Back to Quran

Juz

Juz 10

8:41 ... 9:92 · 127 ayahs

Diterjemahkan oleh Indonesian Ministry Islamic Affairs

  1. Surah Al-AnfalBegins here at 8:41

  2. 8:41

    ۞ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّمَا غَنِمْتُم مِّن شَىْءٍ فَأَنَّ لِلَّهِ خُمُسَهُۥ وَلِلرَّسُولِ وَلِذِى ٱلْقُرْبَىٰ وَٱلْيَتَـٰمَىٰ وَٱلْمَسَـٰكِينِ وَٱبْنِ ٱلسَّبِيلِ إِن كُنتُمْ ءَامَنتُم بِٱللَّهِ وَمَآ أَنزَلْنَا عَلَىٰ عَبْدِنَا يَوْمَ ٱلْفُرْقَانِ يَوْمَ ٱلْتَقَى ٱلْجَمْعَانِ ۗ وَٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ

    Waʻlamooo ʹannamaa g̣animtum miñ shayʹiñ faʹanna lillaahi khumusahoo wa-lir-Rasooli wa-liẓil q̣urbaa walyataamaa walmasaakeeni wabnis sabeeli ʹiñ kuñtum ʹaamañtum̃ billaahi wa-maaa ʹañzalnaa ʻalaa ʻAbdinaa Yawmal Furq̣aani Yawmal taq̣al jamʻaan. Wal-laahu ʻalaa kulli shayʹiñ Q̣adeer.

    Dan ketahuilah, sesungguhnya segala yang kamu peroleh sebagai rampasan perang, maka seperlima untuk Allah, Rasul, kerabat Rasul, anak yatim, orang miskin dan ibnu sabil, (demikian) jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) di hari furqan, yaitu pada hari bertemunya dua pasukan. Dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.

  3. 8:42

    إِذْ أَنتُم بِٱلْعُدْوَةِ ٱلدُّنْيَا وَهُم بِٱلْعُدْوَةِ ٱلْقُصْوَىٰ وَٱلرَّكْبُ أَسْفَلَ مِنكُمْ ۚ وَلَوْ تَوَاعَدتُّمْ لَٱخْتَلَفْتُمْ فِى ٱلْمِيعَـٰدِ ۙ وَلَـٰكِن لِّيَقْضِىَ ٱللَّهُ أَمْرًا كَانَ مَفْعُولًا لِّيَهْلِكَ مَنْ هَلَكَ عَنۢ بَيِّنَةٍ وَيَحْيَىٰ مَنْ حَىَّ عَنۢ بَيِّنَةٍ ۗ وَإِنَّ ٱللَّهَ لَسَمِيعٌ عَلِيمٌ

    ʹIẓ ʹañtum̃ bilʻudwatid dunyaa wa-hum̃ bilʻudwatil q̣uṣwaa warrakbu ʹasfala miñkum. Wa-law tawaaʻattum lakhtalaftum fil meeʻaadi wa-laakil liyaq̣ḍiyal laahu ʹamrañ kaana mafʻoolaa; liyahlika man halaka ʻam Bayyinatiñw Wayaḥyaa man ḥayya ʻam Bayyinah. Wa-innal laaha la-Sameeʻun ʻAleem.

    (Yaitu) ketika kamu berada di pinggir lembah yang dekat dan mereka berada di pinggir lembah yang jauh sedang kafilah itu berada lebih rendah dari kamu. Sekiranya kamu mengadakan persetujuan (untuk menentukan hari pertempuran), niscaya kamu berbeda pendapat dalam menentukan (hari pertempuran itu), tetapi Allah berkehendak melaksanakan suatu urusan yang harus dilaksanakan, yaitu agar orang yang binasa itu binasa dengan bukti yang nyata dan agar orang yang hidup itu hidup dengan bukti yang nyata. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui,

  4. 8:43

    إِذْ يُرِيكَهُمُ ٱللَّهُ فِى مَنَامِكَ قَلِيلًا ۖ وَلَوْ أَرَىٰكَهُمْ كَثِيرًا لَّفَشِلْتُمْ وَلَتَنَـٰزَعْتُمْ فِى ٱلْأَمْرِ وَلَـٰكِنَّ ٱللَّهَ سَلَّمَ ۗ إِنَّهُۥ عَلِيمٌۢ بِذَاتِ ٱلصُّدُورِ

    ʹIẓ yureekahumul laahu fee manaamika q̣aleelaa: wa-law ʹaraakahum kas̤eeral lafashiltum wa-latanaazaʻtum fil ʹamri wa-laakinnal laaha sallam: ʹinnahoo ʻAleemum biẓaatiṣ ṣudoor.

    (ingatlah) ketika Allah memperlihatkan mereka di dalam mimpimu (berjumlah) sedikit. Dan sekiranya Allah memperlihatkan mereka (berjumlah) banyak tentu kamu menjadi gentar dan tentu kamu akan berbantah-bantahan dalam urusan itu, tetapi Allah telah menyelamatkan kamu. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang ada dalam hatimu.

  5. 8:44

    وَإِذْ يُرِيكُمُوهُمْ إِذِ ٱلْتَقَيْتُمْ فِىٓ أَعْيُنِكُمْ قَلِيلًا وَيُقَلِّلُكُمْ فِىٓ أَعْيُنِهِمْ لِيَقْضِىَ ٱللَّهُ أَمْرًا كَانَ مَفْعُولًا ۗ وَإِلَى ٱللَّهِ تُرْجَعُ ٱلْأُمُورُ

    Wa-ʹiẓ yureekumoohum ʹiẓil taq̣aytum feee ʹaʻyunikum q̣aleelañw wayuq̣allilukum feee ʹaʻyunihim liyaq̣ḍiyal laahu ʹamrañ kaana mafʻoolaa. Wa-ʹilal laahi turjaʻul ʹumoor.

    Dan ketika Allah memperlihatkan mereka kepadamu, ketika kamu berjumpa dengan mereka berjumlah sedikit menurut penglihatan matamu dan kamu diperlihatkan-Nya berjumlah sedikit menurut penglihatan mereka, itu karena Allah hendak melakukan suatu urusan yang harus dilaksanakan. Hanya kepada Allah segala urusan dikembalikan.

  6. 8:45

    يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا لَقِيتُمْ فِئَةً فَٱثْبُتُوا۟ وَٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ كَثِيرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

    Yaaaʹayyuhal laẓeena ʹaamanooo ʹiẓaa laq̣eetum fiʹatañ fas̤butoo waẓkurul laaha kas̤eeral laʻallakum tufliḥoon:

    Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu bertemu pasukan (musuh), maka berteguh hatilah dan sebutlah (nama) Allah banyak-banyak (berzikir dan berdoa) agar kamu beruntung.

  7. 8:46

    وَأَطِيعُوا۟ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ وَلَا تَنَـٰزَعُوا۟ فَتَفْشَلُوا۟ وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ ۖ وَٱصْبِرُوٓا۟ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلصَّـٰبِرِينَ

    Wa-ʹaṭeeʻul laaha wa-Rasoolahoo wa-laa tanaazaʻoo fatafshaloo wa-taẓhaba reeḥukum waṣbiroo: ʹinnal laaha maʻaṣ Ṣaabireen.

    Dan taatilah Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berselisih, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan kekuatanmu hilang dan bersabarlah. Sungguh, Allah bersama orang-orang sabar.

  8. 8:47

    وَلَا تَكُونُوا۟ كَٱلَّذِينَ خَرَجُوا۟ مِن دِيَـٰرِهِم بَطَرًا وَرِئَآءَ ٱلنَّاسِ وَيَصُدُّونَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا يَعْمَلُونَ مُحِيطٌ

    Wa-laa takoonoo kallaẓeena kharajoo miñ diyaarihim̃ baṭarañw wariʹaaaʹan naasi wa-yaṣuddoona ʻañ Sabeelil laah: wallaahu bimaa yaʻmaloona Muḥeeṭ.

    Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang keluar dari kampung halamannya dengan rasa angkuh dan ingin dipuji orang (ria) serta menghalang-halangi (orang) dari jalan Allah. Allah meliputi segala yang mereka kerjakan.

  9. 8:48

    وَإِذْ زَيَّنَ لَهُمُ ٱلشَّيْطَـٰنُ أَعْمَـٰلَهُمْ وَقَالَ لَا غَالِبَ لَكُمُ ٱلْيَوْمَ مِنَ ٱلنَّاسِ وَإِنِّى جَارٌ لَّكُمْ ۖ فَلَمَّا تَرَآءَتِ ٱلْفِئَتَانِ نَكَصَ عَلَىٰ عَقِبَيْهِ وَقَالَ إِنِّى بَرِىٓءٌ مِّنكُمْ إِنِّىٓ أَرَىٰ مَا لَا تَرَوْنَ إِنِّىٓ أَخَافُ ٱللَّهَ ۚ وَٱللَّهُ شَدِيدُ ٱلْعِقَابِ

    Wa-ʹiẓ zayyana lahumush Shayṭaanu ʹaʻmaalahum Waq̣aala laa- g̣aaliba lakumul yawma minan naasi wa-ʹinnee jaarul lakum. Falammaa taraaaʹatil fiʹataani nakaṣa ʻalaa ʻaq̣ibayhi wa-q̣aala ʹinnee bareeeʹum miñkum ʹinneee ʹaraa Maa laa- tarawna ʹinneee ʹakhaaful laah; wallaahu Shadeedul ʻiq̣aab.

    Dan (ingatlah) ketika setan menjadikan terasa indah bagi mereka perbuatan (dosa) mereka dan mengatakan, "Tidak ada (orang) yang dapat mengalahkan kamu pada hari ini, dan sungguh, aku adalah penolongmu". Maka ketika kedua pasukan itu telah saling melihat (berhadapan), setan balik ke belakang seraya berkata, "Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu; aku dapat melihat apa yang kamu tidak dapat melihat; sesungguhnya aku takut kepada Allah." Allah sangat keras siksa-Nya.

  10. 8:49

    إِذْ يَقُولُ ٱلْمُنَـٰفِقُونَ وَٱلَّذِينَ فِى قُلُوبِهِم مَّرَضٌ غَرَّ هَـٰٓؤُلَآءِ دِينُهُمْ ۗ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ فَإِنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

    ʹIẓ yaq̣oolul Munaafiq̣oona wallaẓeena fee q̣uloobihim maraḍun g̣arra haaaʹulaaaʹi Deenuhum. Wa-mañy yatawakkal ʻalal laahi faʹinnal laaha ʻAzeezun Ḥakeem.

    (Ingatlah), ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya berkata, "Mereka itu (orang mukmin) ditipu agamanya." (Allah berfirman), "Barang siapa bertawakal kepada Allah, ketahuilah bahwa Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana."

  11. 8:50

    وَلَوْ تَرَىٰٓ إِذْ يَتَوَفَّى ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ ۙ ٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ يَضْرِبُونَ وُجُوهَهُمْ وَأَدْبَـٰرَهُمْ وَذُوقُوا۟ عَذَابَ ٱلْحَرِيقِ

    Wa-law taraaa ʹiẓ yatawaffal laẓeena kafarul malaaaʹikatu yaḍriboona wujoohahum wa-ʹadbaarahum: wa-ẓooq̣oo ʻAẓaabal ḥareeq̣!

    Dan sekiranya kamu melihat ketika para malaikat mencabut nyawa orang-orang yang kafir sambil memukul wajah dan punggung mereka (dan berkata), "Rasakanlah olehmu siksa neraka yang membakar."

  12. 8:51

    ذَٰلِكَ بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيكُمْ وَأَنَّ ٱللَّهَ لَيْسَ بِظَلَّـٰمٍ لِّلْعَبِيدِ

    Ẓaalika bimaa q̣addamat ʹaydeekum wa-ʹannal laaha laysa biz̤̣allaamil lil-ʻabeed:

    Demikian itu disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri. Dan sesungguhnya Allah tidak menzalimi hamba-hamba-Nya,

  13. 8:52

    كَدَأْبِ ءَالِ فِرْعَوْنَ ۙ وَٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ ۚ كَفَرُوا۟ بِـَٔايَـٰتِ ٱللَّهِ فَأَخَذَهُمُ ٱللَّهُ بِذُنُوبِهِمْ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ قَوِىٌّ شَدِيدُ ٱلْعِقَابِ

    Kadaʹbi ʹAali Firʻawna wal-laẓeena miñ q̣ablihim: kafaroo biʹAayaatil laahi faʹakhaẓahumul laahu biẓunoobihim. ʹInnal laaha Q̣awiyyuñ Shadeedul ʻiq̣aab.

    (Keadaan mereka) serupa dengan keadaan pengikut Fir'aun dan orang-orang yang sebelum mereka. Mereka mengingkari ayat-ayat Allah, maka Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosanya. Sungguh, Allah Maha Kuat lagi sangat keras siksa-Nya.

  14. 8:53

    ذَٰلِكَ بِأَنَّ ٱللَّهَ لَمْ يَكُ مُغَيِّرًا نِّعْمَةً أَنْعَمَهَا عَلَىٰ قَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا۟ مَا بِأَنفُسِهِمْ ۙ وَأَنَّ ٱللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

    Ẓaalika biʹannal laaha lam yakumu g̣ayyiran niʻmatan ʹanʻamahaa ʻalaa q̣awmin ḥattaa yug̣ayyiroo maa- biʹañfusihim wa-ʹannal laaha Sameeʻun ʻAleem:

    Yang demikian itu karena sesungguhnya Allah tidak akan mengubah suatu nikmat yang telah diberikan-Nya kepada suatu kaum, hingga kaum itu mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui,

  15. 8:54

    كَدَأْبِ ءَالِ فِرْعَوْنَ ۙ وَٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ ۚ كَذَّبُوا۟ بِـَٔايَـٰتِ رَبِّهِمْ فَأَهْلَكْنَـٰهُم بِذُنُوبِهِمْ وَأَغْرَقْنَآ ءَالَ فِرْعَوْنَ ۚ وَكُلٌّ كَانُوا۟ ظَـٰلِمِينَ

    Kadaʹbi ʹAali Firʻawna wallaẓeena miñ q̣ablihim: kaẓẓaboo biʹAayaati Rabbihim faʹahlaknaahum̃ biẓunoobihim wa-ʹag̣raq̣naaa ʹAala Firʻawn: wa-kulluñ kaanoo z̤̣aalimeen.

    (Keadaan mereka) serupa dengan keadaan pengikut Fir'aun dan orang-orang yang sebelum mereka. Mereka mendustakan ayat-ayat Tuhannya, maka Kami membinasakan mereka disebabkan oleh dosa-dosanya dan Kami tenggelamkan Fir'aun dan pengikut-pengikutnya; karena mereka adalah orang-orang yang zalim.

  16. 8:55

    إِنَّ شَرَّ ٱلدَّوَآبِّ عِندَ ٱللَّهِ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ فَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ

    ʹInna sharrad dawaaabbi ʻiñdal laahil laẓeena kafaroo fahum laa- yuʹminoon.

    Sesungguhnya makhluk paling buruk di sisi Allah ialah orang-orang kafir, karena mereka tidak beriman.

  17. 8:56

    ٱلَّذِينَ عَـٰهَدتَّ مِنْهُمْ ثُمَّ يَنقُضُونَ عَهْدَهُمْ فِى كُلِّ مَرَّةٍ وَهُمْ لَا يَتَّقُونَ

    ʹAllaẓeena ʻaahatta min-hum s̤umma yañq̣uḍoona ʻahdahum fee kulli marratiñw wahum laa- yattaq̣oon.

    (Yaitu) orang-orang yang terikat perjanjian dengan kamu, kemudian setiap kali berjanji mereka mengkhianati janjinya, sedang mereka tidak takut (kepada Allah).

  18. 8:57

    فَإِمَّا تَثْقَفَنَّهُمْ فِى ٱلْحَرْبِ فَشَرِّدْ بِهِم مَّنْ خَلْفَهُمْ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ

    Faʹimmaa tas̤q̣afannahum fil ḥarbi fasharrid bihim man khalfahum laʻallahum yaẓẓakkaroon.

    Jika engkau (Muhammad) mengungguli mereka dalam peperangan, maka cerai-beraikanlah orang-orang yang di belakang mereka dengan (menumpas) mereka, agar mereka mengambil pelajaran.

  19. 8:58

    وَإِمَّا تَخَافَنَّ مِن قَوْمٍ خِيَانَةً فَٱنۢبِذْ إِلَيْهِمْ عَلَىٰ سَوَآءٍ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ ٱلْخَآئِنِينَ

    Wa-ʹimmaa takhaafanna miñ q̣awmin khiyaanatañ fambiẓ ʹilayhim ʻalaa sawaaaʹ: ʹinnal laaha laa- yuḥibbul khaaaʹineen.

    Dan jika engkau (Muhammad) khawatir akan (terjadinya) pengkhianatan dari suatu golongan, maka kembalikanlah perjanjian itu kepada mereka dengan cara yang jujur. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berkhianat.

  20. 8:59

    وَلَا يَحْسَبَنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ سَبَقُوٓا۟ ۚ إِنَّهُمْ لَا يُعْجِزُونَ

    Wa-laa yaḥsabannal laẓeena kafaroo sabaq̣oo: ʹinnahum laa- yuʻjizoon.

    Dan janganlah orang-orang kafir mengira, bahwa mereka akan dapat lolos (dari kekuasaan Allah). Sungguh, mereka tidak dapat melemahkan (Allah).

  21. 8:60

    وَأَعِدُّوا۟ لَهُم مَّا ٱسْتَطَعْتُم مِّن قُوَّةٍ وَمِن رِّبَاطِ ٱلْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِۦ عَدُوَّ ٱللَّهِ وَعَدُوَّكُمْ وَءَاخَرِينَ مِن دُونِهِمْ لَا تَعْلَمُونَهُمُ ٱللَّهُ يَعْلَمُهُمْ ۚ وَمَا تُنفِقُوا۟ مِن شَىْءٍ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنتُمْ لَا تُظْلَمُونَ

    Wa-ʹaʻiddoo lahum mas taṭaʻtum miñ q̣uwwatiñw wamir ribaaṭil khayli turhiboona bihee ʻaduwwal laahi wa-ʻaduwwakum wa-ʹaakhareena miñ doonihim, laa- taʻlamoonahu mullaahu yaʻlamuhum. Wa-maa tuñfiq̣oo miñ shayʹiñ fee Sabeelil laahi yuwaffa ʹilaykum waʹañtum laa- tuz̤̣lamoon.

    Dan persiapkanlah segala kemampuan untuk menghadapi mereka dengan kekuatan yang kamu miliki dan dari pasukan berkuda yang dapat menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; tetapi Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu infakkan di jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dizalimi (dirugikan).

  22. 8:61

    ۞ وَإِن جَنَحُوا۟ لِلسَّلْمِ فَٱجْنَحْ لَهَا وَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْعَلِيمُ

    Wa-ʹiñ janaḥoo lissalmi fajnaḥ lahaa wa-tawakkal ʻalal laah: ʹinnahoo Huwas Sameeʻul ʻAleem.

    Tetapi jika mereka condong kepada perdamaian, maka terimalah dan bertawakallah kepada Allah. Sungguh, Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui.

  23. 8:62

    وَإِن يُرِيدُوٓا۟ أَن يَخْدَعُوكَ فَإِنَّ حَسْبَكَ ٱللَّهُ ۚ هُوَ ٱلَّذِىٓ أَيَّدَكَ بِنَصْرِهِۦ وَبِٱلْمُؤْمِنِينَ

    Wa-ʹiñy yureedooo ʹañy yakhdaʻooka faʹinna ḥasbakal laah. Huwal laẓeee ʹayyadaka binaṣrihee wa-bil-Muʹmineen.

    Dan jika mereka hendak menipumu, maka sesungguhnya cukuplah Allah (menjadi pelindung) bagimu. Dialah yang memberikan kekuatan kepadamu dengan pertolongan-Nya dan dengan (dukungan) orang-orang mukmin,

  24. 8:63

    وَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ ۚ لَوْ أَنفَقْتَ مَا فِى ٱلْأَرْضِ جَمِيعًا مَّآ أَلَّفْتَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ وَلَـٰكِنَّ ٱللَّهَ أَلَّفَ بَيْنَهُمْ ۚ إِنَّهُۥ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

    Wa-ʹallafa bayna q̣uloobihim. Law ʹañfaq̣ta maa- fil ʹarḍi jameeʻam maaa ʹallafta bayna q̣uloobihim wa-laakinnal laaha ʹallafa baynahum; ʹinnahoo ʻAzeezun Ḥakeem.

    dan Dia (Allah) yang mempersatukan hati mereka (orang yang beriman). Walaupun kamu menginfakkan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sungguh, Dia Mahaperkasa, Mahabijaksana.

  25. 8:64

    يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِىُّ حَسْبُكَ ٱللَّهُ وَمَنِ ٱتَّبَعَكَ مِنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ

    Yaaaʹayyuhan nabiyyu ḥasbukal lahu wa-manit tabaʻaka minal Muʹmineen.

    Wahai Nabi (Muhammad)! Cukuplah Allah (menjadi pelindung) bagimu dan bagi orang-orang mukmin yang mengikutimu.

  26. 8:65

    يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِىُّ حَرِّضِ ٱلْمُؤْمِنِينَ عَلَى ٱلْقِتَالِ ۚ إِن يَكُن مِّنكُمْ عِشْرُونَ صَـٰبِرُونَ يَغْلِبُوا۟ مِا۟ئَتَيْنِ ۚ وَإِن يَكُن مِّنكُم مِّا۟ئَةٌ يَغْلِبُوٓا۟ أَلْفًا مِّنَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لَّا يَفْقَهُونَ

    Yaaaʹayyuhan Nabiyyu ḥarriḍil Muʹmineena ʻalal q̣itaal. ʹIñy yakum miñkum ʻishroona ṣaabiroona yag̣liboo miʹatayn; wa-ʹiñy yakum miñkum miʹatuñy yag̣libooo ʹalfam minal laẓeena kafaroo biʹannahum q̣awmul laa yafq̣ahoon.

    Wahai Nabi (Muhammad)! Kobarkanlah semangat para mukmin untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar di antara kamu, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang (yang sabar) di antara kamu, niscaya mereka dapat mengalahkan seribu orang kafir, karena orang-orang kafir itu adalah kaum yang tidak mengerti.

  27. 8:66

    ٱلْـَٔـٰنَ خَفَّفَ ٱللَّهُ عَنكُمْ وَعَلِمَ أَنَّ فِيكُمْ ضَعْفًا ۚ فَإِن يَكُن مِّنكُم مِّا۟ئَةٌ صَابِرَةٌ يَغْلِبُوا۟ مِا۟ئَتَيْنِ ۚ وَإِن يَكُن مِّنكُمْ أَلْفٌ يَغْلِبُوٓا۟ أَلْفَيْنِ بِإِذْنِ ٱللَّهِ ۗ وَٱللَّهُ مَعَ ٱلصَّـٰبِرِينَ

    ʹAlʹaana khaffafal laahu ʻañkum wa-ʻalima ʹanna feekum ḍaʻfaa. Faʹiñy yakum miñkum miʹatuñ Ṣaabiratuñy yag̣liboo miʹatayn. Wa-ʹiñy yakum miñkum ʹalfuñy yag̣libooo ʹalfayni biʹiẓnil laah: wallaahu maʻaṣ Ṣaabireen.

    Sekarang Allah telah meringankan bagimu karena Dia mengetahui bahwa ada kelemahan padamu. Maka jika di antara kamu ada seratus orang yang sabar, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus (orang musuh); dan jika di antara kamu ada seribu orang (yang sabar), niscaya mereka dapat mengalahkan dua ribu orang dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.

  28. 8:67

    مَا كَانَ لِنَبِىٍّ أَن يَكُونَ لَهُۥٓ أَسْرَىٰ حَتَّىٰ يُثْخِنَ فِى ٱلْأَرْضِ ۚ تُرِيدُونَ عَرَضَ ٱلدُّنْيَا وَٱللَّهُ يُرِيدُ ٱلْـَٔاخِرَةَ ۗ وَٱللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

    Maa- kaana li-Nabiyyin ʹañy yakoona lahooo ʹasraa ḥattaa yus̤khina fil ʹarḍ. Tureedoona ʻaraḍad dunyaa, wallaahu yureedul ʹAakhirah: wallaahu ʻAzeezun Ḥakeem.

    Tidaklah pantas, bagi seorang Nabi mempunyai tawanan sebelum dia dapat melumpuhkan musuhnya di bumi. Kamu menghendaki harta benda duniawi sedangkan Allah menghendaki (pahala) akhirat (untukmu). Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.

  29. 8:68

    لَّوْلَا كِتَـٰبٌ مِّنَ ٱللَّهِ سَبَقَ لَمَسَّكُمْ فِيمَآ أَخَذْتُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ

    Law-laa Kitaabum minal laahi sabaq̣a lamassakum fee-maaa ʹakhaẓtum ʻaẓaabun ʻaz̤̣eem.

    Sekiranya tidak ada ketetapan terdahulu dari Allah, niscaya kamu ditimpa siksaan yang besar karena (tebusan) yang kamu ambil.

  30. 8:69

    فَكُلُوا۟ مِمَّا غَنِمْتُمْ حَلَـٰلًا طَيِّبًا ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

    Fakuloo mimmaa g̣animtum ḥalaalañ ṭayyibaa; watta q̣ullaah: ʹinnal laaha G̣afoorur Raḥeem.

    Maka makanlah dari sebagian rampasan perang yang telah kamu peroleh itu, sebagai makanan yang halal lagi baik, dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

  31. 8:70

    يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِىُّ قُل لِّمَن فِىٓ أَيْدِيكُم مِّنَ ٱلْأَسْرَىٰٓ إِن يَعْلَمِ ٱللَّهُ فِى قُلُوبِكُمْ خَيْرًا يُؤْتِكُمْ خَيْرًا مِّمَّآ أُخِذَ مِنكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ۗ وَٱللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

    Yaaaʹayyuhan Nabiyyu q̣ul limañ feee ʹaydeekum minal ʹasraaa ʹiñy yaʻlamil laahu fee q̣uloobikum khayrañy yuʹtikum khayram mimmaaa ʹukhiẓa miñkum wa-yag̣fir lakum: wallaahu G̣afoorur Raḥeem.

    Wahai Nabi (Muhammad)! Katakanlah kepada para tawanan perang yang ada di tanganmu, "Jika Allah mengetahui ada kebaikan di dalam hatimu, niscaya Dia akan memberikan yang lebih baik dari apa yang telah diambil darimu dan Dia akan mengampuni kamu." Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

  32. 8:71

    وَإِن يُرِيدُوا۟ خِيَانَتَكَ فَقَدْ خَانُوا۟ ٱللَّهَ مِن قَبْلُ فَأَمْكَنَ مِنْهُمْ ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

    Wa-ʹiñy yureedoo khiyaanataka faq̣ad khaanul laaha miñ q̣ablu faʹamkana minhum. Wallaahu ʻAleemun Ḥakeem.

    Tetapi jika mereka (tawanan itu) hendak mengkhianatimu (Muhammad) maka sesungguhnya sebelum itu pun mereka telah berkhianat kepada Allah, maka Dia memberikan kekuasaan kepadamu atas mereka. Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.

  33. 8:72

    إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَهَاجَرُوا۟ وَجَـٰهَدُوا۟ بِأَمْوَٰلِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَٱلَّذِينَ ءَاوَوا۟ وَّنَصَرُوٓا۟ أُو۟لَـٰٓئِكَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَآءُ بَعْضٍ ۚ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَلَمْ يُهَاجِرُوا۟ مَا لَكُم مِّن وَلَـٰيَتِهِم مِّن شَىْءٍ حَتَّىٰ يُهَاجِرُوا۟ ۚ وَإِنِ ٱسْتَنصَرُوكُمْ فِى ٱلدِّينِ فَعَلَيْكُمُ ٱلنَّصْرُ إِلَّا عَلَىٰ قَوْمٍۭ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُم مِّيثَـٰقٌ ۗ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

    ʹInnal laẓeena ʹaamanoo wa-haajaroo wa-jaahadoo biʹamwaalihim wa-ʹañfusihim fee Sabeelil laahi wallaẓeena ʹaawaw Wanaṣarooo ʹulaaaʹika baʻḍuhum ʹawliyaaaʹu baʻḍ. Wallaẓeena ʹaamanoo wa-lam yuhaajiroo maa- lakum miñw walaayatihim miñ shayʹin ḥattaa yuhaajiroo; wa-ʹinis tañṣarookum fid deeni faʻalayku munnaṣru ʹillaa ʻalaa q̣awmim baynakum wa-baynahum Mees̤aaq̣. Wallaahu bimaa taʻmaloona Baṣeer.

    Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta dan jiwanya di jalan Allah dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada Muhajirin), mereka itu satu sama lain saling melindungi. Dan (terhadap) orang-orang yang beriman tetapi belum berhijrah, maka tidak ada kewajiban sedikit pun bagimu melindungi mereka, sampai mereka berhijrah. (Tetapi) jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan kecuali terhadap kaum yang telah terikat perjanjian antara kamu dengan mereka. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

  34. 8:73

    وَٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَآءُ بَعْضٍ ۚ إِلَّا تَفْعَلُوهُ تَكُن فِتْنَةٌ فِى ٱلْأَرْضِ وَفَسَادٌ كَبِيرٌ

    Wallaẓeena kafaroo baʻḍuhum ʹawliyaaaʹu baʻḍ: ʹillaa tafʻaloohu takuñ fitnatuñ fil ʹarḍi wa-fasaaduñ kabeer.

    Dan orang-orang yang kafir, sebagian mereka melindungi sebagian yang lain. Jika kamu tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah (saling melindungi), niscaya akan terjadi kekacauan di bumi dan kerusakan yang besar.

  35. 8:74

    وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَهَاجَرُوا۟ وَجَـٰهَدُوا۟ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَٱلَّذِينَ ءَاوَوا۟ وَّنَصَرُوٓا۟ أُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُؤْمِنُونَ حَقًّا ۚ لَّهُم مَّغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ

    Wallaẓeena ʹaamanoo wa-haajaroo wa-jaahadoo fee Sabeelil laahi wallaẓeena ʹaawaw Wanaṣarooo ʹulaaaʹika humul Muʹminoona ḥaq̣q̣aa: lahum mag̣firatuñw warizq̣uñ Kareem.

    Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah, dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada orang Muhajirin), mereka itulah orang yang benar-benar beriman. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki (nikmat) yang mulia.

  36. 8:75

    وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنۢ بَعْدُ وَهَاجَرُوا۟ وَجَـٰهَدُوا۟ مَعَكُمْ فَأُو۟لَـٰٓئِكَ مِنكُمْ ۚ وَأُو۟لُوا۟ ٱلْأَرْحَامِ بَعْضُهُمْ أَوْلَىٰ بِبَعْضٍ فِى كِتَـٰبِ ٱللَّهِ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌۢ

    Wallaẓeena ʹaamanoo mim baʻdu wa-haajaroo wa-jaahadoo maʻakum faʹulaaaʹika miñkum. Wa-ʹulul ʹarḥaami baʻḍuhum ʹawlaa bibaʻḍiñ fee Kitaabil laah. ʹInnal laaha bikulli shayʹin ʻAleem.

    Dan orang-orang yang beriman setelah itu, kemudian berhijrah dan berjihad bersamamu maka mereka termasuk golonganmu. Orang-orang yang mempunyai hubungan kerabat itu sebagiannya lebih berhak terhadap sesamanya (daripada yang bukan kerabat) menurut Kitab Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

  37. Surah At-TawbahBegins here at 9:1

  38. 9:1

    بَرَآءَةٌ مِّنَ ٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦٓ إِلَى ٱلَّذِينَ عَـٰهَدتُّم مِّنَ ٱلْمُشْرِكِينَ

    BARAAAʹATUM MINAL LAAHI wa-Rasooliheee ʹilal laẓeena ʻaahattum minal Mushrikeen:―

    (Inilah pernyataan) pemutusan hubungan dari Allah dan Rasul-Nya kepada orang-orang musyrik yang kamu telah mengadakan perjanjian (dengan mereka).

  39. 9:2

    فَسِيحُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ أَرْبَعَةَ أَشْهُرٍ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّكُمْ غَيْرُ مُعْجِزِى ٱللَّهِ ۙ وَأَنَّ ٱللَّهَ مُخْزِى ٱلْكَـٰفِرِينَ

    Faseeḥoo fil ʹarḍi ʹarbaʻata ʹashhuriñw waʻlamooo ʹannakum g̣ayru muʻjizil laahi wa-ʹannal laaha mukhzil kaafireen.

    Maka berjalanlah kamu (kaum musyrikin) di bumi selama empat bulan dan ketahuilah bahwa kamu tidak dapat melemahkan Allah, dan sesungguhnya Allah menghinakan orang-orang kafir.

  40. 9:3

    وَأَذَٰنٌ مِّنَ ٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦٓ إِلَى ٱلنَّاسِ يَوْمَ ٱلْحَجِّ ٱلْأَكْبَرِ أَنَّ ٱللَّهَ بَرِىٓءٌ مِّنَ ٱلْمُشْرِكِينَ ۙ وَرَسُولُهُۥ ۚ فَإِن تُبْتُمْ فَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ وَإِن تَوَلَّيْتُمْ فَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّكُمْ غَيْرُ مُعْجِزِى ٱللَّهِ ۗ وَبَشِّرِ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ

    Wa-ʹaẓaanum minal laahi wa-Rasooliheee ʹilan naasi yawmal Ḥajjil ʹAkbari ʹannal laaha bareeeʹum minal mushrikeena wa-Rasooluh. Faʹiñ tubtum fahuwa khayrul lakum: wa-ʹiñ tawallaytum faʻlamooo ʹannakum g̣ayru muʻjizil laah. Wa-bashshiril laẓeena kafaroo biʻaẓaabin ʹaleem:

    Dan satu maklumat (pemberitahuan) dari Allah dan Rasul-Nya kepada umat manusia pada hari haji akbar, bahwa sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya berlepas diri dari orang-orang musyrik. Kemudian jika kamu (kaum musyrikin) bertobat, maka itu lebih baik bagimu; dan jika kamu berpaling, maka ketahuilah bahwa kamu tidak dapat melemahkan Allah. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang kafir (bahwa mereka akan mendapat) azab yang pedih,

  41. 9:4

    إِلَّا ٱلَّذِينَ عَـٰهَدتُّم مِّنَ ٱلْمُشْرِكِينَ ثُمَّ لَمْ يَنقُصُوكُمْ شَيْـًٔا وَلَمْ يُظَـٰهِرُوا۟ عَلَيْكُمْ أَحَدًا فَأَتِمُّوٓا۟ إِلَيْهِمْ عَهْدَهُمْ إِلَىٰ مُدَّتِهِمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلْمُتَّقِينَ

    ʹIllal laẓeena ʻaahattum minal mushrikeena s̤umma lam yañq̣uṣookum shayʹañw walam yuz̤̣aahiroo ʻalaykum ʹaḥadañ faʹatimmooo ʹilayhim ʻahdahum ʹilaa muddatihim: ʹinnal laaha yuḥibbul Muttaq̣een.

    kecuali orang-orang musyrik yang telah mengadakan perjanjian dengan kamu dan mereka sedikit pun tidak mengurangi (isi perjanjian) dan mereka tidak (pula) membantu seorang pun yang memusuhi kamu, maka terhadap mereka itu penuhilah janjinya sampai batas waktunya. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang bertakwa.

  42. 9:5

    فَإِذَا ٱنسَلَخَ ٱلْأَشْهُرُ ٱلْحُرُمُ فَٱقْتُلُوا۟ ٱلْمُشْرِكِينَ حَيْثُ وَجَدتُّمُوهُمْ وَخُذُوهُمْ وَٱحْصُرُوهُمْ وَٱقْعُدُوا۟ لَهُمْ كُلَّ مَرْصَدٍ ۚ فَإِن تَابُوا۟ وَأَقَامُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتَوُا۟ ٱلزَّكَوٰةَ فَخَلُّوا۟ سَبِيلَهُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

    Faʹiẓañ salakhal ʹAshhurul Ḥurumu faq̣tulul mushrikeena ḥays̤u wajattumoohum wa-khuẓoohum waḥṣuroohum waq̣ʻudoo lahum kulla marṣad. Faʹiñ taaboo wa-ʹaq̣aamuṣ Ṣalaata wa-ʹaatawuz Zakaata fakhalloo sabeelahum: ʹinnal laaha G̣afoorur Raḥeem.

    Apabila telah habis bulan-bulan haram, maka perangilah orang-orang musyrik di mana saja kamu temui, tangkaplah dan kepunglah mereka, dan awasilah di tempat pengintaian. Jika mereka bertobat dan melaksanakan salat serta menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

  43. 9:6

    وَإِنْ أَحَدٌ مِّنَ ٱلْمُشْرِكِينَ ٱسْتَجَارَكَ فَأَجِرْهُ حَتَّىٰ يَسْمَعَ كَلَـٰمَ ٱللَّهِ ثُمَّ أَبْلِغْهُ مَأْمَنَهُۥ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لَّا يَعْلَمُونَ

    Wa-ʹin ʹaḥadum minal mushrikeenas tajaaraka faʹajirhu ḥattaa yasmaʻa Kalaamal laahi s̤umma ʹablig̣hu maʹmanah. Ẓaalika biʹannahum q̣awmul laa yaʻlamoon.

    Dan jika di antara kaum musyrikin ada yang meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah agar dia dapat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah dia ke tempat yang aman baginya. (Demikian) itu karena sesungguhnya mereka kaum yang tidak mengetahui.

  44. 9:7

    كَيْفَ يَكُونُ لِلْمُشْرِكِينَ عَهْدٌ عِندَ ٱللَّهِ وَعِندَ رَسُولِهِۦٓ إِلَّا ٱلَّذِينَ عَـٰهَدتُّمْ عِندَ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ ۖ فَمَا ٱسْتَقَـٰمُوا۟ لَكُمْ فَٱسْتَقِيمُوا۟ لَهُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلْمُتَّقِينَ

    Kayfa yakoonu lilmushrikeena ʻahdun ʻiñdal laahi wa-ʻiñda Rasooliheee ʹillal laẓeena ʻaahattum ʻiñdal Masjidil Ḥaraam? Famas taq̣aamoo lakum fastaq̣eemoo lahum: ʹinnal laaha yuḥibbul Muttaq̣een.

    Bagaimana mungkin ada perjanjian (aman) di sisi Allah dan Rasul-Nya dengan orang-orang musyrik, kecuali dengan orang-orang yang kamu telah mengadakan perjanjian (dengan mereka) di dekat Masjidilharam (Hudaibiyah), maka selama mereka berlaku jujur terhadapmu, hendaklah kamu berlaku jujur (pula) terhadap mereka. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang bertakwa.

  45. 9:8

    كَيْفَ وَإِن يَظْهَرُوا۟ عَلَيْكُمْ لَا يَرْقُبُوا۟ فِيكُمْ إِلًّا وَلَا ذِمَّةً ۚ يُرْضُونَكُم بِأَفْوَٰهِهِمْ وَتَأْبَىٰ قُلُوبُهُمْ وَأَكْثَرُهُمْ فَـٰسِقُونَ

    Kayfa wa-ʹiñy yaz̤̣haroo ʻalaykum laa- yarq̣uboo feekum ʹillañw Walaa ẓimmah? Yurḍoonakum̃ biʹafwaahihim wa-taʹbaa q̣uloobuhum; wa-ʹaks̤aruhum faasiq̣oon.

    Bagaimana mungkin (ada perjanjian demikian), padahal jika mereka memperoleh kemenangan atas kamu, mereka tidak memelihara hubungan kekerabatan denganmu dan tidak (pula mengindahkan) perjanjian. Mereka menyenangkan hatimu dengan mulutnya, sedang hatinya menolak. Kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik (tidak menepati janji).

  46. 9:9

    ٱشْتَرَوْا۟ بِـَٔايَـٰتِ ٱللَّهِ ثَمَنًا قَلِيلًا فَصَدُّوا۟ عَن سَبِيلِهِۦٓ ۚ إِنَّهُمْ سَآءَ مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ

    ʹIshtaraw biʹAayaatil laahi s̤amanañ q̣aleelañ faṣaddoo ʻañ Sabeelih: ʹinnahum saaaʹa maa- kaanoo yaʻmaloon.

    Mereka memperjualbelikan ayat-ayat Allah dengan harga murah, lalu mereka menghalang-halangi (orang) dari jalan Allah. Sungguh, betapa buruknya apa yang mereka kerjakan.

  47. 9:10

    لَا يَرْقُبُونَ فِى مُؤْمِنٍ إِلًّا وَلَا ذِمَّةً ۚ وَأُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُعْتَدُونَ

    Laa- yarq̣uboona fee Muʹminin ʹillañw Walaa ẓimmah. Wa-ʹulaaaʹika humul muʻtadoon.

    Mereka tidak memelihara (hubungan) kekerabatan dengan orang mukmin dan tidak (pula mengindahkan) perjanjian. Dan mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.

  48. 9:11

    فَإِن تَابُوا۟ وَأَقَامُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتَوُا۟ ٱلزَّكَوٰةَ فَإِخْوَٰنُكُمْ فِى ٱلدِّينِ ۗ وَنُفَصِّلُ ٱلْـَٔايَـٰتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ

    Faʹiñ taaboo wa-ʹaq̣aamuṣ Ṣalaata wa-ʹaatawuz Zakaata faʹikhwaanukum fid Deen: wa-nufaṣṣilul ʹAayaati liq̣awmiñy yaʻlamoon.

    Dan jika mereka bertobat, melaksanakan salat dan menunaikan zakat, maka (berarti mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama. Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi orang-orang yang mengetahui.

  49. 9:12

    وَإِن نَّكَثُوٓا۟ أَيْمَـٰنَهُم مِّنۢ بَعْدِ عَهْدِهِمْ وَطَعَنُوا۟ فِى دِينِكُمْ فَقَـٰتِلُوٓا۟ أَئِمَّةَ ٱلْكُفْرِ ۙ إِنَّهُمْ لَآ أَيْمَـٰنَ لَهُمْ لَعَلَّهُمْ يَنتَهُونَ

    Wa-ʹin nakas̤ooo ʹaymaanahum mim baʻdi ʻahdihim waṭaʻanoo fee Deenikum faq̣aatilooo ʹaʹimmatal kufri ʹinnahum laaa ʹaymaana lahum laʻallahum yañtahoon.

    Dan jika mereka melanggar sumpah setelah ada perjanjian, dan mencerca agamamu, maka perangilah pemimpin-pemimpin kafir itu. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang tidak dapat dipegang janjinya, mudah-mudahan mereka berhenti.

  50. 9:13

    أَلَا تُقَـٰتِلُونَ قَوْمًا نَّكَثُوٓا۟ أَيْمَـٰنَهُمْ وَهَمُّوا۟ بِإِخْرَاجِ ٱلرَّسُولِ وَهُم بَدَءُوكُمْ أَوَّلَ مَرَّةٍ ۚ أَتَخْشَوْنَهُمْ ۚ فَٱللَّهُ أَحَقُّ أَن تَخْشَوْهُ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ

    ʹAlaa tuq̣aatiloona q̣awman nakas̤ooo ʹaymaanahum wa-hammoo biʹikhraajir Rasooli wa-hum̃ badaʹookum ʹawwala marrah? ʹAtakhshawnahum? Fallaahu ʹaḥaq̣q̣u ʹañ takhshawhu ʹiñ kuñtum Muʹmineen.

    Mengapa kamu tidak memerangi orang-orang yang melanggar sumpah (janjinya), dan telah merencanakan untuk mengusir Rasul, dan mereka yang pertama kali memerangi kamu? Apakah kamu takut kepada mereka, padahal Allahlah yang lebih berhak untuk kamu takuti, jika kamu orang-orang beriman.

  51. 9:14

    قَـٰتِلُوهُمْ يُعَذِّبْهُمُ ٱللَّهُ بِأَيْدِيكُمْ وَيُخْزِهِمْ وَيَنصُرْكُمْ عَلَيْهِمْ وَيَشْفِ صُدُورَ قَوْمٍ مُّؤْمِنِينَ

    Q̣aatiloohum yuʻaẓẓibhumul laahu biʹaydeekum wa-yukhzihim wa-yañṣurkum ʻalayhim wa-yashfi ṣudoora q̣awmim Muʹmineen.

    Perangilah mereka, niscaya Allah akan menyiksa mereka dengan (perantaraan) tanganmu dan Dia akan menghinakan mereka dan menolongmu (dengan kemenangan) atas mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman,

  52. 9:15

    وَيُذْهِبْ غَيْظَ قُلُوبِهِمْ ۗ وَيَتُوبُ ٱللَّهُ عَلَىٰ مَن يَشَآءُ ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

    Wa-yuẓhib g̣ayz̤̣a q̣uloobihim. Wa-yatoobul laahu ʻalaa mañy yashaaaʹ; wallaahu ʻAleemun Ḥakeem.

    dan Dia menghilangkan kemarahan hati mereka (orang mukmin). Dan Allah menerima tobat orang yang Dia kehendaki. Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.

  53. 9:16

    أَمْ حَسِبْتُمْ أَن تُتْرَكُوا۟ وَلَمَّا يَعْلَمِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ جَـٰهَدُوا۟ مِنكُمْ وَلَمْ يَتَّخِذُوا۟ مِن دُونِ ٱللَّهِ وَلَا رَسُولِهِۦ وَلَا ٱلْمُؤْمِنِينَ وَلِيجَةً ۚ وَٱللَّهُ خَبِيرٌۢ بِمَا تَعْمَلُونَ

    ʹAm ḥasibtum ʹañ tutrakoo wa-lammaa yaʻlamil laahul laẓeena jaahadoo miñkum wa-lam yattakhiẓoo miñ doonil laahi wa-laa Rasoolihee wa-lal Muʹmineena waleejah? Wallaahu khabeerum bimaa taʻmaloon.

    Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan (begitu saja), padahal Allah belum mengetahui orang-orang yang berjihad di antara kamu dan tidak mengambil teman setia selain Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman. Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.

  54. 9:17

    مَا كَانَ لِلْمُشْرِكِينَ أَن يَعْمُرُوا۟ مَسَـٰجِدَ ٱللَّهِ شَـٰهِدِينَ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِم بِٱلْكُفْرِ ۚ أُو۟لَـٰٓئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَـٰلُهُمْ وَفِى ٱلنَّارِ هُمْ خَـٰلِدُونَ

    Maa- kaana lil-Mushrikeena ʹañy yaʻmuroo masaajidal laahi shaahideena ʻalaaa ʹañfusihim̃ bilkufr. ʹUlaaaʹika ḥabiṭat ʹaʻmaaluhum wa-fin Naari hum khaalidoon.

    Tidaklah pantas orang-orang musyrik memakmurkan masjid Allah, padahal mereka mengakui bahwa mereka sendiri kafir. Mereka itu sia-sia amal-amalnya, dan mereka kekal di dalam neraka.

  55. 9:18

    إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَـٰجِدَ ٱللَّهِ مَنْ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْـَٔاخِرِ وَأَقَامَ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتَى ٱلزَّكَوٰةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلَّا ٱللَّهَ ۖ فَعَسَىٰٓ أُو۟لَـٰٓئِكَ أَن يَكُونُوا۟ مِنَ ٱلْمُهْتَدِينَ

    ʹInnamaa yaʻmuru masaajidal laahi man ʹaamana billaahi wal-Yawmil ʹAakhiri wa-ʹaq̣aamaṣ Ṣalaata wa-ʹaataz Zakaata wa-lam yakhsha ʹillal laah. Faʻasaaa ʹulaaaʹika ʹañy yakoonoo minal Muhtadeen.

    Sesungguhnya yang memakmurkan masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta (tetap) melaksanakan salat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada apa pun) kecuali kepada Allah. Maka mudah-mudahan mereka termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk.

  56. 9:19

    ۞ أَجَعَلْتُمْ سِقَايَةَ ٱلْحَآجِّ وَعِمَارَةَ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ كَمَنْ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْـَٔاخِرِ وَجَـٰهَدَ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ ۚ لَا يَسْتَوُۥنَ عِندَ ٱللَّهِ ۗ وَٱللَّهُ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلظَّـٰلِمِينَ

    ʹAjaʻaltum siq̣aayatal Ḥaaajji wa-ʻimaaratal Masjidil Ḥaraami kaman ʹaamana billaahi wal-Yawmil ʹAakhiri wa-jaahada fee Sabeelil laah? Laa- yastawoona ʻiñdal laah: wallaahu laa- yahdil q̣awmaz̤̣ z̤̣aalimeen.

    Apakah (orang-orang) yang memberi minuman kepada orang-orang yang mengerjakan haji dan mengurus Masjidilharam, kamu samakan dengan orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian serta berjihad di jalan Allah? Mereka tidak sama di sisi Allah. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang zalim.

  57. 9:20

    ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَهَاجَرُوا۟ وَجَـٰهَدُوا۟ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ بِأَمْوَٰلِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ أَعْظَمُ دَرَجَةً عِندَ ٱللَّهِ ۚ وَأُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْفَآئِزُونَ

    ʹAllaẓeena ʹaamanoo wa-haajaroo wa-jaahadoo fee Sabeelil laahi biʹamwaalihim wa-ʹañfusihim ʹaʻz̤̣amu darajatan ʻiñdal laah: wa-ʹulaaaʹika humul faaaʹizoon.

    Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah, dengan harta dan jiwa mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah. Mereka itulah orang-orang yang memperoleh kemenangan.

  58. 9:21

    يُبَشِّرُهُمْ رَبُّهُم بِرَحْمَةٍ مِّنْهُ وَرِضْوَٰنٍ وَجَنَّـٰتٍ لَّهُمْ فِيهَا نَعِيمٌ مُّقِيمٌ

    Yubashshiruhum Rabbuhum̃ biraḥmatim minhu wa-riḍwaaniñw wa-Jannaatil lahum feehaa naʻeemum muq̣eem;

    Tuhan menggembirakan mereka dengan memberikan rahmat, keridaan dan surga, mereka memperoleh kesenangan yang kekal di dalamnya,

  59. 9:22

    خَـٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدًا ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عِندَهُۥٓ أَجْرٌ عَظِيمٌ

    Khaalideena feehaaa ʹabadaa. ʹInnal laaha ʻiñdahooo ʹajrun ʻaz̤̣eem.

    mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sungguh, di sisi Allah terdapat pahala yang besar.

  60. 9:23

    يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَتَّخِذُوٓا۟ ءَابَآءَكُمْ وَإِخْوَٰنَكُمْ أَوْلِيَآءَ إِنِ ٱسْتَحَبُّوا۟ ٱلْكُفْرَ عَلَى ٱلْإِيمَـٰنِ ۚ وَمَن يَتَوَلَّهُم مِّنكُمْ فَأُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلظَّـٰلِمُونَ

    Yaaaʹayyuhal laẓeena ʹaamanoo laa- tattakhiẓooo ʹaabaaaʹakum wa-ʹikhwaanakum ʹawliyaaaʹa ʹinis taḥabbul kufra ʻalal ʹeemaan. Wa-mañy yatawal-lahum miñkum faʹulaaaʹika humuz̤̣ z̤̣aalimoon.

    Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu jadikan bapak-bapakmu dan saudara-saudaramu sebagai pelindung, jika mereka lebih menyukai kekafiran daripada keimanan. Barang siapa di antara kamu yang menjadikan mereka pelindung, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.

  61. 9:24

    قُلْ إِن كَانَ ءَابَآؤُكُمْ وَأَبْنَآؤُكُمْ وَإِخْوَٰنُكُمْ وَأَزْوَٰجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَٰلٌ ٱقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَـٰرَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَـٰكِنُ تَرْضَوْنَهَآ أَحَبَّ إِلَيْكُم مِّنَ ٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَجِهَادٍ فِى سَبِيلِهِۦ فَتَرَبَّصُوا۟ حَتَّىٰ يَأْتِىَ ٱللَّهُ بِأَمْرِهِۦ ۗ وَٱللَّهُ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلْفَـٰسِقِينَ

    Q̣ul ʹiñ kaana ʹaabaaaʹukum wa-ʹabnaaaʹukum wa-ʹikhwaanukum wa-ʹazwaajukum wa-ʻasheeratukum wa-ʹamwaaluniq̣ taraftumoohaa wa-tijaaratuñ takhshawna kasaadahaa wa-masaakinu tarḍawnahaaa ʹaḥabba ʹilaykum minal laahi wa-Rasoolihee wa-Jihaadiñ fee Sabeelihee fatarabbaṣoo ḥattaa yaʹtiyallaahu bi ʹAmrih. Wallaahu laa- yahdil q̣awmal faasiq̣een.

    Katakanlah, "Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai dari pada Allah dan rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah memberikan keputusan-Nya." Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.

  62. 9:25

    لَقَدْ نَصَرَكُمُ ٱللَّهُ فِى مَوَاطِنَ كَثِيرَةٍ ۙ وَيَوْمَ حُنَيْنٍ ۙ إِذْ أَعْجَبَتْكُمْ كَثْرَتُكُمْ فَلَمْ تُغْنِ عَنكُمْ شَيْـًٔا وَضَاقَتْ عَلَيْكُمُ ٱلْأَرْضُ بِمَا رَحُبَتْ ثُمَّ وَلَّيْتُم مُّدْبِرِينَ

    Laq̣ad naṣarakumul laahu fee mawaaṭina kas̤eeratiñw wayawma Ḥunaynin ʹiẓ ʹaʻjabatkum kas̤ratukum falam tug̣ni ʻañkum shayʹañw waḍaaq̣at ʻalaykumul ʹarḍu bimaa raḥubat s̤umma wallaytum mudbireen!

    Sungguh, Allah telah menolong kamu (mukminin) di banyak medan perang, dan (ingatlah) Perang Hunain, ketika jumlahmu yang besar itu membanggakan kamu, tetapi (jumlah yang banyak itu) sama sekali tidak berguna bagimu, dan bumi yang luas itu terasa sempit bagimu, kemudian kamu berbalik ke belakang dan lari tunggang langgang.

  63. 9:26

    ثُمَّ أَنزَلَ ٱللَّهُ سَكِينَتَهُۥ عَلَىٰ رَسُولِهِۦ وَعَلَى ٱلْمُؤْمِنِينَ وَأَنزَلَ جُنُودًا لَّمْ تَرَوْهَا وَعَذَّبَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ ۚ وَذَٰلِكَ جَزَآءُ ٱلْكَـٰفِرِينَ

    S̤umma ʹañzalal laahu sakeenatahoo ʻalaa Rasoolihee wa-ʻalal Muʹmineena wa-ʹañzala junoodal lam tarawhaa: wa-ʻaẓẓabal laẓeena kafaroo. Wa-ẓaalika jazaaaʹul kaafireen.

    Kemudian Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya dan kepada orang-orang yang beriman, dan Dia menurunkan bala tentara (para malaikat) yang tidak terlihat olehmu, dan Dia menimpakan azab kepada orang-orang kafir. Itulah balasan bagi orang-orang yang kafir.

  64. 9:27

    ثُمَّ يَتُوبُ ٱللَّهُ مِنۢ بَعْدِ ذَٰلِكَ عَلَىٰ مَن يَشَآءُ ۗ وَٱللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

    S̤umma yatoobul laahu mim baʻdi ẓaalika ʻalaa mañy yashaaaʹ: wallaahu G̣afoorur Raḥeem.

    Setelah itu Allah menerima tobat orang yang Dia kehendaki. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

  65. 9:28

    يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِنَّمَا ٱلْمُشْرِكُونَ نَجَسٌ فَلَا يَقْرَبُوا۟ ٱلْمَسْجِدَ ٱلْحَرَامَ بَعْدَ عَامِهِمْ هَـٰذَا ۚ وَإِنْ خِفْتُمْ عَيْلَةً فَسَوْفَ يُغْنِيكُمُ ٱللَّهُ مِن فَضْلِهِۦٓ إِن شَآءَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

    Yaaaʹayyuhal laẓeena ʹaamanooo ʹinnamal Mushrikoona najasuñ falaa yaq̣rabul Masjidal Ḥaraama baʻda ʻaamihim haaẓaa. Wa-ʹin khiftum ʻaylatañ fasawfa yug̣neekumul laahu miñ faḍliheee ʹiñ shaaaʹ. ʹInnal laaha ʻAleemun Ḥakeem.

    Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya orang-orang musyrik itu najis (kotor jiwa), karena itu janganlah mereka mendekati Masjidilharam setelah tahun ini. Dan jika kamu khawatir menjadi miskin (karena orang kafir tidak datang), maka Allah nanti akan memberikan kekayaan kepadamu dari karunia-Nya, jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.

  66. 9:29

    قَـٰتِلُوا۟ ٱلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ وَلَا بِٱلْيَوْمِ ٱلْـَٔاخِرِ وَلَا يُحَرِّمُونَ مَا حَرَّمَ ٱللَّهُ وَرَسُولُهُۥ وَلَا يَدِينُونَ دِينَ ٱلْحَقِّ مِنَ ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْكِتَـٰبَ حَتَّىٰ يُعْطُوا۟ ٱلْجِزْيَةَ عَن يَدٍ وَهُمْ صَـٰغِرُونَ

    Q̣aatilul laẓeena laa- yuʹminoona billaahi wa-laa bil-yawmil ʹAakhiri wa-laa yuḥarrimoona maa- ḥarramal laahu wa-Rasooluhoo wa-laa yadeenoona Deenal Ḥaq̣q̣i minal laẓeena ʹootul Kitaaba ḥattaa yuʻṭul Jizyata ʻañy yadiñw wahum ṣaag̣iroon.

    Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian, mereka yang tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan Allah dan Rasul-Nya dan mereka yang tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang telah diberikan Kitab, hingga mereka membayar jizyah (pajak) dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.

  67. 9:30

    وَقَالَتِ ٱلْيَهُودُ عُزَيْرٌ ٱبْنُ ٱللَّهِ وَقَالَتِ ٱلنَّصَـٰرَى ٱلْمَسِيحُ ٱبْنُ ٱللَّهِ ۖ ذَٰلِكَ قَوْلُهُم بِأَفْوَٰهِهِمْ ۖ يُضَـٰهِـُٔونَ قَوْلَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ مِن قَبْلُ ۚ قَـٰتَلَهُمُ ٱللَّهُ ۚ أَنَّىٰ يُؤْفَكُونَ

    Wa-q̣aalatil Yahoodu ʻUzayrunib nul laahi wa-q̣aalatin Naṣaaral Maseeḥub nul laah. Ẓaalika q̣awluhum̃ biʹafwaahihim. Yuḍaahiʹoona q̣awlal laẓeena kafaroo miñ q̣abl. Q̣aatalahumul laah; ʹannaa yuʹfakoon!

    Dan orang-orang Yahudi berkata, "Uzair putera Allah," dan orang-orang Nasrani berkata, "Al-Masih putra Allah." Itulah ucapan yang keluar dari mulut mereka. Mereka meniru ucapan orang-orang kafir yang terdahulu. Allah melaknat mereka; bagaimana mereka sampai berpaling?

  68. 9:31

    ٱتَّخَذُوٓا۟ أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَـٰنَهُمْ أَرْبَابًا مِّن دُونِ ٱللَّهِ وَٱلْمَسِيحَ ٱبْنَ مَرْيَمَ وَمَآ أُمِرُوٓا۟ إِلَّا لِيَعْبُدُوٓا۟ إِلَـٰهًا وَٰحِدًا ۖ لَّآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ ۚ سُبْحَـٰنَهُۥ عَمَّا يُشْرِكُونَ

    ʹIttakhaẓooo ʹaḥbaarahum wa-ruhbaanahum ʹarbaabam miñ doonil laahi wal-Maseeḥab na Maryam. Wa-maaa ʹumirooo ʹillaa liyaʻbudooo ʹIlaahañw Waa-ḥidaa. Laaa ʹilaaha ʹillaa Hoo. Subḥaanahoo ʻammaa yushrikoon.

    Mereka menjadikan orang-orang alim (Yahudi) dan rahib-rahibnya (Nasrani) sebagai tuhan selain Allah, dan (juga) Al-Masih putra Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Dia. Mahasuci Dia dari apa yang mereka persekutukan.

  69. 9:32

    يُرِيدُونَ أَن يُطْفِـُٔوا۟ نُورَ ٱللَّهِ بِأَفْوَٰهِهِمْ وَيَأْبَى ٱللَّهُ إِلَّآ أَن يُتِمَّ نُورَهُۥ وَلَوْ كَرِهَ ٱلْكَـٰفِرُونَ

    Yureedoona ʹañy yuṭfiʹoo Nooral laahi biʹafwaahihim wa-yaʹbal laahu ʹillaaa ʹañy yutimma Noorahoo wa-law karihal Kaafiroon.

    Mereka hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, tetapi Allah menolaknya, malah berkehendak menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang kafir itu tidak menyukai.

  70. 9:33

    هُوَ ٱلَّذِىٓ أَرْسَلَ رَسُولَهُۥ بِٱلْهُدَىٰ وَدِينِ ٱلْحَقِّ لِيُظْهِرَهُۥ عَلَى ٱلدِّينِ كُلِّهِۦ وَلَوْ كَرِهَ ٱلْمُشْرِكُونَ

    Huwal laẓeee ʹarsala Rasoolahoo bil-Hudaa wa-Deenil Ḥaq̣q̣i liyuz̤̣hirahoo ʻalad deeni kullihee wa-law karihal Mushrikoon.

    Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya dengan petunjuk (Al-Qur`an) dan agama yang benar untuk diunggulkan atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai.

  71. 9:34

    ۞ يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِنَّ كَثِيرًا مِّنَ ٱلْأَحْبَارِ وَٱلرُّهْبَانِ لَيَأْكُلُونَ أَمْوَٰلَ ٱلنَّاسِ بِٱلْبَـٰطِلِ وَيَصُدُّونَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ ۗ وَٱلَّذِينَ يَكْنِزُونَ ٱلذَّهَبَ وَٱلْفِضَّةَ وَلَا يُنفِقُونَهَا فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ فَبَشِّرْهُم بِعَذَابٍ أَلِيمٍ

    Yaaaʹayyuhal laẓeena ʹaamanooo ʹinna kas̤eeram minal ʹaḥbaari warruhbaani layaʹkuloona ʹamwaalan naasi bil-baaṭili wa-yaṣuddoona ʻañ Sabeelil laah. Wallaẓeena yaknizoonaẓ ẓahaba wal-fiḍḍata wa-laa yuñfiq̣oonahaa fee Sabeelil laahi fabashshirhum̃ biʻaẓaabin ʹaleem.

    Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya banyak dari orang-orang alim dan rahib-rahib mereka benar-benar memakan harta orang dengan jalan yang batil, dan (mereka) menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menginfakkannya di jalan Allah, maka berikanlah kabar gembira kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) azab yang pedih.

  72. 9:35

    يَوْمَ يُحْمَىٰ عَلَيْهَا فِى نَارِ جَهَنَّمَ فَتُكْوَىٰ بِهَا جِبَاهُهُمْ وَجُنُوبُهُمْ وَظُهُورُهُمْ ۖ هَـٰذَا مَا كَنَزْتُمْ لِأَنفُسِكُمْ فَذُوقُوا۟ مَا كُنتُمْ تَكْنِزُونَ

    Yawma yuḥmaa ʻalayhaa fee Naari Jahannama fatukwaa bihaa jibaahuhum wa-junoobuhum waz̤̣uhooruhum. Haaẓaa maa- kanaztum liʹañfusikum faẓooq̣oo maa- kuñtum taknizoon.

    (Ingatlah) Pada hari ketika emas dan perak dipanaskan dalam neraka Jahanam, lalu dengan itu disetrika dahi, lambung dan punggung mereka (seraya dikatakan) kepada mereka, "Inilah harta benda yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah (akibat dari) apa yang kamu simpan itu."

  73. 9:36

    إِنَّ عِدَّةَ ٱلشُّهُورِ عِندَ ٱللَّهِ ٱثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِى كِتَـٰبِ ٱللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ مِنْهَآ أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ ٱلدِّينُ ٱلْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا۟ فِيهِنَّ أَنفُسَكُمْ ۚ وَقَـٰتِلُوا۟ ٱلْمُشْرِكِينَ كَآفَّةً كَمَا يُقَـٰتِلُونَكُمْ كَآفَّةً ۚ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلْمُتَّقِينَ

    ʹInna ʻiddatash shuhoori ʻiñdal laahis̤ naa ʻashara shahrañ fee Kitaabil laahi yawma khalaq̣as samaawaati wal-ʹarḍa minhaaa ʹarbaʻatun ḥurum: ẓaalikad Deenul Q̣ayyim. Falaa taz̤̣limoo feehinna ʹañfusakum; wa-q̣aatilul Mushrikeena kaaaffatañ kamaa yuq̣aatiloonakum kaaaffah. Waʻlamooo ʹannal laaha maʻal Muttaq̣een.

    Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam (bulan yang empat) itu, dan perangilah kaum musyrikin semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang takwa.

  74. 9:37

    إِنَّمَا ٱلنَّسِىٓءُ زِيَادَةٌ فِى ٱلْكُفْرِ ۖ يُضَلُّ بِهِ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ يُحِلُّونَهُۥ عَامًا وَيُحَرِّمُونَهُۥ عَامًا لِّيُوَاطِـُٔوا۟ عِدَّةَ مَا حَرَّمَ ٱللَّهُ فَيُحِلُّوا۟ مَا حَرَّمَ ٱللَّهُ ۚ زُيِّنَ لَهُمْ سُوٓءُ أَعْمَـٰلِهِمْ ۗ وَٱللَّهُ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلْكَـٰفِرِينَ

    ʹInnaman naseeeʹu ziyaadatuñ fil kufri yuḍallu bihil laẓeena kafaroo yuḥillunahoo ʻaamañw Wayuḥarrimoonahoo ʻaamal liyuwaaṭiʹoo ʻiddata maa- ḥarramal laahu fayuḥilloo maa- harramal laah. Zuyyina lahum soooʹu ʹaʻmaalihim. Wallaahu laa- yahdil q̣awmal Kaafireen.

    Sesungguhnya pengunduran (bulan haram) itu hanya menambah kekafiran. Orang-orang kafir disesatkan dengan (pengunduran) itu, mereka menghalalkannya satu tahun dan mengharamkannya pada tahun yang lain, agar mereka dapat menyesuaikan dengan bilangan yang diharamkan Allah, sekaligus mereka menghalalkan apa yang diharamkan Allah. (Oleh Setan) dijadikan terasa indah bagi mereka perbuatan-perbuatan buruk mereka. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.

  75. 9:38

    يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مَا لَكُمْ إِذَا قِيلَ لَكُمُ ٱنفِرُوا۟ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ ٱثَّاقَلْتُمْ إِلَى ٱلْأَرْضِ ۚ أَرَضِيتُم بِٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا مِنَ ٱلْـَٔاخِرَةِ ۚ فَمَا مَتَـٰعُ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا فِى ٱلْـَٔاخِرَةِ إِلَّا قَلِيلٌ

    Yaaaʹayyuhal laẓeena ʹaamanoo maa- lakum ʹiẓaa q̣eela lakumuñ firoo fee Sabeelil laahis̤ s̤aaq̣altum ʹilal ʹarḍ? ʹAraḍeetum̃ bilḥayaatid dunyaa minal ʹAakhirah? Famaa mataaʻul ḥayaatid dunyaa fil ʹAakhirati ʹillaa q̣aleel.

    Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa apabila dikatakan kepada kamu, "Berangkatlah (untuk berperang) di jalan Allah," kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu lebih menyenangi kehidupan dunia daripada kehidupan akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) di akhirat hanyalah sedikit.

  76. 9:39

    إِلَّا تَنفِرُوا۟ يُعَذِّبْكُمْ عَذَابًا أَلِيمًا وَيَسْتَبْدِلْ قَوْمًا غَيْرَكُمْ وَلَا تَضُرُّوهُ شَيْـًٔا ۗ وَٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ

    ʹIllaa tañfiroo yuʻaẓẓibkum ʻaẓaaban ʹaleemañw Wayastabdil q̣awman g̣ayrakum wa-laa taḍurroohu shayʹaa. Wal-laahu ʻalaa kulli shayʹiñ Q̣adeer.

    Jika kamu tidak berangkat (untuk berperang), niscaya Allah akan menghukum kamu dengan azab yang pedih dan menggantikan kamu dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan merugikan-Nya sedikit pun. Dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.

  77. 9:40

    إِلَّا تَنصُرُوهُ فَقَدْ نَصَرَهُ ٱللَّهُ إِذْ أَخْرَجَهُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ ثَانِىَ ٱثْنَيْنِ إِذْ هُمَا فِى ٱلْغَارِ إِذْ يَقُولُ لِصَـٰحِبِهِۦ لَا تَحْزَنْ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَنَا ۖ فَأَنزَلَ ٱللَّهُ سَكِينَتَهُۥ عَلَيْهِ وَأَيَّدَهُۥ بِجُنُودٍ لَّمْ تَرَوْهَا وَجَعَلَ كَلِمَةَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ ٱلسُّفْلَىٰ ۗ وَكَلِمَةُ ٱللَّهِ هِىَ ٱلْعُلْيَا ۗ وَٱللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

    ʹIllaa tañṣuroohu faq̣ad naṣarahul laahu ʹiẓ ʹakhrajahul laẓeena kafaroo S̤aaniyas̤ nayni ʹiẓ humaa fil G̣aari ʹiẓ yaq̣oolu li-Ṣaaḥibihee ˹Laa taḥzan ʹinnal laaha maʻanaa. Faʹañzalal laahu sakeenatahoo ʻalayhi wa-ʹayyadahoo bijunoodil lam tarawhaa wa-jaʻala kalimatal laẓeena kafarus suflaa; wa-Kalimatul laahi hiyal ʻUlyaa: wallaahu ʻAzeezun Ḥakeem.

    Jika kamu tidak menolongnya (Muhammad), sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir mengusirnya (dari Mekkah); sedang dia salah satu dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, ketika itu dia berkata kepada sahabatnya, "Janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita." Maka Allah menurunkan ketenangan kepadanya (Muhammad) dan membantu dengan bala tentara (malaikat-malaikat) yang tidak terlihat olehmu, dan Dia menjadikan seruan orang-orang kafir itu rendah. Dan firman Allah itulah yang tinggi. Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.

  78. 9:41

    ٱنفِرُوا۟ خِفَافًا وَثِقَالًا وَجَـٰهِدُوا۟ بِأَمْوَٰلِكُمْ وَأَنفُسِكُمْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

    ʹIñfiroo khifaafañw was̤iq̣aalañw wajaahidoo biʹamwaalikum wa-ʹañfusikum fee Sabeelil laah. Ẓaalikum khayrul lakum ʹiñ kuñtum taʻlamoon.

    Berangkatlah kamu, baik dengan rasa ringan maupun dengan rasa berat, dan berjihadlah dengan harta dan jiwamu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.

  79. 9:42

    لَوْ كَانَ عَرَضًا قَرِيبًا وَسَفَرًا قَاصِدًا لَّٱتَّبَعُوكَ وَلَـٰكِنۢ بَعُدَتْ عَلَيْهِمُ ٱلشُّقَّةُ ۚ وَسَيَحْلِفُونَ بِٱللَّهِ لَوِ ٱسْتَطَعْنَا لَخَرَجْنَا مَعَكُمْ يُهْلِكُونَ أَنفُسَهُمْ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ إِنَّهُمْ لَكَـٰذِبُونَ

    Law kaana ʻaraḍañ q̣areebañw wasafarañ q̣aaṣidal lattabaʻooka wa-laakim baʻudat ʻalayhimush shuq̣q̣ah. Wa-sayaḥlifoona billaahi lawis taṭaʻnaa lakharajnaa maʻakum. Yuhlikoona ʹañfusahum; wal-laahu yaʻlamu ʹinnahum lakaaẓiboon.

    Sekiranya (yang kamu serukan kepada mereka) ada keuntungan yang mudah diperoleh dan perjalanan yang tidak seberapa jauh, niscaya mereka mengikutimu, tetapi tempat yang dituju itu terasa sangat jauh bagi mereka. Mereka akan bersumpah dengan (nama) Allah, "Jikalau kami sanggup niscaya kami berangkat bersamamu." Mereka membinasakan diri sendiri dan Allah mengetahui bahwa mereka benar-benar orang-orang yang berdusta.

  80. 9:43

    عَفَا ٱللَّهُ عَنكَ لِمَ أَذِنتَ لَهُمْ حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكَ ٱلَّذِينَ صَدَقُوا۟ وَتَعْلَمَ ٱلْكَـٰذِبِينَ

    ʻAfal laahu ʻañka Lima ʹaẓiñta lahum ḥattaa yatabayyana lakal laẓeena ṣadaq̣oo wa-taʻlamal kaaẓibeen.

    Allah memaafkanmu (Muhammad). Mengapa engkau memberi izin kepada mereka (untuk tidak pergi berperang), sebelum jelas bagimu orang-orang yang benar-benar (berhalangan) dan sebelum engkau mengetahui orang-orang yang berdusta?

  81. 9:44

    لَا يَسْتَـْٔذِنُكَ ٱلَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْـَٔاخِرِ أَن يُجَـٰهِدُوا۟ بِأَمْوَٰلِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌۢ بِٱلْمُتَّقِينَ

    Laa- yastaʹẓinukal laẓeena yuʹminoona billaahi wal-Yawmil ʹAakhiri ʹañy yujaahidoo biʹamwaalihim wa-ʹañfusihim. Wallaahu ʻAleemum bil-Muttaq̣een.

    Orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, tidak akan meminta izin (tidak ikut) kepadamu untuk berjihad dengan harta dan jiwa mereka. Allah mengetahui orang-orang yang bertakwa.

  82. 9:45

    إِنَّمَا يَسْتَـْٔذِنُكَ ٱلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْـَٔاخِرِ وَٱرْتَابَتْ قُلُوبُهُمْ فَهُمْ فِى رَيْبِهِمْ يَتَرَدَّدُونَ

    ʹInnamaa yastaʹẓinukal laẓeena laa- yuʹminoona billaahi wal-Yawmil ʹAakhiri wartaabat q̣uloobuhum fahum fee raybihim yataraddadoon.

    Sesungguhnya yang akan meminta izin kepadamu (Muhammad), hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian, dan hati mereka ragu, karena itu mereka selalu bimbang dalam keraguan.

  83. 9:46

    ۞ وَلَوْ أَرَادُوا۟ ٱلْخُرُوجَ لَأَعَدُّوا۟ لَهُۥ عُدَّةً وَلَـٰكِن كَرِهَ ٱللَّهُ ٱنۢبِعَاثَهُمْ فَثَبَّطَهُمْ وَقِيلَ ٱقْعُدُوا۟ مَعَ ٱلْقَـٰعِدِينَ

    Wa-law ʹaraadul khurooja laʹaʻaddoo lahoo ʻuddatañw Walaakiñ karihal laahum biʻaas̤ahum fas̤abbaṭahum wa-q̣eelaq̣ ʻudoo maʻal q̣aaʻideen.

    Dan jika mereka mau berangkat, niscaya mereka menyiapkan persiapan untuk keberangkatan itu, tetapi Allah tidak menyukai keberangkatan mereka, maka Dia melemahkan keinginan mereka, dan dikatakan (kepada mereka), "Tinggallah kamu bersama orang-orang yang tinggal."

  84. 9:47

    لَوْ خَرَجُوا۟ فِيكُم مَّا زَادُوكُمْ إِلَّا خَبَالًا وَلَأَوْضَعُوا۟ خِلَـٰلَكُمْ يَبْغُونَكُمُ ٱلْفِتْنَةَ وَفِيكُمْ سَمَّـٰعُونَ لَهُمْ ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌۢ بِٱلظَّـٰلِمِينَ

    Law kharajoo feekum maa zaadookum ʹillaa khabaalañw walaʹawḍaʻoo khilaalakum yabg̣oonakumul fitnah; wa-feekum sammaaʻoona lahum. Wallaahu ʻAleemum biz̤̣z̤̣aalimeen.

    Jika (mereka berangkat bersamamu), niscaya mereka tidak akan menambah (kekuatan)mu, malah hanya akan membuat kekacauan, dan mereka tentu bergegas maju ke depan di celah-celah barisanmu untuk mengadakan kekacauan (di barisanmu); sedang di antara kamu ada orang-orang yang sangat suka mendengarkan (perkataan) mereka. Allah mengetahui orang-orang yang zalim.

  85. 9:48

    لَقَدِ ٱبْتَغَوُا۟ ٱلْفِتْنَةَ مِن قَبْلُ وَقَلَّبُوا۟ لَكَ ٱلْأُمُورَ حَتَّىٰ جَآءَ ٱلْحَقُّ وَظَهَرَ أَمْرُ ٱللَّهِ وَهُمْ كَـٰرِهُونَ

    Laq̣adib tag̣awul fitnata miñ q̣ablu wa-q̣allaboo lakal ʹumoora ḥattaa jaaaʹal Ḥaq̣q̣u waz̤̣ahara ʹAmrul laahi wa-hum kaarihoon.

    Sesungguhnya, sebelum itu mereka memang sudah berusaha membuat kekacauan dan mengatur berbagai macam tipu daya bagimu (memutarbalikkan persoalan), hingga datanglah kebenaran (pertolongan Allah), dan menanglah urusan (agama) Allah, padahal mereka tidak menyukainya.

  86. 9:49

    وَمِنْهُم مَّن يَقُولُ ٱئْذَن لِّى وَلَا تَفْتِنِّىٓ ۚ أَلَا فِى ٱلْفِتْنَةِ سَقَطُوا۟ ۗ وَإِنَّ جَهَنَّمَ لَمُحِيطَةٌۢ بِٱلْكَـٰفِرِينَ

    Wa-minhum mañy yaq̣ooluʹ ẓal lee wa-laa taftinnee. ʹAlaa fil fitnati saq̣aṭoo? Wa-ʹinna Jahannama lamuḥeeṭatum bil-Kaafireen.

    Dan di antara mereka ada orang yang berkata, "Berilah aku izin (tidak pergi berperang) dan janganlah engkau (Muhammad) menjadikan aku terjerumus ke dalam fitnah." Ketahuilah, bahwa mereka telah terjerumus ke dalam fitnah. Dan sungguh, Jahanam meliputi orang-orang yang kafir.

  87. 9:50

    إِن تُصِبْكَ حَسَنَةٌ تَسُؤْهُمْ ۖ وَإِن تُصِبْكَ مُصِيبَةٌ يَقُولُوا۟ قَدْ أَخَذْنَآ أَمْرَنَا مِن قَبْلُ وَيَتَوَلَّوا۟ وَّهُمْ فَرِحُونَ

    ʹIñ tuṣibka ḥasanatuñ tasuʹhum; wa-ʹiñ tuṣibka muṣeebatuñy yaq̣ooloo q̣ad ʹakhaẓnaaa ʹamranaa miñ q̣ablu wa-yatawallaw wahum fariḥoon.

    Jika engkau (Muhammad) mendapat kebaikan, mereka tidak senang; tetapi jika engkau ditimpa bencana, mereka berkata, "Sungguh, sejak semula kami telah berhati-hati (tidak pergi berperang)," dan mereka berpaling dengan (perasaan) gembira.

  88. 9:51

    قُل لَّن يُصِيبَنَآ إِلَّا مَا كَتَبَ ٱللَّهُ لَنَا هُوَ مَوْلَىٰنَا ۚ وَعَلَى ٱللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ ٱلْمُؤْمِنُونَ

    Q̣ul lañy yuṣeebanaaa ʹillaa maa- katabal laahu lanaa Huwa Mawlaanaa: wa-ʻalal laahi fal-yatawakkalil Muʹminoon.

    Katakanlah (Muhammad), "Tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah bagi kami. Dialah Pelindung kami, dan hanya kepada Allah bertawakallah orang-orang yang beriman."

  89. 9:52

    قُلْ هَلْ تَرَبَّصُونَ بِنَآ إِلَّآ إِحْدَى ٱلْحُسْنَيَيْنِ ۖ وَنَحْنُ نَتَرَبَّصُ بِكُمْ أَن يُصِيبَكُمُ ٱللَّهُ بِعَذَابٍ مِّنْ عِندِهِۦٓ أَوْ بِأَيْدِينَا ۖ فَتَرَبَّصُوٓا۟ إِنَّا مَعَكُم مُّتَرَبِّصُونَ

    Q̣ul hal tarabbaṣoona binaaa ʹillaaa ʹiḥdal ḥusnayayn? Wa-naḥnu natarabbaṣu bikum ʹañy yu-ṣeebakumul laahu biʻaẓaabim min ʻiñdiheee ʹaw biʹaydeenaa. Fatarabbaṣooo ʹinnaa maʻakum mutarabbiṣoon.

    Katakanlah (Muhammad), "Tidak ada yang kamu tunggu-tunggu bagi kami, kecuali salah satu dari dua kebaikan (menang atau mati syahid). Dan kami menunggu-nunggu bagi kamu bahwa Allah akan menimpakan azab kepadamu dari sisi-Nya, atau (azab) melalui tangan kami. Maka tunggulah, sesungguhnya kami menunggu (pula) bersamamu."

  90. 9:53

    قُلْ أَنفِقُوا۟ طَوْعًا أَوْ كَرْهًا لَّن يُتَقَبَّلَ مِنكُمْ ۖ إِنَّكُمْ كُنتُمْ قَوْمًا فَـٰسِقِينَ

    Q̣ul ʹañfiq̣oo ṭawʻan ʹaw karhal lañy yutaq̣abbala miñ-kum: ʹinnakum kuñtum q̣awmañ faasiq̣een.

    Katakanlah (Muhammad), "Infakkanlah hartamu, baik dengan sukarela maupun dengan terpaksa, namun (infakmu) tidak akan diterima. Sesungguhnya kamu sekalian adalah orang-orang yang fasik."

  91. 9:54

    وَمَا مَنَعَهُمْ أَن تُقْبَلَ مِنْهُمْ نَفَقَـٰتُهُمْ إِلَّآ أَنَّهُمْ كَفَرُوا۟ بِٱللَّهِ وَبِرَسُولِهِۦ وَلَا يَأْتُونَ ٱلصَّلَوٰةَ إِلَّا وَهُمْ كُسَالَىٰ وَلَا يُنفِقُونَ إِلَّا وَهُمْ كَـٰرِهُونَ

    Wa-maa manaʻahum ʹañ tuq̣bala minhum nafaq̣aatuhum ʹillaaa ʹannahum kafaroo billaahi wa-bi-Rasoolihee wa-laa yaʹtoonaṣ Ṣalaata ʹillaa wa-hum kusaalaa wa-laa yuñfiq̣oona ʹillaa wa-hum kaarihoon.

    Dan yang menghalang-halangi infak mereka untuk diterima adalah karena mereka kafir (ingkar) kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka tidak melaksanakan salat, melainkan dengan malas dan tidak (pula) menginfakkan (harta) mereka, melainkan dengan rasa enggan (terpaksa).

  92. 9:55

    فَلَا تُعْجِبْكَ أَمْوَٰلُهُمْ وَلَآ أَوْلَـٰدُهُمْ ۚ إِنَّمَا يُرِيدُ ٱللَّهُ لِيُعَذِّبَهُم بِهَا فِى ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا وَتَزْهَقَ أَنفُسُهُمْ وَهُمْ كَـٰفِرُونَ

    Falaa tuʻjibka ʹamwaaluhum wa-laaa ʹawlaaduhum. ʹInnamaa yureedul laahu liyuʻaẓẓibahum̃ bihaa fil ḥayaatid dunyaa wa-tazhaq̣a ʹañfusuhum wa-hum kaafiroon.

    Maka janganlah harta dan anak-anak mereka membuatmu kagum. Sesungguhnya maksud Allah dengan itu adalah untuk menyiksa mereka dalam kehidupan dunia dan kelak akan mati dalam keadaan kafir.

  93. 9:56

    وَيَحْلِفُونَ بِٱللَّهِ إِنَّهُمْ لَمِنكُمْ وَمَا هُم مِّنكُمْ وَلَـٰكِنَّهُمْ قَوْمٌ يَفْرَقُونَ

    Wa-yaḥlifoona billaahi ʹinnahum lamiñkum; wa-maa hum miñkum wa-laakinnahum q̣awmuñy yafraq̣oon.

    Dan mereka (orang-orang munafik) bersumpah dengan (nama) Allah, bahwa sesungguhnya mereka termasuk golonganmu; namun mereka bukanlah dari golonganmu, tetapi mereka adalah orang-orang yang sangat takut (kepadamu).

  94. 9:57

    لَوْ يَجِدُونَ مَلْجَـًٔا أَوْ مَغَـٰرَٰتٍ أَوْ مُدَّخَلًا لَّوَلَّوْا۟ إِلَيْهِ وَهُمْ يَجْمَحُونَ

    Law yajidoona maljaʹan ʹaw mag̣aaraatin ʹaw muddakhalal lawallaw ʹilayhi wa-hum yajmaḥoon.

    Sekiranya mereka memperoleh tempat perlindungan, gua-gua atau lubang-lubang (dalam tanah) niscaya mereka pergi (lari) ke sana dengan secepat-cepatnya.

  95. 9:58

    وَمِنْهُم مَّن يَلْمِزُكَ فِى ٱلصَّدَقَـٰتِ فَإِنْ أُعْطُوا۟ مِنْهَا رَضُوا۟ وَإِن لَّمْ يُعْطَوْا۟ مِنْهَآ إِذَا هُمْ يَسْخَطُونَ

    Wa-minhum mañy yalmizuka fiṣ ṣadaq̣aat: faʹin ʹuʻṭoo minhaa raḍoo wa-ʹil lam yuʻṭaw minhaaa ʹiẓaa hum yaskhaṭoon!

    Dan di antara mereka ada yang mencelamu tentang (pembagian) sedekah (zakat); jika mereka diberi bagian, mereka bersenang hati, dan jika mereka tidak diberi bagian, tiba-tiba mereka marah.

  96. 9:59

    وَلَوْ أَنَّهُمْ رَضُوا۟ مَآ ءَاتَىٰهُمُ ٱللَّهُ وَرَسُولُهُۥ وَقَالُوا۟ حَسْبُنَا ٱللَّهُ سَيُؤْتِينَا ٱللَّهُ مِن فَضْلِهِۦ وَرَسُولُهُۥٓ إِنَّآ إِلَى ٱللَّهِ رَٰغِبُونَ

    Wa-law ʹannahum raḍoo maaa ʹaataahumul laahu wa-Rasooluhoo wa-q̣aaloo ḥasbunal laahu sayuʹteenal laahu miñ faḍlihee wa-Rasooluhooo ʹinnaaa ʹilal laahi raag̣iboon.

    Dan sekiranya mereka benar-benar rida dengan apa yang diberikan oleh Allah dan Rasul-Nya kepada mereka, dan berkata, "Cukuplah Allah bagi kami, Allah dan Rasul-Nya akan memberikan kepada kami sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya kami orang-orang yang berharap kepada Allah."

  97. 9:60

    ۞ إِنَّمَا ٱلصَّدَقَـٰتُ لِلْفُقَرَآءِ وَٱلْمَسَـٰكِينِ وَٱلْعَـٰمِلِينَ عَلَيْهَا وَٱلْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِى ٱلرِّقَابِ وَٱلْغَـٰرِمِينَ وَفِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَٱبْنِ ٱلسَّبِيلِ ۖ فَرِيضَةً مِّنَ ٱللَّهِ ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

    ʹInnamaṣ Ṣadaq̣aatu lilfuq̣araaaʹi walmasaakeeni wal-ʻaamileena ʻalayhaa wal-muʹallafati q̣uloobuhum wa-fir riq̣aabi walg̣aarimeena wa-fee Sabeelil laahi wabnis sabeel: fareeḍatam minal laah, wal-laahu ʻAleemun Ḥakeem.

    Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang miskin, amil zakat, orang yang dilunakkan hatinya (mualaf), untuk (memerdekakan) hamba sahaya, untuk (membebaskan) orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai kewajiban dari Allah. Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.

  98. 9:61

    وَمِنْهُمُ ٱلَّذِينَ يُؤْذُونَ ٱلنَّبِىَّ وَيَقُولُونَ هُوَ أُذُنٌ ۚ قُلْ أُذُنُ خَيْرٍ لَّكُمْ يُؤْمِنُ بِٱللَّهِ وَيُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِينَ وَرَحْمَةٌ لِّلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ ۚ وَٱلَّذِينَ يُؤْذُونَ رَسُولَ ٱللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

    Wa-minhumul laẓeena yuʹẓoonan Nabiyya wa-yaq̣ooloona Huwa ʹuẓun. Q̣ul ʹuẓunu khayril lakum yuʹminu billaahi wa-yuʹminu lil-muʹmineena wa-Raḥmatul lil-laẓeena ʹaamanoo miñkum. Wallaẓeena yuʹẓoona Rasoolal laahi lahum ʻaẓaabun ʹaleem.

    Dan di antara mereka (orang munafik) ada orang-orang yang menyakiti hati Nabi (Muhammad) dan mengatakan, "Nabi mempercayai semua apa yang didengarnya." Katakanlah, "Dia mempercayai semua yang baik bagi kamu, dia beriman kepada Allah, mempercayai orang-orang mukmin, dan menjadi rahmat bagi orang-orang yang beriman di antara kamu." Dan orang-orang yang menyakiti Rasulullah akan mendapat azab yang pedih.

  99. 9:62

    يَحْلِفُونَ بِٱللَّهِ لَكُمْ لِيُرْضُوكُمْ وَٱللَّهُ وَرَسُولُهُۥٓ أَحَقُّ أَن يُرْضُوهُ إِن كَانُوا۟ مُؤْمِنِينَ

    Yaḥlifoona billaahi lakum liyurḍookum: wallaahu wa-Rasooluhooo ʹaḥaq̣q̣u ʹañy yurzoohu ʹiñ kaanoo Muʹmineen.

    Mereka bersumpah kepadamu dengan (nama) Allah untuk menyenangkan kamu, padahal Allah dan Rasul-Nya lebih pantas mereka cari keridaan-Nya jika mereka orang mukmin.

  100. 9:63

    أَلَمْ يَعْلَمُوٓا۟ أَنَّهُۥ مَن يُحَادِدِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ فَأَنَّ لَهُۥ نَارَ جَهَنَّمَ خَـٰلِدًا فِيهَا ۚ ذَٰلِكَ ٱلْخِزْىُ ٱلْعَظِيمُ

    ʹAlam yaʻlamooo ʹannahoo mañy yuḥaadidil laaha wa-Rasoolahoo faʹanna lahoo naara Jahannama khaalidañ feehaa. Ẓaalikal khizyul ʻaz̤̣eem.

    Tidakkah mereka (orang munafik) mengetahui bahwa barang siapa menentang Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya neraka Jahanamlah bagiannya, dia kekal di dalamnya. Itulah kehinaan yang besar.

  101. 9:64

    يَحْذَرُ ٱلْمُنَـٰفِقُونَ أَن تُنَزَّلَ عَلَيْهِمْ سُورَةٌ تُنَبِّئُهُم بِمَا فِى قُلُوبِهِمْ ۚ قُلِ ٱسْتَهْزِءُوٓا۟ إِنَّ ٱللَّهَ مُخْرِجٌ مَّا تَحْذَرُونَ

    Yaḥẓarul Munaafiq̣oona ʹañ tunazzala ʻalayhim sooratuñ tunabbiʹuhum̃ bimaa fee q̣uloobihim. Q̣ulis tahziʹoo! ʹInnal laaha mukhrijum maa taḥẓaroon.

    Orang-orang munafik itu takut jika diturunkan suatu surah yang menerangkan apa yang tersembunyi di dalam hati mereka. Katakanlah (kepada mereka), "Teruskanlah berolok-olok (terhadap Allah dan Rasul-Nya)." Sesungguhnya Allah akan mengungkapkan apa yang kamu takuti itu.

  102. 9:65

    وَلَئِن سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ ۚ قُلْ أَبِٱللَّهِ وَءَايَـٰتِهِۦ وَرَسُولِهِۦ كُنتُمْ تَسْتَهْزِءُونَ

    Wa-laʹiñ saʹaltahum layaq̣oolunna ʹinnamaa kunnaa nakhooḍu wa-nalʻab. Q̣ul ʹabillaahi wa-ʹAayaatihee wa-Rasoolihee kuñtum tastahziʹoon.

    Dan jika kamu tanyakan kepada mereka, niscaya mereka akan menjawab, "Sesungguhnya kami hanya bersenda gurau dan bermain-main saja." Katakanlah, "Mengapa kepada Allah, dan ayat-ayat-Nya serta Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?"

  103. 9:66

    لَا تَعْتَذِرُوا۟ قَدْ كَفَرْتُم بَعْدَ إِيمَـٰنِكُمْ ۚ إِن نَّعْفُ عَن طَآئِفَةٍ مِّنكُمْ نُعَذِّبْ طَآئِفَةًۢ بِأَنَّهُمْ كَانُوا۟ مُجْرِمِينَ

    Laa- taʻtaẓiroo q̣ad kafartum baʻda ʹeemaanikum. ʹIn naʻfu ʻañ ṭaaaʹifatim miñkum nuʻaẓẓib ṭaaaʹifatam biʹannahum kaanoo mujrimeen.

    Tidak perlu kamu meminta maaf, karena kamu telah kafir setelah beriman. Jika Kami memaafkan sebagian dari kamu (karena telah tobat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) karena sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang (selalu) berbuat dosa.

  104. 9:67

    ٱلْمُنَـٰفِقُونَ وَٱلْمُنَـٰفِقَـٰتُ بَعْضُهُم مِّنۢ بَعْضٍ ۚ يَأْمُرُونَ بِٱلْمُنكَرِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمَعْرُوفِ وَيَقْبِضُونَ أَيْدِيَهُمْ ۚ نَسُوا۟ ٱللَّهَ فَنَسِيَهُمْ ۗ إِنَّ ٱلْمُنَـٰفِقِينَ هُمُ ٱلْفَـٰسِقُونَ

    ʹAl-Munaafiq̣oona wal-Munaafiq̣aatu baʻḍuhum mim baʻḍ. Yaʹmuroona bilmuñkari wa-yanhawna ʻanil maʻroofi wa-yaq̣biḍoona ʹaydiyahum. Nasul laaha fanasiyahum. ʹInnal Munaafiq̣eena humul faasiq̣oon.

    Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, satu dengan yang lain adalah (sama), mereka menyuruh (berbuat) yang mungkar dan mencegah (perbuatan) yang makruf dan mereka menggenggamkan tangannya (kikir). Mereka telah melupakan kepada Allah, maka Allah melupakan mereka (pula). Sesungguhnya orang-orang munafik itulah orang-orang yang fasik.

  105. 9:68

    وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلْمُنَـٰفِقِينَ وَٱلْمُنَـٰفِقَـٰتِ وَٱلْكُفَّارَ نَارَ جَهَنَّمَ خَـٰلِدِينَ فِيهَا ۚ هِىَ حَسْبُهُمْ ۚ وَلَعَنَهُمُ ٱللَّهُ ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ مُّقِيمٌ

    Waʻadal laahul Munaafiq̣eena wal-Munaafiq̣aati wal-Kuffaara naara Jahannama khaalideena feehaa. Hiya ḥasbuhum: wa-laʻanahumul laah, wa-lahum ʻaẓaabum muq̣eem.

    Allah menjanjikan (mengancam) orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang kafir dengan neraka Jahanam. Mereka kekal di dalamnya. Cukuplah (neraka) itu bagi mereka. Allah melaknat mereka; dan mereka mendapat azab yang kekal,

  106. 9:69

    كَٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ كَانُوٓا۟ أَشَدَّ مِنكُمْ قُوَّةً وَأَكْثَرَ أَمْوَٰلًا وَأَوْلَـٰدًا فَٱسْتَمْتَعُوا۟ بِخَلَـٰقِهِمْ فَٱسْتَمْتَعْتُم بِخَلَـٰقِكُمْ كَمَا ٱسْتَمْتَعَ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُم بِخَلَـٰقِهِمْ وَخُضْتُمْ كَٱلَّذِى خَاضُوٓا۟ ۚ أُو۟لَـٰٓئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَـٰلُهُمْ فِى ٱلدُّنْيَا وَٱلْـَٔاخِرَةِ ۖ وَأُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْخَـٰسِرُونَ

    Kallaẓeena miñ q̣ablikum kaanooo ʹashadda miñkum q̣uwwatañw waʹaks̤ara ʹamwaalañw Waʹawlaadaa. Fastamtaʻoo bikhalaaq̣ihim fastamtaʻtum̃ bikhalaaq̣ikum kamas tamtaʻal laẓeena miñ q̣ablikum̃ bikhalaaq̣ihim wa-khuḍtum kallaẓee khaaḍoo. ʹUlaaaʹika ḥabiṭat ʹaʻmaaluhum fid dunyaa wal-ʹAakhirah; wa-ʹulaaaʹika humul khaasiroon.

    (keadaan kamu kaum munafik dan musyrikin) seperti orang-orang sebelum kamu, mereka lebih kuat daripada kamu, dan lebih banyak harta dan anak-anaknya. Maka mereka telah menikmati bagiannya, dan kamu telah menikmati bagianmu sebagaimana orang-orang yang sebelummu menikmati bagiannya, dan kamu mempercakapkan (hal-hal yang batil) sebagaimana mereka mempercakapkannya. Mereka itu sia-sia amalnya di dunia dan di akhirat. Mereka itulah orang-orang yang rugi.

  107. 9:70

    أَلَمْ يَأْتِهِمْ نَبَأُ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ قَوْمِ نُوحٍ وَعَادٍ وَثَمُودَ وَقَوْمِ إِبْرَٰهِيمَ وَأَصْحَـٰبِ مَدْيَنَ وَٱلْمُؤْتَفِكَـٰتِ ۚ أَتَتْهُمْ رُسُلُهُم بِٱلْبَيِّنَـٰتِ ۖ فَمَا كَانَ ٱللَّهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلَـٰكِن كَانُوٓا۟ أَنفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ

    ʹAlam yaʹtihim naba ʹullaẓeena miñ q̣ablihim q̣awmi Nooḥiñw WaʻAadiñw wa-S̤amooda wa-q̣awmi ʹIbraaheema wa-ʹAṣḥaabi Madyana wal-Muʹtafikaat. ʹAtathum rusuluhum̃ bilbayyinaat. Famaa kaanal laahu liyaz̤̣limahum wa-laakiñ kaanooo ʹañfusahum yaz̤̣limoon.

    Apakah tidak sampai kepada mereka berita (tentang) orang-orang yang sebelum mereka, (yaitu) kaum Nuh, 'Ād, Samud, kaum Ibrahim, penduduk Madyan, dan (penduduk) negeri-negeri yang telah musnah? Telah datang kepada mereka Rasul-rasul dengan membawa bukti-bukti yang nyata; Allah tidak menzalimi mereka, tetapi merekalah yang menzalimi diri mereka sendiri.

  108. 9:71

    وَٱلْمُؤْمِنُونَ وَٱلْمُؤْمِنَـٰتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَآءُ بَعْضٍ ۚ يَأْمُرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ وَيُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُؤْتُونَ ٱلزَّكَوٰةَ وَيُطِيعُونَ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥٓ ۚ أُو۟لَـٰٓئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ ٱللَّهُ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

    Wal-Muʹminoona Wal-Muʹminaatu baʻḍuhum ʹawliyaaaʹu baʻḍ. Yaʹmuroona bilmaʻroofi wa-yanhawna ʻanil muñkari wa-yuq̣eemoonaṣ Ṣalaata wa-yuʹtoonaz Zakaata wa-yuṭeeʻoonal laaha wa-Rasoolah. ʹUlaaaʹika sayarḥamuhumul laah; ʹinnal laaha ʻAzeezun Ḥakeem.

    Dan orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, melaksanakan salat, menunaikan zakat, dan taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka akan diberi rahmat oleh Allah. Sungguh, Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.

  109. 9:72

    وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلْمُؤْمِنِينَ وَٱلْمُؤْمِنَـٰتِ جَنَّـٰتٍ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَـٰرُ خَـٰلِدِينَ فِيهَا وَمَسَـٰكِنَ طَيِّبَةً فِى جَنَّـٰتِ عَدْنٍ ۚ وَرِضْوَٰنٌ مِّنَ ٱللَّهِ أَكْبَرُ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ ٱلْفَوْزُ ٱلْعَظِيمُ

    Waʻadal laahul Muʹ-mineena wal-Muʹminaati Jannaatiñ tajree miñ taḥtihal ʹanhaaru khaalideena feehaa wa-masaakina ṭayyibatañ fee Jannaati ʻAdn. Wa-Riḍwaanum minal laahi ʹakbar: ẓaalika huwal fawzul ʻaz̤̣eem.

    Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan, (akan mendapat) surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya, dan (mendapat) tempat yang baik di surga 'Adn. Dan keridaan Allah lebih besar. Itulah kemenangan yang agung.

  110. 9:73

    يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِىُّ جَـٰهِدِ ٱلْكُفَّارَ وَٱلْمُنَـٰفِقِينَ وَٱغْلُظْ عَلَيْهِمْ ۚ وَمَأْوَىٰهُمْ جَهَنَّمُ ۖ وَبِئْسَ ٱلْمَصِيرُ

    Yaaaʹayyuhan Nabiyyu jaahidil kuffaara wal-Munaafiq̣eena wag̣luz̤̣ ʻalayhim. Wa-maʹwaahum Jahannam: wa-biʹsal maṣeer.

    Wahai Nabi! Berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka adalah neraka Jahanam. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.

  111. 9:74

    يَحْلِفُونَ بِٱللَّهِ مَا قَالُوا۟ وَلَقَدْ قَالُوا۟ كَلِمَةَ ٱلْكُفْرِ وَكَفَرُوا۟ بَعْدَ إِسْلَـٰمِهِمْ وَهَمُّوا۟ بِمَا لَمْ يَنَالُوا۟ ۚ وَمَا نَقَمُوٓا۟ إِلَّآ أَنْ أَغْنَىٰهُمُ ٱللَّهُ وَرَسُولُهُۥ مِن فَضْلِهِۦ ۚ فَإِن يَتُوبُوا۟ يَكُ خَيْرًا لَّهُمْ ۖ وَإِن يَتَوَلَّوْا۟ يُعَذِّبْهُمُ ٱللَّهُ عَذَابًا أَلِيمًا فِى ٱلدُّنْيَا وَٱلْـَٔاخِرَةِ ۚ وَمَا لَهُمْ فِى ٱلْأَرْضِ مِن وَلِىٍّ وَلَا نَصِيرٍ

    Yaḥlifoona billaahi maa- q̣aaloo. Wa-laq̣ad q̣aaloo kalimatal kufri wa-kafaroo baʻda ʹIslaamihim wa-hammoo bimaa lam yanaaloo: wa-maa naq̣amooo ʹillaaa ʹan ʹag̣naahumul laahu wa-Rasooluhoo miñ faḍlih! Faʹiñy yatooboo yaku khayral lahum; wa-ʹiñy yatawal-law yuʻaẓẓibhumul laahu ʻaẓaaban ʻaleemañ fid dunyaa wal-ʹAakhirah; wa-maa lahum fil ʹarḍi miñw waliyyiñw walaa naṣeer.

    Mereka (orang munafik) bersumpah dengan (nama) Allah, bahwa mereka tidak mengatakan (sesuatu yang menyakiti Muhammad). Sungguh, mereka telah mengucapkan perkataan kekafiran, dan telah menjadi kafir setelah Islam, dan menginginkan apa yang mereka tidak bisa mencapainya; dan mereka tidak mencela (Allah dan Rasul-Nya), sekiranya Allah dan Rasul-Nya telah melimpahkan karunia-Nya kepada mereka. Maka jika mereka bertobat, itu adalah lebih baik bagi mereka, dan jika mereka berpaling, niscaya Allah akan mengazab mereka dengan azab yang pedih di dunia dan akhirat; dan mereka tidak mempunyai pelindung dan tidak (pula) penolong di bumi.

  112. 9:75

    ۞ وَمِنْهُم مَّنْ عَـٰهَدَ ٱللَّهَ لَئِنْ ءَاتَىٰنَا مِن فَضْلِهِۦ لَنَصَّدَّقَنَّ وَلَنَكُونَنَّ مِنَ ٱلصَّـٰلِحِينَ

    Wa-minhum man ʻaahadal laaha laʹin ʹaataanaa miñ faḍlihee lanaṣṣaddaq̣anna wa-lanakoonanna minaṣ Ṣaaliḥeen.

    Dan di antara mereka ada orang yang telah berjanji kepada Allah, "Sesungguhnya jika Allah memberikan sebagian dari karunia-Nya kepada kami, niscaya kami akan bersedekah dan niscaya kami termasuk orang-orang yang saleh."

  113. 9:76

    فَلَمَّآ ءَاتَىٰهُم مِّن فَضْلِهِۦ بَخِلُوا۟ بِهِۦ وَتَوَلَّوا۟ وَّهُم مُّعْرِضُونَ

    Falammaaa ʹaataahum miñ faḍlihee bakhiloo bihee wa-tawallaw wahum muʻriḍoon.

    Ketika Allah memberikan kepada mereka sebagian dari karunia-Nya, mereka menjadi kikir dan berpaling, dan selalu menentang (kebenaran).

  114. 9:77

    فَأَعْقَبَهُمْ نِفَاقًا فِى قُلُوبِهِمْ إِلَىٰ يَوْمِ يَلْقَوْنَهُۥ بِمَآ أَخْلَفُوا۟ ٱللَّهَ مَا وَعَدُوهُ وَبِمَا كَانُوا۟ يَكْذِبُونَ

    Faʹaʻq̣abahum nifaaq̣añ fee q̣uloobihim ʹilaa yawmi yalq̣awnahoo bimaaa ʹakhlaful laaha maa- waʻadoohu wa-bimaa kaanoo yakẓiboon.

    Maka Allah menanamkan kemunafikan dalam hati mereka sampai pada waktu mereka menemui-Nya, karena mereka telah mengingkari janji yang telah mereka ikrarkan kepada-Nya dan (juga) karena mereka selalu berdusta.

  115. 9:78

    أَلَمْ يَعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ يَعْلَمُ سِرَّهُمْ وَنَجْوَىٰهُمْ وَأَنَّ ٱللَّهَ عَلَّـٰمُ ٱلْغُيُوبِ

    ʹAlam yaʻlamooo ʹannal laaha yaʻlamu sirrahum wa-najwaahum wa-ʹannal laaha ʻAllaamul g̣uyoob.

    Tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah mengetahui rahasia dan bisikan mereka, dan bahwa Allah mengetahui segala yang gaib?

  116. 9:79

    ٱلَّذِينَ يَلْمِزُونَ ٱلْمُطَّوِّعِينَ مِنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ فِى ٱلصَّدَقَـٰتِ وَٱلَّذِينَ لَا يَجِدُونَ إِلَّا جُهْدَهُمْ فَيَسْخَرُونَ مِنْهُمْ ۙ سَخِرَ ٱللَّهُ مِنْهُمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

    ʹAllaẓeena yalmizoonal muṭṭawwiʻeena minal Muʹmineena fiṣ ṣadaq̣aati wallaẓeena laa- yajidoona ʹillaa juhdahum fayaskharoona minhum,― sakhiral laahu minhum: wa-lahum ʻaẓaabun ʹaleem.

    (Orang munafik) yaitu mereka yang mencela orang-orang beriman yang memberikan sedekah dengan sukarela dan yang (mencela) orang-orang yang hanya punya (untuk disedekahkan) sekedar kesanggupannya, maka orang-orang munafik itu menghina mereka. Allah akan membalas penghinaan mereka, dan mereka akan mendapat azab yang pedih.

  117. 9:80

    ٱسْتَغْفِرْ لَهُمْ أَوْ لَا تَسْتَغْفِرْ لَهُمْ إِن تَسْتَغْفِرْ لَهُمْ سَبْعِينَ مَرَّةً فَلَن يَغْفِرَ ٱللَّهُ لَهُمْ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ كَفَرُوا۟ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ ۗ وَٱللَّهُ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلْفَـٰسِقِينَ

    ʹIstag̣fir lahum ʹaw laa- tastag̣fir lahum: ʹiñ tastag̣fir lahum sabʻeena marratañ falañy yag̣firal laahu lahum. Ẓaalika biʹannahum kafaroo billaahi wa-Rasoolih: wallaahu laa- yahdil q̣awmal faasiq̣een.

    (Sama saja) engkau (Muhammad) memohonkan ampunan bagi mereka atau tidak memohonkan ampunan bagi mereka. Walaupun engkau memohonkan ampunan bagi mereka tujuh puluh kali, Allah tidak akan memberi ampunan kepada mereka. Yang demikian itu, karena mereka ingkar (kafir) kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.

  118. 9:81

    فَرِحَ ٱلْمُخَلَّفُونَ بِمَقْعَدِهِمْ خِلَـٰفَ رَسُولِ ٱللَّهِ وَكَرِهُوٓا۟ أَن يُجَـٰهِدُوا۟ بِأَمْوَٰلِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَقَالُوا۟ لَا تَنفِرُوا۟ فِى ٱلْحَرِّ ۗ قُلْ نَارُ جَهَنَّمَ أَشَدُّ حَرًّا ۚ لَّوْ كَانُوا۟ يَفْقَهُونَ

    Fariḥal mukhallafoona bimaq̣ʻadihim khilaafa Rasoolil laahi wa-karihooo ʹañy yujaahidoo biʹamwaalihim wa-ʹañfusihim fee Sabeelil laahi waq̣aaloo laa- tañfiroo fil ḥarr. Q̣ul Naaru Jahannama ʹashaddu ḥarraa: Law kaanoo yafq̣ahoon!

    Orang-orang yang ditinggalkan (tidak ikut berperang), merasa gembira duduk-duduk diam sepeninggal Rasulullah. Mereka tidak suka berjihad dengan harta dan jiwa mereka di jalan Allah dan mereka berkata, "Janganlah kamu berangkat (pergi berperang) dalam panas terik ini." Katakanlah (Muhammad), "Api neraka Jahanam lebih panas," jika mereka mengetahui.

  119. 9:82

    فَلْيَضْحَكُوا۟ قَلِيلًا وَلْيَبْكُوا۟ كَثِيرًا جَزَآءًۢ بِمَا كَانُوا۟ يَكْسِبُونَ

    Falyaḍḥakoo q̣aleelañw walyabkoo kas̤eeraa: jazaaaʹam bimaa kaanoo yaksiboon.

    Maka biarkanlah mereka tertawa sedikit dan menangis yang banyak, sebagai balasan terhadap apa yang selalu mereka perbuat.

  120. 9:83

    فَإِن رَّجَعَكَ ٱللَّهُ إِلَىٰ طَآئِفَةٍ مِّنْهُمْ فَٱسْتَـْٔذَنُوكَ لِلْخُرُوجِ فَقُل لَّن تَخْرُجُوا۟ مَعِىَ أَبَدًا وَلَن تُقَـٰتِلُوا۟ مَعِىَ عَدُوًّا ۖ إِنَّكُمْ رَضِيتُم بِٱلْقُعُودِ أَوَّلَ مَرَّةٍ فَٱقْعُدُوا۟ مَعَ ٱلْخَـٰلِفِينَ

    Faʹir rajaʻakal laahu ʹilaa ṭaaaʹifatim minhum fastaʹẓanooka lilkhurooji faq̣ul lañ takhrujoo maʻiya ʹabadañw Walañ tuq̣aatiloo maʻiya ʻaduwwaa. ʹInnakum raḍeetum̃ bilq̣uʻoodi ʹawwala marratiñ faq̣ʻudoo maʻal khaalifeen.

    Maka jika Allah mengembalikanmu (Muhammad) kepada suatu golongan dari mereka (orang-orang munafik), kemudian mereka meminta izin kepadamu untuk keluar (pergi berperang), maka katakanlah, "Kamu tidak boleh keluar bersamaku selama-lamanya dan tidak boleh memerangi musuh bersamaku. Sesungguhnya kamu telah rela tidak pergi (berperang) sejak semula. Karena itu duduklah (tinggallah) bersama orang-orang yang tidak ikut (berperang)."

  121. 9:84

    وَلَا تُصَلِّ عَلَىٰٓ أَحَدٍ مِّنْهُم مَّاتَ أَبَدًا وَلَا تَقُمْ عَلَىٰ قَبْرِهِۦٓ ۖ إِنَّهُمْ كَفَرُوا۟ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَمَاتُوا۟ وَهُمْ فَـٰسِقُونَ

    Wa-laa tuṣalli ʻalaaa ʹaḥadim minhum maata ʹabadañw Walaa taq̣um ʻalaa q̣abrih. ʹInnahum kafaroo billaahi wa-Rasoolihee wa-maatoo wa-hum faasiq̣oon.

    Dan janganlah engkau (Muhammad) melaksanakan salat untuk seseorang yang mati di antara mereka (orang-orang munafik), selama-lamanya dan janganlah engkau berdiri (mendoakan) di atas kuburnya. Sesungguhnya mereka ingkar kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka mati dalam keadaan fasik.

  122. 9:85

    وَلَا تُعْجِبْكَ أَمْوَٰلُهُمْ وَأَوْلَـٰدُهُمْ ۚ إِنَّمَا يُرِيدُ ٱللَّهُ أَن يُعَذِّبَهُم بِهَا فِى ٱلدُّنْيَا وَتَزْهَقَ أَنفُسُهُمْ وَهُمْ كَـٰفِرُونَ

    Wa-laa tuʻjibka ʹamwaaluhum wa-ʹawlaaduhum! ʹInnamaa yureedul laahu ʹañy yuʻaẓẓibahum̃ bihaa fid dunyaa wa-tazhaq̣a ʹañfusuhum wa-hum kaafiroon.

    Dan janganlah engkau (Muhammad) kagum terhadap harta dan anak-anak mereka. Sesungguhnya dengan itu Allah hendak menyiksa mereka di dunia dan agar nyawa mereka melayang, sedang mereka dalam keadaan kafir.

  123. 9:86

    وَإِذَآ أُنزِلَتْ سُورَةٌ أَنْ ءَامِنُوا۟ بِٱللَّهِ وَجَـٰهِدُوا۟ مَعَ رَسُولِهِ ٱسْتَـْٔذَنَكَ أُو۟لُوا۟ ٱلطَّوْلِ مِنْهُمْ وَقَالُوا۟ ذَرْنَا نَكُن مَّعَ ٱلْقَـٰعِدِينَ

    Wa-ʹiẓaaa ʹuñzilat Sooratun ʹan ʹaaminoo billaahi wa-jaahidoo maʻa Rasoolihis taʹẓanaka ʹuluṭ ṭawli minhum wa-q̣aaloo ẓarnaa nakum maʻal q̣aaʻideen.

    Dan apabila diturunkan suatu surah (yang memerintahkan kepada orang-orang munafik), "Berimanlah kepada Allah dan berjihadlah bersama rasul-Nya, "niscaya orang-orang yang kaya dan berpengaruh di antara mereka meminta izin kepadamu (untuk tidak berjihad) dan mereka berkata, "Biarkanlah kami berada bersama orang-orang yang duduk (tinggal di rumah)."

  124. 9:87

    رَضُوا۟ بِأَن يَكُونُوا۟ مَعَ ٱلْخَوَالِفِ وَطُبِعَ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ فَهُمْ لَا يَفْقَهُونَ

    Raḍoo biʹañy yakoonoo maʻal khawaalifi waṭubiʻa ʻalaa q̣uloobihim fahum laa- yafq̣ahoon.

    Mereka rela berada bersama orang-orang yang tidak pergi berperang, dan hati mereka telah tertutup, sehingga mereka tidak memahami (kebahagiaan beriman dan berjihad).

  125. 9:88

    لَـٰكِنِ ٱلرَّسُولُ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مَعَهُۥ جَـٰهَدُوا۟ بِأَمْوَٰلِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ ۚ وَأُو۟لَـٰٓئِكَ لَهُمُ ٱلْخَيْرَٰتُ ۖ وَأُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ

    Laakinir Rasoolu wal-laẓeena ʹaamanoo maʻahoo jaahadoo biʹamwaalihim wa-ʹañfusihim. Wa-ʹulaaaʹika lahumul khayraat: wa-ʹulaaaʹika humul Mufliḥoon.

    Tetapi Rasul dan orang-orang yang beriman bersama dia, (mereka) berjihad dengan harta dan jiwa. Mereka itu memperoleh kebaikan. Mereka itulah orang-orang yang beruntung.

  126. 9:89

    أَعَدَّ ٱللَّهُ لَهُمْ جَنَّـٰتٍ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَـٰرُ خَـٰلِدِينَ فِيهَا ۚ ذَٰلِكَ ٱلْفَوْزُ ٱلْعَظِيمُ

    ʹAʻaddal laahu Lahum Jannaatiñ tajree miñ taḥtihal ʹanhaaru khaalideena feehaa: ẓaalikal fawzul ʻaz̤̣eem.

    Allah telah menyediakan bagi mereka surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang agung.

  127. 9:90

    وَجَآءَ ٱلْمُعَذِّرُونَ مِنَ ٱلْأَعْرَابِ لِيُؤْذَنَ لَهُمْ وَقَعَدَ ٱلَّذِينَ كَذَبُوا۟ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ ۚ سَيُصِيبُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ مِنْهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

    Wa-jaaaʹal muʻaẓẓiroona minal ʹAʻraabi liyuʹẓana lahum wa-q̣aʻadal laẓeena kaẓabul laaha wa-Rasoolah. Sayuṣeebul laẓeena kafaroo minhum ʻaẓaabun ʹaleem.

    Dan di antara orang-orang Arab Badui datang (kepada Nabi) mengemukakan alasan, agar diberi izin (untuk tidak pergi berperang), sedang orang-orang yang mendustakan Allah dan Rasul-Nya, duduk berdiam. Kelak orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa azab yang pedih.

  128. 9:91

    لَّيْسَ عَلَى ٱلضُّعَفَآءِ وَلَا عَلَى ٱلْمَرْضَىٰ وَلَا عَلَى ٱلَّذِينَ لَا يَجِدُونَ مَا يُنفِقُونَ حَرَجٌ إِذَا نَصَحُوا۟ لِلَّهِ وَرَسُولِهِۦ ۚ مَا عَلَى ٱلْمُحْسِنِينَ مِن سَبِيلٍ ۚ وَٱللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

    Laysa ʻalaḍ ḍuʻafaaaʹi wa-laa ʻalal marḍaa wa-laa ʻalal laẓeena laa- yajidoona maa- yuñfiq̣oona ḥarajun ʹiẓaa naṣaḥoo lillaahi wa-Rasoolih: maa- ʻalal Muḥsineena miñ sabeel: wallaahu G̣afoorur Raḥeem.

    Tidak ada dosa (karena tidak pergi berperang) atas orang yang lemah, orang yang sakit dan orang-orang yang tidak memperoleh apa yang akan mereka infakkan, apabila mereka berlaku ikhlas kepada Allah dan Rasul-Nya. Tidak ada alasan apa pun untuk menyalahkan orang-orang yang berbuat baik. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang,

  129. 9:92

    وَلَا عَلَى ٱلَّذِينَ إِذَا مَآ أَتَوْكَ لِتَحْمِلَهُمْ قُلْتَ لَآ أَجِدُ مَآ أَحْمِلُكُمْ عَلَيْهِ تَوَلَّوا۟ وَّأَعْيُنُهُمْ تَفِيضُ مِنَ ٱلدَّمْعِ حَزَنًا أَلَّا يَجِدُوا۟ مَا يُنفِقُونَ

    Wa-laa ʻalal laẓeena ʹiẓaa maaa ʹatawka litaḥmilahum q̣ulta laaa ʹajidu maaa ʹaḥmilukum ʻalayhi tawallaw waʹaʻyunuhum tafeeḍu minad damʻi ḥazanan ʹallaa yajidoo maa- yuñfiq̣oon.

    dan tidak ada (pula dosa) atas orang-orang yang datang kepadamu (Muhammad), agar engkau memberi kendaraan kepada mereka, lalu engkau berkata, "Aku tidak memperoleh kendaraan untuk membawamu," lalu mereka kembali, sedang mata mereka bercucuran air mata karena sedih, disebabkan mereka tidak memperoleh apa yang akan mereka infakkan (untuk ikut berperang).