Back to Quran

Juz

Juz 8

6:111 ... 7:87 · 142 ayahs

Diterjemahkan oleh Indonesian Ministry Islamic Affairs

  1. Surah Al-An'amBegins here at 6:111

  2. 6:111

    ۞ وَلَوْ أَنَّنَا نَزَّلْنَآ إِلَيْهِمُ ٱلْمَلَـٰٓئِكَةَ وَكَلَّمَهُمُ ٱلْمَوْتَىٰ وَحَشَرْنَا عَلَيْهِمْ كُلَّ شَىْءٍ قُبُلًا مَّا كَانُوا۟ لِيُؤْمِنُوٓا۟ إِلَّآ أَن يَشَآءَ ٱللَّهُ وَلَـٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ يَجْهَلُونَ

    Wa-law ʹannanaa nazzal-naaa ʹilayhimul malaaaʹikata wa-kallamahumul mawtaa waḥasharnaa ʻalayhim kulla shayʹiñ q̣ubulam maa kaanoo liyuʹminooo ʹillaaa ʹañy yashaaaʹal laahu wa-laakinna ʹaks̤arahum yajhaloon.

    Dan sekalipun Kami benar-benar menurunkan malaikat kepada mereka, dan orang yang telah mati berbicara dengan mereka dan Kami kumpulkan (pula) di hadapan mereka segala sesuatu (yang mereka inginkan), mereka tidak juga akan beriman, kecuali jika Allah menghendaki. Tapi kebanyakan mereka tidak mengetahui (arti kebenaran).

  3. 6:112

    وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِىٍّ عَدُوًّا شَيَـٰطِينَ ٱلْإِنسِ وَٱلْجِنِّ يُوحِى بَعْضُهُمْ إِلَىٰ بَعْضٍ زُخْرُفَ ٱلْقَوْلِ غُرُورًا ۚ وَلَوْ شَآءَ رَبُّكَ مَا فَعَلُوهُ ۖ فَذَرْهُمْ وَمَا يَفْتَرُونَ

    Wa-kaẓaalika jaʻalnaa likulli nabiyyin ʻaduwwañ shayaaṭeenal ʹiñsi waljinni yooḥee baʻḍuhum ʹilaa baʻḍiñ zukhrufal q̣awli g̣urooraa. Wa-law shaaaʹa Rabbuka maa- faʻaloohu faẓarhum wa-maa yaftaroon.

    Dan demikianlah untuk setiap Nabi Kami menjadikan musuh, yang terdiri dari setan-setan manusia dan jin, sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan yang indah sebagai tipuan. Dan kalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak akan melakukannya, maka biarkanlah mereka bersama (kebohongan) yang mereka ada-adakan.

  4. 6:113

    وَلِتَصْغَىٰٓ إِلَيْهِ أَفْـِٔدَةُ ٱلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِٱلْـَٔاخِرَةِ وَلِيَرْضَوْهُ وَلِيَقْتَرِفُوا۟ مَا هُم مُّقْتَرِفُونَ

    Walitaṣg̣aaa ʹilayhi ʹafʹidatul laẓeena laa- yuʹminoona bil-ʹAakhirati wa-liyarḍawhu waliyaq̣tarifoo maa- hum muq̣tarifoon.

    Dan agar hati kecil orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat, tertarik kepada bisikan itu, dan menyenanginya, dan agar mereka melakukan apa yang biasa mereka lakukan.

  5. 6:114

    أَفَغَيْرَ ٱللَّهِ أَبْتَغِى حَكَمًا وَهُوَ ٱلَّذِىٓ أَنزَلَ إِلَيْكُمُ ٱلْكِتَـٰبَ مُفَصَّلًا ۚ وَٱلَّذِينَ ءَاتَيْنَـٰهُمُ ٱلْكِتَـٰبَ يَعْلَمُونَ أَنَّهُۥ مُنَزَّلٌ مِّن رَّبِّكَ بِٱلْحَقِّ ۖ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ ٱلْمُمْتَرِينَ

    ʹAfag̣ayral laahi ʹabtag̣ee ḥakamañw wa-Huwal laẓeee ʹañzala ʹilaykumul Kitaaba mufaṣṣalaa? Wallaẓeena ʹaataynaahumul Kitaaba yaʻlamoona ʹannahoo munazzalum mir Rabbika bilḥaq̣q̣i falaa takoonanna minal mumtareen.

    Pantaskah aku mencari hakim selain Allah, padahal Dialah yang menurunkan Kitab (Al-Qur`an) kepadamu secara rinci? Orang-orang yang telah Kami beri Kitab tahu betul bahwa (Al-Qur`an) itu diturunkan dari Tuhanmu dengan benar. Maka janganlah kamu termasuk orang-orang yang ragu.

  6. 6:115

    وَتَمَّتْ كَلِمَتُ رَبِّكَ صِدْقًا وَعَدْلًا ۚ لَّا مُبَدِّلَ لِكَلِمَـٰتِهِۦ ۚ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْعَلِيمُ

    Wa-tammat kalimatu Rabbika ṣidq̣añw waʻadlaa: laa- mubaddila li-Kalimaatih: wa-Huwas Sameeʻul ʻAleem.

    Dan telah sempurna firman Tuhanmu (Al-Qur`an) dengan benar dan adil. Tidak ada yang dapat mengubah firman-Nya. Dan Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui.

  7. 6:116

    وَإِن تُطِعْ أَكْثَرَ مَن فِى ٱلْأَرْضِ يُضِلُّوكَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ ۚ إِن يَتَّبِعُونَ إِلَّا ٱلظَّنَّ وَإِنْ هُمْ إِلَّا يَخْرُصُونَ

    Wa-ʹiñ tuṭiʻ ʹaks̤ara mañ fil ʹarḍi yuḍillooka ʻañ Sabeelil laah. ʹIñy yattabiʻoona ʹillaz̤̣ z̤̣anna wa-ʹin hum ʹillaa yakhruṣoon.

    Dan jika kamu mengikuti kebanyakan orang di bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Yang mereka ikuti hanya persangkaan belaka dan mereka hanyalah membuat kebohongan.

  8. 6:117

    إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ مَن يَضِلُّ عَن سَبِيلِهِۦ ۖ وَهُوَ أَعْلَمُ بِٱلْمُهْتَدِينَ

    ʹInna Rabbaka Huwa ʹaʻlamu mañy yaḍillu ʻañ Sabeelih; wa-Huwa ʹaʻlamu bil-Muhtadeen.

    Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya, dan Dia lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.

  9. 6:118

    فَكُلُوا۟ مِمَّا ذُكِرَ ٱسْمُ ٱللَّهِ عَلَيْهِ إِن كُنتُم بِـَٔايَـٰتِهِۦ مُؤْمِنِينَ

    Fakuloo mimmaa ẓukiras mul laahi ʻalayhi ʹiñ kuñtum̃ biʹAayaatihee muʹmineen.

    Maka makanlah dari apa (daging hewan) yang (ketika disembelih) disebut nama Allah, jika kamu beriman kepada ayat-ayat-Nya.

  10. 6:119

    وَمَا لَكُمْ أَلَّا تَأْكُلُوا۟ مِمَّا ذُكِرَ ٱسْمُ ٱللَّهِ عَلَيْهِ وَقَدْ فَصَّلَ لَكُم مَّا حَرَّمَ عَلَيْكُمْ إِلَّا مَا ٱضْطُرِرْتُمْ إِلَيْهِ ۗ وَإِنَّ كَثِيرًا لَّيُضِلُّونَ بِأَهْوَآئِهِم بِغَيْرِ عِلْمٍ ۗ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِٱلْمُعْتَدِينَ

    Wa-maa lakum ʹallaa taʹkuloo mimmaa ẓukiras mul laahi ʻalayhi wa-q̣ad faṣṣala lakum maa ḥarrama ʻalaykum ʹillaa maḍ ṭurirtum ʹilayh? Wa-ʹinna kas̤eeral layuḍilloona biʹahwaaaʹihim̃ big̣ayri ʻilm. ʹInna Rabbaka Huwa ʹaʻlamu bilmuʻtadeen.

    Dan mengapa kamu tidak mau memakan dari apa (daging hewan) yang (ketika disembelih) disebut nama Allah, padahal Allah telah menjelaskan kepadamu apa yang diharamkan-Nya kepadamu, kecuali jika kamu dalam keadaan terpaksa. Dan sungguh, banyak yang menyesatkan orang dengan keinginannya tanpa dasar pengetahuan. Tuhanmu lebih mengetahui orang-orang yang melampaui batas.

  11. 6:120

    وَذَرُوا۟ ظَـٰهِرَ ٱلْإِثْمِ وَبَاطِنَهُۥٓ ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَكْسِبُونَ ٱلْإِثْمَ سَيُجْزَوْنَ بِمَا كَانُوا۟ يَقْتَرِفُونَ

    Waẓaroo z̤̣aahiral ʹis̤mi wa-baaṭinah: ʹInnal laẓeena yaksiboonal ʹis̤ma sayujzawna bimaa kaanoo yaq̣tarifoon.

    Dan tinggalkanlah dosa yang terlihat ataupun yang tersembunyi. Sungguh, orang-orang yang mengerjakan (perbuatan) dosa kelak akan diberi balasan sesuai dengan apa yang mereka kerjakan.

  12. 6:121

    وَلَا تَأْكُلُوا۟ مِمَّا لَمْ يُذْكَرِ ٱسْمُ ٱللَّهِ عَلَيْهِ وَإِنَّهُۥ لَفِسْقٌ ۗ وَإِنَّ ٱلشَّيَـٰطِينَ لَيُوحُونَ إِلَىٰٓ أَوْلِيَآئِهِمْ لِيُجَـٰدِلُوكُمْ ۖ وَإِنْ أَطَعْتُمُوهُمْ إِنَّكُمْ لَمُشْرِكُونَ

    Wa-laa taʹkuloo mimmaa lam yuẓkaris mul laahi ʻalayhi wa-ʹinnahoo lafisq̣. Wa-ʹinnash shayaaṭeena layooḥoona ʹilaaa ʹawliyaaaʹihim liyujaadilookum. Wa-ʹin ʹaṭaʻtumoohum ʹinnakum lamushrikoon.

    Dan janganlah kamu memakan dari apa (daging hewan) yang (ketika disembelih) tidak disebut nama Allah, perbuatan itu benar-benar suatu kefasikan. Sesungguhnya setan-setan akan membisikkan kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kamu. Dan jika kamu menuruti mereka, tentu kamu telah menjadi orang musyrik.

  13. 6:122

    أَوَمَن كَانَ مَيْتًا فَأَحْيَيْنَـٰهُ وَجَعَلْنَا لَهُۥ نُورًا يَمْشِى بِهِۦ فِى ٱلنَّاسِ كَمَن مَّثَلُهُۥ فِى ٱلظُّلُمَـٰتِ لَيْسَ بِخَارِجٍ مِّنْهَا ۚ كَذَٰلِكَ زُيِّنَ لِلْكَـٰفِرِينَ مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ

    ʹA-wamañ kaana maytañ faʹaḥyaynaahu wa-jaʻalnaa lahoo Noorañy yamshee bihee fin naasi kamam mas̤aluhoo fiz̤̣ z̤̣ulumaati laysa bikhaarijim minhaa? Kaẓaalika zuyyina lilkaafireena maa- kaanoo yaʻmaloon.

    Dan apakah orang yang sudah mati lalu Kami hidupkan dan Kami beri dia cahaya yang membuatnya dapat berjalan di tengah-tengah orang banyak, sama dengan orang yang berada dalam kegelapan, sehingga dia tidak dapat ke luar dari sana? Demikianlah dijadikan terasa indah bagi orang-orang kafir apa yang mereka kerjakan.

  14. 6:123

    وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَا فِى كُلِّ قَرْيَةٍ أَكَـٰبِرَ مُجْرِمِيهَا لِيَمْكُرُوا۟ فِيهَا ۖ وَمَا يَمْكُرُونَ إِلَّا بِأَنفُسِهِمْ وَمَا يَشْعُرُونَ

    Wa-kaẓaalika jaʻalnaa fee kulli q̣aryatin ʹakaabira mujrimeehaa liyamkuroo feehaa; wa-maa yamkuroona ʹillaa biʹañfusihim wa-maa yashʻuroon.

    Dan demikianlah pada setiap negeri Kami jadikan pembesar-pembesar yang jahat agar melakukan tipu daya di negeri itu. Tapi mereka hanya menipu diri sendiri tanpa menyadarinya.

  15. 6:124

    وَإِذَا جَآءَتْهُمْ ءَايَةٌ قَالُوا۟ لَن نُّؤْمِنَ حَتَّىٰ نُؤْتَىٰ مِثْلَ مَآ أُوتِىَ رُسُلُ ٱللَّهِ ۘ ٱللَّهُ أَعْلَمُ حَيْثُ يَجْعَلُ رِسَالَتَهُۥ ۗ سَيُصِيبُ ٱلَّذِينَ أَجْرَمُوا۟ صَغَارٌ عِندَ ٱللَّهِ وَعَذَابٌ شَدِيدٌۢ بِمَا كَانُوا۟ يَمْكُرُونَ

    Wa-ʹiẓaa jaaaʹathum ʹAayatuñ q̣aaloo lan nuʹmina ḥattaa nuʹtaa mis̤la maaa ʹootiya rusulul laah. ʹAllaahu ʹaʻlamu ḥays̤u yajʻalu Risaalatah. Sayuṣeebul laẓeena ʹajramoo ṣag̣aarun ʻiñdal laahi wa-ʻaẓaabuñ shadeedum bimaa kaanoo yamkuroon.

    Dan apabila datang suatu ayat kepada mereka, tentu mereka berkata, "Kami tidak akan percaya (beriman) sebelum diberikan kepada kami seperti yang diberikan kepada Rasul-rasul Allah." Allah lebih mengetahui di mana Dia menempatkan tugas kerasulan-Nya. Orang-orang yang berdosa, nanti akan ditimpa kehinaan di sisi Allah dan azab yang keras karena tipu daya yang mereka lakukan.

  16. 6:125

    فَمَن يُرِدِ ٱللَّهُ أَن يَهْدِيَهُۥ يَشْرَحْ صَدْرَهُۥ لِلْإِسْلَـٰمِ ۖ وَمَن يُرِدْ أَن يُضِلَّهُۥ يَجْعَلْ صَدْرَهُۥ ضَيِّقًا حَرَجًا كَأَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِى ٱلسَّمَآءِ ۚ كَذَٰلِكَ يَجْعَلُ ٱللَّهُ ٱلرِّجْسَ عَلَى ٱلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ

    Famañy yuridil laahu ʹañy yahdiyahoo yashraḥ ṣadrahoo lil-ʹIslaam; wa-mañy yurid ʹañy yuḍillahoo yajʻal ṣadrahoo ḍayyiq̣an harajañ kaʹannamaa yaṣṣaʻʻadu fis samaaaʹ. Kaẓaalika yajʻalul laahur rijsa ʻalal laẓeena laa- yuʹminoon.

    Barang siapa yang dikehendaki Allah akan mendapat hidayah (petunjuk), Dia akan membukakan dadanya untuk (menerima) Islam. Dan barang siapa dikehendaki-Nya menjadi sesat, Dia jadikan dadanya sempit dan sesak, seakan-akan dia (sedang) mendaki ke langit. Demikianlah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.

  17. 6:126

    وَهَـٰذَا صِرَٰطُ رَبِّكَ مُسْتَقِيمًا ۗ قَدْ فَصَّلْنَا ٱلْـَٔايَـٰتِ لِقَوْمٍ يَذَّكَّرُونَ

    Wa-haaẓaa Ṣiraaṭu Rabbika Mustaq̣eemaa: q̣ad faṣṣalnal ʹAayaati liq̣awmiñy yaẓẓakkaroon.

    Dan inilah jalan Tuhanmu yang lurus. Kami telah menjelaskan ayat-ayat (Kami) kepada orang-orang yang menerima peringatan.

  18. 6:127

    ۞ لَهُمْ دَارُ ٱلسَّلَـٰمِ عِندَ رَبِّهِمْ ۖ وَهُوَ وَلِيُّهُم بِمَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ

    lahum Daarus Salaami ʻiñda Rabbihim wa-Huwa Waliyyuhum̃ bimaa kaanoo yaʻmaloon.

    Bagi mereka (disediakan) tempat yang damai (surga) di sisi Tuhannya. Dan Dialah pelindung mereka karena amal kebajikan yang mereka kerjakan.

  19. 6:128

    وَيَوْمَ يَحْشُرُهُمْ جَمِيعًا يَـٰمَعْشَرَ ٱلْجِنِّ قَدِ ٱسْتَكْثَرْتُم مِّنَ ٱلْإِنسِ ۖ وَقَالَ أَوْلِيَآؤُهُم مِّنَ ٱلْإِنسِ رَبَّنَا ٱسْتَمْتَعَ بَعْضُنَا بِبَعْضٍ وَبَلَغْنَآ أَجَلَنَا ٱلَّذِىٓ أَجَّلْتَ لَنَا ۚ قَالَ ٱلنَّارُ مَثْوَىٰكُمْ خَـٰلِدِينَ فِيهَآ إِلَّا مَا شَآءَ ٱللَّهُ ۗ إِنَّ رَبَّكَ حَكِيمٌ عَلِيمٌ

    Wa-yawma yaḥ-shuruhum jameeʻaa: yaa-maʻsharal jinni q̣adis taks̤artum minal ʹiñs. Wa-q̣aala ʹawliyaaaʹuhum minal ʹiñsi Rabbanas tamtaʻa baʻḍunaa bibaʻḍiñw wabalag̣naaa ʹajalanal laẓeee ʹajjalta lanaa: q̣aalan Naaru mas̤waakum khaalideena feehaaa ʹillaa maa- shaaa ʹallaah. ʹInna Rabbaka Ḥakeemun ʻAleem.

    Dan (ingatlah) pada hari ketika Dia mengumpulkan mereka semua (dan Allah berfirman), "Wahai golongan jin! Kamu telah banyak (menyesatkan) manusia." Dan kawan-kawan mereka dari golongan manusia berkata, "Ya Tuhan, kami telah saling mendapatkan kesenangan dan sekarang waktu yang Engkau tentukan buat kami telah datang." Allah berfirman, "Nerakalah tempat kamu selama-lamanya, kecuali jika Allah menghendaki lain." Sungguh, Tuhanmu Mahabijaksana, Maha Mengetahui.

  20. 6:129

    وَكَذَٰلِكَ نُوَلِّى بَعْضَ ٱلظَّـٰلِمِينَ بَعْضًۢا بِمَا كَانُوا۟ يَكْسِبُونَ

    Wa-kaẓaalika nuwallee baʻḍaz̤̣ z̤̣aalimeena baʻḍam bimaa kaanoo yaksiboon.

    Dan demikianlah Kami jadikan sebagian orang-orang zalim berteman dengan sesamanya, sesuai dengan apa yang mereka kerjakan.

  21. 6:130

    يَـٰمَعْشَرَ ٱلْجِنِّ وَٱلْإِنسِ أَلَمْ يَأْتِكُمْ رُسُلٌ مِّنكُمْ يَقُصُّونَ عَلَيْكُمْ ءَايَـٰتِى وَيُنذِرُونَكُمْ لِقَآءَ يَوْمِكُمْ هَـٰذَا ۚ قَالُوا۟ شَهِدْنَا عَلَىٰٓ أَنفُسِنَا ۖ وَغَرَّتْهُمُ ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَا وَشَهِدُوا۟ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ أَنَّهُمْ كَانُوا۟ كَـٰفِرِينَ

    Yaa-maʻsharal jinni wal-ʹiñsi ʹalam yaʹtikum rusulum miñkum yaq̣uṣṣoona ʻalaykum ʹAayaatee wa-yuñẓiroonakum liq̣aaaʹa yawmikum haaẓaa? Q̣aaloo shahidnaa ʻalaaa ʹañfusinaa wa-g̣arrat-humul ḥayaatud dunyaa wa-shahidoo ʻalaaa ʹañfusihim ʹannahum kaanoo Kaafireen.

    Wahai golongan jin dan manusia! Bukankah sudah datang kepadamu Rasul-rasul dari kalanganmu sendiri, mereka menyampaikan ayat-ayat-Ku kepadamu dan memperingat­kanmu tentang pertemuan pada hari ini? Mereka menjawab, "(Ya), kami menjadi saksi atas diri kami sendiri." Tetapi mereka tertipu oleh kehidupan dunia dan mereka telah menjadi saksi atas diri mereka sendiri, bahwa mereka adalah orang-orang kafir.

  22. 6:131

    ذَٰلِكَ أَن لَّمْ يَكُن رَّبُّكَ مُهْلِكَ ٱلْقُرَىٰ بِظُلْمٍ وَأَهْلُهَا غَـٰفِلُونَ

    Ẓaalika ʹal lam yakur Rabbuka muhlikal q̣uraa biz̤̣ulmiñw waʹahluhaa g̣aafiloon.

    Demikianlah (para rasul diutus) karena Tuhanmu tidak akan membinasakan suatu negeri secara zalim, sedang penduduknya dalam lengah (belum tahu).

  23. 6:132

    وَلِكُلٍّ دَرَجَـٰتٌ مِّمَّا عَمِلُوا۟ ۚ وَمَا رَبُّكَ بِغَـٰفِلٍ عَمَّا يَعْمَلُونَ

    Wa-likulliñ darajaatum mimmaa ʻamiloo: wa-maa Rabbuka big̣aafilin ʻammaa yaʻmaloon.

    Dan masing-masing orang ada tingkatannya, (sesuai) dengan apa yang mereka kerjakan. Dan Tuhanmu tidak lengah terhadap apa yang mereka kerjakan.

  24. 6:133

    وَرَبُّكَ ٱلْغَنِىُّ ذُو ٱلرَّحْمَةِ ۚ إِن يَشَأْ يُذْهِبْكُمْ وَيَسْتَخْلِفْ مِنۢ بَعْدِكُم مَّا يَشَآءُ كَمَآ أَنشَأَكُم مِّن ذُرِّيَّةِ قَوْمٍ ءَاخَرِينَ

    Wa-Rabbukal G̣aniyyu Ẓur Raḥmah: ʹiñy yashaʹ yuẓ-hibkum wa-yastakhlif mim baʻdikum maa yashaaʹu kamaaa ʹañshaʹakum miñ ẓurriyyati q̣awmin ʹaakhareen.

    Dan Tuhanmu Mahakaya, penuh rahmat. Jika Dia menghendaki, Dia akan memusnahkan kamu, dan setelah kamu (musnah) akan Dia ganti dengan yang Dia kehendaki, sebagaimana Dia menjadikan kamu dari keturunan golongan lain.

  25. 6:134

    إِنَّ مَا تُوعَدُونَ لَـَٔاتٍ ۖ وَمَآ أَنتُم بِمُعْجِزِينَ

    ʹInna maa- tooʻadoona laʹaatiñw wamaaa ʹañtum̃ bimuʻjizeen.

    Sesungguhnya apa pun yang dijanjikan kepadamu pasti datang dan kamu tidak mampu menolaknya.

  26. 6:135

    قُلْ يَـٰقَوْمِ ٱعْمَلُوا۟ عَلَىٰ مَكَانَتِكُمْ إِنِّى عَامِلٌ ۖ فَسَوْفَ تَعْلَمُونَ مَن تَكُونُ لَهُۥ عَـٰقِبَةُ ٱلدَّارِ ۗ إِنَّهُۥ لَا يُفْلِحُ ٱلظَّـٰلِمُونَ

    Q̣ul yaa-q̣awmiʻ maloo ʻalaa makaanatikum ʹinnee ʻaamil: fasawfa taʻlamoona mañ takoonu lahoo ʻAaq̣ibatud daar: ʹinnahoo laa- yufliḥuz̤̣ z̤̣aalimoon.

    Katakanlah (Muhammad), "Wahai kaumku! Berbuatlah menurut kedudukanmu, akupun berbuat (demikian). Kelak kamu akan mengetahui, siapa yang akan memperoleh tempat (terbaik) di akhirat (nanti). Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu tidak akan beruntung.

  27. 6:136

    وَجَعَلُوا۟ لِلَّهِ مِمَّا ذَرَأَ مِنَ ٱلْحَرْثِ وَٱلْأَنْعَـٰمِ نَصِيبًا فَقَالُوا۟ هَـٰذَا لِلَّهِ بِزَعْمِهِمْ وَهَـٰذَا لِشُرَكَآئِنَا ۖ فَمَا كَانَ لِشُرَكَآئِهِمْ فَلَا يَصِلُ إِلَى ٱللَّهِ ۖ وَمَا كَانَ لِلَّهِ فَهُوَ يَصِلُ إِلَىٰ شُرَكَآئِهِمْ ۗ سَآءَ مَا يَحْكُمُونَ

    Wa-jaʻaloo lillaahi mimmaa ẓaraʹa minal ḥars̤i walanʻaami naṣeebañ faq̣aaloo haaẓaa lillaahi bizaʻmihim wa-haaẓaa lishurakaaaʹinaa! Famaa kaana lishurakaaaʹihim falaa yaṣilu ʹilal laah; wamaa kaana lillaahi fahuwa yaṣilu ʹilaa shurakaaʹihim! Saaaʹa maa- yaḥkumoon!

    Dan mereka menyediakan sebagian hasil tanaman dan hewan untuk Allah sambil berkata menurut persangkaan mereka, "Ini untuk Allah dan yang ini untuk berhala-berhala kami." Bagian yang untuk berhala-berhala mereka tidak akan sampai kepada Allah, dan bagian yang untuk Allah akan sampai kepada berhala-berhala mereka. Sangat buruk ketetapan mereka itu.

  28. 6:137

    وَكَذَٰلِكَ زَيَّنَ لِكَثِيرٍ مِّنَ ٱلْمُشْرِكِينَ قَتْلَ أَوْلَـٰدِهِمْ شُرَكَآؤُهُمْ لِيُرْدُوهُمْ وَلِيَلْبِسُوا۟ عَلَيْهِمْ دِينَهُمْ ۖ وَلَوْ شَآءَ ٱللَّهُ مَا فَعَلُوهُ ۖ فَذَرْهُمْ وَمَا يَفْتَرُونَ

    Wa-kaẓaalika zayyana likas̤eerim minal mushrikeena q̣atla ʹawlaadihim shurakaaaʹuhum liyurdoohum wa-liyalbisoo ʻalayhim deenahum. Wa-law shaaaʹal laahu maa- faʻaloohu faẓarhum wa-maa yaftaroon.

    Dan demikianlah sekutu-sekutu (setan) mereka menjadikan tampak indah bagi kebanyakan orang-orang musyrik membunuh anak-anak mereka, untuk membinasakan mereka dan mengacaukan agama mereka sendiri. Dan kalau Allah menghendaki, niscaya mereka tidak akan mengerjakannya. Biarkanlah mereka bersama apa (kebohongan) yang mereka ada-adakan.

  29. 6:138

    وَقَالُوا۟ هَـٰذِهِۦٓ أَنْعَـٰمٌ وَحَرْثٌ حِجْرٌ لَّا يَطْعَمُهَآ إِلَّا مَن نَّشَآءُ بِزَعْمِهِمْ وَأَنْعَـٰمٌ حُرِّمَتْ ظُهُورُهَا وَأَنْعَـٰمٌ لَّا يَذْكُرُونَ ٱسْمَ ٱللَّهِ عَلَيْهَا ٱفْتِرَآءً عَلَيْهِ ۚ سَيَجْزِيهِم بِمَا كَانُوا۟ يَفْتَرُونَ

    Wa-q̣aaloo haaẓiheee ʹanʻaamuñw waḥarsun ḥijr. Laa yaṭʻamuhaaa ʹillaa man nashaaaʹu bizaʻmihim wa-ʹanʻaamun ḥurrimat z̤̣uhooruhaa wa-ʹanʻaamul laa yaẓkuroonas mal laahi ʻalayhaf tiraaaʹan ʻalayh: Sayajzeehim̃ bimaa kaanoo yaftaroon.

    Dan mereka berkata (menurut anggapan mereka), "Inilah hewan ternak dan hasil bumi yang dilarang, tidak boleh dimakan, kecuali oleh orang yang kami kehendaki." Dan ada pula hewan yang diharamkan (tidak boleh) ditunggangi, dan ada hewan ternak yang (ketika disembelih) boleh tidak menyebut nama Allah, itu sebagai kebohongan terhadap Allah. Kelak Allah akan membalas semua yang mereka ada-adakan.

  30. 6:139

    وَقَالُوا۟ مَا فِى بُطُونِ هَـٰذِهِ ٱلْأَنْعَـٰمِ خَالِصَةٌ لِّذُكُورِنَا وَمُحَرَّمٌ عَلَىٰٓ أَزْوَٰجِنَا ۖ وَإِن يَكُن مَّيْتَةً فَهُمْ فِيهِ شُرَكَآءُ ۚ سَيَجْزِيهِمْ وَصْفَهُمْ ۚ إِنَّهُۥ حَكِيمٌ عَلِيمٌ

    Waq̣aaloo maa- fee buṭooni haaẓihil ʹanʻaami khaaliṣatul liẓukoorinaa wa-muḥarramun ʻalaaa ʹazwaajinaa; wa-ʹiñy yakum maytatañ fahum feehi shurakaaaʹ. Sayajzeehim waṣfahum: ʹinnahoo Ḥakeemun ʻAleem.

    Dan mereka berkata (pula), "Apa yang ada di dalam perut hewan ternak ini khusus untuk kaum laki-laki kami, haram bagi istri-istri kami." Dan Jika yang dalam perut itu (dilahirkan) mati, maka semua boleh (memakannya). Kelak Allah akan membalas atas ketetapan mereka. Sesungguhnya Allah Mahabijaksana, Maha Mengetahui.

  31. 6:140

    قَدْ خَسِرَ ٱلَّذِينَ قَتَلُوٓا۟ أَوْلَـٰدَهُمْ سَفَهًۢا بِغَيْرِ عِلْمٍ وَحَرَّمُوا۟ مَا رَزَقَهُمُ ٱللَّهُ ٱفْتِرَآءً عَلَى ٱللَّهِ ۚ قَدْ ضَلُّوا۟ وَمَا كَانُوا۟ مُهْتَدِينَ

    Q̣ad khasiral laẓeena q̣atalooo ʹawlaadahum safaham big̣ayri ʻilmiñw waḥarramoo maa- razaq̣ahumul laahuf tiraaʹan ʻalal laah. Q̣ad ḍalloo wa-maa kaanoo muhtadeen.

    Sungguh rugi mereka yang membunuh anak-anaknya karena kebodohan tanpa pengetahuan, dan mengharamkan rezeki yang dikaruniakan Allah kepada mereka dengan semata-mata membuat-buat kebohongan terhadap Allah. Sungguh, mereka telah sesat dan tidak mendapat petunjuk.

  32. 6:141

    ۞ وَهُوَ ٱلَّذِىٓ أَنشَأَ جَنَّـٰتٍ مَّعْرُوشَـٰتٍ وَغَيْرَ مَعْرُوشَـٰتٍ وَٱلنَّخْلَ وَٱلزَّرْعَ مُخْتَلِفًا أُكُلُهُۥ وَٱلزَّيْتُونَ وَٱلرُّمَّانَ مُتَشَـٰبِهًا وَغَيْرَ مُتَشَـٰبِهٍ ۚ كُلُوا۟ مِن ثَمَرِهِۦٓ إِذَآ أَثْمَرَ وَءَاتُوا۟ حَقَّهُۥ يَوْمَ حَصَادِهِۦ ۖ وَلَا تُسْرِفُوٓا۟ ۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلْمُسْرِفِينَ

    Wa-Huwal laẓeee ʹañshaʹa jannaatim maʻrooshaatiñw wag̣ayra maʻrooshaatiñw wan-nakhla wazzarʻa mukhtalifan ʹukuluhoo wazzaytoona warrummaana mutashaabihañw wag̣ayra mutashaabih: kuloo miñ s̤amariheee ʹiẓaaa ʹas̤mara wa-ʹaatoo ḥaq̣q̣ahoo yawma ḥasaadih. Wa-laa tusrifoo: ʹinnahoo laa- yuḥibbul musrifeen.

    Dan Dialah yang menjadikan tanaman-tanaman yang merambat dan yang tidak merambat, pohon kurma, tanaman yang beraneka ragam rasanya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak serupa (rasanya). Makanlah buahnya apabila ia berbuah dan berikanlah haknya (zakatnya) pada waktu memetik hasilnya, tapi janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.

  33. 6:142

    وَمِنَ ٱلْأَنْعَـٰمِ حَمُولَةً وَفَرْشًا ۚ كُلُوا۟ مِمَّا رَزَقَكُمُ ٱللَّهُ وَلَا تَتَّبِعُوا۟ خُطُوَٰتِ ٱلشَّيْطَـٰنِ ۚ إِنَّهُۥ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ

    Waminal ʹanʻaami ḥamoolatañw wafarshaa. kuloo mimmaa razaq̣akumul laahu wa-laa tattabiʻoo khuṭuwaatish Shayṭaan: ʹinnahoo lakum ʻaduwwum mubeen.

    dan di antara hewan-hewan itu ada yang dijadikan pengangkut beban dan ada (pula) yang untuk disembelih. Makanlah rezeki yang diberikan Allah kepadamu, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu.

  34. 6:143

    ثَمَـٰنِيَةَ أَزْوَٰجٍ ۖ مِّنَ ٱلضَّأْنِ ٱثْنَيْنِ وَمِنَ ٱلْمَعْزِ ٱثْنَيْنِ ۗ قُلْ ءَآلذَّكَرَيْنِ حَرَّمَ أَمِ ٱلْأُنثَيَيْنِ أَمَّا ٱشْتَمَلَتْ عَلَيْهِ أَرْحَامُ ٱلْأُنثَيَيْنِ ۖ نَبِّـُٔونِى بِعِلْمٍ إِن كُنتُمْ صَـٰدِقِينَ

    S̤amaaniyata ʹazwaaj: minaḍ ḍaʹnis̤ nayni wa-minal maʻzis̤ nayn. Q̣ul ʹaaaẓẓakarayni ḥarrama ʹamil ʹuñs̤ayayni ʹammash tamalat ʻalayhi ʹarḥaamul ʹuñs̤ayayn? Nabbiʹoonee biʻilmin ʹiñ kuñtum Ṣaadiq̣een:

    Ada delapan hewan ternak yang berpasangan (empat pasang); sepasang domba dan sepasang kambing. Katakanlah, "Apakah yang diharamkan Allah dua yang jantan atau dua yang betina atau yang ada dalam kandungan kedua betinanya? Terangkanlah kepadaku berdasar pengetahuan jika kamu orang yang benar."

  35. 6:144

    وَمِنَ ٱلْإِبِلِ ٱثْنَيْنِ وَمِنَ ٱلْبَقَرِ ٱثْنَيْنِ ۗ قُلْ ءَآلذَّكَرَيْنِ حَرَّمَ أَمِ ٱلْأُنثَيَيْنِ أَمَّا ٱشْتَمَلَتْ عَلَيْهِ أَرْحَامُ ٱلْأُنثَيَيْنِ ۖ أَمْ كُنتُمْ شُهَدَآءَ إِذْ وَصَّىٰكُمُ ٱللَّهُ بِهَـٰذَا ۚ فَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ ٱفْتَرَىٰ عَلَى ٱللَّهِ كَذِبًا لِّيُضِلَّ ٱلنَّاسَ بِغَيْرِ عِلْمٍ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلظَّـٰلِمِينَ

    Wa-minal ʹibilis̤ nayni wa-minal baq̣aris̤ nayn. Q̣ul ʹaaaẓẓakarayni ḥarrama ʹamil ʹuñs̤ayayni ʹammash tamalat ʻalayhi ʹarḥaamul ʹuñs̤ayayn? Am kuñtum shuhadaaaʹa iẓ waṣṣaakumul laahu bihaaẓaa? Faman ʹaz̤̣lamu mimmanif taraa ʻalal laahi kaẓibal liyuḍillan naasa big̣ayri ʻilm? ʹInnal laaha laa- yahdil q̣awmaz̤̣ z̤̣aalimeen.

    Dan dari unta sepasang dan dari sapi sepasang. Katakanlah, "Apakah yang diharamkan dua yang jantan atau dua yang betina, atau yang ada dalam kandungan kedua betinanya? Apakah kamu menjadi saksi ketika Allah menetapkan ini bagimu? Siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah untuk menyesatkan orang-orang tanpa pengetahuan?" Sesungguhnya Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.

  36. 6:145

    قُل لَّآ أَجِدُ فِى مَآ أُوحِىَ إِلَىَّ مُحَرَّمًا عَلَىٰ طَاعِمٍ يَطْعَمُهُۥٓ إِلَّآ أَن يَكُونَ مَيْتَةً أَوْ دَمًا مَّسْفُوحًا أَوْ لَحْمَ خِنزِيرٍ فَإِنَّهُۥ رِجْسٌ أَوْ فِسْقًا أُهِلَّ لِغَيْرِ ٱللَّهِ بِهِۦ ۚ فَمَنِ ٱضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلَا عَادٍ فَإِنَّ رَبَّكَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

    Q̣ul laaa ʹajidu fee maaa ʹooḥiya ʹilayya muḥarraman ʻalaa ṭaaʻimiñy yatʻamuhooo ʹillaaa ʹañy yakoona maytatan ʹaw damam masfooḥan ʹaw laḥma khiñzeeriñ faʹinnahoo rijsun ʹaw fisq̣an ʹuhilla lig̣ayril laahi bih. Famaniḍ ṭurra g̣ayra baa-g̣iñw walaa ʻaadiñ faʹinna Rabbaka G̣afoorur Raḥeem.

    Katakanlah, "Tidak kudapati di dalam apa yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan memakannya bagi yang ingin memakannya, kecuali daging hewan yang mati (bangkai), darah yang mengalir, daging babi – karena semua itu kotor – atau hewan yang disembelih bukan atas (nama) Allah. Tetapi barang siapa terpaksa bukan karena menginginkan dan tidak melebihi (batas darurat) maka sungguh, Tuhanmu Maha Pengampun, Maha Penyayang.

  37. 6:146

    وَعَلَى ٱلَّذِينَ هَادُوا۟ حَرَّمْنَا كُلَّ ذِى ظُفُرٍ ۖ وَمِنَ ٱلْبَقَرِ وَٱلْغَنَمِ حَرَّمْنَا عَلَيْهِمْ شُحُومَهُمَآ إِلَّا مَا حَمَلَتْ ظُهُورُهُمَآ أَوِ ٱلْحَوَايَآ أَوْ مَا ٱخْتَلَطَ بِعَظْمٍ ۚ ذَٰلِكَ جَزَيْنَـٰهُم بِبَغْيِهِمْ ۖ وَإِنَّا لَصَـٰدِقُونَ

    Wa-ʻalal laẓeena haadoo ḥarramnaa kulla ẓee Z̤̣ufur. Wa-minal baq̣ari walg̣anami ḥarramnaa ʻalayhim shuḥoomahumaaa ʹillaa maa- ḥamalat z̤̣uhooruhumaaa ʹawil ḥawaayaaa ʹaw makh talaṭa biʻaz̤̣m. Ẓaalika jazaynaahum̃ bibag̣yihim: wa-ʹinnaa la-Ṣaadiq̣oon.

    Dan untuk orang-orang Yahudi, Kami haramkan semua (hewan) yang berkuku, dan Kami haramkan untuk mereka lemak sapi dan domba, kecuali yang melekat di punggungnya, atau yang dalam isi perutnya, atau yang bercampur dengan tulang. Demikianlah Kami menghukum mereka karena kedurhakaannya. Dan sungguh, Kami Mahabenar.

  38. 6:147

    فَإِن كَذَّبُوكَ فَقُل رَّبُّكُمْ ذُو رَحْمَةٍ وَٰسِعَةٍ وَلَا يُرَدُّ بَأْسُهُۥ عَنِ ٱلْقَوْمِ ٱلْمُجْرِمِينَ

    Faʹiñ kaẓẓabooka faq̣ur Rabbukum Ẓoo Raḥmatiñw waasiʻah; wa-laa yuraddu baʹsuhoo ʻanil q̣awmil mujrimeen.

    Maka jika mereka mendustakan kamu, katakanlah, "Tuhanmu mempunyai rahmat yang luas, dan siksa-Nya kepada orang-orang yang berdosa tidak dapat dielakkan."

  39. 6:148

    سَيَقُولُ ٱلَّذِينَ أَشْرَكُوا۟ لَوْ شَآءَ ٱللَّهُ مَآ أَشْرَكْنَا وَلَآ ءَابَآؤُنَا وَلَا حَرَّمْنَا مِن شَىْءٍ ۚ كَذَٰلِكَ كَذَّبَ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ حَتَّىٰ ذَاقُوا۟ بَأْسَنَا ۗ قُلْ هَلْ عِندَكُم مِّنْ عِلْمٍ فَتُخْرِجُوهُ لَنَآ ۖ إِن تَتَّبِعُونَ إِلَّا ٱلظَّنَّ وَإِنْ أَنتُمْ إِلَّا تَخْرُصُونَ

    Sayaq̣oolul laẓeena ʹashrakoo law shaaaʹal laahu maaa ʹashraknaa wa-laaa ʹaabaaaʹunaa wa-laa ḥarramnaa miñ shayʹ. Kaẓaalika kaẓẓabal laẓeena miñ q̣ablihim ḥattaa ẓaaq̣oo baʹsanaa. Q̣ul hal ʹiñdakum min ʻilmiñ fatukhrijoohu lanaa? ʹIñ tattabiʻoona ʹillaz̤̣ z̤̣anna wa-ʹin ʹañtum ʹillaa takhruṣoon.

    Orang-orang musyrik akan berkata, "Jika Allah menghendaki, tentu kami tidak akan mempersekutukan-Nya, begitu pula nenek moyang kami, dan kami tidak akan mengharamkan apa pun." Demikian pula orang-orang sebelum mereka yang telah mendustakan (para Rasul) sampai mereka merasakan azab Kami. Katakanlah (Muhammad), "Apakah kamu mempunyai pengetahuan yang dapat kamu kemukakan kepada kami? Yang kamu ikuti hanya persangkaan belaka, dan kamu hanya mengira."

  40. 6:149

    قُلْ فَلِلَّهِ ٱلْحُجَّةُ ٱلْبَـٰلِغَةُ ۖ فَلَوْ شَآءَ لَهَدَىٰكُمْ أَجْمَعِينَ

    Q̣ul falillaahil Ḥujjatul baalig̣ah: falaw shaaaʹa lahadaakum ʹajmaʻeen.

    Katakanlah (Muhammad), "Alasan yang kuat hanya pada Allah. Maka kalau Dia menghendaki, niscaya kamu semua mendapat petunjuk."

  41. 6:150

    قُلْ هَلُمَّ شُهَدَآءَكُمُ ٱلَّذِينَ يَشْهَدُونَ أَنَّ ٱللَّهَ حَرَّمَ هَـٰذَا ۖ فَإِن شَهِدُوا۟ فَلَا تَشْهَدْ مَعَهُمْ ۚ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَآءَ ٱلَّذِينَ كَذَّبُوا۟ بِـَٔايَـٰتِنَا وَٱلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِٱلْـَٔاخِرَةِ وَهُم بِرَبِّهِمْ يَعْدِلُونَ

    Q̣ul halumma shuhadaaaʹakumul laẓeena yashhadoona ʹannal laaha ḥarrama haaẓaa. Faʹiñ shahidoo falaa tashhad maʻahum. Wa-laa tattabiʻ ʹahwaaaʹal laẓeena kaẓẓaboo biʹAayatinaa wallaẓeena laa- yuʹminoona bil-ʹAakhirati wa-hum̃ bi-Rabbihim yaʻdiloon.

    Katakanlah (Muhammad), "Bawalah saksi-saksimu yang dapat membuktikan bahwa Allah mengharamkan ini." Jika mereka memberikan kesaksian, engkau jangan (ikut pula) memberikan kesaksian bersama mereka. Jangan engkau ikuti keinginan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat, dan mereka mempersekutukan Tuhan.

  42. 6:151

    ۞ قُلْ تَعَالَوْا۟ أَتْلُ مَا حَرَّمَ رَبُّكُمْ عَلَيْكُمْ ۖ أَلَّا تُشْرِكُوا۟ بِهِۦ شَيْـًٔا ۖ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَـٰنًا ۖ وَلَا تَقْتُلُوٓا۟ أَوْلَـٰدَكُم مِّنْ إِمْلَـٰقٍ ۖ نَّحْنُ نَرْزُقُكُمْ وَإِيَّاهُمْ ۖ وَلَا تَقْرَبُوا۟ ٱلْفَوَٰحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ ۖ وَلَا تَقْتُلُوا۟ ٱلنَّفْسَ ٱلَّتِى حَرَّمَ ٱللَّهُ إِلَّا بِٱلْحَقِّ ۚ ذَٰلِكُمْ وَصَّىٰكُم بِهِۦ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ

    Q̣ul taʻaalaw ʹatlu maa- ḥarrama Rabbukum ʻalaykum ʹallaa tushrikoo bihee shayʹañw wabilwaalidayni ʹiḥsaanaa; wa-laa taq̣tulooo ʹawlaadakum min ʹimlaaq̣. Naḥnu narzuq̣ukum wa-ʹiyyaahum; wa-laa taq̣rabul fawaaḥisha maa- z̤̣ahara minhaa wa-maa baṭan. Wa-laa taq̣tulun nafsal latee ḥarramal laahu ʹillaa bilhaq̣q̣: ẓaalikum waṣṣaakum̃ bihee laʻallakum taʻq̣iloon.

    Katakanlah (Muhammad), "Marilah aku bacakan apa yang diharamkan Tuhan kepadamu. Jangan mempersekutukan-Nya dengan apa pun, berbuat baik kepada ibu bapak, janganlah membunuh anak-anakmu karena miskin. Kamilah yang memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka; janganlah kamu mendekati perbuatan keji, baik yang terlihat ataupun yang tersembunyi, janganlah kamu membunuh orang yang diharamkan Allah kecuali dengan alasan yang benar. Demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu mengerti.

  43. 6:152

    وَلَا تَقْرَبُوا۟ مَالَ ٱلْيَتِيمِ إِلَّا بِٱلَّتِى هِىَ أَحْسَنُ حَتَّىٰ يَبْلُغَ أَشُدَّهُۥ ۖ وَأَوْفُوا۟ ٱلْكَيْلَ وَٱلْمِيزَانَ بِٱلْقِسْطِ ۖ لَا نُكَلِّفُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۖ وَإِذَا قُلْتُمْ فَٱعْدِلُوا۟ وَلَوْ كَانَ ذَا قُرْبَىٰ ۖ وَبِعَهْدِ ٱللَّهِ أَوْفُوا۟ ۚ ذَٰلِكُمْ وَصَّىٰكُم بِهِۦ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

    Wa-laa taq̣raboo maalal yateemi ʹillaa billatee hiya ʹaḥsanu ḥattaa yablug̣a ʹashuddah. Wa-ʹawful kayla wal-meezaana bilq̣isṭ. Laa- nukallifu nafsan ʹillaa wusʻahaa;― wa-ʹiẓaa q̣ultum faʻdiloo wa-law kaana ẓaa q̣urbaa: wa-biʻAhdil laahi ʹawfoo: ẓaalikum waṣṣaakum̃ bihee laʻallakum taẓakkaroon.

    Dan janganlah kamu mendekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih bermanfaat, sampai dia mencapai (usia) dewasa. Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil. Kami tidak membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya. Apabila kamu berbicara, bicaralah sejujurnya, sekalipun dia kerabat (mu) dan penuhilah janji Allah. Demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu ingat.

  44. 6:153

    وَأَنَّ هَـٰذَا صِرَٰطِى مُسْتَقِيمًا فَٱتَّبِعُوهُ ۖ وَلَا تَتَّبِعُوا۟ ٱلسُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَن سَبِيلِهِۦ ۚ ذَٰلِكُمْ وَصَّىٰكُم بِهِۦ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

    Wa-ʹanna haaẓaa Ṣiraaṭee Mustaq̣eemañ fattabiʻooh: wa-laa tattabiʻus subula fatafarraq̣a bikum ʻañ sabeelih: ẓaalikum waṣṣaakum̃ bihee laʻallakum tattaq̣oon.

    Dan sungguh, inilah jalan-Ku yang lurus. Maka ikutilah! Jangan kamu ikuti jalan-jalan (yang lain) yang akan mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu bertakwa.

  45. 6:154

    ثُمَّ ءَاتَيْنَا مُوسَى ٱلْكِتَـٰبَ تَمَامًا عَلَى ٱلَّذِىٓ أَحْسَنَ وَتَفْصِيلًا لِّكُلِّ شَىْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً لَّعَلَّهُم بِلِقَآءِ رَبِّهِمْ يُؤْمِنُونَ

    S̤umma ʹaataynaa Moosal Kitaaba tamaaman ʻalal laẓeee ʹaḥsana wa-tafṣeelal likulli shayʹiñw wahudañw waraḥmatal laʻallahum̃ biliq̣aaaʹi Rabbihim yuʹminoon.

    Kemudian Kami telah memberikan kepada Musa Kitab (Taurat) untuk meyempurnakan (nikmat Kami) kepada orang yang berbuat kebaikan, untuk menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat, agar mereka beriman akan adanya pertemuan dengan Tuhannya.

  46. 6:155

    وَهَـٰذَا كِتَـٰبٌ أَنزَلْنَـٰهُ مُبَارَكٌ فَٱتَّبِعُوهُ وَٱتَّقُوا۟ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

    Wa-haaẓaa Kitaabun ʹañzalnaahu mubaarakuñ fattabiʻoohu wattaq̣oo laʻal-lakum turḥamoon;

    Dan ini adalah Kitab (Al-Qur`an) yang Kami turunkan dengan penuh berkah. Ikutilah, dan bertakwalah agar kamu mendapat rahmat.

  47. 6:156

    أَن تَقُولُوٓا۟ إِنَّمَآ أُنزِلَ ٱلْكِتَـٰبُ عَلَىٰ طَآئِفَتَيْنِ مِن قَبْلِنَا وَإِن كُنَّا عَن دِرَاسَتِهِمْ لَغَـٰفِلِينَ

    ʹAñ taq̣oolooo ʹinnamaaa ʹuñzilal Kitaabu ʻalaa Ṭaaaifatayni miñ q̣ablinaa. Wa-ʹiñ kunnaa ʻañ diraasatihim lag̣aafileen;

    (Kami turunkan Al-Qur`an itu) agar kamu (tidak) mengatakan, "Kitab itu hanya diturunkan kepada dua golongan sebelum kami (Yahudi dan Nasrani) dan sungguh, kami tidak memperhatikan apa yang mereka baca,"

  48. 6:157

    أَوْ تَقُولُوا۟ لَوْ أَنَّآ أُنزِلَ عَلَيْنَا ٱلْكِتَـٰبُ لَكُنَّآ أَهْدَىٰ مِنْهُمْ ۚ فَقَدْ جَآءَكُم بَيِّنَةٌ مِّن رَّبِّكُمْ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ ۚ فَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّن كَذَّبَ بِـَٔايَـٰتِ ٱللَّهِ وَصَدَفَ عَنْهَا ۗ سَنَجْزِى ٱلَّذِينَ يَصْدِفُونَ عَنْ ءَايَـٰتِنَا سُوٓءَ ٱلْعَذَابِ بِمَا كَانُوا۟ يَصْدِفُونَ

    ʹAw taq̣ooloo law annaaa ʹuñzila ʻalaynal Kitaabu lakunnaaa ʹahdaa minhum. Faq̣ad jaaaʹakum̃ bayyinatum mir Rabbikum wa-Hudañw wa-Raḥmaḥ. Faman ʹaz̤̣lamu mimmañ kaẓẓaba biʹAayaatil laahi waṣadafa ʻanhaa? Sanajzil laẓeena yaṣdifoona ʻan ʹAayaatinaa soooʹal ʻaẓaabi bimaa kaanoo yaṣdifoon.

    atau agar kamu (tidak) mengatakan, "Jikalau Kitab itu diturunkan kepada kami, tentulah kami lebih mendapat petunjuk daripada mereka." Sungguh, telah datang kepadamu penjelasan yang nyata, petunjuk dan rahmat dari Tuhanmu. Siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mendustakan ayat-ayat Allah dan berpaling darinya? Kelak, Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang berpaling dari ayat-ayat Kami dengan azab yang keras, karena mereka selalu berpaling.

  49. 6:158

    هَلْ يَنظُرُونَ إِلَّآ أَن تَأْتِيَهُمُ ٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ أَوْ يَأْتِىَ رَبُّكَ أَوْ يَأْتِىَ بَعْضُ ءَايَـٰتِ رَبِّكَ ۗ يَوْمَ يَأْتِى بَعْضُ ءَايَـٰتِ رَبِّكَ لَا يَنفَعُ نَفْسًا إِيمَـٰنُهَا لَمْ تَكُنْ ءَامَنَتْ مِن قَبْلُ أَوْ كَسَبَتْ فِىٓ إِيمَـٰنِهَا خَيْرًا ۗ قُلِ ٱنتَظِرُوٓا۟ إِنَّا مُنتَظِرُونَ

    Hal yañz̤̣uroona ʹillaaa ʹañ taʹtiyahumul malaaaʹikatu ʹaw yaʹtiya Rabbuka ʹaw yaʹtiya baʻḍu ʹAayaati Rabbik? Yawma yaʹtee baʻḍu ʹAayaati Rabbika laa yañfaʻu nafsan ʹeemaanuhaa lam takun ʹaamanat miñ q̣ablu ʹaw kasabat feee ʹeemaanihaa khayraa. Q̣uliñ taz̤̣irooo ʹinnaa muñtaz̤̣iroon.

    Yang mereka nanti-nantikan hanyalah kedatangan malaikat kepada mereka, atau kedatangan Tuhanmu, atau sebagian tanda-tanda dari Tuhanmu. Pada hari datangnya sebagian tanda-tanda Tuhanmu tidak berguna lagi iman seseorang yang belum beriman sebelum itu, atau (belum) berusaha berbuat kebajikan dengan imannya itu. Katakanlah, "Tunggulah! Kami pun menunggu."

  50. 6:159

    إِنَّ ٱلَّذِينَ فَرَّقُوا۟ دِينَهُمْ وَكَانُوا۟ شِيَعًا لَّسْتَ مِنْهُمْ فِى شَىْءٍ ۚ إِنَّمَآ أَمْرُهُمْ إِلَى ٱللَّهِ ثُمَّ يُنَبِّئُهُم بِمَا كَانُوا۟ يَفْعَلُونَ

    ʹInnal laẓeena farraq̣oo deenahum wa-kaanoo shiyaʻal lasta minhum fee shayʹ Innamaaa ʹamruhum ʹilal laahi s̤umma yunabbiʹuhum̃ bimaa kaanoo yafʻaloon.

    Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agamanya dan mereka menjadi (terpecah) dalam golongan-golongan, sedikit pun bukan tanggung jawabmu (Muhammad) atas mereka. Sesungguhnya urusan mereka (terserah) kepada Allah. Kemudian Dia akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat.

  51. 6:160

    مَن جَآءَ بِٱلْحَسَنَةِ فَلَهُۥ عَشْرُ أَمْثَالِهَا ۖ وَمَن جَآءَ بِٱلسَّيِّئَةِ فَلَا يُجْزَىٰٓ إِلَّا مِثْلَهَا وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ

    Mañ jaaaʹa bilḥasanati falahoo ʻashru ams̤aalihaa, wa-mañ jaaaʹa bis-sayyiʹati falaa yujzaaa ʹillaa mis̤lahaa wahum laa- yuz̤̣lamoon.

    Barang siapa berbuat kebaikan maka baginya balasan sepuluh kali lipat amalnya. Dan barang siapa berbuat kejahatan maka dia dibalas seimbang dengan kejahatannya. Mereka sedikit pun tidak dirugikan (dizalimi).

  52. 6:161

    قُلْ إِنَّنِى هَدَىٰنِى رَبِّىٓ إِلَىٰ صِرَٰطٍ مُّسْتَقِيمٍ دِينًا قِيَمًا مِّلَّةَ إِبْرَٰهِيمَ حَنِيفًا ۚ وَمَا كَانَ مِنَ ٱلْمُشْرِكِينَ

    Q̣ul ʹinnanee hadaanee Rabbeee ʹilaa Ṣiraatim Mustaq̣eem, Deenañ Q̣iyamam Millata ʹIbraaheema ḥaneefaa, wa-maa kaana minal mushrikeen.

    Katakanlah (Muhammad), "Sesungguhnya Tuhanku telah memberiku petunjuk ke jalan yang lurus, agama yang benar, agama Ibrahim yang lurus. Dia (Ibrahim) tidak termasuk orang-orang musyrik."

  53. 6:162

    قُلْ إِنَّ صَلَاتِى وَنُسُكِى وَمَحْيَاىَ وَمَمَاتِى لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ

    Q̣ul ʹinna Ṣalaatee wa-nusukee wa-maḥyaaya wa-mamaatee lillaahi Rabbil ʻaalameen:

    Katakanlah (Muhammad), "Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam,

  54. 6:163

    لَا شَرِيكَ لَهُۥ ۖ وَبِذَٰلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا۠ أَوَّلُ ٱلْمُسْلِمِينَ

    Laa- shareeka lah: wa-biẓaalika ʹumirtu wa-ʹana ʹawwalul Muslimeen.

    tidak ada sekutu bagi-Nya; dan demikianlah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama berserah diri (muslim)."

  55. 6:164

    قُلْ أَغَيْرَ ٱللَّهِ أَبْغِى رَبًّا وَهُوَ رَبُّ كُلِّ شَىْءٍ ۚ وَلَا تَكْسِبُ كُلُّ نَفْسٍ إِلَّا عَلَيْهَا ۚ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَىٰ ۚ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّكُم مَّرْجِعُكُمْ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ

    Q̣ul ag̣ayral laahi ʹabg̣ee Rabbañw Wa-Huwa Rabbu kulli shayʹ? Wa-laa taksibu kullu nafsin ʹillaa ʻalayhaa: wa-laa taziru waaziratuñw wizra ʹukhraa. S̤umma ʹilaa Rabbikum marjiʻukum fayunabbiʹukum̃ bimaa kuñtum feehi takhtalifoon.

    Katakanlah (Muhammad), "Apakah (patut) aku mencari tuhan selain Allah, padahal Dialah Tuhan bagi segala sesuatu. Setiap perbuatan dosa seseorang, dirinya sendiri yang bertanggung jawab. Dan seseorang tidak akan memikul beban dosa orang lain. Kemudian kepada Tuhanmulah kamu kembali, dan akan diberitahukan-Nya kepadamu apa yang dahulu kamu perselisihkan."

  56. 6:165

    وَهُوَ ٱلَّذِى جَعَلَكُمْ خَلَـٰٓئِفَ ٱلْأَرْضِ وَرَفَعَ بَعْضَكُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجَـٰتٍ لِّيَبْلُوَكُمْ فِى مَآ ءَاتَىٰكُمْ ۗ إِنَّ رَبَّكَ سَرِيعُ ٱلْعِقَابِ وَإِنَّهُۥ لَغَفُورٌ رَّحِيمٌۢ

    Wa-Huwal laẓee jaʻalakum khalaaaʹifal ʹarḍi wa-rafaʻa baʻḍakum fawq̣a baʻḍiñ darajaatil liyabluwakum fee maaa ʹaataakum: ʹInna Rabbaka Sareeʻul ʻiq̣aabi wa-ʹinnahoo la-G̣afoorur Raḥeem.

    Dan Dialah yang menjadikan kamu sebagai khalifah-khalifah di bumi dan Dia mengangkat (derajat) sebagian kamu di atas yang lain, untuk mengujimu atas (karunia) yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu sangat cepat memberi hukuman dan sungguh, Dia Maha Pengampun, Maha Penyayang.

  57. Surah Al-A'rafBegins here at 7:1

  58. 7:1

    الٓمٓصٓ

    ʹAlif-Laaam-Meeem-Ṣaaad.

    Alif Lām Mīm ṣād.

  59. 7:2

    كِتَـٰبٌ أُنزِلَ إِلَيْكَ فَلَا يَكُن فِى صَدْرِكَ حَرَجٌ مِّنْهُ لِتُنذِرَ بِهِۦ وَذِكْرَىٰ لِلْمُؤْمِنِينَ

    Kitaabun ʹuñzila ʹilayka falaa yakuñ fee ṣadrika ḥarajum min-hu lituñẓira bihee waẓikraa lil-Muʹmineen.

    (Inilah) Kitab yang diturunkan kepadamu (Muhammad); maka janganlah engkau sesak dada karenanya, agar engkau memberi peringatan dengan (Kitab) itu dan menjadi pelajaran bagi orang yang beriman.

  60. 7:3

    ٱتَّبِعُوا۟ مَآ أُنزِلَ إِلَيْكُم مِّن رَّبِّكُمْ وَلَا تَتَّبِعُوا۟ مِن دُونِهِۦٓ أَوْلِيَآءَ ۗ قَلِيلًا مَّا تَذَكَّرُونَ

    ʹIttabiʻoo maaa ʹuñzila ʹilaykum mir rabbikum wa-laa tattabiʻoo miñ dooniheee ʹawliyaaaʹ. Q̣aleelam maa taẓakkaroon.

    Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu, dan janganlah kamu ikuti selain Dia sebagai pemimpin. Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran.

  61. 7:4

    وَكَم مِّن قَرْيَةٍ أَهْلَكْنَـٰهَا فَجَآءَهَا بَأْسُنَا بَيَـٰتًا أَوْ هُمْ قَآئِلُونَ

    Wa-kam miñ q̣aryatin ʹahlaknaahaa fajaaaʹahaa baʹsunaa bayaatan ʹaw hum q̣aaaʹiloon?

    Betapa banyak negeri yang telah Kami binasakan, siksaan Kami datang (menimpa penduduk)nya pada malam hari, atau pada saat mereka beristirahat pada siang hari.

  62. 7:5

    فَمَا كَانَ دَعْوَىٰهُمْ إِذْ جَآءَهُم بَأْسُنَآ إِلَّآ أَن قَالُوٓا۟ إِنَّا كُنَّا ظَـٰلِمِينَ

    Famaa kaana daʻwaahum ʹiẓ jaaaʹahum̃ baʹsunaaa ʹillaaa ʹañ q̣aalooo ʹinnaa kunnaa z̤̣aalimeen.

    Maka ketika siksaan Kami datang menimpa mereka, keluhan mereka tidak lain hanya mengucap, "Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim."

  63. 7:6

    فَلَنَسْـَٔلَنَّ ٱلَّذِينَ أُرْسِلَ إِلَيْهِمْ وَلَنَسْـَٔلَنَّ ٱلْمُرْسَلِينَ

    falanasʹalannal laẓeena ursila ʹilayhim wa-lanasʹalannal mursaleen.

    Maka pasti akan Kami tanyakan kepada umat yang telah mendapat seruan (dari Rasul-rasul) dan Kami akan tanyai (pula) para rasul,

  64. 7:7

    فَلَنَقُصَّنَّ عَلَيْهِم بِعِلْمٍ ۖ وَمَا كُنَّا غَآئِبِينَ

    Falanaq̣uṣṣanna ʻalayhim̃ biʻilmiñw wamaa kunnaa g̣aaaʹibeen.

    dan pasti akan Kami beritakan kepada mereka dengan ilmu (Kami) dan Kami tidak jauh (dari mereka).

  65. 7:8

    وَٱلْوَزْنُ يَوْمَئِذٍ ٱلْحَقُّ ۚ فَمَن ثَقُلَتْ مَوَٰزِينُهُۥ فَأُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ

    Walwaznu Yawmaʹiẓinil ḥaq̣q̣. Famañ s̤aq̣ulat mawaazeenuhoo faʹulaaaʹika humul Mufliḥoon.

    Timbangan pada hari itu (menjadi ukuran) kebenaran. Maka barang siapa berat timbangan (kebaikan) nya, mereka itulah orang yang beruntung,

  66. 7:9

    وَمَنْ خَفَّتْ مَوَٰزِينُهُۥ فَأُو۟لَـٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ خَسِرُوٓا۟ أَنفُسَهُم بِمَا كَانُوا۟ بِـَٔايَـٰتِنَا يَظْلِمُونَ

    Wa-man khaffat mawaazeenuhoo faʹulaaaikal laẓeena khasirooo añfusahum̃ bimaa kaanoo biʹAayaatinaa yaz̤̣limoon.

    dan barang siapa ringan timbangan (kebaikan)nya, maka mereka itulah orang yang telah merugikan dirinya sendiri, karena mereka mengingkari ayat-ayat Kami.

  67. 7:10

    وَلَقَدْ مَكَّنَّـٰكُمْ فِى ٱلْأَرْضِ وَجَعَلْنَا لَكُمْ فِيهَا مَعَـٰيِشَ ۗ قَلِيلًا مَّا تَشْكُرُونَ

    Wa-laq̣ad makkannaakum fil ʹarḍi wa-jaʻalnaa lakum feehaa maʻaayish: q̣aleelam maa tashkuroon!

    Dan sungguh, Kami telah menempatkan kamu di bumi dan di sana Kami sediakan (sumber) penghidupan untukmu. (Tetapi) sedikit sekali kamu yang bersyukur.

  68. 7:11

    وَلَقَدْ خَلَقْنَـٰكُمْ ثُمَّ صَوَّرْنَـٰكُمْ ثُمَّ قُلْنَا لِلْمَلَـٰٓئِكَةِ ٱسْجُدُوا۟ لِـَٔادَمَ فَسَجَدُوٓا۟ إِلَّآ إِبْلِيسَ لَمْ يَكُن مِّنَ ٱلسَّـٰجِدِينَ

    Wa-laq̣ad khalaq̣naakum s̤umma ṣawwarnaakum s̤umma q̣ulnaa lil-malaaaʹikatis judoo liʹAadama fasajadooo ʹillaaa ʹIblees; lam yakum minas saajideen.

    Dan sungguh, Kami telah menciptakan kamu, kemudian membentuk (tubuh)mu, kemudian Kami berfirman kepada para malaikat. "Bersujudlah kamu kepada Adam," maka mereka pun sujud kecuali Iblis. Ia (Iblis) tidak termasuk mereka yang bersujud.

  69. 7:12

    قَالَ مَا مَنَعَكَ أَلَّا تَسْجُدَ إِذْ أَمَرْتُكَ ۖ قَالَ أَنَا۠ خَيْرٌ مِّنْهُ خَلَقْتَنِى مِن نَّارٍ وَخَلَقْتَهُۥ مِن طِينٍ

    Q̣aala maa- manaʻaka ʹallaa tasjuda ʹiẓ ʹamartuk? Q̣aala ʹana khayrum minh. Khalaq̣tanee miñ naariñw wakhalaq̣tahoo miñ ṭeen.

    (Allah) berfirman, "Apakah yang menghalangimu (sehingga) kamu tidak bersujud (kepada Adam) ketika Aku menyuruhmu?" (Iblis) menjawab, "Aku lebih baik daripada dia. Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah."

  70. 7:13

    قَالَ فَٱهْبِطْ مِنْهَا فَمَا يَكُونُ لَكَ أَن تَتَكَبَّرَ فِيهَا فَٱخْرُجْ إِنَّكَ مِنَ ٱلصَّـٰغِرِينَ

    Q̣aala fahbiṭ minhaa famaa yakoonu laka ʹañ tatakabbara feehaa fakhruj ʹinnaka minaṣ ṣaag̣ireen.

    (Allah) berfirman, "Maka turunlah kamu darinya (surga); karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya. Keluarlah! Sesungguhnya kamu termasuk makhluk yang hina."

  71. 7:14

    قَالَ أَنظِرْنِىٓ إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ

    Q̣aala ʹañz̤̣irneee ʹilaa yawmi yubʻas̤oon.

    (Iblis) menjawab, "Berilah aku penangguhan waktu, sampai hari mereka dibangkitkan."

  72. 7:15

    قَالَ إِنَّكَ مِنَ ٱلْمُنظَرِينَ

    Q̣aala ʹinnaka minal muñz̤̣areen.

    (Allah) berfirman, "Benar, kamu termasuk yang diberi penangguhan waktu."

  73. 7:16

    قَالَ فَبِمَآ أَغْوَيْتَنِى لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَٰطَكَ ٱلْمُسْتَقِيمَ

    Q̣aala fabimaaa ʹag̣waytanee laʹaq̣ʻudanna lahum Ṣiraaṭakal Mustaq̣eem:

    (Iblis) menjawab, "Karena Engkau telah menyesatkan aku, pasti aku akan selalu menghalangi mereka dari jalan-Mu yang lurus,

  74. 7:17

    ثُمَّ لَـَٔاتِيَنَّهُم مِّنۢ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَـٰنِهِمْ وَعَن شَمَآئِلِهِمْ ۖ وَلَا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَـٰكِرِينَ

    S̤umma laʹaatiyannahum mim bayni ʹaydeehim wa-min khalfihim wa-ʻan ʹaymaanihim wa-ʻañ shamaaaʹilihim: wa-laa tajidu ʹaks̤arahum shaakireen.

    kemudian pasti aku akan mendatangi mereka dari depan, dari belakang, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur.

  75. 7:18

    قَالَ ٱخْرُجْ مِنْهَا مَذْءُومًا مَّدْحُورًا ۖ لَّمَن تَبِعَكَ مِنْهُمْ لَأَمْلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنكُمْ أَجْمَعِينَ

    Q̣aala khruj minhaa maẓʹoomam madḥooraa. Lamañ tabiʻaka minhum laʹamlaʹanna Jahannama miñkum ʹajmaʻeen.

    (Allah) berfirman, "Keluarlah kamu dari sana (surga) dalam keadaan terhina dan terusir! Sesungguhnya barang siapa di antara mereka ada yang mengikutimu, pasti akan Aku isi neraka Jahanam dengan kamu semua."

  76. 7:19

    وَيَـٰٓـَٔادَمُ ٱسْكُنْ أَنتَ وَزَوْجُكَ ٱلْجَنَّةَ فَكُلَا مِنْ حَيْثُ شِئْتُمَا وَلَا تَقْرَبَا هَـٰذِهِ ٱلشَّجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ ٱلظَّـٰلِمِينَ

    Wa-yaaaʹAadamus kun ʹañta wa-zawjukal jannata fakulaa min ḥays̤u shiʹtumaa wa-laa taq̣rabaa haaẓihish shajarata fatakoona minaz̤̣ z̤̣aalimeen.

    Dan (Allah berfirman), "Wahai Adam! Tinggallah engkau bersama istrimu dalam surga dan makanlah apa saja yang kamu berdua sukai. Tetapi janganlah kamu berdua dekati pohon yang satu ini. (Apabila didekati) kamu berdua akan termasuk orang-orang yang zalim."

  77. 7:20

    فَوَسْوَسَ لَهُمَا ٱلشَّيْطَـٰنُ لِيُبْدِىَ لَهُمَا مَا وُۥرِىَ عَنْهُمَا مِن سَوْءَٰتِهِمَا وَقَالَ مَا نَهَىٰكُمَا رَبُّكُمَا عَنْ هَـٰذِهِ ٱلشَّجَرَةِ إِلَّآ أَن تَكُونَا مَلَكَيْنِ أَوْ تَكُونَا مِنَ ٱلْخَـٰلِدِينَ

    Fawaswasa lahumash Shayṭaanu liyubdiya lahumaa maa- wooriya ʻanhumaa miñ saw-ʹaatihimaa waq̣aala maa- nahaakumaa Rabbukumaa ʻan haaẓihish shajarati ʹillaaa ʹañ takoonaa malakayni ʹaw takoonaa minal khaalideen.

    Kemudian setan membisikkan pikiran jahat kepada mereka agar menampakkan aurat mereka (yang selama ini) tertutup. Dan (setan) berkata, "Tuhanmu hanya melarang kamu berdua mendekati pohon ini, agar kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang yang kekal (dalam surga)."

  78. 7:21

    وَقَاسَمَهُمَآ إِنِّى لَكُمَا لَمِنَ ٱلنَّـٰصِحِينَ

    Wa-q̣aasamahumaaa ʹinnee lakumaa laminan naaṣiḥeen.

    Dan dia (setan) bersumpah kepada keduanya, "Sesungguhnya aku ini benar-benar termasuk para penasihatmu,"

  79. 7:22

    فَدَلَّىٰهُمَا بِغُرُورٍ ۚ فَلَمَّا ذَاقَا ٱلشَّجَرَةَ بَدَتْ لَهُمَا سَوْءَٰتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفَانِ عَلَيْهِمَا مِن وَرَقِ ٱلْجَنَّةِ ۖ وَنَادَىٰهُمَا رَبُّهُمَآ أَلَمْ أَنْهَكُمَا عَن تِلْكُمَا ٱلشَّجَرَةِ وَأَقُل لَّكُمَآ إِنَّ ٱلشَّيْطَـٰنَ لَكُمَا عَدُوٌّ مُّبِينٌ

    Fadal-laahumaa big̣uroor. Falammaa ẓaaq̣ash shajarata badat lahumaa saw-ʹaatuhumaa waṭafiq̣aa yakhṣifaani ʻalayhimaa miñw waraq̣il Jannah. Wa-naadaa-humaa Rabbuhumaaa ʹalam ʹanhakumaa ʻañ til-kumash shajarati wa-ʹaq̣ul lakumaaa ʹinnash Shayṭaana lakumaa ʻaduwwum mubeen?

    dia (setan) membujuk mereka dengan tipu daya. Ketika mereka mencicipi (buah) pohon itu, tampaklah oleh mereka auratnya, maka mulailah mereka menutupinya dengan daun-daun surga. Tuhan menyeru mereka, "Bukankah Aku telah melarang kamu dari pohon itu dan Aku telah mengatakan bahwa sesungguhnya setan adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?"

  80. 7:23

    قَالَا رَبَّنَا ظَلَمْنَآ أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ ٱلْخَـٰسِرِينَ

    Q̣aalaa Rabbanaa z̤̣alamnaaa ʹañfusanaa: wa-ʹil lam tag̣fir lanaa wa-tarḥamnaa lanakoonanna minal Khaasireen.

    Keduanya berkata, "Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi."

  81. 7:24

    قَالَ ٱهْبِطُوا۟ بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ ۖ وَلَكُمْ فِى ٱلْأَرْضِ مُسْتَقَرٌّ وَمَتَـٰعٌ إِلَىٰ حِينٍ

    Q̣aalah biṭoo baʻḍukum libaʻḍin ʻaduww. Wa-lakum fil ʹarḍi mustaq̣arruñw wamataaʻun ʹilaa ḥeen.

    (Allah) berfirman, "Turunlah kamu! Kamu akan saling bermusuhan satu sama lain. Bumi adalah tempat kediaman dan kesenanganmu sampai waktu yang telah ditentukan."

  82. 7:25

    قَالَ فِيهَا تَحْيَوْنَ وَفِيهَا تَمُوتُونَ وَمِنْهَا تُخْرَجُونَ

    Q̣aala feehaa taḥ-yawna wa-feehaa tamootoona wa-minhaa tukhrajoon.

    (Allah) berfirman, "Di sana kamu hidup, di sana kamu mati, dan dari sana (pula) kamu akan dibangkitkan."

  83. 7:26

    يَـٰبَنِىٓ ءَادَمَ قَدْ أَنزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَٰرِى سَوْءَٰتِكُمْ وَرِيشًا ۖ وَلِبَاسُ ٱلتَّقْوَىٰ ذَٰلِكَ خَيْرٌ ۚ ذَٰلِكَ مِنْ ءَايَـٰتِ ٱللَّهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ

    Yaa-Baneee ʹaadama q̣ad ʹañzalnaa ʻalaykum libaasañy yuwaaree saw-ʹaatikum wa-reeshaa. Wa-libaasut taq̣waa ẓaalika khayr. Ẓaalika min ʹAayaatil laahi laʻallahum yaẓ-ẓakkaroon.

    Wahai anak cucu Adam! Sesungguhnya Kami telah menyediakan pakaian untuk menutupi auratmu dan untuk perhiasan bagimu. Tetapi pakaian takwa, itulah yang lebih baik. Demikianlah sebagian tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka ingat.

  84. 7:27

    يَـٰبَنِىٓ ءَادَمَ لَا يَفْتِنَنَّكُمُ ٱلشَّيْطَـٰنُ كَمَآ أَخْرَجَ أَبَوَيْكُم مِّنَ ٱلْجَنَّةِ يَنزِعُ عَنْهُمَا لِبَاسَهُمَا لِيُرِيَهُمَا سَوْءَٰتِهِمَآ ۗ إِنَّهُۥ يَرَىٰكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُۥ مِنْ حَيْثُ لَا تَرَوْنَهُمْ ۗ إِنَّا جَعَلْنَا ٱلشَّيَـٰطِينَ أَوْلِيَآءَ لِلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ

    Yaa-Baneee ʹAadama laa- yaftinannakumush Shayṭaanu kamaaa ʹakhraja ʹa-bawaykum minal Jannati yañziʻu ʻanhumaa libaasahumaa liyuriyahumaa saw-ʹaati-himaa. ʹInnahoo yaraakum huwa wa-q̣abeeluhoo min ḥays̤u laa- tarawnahum. ʹInnaa jaʻalnash shayaaṭeena ʹawliyaaaʹa lillaẓeena laa- yuʹminoon.

    Wahai anak cucu Adam! Janganlah sampai kamu tertipu oleh setan sebagaimana halnya dia (setan) telah mengeluarkan ibu bapakmu dari surga, dengan menanggalkan pakaian keduanya untuk memperlihatkan aurat keduanya. Sesungguhnya dia dan pengikutnya dapat melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan setan-setan itu pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman.

  85. 7:28

    وَإِذَا فَعَلُوا۟ فَـٰحِشَةً قَالُوا۟ وَجَدْنَا عَلَيْهَآ ءَابَآءَنَا وَٱللَّهُ أَمَرَنَا بِهَا ۗ قُلْ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَأْمُرُ بِٱلْفَحْشَآءِ ۖ أَتَقُولُونَ عَلَى ٱللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ

    Wa-ʹiẓaa faʻaloo faaḥishatañ q̣aaloo wajadnaa ʻalayhaaa ʹaabaaaʹanaa wallaahu ʹa-maranaa bihaa. Q̣ul ʹinnal laaha laa- yaʹmuru bilfaḥshaaaʹ. ʹA-taq̣ooloona ʻalal laahi maa laa- taʻlamoon?

    Dan apabila mereka melakukan perbuatan keji, mereka berkata, "Kami mendapati nenek moyang kami melakukan yang demikian, dan Allah menyuruh kami mengerjakannya." Katakanlah, "Sesungguhnya Allah tidak pernah menyuruh berbuat keji. Mengapa kamu membicarakan tentang Allah apa yang tidak kamu ketahui?"

  86. 7:29

    قُلْ أَمَرَ رَبِّى بِٱلْقِسْطِ ۖ وَأَقِيمُوا۟ وُجُوهَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَٱدْعُوهُ مُخْلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ ۚ كَمَا بَدَأَكُمْ تَعُودُونَ

    Q̣ul ʹamara Rabbee bil-q̣isṭ. Wa-ʹaq̣eemoo wujoohakum ʻiñda kulli masjidiñw wadʻoohu mukhliṣeena lahud deen. Kamaa badaʹakum taʻoodoon.

    Katakanlah, "Tuhanku menyuruhku berlaku adil. Hadapkanlah wajahmu (kepada Allah) pada setiap salat, dan sembahlah Dia dengan mengikhlaskan ibadah semata-mata hanya kepada-Nya. Kamu akan dikembalikan kepadanya sebagaimana kamu diciptakan semula.

  87. 7:30

    فَرِيقًا هَدَىٰ وَفَرِيقًا حَقَّ عَلَيْهِمُ ٱلضَّلَـٰلَةُ ۗ إِنَّهُمُ ٱتَّخَذُوا۟ ٱلشَّيَـٰطِينَ أَوْلِيَآءَ مِن دُونِ ٱللَّهِ وَيَحْسَبُونَ أَنَّهُم مُّهْتَدُونَ

    Fareeq̣an hadaa wa-fareeq̣an ḥaq̣q̣a ʻalayhimuḍ ḍalaalah: ʹinnahumut takhaẓush shayaaṭeena ʹawliyaaaʹa miñ doonil laahi wa-yaḥsaboona ʹannahum muhtadoon.

    Sebagian diberi-Nya petunjuk dan sebagian lagi sepantasnya menjadi sesat. Mereka menjadikan setan-setan sebagai pelindung selain Allah. Mereka mengira bahwa mereka mendapat petunjuk.

  88. 7:31

    ۞ يَـٰبَنِىٓ ءَادَمَ خُذُوا۟ زِينَتَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا۟ وَٱشْرَبُوا۟ وَلَا تُسْرِفُوٓا۟ ۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلْمُسْرِفِينَ

    Yaa-Baaneee ʹAadama khuẓoo zeenatakum ʻiñda kulli masjidiñw wakuloo washraboo wa-laa tusrifoo, innahoo laa- yuḥibbul musrifeen.

    Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan! Sesungguhnya, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.

  89. 7:32

    قُلْ مَنْ حَرَّمَ زِينَةَ ٱللَّهِ ٱلَّتِىٓ أَخْرَجَ لِعِبَادِهِۦ وَٱلطَّيِّبَـٰتِ مِنَ ٱلرِّزْقِ ۚ قُلْ هِىَ لِلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ فِى ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا خَالِصَةً يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ ۗ كَذَٰلِكَ نُفَصِّلُ ٱلْـَٔايَـٰتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ

    Q̣ul man ḥarrama zeenatal laahil lateee ʹakhraja liʻibaadihee waṭ-ṭayyibaati minar rizq̣? Q̣ul hiya lil-laẓeena ʹaamanoo fil ḥayaatid dunyaa khaaliṣatañy Yawmal Q̣iyaamah. Kaẓaalika nufaṣṣilul ʹAayaati liq̣awmiñy yaʻlamoon.

    Katakanlah (Muhammad), "Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah disediakan untuk hamba-hamba-Nya dan rezeki yang baik-baik? Katakanlah, "Semua itu untuk orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia, dan khusus (untuk mereka saja) pada hari kiamat. Demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu untuk orang-orang yang mengetahui.

  90. 7:33

    قُلْ إِنَّمَا حَرَّمَ رَبِّىَ ٱلْفَوَٰحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَٱلْإِثْمَ وَٱلْبَغْىَ بِغَيْرِ ٱلْحَقِّ وَأَن تُشْرِكُوا۟ بِٱللَّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِۦ سُلْطَـٰنًا وَأَن تَقُولُوا۟ عَلَى ٱللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ

    Q̣ul ʹinnamaa ḥarrama Rabbiyal fawaaḥisha maa- z̤̣ahara minhaa wa-maa baṭana wal-ʹis̤ma wal-bag̣ya big̣ayril ḥaq̣q̣i wa-ʹañ tushrikoo billaahi maa- lam yunazzil bihee sulṭaanañw waʹañ taq̣ooloo ʻalal laahi maa laa- taʻlamoon.

    Katakanlah (Muhammad), "Tuhanku hanya mengharamkan segala perbuatan keji yang terlihat dan yang tersembunyi, perbuatan dosa, perbuatan zalim tanpa alasan yang benar, dan (mengharamkan) kamu mempersekutukan Allah dengan sesuatu sedangkan Dia tidak menurunkan alasan untuk itu, dan (mengharamkan) kamu membicarakan tentang Allah apa yang tidak kamu ketahui."

  91. 7:34

    وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ ۖ فَإِذَا جَآءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً ۖ وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ

    Wa-likulli ʹummatin ʹajal: faʹiẓaa jaaaʹa ʹajaluhum laa- yastaʹkhiroona saaʻatañw walaa yastaq̣dimoon.

    Dan setiap umat mempunyai ajal (batas waktu). Apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun.

  92. 7:35

    يَـٰبَنِىٓ ءَادَمَ إِمَّا يَأْتِيَنَّكُمْ رُسُلٌ مِّنكُمْ يَقُصُّونَ عَلَيْكُمْ ءَايَـٰتِى ۙ فَمَنِ ٱتَّقَىٰ وَأَصْلَحَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

    Yaa-Baneee ʹAadama ʹimmaa yaʹtiyannakum rusulum miñkum yaq̣uṣṣoona ʻalaykum ʹAayaatee famanit taq̣aa wa-ʹaṣlaḥa falaa khawfun ʻalayhim wa-laa hum yaḥzanoon.

    Wahai anak cucu Adam! Jika datang kepadamu Rasul-rasul dari kalanganmu sendiri, yang menceritakan ayat-ayat-Ku kepadamu, maka barang siapa bertakwa dan mengadakan perbaikan, maka tidak ada rasa takut pada mereka, dan mereka tidak bersedih hati.

  93. 7:36

    وَٱلَّذِينَ كَذَّبُوا۟ بِـَٔايَـٰتِنَا وَٱسْتَكْبَرُوا۟ عَنْهَآ أُو۟لَـٰٓئِكَ أَصْحَـٰبُ ٱلنَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَـٰلِدُونَ

    Wallaẓeena kaẓẓaboo biʹAayaatinaa wastakbaroo ʻan-haaa ʹulaaaʹika ʹAṣḥaabun Naari hum feehaa khaalidoon.

    Tetapi orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, mereka itulah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.

  94. 7:37

    فَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ ٱفْتَرَىٰ عَلَى ٱللَّهِ كَذِبًا أَوْ كَذَّبَ بِـَٔايَـٰتِهِۦٓ ۚ أُو۟لَـٰٓئِكَ يَنَالُهُمْ نَصِيبُهُم مِّنَ ٱلْكِتَـٰبِ ۖ حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءَتْهُمْ رُسُلُنَا يَتَوَفَّوْنَهُمْ قَالُوٓا۟ أَيْنَ مَا كُنتُمْ تَدْعُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ ۖ قَالُوا۟ ضَلُّوا۟ عَنَّا وَشَهِدُوا۟ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ أَنَّهُمْ كَانُوا۟ كَـٰفِرِينَ

    Faman ʹaz̤̣lamu mimmanif taraa ʻalal laahi kaẓiban ʹaw kaẓẓaba biʹAayaatih? ʹUlaaaʹika yanaaluhum naṣeebuhum minal Kitaab: Ḥattaaa ʹiẓaa jaaaʹathum rusulunaa yatawaffawnahum q̣aalooo ʹayna maa- kuñtum tadʻoona miñ doonil laah? Q̣aaloo ḍalloo ʻannaa wa-shahidoo ʻalaaa ʹañfusihim ʹannahum kaanoo kaafireen.

    Siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah atau yang mendustakan ayat-ayat-Nya? Mereka itu akan memperoleh bagian yang telah ditentukan dalam Kitab sampai datang para utusan (malaikat) Kami kepada mereka untuk mencabut nyawanya. Mereka (para malaikat) berkata, Manakah sembahan yang biasa kamu sembah selain Allah?" Mereka (orang musyrik) menjawab, "Semuanya telah lenyap dari kami," dan mereka memberikan kesaksian diri mereka sendiri bahwa mereka adalah orang-orang kafir.

  95. 7:38

    قَالَ ٱدْخُلُوا۟ فِىٓ أُمَمٍ قَدْ خَلَتْ مِن قَبْلِكُم مِّنَ ٱلْجِنِّ وَٱلْإِنسِ فِى ٱلنَّارِ ۖ كُلَّمَا دَخَلَتْ أُمَّةٌ لَّعَنَتْ أُخْتَهَا ۖ حَتَّىٰٓ إِذَا ٱدَّارَكُوا۟ فِيهَا جَمِيعًا قَالَتْ أُخْرَىٰهُمْ لِأُولَىٰهُمْ رَبَّنَا هَـٰٓؤُلَآءِ أَضَلُّونَا فَـَٔاتِهِمْ عَذَابًا ضِعْفًا مِّنَ ٱلنَّارِ ۖ قَالَ لِكُلٍّ ضِعْفٌ وَلَـٰكِن لَّا تَعْلَمُونَ

    Q̣aalad khuloo feee ʹu-mamiñ q̣ad khalat miñ q̣ab-likum minal jinni wal-ʹiñsi fin Naar. Kullamaa dakhalat ʹummatul laʻanat ʹukhtahaa, ḥattaaa ʹiẓad daa-rakoo feehaa jameeʻañ Q̣aalat ʹukh-raahum liʹoolaahum Rabbanaa haaaʹulaaaʹi ʹaḍal-loonaa faʹaatihim ʻaẓaabañ ḍiʻfam minan Naar. Q̣aala likulliñ ḍiʻfuñw walaakil laa taʻlamoon.

    Allah berfirman, "Masuklah kamu ke dalam api neraka bersama golongan jin dan manusia yang telah lebih dahulu dari kamu. Setiap kali suatu umat masuk, dia melaknat saudaranya, sehingga apabila mereka telah masuk semuanya, berkatalah orang yang (masuk) belakangan (kepada) orang yang (masuk) terlebih dahulu, "Ya Tuhan kami, Mereka telah menyesatkan kami. Datangkanlah siksaan api neraka yang berlipat ganda kepada mereka" Allah berfirman, "Masing-masing mendapatkan (siksaan) yang berlipat ganda, tetapi kamu tidak mengetahui."

  96. 7:39

    وَقَالَتْ أُولَىٰهُمْ لِأُخْرَىٰهُمْ فَمَا كَانَ لَكُمْ عَلَيْنَا مِن فَضْلٍ فَذُوقُوا۟ ٱلْعَذَابَ بِمَا كُنتُمْ تَكْسِبُونَ

    Wa-q̣aalat ʹoolaahum liʹukhraahum famaa kaana lakum ʻalaynaa miñ faḍliñ faẓooq̣ul ʻaẓaaba bimaa kuñtum taksiboon.

    Dan orang-orang yang (masuk) terlebih dahulu berkata kepada yang (masuk) belakangan," Kamu tidak mempunyai kelebihan sedikit pun atas kami. Maka rasakanlah azab itu karena perbuatan yang telah kamu lakukan."

  97. 7:40

    إِنَّ ٱلَّذِينَ كَذَّبُوا۟ بِـَٔايَـٰتِنَا وَٱسْتَكْبَرُوا۟ عَنْهَا لَا تُفَتَّحُ لَهُمْ أَبْوَٰبُ ٱلسَّمَآءِ وَلَا يَدْخُلُونَ ٱلْجَنَّةَ حَتَّىٰ يَلِجَ ٱلْجَمَلُ فِى سَمِّ ٱلْخِيَاطِ ۚ وَكَذَٰلِكَ نَجْزِى ٱلْمُجْرِمِينَ

    ʹInnal laẓeena kaẓẓaboo biʹAayaatinaa wastakbaroo ʻanhaa laa- tufattaḥu lahum ʹabwaabus samaaaʹi wa-laa yad-khuloonal Jannata ḥattaa yalijal jamalu fee sammil khiyaaṭ: wa-kaẓaalika najzil mujrimeen.

    Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, tidak akan dibukakan pintu-pintu langit bagi mereka, dan mereka tidak akan masuk surga, sebelum unta masuk ke dalam lubang jarum. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat.

  98. 7:41

    لَهُم مِّن جَهَنَّمَ مِهَادٌ وَمِن فَوْقِهِمْ غَوَاشٍ ۚ وَكَذَٰلِكَ نَجْزِى ٱلظَّـٰلِمِينَ

    Lahum miñ Jahannama mihaaduñw wamiñ faw-q̣ihim g̣awaash: wakaẓaalika najziz̤̣ z̤̣aalimeen.

    Bagi mereka tikar tidur dari api neraka dan di atas mereka ada selimut (api neraka). Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang zalim.

  99. 7:42

    وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ لَا نُكَلِّفُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَآ أُو۟لَـٰٓئِكَ أَصْحَـٰبُ ٱلْجَنَّةِ ۖ هُمْ فِيهَا خَـٰلِدُونَ

    Wal-laẓeena ʹaamanoo waʻamiluṣ ṣaaliḥaati laa- nukallifu nafsan ʹillaa wusʻahaaa, ʹulaaaʹika ʹAṣḥaabul Jannati hum feehaa khaalidoon.

    Dan orang-orang yang beriman serta mengerjakan kebajikan, Kami tidak akan membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya. Mereka itulah penghuni surga; mereka kekal di dalamnya,

  100. 7:43

    وَنَزَعْنَا مَا فِى صُدُورِهِم مِّنْ غِلٍّ تَجْرِى مِن تَحْتِهِمُ ٱلْأَنْهَـٰرُ ۖ وَقَالُوا۟ ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ ٱلَّذِى هَدَىٰنَا لِهَـٰذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِىَ لَوْلَآ أَنْ هَدَىٰنَا ٱللَّهُ ۖ لَقَدْ جَآءَتْ رُسُلُ رَبِّنَا بِٱلْحَقِّ ۖ وَنُودُوٓا۟ أَن تِلْكُمُ ٱلْجَنَّةُ أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

    Wanazaʻnaa maa- fee ṣudoorihim min g̣illiñ tajree miñ taḥ-tihimul ʹanhaar; wa-q̣aalul Ḥamdu lil-laahil laẓee hadaanaa lihaaẓaa: wa-maa kunnaa linahtadiya law-laaa ʹan hadaanal laah. Laq̣ad jaaaʹat rusulu Rabbinaa bilḥaq̣q̣. Wa-noodooo ʹañ til-kumul Jannatu ʹooris̤tumoohaa bimaa kuñtum taʻmaloon.

    dan kami mencabut rasa dendam dari dalam dada mereka, di bawahnya mengalir sungai-sungai. Mereka berkata, "Segala puji bagi Allah yang telah menunjukan kami ke (surga) ini. Kami tidak akan mendapat petunjuk sekiranya Allah tidak menunjukan kami. Sesungguhnya Rasul-rasul Tuhan kami telah datang membawa kebenaran." Diserukan kepada mereka, "Itulah surga yang telah diwariskan kepadamu, karena apa yang telah kamu kerjakan."

  101. 7:44

    وَنَادَىٰٓ أَصْحَـٰبُ ٱلْجَنَّةِ أَصْحَـٰبَ ٱلنَّارِ أَن قَدْ وَجَدْنَا مَا وَعَدَنَا رَبُّنَا حَقًّا فَهَلْ وَجَدتُّم مَّا وَعَدَ رَبُّكُمْ حَقًّا ۖ قَالُوا۟ نَعَمْ ۚ فَأَذَّنَ مُؤَذِّنٌۢ بَيْنَهُمْ أَن لَّعْنَةُ ٱللَّهِ عَلَى ٱلظَّـٰلِمِينَ

    Wa-naadaaa ʹAṣḥaabul Jannati ʹAṣḥaaban Naari ʹañ q̣ad wajadnaa maa- waʻadanaa Rabbunaa ḥaq̣q̣añ fahal wajattum maa waʻada Rabbukum ḥaq̣q̣aa? Q̣aaloo naʻam. Faʹaẓẓana Muʹaẓẓinum baynahum ʹal laʻnatul laahi ʻalaz̤̣ z̤̣aalimeen;―

    Dan para penghuni surga menyeru penghuni-penghuni neraka, "Sungguh, Kami telah memperoleh apa yang dijanjikan Tuhan kepada kami itu benar. Apakah kamu telah memperoleh apa yang dijanjikan Tuhan kepadamu itu benar?" Mereka menjawab, "Benar." Kemudian penyeru (malaikat) mengumumkan di antara mereka, "Laknat Allah bagi orang-orang zalim,

  102. 7:45

    ٱلَّذِينَ يَصُدُّونَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ وَيَبْغُونَهَا عِوَجًا وَهُم بِٱلْـَٔاخِرَةِ كَـٰفِرُونَ

    ʹAllaẓeena yaṣuddoona ʻañ Sabeelil laahi wa-yabg̣oonahaa ʻiwajaa: wa-hum̃ bil-ʹAakhirati kaafiroon.

    (yaitu) orang-orang yang menghalang-halangi (orang lain) dari jalan Allah dan ingin membelokkannya. Mereka itulah yang mengingkari kehidupan akhirat."

  103. 7:46

    وَبَيْنَهُمَا حِجَابٌ ۚ وَعَلَى ٱلْأَعْرَافِ رِجَالٌ يَعْرِفُونَ كُلًّۢا بِسِيمَىٰهُمْ ۚ وَنَادَوْا۟ أَصْحَـٰبَ ٱلْجَنَّةِ أَن سَلَـٰمٌ عَلَيْكُمْ ۚ لَمْ يَدْخُلُوهَا وَهُمْ يَطْمَعُونَ

    Wa-baynahumaa ḥijaab. Wa-ʻalal ʹAʻRAAFI rijaaluñy yaʻrifoona kullam biseemaahum. Wa-naadaw ʹAṣḥaabal Jannati ʹañ Salaamun ʻalaykum: lam yad-khuloohaa wa-hum yaṭmaʻoon.

    Dan di antara keduanya (penghuni surga dan nereka) ada tabir dan di atas A'rāf (tempat yang tertinggi) ada orang-orang yang saling mengenal, masing-masing dengan tanda-tandanya. Mereka menyeru penghuni surga, "Salāmun 'alaikum" (salam sejahtera bagimu). Mereka belum dapat masuk, tetapi mereka ingin segera (masuk).

  104. 7:47

    ۞ وَإِذَا صُرِفَتْ أَبْصَـٰرُهُمْ تِلْقَآءَ أَصْحَـٰبِ ٱلنَّارِ قَالُوا۟ رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا مَعَ ٱلْقَوْمِ ٱلظَّـٰلِمِينَ

    Wa-ʹiẓaa ṣurifat ʹabṣaaruhum tilq̣aaaʹa ʹAṣḥaabin Naari q̣aaloo Rabbanaa laa- tajʻalnaa maʻal q̣awmiz̤̣ z̤̣aalimeen.

    Dan apabila pandangan mereka dialihkan ke arah penghuni neraka, mereka berkata, "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau tempatkan kami bersama-sama orang-orang zalim itu."

  105. 7:48

    وَنَادَىٰٓ أَصْحَـٰبُ ٱلْأَعْرَافِ رِجَالًا يَعْرِفُونَهُم بِسِيمَىٰهُمْ قَالُوا۟ مَآ أَغْنَىٰ عَنكُمْ جَمْعُكُمْ وَمَا كُنتُمْ تَسْتَكْبِرُونَ

    Wa-naadaaa ʹAṣḥaabul ʹAʻRAAFI rijaalañy yaʻrifoonahum̃ biseemaahum q̣aaloo maaa ʹag̣naa ʻañkum jamʻukum wa-maa kuñtum tastakbiroon?

    Dan orang-orang di atas A'rāf (tempat yang tertinggi) menyeru orang-orang yang mereka kenal dengan tanda-tandanya sambil berkata, "Harta yang kamu kumpulkan dan apa yang kamu sombongkan, (ternyata) tidak ada manfaatnya buat kamu.

  106. 7:49

    أَهَـٰٓؤُلَآءِ ٱلَّذِينَ أَقْسَمْتُمْ لَا يَنَالُهُمُ ٱللَّهُ بِرَحْمَةٍ ۚ ٱدْخُلُوا۟ ٱلْجَنَّةَ لَا خَوْفٌ عَلَيْكُمْ وَلَآ أَنتُمْ تَحْزَنُونَ

    ʹA-haaaʹulaaaʹil laẓeena ʹaq̣samtum laa- yanaaluhumul laahu biraḥmah? ʹUdkhulul Jannata laa- khawfun ʻalaykum wa-laaa ʹañtum taḥ-zanoon.

    Itukah orang-orang yang kamu telah bersumpah, bahwa mereka tidak akan mendapat rahmat Allah?" (Allah berfirman), "Masuklah kamu ke dalam surga! Tidak ada rasa takut padamu dan kamu tidak pula akan bersedih hati."

  107. 7:50

    وَنَادَىٰٓ أَصْحَـٰبُ ٱلنَّارِ أَصْحَـٰبَ ٱلْجَنَّةِ أَنْ أَفِيضُوا۟ عَلَيْنَا مِنَ ٱلْمَآءِ أَوْ مِمَّا رَزَقَكُمُ ٱللَّهُ ۚ قَالُوٓا۟ إِنَّ ٱللَّهَ حَرَّمَهُمَا عَلَى ٱلْكَـٰفِرِينَ

    Wa-naadaaa ʹAṣḥaabun Naari ʹAṣḥaabal Jannati ʹan ʹafeeḍoo ʻalaynaa minal maaaʹi ʹaw mimmaa razaq̣akumul laah. Q̣aalooo ʹinnal laaha ḥarramahumaa ʻalal kaafireen.

    Para penghuni neraka menyeru para penghuni surga, "Tuangkanlah (sedikit) air kepada kami atau rezeki apa saja yang telah dikaruniakan Allah kepadamu." Mereka menjawab, "Sungguh, Allah telah mengharamkan keduanya bagi orang-orang kafir,"

  108. 7:51

    ٱلَّذِينَ ٱتَّخَذُوا۟ دِينَهُمْ لَهْوًا وَلَعِبًا وَغَرَّتْهُمُ ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَا ۚ فَٱلْيَوْمَ نَنسَىٰهُمْ كَمَا نَسُوا۟ لِقَآءَ يَوْمِهِمْ هَـٰذَا وَمَا كَانُوا۟ بِـَٔايَـٰتِنَا يَجْحَدُونَ

    ʹAllazeenat takhaẓoo deenahum lahwañw walaʻibañw wag̣arrathumul ḥayaatud dunyaa. Fal-yawma nañsaahum kamaa nasoo liq̣aaaʹa yawmihim haaẓaa wa-maa kaanoo biʹAayaatinaa yajḥadoon.

    (yaitu) orang-orang yang menjadikan agamanya sebagai permainan dan sendagurau, dan mereka telah tertipu oleh kehidupan dunia. Maka pada hari ini (Kiamat), Kami melupakan mereka sebagaimana mereka dahulu melupakan pertemuan hari ini, dan karena mereka mengingkari ayat-ayat Kami.

  109. 7:52

    وَلَقَدْ جِئْنَـٰهُم بِكِتَـٰبٍ فَصَّلْنَـٰهُ عَلَىٰ عِلْمٍ هُدًى وَرَحْمَةً لِّقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

    Wa-laq̣ad jiʹnaahum̃ bi-Kitaabiñ faṣṣalnaahu ʻalaa ʻilmin hudañw waraḥmatal liq̣awmiñy yuʹminoon.

    Sungguh, Kami telah mendatangkan Kitab (Al-Qur`an) kepada mereka, yang Kami jelaskan atas dasar pengetahuan, sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.

  110. 7:53

    هَلْ يَنظُرُونَ إِلَّا تَأْوِيلَهُۥ ۚ يَوْمَ يَأْتِى تَأْوِيلُهُۥ يَقُولُ ٱلَّذِينَ نَسُوهُ مِن قَبْلُ قَدْ جَآءَتْ رُسُلُ رَبِّنَا بِٱلْحَقِّ فَهَل لَّنَا مِن شُفَعَآءَ فَيَشْفَعُوا۟ لَنَآ أَوْ نُرَدُّ فَنَعْمَلَ غَيْرَ ٱلَّذِى كُنَّا نَعْمَلُ ۚ قَدْ خَسِرُوٓا۟ أَنفُسَهُمْ وَضَلَّ عَنْهُم مَّا كَانُوا۟ يَفْتَرُونَ

    Hal yañz̤̣uroona ʹillaa taʹweelah? Yawma yaʹtee taʹweeluhoo yaq̣oolul laẓeena nasoohu miñ q̣ablu q̣ad jaaaʹat rusulu Rabbinaa bilḥaq̣q̣. Fahal lanaa miñ shufaʻaaaʹa fayashfaʻoo lanaaa ʹaw nuraddu fanaʻmala g̣ayral laẓee kunnaa naʻmal? Q̣ad khasirooo ʹañfusahum wa-ḍalla ʻanhum maa kaanoo yaftaroon.

    Tidakkah mereka hanya menanti-nanti bukti kebenaran (Al-Qur`an) itu. Pada hari bukti kebenaran itu tiba, orang-orang yang sebelum itu mengabaikannya berkata, "Sungguh, Rasul-rasul Tuhan kami telah datang membawa kebenaran. Maka adakah pemberi syafaat bagi kami yang akan memberikan pertolongan kepada kami atau agar kami dikembalikan (ke dunia) sehingga kami akan beramal tidak seperti perbuatan yang pernah kami lakukan dahulu?" Mereka sebenarnya telah merugikan dirinya sendiri dan apa yang mereka ada-adakan dahulu telah hilang lenyap dari mereka.

  111. 7:54

    إِنَّ رَبَّكُمُ ٱللَّهُ ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ فِى سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ ٱسْتَوَىٰ عَلَى ٱلْعَرْشِ يُغْشِى ٱلَّيْلَ ٱلنَّهَارَ يَطْلُبُهُۥ حَثِيثًا وَٱلشَّمْسَ وَٱلْقَمَرَ وَٱلنُّجُومَ مُسَخَّرَٰتٍۭ بِأَمْرِهِۦٓ ۗ أَلَا لَهُ ٱلْخَلْقُ وَٱلْأَمْرُ ۗ تَبَارَكَ ٱللَّهُ رَبُّ ٱلْعَـٰلَمِينَ

    ʹInna Rabbakumul laahul laẓee khalaq̣as samaawaati wal-ʹarḍa fee sittati ʹayyaamiñ s̤ummas tawaa ʻalal ʻarsh. Yug̣shil laylan nahaara yaṭlubuhoo ḥas̤ees̤añw washshamsa wal-q̣amara wan-nujooma musakh-Kharaatim biʹamrih. ʹAlaa lahul Khalq̣u wal-ʹAmr. Tabaarakal laahu Rabbul ʻAalameen!

    Sungguh, Tuhanmu (adalah) Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas Arasy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat. (Dia ciptakan) matahari, bulan dan bintang-bintang tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah! Segala penciptaan dan urusan menjadi hak-Nya. Mahasuci Allah, Tuhan seluruh alam.

  112. 7:55

    ٱدْعُوا۟ رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً ۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلْمُعْتَدِينَ

    ʹUdʻoo Rabbakum taḍarruʻañw wakhufyah: ʹinnahoo laa- yuḥibbul muʻtadeen.

    Berdoalah kepada Tuhanmu dengan rendah hati dan suara yang lembut. Sungguh, Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.

  113. 7:56

    وَلَا تُفْسِدُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَـٰحِهَا وَٱدْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا ۚ إِنَّ رَحْمَتَ ٱللَّهِ قَرِيبٌ مِّنَ ٱلْمُحْسِنِينَ

    Wa-laa tufsidoo fil ʹarḍi baʻda ʹiṣlaaḥihaa wadʻoohu khawfañw waṭamaʻaa: ʹinna Raḥmatal laahi q̣areebum minal Muḥsineen.

    Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang yang berbuat kebaikan.

  114. 7:57

    وَهُوَ ٱلَّذِى يُرْسِلُ ٱلرِّيَـٰحَ بُشْرًۢا بَيْنَ يَدَىْ رَحْمَتِهِۦ ۖ حَتَّىٰٓ إِذَآ أَقَلَّتْ سَحَابًا ثِقَالًا سُقْنَـٰهُ لِبَلَدٍ مَّيِّتٍ فَأَنزَلْنَا بِهِ ٱلْمَآءَ فَأَخْرَجْنَا بِهِۦ مِن كُلِّ ٱلثَّمَرَٰتِ ۚ كَذَٰلِكَ نُخْرِجُ ٱلْمَوْتَىٰ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

    Wa-Huwal laẓee yursilur riyaaḥa bushram bayna yaday raḥmatih: ḥattaaa ʹiẓaaa ʹaq̣allat saḥaabañ s̤iq̣aalañ suq̣naahu libaladim mayyitiñ faʹañzalnaa bihil maaaʹa faʹakhrajnaa bihee miñ kullis̤ s̤amaraat. Kaẓaalika nukhrijul mawtaa laʻallakum taẓakkaroon.

    Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa kabar gembira, mendahului kedatangan rahmat-Nya (hujan), sehingga apabila angin itu membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu. Kemudian Kami tumbuhkan dengan hujan itu berbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran.

  115. 7:58

    وَٱلْبَلَدُ ٱلطَّيِّبُ يَخْرُجُ نَبَاتُهُۥ بِإِذْنِ رَبِّهِۦ ۖ وَٱلَّذِى خَبُثَ لَا يَخْرُجُ إِلَّا نَكِدًا ۚ كَذَٰلِكَ نُصَرِّفُ ٱلْـَٔايَـٰتِ لِقَوْمٍ يَشْكُرُونَ

    Walbaladuṭ ṭayyibu yakhruju nabaatuhoo biʹiẓni Rabbih: wallaẓee khabus̤a laa- yakhruju ʹillaa nakidaa. Kaẓaalika nuṣarriful ʹAayaati liq̣awmiñy yashkuroon.

    Dan tanah yang baik, tanaman-tanamannya tumbuh subur dengan izin Tuhan; dan tanah yang buruk, tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana. Demikianlah Kami menjelaskan berulang-ulang tanda-tanda (kebesaran Kami) bagi orang-orang yang bersyukur.

  116. 7:59

    لَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَىٰ قَوْمِهِۦ فَقَالَ يَـٰقَوْمِ ٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَـٰهٍ غَيْرُهُۥٓ إِنِّىٓ أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ

    Laq̣ad ʹarsalnaa Nooḥan ʹilaa q̣awmihee faq̣aala yaa-q̣awmiʻ budul laaha maa- lakum min ʹilaahin g̣ayruh. ʹInneee ʹakhaafu ʻalaykum ʻaẓaaba Yawmin ʻaz̤̣eem!

    Sungguh, Kami benar-benar telah mengutus Nuh kepada kaumnya, lalu dia berkata, "Wahai kaumku! Sembahlah Allah! Tidak ada Tuhan (sembahan) bagimu selain Dia. Sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa azab pada hari yang dahsyat (Kiamat).

  117. 7:60

    قَالَ ٱلْمَلَأُ مِن قَوْمِهِۦٓ إِنَّا لَنَرَىٰكَ فِى ضَلَـٰلٍ مُّبِينٍ

    Q̣aalal malaʹu miñ q̣aw-miheee ʹinnaa lanaraaka fee ḍalaalim mubeen.

    Pemuka-pemuka kaumnya berkata, " Sesungguhnya kami memandang kamu benar-benar berada dalam kesesatan yang nyata."

  118. 7:61

    قَالَ يَـٰقَوْمِ لَيْسَ بِى ضَلَـٰلَةٌ وَلَـٰكِنِّى رَسُولٌ مِّن رَّبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ

    Q̣aala yaa-q̣awmi laysa bee ḍalaalatuñw walaakinnee Rasoolum mir Rabbil ʻAalameen.

    Dia (Nuh) menjawab, "Wahai kaumku! Aku tidak sesat; tetapi aku ini seorang Rasul dari Tuhan seluruh alam.

  119. 7:62

    أُبَلِّغُكُمْ رِسَـٰلَـٰتِ رَبِّى وَأَنصَحُ لَكُمْ وَأَعْلَمُ مِنَ ٱللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ

    ʹUballig̣ukum risaalaati Rabbee wa-ʹañṣaḥu lakum wa-ʹaʻlamu minal laahi maa- laa- taʻlamoon.

    Aku menyampaikan kepadamu amanat Tuhanku, memberi nasehat kepadamu, dan aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui."

  120. 7:63

    أَوَعَجِبْتُمْ أَن جَآءَكُمْ ذِكْرٌ مِّن رَّبِّكُمْ عَلَىٰ رَجُلٍ مِّنكُمْ لِيُنذِرَكُمْ وَلِتَتَّقُوا۟ وَلَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

    ʹAwaʻajibtum ʹañ jaaaʹakum ẓikrum mir Rabbikum ʻalaa rajulim miñkum liyuñẓirakum wa-litattaq̣oo wa-laʻallakum turḥamoon.

    Dan herankah kamu bahwa ada peringatan yang datang dari Tuhanmu melalui seorang laki-laki dari kalanganmu sendiri, untuk memberi peringatan kepadamu dan agar kamu bertakwa, sehingga kamu mendapat rahmat?

  121. 7:64

    فَكَذَّبُوهُ فَأَنجَيْنَـٰهُ وَٱلَّذِينَ مَعَهُۥ فِى ٱلْفُلْكِ وَأَغْرَقْنَا ٱلَّذِينَ كَذَّبُوا۟ بِـَٔايَـٰتِنَآ ۚ إِنَّهُمْ كَانُوا۟ قَوْمًا عَمِينَ

    Fakaẓẓaboohu faʹañjaynaahu wallaẓeena maʻahoo fil Fulki wa-ʹag̣raq̣nal laẓeena kaẓẓaboo biʹAayaatinaa. ʹInnahum kaanoo q̣awman ʻameen.

    Maka mereka mendustakan (Nuh). Lalu Kami selamatkan dia dan orang-orang yang bersamanya di dalam kapal. Kami tenggelamkan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang buta (mata hatinya).

  122. 7:65

    ۞ وَإِلَىٰ عَادٍ أَخَاهُمْ هُودًا ۗ قَالَ يَـٰقَوْمِ ٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَـٰهٍ غَيْرُهُۥٓ ۚ أَفَلَا تَتَّقُونَ

    Wa-ʹilaa ʻAadin ʹakhaahum Hoodaa. Q̣aala yaa-q̣awmiʻ budul laaha maa- lakum min ʹilaahin g̣ayruh. ʹAfalaa tattaq̣oon?

    Dan kepada kaum 'Ād (Kami utus) Hud, saudara mereka. Dia berkata, "Wahai kaumku! Sembahlah Allah! Tidak ada tuhan (sesembahan) bagimu selain Dia. Maka mengapa kamu tidak bertakwa?"

  123. 7:66

    قَالَ ٱلْمَلَأُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ مِن قَوْمِهِۦٓ إِنَّا لَنَرَىٰكَ فِى سَفَاهَةٍ وَإِنَّا لَنَظُنُّكَ مِنَ ٱلْكَـٰذِبِينَ

    Q̣aalal malaʹul laẓeena kafaroo miñ q̣awmiheee innaa lanaraaka fee safaahatiñw waʹinnaa lanaz̤̣unnuka minal kaaẓibeen.

    Pemuka-pemuka orang yang kafir dari kaumnya berkata, "Sesungguhnya Kami memandang kamu benar-benar kurang waras dan kami kira kamu termasuk orang-orang yang berdusta."

  124. 7:67

    قَالَ يَـٰقَوْمِ لَيْسَ بِى سَفَاهَةٌ وَلَـٰكِنِّى رَسُولٌ مِّن رَّبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ

    Q̣aala yaa-q̣awmi laysa bee safaahatuñw walaakinnee Rasoolum mir Rabbil ʻAalameen.

    Dia (Hud) menjawab, "Wahai kaumku! Bukan aku kurang waras, tetapi aku ini adalah Rasul dari Tuhan seluruh alam.

  125. 7:68

    أُبَلِّغُكُمْ رِسَـٰلَـٰتِ رَبِّى وَأَنَا۠ لَكُمْ نَاصِحٌ أَمِينٌ

    ʹUballig̣ukum risaalaati Rabbee wa-ʹana lakum naaṣiḥun ʹameen.

    Aku menyampaikan kepadamu amanat Tuhanku dan pemberi nasehat yang terpercaya kepada kamu.

  126. 7:69

    أَوَعَجِبْتُمْ أَن جَآءَكُمْ ذِكْرٌ مِّن رَّبِّكُمْ عَلَىٰ رَجُلٍ مِّنكُمْ لِيُنذِرَكُمْ ۚ وَٱذْكُرُوٓا۟ إِذْ جَعَلَكُمْ خُلَفَآءَ مِنۢ بَعْدِ قَوْمِ نُوحٍ وَزَادَكُمْ فِى ٱلْخَلْقِ بَصْۜطَةً ۖ فَٱذْكُرُوٓا۟ ءَالَآءَ ٱللَّهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

    ʹAwaʻajibtum ʹañ jaaaʹakum ẓikrum mir Rabbikum ʻalaa rajulim miñkum liyuñẓirakum? Waẓkurooo ʹiẓ jaʻalakum khulafaaaʹa mim baʻdi q̣awmi Nooḥiñw Wazaadakum fil khalq̣i basṭah. Faẓkurooo ʹaalaaaʹal laahi laʻallakum tufliḥoon.

    Dan herankah kamu bahwa ada peringatan yang datang dari Tuhanmu melalui seorang laki-laki dari kalanganmu sendiri, untuk memberi peringatan kepadamu? Ingatlah ketika Dia menjadikan kamu sebagai khalifah-khalifah setelah kaum Nuh, dan Dia lebihkan kamu dalam kekuatan tubuh dan perawakan. Maka ingatlah akan nikmat-nikmat Allah agar kamu beruntung. "

  127. 7:70

    قَالُوٓا۟ أَجِئْتَنَا لِنَعْبُدَ ٱللَّهَ وَحْدَهُۥ وَنَذَرَ مَا كَانَ يَعْبُدُ ءَابَآؤُنَا ۖ فَأْتِنَا بِمَا تَعِدُنَآ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّـٰدِقِينَ

    Q̣aalooo ʹajiʹtanaa linaʻbudal laaha Waḥdahoo Wanaẓara maa- kaana yaʻbudu ʹaabaaaʹunaa? Faʹtinaa bimaa taʻidunaaa ʹiñ kuñta minaṣ ṣaadiq̣een!

    Mereka berkata, "Apakah kedatanganmu kepada kami, agar kami hanya menyembah Allah saja dan meninggalkan apa yang biasa disembah oleh nenek moyang kami? Maka buktikanlah ancamanmu kepada kami, jika kamu benar!"

  128. 7:71

    قَالَ قَدْ وَقَعَ عَلَيْكُم مِّن رَّبِّكُمْ رِجْسٌ وَغَضَبٌ ۖ أَتُجَـٰدِلُونَنِى فِىٓ أَسْمَآءٍ سَمَّيْتُمُوهَآ أَنتُمْ وَءَابَآؤُكُم مَّا نَزَّلَ ٱللَّهُ بِهَا مِن سُلْطَـٰنٍ ۚ فَٱنتَظِرُوٓا۟ إِنِّى مَعَكُم مِّنَ ٱلْمُنتَظِرِينَ

    Q̣aala q̣ad waq̣aʻa ʻalaykum mir Rabbikum rijsuñw wag̣aḍab. ʹAtujaadiloonanee feee ʹasmaaaʹiñ sammaytumoohaaa ʹañtum wa-ʹaabaaaʹukum maa nazzalal laahu bihaa miñ sulṭaan? Fañtaz̤̣irooo ʹinnee maʻakum minal muñtaz̤̣ireen.

    Dia (Hud) menjawab, "Sungguh, kebencian dan kemurkaan dari Tuhan akan menimpa kamu. Apakah kamu hendak berbantah denganku tentang nama-nama (berhala) yang kamu dan nenek moyangmu buat sendiri, padahal Allah tidak menurunkan keterangan untuk itu? Jika demikian tunggulah! Sesungguhnya aku pun bersamamu termasuk yang menunggu."

  129. 7:72

    فَأَنجَيْنَـٰهُ وَٱلَّذِينَ مَعَهُۥ بِرَحْمَةٍ مِّنَّا وَقَطَعْنَا دَابِرَ ٱلَّذِينَ كَذَّبُوا۟ بِـَٔايَـٰتِنَا ۖ وَمَا كَانُوا۟ مُؤْمِنِينَ

    Faʹañjaynaahu wallaẓeena maʻahoo biraḥmatim minnaa wa-q̣aṭaʻnaa daabiral laẓeena kaẓẓaboo biʹAayaatinaa wa-maa kaanoo Muʹmineen.

    Maka Kami selamatkan dia (Hud) dan orang-orang yang bersamanya dengan rahmat Kami, dan Kami musnahkan sampai ke akar-akarnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Mereka bukanlah orang-orang beriman.

  130. 7:73

    وَإِلَىٰ ثَمُودَ أَخَاهُمْ صَـٰلِحًا ۗ قَالَ يَـٰقَوْمِ ٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَـٰهٍ غَيْرُهُۥ ۖ قَدْ جَآءَتْكُم بَيِّنَةٌ مِّن رَّبِّكُمْ ۖ هَـٰذِهِۦ نَاقَةُ ٱللَّهِ لَكُمْ ءَايَةً ۖ فَذَرُوهَا تَأْكُلْ فِىٓ أَرْضِ ٱللَّهِ ۖ وَلَا تَمَسُّوهَا بِسُوٓءٍ فَيَأْخُذَكُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

    Wa-ʹilaa S̤amooda ʹakhaahum Ṣaaliḥaa. Q̣aala yaa-q̣awmiʻ budul laaha maa- lakum min ʹilaahin g̣ayruh. Q̣ad jaaaʹatkum̃ Bayyinatum Mir Rabbikum Haaẓihee Naaq̣atul laahi lakum ʹAayatañ faẓaroohaa taʹkulʻ feee ʹarḍil laahi wa-laa tamassoohaa bisoooʹiñ fayaʹkhuẓakum aẓaabun ʹaleem.

    Dan kepada kaum Samud (Kami utus) saudara mereka Saleh. Dia berkata, "Wahai kaumku! Sembahlah Allah! Tidak ada tuhan (sembahan) bagimu selain Dia. Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Tuhanmu. Ini (seekor) Unta betina dari Allah sebagai tanda untukmu. Biarkanlah ia makan di bumi Allah, janganlah disakiti, nanti akibatnya kamu akan mendapatkan siksaan yang pedih."

  131. 7:74

    وَٱذْكُرُوٓا۟ إِذْ جَعَلَكُمْ خُلَفَآءَ مِنۢ بَعْدِ عَادٍ وَبَوَّأَكُمْ فِى ٱلْأَرْضِ تَتَّخِذُونَ مِن سُهُولِهَا قُصُورًا وَتَنْحِتُونَ ٱلْجِبَالَ بُيُوتًا ۖ فَٱذْكُرُوٓا۟ ءَالَآءَ ٱللَّهِ وَلَا تَعْثَوْا۟ فِى ٱلْأَرْضِ مُفْسِدِينَ

    Waẓkurooo ʹiẓ jaʻalakum khulafaaaʹa mim baʻdi ʻAadiñw Wabawwaʹakum fil ʹarḍi tatta-Khiẓoona miñ suhoolihaa q̣uṣoorañw watanḥitoonal jibaala buyootaa. Faẓkurooo ʹaalaaaʹal laahi wa-laa taʻs̤aw fil ʹarḍi mufsideen.

    Dan ingatlah ketika Dia menjadikan kamu khalifah-khalifah setelah kaum 'Ad dan menempatkan kamu di bumi. Di tempat yang datar kamu dirikan istana-istana dan di bukit-bukit kamu pahat menjadi rumah-rumah. Maka ingatlah nikmat-nikmat Allah dan janganlah kamu membuat kerusakan di bumi.

  132. 7:75

    قَالَ ٱلْمَلَأُ ٱلَّذِينَ ٱسْتَكْبَرُوا۟ مِن قَوْمِهِۦ لِلَّذِينَ ٱسْتُضْعِفُوا۟ لِمَنْ ءَامَنَ مِنْهُمْ أَتَعْلَمُونَ أَنَّ صَـٰلِحًا مُّرْسَلٌ مِّن رَّبِّهِۦ ۚ قَالُوٓا۟ إِنَّا بِمَآ أُرْسِلَ بِهِۦ مُؤْمِنُونَ

    Q̣aalal malaʹul laẓeenas takbaroo miñ q̣awmihee lillaẓeenas tuḍʻifoo liman ʹaamana minhum ʹataʻlamoona ʹanna Ṣaliḥam mursalum mir Rabbih? Q̣aalooo ʹinnaa bimaaa ʹursila bihee Muʹminoon.

    Pemuka-pemuka yang menyombongkan diri berkata kepada orang-orang yang dianggap lemah, yaitu orang-orang yang telah beriman di antara kaumnya, "Tahukah kamu bahwa Saleh adalah seorang Rasul dari Tuhannya?" Mereka menjawab, "Sesungguhnya kami percaya kepada apa yang disampaikannya."

  133. 7:76

    قَالَ ٱلَّذِينَ ٱسْتَكْبَرُوٓا۟ إِنَّا بِٱلَّذِىٓ ءَامَنتُم بِهِۦ كَـٰفِرُونَ

    Q̣aalal laẓeenas takbarooo ʹinnaa billaẓeee ʹaamañtum̃ bihee kaafiroon.

    Orang-orang yang menyombongkan diri berkata, "Sesungguhnya kami mengingkari apa yang kamu percayai."

  134. 7:77

    فَعَقَرُوا۟ ٱلنَّاقَةَ وَعَتَوْا۟ عَنْ أَمْرِ رَبِّهِمْ وَقَالُوا۟ يَـٰصَـٰلِحُ ٱئْتِنَا بِمَا تَعِدُنَآ إِن كُنتَ مِنَ ٱلْمُرْسَلِينَ

    Faʻaq̣arun Naaq̣ata wa-ʻataw ʻan ʹamri Rabbihim wa-q̣aaloo yaa-Ṣaaliḥuʹ tinaa bimaa taʻidunaaa ʹiñ kuñta minal mursaleen.

    Kemudian mereka sembelih unta betina itu, dan berlaku angkuh terhadap perintah Tuhannya. Mereka berkata, "Wahai Saleh! Buktikanlah ancaman kamu kepada kami, jika benar engkau termasuk salah seorang rasul."

  135. 7:78

    فَأَخَذَتْهُمُ ٱلرَّجْفَةُ فَأَصْبَحُوا۟ فِى دَارِهِمْ جَـٰثِمِينَ

    Faʹakhaẓathumur rajfatu faʹaṣbaḥoo fee daarihim jaas̤imeen.

    Lalu datanglah gempa menimpa mereka, dan mereka pun mati bergelimpangan di dalam reruntuhan rumah mereka.

  136. 7:79

    فَتَوَلَّىٰ عَنْهُمْ وَقَالَ يَـٰقَوْمِ لَقَدْ أَبْلَغْتُكُمْ رِسَالَةَ رَبِّى وَنَصَحْتُ لَكُمْ وَلَـٰكِن لَّا تُحِبُّونَ ٱلنَّـٰصِحِينَ

    Fatawallaa ʻanhum wa-q̣aala yaa-q̣awmi laq̣ad ʹablag̣tukum risaalata Rabbee wa-naṣaḥtu lakum wa-laakil laa tuḥibboonan naaṣiḥeen.

    Kemudian dia (Saleh) pergi meninggalkan mereka sambil berkata, "Wahai kaumku! Sungguh, aku telah menyampaikan amanat Tuhanku kepadamu dan aku telah menasihati kamu. Tetapi kamu tidak menyukai orang yang memberi nasehat."

  137. 7:80

    وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِۦٓ أَتَأْتُونَ ٱلْفَـٰحِشَةَ مَا سَبَقَكُم بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِّنَ ٱلْعَـٰلَمِينَ

    Wa-Looṭan ʹiẓ q̣aala liq̣awmiheee ʹataʹtoonal faaḥishata maa- sabaq̣akum̃ bihaa min ʹaḥadim minal ʻaalameen?

    Dan (Kami juga telah mengutus) Lut, ketika dia berkata kepada kaumnya, "Mengapa kamu melakukan perbuatan keji, yang belum pernah dilakukan oleh seorang pun sebelum kamu (di dunia ini).

  138. 7:81

    إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ ٱلرِّجَالَ شَهْوَةً مِّن دُونِ ٱلنِّسَآءِ ۚ بَلْ أَنتُمْ قَوْمٌ مُّسْرِفُونَ

    ʹInnakum lataʹtoonar rijaala shahwatam miñ doonin nisaaaʹ. Bal ʹañtum q̣awmum musrifoon.

    Sungguh, kamu telah melampiaskan syahwatmu kepada sesama lelaki bukan kepada perempuan. Kamu benar-benar kaum yang melampaui batas."

  139. 7:82

    وَمَا كَانَ جَوَابَ قَوْمِهِۦٓ إِلَّآ أَن قَالُوٓا۟ أَخْرِجُوهُم مِّن قَرْيَتِكُمْ ۖ إِنَّهُمْ أُنَاسٌ يَتَطَهَّرُونَ

    Wa-maa kaana jawaaba q̣awmiheee ʹillaaa ʹañ q̣aalooo ʹakhrijoohum miñ q̣aryatikum: ʹinnahum ʹunaasuñy yataṭahharoon!

    Dan jawaban kaumnya tidak lain hanya berkata, "Usirlah mereka (Lut dan pengikutnya) dari negerimu ini, mereka adalah orang yang menganggap dirinya suci."

  140. 7:83

    فَأَنجَيْنَـٰهُ وَأَهْلَهُۥٓ إِلَّا ٱمْرَأَتَهُۥ كَانَتْ مِنَ ٱلْغَـٰبِرِينَ

    Faʹañjaynaahu wa-ʹahlahooo ʹillam raʹatahoo kaanat minal g̣aabireen.

    Kemudian Kami selamatkan dia dan pengikutnya, kecuali istrinya. Dia (istrinya) termasuk orang-orang yang tertinggal.

  141. 7:84

    وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهِم مَّطَرًا ۖ فَٱنظُرْ كَيْفَ كَانَ عَـٰقِبَةُ ٱلْمُجْرِمِينَ

    Wa-ʹamṭarnaa ʻalayhim maṭaraa: fañz̤̣ur kayfa kaana ʻaaq̣ibatul mujrimeen!

    Dan Kami hujani mereka dengan hujan (batu). Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang yang berbuat dosa itu.

  142. 7:85

    وَإِلَىٰ مَدْيَنَ أَخَاهُمْ شُعَيْبًا ۗ قَالَ يَـٰقَوْمِ ٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَـٰهٍ غَيْرُهُۥ ۖ قَدْ جَآءَتْكُم بَيِّنَةٌ مِّن رَّبِّكُمْ ۖ فَأَوْفُوا۟ ٱلْكَيْلَ وَٱلْمِيزَانَ وَلَا تَبْخَسُوا۟ ٱلنَّاسَ أَشْيَآءَهُمْ وَلَا تُفْسِدُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَـٰحِهَا ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ

    Wa-ʹilaa Madyana ʹakhaahum Shuʻaybaa. Q̣aala yaa-q̣awmiʻ budul laaha maa- lakum min ʹilaahin g̣ayruh. Q̣ad jaaaʹatkum̃ Bayyinatum mir Rabbikum faʹawful kayla walmeezaana wa-laa tabkhasun naasa ʹashyaaaʹahum wa-laa tufsidoo fil ʹarḍi baʻda ʹiṣlaaḥihaa: ẓaalikum khayrul lakum ʹiñ kuñtum Muʹmineen.

    Dan kepada penduduk Madyan, Kami (utus) Syu'aib, saudara mereka sendiri. Dia berkata, "Wahai kaumku! Sembahlah Allah. Tidak ada tuhan (sembahan) bagimu selain Dia. Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Tuhanmu. Sempurnakanlah takaran dan timbangan, dan jangan kamu merugikan orang sedikit pun. Janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik. Itulah yang lebih baik bagimu jika kamu orang beriman."

  143. 7:86

    وَلَا تَقْعُدُوا۟ بِكُلِّ صِرَٰطٍ تُوعِدُونَ وَتَصُدُّونَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ مَنْ ءَامَنَ بِهِۦ وَتَبْغُونَهَا عِوَجًا ۚ وَٱذْكُرُوٓا۟ إِذْ كُنتُمْ قَلِيلًا فَكَثَّرَكُمْ ۖ وَٱنظُرُوا۟ كَيْفَ كَانَ عَـٰقِبَةُ ٱلْمُفْسِدِينَ

    Wa-laa taq̣ʻudoo bikulli siraatiñ tooʻidoona wa-taṣuddoona ʻañ Sabeelil laahi man ʹaamana bihee wa-tabg̣oonahaa ʻiwajaa. Waẓ-kurooo ʹiẓ kuñtum q̣aleelañ fakas̤s̤arakum. Wañz̤̣uroo kayfa kaana ʻaaq̣ibatul mufsideen.

    Dan janganlah kamu duduk di setiap jalan dengan menakut-nakuti dan menghalang-halangi orang-orang yang beriman dari jalan Allah dan ingin membelokkannya. Ingatlah ketika kamu dahulunya sedikit, lalu Allah memperbanyak jumlah kamu. Dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berbuat kerusakan.

  144. 7:87

    وَإِن كَانَ طَآئِفَةٌ مِّنكُمْ ءَامَنُوا۟ بِٱلَّذِىٓ أُرْسِلْتُ بِهِۦ وَطَآئِفَةٌ لَّمْ يُؤْمِنُوا۟ فَٱصْبِرُوا۟ حَتَّىٰ يَحْكُمَ ٱللَّهُ بَيْنَنَا ۚ وَهُوَ خَيْرُ ٱلْحَـٰكِمِينَ

    Wa-ʹiñ kaana ṭaaaʹifatum miñkum ʹaamanoo billazeee ʹursiltu bihee waṭaaaʹifatul lam yuʹminoo faṣbiroo ḥattaa yaḥkumal laahu baynanaa: wa-Huwa Khayrul Ḥaakimeen.

    Jika ada segolongan di antara kamu yang beriman kepada (ajaran) yang aku diutus menyampaikannya, dan ada (pula) segolongan yang tidak beriman, maka bersabarlah sampai Allah menetapkan keputusan di antara kita. Dialah hakim yang terbaik.