan para penyihir itu serta merta menjatuhkan diri dengan bersujud,

  35. 7:121

    قَالُوٓا۟ ءَامَنَّا بِرَبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ

    Q̣aalooo ʹaamannaa bi-Rabbil ʻAalameen.

    mereka berkata, "Kami beriman kepada Tuhan seluruh alam,

  36. 7:122

    رَبِّ مُوسَىٰ وَهَـٰرُونَ

    Rabbi Moosaa wa-Haaroon.

    (yaitu) Tuhannya Musa dan Harun."

  37. 7:123

    قَالَ فِرْعَوْنُ ءَامَنتُم بِهِۦ قَبْلَ أَنْ ءَاذَنَ لَكُمْ ۖ إِنَّ هَـٰذَا لَمَكْرٌ مَّكَرْتُمُوهُ فِى ٱلْمَدِينَةِ لِتُخْرِجُوا۟ مِنْهَآ أَهْلَهَا ۖ فَسَوْفَ تَعْلَمُونَ

    Q̣aala Firʻawnu ʹaamañtum̃ bihee q̣abla ʹan ʹaaẓana lakum? ʹInna haaẓaa lamakrum makartumoohu fil Madeenati litukhrijoo minhaaa ʹahlahaa: fasawfa taʻlamoon.

    Fir'aun berkata, "Mengapa kamu beriman kepadanya sebelum aku memberi izin kepadamu? Sesungguhnya ini benar-benar tipu muslihat yang telah kamu rencanakan di kota ini, untuk mengusir penduduknya. Kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu ini).

  38. 7:124

    لَأُقَطِّعَنَّ أَيْدِيَكُمْ وَأَرْجُلَكُم مِّنْ خِلَـٰفٍ ثُمَّ لَأُصَلِّبَنَّكُمْ أَجْمَعِينَ

    Laʹuq̣aṭṭiʻanna ʹaydiyakum wa-ʹarjulakum min khilaafiñ s̤umma laʹuṣallibannakum ʹajmaʻeen.

    Pasti akan aku potong tangan dan kakimu dengan bersilang (tangan kanan dan kaki kiri atau sebaliknya), kemudian aku akan menyalib kamu semua."

  39. 7:125

    قَالُوٓا۟ إِنَّآ إِلَىٰ رَبِّنَا مُنقَلِبُونَ

    Q̣aalooo ʹinnaaa ʹilaa Rabbinaa muñq̣aliboon:

    Mereka (para penyihir) menjawab, "Sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami.

  40. 7:126

    وَمَا تَنقِمُ مِنَّآ إِلَّآ أَنْ ءَامَنَّا بِـَٔايَـٰتِ رَبِّنَا لَمَّا جَآءَتْنَا ۚ رَبَّنَآ أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَتَوَفَّنَا مُسْلِمِينَ

    Wa-maa tañq̣imu minnaaa ʹillaaa ʹan ʹaamannaa biʹAayaati Rabbinaa lammaa jaaaʹatnaa! Rabbanaaa ʹafrig̣ ʻalaynaa ṣabrañw watawaffanaa Muslimeen!

    Dan engkau tidak melakukan balas dendam kepada kami, melainkan karena kami beriman kepada ayat-ayat Tuhan kami ketika ayat-ayat itu datang kepada kami." (Mereka berdoa), "Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan matikanlah kami dalam keadaan muslim (berserah diri kepada-Mu)."

  41. 7:127

    وَقَالَ ٱلْمَلَأُ مِن قَوْمِ فِرْعَوْنَ أَتَذَرُ مُوسَىٰ وَقَوْمَهُۥ لِيُفْسِدُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ وَيَذَرَكَ وَءَالِهَتَكَ ۚ قَالَ سَنُقَتِّلُ أَبْنَآءَهُمْ وَنَسْتَحْىِۦ نِسَآءَهُمْ وَإِنَّا فَوْقَهُمْ قَـٰهِرُونَ

    Wa-q̣aalal malaʹu miñ q̣awmi Firʻawna ʹataẓaru Moosaa wa-q̣awmahoo liyufsidoo fil ʹarḍi wa-yaẓaraka wa-ʹaalihatak? Q̣aala sanuq̣attilu ʹabnaaaʹahum wa-nastaḥyee nisaaaʹahum; wa-ʹinnaa fawq̣ahum q̣aahiroon.

    Dan para pemuka dari kaum Fir'aun berkata, "Apakah engkau akan membiarkan Musa dan kaumnya untuk berbuat kerusakan di negeri ini (Mesir) dan meninggalkanmu dan tuhan-tuhanmu?" (Fir'aun) menjawab, "Akan kita bunuh anak-anak laki-laki mereka dan kita biarkan hidup anak-anak perempuan mereka dan sesungguhnya kita berkuasa penuh atas mereka."

  42. 7:128

    قَالَ مُوسَىٰ لِقَوْمِهِ ٱسْتَعِينُوا۟ بِٱللَّهِ وَٱصْبِرُوٓا۟ ۖ إِنَّ ٱلْأَرْضَ لِلَّهِ يُورِثُهَا مَن يَشَآءُ مِنْ عِبَادِهِۦ ۖ وَٱلْعَـٰقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ

    Q̣aala Moosaa liq̣awmihis taʻeenoo billaahi waṣbiroo. ʹInnal ʹarḍa lillaahi yooris̤uhaa mañy yashaaaʹu min ʻibaadih; wal-ʻaaq̣ibatu lil-Muttaq̣een.

    Musa berkata kepada kaumnya, "Mohonlah pertolongan kepada Allah dan bersabarlah. Sesungguhnya bumi (ini) milik Allah; diwariskan-Nya kepada siapa saja yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. Dan kesudahan (yang baik) adalah bagi orang-orang yang bertakwa."

  43. 7:129

    قَالُوٓا۟ أُوذِينَا مِن قَبْلِ أَن تَأْتِيَنَا وَمِنۢ بَعْدِ مَا جِئْتَنَا ۚ قَالَ عَسَىٰ رَبُّكُمْ أَن يُهْلِكَ عَدُوَّكُمْ وَيَسْتَخْلِفَكُمْ فِى ٱلْأَرْضِ فَيَنظُرَ كَيْفَ تَعْمَلُونَ

    Q̣aalooo ʹooẓeenaa miñ q̣abli ʹañ taʹtiyanaa wa-mim baʻdi maa- jiʹtanaa. Q̣aala ʻasaa Rabbukum ʹañy yuhlika ʻaduwwakum wa-yastakhlifakum fil ʹarḍi fayañz̤̣ura kayfa taʻmaloon.

    Mereka (kaum Musa) berkata, "Kami telah ditindas (oleh Fir'aun) sebelum engkau datang kepada kami dan setelah engkau datang." (Musa) menjawab, "Mudah-mudahan Tuhanmu membinasakan musuhmu dan menjadikan kamu khalifah di bumi; maka Dia akan melihat bagaimana perbuatanmu."

  44. 7:130

    وَلَقَدْ أَخَذْنَآ ءَالَ فِرْعَوْنَ بِٱلسِّنِينَ وَنَقْصٍ مِّنَ ٱلثَّمَرَٰتِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ

    Wa-laq̣ad ʹakhaẓnaaa ʹaala Firʻawna bis-sineena wa-naq̣ṣim minas̤ s̤amaraati laʻallahum yaẓẓakkaroon.

    Dan sungguh, Kami telah menghukum Fir'aun dan kaumnya dengan (mendatangkan musim kemarau) bertahun-tahun dan kekurangan buah-buahan, agar mereka mengambil pelajaran.

  45. 7:131

    فَإِذَا جَآءَتْهُمُ ٱلْحَسَنَةُ قَالُوا۟ لَنَا هَـٰذِهِۦ ۖ وَإِن تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ يَطَّيَّرُوا۟ بِمُوسَىٰ وَمَن مَّعَهُۥٓ ۗ أَلَآ إِنَّمَا طَـٰٓئِرُهُمْ عِندَ ٱللَّهِ وَلَـٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ

    Faʹiẓaa jaaaʹathumul ḥasanatu q̣aaloo lanaa ḥaazih: wa-ʹiñ tuṣibhum sayyiʹatuñy yaṭṭayyaroo bi-Moosaa wa-mam maʻah. ʹAlaaa ʹinnamaa ṭaaaʹiruhum ʻiñdal laahi wa-laakinna ʹaks̤arahum laa- yaʻlamoon!

    Kemudian apabila kebaikan (kemakmuran) datang kepada mereka, mereka berkata, "Ini adalah karena (usaha) kami." Dan jika mereka ditimpa kesusahan, mereka lemparkan sebab kesialan itu kepada Musa dan pengikutnya. Ketahuilah, sesungguhnya nasib mereka di tangan Allah, namun kebanyakan mereka tidak mengetahui.

  46. 7:132

    وَقَالُوا۟ مَهْمَا تَأْتِنَا بِهِۦ مِنْ ءَايَةٍ لِّتَسْحَرَنَا بِهَا فَمَا نَحْنُ لَكَ بِمُؤْمِنِينَ

    Wa-q̣aaloo mahmaa taʹtinaa bihee min ʹAayatil litasḥaranaa bihaa famaa naḥnu laka bi-Muʹmineen.

    Dan mereka berkata (kepada Musa), "Bukti apa pun yang engkau bawa kepada kami untuk menyihir kami, kami tidak akan beriman kepadamu."

  47. 7:133

    فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمُ ٱلطُّوفَانَ وَٱلْجَرَادَ وَٱلْقُمَّلَ وَٱلضَّفَادِعَ وَٱلدَّمَ ءَايَـٰتٍ مُّفَصَّلَـٰتٍ فَٱسْتَكْبَرُوا۟ وَكَانُوا۟ قَوْمًا مُّجْرِمِينَ

    Faʹarsalnaa ʻalayhimuṭ Ṭoofaana wal-Jaraada wal-Q̣ummala waḍ-Ḍafaadiʻa wad-Dama ʹaayaatim mufaṣṣalaat. Fastakbaroo wa-kaanoo q̣awmam mujrimeen.

    Maka Kami kirimkan kepada mereka topan, belalang, kutu, katak dan darah (air minum berubah menjadi darah) sebagai bukti-bukti yang jelas, tetapi mereka tetap menyombongkan diri dan mereka adalah kaum yang berdosa.

  48. 7:134

    وَلَمَّا وَقَعَ عَلَيْهِمُ ٱلرِّجْزُ قَالُوا۟ يَـٰمُوسَى ٱدْعُ لَنَا رَبَّكَ بِمَا عَهِدَ عِندَكَ ۖ لَئِن كَشَفْتَ عَنَّا ٱلرِّجْزَ لَنُؤْمِنَنَّ لَكَ وَلَنُرْسِلَنَّ مَعَكَ بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ

    Wa-lammaa waq̣aʻa ʻalayhimur rijzu q̣aaloo yaa-Moosad ʻu lanaa Rabbaka bimaa ʻahida ʻiñdaka laʹiñ kashafta ʻannar rijza lanuʹminanna laka wa-lanursilanna maʻaka Baneee ʹIsraaaʹeel.

    Dan ketika mereka ditimpa azab (yang telah diterangkan itu) mereka pun berkata, "Wahai Musa! Mohonkanlah untuk kami kepada Tuhanmu sesuai dengan janji-Nya kepadamu. Jika engkau dapat menghilangkan azab itu dari kami, niscaya kami akan beriman kepadamu dan pasti akan kami biarkan Bani Israil pergi bersamamu."

  49. 7:135

    فَلَمَّا كَشَفْنَا عَنْهُمُ ٱلرِّجْزَ إِلَىٰٓ أَجَلٍ هُم بَـٰلِغُوهُ إِذَا هُمْ يَنكُثُونَ

    Falammaa kashafnaa ʻanhumur rijza ʹilaaa ʹajalin hum̃ baalig̣oohu ʹiẓaa hum yañkus̤oon!

    Tetapi setelah Kami hilangkan azab itu dari mereka hingga batas waktu yang harus mereka penuhi ternyata mereka ingkar janji.

  50. 7:136

    فَٱنتَقَمْنَا مِنْهُمْ فَأَغْرَقْنَـٰهُمْ فِى ٱلْيَمِّ بِأَنَّهُمْ كَذَّبُوا۟ بِـَٔايَـٰتِنَا وَكَانُوا۟ عَنْهَا غَـٰفِلِينَ

    Fañtaq̣amnaa minhum faʹag̣raq̣naahum fil yammi biʹannahum kaẓẓaboo biʹAayaatinaa wa-kaanoo ʻanhaa g̣aafileen.

    Maka Kami hukum sebagian di antara mereka, lalu Kami tenggelamkan mereka di laut karena mereka telah mendustakan ayat-ayat Kami dan melalaikan ayat-ayat Kami.

  51. 7:137

    وَأَوْرَثْنَا ٱلْقَوْمَ ٱلَّذِينَ كَانُوا۟ يُسْتَضْعَفُونَ مَشَـٰرِقَ ٱلْأَرْضِ وَمَغَـٰرِبَهَا ٱلَّتِى بَـٰرَكْنَا فِيهَا ۖ وَتَمَّتْ كَلِمَتُ رَبِّكَ ٱلْحُسْنَىٰ عَلَىٰ بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ بِمَا صَبَرُوا۟ ۖ وَدَمَّرْنَا مَا كَانَ يَصْنَعُ فِرْعَوْنُ وَقَوْمُهُۥ وَمَا كَانُوا۟ يَعْرِشُونَ

    Wa-ʹawras̤nal q̣awmal laẓeena kaanoo yustaḍʻafoona mashaariq̣al ʹarḍi wa-mag̣aari-bahal latee baaraknaa feehaa. Watammat Kalimatu Rabbikal ḥusnaa ʻalaa Baneee ʹIsraaaʹeela bimaa ṣabaroo; wadammarnaa maa- kaana yaṣnaʻu Firʻawnu wa-q̣awmuhoo wa-maa kaanoo yaʻrishoon.

    Dan Kami wariskan kepada kaum yang tertindas itu, bumi bagian timur dan bagian baratnya yang telah Kami berkahi. Dan telah sempurnalah firman Tuhanmu yang baik itu (sebagai janji) untuk Bani Israil disebabkan kesabaran mereka. Dan Kami hancurkan apa yang telah dibuat Fir'aun dan kaumnya dan apa yang telah mereka bangun.

  52. 7:138

    وَجَـٰوَزْنَا بِبَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ ٱلْبَحْرَ فَأَتَوْا۟ عَلَىٰ قَوْمٍ يَعْكُفُونَ عَلَىٰٓ أَصْنَامٍ لَّهُمْ ۚ قَالُوا۟ يَـٰمُوسَى ٱجْعَل لَّنَآ إِلَـٰهًا كَمَا لَهُمْ ءَالِهَةٌ ۚ قَالَ إِنَّكُمْ قَوْمٌ تَجْهَلُونَ

    Wa-jaawaznaa bi-Baneee ʹIsraaaʹeelal baḥra faʹataw ʻalaa q̣awmiñy yaʻkufoona ʻalaaa ʹaṣnaamil lahum. Q̣aaloo yaa-Moosaj ʻal lanaaa ʹilaahañ kamaa lahum ʹaalihah. Q̣aala ʹinnakum q̣awmuñ tajhaloon.

    Dan Kami selamatkan Bani Israil menyeberangi laut itu (bagian utara dari Laut Merah). Ketika mereka sampai kepada suatu kaum yang tetap menyembah berhala, mereka (Bani israil) berkata, "Wahai Musa! Buatlah untuk kami satu tuhan (berhala) sebagaimana mereka mempunyai beberapa tuhan (berhala)." (Musa) menjawab, "Sungguh, kamu orang-orang yang bodoh."

  53. 7:139

    إِنَّ هَـٰٓؤُلَآءِ مُتَبَّرٌ مَّا هُمْ فِيهِ وَبَـٰطِلٌ مَّا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ

    ʹInna haaaʹulaaaʹi mutabbarum maa hum feehi wa-baaṭilum maa kaanoo yaʻmaloon.

    Sesungguhnya mereka akan dihancurkan (oleh kepercayaan) yang dianutnya dan akan sia-sia apa yang telah mereka kerjakan.

  54. 7:140

    قَالَ أَغَيْرَ ٱللَّهِ أَبْغِيكُمْ إِلَـٰهًا وَهُوَ فَضَّلَكُمْ عَلَى ٱلْعَـٰلَمِينَ

    Q̣aala ʹa-g̣ayral laahi ʹabg̣eekum ʹilaahañw Wa-Huwa faḍḍalakum ʻalal ʻaalameen?

    Dia (Musa) berkata, "Pantaskah aku mencari tuhan untukmu selain Allah, padahal Dia yang telah melebihkan kamu atas segala umat (pada masa itu).

  55. 7:141

    وَإِذْ أَنجَيْنَـٰكُم مِّنْ ءَالِ فِرْعَوْنَ يَسُومُونَكُمْ سُوٓءَ ٱلْعَذَابِ ۖ يُقَتِّلُونَ أَبْنَآءَكُمْ وَيَسْتَحْيُونَ نِسَآءَكُمْ ۚ وَفِى ذَٰلِكُم بَلَآءٌ مِّن رَّبِّكُمْ عَظِيمٌ

    Wa-ʹiẓ ʹañjaynaakum min ʹAali Firʻawna yasoomoonakum soooʹal ʻaẓaabi, yuq̣attiloona ʹabnaaaʹakum wa-yastaḥyoona nisaaaʹakum: wa-fee ẓaalikum balaaaʹum mir Rabbikum ʻaz̤̣eem.

    Dan (ingatlah Wahai Bani Israil) ketika Kami menyelamatkan kamu dari (Fir'aun) dan kaumnya, yang menyiksa kamu dengan siksaan yang sangat berat, mereka membunuh anak-anak laki-lakimu dan membiarkan hidup anak-anak perempuanmu. Dan itu merupakan cobaan yang besar dari Tuhanmu.

  56. 7:142

    ۞ وَوَٰعَدْنَا مُوسَىٰ ثَلَـٰثِينَ لَيْلَةً وَأَتْمَمْنَـٰهَا بِعَشْرٍ فَتَمَّ مِيقَـٰتُ رَبِّهِۦٓ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً ۚ وَقَالَ مُوسَىٰ لِأَخِيهِ هَـٰرُونَ ٱخْلُفْنِى فِى قَوْمِى وَأَصْلِحْ وَلَا تَتَّبِعْ سَبِيلَ ٱلْمُفْسِدِينَ

    Wa-waaʻadnaa Moosaa s̤alaas̤eena laylatañw waʹatmamnaahaa biʻashriñ fatamma meeq̣aatu Rabbiheee ʹarbaʻeena laylah. Wa-q̣aala Moosaa liʹakheehi Haaroonakh lufnee fee q̣awmee wa-ʹaṣliḥ wa-laa tattabiʻ sabeelal mufsideen.

    Dan Kami telah menjanjikan kepada Musa (memberikan Taurat) tiga puluh malam, dan Kami sempurnakan jumlah malam itu dengan sepuluh (malam lagi), maka sempurnalah waktu yang telah ditentukan Tuhannya empat puluh malam. Dan Musa berkata kepada saudaranya (yaitu) Harun, "Gantikanlah aku dalam (memimpin) kaumku, dan perbaikilah (dirimu dan kaummu), dan janganlah engkau mengikuti jalan orang-orang yang berbuat kerusakan."

  57. 7:143

    وَلَمَّا جَآءَ مُوسَىٰ لِمِيقَـٰتِنَا وَكَلَّمَهُۥ رَبُّهُۥ قَالَ رَبِّ أَرِنِىٓ أَنظُرْ إِلَيْكَ ۚ قَالَ لَن تَرَىٰنِى وَلَـٰكِنِ ٱنظُرْ إِلَى ٱلْجَبَلِ فَإِنِ ٱسْتَقَرَّ مَكَانَهُۥ فَسَوْفَ تَرَىٰنِى ۚ فَلَمَّا تَجَلَّىٰ رَبُّهُۥ لِلْجَبَلِ جَعَلَهُۥ دَكًّا وَخَرَّ مُوسَىٰ صَعِقًا ۚ فَلَمَّآ أَفَاقَ قَالَ سُبْحَـٰنَكَ تُبْتُ إِلَيْكَ وَأَنَا۠ أَوَّلُ ٱلْمُؤْمِنِينَ

    Wa-lammaa jaaaʹa Moosaa limeeq̣aatinaa wa-kallamahoo Rabbuhoo q̣aala Rabbi ʹarineee ʹañz̤̣ur ʹilayk. Q̣aala lañ taraanee wa-laakiniñ z̤̣ur ʹilal jabali faʹinis taq̣arra makaanahoo fasawfa taraanee. Falammaa tajallaa Rabbuhoo lil-Jabali jaʻalahoo dakkañw wakharra Moosaa ṣaʻiq̣aa. Falammaaa ʹafaaq̣a q̣aala Subḥaanaka tubtu ʹilayka wa-ʹana ʹawwalul Muʹmineen.

    Dan ketika Musa datang untuk (munajat) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya, (Musa) berkata, "Ya Tuhanku, tampakkanlah (diri-Mu) kepadaku agar aku dapat melihat Engkau." (Allah) berfirman, "Engkau tidak akan (sanggup) melihat-Ku, namun lihatlah ke gunung itu, jika ia tetap di tempatnya (sebagai sediakala) niscaya engkau dapat melihat-Ku." Maka ketika Tuhannya menampakkan (keagungan-Nya) kepada gunung itu, gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan. Setelah Musa sadar, dia berkata, " Mahasuci Engkau, aku bertobat kepada Engkau dan aku adalah orang yang pertama-tama beriman."

  58. 7:144

    قَالَ يَـٰمُوسَىٰٓ إِنِّى ٱصْطَفَيْتُكَ عَلَى ٱلنَّاسِ بِرِسَـٰلَـٰتِى وَبِكَلَـٰمِى فَخُذْ مَآ ءَاتَيْتُكَ وَكُن مِّنَ ٱلشَّـٰكِرِينَ

    Q̣aala yaa-Moosaaa ʹinniṣ ṭafaytuka ʻalan naasi bi-Risaalaatee wa-bi-Kalaamee fakhuẓ maaa ʹaataytuka wa-kum minash shaakireen.

    (Allah) berfirman, "Wahai Musa! Sesungguhnya Aku memilih (melebihkan) engkau dari manusia yang lain (pada masamu) untuk membawa risalah-Ku dan firman-Ku, sebab itu berpegangteguhlah kepada apa yang Aku berikan kepadamu dan hendaklah engkau termasuk orang-orang yang bersyukur."

  59. 7:145

    وَكَتَبْنَا لَهُۥ فِى ٱلْأَلْوَاحِ مِن كُلِّ شَىْءٍ مَّوْعِظَةً وَتَفْصِيلًا لِّكُلِّ شَىْءٍ فَخُذْهَا بِقُوَّةٍ وَأْمُرْ قَوْمَكَ يَأْخُذُوا۟ بِأَحْسَنِهَا ۚ سَأُو۟رِيكُمْ دَارَ ٱلْفَـٰسِقِينَ

    Wa-katabnaa lahoo fil ʹAlwaaḥi miñ kulli shayʹim mawʻiz̤̣a watafṣeelal likulli shayʹ: fakhuzhaa biq̣uwwatiñw waʹmur q̣awmaka yaʹkhuẓoo biʹaḥsanihaa: saʹureekum, daaral faasiq̣een.

    Dan telah Kami tuliskan untuk Musa pada lauh-lauh (Taurat) segala sesuatu sebagai pelajaran dan penjelasan untuk segala hal; maka (Kami berfirman), "Berpegangteguhlah kepadanya dan suruhlah kaummu berpegang kepadanya dan sebaik-baiknya, Aku akan memperlihatkan kepadamu negeri orang-orang fasik."

  60. 7:146

    سَأَصْرِفُ عَنْ ءَايَـٰتِىَ ٱلَّذِينَ يَتَكَبَّرُونَ فِى ٱلْأَرْضِ بِغَيْرِ ٱلْحَقِّ وَإِن يَرَوْا۟ كُلَّ ءَايَةٍ لَّا يُؤْمِنُوا۟ بِهَا وَإِن يَرَوْا۟ سَبِيلَ ٱلرُّشْدِ لَا يَتَّخِذُوهُ سَبِيلًا وَإِن يَرَوْا۟ سَبِيلَ ٱلْغَىِّ يَتَّخِذُوهُ سَبِيلًا ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ كَذَّبُوا۟ بِـَٔايَـٰتِنَا وَكَانُوا۟ عَنْهَا غَـٰفِلِينَ

    Saʹaṣrifu ʻan ʹAayaatiyal laẓeena yatakabbaroona fil ʹarḍi big̣ayril ḥaq̣q̣: wa-ʹiñy yaraw kulla ʹAayatil laa yuʹminoo bihaa; wa-ʹiñy yaraw sabeelar rushdi laa- yattakhiẓoohu Sabeelaa: wa-ʹiñy yaraw sabeelal g̣ayyi yattakhiẓoohu Sabeelaa. Ẓaalika biʹannahum kaẓẓaboo biʹAayaatinaa wa-kaanoo ʻanhaa g̣aafileen.

    Akan Aku palingkan dari tanda-tanda (kekuasaan-Ku) orang-orang yang menyombongkan diri di bumi tanpa alasan yang benar. Kalaupun mereka melihat setiap tanda (kekuasaan-Ku) mereka tetap tidak akan beriman kepadanya. Dan jika mereka melihat jalan yang membawa kepada petunjuk, mereka tidak (akan) menempuhnya, tetapi jika mereka melihat jalan kesesatan, mereka menempuhnya. Yang demikian adalah karena mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka selalu lengah terhadapnya.

  61. 7:147

    وَٱلَّذِينَ كَذَّبُوا۟ بِـَٔايَـٰتِنَا وَلِقَآءِ ٱلْـَٔاخِرَةِ حَبِطَتْ أَعْمَـٰلُهُمْ ۚ هَلْ يُجْزَوْنَ إِلَّا مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ

    Wallaẓeena kaẓẓaboo biʹAayaatinaa wa-Liq̣aaaʹil ʹAakhirati ḥabiṭat ʹaʻmaaluhum. Hal yujzawna ʹillaa maa- kaanoo yaʻmaloon?

    Dan orang-orang yang mendustakan tanda-tanda (kekuasaan) Kami dan (mendustakan) adanya pertemuan akhirat, sia-sialah amal mereka. Mereka diberi balasan sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.

  62. 7:148

    وَٱتَّخَذَ قَوْمُ مُوسَىٰ مِنۢ بَعْدِهِۦ مِنْ حُلِيِّهِمْ عِجْلًا جَسَدًا لَّهُۥ خُوَارٌ ۚ أَلَمْ يَرَوْا۟ أَنَّهُۥ لَا يُكَلِّمُهُمْ وَلَا يَهْدِيهِمْ سَبِيلًا ۘ ٱتَّخَذُوهُ وَكَانُوا۟ ظَـٰلِمِينَ

    Wattakhaẓa q̣awmu Moosaa mim baʻdihee min ḥuliyyihim ʻijlañ jasadal lahoo khuwaar. ʹAlam yaraw ʹannahoo laa- yukallimuhum wa-laa yahdeehim Sabeelaa? ʹItta-Khaẓoohu wa-kaanoo z̤̣aalimeen.

    Dan kaum Musa, setelah kepergian (Musa ke Gunung Sinai), mereka membuat patung anak sapi yang bertubuh dan dapat melenguh (bersuara) dari perhiasan (emas). Apakah mereka tidak mengetahui bahwa (patung) anak sapi itu tidak dapat berbicara dengan mereka dan tidak dapat (pula) menunjukkan jalan kepada mereka? Mereka menjadikannya (sebagai sembahan). Mereka adalah orang-orang yang zalim.

  63. 7:149

    وَلَمَّا سُقِطَ فِىٓ أَيْدِيهِمْ وَرَأَوْا۟ أَنَّهُمْ قَدْ ضَلُّوا۟ قَالُوا۟ لَئِن لَّمْ يَرْحَمْنَا رَبُّنَا وَيَغْفِرْ لَنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ ٱلْخَـٰسِرِينَ

    Wa-lammaa suq̣iṭa feee ʹaydeehim wa-ra ʹawʹannahum q̣ad ḍalloo q̣aaloo laʹil lam yarḥamnaa Rabbunaa wa-yag̣fir lanaa lanakoonanna minal khaasireen.

    Dan setelah mereka menyesali perbuatannya dan mengetahui bahwa telah sesat, mereka pun berkata, "Sungguh, jika Tuhan kami tidak memberi rahmat kepada kami dan tidak mengampuni kami, pastilah kami menjadi orang-orang yang rugi."

  64. 7:150

    وَلَمَّا رَجَعَ مُوسَىٰٓ إِلَىٰ قَوْمِهِۦ غَضْبَـٰنَ أَسِفًا قَالَ بِئْسَمَا خَلَفْتُمُونِى مِنۢ بَعْدِىٓ ۖ أَعَجِلْتُمْ أَمْرَ رَبِّكُمْ ۖ وَأَلْقَى ٱلْأَلْوَاحَ وَأَخَذَ بِرَأْسِ أَخِيهِ يَجُرُّهُۥٓ إِلَيْهِ ۚ قَالَ ٱبْنَ أُمَّ إِنَّ ٱلْقَوْمَ ٱسْتَضْعَفُونِى وَكَادُوا۟ يَقْتُلُونَنِى فَلَا تُشْمِتْ بِىَ ٱلْأَعْدَآءَ وَلَا تَجْعَلْنِى مَعَ ٱلْقَوْمِ ٱلظَّـٰلِمِينَ

    Wa-lammaa rajaʻa Moosaaa ʹilaa q̣awmihee g̣aḍbaana ʹasifañ q̣aala biʹsamaa khalaftumoonee mim baʻdee. ʹA-ʻajiltum ʹamra rabbikum? Wa-ʹalq̣al ʹAlwaaḥa wa-ʹakhaẓa biraʹsi akheehi yajurruhooo ʹilayh. Q̣aalab na umma ʹinnal q̣awmas taḍʻafoonee wa-kaadoo yaq̣tuloonanee. Falaa tushmit biyal ʹaʻdaaaʹa wa-laa tajʻalnee maʻal q̣awmiz̤̣ z̤̣aalimeen.

    Dan ketika Musa telah kembali kepada kaumnya, dengan marah dan sedih hati dia berkata, "Alangkah buruknya perbuatan yang kamu kerjakan selama kepergianku! Apakah kamu hendak mendahului janji Tuhanmu?" Musa pun melemparkan lauh-lauh (Taurat) itu dan memegang kepala saudaranya (Harun) sambil menarik ke arahnya. (Harun) berkata, "Wahai anak ibuku! Kaum ini telah menganggapku lemah dan hampir saja mereka membunuhku, sebab itu janganlah engkau menjadikan musuh-musuh bergembira melihat kemalanganku, dan janganlah engkau jadikan aku sebagai orang-orang yang zalim."

  65. 7:151

    قَالَ رَبِّ ٱغْفِرْ لِى وَلِأَخِى وَأَدْخِلْنَا فِى رَحْمَتِكَ ۖ وَأَنتَ أَرْحَمُ ٱلرَّٰحِمِينَ

    Q̣aala Rabbig̣ fir lee wa-liʹakhee wa-ʹadkhilnaa fee Raḥmatika wa-ʹAñta ʹArḥamur raaḥimeen!

    Dia (Musa) berdoa, "Ya Tuhanku, ampunilah aku dan saudaraku dan masukkanlah kami ke dalam rahmat Engkau, dan Engkau adalah Maha Penyayang dari semua penyayang."

  66. 7:152

    إِنَّ ٱلَّذِينَ ٱتَّخَذُوا۟ ٱلْعِجْلَ سَيَنَالُهُمْ غَضَبٌ مِّن رَّبِّهِمْ وَذِلَّةٌ فِى ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ۚ وَكَذَٰلِكَ نَجْزِى ٱلْمُفْتَرِينَ

    ʹInnal laẓeenat takhaẓul ʻijlasa yanaaluhum g̣aḍabum mir Rabbihim waẓillatuñ fil ḥayaatid dunyaa: wa-kaẓaalika najzil muftareen.

    Sesungguhnya orang-orang yang menjadikan (patung) anak sapi (sebagai sembahannya), kelak akan menerima kemurkaan dari Tuhan mereka dan kehinaan dalam kehidupan di dunia. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat kebohongan.

  67. 7:153

    وَٱلَّذِينَ عَمِلُوا۟ ٱلسَّيِّـَٔاتِ ثُمَّ تَابُوا۟ مِنۢ بَعْدِهَا وَءَامَنُوٓا۟ إِنَّ رَبَّكَ مِنۢ بَعْدِهَا لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ

    Wallaẓeena ʻamilus sayyiʹaati s̤umma taaboo mim baʻdihaa wa-ʹaamanooo ʹinna Rabbaka mim baʻdihaa la-G̣afoorur Raḥeem.

    Dan orang-orang yang telah mengerjakan kejahatan, kemudian bertobat dan beriman niscaya setelah itu Tuhanmu Maha Pengampun, Maha Penyayang.

  68. 7:154

    وَلَمَّا سَكَتَ عَن مُّوسَى ٱلْغَضَبُ أَخَذَ ٱلْأَلْوَاحَ ۖ وَفِى نُسْخَتِهَا هُدًى وَرَحْمَةٌ لِّلَّذِينَ هُمْ لِرَبِّهِمْ يَرْهَبُونَ

    Wa-lammaa sakata ʻam Moosal g̣aḍabu ʹakhaẓal ʹAlwaaḥa wa-fee nuskhatihaa Hudañw Wa-Raḥmatul lil-laẓeena hum li-Rabbihim yarhaboon.

    Dan setelah amarah Musa mereda, diambilnya (kembali) lauh-lauh (Taurat) itu, di dalam tulisannya terdapat petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang takut kepada Tuhannya.

  69. 7:155

    وَٱخْتَارَ مُوسَىٰ قَوْمَهُۥ سَبْعِينَ رَجُلًا لِّمِيقَـٰتِنَا ۖ فَلَمَّآ أَخَذَتْهُمُ ٱلرَّجْفَةُ قَالَ رَبِّ لَوْ شِئْتَ أَهْلَكْتَهُم مِّن قَبْلُ وَإِيَّـٰىَ ۖ أَتُهْلِكُنَا بِمَا فَعَلَ ٱلسُّفَهَآءُ مِنَّآ ۖ إِنْ هِىَ إِلَّا فِتْنَتُكَ تُضِلُّ بِهَا مَن تَشَآءُ وَتَهْدِى مَن تَشَآءُ ۖ أَنتَ وَلِيُّنَا فَٱغْفِرْ لَنَا وَٱرْحَمْنَا ۖ وَأَنتَ خَيْرُ ٱلْغَـٰفِرِينَ

    Wakhtaara Moosaa q̣awmahoo sabʻeena rajulal li-Meeq̣aatinaa: falammaaa ʹakhaẓathumur rajfatu q̣aala Rabbi law shiʹta ʹahlaktahum miñ q̣ablu wa-ʹiyyaay. ʹA-tuhlikunaa bimaa faʻalas sufahaaaʹu minnaa? ʹIn hiya ʹillaa fitnatuk. Tuḍillu bihaa mañ tashaaaʹu wa-tahdee mañ tashaaaʹ. ʹAñta Waliyyunaa fag̣fir lanaa warḥamnaa wa-ʹAñta Khayrul g̣aafireen.

    Dan Musa memilih tujuh puluh orang dari kaumnya untuk (memohon tobat kepada Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan. Ketika mereka ditimpa gempa bumi, Musa berkata, "Ya Tuhanku, jika Engkau kehendaki, tentulah Engkau binasakan mereka dan aku sebelum ini. Apakah Engkau akan membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang kurang berakal di antara kami? Itu hanyalah cobaan dari-Mu, Engkau sesatkan dengan cobaan itu siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau beri petunjuk kepada siapa yang Engkau kehendaki. Engkaulah pemimpin kami, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat. Engkaulah Pemberi ampun yang terbaik."

  70. 7:156

    ۞ وَٱكْتُبْ لَنَا فِى هَـٰذِهِ ٱلدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى ٱلْـَٔاخِرَةِ إِنَّا هُدْنَآ إِلَيْكَ ۚ قَالَ عَذَابِىٓ أُصِيبُ بِهِۦ مَنْ أَشَآءُ ۖ وَرَحْمَتِى وَسِعَتْ كُلَّ شَىْءٍ ۚ فَسَأَكْتُبُهَا لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ وَيُؤْتُونَ ٱلزَّكَوٰةَ وَٱلَّذِينَ هُم بِـَٔايَـٰتِنَا يُؤْمِنُونَ

    Waktub lanaa fee haaẓihid dunyaa ḥasanatañw wafil ʹAakhirati ʹinnaa hudnaaa ʹilayk. Q̣aala ʻaẓaabeee ʹuṣeebu bihee man ʹashaaaʹ. Wa-Raḥmatee wasiʻat kulla shayʹ. Fasaʹaktubuhaa lil-laẓeena yattaq̣oona wa-yuʹtoonaz Zakaata wal-laẓeena hum̃ biʹAayaatinaa yuʹminoon;―

    Dan tetapkanlah untuk kami kebaikan di dunia ini dan di akhirat. Sungguh, kami kembali (bertobat) kepada Engkau. (Allah) berfirman, "Siksa-Ku akan Aku timpakan kepada siapa yang Aku kehendaki, dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka akan Aku tetapkan rahmat-Ku bagi orang-orang yang bertakwa, yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami."

  71. 7:157

    ٱلَّذِينَ يَتَّبِعُونَ ٱلرَّسُولَ ٱلنَّبِىَّ ٱلْأُمِّىَّ ٱلَّذِى يَجِدُونَهُۥ مَكْتُوبًا عِندَهُمْ فِى ٱلتَّوْرَىٰةِ وَٱلْإِنجِيلِ يَأْمُرُهُم بِٱلْمَعْرُوفِ وَيَنْهَىٰهُمْ عَنِ ٱلْمُنكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ ٱلطَّيِّبَـٰتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ ٱلْخَبَـٰٓئِثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ إِصْرَهُمْ وَٱلْأَغْلَـٰلَ ٱلَّتِى كَانَتْ عَلَيْهِمْ ۚ فَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ بِهِۦ وَعَزَّرُوهُ وَنَصَرُوهُ وَٱتَّبَعُوا۟ ٱلنُّورَ ٱلَّذِىٓ أُنزِلَ مَعَهُۥٓ ۙ أُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ

    ʹAllaẓeena yattabiʻoonar Rasoolan Nabiyyal ʹUmmiyyal laẓee yajidoonahoo maktooban ʻiñdahum fit Tawraati wal-ʹIñjeel. Yaʹmuruhum̃ bilmaʻroofi wa-yanhaahum ʻanil muñkari wa-yuḥillu lahumuṭ ṭayyibaati wa-yuḥarrimu ʻalayhimul khabaaaʹis̤a wa-yaḍaʻu ʻanhum ʹiṣrahum wal-ʹag̣laalal latee kanat ʻalayhim. Fallaẓeena ʹaamanoo bihee wa-ʻazzaroohu wa-naṣaroohu wattabaʻun Nooral laẓeee ʹuñzila maʻahooo ʹulaaaʹika humul Mufliḥoon.

    (Yaitu) orang-orang yang mengikuti Rasul, Nabi yang ummi (tidak bisa baca tulis) yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada pada mereka, yang menyuruh mereka berbuat yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, dan yang menghalalkan segala yang baik bagi mereka dan mengharamkan segala yang buruk bagi mereka, dan membebaskan beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Adapun orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al-Qur`an), mereka itulah orang-orang yang beruntung.

  72. 7:158

    قُلْ يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنِّى رَسُولُ ٱللَّهِ إِلَيْكُمْ جَمِيعًا ٱلَّذِى لَهُۥ مُلْكُ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۖ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ يُحْىِۦ وَيُمِيتُ ۖ فَـَٔامِنُوا۟ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِ ٱلنَّبِىِّ ٱلْأُمِّىِّ ٱلَّذِى يُؤْمِنُ بِٱللَّهِ وَكَلِمَـٰتِهِۦ وَٱتَّبِعُوهُ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

    Q̣ul yaaaʹayyuhan naasu ʹinnee Rasoolul laahi ʹilaykum jameeʻanil laẓee lahoo mulkus samaawaati wal-ʹarḍ. Laaa ʹillaa ʹilaaha Huwa yuḥyee wa-yumeet. Faʹaaminoo billaahi wa-Rasoolihin Nabiyyil ʹUmmiyyil laẓee yuʹminu billaahi wa-Kalimaatihee wattabiʻoohu laʻallakum tahtadoon.

    Katakanlah (Muhammad), "Wahai manusia! Sesungguhnya aku ini utusan Allah bagi kamu semua, Yang memiliki kerajaan langit dan bumi; tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, (yaitu) Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya). Ikutilah dia, agar kamu mendapat petunjuk."

  73. 7:159

    وَمِن قَوْمِ مُوسَىٰٓ أُمَّةٌ يَهْدُونَ بِٱلْحَقِّ وَبِهِۦ يَعْدِلُونَ

    Wa-miñ q̣awmi Moosaaa ʹummatuñy yahdoona bilḥaq̣q̣i wa-bihee yaʻdiloon.

    Dan di antara kaum Musa itu terdapat suatu umat yang memberi petunjuk (kepada manusia) dengan (dasar) kebenaran dan dengan itu (pula) mereka berlaku adil.

  74. 7:160

    وَقَطَّعْنَـٰهُمُ ٱثْنَتَىْ عَشْرَةَ أَسْبَاطًا أُمَمًا ۚ وَأَوْحَيْنَآ إِلَىٰ مُوسَىٰٓ إِذِ ٱسْتَسْقَىٰهُ قَوْمُهُۥٓ أَنِ ٱضْرِب بِّعَصَاكَ ٱلْحَجَرَ ۖ فَٱنۢبَجَسَتْ مِنْهُ ٱثْنَتَا عَشْرَةَ عَيْنًا ۖ قَدْ عَلِمَ كُلُّ أُنَاسٍ مَّشْرَبَهُمْ ۚ وَظَلَّلْنَا عَلَيْهِمُ ٱلْغَمَـٰمَ وَأَنزَلْنَا عَلَيْهِمُ ٱلْمَنَّ وَٱلسَّلْوَىٰ ۖ كُلُوا۟ مِن طَيِّبَـٰتِ مَا رَزَقْنَـٰكُمْ ۚ وَمَا ظَلَمُونَا وَلَـٰكِن كَانُوٓا۟ أَنفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ

    Wa-q̣aṭṭaʻnaahumus̤ natay ʹasbaaṭan ʻashrata ʹumamaa. Wa-ʹawḥaynaaa ʹilaa Moosaaa ʹiẓis tasq̣aahu q̣awmuhooo ʹaniḍ rib biʻaṣaakal ḥajar. Fambajasat minhus̤ nataa ʻashrata ʻaynaa q̣ad ʻalima kullu ʹunaasim mashrabahum. Waz̤̣allalnaa ʻalayhimul g̣amaama wa-ʹañzalnaa ʻalayhimul Manna was-Salwaa: kuloo miñ ṭayyibaati maa- razaq̣naakum. Wa-maa z̤̣alamoonaa wa-laakiñ kaanooo ʹañfusahum yaz̤̣limoon.

    Dan Kami membagi mereka menjadi dua belas suku yang masing-masing berjumlah besar, dan Kami wahyukan kepada Musa ketika kaumnya meminta air kepadanya, "Pukullah batu itu dengan tongkatmu!" Maka memancarlah dari (batu) itu dua belas mata air. Setiap suku telah mengetahui tempat minumnya masing-masing. Dan Kami naungi mereka dengan awan, dan Kami turunkan kepada mereka mann dan salwa. (Kami berfirman), "Makanlah yang baik-baik dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu." Mereka tidak menzalimi Kami, tetapi merekalah yang selalu menzalimi dirinya sendiri.

  75. 7:161

    وَإِذْ قِيلَ لَهُمُ ٱسْكُنُوا۟ هَـٰذِهِ ٱلْقَرْيَةَ وَكُلُوا۟ مِنْهَا حَيْثُ شِئْتُمْ وَقُولُوا۟ حِطَّةٌ وَٱدْخُلُوا۟ ٱلْبَابَ سُجَّدًا نَّغْفِرْ لَكُمْ خَطِيٓـَٔـٰتِكُمْ ۚ سَنَزِيدُ ٱلْمُحْسِنِينَ

    Wa-ʹiẓ q̣eela lahumus kunoo haaẓihil q̣aryata wa-kuloo minhaa ḥays̤u shiʹtum wa-q̣ooloo Ḥiṭṭatuñw wadkhulul baaba sujjadan nag̣fir lakum khaṭeeeʹaatikum: sanazeedul Muḥsineen.

    Dan (ingatlah), ketika dikatakan kepada mereka (Bani Israil), "Diamlah di negeri ini (Baitulmaqdis) dan makanlah dari (hasil bumi)nya di mana saja kamu kehendaki." Dan katakanlah, "Bebaskanlah kami dari dosa kami, dan masukilah pintu gerbangnya sambil membungkuk, niscaya Kami ampuni kesalahan-kesalahanmu." Kelak akan Kami tambah (pahala) kepada orang-orang yang berbuat baik.

  76. 7:162

    فَبَدَّلَ ٱلَّذِينَ ظَلَمُوا۟ مِنْهُمْ قَوْلًا غَيْرَ ٱلَّذِى قِيلَ لَهُمْ فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ رِجْزًا مِّنَ ٱلسَّمَآءِ بِمَا كَانُوا۟ يَظْلِمُونَ

    Fabaddalal laẓeena z̤̣alamoo minhum q̣awlan g̣ayral laẓee q̣eela lahum faʹarsalnaa ʻalayhim rijzam minas samaaaʹi bimaa kaanoo yaz̤̣limoon.

    Maka orang-orang yang zalim di antara mereka mengganti (perkataan itu) dengan perkataan yang tidak dikatakan kepada mereka, maka Kami timpakan kepada mereka azab dari langit disebabkan kezaliman mereka.

  77. 7:163

    وَسْـَٔلْهُمْ عَنِ ٱلْقَرْيَةِ ٱلَّتِى كَانَتْ حَاضِرَةَ ٱلْبَحْرِ إِذْ يَعْدُونَ فِى ٱلسَّبْتِ إِذْ تَأْتِيهِمْ حِيتَانُهُمْ يَوْمَ سَبْتِهِمْ شُرَّعًا وَيَوْمَ لَا يَسْبِتُونَ ۙ لَا تَأْتِيهِمْ ۚ كَذَٰلِكَ نَبْلُوهُم بِمَا كَانُوا۟ يَفْسُقُونَ

    Wasʹalhum ʻanil q̣aryatil latee kaanat ḥaaḍiratal baḥr. ʹIẓ yaʻdoona fis Sabti ʹiẓ taʹteehim ḥeetaanuhum yawma Sabtihim shurraʻañw wayawma laa- yasbitoona laa- taʹteehim. Kaẓaalika nabloohum̃ bimaa kaanoo yafsuq̣oon.

    Dan tanyakanlah kepada Bani Israil tentang negeri yang terletak di dekat laut ketika mereka melanggar aturan pada hari Sabtu, (yaitu) ketika datang kepada mereka ikan-ikan (yang berada di sekitar) mereka terapung-apung di permukaan air, padahal pada hari-hari yang bukan Sabtu ikan-ikan itu tidak datang kepada mereka. Demikianlah Kami menguji mereka disebabkan mereka berlaku fasik.

  78. 7:164

    وَإِذْ قَالَتْ أُمَّةٌ مِّنْهُمْ لِمَ تَعِظُونَ قَوْمًا ۙ ٱللَّهُ مُهْلِكُهُمْ أَوْ مُعَذِّبُهُمْ عَذَابًا شَدِيدًا ۖ قَالُوا۟ مَعْذِرَةً إِلَىٰ رَبِّكُمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ

    wa-ʹiẓ q̣aalat ʹummatum minhum lima taʻiz̤̣oona q̣aw-manil laahu muhlikuhum ʹaw muʻaẓẓibuhum ʻazaabañ shadeedaa? Q̣aaloo maʻẓiratan ʹilaa Rabbikum wa-laʻallahum yattaq̣oon.

    Dan (ingatlah) ketika suatu umat di antara mereka berkata, "Mengapa kamu menasihati kaum yang akan dibinasakan atau diazab Allah dengan azab yang sangat keras?" Mereka menjawab, "Agar Kami mempunyai alasan (lepas tanggung jawab) kepada Tuhanmu, dan agar mereka bertakwa."

  79. 7:165

    فَلَمَّا نَسُوا۟ مَا ذُكِّرُوا۟ بِهِۦٓ أَنجَيْنَا ٱلَّذِينَ يَنْهَوْنَ عَنِ ٱلسُّوٓءِ وَأَخَذْنَا ٱلَّذِينَ ظَلَمُوا۟ بِعَذَابٍۭ بَـِٔيسٍۭ بِمَا كَانُوا۟ يَفْسُقُونَ

    Falammaa nasoo maa- ẓukkiroo biheee ʹañjaynal laẓeena yanhawna ʻanis soooʹi wa-ʹakhaẓnal laẓeena z̤̣alamoo biʻaẓaabim baʹeesim bimaa kaanoo yafsuq̣oon.

    Maka setelah mereka melupakan apa yang diperingatkan kepada mereka, Kami selamatkan orang-orang yang melarang orang yang berbuat jahat dan Kami timpakan kepada orang-orang yang zalim siksaan yang keras, disebabkan mereka selalu berbuat fasik.

  80. 7:166

    فَلَمَّا عَتَوْا۟ عَن مَّا نُهُوا۟ عَنْهُ قُلْنَا لَهُمْ كُونُوا۟ قِرَدَةً خَـٰسِـِٔينَ

    Falammaa ʻataw ʻam maa nuhoo ʻanhu q̣ulnaa lahum koonoo q̣iradatan khaasiʹeen.

    Maka setelah mereka bersikap sombong terhadap segala apa yang dilarang. Kami katakan kepada mereka, "Jadilah kamu kera yang hina."

  81. 7:167

    وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكَ لَيَبْعَثَنَّ عَلَيْهِمْ إِلَىٰ يَوْمِ ٱلْقِيَـٰمَةِ مَن يَسُومُهُمْ سُوٓءَ ٱلْعَذَابِ ۗ إِنَّ رَبَّكَ لَسَرِيعُ ٱلْعِقَابِ ۖ وَإِنَّهُۥ لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ

    Wa-ʹiẓ taʹaẓẓana Rabbuka layabʻas̤anna ʻalayhim ʹilaa yawmil Q̣iyaamati mañy yasoomuhum soooʹal ʻaẓaab. ʹInna rabbaka la-Sareeʻul ʻiq̣aabi wa-ʹinnahoo la-G̣afoorur Raḥeem.

    Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu memberitahukan, bahwa sungguh, Dia akan mengirim orang-orang yang akan menimpakan azab yang seburuk-buruknya kepada mereka (orang Yahudi) sampai hari Kiamat. Sesungguhnya Tuhanmu sangat cepat siksa-Nya, dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun, Maha Penyayang.

  82. 7:168

    وَقَطَّعْنَـٰهُمْ فِى ٱلْأَرْضِ أُمَمًا ۖ مِّنْهُمُ ٱلصَّـٰلِحُونَ وَمِنْهُمْ دُونَ ذَٰلِكَ ۖ وَبَلَوْنَـٰهُم بِٱلْحَسَنَـٰتِ وَٱلسَّيِّـَٔاتِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

    Wa-q̣aṭṭaʻnaahum fil ʹarḍi ʹumamaa. Min-humuṣ ṣaaliḥoona wa-minhum doona ẓaalik. Wa-balawnaahum̃ bil-ḥasanaati was-sayyiʹaati laʻallahum yarjiʻoon.

    Dan Kami pecahkan mereka di dunia ini menjadi beberapa golongan; di antaranya ada orang-orang yang saleh dan ada yang tidak demikian. Dan Kami uji mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada kebenaran).

  83. 7:169

    فَخَلَفَ مِنۢ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ وَرِثُوا۟ ٱلْكِتَـٰبَ يَأْخُذُونَ عَرَضَ هَـٰذَا ٱلْأَدْنَىٰ وَيَقُولُونَ سَيُغْفَرُ لَنَا وَإِن يَأْتِهِمْ عَرَضٌ مِّثْلُهُۥ يَأْخُذُوهُ ۚ أَلَمْ يُؤْخَذْ عَلَيْهِم مِّيثَـٰقُ ٱلْكِتَـٰبِ أَن لَّا يَقُولُوا۟ عَلَى ٱللَّهِ إِلَّا ٱلْحَقَّ وَدَرَسُوا۟ مَا فِيهِ ۗ وَٱلدَّارُ ٱلْـَٔاخِرَةُ خَيْرٌ لِّلَّذِينَ يَتَّقُونَ ۗ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

    Fakhalafa mim baʻdihim khalfuñw waris̤ul Kitaaba yaʹkhuẓoona ʻaraḍa haaẓal ʹadnaa wa-yaq̣ooloona sayug̣faru lanaa. Wa-ʹiñy yaʹtihim ʻaraḍum mis̤luhoo yaʹkhuẓooh. ʹAlam Yuʹkhaẓ ʻalayhim Mees̤aaq̣ul Kitaabi ʹal laa yaq̣ooloo ʻalal laahi ʹillal ḥaq̣q̣a wadarasoo maa- feeh? Wad-Daarul ʹAakhiratu khayrul lil-laẓeena yattaq̣oon. ʹAfalaa taʻq̣iloon?

    Maka setelah mereka, datanglah generasi (yang jahat) yang mewarisi Taurat, yang mengambil harta benda dunia yang rendah ini. Lalu mereka berkata,"Kami akan diberi ampun." Dan kelak jika harta benda dunia datang kepada mereka sebanyak itu (pula), niscaya mereka akan mengambilnya (juga). Bukankah mereka sudah terikat perjanjian dalam Kitab (Taurat) bahwa mereka tidak akan mengatakan terhadap Allah, kecuali yang benar, padahal mereka telah mempelajari apa yang tersebut di dalamnya? Negeri akhirat itu lebih baik bagi mereka yang bertakwa. Maka tidakkah kamu mengerti?

  84. 7:170

    وَٱلَّذِينَ يُمَسِّكُونَ بِٱلْكِتَـٰبِ وَأَقَامُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ إِنَّا لَا نُضِيعُ أَجْرَ ٱلْمُصْلِحِينَ

    Wallaẓeena yumassikoona bil-Kitaabi wa-ʹaq̣aamuṣ Ṣalaata ʹinnaa laa- nuḍeeʻu ʹajral Muṣliḥeen.

    Dan orang-orang yang berpegang teguh pada Kitab (Taurat) serta melaksanakan salat, (akan diberi pahala). Sungguh, Kami tidak akan menghilangkan pahala orang-orang saleh.

  85. 7:171

    ۞ وَإِذْ نَتَقْنَا ٱلْجَبَلَ فَوْقَهُمْ كَأَنَّهُۥ ظُلَّةٌ وَظَنُّوٓا۟ أَنَّهُۥ وَاقِعٌۢ بِهِمْ خُذُوا۟ مَآ ءَاتَيْنَـٰكُم بِقُوَّةٍ وَٱذْكُرُوا۟ مَا فِيهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

    Wa-ʹiẓ nataq̣nal Jabala fawq̣ahum kaʹannahoo z̤̣ullatuñw waz̤̣annooo ʹannahoo waaq̣iʻum bihim: khuẓoo maaa ʹaataynaakum̃ biq̣uwwatiñw waẓkuroo maa- feehi laʻallakum tattaq̣oon.

    Dan (ingatlah) ketika Kami mengangkat gunung ke atas mereka, seakan-akan (gunung) itu naungan awan dan mereka yakin bahwa (gunung) itu akan jatuh menimpa mereka. (Dan Kami firmankan kepada mereka), "Peganglah dengan teguh apa yang telah Kami berikan kepadamu, serta ingatlah selalu (amalkanlah) apa yang tersebut di dalamnya agar kamu menjadi orang-orang yang bertakwa."

  86. 7:172

    وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنۢ بَنِىٓ ءَادَمَ مِن ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ ۖ قَالُوا۟ بَلَىٰ ۛ شَهِدْنَآ ۛ أَن تَقُولُوا۟ يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَـٰذَا غَـٰفِلِينَ

    Wa-ʹiẓ akhaẓa Rabbuka mim Baneee ʹaadama miñ z̤̣uhoorihim ẓurriyyatahum wa-ʹashhadahum ʻalaaa ʹañfusihim: ʹAlastu bi-Rabbikum? Q̣aaloo Balaa shahidnaa! ʹAñ taq̣ooloo Yawmal Q̣iyaamati ʹinnaa kunnaa ʻan haaẓaa g̣aafileen:

    Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan dari sulbi (tulang belakang) anak cucu Adam keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap roh mereka (seraya berfirman), "Bukanlah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab, "Betul (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi." (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan, "Sesungguhnya ketika itu kami lengah terhadap ini,"

  87. 7:173

    أَوْ تَقُولُوٓا۟ إِنَّمَآ أَشْرَكَ ءَابَآؤُنَا مِن قَبْلُ وَكُنَّا ذُرِّيَّةً مِّنۢ بَعْدِهِمْ ۖ أَفَتُهْلِكُنَا بِمَا فَعَلَ ٱلْمُبْطِلُونَ

    ʹAw taq̣oolooo ʹinnamaaa ʹashraka ʹaabaaaʹunaa miñ q̣ablu wa-kunnaa ẓurriyyatam mim baʻdihim: ʹa-fa-tuhlikunaa bimaa faʻalal mubṭiloon.

    atau agar kamu tidak mengatakan, "Sesungguhnya nenek moyang kami telah memper­sekutukan Tuhan sejak dahulu, sedang kami adalah keturunan yang (datang) setelah mereka. Maka apakah Engkau akan membinasakan kami karena perbuatan orang-orang (dahulu) yang sesat?"

  88. 7:174

    وَكَذَٰلِكَ نُفَصِّلُ ٱلْـَٔايَـٰتِ وَلَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

    Wa-kaẓaalika nufaṣṣilul ʹAayaati wa-laʻallahum yarjiʻoon.

    Dan demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu, agar mereka kembali (kepada kebenaran).

  89. 7:175

    وَٱتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ ٱلَّذِىٓ ءَاتَيْنَـٰهُ ءَايَـٰتِنَا فَٱنسَلَخَ مِنْهَا فَأَتْبَعَهُ ٱلشَّيْطَـٰنُ فَكَانَ مِنَ ٱلْغَاوِينَ

    Watlu ʻalayhim naba ʹallaẓeee ʹaataynaahu ʹaayaatinaa fañsalakha minhaa faʹatba ʻahush-Shayṭaanu fakaana minal g̣aaween.

    Dan bacakanlah (Muhammad) kepada mereka, berita orang yang telah Kami berikan ayat-ayat Kami kepadanya, kemudian dia melepaskan diri dari ayat-ayat itu, lalu dia diikuti oleh setan (sampai dia tergoda), lalu jadilah dia termasuk orang yang sesat.

  90. 7:176

    وَلَوْ شِئْنَا لَرَفَعْنَـٰهُ بِهَا وَلَـٰكِنَّهُۥٓ أَخْلَدَ إِلَى ٱلْأَرْضِ وَٱتَّبَعَ هَوَىٰهُ ۚ فَمَثَلُهُۥ كَمَثَلِ ٱلْكَلْبِ إِن تَحْمِلْ عَلَيْهِ يَلْهَثْ أَوْ تَتْرُكْهُ يَلْهَث ۚ ذَّٰلِكَ مَثَلُ ٱلْقَوْمِ ٱلَّذِينَ كَذَّبُوا۟ بِـَٔايَـٰتِنَا ۚ فَٱقْصُصِ ٱلْقَصَصَ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ

    Wa-law shiʹnaa larafaʻnaahu bihaa walaakinnahooo ʹakhlada ʹilal ʹarḍi wattabaʻa hawaah. Famas̤aluhoo kamas̤alil kalb: ʹiñ taḥmil ʻalayhi yalhas̤ ʹaw tatrukhu yalhas̤. Ẓaalika mas̤alul q̣awmil laẓeena kaẓẓaboo biʹAayaatinaa. Faq̣ṣuṣil q̣aṣaṣa laʻallahum yatafakkaroon.

    Dan sekiranya Kami menghendaki niscaya Kami tinggikan (derajat)nya dengan (ayat-ayat) itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan mengikuti keinginannya (yang rendah), maka perumpamaannya seperti anjing, jika kamu menghalaunya dijulurkan lidahnya dan jika kamu membiarkannya ia menjulurkan lidahnya (juga). Demikianlah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah kisah-kisah itu agar mereka berpikir.

  91. 7:177

    سَآءَ مَثَلًا ٱلْقَوْمُ ٱلَّذِينَ كَذَّبُوا۟ بِـَٔايَـٰتِنَا وَأَنفُسَهُمْ كَانُوا۟ يَظْلِمُونَ

    Saaaʹa mas̤alanil q̣awmul laẓeena kaẓẓaboo biʹAayaatinaa wa-ʹañfusahum kaanoo yaz̤̣limoon.

    Sangat buruk perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami; mereka menzalimi diri sendiri.

  92. 7:178

    مَن يَهْدِ ٱللَّهُ فَهُوَ ٱلْمُهْتَدِى ۖ وَمَن يُضْلِلْ فَأُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْخَـٰسِرُونَ

    Mañy yahdil laahu fahuwal muhtadee: wa-mañy yuḍlil faʹulaaaʹika humul khaasiroon.

    Barang siapa diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barang siapa disesatkan Allah, maka merekalah orang-orang yang rugi.

  93. 7:179

    وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِّنَ ٱلْجِنِّ وَٱلْإِنسِ ۖ لَهُمْ قُلُوبٌ لَّا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَّا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ ءَاذَانٌ لَّا يَسْمَعُونَ بِهَآ ۚ أُو۟لَـٰٓئِكَ كَٱلْأَنْعَـٰمِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ ۚ أُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْغَـٰفِلُونَ

    Wa-laq̣ad ẓaraʹnaa lijahannama kas̤eeram minal jinni wal-ʹiñs: lahum q̣uloobul laa yafq̣ahoona bihaa, wa-lahum ʹaʻyunul laa yubṣiroona bihaa, wa-lahum ʹaaẓaanul laa yasmaʻoona bihaa. ʹUlaaaʹika kal-ʹanʻaami bal hum ʹaḍall: ʹulaaaʹika humul g̣aafiloon.

    Dan Sungguh, akan Kami isi neraka Jahanam banyak dari kalangan jin dan manusia. Mereka memiliki hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka memiliki mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengarkan (ayat-ayat Allah). Mereka seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lengah.

  94. 7:180

    وَلِلَّهِ ٱلْأَسْمَآءُ ٱلْحُسْنَىٰ فَٱدْعُوهُ بِهَا ۖ وَذَرُوا۟ ٱلَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِىٓ أَسْمَـٰٓئِهِۦ ۚ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ

    Wa-lillaahil ʹAsmaaaʹul Ḥusnaa fadʻoohu bihaa. Waẓarul laẓeena yulḥidoona feee ʹAsmaaaʹih: sayujzawna maa- kaanoo yaʻmaloon.

    Dan Allah memiliki Asmāul Ḥusnā (nama-nama yang terbaik), maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut Asmāul Ḥusnā itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyalahartikan nama-nama-Nya Mereka kelak akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.

  95. 7:181

    وَمِمَّنْ خَلَقْنَآ أُمَّةٌ يَهْدُونَ بِٱلْحَقِّ وَبِهِۦ يَعْدِلُونَ

    Wa-mimman khalaq̣naaa ʹummatuñy yahdoona bilḥaq̣q̣i wa-bihee yaʻdiloon.

    Dan di antara orang-orang yang telah Kami ciptakan ada umat yang memberi petunjuk dengan (dasar) kebenaran, dan dengan itu (pula) mereka berlaku adil.

  96. 7:182

    وَٱلَّذِينَ كَذَّبُوا۟ بِـَٔايَـٰتِنَا سَنَسْتَدْرِجُهُم مِّنْ حَيْثُ لَا يَعْلَمُونَ

    Wallaẓeena kaẓẓaboo biʹAayaatinaa sanastadrijuhum min ḥays̤u laa- yaʻlamoon.

    Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, akan Kami biarkan mereka berangsur-angsur (ke arah kebinasaan), dengan cara yang tidak mereka ketahui.

  97. 7:183

    وَأُمْلِى لَهُمْ ۚ إِنَّ كَيْدِى مَتِينٌ

    Wa-ʹumlee lahum: ʹinna kaydee mateen.

    Dan Aku akan memberikan tenggang waktu kepada mereka. Sungguh, rencana-Ku sangat teguh.

  98. 7:184

    أَوَلَمْ يَتَفَكَّرُوا۟ ۗ مَا بِصَاحِبِهِم مِّن جِنَّةٍ ۚ إِنْ هُوَ إِلَّا نَذِيرٌ مُّبِينٌ

    ʹAwalam yatafakkaroo, Maa- bi-Ṣaaḥibihim miñ jinnah; ʹin huwa ʹillaa naẓeerum mubeen.

    Dan apakah mereka tidak merenungkan bahwa teman mereka (Muhammad) tidak gila. Dia (Muhammad) tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang jelas.

  99. 7:185

    أَوَلَمْ يَنظُرُوا۟ فِى مَلَكُوتِ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَمَا خَلَقَ ٱللَّهُ مِن شَىْءٍ وَأَنْ عَسَىٰٓ أَن يَكُونَ قَدِ ٱقْتَرَبَ أَجَلُهُمْ ۖ فَبِأَىِّ حَدِيثٍۭ بَعْدَهُۥ يُؤْمِنُونَ

    ʹAwalam yañz̤̣uroo fee Malakootis samaawaati wal-ʹarḍi wa-maa khalaq̣al laahu miñ shayʹiñw waʹan ʻasaaa ʹañy yakoona q̣adiq̣ taraba ʹajaluhum? fabiʹayyi Ḥadees̤im baʻdahoo yuʹminoon?

    Dan apakah mereka tidak memperhatikan kerajaan langit dan bumi dan segala apa yang diciptakan Allah, dan kemungkinan telah dekatnya waktu (kebinasaan) mereka? Lalu berita mana lagi setelah ini yang mereka percayai?

  100. 7:186

    مَن يُضْلِلِ ٱللَّهُ فَلَا هَادِىَ لَهُۥ ۚ وَيَذَرُهُمْ فِى طُغْيَـٰنِهِمْ يَعْمَهُونَ

    Mañy yuḍlilil laahu falaa haadiya lah: wa-yaẓaruhum fee ṭug̣yaanihim yaʻmahoon.

    Barang siapa disesatkan oleh Allah, maka tidak ada yang mampu memberi petunjuk. Allah membiarkannya terombang-ambing dalam kesesatan.

  101. 7:187

    يَسْـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلسَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَىٰهَا ۖ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِندَ رَبِّى ۖ لَا يُجَلِّيهَا لِوَقْتِهَآ إِلَّا هُوَ ۚ ثَقُلَتْ فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ لَا تَأْتِيكُمْ إِلَّا بَغْتَةً ۗ يَسْـَٔلُونَكَ كَأَنَّكَ حَفِىٌّ عَنْهَا ۖ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِندَ ٱللَّهِ وَلَـٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

    Yasʹaloonaka ʻanis Saaʻati ʹayyaana mursaahaa? Q̣ul ʹinnamaa ʻilmuhaa ʻiñda Rabbee. Laa- yujalleehaa liwaq̣tihaaa ʹillaa Hoo. S̤aq̣ulat fis samaawaati wal-ʹarḍ. Laa- taʹteekum ʹillaa bag̣tah. Yasʹaloonaka kaʹannaka ḥafiyyun ʻanhaa. Q̣ul ʹinnamaa ʻilmuhaa ʻiñdal laahi wa-laakinna ʹaks̤aran naasi laa- yaʻlamoon.

    Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang Kiamat, "Kapan terjadi?" Katakanlah, "Sesungguhnya pengetahuan tentang Kiamat itu ada pada Tuhanku; tidak ada (seorang pun) yang dapat menjelaskan waktu terjadinya selain Dia. (Kiamat) itu sangat berat (huru haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi, tidak akan datang kepadamu kecuali secara tiba-tiba." Mereka bertanya kepadamu seakan-akan engkau mengetahuinya. Katakanlah (Muhammad), "Sesungguhnya pengetahuan tentang (hari Kiamat) ada pada Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui."

  102. 7:188

    قُل لَّآ أَمْلِكُ لِنَفْسِى نَفْعًا وَلَا ضَرًّا إِلَّا مَا شَآءَ ٱللَّهُ ۚ وَلَوْ كُنتُ أَعْلَمُ ٱلْغَيْبَ لَٱسْتَكْثَرْتُ مِنَ ٱلْخَيْرِ وَمَا مَسَّنِىَ ٱلسُّوٓءُ ۚ إِنْ أَنَا۠ إِلَّا نَذِيرٌ وَبَشِيرٌ لِّقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

    Q̣ul laaa ʹamliku linafsee nafʻañw walaa ḍarran ʹillaa maa- shaaaʹal laah. Wa-law kuñtu ʹaʻlamul g̣ayba lastaks̤artu minal khayri wa-maa massaniyas soooʹ. ʹIn ʹana ʹillaa naẓeeruñw wabasheerul liq̣awmiñy yuʹminoon.

    Katakanlah (Muhammad), "Aku tidak kuasa mendatangkan manfaat maupun menolak mudarat bagi diriku kecuali apa yang dikehendaki Allah. Sekiranya aku mengetahui yang gaib, niscaya aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan tidak akan ditimpa bahaya. Aku hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman."

  103. 7:189

    ۞ هُوَ ٱلَّذِى خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَٰحِدَةٍ وَجَعَلَ مِنْهَا زَوْجَهَا لِيَسْكُنَ إِلَيْهَا ۖ فَلَمَّا تَغَشَّىٰهَا حَمَلَتْ حَمْلًا خَفِيفًا فَمَرَّتْ بِهِۦ ۖ فَلَمَّآ أَثْقَلَت دَّعَوَا ٱللَّهَ رَبَّهُمَا لَئِنْ ءَاتَيْتَنَا صَـٰلِحًا لَّنَكُونَنَّ مِنَ ٱلشَّـٰكِرِينَ

    Huwal laẓee khalaq̣akum min nafsiñw waaḥidatiñw wajaʻala minhaa zawjahaa liyaskuna ʹilayhaa. Falammaa tag̣ashshaahaa ḥamalat ḥamlan khafeefañ famarrat bih. Falammaaa ʹas̤q̣alad daʻawal laaha Rabbahumaa laʹin ʹaataytanaa ṣaaliḥal lanakoonanna minash Shaakireen.

    Dialah yang menciptakan kamu dari jiwa yang satu (Adam) dan darinya Dia menciptakan pasangannya, agar dia merasa senang kepadanya. Maka setelah dicampurinya, (istrinya) mengandung kandungan yang ringan, dan teruslah dia merasa ringan (beberapa waktu). Kemudian ketika dia merasa berat, keduanya (suami-istri) bermohon kepada Allah, Tuhan mereka (seraya berkata), "Jika Engkau memberi kami anak yang saleh, tentulah kami akan selalu bersyukur."

  104. 7:190

    فَلَمَّآ ءَاتَىٰهُمَا صَـٰلِحًا جَعَلَا لَهُۥ شُرَكَآءَ فِيمَآ ءَاتَىٰهُمَا ۚ فَتَعَـٰلَى ٱللَّهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ

    Falammaaa ʹaataahumaa ṣaaliḥañ jaʻalaa lahoo shurakaaaʹa feemaaa ʹaataahumaa. Fataʻaalal laahu ʻammaa yushrikoon.

    Maka setelah Dia memberi kepada keduanya seorang anak yang saleh, mereka menjadikan sekutu bagi Allah terhadap anak yang telah dianugerahkan-Nya itu. Maka Mahatinggi Allah dari apa yang mereka persekutukan.

  105. 7:191

    أَيُشْرِكُونَ مَا لَا يَخْلُقُ شَيْـًٔا وَهُمْ يُخْلَقُونَ

    ʹA-yushrikoona Maa laa- yakhluq̣u shayʹañw wahum yukhlaq̣oon?

    Mengapa mereka mempersekutukan (Allah dengan) berhala yang tidak dapat menciptakan sesuatu apa pun? Padahal (berhala) itu sendiri diciptakan.

  106. 7:192

    وَلَا يَسْتَطِيعُونَ لَهُمْ نَصْرًا وَلَآ أَنفُسَهُمْ يَنصُرُونَ

    Wa-laa yastaṭeeʻoona lahum naṣrañw walaaa ʹañfusahum yañṣuroon.

    Dan (berhala) itu tidak dapat memberikan pertolongan kepada penyembahnya, dan kepada dirinya sendiri pun mereka tidak dapat memberi pertolongan.

  107. 7:193

    وَإِن تَدْعُوهُمْ إِلَى ٱلْهُدَىٰ لَا يَتَّبِعُوكُمْ ۚ سَوَآءٌ عَلَيْكُمْ أَدَعَوْتُمُوهُمْ أَمْ أَنتُمْ صَـٰمِتُونَ

    Wa-ʹiñ tadʻoohum ʹilal hudaa laa- yattabiʻookum. Sawaaaʹun ʻalaykum ʹa-daʻawtumoohum ʹam ʹañtum ṣaamitoon.

    Dan jika kamu (Wahai orang-orang musyrik) menyerunya (berhala-berhala) untuk memberi petunjuk kepadamu, tidaklah berhala-berhala itu dapat memperkenankan seruanmu; sama saja (hasilnya) buat kamu menyeru mereka atau berdiam diri.

  108. 7:194

    إِنَّ ٱلَّذِينَ تَدْعُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ عِبَادٌ أَمْثَالُكُمْ ۖ فَٱدْعُوهُمْ فَلْيَسْتَجِيبُوا۟ لَكُمْ إِن كُنتُمْ صَـٰدِقِينَ

    ʹInnal laẓeena tadʻoona miñ doonil laahi ʻibaadun ʹams̤aalukum fadʻoohum fal-yastajeeboo lakum ʹiñ kuñtum ṣaadiq̣een!

    Sesungguhnya mereka (berhala-berhala) yang kamu seru selain Allah adalah makhluk (yang lemah) yang serupa juga dengan kamu. Maka serulah mereka lalu biarkanlah mereka memperkenankan permintaanmu, jika kamu orang yang benar.

  109. 7:195

    أَلَهُمْ أَرْجُلٌ يَمْشُونَ بِهَآ ۖ أَمْ لَهُمْ أَيْدٍ يَبْطِشُونَ بِهَآ ۖ أَمْ لَهُمْ أَعْيُنٌ يُبْصِرُونَ بِهَآ ۖ أَمْ لَهُمْ ءَاذَانٌ يَسْمَعُونَ بِهَا ۗ قُلِ ٱدْعُوا۟ شُرَكَآءَكُمْ ثُمَّ كِيدُونِ فَلَا تُنظِرُونِ

    ʹAlahum ʹarjuluñy yamshoona bihaaa ʹam lahum ʹaydiñy yabṭishoona bihaaa ʹam lahum ʹaʻyunuñy yubṣiroona bihaaa ʹam lahum ʹaaẓaanuñy yasmaʻoona bihaa? Q̣ulid ʻoo shurakaaaʹakum s̤umma keedooni falaa tuñz̤̣iroon.

    Apakah mereka (berhala-berhala) mempunyai kaki untuk berjalan, atau mempunyai tangan untuk memegang dengan keras, atau mempunyai mata untuk melihat, atau mempunyai telinga untuk mendengar? Katakanlah (Muhammad) "Panggillah berhala-berhalamu yang kamu anggap sekutu Allah, kemudian lakukanlah tipu daya (untuk mencelakakan)ku, dan jangan kamu tunda lagi.

  110. 7:196

    إِنَّ وَلِـِّۧىَ ٱللَّهُ ٱلَّذِى نَزَّلَ ٱلْكِتَـٰبَ ۖ وَهُوَ يَتَوَلَّى ٱلصَّـٰلِحِينَ

    ʹInna Waliyyal laahul laẓee nazzalal Kitaaba wa-Huwa yatawallaṣ Ṣaaliḥeen.

    Sesungguhnya pelindungku adalah Allah yang telah menurunkan Kitab (Al-Qur`an). Dia melindungi orang-orang saleh.

  111. 7:197

    وَٱلَّذِينَ تَدْعُونَ مِن دُونِهِۦ لَا يَسْتَطِيعُونَ نَصْرَكُمْ وَلَآ أَنفُسَهُمْ يَنصُرُونَ

    Wallaẓeena tadʻoona miñ doonihee laa- yastaṭeeʻoona naṣrakum wa-laaa ʹañfusahum yañṣuroon.

    Dan berhala-berhala yang kamu seru selain Allah tidaklah sanggup menolongmu, bahkan tidak dapat menolong dirinya sendiri."

  112. 7:198

    وَإِن تَدْعُوهُمْ إِلَى ٱلْهُدَىٰ لَا يَسْمَعُوا۟ ۖ وَتَرَىٰهُمْ يَنظُرُونَ إِلَيْكَ وَهُمْ لَا يُبْصِرُونَ

    Wa-ʹiñ tadʻoohum ʹilal hudaa laa- yasmaʻoo. Wa-taraahum yañz̤̣uroona ʹilayka Wahum laa- yubṣiroon.

    Dan jika kamu menyeru mereka (berhala-berhala) untuk memberi petunjuk, mereka tidak dapat mendengarnya. Dan kamu lihat mereka memandangmu padahal mereka tidak melihat.

  113. 7:199

    خُذِ ٱلْعَفْوَ وَأْمُرْ بِٱلْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ ٱلْجَـٰهِلِينَ

    Khuẓil ʻafwa waʹmur bilʻurfi wa-ʹaʻriḍ ʻanil jaahileen.

    Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh.

  114. 7:200

    وَإِمَّا يَنزَغَنَّكَ مِنَ ٱلشَّيْطَـٰنِ نَزْغٌ فَٱسْتَعِذْ بِٱللَّهِ ۚ إِنَّهُۥ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

    Wa-ʹimmaa yañzag̣annaka minash Shayṭaani nazg̣uñ fastaʻiẓ billaah; ʹinnahoo Sameeʻun ʻAleem.

    Dan jika setan datang menggodamu, maka berlindunglah kepada Allah Sungguh, Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui.

  115. 7:201

    إِنَّ ٱلَّذِينَ ٱتَّقَوْا۟ إِذَا مَسَّهُمْ طَـٰٓئِفٌ مِّنَ ٱلشَّيْطَـٰنِ تَذَكَّرُوا۟ فَإِذَا هُم مُّبْصِرُونَ

    ʹInnal laẓeenat taq̣aw ʹiẓaa massahum ṭaaaʹifum minash Shayṭaani taẓakkaroo faʹiẓaa hum mubṣiroon!

    Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa apabila mereka dibayang-bayangi pikiran jahat (berbuat dosa) dari setan, mereka pun segera ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat (kesalahan-kesalahannya).

  116. 7:202

    وَإِخْوَٰنُهُمْ يَمُدُّونَهُمْ فِى ٱلْغَىِّ ثُمَّ لَا يُقْصِرُونَ

    Wa-ʹikhwaanuhum yamuddoonahum fil g̣ayyi s̤umma laa- yuq̣ṣiroon.

    Dan teman-teman mereka (orang kafir dan fasik) membantu setan-setan dalam menyesatkan dan mereka tidak henti-hentinya (menyesatkan).

  117. 7:203

    وَإِذَا لَمْ تَأْتِهِم بِـَٔايَةٍ قَالُوا۟ لَوْلَا ٱجْتَبَيْتَهَا ۚ قُلْ إِنَّمَآ أَتَّبِعُ مَا يُوحَىٰٓ إِلَىَّ مِن رَّبِّى ۚ هَـٰذَا بَصَآئِرُ مِن رَّبِّكُمْ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِّقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

    Wa-ʹiẓaa lam taʹtihim̃ biʹAayatiñ q̣aaloo law-laj tabaytahaa? Q̣ul ʹinnamaaa ʹattabiʻu maa- yooḥaaa ʹilayya mir Rabbee. Haaẓaa Baṣaaaʹiru mir Rabbikum wa-Hudañw wa-Raḥmatul liq̣awmiñy yuʹminoon.

    Dan apabila engkau (Muhammad) tidak membacakan suatu ayat kepada mereka, mereka berkata, "Mengapa tidak engkau buat sendiri ayat itu?" Katakanlah (Muhammad), "Sesungguhnya aku hanya mengikuti apa yang diwahyukan Tuhanku kepadaku. (Al-Qur`an) ini adalah bukti-bukti yang nyata dari Tuhanmu, petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman."

  118. 7:204

    وَإِذَا قُرِئَ ٱلْقُرْءَانُ فَٱسْتَمِعُوا۟ لَهُۥ وَأَنصِتُوا۟ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

    Wa-ʹiẓaa q̣uriʹal Q̣urʹaanu fastamiʻoo lahoo wa-añṣitoo laʻallakum turḥamoon.

    Dan apabila dibacakan Al-Qur`an, maka dengarkanlah dan diamlah, agar kamu mendapat rahmat."

  119. 7:205

    وَٱذْكُر رَّبَّكَ فِى نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَخِيفَةً وَدُونَ ٱلْجَهْرِ مِنَ ٱلْقَوْلِ بِٱلْغُدُوِّ وَٱلْـَٔاصَالِ وَلَا تَكُن مِّنَ ٱلْغَـٰفِلِينَ

    Waẓkur Rabbaka fee nafsika taḍarruʻañw wakheefatañw wadoonal jahri minal q̣awli bilg̣uduwwi wal-ʹaaṣaali wa-laa takum minal g̣aafileen.

    Dan ingatlah Tuhanmu dalam hatimu dengan rendah hati dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, pada waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lengah.

  120. 7:206

    إِنَّ ٱلَّذِينَ عِندَ رَبِّكَ لَا يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِهِۦ وَيُسَبِّحُونَهُۥ وَلَهُۥ يَسْجُدُونَ ۩

    ʹInnal laẓeena ʻiñda Rabbika laa- yastakbiroona ʻan ʻibaadatihee wa-yusabbiḥoonahoo wa-lahoo yasjudoon,

    Sesungguhnya orang-orang yang ada di sisi Tuhanmu tidak merasa enggan untuk menyembah Allah dan mereka menyucikan-Nya dan hanya kepada-Nya mereka bersujud.

  121. Surah Al-AnfalBegins here at 8:1

  122. 8:1

    يَسْـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلْأَنفَالِ ۖ قُلِ ٱلْأَنفَالُ لِلَّهِ وَٱلرَّسُولِ ۖ فَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَأَصْلِحُوا۟ ذَاتَ بَيْنِكُمْ ۖ وَأَطِيعُوا۟ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥٓ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ

    Yasʹaloonaka ʻanil ʹAÑ-FAAL. Q̣ulil ʹAñfaalu lillaahi war-Rasool: Fattaq̣ul laaha wa-ʹaṣliḥoo ẓaata baynikum: wa-ʹaṭeeʻul laaha wa-Rasoolahooo ʹiñ kuñtum Muʹmineen.

    Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang (pembagian) harta rampasan perang. Katakanlah, "Harta rampasan perang itu milik Allah dan Rasul (menurut ketentuan Allah dan Rasul-Nya), maka bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah hubungan di antara sesamamu, dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu orang-orang yang beriman."

  123. 8:2

    إِنَّمَا ٱلْمُؤْمِنُونَ ٱلَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ ٱللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ ءَايَـٰتُهُۥ زَادَتْهُمْ إِيمَـٰنًا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

    ʹInnamal Muʹminoonal laẓeena ʹizaa ẓukiral laahu wajilat q̣uloobuhum wa-ʹiẓaa tuliyat ʻalayhim ʹAayaatuhoo zaadathum ʹeemaanañw Waʻalaa Rabbihim yatawakkaloon;

    Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetar hatinya, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, bertambah (kuat) imannya dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal,

  124. 8:3

    ٱلَّذِينَ يُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَمِمَّا رَزَقْنَـٰهُمْ يُنفِقُونَ

    ʹAllaẓeena yuq̣eemoonaṣ Ṣalaata wa-mimmaa razaq̣naahum yuñfiq̣oon:

    (yaitu) orang-orang yang melaksanakan salat dan yang menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka.

  125. 8:4

    أُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُؤْمِنُونَ حَقًّا ۚ لَّهُمْ دَرَجَـٰتٌ عِندَ رَبِّهِمْ وَمَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ

    ʹUlaaaʹika humul Muʹminoona ḥaq̣q̣aa; lahum darajaatun ʻiñda Rabbihim wa-mag̣firatuñw warizq̣uñ kareem.

    Mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Mereka akan memperoleh derajat (tinggi) di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezeki (nikmat) yang mulia.

  126. 8:5

    كَمَآ أَخْرَجَكَ رَبُّكَ مِنۢ بَيْتِكَ بِٱلْحَقِّ وَإِنَّ فَرِيقًا مِّنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ لَكَـٰرِهُونَ

    Kamaaa ʹakhrajaka Rabbuka mim baytika bilḥaq̣q̣i wa-ʹinna fareeq̣am minal Muʹmineena lakaarihoon,

    Sebagaimana Tuhanmu menyuruhmu pergi dari rumahmu dengan kebenaran, meskipun sesungguhnya sebagian dari orang-orang yang beriman itu tidak menyukainya,

  127. 8:6

    يُجَـٰدِلُونَكَ فِى ٱلْحَقِّ بَعْدَ مَا تَبَيَّنَ كَأَنَّمَا يُسَاقُونَ إِلَى ٱلْمَوْتِ وَهُمْ يَنظُرُونَ

    Yujaadiloonaka fil Ḥaq̣q̣i baʻdamaa- tabayyana kaʹannamaa yusaaq̣oona ʹilal mawti wa-hum yañz̤̣uroon.

    mereka membantahmu (Muhammad) tentang kebenaran setelah nyata (bahwa mereka pasti menang), seakan-akan mereka dihalau kepada kematian, sedang mereka melihat (sebab kematian itu).

  128. 8:7

    وَإِذْ يَعِدُكُمُ ٱللَّهُ إِحْدَى ٱلطَّآئِفَتَيْنِ أَنَّهَا لَكُمْ وَتَوَدُّونَ أَنَّ غَيْرَ ذَاتِ ٱلشَّوْكَةِ تَكُونُ لَكُمْ وَيُرِيدُ ٱللَّهُ أَن يُحِقَّ ٱلْحَقَّ بِكَلِمَـٰتِهِۦ وَيَقْطَعَ دَابِرَ ٱلْكَـٰفِرِينَ

    Wa-ʹiẓ yaʻidukumul laahu ʹiḥdaṭ ṭaaaʹifatayni ʹannahaa lakum wa-tawaddoona ʹanna g̣ayra ẓaatish shawkati takoonu lakum wa-yureedul laahu ʹañy yuḥiq̣q̣al Ḥaq̣q̣a bi-Kalimaatihee wa-yaq̣ṭaʻa daabiral kaafireen;―

    Dan (ingatlah) ketika Allah menjanjikan kepadamu bahwa salah satu dari dua golongan (yang kamu hadapi) adalah untukmu, sedang kamu menginginkan bahwa yang tidak mempunyai kekuatan senjatalah untukmu. Tetapi Allah hendak membenarkan yang benar dengan ayat-ayat-Nya dan memusnahkan orang-orang kafir sampai ke akar-akarnya,

  129. 8:8

    لِيُحِقَّ ٱلْحَقَّ وَيُبْطِلَ ٱلْبَـٰطِلَ وَلَوْ كَرِهَ ٱلْمُجْرِمُونَ

    Liyuḥiq̣q̣al Ḥaq̣q̣a wa-yubṭilal Baaṭila wa-law karihal mujrimoon.

    agar Allah memperkuat yang hak (Islam) dan menghilangkan yang batil (syirik) walaupun orang-orang yang berdosa (musyrik) itu tidak menyukainya.

  130. 8:9

    إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَٱسْتَجَابَ لَكُمْ أَنِّى مُمِدُّكُم بِأَلْفٍ مِّنَ ٱلْمَلَـٰٓئِكَةِ مُرْدِفِينَ

    ʹIẓ tastag̣ees̤oona Rabbakum fastajaaba lakum ʹannee mumiddukum̃ biʹalfim minal malaaaʹikati murdifeen.

    (Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu, "Sungguh, aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut."

  131. 8:10

    وَمَا جَعَلَهُ ٱللَّهُ إِلَّا بُشْرَىٰ وَلِتَطْمَئِنَّ بِهِۦ قُلُوبُكُمْ ۚ وَمَا ٱلنَّصْرُ إِلَّا مِنْ عِندِ ٱللَّهِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

    Wa-maa jaʻalahul laahu ʹillaa bushraa wa-litaṭmaʹinna bihee q̣uloobukum. Wa-man naṣru ʹillaa min ʻiñdil laah: ʹinnal laaha ʻAzeezun Ḥakeem.

    Dan tidaklah Allah menjadikannya melainkan sebagai kabar gembira agar hatimu menjadi tenteram karenanya. Dan kemenangan itu hanyalah dari sisi Allah. Sungguh, Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.

  132. 8:11

    إِذْ يُغَشِّيكُمُ ٱلنُّعَاسَ أَمَنَةً مِّنْهُ وَيُنَزِّلُ عَلَيْكُم مِّنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءً لِّيُطَهِّرَكُم بِهِۦ وَيُذْهِبَ عَنكُمْ رِجْزَ ٱلشَّيْطَـٰنِ وَلِيَرْبِطَ عَلَىٰ قُلُوبِكُمْ وَيُثَبِّتَ بِهِ ٱلْأَقْدَامَ

    ʹIẓ yug̣ashsheekumun nuʻaasa ʹamanatam minhu wa-yunazzilu ʻalaykum minas samaaaʹi maaaʹal liyuṭahhirakum̃ bihee wa-yuẓhiba ʻañkum rijzash Shayṭaani wa-liyarbiṭa ʻalaa q̣uloobikum wa-yus̤abbita bihil ʹaq̣daam.

    (Ingatlah), ketika Allah membuat kamu mengantuk untuk memberi ketentraman dari-Nya, dan Allah menurunkan air (hujan) dari langit kepadamu untuk menyucikan kamu dengan (hujan) itu dan menghilangkan gangguan-gangguan setan dari dirimu dan untuk menguatkan hatimu serta memperteguh telapak kakimu (teguh pendirian).

  133. 8:12

    إِذْ يُوحِى رَبُّكَ إِلَى ٱلْمَلَـٰٓئِكَةِ أَنِّى مَعَكُمْ فَثَبِّتُوا۟ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ۚ سَأُلْقِى فِى قُلُوبِ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ ٱلرُّعْبَ فَٱضْرِبُوا۟ فَوْقَ ٱلْأَعْنَاقِ وَٱضْرِبُوا۟ مِنْهُمْ كُلَّ بَنَانٍ

    ʹIẓ yooḥee Rabbuka ʹilal malaaaʹikati ʹannee maʻakum fas̤abbitul laẓeena ʹaamanoo. Saʹulq̣ee fee q̣uloobil laẓeena kafarur ruʻba faḍriboo fawq̣al ʹaʻnaaq̣i waḍriboo minhum kulla banaan.

    (Ingatlah), ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat, "Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkanlah (pendirian) orang-orang yang telah beriman." Kelak akan Aku berikan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka pukullah di atas leher mereka dan pukullah tiap-tiap ujung jari mereka.

  134. 8:13

    ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ شَآقُّوا۟ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ ۚ وَمَن يُشَاقِقِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ فَإِنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلْعِقَابِ

    Ẓaalika biʹannahum shaaaq̣q̣ul laaha wa-Rasoolah: wa-mañy yushaaq̣iq̣il laaha wa-Rasoolahoo faʹinnal laaha shadeedul ʻiq̣aab.

    (Ketentuan) yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka menentang Allah dan Rasul-Nya; dan barang siapa menentang Allah dan Rasul-Nya, sungguh, Allah sangat keras siksa-Nya.

  135. 8:14

    ذَٰلِكُمْ فَذُوقُوهُ وَأَنَّ لِلْكَـٰفِرِينَ عَذَابَ ٱلنَّارِ

    Ẓaalikum faẓooq̣oohu wa-ʹanna lilkaafireena ʻaẓaaban Naar.

    Demikianlah (hukuman dunia yang ditimpakan atasmu), maka rasakanlah hukuman itu. Sesungguhnya bagi orang-orang kafir itu ada (lagi) azab neraka.

  136. 8:15

    يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا لَقِيتُمُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ زَحْفًا فَلَا تُوَلُّوهُمُ ٱلْأَدْبَارَ

    Yaaaʹayyuhal laẓeena ʹaamanooo ʹiẓaa laq̣eetumul laẓeena kafaroo zaḥfañ falaa tuwalloohumul ʹadbaar.

    Wahai orang yang beriman! Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir yang akan menyerangmu, maka janganlah kamu membelakangi mereka (mundur).

  137. 8:16

    وَمَن يُوَلِّهِمْ يَوْمَئِذٍ دُبُرَهُۥٓ إِلَّا مُتَحَرِّفًا لِّقِتَالٍ أَوْ مُتَحَيِّزًا إِلَىٰ فِئَةٍ فَقَدْ بَآءَ بِغَضَبٍ مِّنَ ٱللَّهِ وَمَأْوَىٰهُ جَهَنَّمُ ۖ وَبِئْسَ ٱلْمَصِيرُ

    Wa-mañy yuwallihim yawmaʹiẓiñ duburahooo ʹillaa mutaḥarrifal liq̣itaalin ʹaw mutaḥayyizan ʹilaa fiʹatiñ faq̣ad baaaʹa big̣aḍabim minal laahi wa-maʹwaahu Jahannam,― wa-biʹsal maṣeer!

    Dan barang siapa mundur pada waktu itu, kecuali berbelok untuk (siasat) perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan lain, maka sungguh, orang itu kembali dengan membawa kemurkaan dari Allah. Tempatnya ialah neraka Jahanam, dan seburuk-buruknya tempat kembali.

  138. 8:17

    فَلَمْ تَقْتُلُوهُمْ وَلَـٰكِنَّ ٱللَّهَ قَتَلَهُمْ ۚ وَمَا رَمَيْتَ إِذْ رَمَيْتَ وَلَـٰكِنَّ ٱللَّهَ رَمَىٰ ۚ وَلِيُبْلِىَ ٱلْمُؤْمِنِينَ مِنْهُ بَلَآءً حَسَنًا ۚ إِنَّ ٱللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

    Falam taq̣tuloohum wa-laakinnal laaha q̣atalahum. Wa-maa ramayta ʹiẓ ramayta wa-laakinnal laaha ramaa: wa-liyubliyal Muʹmineena minhu balaaaʹan ḥasanaa: ʹinnal laaha Sameeʻun ʻAleem.

    Maka (sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, melainkan Allah yang membunuh mereka, dan bukan engkau yang melempar ketika engkau melempar, tetapi Allah yang melempar. (Allah berbuat demikian untuk membinasakan mereka) dan untuk memberi kemenangan kepada orang-orang mukmin, dengan kemenangan yang baik. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.

  139. 8:18

    ذَٰلِكُمْ وَأَنَّ ٱللَّهَ مُوهِنُ كَيْدِ ٱلْكَـٰفِرِينَ

    Ẓaalikum wa-ʹannal laaha moohinu kaydil kaafireen.

    Demikianlah (karunia Allah yang dilimpahkan kepadamu), dan sungguh, Allah melemahkan tipu daya orang-orang kafir.

  140. 8:19

    إِن تَسْتَفْتِحُوا۟ فَقَدْ جَآءَكُمُ ٱلْفَتْحُ ۖ وَإِن تَنتَهُوا۟ فَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ وَإِن تَعُودُوا۟ نَعُدْ وَلَن تُغْنِىَ عَنكُمْ فِئَتُكُمْ شَيْـًٔا وَلَوْ كَثُرَتْ وَأَنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلْمُؤْمِنِينَ

    ʹIñ tastaftiḥoo faq̣ad jaaaʹakumul fatḥ. Wa-ʹiñ tañtahoo fahuwa khayrul lakum. Wa-ʹiñ taʻoodoo naʻud. Wa-lañ tug̣niya ʻañkum fiʹatukum shayʹañw walaw kas̤urat wa-ʹannal laaha maʻal Muʹmineen!

    Jika kamu meminta keputusan, maka sesungguhnya keputusan telah datang kepadamu; dan jika kamu berhenti (memusuhi rasul), maka itulah yang lebih baik bagimu; dan jika kamu kembali, niscaya Kami kembali (memberi pertolongan); dan pasukanmu tidak akan dapat menolak sesuatu bahaya sedikit pun darimu, biarpun jumlahnya (pasukan) banyak. Sungguh, Allah beserta orang-orang beriman.

  141. 8:20

    يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَطِيعُوا۟ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ وَلَا تَوَلَّوْا۟ عَنْهُ وَأَنتُمْ تَسْمَعُونَ

    Yaaaʹayyuhaal laẓeena ʹaamanooo ʹaṭeeʻul laaha wa-Rasoolahoo wa-laa tawallaw ʻanhu wa-ʹañtum tasmaʻoon.

    Wahai orang-orang yang beriman! Taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya, dan janganlah kamu berpaling dari-Nya, padahal kamu mendengar (perintah-perintah-Nya),

  142. 8:21

    وَلَا تَكُونُوا۟ كَٱلَّذِينَ قَالُوا۟ سَمِعْنَا وَهُمْ لَا يَسْمَعُونَ

    Wa-laa takoonoo kallaẓeena q̣aaloo samiʻnaa wahum laa- yasmaʻoon:

    dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang (munafik) yang berkata, "Kami men­dengarkan," padahal mereka tidak mendengarkan (karena hati mereka menging­ka­rinya).

  143. 8:22

    ۞ إِنَّ شَرَّ ٱلدَّوَآبِّ عِندَ ٱللَّهِ ٱلصُّمُّ ٱلْبُكْمُ ٱلَّذِينَ لَا يَعْقِلُونَ

    ʹInna sharrad dawaaabbi ʻiñdal laahiṣ ṣummul bukmul laẓeena laa- yaʻq̣iloon.

    Sesungguhnya makhluk bergerak yang bernyawa yang paling buruk dalam pandangan Allah ialah mereka yang tuli dan bisu (tidak mendengar dan memahami kebenaran) yaitu orang-orang yang tidak mengerti.

  144. 8:23

    وَلَوْ عَلِمَ ٱللَّهُ فِيهِمْ خَيْرًا لَّأَسْمَعَهُمْ ۖ وَلَوْ أَسْمَعَهُمْ لَتَوَلَّوا۟ وَّهُم مُّعْرِضُونَ

    Wa-law ʻalimal laahu feehim khayral laʹasmaʻahum: wa-law ʹasmaʻahum latawallaw wahum muʻriḍoon.

    Dan sekiranya Allah mengetahui ada kebaikan pada mereka, tentu Dia jadikan mereka dapat mendengar. Dan jika Allah menjadikan mereka dapat mendengar, niscaya mereka berpaling, sedang mereka memalingkan diri.

  145. 8:24

    يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱسْتَجِيبُوا۟ لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ ۖ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ يَحُولُ بَيْنَ ٱلْمَرْءِ وَقَلْبِهِۦ وَأَنَّهُۥٓ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ

    Yaaaʹayyuhal laẓeena ʹaamanus tajeeboo lillaahi wa-lir-Rasooli ʹiẓaa daʻaakum limaa yuḥyeekum: waʻlamooo ʹannal laaha yaḥoolu baynal marʹi wa-q̣albihee wa-ʹannahooo ʹilayhi tuḥsharoon.

    Wahai orang-orang yang beriman! Penuhilah seruan Allah dan Rasul apabila dia menyerumu kepada sesuatu yang memberi kehidupan kepadamu, dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan.

  146. 8:25

    وَٱتَّقُوا۟ فِتْنَةً لَّا تُصِيبَنَّ ٱلَّذِينَ ظَلَمُوا۟ مِنكُمْ خَآصَّةً ۖ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلْعِقَابِ

    Wattaq̣oo fitnatal laa tuṣeebannal laẓeena z̤̣alamoo miñkum khaaaṣṣah: waʻlamooo ʹannal laaha shadeedul ʻiq̣aab.

    Dan peliharalah dirimu dari siksaan yang tidak hanya menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksaan-Nya.

  147. 8:26

    وَٱذْكُرُوٓا۟ إِذْ أَنتُمْ قَلِيلٌ مُّسْتَضْعَفُونَ فِى ٱلْأَرْضِ تَخَافُونَ أَن يَتَخَطَّفَكُمُ ٱلنَّاسُ فَـَٔاوَىٰكُمْ وَأَيَّدَكُم بِنَصْرِهِۦ وَرَزَقَكُم مِّنَ ٱلطَّيِّبَـٰتِ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

    Waẓkurooo ʹiẓ ʹañtum q̣aleelum mustaḍʻafoona fil ʹarḍi takhaafoona ʹañy yatakhaṭṭafakumun naasu faʹaawaakum wa-ʹayyadakum̃ binaṣrihee wa-razaq̣akum minaṭ ṭayyibaati laʻallakum tashkuroon.

    Dan ingatlah ketika kamu (para Muhajirin) masih (berjumlah) sedikit, lagi tertindas di bumi (Mekkah), dan kamu takut orang-orang (Mekkah) akan menculik kamu, maka Dia memberi kamu tempat menetap (Madinah) dan dijadikan-Nya kamu kuat dengan pertolongan-Nya dan diberi-Nya kamu rezeki yang baik agar kamu bersyukur.

  148. 8:27

    يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَخُونُوا۟ ٱللَّهَ وَٱلرَّسُولَ وَتَخُونُوٓا۟ أَمَـٰنَـٰتِكُمْ وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ

    Yaaaʹayyuhal laẓeena ʹaamanoo laa- takhoonul laaha war-Rasoola wa-takhoonooo ʹamaanaatikum wa-ʹañtum taʻlamoon.

    Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanah yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.

  149. 8:28

    وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّمَآ أَمْوَٰلُكُمْ وَأَوْلَـٰدُكُمْ فِتْنَةٌ وَأَنَّ ٱللَّهَ عِندَهُۥٓ أَجْرٌ عَظِيمٌ

    Waʻlamooo ʹannamaaa ʹamwaalukum wa-ʹawlaadukum fitnatuñw waʹannal laaha ʻiñdahooo ʹajrun ʻaz̤̣eem.

    Dan ketahuilah bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah ada pahala yang besar.

  150. 8:29

    يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِن تَتَّقُوا۟ ٱللَّهَ يَجْعَل لَّكُمْ فُرْقَانًا وَيُكَفِّرْ عَنكُمْ سَيِّـَٔاتِكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ۗ وَٱللَّهُ ذُو ٱلْفَضْلِ ٱلْعَظِيمِ

    Yaaaʹayyuhal laẓeena ʹaamanooo ʹiñ tattaq̣ul laaha yajʻal lakum Furq̣aanañw Wayukaffir ʻañkum sayyiʹaatikum wa-yag̣fir lakum. Wallaahu Ẓul Faḍlil ʻaz̤̣eem.

    Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan furqān (kemampuan membedakan antara yang hak dan batil) kepadamu dan menghapus segala kesalahanmu dan mengampuni (dosa-dosa)mu. Allah memiliki karunia yang besar.

  151. 8:30

    وَإِذْ يَمْكُرُ بِكَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ لِيُثْبِتُوكَ أَوْ يَقْتُلُوكَ أَوْ يُخْرِجُوكَ ۚ وَيَمْكُرُونَ وَيَمْكُرُ ٱللَّهُ ۖ وَٱللَّهُ خَيْرُ ٱلْمَـٰكِرِينَ

    Wa-ʹiẓ yamkuru bikal laẓeena kafaroo liyus̤bitooka ʹaw yaq̣tulooka ʹaw yukhrijook. Wa-yamkuroona wa-yamkurul laah: wallaahu Khayrul maakireen.

    Dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan tipu daya terhadapmu (Muhammad) untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu. Mereka membuat tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Allah adalah sebaik-baik pembalas tipu daya.

  152. 8:31

    وَإِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ ءَايَـٰتُنَا قَالُوا۟ قَدْ سَمِعْنَا لَوْ نَشَآءُ لَقُلْنَا مِثْلَ هَـٰذَآ ۙ إِنْ هَـٰذَآ إِلَّآ أَسَـٰطِيرُ ٱلْأَوَّلِينَ

    Wa-ʹiẓaa tutlaa ʻalayhim ʹAayaatunaa q̣aaloo q̣ad samiʻnaa law nashaaaʹu laq̣ulnaa mis̤la haaẓaaa ʹin haaẓaaa ʹillaaa ʹasaaṭeerul ʹawwaleen.

    Dan apabila ayat-ayat Kami dibacakan kepada mereka, mereka berkata, "Sesungguhnya kami telah mendengar (ayat-ayat seperti ini), jika kami menghendaki niscaya kami dapat membacakan yang seperti ini. (Al-Qur`an) ini tidak lain hanyalah dongeng orang-orang terdahulu."

  153. 8:32

    وَإِذْ قَالُوا۟ ٱللَّهُمَّ إِن كَانَ هَـٰذَا هُوَ ٱلْحَقَّ مِنْ عِندِكَ فَأَمْطِرْ عَلَيْنَا حِجَارَةً مِّنَ ٱلسَّمَآءِ أَوِ ٱئْتِنَا بِعَذَابٍ أَلِيمٍ

    Wa-ʹiẓ q̣aalul laahumma ʹiñ kaana haaẓaa huwal Ḥaq̣q̣a min ʻiñdika faʹamṭir ʻalaynaa ḥijaaratam minas samaaaʹi ʹawiʹ tinaa biʻaẓaabin ʹaleem.

    Dan (ingatlah), ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata, "Ya Allah, jika (Al-Qur`an) ini benar (wahyu) dari Engkau, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih."

  154. 8:33

    وَمَا كَانَ ٱللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنتَ فِيهِمْ ۚ وَمَا كَانَ ٱللَّهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

    Wa-maa kaanal laahu liyuʻaẓẓibahum wa-ʹañta feehim; wa-maa kaanal laahu muʻaẓẓibahum wa-hum yastag̣firoon.

    Tetapi Allah tidak akan menghukum mereka, selama engkau (Muhammad) berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan menghukum mereka, sedang mereka (masih) memohon ampunan.

  155. 8:34

    وَمَا لَهُمْ أَلَّا يُعَذِّبَهُمُ ٱللَّهُ وَهُمْ يَصُدُّونَ عَنِ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ وَمَا كَانُوٓا۟ أَوْلِيَآءَهُۥٓ ۚ إِنْ أَوْلِيَآؤُهُۥٓ إِلَّا ٱلْمُتَّقُونَ وَلَـٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ

    Wa-maa lahum ʹallaa yuʻaẓẓibahumul laahu wa-hum yaṣuddoona ʻanil Masjidil Ḥaraami wa-maa kaanooo ʹawliyaaaʹah? ʹIn ʹawliyaaaʹuhooo ʹillal Muttaq̣oona walaakinna ʹaks̤arahum laa- yaʻlamoon.

    Dan mengapa Allah tidak menghukum mereka padahal mereka menghalang-halangi (orang) untuk (mendatangi) Masjidilharam dan mereka bukanlah orang-orang yang berhak menguasainya? Orang yang berhak menguasai(nya), hanyalah orang-orang yang bertakwa, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.

  156. 8:35

    وَمَا كَانَ صَلَاتُهُمْ عِندَ ٱلْبَيْتِ إِلَّا مُكَآءً وَتَصْدِيَةً ۚ فَذُوقُوا۟ ٱلْعَذَابَ بِمَا كُنتُمْ تَكْفُرُونَ

    Wa-maa kaana ṣalaatuhum ʻiñdal Bayti ʹillaa mukaaaʹañw wataṣdiyah: faẓooq̣ul ʻaẓaaba bimaa kuñtum takfuroon.

    Dan salat mereka di sekitar Baitullah itu, tidak lain hanyalah siulan dan tepuk tangan. Maka rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu.

  157. 8:36

    إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ يُنفِقُونَ أَمْوَٰلَهُمْ لِيَصُدُّوا۟ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ ۚ فَسَيُنفِقُونَهَا ثُمَّ تَكُونُ عَلَيْهِمْ حَسْرَةً ثُمَّ يُغْلَبُونَ ۗ وَٱلَّذِينَ كَفَرُوٓا۟ إِلَىٰ جَهَنَّمَ يُحْشَرُونَ

    ʹInnal laẓeena kafaroo yuñfiq̣oona ʹamwaalahum liyaṣuddoo ʻañ Sabeelil laah. Fasayuñfiq̣oonahaa s̤umma takoonu ʻalayhim ḥasratañ s̤umma yug̣laboon. Wal-laẓeena kafarooo ʹilaa Jahannama yuḥsharoon.

    Sesungguhnya orang-orang kafir itu, menginfakkan harta mereka untuk menghalang-halangi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan (terus) menginfakkan harta itu, kemudian mereka akan menyesal sendiri, dan akhirnya mereka akan dikalahkan. Ke dalam neraka Jahanamlah orang-orang kafir itu akan dikumpulkan,

  158. 8:37

    لِيَمِيزَ ٱللَّهُ ٱلْخَبِيثَ مِنَ ٱلطَّيِّبِ وَيَجْعَلَ ٱلْخَبِيثَ بَعْضَهُۥ عَلَىٰ بَعْضٍ فَيَرْكُمَهُۥ جَمِيعًا فَيَجْعَلَهُۥ فِى جَهَنَّمَ ۚ أُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْخَـٰسِرُونَ

    Liyameezal laahul khabees̤a minaṭ ṭayyibi wa-yajʻalal khabees̤a baʻḍahoo ʻalaa baʻḍiñ fayarkumahoo jameeʻañ fayajʻalahoo fee jahannam. ʹUlaaaʹika humul khaasiroon.

    agar Allah memisahkan (golongan) yang buruk dari yang baik dan menjadikan (golongan) yang buruk itu sebagiannya di atas yang lain, lalu kesemuanya ditumpukkan-Nya, dan dimasukkan-Nya ke dalam neraka Jahanam. Mereka itulah orang-orang yang rugi.

  159. 8:38

    قُل لِّلَّذِينَ كَفَرُوٓا۟ إِن يَنتَهُوا۟ يُغْفَرْ لَهُم مَّا قَدْ سَلَفَ وَإِن يَعُودُوا۟ فَقَدْ مَضَتْ سُنَّتُ ٱلْأَوَّلِينَ

    Q̣ul lillaẓeena kafarooo ʹiñy yañtahoo yug̣far lahum maa q̣ad salaf; wa-ʹiñy yaʻoodoo faq̣ad maḍat Sunnatul ʹawwaleen.

    Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu (Abu Sufyan dan kawan-kawannya), "Jika mereka berhenti (dari kekafirannya), niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa mereka yang telah lalu; dan jika mereka kembali lagi (memerangi Nabi) sungguh, berlaku (kepada mereka) sunah (Allah terhadap) orang-orang dahulu (dibinasakan)."

  160. 8:39

    وَقَـٰتِلُوهُمْ حَتَّىٰ لَا تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ ٱلدِّينُ كُلُّهُۥ لِلَّهِ ۚ فَإِنِ ٱنتَهَوْا۟ فَإِنَّ ٱللَّهَ بِمَا يَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

    Wa-q̣aatiloohum ḥattaa laa- takoona fitnatuñw wayakoonad Deenu kulluhoo lillaah; faʹiniñ tahaw faʹinnal laaha bimaa yaʻmaloona Baṣeer.

    Dan perangilah mereka itu sampai tidak ada lagi fitnah dan agama hanya bagi Allah semata. Jika mereka berhenti (dari kekafiran), maka sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.

  161. 8:40

    وَإِن تَوَلَّوْا۟ فَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ مَوْلَىٰكُمْ ۚ نِعْمَ ٱلْمَوْلَىٰ وَنِعْمَ ٱلنَّصِيرُ

    Wa-ʹin tawallaw faʻlamooo ʹannal laaha Mawlaakum― Niʻmal Mawlaa wa-Niʻman Naṣeer.

    Dan jika mereka berpaling, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah Pelindungmu. Dia adalah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.