-
1
ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ وَجَعَلَ ٱلظُّلُمَـٰتِ وَٱلنُّورَ ۖ ثُمَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ بِرَبِّهِمْ يَعْدِلُونَ
ʹAl-Ḥamdu lillaahil laẓee khalaq̣as Samaawaati wal-ʹarḍa wa-jaʻalaz̤̣ z̤̣u-lu-maa-ti wan-Noor. S̤ummal laẓeena kafaroo bi-Rabbihim yaʻdiloon.
Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan langit dan bumi, dan menjadikan gelap dan terang, namun demikian orang-orang kafir masih mempersekutukan Tuhan mereka dengan sesuatu.
-
2
هُوَ ٱلَّذِى خَلَقَكُم مِّن طِينٍ ثُمَّ قَضَىٰٓ أَجَلًا ۖ وَأَجَلٌ مُّسَمًّى عِندَهُۥ ۖ ثُمَّ أَنتُمْ تَمْتَرُونَ
Huwal laẓee khalaq̣akum miñ ṭeeniñ s̤umma q̣aḍaaa ʹajalaa. Wa-ʹajalum Musamman ʻiñdahoo s̤umma ʹañtum tamtaroon!
Dialah yang menciptakan kamu dari tanah, kemudian Dia menetapkan ajal (kematianmu), dan batas waktu tertentu yang hanya diketahui oleh-Nya. Namun demikian kamu masih meragukannya.
-
3
وَهُوَ ٱللَّهُ فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَفِى ٱلْأَرْضِ ۖ يَعْلَمُ سِرَّكُمْ وَجَهْرَكُمْ وَيَعْلَمُ مَا تَكْسِبُونَ
Wa-Huwal laahu fis samaawaati wa-fil ʹarḍ? Yaʻlamu sirrakum wa-jahrakum wayaʻlamu maa- taksiboon.
Dan Dialah Allah (yang disembah), di langit maupun di bumi; Dia mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu nyatakan dan mengetahui (pula) apa yang kamu kerjakan.
-
4
وَمَا تَأْتِيهِم مِّنْ ءَايَةٍ مِّنْ ءَايَـٰتِ رَبِّهِمْ إِلَّا كَانُوا۟ عَنْهَا مُعْرِضِينَ
Wa-maa taʹteehim min ʹAayaati Min ʹAayatim Rabbihim ʹillaa kaanoo ʻanhaa muʻriḍeen.
Dan setiap ayat dari ayat-ayat Tuhan yang sampai kepada mereka (orang kafir), semuanya selalu diingkarinya.
-
5
فَقَدْ كَذَّبُوا۟ بِٱلْحَقِّ لَمَّا جَآءَهُمْ ۖ فَسَوْفَ يَأْتِيهِمْ أَنۢبَـٰٓؤُا۟ مَا كَانُوا۟ بِهِۦ يَسْتَهْزِءُونَ
Faq̣ad kaẓẓaboo bil-Ḥaq̣q̣i lammaa jaaaʹahum: fasawfa yaʹteehim ʹambaaaʹu maa- kaanoo bihee yas-tahziʹoon.
Sungguh, mereka telah mendustakan kebenaran (Al-Qur`an) ketika sampai kepada mereka, maka kelak akan sampai kepada mereka (kenyataan dari) berita-berita yang selalu mereka perolok-olokkan.
-
6
أَلَمْ يَرَوْا۟ كَمْ أَهْلَكْنَا مِن قَبْلِهِم مِّن قَرْنٍ مَّكَّنَّـٰهُمْ فِى ٱلْأَرْضِ مَا لَمْ نُمَكِّن لَّكُمْ وَأَرْسَلْنَا ٱلسَّمَآءَ عَلَيْهِم مِّدْرَارًا وَجَعَلْنَا ٱلْأَنْهَـٰرَ تَجْرِى مِن تَحْتِهِمْ فَأَهْلَكْنَـٰهُم بِذُنُوبِهِمْ وَأَنشَأْنَا مِنۢ بَعْدِهِمْ قَرْنًا ءَاخَرِينَ
ʹAlam yaraw kam ʹahlaknaa miñ q̣ablihim miñ q̣arnim makkannaahum fil ʹarḍi maa- lam numakkil lakum wa-ʹarsalnas samaaaʹa ʻalayhim midraaraa, wa-jaʻalnal ʹanhaara tajree miñ taḥ-tihim faʹahlaknaahum biẓunoobihim wa-ʹañshaʹnaa mim baʻdihim q̣arnan ʹaakhareen.
Tidakkah mereka memperhatikan berapa banyak generasi sebelum mereka yang telah Kami binasakan, padahal (generasi itu) telah Kami teguhkan kedudukannya di bumi, yaitu keteguhan yang belum pernah Kami berikan kepadamu. Kami curahkan hujan yang lebat untuk mereka dan Kami jadikan sungai-sungai mengalir di bawah mereka, kemudian Kami binasakan mereka karena dosa-dosa mereka sendiri, dan Kami ciptakan generasi yang lain setelah generasi mereka.
-
7
وَلَوْ نَزَّلْنَا عَلَيْكَ كِتَـٰبًا فِى قِرْطَاسٍ فَلَمَسُوهُ بِأَيْدِيهِمْ لَقَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓا۟ إِنْ هَـٰذَآ إِلَّا سِحْرٌ مُّبِينٌ
Wa-law nazzalnaa ʻalayka Kitaabañ fee q̣irṭaasiñ falamasoohu biʹaydeehim laq̣aalal laẓeena kafarooo ʹin haaẓaaa ʹillaa siḥrum mubeen.
Dan sekiranya Kami turunkan kepadamu (Muhammad) tulisan di atas kertas, lalu mereka dapat memegangnya dengan tangan mereka sendiri, niscaya orang-orang kafir itu akan berkata, "Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata."
-
8
وَقَالُوا۟ لَوْلَآ أُنزِلَ عَلَيْهِ مَلَكٌ ۖ وَلَوْ أَنزَلْنَا مَلَكًا لَّقُضِىَ ٱلْأَمْرُ ثُمَّ لَا يُنظَرُونَ
Wa-q̣aaloo Laaa-law ʹuñzila ʻalayhi malak? Wa-law ʹañzalnaa malakal laq̣uḍiyal ʹamru s̤umma laa- yuñz̤̣aroon.
Dan mereka berkata, "Mengapa tidak diturunkan malaikat kepadanya (Muhammad)?" Jika Kami turunkan malaikat (kepadanya), tentu selesailah urusan itu, tetapi mereka tidak diberi penangguhan (sedikit pun).
-
9
وَلَوْ جَعَلْنَـٰهُ مَلَكًا لَّجَعَلْنَـٰهُ رَجُلًا وَلَلَبَسْنَا عَلَيْهِم مَّا يَلْبِسُونَ
Wa-law jaʻalnaahu malakal lajaʻalnaahu rajulañw wa-la-labasnaa ʻalayhim maa yalbisoon.
Dan sekiranya Rasul itu Kami jadikan (dari) malaikat, pastilah Kami jadikan dia (berwujud) laki-laki, dan (dengan demikian) pasti Kami akan menjadikan mereka tetap ragu sebagaimana kini mereka ragu.
-
10
وَلَقَدِ ٱسْتُهْزِئَ بِرُسُلٍ مِّن قَبْلِكَ فَحَاقَ بِٱلَّذِينَ سَخِرُوا۟ مِنْهُم مَّا كَانُوا۟ بِهِۦ يَسْتَهْزِءُونَ
Wa-laq̣adis tuhziʹa birusulim miñ q̣ablika faḥaaq̣a billaẓeena sakhiroo minhum maa kaanoo bihee yastahziʹoon.
Dan sungguh, beberapa Rasul sebelum engkau (Muhammad) telah diperolok-olokkan, sehingga turunlah azab kepada orang-orang yang mencemoohkan itu sebagai balasan atas olok-olokan mereka.
-
11
قُلْ سِيرُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ ثُمَّ ٱنظُرُوا۟ كَيْفَ كَانَ عَـٰقِبَةُ ٱلْمُكَذِّبِينَ
Q̣ul seeroo fil ʹarḍi s̤ummañ z̤̣uroo kayfa kaana ʻaaq̣ibatul mukaẓẓibeen.
Katakanlah (Muhammad), "Jelajahilah bumi, kemudian perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan itu!"
-
12
قُل لِّمَن مَّا فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۖ قُل لِّلَّهِ ۚ كَتَبَ عَلَىٰ نَفْسِهِ ٱلرَّحْمَةَ ۚ لَيَجْمَعَنَّكُمْ إِلَىٰ يَوْمِ ٱلْقِيَـٰمَةِ لَا رَيْبَ فِيهِ ۚ ٱلَّذِينَ خَسِرُوٓا۟ أَنفُسَهُمْ فَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ
Q̣ul limam maa fis samaawaati wal-ʹarḍ? Q̣ul lillaah. Kataba ʻalaa Nafsihir Raḥmah. Layajmaʻannakum ʹilaa Yawmil Q̣iyaamati laa- rayba feeh. ʹAllaẓeena khasirooo ʹañfusahum fahum laa- yuʹminoon.
Katakanlah (Muhammad), "Milik siapakah apa yang di langit dan di bumi?" Katakanlah, "Milik Allah." Dia telah menetapkan (sifat) kasih sayang pada diri-Nya. Dia sungguh akan mengumpulkan kamu pada hari Kiamat yang tidak diragukan lagi. Orang-orang yang merugikan dirinya, mereka itu tidak beriman.
-
13
۞ وَلَهُۥ مَا سَكَنَ فِى ٱلَّيْلِ وَٱلنَّهَارِ ۚ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْعَلِيمُ
Walahoo maa- sakana fil lay-li wan-nahaar. Wa-Huwas Sameeʻul ʻAleem.
Dan milik-Nyalah segala apa yang ada pada malam dan siang hari. Dan Dialah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui.
-
14
قُلْ أَغَيْرَ ٱللَّهِ أَتَّخِذُ وَلِيًّا فَاطِرِ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَهُوَ يُطْعِمُ وَلَا يُطْعَمُ ۗ قُلْ إِنِّىٓ أُمِرْتُ أَنْ أَكُونَ أَوَّلَ مَنْ أَسْلَمَ ۖ وَلَا تَكُونَنَّ مِنَ ٱلْمُشْرِكِينَ
Q̣ul ʹag̣ayral laahi ʹattakhiẓu waliyyañ Faaṭiris samaawaati wal-ʹarḍi wa-Huwa yuṭʻimu wa-laa yuṭʻam. Q̣ul ʹinneee ʹumirtu ʹan ʹakoona ʹawwala man ʹaslama wa-laa takoonanna minal mushrikeen.
Katakanlah (Muhammad), "Apakah aku akan menjadikan pelindung selain Allah yang menjadikan langit dan bumi, padahal Dia memberi makan dan tidak diberi makan?" Katakanlah, "Sesungguhnya aku diperintahkan agar aku menjadi orang yang pertama berserah diri (kepada Allah), dan jangan sekali-kali kamu masuk golongan orang-orang musyrik."
-
15
قُلْ إِنِّىٓ أَخَافُ إِنْ عَصَيْتُ رَبِّى عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ
Q̣ul ʹinneee ʹakhaafu ʹin ʻaṣaytu Rabbee ʻaẓaaba Yawmin ʻAz̤̣eem.
Katakanlah (Muhammad), "Aku benar-benar takut akan azab hari yang besar (hari Kiamat), jika aku mendurhakai Tuhanku."
-
16
مَّن يُصْرَفْ عَنْهُ يَوْمَئِذٍ فَقَدْ رَحِمَهُۥ ۚ وَذَٰلِكَ ٱلْفَوْزُ ٱلْمُبِينُ
Mañy yuṣraf ʻanhu yawmaʹiẓin faq̣ad raḥimah; waẓaalikal fawzul mubeen.
Barang siapa yang azab dijauhkan dari dirinya pada hari itu, maka sungguh, Allah telah memberikan rahmat kepadanya. Dan itulah kemenangan yang nyata.
-
17
وَإِن يَمْسَسْكَ ٱللَّهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُۥٓ إِلَّا هُوَ ۖ وَإِن يَمْسَسْكَ بِخَيْرٍ فَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ
Wa-ʹiñy yam-saskal laahu biḍurriñ falaa kaashifa lahooo ʹillaa Hoo: wa-ʹiñy yam-saska bikhayriñ fa-Huwa ʻalaa kulli shayʹiñ Q̣adeer.
Dan jika Allah menimpakan suatu bencana kepadamu, tidak ada yang dapat menghilangkannya selain Dia. Dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu, maka Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.
-
18
وَهُوَ ٱلْقَاهِرُ فَوْقَ عِبَادِهِۦ ۚ وَهُوَ ٱلْحَكِيمُ ٱلْخَبِيرُ
Wa-huwal Q̣aahiru fawq̣a ʻibaadih; wa-Huwal Ḥakeemul Khabeer.
Dan Dialah yang berkuasa atas hamba-hamba-Nya. Dan Dia Mahabijaksana, Maha Mengetahui.
-
19
قُلْ أَىُّ شَىْءٍ أَكْبَرُ شَهَـٰدَةً ۖ قُلِ ٱللَّهُ ۖ شَهِيدٌۢ بَيْنِى وَبَيْنَكُمْ ۚ وَأُوحِىَ إِلَىَّ هَـٰذَا ٱلْقُرْءَانُ لِأُنذِرَكُم بِهِۦ وَمَنۢ بَلَغَ ۚ أَئِنَّكُمْ لَتَشْهَدُونَ أَنَّ مَعَ ٱللَّهِ ءَالِهَةً أُخْرَىٰ ۚ قُل لَّآ أَشْهَدُ ۚ قُلْ إِنَّمَا هُوَ إِلَـٰهٌ وَٰحِدٌ وَإِنَّنِى بَرِىٓءٌ مِّمَّا تُشْرِكُونَ
Q̣ul ʹayyu shayʹin ʹakbaru shahaadah? Q̣ulil laahu shaheedum baynee wa-baynakum, wa-ʹooḥiya ʹilayya haaẓal Q̣urʹaanu liʹuñẓirakum̃ bihee wa-mam balag̣. ʹAʹinnakum latashhadoona ʹanna maʻal laahi ʹaalihatan ʹukhraa? Q̣ul laaa ʹashhad! Q̣ul ʹinnamaa Huwa ʹIlaahuñw Waaḥiduñw wa-ʹinnanee bareeeʹum mimmaa tushrikoon.
Katakanlah (Muhammad), "Siapakah yang lebih kuat kesaksiannya?" Katakanlah, "Allah, Dia menjadi saksi antara aku dan kamu. Al-Qur`an ini diwahyukan kepadaku agar dengan itu aku memberi peringatan kepadamu dan kepada orang yang sampai (Al-Qur`an kepadanya). Dapatkah kamu benar-benar bersaksi bahwa ada tuhan-tuhan lain bersama Allah?" Katakanlah, "Aku tidak dapat bersaksi." Katakanlah, "Sesungguhnya hanya Dialah Tuhan Yang Maha Esa dan aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan (dengan Allah)."
-
20
ٱلَّذِينَ ءَاتَيْنَـٰهُمُ ٱلْكِتَـٰبَ يَعْرِفُونَهُۥ كَمَا يَعْرِفُونَ أَبْنَآءَهُمُ ۘ ٱلَّذِينَ خَسِرُوٓا۟ أَنفُسَهُمْ فَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ
Allaẓeena ʹaataynaahumul Kitaaba yaʻrifoonahoo kamaa yaʻrifoona ʹabnaaaʹahum. ʹAllaẓeena khasirooo ʹañfusahum fahum laa- yuʹminoon.
Orang-orang yang telah Kami berikan kitab kepadanya, mereka mengenalnya (Muhammad) seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Orang-orang yang merugikan dirinya, mereka itu tidak beriman (kepada Allah).
-
21
وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ ٱفْتَرَىٰ عَلَى ٱللَّهِ كَذِبًا أَوْ كَذَّبَ بِـَٔايَـٰتِهِۦٓ ۗ إِنَّهُۥ لَا يُفْلِحُ ٱلظَّـٰلِمُونَ
Wa-man ʹaz̤̣lamu mim-manif taraa ʻalal laahi kaẓiban ʹaw kaẓẓaba biʹAayaatih? ʹInnahoo laa- yufliḥuz̤̣ z̤̣aalimoon.
Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan suatu kebohongan terhadap Allah, atau yang mendustakan ayat-ayat-Nya? Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu tidak beruntung.
-
22
وَيَوْمَ نَحْشُرُهُمْ جَمِيعًا ثُمَّ نَقُولُ لِلَّذِينَ أَشْرَكُوٓا۟ أَيْنَ شُرَكَآؤُكُمُ ٱلَّذِينَ كُنتُمْ تَزْعُمُونَ
Wa-yawma naḥ-shuruhum jameeʻañ s̤umma naq̣oolu lil-laẓeena ʹashrakooo ʹayna shurakaaaʹukumul laẓeena kuñtum tazʻumoon.
Dan (ingatlah), pada hari ketika Kami mengumpulkan mereka semua kemudian Kami berfirman kepada orang-orang yang menyekutukan Allah, "Dimanakah sembahan-sembahanmu yang dahulu kamu klaim (sebagai sekutu-sekutu Kami)?"
-
23
ثُمَّ لَمْ تَكُن فِتْنَتُهُمْ إِلَّآ أَن قَالُوا۟ وَٱللَّهِ رَبِّنَا مَا كُنَّا مُشْرِكِينَ
S̤umma lam takuñ fitnatuhum ʹillaaa ʹañ q̣aaloo wallaahi Rabbina maa- kunnaa mushrikeen.
Kemudian tidaklah ada jawaban bohong mereka, kecuali mengatakan, "Demi Allah, ya Tuhan kami, tidaklah kami mempersekutukan Allah."
-
24
ٱنظُرْ كَيْفَ كَذَبُوا۟ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ ۚ وَضَلَّ عَنْهُم مَّا كَانُوا۟ يَفْتَرُونَ
ʹUñz̤̣ur kayfa kaẓaboo ʻalaaa ʹañfusihim wa-ḍalla ʻanhum maa kaanoo yaftaroon.
Lihatlah, bagaimana mereka berbohong terhadap diri mereka sendiri. Dan sesembahan yang mereka ada-adakan dahulu akan hilang dari mereka.
-
25
وَمِنْهُم مَّن يَسْتَمِعُ إِلَيْكَ ۖ وَجَعَلْنَا عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ أَكِنَّةً أَن يَفْقَهُوهُ وَفِىٓ ءَاذَانِهِمْ وَقْرًا ۚ وَإِن يَرَوْا۟ كُلَّ ءَايَةٍ لَّا يُؤْمِنُوا۟ بِهَا ۚ حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءُوكَ يُجَـٰدِلُونَكَ يَقُولُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓا۟ إِنْ هَـٰذَآ إِلَّآ أَسَـٰطِيرُ ٱلْأَوَّلِينَ
Wa-minhum mañy yastamiʻu ʹilayk; wa-jaʻalnaa ʻalaa q̣uloobihim ʹakinnatan ʹañy yafq̣ahoohu wa-feee ʹaaẓaanihim waq̣raa; wa-ʹiñy yaraw kulla ʹAayatil laa yuʹminoo bihaa: ḥattaaa ʹiẓaa jaaaʹooka yujaadiloonaka yaq̣oolul laẓeena kafarooo ʹin haaẓaaa ʹillaaa ʹasaaṭeerul ʹawwaleen.
Dan di antara mereka ada yang mendengarkan bacaanmu (Muhammad), dan Kami telah menjadikan hati mereka tertutup (sehingga mereka tidak) memahaminya, dan telinganya tersumbat. Dan kalaupun mereka melihat segala tanda (kebenaran), mereka tetap tidak mau beriman kepadanya. Sehingga apabila mereka datang kepadamu untuk membantahmu, orang-orang kafir itu berkata, "Ini (Al-Qur`an) tidak lain hanyalah dongengan orang-orang terdahulu."
-
26
وَهُمْ يَنْهَوْنَ عَنْهُ وَيَنْـَٔوْنَ عَنْهُ ۖ وَإِن يُهْلِكُونَ إِلَّآ أَنفُسَهُمْ وَمَا يَشْعُرُونَ
Wa-hum yan-hawna ʻanhu wa-yanʹawna ʻanh: wa-ʹiñy yuh-likoona ʹillaaa ʹañfusahum wa-maa yashʻuroon.
Dan mereka melarang (orang lain) mendengarkan (Al-Qur`an) dan mereka sendiri menjauhkan diri daripadanya, dan mereka hanyalah membinasakan diri mereka sendiri, sedang mereka tidak menyadari.
-
27
وَلَوْ تَرَىٰٓ إِذْ وُقِفُوا۟ عَلَى ٱلنَّارِ فَقَالُوا۟ يَـٰلَيْتَنَا نُرَدُّ وَلَا نُكَذِّبَ بِـَٔايَـٰتِ رَبِّنَا وَنَكُونَ مِنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ
Wa-law taraaa ʹiẓ wuq̣ifoo ʻalan Naari faq̣aaloo yaa-laytanaa nuraddu wa-laa nukaẓẓiba biʹAayaati Rabbinaa wa-nakoona minal Muʹmineen!
Dan seandainya engkau (Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, mereka berkata, "Seandainya kami dikembalikan (ke dunia) tentu kami tidak akan mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, serta menjadi orang-orang yang beriman."
-
28
بَلْ بَدَا لَهُم مَّا كَانُوا۟ يُخْفُونَ مِن قَبْلُ ۖ وَلَوْ رُدُّوا۟ لَعَادُوا۟ لِمَا نُهُوا۟ عَنْهُ وَإِنَّهُمْ لَكَـٰذِبُونَ
Bal badaa lahum maa kaanoo yukhfoona miñ q̣abl. Wa-law ruddoo laʻaadoo limaa nuhoo ʻanhu wa-ʹinnahum lakaaẓiboon.
Tetapi (sebenarnya) bagi mereka telah nyata kejahatan yang mereka sembunyikan dahulu. Seandainya mereka dikembalikan ke dunia, tentu mereka akan mengulang kembali apa yang telah dilarang mengerjakannya. Mereka itu sungguh pendusta.
-
29
وَقَالُوٓا۟ إِنْ هِىَ إِلَّا حَيَاتُنَا ٱلدُّنْيَا وَمَا نَحْنُ بِمَبْعُوثِينَ
Wa-q̣aalooo ʹin hiya ʹillaa ḥayaatunad dunyaa wa-maa naḥnu bimabʻoos̤een.
Dan tentu mereka akan mengatakan (pula), "Hidup hanyalah di dunia ini, dan kita tidak akan dibangkitkan."
-
30
وَلَوْ تَرَىٰٓ إِذْ وُقِفُوا۟ عَلَىٰ رَبِّهِمْ ۚ قَالَ أَلَيْسَ هَـٰذَا بِٱلْحَقِّ ۚ قَالُوا۟ بَلَىٰ وَرَبِّنَا ۚ قَالَ فَذُوقُوا۟ ٱلْعَذَابَ بِمَا كُنتُمْ تَكْفُرُونَ
Wa-law taraaa ʹiẓ wuq̣ifoo ʻalaa Rabbihim! q̣aala ʹalaysa haaẓaa bilḥaq̣q̣? Q̣aaloo balaa wa-Rabbinaa! Q̣aala faẓooq̣ul ʻaẓaaba bimaa kuñtum takfuroon.
Dan seandainya engkau (Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan kepada Tuhannya (tentulah engkau melihat peristiwa yang mengharukan). Dia Berfirman, "Bukankah (kebangkitan) ini benar?" Mereka menjawab, "Sungguh benar, demi Tuhan kami." Dia berfirman, "Rasakanlah azab ini, karena dahulu kamu mengingkarinya."
-
31
قَدْ خَسِرَ ٱلَّذِينَ كَذَّبُوا۟ بِلِقَآءِ ٱللَّهِ ۖ حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءَتْهُمُ ٱلسَّاعَةُ بَغْتَةً قَالُوا۟ يَـٰحَسْرَتَنَا عَلَىٰ مَا فَرَّطْنَا فِيهَا وَهُمْ يَحْمِلُونَ أَوْزَارَهُمْ عَلَىٰ ظُهُورِهِمْ ۚ أَلَا سَآءَ مَا يَزِرُونَ
Q̣ad khasiral laẓeena kaẓẓaboo bi-liq̣aaaʹil laah,― ḥattaaa ʹiẓaa jaaaʹathumus Saaʻatu bag̣tatañ q̣aaloo yaa-ḥasratanaa ʻalaa maa- farraṭnaa feehaa wa-hum yaḥ-miloona ʹawzaarahum ʻalaa z̤̣uhoorihim. ʹAlaa saaaʹa maa- yaziroon!
Sungguh rugi orang-orang yang mendustakan pertemuan dengan Allah; sehingga apabila Kiamat datang kepada mereka secara tiba-tiba, mereka berkata, "Alangkah besarnya penyesalan kami terhadap kelalaian kami tentang Kiamat itu," sambil mereka memikul dosa-dosa di atas punggungnya. Alangkah buruknya apa yang mereka pikul.
-
32
وَمَا ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَآ إِلَّا لَعِبٌ وَلَهْوٌ ۖ وَلَلدَّارُ ٱلْـَٔاخِرَةُ خَيْرٌ لِّلَّذِينَ يَتَّقُونَ ۗ أَفَلَا تَعْقِلُونَ
Wa-mal ḥayaatud dunyaaa ʹillaa laʻibuñw walahw? Wa-lad-Daarul ʹAakhiratu khayrul lillaẓeena yattaq̣oon. ʹAfalaa taʻq̣iloon?
Dan kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan senda gurau. Sedangkan negeri akhirat itu, sungguh lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Tidakkah kamu mengerti?
-
33
قَدْ نَعْلَمُ إِنَّهُۥ لَيَحْزُنُكَ ٱلَّذِى يَقُولُونَ ۖ فَإِنَّهُمْ لَا يُكَذِّبُونَكَ وَلَـٰكِنَّ ٱلظَّـٰلِمِينَ بِـَٔايَـٰتِ ٱللَّهِ يَجْحَدُونَ
Q̣ad naʻlamu innahoo layaḥzunukal laẓee yaq̣ooloona faʹinnahum laa- yukaẓẓiboonaka wa-laakinnaz̤̣ z̤̣aalimeena biʹAayaatil lahi yaj-ḥadoon.
Sungguh, Kami mengetahui bahwa apa yang mereka katakan itu menyedihkan hatimu (Muhammad), (janganlah bersedih hati) karena sebenarnya mereka bukan mendustakanmu, tetapi orang zalim itu mengingkari ayat-ayat Allah.
-
34
وَلَقَدْ كُذِّبَتْ رُسُلٌ مِّن قَبْلِكَ فَصَبَرُوا۟ عَلَىٰ مَا كُذِّبُوا۟ وَأُوذُوا۟ حَتَّىٰٓ أَتَىٰهُمْ نَصْرُنَا ۚ وَلَا مُبَدِّلَ لِكَلِمَـٰتِ ٱللَّهِ ۚ وَلَقَدْ جَآءَكَ مِن نَّبَإِى۟ ٱلْمُرْسَلِينَ
Wa-laq̣ad kuẓẓibat Rusulum miñ q̣ablika faṣabaroo ʻalaa maa- kuẓẓiboo wa-ʹooẓoo ḥattaaa ʹataahum naṣrunaa. Wa-laa mubaddila li-Kalimaatil laah. Wa-laq̣ad jaaʹaka min nabaʹil Mursaleen.
Dan sesungguhnya Rasul-rasul sebelum engkau pun telah didustakan, tetapi mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan (yang dilakukan) terhadap mereka, sampai datang pertolongan Kami kepada mereka. Dan tidak ada yang dapat mengubah kalimat-kalimat (ketetapan) Allah. Dan sungguh, telah datang kepadamu sebagian dari berita Rasul-rasul itu.
-
35
وَإِن كَانَ كَبُرَ عَلَيْكَ إِعْرَاضُهُمْ فَإِنِ ٱسْتَطَعْتَ أَن تَبْتَغِىَ نَفَقًا فِى ٱلْأَرْضِ أَوْ سُلَّمًا فِى ٱلسَّمَآءِ فَتَأْتِيَهُم بِـَٔايَةٍ ۚ وَلَوْ شَآءَ ٱللَّهُ لَجَمَعَهُمْ عَلَى ٱلْهُدَىٰ ۚ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ ٱلْجَـٰهِلِينَ
Wa-ʹiñ kaana kabura ʻalayka ʹiʻraaḍuhum faʹinis taṭaʻta ʹañ tabtag̣iya nafaq̣añ fil ʹarḍi ʹaw sullamañ fis samaaaʹi fataʹtiyahum̃ biʹAayah. Wa-law shaaʹal laahu lajamaʻahum ʻalal hudaa falaa takoonanna minal jaahileen!
Dan jika keberpalingan mereka terasa berat bagimu (Muhammad), maka sekiranya engkau dapat membuat lubang di bumi atau tangga ke langit lalu engkau dapat mendatangkan mukjizat kepada mereka, (maka buatlah). Dan sekiranya Allah menghendaki, tentu Dia akan mengumpulkan mereka semua di atas petunjuk, sebab itu janganlah sekali-kali engkau termasuk orang-orang yang bodoh.
-
36
۞ إِنَّمَا يَسْتَجِيبُ ٱلَّذِينَ يَسْمَعُونَ ۘ وَٱلْمَوْتَىٰ يَبْعَثُهُمُ ٱللَّهُ ثُمَّ إِلَيْهِ يُرْجَعُونَ
ʹInnamaa yastajeebul laẓeena yasmaʻoon. Wal-mawtaa yabʻas̤uhumul laahu s̤umma ʹilayhi yurjaʻoon.
Hanya orang-orang yang mendengar sajalah yang mematuhi (seruan Allah), dan orang-orang yang mati, kelak akan dibangkitkan oleh Allah, kemudian kepada-Nya mereka dikembalikan.
-
37
وَقَالُوا۟ لَوْلَا نُزِّلَ عَلَيْهِ ءَايَةٌ مِّن رَّبِّهِۦ ۚ قُلْ إِنَّ ٱللَّهَ قَادِرٌ عَلَىٰٓ أَن يُنَزِّلَ ءَايَةً وَلَـٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ
Waq̣aaloo laa-law nuzzila ʻalayhi ʹaayatum mir rabbih? Q̣ul ʹinnal laaha Q̣aadirun ʻalaaa ʹañy yunazzila ʹAayatañw Walaakinna ʹaks̤arahum laa- yaʻlamoon.
Dan mereka (orang-orang musyrik) berkata, "Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) suatu mukjizat dari Tuhannya?" Katakanlah, "Sesungguhnya Allah berkuasa menurunkan suatu mukjizat, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui."
-
38
وَمَا مِن دَآبَّةٍ فِى ٱلْأَرْضِ وَلَا طَـٰٓئِرٍ يَطِيرُ بِجَنَاحَيْهِ إِلَّآ أُمَمٌ أَمْثَالُكُم ۚ مَّا فَرَّطْنَا فِى ٱلْكِتَـٰبِ مِن شَىْءٍ ۚ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّهِمْ يُحْشَرُونَ
Wa-maa miñ daaabbatiñ fil ʹarḍi wa-laa ṭaaaʹiriny yaṭeeru bijanaaḥayhi ʹillaaa ʹumamun ʹams̤aalukum. Maa- farraṭnaa fil Kitaabi miñ shayʹiñ s̤umma ʹilaa Rabbihim yuḥ-sharoon.
Dan tidak ada seekor binatang pun yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan semuanya merupakan umat-umat (juga) seperti kamu. Tidak ada sesuatu pun yang Kami luputkan di dalam Kitab, kemudian kepada Tuhan mereka dikumpulkan.
-
39
وَٱلَّذِينَ كَذَّبُوا۟ بِـَٔايَـٰتِنَا صُمٌّ وَبُكْمٌ فِى ٱلظُّلُمَـٰتِ ۗ مَن يَشَإِ ٱللَّهُ يُضْلِلْهُ وَمَن يَشَأْ يَجْعَلْهُ عَلَىٰ صِرَٰطٍ مُّسْتَقِيمٍ
Wallaẓeena kaẓẓaboo biʹAayaatinaa ṣummuñw wabukmuñ fiz̤̣ z̤̣ulumaat: mañy yashaʹil laahu yuḍ-lilh: wa-mañy yashaʹ yajʻalhu ʻalaa Ṣiraaṭim Mustaq̣eem.
Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami adalah tuli, bisu dan berada dalam gelap gulita. Barang siapa yang dikehendaki Allah (dalam kesesatan), niscaya disesatkan-Nya. Dan barang siapa dikehendaki Allah (untuk diberi petunjuk), niscaya Dia menjadikannya berada di atas jalan yang lurus.
-
40
قُلْ أَرَءَيْتَكُمْ إِنْ أَتَىٰكُمْ عَذَابُ ٱللَّهِ أَوْ أَتَتْكُمُ ٱلسَّاعَةُ أَغَيْرَ ٱللَّهِ تَدْعُونَ إِن كُنتُمْ صَـٰدِقِينَ
Q̣ul ʹaraʹaytakum ʹin ʹataakum ʻaẓabul laahi ʹaw ʹatatkumus Saaʻatu ʹa-g̣ayral laahi tadʻoon? ʹIñ kuñtum ṣaadiq̣een.
Katakanlah (Muhammad), "Terangkanlah kepadaku jika siksaan Allah sampai kepadamu, atau hari Kiamat sampai kepadamu, apakah kamu akan menyeru (tuhan) selain Allah, jika kamu orang yang benar!"
-
41
بَلْ إِيَّاهُ تَدْعُونَ فَيَكْشِفُ مَا تَدْعُونَ إِلَيْهِ إِن شَآءَ وَتَنسَوْنَ مَا تُشْرِكُونَ
Bal ʹiyyaahu tadʻoona fayakshifu maa- tadʻoona ʹilayhi ʹiñ shaaʹa watañsawna maa- tushrikoon!
(Tidak), hanya kepada-Nya kamu minta tolong. Jika Dia menghendaki, Dia hilangkan apa (bahaya) yang kamu mohonkan kepada-Nya, dan kamu tinggalkan apa yang kamu persekutukan (dengan Allah).
-
42
وَلَقَدْ أَرْسَلْنَآ إِلَىٰٓ أُمَمٍ مِّن قَبْلِكَ فَأَخَذْنَـٰهُم بِٱلْبَأْسَآءِ وَٱلضَّرَّآءِ لَعَلَّهُمْ يَتَضَرَّعُونَ
Wa-laq̣ad ʹarsalnaaa ilaaa ʹumamim miñ q̣ablika faʹakhaẓnaahum̃ bil-baʹsaaaʹi waḍ-ḍarraaaʹi laʻallahum yataḍarraʻoon.
Dan sungguh, Kami telah mengutus (Rasul-rasul) kepada umat-umat sebelum engkau, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kemelaratan dan kesengsaraan, agar mereka memohon (kepada Allah) dengan kerendahan hati.
-
43
فَلَوْلَآ إِذْ جَآءَهُم بَأْسُنَا تَضَرَّعُوا۟ وَلَـٰكِن قَسَتْ قُلُوبُهُمْ وَزَيَّنَ لَهُمُ ٱلشَّيْطَـٰنُ مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ
Falawlaaa ʹiẓ jaaaʹahum̃ baʹsunaa taḍarraʻoo walaakiñ q̣asat q̣uloobuhum wa-zayyana lahumush Shayṭaanu maa- kaanoo yaʻmaloon.
Tetapi mengapa mereka tidak memohon (kepada Allah) dengan kerendahan hati ketika siksaan Kami datang menimpa mereka? Bahkan hati mereka telah menjadi keras dan setan pun menjadikan terasa indah bagi mereka apa yang selalu mereka kerjakan.
-
44
فَلَمَّا نَسُوا۟ مَا ذُكِّرُوا۟ بِهِۦ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَٰبَ كُلِّ شَىْءٍ حَتَّىٰٓ إِذَا فَرِحُوا۟ بِمَآ أُوتُوٓا۟ أَخَذْنَـٰهُم بَغْتَةً فَإِذَا هُم مُّبْلِسُونَ
Falammaa nasoo maa- ẓukkiroo bihee fataḥnaa ʻalayhim ʹabwaaba kulli shayʹ; ḥattaaa ʹiẓaa fariḥoo bimaaa ʹootooo ʹakhaẓnaahum̃ bag̣tatañ faʹiẓaa hum mublisoon.
Maka ketika mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu (kesenangan) untuk mereka. Sehingga ketika mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka secara tiba-tiba, maka ketika itu mereka terdiam putus asa.
-
45
فَقُطِعَ دَابِرُ ٱلْقَوْمِ ٱلَّذِينَ ظَلَمُوا۟ ۚ وَٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ
Faq̣uṭiʻa daa-birul q̣awmil laẓeena z̤̣alamoo. Wal-Ḥamdu lillaahi Rabbil ʻAalameen.
Maka orang-orang yang zalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya. Dan segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.
-
46
قُلْ أَرَءَيْتُمْ إِنْ أَخَذَ ٱللَّهُ سَمْعَكُمْ وَأَبْصَـٰرَكُمْ وَخَتَمَ عَلَىٰ قُلُوبِكُم مَّنْ إِلَـٰهٌ غَيْرُ ٱللَّهِ يَأْتِيكُم بِهِ ۗ ٱنظُرْ كَيْفَ نُصَرِّفُ ٱلْـَٔايَـٰتِ ثُمَّ هُمْ يَصْدِفُونَ
Q̣ul ʹaraʹaytum ʹin ʹakhaẓal laahu samʻakum wa-ʹabṣaarakum wa-khatama ʻalaa q̣uloobikum man ʹilaahun g̣ayrul laahi yaʹteekum̃ bih? ʹUñz̤̣ur kayfa nuṣarriful ʹaayaati s̤umma hum yaṣdifoon.
Katakanlah (Muhammad), "Terangkanlah kepadaku jika Allah mencabut pendengaran dan penglihatan serta menutup hatimu, siapakah tuhan selain Allah yang kuasa mengembalikannya kepadamu?" Perhatikanlah, bagaimana Kami menjelaskan berulang-ulang (kepada mereka) tanda-tanda kekuasaan (Kami), tetapi mereka tetap berpaling.
-
47
قُلْ أَرَءَيْتَكُمْ إِنْ أَتَىٰكُمْ عَذَابُ ٱللَّهِ بَغْتَةً أَوْ جَهْرَةً هَلْ يُهْلَكُ إِلَّا ٱلْقَوْمُ ٱلظَّـٰلِمُونَ
Q̣ul ʹaraʹaytakum ʹin ʹataakum ʻaẓaabul laahi bag̣tatan ʻaw jahratan hal yuhlaku ʹillal q̣awmuz̤̣ z̤̣aalimoon!
Katakanlah (Muhammad), "Terangkanlah kepadaku jika siksaan Allah sampai kepadamu secara tiba-tiba atau terang-terangan, maka adakah yang dibinasakan (Allah) selain orang-orang yang zalim?"
-
48
وَمَا نُرْسِلُ ٱلْمُرْسَلِينَ إِلَّا مُبَشِّرِينَ وَمُنذِرِينَ ۖ فَمَنْ ءَامَنَ وَأَصْلَحَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ
Wa-maa nursilul Mursaleena ʹillaa mubashshireena wa-muñẓireen. Faman ʹaamana wa-ʹaṣlaḥa falaa khawfun ʻalayhim wa-laa hum yaḥzanoon.
Para Rasul yang Kami utus itu adalah untuk memberi kabar gembira dan memberi peringatan. Barang siapa beriman dan mengadakan perbaikan, maka tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.
-
49
وَٱلَّذِينَ كَذَّبُوا۟ بِـَٔايَـٰتِنَا يَمَسُّهُمُ ٱلْعَذَابُ بِمَا كَانُوا۟ يَفْسُقُونَ
Wallaẓeena kaẓẓaboo biʹAayaatinaa yamassuhumul ʻaẓaabu bimaa kaanoo yaf-suq̣oon.
Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, akan ditimpa azab karena mereka selalu berbuat fasik (berbuat dosa).
-
50
قُل لَّآ أَقُولُ لَكُمْ عِندِى خَزَآئِنُ ٱللَّهِ وَلَآ أَعْلَمُ ٱلْغَيْبَ وَلَآ أَقُولُ لَكُمْ إِنِّى مَلَكٌ ۖ إِنْ أَتَّبِعُ إِلَّا مَا يُوحَىٰٓ إِلَىَّ ۚ قُلْ هَلْ يَسْتَوِى ٱلْأَعْمَىٰ وَٱلْبَصِيرُ ۚ أَفَلَا تَتَفَكَّرُونَ
Q̣ul laaa ʹaq̣oolu lakum ʻiñdee khazaaaʹinul laahi wa-laaa ʹaʻlamul g̣ayba wa-laaa ʹaq̣oolu lakum ʹinnee malak. ʹIn ʹattabiʻu ʹillaa maa- yooḥaaa ʹilayy. Q̣ul hal yastawil ʹaʻmaa wal-baṣeer? ʹAfalaa tatafakkaroon?
Katakanlah (Muhammad), "Aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan aku tidak mengetahui yang gaib dan aku tidak (pula) mengatakan kepadamu bahwa aku malaikat. Aku hanya mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku." Katakanlah, "Apakah sama antara orang yang buta dengan orang yang melihat? Apakah kamu tidak memikirkan (nya)?"
-
51
وَأَنذِرْ بِهِ ٱلَّذِينَ يَخَافُونَ أَن يُحْشَرُوٓا۟ إِلَىٰ رَبِّهِمْ ۙ لَيْسَ لَهُم مِّن دُونِهِۦ وَلِىٌّ وَلَا شَفِيعٌ لَّعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ
Wa-ʹañẓir bihil laẓeena yakhaafoona ʹañy yuḥ-sharooo ʹilaa Rabbihim laysa lahum miñ doonihee waliyyuñw walaa shafeeʻul laʻallahum yattaq̣oon.
Peringatkanlah dengannya (Al-Qur`an) itu orang yang takut akan dikumpulkan menghadap Tuhannya (pada hari Kiamat), tidak ada bagi mereka pelindung dan pemberi syafaat (pertolongan) selain Allah, agar mereka bertakwa.
-
52
وَلَا تَطْرُدِ ٱلَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُم بِٱلْغَدَوٰةِ وَٱلْعَشِىِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُۥ ۖ مَا عَلَيْكَ مِنْ حِسَابِهِم مِّن شَىْءٍ وَمَا مِنْ حِسَابِكَ عَلَيْهِم مِّن شَىْءٍ فَتَطْرُدَهُمْ فَتَكُونَ مِنَ ٱلظَّـٰلِمِينَ
Wa-laa taṭrudil laẓeena yadʻoona Rabbahum̃ bil-g̣adaati wal-ʻashiyyi yureedoona Waj-hah. Maa- ʻalayka Min ḥisaabihim miñ shayʹiñw wamaa min ḥisaabika ʻalayhim miñ shayʹiñ fataṭrudahum fatakoona minaz̤̣ z̤̣aalimeen.
Janganlah engkau mengusir orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi hari dan petang hari, mereka mengharapkan keridaan-Nya. Engkau tidak memikul tanggung jawab sedikit pun terhadap perbuatan mereka dan mereka tidak memikul tanggung jawab sedikit pun terhadap perbuatanmu, yang menyebabkan engkau (berhak) mengusir mereka, sehingga engkau termasuk orang-orang yang zalim.
-
53
وَكَذَٰلِكَ فَتَنَّا بَعْضَهُم بِبَعْضٍ لِّيَقُولُوٓا۟ أَهَـٰٓؤُلَآءِ مَنَّ ٱللَّهُ عَلَيْهِم مِّنۢ بَيْنِنَآ ۗ أَلَيْسَ ٱللَّهُ بِأَعْلَمَ بِٱلشَّـٰكِرِينَ
Wa-kaẓaalika fatannaa baʻḍahum̃ bibaʻḍil liyaq̣oolooo ʹahaaaʹulaaaʹi mannal laahu ʻalayhim min bay-ninaa? ʹAlaysal laahu biʹaʻlama bishshaakireen.
Demikianlah, Kami telah menguji sebagian mereka (orang yang kaya) dengan sebagian yang lain (orang yang miskin), agar mereka (orang yang kaya itu) berkata, "Orang-orang semacam inikah di antara kita yang diberi anugerah oleh Allah?" (Allah berfirman), "Bukankah Allah lebih mengetahui tentang mereka yang bersyukur (kepada-Nya)?"
-
54
وَإِذَا جَآءَكَ ٱلَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِـَٔايَـٰتِنَا فَقُلْ سَلَـٰمٌ عَلَيْكُمْ ۖ كَتَبَ رَبُّكُمْ عَلَىٰ نَفْسِهِ ٱلرَّحْمَةَ ۖ أَنَّهُۥ مَنْ عَمِلَ مِنكُمْ سُوٓءًۢا بِجَهَـٰلَةٍ ثُمَّ تَابَ مِنۢ بَعْدِهِۦ وَأَصْلَحَ فَأَنَّهُۥ غَفُورٌ رَّحِيمٌ
Wa-ʹiẓaa jaaaʹakal laẓeena yuʹminoona biʹAayaatinaa faq̣ul Salaamun ʻalaykum kataba Rabbukum ʻalaa Nafsihir Raḥmata ʹannahoo man ʻamila miñkum soooʹam bijahaalatiñ s̤umma taaba mim baʻdihee wa-ʹaṣlaḥa faʹannahoo G̣afoorur Raḥeem.
Dan apabila orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami datang kepadamu, maka katakanlah, "Salāmun 'alaikum" (selamat sejahtera untuk kamu)." Tuhanmu telah menetapkan sifat kasih sayang pada diri-Nya, (yaitu) barang siapa berbuat kejahatan di antara kamu karena kebodohan, kemudian dia bertobat setelah itu dan memperbaiki diri, maka Dia Maha Pengampun, Maha Penyayang.
-
55
وَكَذَٰلِكَ نُفَصِّلُ ٱلْـَٔايَـٰتِ وَلِتَسْتَبِينَ سَبِيلُ ٱلْمُجْرِمِينَ
Wa-kaẓaalika nufaṣṣilul ʹAayaati wa-litastabeena sabeelul mujrimeen.
Dan Demikianlah Kami terangkan ayat-ayat Al-Qur`an, (agar terlihat jelas jalan orang-orang yang saleh) dan agar terlihat jelas (pula) jalan orang-orang yang berdosa.
-
56
قُلْ إِنِّى نُهِيتُ أَنْ أَعْبُدَ ٱلَّذِينَ تَدْعُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ ۚ قُل لَّآ أَتَّبِعُ أَهْوَآءَكُمْ ۙ قَدْ ضَلَلْتُ إِذًا وَمَآ أَنَا۠ مِنَ ٱلْمُهْتَدِينَ
Q̣ul ʹinnee nuheetu ʹan ʹaʻbudal laẓeena tadʻoona miñ doonil laah. Q̣ul Laaa ʹattabiʻu ʹahwaaaʹakum q̣ad ḍalaltu ʹiẓañw Wamaaa ʹana minal Muhtadeen.
Katakanlah (Muhammad), "Aku dilarang menyembah tuhan-tuhan yang kamu sembah selain Allah." Katakanlah, "Aku tidak akan mengikuti keinginanmu. Jika berbuat demikian, sungguh aku telah tersesat dan aku tidak termasuk orang yang mendapat petunjuk."
-
57
قُلْ إِنِّى عَلَىٰ بَيِّنَةٍ مِّن رَّبِّى وَكَذَّبْتُم بِهِۦ ۚ مَا عِندِى مَا تَسْتَعْجِلُونَ بِهِۦٓ ۚ إِنِ ٱلْحُكْمُ إِلَّا لِلَّهِ ۖ يَقُصُّ ٱلْحَقَّ ۖ وَهُوَ خَيْرُ ٱلْفَـٰصِلِينَ
ʹinnee Q̣ul ʻalaa bayyinatim mir Rabbi Wakaẓẓabtum̃ bih. Maa- ʻiñdee maa- tastaʻjiloona bih. ʹInil Ḥukmu ʹillaa lillaah: yaq̣uṣṣul Ḥaq̣q̣a wa-Huwa khayrul faaṣileen.
Katakanlah (Muhammad), "Aku (berada) di atas keterangan yang nyata (Al-Qur`an) dari Tuhanku sedang kamu mendustakannya. Bukanlah kewenanganku (untuk menurunkan azab) yang kamu tuntut untuk disegerakan kedatangannya. Menetapkan (hukum itu) hanyalah hak Allah. Dia menerangkan kebenaran dan Dia Pemberi keputusan yang terbaik.
-
58
قُل لَّوْ أَنَّ عِندِى مَا تَسْتَعْجِلُونَ بِهِۦ لَقُضِىَ ٱلْأَمْرُ بَيْنِى وَبَيْنَكُمْ ۗ وَٱللَّهُ أَعْلَمُ بِٱلظَّـٰلِمِينَ
Q̣ul law ʹanna ʻiñdee maa- tastaʻjiloona bihee laq̣uḍiyal ʹamru baynee wa-baynakum. Wallaahu ʹaʻlamu biz̤̣z̤̣aalimeen.
Katakanlah (Muhammad) "Seandainya ada padaku apa (azab) yang kamu minta agar disegerakan kedatangannya, tentu selesailah segala perkara antara aku dan kamu." Dan Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang zalim.
-
59
۞ وَعِندَهُۥ مَفَاتِحُ ٱلْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَآ إِلَّا هُوَ ۚ وَيَعْلَمُ مَا فِى ٱلْبَرِّ وَٱلْبَحْرِ ۚ وَمَا تَسْقُطُ مِن وَرَقَةٍ إِلَّا يَعْلَمُهَا وَلَا حَبَّةٍ فِى ظُلُمَـٰتِ ٱلْأَرْضِ وَلَا رَطْبٍ وَلَا يَابِسٍ إِلَّا فِى كِتَـٰبٍ مُّبِينٍ
Wa-ʻiñdahoo mafaatiḥul G̣aybi laa- yaʻlamuhaaa ʹillaa Hoo. Wayaʻlamu maa- fil barri wal-baḥr. Wa-maa tasq̣uṭu miñw waraq̣atin ʹillaa yaʻlamuhaa wa-laa ḥabbatiñ fee z̤̣ulumaatil ʹarḍi wa-laa raṭbiñw wa-laa yaabisin ʹillaa fee Kitaabim Mubeen.
Dan kunci-kunci semua yang gaib ada pada-Nya; tidak ada yang mengetahuinya selain Dia. Dia mengetahui apa yang ada di darat dan di laut. Tidak ada sehelai daun pun yang gugur yang tidak diketahui-Nya, tidak ada sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak pula sesuatu yang basah atau yang kering, yang tidak tertulis dalam kitab yang nyata (Lauḥ Maḥfūẓ).
-
60
وَهُوَ ٱلَّذِى يَتَوَفَّىٰكُم بِٱلَّيْلِ وَيَعْلَمُ مَا جَرَحْتُم بِٱلنَّهَارِ ثُمَّ يَبْعَثُكُمْ فِيهِ لِيُقْضَىٰٓ أَجَلٌ مُّسَمًّى ۖ ثُمَّ إِلَيْهِ مَرْجِعُكُمْ ثُمَّ يُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ
Wa-Huwal laẓee yatawaffaakum̃ billayli wayaʻlamu maa- jaraḥtum̃ bin-nahaari s̤umma yabʻas̤ukum feehi liyuq̣ḍaaa ʹajalum musammaa. S̤umma ʹilayhi marjiʻukum s̤umma yunabbiʹukum̃ bimaa kuñtum taʻmaloon.
Dan Dialah yang menidurkan kamu pada malam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan pada siang hari. Kemudian Dia membangunkan kamu pada siang hari untuk disempurnakan umurmu yang telah ditetapkan. Kemudian kepada-Nya tempat kamu kembali, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.
-
61
وَهُوَ ٱلْقَاهِرُ فَوْقَ عِبَادِهِۦ ۖ وَيُرْسِلُ عَلَيْكُمْ حَفَظَةً حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءَ أَحَدَكُمُ ٱلْمَوْتُ تَوَفَّتْهُ رُسُلُنَا وَهُمْ لَا يُفَرِّطُونَ
Wa-Huwal Q̣aahiru fawq̣a ʻibaadihee wa-yursilu ʻalaykum ḥafaz̤̣ah. Ḥattaaa ʹiẓaa jaaaʹa ʹaḥadakumul mawtu tawaffathu rusulunaa wahum laa- yufarriṭoon.
Dan Dialah Penguasa mutlak atas semua hamba-Nya, dan di utus-Nya kepadamu malaikat-malaikat penjaga, sehingga apabila kematian datang kepada salah seorang di antara kamu, maka malaikat-malaikat Kami mencabut nyawanya dan mereka tidak melalaikan tugasnya.
-
62
ثُمَّ رُدُّوٓا۟ إِلَى ٱللَّهِ مَوْلَىٰهُمُ ٱلْحَقِّ ۚ أَلَا لَهُ ٱلْحُكْمُ وَهُوَ أَسْرَعُ ٱلْحَـٰسِبِينَ
S̤umma ruddooo ʹilal laahi Mawlaahumul Ḥaq̣q̣. ʹAlaa lahul Ḥukmu wa-Huwa ʹAsraʻul ḥaasibeen.
Kemudian mereka (hamba-hamba Allah) dikembalikan kepada Allah, penguasa mereka yang sebenarnya. Ketahuilah bahwa segala hukum (pada hari itu) ada pada-Nya. Dan Dialah pembuat perhitungan yang paling cepat.
-
63
قُلْ مَن يُنَجِّيكُم مِّن ظُلُمَـٰتِ ٱلْبَرِّ وَٱلْبَحْرِ تَدْعُونَهُۥ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً لَّئِنْ أَنجَىٰنَا مِنْ هَـٰذِهِۦ لَنَكُونَنَّ مِنَ ٱلشَّـٰكِرِينَ
Q̣ul mañy yunajjeekum miñ z̤̣ulumaatil barri walbaḥri tadʻoonahoo taḍarruʻañw wakhufyah: laʹin ʹañjaanaa min haaẓihee lanakoonanna minash shaakireen.
Katakanlah (Muhammad), "Siapakah yang dapat menyelamatkan kamu dari bencana di darat dan di laut, ketika kamu berdoa kepada-Nya dengan rendah hati dan dengan suara yang lembut?" (Dengan mengatakan), "Sekiranya Dia menyelamatkan kami dari (bencana) ini, tentulah kami menjadi orang-orang yang bersyukur."
-
64
قُلِ ٱللَّهُ يُنَجِّيكُم مِّنْهَا وَمِن كُلِّ كَرْبٍ ثُمَّ أَنتُمْ تُشْرِكُونَ
Q̣ulil laahu yunajjeekum minhaa wa-miñ kulli karbiñ s̤umma ʹañtum tushrikoon!
Katakanlah (Muhammad), "Allah yang menyelamatkan kamu dari bencana itu dan dari segala macam kesusahan, namun kemudian kamu (kembali) mempersekutukan-Nya."
-
65
قُلْ هُوَ ٱلْقَادِرُ عَلَىٰٓ أَن يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عَذَابًا مِّن فَوْقِكُمْ أَوْ مِن تَحْتِ أَرْجُلِكُمْ أَوْ يَلْبِسَكُمْ شِيَعًا وَيُذِيقَ بَعْضَكُم بَأْسَ بَعْضٍ ۗ ٱنظُرْ كَيْفَ نُصَرِّفُ ٱلْـَٔايَـٰتِ لَعَلَّهُمْ يَفْقَهُونَ
Q̣ul Huwal q̣aadiru ʻalaaa ʹañy yabʻas̤a ʻalaykum ʻaẓaabam miñ fawq̣ikum ʹaw miñ taḥti ʹarjulikum ʹaw yalbisakum shiyaʻañw wayuẓeeq̣a baʻḍakum̃ baʹsa baʻḍ. ʹUñz̤̣ur kayfa nuṣarriful ʹAayaati laʻallahum yafq̣ahoon.
Katakanlah (Muhammad), "Dialah yang berkuasa mengirimkan azab kepadamu, dari atas atau dari bawah kakimu atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebagian kamu keganasan sebagian yang lain." Perhatikanlah, bagaimana Kami menjelaskan berulang-ulang tanda-tanda (kekuasaan Kami) agar mereka memahami (nya).
-
66
وَكَذَّبَ بِهِۦ قَوْمُكَ وَهُوَ ٱلْحَقُّ ۚ قُل لَّسْتُ عَلَيْكُم بِوَكِيلٍ
Wa-kaẓ-ẓaba bihee q̣awmuka wa-huwal Ḥaq̣q̣. Q̣ul lastu ʻalaykum̃ bi-Wakeel;
Dan kaummu mendustakannya (azab) padahal (azab) itu benar adanya. Katakanlah (Muhammad), "Aku ini bukanlah penanggung jawab kamu."
-
67
لِّكُلِّ نَبَإٍ مُّسْتَقَرٌّ ۚ وَسَوْفَ تَعْلَمُونَ
Likulli nabaʹim mustaq̣arruñw wasawfa taʻlamoon.
Setiap berita (yang dibawa oleh Rasul) ada (waktu) terjadinya dan kelak kamu akan mengetahui.
-
68
وَإِذَا رَأَيْتَ ٱلَّذِينَ يَخُوضُونَ فِىٓ ءَايَـٰتِنَا فَأَعْرِضْ عَنْهُمْ حَتَّىٰ يَخُوضُوا۟ فِى حَدِيثٍ غَيْرِهِۦ ۚ وَإِمَّا يُنسِيَنَّكَ ٱلشَّيْطَـٰنُ فَلَا تَقْعُدْ بَعْدَ ٱلذِّكْرَىٰ مَعَ ٱلْقَوْمِ ٱلظَّـٰلِمِينَ
Wa-ʹiẓaa raʹaytal laẓeena yakhooḍoona feee ʹAayaatinaa faʹaʻriḍ ʻanhum ḥattaa yakhooḍoo fee ḥadees̤in g̣ayrih. Wa-ʹimmaa yuñsiyannakash Shayṭaanu falaa taq̣ʻud baʻdaẓ ẓikraa maʻal q̣awmiz̤̣ z̤̣aalimeen.
Apabila engkau (Muhammad) melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka hingga mereka beralih ke pembicaraan lain. Dan jika setan benar-benar menjadikan engkau lupa (akan larangan ini), setelah ingat kembali janganlah engkau duduk bersama orang-orang yang zalim!
-
69
وَمَا عَلَى ٱلَّذِينَ يَتَّقُونَ مِنْ حِسَابِهِم مِّن شَىْءٍ وَلَـٰكِن ذِكْرَىٰ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ
Wa-maa ʻalal laẓeena yattaq̣oona min ḥisaabihim miñ shayʹiñw walaakiñ Ẓikraa laʻallahum yattaq̣oon.
Orang-orang yang bertakwa tidak bertanggung jawab sedikit pun atas (dosa-dosa) mereka; tetapi (berkewajiban) mengingatkan agar mereka (juga) bertakwa.
-
70
وَذَرِ ٱلَّذِينَ ٱتَّخَذُوا۟ دِينَهُمْ لَعِبًا وَلَهْوًا وَغَرَّتْهُمُ ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَا ۚ وَذَكِّرْ بِهِۦٓ أَن تُبْسَلَ نَفْسٌۢ بِمَا كَسَبَتْ لَيْسَ لَهَا مِن دُونِ ٱللَّهِ وَلِىٌّ وَلَا شَفِيعٌ وَإِن تَعْدِلْ كُلَّ عَدْلٍ لَّا يُؤْخَذْ مِنْهَآ ۗ أُو۟لَـٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ أُبْسِلُوا۟ بِمَا كَسَبُوا۟ ۖ لَهُمْ شَرَابٌ مِّنْ حَمِيمٍ وَعَذَابٌ أَلِيمٌۢ بِمَا كَانُوا۟ يَكْفُرُونَ
Wa-ẓaril laẓeenat takhaẓoo deenahum laʻibañw walahwañw wag̣arrathumul ḥayaatud dunyaa waẓakkir biheee ʹañ tubsala nafsum bimaa kasabat: laysa lahaa miñ doonil laahi waliyyuñw walaa shafeeʻ. Wa-ʹiñ taʻdil kulla ʻadlil laa yuʹkhaẓ minhaa. ʹUlaaaʹikal laẓeena ʹubsiloo bimaa kasaboo. Lahum sharaabum min ḥameemiñw waʻaẓaabun ʹaleemum bimaa kaanoo yakfuroon.
Tinggalkanlah orang-orang yang menjadikan agamanya sebagai permainan dan senda gurau, dan mereka telah tertipu oleh kehidupan dunia. Peringatkanlah (mereka) dengan Al-Qur`an agar setiap orang tidak terjerumus (ke dalam neraka), karena perbuatannya sendiri. Tidak ada baginya pelindung dan pemberi syafaat (pertolongan) selain Allah. Dan jika dia hendak menebus dengan segala macam tebusan apa pun, niscaya tidak akan diterima. Mereka itulah orang-orang yang dijerumuskan (ke dalam neraka), disebabkan perbuatan mereka sendiri. Mereka mendapat minuman dari air yang mendidih dan azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka dahulu.
-
71
قُلْ أَنَدْعُوا۟ مِن دُونِ ٱللَّهِ مَا لَا يَنفَعُنَا وَلَا يَضُرُّنَا وَنُرَدُّ عَلَىٰٓ أَعْقَابِنَا بَعْدَ إِذْ هَدَىٰنَا ٱللَّهُ كَٱلَّذِى ٱسْتَهْوَتْهُ ٱلشَّيَـٰطِينُ فِى ٱلْأَرْضِ حَيْرَانَ لَهُۥٓ أَصْحَـٰبٌ يَدْعُونَهُۥٓ إِلَى ٱلْهُدَى ٱئْتِنَا ۗ قُلْ إِنَّ هُدَى ٱللَّهِ هُوَ ٱلْهُدَىٰ ۖ وَأُمِرْنَا لِنُسْلِمَ لِرَبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ
Q̣ul ʹanadʻoo miñ doonil laahi maa laa- yañfaʻunaa wa-laa yaḍurrunaa wa-nurraddu ʻalaaa ʹaʻq̣aabinaa baʻda ʹiẓ hadaanal laahu kal-laẓis tahwathush shayaaṭeenu fil ʹarḍi ḥayraan. Lahooo ʹaṣḥaabuñy yadʻoonahooo ʹilal hudaʹ tinaa. Q̣ul ʹinna hudal laahi huwal hudaa. Wa-ʹumirnaa linuslima lirabbil ʻAalameen:―
Katakanlah (Muhammad), "Apakah kita akan memohon kepada sesuatu selain Allah, yang tidak dapat memberi manfaat dan tidak (pula) mendatangkan mudarat kepada kita, dan (apakah) kita akan dikembalikan ke belakang, setelah Allah memberi petunjuk kepada kita, seperti orang yang telah disesatkan oleh setan di bumi, dalam keadaan kebingungan." Kawan-kawannya mengajaknya ke jalan yang lurus (dengan mengatakan), "Ikutilah kami." Katakanlah, "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya); dan kita diperintahkan agar berserah diri kepada Tuhan seluruh alam,
-
72
وَأَنْ أَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَٱتَّقُوهُ ۚ وَهُوَ ٱلَّذِىٓ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ
Wa-ʹan ʹaq̣eemuṣ Ṣalaata wattaq̣ooh; wa-Huwal laẓeee ʹilayhi tuḥ-sharoon.
dan agar melaksanakan salat serta bertakwa kepada-Nya." Dan Dialah Tuhan yang kepada-Nya kamu semua akan dihimpun.
-
73
وَهُوَ ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ بِٱلْحَقِّ ۖ وَيَوْمَ يَقُولُ كُن فَيَكُونُ ۚ قَوْلُهُ ٱلْحَقُّ ۚ وَلَهُ ٱلْمُلْكُ يَوْمَ يُنفَخُ فِى ٱلصُّورِ ۚ عَـٰلِمُ ٱلْغَيْبِ وَٱلشَّهَـٰدَةِ ۚ وَهُوَ ٱلْحَكِيمُ ٱلْخَبِيرُ
Wa-Huwal laẓee khalaq̣as samaawaati wal-ʹarḍa bilḥaq̣q̣: wa-yawma yaq̣oolu kuñ Fayakoon. Q̣awluhul Ḥaq̣q̣. Wa-lahul mulku Yawma yuñfakhu fiṣ Ṣoor. ʻAalimul g̣aybi washshahaadah. Wa-Huwal Ḥakeemul Khabeer.
Dialah yang menciptakan langit dan bumi dengan hak (benar), ketika Dia berkata, "Jadilah!" Maka jadilah sesuatu itu. Firman-Nya adalah benar, dan milik-Nyalah segala kekuasaan pada waktu sangkakala ditiup. Dia mengetahui yang gaib dan yang nyata. Dialah Yang Mahabijaksana, Mahateliti.
-
74
۞ وَإِذْ قَالَ إِبْرَٰهِيمُ لِأَبِيهِ ءَازَرَ أَتَتَّخِذُ أَصْنَامًا ءَالِهَةً ۖ إِنِّىٓ أَرَىٰكَ وَقَوْمَكَ فِى ضَلَـٰلٍ مُّبِينٍ
Wa-ʹiẓ q̣aala ʹIbraaheemu liʹabeehi ʹAazara ʹatattakhiẓu ʹaṣnaaman ʹaalihah? ʹInneee ʹaraaka wa-q̣awmaka fee ḍalaalim mubeen.
Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata kepada ayahnya Azar, "Pantaskah engkau menjadikan berhala-berhala itu sebagai tuhan? Sesungguhnya aku melihat engkau dan kaummu dalam kesesatan yang nyata."
-
75
وَكَذَٰلِكَ نُرِىٓ إِبْرَٰهِيمَ مَلَكُوتَ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَلِيَكُونَ مِنَ ٱلْمُوقِنِينَ
Wa-kaẓaalika nureee ʹIbraaheema Malakootas samaawaati wal-ʹarḍi wa-liyakoona minal Mooq̣ineen.
Dan demikianlah Kami memperlihatkan kepada Ibrahim kekuasaan (Kami yang terdapat) di langit dan di bumi, dan agar dia termasuk orang-orang yang yakin.
-
76
فَلَمَّا جَنَّ عَلَيْهِ ٱلَّيْلُ رَءَا كَوْكَبًا ۖ قَالَ هَـٰذَا رَبِّى ۖ فَلَمَّآ أَفَلَ قَالَ لَآ أُحِبُّ ٱلْـَٔافِلِينَ
Falammaa janna ʻalayhil laylu raʹaa kaw-kabaa. Q̣aala haaẓaa Rabbee. Falammaaa ʹafala q̣aala laaa ʹuḥibbul ʹaafileen.
Ketika malam telah menjadi gelap, dia (Ibrahim) melihat sebuah bintang (lalu) dia berkata, "Inilah Tuhanku." Maka ketika bintang itu terbenam dia berkata, "Aku tidak suka kepada yang terbenam."
-
77
فَلَمَّا رَءَا ٱلْقَمَرَ بَازِغًا قَالَ هَـٰذَا رَبِّى ۖ فَلَمَّآ أَفَلَ قَالَ لَئِن لَّمْ يَهْدِنِى رَبِّى لَأَكُونَنَّ مِنَ ٱلْقَوْمِ ٱلضَّآلِّينَ
Falammaa raʹal q̣amara baazig̣añ q̣aala haaẓaa Rabbee. Falammaaa ʹafala q̣aala laʹil lam yahdinee Rabbee laʹakoonanna minal q̣awmiḍ ḍaaalleeen.
Lalu ketika dia melihat bulan terbit, dia berkata, "Inilah Tuhanku." Tetapi ketika bulan itu terbenam dia berkata, "Sungguh, jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang-orang yang sesat."
-
78
فَلَمَّا رَءَا ٱلشَّمْسَ بَازِغَةً قَالَ هَـٰذَا رَبِّى هَـٰذَآ أَكْبَرُ ۖ فَلَمَّآ أَفَلَتْ قَالَ يَـٰقَوْمِ إِنِّى بَرِىٓءٌ مِّمَّا تُشْرِكُونَ
Falammaa ra ʹash-shamsa baazig̣atañ q̣aala haaẓaa Rabbee haaẓaaa ʹakbar. Falammaaa ʹafalat q̣aala yaa-q̣awmi ʹinnee bareeʹum mimmaa tushrikoon.
Kemudian ketika dia melihat matahari terbit, dia berkata, "Inilah Tuhanku, ini lebih besar."Tetapi ketika matahari terbenam, dia berkata, "Wahai kaumku! Sungguh, aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan."
-
79
إِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِىَ لِلَّذِى فَطَرَ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ حَنِيفًا ۖ وَمَآ أَنَا۠ مِنَ ٱلْمُشْرِكِينَ
ʹInnee waj-jahtu wajhiya lillaẓee faṭaras samaawaati wal-arḍa ḥaneefañw wamaaa ʹana minal mushrikeen.
Aku hadapkan wajahku kepada (Allah) yang menciptakan langit dan bumi dengan penuh kepasrahan (mengikuti) agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang musyrik.
-
80
وَحَآجَّهُۥ قَوْمُهُۥ ۚ قَالَ أَتُحَـٰٓجُّوٓنِّى فِى ٱللَّهِ وَقَدْ هَدَىٰنِ ۚ وَلَآ أَخَافُ مَا تُشْرِكُونَ بِهِۦٓ إِلَّآ أَن يَشَآءَ رَبِّى شَيْـًٔا ۗ وَسِعَ رَبِّى كُلَّ شَىْءٍ عِلْمًا ۗ أَفَلَا تَتَذَكَّرُونَ
Wa-haaaj-jahoo q̣aw-muh. Q̣aala ʹa-tu-ḥaaaj-jooon-nee fil laahi wa-q̣ad hadaan? Wa-laaa ʹakhaafu maa- tushrikoona biheee ʹillaaa ʹañy yashaaaʹa Rabbee shayʹaa. Wasiʻa Rabbee kulla shayʹin ʻilmaa. ʹAfalaa tataẓakkaroon?
Dan kaumnya membantahnya. Dia (Ibrahim) berkata, "Apakah kamu hendak membantahku tentang Allah, padahal Dia benar-benar telah memberi petunjuk kepadaku? Aku tidak takut kepada (malapetaka dari) apa yang kamu persekutukan dengan Allah, kecuali Tuhanku menghendaki sesuatu. Ilmu Tuhanku meliputi segala sesuatu. Tidakkah kamu dapat mengambil pelajaran?
-
81
وَكَيْفَ أَخَافُ مَآ أَشْرَكْتُمْ وَلَا تَخَافُونَ أَنَّكُمْ أَشْرَكْتُم بِٱللَّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِۦ عَلَيْكُمْ سُلْطَـٰنًا ۚ فَأَىُّ ٱلْفَرِيقَيْنِ أَحَقُّ بِٱلْأَمْنِ ۖ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ
Wa-kayfa ʹakhaafu maaa ʹashraktum wa-laa takhaafoona ʹannakum ʹashraktum̃ billaahi maa- lam yunazzil bihee ʻalaykum sulṭaanaa? Faʹayyul fareeq̣ayni ʹaḥaq̣q̣u bil-amn? ʹIñ kuñtum taʻlamoon.
Bagaimana aku takut kepada apa yang kamu persekutukan (dengan Allah), padahal kamu tidak takut dengan apa yang Allah sendiri tidak menurunkan keterangan kepadamu untuk mempersekutukan-Nya. Manakah dari kedua golongan itu yang lebih berhak mendapat keamanan (dari malapetaka), jika kamu mengetahui?"
-
82
ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَلَمْ يَلْبِسُوٓا۟ إِيمَـٰنَهُم بِظُلْمٍ أُو۟لَـٰٓئِكَ لَهُمُ ٱلْأَمْنُ وَهُم مُّهْتَدُونَ
ʹAllaẓeena ʹaamanoo wa-lam yal-bisooo ʹeemaanahum̃ biz̤̣ulmin ʹulaaaʹika lahumul ʹamnu wa-hum Muhtadoon.
Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan syirik, mereka itulah orang-orang yang mendapat rasa aman dan mereka mendapat petunjuk.
-
83
وَتِلْكَ حُجَّتُنَآ ءَاتَيْنَـٰهَآ إِبْرَٰهِيمَ عَلَىٰ قَوْمِهِۦ ۚ نَرْفَعُ دَرَجَـٰتٍ مَّن نَّشَآءُ ۗ إِنَّ رَبَّكَ حَكِيمٌ عَلِيمٌ
Wa-tilka ḥujjatunaaa ʹaataynaahaaa ʹibraaheema ʻalaa q̣awmih. Narfaʻu darajaatim man nashaaaʹ. Inna Rabbaka Ḥakeemun ʻAleem.
Dan itulah keterangan Kami yang Kami berikan kepada Ibrahim untuk menghadapi kaumnya. Kami tinggikan derajat siapa yang Kami kehendaki. Sesungguhnya Tuhanmu Mahabijaksana, Maha Mengetahui.
-
84
وَوَهَبْنَا لَهُۥٓ إِسْحَـٰقَ وَيَعْقُوبَ ۚ كُلًّا هَدَيْنَا ۚ وَنُوحًا هَدَيْنَا مِن قَبْلُ ۖ وَمِن ذُرِّيَّتِهِۦ دَاوُۥدَ وَسُلَيْمَـٰنَ وَأَيُّوبَ وَيُوسُفَ وَمُوسَىٰ وَهَـٰرُونَ ۚ وَكَذَٰلِكَ نَجْزِى ٱلْمُحْسِنِينَ
Wa-wahabnaa lahooo ʹIs-ḥaaq̣a wa-yaʻq̣oob: kullan hadaynaa: wa-Nooḥan hadaynaa miñ q̣ablu wa-miñ Ẓurriyyatihee Daawooda wa-Sulaymaana wa-ʹAyyooba wa-Yoosufa wa-Moosaa wa-Haaroon: wa-kaẓaalika najzil Muḥsineen:
Dan Kami telah menganugerahkan Ishak dan Yakub kepadanya. Kepada masing-masing telah Kami beri petunjuk; dan sebelum itu Kami telah memberi petunjuk kepada Nuh dan kepada sebagian dari keturunannya (Ibrahim) yaitu Dawud, Sulaiman, Ayub, Yusuf, Musa, dan Harun. Dan demikianlah kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik,
-
85
وَزَكَرِيَّا وَيَحْيَىٰ وَعِيسَىٰ وَإِلْيَاسَ ۖ كُلٌّ مِّنَ ٱلصَّـٰلِحِينَ
Wa-Zakariyyaa wa-Yaḥyaa wa-ʻEesaa wa-ʹIlyaas. Kullum minaṣ Ṣaaliḥeen.
dan Zakaria, Yahya, Isa dan Ilyas. Semuanya termasuk orang-orang yang saleh,
-
86
وَإِسْمَـٰعِيلَ وَٱلْيَسَعَ وَيُونُسَ وَلُوطًا ۚ وَكُلًّا فَضَّلْنَا عَلَى ٱلْعَـٰلَمِينَ
Wa-ʹIsmaaʻeela wal-Yasaʻa wa-Yoonusa wa-Looṭaa: wa-kullañ faḍḍalnaa ʻalal ʻaalameen:
Dan Ismail, Alyasa', Yunus dan Lut. Masing-masing Kami lebihkan (derajatnya) di atas umat lain (pada masanya),
-
87
وَمِنْ ءَابَآئِهِمْ وَذُرِّيَّـٰتِهِمْ وَإِخْوَٰنِهِمْ ۖ وَٱجْتَبَيْنَـٰهُمْ وَهَدَيْنَـٰهُمْ إِلَىٰ صِرَٰطٍ مُّسْتَقِيمٍ
Wa-min ʹaabaaaʹihim waẓurriyyaatihim wa-ʹikhwaa-nihim: waj-tabay-naahum wa-haday-naahum ʹilaa Ṣiraatim Mustaq̣eem.
(dan Kami lebihkan pula derajat) sebagian dari nenek moyang mereka, keturunan mereka dan saudara-saudara mereka. Kami telah memilih mereka (menjadi Nabi dan Rasul) dan mereka Kami beri petunjuk ke jalan yang lurus.
-
88
ذَٰلِكَ هُدَى ٱللَّهِ يَهْدِى بِهِۦ مَن يَشَآءُ مِنْ عِبَادِهِۦ ۚ وَلَوْ أَشْرَكُوا۟ لَحَبِطَ عَنْهُم مَّا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ
Ẓaalika Hudal laahi yahdee bihee mañy yashaaaʹu min ʻibaadih. Wa-law ʹashrakoo laḥabiṭa ʻanhum maa kaanoo yaʻmaloon.
Itulah petunjuk Allah, dengan itu Dia memberi petunjuk kepada siapa saja di antara hamba-hamba-Nya yang Dia kehendaki. Sekiranya mereka mempersekutukan Allah, pasti lenyaplah amalan yang telah mereka kerjakan.
-
89
أُو۟لَـٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ ءَاتَيْنَـٰهُمُ ٱلْكِتَـٰبَ وَٱلْحُكْمَ وَٱلنُّبُوَّةَ ۚ فَإِن يَكْفُرْ بِهَا هَـٰٓؤُلَآءِ فَقَدْ وَكَّلْنَا بِهَا قَوْمًا لَّيْسُوا۟ بِهَا بِكَـٰفِرِينَ
ʹUlaaaʹikal laẓeena ʹaataynaahumul Kitaaba wal-Ḥukma wan-Nubuwwah. Faʹiñy yakfur bihaa haaaʹulaaaʹi faq̣ad wak-kalnaa bihaa q̣awmal laysoo bihaa bi-Kaafireen.
Mereka itulah orang-orang yang telah Kami berikan kitab, hikmah dan kenabian. Jika orang-orang (Quraisy) itu mengingkarinya, maka Kami akan menyerahkannya kepada kaum yang tidak mengingkarinya.
-
90
أُو۟لَـٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ هَدَى ٱللَّهُ ۖ فَبِهُدَىٰهُمُ ٱقْتَدِهْ ۗ قُل لَّآ أَسْـَٔلُكُمْ عَلَيْهِ أَجْرًا ۖ إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرَىٰ لِلْعَـٰلَمِينَ
ʹUlaaaʹikal laẓeena hadal laahu fabihudaahumuq̣ tadih. Q̣ul laaa ʹasʹalukum ʻalayhi ʹajraa: ʹIn huwa illaa Ẓikraa lil-ʻaalameen.
Mereka itulah (para nabi) yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka ikutlah petunjuk mereka. Katakanlah (Muhammad), "Aku tidak meminta imbalan kepadamu dalam menyampaikan (Al-Qur`an)." Alquran itu tidak lain hanyalah peringatan untuk (segala umat) seluruh alam.
-
91
وَمَا قَدَرُوا۟ ٱللَّهَ حَقَّ قَدْرِهِۦٓ إِذْ قَالُوا۟ مَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ عَلَىٰ بَشَرٍ مِّن شَىْءٍ ۗ قُلْ مَنْ أَنزَلَ ٱلْكِتَـٰبَ ٱلَّذِى جَآءَ بِهِۦ مُوسَىٰ نُورًا وَهُدًى لِّلنَّاسِ ۖ تَجْعَلُونَهُۥ قَرَاطِيسَ تُبْدُونَهَا وَتُخْفُونَ كَثِيرًا ۖ وَعُلِّمْتُم مَّا لَمْ تَعْلَمُوٓا۟ أَنتُمْ وَلَآ ءَابَآؤُكُمْ ۖ قُلِ ٱللَّهُ ۖ ثُمَّ ذَرْهُمْ فِى خَوْضِهِمْ يَلْعَبُونَ
Wa-maa q̣adarul laaha ḥaq̣q̣a q̣adriheee ʹiẓ q̣aaloo maaa ʹañzalal laahu ʻalaa basharim miñ shayʹ. Q̣ul man ʹañzalal Kitaabal laẓee jaaʹa bihee Moosaa Noorañw Wa-Hudal lin-naasi tajʻaloonahoo q̣araaṭeesa tubdoonahaa wa-tukhfoona kas̤eeraa. Wa-ʻullimtum maa lam taʻlamooo ʹañtum wa-laaa ʹaabaaaʹukum. Q̣ulil laahu s̤umma ẓarhum fee khawḍihim yalʻaboon.
Mereka tidak mengagungkan Allah sebagaimana mestinya ketika mereka berkata, "Allah tidak menurunkan sesuatu pun kepada manusia." Katakanlah (Muhammad) "Siapakah yang menurunkan kitab (Taurat) yang dibawa Musa sebagai cahaya dan petunjuk bagi manusia, kamu jadikan Kitab itu lembaran-lembaran kertas yang bercerai-berai, kamu memperlihatkan (sebagiannya) dan banyak yang kamu sembunyikan, padahal telah diajarkan kepadamu apa yang tidak diketahui, baik olehmu maupun oleh nenek moyangmu." Katakanlah, "Allahlah (yang menurunkannya)," kemudian (setelah itu), biarkanlah mereka bermain-main dalam kesesatannya.
-
92
وَهَـٰذَا كِتَـٰبٌ أَنزَلْنَـٰهُ مُبَارَكٌ مُّصَدِّقُ ٱلَّذِى بَيْنَ يَدَيْهِ وَلِتُنذِرَ أُمَّ ٱلْقُرَىٰ وَمَنْ حَوْلَهَا ۚ وَٱلَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِٱلْـَٔاخِرَةِ يُؤْمِنُونَ بِهِۦ ۖ وَهُمْ عَلَىٰ صَلَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ
Wa-haaẓaa Kitaabun ʹañzalnaahu Mubaarakum Muṣaddiq̣ul laẓee bayna yadayhi wa-lituñẓira ʹUmmal Q̣uraa wa-man ḥawlahaa. Wallaaẓeena yuʹminoona bil-ʹaakhirati yuʹminoona bihee wa-hum ʻalaa Ṣalaatihim yuḥaafiz̤̣oon.
Dan ini (Al-Qur`an), Kitab yang telah Kami turunkan dengan penuh berkah; membenarkan kitab-kitab yang (diturunkan) sebelumnya dan agar engkau memberi peringatan kepada (penduduk) Ummul Qura (Mekkah) dan orang-orang yang ada di sekitarnya. Orang-orang yang beriman kepada (kehidupan) akhirat tentu beriman kepadanya (Al-Qur`an), dan mereka selalu memelihara salatnya.
-
93
وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ ٱفْتَرَىٰ عَلَى ٱللَّهِ كَذِبًا أَوْ قَالَ أُوحِىَ إِلَىَّ وَلَمْ يُوحَ إِلَيْهِ شَىْءٌ وَمَن قَالَ سَأُنزِلُ مِثْلَ مَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ ۗ وَلَوْ تَرَىٰٓ إِذِ ٱلظَّـٰلِمُونَ فِى غَمَرَٰتِ ٱلْمَوْتِ وَٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ بَاسِطُوٓا۟ أَيْدِيهِمْ أَخْرِجُوٓا۟ أَنفُسَكُمُ ۖ ٱلْيَوْمَ تُجْزَوْنَ عَذَابَ ٱلْهُونِ بِمَا كُنتُمْ تَقُولُونَ عَلَى ٱللَّهِ غَيْرَ ٱلْحَقِّ وَكُنتُمْ عَنْ ءَايَـٰتِهِۦ تَسْتَكْبِرُونَ
Wa-man ʹaz̤̣lamu mimmanif taraa ʻalal laahi kaẓiban ʹaw q̣aala ʹooḥiya ʹilayya wa-lam yooḥa ʹilayhi shayʹuñw wamañ q̣aala saʹuñzilu mis̤la maaa ʹañzalal laah? Wa-law taraaa ʹiẓiz̤̣ z̤̣aalimoona fee g̣amaraatil mawti walmalaaaʹikatu baasiṭooo ʹaydeehim: ʹakhrijoo ʹañfusakum. ʹAl-yawma tujzawna ʻaẓaabal hooni bimaa kuñtum taq̣ooloona ʻalal laahi g̣ayral ḥaq̣q̣i wa-kuñtum ʻan ʻAayaatihee tastakbiroon.
Siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah atau yang berkata, "Telah diwahyukan kepadaku," padahal tidak diwahyukan sesuatu pun kepadanya, dan orang yang berkata, "Aku akan menurunkan seperti apa yang diturunkan Allah." (Alangkah ngerinya) sekiranya engkau melihat pada waktu orang-orang zalim (berada) dalam sakitnya sekarat, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata), "Keluarkanlah nyawamu." pada hari ini kamu akan dibalas dengan azab yang sangat menghinakan, karena kamu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya.
-
94
وَلَقَدْ جِئْتُمُونَا فُرَٰدَىٰ كَمَا خَلَقْنَـٰكُمْ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَتَرَكْتُم مَّا خَوَّلْنَـٰكُمْ وَرَآءَ ظُهُورِكُمْ ۖ وَمَا نَرَىٰ مَعَكُمْ شُفَعَآءَكُمُ ٱلَّذِينَ زَعَمْتُمْ أَنَّهُمْ فِيكُمْ شُرَكَـٰٓؤُا۟ ۚ لَقَد تَّقَطَّعَ بَيْنَكُمْ وَضَلَّ عَنكُم مَّا كُنتُمْ تَزْعُمُونَ
Wa-laq̣ad jiʹtumoonaa furaadaa kamaa khalaq̣naakum ʹawwala marratiñw wataraktum maa khawwal-naakum wa-raaaʹa z̤̣uhoorikum: wa-maa naraa maʻakum shufaʻaaaʹakumul laẓeena zaʻamtum ʹannahum feekum shurakaaaʹ. Laq̣at taq̣aṭṭaʻa baynakum wa-ḍalla ʻañkum maa kuñtum tazʻumoon!
Dan kamu benar-benar datang sendiri-sendiri kepada Kami sebagaimana Kami ciptakan kamu pada mulanya, dan apa yang telah Kami karuniakan kepadamu, kamu tinggalkan di belakangmu (di dunia). Kami tidak melihat pemberi syafaat (pertolongan) besertamu yang kamu anggap bahwa mereka itu sekutu-sekutu (bagi Allah). Sungguh, telah terputuslah (semua pertalian) antara kamu dan telah lenyap dari kamu apa yang dahulu kamu sangka (sebagai sekutu Allah).
-
95
۞ إِنَّ ٱللَّهَ فَالِقُ ٱلْحَبِّ وَٱلنَّوَىٰ ۖ يُخْرِجُ ٱلْحَىَّ مِنَ ٱلْمَيِّتِ وَمُخْرِجُ ٱلْمَيِّتِ مِنَ ٱلْحَىِّ ۚ ذَٰلِكُمُ ٱللَّهُ ۖ فَأَنَّىٰ تُؤْفَكُونَ
ʹInnal laaha faaliq̣ul ḥabbi wannawaa. Yukhrijul ḥayya minal mayyiti wa-Mukhrijul mayyiti minal ḥayy. Ẓaalikumul laahu faʹannaa tuʹfakoon?
Sungguh, Allah menumbuhkan butir (padi-padian) dan biji (kurma). Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. Itulah (kekuasaan) Allah, maka mengapa kamu masih berpaling?
-
96
فَالِقُ ٱلْإِصْبَاحِ وَجَعَلَ ٱلَّيْلَ سَكَنًا وَٱلشَّمْسَ وَٱلْقَمَرَ حُسْبَانًا ۚ ذَٰلِكَ تَقْدِيرُ ٱلْعَزِيزِ ٱلْعَلِيمِ
Faaliq̣ul ʹiṣbaaḥ: wa-jaʻalal layla sakanañw washshamsa walq̣amara ḥusbaanaa, ẓaalika taq̣deerul ʻAzeezil ʻAleem.
Dia menyingsingkan pagi dan menjadikan malam untuk beristirahat, dan (menjadikan) matahari dan bulan untuk perhitungan. Itulah ketetapan Allah Yang Mahaperkasa, Maha Mengetahui.
-
97
وَهُوَ ٱلَّذِى جَعَلَ لَكُمُ ٱلنُّجُومَ لِتَهْتَدُوا۟ بِهَا فِى ظُلُمَـٰتِ ٱلْبَرِّ وَٱلْبَحْرِ ۗ قَدْ فَصَّلْنَا ٱلْـَٔايَـٰتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ
Wa-Huwal laẓee jaʻala lakumun nujooma litahtadoo bihaa fee z̤̣ulumaatil barri walbahr: q̣ad faṣṣalnal ʹAayaati liq̣awmiñy yaʻlamoon.
Dan Dialah yang menjadikan bintang-bintang bagimu, agar kamu menjadikannya petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut. Kami telah menjelaskan tanda-tanda (kekuasaan Kami) kepada orang-orang yang mengetahui.
-
98
وَهُوَ ٱلَّذِىٓ أَنشَأَكُم مِّن نَّفْسٍ وَٰحِدَةٍ فَمُسْتَقَرٌّ وَمُسْتَوْدَعٌ ۗ قَدْ فَصَّلْنَا ٱلْـَٔايَـٰتِ لِقَوْمٍ يَفْقَهُونَ
Wa-Huwal laẓeee ʹañshaʹakum min nafsiñw waaḥidatiñ famustaq̣arruñw wa-mustawdaʻ: q̣ad faṣṣalnal ʹAayaati liq̣aw miñyyafq̣ahoon.
Dan Dialah yang menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam), maka (bagimu) ada tempat menetap dan tempat simpanan. Sesungguhnya telah Kami jelaskan tanda-tanda (kebesaran Kami) kepada orang-orang yang mengetahui.
-
99
وَهُوَ ٱلَّذِىٓ أَنزَلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءً فَأَخْرَجْنَا بِهِۦ نَبَاتَ كُلِّ شَىْءٍ فَأَخْرَجْنَا مِنْهُ خَضِرًا نُّخْرِجُ مِنْهُ حَبًّا مُّتَرَاكِبًا وَمِنَ ٱلنَّخْلِ مِن طَلْعِهَا قِنْوَانٌ دَانِيَةٌ وَجَنَّـٰتٍ مِّنْ أَعْنَابٍ وَٱلزَّيْتُونَ وَٱلرُّمَّانَ مُشْتَبِهًا وَغَيْرَ مُتَشَـٰبِهٍ ۗ ٱنظُرُوٓا۟ إِلَىٰ ثَمَرِهِۦٓ إِذَآ أَثْمَرَ وَيَنْعِهِۦٓ ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكُمْ لَـَٔايَـٰتٍ لِّقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ
Wa-Huwal laẓeee ʹañzala minas samaaaʹi maaaʹaa: faʹakhrajnaa bihee nabaata kulli shayʹiñ faʹakhrajnaa minhu khaḍiran nukhriju minhu ḥabbam mutaraakibaa; wa-minan nakhli miñ ṭalʻihaa q̣in-waanuñ daaniyatuñw wa-jannaatim min ʹaʻnaabiñw wazzaytoona warrummaana mushtabihañw wa-g̣ayra mutashaabih. ʹUñz̤̣urooo ʹilaa s̤amariheee ʹiẓaaa ʹas̤mara wa-yanʻih. ʹInna fee ẓaalikum laʹAayaatil liq̣awmiñy yuʹminoon.
Dan Dialah yang menurunkan air dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan, maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau, Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang kurma, mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (Kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. Perhatikanlah buahnya pada waktu berbuah, dan menjadi masak. Sungguh, pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman.
-
100
وَجَعَلُوا۟ لِلَّهِ شُرَكَآءَ ٱلْجِنَّ وَخَلَقَهُمْ ۖ وَخَرَقُوا۟ لَهُۥ بَنِينَ وَبَنَـٰتٍۭ بِغَيْرِ عِلْمٍ ۚ سُبْحَـٰنَهُۥ وَتَعَـٰلَىٰ عَمَّا يَصِفُونَ
Wa-jaʻaloo lillaahi shurakaaaʹal jinna wa-khalaq̣a-hum wa-kharaq̣oo lahoo baneena wa-banaatim big̣ayri ʻilm. Subḥaanahoo wa-taʻaalaa ʻammaa yaṣifoon.
Dan mereka (orang-orang musyrik) menjadikan Jin itu sekutu-sekutu Allah, padahal Dia yang menciptakannya (jin-jin itu), dan mereka berbohong (dengan mengatakan), "Allah mempunyai anak laki-laki dan anak perempuan," tanpa (dasar) pengetahuan. Maha Suci Allah dan Mahatinggi dari sifat-sifat yang mereka gambarkan.
-
101
بَدِيعُ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۖ أَنَّىٰ يَكُونُ لَهُۥ وَلَدٌ وَلَمْ تَكُن لَّهُۥ صَـٰحِبَةٌ ۖ وَخَلَقَ كُلَّ شَىْءٍ ۖ وَهُوَ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌ
Badeeʻus samaawaati wal-ʹarḍ: Annaa yakoonu lahoo waladuñw wa-lam takul lahoo ṣaaḥibah? Wa-khalaq̣a kulla shayʹ, wa-Huwa bikulli shayʹin ʻAleem.
Dia (Allah) Pencipta langit dan bumi. Bagaimana (mungkin) Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai istri. Dia menciptakan segala sesuatu; dan Dia mengetahui segala sesuatu.
-
102
ذَٰلِكُمُ ٱللَّهُ رَبُّكُمْ ۖ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ خَـٰلِقُ كُلِّ شَىْءٍ فَٱعْبُدُوهُ ۚ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ وَكِيلٌ
Ẓaalikumul laahu Rabbukum! Laaa ʹilaaha ʹillaa Hoo. khaaliq̣u kulli shayʹiñ faʻbudooh; wa-Huwa ʻalaa kulli shayʹiñw Wakeel.
Itulah Allah, Tuhan kamu; tidak ada tuhan selain Dia; Pencipta segala sesuatu, maka sembahlah Dia; Dialah Pemelihara segala sesuatu.
-
103
لَّا تُدْرِكُهُ ٱلْأَبْصَـٰرُ وَهُوَ يُدْرِكُ ٱلْأَبْصَـٰرَ ۖ وَهُوَ ٱللَّطِيفُ ٱلْخَبِيرُ
Laa tudrikuhul ʹabṣaaru. wa-Huwa yudrikul ʹabṣaar: wa-Huwal Laṭeeful Khabeer.
Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala penglihatan itu dan Dialah Yang Mahahalus, Mahateliti.
-
104
قَدْ جَآءَكُم بَصَآئِرُ مِن رَّبِّكُمْ ۖ فَمَنْ أَبْصَرَ فَلِنَفْسِهِۦ ۖ وَمَنْ عَمِىَ فَعَلَيْهَا ۚ وَمَآ أَنَا۠ عَلَيْكُم بِحَفِيظٍ
Q̣ad jaaaʹakum̃ baṣaaaʹiru mir rabbikum: faman ʹabṣara falinafsih: wa-man ʻamiya faʻalayhaa: wa-maaa ʹana ʻalaykum̃ biḥafeez̤̣.
Sungguh, bukti-bukti yang nyata telah datang dari Tuhanmu. Barang siapa melihat (kebenaran itu), maka (manfaatnya) bagi dirinya sendiri; dan barang siapa buta (tidak melihat kebenaran itu), maka dialah yang rugi. Dan aku (Muhammad) bukanlah penjaga(mu).
-
105
وَكَذَٰلِكَ نُصَرِّفُ ٱلْـَٔايَـٰتِ وَلِيَقُولُوا۟ دَرَسْتَ وَلِنُبَيِّنَهُۥ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ
Wa-kaẓaalika nuṣarriful ʹAayaati wa-liyaq̣ooloo darasta wa-li-nubayyi-nahoo. liq̣awmiñy yaʻlamoon.
Dan demikianlah Kami menjelaskan berulang-ulang ayat-ayat Kami agar orang-orang musyrik mengatakan, "Engkau telah mempelajari ayat-ayat itu (dari Ahli Kitab)." dan agar Kami menjelaskan Al-Qur`an itu kepada orang-orang yang mengetahui.
-
106
ٱتَّبِعْ مَآ أُوحِىَ إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَ ۖ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ وَأَعْرِضْ عَنِ ٱلْمُشْرِكِينَ
ʹIttabiʻ maaa ʹooḥiya ʹilayka mir Rabbik: Laaa ʹilaaha ʹillaa Hoo: wa-ʹaʻriḍ ʻanil mushrikeen.
Ikutilah apa yang telah diwahyukan Tuhanmu kepadamu (Muhammad); tidak ada tuhan selain Dia; dan berpalinglah dari orang-orang musyrik.
-
107
وَلَوْ شَآءَ ٱللَّهُ مَآ أَشْرَكُوا۟ ۗ وَمَا جَعَلْنَـٰكَ عَلَيْهِمْ حَفِيظًا ۖ وَمَآ أَنتَ عَلَيْهِم بِوَكِيلٍ
Wa-law shaaaʹal laahu maaa ʹashrakoo: wa-maa jaʻalnaaka ʻalayhim ḥafeez̤̣aa, wa-maaa ʹañta ʻalayhim̃ biwakeel.
Dan sekiranya Allah menghendaki, niscaya mereka tidak mempersekutukan (-Nya). Dan Kami tidak menjadikan engkau penjaga mereka; dan engkau bukan pula pemelihara mereka.
-
108
وَلَا تَسُبُّوا۟ ٱلَّذِينَ يَدْعُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ فَيَسُبُّوا۟ ٱللَّهَ عَدْوًۢا بِغَيْرِ عِلْمٍ ۗ كَذَٰلِكَ زَيَّنَّا لِكُلِّ أُمَّةٍ عَمَلَهُمْ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّهِم مَّرْجِعُهُمْ فَيُنَبِّئُهُم بِمَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ
Wa-laa tasubbul laẓeena yadʻoona miñ doonil laahi fayasubbul laaha ʻadwam big̣ayri ʻilm. Kaẓaalika zayyannaa likulli ʹummatin ʻamalahum. S̤umma ʹilaa Rabbihim marjiʻuhum fayunabbiʹuhum̃ bimaa kaanoo yaʻmaloon.
Dan Janganlah kamu memaki sesembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa dasar pengetahuan. Demikianlah, Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan, tempat kembali mereka, lalu Dia akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan.
-
109
وَأَقْسَمُوا۟ بِٱللَّهِ جَهْدَ أَيْمَـٰنِهِمْ لَئِن جَآءَتْهُمْ ءَايَةٌ لَّيُؤْمِنُنَّ بِهَا ۚ قُلْ إِنَّمَا ٱلْـَٔايَـٰتُ عِندَ ٱللَّهِ ۖ وَمَا يُشْعِرُكُمْ أَنَّهَآ إِذَا جَآءَتْ لَا يُؤْمِنُونَ
Wa-ʹaq̣samoo billaahi jahda ʹaymaanihim laʹiñ jaaaʹathum ʹAayatul layuʹminunna bihaa. Q̣ul ʹinnamal ʹAayaatu ʻindal laahi wa-maa yushʻirukum ʹannahaaa ʹiẓaa jaaaʹat laa yuʹminoon?
Dan Mereka bersumpah atas nama Allah dengan segala kesungguhan, bahwa jika datang suatu mukjizat kepada mereka, pastilah mereka akan beriman kepada-Nya. Katakanlah, "mukjizat-mukjizat itu hanya ada pada sisi Allah." Dan tahukah kamu, bahwa apabila mukjizat (ayat-ayat) datang, mereka tidak juga akan beriman.
-
110
وَنُقَلِّبُ أَفْـِٔدَتَهُمْ وَأَبْصَـٰرَهُمْ كَمَا لَمْ يُؤْمِنُوا۟ بِهِۦٓ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَنَذَرُهُمْ فِى طُغْيَـٰنِهِمْ يَعْمَهُونَ
Wa-nuq̣allibu ʹafʹidatahum wa-ʹabṣaarahum kamaa lam yuʹminoo biheee ʹawwala marratiñ wa-naẓaruhum fee ṭug̣yaanihim yaʻmahoon.
Dan (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti pertama kali mereka tidak beriman kepadanya (Al-Qur`an), dan Kami biarkan mereka bingung dalam kesesatan.
-
111
۞ وَلَوْ أَنَّنَا نَزَّلْنَآ إِلَيْهِمُ ٱلْمَلَـٰٓئِكَةَ وَكَلَّمَهُمُ ٱلْمَوْتَىٰ وَحَشَرْنَا عَلَيْهِمْ كُلَّ شَىْءٍ قُبُلًا مَّا كَانُوا۟ لِيُؤْمِنُوٓا۟ إِلَّآ أَن يَشَآءَ ٱللَّهُ وَلَـٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ يَجْهَلُونَ
Wa-law ʹannanaa nazzal-naaa ʹilayhimul malaaaʹikata wa-kallamahumul mawtaa waḥasharnaa ʻalayhim kulla shayʹiñ q̣ubulam maa kaanoo liyuʹminooo ʹillaaa ʹañy yashaaaʹal laahu wa-laakinna ʹaks̤arahum yajhaloon.
Dan sekalipun Kami benar-benar menurunkan malaikat kepada mereka, dan orang yang telah mati berbicara dengan mereka dan Kami kumpulkan (pula) di hadapan mereka segala sesuatu (yang mereka inginkan), mereka tidak juga akan beriman, kecuali jika Allah menghendaki. Tapi kebanyakan mereka tidak mengetahui (arti kebenaran).
-
112
وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِىٍّ عَدُوًّا شَيَـٰطِينَ ٱلْإِنسِ وَٱلْجِنِّ يُوحِى بَعْضُهُمْ إِلَىٰ بَعْضٍ زُخْرُفَ ٱلْقَوْلِ غُرُورًا ۚ وَلَوْ شَآءَ رَبُّكَ مَا فَعَلُوهُ ۖ فَذَرْهُمْ وَمَا يَفْتَرُونَ
Wa-kaẓaalika jaʻalnaa likulli nabiyyin ʻaduwwañ shayaaṭeenal ʹiñsi waljinni yooḥee baʻḍuhum ʹilaa baʻḍiñ zukhrufal q̣awli g̣urooraa. Wa-law shaaaʹa Rabbuka maa- faʻaloohu faẓarhum wa-maa yaftaroon.
Dan demikianlah untuk setiap Nabi Kami menjadikan musuh, yang terdiri dari setan-setan manusia dan jin, sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan yang indah sebagai tipuan. Dan kalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak akan melakukannya, maka biarkanlah mereka bersama (kebohongan) yang mereka ada-adakan.
-
113
وَلِتَصْغَىٰٓ إِلَيْهِ أَفْـِٔدَةُ ٱلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِٱلْـَٔاخِرَةِ وَلِيَرْضَوْهُ وَلِيَقْتَرِفُوا۟ مَا هُم مُّقْتَرِفُونَ
Walitaṣg̣aaa ʹilayhi ʹafʹidatul laẓeena laa- yuʹminoona bil-ʹAakhirati wa-liyarḍawhu waliyaq̣tarifoo maa- hum muq̣tarifoon.
Dan agar hati kecil orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat, tertarik kepada bisikan itu, dan menyenanginya, dan agar mereka melakukan apa yang biasa mereka lakukan.
-
114
أَفَغَيْرَ ٱللَّهِ أَبْتَغِى حَكَمًا وَهُوَ ٱلَّذِىٓ أَنزَلَ إِلَيْكُمُ ٱلْكِتَـٰبَ مُفَصَّلًا ۚ وَٱلَّذِينَ ءَاتَيْنَـٰهُمُ ٱلْكِتَـٰبَ يَعْلَمُونَ أَنَّهُۥ مُنَزَّلٌ مِّن رَّبِّكَ بِٱلْحَقِّ ۖ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ ٱلْمُمْتَرِينَ
ʹAfag̣ayral laahi ʹabtag̣ee ḥakamañw wa-Huwal laẓeee ʹañzala ʹilaykumul Kitaaba mufaṣṣalaa? Wallaẓeena ʹaataynaahumul Kitaaba yaʻlamoona ʹannahoo munazzalum mir Rabbika bilḥaq̣q̣i falaa takoonanna minal mumtareen.
Pantaskah aku mencari hakim selain Allah, padahal Dialah yang menurunkan Kitab (Al-Qur`an) kepadamu secara rinci? Orang-orang yang telah Kami beri Kitab tahu betul bahwa (Al-Qur`an) itu diturunkan dari Tuhanmu dengan benar. Maka janganlah kamu termasuk orang-orang yang ragu.
-
115
وَتَمَّتْ كَلِمَتُ رَبِّكَ صِدْقًا وَعَدْلًا ۚ لَّا مُبَدِّلَ لِكَلِمَـٰتِهِۦ ۚ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْعَلِيمُ
Wa-tammat kalimatu Rabbika ṣidq̣añw waʻadlaa: laa- mubaddila li-Kalimaatih: wa-Huwas Sameeʻul ʻAleem.
Dan telah sempurna firman Tuhanmu (Al-Qur`an) dengan benar dan adil. Tidak ada yang dapat mengubah firman-Nya. Dan Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui.
-
116
وَإِن تُطِعْ أَكْثَرَ مَن فِى ٱلْأَرْضِ يُضِلُّوكَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ ۚ إِن يَتَّبِعُونَ إِلَّا ٱلظَّنَّ وَإِنْ هُمْ إِلَّا يَخْرُصُونَ
Wa-ʹiñ tuṭiʻ ʹaks̤ara mañ fil ʹarḍi yuḍillooka ʻañ Sabeelil laah. ʹIñy yattabiʻoona ʹillaz̤̣ z̤̣anna wa-ʹin hum ʹillaa yakhruṣoon.
Dan jika kamu mengikuti kebanyakan orang di bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Yang mereka ikuti hanya persangkaan belaka dan mereka hanyalah membuat kebohongan.
-
117
إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ مَن يَضِلُّ عَن سَبِيلِهِۦ ۖ وَهُوَ أَعْلَمُ بِٱلْمُهْتَدِينَ
ʹInna Rabbaka Huwa ʹaʻlamu mañy yaḍillu ʻañ Sabeelih; wa-Huwa ʹaʻlamu bil-Muhtadeen.
Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya, dan Dia lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.
-
118
فَكُلُوا۟ مِمَّا ذُكِرَ ٱسْمُ ٱللَّهِ عَلَيْهِ إِن كُنتُم بِـَٔايَـٰتِهِۦ مُؤْمِنِينَ
Fakuloo mimmaa ẓukiras mul laahi ʻalayhi ʹiñ kuñtum̃ biʹAayaatihee muʹmineen.
Maka makanlah dari apa (daging hewan) yang (ketika disembelih) disebut nama Allah, jika kamu beriman kepada ayat-ayat-Nya.
-
119
وَمَا لَكُمْ أَلَّا تَأْكُلُوا۟ مِمَّا ذُكِرَ ٱسْمُ ٱللَّهِ عَلَيْهِ وَقَدْ فَصَّلَ لَكُم مَّا حَرَّمَ عَلَيْكُمْ إِلَّا مَا ٱضْطُرِرْتُمْ إِلَيْهِ ۗ وَإِنَّ كَثِيرًا لَّيُضِلُّونَ بِأَهْوَآئِهِم بِغَيْرِ عِلْمٍ ۗ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِٱلْمُعْتَدِينَ
Wa-maa lakum ʹallaa taʹkuloo mimmaa ẓukiras mul laahi ʻalayhi wa-q̣ad faṣṣala lakum maa ḥarrama ʻalaykum ʹillaa maḍ ṭurirtum ʹilayh? Wa-ʹinna kas̤eeral layuḍilloona biʹahwaaaʹihim̃ big̣ayri ʻilm. ʹInna Rabbaka Huwa ʹaʻlamu bilmuʻtadeen.
Dan mengapa kamu tidak mau memakan dari apa (daging hewan) yang (ketika disembelih) disebut nama Allah, padahal Allah telah menjelaskan kepadamu apa yang diharamkan-Nya kepadamu, kecuali jika kamu dalam keadaan terpaksa. Dan sungguh, banyak yang menyesatkan orang dengan keinginannya tanpa dasar pengetahuan. Tuhanmu lebih mengetahui orang-orang yang melampaui batas.
-
120
وَذَرُوا۟ ظَـٰهِرَ ٱلْإِثْمِ وَبَاطِنَهُۥٓ ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَكْسِبُونَ ٱلْإِثْمَ سَيُجْزَوْنَ بِمَا كَانُوا۟ يَقْتَرِفُونَ
Waẓaroo z̤̣aahiral ʹis̤mi wa-baaṭinah: ʹInnal laẓeena yaksiboonal ʹis̤ma sayujzawna bimaa kaanoo yaq̣tarifoon.
Dan tinggalkanlah dosa yang terlihat ataupun yang tersembunyi. Sungguh, orang-orang yang mengerjakan (perbuatan) dosa kelak akan diberi balasan sesuai dengan apa yang mereka kerjakan.
-
121
وَلَا تَأْكُلُوا۟ مِمَّا لَمْ يُذْكَرِ ٱسْمُ ٱللَّهِ عَلَيْهِ وَإِنَّهُۥ لَفِسْقٌ ۗ وَإِنَّ ٱلشَّيَـٰطِينَ لَيُوحُونَ إِلَىٰٓ أَوْلِيَآئِهِمْ لِيُجَـٰدِلُوكُمْ ۖ وَإِنْ أَطَعْتُمُوهُمْ إِنَّكُمْ لَمُشْرِكُونَ
Wa-laa taʹkuloo mimmaa lam yuẓkaris mul laahi ʻalayhi wa-ʹinnahoo lafisq̣. Wa-ʹinnash shayaaṭeena layooḥoona ʹilaaa ʹawliyaaaʹihim liyujaadilookum. Wa-ʹin ʹaṭaʻtumoohum ʹinnakum lamushrikoon.
Dan janganlah kamu memakan dari apa (daging hewan) yang (ketika disembelih) tidak disebut nama Allah, perbuatan itu benar-benar suatu kefasikan. Sesungguhnya setan-setan akan membisikkan kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kamu. Dan jika kamu menuruti mereka, tentu kamu telah menjadi orang musyrik.
-
122
أَوَمَن كَانَ مَيْتًا فَأَحْيَيْنَـٰهُ وَجَعَلْنَا لَهُۥ نُورًا يَمْشِى بِهِۦ فِى ٱلنَّاسِ كَمَن مَّثَلُهُۥ فِى ٱلظُّلُمَـٰتِ لَيْسَ بِخَارِجٍ مِّنْهَا ۚ كَذَٰلِكَ زُيِّنَ لِلْكَـٰفِرِينَ مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ
ʹA-wamañ kaana maytañ faʹaḥyaynaahu wa-jaʻalnaa lahoo Noorañy yamshee bihee fin naasi kamam mas̤aluhoo fiz̤̣ z̤̣ulumaati laysa bikhaarijim minhaa? Kaẓaalika zuyyina lilkaafireena maa- kaanoo yaʻmaloon.
Dan apakah orang yang sudah mati lalu Kami hidupkan dan Kami beri dia cahaya yang membuatnya dapat berjalan di tengah-tengah orang banyak, sama dengan orang yang berada dalam kegelapan, sehingga dia tidak dapat ke luar dari sana? Demikianlah dijadikan terasa indah bagi orang-orang kafir apa yang mereka kerjakan.
-
123
وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَا فِى كُلِّ قَرْيَةٍ أَكَـٰبِرَ مُجْرِمِيهَا لِيَمْكُرُوا۟ فِيهَا ۖ وَمَا يَمْكُرُونَ إِلَّا بِأَنفُسِهِمْ وَمَا يَشْعُرُونَ
Wa-kaẓaalika jaʻalnaa fee kulli q̣aryatin ʹakaabira mujrimeehaa liyamkuroo feehaa; wa-maa yamkuroona ʹillaa biʹañfusihim wa-maa yashʻuroon.
Dan demikianlah pada setiap negeri Kami jadikan pembesar-pembesar yang jahat agar melakukan tipu daya di negeri itu. Tapi mereka hanya menipu diri sendiri tanpa menyadarinya.
-
124
وَإِذَا جَآءَتْهُمْ ءَايَةٌ قَالُوا۟ لَن نُّؤْمِنَ حَتَّىٰ نُؤْتَىٰ مِثْلَ مَآ أُوتِىَ رُسُلُ ٱللَّهِ ۘ ٱللَّهُ أَعْلَمُ حَيْثُ يَجْعَلُ رِسَالَتَهُۥ ۗ سَيُصِيبُ ٱلَّذِينَ أَجْرَمُوا۟ صَغَارٌ عِندَ ٱللَّهِ وَعَذَابٌ شَدِيدٌۢ بِمَا كَانُوا۟ يَمْكُرُونَ
Wa-ʹiẓaa jaaaʹathum ʹAayatuñ q̣aaloo lan nuʹmina ḥattaa nuʹtaa mis̤la maaa ʹootiya rusulul laah. ʹAllaahu ʹaʻlamu ḥays̤u yajʻalu Risaalatah. Sayuṣeebul laẓeena ʹajramoo ṣag̣aarun ʻiñdal laahi wa-ʻaẓaabuñ shadeedum bimaa kaanoo yamkuroon.
Dan apabila datang suatu ayat kepada mereka, tentu mereka berkata, "Kami tidak akan percaya (beriman) sebelum diberikan kepada kami seperti yang diberikan kepada Rasul-rasul Allah." Allah lebih mengetahui di mana Dia menempatkan tugas kerasulan-Nya. Orang-orang yang berdosa, nanti akan ditimpa kehinaan di sisi Allah dan azab yang keras karena tipu daya yang mereka lakukan.
-
125
فَمَن يُرِدِ ٱللَّهُ أَن يَهْدِيَهُۥ يَشْرَحْ صَدْرَهُۥ لِلْإِسْلَـٰمِ ۖ وَمَن يُرِدْ أَن يُضِلَّهُۥ يَجْعَلْ صَدْرَهُۥ ضَيِّقًا حَرَجًا كَأَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِى ٱلسَّمَآءِ ۚ كَذَٰلِكَ يَجْعَلُ ٱللَّهُ ٱلرِّجْسَ عَلَى ٱلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ
Famañy yuridil laahu ʹañy yahdiyahoo yashraḥ ṣadrahoo lil-ʹIslaam; wa-mañy yurid ʹañy yuḍillahoo yajʻal ṣadrahoo ḍayyiq̣an harajañ kaʹannamaa yaṣṣaʻʻadu fis samaaaʹ. Kaẓaalika yajʻalul laahur rijsa ʻalal laẓeena laa- yuʹminoon.
Barang siapa yang dikehendaki Allah akan mendapat hidayah (petunjuk), Dia akan membukakan dadanya untuk (menerima) Islam. Dan barang siapa dikehendaki-Nya menjadi sesat, Dia jadikan dadanya sempit dan sesak, seakan-akan dia (sedang) mendaki ke langit. Demikianlah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.
-
126
وَهَـٰذَا صِرَٰطُ رَبِّكَ مُسْتَقِيمًا ۗ قَدْ فَصَّلْنَا ٱلْـَٔايَـٰتِ لِقَوْمٍ يَذَّكَّرُونَ
Wa-haaẓaa Ṣiraaṭu Rabbika Mustaq̣eemaa: q̣ad faṣṣalnal ʹAayaati liq̣awmiñy yaẓẓakkaroon.
Dan inilah jalan Tuhanmu yang lurus. Kami telah menjelaskan ayat-ayat (Kami) kepada orang-orang yang menerima peringatan.
-
127
۞ لَهُمْ دَارُ ٱلسَّلَـٰمِ عِندَ رَبِّهِمْ ۖ وَهُوَ وَلِيُّهُم بِمَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ
lahum Daarus Salaami ʻiñda Rabbihim wa-Huwa Waliyyuhum̃ bimaa kaanoo yaʻmaloon.
Bagi mereka (disediakan) tempat yang damai (surga) di sisi Tuhannya. Dan Dialah pelindung mereka karena amal kebajikan yang mereka kerjakan.
-
128
وَيَوْمَ يَحْشُرُهُمْ جَمِيعًا يَـٰمَعْشَرَ ٱلْجِنِّ قَدِ ٱسْتَكْثَرْتُم مِّنَ ٱلْإِنسِ ۖ وَقَالَ أَوْلِيَآؤُهُم مِّنَ ٱلْإِنسِ رَبَّنَا ٱسْتَمْتَعَ بَعْضُنَا بِبَعْضٍ وَبَلَغْنَآ أَجَلَنَا ٱلَّذِىٓ أَجَّلْتَ لَنَا ۚ قَالَ ٱلنَّارُ مَثْوَىٰكُمْ خَـٰلِدِينَ فِيهَآ إِلَّا مَا شَآءَ ٱللَّهُ ۗ إِنَّ رَبَّكَ حَكِيمٌ عَلِيمٌ
Wa-yawma yaḥ-shuruhum jameeʻaa: yaa-maʻsharal jinni q̣adis taks̤artum minal ʹiñs. Wa-q̣aala ʹawliyaaaʹuhum minal ʹiñsi Rabbanas tamtaʻa baʻḍunaa bibaʻḍiñw wabalag̣naaa ʹajalanal laẓeee ʹajjalta lanaa: q̣aalan Naaru mas̤waakum khaalideena feehaaa ʹillaa maa- shaaa ʹallaah. ʹInna Rabbaka Ḥakeemun ʻAleem.
Dan (ingatlah) pada hari ketika Dia mengumpulkan mereka semua (dan Allah berfirman), "Wahai golongan jin! Kamu telah banyak (menyesatkan) manusia." Dan kawan-kawan mereka dari golongan manusia berkata, "Ya Tuhan, kami telah saling mendapatkan kesenangan dan sekarang waktu yang Engkau tentukan buat kami telah datang." Allah berfirman, "Nerakalah tempat kamu selama-lamanya, kecuali jika Allah menghendaki lain." Sungguh, Tuhanmu Mahabijaksana, Maha Mengetahui.
-
129
وَكَذَٰلِكَ نُوَلِّى بَعْضَ ٱلظَّـٰلِمِينَ بَعْضًۢا بِمَا كَانُوا۟ يَكْسِبُونَ
Wa-kaẓaalika nuwallee baʻḍaz̤̣ z̤̣aalimeena baʻḍam bimaa kaanoo yaksiboon.
Dan demikianlah Kami jadikan sebagian orang-orang zalim berteman dengan sesamanya, sesuai dengan apa yang mereka kerjakan.
-
130
يَـٰمَعْشَرَ ٱلْجِنِّ وَٱلْإِنسِ أَلَمْ يَأْتِكُمْ رُسُلٌ مِّنكُمْ يَقُصُّونَ عَلَيْكُمْ ءَايَـٰتِى وَيُنذِرُونَكُمْ لِقَآءَ يَوْمِكُمْ هَـٰذَا ۚ قَالُوا۟ شَهِدْنَا عَلَىٰٓ أَنفُسِنَا ۖ وَغَرَّتْهُمُ ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَا وَشَهِدُوا۟ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ أَنَّهُمْ كَانُوا۟ كَـٰفِرِينَ
Yaa-maʻsharal jinni wal-ʹiñsi ʹalam yaʹtikum rusulum miñkum yaq̣uṣṣoona ʻalaykum ʹAayaatee wa-yuñẓiroonakum liq̣aaaʹa yawmikum haaẓaa? Q̣aaloo shahidnaa ʻalaaa ʹañfusinaa wa-g̣arrat-humul ḥayaatud dunyaa wa-shahidoo ʻalaaa ʹañfusihim ʹannahum kaanoo Kaafireen.
Wahai golongan jin dan manusia! Bukankah sudah datang kepadamu Rasul-rasul dari kalanganmu sendiri, mereka menyampaikan ayat-ayat-Ku kepadamu dan memperingatkanmu tentang pertemuan pada hari ini? Mereka menjawab, "(Ya), kami menjadi saksi atas diri kami sendiri." Tetapi mereka tertipu oleh kehidupan dunia dan mereka telah menjadi saksi atas diri mereka sendiri, bahwa mereka adalah orang-orang kafir.
-
131
ذَٰلِكَ أَن لَّمْ يَكُن رَّبُّكَ مُهْلِكَ ٱلْقُرَىٰ بِظُلْمٍ وَأَهْلُهَا غَـٰفِلُونَ
Ẓaalika ʹal lam yakur Rabbuka muhlikal q̣uraa biz̤̣ulmiñw waʹahluhaa g̣aafiloon.
Demikianlah (para rasul diutus) karena Tuhanmu tidak akan membinasakan suatu negeri secara zalim, sedang penduduknya dalam lengah (belum tahu).
-
132
وَلِكُلٍّ دَرَجَـٰتٌ مِّمَّا عَمِلُوا۟ ۚ وَمَا رَبُّكَ بِغَـٰفِلٍ عَمَّا يَعْمَلُونَ
Wa-likulliñ darajaatum mimmaa ʻamiloo: wa-maa Rabbuka big̣aafilin ʻammaa yaʻmaloon.
Dan masing-masing orang ada tingkatannya, (sesuai) dengan apa yang mereka kerjakan. Dan Tuhanmu tidak lengah terhadap apa yang mereka kerjakan.
-
133
وَرَبُّكَ ٱلْغَنِىُّ ذُو ٱلرَّحْمَةِ ۚ إِن يَشَأْ يُذْهِبْكُمْ وَيَسْتَخْلِفْ مِنۢ بَعْدِكُم مَّا يَشَآءُ كَمَآ أَنشَأَكُم مِّن ذُرِّيَّةِ قَوْمٍ ءَاخَرِينَ
Wa-Rabbukal G̣aniyyu Ẓur Raḥmah: ʹiñy yashaʹ yuẓ-hibkum wa-yastakhlif mim baʻdikum maa yashaaʹu kamaaa ʹañshaʹakum miñ ẓurriyyati q̣awmin ʹaakhareen.
Dan Tuhanmu Mahakaya, penuh rahmat. Jika Dia menghendaki, Dia akan memusnahkan kamu, dan setelah kamu (musnah) akan Dia ganti dengan yang Dia kehendaki, sebagaimana Dia menjadikan kamu dari keturunan golongan lain.
-
134
إِنَّ مَا تُوعَدُونَ لَـَٔاتٍ ۖ وَمَآ أَنتُم بِمُعْجِزِينَ
ʹInna maa- tooʻadoona laʹaatiñw wamaaa ʹañtum̃ bimuʻjizeen.
Sesungguhnya apa pun yang dijanjikan kepadamu pasti datang dan kamu tidak mampu menolaknya.
-
135
قُلْ يَـٰقَوْمِ ٱعْمَلُوا۟ عَلَىٰ مَكَانَتِكُمْ إِنِّى عَامِلٌ ۖ فَسَوْفَ تَعْلَمُونَ مَن تَكُونُ لَهُۥ عَـٰقِبَةُ ٱلدَّارِ ۗ إِنَّهُۥ لَا يُفْلِحُ ٱلظَّـٰلِمُونَ
Q̣ul yaa-q̣awmiʻ maloo ʻalaa makaanatikum ʹinnee ʻaamil: fasawfa taʻlamoona mañ takoonu lahoo ʻAaq̣ibatud daar: ʹinnahoo laa- yufliḥuz̤̣ z̤̣aalimoon.
Katakanlah (Muhammad), "Wahai kaumku! Berbuatlah menurut kedudukanmu, akupun berbuat (demikian). Kelak kamu akan mengetahui, siapa yang akan memperoleh tempat (terbaik) di akhirat (nanti). Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu tidak akan beruntung.
-
136
وَجَعَلُوا۟ لِلَّهِ مِمَّا ذَرَأَ مِنَ ٱلْحَرْثِ وَٱلْأَنْعَـٰمِ نَصِيبًا فَقَالُوا۟ هَـٰذَا لِلَّهِ بِزَعْمِهِمْ وَهَـٰذَا لِشُرَكَآئِنَا ۖ فَمَا كَانَ لِشُرَكَآئِهِمْ فَلَا يَصِلُ إِلَى ٱللَّهِ ۖ وَمَا كَانَ لِلَّهِ فَهُوَ يَصِلُ إِلَىٰ شُرَكَآئِهِمْ ۗ سَآءَ مَا يَحْكُمُونَ
Wa-jaʻaloo lillaahi mimmaa ẓaraʹa minal ḥars̤i walanʻaami naṣeebañ faq̣aaloo haaẓaa lillaahi bizaʻmihim wa-haaẓaa lishurakaaaʹinaa! Famaa kaana lishurakaaaʹihim falaa yaṣilu ʹilal laah; wamaa kaana lillaahi fahuwa yaṣilu ʹilaa shurakaaʹihim! Saaaʹa maa- yaḥkumoon!
Dan mereka menyediakan sebagian hasil tanaman dan hewan untuk Allah sambil berkata menurut persangkaan mereka, "Ini untuk Allah dan yang ini untuk berhala-berhala kami." Bagian yang untuk berhala-berhala mereka tidak akan sampai kepada Allah, dan bagian yang untuk Allah akan sampai kepada berhala-berhala mereka. Sangat buruk ketetapan mereka itu.
-
137
وَكَذَٰلِكَ زَيَّنَ لِكَثِيرٍ مِّنَ ٱلْمُشْرِكِينَ قَتْلَ أَوْلَـٰدِهِمْ شُرَكَآؤُهُمْ لِيُرْدُوهُمْ وَلِيَلْبِسُوا۟ عَلَيْهِمْ دِينَهُمْ ۖ وَلَوْ شَآءَ ٱللَّهُ مَا فَعَلُوهُ ۖ فَذَرْهُمْ وَمَا يَفْتَرُونَ
Wa-kaẓaalika zayyana likas̤eerim minal mushrikeena q̣atla ʹawlaadihim shurakaaaʹuhum liyurdoohum wa-liyalbisoo ʻalayhim deenahum. Wa-law shaaaʹal laahu maa- faʻaloohu faẓarhum wa-maa yaftaroon.
Dan demikianlah sekutu-sekutu (setan) mereka menjadikan tampak indah bagi kebanyakan orang-orang musyrik membunuh anak-anak mereka, untuk membinasakan mereka dan mengacaukan agama mereka sendiri. Dan kalau Allah menghendaki, niscaya mereka tidak akan mengerjakannya. Biarkanlah mereka bersama apa (kebohongan) yang mereka ada-adakan.
-
138
وَقَالُوا۟ هَـٰذِهِۦٓ أَنْعَـٰمٌ وَحَرْثٌ حِجْرٌ لَّا يَطْعَمُهَآ إِلَّا مَن نَّشَآءُ بِزَعْمِهِمْ وَأَنْعَـٰمٌ حُرِّمَتْ ظُهُورُهَا وَأَنْعَـٰمٌ لَّا يَذْكُرُونَ ٱسْمَ ٱللَّهِ عَلَيْهَا ٱفْتِرَآءً عَلَيْهِ ۚ سَيَجْزِيهِم بِمَا كَانُوا۟ يَفْتَرُونَ
Wa-q̣aaloo haaẓiheee ʹanʻaamuñw waḥarsun ḥijr. Laa yaṭʻamuhaaa ʹillaa man nashaaaʹu bizaʻmihim wa-ʹanʻaamun ḥurrimat z̤̣uhooruhaa wa-ʹanʻaamul laa yaẓkuroonas mal laahi ʻalayhaf tiraaaʹan ʻalayh: Sayajzeehim̃ bimaa kaanoo yaftaroon.
Dan mereka berkata (menurut anggapan mereka), "Inilah hewan ternak dan hasil bumi yang dilarang, tidak boleh dimakan, kecuali oleh orang yang kami kehendaki." Dan ada pula hewan yang diharamkan (tidak boleh) ditunggangi, dan ada hewan ternak yang (ketika disembelih) boleh tidak menyebut nama Allah, itu sebagai kebohongan terhadap Allah. Kelak Allah akan membalas semua yang mereka ada-adakan.
-
139
وَقَالُوا۟ مَا فِى بُطُونِ هَـٰذِهِ ٱلْأَنْعَـٰمِ خَالِصَةٌ لِّذُكُورِنَا وَمُحَرَّمٌ عَلَىٰٓ أَزْوَٰجِنَا ۖ وَإِن يَكُن مَّيْتَةً فَهُمْ فِيهِ شُرَكَآءُ ۚ سَيَجْزِيهِمْ وَصْفَهُمْ ۚ إِنَّهُۥ حَكِيمٌ عَلِيمٌ
Waq̣aaloo maa- fee buṭooni haaẓihil ʹanʻaami khaaliṣatul liẓukoorinaa wa-muḥarramun ʻalaaa ʹazwaajinaa; wa-ʹiñy yakum maytatañ fahum feehi shurakaaaʹ. Sayajzeehim waṣfahum: ʹinnahoo Ḥakeemun ʻAleem.
Dan mereka berkata (pula), "Apa yang ada di dalam perut hewan ternak ini khusus untuk kaum laki-laki kami, haram bagi istri-istri kami." Dan Jika yang dalam perut itu (dilahirkan) mati, maka semua boleh (memakannya). Kelak Allah akan membalas atas ketetapan mereka. Sesungguhnya Allah Mahabijaksana, Maha Mengetahui.
-
140
قَدْ خَسِرَ ٱلَّذِينَ قَتَلُوٓا۟ أَوْلَـٰدَهُمْ سَفَهًۢا بِغَيْرِ عِلْمٍ وَحَرَّمُوا۟ مَا رَزَقَهُمُ ٱللَّهُ ٱفْتِرَآءً عَلَى ٱللَّهِ ۚ قَدْ ضَلُّوا۟ وَمَا كَانُوا۟ مُهْتَدِينَ
Q̣ad khasiral laẓeena q̣atalooo ʹawlaadahum safaham big̣ayri ʻilmiñw waḥarramoo maa- razaq̣ahumul laahuf tiraaʹan ʻalal laah. Q̣ad ḍalloo wa-maa kaanoo muhtadeen.
Sungguh rugi mereka yang membunuh anak-anaknya karena kebodohan tanpa pengetahuan, dan mengharamkan rezeki yang dikaruniakan Allah kepada mereka dengan semata-mata membuat-buat kebohongan terhadap Allah. Sungguh, mereka telah sesat dan tidak mendapat petunjuk.
-
141
۞ وَهُوَ ٱلَّذِىٓ أَنشَأَ جَنَّـٰتٍ مَّعْرُوشَـٰتٍ وَغَيْرَ مَعْرُوشَـٰتٍ وَٱلنَّخْلَ وَٱلزَّرْعَ مُخْتَلِفًا أُكُلُهُۥ وَٱلزَّيْتُونَ وَٱلرُّمَّانَ مُتَشَـٰبِهًا وَغَيْرَ مُتَشَـٰبِهٍ ۚ كُلُوا۟ مِن ثَمَرِهِۦٓ إِذَآ أَثْمَرَ وَءَاتُوا۟ حَقَّهُۥ يَوْمَ حَصَادِهِۦ ۖ وَلَا تُسْرِفُوٓا۟ ۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلْمُسْرِفِينَ
Wa-Huwal laẓeee ʹañshaʹa jannaatim maʻrooshaatiñw wag̣ayra maʻrooshaatiñw wan-nakhla wazzarʻa mukhtalifan ʹukuluhoo wazzaytoona warrummaana mutashaabihañw wag̣ayra mutashaabih: kuloo miñ s̤amariheee ʹiẓaaa ʹas̤mara wa-ʹaatoo ḥaq̣q̣ahoo yawma ḥasaadih. Wa-laa tusrifoo: ʹinnahoo laa- yuḥibbul musrifeen.
Dan Dialah yang menjadikan tanaman-tanaman yang merambat dan yang tidak merambat, pohon kurma, tanaman yang beraneka ragam rasanya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak serupa (rasanya). Makanlah buahnya apabila ia berbuah dan berikanlah haknya (zakatnya) pada waktu memetik hasilnya, tapi janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.
-
142
وَمِنَ ٱلْأَنْعَـٰمِ حَمُولَةً وَفَرْشًا ۚ كُلُوا۟ مِمَّا رَزَقَكُمُ ٱللَّهُ وَلَا تَتَّبِعُوا۟ خُطُوَٰتِ ٱلشَّيْطَـٰنِ ۚ إِنَّهُۥ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ
Waminal ʹanʻaami ḥamoolatañw wafarshaa. kuloo mimmaa razaq̣akumul laahu wa-laa tattabiʻoo khuṭuwaatish Shayṭaan: ʹinnahoo lakum ʻaduwwum mubeen.
dan di antara hewan-hewan itu ada yang dijadikan pengangkut beban dan ada (pula) yang untuk disembelih. Makanlah rezeki yang diberikan Allah kepadamu, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu.
-
143
ثَمَـٰنِيَةَ أَزْوَٰجٍ ۖ مِّنَ ٱلضَّأْنِ ٱثْنَيْنِ وَمِنَ ٱلْمَعْزِ ٱثْنَيْنِ ۗ قُلْ ءَآلذَّكَرَيْنِ حَرَّمَ أَمِ ٱلْأُنثَيَيْنِ أَمَّا ٱشْتَمَلَتْ عَلَيْهِ أَرْحَامُ ٱلْأُنثَيَيْنِ ۖ نَبِّـُٔونِى بِعِلْمٍ إِن كُنتُمْ صَـٰدِقِينَ
S̤amaaniyata ʹazwaaj: minaḍ ḍaʹnis̤ nayni wa-minal maʻzis̤ nayn. Q̣ul ʹaaaẓẓakarayni ḥarrama ʹamil ʹuñs̤ayayni ʹammash tamalat ʻalayhi ʹarḥaamul ʹuñs̤ayayn? Nabbiʹoonee biʻilmin ʹiñ kuñtum Ṣaadiq̣een:
Ada delapan hewan ternak yang berpasangan (empat pasang); sepasang domba dan sepasang kambing. Katakanlah, "Apakah yang diharamkan Allah dua yang jantan atau dua yang betina atau yang ada dalam kandungan kedua betinanya? Terangkanlah kepadaku berdasar pengetahuan jika kamu orang yang benar."
-
144
وَمِنَ ٱلْإِبِلِ ٱثْنَيْنِ وَمِنَ ٱلْبَقَرِ ٱثْنَيْنِ ۗ قُلْ ءَآلذَّكَرَيْنِ حَرَّمَ أَمِ ٱلْأُنثَيَيْنِ أَمَّا ٱشْتَمَلَتْ عَلَيْهِ أَرْحَامُ ٱلْأُنثَيَيْنِ ۖ أَمْ كُنتُمْ شُهَدَآءَ إِذْ وَصَّىٰكُمُ ٱللَّهُ بِهَـٰذَا ۚ فَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ ٱفْتَرَىٰ عَلَى ٱللَّهِ كَذِبًا لِّيُضِلَّ ٱلنَّاسَ بِغَيْرِ عِلْمٍ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلظَّـٰلِمِينَ
Wa-minal ʹibilis̤ nayni wa-minal baq̣aris̤ nayn. Q̣ul ʹaaaẓẓakarayni ḥarrama ʹamil ʹuñs̤ayayni ʹammash tamalat ʻalayhi ʹarḥaamul ʹuñs̤ayayn? Am kuñtum shuhadaaaʹa iẓ waṣṣaakumul laahu bihaaẓaa? Faman ʹaz̤̣lamu mimmanif taraa ʻalal laahi kaẓibal liyuḍillan naasa big̣ayri ʻilm? ʹInnal laaha laa- yahdil q̣awmaz̤̣ z̤̣aalimeen.
Dan dari unta sepasang dan dari sapi sepasang. Katakanlah, "Apakah yang diharamkan dua yang jantan atau dua yang betina, atau yang ada dalam kandungan kedua betinanya? Apakah kamu menjadi saksi ketika Allah menetapkan ini bagimu? Siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah untuk menyesatkan orang-orang tanpa pengetahuan?" Sesungguhnya Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.
-
145
قُل لَّآ أَجِدُ فِى مَآ أُوحِىَ إِلَىَّ مُحَرَّمًا عَلَىٰ طَاعِمٍ يَطْعَمُهُۥٓ إِلَّآ أَن يَكُونَ مَيْتَةً أَوْ دَمًا مَّسْفُوحًا أَوْ لَحْمَ خِنزِيرٍ فَإِنَّهُۥ رِجْسٌ أَوْ فِسْقًا أُهِلَّ لِغَيْرِ ٱللَّهِ بِهِۦ ۚ فَمَنِ ٱضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلَا عَادٍ فَإِنَّ رَبَّكَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ
Q̣ul laaa ʹajidu fee maaa ʹooḥiya ʹilayya muḥarraman ʻalaa ṭaaʻimiñy yatʻamuhooo ʹillaaa ʹañy yakoona maytatan ʹaw damam masfooḥan ʹaw laḥma khiñzeeriñ faʹinnahoo rijsun ʹaw fisq̣an ʹuhilla lig̣ayril laahi bih. Famaniḍ ṭurra g̣ayra baa-g̣iñw walaa ʻaadiñ faʹinna Rabbaka G̣afoorur Raḥeem.
Katakanlah, "Tidak kudapati di dalam apa yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan memakannya bagi yang ingin memakannya, kecuali daging hewan yang mati (bangkai), darah yang mengalir, daging babi – karena semua itu kotor – atau hewan yang disembelih bukan atas (nama) Allah. Tetapi barang siapa terpaksa bukan karena menginginkan dan tidak melebihi (batas darurat) maka sungguh, Tuhanmu Maha Pengampun, Maha Penyayang.
-
146
وَعَلَى ٱلَّذِينَ هَادُوا۟ حَرَّمْنَا كُلَّ ذِى ظُفُرٍ ۖ وَمِنَ ٱلْبَقَرِ وَٱلْغَنَمِ حَرَّمْنَا عَلَيْهِمْ شُحُومَهُمَآ إِلَّا مَا حَمَلَتْ ظُهُورُهُمَآ أَوِ ٱلْحَوَايَآ أَوْ مَا ٱخْتَلَطَ بِعَظْمٍ ۚ ذَٰلِكَ جَزَيْنَـٰهُم بِبَغْيِهِمْ ۖ وَإِنَّا لَصَـٰدِقُونَ
Wa-ʻalal laẓeena haadoo ḥarramnaa kulla ẓee Z̤̣ufur. Wa-minal baq̣ari walg̣anami ḥarramnaa ʻalayhim shuḥoomahumaaa ʹillaa maa- ḥamalat z̤̣uhooruhumaaa ʹawil ḥawaayaaa ʹaw makh talaṭa biʻaz̤̣m. Ẓaalika jazaynaahum̃ bibag̣yihim: wa-ʹinnaa la-Ṣaadiq̣oon.
Dan untuk orang-orang Yahudi, Kami haramkan semua (hewan) yang berkuku, dan Kami haramkan untuk mereka lemak sapi dan domba, kecuali yang melekat di punggungnya, atau yang dalam isi perutnya, atau yang bercampur dengan tulang. Demikianlah Kami menghukum mereka karena kedurhakaannya. Dan sungguh, Kami Mahabenar.
-
147
فَإِن كَذَّبُوكَ فَقُل رَّبُّكُمْ ذُو رَحْمَةٍ وَٰسِعَةٍ وَلَا يُرَدُّ بَأْسُهُۥ عَنِ ٱلْقَوْمِ ٱلْمُجْرِمِينَ
Faʹiñ kaẓẓabooka faq̣ur Rabbukum Ẓoo Raḥmatiñw waasiʻah; wa-laa yuraddu baʹsuhoo ʻanil q̣awmil mujrimeen.
Maka jika mereka mendustakan kamu, katakanlah, "Tuhanmu mempunyai rahmat yang luas, dan siksa-Nya kepada orang-orang yang berdosa tidak dapat dielakkan."
-
148
سَيَقُولُ ٱلَّذِينَ أَشْرَكُوا۟ لَوْ شَآءَ ٱللَّهُ مَآ أَشْرَكْنَا وَلَآ ءَابَآؤُنَا وَلَا حَرَّمْنَا مِن شَىْءٍ ۚ كَذَٰلِكَ كَذَّبَ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ حَتَّىٰ ذَاقُوا۟ بَأْسَنَا ۗ قُلْ هَلْ عِندَكُم مِّنْ عِلْمٍ فَتُخْرِجُوهُ لَنَآ ۖ إِن تَتَّبِعُونَ إِلَّا ٱلظَّنَّ وَإِنْ أَنتُمْ إِلَّا تَخْرُصُونَ
Sayaq̣oolul laẓeena ʹashrakoo law shaaaʹal laahu maaa ʹashraknaa wa-laaa ʹaabaaaʹunaa wa-laa ḥarramnaa miñ shayʹ. Kaẓaalika kaẓẓabal laẓeena miñ q̣ablihim ḥattaa ẓaaq̣oo baʹsanaa. Q̣ul hal ʹiñdakum min ʻilmiñ fatukhrijoohu lanaa? ʹIñ tattabiʻoona ʹillaz̤̣ z̤̣anna wa-ʹin ʹañtum ʹillaa takhruṣoon.
Orang-orang musyrik akan berkata, "Jika Allah menghendaki, tentu kami tidak akan mempersekutukan-Nya, begitu pula nenek moyang kami, dan kami tidak akan mengharamkan apa pun." Demikian pula orang-orang sebelum mereka yang telah mendustakan (para Rasul) sampai mereka merasakan azab Kami. Katakanlah (Muhammad), "Apakah kamu mempunyai pengetahuan yang dapat kamu kemukakan kepada kami? Yang kamu ikuti hanya persangkaan belaka, dan kamu hanya mengira."
-
149
قُلْ فَلِلَّهِ ٱلْحُجَّةُ ٱلْبَـٰلِغَةُ ۖ فَلَوْ شَآءَ لَهَدَىٰكُمْ أَجْمَعِينَ
Q̣ul falillaahil Ḥujjatul baalig̣ah: falaw shaaaʹa lahadaakum ʹajmaʻeen.
Katakanlah (Muhammad), "Alasan yang kuat hanya pada Allah. Maka kalau Dia menghendaki, niscaya kamu semua mendapat petunjuk."
-
150
قُلْ هَلُمَّ شُهَدَآءَكُمُ ٱلَّذِينَ يَشْهَدُونَ أَنَّ ٱللَّهَ حَرَّمَ هَـٰذَا ۖ فَإِن شَهِدُوا۟ فَلَا تَشْهَدْ مَعَهُمْ ۚ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَآءَ ٱلَّذِينَ كَذَّبُوا۟ بِـَٔايَـٰتِنَا وَٱلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِٱلْـَٔاخِرَةِ وَهُم بِرَبِّهِمْ يَعْدِلُونَ
Q̣ul halumma shuhadaaaʹakumul laẓeena yashhadoona ʹannal laaha ḥarrama haaẓaa. Faʹiñ shahidoo falaa tashhad maʻahum. Wa-laa tattabiʻ ʹahwaaaʹal laẓeena kaẓẓaboo biʹAayatinaa wallaẓeena laa- yuʹminoona bil-ʹAakhirati wa-hum̃ bi-Rabbihim yaʻdiloon.
Katakanlah (Muhammad), "Bawalah saksi-saksimu yang dapat membuktikan bahwa Allah mengharamkan ini." Jika mereka memberikan kesaksian, engkau jangan (ikut pula) memberikan kesaksian bersama mereka. Jangan engkau ikuti keinginan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat, dan mereka mempersekutukan Tuhan.
-
151
۞ قُلْ تَعَالَوْا۟ أَتْلُ مَا حَرَّمَ رَبُّكُمْ عَلَيْكُمْ ۖ أَلَّا تُشْرِكُوا۟ بِهِۦ شَيْـًٔا ۖ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَـٰنًا ۖ وَلَا تَقْتُلُوٓا۟ أَوْلَـٰدَكُم مِّنْ إِمْلَـٰقٍ ۖ نَّحْنُ نَرْزُقُكُمْ وَإِيَّاهُمْ ۖ وَلَا تَقْرَبُوا۟ ٱلْفَوَٰحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ ۖ وَلَا تَقْتُلُوا۟ ٱلنَّفْسَ ٱلَّتِى حَرَّمَ ٱللَّهُ إِلَّا بِٱلْحَقِّ ۚ ذَٰلِكُمْ وَصَّىٰكُم بِهِۦ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ
Q̣ul taʻaalaw ʹatlu maa- ḥarrama Rabbukum ʻalaykum ʹallaa tushrikoo bihee shayʹañw wabilwaalidayni ʹiḥsaanaa; wa-laa taq̣tulooo ʹawlaadakum min ʹimlaaq̣. Naḥnu narzuq̣ukum wa-ʹiyyaahum; wa-laa taq̣rabul fawaaḥisha maa- z̤̣ahara minhaa wa-maa baṭan. Wa-laa taq̣tulun nafsal latee ḥarramal laahu ʹillaa bilhaq̣q̣: ẓaalikum waṣṣaakum̃ bihee laʻallakum taʻq̣iloon.
Katakanlah (Muhammad), "Marilah aku bacakan apa yang diharamkan Tuhan kepadamu. Jangan mempersekutukan-Nya dengan apa pun, berbuat baik kepada ibu bapak, janganlah membunuh anak-anakmu karena miskin. Kamilah yang memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka; janganlah kamu mendekati perbuatan keji, baik yang terlihat ataupun yang tersembunyi, janganlah kamu membunuh orang yang diharamkan Allah kecuali dengan alasan yang benar. Demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu mengerti.
-
152
وَلَا تَقْرَبُوا۟ مَالَ ٱلْيَتِيمِ إِلَّا بِٱلَّتِى هِىَ أَحْسَنُ حَتَّىٰ يَبْلُغَ أَشُدَّهُۥ ۖ وَأَوْفُوا۟ ٱلْكَيْلَ وَٱلْمِيزَانَ بِٱلْقِسْطِ ۖ لَا نُكَلِّفُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۖ وَإِذَا قُلْتُمْ فَٱعْدِلُوا۟ وَلَوْ كَانَ ذَا قُرْبَىٰ ۖ وَبِعَهْدِ ٱللَّهِ أَوْفُوا۟ ۚ ذَٰلِكُمْ وَصَّىٰكُم بِهِۦ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ
Wa-laa taq̣raboo maalal yateemi ʹillaa billatee hiya ʹaḥsanu ḥattaa yablug̣a ʹashuddah. Wa-ʹawful kayla wal-meezaana bilq̣isṭ. Laa- nukallifu nafsan ʹillaa wusʻahaa;― wa-ʹiẓaa q̣ultum faʻdiloo wa-law kaana ẓaa q̣urbaa: wa-biʻAhdil laahi ʹawfoo: ẓaalikum waṣṣaakum̃ bihee laʻallakum taẓakkaroon.
Dan janganlah kamu mendekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih bermanfaat, sampai dia mencapai (usia) dewasa. Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil. Kami tidak membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya. Apabila kamu berbicara, bicaralah sejujurnya, sekalipun dia kerabat (mu) dan penuhilah janji Allah. Demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu ingat.
-
153
وَأَنَّ هَـٰذَا صِرَٰطِى مُسْتَقِيمًا فَٱتَّبِعُوهُ ۖ وَلَا تَتَّبِعُوا۟ ٱلسُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَن سَبِيلِهِۦ ۚ ذَٰلِكُمْ وَصَّىٰكُم بِهِۦ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Wa-ʹanna haaẓaa Ṣiraaṭee Mustaq̣eemañ fattabiʻooh: wa-laa tattabiʻus subula fatafarraq̣a bikum ʻañ sabeelih: ẓaalikum waṣṣaakum̃ bihee laʻallakum tattaq̣oon.
Dan sungguh, inilah jalan-Ku yang lurus. Maka ikutilah! Jangan kamu ikuti jalan-jalan (yang lain) yang akan mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu bertakwa.
-
154
ثُمَّ ءَاتَيْنَا مُوسَى ٱلْكِتَـٰبَ تَمَامًا عَلَى ٱلَّذِىٓ أَحْسَنَ وَتَفْصِيلًا لِّكُلِّ شَىْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً لَّعَلَّهُم بِلِقَآءِ رَبِّهِمْ يُؤْمِنُونَ
S̤umma ʹaataynaa Moosal Kitaaba tamaaman ʻalal laẓeee ʹaḥsana wa-tafṣeelal likulli shayʹiñw wahudañw waraḥmatal laʻallahum̃ biliq̣aaaʹi Rabbihim yuʹminoon.
Kemudian Kami telah memberikan kepada Musa Kitab (Taurat) untuk meyempurnakan (nikmat Kami) kepada orang yang berbuat kebaikan, untuk menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat, agar mereka beriman akan adanya pertemuan dengan Tuhannya.
-
155
وَهَـٰذَا كِتَـٰبٌ أَنزَلْنَـٰهُ مُبَارَكٌ فَٱتَّبِعُوهُ وَٱتَّقُوا۟ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
Wa-haaẓaa Kitaabun ʹañzalnaahu mubaarakuñ fattabiʻoohu wattaq̣oo laʻal-lakum turḥamoon;
Dan ini adalah Kitab (Al-Qur`an) yang Kami turunkan dengan penuh berkah. Ikutilah, dan bertakwalah agar kamu mendapat rahmat.
-
156
أَن تَقُولُوٓا۟ إِنَّمَآ أُنزِلَ ٱلْكِتَـٰبُ عَلَىٰ طَآئِفَتَيْنِ مِن قَبْلِنَا وَإِن كُنَّا عَن دِرَاسَتِهِمْ لَغَـٰفِلِينَ
ʹAñ taq̣oolooo ʹinnamaaa ʹuñzilal Kitaabu ʻalaa Ṭaaaifatayni miñ q̣ablinaa. Wa-ʹiñ kunnaa ʻañ diraasatihim lag̣aafileen;
(Kami turunkan Al-Qur`an itu) agar kamu (tidak) mengatakan, "Kitab itu hanya diturunkan kepada dua golongan sebelum kami (Yahudi dan Nasrani) dan sungguh, kami tidak memperhatikan apa yang mereka baca,"
-
157
أَوْ تَقُولُوا۟ لَوْ أَنَّآ أُنزِلَ عَلَيْنَا ٱلْكِتَـٰبُ لَكُنَّآ أَهْدَىٰ مِنْهُمْ ۚ فَقَدْ جَآءَكُم بَيِّنَةٌ مِّن رَّبِّكُمْ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ ۚ فَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّن كَذَّبَ بِـَٔايَـٰتِ ٱللَّهِ وَصَدَفَ عَنْهَا ۗ سَنَجْزِى ٱلَّذِينَ يَصْدِفُونَ عَنْ ءَايَـٰتِنَا سُوٓءَ ٱلْعَذَابِ بِمَا كَانُوا۟ يَصْدِفُونَ
ʹAw taq̣ooloo law annaaa ʹuñzila ʻalaynal Kitaabu lakunnaaa ʹahdaa minhum. Faq̣ad jaaaʹakum̃ bayyinatum mir Rabbikum wa-Hudañw wa-Raḥmaḥ. Faman ʹaz̤̣lamu mimmañ kaẓẓaba biʹAayaatil laahi waṣadafa ʻanhaa? Sanajzil laẓeena yaṣdifoona ʻan ʹAayaatinaa soooʹal ʻaẓaabi bimaa kaanoo yaṣdifoon.
atau agar kamu (tidak) mengatakan, "Jikalau Kitab itu diturunkan kepada kami, tentulah kami lebih mendapat petunjuk daripada mereka." Sungguh, telah datang kepadamu penjelasan yang nyata, petunjuk dan rahmat dari Tuhanmu. Siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mendustakan ayat-ayat Allah dan berpaling darinya? Kelak, Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang berpaling dari ayat-ayat Kami dengan azab yang keras, karena mereka selalu berpaling.
-
158
هَلْ يَنظُرُونَ إِلَّآ أَن تَأْتِيَهُمُ ٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ أَوْ يَأْتِىَ رَبُّكَ أَوْ يَأْتِىَ بَعْضُ ءَايَـٰتِ رَبِّكَ ۗ يَوْمَ يَأْتِى بَعْضُ ءَايَـٰتِ رَبِّكَ لَا يَنفَعُ نَفْسًا إِيمَـٰنُهَا لَمْ تَكُنْ ءَامَنَتْ مِن قَبْلُ أَوْ كَسَبَتْ فِىٓ إِيمَـٰنِهَا خَيْرًا ۗ قُلِ ٱنتَظِرُوٓا۟ إِنَّا مُنتَظِرُونَ
Hal yañz̤̣uroona ʹillaaa ʹañ taʹtiyahumul malaaaʹikatu ʹaw yaʹtiya Rabbuka ʹaw yaʹtiya baʻḍu ʹAayaati Rabbik? Yawma yaʹtee baʻḍu ʹAayaati Rabbika laa yañfaʻu nafsan ʹeemaanuhaa lam takun ʹaamanat miñ q̣ablu ʹaw kasabat feee ʹeemaanihaa khayraa. Q̣uliñ taz̤̣irooo ʹinnaa muñtaz̤̣iroon.
Yang mereka nanti-nantikan hanyalah kedatangan malaikat kepada mereka, atau kedatangan Tuhanmu, atau sebagian tanda-tanda dari Tuhanmu. Pada hari datangnya sebagian tanda-tanda Tuhanmu tidak berguna lagi iman seseorang yang belum beriman sebelum itu, atau (belum) berusaha berbuat kebajikan dengan imannya itu. Katakanlah, "Tunggulah! Kami pun menunggu."
-
159
إِنَّ ٱلَّذِينَ فَرَّقُوا۟ دِينَهُمْ وَكَانُوا۟ شِيَعًا لَّسْتَ مِنْهُمْ فِى شَىْءٍ ۚ إِنَّمَآ أَمْرُهُمْ إِلَى ٱللَّهِ ثُمَّ يُنَبِّئُهُم بِمَا كَانُوا۟ يَفْعَلُونَ
ʹInnal laẓeena farraq̣oo deenahum wa-kaanoo shiyaʻal lasta minhum fee shayʹ Innamaaa ʹamruhum ʹilal laahi s̤umma yunabbiʹuhum̃ bimaa kaanoo yafʻaloon.
Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agamanya dan mereka menjadi (terpecah) dalam golongan-golongan, sedikit pun bukan tanggung jawabmu (Muhammad) atas mereka. Sesungguhnya urusan mereka (terserah) kepada Allah. Kemudian Dia akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat.
-
160
مَن جَآءَ بِٱلْحَسَنَةِ فَلَهُۥ عَشْرُ أَمْثَالِهَا ۖ وَمَن جَآءَ بِٱلسَّيِّئَةِ فَلَا يُجْزَىٰٓ إِلَّا مِثْلَهَا وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ
Mañ jaaaʹa bilḥasanati falahoo ʻashru ams̤aalihaa, wa-mañ jaaaʹa bis-sayyiʹati falaa yujzaaa ʹillaa mis̤lahaa wahum laa- yuz̤̣lamoon.
Barang siapa berbuat kebaikan maka baginya balasan sepuluh kali lipat amalnya. Dan barang siapa berbuat kejahatan maka dia dibalas seimbang dengan kejahatannya. Mereka sedikit pun tidak dirugikan (dizalimi).
-
161
قُلْ إِنَّنِى هَدَىٰنِى رَبِّىٓ إِلَىٰ صِرَٰطٍ مُّسْتَقِيمٍ دِينًا قِيَمًا مِّلَّةَ إِبْرَٰهِيمَ حَنِيفًا ۚ وَمَا كَانَ مِنَ ٱلْمُشْرِكِينَ
Q̣ul ʹinnanee hadaanee Rabbeee ʹilaa Ṣiraatim Mustaq̣eem, Deenañ Q̣iyamam Millata ʹIbraaheema ḥaneefaa, wa-maa kaana minal mushrikeen.
Katakanlah (Muhammad), "Sesungguhnya Tuhanku telah memberiku petunjuk ke jalan yang lurus, agama yang benar, agama Ibrahim yang lurus. Dia (Ibrahim) tidak termasuk orang-orang musyrik."
-
162
قُلْ إِنَّ صَلَاتِى وَنُسُكِى وَمَحْيَاىَ وَمَمَاتِى لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ
Q̣ul ʹinna Ṣalaatee wa-nusukee wa-maḥyaaya wa-mamaatee lillaahi Rabbil ʻaalameen:
Katakanlah (Muhammad), "Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam,
-
163
لَا شَرِيكَ لَهُۥ ۖ وَبِذَٰلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا۠ أَوَّلُ ٱلْمُسْلِمِينَ
Laa- shareeka lah: wa-biẓaalika ʹumirtu wa-ʹana ʹawwalul Muslimeen.
tidak ada sekutu bagi-Nya; dan demikianlah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama berserah diri (muslim)."
-
164
قُلْ أَغَيْرَ ٱللَّهِ أَبْغِى رَبًّا وَهُوَ رَبُّ كُلِّ شَىْءٍ ۚ وَلَا تَكْسِبُ كُلُّ نَفْسٍ إِلَّا عَلَيْهَا ۚ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَىٰ ۚ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّكُم مَّرْجِعُكُمْ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ
Q̣ul ag̣ayral laahi ʹabg̣ee Rabbañw Wa-Huwa Rabbu kulli shayʹ? Wa-laa taksibu kullu nafsin ʹillaa ʻalayhaa: wa-laa taziru waaziratuñw wizra ʹukhraa. S̤umma ʹilaa Rabbikum marjiʻukum fayunabbiʹukum̃ bimaa kuñtum feehi takhtalifoon.
Katakanlah (Muhammad), "Apakah (patut) aku mencari tuhan selain Allah, padahal Dialah Tuhan bagi segala sesuatu. Setiap perbuatan dosa seseorang, dirinya sendiri yang bertanggung jawab. Dan seseorang tidak akan memikul beban dosa orang lain. Kemudian kepada Tuhanmulah kamu kembali, dan akan diberitahukan-Nya kepadamu apa yang dahulu kamu perselisihkan."
-
165
وَهُوَ ٱلَّذِى جَعَلَكُمْ خَلَـٰٓئِفَ ٱلْأَرْضِ وَرَفَعَ بَعْضَكُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجَـٰتٍ لِّيَبْلُوَكُمْ فِى مَآ ءَاتَىٰكُمْ ۗ إِنَّ رَبَّكَ سَرِيعُ ٱلْعِقَابِ وَإِنَّهُۥ لَغَفُورٌ رَّحِيمٌۢ
Wa-Huwal laẓee jaʻalakum khalaaaʹifal ʹarḍi wa-rafaʻa baʻḍakum fawq̣a baʻḍiñ darajaatil liyabluwakum fee maaa ʹaataakum: ʹInna Rabbaka Sareeʻul ʻiq̣aabi wa-ʹinnahoo la-G̣afoorur Raḥeem.
Dan Dialah yang menjadikan kamu sebagai khalifah-khalifah di bumi dan Dia mengangkat (derajat) sebagian kamu di atas yang lain, untuk mengujimu atas (karunia) yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu sangat cepat memberi hukuman dan sungguh, Dia Maha Pengampun, Maha Penyayang.