Back to Quran

Juz

Juz 7

5:82 ... 6:110 · 149 ayahs

Diterjemahkan oleh Indonesian Ministry Islamic Affairs

  1. Surah Al-Ma'idahBegins here at 5:82

  2. 5:82

    ۞ لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ ٱلنَّاسِ عَدَٰوَةً لِّلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱلْيَهُودَ وَٱلَّذِينَ أَشْرَكُوا۟ ۖ وَلَتَجِدَنَّ أَقْرَبَهُم مَّوَدَّةً لِّلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱلَّذِينَ قَالُوٓا۟ إِنَّا نَصَـٰرَىٰ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّ مِنْهُمْ قِسِّيسِينَ وَرُهْبَانًا وَأَنَّهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَ

    Latajidanna ʹashaddan naasi ʻadaawatal lillaẓeena ʹaamanul Yahooda wallaẓeena ʹashrakoo: wa-latajidanna ʹaq̣rabahum mawaddatal lil-laẓeena ʹaamanul laẓeena q̣aalooo innaa Naṣaaraa: ẓaalika biʹanna minhum Q̣isseeseena Wa-Ruhbaanañw Waʹannahum laa- yastakbiroon.

    Pasti akan kamu dapati orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan pasti akan kamu dapati orang yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata, "Sesungguhnya kami adalah orang Nasrani." Yang demikian itu karena di antara mereka terdapat para pendeta dan para rahib, (juga) karena mereka tidak menyombongkan diri.

  3. 5:83

    وَإِذَا سَمِعُوا۟ مَآ أُنزِلَ إِلَى ٱلرَّسُولِ تَرَىٰٓ أَعْيُنَهُمْ تَفِيضُ مِنَ ٱلدَّمْعِ مِمَّا عَرَفُوا۟ مِنَ ٱلْحَقِّ ۖ يَقُولُونَ رَبَّنَآ ءَامَنَّا فَٱكْتُبْنَا مَعَ ٱلشَّـٰهِدِينَ

    Wa-ʹiẓaa samiʻoo maaa ʹuñzila ʹilar Rasooli taraaa ʹaʻyunahum tafeeḍu minad damʻi mimmaa ʻarafoo minal ḥaq̣q̣. Yaq̣ooloona Rabbanaaa ʹaamannaa faktubnaa maʻash shaahideen.

    Dan apabila mereka mendengarkan apa (Al-Qur`an) yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri), seraya berkata, "Ya Tuhan, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al-Qur`an dan kenabian Muhammad).

  4. 5:84

    وَمَا لَنَا لَا نُؤْمِنُ بِٱللَّهِ وَمَا جَآءَنَا مِنَ ٱلْحَقِّ وَنَطْمَعُ أَن يُدْخِلَنَا رَبُّنَا مَعَ ٱلْقَوْمِ ٱلصَّـٰلِحِينَ

    Wa-maa lanaa laa- nuʹminu billaahi wa-maa jaaaʹanaa minal ḥaq̣q̣i wa-naṭmaʻu ʹañy yudkhilanaa Rabbunaa maʻal q̣awmiṣ Ṣaaliḥeen.

    Dan mengapa kami tidak akan beriman kepada Allah dan kepada kebenaran yang datang kepada kami, padahal kami sangat ingin agar Tuhan kami memasukkan kami ke dalam golongan orang-orang yang saleh?"

  5. 5:85

    فَأَثَـٰبَهُمُ ٱللَّهُ بِمَا قَالُوا۟ جَنَّـٰتٍ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَـٰرُ خَـٰلِدِينَ فِيهَا ۚ وَذَٰلِكَ جَزَآءُ ٱلْمُحْسِنِينَ

    Faʹas̤aabahumul laahu bimaa q̣aaloo Jannaatiñ tajree miñ taḥtihal ʹanhaaru khaalideena feehaa. Waẓaalika jazaaaʹul Muḥsineen.

    Maka Allah memberi pahala kepada mereka atas perkataan yang telah mereka ucapkan, (yaitu) surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Dan itulah balasan (bagi) orang-orang yang berbuat kebaikan.

  6. 5:86

    وَٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ وَكَذَّبُوا۟ بِـَٔايَـٰتِنَآ أُو۟لَـٰٓئِكَ أَصْحَـٰبُ ٱلْجَحِيمِ

    Wallaẓeena kafaroo wa-kaẓẓaboo biʹayaatinaaa ʹulaaaʹika ʹAṣḥaabul Jaḥeem.

    Dan orang-orang yang kafir serta mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni neraka.

  7. 5:87

    يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تُحَرِّمُوا۟ طَيِّبَـٰتِ مَآ أَحَلَّ ٱللَّهُ لَكُمْ وَلَا تَعْتَدُوٓا۟ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ ٱلْمُعْتَدِينَ

    Yaaa-ʹayyuhal laẓeena ʹaamanoo laa- tuḥarrimoo ṭayyibaati maaa ʹaḥallal laahu lakum wa-laa taʻtadoo: ʹinnal laaha laa- yuḥibbul muʻtadeen.

    Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengharamkan apa yang baik yang telah dihalalkan Allah kepadamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.

  8. 5:88

    وَكُلُوا۟ مِمَّا رَزَقَكُمُ ٱللَّهُ حَلَـٰلًا طَيِّبًا ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ٱلَّذِىٓ أَنتُم بِهِۦ مُؤْمِنُونَ

    Wa-kuloo mimmaa razaq̣akumul laahu ḥalaalañ ṭayyibaa; wattaq̣ul laahal laẓeee ʹañtum̃ bihee Muʹminoon.

    Dan makanlah dari apa yang telah diberikan Allah kepadamu sebagai rezeki yang halal dan baik, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya.

  9. 5:89

    لَا يُؤَاخِذُكُمُ ٱللَّهُ بِٱللَّغْوِ فِىٓ أَيْمَـٰنِكُمْ وَلَـٰكِن يُؤَاخِذُكُم بِمَا عَقَّدتُّمُ ٱلْأَيْمَـٰنَ ۖ فَكَفَّـٰرَتُهُۥٓ إِطْعَامُ عَشَرَةِ مَسَـٰكِينَ مِنْ أَوْسَطِ مَا تُطْعِمُونَ أَهْلِيكُمْ أَوْ كِسْوَتُهُمْ أَوْ تَحْرِيرُ رَقَبَةٍ ۖ فَمَن لَّمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلَـٰثَةِ أَيَّامٍ ۚ ذَٰلِكَ كَفَّـٰرَةُ أَيْمَـٰنِكُمْ إِذَا حَلَفْتُمْ ۚ وَٱحْفَظُوٓا۟ أَيْمَـٰنَكُمْ ۚ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ لَكُمْ ءَايَـٰتِهِۦ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

    Laa- yuʹaakhiẓukumul laahu billag̣wi feee ʹaymaanikum wa-laakiñy yuʹaakhiẓukum̃ bimaa ʻaq̣q̣attumul ʹaymaan: fakaffaaratuhooo ʹiṭʻaamu ʻasharati masaakeena min ʹawsaṭi maa- tuṭʻimoona ʹahleekumʹ aw kiswatuhumʹ aw taḥreeru raq̣abah. Famal lam yajid fa-Ṣiyaamu s̤alaas̤ati ʹay-yaam. Ẓaalika kaffaaratu ʹaymaanikum ʹiẓaa ḥalaftum Waḥfaz̤̣ooo ʹaymaanakum. Kaẓaalika yubayyinul laahu lakum ʹAayaatihee laʻallakum tashkuroon.

    Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak disengaja (untuk bersumpah), tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja, maka kafaratnya (denda pelanggaran sumpah) ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi mereka pakaian atau memerdekakan seorang hamba sahaya. Barang siapa tidak mampu melakukannya, maka (kafaratnya) berpuasalah tiga hari. Itulah kafarat sumpah-sumpahmu apabila kamu bersumpah. Dan jagalah sumpahmu. Demikianlah Allah menerangkan hukum-hukum-Nya kepadamu agar kamu bersyukur (kepada-Nya).

  10. 5:90

    يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِنَّمَا ٱلْخَمْرُ وَٱلْمَيْسِرُ وَٱلْأَنصَابُ وَٱلْأَزْلَـٰمُ رِجْسٌ مِّنْ عَمَلِ ٱلشَّيْطَـٰنِ فَٱجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

    Yaaaʹayyuhal laẓeena ʻaamanoooʹ innamal khamru walmaysiru wal-ʹañṣaabu wal-ʹazlaamu rijsum min ʻamalish shayṭaani fajtaniboohu laʻal-lakum tufliḥoon.

    Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah, adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu beruntung.

  11. 5:91

    إِنَّمَا يُرِيدُ ٱلشَّيْطَـٰنُ أَن يُوقِعَ بَيْنَكُمُ ٱلْعَدَٰوَةَ وَٱلْبَغْضَآءَ فِى ٱلْخَمْرِ وَٱلْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَن ذِكْرِ ٱللَّهِ وَعَنِ ٱلصَّلَوٰةِ ۖ فَهَلْ أَنتُم مُّنتَهُونَ

    ʹInnamaa yureedush Shayṭaanu ʹañy yooq̣iʻa baynakumul ʻadaawata wal-bag̣ḍaaaʹa fil khamri wal-maysiri wa-yaṣuddakum ʻañ ẓikril laahi wa-ʻaniṣ Ṣalaah: fahal ʹañtum muñtahoon.

    Dengan minuman keras dan judi itu, setan hanyalah bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu, dan menghalang-halangi kamu dari mengingat Allah dan melaksanakan salat, maka tidakkah kamu mau berhenti?

  12. 5:92

    وَأَطِيعُوا۟ ٱللَّهَ وَأَطِيعُوا۟ ٱلرَّسُولَ وَٱحْذَرُوا۟ ۚ فَإِن تَوَلَّيْتُمْ فَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّمَا عَلَىٰ رَسُولِنَا ٱلْبَلَـٰغُ ٱلْمُبِينُ

    Wa-ʹaṭeeʻul laaha wa-ʹaṭeeʻur Rasoola waḥẓaroo: faʹiñ tawal-laytum faʻlamooo ʹannamaa ʻalaa Rasoolinal balaag̣ul mubeen.

    Dan taatlah kamu kepada Allah dan taatlah kamu kepada Rasul serta berhati-hatilah. Jika kamu berpaling, maka ketahuilah bahwa kewajiban Rasul Kami, hanyalah menyampaikan (amanat) dengan jelas.

  13. 5:93

    لَيْسَ عَلَى ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ جُنَاحٌ فِيمَا طَعِمُوٓا۟ إِذَا مَا ٱتَّقَوا۟ وَّءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ ثُمَّ ٱتَّقَوا۟ وَّءَامَنُوا۟ ثُمَّ ٱتَّقَوا۟ وَّأَحْسَنُوا۟ ۗ وَٱللَّهُ يُحِبُّ ٱلْمُحْسِنِينَ

    Laysa ʻalal laẓeena ʹaamanoo wa-ʻamilus ṣaaliḥaati junaaḥuñ feemaa ṭaʻimooo ʹiẓaa mat taq̣aw waʹaamanoo wa-ʻamiluṣ Ṣaaliḥaati s̤ummat taq̣aw waʹaamanoo s̤ummat taq̣aw waʹaḥsanoo. Wallaahu yuḥibbul muḥsineen.

    Tidak berdosa orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan terkait apa yang mereka makan (dahulu), apabila mereka bertakwa dan beriman, serta mengerjakan kebajikan, kemudian mereka tetap bertakwa dan beriman, selanjutnya mereka (tetap juga) bertakwa dan berbuat kebajikan. Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.

  14. 5:94

    يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَيَبْلُوَنَّكُمُ ٱللَّهُ بِشَىْءٍ مِّنَ ٱلصَّيْدِ تَنَالُهُۥٓ أَيْدِيكُمْ وَرِمَاحُكُمْ لِيَعْلَمَ ٱللَّهُ مَن يَخَافُهُۥ بِٱلْغَيْبِ ۚ فَمَنِ ٱعْتَدَىٰ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَلَهُۥ عَذَابٌ أَلِيمٌ

    Yaaa-ʹayyuhal laẓeena ʹaamanoo layabluwannakumul laahu bishayʹim minaṣ ṣaydi tanaaluhooo ʹaydeekum wa-rimaaḥukum liyaʻlamal laahu mañy yakhaafuhoo bilg̣ayb: famaniʻ tadaa baʻda ẓaalika falahoo ʻaẓaabun ʹaleem.

    Wahai orang-orang yang beriman! Allah pasti akan menguji kamu dengan hewan buruan yang dengan mudah kamu peroleh dengan tangan dan tombakmu agar Allah mengetahui siapa yang takut kepada-Nya, meskipun dia tidak melihat-Nya. Barang siapa melampaui batas setelah itu, maka dia akan mendapat azab yang pedih.

  15. 5:95

    يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَقْتُلُوا۟ ٱلصَّيْدَ وَأَنتُمْ حُرُمٌ ۚ وَمَن قَتَلَهُۥ مِنكُم مُّتَعَمِّدًا فَجَزَآءٌ مِّثْلُ مَا قَتَلَ مِنَ ٱلنَّعَمِ يَحْكُمُ بِهِۦ ذَوَا عَدْلٍ مِّنكُمْ هَدْيًۢا بَـٰلِغَ ٱلْكَعْبَةِ أَوْ كَفَّـٰرَةٌ طَعَامُ مَسَـٰكِينَ أَوْ عَدْلُ ذَٰلِكَ صِيَامًا لِّيَذُوقَ وَبَالَ أَمْرِهِۦ ۗ عَفَا ٱللَّهُ عَمَّا سَلَفَ ۚ وَمَنْ عَادَ فَيَنتَقِمُ ٱللَّهُ مِنْهُ ۗ وَٱللَّهُ عَزِيزٌ ذُو ٱنتِقَامٍ

    Yaaa-ʹayyuhal laẓeena ʹaamanoo laa- taq̣tuluṣ ṣayda wa-ʹañtum ḥurum. Wa-mañ q̣atalahoo miñkum mutaʻammidañ fajazaaaʹum mis̤lu maa- q̣atala minan naʻami yaḥkumu bihee ẓawaa ʻadlim miñkum hadyam baalig̣al kaʻbati ʹaw kaffaaratuñ ṭaʻaamu masaakeena ʹaw ʻadlu ẓaalika ṣiyaamal liyaẓooq̣a wabaala ʹamrih. ʻAfal laahu ʻammaa salaf: wa-man ʻaada fayañtaq̣imul laahu minh. Wallaahu ʻAzeezuñ Ẓun tiq̣aam.

    Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu membunuh hewan buruan, ketika kamu sedang ihram (haji atau umrah). Barang siapa di antara kamu membunuhnya dengan sengaja, maka dendanya ialah mengganti dengan hewan ternak yang sepadan dengan buruan yang dibunuhnya, menurut putusan dua orang yang adil di antara kamu sebagai hadyu yang dibawa ke Ka'bah, atau kafarat (membayar tebusan dengan) memberi makan kepada orang-orang miskin, atau berpuasa, seimbang dengan makanan yang dikeluarkan itu, agar dia merasakan akibat buruk dari perbuatannya. Allah telah memaafkan apa yang telah lalu. Dan barang siapa kembali mengerjakannya, niscaya Allah akan menyiksanya. Dan Allah Mahaperkasa, memiliki (kekuasaan untuk) menyiksa.

  16. 5:96

    أُحِلَّ لَكُمْ صَيْدُ ٱلْبَحْرِ وَطَعَامُهُۥ مَتَـٰعًا لَّكُمْ وَلِلسَّيَّارَةِ ۖ وَحُرِّمَ عَلَيْكُمْ صَيْدُ ٱلْبَرِّ مَا دُمْتُمْ حُرُمًا ۗ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ٱلَّذِىٓ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ

    ʹUḥilla lakum ṣaydul baḥri waṭaʻaamuhoo mataaʻal lakum wa-lis-sayyaarah; waḥurrima ʻalaykum ṣaydul barri maa- dumtum ḥurumaa. Wattaq̣ul lahal laẓeee ʹilayhi tuḥ-sharoon.

    Dihalalkan bagimu hewan buruan laut dan makanan (yang berasal) dari laut sebagai makanan yang lezat bagimu, dan bagi orang-orang yang dalam perjalanan; dan diharamkan atasmu (menangkap) hewan darat, selama kamu sedang ihram. Dan bertakwalah kepada Allah yang kepada-Nya kamu akan dikumpulkan (kembali).

  17. 5:97

    ۞ جَعَلَ ٱللَّهُ ٱلْكَعْبَةَ ٱلْبَيْتَ ٱلْحَرَامَ قِيَـٰمًا لِّلنَّاسِ وَٱلشَّهْرَ ٱلْحَرَامَ وَٱلْهَدْىَ وَٱلْقَلَـٰٓئِدَ ۚ ذَٰلِكَ لِتَعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ يَعْلَمُ مَا فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ وَأَنَّ ٱللَّهَ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌ

    Jaʻalal laahul Kaʻbatal Baytal Ḥaraama q̣iyaamal linnaasi wash-Shahral Ḥaraama wal-hadya wal-q̣alaaaʹid. Ẓaalika litaʻlamooo ʹannal laaha yaʻlamu maa- fis samaawaati wa-maa fil ʹarḍi wa-ʹannal laaha bikulli shayʹin ʻAleem.

    Allah telah menjadikan Ka'bah, rumah suci tempat manusia berkumpul. Demikian pula bulan haram, hadyu dan qalā`id. Yang demikian itu agar kamu mengetahui, bahwa Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi dan bahwa Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

  18. 5:98

    ٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلْعِقَابِ وَأَنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

    ʹIʻlamooo ʹannal laaha Shadeedul ʻiq̣aabi wa-ʹannal laaha G̣afoorur Raḥeem.

    Ketahuilah, bahwa Allah sangat keras siksaan-Nya dan bahwa Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

  19. 5:99

    مَّا عَلَى ٱلرَّسُولِ إِلَّا ٱلْبَلَـٰغُ ۗ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ مَا تُبْدُونَ وَمَا تَكْتُمُونَ

    Maa- ʻalar rasooli ʹillal balaag̣. Wallaahu yaʻlamu maa- tubdoona wa-maa taktumoon.

    Kewajiban Rasul tidak lain hanyalah menyampaikan (amanat Allah), dan Allah mengetahui apa yang kamu tampakkan dan apa yang kamu sembunyikan.

  20. 5:100

    قُل لَّا يَسْتَوِى ٱلْخَبِيثُ وَٱلطَّيِّبُ وَلَوْ أَعْجَبَكَ كَثْرَةُ ٱلْخَبِيثِ ۚ فَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ يَـٰٓأُو۟لِى ٱلْأَلْبَـٰبِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

    Q̣ul laa yastawil khabees̤u waṭṭayyibu wa-law ʹaʻjabaka kas̤ratul khabees̤; fattaq̣ul laaha yaaaʹulil ʹalbaabi laʻallakum tufliḥoon.

    Katakanlah (Muhammad), "Tidaklah sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya keburukan itu menarik hatimu, maka bertakwalah kepada Allah wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat, agar kamu beruntung."

  21. 5:101

    يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَسْـَٔلُوا۟ عَنْ أَشْيَآءَ إِن تُبْدَ لَكُمْ تَسُؤْكُمْ وَإِن تَسْـَٔلُوا۟ عَنْهَا حِينَ يُنَزَّلُ ٱلْقُرْءَانُ تُبْدَ لَكُمْ عَفَا ٱللَّهُ عَنْهَا ۗ وَٱللَّهُ غَفُورٌ حَلِيمٌ

    Yaaaʹayyuhal laẓeena ʹaamanoo laa- tasʹaloo ʻan ʹashyaaaʹa iñ tubda lakum tasuʹkum. Wa-ʹiñ tasʹaloo ʻanhaa ḥeena yunazzalul Q̣urʹaanu tubda lakum. ʻAfal laahu ʻanhaa; wallaahu G̣afoorun Ḥaleem.

    Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menanyakan (kepada Nabimu) hal-hal yang jika diterangkan kepadamu (justru) menyusahkan kamu. Jika kamu menanyakannya ketika Al-Qur`an sedang diturunkan, (niscaya) akan diterangkan kepadamu. Allah telah memaafkan (kamu) tentang hal itu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyantun.

  22. 5:102

    قَدْ سَأَلَهَا قَوْمٌ مِّن قَبْلِكُمْ ثُمَّ أَصْبَحُوا۟ بِهَا كَـٰفِرِينَ

    Q̣ad saʹalahaa q̣awmum miñ q̣ablikum s̤umma ʹaṣbaḥoo bihaa kaafireen.

    Sesungguhnya sebelum kamu telah ada segolongan manusia yang menanyakan hal-hal serupa itu (kepada nabi mereka), kemudian mereka menjadi kafir.

  23. 5:103

    مَا جَعَلَ ٱللَّهُ مِنۢ بَحِيرَةٍ وَلَا سَآئِبَةٍ وَلَا وَصِيلَةٍ وَلَا حَامٍ ۙ وَلَـٰكِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ يَفْتَرُونَ عَلَى ٱللَّهِ ٱلْكَذِبَ ۖ وَأَكْثَرُهُمْ لَا يَعْقِلُونَ

    Maa- jaʻalal laahu mim baḥeeratiñw walaa saaaʹibatiñw walaa waṣeelatiñw walaa ḥaamiñw walaakinnal laẓeena kafaroo yaftaroona ʻalal laahil kaẓib; waʹaks̤aruhum laa- yaʻq̣iloon.

    Allah tidak pernah mensyariatkan adanya Baḥīrah, Sā`ibah, Waṣīlah dan Ḥām. Tetapi orang-orang kafir membuat-buat kedustaan terhadap Allah, dan kebanyakan mereka tidak mengerti.

  24. 5:104

    وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْا۟ إِلَىٰ مَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ وَإِلَى ٱلرَّسُولِ قَالُوا۟ حَسْبُنَا مَا وَجَدْنَا عَلَيْهِ ءَابَآءَنَآ ۚ أَوَلَوْ كَانَ ءَابَآؤُهُمْ لَا يَعْلَمُونَ شَيْـًٔا وَلَا يَهْتَدُونَ

    Wa-ʹiẓaa q̣eela lahum taʻaalaw ʹilaa maaa ʹañzalal laahu wa-ʹilar Rasooli q̣aaloo ḥasbunaa maa- wajadnaa ʻalayhi ʹaabaaaʹanaa. ʹA-walaw kaana ʹaabaaaʹuhum laa- yaʻlamoona shayʹañw walaa vahtadoon?

    Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Marilah (mengikuti) apa yang diturunkan Allah dan (mengikuti) Rasul." Mereka menjawab, "Cukuplah bagi kami apa yang kami dapati nenek moyang kami (mengerjakannya)." Apakah (mereka akan mengikuti) juga nenek moyang mereka walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak (pula) mendapat petunjuk?

  25. 5:105

    يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ عَلَيْكُمْ أَنفُسَكُمْ ۖ لَا يَضُرُّكُم مَّن ضَلَّ إِذَا ٱهْتَدَيْتُمْ ۚ إِلَى ٱللَّهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

    Yaaaʹayyuhal laẓeena ʹaamanoo ʻalaykum ʹañfusakum: laa- yaḍurrukum mañ ḍalla ʹiẓah tadaytum. ʹIlal laahi marjiʻukum jameeʻañ fayunabbiʹukum̃ bimaa kuñtum taʻmaloon.

    Wahai orang-orang yang beriman! Jagalah dirimu; (karena) orang yang sesat itu tidak akan membahayakanmu apabila kamu telah mendapat petunjuk. Hanya kepada Allah kamu semua akan kembali, kemudian Dia akan menerangkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.

  26. 5:106

    يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ شَهَـٰدَةُ بَيْنِكُمْ إِذَا حَضَرَ أَحَدَكُمُ ٱلْمَوْتُ حِينَ ٱلْوَصِيَّةِ ٱثْنَانِ ذَوَا عَدْلٍ مِّنكُمْ أَوْ ءَاخَرَانِ مِنْ غَيْرِكُمْ إِنْ أَنتُمْ ضَرَبْتُمْ فِى ٱلْأَرْضِ فَأَصَـٰبَتْكُم مُّصِيبَةُ ٱلْمَوْتِ ۚ تَحْبِسُونَهُمَا مِنۢ بَعْدِ ٱلصَّلَوٰةِ فَيُقْسِمَانِ بِٱللَّهِ إِنِ ٱرْتَبْتُمْ لَا نَشْتَرِى بِهِۦ ثَمَنًا وَلَوْ كَانَ ذَا قُرْبَىٰ ۙ وَلَا نَكْتُمُ شَهَـٰدَةَ ٱللَّهِ إِنَّآ إِذًا لَّمِنَ ٱلْـَٔاثِمِينَ

    Yaaaʹayyuhal laẓeena ʹaamanoo shahaadatu baynikum ʹiẓaa ḥaḍara ʹaḥadakumul mawtu ḥeenal waṣiyyatis̤ naani ẓawaa ʻadlim miñkum ʹaw ʹaakharaani min g̣ayrikum ʹin ʹañtum ḍarabtum fil ʹarḍi faʹaṣaabatkum muṣeebatul mawt. Taḥbisoonahumaa mim baʻdiṣ Ṣalaati fayuq̣simaani billaahi ʹinir tabtum laa- nashtaree bihee s̤amanañw wa law kaana ẓaa q̣urbaa wa-laa naktumu shahaadatal laahi ʹinnaaa ʹiẓal laminal ʹaas̤imeen.

    Wahai orang-orang yang beriman! Apabila salah seorang (di antara) kamu menghadapi kematian, sedang dia akan berwasiat, maka hendaklah (wasiat itu) disaksikan oleh dua orang yang adil di antara kamu, atau dua orang yang berlainan (agama) dengan kamu. Jika kamu dalam perjalanan di bumi lalu kamu ditimpa bahaya kematian, hendaklah kamu tahan kedua saksi itu setelah salat, agar keduanya bersumpah dengan nama Allah jika kamu ragu-ragu, "Demi Allah kami tidak akan mengambil keuntungan dengan sumpah ini, walaupun dia karib kerabat, dan kami tidak menyembunyikan kesaksian Allah; sesungguhnya jika demikian tentu kami termasuk orang-orang yang berdosa."

  27. 5:107

    فَإِنْ عُثِرَ عَلَىٰٓ أَنَّهُمَا ٱسْتَحَقَّآ إِثْمًا فَـَٔاخَرَانِ يَقُومَانِ مَقَامَهُمَا مِنَ ٱلَّذِينَ ٱسْتَحَقَّ عَلَيْهِمُ ٱلْأَوْلَيَـٰنِ فَيُقْسِمَانِ بِٱللَّهِ لَشَهَـٰدَتُنَآ أَحَقُّ مِن شَهَـٰدَتِهِمَا وَمَا ٱعْتَدَيْنَآ إِنَّآ إِذًا لَّمِنَ ٱلظَّـٰلِمِينَ

    Faʹin ʻus̤ira ʻalaaa ʹannahumas taḥaq̣q̣aaa ʹis̤mañ faʹaakharaani yaq̣oomaani maq̣aamahumaa minal laẓeenas taḥaq̣q̣a ʻalayhimul ʹawlayaani fayuq̣simaani billaahi lashahaadatunaaa ʹaḥaq̣q̣u miñ shahaadatihimaa wa-maʻ tadaynaaa ʹinnaaa ʹiẓal laminaz̤̣ z̤̣aalimeen.

    Jika terbukti kedua saksi itu berbuat dosa, maka dua orang yang lain menggantikan kedudukannya, yaitu di antara ahli waris yang berhak dan lebih dekat kepada orang yang mati, lalu keduanya bersumpah dengan nama Allah, "Sungguh, kesaksian kami lebih layak diterima daripada kesaksian kedua saksi itu, dan kami tidak melanggar batas. Sesungguhnya jika kami berbuat demikian tentu kami termasuk orang-orang zalim."

  28. 5:108

    ذَٰلِكَ أَدْنَىٰٓ أَن يَأْتُوا۟ بِٱلشَّهَـٰدَةِ عَلَىٰ وَجْهِهَآ أَوْ يَخَافُوٓا۟ أَن تُرَدَّ أَيْمَـٰنٌۢ بَعْدَ أَيْمَـٰنِهِمْ ۗ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَٱسْمَعُوا۟ ۗ وَٱللَّهُ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلْفَـٰسِقِينَ

    Ẓaalika ʹadnaaa ʹañy yaʹtoo bishshahaadati ʻalaa wajhihaaa ʹaw yakhaafooo ʹañ turadda ʹaymaanum baʻda ʹaymaanihim. Wattaq̣ul laaha wasmaʻoo: wallaahu laa- yahdil q̣awmal faasiq̣een.

    Dengan cara itu mereka lebih patut memberikan kesaksiannya menurut yang sebenarnya, dan mereka merasa takut akan dikembalikan sumpahnya (kepada ahli waris) setelah mereka bersumpah. Bertakwalah kepada Allah dan dengarkanlah (perintah-Nya). Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.

  29. 5:109

    ۞ يَوْمَ يَجْمَعُ ٱللَّهُ ٱلرُّسُلَ فَيَقُولُ مَاذَآ أُجِبْتُمْ ۖ قَالُوا۟ لَا عِلْمَ لَنَآ ۖ إِنَّكَ أَنتَ عَلَّـٰمُ ٱلْغُيُوبِ

    Yawma yajmaʻul laahur rusula fayaq̣oolu maa-ẓaaa ʹujibtum? Q̣aaloo laa- ʻilma lanaa: innaka ʹAñta ʻAllaamul g̣uyoob.

    (Ingatlah), pada hari ketika Allah mengumpulkan para rasul, lalu Dia bertanya (kepada mereka), "Apa jawaban (kaummu) terhadap (seruan)mu?" Mereka (para rasul) menjawab, "Kami tidak tahu (tentang itu). Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui segala yang gaib."

  30. 5:110

    إِذْ قَالَ ٱللَّهُ يَـٰعِيسَى ٱبْنَ مَرْيَمَ ٱذْكُرْ نِعْمَتِى عَلَيْكَ وَعَلَىٰ وَٰلِدَتِكَ إِذْ أَيَّدتُّكَ بِرُوحِ ٱلْقُدُسِ تُكَلِّمُ ٱلنَّاسَ فِى ٱلْمَهْدِ وَكَهْلًا ۖ وَإِذْ عَلَّمْتُكَ ٱلْكِتَـٰبَ وَٱلْحِكْمَةَ وَٱلتَّوْرَىٰةَ وَٱلْإِنجِيلَ ۖ وَإِذْ تَخْلُقُ مِنَ ٱلطِّينِ كَهَيْـَٔةِ ٱلطَّيْرِ بِإِذْنِى فَتَنفُخُ فِيهَا فَتَكُونُ طَيْرًۢا بِإِذْنِى ۖ وَتُبْرِئُ ٱلْأَكْمَهَ وَٱلْأَبْرَصَ بِإِذْنِى ۖ وَإِذْ تُخْرِجُ ٱلْمَوْتَىٰ بِإِذْنِى ۖ وَإِذْ كَفَفْتُ بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ عَنكَ إِذْ جِئْتَهُم بِٱلْبَيِّنَـٰتِ فَقَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ مِنْهُمْ إِنْ هَـٰذَآ إِلَّا سِحْرٌ مُّبِينٌ

    ʹIẓ q̣aalal laahu yaa-ʻEesab na Maryamaẓ kur niʻmatee ʻalayka wa-ʻalaa waalidatik. ʹIẓ ʹayyattuka birooḥil q̣udus. Tukallimun naasa fil mahdi wa-kahlaa. Wa-ʹiẓ ʻallamtukal Kitaaba wal-Ḥikmata wat-Tawraata wal-ʹIñjeel. Wa-ʹiẓ takhluq̣u minaṭ ṭeeni kahayʹatiṭ ṭayri biʹiẓnee fatañfukhu feehaa fatakoonu ṭayram biʹiẓnee wa-tubriʹul ʹakmaha wal-ʹabraṣa biʹiẓnee. Wa-ʹiẓ tukhrijul mawtaa biʹiẓnee. Wa-ʹiz kafaftu Baneee ʹIsraaaʹeela ʻañka ʹiẓ jiʹtahum̃ bil-bayyinaati faq̣aalal laẓeena kafaroo minhum ʹin haaẓaaa ʹillaa siḥrum mubeen.

    Dan Ingatlah, ketika Allah berfirman, "Wahai Isa putra Maryam! Ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu sewaktu Aku menguatkanmu dengan Rohulkudus. Engkau dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan setelah dewasa. Dan ingatlah ketika Aku mengajarkan menulis kepadamu, (juga) Hikmah, Taurat dan Injil. Dan ingatlah ketika engkau membentuk dari tanah berupa burung dengan seizin-Ku, kemudian engkau meniupnya, lalu menjadi seekor burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku. Dan ingatlah, ketika engkau menyembuhkan orang yang buta sejak lahir dan orang yang berpenyakit kusta dengan seizin-Ku. Dan ingatlah ketika engkau mengeluarkan orang mati (dari kubur menjadi hidup) dengan seizin-Ku. Dan ingatlah ketika Aku menghalangi Bani Israil (dari keinginan mereka membunuhmu) dikala engkau mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir di antara mereka berkata, "Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata."

  31. 5:111

    وَإِذْ أَوْحَيْتُ إِلَى ٱلْحَوَارِيِّـۧنَ أَنْ ءَامِنُوا۟ بِى وَبِرَسُولِى قَالُوٓا۟ ءَامَنَّا وَٱشْهَدْ بِأَنَّنَا مُسْلِمُونَ

    Wa-ʹiẓ ʹawḥaytu ʹilal Ḥawaariyyeena ʹan ʹaaminoo bee wa-bi-Rasoolee: q̣aalooo ʹaamannaa washhad biʹannanaa Muslimoon.

    Dan (ingatlah), ketika Aku ilhamkan kepada pengikut-pengikut Isa yang setia, "Berimanlah kamu kepada-Ku dan kepada Rasul-Ku." Mereka menjawab, "Kami telah beriman dan saksikanlah (wahai Rasul) bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (muslim)."

  32. 5:112

    إِذْ قَالَ ٱلْحَوَارِيُّونَ يَـٰعِيسَى ٱبْنَ مَرْيَمَ هَلْ يَسْتَطِيعُ رَبُّكَ أَن يُنَزِّلَ عَلَيْنَا مَآئِدَةً مِّنَ ٱلسَّمَآءِ ۖ قَالَ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ

    ʹIẓ q̣aalal Ḥawaariyyoona yaa-ʻEesab na Maryama hal yastaṭeeʻu Rabbuka ʹañy yunazzila ʻalaynaa maaaʹidatam minas samaaaʹ? Q̣aalat taq̣ul laaha ʹiñ kuñtum Muʹmineen.

    (Ingatlah), ketika pengikut-pengikut Isa yang setia berkata, "Wahai Isa putra Maryam! Bersediakah Tuhanmu menurunkan hidangan dari langit kepada kami?" Isa menjawab, "Bertakwalah kepada Allah jika kamu orang-orang beriman."

  33. 5:113

    قَالُوا۟ نُرِيدُ أَن نَّأْكُلَ مِنْهَا وَتَطْمَئِنَّ قُلُوبُنَا وَنَعْلَمَ أَن قَدْ صَدَقْتَنَا وَنَكُونَ عَلَيْهَا مِنَ ٱلشَّـٰهِدِينَ

    Q̣aaloo nureedu ʹan naʹkula minhaa wa-taṭmaʹinna q̣uloobunaa wa-naʻlama ʹañ q̣ad ṣadaq̣tanaa wa-nakoona ʻalayhaa minash shaahideen.

    Mereka berkata, "Kami ingin memakan hidangan itu agar hati kami jadi tenteram dan kami yakin bahwa engkau telah berkata benar kepada kami, dan kami menjadi orang-orang yang menyaksikan (hidangan itu)."

  34. 5:114

    قَالَ عِيسَى ٱبْنُ مَرْيَمَ ٱللَّهُمَّ رَبَّنَآ أَنزِلْ عَلَيْنَا مَآئِدَةً مِّنَ ٱلسَّمَآءِ تَكُونُ لَنَا عِيدًا لِّأَوَّلِنَا وَءَاخِرِنَا وَءَايَةً مِّنكَ ۖ وَٱرْزُقْنَا وَأَنتَ خَيْرُ ٱلرَّٰزِقِينَ

    Q̣aala ʻEesab nu Maryamal laahumma Rabbanaa ʹañzil ʻalaynaa MaaaʹIdatam minas Samaaʹi takoonu lanaa ʻeedal liʹawwalinaa wa-ʹaakhirinaa wa-ʹAayatam miñka warzuq̣naa wa-ʹAñta Khayrur raaziq̣een.

    Isa putra Maryam berdoa, "Ya Tuhan kami, turunkanlah kepada kami hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami, yaitu bagi orang-orang yang sekarang bersama kami maupun yang datang setelah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau; berilah kami rezeki, dan Engkaulah sebaik-baik pemberi rezeki."

  35. 5:115

    قَالَ ٱللَّهُ إِنِّى مُنَزِّلُهَا عَلَيْكُمْ ۖ فَمَن يَكْفُرْ بَعْدُ مِنكُمْ فَإِنِّىٓ أُعَذِّبُهُۥ عَذَابًا لَّآ أُعَذِّبُهُۥٓ أَحَدًا مِّنَ ٱلْعَـٰلَمِينَ

    Q̣aalal laahu ʹinnee munazziluha ʻalaykum. Famañy yakfur baʻdu miñkum faʹinneee ʹuʻaẓẓibuhoo ʻaẓaabal laaa ʹuʻaẓẓibuhooo ʹaḥadam minal ʻaalameen.

    Allah berfirman, "Sungguh, Aku akan menurunkan hidangan itu kepadamu, tetapi barang siapa kafir di antaramu setelah (turun hidangan) itu, maka sungguh, Aku akan mengazabnya dengan azab yang tidak pernah Aku timpakan kepada seorang pun di antara umat manusia (seluruh alam)."

  36. 5:116

    وَإِذْ قَالَ ٱللَّهُ يَـٰعِيسَى ٱبْنَ مَرْيَمَ ءَأَنتَ قُلْتَ لِلنَّاسِ ٱتَّخِذُونِى وَأُمِّىَ إِلَـٰهَيْنِ مِن دُونِ ٱللَّهِ ۖ قَالَ سُبْحَـٰنَكَ مَا يَكُونُ لِىٓ أَنْ أَقُولَ مَا لَيْسَ لِى بِحَقٍّ ۚ إِن كُنتُ قُلْتُهُۥ فَقَدْ عَلِمْتَهُۥ ۚ تَعْلَمُ مَا فِى نَفْسِى وَلَآ أَعْلَمُ مَا فِى نَفْسِكَ ۚ إِنَّكَ أَنتَ عَلَّـٰمُ ٱلْغُيُوبِ

    Wa-ʹiẓ q̣aalal laahu yaa-ʻEesab na Maryama ʹaʹañta q̣ulta linnaasit takhiẓoonee wa-ʹummiya ʹilaahayni miñ doonil laah? Q̣aala Subḥaanaka maa yakoonu leee ʹan ʹaq̣oola maa- laysa lee biḥaq̣q̣. ʹIñ kuñtu q̣ultuhoo faq̣ad ʻalimtah. Taʻlamu maa- fee nafsee wa-laaa ʹaʻlamu maa- fee nafsik. ʹInnaka ʹAñta ʻAllaamul g̣uyoob.

    Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman, "Wahai Isa putra Maryam! Engkaukah yang mengatakan kepada orang-orang, Jadikanlah aku dan ibuku sebagai dua Tuhan selain Allah?" (Isa) menjawab, "Maha Suci Engkau, tidak patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku. Jika aku pernah mengatakannya tentulah Engkau telah mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada-Mu. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mengetahui segala yang gaib."

  37. 5:117

    مَا قُلْتُ لَهُمْ إِلَّا مَآ أَمَرْتَنِى بِهِۦٓ أَنِ ٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ رَبِّى وَرَبَّكُمْ ۚ وَكُنتُ عَلَيْهِمْ شَهِيدًا مَّا دُمْتُ فِيهِمْ ۖ فَلَمَّا تَوَفَّيْتَنِى كُنتَ أَنتَ ٱلرَّقِيبَ عَلَيْهِمْ ۚ وَأَنتَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ شَهِيدٌ

    Maa- q̣ultu lahum ʹillaa maaa ʹamartanee biheee ʹaniʻ budul laaha rabbee wa-Rabbakum; wa-kuntu ʻalayhim shaheedam maa dumtu feehim. Falammaa tawaffaytanee kuñta ʹAntar Raq̣eeba ʻalayhim: wa-ʹAñta ʻalaa kulli shayʹiñ Shaheed.

    Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (yaitu), "Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu," dan aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di tengah-tengah mereka. Maka setelah Engkau mewafatkan aku, Engkaulah yang mengawasi mereka. Dan Engkaulah Yang Maha Menyaksikan atas segala sesuatu.

  38. 5:118

    إِن تُعَذِّبْهُمْ فَإِنَّهُمْ عِبَادُكَ ۖ وَإِن تَغْفِرْ لَهُمْ فَإِنَّكَ أَنتَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ

    ʹIñ tuʻaẓẓibhum faʹinnahum ʻibaaduk; wa-ʹiñ tag̣fir lahum faʹinnaka ʹAñtal ʻAzeezul Ḥakeem.

    Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba-Mu, dan jika Engkau mengampuni mereka, sesungguhnya Engkaulah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana."

  39. 5:119

    قَالَ ٱللَّهُ هَـٰذَا يَوْمُ يَنفَعُ ٱلصَّـٰدِقِينَ صِدْقُهُمْ ۚ لَهُمْ جَنَّـٰتٌ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَـٰرُ خَـٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدًا ۚ رَّضِىَ ٱللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا۟ عَنْهُ ۚ ذَٰلِكَ ٱلْفَوْزُ ٱلْعَظِيمُ

    Q̣aalal laahu haaẓaa yawmu yañfaʻuṣ Ṣaadiq̣eena Ṣidq̣uhum; lahum jannaatuñ tajree miñ taḥ-tihal ʹanhaaru khaalideena feehaaa ʹabadaa: Raḍiyal laahu ʻanhum wa-raḍoo ʻanh: Ẓaalikal Fawzul ʻaz̤̣eem.

    Allah berfirman, "Inilah saat orang yang benar memperoleh manfaat dari kebenarannya. Mereka memperoleh surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada-Nya. Itulah kemenangan yang agung."

  40. 5:120

    لِلَّهِ مُلْكُ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَمَا فِيهِنَّ ۚ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌۢ

    Lillaahi mulkus samaawaati wal-ʹarḍi wa-maa feehinn: wa-Huwa ʻalaa kulli shayʹiñ Q̣adeer.

    Milik Allah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada di dalamnya; dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.

  41. Surah Al-An'amBegins here at 6:1

  42. 6:1

    ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ وَجَعَلَ ٱلظُّلُمَـٰتِ وَٱلنُّورَ ۖ ثُمَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ بِرَبِّهِمْ يَعْدِلُونَ

    ʹAl-Ḥamdu lillaahil laẓee khalaq̣as Samaawaati wal-ʹarḍa wa-jaʻalaz̤̣ z̤̣u-lu-maa-ti wan-Noor. S̤ummal laẓeena kafaroo bi-Rabbihim yaʻdiloon.

    Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan langit dan bumi, dan menjadikan gelap dan terang, namun demikian orang-orang kafir masih mempersekutukan Tuhan mereka dengan sesuatu.

  43. 6:2

    هُوَ ٱلَّذِى خَلَقَكُم مِّن طِينٍ ثُمَّ قَضَىٰٓ أَجَلًا ۖ وَأَجَلٌ مُّسَمًّى عِندَهُۥ ۖ ثُمَّ أَنتُمْ تَمْتَرُونَ

    Huwal laẓee khalaq̣akum miñ ṭeeniñ s̤umma q̣aḍaaa ʹajalaa. Wa-ʹajalum Musamman ʻiñdahoo s̤umma ʹañtum tamtaroon!

    Dialah yang menciptakan kamu dari tanah, kemudian Dia menetapkan ajal (kematianmu), dan batas waktu tertentu yang hanya diketahui oleh-Nya. Namun demikian kamu masih meragukannya.

  44. 6:3

    وَهُوَ ٱللَّهُ فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَفِى ٱلْأَرْضِ ۖ يَعْلَمُ سِرَّكُمْ وَجَهْرَكُمْ وَيَعْلَمُ مَا تَكْسِبُونَ

    Wa-Huwal laahu fis samaawaati wa-fil ʹarḍ? Yaʻlamu sirrakum wa-jahrakum wayaʻlamu maa- taksiboon.

    Dan Dialah Allah (yang disembah), di langit maupun di bumi; Dia mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu nyatakan dan mengetahui (pula) apa yang kamu kerjakan.

  45. 6:4

    وَمَا تَأْتِيهِم مِّنْ ءَايَةٍ مِّنْ ءَايَـٰتِ رَبِّهِمْ إِلَّا كَانُوا۟ عَنْهَا مُعْرِضِينَ

    Wa-maa taʹteehim min ʹAayaati Min ʹAayatim Rabbihim ʹillaa kaanoo ʻanhaa muʻriḍeen.

    Dan setiap ayat dari ayat-ayat Tuhan yang sampai kepada mereka (orang kafir), semuanya selalu diingkarinya.

  46. 6:5

    فَقَدْ كَذَّبُوا۟ بِٱلْحَقِّ لَمَّا جَآءَهُمْ ۖ فَسَوْفَ يَأْتِيهِمْ أَنۢبَـٰٓؤُا۟ مَا كَانُوا۟ بِهِۦ يَسْتَهْزِءُونَ

    Faq̣ad kaẓẓaboo bil-Ḥaq̣q̣i lammaa jaaaʹahum: fasawfa yaʹteehim ʹambaaaʹu maa- kaanoo bihee yas-tahziʹoon.

    Sungguh, mereka telah mendustakan kebenaran (Al-Qur`an) ketika sampai kepada mereka, maka kelak akan sampai kepada mereka (kenyataan dari) berita-berita yang selalu mereka perolok-olokkan.

  47. 6:6

    أَلَمْ يَرَوْا۟ كَمْ أَهْلَكْنَا مِن قَبْلِهِم مِّن قَرْنٍ مَّكَّنَّـٰهُمْ فِى ٱلْأَرْضِ مَا لَمْ نُمَكِّن لَّكُمْ وَأَرْسَلْنَا ٱلسَّمَآءَ عَلَيْهِم مِّدْرَارًا وَجَعَلْنَا ٱلْأَنْهَـٰرَ تَجْرِى مِن تَحْتِهِمْ فَأَهْلَكْنَـٰهُم بِذُنُوبِهِمْ وَأَنشَأْنَا مِنۢ بَعْدِهِمْ قَرْنًا ءَاخَرِينَ

    ʹAlam yaraw kam ʹahlaknaa miñ q̣ablihim miñ q̣arnim makkannaahum fil ʹarḍi maa- lam numakkil lakum wa-ʹarsalnas samaaaʹa ʻalayhim midraaraa, wa-jaʻalnal ʹanhaara tajree miñ taḥ-tihim faʹahlaknaahum biẓunoobihim wa-ʹañshaʹnaa mim baʻdihim q̣arnan ʹaakhareen.

    Tidakkah mereka memperhatikan berapa banyak generasi sebelum mereka yang telah Kami binasakan, padahal (generasi itu) telah Kami teguhkan kedudukannya di bumi, yaitu keteguhan yang belum pernah Kami berikan kepadamu. Kami curahkan hujan yang lebat untuk mereka dan Kami jadikan sungai-sungai mengalir di bawah mereka, kemudian Kami binasakan mereka karena dosa-dosa mereka sendiri, dan Kami ciptakan generasi yang lain setelah generasi mereka.

  48. 6:7

    وَلَوْ نَزَّلْنَا عَلَيْكَ كِتَـٰبًا فِى قِرْطَاسٍ فَلَمَسُوهُ بِأَيْدِيهِمْ لَقَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓا۟ إِنْ هَـٰذَآ إِلَّا سِحْرٌ مُّبِينٌ

    Wa-law nazzalnaa ʻalayka Kitaabañ fee q̣irṭaasiñ falamasoohu biʹaydeehim laq̣aalal laẓeena kafarooo ʹin haaẓaaa ʹillaa siḥrum mubeen.

    Dan sekiranya Kami turunkan kepadamu (Muhammad) tulisan di atas kertas, lalu mereka dapat memegangnya dengan tangan mereka sendiri, niscaya orang-orang kafir itu akan berkata, "Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata."

  49. 6:8

    وَقَالُوا۟ لَوْلَآ أُنزِلَ عَلَيْهِ مَلَكٌ ۖ وَلَوْ أَنزَلْنَا مَلَكًا لَّقُضِىَ ٱلْأَمْرُ ثُمَّ لَا يُنظَرُونَ

    Wa-q̣aaloo Laaa-law ʹuñzila ʻalayhi malak? Wa-law ʹañzalnaa malakal laq̣uḍiyal ʹamru s̤umma laa- yuñz̤̣aroon.

    Dan mereka berkata, "Mengapa tidak diturunkan malaikat kepadanya (Muhammad)?" Jika Kami turunkan malaikat (kepadanya), tentu selesailah urusan itu, tetapi mereka tidak diberi penangguhan (sedikit pun).

  50. 6:9

    وَلَوْ جَعَلْنَـٰهُ مَلَكًا لَّجَعَلْنَـٰهُ رَجُلًا وَلَلَبَسْنَا عَلَيْهِم مَّا يَلْبِسُونَ

    Wa-law jaʻalnaahu malakal lajaʻalnaahu rajulañw wa-la-labasnaa ʻalayhim maa yalbisoon.

    Dan sekiranya Rasul itu Kami jadikan (dari) malaikat, pastilah Kami jadikan dia (berwujud) laki-laki, dan (dengan demikian) pasti Kami akan menjadikan mereka tetap ragu sebagaimana kini mereka ragu.

  51. 6:10

    وَلَقَدِ ٱسْتُهْزِئَ بِرُسُلٍ مِّن قَبْلِكَ فَحَاقَ بِٱلَّذِينَ سَخِرُوا۟ مِنْهُم مَّا كَانُوا۟ بِهِۦ يَسْتَهْزِءُونَ

    Wa-laq̣adis tuhziʹa birusulim miñ q̣ablika faḥaaq̣a billaẓeena sakhiroo minhum maa kaanoo bihee yastahziʹoon.

    Dan sungguh, beberapa Rasul sebelum engkau (Muhammad) telah diperolok-olokkan, sehingga turunlah azab kepada orang-orang yang mencemoohkan itu sebagai balasan atas olok-olokan mereka.

  52. 6:11

    قُلْ سِيرُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ ثُمَّ ٱنظُرُوا۟ كَيْفَ كَانَ عَـٰقِبَةُ ٱلْمُكَذِّبِينَ

    Q̣ul seeroo fil ʹarḍi s̤ummañ z̤̣uroo kayfa kaana ʻaaq̣ibatul mukaẓẓibeen.

    Katakanlah (Muhammad), "Jelajahilah bumi, kemudian perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan itu!"

  53. 6:12

    قُل لِّمَن مَّا فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۖ قُل لِّلَّهِ ۚ كَتَبَ عَلَىٰ نَفْسِهِ ٱلرَّحْمَةَ ۚ لَيَجْمَعَنَّكُمْ إِلَىٰ يَوْمِ ٱلْقِيَـٰمَةِ لَا رَيْبَ فِيهِ ۚ ٱلَّذِينَ خَسِرُوٓا۟ أَنفُسَهُمْ فَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ

    Q̣ul limam maa fis samaawaati wal-ʹarḍ? Q̣ul lillaah. Kataba ʻalaa Nafsihir Raḥmah. Layajmaʻannakum ʹilaa Yawmil Q̣iyaamati laa- rayba feeh. ʹAllaẓeena khasirooo ʹañfusahum fahum laa- yuʹminoon.

    Katakanlah (Muhammad), "Milik siapakah apa yang di langit dan di bumi?" Katakanlah, "Milik Allah." Dia telah menetapkan (sifat) kasih sayang pada diri-Nya. Dia sungguh akan mengumpulkan kamu pada hari Kiamat yang tidak diragukan lagi. Orang-orang yang merugikan dirinya, mereka itu tidak beriman.

  54. 6:13

    ۞ وَلَهُۥ مَا سَكَنَ فِى ٱلَّيْلِ وَٱلنَّهَارِ ۚ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْعَلِيمُ

    Walahoo maa- sakana fil lay-li wan-nahaar. Wa-Huwas Sameeʻul ʻAleem.

    Dan milik-Nyalah segala apa yang ada pada malam dan siang hari. Dan Dialah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui.

  55. 6:14

    قُلْ أَغَيْرَ ٱللَّهِ أَتَّخِذُ وَلِيًّا فَاطِرِ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَهُوَ يُطْعِمُ وَلَا يُطْعَمُ ۗ قُلْ إِنِّىٓ أُمِرْتُ أَنْ أَكُونَ أَوَّلَ مَنْ أَسْلَمَ ۖ وَلَا تَكُونَنَّ مِنَ ٱلْمُشْرِكِينَ

    Q̣ul ʹag̣ayral laahi ʹattakhiẓu waliyyañ Faaṭiris samaawaati wal-ʹarḍi wa-Huwa yuṭʻimu wa-laa yuṭʻam. Q̣ul ʹinneee ʹumirtu ʹan ʹakoona ʹawwala man ʹaslama wa-laa takoonanna minal mushrikeen.

    Katakanlah (Muhammad), "Apakah aku akan menjadikan pelindung selain Allah yang menjadikan langit dan bumi, padahal Dia memberi makan dan tidak diberi makan?" Katakanlah, "Sesungguhnya aku diperintahkan agar aku menjadi orang yang pertama berserah diri (kepada Allah), dan jangan sekali-kali kamu masuk golongan orang-orang musyrik."

  56. 6:15

    قُلْ إِنِّىٓ أَخَافُ إِنْ عَصَيْتُ رَبِّى عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ

    Q̣ul ʹinneee ʹakhaafu ʹin ʻaṣaytu Rabbee ʻaẓaaba Yawmin ʻAz̤̣eem.

    Katakanlah (Muhammad), "Aku benar-benar takut akan azab hari yang besar (hari Kiamat), jika aku mendurhakai Tuhanku."

  57. 6:16

    مَّن يُصْرَفْ عَنْهُ يَوْمَئِذٍ فَقَدْ رَحِمَهُۥ ۚ وَذَٰلِكَ ٱلْفَوْزُ ٱلْمُبِينُ

    Mañy yuṣraf ʻanhu yawmaʹiẓin faq̣ad raḥimah; waẓaalikal fawzul mubeen.

    Barang siapa yang azab dijauhkan dari dirinya pada hari itu, maka sungguh, Allah telah memberikan rahmat kepadanya. Dan itulah kemenangan yang nyata.

  58. 6:17

    وَإِن يَمْسَسْكَ ٱللَّهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُۥٓ إِلَّا هُوَ ۖ وَإِن يَمْسَسْكَ بِخَيْرٍ فَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ

    Wa-ʹiñy yam-saskal laahu biḍurriñ falaa kaashifa lahooo ʹillaa Hoo: wa-ʹiñy yam-saska bikhayriñ fa-Huwa ʻalaa kulli shayʹiñ Q̣adeer.

    Dan jika Allah menimpakan suatu bencana kepadamu, tidak ada yang dapat menghilangkannya selain Dia. Dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu, maka Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

  59. 6:18

    وَهُوَ ٱلْقَاهِرُ فَوْقَ عِبَادِهِۦ ۚ وَهُوَ ٱلْحَكِيمُ ٱلْخَبِيرُ

    Wa-huwal Q̣aahiru fawq̣a ʻibaadih; wa-Huwal Ḥakeemul Khabeer.

    Dan Dialah yang berkuasa atas hamba-hamba-Nya. Dan Dia Mahabijaksana, Maha Mengetahui.

  60. 6:19

    قُلْ أَىُّ شَىْءٍ أَكْبَرُ شَهَـٰدَةً ۖ قُلِ ٱللَّهُ ۖ شَهِيدٌۢ بَيْنِى وَبَيْنَكُمْ ۚ وَأُوحِىَ إِلَىَّ هَـٰذَا ٱلْقُرْءَانُ لِأُنذِرَكُم بِهِۦ وَمَنۢ بَلَغَ ۚ أَئِنَّكُمْ لَتَشْهَدُونَ أَنَّ مَعَ ٱللَّهِ ءَالِهَةً أُخْرَىٰ ۚ قُل لَّآ أَشْهَدُ ۚ قُلْ إِنَّمَا هُوَ إِلَـٰهٌ وَٰحِدٌ وَإِنَّنِى بَرِىٓءٌ مِّمَّا تُشْرِكُونَ

    Q̣ul ʹayyu shayʹin ʹakbaru shahaadah? Q̣ulil laahu shaheedum baynee wa-baynakum, wa-ʹooḥiya ʹilayya haaẓal Q̣urʹaanu liʹuñẓirakum̃ bihee wa-mam balag̣. ʹAʹinnakum latashhadoona ʹanna maʻal laahi ʹaalihatan ʹukhraa? Q̣ul laaa ʹashhad! Q̣ul ʹinnamaa Huwa ʹIlaahuñw Waaḥiduñw wa-ʹinnanee bareeeʹum mimmaa tushrikoon.

    Katakanlah (Muhammad), "Siapakah yang lebih kuat kesaksiannya?" Katakanlah, "Allah, Dia menjadi saksi antara aku dan kamu. Al-Qur`an ini diwahyukan kepadaku agar dengan itu aku memberi peringatan kepadamu dan kepada orang yang sampai (Al-Qur`an kepadanya). Dapatkah kamu benar-benar bersaksi bahwa ada tuhan-tuhan lain bersama Allah?" Katakanlah, "Aku tidak dapat bersaksi." Katakanlah, "Sesungguhnya hanya Dialah Tuhan Yang Maha Esa dan aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan (dengan Allah)."

  61. 6:20

    ٱلَّذِينَ ءَاتَيْنَـٰهُمُ ٱلْكِتَـٰبَ يَعْرِفُونَهُۥ كَمَا يَعْرِفُونَ أَبْنَآءَهُمُ ۘ ٱلَّذِينَ خَسِرُوٓا۟ أَنفُسَهُمْ فَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ

    Allaẓeena ʹaataynaahumul Kitaaba yaʻrifoonahoo kamaa yaʻrifoona ʹabnaaaʹahum. ʹAllaẓeena khasirooo ʹañfusahum fahum laa- yuʹminoon.

    Orang-orang yang telah Kami berikan kitab kepadanya, mereka mengenalnya (Muhammad) seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Orang-orang yang merugikan dirinya, mereka itu tidak beriman (kepada Allah).

  62. 6:21

    وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ ٱفْتَرَىٰ عَلَى ٱللَّهِ كَذِبًا أَوْ كَذَّبَ بِـَٔايَـٰتِهِۦٓ ۗ إِنَّهُۥ لَا يُفْلِحُ ٱلظَّـٰلِمُونَ

    Wa-man ʹaz̤̣lamu mim-manif taraa ʻalal laahi kaẓiban ʹaw kaẓẓaba biʹAayaatih? ʹInnahoo laa- yufliḥuz̤̣ z̤̣aalimoon.

    Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan suatu kebohongan terhadap Allah, atau yang mendustakan ayat-ayat-Nya? Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu tidak beruntung.

  63. 6:22

    وَيَوْمَ نَحْشُرُهُمْ جَمِيعًا ثُمَّ نَقُولُ لِلَّذِينَ أَشْرَكُوٓا۟ أَيْنَ شُرَكَآؤُكُمُ ٱلَّذِينَ كُنتُمْ تَزْعُمُونَ

    Wa-yawma naḥ-shuruhum jameeʻañ s̤umma naq̣oolu lil-laẓeena ʹashrakooo ʹayna shurakaaaʹukumul laẓeena kuñtum tazʻumoon.

    Dan (ingatlah), pada hari ketika Kami mengumpulkan mereka semua kemudian Kami berfirman kepada orang-orang yang menyekutukan Allah, "Dimanakah sembahan-sembahanmu yang dahulu kamu klaim (sebagai sekutu-sekutu Kami)?"

  64. 6:23

    ثُمَّ لَمْ تَكُن فِتْنَتُهُمْ إِلَّآ أَن قَالُوا۟ وَٱللَّهِ رَبِّنَا مَا كُنَّا مُشْرِكِينَ

    S̤umma lam takuñ fitnatuhum ʹillaaa ʹañ q̣aaloo wallaahi Rabbina maa- kunnaa mushrikeen.

    Kemudian tidaklah ada jawaban bohong mereka, kecuali mengatakan, "Demi Allah, ya Tuhan kami, tidaklah kami mempersekutukan Allah."

  65. 6:24

    ٱنظُرْ كَيْفَ كَذَبُوا۟ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ ۚ وَضَلَّ عَنْهُم مَّا كَانُوا۟ يَفْتَرُونَ

    ʹUñz̤̣ur kayfa kaẓaboo ʻalaaa ʹañfusihim wa-ḍalla ʻanhum maa kaanoo yaftaroon.

    Lihatlah, bagaimana mereka berbohong terhadap diri mereka sendiri. Dan sesembahan yang mereka ada-adakan dahulu akan hilang dari mereka.

  66. 6:25

    وَمِنْهُم مَّن يَسْتَمِعُ إِلَيْكَ ۖ وَجَعَلْنَا عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ أَكِنَّةً أَن يَفْقَهُوهُ وَفِىٓ ءَاذَانِهِمْ وَقْرًا ۚ وَإِن يَرَوْا۟ كُلَّ ءَايَةٍ لَّا يُؤْمِنُوا۟ بِهَا ۚ حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءُوكَ يُجَـٰدِلُونَكَ يَقُولُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓا۟ إِنْ هَـٰذَآ إِلَّآ أَسَـٰطِيرُ ٱلْأَوَّلِينَ

    Wa-minhum mañy yastamiʻu ʹilayk; wa-jaʻalnaa ʻalaa q̣uloobihim ʹakinnatan ʹañy yafq̣ahoohu wa-feee ʹaaẓaanihim waq̣raa; wa-ʹiñy yaraw kulla ʹAayatil laa yuʹminoo bihaa: ḥattaaa ʹiẓaa jaaaʹooka yujaadiloonaka yaq̣oolul laẓeena kafarooo ʹin haaẓaaa ʹillaaa ʹasaaṭeerul ʹawwaleen.

    Dan di antara mereka ada yang mendengarkan bacaanmu (Muhammad), dan Kami telah menjadikan hati mereka tertutup (sehingga mereka tidak) memahaminya, dan telinganya tersumbat. Dan kalaupun mereka melihat segala tanda (kebenaran), mereka tetap tidak mau beriman kepadanya. Sehingga apabila mereka datang kepadamu untuk membantahmu, orang-orang kafir itu berkata, "Ini (Al-Qur`an) tidak lain hanyalah dongengan orang-orang terdahulu."

  67. 6:26

    وَهُمْ يَنْهَوْنَ عَنْهُ وَيَنْـَٔوْنَ عَنْهُ ۖ وَإِن يُهْلِكُونَ إِلَّآ أَنفُسَهُمْ وَمَا يَشْعُرُونَ

    Wa-hum yan-hawna ʻanhu wa-yanʹawna ʻanh: wa-ʹiñy yuh-likoona ʹillaaa ʹañfusahum wa-maa yashʻuroon.

    Dan mereka melarang (orang lain) mendengarkan (Al-Qur`an) dan mereka sendiri menjauhkan diri daripadanya, dan mereka hanyalah membinasakan diri mereka sendiri, sedang mereka tidak menyadari.

  68. 6:27

    وَلَوْ تَرَىٰٓ إِذْ وُقِفُوا۟ عَلَى ٱلنَّارِ فَقَالُوا۟ يَـٰلَيْتَنَا نُرَدُّ وَلَا نُكَذِّبَ بِـَٔايَـٰتِ رَبِّنَا وَنَكُونَ مِنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ

    Wa-law taraaa ʹiẓ wuq̣ifoo ʻalan Naari faq̣aaloo yaa-laytanaa nuraddu wa-laa nukaẓẓiba biʹAayaati Rabbinaa wa-nakoona minal Muʹmineen!

    Dan seandainya engkau (Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, mereka berkata, "Seandainya kami dikembalikan (ke dunia) tentu kami tidak akan mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, serta menjadi orang-orang yang beriman."

  69. 6:28

    بَلْ بَدَا لَهُم مَّا كَانُوا۟ يُخْفُونَ مِن قَبْلُ ۖ وَلَوْ رُدُّوا۟ لَعَادُوا۟ لِمَا نُهُوا۟ عَنْهُ وَإِنَّهُمْ لَكَـٰذِبُونَ

    Bal badaa lahum maa kaanoo yukhfoona miñ q̣abl. Wa-law ruddoo laʻaadoo limaa nuhoo ʻanhu wa-ʹinnahum lakaaẓiboon.

    Tetapi (sebenarnya) bagi mereka telah nyata kejahatan yang mereka sembunyikan dahulu. Seandainya mereka dikembalikan ke dunia, tentu mereka akan mengulang kembali apa yang telah dilarang mengerjakannya. Mereka itu sungguh pendusta.

  70. 6:29

    وَقَالُوٓا۟ إِنْ هِىَ إِلَّا حَيَاتُنَا ٱلدُّنْيَا وَمَا نَحْنُ بِمَبْعُوثِينَ

    Wa-q̣aalooo ʹin hiya ʹillaa ḥayaatunad dunyaa wa-maa naḥnu bimabʻoos̤een.

    Dan tentu mereka akan mengatakan (pula), "Hidup hanyalah di dunia ini, dan kita tidak akan dibangkitkan."

  71. 6:30

    وَلَوْ تَرَىٰٓ إِذْ وُقِفُوا۟ عَلَىٰ رَبِّهِمْ ۚ قَالَ أَلَيْسَ هَـٰذَا بِٱلْحَقِّ ۚ قَالُوا۟ بَلَىٰ وَرَبِّنَا ۚ قَالَ فَذُوقُوا۟ ٱلْعَذَابَ بِمَا كُنتُمْ تَكْفُرُونَ

    Wa-law taraaa ʹiẓ wuq̣ifoo ʻalaa Rabbihim! q̣aala ʹalaysa haaẓaa bilḥaq̣q̣? Q̣aaloo balaa wa-Rabbinaa! Q̣aala faẓooq̣ul ʻaẓaaba bimaa kuñtum takfuroon.

    Dan seandainya engkau (Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan kepada Tuhannya (tentulah engkau melihat peristiwa yang mengharukan). Dia Berfirman, "Bukankah (kebangkitan) ini benar?" Mereka menjawab, "Sungguh benar, demi Tuhan kami." Dia berfirman, "Rasakanlah azab ini, karena dahulu kamu mengingkarinya."

  72. 6:31

    قَدْ خَسِرَ ٱلَّذِينَ كَذَّبُوا۟ بِلِقَآءِ ٱللَّهِ ۖ حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءَتْهُمُ ٱلسَّاعَةُ بَغْتَةً قَالُوا۟ يَـٰحَسْرَتَنَا عَلَىٰ مَا فَرَّطْنَا فِيهَا وَهُمْ يَحْمِلُونَ أَوْزَارَهُمْ عَلَىٰ ظُهُورِهِمْ ۚ أَلَا سَآءَ مَا يَزِرُونَ

    Q̣ad khasiral laẓeena kaẓẓaboo bi-liq̣aaaʹil laah,― ḥattaaa ʹiẓaa jaaaʹathumus Saaʻatu bag̣tatañ q̣aaloo yaa-ḥasratanaa ʻalaa maa- farraṭnaa feehaa wa-hum yaḥ-miloona ʹawzaarahum ʻalaa z̤̣uhoorihim. ʹAlaa saaaʹa maa- yaziroon!

    Sungguh rugi orang-orang yang mendustakan pertemuan dengan Allah; sehingga apabila Kiamat datang kepada mereka secara tiba-tiba, mereka berkata, "Alangkah besarnya penyesalan kami terhadap kelalaian kami tentang Kiamat itu," sambil mereka memikul dosa-dosa di atas punggungnya. Alangkah buruknya apa yang mereka pikul.

  73. 6:32

    وَمَا ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَآ إِلَّا لَعِبٌ وَلَهْوٌ ۖ وَلَلدَّارُ ٱلْـَٔاخِرَةُ خَيْرٌ لِّلَّذِينَ يَتَّقُونَ ۗ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

    Wa-mal ḥayaatud dunyaaa ʹillaa laʻibuñw walahw? Wa-lad-Daarul ʹAakhiratu khayrul lillaẓeena yattaq̣oon. ʹAfalaa taʻq̣iloon?

    Dan kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan senda gurau. Sedangkan negeri akhirat itu, sungguh lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Tidakkah kamu mengerti?

  74. 6:33

    قَدْ نَعْلَمُ إِنَّهُۥ لَيَحْزُنُكَ ٱلَّذِى يَقُولُونَ ۖ فَإِنَّهُمْ لَا يُكَذِّبُونَكَ وَلَـٰكِنَّ ٱلظَّـٰلِمِينَ بِـَٔايَـٰتِ ٱللَّهِ يَجْحَدُونَ

    Q̣ad naʻlamu innahoo layaḥzunukal laẓee yaq̣ooloona faʹinnahum laa- yukaẓẓiboonaka wa-laakinnaz̤̣ z̤̣aalimeena biʹAayaatil lahi yaj-ḥadoon.

    Sungguh, Kami mengetahui bahwa apa yang mereka katakan itu menyedihkan hatimu (Muhammad), (janganlah bersedih hati) karena sebenarnya mereka bukan mendustakanmu, tetapi orang zalim itu mengingkari ayat-ayat Allah.

  75. 6:34

    وَلَقَدْ كُذِّبَتْ رُسُلٌ مِّن قَبْلِكَ فَصَبَرُوا۟ عَلَىٰ مَا كُذِّبُوا۟ وَأُوذُوا۟ حَتَّىٰٓ أَتَىٰهُمْ نَصْرُنَا ۚ وَلَا مُبَدِّلَ لِكَلِمَـٰتِ ٱللَّهِ ۚ وَلَقَدْ جَآءَكَ مِن نَّبَإِى۟ ٱلْمُرْسَلِينَ

    Wa-laq̣ad kuẓẓibat Rusulum miñ q̣ablika faṣabaroo ʻalaa maa- kuẓẓiboo wa-ʹooẓoo ḥattaaa ʹataahum naṣrunaa. Wa-laa mubaddila li-Kalimaatil laah. Wa-laq̣ad jaaʹaka min nabaʹil Mursaleen.

    Dan sesungguhnya Rasul-rasul sebelum engkau pun telah didustakan, tetapi mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan (yang dilakukan) terhadap mereka, sampai datang pertolongan Kami kepada mereka. Dan tidak ada yang dapat mengubah kalimat-kalimat (ketetapan) Allah. Dan sungguh, telah datang kepadamu sebagian dari berita Rasul-rasul itu.

  76. 6:35

    وَإِن كَانَ كَبُرَ عَلَيْكَ إِعْرَاضُهُمْ فَإِنِ ٱسْتَطَعْتَ أَن تَبْتَغِىَ نَفَقًا فِى ٱلْأَرْضِ أَوْ سُلَّمًا فِى ٱلسَّمَآءِ فَتَأْتِيَهُم بِـَٔايَةٍ ۚ وَلَوْ شَآءَ ٱللَّهُ لَجَمَعَهُمْ عَلَى ٱلْهُدَىٰ ۚ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ ٱلْجَـٰهِلِينَ

    Wa-ʹiñ kaana kabura ʻalayka ʹiʻraaḍuhum faʹinis taṭaʻta ʹañ tabtag̣iya nafaq̣añ fil ʹarḍi ʹaw sullamañ fis samaaaʹi fataʹtiyahum̃ biʹAayah. Wa-law shaaʹal laahu lajamaʻahum ʻalal hudaa falaa takoonanna minal jaahileen!

    Dan jika keberpalingan mereka terasa berat bagimu (Muhammad), maka sekiranya engkau dapat membuat lubang di bumi atau tangga ke langit lalu engkau dapat mendatangkan mukjizat kepada mereka, (maka buatlah). Dan sekiranya Allah menghendaki, tentu Dia akan mengumpulkan mereka semua di atas petunjuk, sebab itu janganlah sekali-kali engkau termasuk orang-orang yang bodoh.

  77. 6:36

    ۞ إِنَّمَا يَسْتَجِيبُ ٱلَّذِينَ يَسْمَعُونَ ۘ وَٱلْمَوْتَىٰ يَبْعَثُهُمُ ٱللَّهُ ثُمَّ إِلَيْهِ يُرْجَعُونَ

    ʹInnamaa yastajeebul laẓeena yasmaʻoon. Wal-mawtaa yabʻas̤uhumul laahu s̤umma ʹilayhi yurjaʻoon.

    Hanya orang-orang yang mendengar sajalah yang mematuhi (seruan Allah), dan orang-orang yang mati, kelak akan dibangkitkan oleh Allah, kemudian kepada-Nya mereka dikembalikan.

  78. 6:37

    وَقَالُوا۟ لَوْلَا نُزِّلَ عَلَيْهِ ءَايَةٌ مِّن رَّبِّهِۦ ۚ قُلْ إِنَّ ٱللَّهَ قَادِرٌ عَلَىٰٓ أَن يُنَزِّلَ ءَايَةً وَلَـٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ

    Waq̣aaloo laa-law nuzzila ʻalayhi ʹaayatum mir rabbih? Q̣ul ʹinnal laaha Q̣aadirun ʻalaaa ʹañy yunazzila ʹAayatañw Walaakinna ʹaks̤arahum laa- yaʻlamoon.

    Dan mereka (orang-orang musyrik) berkata, "Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) suatu mukjizat dari Tuhannya?" Katakanlah, "Sesungguhnya Allah berkuasa menurunkan suatu mukjizat, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui."

  79. 6:38

    وَمَا مِن دَآبَّةٍ فِى ٱلْأَرْضِ وَلَا طَـٰٓئِرٍ يَطِيرُ بِجَنَاحَيْهِ إِلَّآ أُمَمٌ أَمْثَالُكُم ۚ مَّا فَرَّطْنَا فِى ٱلْكِتَـٰبِ مِن شَىْءٍ ۚ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّهِمْ يُحْشَرُونَ

    Wa-maa miñ daaabbatiñ fil ʹarḍi wa-laa ṭaaaʹiriny yaṭeeru bijanaaḥayhi ʹillaaa ʹumamun ʹams̤aalukum. Maa- farraṭnaa fil Kitaabi miñ shayʹiñ s̤umma ʹilaa Rabbihim yuḥ-sharoon.

    Dan tidak ada seekor binatang pun yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan semuanya merupakan umat-umat (juga) seperti kamu. Tidak ada sesuatu pun yang Kami luputkan di dalam Kitab, kemudian kepada Tuhan mereka dikumpulkan.

  80. 6:39

    وَٱلَّذِينَ كَذَّبُوا۟ بِـَٔايَـٰتِنَا صُمٌّ وَبُكْمٌ فِى ٱلظُّلُمَـٰتِ ۗ مَن يَشَإِ ٱللَّهُ يُضْلِلْهُ وَمَن يَشَأْ يَجْعَلْهُ عَلَىٰ صِرَٰطٍ مُّسْتَقِيمٍ

    Wallaẓeena kaẓẓaboo biʹAayaatinaa ṣummuñw wabukmuñ fiz̤̣ z̤̣ulumaat: mañy yashaʹil laahu yuḍ-lilh: wa-mañy yashaʹ yajʻalhu ʻalaa Ṣiraaṭim Mustaq̣eem.

    Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami adalah tuli, bisu dan berada dalam gelap gulita. Barang siapa yang dikehendaki Allah (dalam kesesatan), niscaya disesatkan-Nya. Dan barang siapa dikehendaki Allah (untuk diberi petunjuk), niscaya Dia menjadikannya berada di atas jalan yang lurus.

  81. 6:40

    قُلْ أَرَءَيْتَكُمْ إِنْ أَتَىٰكُمْ عَذَابُ ٱللَّهِ أَوْ أَتَتْكُمُ ٱلسَّاعَةُ أَغَيْرَ ٱللَّهِ تَدْعُونَ إِن كُنتُمْ صَـٰدِقِينَ

    Q̣ul ʹaraʹaytakum ʹin ʹataakum ʻaẓabul laahi ʹaw ʹatatkumus Saaʻatu ʹa-g̣ayral laahi tadʻoon? ʹIñ kuñtum ṣaadiq̣een.

    Katakanlah (Muhammad), "Terangkanlah kepadaku jika siksaan Allah sampai kepadamu, atau hari Kiamat sampai kepadamu, apakah kamu akan menyeru (tuhan) selain Allah, jika kamu orang yang benar!"

  82. 6:41

    بَلْ إِيَّاهُ تَدْعُونَ فَيَكْشِفُ مَا تَدْعُونَ إِلَيْهِ إِن شَآءَ وَتَنسَوْنَ مَا تُشْرِكُونَ

    Bal ʹiyyaahu tadʻoona fayakshifu maa- tadʻoona ʹilayhi ʹiñ shaaʹa watañsawna maa- tushrikoon!

    (Tidak), hanya kepada-Nya kamu minta tolong. Jika Dia menghendaki, Dia hilangkan apa (bahaya) yang kamu mohonkan kepada-Nya, dan kamu tinggalkan apa yang kamu persekutukan (dengan Allah).

  83. 6:42

    وَلَقَدْ أَرْسَلْنَآ إِلَىٰٓ أُمَمٍ مِّن قَبْلِكَ فَأَخَذْنَـٰهُم بِٱلْبَأْسَآءِ وَٱلضَّرَّآءِ لَعَلَّهُمْ يَتَضَرَّعُونَ

    Wa-laq̣ad ʹarsalnaaa ilaaa ʹumamim miñ q̣ablika faʹakhaẓnaahum̃ bil-baʹsaaaʹi waḍ-ḍarraaaʹi laʻallahum yataḍarraʻoon.

    Dan sungguh, Kami telah mengutus (Rasul-rasul) kepada umat-umat sebelum engkau, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kemelaratan dan kesengsaraan, agar mereka memohon (kepada Allah) dengan kerendahan hati.

  84. 6:43

    فَلَوْلَآ إِذْ جَآءَهُم بَأْسُنَا تَضَرَّعُوا۟ وَلَـٰكِن قَسَتْ قُلُوبُهُمْ وَزَيَّنَ لَهُمُ ٱلشَّيْطَـٰنُ مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ

    Falawlaaa ʹiẓ jaaaʹahum̃ baʹsunaa taḍarraʻoo walaakiñ q̣asat q̣uloobuhum wa-zayyana lahumush Shayṭaanu maa- kaanoo yaʻmaloon.

    Tetapi mengapa mereka tidak memohon (kepada Allah) dengan kerendahan hati ketika siksaan Kami datang menimpa mereka? Bahkan hati mereka telah menjadi keras dan setan pun menjadikan terasa indah bagi mereka apa yang selalu mereka kerjakan.

  85. 6:44

    فَلَمَّا نَسُوا۟ مَا ذُكِّرُوا۟ بِهِۦ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَٰبَ كُلِّ شَىْءٍ حَتَّىٰٓ إِذَا فَرِحُوا۟ بِمَآ أُوتُوٓا۟ أَخَذْنَـٰهُم بَغْتَةً فَإِذَا هُم مُّبْلِسُونَ

    Falammaa nasoo maa- ẓukkiroo bihee fataḥnaa ʻalayhim ʹabwaaba kulli shayʹ; ḥattaaa ʹiẓaa fariḥoo bimaaa ʹootooo ʹakhaẓnaahum̃ bag̣tatañ faʹiẓaa hum mublisoon.

    Maka ketika mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu (kesenangan) untuk mereka. Sehingga ketika mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka secara tiba-tiba, maka ketika itu mereka terdiam putus asa.

  86. 6:45

    فَقُطِعَ دَابِرُ ٱلْقَوْمِ ٱلَّذِينَ ظَلَمُوا۟ ۚ وَٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ

    Faq̣uṭiʻa daa-birul q̣awmil laẓeena z̤̣alamoo. Wal-Ḥamdu lillaahi Rabbil ʻAalameen.

    Maka orang-orang yang zalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya. Dan segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.

  87. 6:46

    قُلْ أَرَءَيْتُمْ إِنْ أَخَذَ ٱللَّهُ سَمْعَكُمْ وَأَبْصَـٰرَكُمْ وَخَتَمَ عَلَىٰ قُلُوبِكُم مَّنْ إِلَـٰهٌ غَيْرُ ٱللَّهِ يَأْتِيكُم بِهِ ۗ ٱنظُرْ كَيْفَ نُصَرِّفُ ٱلْـَٔايَـٰتِ ثُمَّ هُمْ يَصْدِفُونَ

    Q̣ul ʹaraʹaytum ʹin ʹakhaẓal laahu samʻakum wa-ʹabṣaarakum wa-khatama ʻalaa q̣uloobikum man ʹilaahun g̣ayrul laahi yaʹteekum̃ bih? ʹUñz̤̣ur kayfa nuṣarriful ʹaayaati s̤umma hum yaṣdifoon.

    Katakanlah (Muhammad), "Terangkanlah kepadaku jika Allah mencabut pendengaran dan penglihatan serta menutup hatimu, siapakah tuhan selain Allah yang kuasa mengembalikannya kepadamu?" Perhatikanlah, bagaimana Kami menjelaskan berulang-ulang (kepada mereka) tanda-tanda kekuasaan (Kami), tetapi mereka tetap berpaling.

  88. 6:47

    قُلْ أَرَءَيْتَكُمْ إِنْ أَتَىٰكُمْ عَذَابُ ٱللَّهِ بَغْتَةً أَوْ جَهْرَةً هَلْ يُهْلَكُ إِلَّا ٱلْقَوْمُ ٱلظَّـٰلِمُونَ

    Q̣ul ʹaraʹaytakum ʹin ʹataakum ʻaẓaabul laahi bag̣tatan ʻaw jahratan hal yuhlaku ʹillal q̣awmuz̤̣ z̤̣aalimoon!

    Katakanlah (Muhammad), "Terangkanlah kepadaku jika siksaan Allah sampai kepadamu secara tiba-tiba atau terang-terangan, maka adakah yang dibinasakan (Allah) selain orang-orang yang zalim?"

  89. 6:48

    وَمَا نُرْسِلُ ٱلْمُرْسَلِينَ إِلَّا مُبَشِّرِينَ وَمُنذِرِينَ ۖ فَمَنْ ءَامَنَ وَأَصْلَحَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

    Wa-maa nursilul Mursaleena ʹillaa mubashshireena wa-muñẓireen. Faman ʹaamana wa-ʹaṣlaḥa falaa khawfun ʻalayhim wa-laa hum yaḥzanoon.

    Para Rasul yang Kami utus itu adalah untuk memberi kabar gembira dan memberi peringatan. Barang siapa beriman dan mengadakan perbaikan, maka tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.

  90. 6:49

    وَٱلَّذِينَ كَذَّبُوا۟ بِـَٔايَـٰتِنَا يَمَسُّهُمُ ٱلْعَذَابُ بِمَا كَانُوا۟ يَفْسُقُونَ

    Wallaẓeena kaẓẓaboo biʹAayaatinaa yamassuhumul ʻaẓaabu bimaa kaanoo yaf-suq̣oon.

    Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, akan ditimpa azab karena mereka selalu berbuat fasik (berbuat dosa).

  91. 6:50

    قُل لَّآ أَقُولُ لَكُمْ عِندِى خَزَآئِنُ ٱللَّهِ وَلَآ أَعْلَمُ ٱلْغَيْبَ وَلَآ أَقُولُ لَكُمْ إِنِّى مَلَكٌ ۖ إِنْ أَتَّبِعُ إِلَّا مَا يُوحَىٰٓ إِلَىَّ ۚ قُلْ هَلْ يَسْتَوِى ٱلْأَعْمَىٰ وَٱلْبَصِيرُ ۚ أَفَلَا تَتَفَكَّرُونَ

    Q̣ul laaa ʹaq̣oolu lakum ʻiñdee khazaaaʹinul laahi wa-laaa ʹaʻlamul g̣ayba wa-laaa ʹaq̣oolu lakum ʹinnee malak. ʹIn ʹattabiʻu ʹillaa maa- yooḥaaa ʹilayy. Q̣ul hal yastawil ʹaʻmaa wal-baṣeer? ʹAfalaa tatafakkaroon?

    Katakanlah (Muhammad), "Aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan aku tidak mengetahui yang gaib dan aku tidak (pula) mengatakan kepadamu bahwa aku malaikat. Aku hanya mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku." Katakanlah, "Apakah sama antara orang yang buta dengan orang yang melihat? Apakah kamu tidak memikirkan (nya)?"

  92. 6:51

    وَأَنذِرْ بِهِ ٱلَّذِينَ يَخَافُونَ أَن يُحْشَرُوٓا۟ إِلَىٰ رَبِّهِمْ ۙ لَيْسَ لَهُم مِّن دُونِهِۦ وَلِىٌّ وَلَا شَفِيعٌ لَّعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ

    Wa-ʹañẓir bihil laẓeena yakhaafoona ʹañy yuḥ-sharooo ʹilaa Rabbihim laysa lahum miñ doonihee waliyyuñw walaa shafeeʻul laʻallahum yattaq̣oon.

    Peringatkanlah dengannya (Al-Qur`an) itu orang yang takut akan dikumpulkan menghadap Tuhannya (pada hari Kiamat), tidak ada bagi mereka pelindung dan pemberi syafaat (pertolongan) selain Allah, agar mereka bertakwa.

  93. 6:52

    وَلَا تَطْرُدِ ٱلَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُم بِٱلْغَدَوٰةِ وَٱلْعَشِىِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُۥ ۖ مَا عَلَيْكَ مِنْ حِسَابِهِم مِّن شَىْءٍ وَمَا مِنْ حِسَابِكَ عَلَيْهِم مِّن شَىْءٍ فَتَطْرُدَهُمْ فَتَكُونَ مِنَ ٱلظَّـٰلِمِينَ

    Wa-laa taṭrudil laẓeena yadʻoona Rabbahum̃ bil-g̣adaati wal-ʻashiyyi yureedoona Waj-hah. Maa- ʻalayka Min ḥisaabihim miñ shayʹiñw wamaa min ḥisaabika ʻalayhim miñ shayʹiñ fataṭrudahum fatakoona minaz̤̣ z̤̣aalimeen.

    Janganlah engkau mengusir orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi hari dan petang hari, mereka mengharapkan keridaan-Nya. Engkau tidak memikul tanggung jawab sedikit pun terhadap perbuatan mereka dan mereka tidak memikul tanggung jawab sedikit pun terhadap perbuatanmu, yang menyebabkan engkau (berhak) mengusir mereka, sehingga engkau termasuk orang-orang yang zalim.

  94. 6:53

    وَكَذَٰلِكَ فَتَنَّا بَعْضَهُم بِبَعْضٍ لِّيَقُولُوٓا۟ أَهَـٰٓؤُلَآءِ مَنَّ ٱللَّهُ عَلَيْهِم مِّنۢ بَيْنِنَآ ۗ أَلَيْسَ ٱللَّهُ بِأَعْلَمَ بِٱلشَّـٰكِرِينَ

    Wa-kaẓaalika fatannaa baʻḍahum̃ bibaʻḍil liyaq̣oolooo ʹahaaaʹulaaaʹi mannal laahu ʻalayhim min bay-ninaa? ʹAlaysal laahu biʹaʻlama bishshaakireen.

    Demikianlah, Kami telah menguji sebagian mereka (orang yang kaya) dengan sebagian yang lain (orang yang miskin), agar mereka (orang yang kaya itu) berkata, "Orang-orang semacam inikah di antara kita yang diberi anugerah oleh Allah?" (Allah berfirman), "Bukankah Allah lebih mengetahui tentang mereka yang bersyukur (kepada-Nya)?"

  95. 6:54

    وَإِذَا جَآءَكَ ٱلَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِـَٔايَـٰتِنَا فَقُلْ سَلَـٰمٌ عَلَيْكُمْ ۖ كَتَبَ رَبُّكُمْ عَلَىٰ نَفْسِهِ ٱلرَّحْمَةَ ۖ أَنَّهُۥ مَنْ عَمِلَ مِنكُمْ سُوٓءًۢا بِجَهَـٰلَةٍ ثُمَّ تَابَ مِنۢ بَعْدِهِۦ وَأَصْلَحَ فَأَنَّهُۥ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

    Wa-ʹiẓaa jaaaʹakal laẓeena yuʹminoona biʹAayaatinaa faq̣ul Salaamun ʻalaykum kataba Rabbukum ʻalaa Nafsihir Raḥmata ʹannahoo man ʻamila miñkum soooʹam bijahaalatiñ s̤umma taaba mim baʻdihee wa-ʹaṣlaḥa faʹannahoo G̣afoorur Raḥeem.

    Dan apabila orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami datang kepadamu, maka katakanlah, "Salāmun 'alaikum" (selamat sejahtera untuk kamu)." Tuhanmu telah menetapkan sifat kasih sayang pada diri-Nya, (yaitu) barang siapa berbuat kejahatan di antara kamu karena kebodohan, kemudian dia bertobat setelah itu dan memperbaiki diri, maka Dia Maha Pengampun, Maha Penyayang.

  96. 6:55

    وَكَذَٰلِكَ نُفَصِّلُ ٱلْـَٔايَـٰتِ وَلِتَسْتَبِينَ سَبِيلُ ٱلْمُجْرِمِينَ

    Wa-kaẓaalika nufaṣṣilul ʹAayaati wa-litastabeena sabeelul mujrimeen.

    Dan Demikianlah Kami terangkan ayat-ayat Al-Qur`an, (agar terlihat jelas jalan orang-orang yang saleh) dan agar terlihat jelas (pula) jalan orang-orang yang berdosa.

  97. 6:56

    قُلْ إِنِّى نُهِيتُ أَنْ أَعْبُدَ ٱلَّذِينَ تَدْعُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ ۚ قُل لَّآ أَتَّبِعُ أَهْوَآءَكُمْ ۙ قَدْ ضَلَلْتُ إِذًا وَمَآ أَنَا۠ مِنَ ٱلْمُهْتَدِينَ

    Q̣ul ʹinnee nuheetu ʹan ʹaʻbudal laẓeena tadʻoona miñ doonil laah. Q̣ul Laaa ʹattabiʻu ʹahwaaaʹakum q̣ad ḍalaltu ʹiẓañw Wamaaa ʹana minal Muhtadeen.

    Katakanlah (Muhammad), "Aku dilarang menyembah tuhan-tuhan yang kamu sembah selain Allah." Katakanlah, "Aku tidak akan mengikuti keinginanmu. Jika berbuat demikian, sungguh aku telah tersesat dan aku tidak termasuk orang yang mendapat petunjuk."

  98. 6:57

    قُلْ إِنِّى عَلَىٰ بَيِّنَةٍ مِّن رَّبِّى وَكَذَّبْتُم بِهِۦ ۚ مَا عِندِى مَا تَسْتَعْجِلُونَ بِهِۦٓ ۚ إِنِ ٱلْحُكْمُ إِلَّا لِلَّهِ ۖ يَقُصُّ ٱلْحَقَّ ۖ وَهُوَ خَيْرُ ٱلْفَـٰصِلِينَ

    ʹinnee Q̣ul ʻalaa bayyinatim mir Rabbi Wakaẓẓabtum̃ bih. Maa- ʻiñdee maa- tastaʻjiloona bih. ʹInil Ḥukmu ʹillaa lillaah: yaq̣uṣṣul Ḥaq̣q̣a wa-Huwa khayrul faaṣileen.

    Katakanlah (Muhammad), "Aku (berada) di atas keterangan yang nyata (Al-Qur`an) dari Tuhanku sedang kamu mendustakannya. Bukanlah kewenanganku (untuk menurunkan azab) yang kamu tuntut untuk disegerakan kedatangannya. Menetapkan (hukum itu) hanyalah hak Allah. Dia menerangkan kebenaran dan Dia Pemberi keputusan yang terbaik.

  99. 6:58

    قُل لَّوْ أَنَّ عِندِى مَا تَسْتَعْجِلُونَ بِهِۦ لَقُضِىَ ٱلْأَمْرُ بَيْنِى وَبَيْنَكُمْ ۗ وَٱللَّهُ أَعْلَمُ بِٱلظَّـٰلِمِينَ

    Q̣ul law ʹanna ʻiñdee maa- tastaʻjiloona bihee laq̣uḍiyal ʹamru baynee wa-baynakum. Wallaahu ʹaʻlamu biz̤̣z̤̣aalimeen.

    Katakanlah (Muhammad) "Seandainya ada padaku apa (azab) yang kamu minta agar disegerakan kedatangannya, tentu selesailah segala perkara antara aku dan kamu." Dan Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang zalim.

  100. 6:59

    ۞ وَعِندَهُۥ مَفَاتِحُ ٱلْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَآ إِلَّا هُوَ ۚ وَيَعْلَمُ مَا فِى ٱلْبَرِّ وَٱلْبَحْرِ ۚ وَمَا تَسْقُطُ مِن وَرَقَةٍ إِلَّا يَعْلَمُهَا وَلَا حَبَّةٍ فِى ظُلُمَـٰتِ ٱلْأَرْضِ وَلَا رَطْبٍ وَلَا يَابِسٍ إِلَّا فِى كِتَـٰبٍ مُّبِينٍ

    Wa-ʻiñdahoo mafaatiḥul G̣aybi laa- yaʻlamuhaaa ʹillaa Hoo. Wayaʻlamu maa- fil barri wal-baḥr. Wa-maa tasq̣uṭu miñw waraq̣atin ʹillaa yaʻlamuhaa wa-laa ḥabbatiñ fee z̤̣ulumaatil ʹarḍi wa-laa raṭbiñw wa-laa yaabisin ʹillaa fee Kitaabim Mubeen.

    Dan kunci-kunci semua yang gaib ada pada-Nya; tidak ada yang mengetahuinya selain Dia. Dia mengetahui apa yang ada di darat dan di laut. Tidak ada sehelai daun pun yang gugur yang tidak diketahui-Nya, tidak ada sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak pula sesuatu yang basah atau yang kering, yang tidak tertulis dalam kitab yang nyata (Lauḥ Maḥfūẓ).

  101. 6:60

    وَهُوَ ٱلَّذِى يَتَوَفَّىٰكُم بِٱلَّيْلِ وَيَعْلَمُ مَا جَرَحْتُم بِٱلنَّهَارِ ثُمَّ يَبْعَثُكُمْ فِيهِ لِيُقْضَىٰٓ أَجَلٌ مُّسَمًّى ۖ ثُمَّ إِلَيْهِ مَرْجِعُكُمْ ثُمَّ يُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

    Wa-Huwal laẓee yatawaffaakum̃ billayli wayaʻlamu maa- jaraḥtum̃ bin-nahaari s̤umma yabʻas̤ukum feehi liyuq̣ḍaaa ʹajalum musammaa. S̤umma ʹilayhi marjiʻukum s̤umma yunabbiʹukum̃ bimaa kuñtum taʻmaloon.

    Dan Dialah yang menidurkan kamu pada malam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan pada siang hari. Kemudian Dia membangunkan kamu pada siang hari untuk disempurnakan umurmu yang telah ditetapkan. Kemudian kepada-Nya tempat kamu kembali, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.

  102. 6:61

    وَهُوَ ٱلْقَاهِرُ فَوْقَ عِبَادِهِۦ ۖ وَيُرْسِلُ عَلَيْكُمْ حَفَظَةً حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءَ أَحَدَكُمُ ٱلْمَوْتُ تَوَفَّتْهُ رُسُلُنَا وَهُمْ لَا يُفَرِّطُونَ

    Wa-Huwal Q̣aahiru fawq̣a ʻibaadihee wa-yursilu ʻalaykum ḥafaz̤̣ah. Ḥattaaa ʹiẓaa jaaaʹa ʹaḥadakumul mawtu tawaffathu rusulunaa wahum laa- yufarriṭoon.

    Dan Dialah Penguasa mutlak atas semua hamba-Nya, dan di utus-Nya kepadamu malaikat-malaikat penjaga, sehingga apabila kematian datang kepada salah seorang di antara kamu, maka malaikat-malaikat Kami mencabut nyawanya dan mereka tidak melalaikan tugasnya.

  103. 6:62

    ثُمَّ رُدُّوٓا۟ إِلَى ٱللَّهِ مَوْلَىٰهُمُ ٱلْحَقِّ ۚ أَلَا لَهُ ٱلْحُكْمُ وَهُوَ أَسْرَعُ ٱلْحَـٰسِبِينَ

    S̤umma ruddooo ʹilal laahi Mawlaahumul Ḥaq̣q̣. ʹAlaa lahul Ḥukmu wa-Huwa ʹAsraʻul ḥaasibeen.

    Kemudian mereka (hamba-hamba Allah) dikembalikan kepada Allah, penguasa mereka yang sebenarnya. Ketahuilah bahwa segala hukum (pada hari itu) ada pada-Nya. Dan Dialah pembuat perhitungan yang paling cepat.

  104. 6:63

    قُلْ مَن يُنَجِّيكُم مِّن ظُلُمَـٰتِ ٱلْبَرِّ وَٱلْبَحْرِ تَدْعُونَهُۥ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً لَّئِنْ أَنجَىٰنَا مِنْ هَـٰذِهِۦ لَنَكُونَنَّ مِنَ ٱلشَّـٰكِرِينَ

    Q̣ul mañy yunajjeekum miñ z̤̣ulumaatil barri walbaḥri tadʻoonahoo taḍarruʻañw wakhufyah: laʹin ʹañjaanaa min haaẓihee lanakoonanna minash shaakireen.

    Katakanlah (Muhammad), "Siapakah yang dapat menyelamatkan kamu dari bencana di darat dan di laut, ketika kamu berdoa kepada-Nya dengan rendah hati dan dengan suara yang lembut?" (Dengan mengatakan), "Sekiranya Dia menyelamatkan kami dari (bencana) ini, tentulah kami menjadi orang-orang yang bersyukur."

  105. 6:64

    قُلِ ٱللَّهُ يُنَجِّيكُم مِّنْهَا وَمِن كُلِّ كَرْبٍ ثُمَّ أَنتُمْ تُشْرِكُونَ

    Q̣ulil laahu yunajjeekum minhaa wa-miñ kulli karbiñ s̤umma ʹañtum tushrikoon!

    Katakanlah (Muhammad), "Allah yang menyelamatkan kamu dari bencana itu dan dari segala macam kesusahan, namun kemudian kamu (kembali) mempersekutukan-Nya."

  106. 6:65

    قُلْ هُوَ ٱلْقَادِرُ عَلَىٰٓ أَن يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عَذَابًا مِّن فَوْقِكُمْ أَوْ مِن تَحْتِ أَرْجُلِكُمْ أَوْ يَلْبِسَكُمْ شِيَعًا وَيُذِيقَ بَعْضَكُم بَأْسَ بَعْضٍ ۗ ٱنظُرْ كَيْفَ نُصَرِّفُ ٱلْـَٔايَـٰتِ لَعَلَّهُمْ يَفْقَهُونَ

    Q̣ul Huwal q̣aadiru ʻalaaa ʹañy yabʻas̤a ʻalaykum ʻaẓaabam miñ fawq̣ikum ʹaw miñ taḥti ʹarjulikum ʹaw yalbisakum shiyaʻañw wayuẓeeq̣a baʻḍakum̃ baʹsa baʻḍ. ʹUñz̤̣ur kayfa nuṣarriful ʹAayaati laʻallahum yafq̣ahoon.

    Katakanlah (Muhammad), "Dialah yang berkuasa mengirimkan azab kepadamu, dari atas atau dari bawah kakimu atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebagian kamu keganasan sebagian yang lain." Perhatikanlah, bagaimana Kami menjelaskan berulang-ulang tanda-tanda (kekuasaan Kami) agar mereka memahami (nya).

  107. 6:66

    وَكَذَّبَ بِهِۦ قَوْمُكَ وَهُوَ ٱلْحَقُّ ۚ قُل لَّسْتُ عَلَيْكُم بِوَكِيلٍ

    Wa-kaẓ-ẓaba bihee q̣awmuka wa-huwal Ḥaq̣q̣. Q̣ul lastu ʻalaykum̃ bi-Wakeel;

    Dan kaummu mendustakannya (azab) padahal (azab) itu benar adanya. Katakanlah (Muhammad), "Aku ini bukanlah penanggung jawab kamu."

  108. 6:67

    لِّكُلِّ نَبَإٍ مُّسْتَقَرٌّ ۚ وَسَوْفَ تَعْلَمُونَ

    Likulli nabaʹim mustaq̣arruñw wasawfa taʻlamoon.

    Setiap berita (yang dibawa oleh Rasul) ada (waktu) terjadinya dan kelak kamu akan mengetahui.

  109. 6:68

    وَإِذَا رَأَيْتَ ٱلَّذِينَ يَخُوضُونَ فِىٓ ءَايَـٰتِنَا فَأَعْرِضْ عَنْهُمْ حَتَّىٰ يَخُوضُوا۟ فِى حَدِيثٍ غَيْرِهِۦ ۚ وَإِمَّا يُنسِيَنَّكَ ٱلشَّيْطَـٰنُ فَلَا تَقْعُدْ بَعْدَ ٱلذِّكْرَىٰ مَعَ ٱلْقَوْمِ ٱلظَّـٰلِمِينَ

    Wa-ʹiẓaa raʹaytal laẓeena yakhooḍoona feee ʹAayaatinaa faʹaʻriḍ ʻanhum ḥattaa yakhooḍoo fee ḥadees̤in g̣ayrih. Wa-ʹimmaa yuñsiyannakash Shayṭaanu falaa taq̣ʻud baʻdaẓ ẓikraa maʻal q̣awmiz̤̣ z̤̣aalimeen.

    Apabila engkau (Muhammad) melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka hingga mereka beralih ke pembicaraan lain. Dan jika setan benar-benar menjadikan engkau lupa (akan larangan ini), setelah ingat kembali janganlah engkau duduk bersama orang-orang yang zalim!

  110. 6:69

    وَمَا عَلَى ٱلَّذِينَ يَتَّقُونَ مِنْ حِسَابِهِم مِّن شَىْءٍ وَلَـٰكِن ذِكْرَىٰ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ

    Wa-maa ʻalal laẓeena yattaq̣oona min ḥisaabihim miñ shayʹiñw walaakiñ Ẓikraa laʻallahum yattaq̣oon.

    Orang-orang yang bertakwa tidak bertanggung jawab sedikit pun atas (dosa-dosa) mereka; tetapi (berkewajiban) mengingatkan agar mereka (juga) bertakwa.

  111. 6:70

    وَذَرِ ٱلَّذِينَ ٱتَّخَذُوا۟ دِينَهُمْ لَعِبًا وَلَهْوًا وَغَرَّتْهُمُ ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَا ۚ وَذَكِّرْ بِهِۦٓ أَن تُبْسَلَ نَفْسٌۢ بِمَا كَسَبَتْ لَيْسَ لَهَا مِن دُونِ ٱللَّهِ وَلِىٌّ وَلَا شَفِيعٌ وَإِن تَعْدِلْ كُلَّ عَدْلٍ لَّا يُؤْخَذْ مِنْهَآ ۗ أُو۟لَـٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ أُبْسِلُوا۟ بِمَا كَسَبُوا۟ ۖ لَهُمْ شَرَابٌ مِّنْ حَمِيمٍ وَعَذَابٌ أَلِيمٌۢ بِمَا كَانُوا۟ يَكْفُرُونَ

    Wa-ẓaril laẓeenat takhaẓoo deenahum laʻibañw walahwañw wag̣arrathumul ḥayaatud dunyaa waẓakkir biheee ʹañ tubsala nafsum bimaa kasabat: laysa lahaa miñ doonil laahi waliyyuñw walaa shafeeʻ. Wa-ʹiñ taʻdil kulla ʻadlil laa yuʹkhaẓ minhaa. ʹUlaaaʹikal laẓeena ʹubsiloo bimaa kasaboo. Lahum sharaabum min ḥameemiñw waʻaẓaabun ʹaleemum bimaa kaanoo yakfuroon.

    Tinggalkanlah orang-orang yang menjadikan agamanya sebagai permainan dan senda gurau, dan mereka telah tertipu oleh kehidupan dunia. Peringatkanlah (mereka) dengan Al-Qur`an agar setiap orang tidak terjerumus (ke dalam neraka), karena perbuatannya sendiri. Tidak ada baginya pelindung dan pemberi syafaat (pertolongan) selain Allah. Dan jika dia hendak menebus dengan segala macam tebusan apa pun, niscaya tidak akan diterima. Mereka itulah orang-orang yang dijerumuskan (ke dalam neraka), disebabkan perbuatan mereka sendiri. Mereka mendapat minuman dari air yang mendidih dan azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka dahulu.

  112. 6:71

    قُلْ أَنَدْعُوا۟ مِن دُونِ ٱللَّهِ مَا لَا يَنفَعُنَا وَلَا يَضُرُّنَا وَنُرَدُّ عَلَىٰٓ أَعْقَابِنَا بَعْدَ إِذْ هَدَىٰنَا ٱللَّهُ كَٱلَّذِى ٱسْتَهْوَتْهُ ٱلشَّيَـٰطِينُ فِى ٱلْأَرْضِ حَيْرَانَ لَهُۥٓ أَصْحَـٰبٌ يَدْعُونَهُۥٓ إِلَى ٱلْهُدَى ٱئْتِنَا ۗ قُلْ إِنَّ هُدَى ٱللَّهِ هُوَ ٱلْهُدَىٰ ۖ وَأُمِرْنَا لِنُسْلِمَ لِرَبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ

    Q̣ul ʹanadʻoo miñ doonil laahi maa laa- yañfaʻunaa wa-laa yaḍurrunaa wa-nurraddu ʻalaaa ʹaʻq̣aabinaa baʻda ʹiẓ hadaanal laahu kal-laẓis tahwathush shayaaṭeenu fil ʹarḍi ḥayraan. Lahooo ʹaṣḥaabuñy yadʻoonahooo ʹilal hudaʹ tinaa. Q̣ul ʹinna hudal laahi huwal hudaa. Wa-ʹumirnaa linuslima lirabbil ʻAalameen:―

    Katakanlah (Muhammad), "Apakah kita akan memohon kepada sesuatu selain Allah, yang tidak dapat memberi manfaat dan tidak (pula) mendatangkan mudarat kepada kita, dan (apakah) kita akan dikembalikan ke belakang, setelah Allah memberi petunjuk kepada kita, seperti orang yang telah disesatkan oleh setan di bumi, dalam keadaan kebingungan." Kawan-kawannya mengajaknya ke jalan yang lurus (dengan mengatakan), "Ikutilah kami." Katakanlah, "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya); dan kita diperintahkan agar berserah diri kepada Tuhan seluruh alam,

  113. 6:72

    وَأَنْ أَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَٱتَّقُوهُ ۚ وَهُوَ ٱلَّذِىٓ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ

    Wa-ʹan ʹaq̣eemuṣ Ṣalaata wattaq̣ooh; wa-Huwal laẓeee ʹilayhi tuḥ-sharoon.

    dan agar melaksanakan salat serta bertakwa kepada-Nya." Dan Dialah Tuhan yang kepada-Nya kamu semua akan dihimpun.

  114. 6:73

    وَهُوَ ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ بِٱلْحَقِّ ۖ وَيَوْمَ يَقُولُ كُن فَيَكُونُ ۚ قَوْلُهُ ٱلْحَقُّ ۚ وَلَهُ ٱلْمُلْكُ يَوْمَ يُنفَخُ فِى ٱلصُّورِ ۚ عَـٰلِمُ ٱلْغَيْبِ وَٱلشَّهَـٰدَةِ ۚ وَهُوَ ٱلْحَكِيمُ ٱلْخَبِيرُ

    Wa-Huwal laẓee khalaq̣as samaawaati wal-ʹarḍa bilḥaq̣q̣: wa-yawma yaq̣oolu kuñ Fayakoon. Q̣awluhul Ḥaq̣q̣. Wa-lahul mulku Yawma yuñfakhu fiṣ Ṣoor. ʻAalimul g̣aybi washshahaadah. Wa-Huwal Ḥakeemul Khabeer.

    Dialah yang menciptakan langit dan bumi dengan hak (benar), ketika Dia berkata, "Jadilah!" Maka jadilah sesuatu itu. Firman-Nya adalah benar, dan milik-Nyalah segala kekuasaan pada waktu sangkakala ditiup. Dia mengetahui yang gaib dan yang nyata. Dialah Yang Mahabijaksana, Mahateliti.

  115. 6:74

    ۞ وَإِذْ قَالَ إِبْرَٰهِيمُ لِأَبِيهِ ءَازَرَ أَتَتَّخِذُ أَصْنَامًا ءَالِهَةً ۖ إِنِّىٓ أَرَىٰكَ وَقَوْمَكَ فِى ضَلَـٰلٍ مُّبِينٍ

    Wa-ʹiẓ q̣aala ʹIbraaheemu liʹabeehi ʹAazara ʹatattakhiẓu ʹaṣnaaman ʹaalihah? ʹInneee ʹaraaka wa-q̣awmaka fee ḍalaalim mubeen.

    Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata kepada ayahnya Azar, "Pantaskah engkau menjadikan berhala-berhala itu sebagai tuhan? Sesungguhnya aku melihat engkau dan kaummu dalam kesesatan yang nyata."

  116. 6:75

    وَكَذَٰلِكَ نُرِىٓ إِبْرَٰهِيمَ مَلَكُوتَ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَلِيَكُونَ مِنَ ٱلْمُوقِنِينَ

    Wa-kaẓaalika nureee ʹIbraaheema Malakootas samaawaati wal-ʹarḍi wa-liyakoona minal Mooq̣ineen.

    Dan demikianlah Kami memperlihatkan kepada Ibrahim kekuasaan (Kami yang terdapat) di langit dan di bumi, dan agar dia termasuk orang-orang yang yakin.

  117. 6:76

    فَلَمَّا جَنَّ عَلَيْهِ ٱلَّيْلُ رَءَا كَوْكَبًا ۖ قَالَ هَـٰذَا رَبِّى ۖ فَلَمَّآ أَفَلَ قَالَ لَآ أُحِبُّ ٱلْـَٔافِلِينَ

    Falammaa janna ʻalayhil laylu raʹaa kaw-kabaa. Q̣aala haaẓaa Rabbee. Falammaaa ʹafala q̣aala laaa ʹuḥibbul ʹaafileen.

    Ketika malam telah menjadi gelap, dia (Ibrahim) melihat sebuah bintang (lalu) dia berkata, "Inilah Tuhanku." Maka ketika bintang itu terbenam dia berkata, "Aku tidak suka kepada yang terbenam."

  118. 6:77

    فَلَمَّا رَءَا ٱلْقَمَرَ بَازِغًا قَالَ هَـٰذَا رَبِّى ۖ فَلَمَّآ أَفَلَ قَالَ لَئِن لَّمْ يَهْدِنِى رَبِّى لَأَكُونَنَّ مِنَ ٱلْقَوْمِ ٱلضَّآلِّينَ

    Falammaa raʹal q̣amara baazig̣añ q̣aala haaẓaa Rabbee. Falammaaa ʹafala q̣aala laʹil lam yahdinee Rabbee laʹakoonanna minal q̣awmiḍ ḍaaalleeen.

    Lalu ketika dia melihat bulan terbit, dia berkata, "Inilah Tuhanku." Tetapi ketika bulan itu terbenam dia berkata, "Sungguh, jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang-orang yang sesat."

  119. 6:78

    فَلَمَّا رَءَا ٱلشَّمْسَ بَازِغَةً قَالَ هَـٰذَا رَبِّى هَـٰذَآ أَكْبَرُ ۖ فَلَمَّآ أَفَلَتْ قَالَ يَـٰقَوْمِ إِنِّى بَرِىٓءٌ مِّمَّا تُشْرِكُونَ

    Falammaa ra ʹash-shamsa baazig̣atañ q̣aala haaẓaa Rabbee haaẓaaa ʹakbar. Falammaaa ʹafalat q̣aala yaa-q̣awmi ʹinnee bareeʹum mimmaa tushrikoon.

    Kemudian ketika dia melihat matahari terbit, dia berkata, "Inilah Tuhanku, ini lebih besar."Tetapi ketika matahari terbenam, dia berkata, "Wahai kaumku! Sungguh, aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan."

  120. 6:79

    إِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِىَ لِلَّذِى فَطَرَ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ حَنِيفًا ۖ وَمَآ أَنَا۠ مِنَ ٱلْمُشْرِكِينَ

    ʹInnee waj-jahtu wajhiya lillaẓee faṭaras samaawaati wal-arḍa ḥaneefañw wamaaa ʹana minal mushrikeen.

    Aku hadapkan wajahku kepada (Allah) yang menciptakan langit dan bumi dengan penuh kepasrahan (mengikuti) agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang musyrik.

  121. 6:80

    وَحَآجَّهُۥ قَوْمُهُۥ ۚ قَالَ أَتُحَـٰٓجُّوٓنِّى فِى ٱللَّهِ وَقَدْ هَدَىٰنِ ۚ وَلَآ أَخَافُ مَا تُشْرِكُونَ بِهِۦٓ إِلَّآ أَن يَشَآءَ رَبِّى شَيْـًٔا ۗ وَسِعَ رَبِّى كُلَّ شَىْءٍ عِلْمًا ۗ أَفَلَا تَتَذَكَّرُونَ

    Wa-haaaj-jahoo q̣aw-muh. Q̣aala ʹa-tu-ḥaaaj-jooon-nee fil laahi wa-q̣ad hadaan? Wa-laaa ʹakhaafu maa- tushrikoona biheee ʹillaaa ʹañy yashaaaʹa Rabbee shayʹaa. Wasiʻa Rabbee kulla shayʹin ʻilmaa. ʹAfalaa tataẓakkaroon?

    Dan kaumnya membantahnya. Dia (Ibrahim) berkata, "Apakah kamu hendak membantahku tentang Allah, padahal Dia benar-benar telah memberi petunjuk kepadaku? Aku tidak takut kepada (malapetaka dari) apa yang kamu persekutukan dengan Allah, kecuali Tuhanku menghendaki sesuatu. Ilmu Tuhanku meliputi segala sesuatu. Tidakkah kamu dapat mengambil pelajaran?

  122. 6:81

    وَكَيْفَ أَخَافُ مَآ أَشْرَكْتُمْ وَلَا تَخَافُونَ أَنَّكُمْ أَشْرَكْتُم بِٱللَّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِۦ عَلَيْكُمْ سُلْطَـٰنًا ۚ فَأَىُّ ٱلْفَرِيقَيْنِ أَحَقُّ بِٱلْأَمْنِ ۖ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

    Wa-kayfa ʹakhaafu maaa ʹashraktum wa-laa takhaafoona ʹannakum ʹashraktum̃ billaahi maa- lam yunazzil bihee ʻalaykum sulṭaanaa? Faʹayyul fareeq̣ayni ʹaḥaq̣q̣u bil-amn? ʹIñ kuñtum taʻlamoon.

    Bagaimana aku takut kepada apa yang kamu persekutukan (dengan Allah), padahal kamu tidak takut dengan apa yang Allah sendiri tidak menurunkan keterangan kepadamu untuk mempersekutukan-Nya. Manakah dari kedua golongan itu yang lebih berhak mendapat keamanan (dari malapetaka), jika kamu mengetahui?"

  123. 6:82

    ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَلَمْ يَلْبِسُوٓا۟ إِيمَـٰنَهُم بِظُلْمٍ أُو۟لَـٰٓئِكَ لَهُمُ ٱلْأَمْنُ وَهُم مُّهْتَدُونَ

    ʹAllaẓeena ʹaamanoo wa-lam yal-bisooo ʹeemaanahum̃ biz̤̣ulmin ʹulaaaʹika lahumul ʹamnu wa-hum Muhtadoon.

    Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan syirik, mereka itulah orang-orang yang mendapat rasa aman dan mereka mendapat petunjuk.

  124. 6:83

    وَتِلْكَ حُجَّتُنَآ ءَاتَيْنَـٰهَآ إِبْرَٰهِيمَ عَلَىٰ قَوْمِهِۦ ۚ نَرْفَعُ دَرَجَـٰتٍ مَّن نَّشَآءُ ۗ إِنَّ رَبَّكَ حَكِيمٌ عَلِيمٌ

    Wa-tilka ḥujjatunaaa ʹaataynaahaaa ʹibraaheema ʻalaa q̣awmih. Narfaʻu darajaatim man nashaaaʹ. Inna Rabbaka Ḥakeemun ʻAleem.

    Dan itulah keterangan Kami yang Kami berikan kepada Ibrahim untuk menghadapi kaumnya. Kami tinggikan derajat siapa yang Kami kehendaki. Sesungguhnya Tuhanmu Mahabijaksana, Maha Mengetahui.

  125. 6:84

    وَوَهَبْنَا لَهُۥٓ إِسْحَـٰقَ وَيَعْقُوبَ ۚ كُلًّا هَدَيْنَا ۚ وَنُوحًا هَدَيْنَا مِن قَبْلُ ۖ وَمِن ذُرِّيَّتِهِۦ دَاوُۥدَ وَسُلَيْمَـٰنَ وَأَيُّوبَ وَيُوسُفَ وَمُوسَىٰ وَهَـٰرُونَ ۚ وَكَذَٰلِكَ نَجْزِى ٱلْمُحْسِنِينَ

    Wa-wahabnaa lahooo ʹIs-ḥaaq̣a wa-yaʻq̣oob: kullan hadaynaa: wa-Nooḥan hadaynaa miñ q̣ablu wa-miñ Ẓurriyyatihee Daawooda wa-Sulaymaana wa-ʹAyyooba wa-Yoosufa wa-Moosaa wa-Haaroon: wa-kaẓaalika najzil Muḥsineen:

    Dan Kami telah menganugerahkan Ishak dan Yakub kepadanya. Kepada masing-masing telah Kami beri petunjuk; dan sebelum itu Kami telah memberi petunjuk kepada Nuh dan kepada sebagian dari keturunannya (Ibrahim) yaitu Dawud, Sulaiman, Ayub, Yusuf, Musa, dan Harun. Dan demikianlah kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik,

  126. 6:85

    وَزَكَرِيَّا وَيَحْيَىٰ وَعِيسَىٰ وَإِلْيَاسَ ۖ كُلٌّ مِّنَ ٱلصَّـٰلِحِينَ

    Wa-Zakariyyaa wa-Yaḥyaa wa-ʻEesaa wa-ʹIlyaas. Kullum minaṣ Ṣaaliḥeen.

    dan Zakaria, Yahya, Isa dan Ilyas. Semuanya termasuk orang-orang yang saleh,

  127. 6:86

    وَإِسْمَـٰعِيلَ وَٱلْيَسَعَ وَيُونُسَ وَلُوطًا ۚ وَكُلًّا فَضَّلْنَا عَلَى ٱلْعَـٰلَمِينَ

    Wa-ʹIsmaaʻeela wal-Yasaʻa wa-Yoonusa wa-Looṭaa: wa-kullañ faḍḍalnaa ʻalal ʻaalameen:

    Dan Ismail, Alyasa', Yunus dan Lut. Masing-masing Kami lebihkan (derajatnya) di atas umat lain (pada masanya),

  128. 6:87

    وَمِنْ ءَابَآئِهِمْ وَذُرِّيَّـٰتِهِمْ وَإِخْوَٰنِهِمْ ۖ وَٱجْتَبَيْنَـٰهُمْ وَهَدَيْنَـٰهُمْ إِلَىٰ صِرَٰطٍ مُّسْتَقِيمٍ

    Wa-min ʹaabaaaʹihim waẓurriyyaatihim wa-ʹikhwaa-nihim: waj-tabay-naahum wa-haday-naahum ʹilaa Ṣiraatim Mustaq̣eem.

    (dan Kami lebihkan pula derajat) sebagian dari nenek moyang mereka, keturunan mereka dan saudara-saudara mereka. Kami telah memilih mereka (menjadi Nabi dan Rasul) dan mereka Kami beri petunjuk ke jalan yang lurus.

  129. 6:88

    ذَٰلِكَ هُدَى ٱللَّهِ يَهْدِى بِهِۦ مَن يَشَآءُ مِنْ عِبَادِهِۦ ۚ وَلَوْ أَشْرَكُوا۟ لَحَبِطَ عَنْهُم مَّا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ

    Ẓaalika Hudal laahi yahdee bihee mañy yashaaaʹu min ʻibaadih. Wa-law ʹashrakoo laḥabiṭa ʻanhum maa kaanoo yaʻmaloon.

    Itulah petunjuk Allah, dengan itu Dia memberi petunjuk kepada siapa saja di antara hamba-hamba-Nya yang Dia kehendaki. Sekiranya mereka mempersekutukan Allah, pasti lenyaplah amalan yang telah mereka kerjakan.

  130. 6:89

    أُو۟لَـٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ ءَاتَيْنَـٰهُمُ ٱلْكِتَـٰبَ وَٱلْحُكْمَ وَٱلنُّبُوَّةَ ۚ فَإِن يَكْفُرْ بِهَا هَـٰٓؤُلَآءِ فَقَدْ وَكَّلْنَا بِهَا قَوْمًا لَّيْسُوا۟ بِهَا بِكَـٰفِرِينَ

    ʹUlaaaʹikal laẓeena ʹaataynaahumul Kitaaba wal-Ḥukma wan-Nubuwwah. Faʹiñy yakfur bihaa haaaʹulaaaʹi faq̣ad wak-kalnaa bihaa q̣awmal laysoo bihaa bi-Kaafireen.

    Mereka itulah orang-orang yang telah Kami berikan kitab, hikmah dan kenabian. Jika orang-orang (Quraisy) itu mengingkarinya, maka Kami akan menyerahkannya kepada kaum yang tidak mengingkarinya.

  131. 6:90

    أُو۟لَـٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ هَدَى ٱللَّهُ ۖ فَبِهُدَىٰهُمُ ٱقْتَدِهْ ۗ قُل لَّآ أَسْـَٔلُكُمْ عَلَيْهِ أَجْرًا ۖ إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرَىٰ لِلْعَـٰلَمِينَ

    ʹUlaaaʹikal laẓeena hadal laahu fabihudaahumuq̣ tadih. Q̣ul laaa ʹasʹalukum ʻalayhi ʹajraa: ʹIn huwa illaa Ẓikraa lil-ʻaalameen.

    Mereka itulah (para nabi) yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka ikutlah petunjuk mereka. Katakanlah (Muhammad), "Aku tidak meminta imbalan kepadamu dalam menyampaikan (Al-Qur`an)." Alquran itu tidak lain hanyalah peringatan untuk (segala umat) seluruh alam.

  132. 6:91

    وَمَا قَدَرُوا۟ ٱللَّهَ حَقَّ قَدْرِهِۦٓ إِذْ قَالُوا۟ مَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ عَلَىٰ بَشَرٍ مِّن شَىْءٍ ۗ قُلْ مَنْ أَنزَلَ ٱلْكِتَـٰبَ ٱلَّذِى جَآءَ بِهِۦ مُوسَىٰ نُورًا وَهُدًى لِّلنَّاسِ ۖ تَجْعَلُونَهُۥ قَرَاطِيسَ تُبْدُونَهَا وَتُخْفُونَ كَثِيرًا ۖ وَعُلِّمْتُم مَّا لَمْ تَعْلَمُوٓا۟ أَنتُمْ وَلَآ ءَابَآؤُكُمْ ۖ قُلِ ٱللَّهُ ۖ ثُمَّ ذَرْهُمْ فِى خَوْضِهِمْ يَلْعَبُونَ

    Wa-maa q̣adarul laaha ḥaq̣q̣a q̣adriheee ʹiẓ q̣aaloo maaa ʹañzalal laahu ʻalaa basharim miñ shayʹ. Q̣ul man ʹañzalal Kitaabal laẓee jaaʹa bihee Moosaa Noorañw Wa-Hudal lin-naasi tajʻaloonahoo q̣araaṭeesa tubdoonahaa wa-tukhfoona kas̤eeraa. Wa-ʻullimtum maa lam taʻlamooo ʹañtum wa-laaa ʹaabaaaʹukum. Q̣ulil laahu s̤umma ẓarhum fee khawḍihim yalʻaboon.

    Mereka tidak mengagungkan Allah sebagaimana mestinya ketika mereka berkata, "Allah tidak menurunkan sesuatu pun kepada manusia." Katakanlah (Muhammad) "Siapakah yang menurunkan kitab (Taurat) yang dibawa Musa sebagai cahaya dan petunjuk bagi manusia, kamu jadikan Kitab itu lembaran-lembaran kertas yang bercerai-berai, kamu memperlihatkan (sebagiannya) dan banyak yang kamu sembunyikan, padahal telah diajarkan kepadamu apa yang tidak diketahui, baik olehmu maupun oleh nenek moyangmu." Katakanlah, "Allahlah (yang menurunkannya)," kemudian (setelah itu), biarkanlah mereka bermain-main dalam kesesatannya.

  133. 6:92

    وَهَـٰذَا كِتَـٰبٌ أَنزَلْنَـٰهُ مُبَارَكٌ مُّصَدِّقُ ٱلَّذِى بَيْنَ يَدَيْهِ وَلِتُنذِرَ أُمَّ ٱلْقُرَىٰ وَمَنْ حَوْلَهَا ۚ وَٱلَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِٱلْـَٔاخِرَةِ يُؤْمِنُونَ بِهِۦ ۖ وَهُمْ عَلَىٰ صَلَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ

    Wa-haaẓaa Kitaabun ʹañzalnaahu Mubaarakum Muṣaddiq̣ul laẓee bayna yadayhi wa-lituñẓira ʹUmmal Q̣uraa wa-man ḥawlahaa. Wallaaẓeena yuʹminoona bil-ʹaakhirati yuʹminoona bihee wa-hum ʻalaa Ṣalaatihim yuḥaafiz̤̣oon.

    Dan ini (Al-Qur`an), Kitab yang telah Kami turunkan dengan penuh berkah; membenarkan kitab-kitab yang (diturunkan) sebelumnya dan agar engkau memberi peringatan kepada (penduduk) Ummul Qura (Mekkah) dan orang-orang yang ada di sekitarnya. Orang-orang yang beriman kepada (kehidupan) akhirat tentu beriman kepadanya (Al-Qur`an), dan mereka selalu memelihara salatnya.

  134. 6:93

    وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ ٱفْتَرَىٰ عَلَى ٱللَّهِ كَذِبًا أَوْ قَالَ أُوحِىَ إِلَىَّ وَلَمْ يُوحَ إِلَيْهِ شَىْءٌ وَمَن قَالَ سَأُنزِلُ مِثْلَ مَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ ۗ وَلَوْ تَرَىٰٓ إِذِ ٱلظَّـٰلِمُونَ فِى غَمَرَٰتِ ٱلْمَوْتِ وَٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ بَاسِطُوٓا۟ أَيْدِيهِمْ أَخْرِجُوٓا۟ أَنفُسَكُمُ ۖ ٱلْيَوْمَ تُجْزَوْنَ عَذَابَ ٱلْهُونِ بِمَا كُنتُمْ تَقُولُونَ عَلَى ٱللَّهِ غَيْرَ ٱلْحَقِّ وَكُنتُمْ عَنْ ءَايَـٰتِهِۦ تَسْتَكْبِرُونَ

    Wa-man ʹaz̤̣lamu mimmanif taraa ʻalal laahi kaẓiban ʹaw q̣aala ʹooḥiya ʹilayya wa-lam yooḥa ʹilayhi shayʹuñw wamañ q̣aala saʹuñzilu mis̤la maaa ʹañzalal laah? Wa-law taraaa ʹiẓiz̤̣ z̤̣aalimoona fee g̣amaraatil mawti walmalaaaʹikatu baasiṭooo ʹaydeehim: ʹakhrijoo ʹañfusakum. ʹAl-yawma tujzawna ʻaẓaabal hooni bimaa kuñtum taq̣ooloona ʻalal laahi g̣ayral ḥaq̣q̣i wa-kuñtum ʻan ʻAayaatihee tastakbiroon.

    Siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah atau yang berkata, "Telah diwahyukan kepadaku," padahal tidak diwahyukan sesuatu pun kepadanya, dan orang yang berkata, "Aku akan menurunkan seperti apa yang diturunkan Allah." (Alangkah ngerinya) sekiranya engkau melihat pada waktu orang-orang zalim (berada) dalam sakitnya sekarat, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata), "Keluarkanlah nyawamu." pada hari ini kamu akan dibalas dengan azab yang sangat menghinakan, karena kamu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya.

  135. 6:94

    وَلَقَدْ جِئْتُمُونَا فُرَٰدَىٰ كَمَا خَلَقْنَـٰكُمْ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَتَرَكْتُم مَّا خَوَّلْنَـٰكُمْ وَرَآءَ ظُهُورِكُمْ ۖ وَمَا نَرَىٰ مَعَكُمْ شُفَعَآءَكُمُ ٱلَّذِينَ زَعَمْتُمْ أَنَّهُمْ فِيكُمْ شُرَكَـٰٓؤُا۟ ۚ لَقَد تَّقَطَّعَ بَيْنَكُمْ وَضَلَّ عَنكُم مَّا كُنتُمْ تَزْعُمُونَ

    Wa-laq̣ad jiʹtumoonaa furaadaa kamaa khalaq̣naakum ʹawwala marratiñw wataraktum maa khawwal-naakum wa-raaaʹa z̤̣uhoorikum: wa-maa naraa maʻakum shufaʻaaaʹakumul laẓeena zaʻamtum ʹannahum feekum shurakaaaʹ. Laq̣at taq̣aṭṭaʻa baynakum wa-ḍalla ʻañkum maa kuñtum tazʻumoon!

    Dan kamu benar-benar datang sendiri-sendiri kepada Kami sebagaimana Kami ciptakan kamu pada mulanya, dan apa yang telah Kami karuniakan kepadamu, kamu tinggalkan di belakangmu (di dunia). Kami tidak melihat pemberi syafaat (pertolongan) besertamu yang kamu anggap bahwa mereka itu sekutu-sekutu (bagi Allah). Sungguh, telah terputuslah (semua pertalian) antara kamu dan telah lenyap dari kamu apa yang dahulu kamu sangka (sebagai sekutu Allah).

  136. 6:95

    ۞ إِنَّ ٱللَّهَ فَالِقُ ٱلْحَبِّ وَٱلنَّوَىٰ ۖ يُخْرِجُ ٱلْحَىَّ مِنَ ٱلْمَيِّتِ وَمُخْرِجُ ٱلْمَيِّتِ مِنَ ٱلْحَىِّ ۚ ذَٰلِكُمُ ٱللَّهُ ۖ فَأَنَّىٰ تُؤْفَكُونَ

    ʹInnal laaha faaliq̣ul ḥabbi wannawaa. Yukhrijul ḥayya minal mayyiti wa-Mukhrijul mayyiti minal ḥayy. Ẓaalikumul laahu faʹannaa tuʹfakoon?

    Sungguh, Allah menumbuhkan butir (padi-padian) dan biji (kurma). Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. Itulah (kekuasaan) Allah, maka mengapa kamu masih berpaling?

  137. 6:96

    فَالِقُ ٱلْإِصْبَاحِ وَجَعَلَ ٱلَّيْلَ سَكَنًا وَٱلشَّمْسَ وَٱلْقَمَرَ حُسْبَانًا ۚ ذَٰلِكَ تَقْدِيرُ ٱلْعَزِيزِ ٱلْعَلِيمِ

    Faaliq̣ul ʹiṣbaaḥ: wa-jaʻalal layla sakanañw washshamsa walq̣amara ḥusbaanaa, ẓaalika taq̣deerul ʻAzeezil ʻAleem.

    Dia menyingsingkan pagi dan menjadikan malam untuk beristirahat, dan (menjadikan) matahari dan bulan untuk perhitungan. Itulah ketetapan Allah Yang Mahaperkasa, Maha Mengetahui.

  138. 6:97

    وَهُوَ ٱلَّذِى جَعَلَ لَكُمُ ٱلنُّجُومَ لِتَهْتَدُوا۟ بِهَا فِى ظُلُمَـٰتِ ٱلْبَرِّ وَٱلْبَحْرِ ۗ قَدْ فَصَّلْنَا ٱلْـَٔايَـٰتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ

    Wa-Huwal laẓee jaʻala lakumun nujooma litahtadoo bihaa fee z̤̣ulumaatil barri walbahr: q̣ad faṣṣalnal ʹAayaati liq̣awmiñy yaʻlamoon.

    Dan Dialah yang menjadikan bintang-bintang bagimu, agar kamu menjadikannya petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut. Kami telah menjelaskan tanda-tanda (kekuasaan Kami) kepada orang-orang yang mengetahui.

  139. 6:98

    وَهُوَ ٱلَّذِىٓ أَنشَأَكُم مِّن نَّفْسٍ وَٰحِدَةٍ فَمُسْتَقَرٌّ وَمُسْتَوْدَعٌ ۗ قَدْ فَصَّلْنَا ٱلْـَٔايَـٰتِ لِقَوْمٍ يَفْقَهُونَ

    Wa-Huwal laẓeee ʹañshaʹakum min nafsiñw waaḥidatiñ famustaq̣arruñw wa-mustawdaʻ: q̣ad faṣṣalnal ʹAayaati liq̣aw miñyyafq̣ahoon.

    Dan Dialah yang menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam), maka (bagimu) ada tempat menetap dan tempat simpanan. Sesungguhnya telah Kami jelaskan tanda-tanda (kebesaran Kami) kepada orang-orang yang mengetahui.

  140. 6:99

    وَهُوَ ٱلَّذِىٓ أَنزَلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءً فَأَخْرَجْنَا بِهِۦ نَبَاتَ كُلِّ شَىْءٍ فَأَخْرَجْنَا مِنْهُ خَضِرًا نُّخْرِجُ مِنْهُ حَبًّا مُّتَرَاكِبًا وَمِنَ ٱلنَّخْلِ مِن طَلْعِهَا قِنْوَانٌ دَانِيَةٌ وَجَنَّـٰتٍ مِّنْ أَعْنَابٍ وَٱلزَّيْتُونَ وَٱلرُّمَّانَ مُشْتَبِهًا وَغَيْرَ مُتَشَـٰبِهٍ ۗ ٱنظُرُوٓا۟ إِلَىٰ ثَمَرِهِۦٓ إِذَآ أَثْمَرَ وَيَنْعِهِۦٓ ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكُمْ لَـَٔايَـٰتٍ لِّقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

    Wa-Huwal laẓeee ʹañzala minas samaaaʹi maaaʹaa: faʹakhrajnaa bihee nabaata kulli shayʹiñ faʹakhrajnaa minhu khaḍiran nukhriju minhu ḥabbam mutaraakibaa; wa-minan nakhli miñ ṭalʻihaa q̣in-waanuñ daaniyatuñw wa-jannaatim min ʹaʻnaabiñw wazzaytoona warrummaana mushtabihañw wa-g̣ayra mutashaabih. ʹUñz̤̣urooo ʹilaa s̤amariheee ʹiẓaaa ʹas̤mara wa-yanʻih. ʹInna fee ẓaalikum laʹAayaatil liq̣awmiñy yuʹminoon.

    Dan Dialah yang menurunkan air dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan, maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau, Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang kurma, mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (Kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. Perhatikanlah buahnya pada waktu berbuah, dan menjadi masak. Sungguh, pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman.

  141. 6:100

    وَجَعَلُوا۟ لِلَّهِ شُرَكَآءَ ٱلْجِنَّ وَخَلَقَهُمْ ۖ وَخَرَقُوا۟ لَهُۥ بَنِينَ وَبَنَـٰتٍۭ بِغَيْرِ عِلْمٍ ۚ سُبْحَـٰنَهُۥ وَتَعَـٰلَىٰ عَمَّا يَصِفُونَ

    Wa-jaʻaloo lillaahi shurakaaaʹal jinna wa-khalaq̣a-hum wa-kharaq̣oo lahoo baneena wa-banaatim big̣ayri ʻilm. Subḥaanahoo wa-taʻaalaa ʻammaa yaṣifoon.

    Dan mereka (orang-orang musyrik) menjadikan Jin itu sekutu-sekutu Allah, padahal Dia yang menciptakannya (jin-jin itu), dan mereka berbohong (dengan mengatakan), "Allah mempunyai anak laki-laki dan anak perempuan," tanpa (dasar) pengetahuan. Maha Suci Allah dan Mahatinggi dari sifat-sifat yang mereka gambarkan.

  142. 6:101

    بَدِيعُ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۖ أَنَّىٰ يَكُونُ لَهُۥ وَلَدٌ وَلَمْ تَكُن لَّهُۥ صَـٰحِبَةٌ ۖ وَخَلَقَ كُلَّ شَىْءٍ ۖ وَهُوَ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌ

    Badeeʻus samaawaati wal-ʹarḍ: Annaa yakoonu lahoo waladuñw wa-lam takul lahoo ṣaaḥibah? Wa-khalaq̣a kulla shayʹ, wa-Huwa bikulli shayʹin ʻAleem.

    Dia (Allah) Pencipta langit dan bumi. Bagaimana (mungkin) Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai istri. Dia menciptakan segala sesuatu; dan Dia mengetahui segala sesuatu.

  143. 6:102

    ذَٰلِكُمُ ٱللَّهُ رَبُّكُمْ ۖ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ خَـٰلِقُ كُلِّ شَىْءٍ فَٱعْبُدُوهُ ۚ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ وَكِيلٌ

    Ẓaalikumul laahu Rabbukum! Laaa ʹilaaha ʹillaa Hoo. khaaliq̣u kulli shayʹiñ faʻbudooh; wa-Huwa ʻalaa kulli shayʹiñw Wakeel.

    Itulah Allah, Tuhan kamu; tidak ada tuhan selain Dia; Pencipta segala sesuatu, maka sembahlah Dia; Dialah Pemelihara segala sesuatu.

  144. 6:103

    لَّا تُدْرِكُهُ ٱلْأَبْصَـٰرُ وَهُوَ يُدْرِكُ ٱلْأَبْصَـٰرَ ۖ وَهُوَ ٱللَّطِيفُ ٱلْخَبِيرُ

    Laa tudrikuhul ʹabṣaaru. wa-Huwa yudrikul ʹabṣaar: wa-Huwal Laṭeeful Khabeer.

    Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala penglihatan itu dan Dialah Yang Mahahalus, Mahateliti.

  145. 6:104

    قَدْ جَآءَكُم بَصَآئِرُ مِن رَّبِّكُمْ ۖ فَمَنْ أَبْصَرَ فَلِنَفْسِهِۦ ۖ وَمَنْ عَمِىَ فَعَلَيْهَا ۚ وَمَآ أَنَا۠ عَلَيْكُم بِحَفِيظٍ

    Q̣ad jaaaʹakum̃ baṣaaaʹiru mir rabbikum: faman ʹabṣara falinafsih: wa-man ʻamiya faʻalayhaa: wa-maaa ʹana ʻalaykum̃ biḥafeez̤̣.

    Sungguh, bukti-bukti yang nyata telah datang dari Tuhanmu. Barang siapa melihat (kebenaran itu), maka (manfaatnya) bagi dirinya sendiri; dan barang siapa buta (tidak melihat kebenaran itu), maka dialah yang rugi. Dan aku (Muhammad) bukanlah penjaga(mu).

  146. 6:105

    وَكَذَٰلِكَ نُصَرِّفُ ٱلْـَٔايَـٰتِ وَلِيَقُولُوا۟ دَرَسْتَ وَلِنُبَيِّنَهُۥ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ

    Wa-kaẓaalika nuṣarriful ʹAayaati wa-liyaq̣ooloo darasta wa-li-nubayyi-nahoo. liq̣awmiñy yaʻlamoon.

    Dan demikianlah Kami menjelaskan berulang-ulang ayat-ayat Kami agar orang-orang musyrik mengatakan, "Engkau telah mempelajari ayat-ayat itu (dari Ahli Kitab)." dan agar Kami menjelaskan Al-Qur`an itu kepada orang-orang yang mengetahui.

  147. 6:106

    ٱتَّبِعْ مَآ أُوحِىَ إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَ ۖ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ وَأَعْرِضْ عَنِ ٱلْمُشْرِكِينَ

    ʹIttabiʻ maaa ʹooḥiya ʹilayka mir Rabbik: Laaa ʹilaaha ʹillaa Hoo: wa-ʹaʻriḍ ʻanil mushrikeen.

    Ikutilah apa yang telah diwahyukan Tuhanmu kepadamu (Muhammad); tidak ada tuhan selain Dia; dan berpalinglah dari orang-orang musyrik.

  148. 6:107

    وَلَوْ شَآءَ ٱللَّهُ مَآ أَشْرَكُوا۟ ۗ وَمَا جَعَلْنَـٰكَ عَلَيْهِمْ حَفِيظًا ۖ وَمَآ أَنتَ عَلَيْهِم بِوَكِيلٍ

    Wa-law shaaaʹal laahu maaa ʹashrakoo: wa-maa jaʻalnaaka ʻalayhim ḥafeez̤̣aa, wa-maaa ʹañta ʻalayhim̃ biwakeel.

    Dan sekiranya Allah menghendaki, niscaya mereka tidak mempersekutukan (-Nya). Dan Kami tidak menjadikan engkau penjaga mereka; dan engkau bukan pula pemelihara mereka.

  149. 6:108

    وَلَا تَسُبُّوا۟ ٱلَّذِينَ يَدْعُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ فَيَسُبُّوا۟ ٱللَّهَ عَدْوًۢا بِغَيْرِ عِلْمٍ ۗ كَذَٰلِكَ زَيَّنَّا لِكُلِّ أُمَّةٍ عَمَلَهُمْ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّهِم مَّرْجِعُهُمْ فَيُنَبِّئُهُم بِمَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ

    Wa-laa tasubbul laẓeena yadʻoona miñ doonil laahi fayasubbul laaha ʻadwam big̣ayri ʻilm. Kaẓaalika zayyannaa likulli ʹummatin ʻamalahum. S̤umma ʹilaa Rabbihim marjiʻuhum fayunabbiʹuhum̃ bimaa kaanoo yaʻmaloon.

    Dan Janganlah kamu memaki sesembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa dasar pengetahuan. Demikianlah, Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan, tempat kembali mereka, lalu Dia akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan.

  150. 6:109

    وَأَقْسَمُوا۟ بِٱللَّهِ جَهْدَ أَيْمَـٰنِهِمْ لَئِن جَآءَتْهُمْ ءَايَةٌ لَّيُؤْمِنُنَّ بِهَا ۚ قُلْ إِنَّمَا ٱلْـَٔايَـٰتُ عِندَ ٱللَّهِ ۖ وَمَا يُشْعِرُكُمْ أَنَّهَآ إِذَا جَآءَتْ لَا يُؤْمِنُونَ

    Wa-ʹaq̣samoo billaahi jahda ʹaymaanihim laʹiñ jaaaʹathum ʹAayatul layuʹminunna bihaa. Q̣ul ʹinnamal ʹAayaatu ʻindal laahi wa-maa yushʻirukum ʹannahaaa ʹiẓaa jaaaʹat laa yuʹminoon?

    Dan Mereka bersumpah atas nama Allah dengan segala kesungguhan, bahwa jika datang suatu mukjizat kepada mereka, pastilah mereka akan beriman kepada-Nya. Katakanlah, "mukjizat-mukjizat itu hanya ada pada sisi Allah." Dan tahukah kamu, bahwa apabila mukjizat (ayat-ayat) datang, mereka tidak juga akan beriman.

  151. 6:110

    وَنُقَلِّبُ أَفْـِٔدَتَهُمْ وَأَبْصَـٰرَهُمْ كَمَا لَمْ يُؤْمِنُوا۟ بِهِۦٓ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَنَذَرُهُمْ فِى طُغْيَـٰنِهِمْ يَعْمَهُونَ

    Wa-nuq̣allibu ʹafʹidatahum wa-ʹabṣaarahum kamaa lam yuʹminoo biheee ʹawwala marratiñ wa-naẓaruhum fee ṭug̣yaanihim yaʻmahoon.

    Dan (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti pertama kali mereka tidak beriman kepadanya (Al-Qur`an), dan Kami biarkan mereka bingung dalam kesesatan.