Back to Quran

Juz

Juz 5

4:24 ... 4:147 · 124 ayahs

Diterjemahkan oleh Indonesian Ministry Islamic Affairs

  1. Surah An-NisaBegins here at 4:24

  2. 4:24

    ۞ وَٱلْمُحْصَنَـٰتُ مِنَ ٱلنِّسَآءِ إِلَّا مَا مَلَكَتْ أَيْمَـٰنُكُمْ ۖ كِتَـٰبَ ٱللَّهِ عَلَيْكُمْ ۚ وَأُحِلَّ لَكُم مَّا وَرَآءَ ذَٰلِكُمْ أَن تَبْتَغُوا۟ بِأَمْوَٰلِكُم مُّحْصِنِينَ غَيْرَ مُسَـٰفِحِينَ ۚ فَمَا ٱسْتَمْتَعْتُم بِهِۦ مِنْهُنَّ فَـَٔاتُوهُنَّ أُجُورَهُنَّ فَرِيضَةً ۚ وَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ فِيمَا تَرَٰضَيْتُم بِهِۦ مِنۢ بَعْدِ ٱلْفَرِيضَةِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمًا

    Walmuḥṣanaatu minan Nisaaaʹi ʹillaa maa- malakat ʹaymaanukum. Kitaabal laahi ʻalaykum. Wa-ʹuḥilla lakum maa waraaaʹa ẓaalikum ʹañ tabtag̣oo biʹamwaalikum muḥṣineena g̣ayra musaafiḥeen. Famas tamtaʻtum̃ bihee minhunna faʹaatoohunna ʹujoorahunna fareeḍah. Wa-laa junaaḥa ʻalaykum fimaa taraaḍaytum̃ bihee mim baʻdil fareeḍati, ʹinnal laaha kaana ʻAleeman Ḥakeemaa.

    Dan (diharamkan juga kamu menikahi) perempuan yang bersuami, kecuali hamba sahaya perempuan (tawanan perang) yang kamu miliki sebagai ketetapan Allah atas kamu. Dan dihalalkan bagimu selain (perempuan-perempuan) yang demikian itu jika kamu berusaha dengan hartamu untuk menikahinya bukan untuk berzina. Maka karena kenikmatan yang telah kamu dapatkan dari mereka, berikanlah maskawinnya kepada mereka sebagai suatu kewajiban. Tetapi tidak mengapa jika ternyata di antara kamu telah saling merelakannya, setelah ditetapkan. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.

  3. 4:25

    وَمَن لَّمْ يَسْتَطِعْ مِنكُمْ طَوْلًا أَن يَنكِحَ ٱلْمُحْصَنَـٰتِ ٱلْمُؤْمِنَـٰتِ فَمِن مَّا مَلَكَتْ أَيْمَـٰنُكُم مِّن فَتَيَـٰتِكُمُ ٱلْمُؤْمِنَـٰتِ ۚ وَٱللَّهُ أَعْلَمُ بِإِيمَـٰنِكُم ۚ بَعْضُكُم مِّنۢ بَعْضٍ ۚ فَٱنكِحُوهُنَّ بِإِذْنِ أَهْلِهِنَّ وَءَاتُوهُنَّ أُجُورَهُنَّ بِٱلْمَعْرُوفِ مُحْصَنَـٰتٍ غَيْرَ مُسَـٰفِحَـٰتٍ وَلَا مُتَّخِذَٰتِ أَخْدَانٍ ۚ فَإِذَآ أُحْصِنَّ فَإِنْ أَتَيْنَ بِفَـٰحِشَةٍ فَعَلَيْهِنَّ نِصْفُ مَا عَلَى ٱلْمُحْصَنَـٰتِ مِنَ ٱلْعَذَابِ ۚ ذَٰلِكَ لِمَنْ خَشِىَ ٱلْعَنَتَ مِنكُمْ ۚ وَأَن تَصْبِرُوا۟ خَيْرٌ لَّكُمْ ۗ وَٱللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

    Wa-mal lam yastaṭiʻ miñkum ṭawlan ʹañy yañkiḥal Muḥṣanaatil Muʹminaati famim maa malakat ʹaymaanukum miñ fatayaatikumul Muʹminaat: wallaahu ʹaʻlamu biʹeemaanikum Baʻḍukum mim baʻḍ: fañkiḥoohunna biʹiẓni ʹahlihinna wa-ʹaatoohunna ʹujoorahunna bilmaʻroofi muḥṣanaatin g̣ayra musaafiḥaatiñw walaa muttakhiẓaati ʹakhdaan. Faʹiẓaaa ʹuḥṣinna faʹin ʹatayna bifaaḥishatiñ faʻalayhinna niṣfu maa- ʻalal muḥṣanaati minal ʻaẓaab. Ẓaalika liman khashiyal ʻanata miñkum. Wa-ʹañ taṣbiroo khayrul lakum: wallaahu G̣afoorur Raḥeem.

    Dan barang siapa di antara kamu tidak mempunyai biaya untuk menikahi perempuan merdeka yang beriman, maka (dihalalkan menikahi perempuan) yang beriman dari hamba sahaya yang kamu miliki. Allah mengetahui keimananmu. Sebagian dari kamu adalah dari sebagian yang lain (sama-sama keturunan Adam-Hawa), karena itu nikahilah mereka dengan izin tuannya dan berilah mereka maskawin yang pantas, karena mereka adalah perempuan-perempuan yang memelihara diri, bukan pezina dan bukan (pula) perempuan yang mengambil laki-laki lain sebagai piaraannya. Apabila mereka telah berumah tangga (bersuami), tetapi melakukan perbuatan keji (zina), maka (hukuman) bagi mereka setengah dari apa (hukuman) perempuan-perempuan merdeka (yang tidak bersuami). (Kebolehan menikahi hamba sahaya) itu, adalah bagi orang-orang yang takut terhadap kesulitan dalam menjaga diri (dari perbuatan zina). Tetapi jika kamu bersabar itu lebih baik bagimu. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

  4. 4:26

    يُرِيدُ ٱللَّهُ لِيُبَيِّنَ لَكُمْ وَيَهْدِيَكُمْ سُنَنَ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ وَيَتُوبَ عَلَيْكُمْ ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

    Yureedul laahu liyubayyina lakum wa-yahdiyakum sunanal laẓeena miñ q̣ablikum wa-yatooba ʻalaykum: wallaahu ʻAleemun Ḥakeem.

    Allah hendak menerangkan (syariat-Nya) kepadamu, dan menunjukkan jalan-jalan (kehidupan) orang yang sebelum kamu (para nabi dan orang-orang saleh) dan Dia menerima tobatmu. Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.

  5. 4:27

    وَٱللَّهُ يُرِيدُ أَن يَتُوبَ عَلَيْكُمْ وَيُرِيدُ ٱلَّذِينَ يَتَّبِعُونَ ٱلشَّهَوَٰتِ أَن تَمِيلُوا۟ مَيْلًا عَظِيمًا

    Wallaahu yureedu ʹañy yatooba ʻalaykum; Wayureedul laẓeena yattabiʻoonash shahawaati ʹañ tameeloo maylan ʻaz̤̣eemaa.

    Dan Allah hendak menerima tobatmu, sedang orang-orang yang mengikuti keinginannya menghendaki agar kamu berpaling sejauh-jauhnya (dari kebenaran).

  6. 4:28

    يُرِيدُ ٱللَّهُ أَن يُخَفِّفَ عَنكُمْ ۚ وَخُلِقَ ٱلْإِنسَـٰنُ ضَعِيفًا

    Yureedul laahu ʹañy yukhaffifa ʻañkum; wa-khuliq̣al ʹiñsaanu ḍaʻeefaa.

    Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, karena manusia diciptakan (bersifat) lemah.

  7. 4:29

    يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَأْكُلُوٓا۟ أَمْوَٰلَكُم بَيْنَكُم بِٱلْبَـٰطِلِ إِلَّآ أَن تَكُونَ تِجَـٰرَةً عَن تَرَاضٍ مِّنكُمْ ۚ وَلَا تَقْتُلُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا

    Yaaaʹayyuhal laẓeena ʹaamanoo laa- taʹkulooo ʹamwaalakum̃ baynakum̃ bilbaaṭili ʹillaaa ʹañ takoona tijaaratan ʻañ taraaḍim miñkum: walaa taq̣tulooo ʹanfusakum: ʹinnal laaha kaana bikum Raḥeemaa!

    Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil (tidak benar), kecuali dalam perdagangan yang berlaku atas dasar suka sama suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sungguh, Allah Maha Penyayang kepadamu.

  8. 4:30

    وَمَن يَفْعَلْ ذَٰلِكَ عُدْوَٰنًا وَظُلْمًا فَسَوْفَ نُصْلِيهِ نَارًا ۚ وَكَانَ ذَٰلِكَ عَلَى ٱللَّهِ يَسِيرًا

    Wa-mañy yafʻal ẓaalika ʻudwaanañw wa-Z̤̣ulmañ fasawfa nuṣleehi Naaraa: wa-kaana ẓaalika ʻalal laahi yaseeraa.

    Dan barang siapa berbuat demikian dengan cara melanggar hukum dan zalim, akan Kami masukkan dia ke dalam neraka. Yang demikian itu mudah bagi Allah.

  9. 4:31

    إِن تَجْتَنِبُوا۟ كَبَآئِرَ مَا تُنْهَوْنَ عَنْهُ نُكَفِّرْ عَنكُمْ سَيِّـَٔاتِكُمْ وَنُدْخِلْكُم مُّدْخَلًا كَرِيمًا

    ʹIñ tajtaniboo kabaaaʹira maa- tunhawna ʻanhu nukaffir ʻañkum sayyiʹaatikum wa-nudkhilkum Mudkhalañ kareemaa.

    Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu dan akan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga).

  10. 4:32

    وَلَا تَتَمَنَّوْا۟ مَا فَضَّلَ ٱللَّهُ بِهِۦ بَعْضَكُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ ۚ لِّلرِّجَالِ نَصِيبٌ مِّمَّا ٱكْتَسَبُوا۟ ۖ وَلِلنِّسَآءِ نَصِيبٌ مِّمَّا ٱكْتَسَبْنَ ۚ وَسْـَٔلُوا۟ ٱللَّهَ مِن فَضْلِهِۦٓ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمًا

    Wa-laa tatamannaw maa- faḍḍalal laahu bihee baʻḍakum ʻalaa baʻḍ. Lirrijaali naṣeebum mimmak tasaboo, wa-lin-Nisaaaʹi naṣeebum mimmak tasabn. Wasʹalul laaha miñ faḍlih. ʹInnal laaha kaana bikulli shayʹin ʻAleemaa.

    Dan janganlah kamu iri hati terhadap karunia yang telah dilebihkan Allah kepada sebagian kamu atas sebagian yang lain. (Karena) bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan bagi perempuan (pun) ada bagian dari apa yang mereka usahakan. Mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

  11. 4:33

    وَلِكُلٍّ جَعَلْنَا مَوَٰلِىَ مِمَّا تَرَكَ ٱلْوَٰلِدَانِ وَٱلْأَقْرَبُونَ ۚ وَٱلَّذِينَ عَقَدَتْ أَيْمَـٰنُكُمْ فَـَٔاتُوهُمْ نَصِيبَهُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ شَهِيدًا

    Wa-likulliñ jaʻalnaa mawaaliya mimmaa tarakal waalidaani wal-ʹaq̣raboon. Wallaẓeena ʻaq̣adat ʹaymaanukum faʹaatoohum naṣeebahum. ʹInnal laaha kaana ʻalaa kulli shayʹiñ Shaheedaa.

    Dan untuk masing-masing (laki-laki dan perempuan) Kami telah menetapkan para ahli waris atas apa yang ditinggalkan oleh kedua orang tuanya dan karib kerabatnya. Dan orang-orang yang kamu telah bersumpah setia dengan mereka, maka berikanlah kepada mereka bagiannya. Sungguh, Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu.

  12. 4:34

    ٱلرِّجَالُ قَوَّٰمُونَ عَلَى ٱلنِّسَآءِ بِمَا فَضَّلَ ٱللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَآ أَنفَقُوا۟ مِنْ أَمْوَٰلِهِمْ ۚ فَٱلصَّـٰلِحَـٰتُ قَـٰنِتَـٰتٌ حَـٰفِظَـٰتٌ لِّلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ ٱللَّهُ ۚ وَٱلَّـٰتِى تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَٱهْجُرُوهُنَّ فِى ٱلْمَضَاجِعِ وَٱضْرِبُوهُنَّ ۖ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوا۟ عَلَيْهِنَّ سَبِيلًا ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرًا

    ʹArrijaalu q̣awwaamoona ʻalan Nisaaaʹi bimaa faḍ-ḍalal laahu baʻḍahum ʻalaa baʻḍiñw wabimaaa ʹañfaq̣oo min ʹamwaalihim, Faṣ-Ṣaaliḥaatu q̣aanitaatun ḥaafi-Z̤̣atul lil-g̣aybi bimaa ḥafi-Z̤̣al laah. Wallaatee takhaafoona nushoozahunna faʻi-Z̤̣oohunna wahjuroohunna fil maḍaajiʻi waḍriboohunn. Faʹin ʹaṭaʻnakum falaa tabg̣oo ʻalayhinna sabeelaa: ʹinnal laaha kaana ʻAliyyañ Kabeeraa.

    Laki-laki (suami) itu pelindung bagi perempuan (istri), karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah memberikan nafkah dari hartanya. Maka perempuan-perempuan yang saleh, adalah mereka yang taat (kepada Allah) dan menjaga diri ketika (suaminya) tidak ada, karena Allah telah menjaga (mereka). Perempuan-perempuan yang kamu khawatirkan akan nusyuz, hendaklah kamu beri nasihat kepada mereka, tinggalkanlah mereka di tempat tidur (pisah ranjang), dan (kalau perlu) pukullah mereka. Tetapi jika mereka menaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari alasan untuk menyusahkannya. Sungguh, Allah Mahatinggi, Mahabesar.

  13. 4:35

    وَإِنْ خِفْتُمْ شِقَاقَ بَيْنِهِمَا فَٱبْعَثُوا۟ حَكَمًا مِّنْ أَهْلِهِۦ وَحَكَمًا مِّنْ أَهْلِهَآ إِن يُرِيدَآ إِصْلَـٰحًا يُوَفِّقِ ٱللَّهُ بَيْنَهُمَآ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيمًا خَبِيرًا

    Wa-ʹin khiftum shiq̣aaq̣a baynihimaa fabʻas̤oo ḥakamam min ʹahlihee waḥakamam min ʹahlihaa. ʹIñy yureedaaa ʹiṣlaaḥ añyyuwaffiq̣il laahu baynahumaa: ʹinnal laaha kaana ʻAleeman Khabeeraa.

    Dan jika kamu khawatir terjadi persengketaan antara keduanya, maka kirimlah seorang juru damai dari keluarga laki-laki dan seorang juru damai dari keluarga perempuan. Jika keduanya (juru damai itu) bermaksud mengadakan perbaikan, niscaya Allah memberi taufik kepada suami-istri itu. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti.

  14. 4:36

    ۞ وَٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا۟ بِهِۦ شَيْـًٔا ۖ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَـٰنًا وَبِذِى ٱلْقُرْبَىٰ وَٱلْيَتَـٰمَىٰ وَٱلْمَسَـٰكِينِ وَٱلْجَارِ ذِى ٱلْقُرْبَىٰ وَٱلْجَارِ ٱلْجُنُبِ وَٱلصَّاحِبِ بِٱلْجَنۢبِ وَٱبْنِ ٱلسَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَـٰنُكُمْ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ مَن كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًا

    Waʻbudul laaha wa-laa tushrikoo bihee shayʹañw wabilwaalidayni ʹiḥsaanañw Wabiẓil q̣urbaa wal-yataamaa wal-masaakeeni wal-jaari ẓil q̣urbaa wal-jaaril junubi waṣ-ṣaaḥibi biljambi wabnis sabeeli wa-maa malakat ʹaymaanukum: ʹinnal laaha laa- yuḥibbu mañ kaana mukhtaalañ fakhooraa;

    Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabīl dan hamba sahaya yang kamu miliki. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri,

  15. 4:37

    ٱلَّذِينَ يَبْخَلُونَ وَيَأْمُرُونَ ٱلنَّاسَ بِٱلْبُخْلِ وَيَكْتُمُونَ مَآ ءَاتَىٰهُمُ ٱللَّهُ مِن فَضْلِهِۦ ۗ وَأَعْتَدْنَا لِلْكَـٰفِرِينَ عَذَابًا مُّهِينًا

    ʹAllaẓeena yabkhaloona wa-yaʹmuroonan naasa bilbukhli wa-yaktumoona maaa ʹaataahumul laahu miñ faḍlih; wa-ʹaʻtadnaa lilkaafireena ʻaẓaabam muheenaa;

    (yaitu) orang yang kikir, dan menyuruh orang lain berbuat kikir, dan menyembunyikan karunia yang telah diberikan Allah kepadanya. Kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir azab yang menghinakan.

  16. 4:38

    وَٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَٰلَهُمْ رِئَآءَ ٱلنَّاسِ وَلَا يُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ وَلَا بِٱلْيَوْمِ ٱلْـَٔاخِرِ ۗ وَمَن يَكُنِ ٱلشَّيْطَـٰنُ لَهُۥ قَرِينًا فَسَآءَ قَرِينًا

    Wallaẓeena yuñfiq̣oona ʹamwaalahum riʹaaaʹan naasi wa-laa yuʹminoona billaahi wa-laa bil-Yawmil ʹAakhir. Wa-mañy yakunish shayṭaanu lahoo q̣areenañ fasaaaʹa q̣areenaa.

    Dan (juga) orang-orang yang menginfakkan hartanya karena riya` kepada orang lain (ingin dilihat dan dipuji), dan orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan kepada hari kemudian. Barang siapa menjadikan setan sebagai temannya, maka (ketahuilah) dia (setan itu) adalah teman yang sangat jahat.

  17. 4:39

    وَمَاذَا عَلَيْهِمْ لَوْ ءَامَنُوا۟ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْـَٔاخِرِ وَأَنفَقُوا۟ مِمَّا رَزَقَهُمُ ٱللَّهُ ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ بِهِمْ عَلِيمًا

    Wa-maaẓaa ʻalayhim law ʹaamanoo billaahi wal-Yawmil ʹAakhiri wa-ʹañfaq̣oo mimmaa razaq̣ahumul laah? Wa- kaanallaahu bihim ʻAleemaa.

    Dan apa (keberatan) bagi mereka jika mereka beriman kepada Allah dan hari kemudian dan menginfakkan sebagian rezeki yang telah diberikan Allah kepadanya? Dan Allah Maha Mengetahui keadaan mereka.

  18. 4:40

    إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَظْلِمُ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ ۖ وَإِن تَكُ حَسَنَةً يُضَـٰعِفْهَا وَيُؤْتِ مِن لَّدُنْهُ أَجْرًا عَظِيمًا

    ʹInnal laaha laa- yaz̤̣limu mis̤q̣aala z̤̣arrah: wa-ʹiñ taku ḥaṣanatañy yuḍaaʻifhaa wa-yuʻti mil ladunhu ʹajran ʻaz̤̣eemaa.

    Sungguh, Allah tidak akan menzalimi seseorang walaupun sebesar zarah, dan jika ada kebajikan (sekecil zarah), niscaya Allah akan melipatgandakannya dan memberikan pahala yang besar dari sisi-Nya.

  19. 4:41

    فَكَيْفَ إِذَا جِئْنَا مِن كُلِّ أُمَّةٍۭ بِشَهِيدٍ وَجِئْنَا بِكَ عَلَىٰ هَـٰٓؤُلَآءِ شَهِيدًا

    Fakayfa ʹiẓaa jiʹnaa miñ kulli ʹummatim bishaheediñw wa jiʹnaabika ʻalaa haaaʹulaaaʹi Shaheedaa?

    Dan bagaimanakah (keadaan orang kafir nanti), jika Kami mendatangkan seorang saksi (Rasul) dari setiap umat dan Kami mendatangkan engkau (Muhammad) sebagai saksi atas mereka.

  20. 4:42

    يَوْمَئِذٍ يَوَدُّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ وَعَصَوُا۟ ٱلرَّسُولَ لَوْ تُسَوَّىٰ بِهِمُ ٱلْأَرْضُ وَلَا يَكْتُمُونَ ٱللَّهَ حَدِيثًا

    Yawmaʹiẓiñy yawad dullaẓeena kafaroo wa-ʻaṣawur Rasoola law tusawwaa bihimul ʹarḍ: wa-laa yaktumoonal laaha ḥadees̤aa!

    Pada hari itu, orang yang kafir dan orang yang mendurhakai Rasul (Muhammad), berharap sekiranya mereka diratakan dengan tanah (dikubur atau hancur luluh menjadi tanah), padahal mereka tidak dapat menyembunyikan sesuatu kejadian apa pun dari Allah.

  21. 4:43

    يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَقْرَبُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَأَنتُمْ سُكَـٰرَىٰ حَتَّىٰ تَعْلَمُوا۟ مَا تَقُولُونَ وَلَا جُنُبًا إِلَّا عَابِرِى سَبِيلٍ حَتَّىٰ تَغْتَسِلُوا۟ ۚ وَإِن كُنتُم مَّرْضَىٰٓ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَآءَ أَحَدٌ مِّنكُم مِّنَ ٱلْغَآئِطِ أَوْ لَـٰمَسْتُمُ ٱلنِّسَآءَ فَلَمْ تَجِدُوا۟ مَآءً فَتَيَمَّمُوا۟ صَعِيدًا طَيِّبًا فَٱمْسَحُوا۟ بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَفُوًّا غَفُورًا

    Yaaaʹayyuhal laẓeena ʹaamanoo laa- taq̣rabuṣ ṣalaata wa-ʹañtum sukaaraa ḥattaa taʻlamoo maa- taq̣ooloona wa-laa junuban ʹillaa ʻaabiree sabeelin ḥatta tag̣tasiloo. Wa-ʹiñ kuñtum marḍaaa ʹaw ʻalaa safarin ʹaw jaaaʹa ʹaḥadum miñkum minal g̣aaaʹiṭi ʹaw laamastumun niṣaaaʹa falam tajidoo maaaʹañ fatayammamoo ṣaʻeedañ ṭayyibañ famsaḥoo biwujoohikum wa-ʹaydeekum: ʹinnal laaha kaana ʻAfuwwan G̣afooraa.

    Wahai orang yang beriman! Janganlah kamu mendekati salat, ketika kamu dalam keadaan mabuk, sampai kamu sadar apa yang kamu ucapkan, dan jangan pula (kamu hampiri masjid ketika kamu) dalam keadaan junub kecuali sekedar melewati jalan saja, sebelum kamu mandi (mandi junub). Adapun jika kamu sakit atau sedang dalam perjalanan atau sehabis buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, sedangkan kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan debu itu. Sungguh, Allah Maha Pemaaf, Maha Pengampun.

  22. 4:44

    أَلَمْ تَرَ إِلَى ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ نَصِيبًا مِّنَ ٱلْكِتَـٰبِ يَشْتَرُونَ ٱلضَّلَـٰلَةَ وَيُرِيدُونَ أَن تَضِلُّوا۟ ٱلسَّبِيلَ

    ʹAlam tara ʹilal laẓeena ʹootoo naṣeebam minal Kitaabi yashtaroonaḍ ḍalaalata wa-yureedoona ʹañ taḍillus sabeel.

    Tidakkah kamu memperhatikan orang yang telah diberi bagian Kitab (Taurat)? Mereka membeli kesesatan dan mereka menghendaki agar kamu tersesat (menyimpang) dari jalan (yang benar).

  23. 4:45

    وَٱللَّهُ أَعْلَمُ بِأَعْدَآئِكُمْ ۚ وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ وَلِيًّا وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ نَصِيرًا

    Wallaahu ʹaʻlamu biʹaʻdaaaʹikum; wa-kafaa billaahi Waliyyañw Wakafaa billaahi Naṣeeraa.

    Dan Allah lebih mengetahui tentang musuh-musuhmu. Cukuplah Allah menjadi pelindung dan cukuplah Allah menjadi penolong (bagimu).

  24. 4:46

    مِّنَ ٱلَّذِينَ هَادُوا۟ يُحَرِّفُونَ ٱلْكَلِمَ عَن مَّوَاضِعِهِۦ وَيَقُولُونَ سَمِعْنَا وَعَصَيْنَا وَٱسْمَعْ غَيْرَ مُسْمَعٍ وَرَٰعِنَا لَيًّۢا بِأَلْسِنَتِهِمْ وَطَعْنًا فِى ٱلدِّينِ ۚ وَلَوْ أَنَّهُمْ قَالُوا۟ سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا وَٱسْمَعْ وَٱنظُرْنَا لَكَانَ خَيْرًا لَّهُمْ وَأَقْوَمَ وَلَـٰكِن لَّعَنَهُمُ ٱللَّهُ بِكُفْرِهِمْ فَلَا يُؤْمِنُونَ إِلَّا قَلِيلًا

    Minal laẓeena haadoo yuḥarrifoonal kalima ʻam mawaaḍiʻihee wa-yaq̣ooloona samiʻnaa wa-ʻaṣaynaa wasmaʻ g̣ayra musmaʻiñw waraaʻinaa lay-yam biʹalsinatihim waṭaʻnañ fid deen. Wa-law ʹannahum q̣aaloo samiʻnaa wa-ʹaṭaʻnaa wasmaʻ wañz̤̣urnaa lakaana khayral lahum wa-ʹaq̣wama wa-laakil laʻanahumul laahu bikufrihim falaa yuʹminoona ʹillaa q̣aleelaa.

    (Yaitu) di antara orang Yahudi, yang mengubah perkataan dari tempat-tempatnya. Dan mereka berkata, "Kami mendengar, tetapi kami tidak mau menurutinya." Dan (mereka mengatakan pula), "Dengarlah," sedang (engkau Muhammad sebenarnya) tidak mendengar apa pun." Dan (mereka mengatakan), "Rā'inā" dengan memutarbalikkan lidahnya dan mencela agama. Sekiranya mereka mengatakan, "Kami mendengar dan patuh, dan dengarlah, dan perhatikanlah kami," tentulah itu lebih baik bagi mereka dan lebih tepat, tetapi Allah melaknat mereka, karena kekafiran mereka. Mereka tidak beriman kecuali sedikit sekali.

  25. 4:47

    يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْكِتَـٰبَ ءَامِنُوا۟ بِمَا نَزَّلْنَا مُصَدِّقًا لِّمَا مَعَكُم مِّن قَبْلِ أَن نَّطْمِسَ وُجُوهًا فَنَرُدَّهَا عَلَىٰٓ أَدْبَارِهَآ أَوْ نَلْعَنَهُمْ كَمَا لَعَنَّآ أَصْحَـٰبَ ٱلسَّبْتِ ۚ وَكَانَ أَمْرُ ٱللَّهِ مَفْعُولًا

    Yaaaʹayyuhal laẓeena ʹootul Kitaaba ʹaaminoo bimaa nazzalnaa muṣaddiq̣al limaa maʻakum miñ q̣abli ʹañ naṭmisa wujoohañ fanaruddahaa ʻalaaa ʹadbaarihaaa ʹaw nalʻanahum kamaa laʻannaaa ʹAṣḥaabas Sabt. Wa-kaana ʹamrul laahi mafʻoolaa.

    Wahai orang-orang yang telah diberi Kitab! Berimanlah kamu kepada apa yang telah Kami turunkan (Al-Qur`an) yang membenarkan Kitab yang ada pada kamu, sebelum Kami mengubah wajah-wajah(mu), lalu Kami putar ke belakang atau Kami laknat mereka sebagaimana Kami melaknat orang-orang (yang berbuat maksiat) pada hari Sabat (Sabtu). Dan ketetapan Allah pasti berlaku.

  26. 4:48

    إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِۦ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَن يَشَآءُ ۚ وَمَن يُشْرِكْ بِٱللَّهِ فَقَدِ ٱفْتَرَىٰٓ إِثْمًا عَظِيمًا

    ʹInnal laaha laa- yag̣firu ʹañy yushraka bihee wayag̣firu maa- doona ẓaalika limañy yashaaaʹ. Wa-mañy yushrik billaahi faq̣adif taraaa ʹis̤man ʻa-Z̤̣eemaa.

    Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), dan Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Barang siapa mempersekutukan Allah, maka sungguh, dia telah berbuat dosa yang besar.

  27. 4:49

    أَلَمْ تَرَ إِلَى ٱلَّذِينَ يُزَكُّونَ أَنفُسَهُم ۚ بَلِ ٱللَّهُ يُزَكِّى مَن يَشَآءُ وَلَا يُظْلَمُونَ فَتِيلًا

    ʹAlam tara ʹilal laẓeena yuzakkoona ʹañfusahum? Balil laahu yuzakkee mañy yashaaaʹu wa-laa yuz̤̣lamoona fateela.

    Tidakkah engkau memperhatikan orang-orang yang menganggap dirinya suci (orang Yahudi dan Nasrani)? Sebenarnya Allah menyucikan siapa yang Dia kehendaki dan mereka tidak dizalimi sedikit pun.

  28. 4:50

    ٱنظُرْ كَيْفَ يَفْتَرُونَ عَلَى ٱللَّهِ ٱلْكَذِبَ ۖ وَكَفَىٰ بِهِۦٓ إِثْمًا مُّبِينًا

    ʹUñz̤̣ur kayfa yaftaroona ʻalal laahil kaẓib! wa-kafaa biheee ʹiṣmam mubeenaa!

    Perhatikanlah, betapa mereka mengada-adakan kebohongan terhadap Allah? Dan cukuplah perbuatan itu menjadi dosa yang nyata (bagi mereka).

  29. 4:51

    أَلَمْ تَرَ إِلَى ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ نَصِيبًا مِّنَ ٱلْكِتَـٰبِ يُؤْمِنُونَ بِٱلْجِبْتِ وَٱلطَّـٰغُوتِ وَيَقُولُونَ لِلَّذِينَ كَفَرُوا۟ هَـٰٓؤُلَآءِ أَهْدَىٰ مِنَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ سَبِيلًا

    ʹAlam tara ʹilal laẓeena ʹootoo naṣeebam minal Kitaabi yuʹminoona bil-Jibti waṭ-Ṭaag̣ooti wa-yaq̣ooloona lillaẓeena kafaroo haaaʹulaaaʹi ʹahdaa minal laẓeena ʹaamanoo sabeelaa?

    Tidakkah engkau memperhatikan orang-orang yang diberi bagian dari Kitab (Taurat)? Mereka percaya kepada Jibt dan Ṭāgūt, dan mengatakan kepada orang-orang kafir (musyrik Mekkah), bahwa mereka itu lebih benar jalannya daripada orang-orang yang beriman.

  30. 4:52

    أُو۟لَـٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ لَعَنَهُمُ ٱللَّهُ ۖ وَمَن يَلْعَنِ ٱللَّهُ فَلَن تَجِدَ لَهُۥ نَصِيرًا

    ʹUlaaaʹikal laẓeena laʻanahumul laah: wa-mañy yalʻanil laahu falañ tajida lahoo naṣeeraa.

    Mereka itulah orang-orang yang dilaknat Allah. Dan barang siapa dilaknat Allah, niscaya engkau tidak akan mendapatkan penolong baginya.

  31. 4:53

    أَمْ لَهُمْ نَصِيبٌ مِّنَ ٱلْمُلْكِ فَإِذًا لَّا يُؤْتُونَ ٱلنَّاسَ نَقِيرًا

    ʹAm lahum naṣeebum minal mulki faʹiẓal laa yuʹtoonan naasa naq̣eeraa?

    Ataukah mereka mempunyai bagian dari kerajaan (kekuasaan), meskipun mereka tidak akan memberikan sedikit pun (kebajikan) kepada manusia,

  32. 4:54

    أَمْ يَحْسُدُونَ ٱلنَّاسَ عَلَىٰ مَآ ءَاتَىٰهُمُ ٱللَّهُ مِن فَضْلِهِۦ ۖ فَقَدْ ءَاتَيْنَآ ءَالَ إِبْرَٰهِيمَ ٱلْكِتَـٰبَ وَٱلْحِكْمَةَ وَءَاتَيْنَـٰهُم مُّلْكًا عَظِيمًا

    ʹAm yaḥsudoonan naasa ʻalaa maaa ʹaataahumul laahu miñ faḍlih? Faq̣ad ʹaataynaaa ʹAala ʹIbraaheemal Kitaaba wal-Ḥikmata wa-ʹaataynaahum mulkan ʻa-Z̤̣eemaa.

    ataukah mereka dengki kepada manusia (Muhammad) karena karunia yang telah diberikan Allah kepadanya? Sungguh, Kami telah memberikan Kitab dan Hikmah kepada keluarga Ibrahim, dan Kami telah memberikan kepada mereka kerajaan (kekuasaan) yang besar.

  33. 4:55

    فَمِنْهُم مَّنْ ءَامَنَ بِهِۦ وَمِنْهُم مَّن صَدَّ عَنْهُ ۚ وَكَفَىٰ بِجَهَنَّمَ سَعِيرًا

    Faminhum man ʹaamana bihee wa-minhum mañ ṣadda ʻanh: wa-kafaa bi-Jahannama saʻeeraa.

    Maka di antara mereka (yang dengki itu), ada yang beriman kepadanya dan ada pula yang menghalangi (manusia beriman) kepadanya. Cukuplah (bagi mereka) neraka Jahanam yang menyala-nyala apinya.

  34. 4:56

    إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ بِـَٔايَـٰتِنَا سَوْفَ نُصْلِيهِمْ نَارًا كُلَّمَا نَضِجَتْ جُلُودُهُم بَدَّلْنَـٰهُمْ جُلُودًا غَيْرَهَا لِيَذُوقُوا۟ ٱلْعَذَابَ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَزِيزًا حَكِيمًا

    ʹInnal laẓeena kafaroo biʹAayaatinaa sawfa nuṣleehim Naaraa. kullamaa naḍijat julooduhum baddalnaahum juloodan g̣ayrahaa liyaẓooq̣ul ʻaẓaab: ʹinnal laha kaana ʻAzeezan Ḥakeemaa.

    Sungguh, orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti dengan kulit yang lain, agar mereka merasakan azab. Sungguh, Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.

  35. 4:57

    وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ سَنُدْخِلُهُمْ جَنَّـٰتٍ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَـٰرُ خَـٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدًا ۖ لَّهُمْ فِيهَآ أَزْوَٰجٌ مُّطَهَّرَةٌ ۖ وَنُدْخِلُهُمْ ظِلًّا ظَلِيلًا

    Wallaẓeena ʹaamanoo wa-ʻamiluṣ ṣaaliḥaati sanudkhiluhum Jannaatiñ tajree miñ taḥtihal ʹanhaaru khaalideena feehaaa ʹabadaa: lahum feehaaa ʹazwaajum muṭahharah: wa-nudkhiluhum z̤̣illañ z̤̣aleelaa.

    Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, kelak akan Kami masukkan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Di sana mereka mempunyai pasangan-pasangan yang suci, dan Kami masukkan mereka ke tempat yang teduh lagi nyaman.

  36. 4:58

    ۞ إِنَّ ٱللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَن تُؤَدُّوا۟ ٱلْأَمَـٰنَـٰتِ إِلَىٰٓ أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُم بَيْنَ ٱلنَّاسِ أَن تَحْكُمُوا۟ بِٱلْعَدْلِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُم بِهِۦٓ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ سَمِيعًۢا بَصِيرًا

    ʹInnal laaha yaʹmurukum ʹañ tuʹaddul ʹamaanaati ʹilaaa ʹahlihaa wa-ʹiẓaa ḥakamtum̃ baynan naasi ʹañ taḥkumoo bil-ʻadl! ʹInnal laaha niʻimmaa yaʻiz̤̣ukum̃ bih! ʹInnal laaha kaana Sameeʻam Baṣeeraa.

    Sungguh, Allah menyuruhmu menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya, dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia hendaknya kamu menetapkannya dengan adil. Sungguh, Allah sebaik-baik yang memberi pengajaran kepadamu. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Melihat.

  37. 4:59

    يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَطِيعُوا۟ ٱللَّهَ وَأَطِيعُوا۟ ٱلرَّسُولَ وَأُو۟لِى ٱلْأَمْرِ مِنكُمْ ۖ فَإِن تَنَـٰزَعْتُمْ فِى شَىْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى ٱللَّهِ وَٱلرَّسُولِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْـَٔاخِرِ ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا

    Yaaaʹayyuhal laẓeena ʹaamanooo ʹaṭeeʻul laaha wa-ʹaṭeeʻur Rasoola wa-ʹulil ʹamri miñkum. Faʹiñ tanaazaʻtum fee shayʹiñ faruddoohu ʹilal laahi war-Rasooli ʹiñ kuntum tuʹminoona billaahi wal-Yawmil ʹAakhir. Ẓaalika khayruñw waʹaḥsanu taʹweelaa.

    Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan Ulil Amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu. Kemudian, jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur`an) dan Rasul (sunahnya), jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu, lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.

  38. 4:60

    أَلَمْ تَرَ إِلَى ٱلَّذِينَ يَزْعُمُونَ أَنَّهُمْ ءَامَنُوا۟ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيْكَ وَمَآ أُنزِلَ مِن قَبْلِكَ يُرِيدُونَ أَن يَتَحَاكَمُوٓا۟ إِلَى ٱلطَّـٰغُوتِ وَقَدْ أُمِرُوٓا۟ أَن يَكْفُرُوا۟ بِهِۦ وَيُرِيدُ ٱلشَّيْطَـٰنُ أَن يُضِلَّهُمْ ضَلَـٰلًۢا بَعِيدًا

    ʹAlam tara ʹilal laẓeena yazʻumoona ʹannahum aamanoo bimaaa ʹuñzila ʹilayka wa-maaa ʹuñzila miñ q̣ablika yureedoona ʹañy yataḥaakamooo ʹilaṭ Ṭaag̣ooti wa-q̣ad ʹumirooo ʹañy yakfuroo bih. Wayureedush Shayṭaanu ʹañy yuḍillahum ḍalaalam baʻeedaa.

    Tidakkah engkau (Muhammad) memperhatikan orang-orang yang mengaku bahwa mereka telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelummu? Tetapi mereka masih menginginkan ketetapan hukum kepada Tagut, padahal mereka telah diperintahkan untuk mengingkari Tagut itu. Dan setan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) kesesatan yang sejauh-jauhnya.

  39. 4:61

    وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْا۟ إِلَىٰ مَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ وَإِلَى ٱلرَّسُولِ رَأَيْتَ ٱلْمُنَـٰفِقِينَ يَصُدُّونَ عَنكَ صُدُودًا

    Wa-ʹiẓaa q̣eela lahum taʻaalaw ʹilaa maaa ʹañzalal laahu wa-ʹilar Rasooli raʹaytal Munaafiq̣eena yaṣuddoona ʻañka ṣudoodaa.

    Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Marilah (patuh) kepada apa yang diturunkan Allah dan (patuh) kepada Rasul," (niscaya) engkau (Muhammad) melihat orang munafik menghalangi dengan keras darimu.

  40. 4:62

    فَكَيْفَ إِذَآ أَصَـٰبَتْهُم مُّصِيبَةٌۢ بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيهِمْ ثُمَّ جَآءُوكَ يَحْلِفُونَ بِٱللَّهِ إِنْ أَرَدْنَآ إِلَّآ إِحْسَـٰنًا وَتَوْفِيقًا

    Fakayfa ʹiẓaaa ʹaṣaabathum muṣeebatum bimaa q̣addamat ʹaydeehim s̤umma jaaaʹooka yaḥlifoona billaahi ʹin ʹaradnaaa ʹillaaa iḥsaanañw watawfeeq̣aa!

    Maka bagaimana halnya apabila (kelak) musibah menimpa mereka (orang munafik) di sebabkan perbuatan tangannya sendiri, kemudian mereka datang kepadamu (Muhammad) sambil bersumpah, "Demi Allah, kami sekali-kali tidak menghendaki selain kebaikan dan kedamaian."

  41. 4:63

    أُو۟لَـٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ يَعْلَمُ ٱللَّهُ مَا فِى قُلُوبِهِمْ فَأَعْرِضْ عَنْهُمْ وَعِظْهُمْ وَقُل لَّهُمْ فِىٓ أَنفُسِهِمْ قَوْلًۢا بَلِيغًا

    ʹUlaaaʹikal laẓeena yaʻla mullaahu maa- fee q̣uloobihim faʹaʻriḍ ʻanhum wa-ʻiẓhum wa-q̣ul lahum feee ʹañfusihim q̣awlam baleeg̣aa.

    Mereka itu adalah orang-orang yang (sesungguhnya) Allah mengetahui apa yang ada di dalam hatinya. Karena itu berpalinglah kamu dari mereka, dan berilah mereka nasihat, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang membekas pada jiwanya.

  42. 4:64

    وَمَآ أَرْسَلْنَا مِن رَّسُولٍ إِلَّا لِيُطَاعَ بِإِذْنِ ٱللَّهِ ۚ وَلَوْ أَنَّهُمْ إِذ ظَّلَمُوٓا۟ أَنفُسَهُمْ جَآءُوكَ فَٱسْتَغْفَرُوا۟ ٱللَّهَ وَٱسْتَغْفَرَ لَهُمُ ٱلرَّسُولُ لَوَجَدُوا۟ ٱللَّهَ تَوَّابًا رَّحِيمًا

    Wa-maaa ʹarsalnaa mir Rasoolin ʹillaa liyuṭaaʻa biʹIẓnil laah. Wa-law ʹannahum ʹiz̤̣ z̤̣alamooo ʹañfusahum jaaaʹooka fastag̣farul laaha wastag̣fara lahumur Rasoolu lawajadul laaha Tawwaabar Raḥeemaa.

    Dan Kami tidak mengutus seorang rasul melainkan untuk ditaati dengan izin Allah. Dan sungguh, sekiranya mereka setelah menzalimi dirinya datang kepadamu (Muhammad), lalu memohon ampunan kepada Allah, dan Rasul pun memohonkan ampunan untuk mereka, niscaya mereka mendapati Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang.

  43. 4:65

    فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّىٰ يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوا۟ فِىٓ أَنفُسِهِمْ حَرَجًا مِّمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

    Falaa Wa-Rabbika laa- yuʹminoona ḥattaa yuḥakkimooka fee-ma shajara baynahum s̤umma laa- yajidoo feee ʹañfusihim ḥarajam mimmaa q̣aḍayta wa-yusal-limoo tasleemaa.

    Maka demi Tuhanmu, mereka tidak beriman sebelum mereka menjadikan engkau (Muhammad) sebagai hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, (sehingga) kemudian tidak ada rasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang engkau berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.

  44. 4:66

    وَلَوْ أَنَّا كَتَبْنَا عَلَيْهِمْ أَنِ ٱقْتُلُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ أَوِ ٱخْرُجُوا۟ مِن دِيَـٰرِكُم مَّا فَعَلُوهُ إِلَّا قَلِيلٌ مِّنْهُمْ ۖ وَلَوْ أَنَّهُمْ فَعَلُوا۟ مَا يُوعَظُونَ بِهِۦ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُمْ وَأَشَدَّ تَثْبِيتًا

    Wa-law ʹannaa katabnaa ʻalayhim ʹaniq̣ tulooo ʹanfusakum ʹawikh rujoo miñ diyarikum maa faʻaloohu ʹillaa q̣aleelum minhum: wa-law ʹannahum faʻaloo maa- yooʻaz̤̣oona bihee lakaana khayral lahum wa-ʹashadda tas̤beetaa;

    Dan sekalipun Kami perintahkan kepada mereka, "Bunuhlah dirimu atau keluarlah kamu dari kampung halamanmu," niscara mereka tidak akan melakukannya, kecuali sebagian kecil dari mereka. Dan sekiranya mereka benar-benar melaksanakan perintah yang diberikan, niscaya itu lebih baik bagi mereka dan lebih menguatkan (iman mereka),

  45. 4:67

    وَإِذًا لَّـَٔاتَيْنَـٰهُم مِّن لَّدُنَّآ أَجْرًا عَظِيمًا

    Wa-ʹiẓal laʹaataynaahum mil ladunnaaa ʹajran ʻaz̤̣eemaa;

    dan dengan demikian, pasti Kami berikan kepada mereka pahala yang besar dari sisi Kami,

  46. 4:68

    وَلَهَدَيْنَـٰهُمْ صِرَٰطًا مُّسْتَقِيمًا

    Wa-la-hadynaahum Ṣiraaṭam Mustaq̣eema.

    dan pasti Kami tunjukan kepada mereka jalan yang lurus.

  47. 4:69

    وَمَن يُطِعِ ٱللَّهَ وَٱلرَّسُولَ فَأُو۟لَـٰٓئِكَ مَعَ ٱلَّذِينَ أَنْعَمَ ٱللَّهُ عَلَيْهِم مِّنَ ٱلنَّبِيِّـۧنَ وَٱلصِّدِّيقِينَ وَٱلشُّهَدَآءِ وَٱلصَّـٰلِحِينَ ۚ وَحَسُنَ أُو۟لَـٰٓئِكَ رَفِيقًا

    Wa-mañy yuṭiʻil laaha war-Rasoola faʹulaaaʹika maʻal laẓeena ʹanʻamal laahu ʻalayhim minan Nabiyeena waṣ-Ṣiddeeq̣eena wash-Shuhadaaaʹi waṣ-Ṣaaliḥeen: waḥasuna ʹulaaʹika Rafeeq̣aa.

    Dan barang siapa menaati Allah dan Rasul (Muhammad), maka mereka itu akan bersama-sama dengan orang yang diberikan nikmat oleh Allah, (yaitu) para nabi, para pecinta kebenaran, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.

  48. 4:70

    ذَٰلِكَ ٱلْفَضْلُ مِنَ ٱللَّهِ ۚ وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ عَلِيمًا

    Ẓaalikal Faḍlu minal laah: wa-kafaa billaahi ʻAleemaa.

    Yang demikian itu adalah karunia dari Allah, dan cukuplah Allah yang Maha Mengetahui.

  49. 4:71

    يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ خُذُوا۟ حِذْرَكُمْ فَٱنفِرُوا۟ ثُبَاتٍ أَوِ ٱنفِرُوا۟ جَمِيعًا

    Yaaaʹayyuhal laẓeena ʹaamanoo khuẓoo ḥiẓrakum fañfiroo s̤ubaatin ʹawiñ firoo jameeʻaa.

    Wahai orang-orang yang beriman! Bersiap-siagalah kamu, dan majulah (ke medan pertempuran) secara berkelompok, atau majulah bersama-sama (serentak).

  50. 4:72

    وَإِنَّ مِنكُمْ لَمَن لَّيُبَطِّئَنَّ فَإِنْ أَصَـٰبَتْكُم مُّصِيبَةٌ قَالَ قَدْ أَنْعَمَ ٱللَّهُ عَلَىَّ إِذْ لَمْ أَكُن مَّعَهُمْ شَهِيدًا

    Wa-ʹinna miñkum lamal layubaṭṭiʹann: faʹin ʹaṣaabatkum muṣeebatuñ q̣aala q̣ad ʹanʻamal laahu ʻalayya ʹiẓ lam ʹakum maʻahum shaheedaa.

    Dan sesungguhnya di antara kamu pasti ada orang yang sangat enggan (ke medan pertempuran). Lalu jika kamu ditimpa musibah dia berkata, "Sungguh, Allah telah memberikan nikmat kepadaku karena aku tidak ikut berperang bersama mereka."

  51. 4:73

    وَلَئِنْ أَصَـٰبَكُمْ فَضْلٌ مِّنَ ٱللَّهِ لَيَقُولَنَّ كَأَن لَّمْ تَكُنۢ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُۥ مَوَدَّةٌ يَـٰلَيْتَنِى كُنتُ مَعَهُمْ فَأَفُوزَ فَوْزًا عَظِيمًا

    Wa-laʹin ʹaṣaabakum faḍlum minal laahi layaq̣oolanna kaʹal lam takum baynakum wabaynahoo mawaddatuñy yaa-laytanee kuñtu maʻahum faʹafooza fawzan ʻa-Z̤̣eemaa!

    Dan sungguh, jika kamu mendapat karunia (kemenangan) dari Allah, tentulah dia mengatakan seakan-akan belum pernah ada hubungan kasih sayang antara kamu dengan dia, "Wahai, sekiranya aku bersama mereka, tentu aku akan memperoleh kemenangan yang agung (pula)."

  52. 4:74

    ۞ فَلْيُقَـٰتِلْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ ٱلَّذِينَ يَشْرُونَ ٱلْحَيَوٰةَ ٱلدُّنْيَا بِٱلْـَٔاخِرَةِ ۚ وَمَن يُقَـٰتِلْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ فَيُقْتَلْ أَوْ يَغْلِبْ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا

    Falyuq̣aatil fee Sabeelil laahil laẓeena yashroonal ḥayaatad dunyaa bil-ʹAakhirah. Wa-mañy yuq̣aatil fee Sabeelil laahi fayuq̣tal ʹaw yag̣lib fasawfa nuʹteehi ʹajran ʻaz̤̣eemaa.

    Karena itu, hendaklah orang-orang yang menjual kehidupan dunia untuk (kehidupan) akhirat berperang di jalan Allah. Dan barang siapa berperang di jalan Allah, lalu gugur atau memperoleh kemenangan maka akan Kami berikan pahala yang besar kepadanya.

  53. 4:75

    وَمَا لَكُمْ لَا تُقَـٰتِلُونَ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَٱلْمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ ٱلرِّجَالِ وَٱلنِّسَآءِ وَٱلْوِلْدَٰنِ ٱلَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَآ أَخْرِجْنَا مِنْ هَـٰذِهِ ٱلْقَرْيَةِ ٱلظَّالِمِ أَهْلُهَا وَٱجْعَل لَّنَا مِن لَّدُنكَ وَلِيًّا وَٱجْعَل لَّنَا مِن لَّدُنكَ نَصِيرًا

    Wa-maa lakum laa- tuq̣aatiloona fee Sabeelil laahi walmustaḍʻafeena minar rijaali wan-Nisaaaʹi walwildaanil laẓeena yaq̣ooloona Rabbanaaa ʹakhrijnaa min haaẓihil q̣aryatiz̤̣ z̤̣aalimi ʹahluhaa; wajʻal lanaa mil laduñka waliyyañw wajʻal lanaa mil laduñka naṣeeraa!

    Dan mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang yang lemah, baik laki-laki, perempuan maupun anak-anak yang berdoa, "Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini (Mekkah) yang penduduknya zalim. Berilah kami pelindung dari sisi-Mu, dan berilah kami penolong dari sisi-Mu."

  54. 4:76

    ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ يُقَـٰتِلُونَ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ ۖ وَٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ يُقَـٰتِلُونَ فِى سَبِيلِ ٱلطَّـٰغُوتِ فَقَـٰتِلُوٓا۟ أَوْلِيَآءَ ٱلشَّيْطَـٰنِ ۖ إِنَّ كَيْدَ ٱلشَّيْطَـٰنِ كَانَ ضَعِيفًا

    Allaẓeena ʹaamanoo yuq̣aatiloona fee Sabeelil laahi wallaẓeena kafaroo yuq̣aatiloona fee Sabeeliṭ Ṭaag̣ooti faq̣aatilooo ʹawliyaaʹash Shayṭaan: ʹinna kaydash Shayṭaani kaana ḍaʻeefaa.

    Orang-orang yang beriman, mereka berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan Tagut, maka perangilah kawan-kawan setan itu, (karena) sesungguhnya tipu daya setan itu lemah.

  55. 4:77

    أَلَمْ تَرَ إِلَى ٱلَّذِينَ قِيلَ لَهُمْ كُفُّوٓا۟ أَيْدِيَكُمْ وَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ فَلَمَّا كُتِبَ عَلَيْهِمُ ٱلْقِتَالُ إِذَا فَرِيقٌ مِّنْهُمْ يَخْشَوْنَ ٱلنَّاسَ كَخَشْيَةِ ٱللَّهِ أَوْ أَشَدَّ خَشْيَةً ۚ وَقَالُوا۟ رَبَّنَا لِمَ كَتَبْتَ عَلَيْنَا ٱلْقِتَالَ لَوْلَآ أَخَّرْتَنَآ إِلَىٰٓ أَجَلٍ قَرِيبٍ ۗ قُلْ مَتَـٰعُ ٱلدُّنْيَا قَلِيلٌ وَٱلْـَٔاخِرَةُ خَيْرٌ لِّمَنِ ٱتَّقَىٰ وَلَا تُظْلَمُونَ فَتِيلًا

    ʹAlam tara ʹilal laẓeena q̣eela lahum kuffooo ʻaydiyakum wa-ʹaq̣eemuṣ Ṣalaata wa-ʹaatuz Zakaah? Falammaa kutiba ʻalayhimul q̣italu ʹiẓaa fareeq̣um minhum yakhshawnan naasa kakhashyatil laahi ʹaw ʹashadda khashyah: wa-q̣aaloo Rabbana lima katabta ʻalaynal q̣itaal? Law- laaa ʹakhkhartanaaa ʹilaaa ʹajaliñ q̣areeb? Q̣ul mataaʻud dunyaa q̣aleel: wal-ʹAakhiratu khayrul limanit taq̣aa: wa-laa tuz̤̣lamoona fateelaa.

    Tidakkah engkau memperhatikan orang-orang yang dikatakan kepada mereka, "Tahanlah tanganmu (dari berperang), laksanakanlah salat dan tunaikanlah zakat!" Ketika mereka diwajibkan berperang, tiba-tiba sebagian mereka (golongan munafik) takut kepada manusia (musuh), seperti takutnya kepada Allah, bahkan lebih takut (dari itu). Mereka berkata, "Ya Tuhan kami, mengapa Engkau wajibkan berperang kepada kami? Mengapa tidak Engkau tunda (kewajiban berperang) kepada kami beberapa waktu lagi?" Katakanlah, "Kesenangan di dunia ini hanya sedikit dan di akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa dan kamu tidak akan dizalimi sedikit pun."

  56. 4:78

    أَيْنَمَا تَكُونُوا۟ يُدْرِككُّمُ ٱلْمَوْتُ وَلَوْ كُنتُمْ فِى بُرُوجٍ مُّشَيَّدَةٍ ۗ وَإِن تُصِبْهُمْ حَسَنَةٌ يَقُولُوا۟ هَـٰذِهِۦ مِنْ عِندِ ٱللَّهِ ۖ وَإِن تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ يَقُولُوا۟ هَـٰذِهِۦ مِنْ عِندِكَ ۚ قُلْ كُلٌّ مِّنْ عِندِ ٱللَّهِ ۖ فَمَالِ هَـٰٓؤُلَآءِ ٱلْقَوْمِ لَا يَكَادُونَ يَفْقَهُونَ حَدِيثًا

    ʹAynamaa takoonoo yudrikkumul mawtu walaw kuñtum fee buroojim mushayyadah. Wa-ʹiñ tuṣibhum ḥasanatuñy yaq̣ooloo haaẓihee min ʻiñdil laah; wa-ʹiñ tuṣibhum sayyiʹatuñy yaq̣ooloo haaẓihee min ʻiñdik. Q̣ul kullum min ʻiñdil laah. Famaali haaaʹulaaaʹil q̣awmi laa- yakaadoona yafq̣ahoona ḥadees̤aa?

    Dimanapun kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu berada di dalam benteng yang tinggi dan kokoh. Jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan, "Ini dari sisi Allah", dan jika mereka ditimpa suatu keburukan mereka mengatakan, "Ini dari engkau (Muhammad)." Katakanlah, "Semuanya (datang) dari sisi Allah." Maka mengapa orang-orang (munafik) itu hampir-hampir tidak memahami pembicaraan (sedikit pun)?"

  57. 4:79

    مَّآ أَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِنَ ٱللَّهِ ۖ وَمَآ أَصَابَكَ مِن سَيِّئَةٍ فَمِن نَّفْسِكَ ۚ وَأَرْسَلْنَـٰكَ لِلنَّاسِ رَسُولًا ۚ وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ شَهِيدًا

    Maaa ʹaṣaabaka min ḥasanatiñ faminal laah; wa-maaa ʹaṣaabaka miñ sayyiʹatiñ famin nafsik Wa-ʹarsalnaaka linnaasi Rasoolaa. Wa-kafaa billaahi Shaheedaa.

    Kebajikan apa pun yang kamu peroleh, adalah dari sisi Allah, dan keburukan apa pun yang menimpamu, itu dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu (Muhammad) menjadi Rasul kepada (seluruh) manusia. Dan cukuplah Allah yang menjadi saksi.

  58. 4:80

    مَّن يُطِعِ ٱلرَّسُولَ فَقَدْ أَطَاعَ ٱللَّهَ ۖ وَمَن تَوَلَّىٰ فَمَآ أَرْسَلْنَـٰكَ عَلَيْهِمْ حَفِيظًا

    Mañy yuṭiʻir Rasoola faq̣ad ʹaṭaaʻal laah: wa-mañ tawallaa famaaa ʹarsalnaaka ʻalayhim ḥafeez̤̣aa.

    Barang siapa menaati Rasul (Muhammad), maka sesungguhnya dia telah menaati Allah. Dan barang siapa berpaling (dari ketaatan itu), maka (ketahuilah) Kami tidak mengutusmu (Muhammad) untuk menjadi pemelihara mereka.

  59. 4:81

    وَيَقُولُونَ طَاعَةٌ فَإِذَا بَرَزُوا۟ مِنْ عِندِكَ بَيَّتَ طَآئِفَةٌ مِّنْهُمْ غَيْرَ ٱلَّذِى تَقُولُ ۖ وَٱللَّهُ يَكْتُبُ مَا يُبَيِّتُونَ ۖ فَأَعْرِضْ عَنْهُمْ وَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ ۚ وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ وَكِيلًا

    Wa-yaq̣ooloona Ṭaaʻatun faʹiẓaa barazoo min ʻiñdika bayyata ṭaaaʹifatum minhum g̣ayral laẓee taq̣ool. Wallaahu yaktubu maa- yubayyitoon; faʹaʻriḍ ʻanhum wa-tawakkal ʻalal lah: wa-kafaa billaahi Wakeelaa.

    Dan mereka (orang-orang munafik) mengatakan, "(Kami) taat." Tetapi, apabila mereka telah pergi dari sisimu (Muhammad), sebagian dari mereka mengatur siasat di malam hari (mengambil keputusan) lain dari yang telah mereka katakan tadi. Allah mencatat siasat yang mereka atur di malam hari itu, maka berpalinglah dari mereka dan bertawakallah kepada Allah. Cukuplah Allah yang menjadi pelindung.

  60. 4:82

    أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ ٱلْقُرْءَانَ ۚ وَلَوْ كَانَ مِنْ عِندِ غَيْرِ ٱللَّهِ لَوَجَدُوا۟ فِيهِ ٱخْتِلَـٰفًا كَثِيرًا

    ʹAfalaa yatadabbaroonal Q̣urʹaan? Wa-law kaana min ʻiñdi g̣ayril laahi lawajadoo fee-hikh tilaafañ kas̤eeraa

    Maka tidakkah mereka menghayati (mendalami) Al-Qur`an? Sekiranya (Al-Qur`an) itu bukan dari Allah, pastilah mereka menemukan banyak hal yang bertentangan di dalamnya.

  61. 4:83

    وَإِذَا جَآءَهُمْ أَمْرٌ مِّنَ ٱلْأَمْنِ أَوِ ٱلْخَوْفِ أَذَاعُوا۟ بِهِۦ ۖ وَلَوْ رَدُّوهُ إِلَى ٱلرَّسُولِ وَإِلَىٰٓ أُو۟لِى ٱلْأَمْرِ مِنْهُمْ لَعَلِمَهُ ٱلَّذِينَ يَسْتَنۢبِطُونَهُۥ مِنْهُمْ ۗ وَلَوْلَا فَضْلُ ٱللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُۥ لَٱتَّبَعْتُمُ ٱلشَّيْطَـٰنَ إِلَّا قَلِيلًا

    Wa-ʹiẓaa jaaaʹahum ʹamrum minal ʹamni ʹawil khawfi ʹaẓaaʻoo bih. Wa-law raddoohu ʹilar rasooli wa-ʹilaaa ʹulil ʹamri minhum laʻalimahul laẓeena yastambiṭoonahoo minhum. Wa-lawlaa Faḍlul laahi ʻalaykum wa-Raḥmatuhoo lattabaʻtumush Shayṭaana ʹillaa q̣aleelaa.

    Dan apabila sampai kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka (langsung) menyiarkannya. (Padahal) apabila mereka menyerahkannya kepada Rasul dan Ulil Amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya (secara resmi) dari mereka (Rasul dan Ulil Amri). Sekiranya bukan karena karunia dan rahmat Allah kepadamu, tentulah kamu mengikut setan, kecuali sebagian kecil saja (di antara kamu).

  62. 4:84

    فَقَـٰتِلْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ لَا تُكَلَّفُ إِلَّا نَفْسَكَ ۚ وَحَرِّضِ ٱلْمُؤْمِنِينَ ۖ عَسَى ٱللَّهُ أَن يَكُفَّ بَأْسَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ ۚ وَٱللَّهُ أَشَدُّ بَأْسًا وَأَشَدُّ تَنكِيلًا

    Faq̣aatil fee Sabeelil laahi laa- tukallafu ʹillaa nafsaka waḥarriḍil Muʹmineen. ʻAsal laahu ʹañy yakuffa baʹsal laẓeena kafaroo: wallaahu ʹashaddu baʹsañw waʹashaddu tañkeelaa.

    Maka berperanglah engkau (Muhammad) di jalan Allah, engkau tidaklah dibebani melainkan atas dirimu sendiri. Kobarkanlah (semangat) orang-orang beriman (untuk berperang). Mudah-mudahan Allah menolak (mematahkan) serangan orang-orang yang kafir itu. Allah sangat besar kekuatan(-Nya) dan sangat keras siksa(-Nya).

  63. 4:85

    مَّن يَشْفَعْ شَفَـٰعَةً حَسَنَةً يَكُن لَّهُۥ نَصِيبٌ مِّنْهَا ۖ وَمَن يَشْفَعْ شَفَـٰعَةً سَيِّئَةً يَكُن لَّهُۥ كِفْلٌ مِّنْهَا ۗ وَكَانَ ٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ مُّقِيتًا

    Mañy yashfaʻ shafaaʻatan ḥasanatañy yakul lahoo naṣeebum minhaa; wa-mañy yashfaʻ shafaaʻatañ sayyiʹatañy yakul lahoo kiflum minhaa: wa-kaanal laahu ʻalaa kulli shayʹim Muq̣eetaa.

    Barang siapa memberi pertolongan dengan pertolongan yang baik, niscaya dia akan memperoleh bagian (pahala)-nya. Dan barang siapa memberi pertolongan dengan pertolongan yang buruk, niscaya dia akan memikul bagian dari (dosa)nya. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

  64. 4:86

    وَإِذَا حُيِّيتُم بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوا۟ بِأَحْسَنَ مِنْهَآ أَوْ رُدُّوهَآ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ حَسِيبًا

    Wa-ʹiẓaa ḥuyyeetum̃ bitaḥiyatiñ faḥayyoo biʹaḥsana minhaaa ʹaw ruddoohaa. ʹInnal laaha kaana ʻalaa kulli shayʹin Ḥas̤eebaa.

    Dan apabila kamu dihormati dengan suatu (salam) penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik, atau balaslah (penghormatan itu, yang sepadan) dengannya. Sungguh, Allah memperhitungkan segala sesuatu.

  65. 4:87

    ٱللَّهُ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ ۚ لَيَجْمَعَنَّكُمْ إِلَىٰ يَوْمِ ٱلْقِيَـٰمَةِ لَا رَيْبَ فِيهِ ۗ وَمَنْ أَصْدَقُ مِنَ ٱللَّهِ حَدِيثًا

    ʹAllaahu laaa ʹilaaha ʹillaa huwa layajmaʻannakum ʹilaa yawmil Q̣iyaamati laa- rayba feeh. Wa-man ʹaṣdaq̣u minal laahi ḥadees̤aa?

    Allah, tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Dia pasti akan mengumpulkan kamu pada hari Kiamat yang tidak diragukan kejadiannya. Siapakah yang lebih benar perkataan(nya) daripada Allah?

  66. 4:88

    ۞ فَمَا لَكُمْ فِى ٱلْمُنَـٰفِقِينَ فِئَتَيْنِ وَٱللَّهُ أَرْكَسَهُم بِمَا كَسَبُوٓا۟ ۚ أَتُرِيدُونَ أَن تَهْدُوا۟ مَنْ أَضَلَّ ٱللَّهُ ۖ وَمَن يُضْلِلِ ٱللَّهُ فَلَن تَجِدَ لَهُۥ سَبِيلًا

    Famaa lakum fil Munaafiq̣eena fiʹatayni wallaahu ʹarkasahum̃ bimaa kasaboo? ʹAtureedoona ʹañ tahdoo man ʹaḍallal laah? Wa-mañy yuḍlilil laahu falañ tajida lahoo Sabeelaa.

    Maka mengapa kamu (terpecah) menjadi dua golongan dalam (menghadapi) orang-orang munafik, padahal Allah telah mengembalikan mereka (kepada kekafiran), disebabkan usaha mereka sendiri? Apakah kamu bermaksud memberi petunjuk kepada orang yang telah disesatkan oleh Allah? Barang siapa disesatkan oleh Allah, kamu tidak akan mendapatkan jalan (untuk memberi petunjuk) baginya.

  67. 4:89

    وَدُّوا۟ لَوْ تَكْفُرُونَ كَمَا كَفَرُوا۟ فَتَكُونُونَ سَوَآءً ۖ فَلَا تَتَّخِذُوا۟ مِنْهُمْ أَوْلِيَآءَ حَتَّىٰ يُهَاجِرُوا۟ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ ۚ فَإِن تَوَلَّوْا۟ فَخُذُوهُمْ وَٱقْتُلُوهُمْ حَيْثُ وَجَدتُّمُوهُمْ ۖ وَلَا تَتَّخِذُوا۟ مِنْهُمْ وَلِيًّا وَلَا نَصِيرًا

    Waddoo law takfuroona kamaa kafaroo fatakoonoona sawaaaʹa; falaa tattakhiẓoo minhum ʹawliyaaaʹa ḥattaa yuhaajiroo fee sabeelil laah; faʹiñ tawallaw fakhuẓoohum waq̣tuloohum ḥays̤u wajattumoohum; wa-laa tattakhiẓoo minhum waliyyañw walaa naṣeeraa:

    Mereka ingin agar kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, sehingga kamu menjadi sama (dengan mereka). Janganlah kamu jadikan dari antara mereka sebagai teman-teman(mu), sebelum mereka berpindah pada jalan Allah. Apabila mereka berpaling, maka tawanlah mereka dan bunuhlah mereka di manapun mereka kamu temukan, dan janganlah kamu jadikan seorang pun di antara mereka sebagai teman setia dan penolong,

  68. 4:90

    إِلَّا ٱلَّذِينَ يَصِلُونَ إِلَىٰ قَوْمٍۭ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُم مِّيثَـٰقٌ أَوْ جَآءُوكُمْ حَصِرَتْ صُدُورُهُمْ أَن يُقَـٰتِلُوكُمْ أَوْ يُقَـٰتِلُوا۟ قَوْمَهُمْ ۚ وَلَوْ شَآءَ ٱللَّهُ لَسَلَّطَهُمْ عَلَيْكُمْ فَلَقَـٰتَلُوكُمْ ۚ فَإِنِ ٱعْتَزَلُوكُمْ فَلَمْ يُقَـٰتِلُوكُمْ وَأَلْقَوْا۟ إِلَيْكُمُ ٱلسَّلَمَ فَمَا جَعَلَ ٱللَّهُ لَكُمْ عَلَيْهِمْ سَبِيلًا

    ʹIllal laẓeena yaṣiloona ʹilaa q̣awmim baynakum wa-baynahum mees̤aaq̣un ʹaw jaaaʹookum ḥaṣirat ṣudooruhum ʹañy yuq̣aatilookum ʹaw yuq̣aatiloo q̣awmahum. Wa-law shaaaʹal laahu lasallaṭahum ʹalaykum falaq̣aatalookum Faʹiniʻ tazalookum falam yuq̣aatilookum wa-ʹalq̣aw ʹilaykumus salama famaa jaʻalal laahu lakum ʻalayhim sabeelaa.

    kecuali orang-orang yang meminta perlindungan kepada sesuatu kaum, yang antara kamu dan kaum itu telah ada perjanjian (damai) atau orang yang datang kepadamu sedang hati mereka merasa keberatan untuk memerangi kamu atau memerangi kaumnya. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya diberikan-Nya kekuasaan kepada mereka (dalam) menghadapi kamu, maka pastilah mereka memerangimu. Tetapi jika mereka membiarkan kamu, dan tidak memerangimu serta menawarkan perdamaian kepadamu (menyerah) maka Allah tidak memberi jalan bagimu (untuk menawan dan membunuh) mereka.

  69. 4:91

    سَتَجِدُونَ ءَاخَرِينَ يُرِيدُونَ أَن يَأْمَنُوكُمْ وَيَأْمَنُوا۟ قَوْمَهُمْ كُلَّ مَا رُدُّوٓا۟ إِلَى ٱلْفِتْنَةِ أُرْكِسُوا۟ فِيهَا ۚ فَإِن لَّمْ يَعْتَزِلُوكُمْ وَيُلْقُوٓا۟ إِلَيْكُمُ ٱلسَّلَمَ وَيَكُفُّوٓا۟ أَيْدِيَهُمْ فَخُذُوهُمْ وَٱقْتُلُوهُمْ حَيْثُ ثَقِفْتُمُوهُمْ ۚ وَأُو۟لَـٰٓئِكُمْ جَعَلْنَا لَكُمْ عَلَيْهِمْ سُلْطَـٰنًا مُّبِينًا

    Satajidoona ʹaakhareena yureedoona ʹañy yaʹmanookum wa-yaʹmanoo q̣awmahum: kulla maa- ruddooo ʹilal fitnati ʹurkisoo feehaa: faʹil lam yaʻtazilookum wa-yulq̣ooo ʹilaykumus salama wa-yakuffooo ʹaydiyahum fakhuẓoohum waq̣tuloohum ḥays̤u s̤aq̣iftumoohum: wa-ʹulaaaʹikum jaʻalnaa lakum ʻalayhim sulṭaanam mubeenaa.

    Kelak akan kamu dapati (golongan-golongan) yang lain, yang menginginkan agar mereka hidup aman bersamamu dan aman (pula) bersama kaumnya. Setiap kali mereka diajak kembali kepada fitnah (syirik), mereka pun terjun ke dalamnya. Karena itu jika mereka tidak membiarkan kamu dan tidak mau menawarkan perdamaian kepadamu, serta tidak menahan tangan mereka (dari memerangimu), maka tawanlah mereka dan bunuhlah mereka dimana saja kamu temui, dan merekalah orang yang Kami berikan kepadamu alasan yang nyata (untuk memerangi, menawan dan membunuh) mereka.

  70. 4:92

    وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ أَن يَقْتُلَ مُؤْمِنًا إِلَّا خَطَـًٔا ۚ وَمَن قَتَلَ مُؤْمِنًا خَطَـًٔا فَتَحْرِيرُ رَقَبَةٍ مُّؤْمِنَةٍ وَدِيَةٌ مُّسَلَّمَةٌ إِلَىٰٓ أَهْلِهِۦٓ إِلَّآ أَن يَصَّدَّقُوا۟ ۚ فَإِن كَانَ مِن قَوْمٍ عَدُوٍّ لَّكُمْ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَتَحْرِيرُ رَقَبَةٍ مُّؤْمِنَةٍ ۖ وَإِن كَانَ مِن قَوْمٍۭ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُم مِّيثَـٰقٌ فَدِيَةٌ مُّسَلَّمَةٌ إِلَىٰٓ أَهْلِهِۦ وَتَحْرِيرُ رَقَبَةٍ مُّؤْمِنَةٍ ۖ فَمَن لَّمْ يَجِدْ فَصِيَامُ شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ تَوْبَةً مِّنَ ٱللَّهِ ۗ وَكَانَ ٱللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا

    Wa-maa kaana limuʹminin ʹañy yaq̣tula Muʹminan ʹillaa khaṭaʹaa. Wa-mañ q̣atala Muʹminan khaṭaʹañ fataḥreeru raq̣abatim Muʹminatiñw wadiyatum musallamatun ʹilaaa ʹahliheee ʹillaaa ʹañy yaṣṣaddaq̣oo. Faʹiñ kaana miñ q̣awmin ʻaduwwil lakum wa-huwa Muʹminuñ fataḥreeru raq̣abatim Muʹminah. Wa-ʹiñ kaana miñ q̣awmim baynakum wa-baynahum mees̤aaq̣uñ fadiyatum musallamatun ʹilaaa ʹahlihee wa-taḥreeru raq̣abatim Muʹminah. Famal lam yajid fa-Ṣiyaamu Shahrayni mutataabiʻayn: tawbatam minal laah: wa-kaanal laahu ʻaleeman Ḥakeemaa.

    Dan tidak patut bagi seorang yang beriman membunuh seorang yang beriman (yang lain), kecuali karena kesalahan (tidak sengaja). Barang siapa membunuh seorang yang beriman karena kesalahan (hendaklah) dia memerdekakan seorang hamba sahaya yang beriman serta (membayar) tebusan yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh itu), kecuali jika mereka (keluarga terbunuh) membebaskan pembayaran. Jika dia (si terbunuh) dari kaum yang memusuhimu, padahal dia orang beriman, maka (hendaklah si pembunuh) memerdekakan hamba sahaya yang beriman. Dan jika dia (si terbunuh) dari kaum (kafir) yang ada perjanjian (damai) antara mereka dengan kamu, maka (hendaklah si pembunuh) membayar tebusan yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh) serta memerdekakan hamba sahaya yang beriman. Barang siapa tidak mendapatkan (hamba sahaya), maka hendaklah dia (si pembunuh) berpuasa dua bulan berturut-turut sebagai tobat kepada Allah. Dan Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.

  71. 4:93

    وَمَن يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُّتَعَمِّدًا فَجَزَآؤُهُۥ جَهَنَّمُ خَـٰلِدًا فِيهَا وَغَضِبَ ٱللَّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُۥ وَأَعَدَّ لَهُۥ عَذَابًا عَظِيمًا

    Wa-mañy yaq̣tul Muʹminam mutaʻammidañ fajazaaaʹuhoo Jahannamu khaalidañ feehaa wa-g̣aḍibal laahu ʻalayhi wa-laʻanahoo wa-ʹaʻadda lahoo ʻaẓaaban ʻa-Z̤̣eemaa.

    Dan barang siapa membunuh seorang yang beriman dengan sengaja, maka balasannya ialah neraka Jahanam, dia kekal di dalamnya. Allah murka kepadanya, dan melaknatnya serta menyediakan azab yang besar baginya.

  72. 4:94

    يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا ضَرَبْتُمْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ فَتَبَيَّنُوا۟ وَلَا تَقُولُوا۟ لِمَنْ أَلْقَىٰٓ إِلَيْكُمُ ٱلسَّلَـٰمَ لَسْتَ مُؤْمِنًا تَبْتَغُونَ عَرَضَ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا فَعِندَ ٱللَّهِ مَغَانِمُ كَثِيرَةٌ ۚ كَذَٰلِكَ كُنتُم مِّن قَبْلُ فَمَنَّ ٱللَّهُ عَلَيْكُمْ فَتَبَيَّنُوٓا۟ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا

    Yaaaʹayyuhal laẓeena ʹaamanooo ʹiẓaa ḍarabtum fee Sabeelil laahi fatabayyanoo wa-laa taq̣ooloo liman ʹalq̣aaa ʹilaykumus salaama lasta Muʹminaa! tabtag̣oona ʻaraḍal ḥayaatid dunyaa: faʻiñdal laahi mag̣aanimu kas̤eerah. Kaẓaalika kuñtum miñ q̣ablu famannal laahu ʻalaykum fatabayyanoo. ʹInnal laaha kaana bimaa taʻmaloona Khabeeraa.

    Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu pergi (berperang) di jalan Allah, maka telitilah (carilah keterangan) dan janganlah kamu mengatakan kepada orang yang mengucapkan "salam" kepadamu, "Kamu bukan seorang yang beriman", (lalu kamu membunuhnya), dengan maksud mencari harta benda kehidupan dunia, padahal di sisi Allah ada harta yang banyak. Begitu jugalah keadaan kamu dahulu, lalu Allah memberikan nikmat-Nya kepadamu, maka telitilah! Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.

  73. 4:95

    لَّا يَسْتَوِى ٱلْقَـٰعِدُونَ مِنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ غَيْرُ أُو۟لِى ٱلضَّرَرِ وَٱلْمُجَـٰهِدُونَ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ بِأَمْوَٰلِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ ۚ فَضَّلَ ٱللَّهُ ٱلْمُجَـٰهِدِينَ بِأَمْوَٰلِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ عَلَى ٱلْقَـٰعِدِينَ دَرَجَةً ۚ وَكُلًّا وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلْحُسْنَىٰ ۚ وَفَضَّلَ ٱللَّهُ ٱلْمُجَـٰهِدِينَ عَلَى ٱلْقَـٰعِدِينَ أَجْرًا عَظِيمًا

    Laa- yastawil q̣aaʻidoona minal Muʹmineena g̣ayru ʹuliḍ ḍarari wal-Mujaahidoona fee Sabeelil laahi biʹamwaalihim wa-ʹañfusihim. Faḍḍalal laahul Mujaahideena biamwaalihim wa-ʹañfusihim ʻalal q̣aaʻideena darajah wa-kullañw waʻdal laahul ḥusnaa: wa-faḍḍalal laahul Mujaahideena ʻalal q̣aaʻideena ʹajran ʻaz̤̣eemaa;―

    Tidaklah sama antara orang beriman yang duduk (yang tidak turut berperang) tanpa mempunyai uzur (halangan) dengan orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwanya. Allah melebihkan derajat orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk (tidak ikut berperang tanpa halangan). Kepada masing-masing, Allah menjanjikan (pahala) yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar,

  74. 4:96

    دَرَجَـٰتٍ مِّنْهُ وَمَغْفِرَةً وَرَحْمَةً ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا

    Darajaatim minhu wa-mag̣firatañw waraḥmah. Wa-kaanal laahu G̣afoorar Raḥeemaa.

    (yaitu) beberapa derajat dari pada-Nya, serta ampunan dan rahmat. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

  75. 4:97

    إِنَّ ٱلَّذِينَ تَوَفَّىٰهُمُ ٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ ظَالِمِىٓ أَنفُسِهِمْ قَالُوا۟ فِيمَ كُنتُمْ ۖ قَالُوا۟ كُنَّا مُسْتَضْعَفِينَ فِى ٱلْأَرْضِ ۚ قَالُوٓا۟ أَلَمْ تَكُنْ أَرْضُ ٱللَّهِ وَٰسِعَةً فَتُهَاجِرُوا۟ فِيهَا ۚ فَأُو۟لَـٰٓئِكَ مَأْوَىٰهُمْ جَهَنَّمُ ۖ وَسَآءَتْ مَصِيرًا

    ʹInnal laẓeena tawaffaahumul malaaaʹikatu z̤̣aalimeee ʹañfusihim q̣aaloo feema kuñtum: Q̣aaloo kunnaa mustaḍʻafeena fil ʹarḍ. Q̣aalooo ʹalam takun ʹarḍul laahi waasiʻatañ fatuhaajiroo feehaa? Faʹulaaaika maʹwaahum Jahannam, Wasaaaʹat maṣeeraa:

    Sesungguhnya orang-orang yang dicabut nyawanya oleh malaikat dalam keadaan menzalimi sendiri, mereka (para malaikat) bertanya, "Bagaimana kamu ini?" Mereka menjawab, "Kami orang-orang yang tertindas di bumi (Mekkah)." Mereka (para malaikat) bertanya, "Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah (berpindah-pindah) di bumi itu?" Maka orang-orang itu tempatnya di neraka Jahanam, dan (Jahanam) itu seburuk-buruk tempat kembali,

  76. 4:98

    إِلَّا ٱلْمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ ٱلرِّجَالِ وَٱلنِّسَآءِ وَٱلْوِلْدَٰنِ لَا يَسْتَطِيعُونَ حِيلَةً وَلَا يَهْتَدُونَ سَبِيلًا

    ʹIllal mustaḍʻafeena minar rijaali wannisaaaʹi walwildaani laa- yastaṭeeʻoona ḥeelatañw walaa yahtadoona sabeelaa.

    Kecuali mereka yang tertindas baik laki-laki atau perempuan dan anak-anak yang tidak berdaya dan tidak mengetahui jalan (untuk berhijrah),

  77. 4:99

    فَأُو۟لَـٰٓئِكَ عَسَى ٱللَّهُ أَن يَعْفُوَ عَنْهُمْ ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ عَفُوًّا غَفُورًا

    Faʹulaaaʹika ʻasal laahu ʹañy yaʻfuwa ʻanhum: wa-kaanal laahu ʻAfuwwan G̣afooraa.

    maka mereka itu, mudah-mudahan Allah memaafkannya. Allah Maha Pemaaf, Maha Pengampun.

  78. 4:100

    ۞ وَمَن يُهَاجِرْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ يَجِدْ فِى ٱلْأَرْضِ مُرَٰغَمًا كَثِيرًا وَسَعَةً ۚ وَمَن يَخْرُجْ مِنۢ بَيْتِهِۦ مُهَاجِرًا إِلَى ٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ ثُمَّ يُدْرِكْهُ ٱلْمَوْتُ فَقَدْ وَقَعَ أَجْرُهُۥ عَلَى ٱللَّهِ ۗ وَكَانَ ٱللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا

    Wa-mañy yuhaajir fee Sabeelil laahi yajid fil ʹarḍi muraag̣amañ kas̤eerañw wasaʻah. wa-mañy yakhruj mim baytihee muhaajiran ʹilal laahi wa-Rasoolihee s̤umma yudrikhul mawtu faq̣ad waq̣aʻa ajruhoo ʻalal laah: wa-kaanal laahu G̣afoorar Raḥeemaa.

    Dan barang siapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka akan mendapatkan di bumi ini tempat hijrah yang luas dan (rezeki) yang banyak. Barang siapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh, pahalanya telah ditetapkan di sisi Allah. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

  79. 4:101

    وَإِذَا ضَرَبْتُمْ فِى ٱلْأَرْضِ فَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَن تَقْصُرُوا۟ مِنَ ٱلصَّلَوٰةِ إِنْ خِفْتُمْ أَن يَفْتِنَكُمُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓا۟ ۚ إِنَّ ٱلْكَـٰفِرِينَ كَانُوا۟ لَكُمْ عَدُوًّا مُّبِينًا

    Wa-ʹiẓaa ḍarabtum fil ʹarḍi fallaysa ʻalaykum junaaḥun ʹañ taq̣ṣuroo minaṣ Ṣalaati ʹin khiftum ʹañy yaftinakumul laẓeena kafaroo: ʹinnal kaafireena kaanoo lakum ʻaduwwam mubeenaa.

    Dan apabila kamu bepergian di bumi, maka tidaklah berdosa kamu meng-qasar salat, jika kamu takut diserang orang kafir. Sesungguhnya orang kafir itu adalah musuh yang nyata bagimu.

  80. 4:102

    وَإِذَا كُنتَ فِيهِمْ فَأَقَمْتَ لَهُمُ ٱلصَّلَوٰةَ فَلْتَقُمْ طَآئِفَةٌ مِّنْهُم مَّعَكَ وَلْيَأْخُذُوٓا۟ أَسْلِحَتَهُمْ فَإِذَا سَجَدُوا۟ فَلْيَكُونُوا۟ مِن وَرَآئِكُمْ وَلْتَأْتِ طَآئِفَةٌ أُخْرَىٰ لَمْ يُصَلُّوا۟ فَلْيُصَلُّوا۟ مَعَكَ وَلْيَأْخُذُوا۟ حِذْرَهُمْ وَأَسْلِحَتَهُمْ ۗ وَدَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ لَوْ تَغْفُلُونَ عَنْ أَسْلِحَتِكُمْ وَأَمْتِعَتِكُمْ فَيَمِيلُونَ عَلَيْكُم مَّيْلَةً وَٰحِدَةً ۚ وَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ إِن كَانَ بِكُمْ أَذًى مِّن مَّطَرٍ أَوْ كُنتُم مَّرْضَىٰٓ أَن تَضَعُوٓا۟ أَسْلِحَتَكُمْ ۖ وَخُذُوا۟ حِذْرَكُمْ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ أَعَدَّ لِلْكَـٰفِرِينَ عَذَابًا مُّهِينًا

    Wa-ʹiẓaa kuñta feehim faʹaq̣amta lahumuṣ Ṣalaata faltaq̣um ṭaaaʹifatum minhum maʻaka wal-yaʹkhuẓooo ʹasliḥatahum: faʹiẓaa sajadoo fal-yakoonoo miñw waraaaʹikum. Wal-taʹti ṭaaaʹifatun ʹukhraa lam yuṣalloo falyuṣalloo maʻaka wal-yaʹkhuẓoo ḥiẓrahum wa-ʹasliḥatahum. Waddal laẓeena kafaroo law tag̣fuloona ʻan ʹasliḥatikum wa-ʹamtiʻatikum fayameeloona ʻalaykum maylatañw waaḥidah. Wa-laa junaaḥa ʻalaykum ʹiñ kaana bikum ʹaẓam mim maṭarin ʹaw kuñtum marḍaaa ʹañ taḍaʻooo ʹasliḥatakum: wa-khuẓoo ḥiẓrakum. ʹInnal laaha ʹaʻadda lilkaafireena ʻaẓaabam muheenaa.

    Dan apabila engkau (Muhammad) berada di tengah-tengah mereka (sahabatmu) lalu engkau hendak melaksanakan salat bersama-sama mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (salat) bersamamu dan menyandang senjata mereka, kemudian apabila mereka (yang salat bersamamu) sujud (telah menyempurnakan satu rakaat), maka hendaklah mereka pindah dari belakangmu (untuk menghadapi musuh) dan hendaklah datang golongan yang lain yang belum salat, lalu mereka salat denganmu, dan hendaklah mereka bersiap siaga dan menyandang senjata mereka. Orang-orang kafir ingin agar kamu lengah terhadap senjatamu dan harta bendamu, lalu mereka menyerbu kamu sekaligus. Dan tidak mengapa kamu meletakkan senjata-senjatamu, jika kamu mendapat suatu kesusahan karena hujan atau karena kamu sakit, dan bersiapsiagalah kamu. Sungguh, Allah telah menyediakan azab yang menghinakan bagi orang-orang kafir.

  81. 4:103

    فَإِذَا قَضَيْتُمُ ٱلصَّلَوٰةَ فَٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ قِيَـٰمًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِكُمْ ۚ فَإِذَا ٱطْمَأْنَنتُمْ فَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ ۚ إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ كَانَتْ عَلَى ٱلْمُؤْمِنِينَ كِتَـٰبًا مَّوْقُوتًا

    Faʹiẓaa q̣aḍaytumuṣ Ṣalaata faẓkurul laaha q̣iyaamañw waq̣uʻoodañw waʻalaa junoobikum. Faʹiẓaṭ maʹnañtum faʹaq̣eemuṣ Ṣalaah: ʹinnaṣ Ṣalaata kanat ʻalal Muʹmineena kitaabam mawq̣ootaa.

    Selanjutnya, apabila kamu telah menyelesaikan salat(mu), ingatlah Allah ketika kamu berdiri, pada waktu duduk dan ketika berbaring. Kemudian, apabila kamu telah merasa aman, maka laksanakanlah salat itu (sebagaimana biasa). Sungguh, salat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya bagi orang-orang yang beriman.

  82. 4:104

    وَلَا تَهِنُوا۟ فِى ٱبْتِغَآءِ ٱلْقَوْمِ ۖ إِن تَكُونُوا۟ تَأْلَمُونَ فَإِنَّهُمْ يَأْلَمُونَ كَمَا تَأْلَمُونَ ۖ وَتَرْجُونَ مِنَ ٱللَّهِ مَا لَا يَرْجُونَ ۗ وَكَانَ ٱللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا

    Wa-laa tahinoo fib tig̣aaaʹil q̣awm ʹIñ takoonoo taʹlamoona faʹinnahum yaʹlamoona kamaa taʹlamoon; wa-tarjoona minal laahi maa laa- yar-joon. Wa-kaanal laahu ʻAleeman Ḥakeemaa.

    Dan janganlah kamu berhati lemah dalam mengejar mereka (musuhmu). Jika kamu menderita kesakitan, maka ketahuilah mereka pun menderita kesakitan (pula), sebagaimana kamu rasakan, sedang kamu masih dapat mengharapkan dari Allah apa yang tidak dapat mereka harapkan. Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.

  83. 4:105

    إِنَّآ أَنزَلْنَآ إِلَيْكَ ٱلْكِتَـٰبَ بِٱلْحَقِّ لِتَحْكُمَ بَيْنَ ٱلنَّاسِ بِمَآ أَرَىٰكَ ٱللَّهُ ۚ وَلَا تَكُن لِّلْخَآئِنِينَ خَصِيمًا

    ʹInnaaa ʹañzalnaaa ʹilaykal Kitaaba bilḥaq̣q̣i litaḥkuma baynan naasi bimaaa ʹaraakal laah: Wa-laa takul lilkhaaaʹineena khaṣeemaa;

    Sungguh, Kami telah menurunkan Kitab (Al-Qur`an) kepadamu (Muhammad) membawa kebenaran, agar engkau mengadili antara manusia dengan apa yang telah diajarkan Allah kepadamu, dan janganlah engkau menjadi penentang (orang yang tidak bersalah), karena (membela) orang yang berkhianat,

  84. 4:106

    وَٱسْتَغْفِرِ ٱللَّهَ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ غَفُورًا رَّحِيمًا

    Wastag̣firil laah; innal laaha kaana G̣afoorar Raḥeemaa.

    dan mohonkanlah ampunan kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

  85. 4:107

    وَلَا تُجَـٰدِلْ عَنِ ٱلَّذِينَ يَخْتَانُونَ أَنفُسَهُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ مَن كَانَ خَوَّانًا أَثِيمًا

    Wa-laa tujaadil ʻanil laẓeena yakhtaanoona ʹañfusahum: ʹinnal laaha laa- yuḥibboo mañ kaana khawwaanan ʹas̤eemaa;

    Dan janganlah kamu berdebat untuk (membela) orang-orang yang mengkhianati dirinya. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang selalu berkhianat dan bergelimang dosa,

  86. 4:108

    يَسْتَخْفُونَ مِنَ ٱلنَّاسِ وَلَا يَسْتَخْفُونَ مِنَ ٱللَّهِ وَهُوَ مَعَهُمْ إِذْ يُبَيِّتُونَ مَا لَا يَرْضَىٰ مِنَ ٱلْقَوْلِ ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ بِمَا يَعْمَلُونَ مُحِيطًا

    Yastakhfoona minan naasi wa-laa yastakhfoona minal laahi wa-Huwa maʻahum ʹiẓ yubayyitoona maa laa- yarḍaa minal q̣awl: wa-kaanal laahu bimaa yaʻmaloona Muḥeeṭaa.

    mereka dapat bersembunyi dari manusia, tetapi mereka tidak dapat bersembunyi dari Allah, karena Allah bersama mereka, ketika pada suatu malam mereka menetapkan keputusan rahasia yang tidak diridai-Nya. Dan Allah Maha Meliputi terhadap apa yang mereka kerjakan.

  87. 4:109

    هَـٰٓأَنتُمْ هَـٰٓؤُلَآءِ جَـٰدَلْتُمْ عَنْهُمْ فِى ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا فَمَن يُجَـٰدِلُ ٱللَّهَ عَنْهُمْ يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ أَم مَّن يَكُونُ عَلَيْهِمْ وَكِيلًا

    Haaaʹañtum haaaʹulaaaʹi jaadaltum ʻanhum fil ḥayaatid dunyaa. Famañy yujaadilul laaha ʻanhum Yawmal Q̣iyaamati ʹam mañy yakoonu ʻalayhim wakeelaa?

    Itulah kamu! Kamu berdebat untuk (membela) mereka dalam kehidupan dunia ini, tetapi siapa yang akan menentang Allah untuk (membela) mereka pada hari Kiamat? Atau siapakah yang menjadi pelindung mereka (terhadap azab Allah)?

  88. 4:110

    وَمَن يَعْمَلْ سُوٓءًا أَوْ يَظْلِمْ نَفْسَهُۥ ثُمَّ يَسْتَغْفِرِ ٱللَّهَ يَجِدِ ٱللَّهَ غَفُورًا رَّحِيمًا

    Wa-mañy yaʻmal soooʹan ʹaw yaz̤̣lim nafsahoo s̤umma yastag̣firil laaha yajidil laaha G̣afoorar Raḥeemaa.

    Dan barang siapa berbuat kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian dia memohon ampunan kepada Allah, niscaya dia akan mendapatkan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

  89. 4:111

    وَمَن يَكْسِبْ إِثْمًا فَإِنَّمَا يَكْسِبُهُۥ عَلَىٰ نَفْسِهِۦ ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا

    Wa-mañy yaksib is̤mañ faʹinnamaa yaksibuhoo ʻalaa nafsih: wa-kaanal laahu ʻAleeman Ḥakeemaa.

    Dan barang siapa berbuat dosa, maka sesungguhnya dia mengerjakannya untuk (kesulitan) dirinya sendiri. Dan Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.

  90. 4:112

    وَمَن يَكْسِبْ خَطِيٓـَٔةً أَوْ إِثْمًا ثُمَّ يَرْمِ بِهِۦ بَرِيٓـًٔا فَقَدِ ٱحْتَمَلَ بُهْتَـٰنًا وَإِثْمًا مُّبِينًا

    Wa-mañy yaksib khaṭeeeʹatan ʹaw ʹis̤mañ s̤ummaa yarmi bihee bareeeʹañ faq̣adiḥ tamala buhtaanañw waʹis̤mam mubeenaa.

    Dan barang siapa berbuat kesalahan atau dosa, kemudian dia tuduhkan kepada orang yang tidak bersalah, maka sungguh, dia telah memikul suatu kebohongan dan dosa yang nyata.

  91. 4:113

    وَلَوْلَا فَضْلُ ٱللَّهِ عَلَيْكَ وَرَحْمَتُهُۥ لَهَمَّت طَّآئِفَةٌ مِّنْهُمْ أَن يُضِلُّوكَ وَمَا يُضِلُّونَ إِلَّآ أَنفُسَهُمْ ۖ وَمَا يَضُرُّونَكَ مِن شَىْءٍ ۚ وَأَنزَلَ ٱللَّهُ عَلَيْكَ ٱلْكِتَـٰبَ وَٱلْحِكْمَةَ وَعَلَّمَكَ مَا لَمْ تَكُن تَعْلَمُ ۚ وَكَانَ فَضْلُ ٱللَّهِ عَلَيْكَ عَظِيمًا

    Wa-lawlaa faḍlul laahi ʻalayka wa-Raḥmatuhoo lahammaṭ ṭaaaʹifatum minhum ʹañy yuḍillook. Wa-maa yuḍilloona ʹillaaa ʹañfusahum; wa-maa yaḍurroonaka miñ shayʹ. Wa-ʹañzalal laahu ʻalaykal Kitaaba wal-Ḥikmata waʻallamaka maa- lam takuñ taʻlam: wa-kaana faḍlul laahi ʻalayka ʻaz̤̣eemaa.

    Dan kalau bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu (Muhammad), tentulah segolongan dari mereka berkeinginan keras untuk menyesatkanmu. Tetapi mereka hanya menyesatkan dirinya sendiri, dan tidak membahayakanmu sedikit pun. Dan (juga karena) Allah telah menurunkan Kitab (Al-Qur`an) dan Hikmah (Sunah) kepadamu, dan telah mengajarkan kepadamu apa yang belum engkau ketahui. Karunia Allah yang dilimpahkan kepadamu itu sangat besar.

  92. 4:114

    ۞ لَّا خَيْرَ فِى كَثِيرٍ مِّن نَّجْوَىٰهُمْ إِلَّا مَنْ أَمَرَ بِصَدَقَةٍ أَوْ مَعْرُوفٍ أَوْ إِصْلَـٰحٍۭ بَيْنَ ٱلنَّاسِ ۚ وَمَن يَفْعَلْ ذَٰلِكَ ٱبْتِغَآءَ مَرْضَاتِ ٱللَّهِ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا

    Laa- khayra fee kas̤eerim min najwaahum ʹillaa man ʹamara biṣadaq̣atin ʹaw maʻroofin ʹaw ʹiṣlaahim baynan naas. Wa-mañy yafʻal ẓaalikab tig̣aaaʹa marḍaatil laahi fasawfa nuʹteehi ʹajran ʻaz̤̣eemaa.

    Tidak ada kebaikan dari banyak pembicaraan rahasia mereka, kecuali pembicaraan rahasia dari orang yang menyuruh (orang) bersedekah, atau berbuat kebaikan, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Barang siapa berbuat demikian karena mencari keridaan Allah, maka kelak Kami akan memberinya pahala yang besar.

  93. 4:115

    وَمَن يُشَاقِقِ ٱلرَّسُولَ مِنۢ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ ٱلْهُدَىٰ وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ ٱلْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِۦ مَا تَوَلَّىٰ وَنُصْلِهِۦ جَهَنَّمَ ۖ وَسَآءَتْ مَصِيرًا

    Wa-mañy yushaaq̣iq̣ir Rasoola mim baʹdi maa- tabayyana lahul hudaa wa-yattabiʻ g̣ayra sabeelil Muʹmineena nuwallihee maa- tawallaa wa-nuṣlihee Jahannam: wa-saaaʹat maṣeeraa!

    Dan barang siapa menentang Rasul (Muhammad) setelah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan dia dalam kesesatan yang telah dilakukannya itu dan akan Kami masukkan dia ke dalam neraka Jahanam, dan itu seburuk-buruk tempat kembali.

  94. 4:116

    إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِۦ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَن يَشَآءُ ۚ وَمَن يُشْرِكْ بِٱللَّهِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَـٰلًۢا بَعِيدًا

    ʹInnal laaha laa- yag̣firu ʹañy yushraka bihee wayag̣firu maa- doona ẓaalika limañy yashaaaʹ. Wa-mañy yushrik billaahi faq̣ad ḍalla ḍalaalam baʻeedaa.

    Allah tidak akan mengampuni dosa syirik (mempersekutukan Allah dengan sesuatu), dan Dia mengampuni dosa selain itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan barang siapa mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sungguh, dia telah tersesat jauh sekali.

  95. 4:117

    إِن يَدْعُونَ مِن دُونِهِۦٓ إِلَّآ إِنَـٰثًا وَإِن يَدْعُونَ إِلَّا شَيْطَـٰنًا مَّرِيدًا

    ʹIñy yadʻoona miñ doonihee ʹillaaa ʹinaas̤aa: wa-ʹiñy yadʻoona ʹillaa Shayṭaanam mareedaa.

    Yang mereka sembah selain Allah itu tidak lain hanyalah ināṡan (berhala), dan mereka tidak lain hanyalah menyembah setan yang durhaka,

  96. 4:118

    لَّعَنَهُ ٱللَّهُ ۘ وَقَالَ لَأَتَّخِذَنَّ مِنْ عِبَادِكَ نَصِيبًا مَّفْرُوضًا

    Laʻanahul laah. Wa-q̣aala laʹattakhiẓanna min ʻibaadika naṣeebam mafrooḍaa;

    yang dilaknati Allah, dan (setan) itu mengatakan, "Aku pasti akan mengambil bagian tertentu dari hamba-hamba-Mu,

  97. 4:119

    وَلَأُضِلَّنَّهُمْ وَلَأُمَنِّيَنَّهُمْ وَلَـَٔامُرَنَّهُمْ فَلَيُبَتِّكُنَّ ءَاذَانَ ٱلْأَنْعَـٰمِ وَلَـَٔامُرَنَّهُمْ فَلَيُغَيِّرُنَّ خَلْقَ ٱللَّهِ ۚ وَمَن يَتَّخِذِ ٱلشَّيْطَـٰنَ وَلِيًّا مِّن دُونِ ٱللَّهِ فَقَدْ خَسِرَ خُسْرَانًا مُّبِينًا

    Wa-laʹuḍillannahum wa-laʹumanni-yannahum wa-la-aamurannahum falayubattikunna ʹaaẓaanal ʹanʻaami wa-laʹaamurannahum falayug̣ayeerunna khalq̣al laah. Wa-mañy yattakhiẓish Shayṭaana waliyyam miñ doonil laahi faq̣ad khasira khusraanam mubeenaa.

    dan pasti akan kusesatkan mereka, dan akan kubangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan akan kusuruh mereka memotong telinga-telinga binatang ternak, (lalu mereka benar-benar memotongnya), dan akan aku suruh mereka mengubah ciptaan Allah, (lalu mereka benar-benar mengubahnya)." Barang siapa menjadikan setan sebagai pelindung selain Allah, maka sungguh, dia menderita kerugian yang nyata.

  98. 4:120

    يَعِدُهُمْ وَيُمَنِّيهِمْ ۖ وَمَا يَعِدُهُمُ ٱلشَّيْطَـٰنُ إِلَّا غُرُورًا

    Yaʻiduhum wa-yuman-neehim; wa-maa yaʻiduhumush Shayṭaanu ʹillaa g̣urooraa.

    (Setan itu) memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal setan itu hanya menjanjikan tipuan belaka kepada mereka.

  99. 4:121

    أُو۟لَـٰٓئِكَ مَأْوَىٰهُمْ جَهَنَّمُ وَلَا يَجِدُونَ عَنْهَا مَحِيصًا

    ʹUlaaaʹika maʹwaahum jahannamu wa-laa yajidoona ʻanhaa maḥeeṣaa.

    Mereka (yang tertipu) itu tempatnya di neraka Jahanam dan mereka tidak akan mendapat tempat (lain untuk) lari darinya.

  100. 4:122

    وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ سَنُدْخِلُهُمْ جَنَّـٰتٍ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَـٰرُ خَـٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدًا ۖ وَعْدَ ٱللَّهِ حَقًّا ۚ وَمَنْ أَصْدَقُ مِنَ ٱللَّهِ قِيلًا

    Wallaẓeena ʹaamanoo wa-ʻamiluṣ ṣaalihaati sanudkhiluhum Jannaatiñ tajree miñ taḥtihal ʹanhaaru khaalideena fihaaa ʹabadaa. Waʻdal laahi ḥaq̣q̣aa: wa-man ʹaṣdaq̣u minal laahi q̣eelaa?

    Dan orang yang beriman dan mengerjakan amal kebajikan, kelak akan Kami masukkan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Dan janji Allah itu benar. Siapakah yang lebih benar perkataannya daripada Allah?

  101. 4:123

    لَّيْسَ بِأَمَانِيِّكُمْ وَلَآ أَمَانِىِّ أَهْلِ ٱلْكِتَـٰبِ ۗ مَن يَعْمَلْ سُوٓءًا يُجْزَ بِهِۦ وَلَا يَجِدْ لَهُۥ مِن دُونِ ٱللَّهِ وَلِيًّا وَلَا نَصِيرًا

    Laysa biʹamaaniyyikum wa-laaa ʹamaaniyyi ʹAhlil Kitaab. Mañy yaʻmal soooʹañy yujza bihee wa-laa yajid lahoo miñ doonil laahi waliyyañw walaa naṣeeraa.

    (Pahala dari Allah) itu bukanlah angan-anganmu dan bukan (pula) angan-angan Ahli Kitab. Barang siapa mengerjakan kejahatan, niscaya akan dibalas sesuai dengan kejahatan itu, dan dia tidak akan mendapatkan pelindung dan penolong selain Allah.

  102. 4:124

    وَمَن يَعْمَلْ مِنَ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ مِن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُو۟لَـٰٓئِكَ يَدْخُلُونَ ٱلْجَنَّةَ وَلَا يُظْلَمُونَ نَقِيرًا

    Wa-mañy yaʻmal minaṣ ṣaaliḥaati miñ ẓakarin ʹaw ʹuñs̤aa wa-huwa Muʹminuñ faʹulaaaʹika yadkhuloonal jannata wa-laa yuz̤̣lamoona naq̣eeraa.

    Dan barang siapa mengerjakan amal kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan sedang dia beriman, maka mereka itu akan masuk ke dalam surga dan mereka tidak dizalimi sedikit pun.

  103. 4:125

    وَمَنْ أَحْسَنُ دِينًا مِّمَّنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُۥ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ وَٱتَّبَعَ مِلَّةَ إِبْرَٰهِيمَ حَنِيفًا ۗ وَٱتَّخَذَ ٱللَّهُ إِبْرَٰهِيمَ خَلِيلًا

    wa-man ʹaḥsanu deenam mimman ʹaslama wajhahoo lillaahi wa-huwa Muḥsinuñw wattabaʻa Millata ʹIbraaheema Ḥaneefaa? Wattakhaẓal laahu ʹIbraaheema khaleelaa.

    Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang dengan ikhlas berserah diri kepada Allah, sedang dia mengerjakan kebaikan, dan mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah telah memilih Ibrahim menjadi kesayangan (-Nya).

  104. 4:126

    وَلِلَّهِ مَا فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ بِكُلِّ شَىْءٍ مُّحِيطًا

    Walillaahi maa- fis samaawaati wa-maa fil ʹarḍ: wa-kaanal laahu bikulli shayʹim Muḥeeṭaa.

    Dan milik Allahlah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, dan (pengetahuan) Allah meliputi segala sesuatu.

  105. 4:127

    وَيَسْتَفْتُونَكَ فِى ٱلنِّسَآءِ ۖ قُلِ ٱللَّهُ يُفْتِيكُمْ فِيهِنَّ وَمَا يُتْلَىٰ عَلَيْكُمْ فِى ٱلْكِتَـٰبِ فِى يَتَـٰمَى ٱلنِّسَآءِ ٱلَّـٰتِى لَا تُؤْتُونَهُنَّ مَا كُتِبَ لَهُنَّ وَتَرْغَبُونَ أَن تَنكِحُوهُنَّ وَٱلْمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ ٱلْوِلْدَٰنِ وَأَن تَقُومُوا۟ لِلْيَتَـٰمَىٰ بِٱلْقِسْطِ ۚ وَمَا تَفْعَلُوا۟ مِنْ خَيْرٍ فَإِنَّ ٱللَّهَ كَانَ بِهِۦ عَلِيمًا

    Wa-yastaftoonaka fin nisaaaʹ. Q̣ulil laahu yufteekum feehinna wa-maa yutlaa ʻalaykum fil Kitaabi fee yataaman Nisaaaʹil laatee laa- tuʹtoonahunna maa- kutiba lahunna wa-targ̣aboona ʹañ tañkiḥoohunna wal-mustaḍʻa-feena minal wildaani wa-ʹañ taq̣oomoo lilyataamaa bilq̣isṭ. Wa-maa tafʻaloo min khayriñ faʹinnal laaha kaana bihee ʻAleemaa.

    Dan mereka meminta fatwa kepadamu tentang perempuan. Katakanlah, "Allah memberi fatwa kepadamu tentang mereka, dan apa yang dibacakan kepadamu dalam Al-Qur`an (juga memfatwakan) tentang para perempuan yatim yang tidak kamu berikan sesuatu (maskawin) yang ditetapkan untuk mereka, sedang kamu ingin menikahi mereka dan (tentang) anak-anak yang masih dipandang lemah. Dan (Allah menyuruh kamu) agar mengurus anak-anak yatim secara adil. Dan kebajikan apa pun yang kamu kerjakan, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui."

  106. 4:128

    وَإِنِ ٱمْرَأَةٌ خَافَتْ مِنۢ بَعْلِهَا نُشُوزًا أَوْ إِعْرَاضًا فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِمَآ أَن يُصْلِحَا بَيْنَهُمَا صُلْحًا ۚ وَٱلصُّلْحُ خَيْرٌ ۗ وَأُحْضِرَتِ ٱلْأَنفُسُ ٱلشُّحَّ ۚ وَإِن تُحْسِنُوا۟ وَتَتَّقُوا۟ فَإِنَّ ٱللَّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا

    Wa-ʹinim raʹatun khaafat mim baʻlihaa nushoozan ʹaw ʹiʻraaḍañ falaa junaaḥa ʻalayhimaaa ʹañy yuṣliḥaa baynahumaa ṣulḥaa waṣ-Ṣulhu khayr; wa-ʹuḥḍiratil ʹañfusush shuḥḥ. Wa-ʹiñ tuḥsinoo wa-tattaq̣oo faʹinnal laaha kaana bimaa taʻmaloona Khabeeraa.

    Dan jika seorang perempuan khawatir suaminya akan nusyuz atau bersikap tidak acuh, maka keduanya dapat mengadakan perdamaian yang sebenarnya, dan perdamaian itu lebih baik (bagi mereka) walaupun manusia itu menurut tabiatnya kikir. Dan jika kamu memperbaiki (pergaulan dengan istrimu) dan memelihara dirimu (dari nusyuz dan sikap acuh tak acuh), maka sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.

  107. 4:129

    وَلَن تَسْتَطِيعُوٓا۟ أَن تَعْدِلُوا۟ بَيْنَ ٱلنِّسَآءِ وَلَوْ حَرَصْتُمْ ۖ فَلَا تَمِيلُوا۟ كُلَّ ٱلْمَيْلِ فَتَذَرُوهَا كَٱلْمُعَلَّقَةِ ۚ وَإِن تُصْلِحُوا۟ وَتَتَّقُوا۟ فَإِنَّ ٱللَّهَ كَانَ غَفُورًا رَّحِيمًا

    Wa-lañ tastaṭeeʻooo ʹañ taʻdiloo baynan Nisaaaʹi wa-law ḥaraṣtum falaa tameeloo kullal mayli fataẓaroohaa kalmuʻal-laq̣ah. Wa-ʹiñ tuṣliḥoo wa-tattaq̣oo faʹinnal laaha kaana G̣afoorar Raḥeemaa.

    Dan kamu tidak akan dapat berlaku adil di antara istri-istri(mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. Dan jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan), maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

  108. 4:130

    وَإِن يَتَفَرَّقَا يُغْنِ ٱللَّهُ كُلًّا مِّن سَعَتِهِۦ ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ وَٰسِعًا حَكِيمًا

    Wa-ʹiñy yatafarraq̣aa yug̣nil laahu kullam miñ saʻatih: wa-kaanal laahu Waasiʻan Ḥakeemaa.

    Dan jika keduanya bercerai, maka Allah akan memberi kecukupan kepada masing-masing dari karunia-Nya. Dan Allah Maha luas (karunia-Nya), Mahabijaksana.

  109. 4:131

    وَلِلَّهِ مَا فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۗ وَلَقَدْ وَصَّيْنَا ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْكِتَـٰبَ مِن قَبْلِكُمْ وَإِيَّاكُمْ أَنِ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۚ وَإِن تَكْفُرُوا۟ فَإِنَّ لِلَّهِ مَا فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ غَنِيًّا حَمِيدًا

    Walillaahi maa- fis samaawaati wa-maa fil ʹarḍ. Wa-laq̣ad waṣṣaynal laẓeena ʹootul Kitaaba miñ q̣ablikum wa-ʹiyyaakum ʹanit taq̣ul laah. Wa-ʹin takfuroo faʹinna lillaahi maa- fis samaawaati wa-maa fil ʹarḍ; wa-kaanal laahu G̣aniyyan Ḥameedaa.

    Dan milik Allahlah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, dan sungguh, Kami telah memerintahkan kepada orang yang diberi Kitab suci sebelum kamu dan (juga) kepadamu agar bertakwalah kepada Allah. Tetapi jika kamu ingkar maka (ketahuilah), milik Allahlah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi dan Allah Mahakaya, Maha Terpuji.

  110. 4:132

    وَلِلَّهِ مَا فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۚ وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ وَكِيلًا

    Walillaahi maa- fis samaawaati wa-maa fil ʹarḍ: wakafaa billaahi Wakeelaa.

    Dan milik Allahlah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Cukuplah Allah sebagai Pemeliharanya.

  111. 4:133

    إِن يَشَأْ يُذْهِبْكُمْ أَيُّهَا ٱلنَّاسُ وَيَأْتِ بِـَٔاخَرِينَ ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ عَلَىٰ ذَٰلِكَ قَدِيرًا

    ʹIñy yashaʹ yuẓhibkum ʹay-yuhan naasu wa-yaʹti biʹaakhareen; wa-kaanal laahu ʻalaa ẓaalika Q̣adeeraa.

    Kalau Allah menghendaki, niscaya dimusnahkan-Nya kamu semua wahai manusia! Kemudian Dia datangkan (umat) yang lain (sebagai penggantimu). Dan Allah Mahakuasa berbuat demikian.

  112. 4:134

    مَّن كَانَ يُرِيدُ ثَوَابَ ٱلدُّنْيَا فَعِندَ ٱللَّهِ ثَوَابُ ٱلدُّنْيَا وَٱلْـَٔاخِرَةِ ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ سَمِيعًۢا بَصِيرًا

    Mañ kaana yureedu s̤awaabad dunyaa faʻiñdal laahi s̤awaabud dunyaa wal-ʹAakhirah: wa-kaanal laahu Sameeʻam Baṣeeraa.

    Barang siapa menghendaki pahala di dunia maka ketahuilah bahwa di sisi Allah ada pahala dunia dan akhirat. Dan Allah Maha Mendengar, Maha Melihat.

  113. 4:135

    ۞ يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُونُوا۟ قَوَّٰمِينَ بِٱلْقِسْطِ شُهَدَآءَ لِلَّهِ وَلَوْ عَلَىٰٓ أَنفُسِكُمْ أَوِ ٱلْوَٰلِدَيْنِ وَٱلْأَقْرَبِينَ ۚ إِن يَكُنْ غَنِيًّا أَوْ فَقِيرًا فَٱللَّهُ أَوْلَىٰ بِهِمَا ۖ فَلَا تَتَّبِعُوا۟ ٱلْهَوَىٰٓ أَن تَعْدِلُوا۟ ۚ وَإِن تَلْوُۥٓا۟ أَوْ تُعْرِضُوا۟ فَإِنَّ ٱللَّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا

    Yaaa-ʹayyuhal laaẓeena ʹaamanoo koonoo q̣awwaameena bilq̣isṭi shuhadaaaʹa lillaahi wa-law ʻalaaa ʹañfusikum ʹawil waalidayni wal-ʹaq̣rabeen, ʹiñy yakun g̣aniyyan ʹaw faq̣eeran fallaahu awlaa bihimaa. Falaa tattabiʻul hawaaa ʹañ taʻdiloo. wa-ʹiñ talwooo ʹaw tuʻriḍoo faʹinnal laaha kaana bimaa taʻmaloona Khabeeraa.

    Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah, walaupun terhadap dirimu sendiri atau terhadap ibu bapak dan kaum kerabatmu. Jika dia (terdakwa) kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatan (kebaikannya). Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutarbalikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka ketahuilah Allah Mahateliti terhadap segala apa yang kamu kerjakan.

  114. 4:136

    يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ ءَامِنُوا۟ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَٱلْكِتَـٰبِ ٱلَّذِى نَزَّلَ عَلَىٰ رَسُولِهِۦ وَٱلْكِتَـٰبِ ٱلَّذِىٓ أَنزَلَ مِن قَبْلُ ۚ وَمَن يَكْفُرْ بِٱللَّهِ وَمَلَـٰٓئِكَتِهِۦ وَكُتُبِهِۦ وَرُسُلِهِۦ وَٱلْيَوْمِ ٱلْـَٔاخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَـٰلًۢا بَعِيدًا

    Yaaaʹayyuhal laẓeena ʹaamanooo ʹaaminoo billaahi wa-Rasoolihee wal-Kitaabil laẓee nazzala ʻalaa Rasoolihee wal-Kitaabil laẓeee ʹañzala miñ q̣abl. Wa-mañy yakfur billaahi wa-malaaaʹikatihee wa-Kutubihee wa-Rusulihee wal-Yawmil ʹAakhiri faq̣ad ḍalla ḍalaalam baʹeedaa.

    Wahai orang-orang yang beriman! Tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya (Muhammad) dan kepada kitab (Al-Qur`an) yang diturunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab yang diturunkan sebelumnya. Barang siapa ingkar kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sungguh, orang itu telah tersesat sangat jauh.

  115. 4:137

    إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ثُمَّ كَفَرُوا۟ ثُمَّ ءَامَنُوا۟ ثُمَّ كَفَرُوا۟ ثُمَّ ٱزْدَادُوا۟ كُفْرًا لَّمْ يَكُنِ ٱللَّهُ لِيَغْفِرَ لَهُمْ وَلَا لِيَهْدِيَهُمْ سَبِيلًۢا

    ʹInnal laẓeena ʹaamanoo s̤umma kafaroo s̤umma ʹaamanoo s̤umma kafaroo s̤ummaz daadoo kufral lam yakunil laahu liyag̣fira lahum wa-laa liyahdiyahum Sabeelaa.

    Sesungguhnya orang-orang yang beriman lalu kafir, kemudian beriman (lagi), kemudian kafir lagi, lalu bertambah kekafirannya, maka Allah tidak akan mengampuni mereka, dan tidak (pula) menunjukkan kepada mereka jalan (yang lurus).

  116. 4:138

    بَشِّرِ ٱلْمُنَـٰفِقِينَ بِأَنَّ لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا

    Bashshiril Munaafiq̣eena biʹanna lahum ʻaẓaaban ʹaleemaa;―

    Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih,

  117. 4:139

    ٱلَّذِينَ يَتَّخِذُونَ ٱلْكَـٰفِرِينَ أَوْلِيَآءَ مِن دُونِ ٱلْمُؤْمِنِينَ ۚ أَيَبْتَغُونَ عِندَهُمُ ٱلْعِزَّةَ فَإِنَّ ٱلْعِزَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا

    ʹAllaẓeena yattakhiẓoonal kaafireena ʹawliyaaaʹa miñ doonil Muʹmineen: ʹa-yabtag̣oona ʻiñdahumul ʻizzata faʹinnal ʻizzata lillaahi jameeʻaa?

    (yaitu) orang-orang yang menjadikan orang-orang kafir sebagai pemimpin dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Ketahuilah bahwa semua kekuatan itu milik Allah.

  118. 4:140

    وَقَدْ نَزَّلَ عَلَيْكُمْ فِى ٱلْكِتَـٰبِ أَنْ إِذَا سَمِعْتُمْ ءَايَـٰتِ ٱللَّهِ يُكْفَرُ بِهَا وَيُسْتَهْزَأُ بِهَا فَلَا تَقْعُدُوا۟ مَعَهُمْ حَتَّىٰ يَخُوضُوا۟ فِى حَدِيثٍ غَيْرِهِۦٓ ۚ إِنَّكُمْ إِذًا مِّثْلُهُمْ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ جَامِعُ ٱلْمُنَـٰفِقِينَ وَٱلْكَـٰفِرِينَ فِى جَهَنَّمَ جَمِيعًا

    Wa-q̣ad nazzala ʻalaykum fil Kitaabi ʹan ʹiẓaa samiʻtum ʹAayaatil laahi yukfaru bihaa wa-yustahzaʹu bihaa falaa taq̣ʻudoo maʻahum ḥattaa yakhooḍoo fee ḥadees̤in g̣ayrih. Innakum ʹiẓam mis̤luhum. ʹInnal laha jaamiʻul Munaafiq̣eena wal-kaafireena fee jahannama jameeʻaa;―

    Dan sungguh, Allah telah menurunkan (ketentuan) bagimu di dalam Kitab (Al-Qur`an) bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), maka janganlah kamu duduk bersama mereka, sebelum mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena (kalau tetap duduk dengan mereka), tentulah kamu serupa dengan mereka. Sungguh, Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di neraka Jahanam,

  119. 4:141

    ٱلَّذِينَ يَتَرَبَّصُونَ بِكُمْ فَإِن كَانَ لَكُمْ فَتْحٌ مِّنَ ٱللَّهِ قَالُوٓا۟ أَلَمْ نَكُن مَّعَكُمْ وَإِن كَانَ لِلْكَـٰفِرِينَ نَصِيبٌ قَالُوٓا۟ أَلَمْ نَسْتَحْوِذْ عَلَيْكُمْ وَنَمْنَعْكُم مِّنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ ۚ فَٱللَّهُ يَحْكُمُ بَيْنَكُمْ يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ ۗ وَلَن يَجْعَلَ ٱللَّهُ لِلْكَـٰفِرِينَ عَلَى ٱلْمُؤْمِنِينَ سَبِيلًا

    ʹAllaẓeena yatarabbaṣoona bikum: faʹiñ kaana lakum fatḥum minal laahi q̣aalooo ʹalam nakum maʻakum? Wa-ʹiñ kaana lilkaafireena naṣeebuñ q̣aalooo ʹalam nastaḥwiẓ ʻalaykum wa-namnaʻkum minal Muʹmineen? Fallaahu yaḥkumu baynakum Yawmal Q̣iyaamah. Wa-lañy yajʻalal laahu lilkaafireena ʻalal Muʹmineena sabeelaa.

    (yaitu) orang yang menunggu-nunggu (peristiwa) yang akan terjadi pada dirimu. Apabila kamu mendapat kemenangan dari Allah mereka berkata, "Bukankah kami (turut berperang) bersama kamu?" Dan jika orang kafir mendapat bagian mereka berkata, "Bukankah kami turut memenangkanmu, dan membela kamu dari orang mukmin?" Maka Allah akan memberi keputusan di antara kamu pada hari Kiamat. Allah tidak akan memberi jalan kepada orang kafir untuk mengalahkan orang-orang beriman.

  120. 4:142

    إِنَّ ٱلْمُنَـٰفِقِينَ يُخَـٰدِعُونَ ٱللَّهَ وَهُوَ خَـٰدِعُهُمْ وَإِذَا قَامُوٓا۟ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ قَامُوا۟ كُسَالَىٰ يُرَآءُونَ ٱلنَّاسَ وَلَا يَذْكُرُونَ ٱللَّهَ إِلَّا قَلِيلًا

    ʹInnal Munaafiq̣eena yukhaadiʻoonal laaha wa-Huwa khaadiʻuhum. Wa-ʹiẓaa q̣aamooo ʹilaṣ Ṣalaati q̣aamoo kusaalaa yuraaaʹoonan naasa wa-laa yaẓkuroonal laaha ʹillaa q̣aleelaa;

    Sesungguhnya orang munafik itu hendak menipu Allah, tetapi Allahlah yang menipu mereka. Apabila mereka berdiri untuk salat mereka lakukan dengan malas. Mereka bermaksud riya` (ingin dipuji) di hadapan manusia. Dan mereka tidak mengingat Allah kecuali sedikit sekali.

  121. 4:143

    مُّذَبْذَبِينَ بَيْنَ ذَٰلِكَ لَآ إِلَىٰ هَـٰٓؤُلَآءِ وَلَآ إِلَىٰ هَـٰٓؤُلَآءِ ۚ وَمَن يُضْلِلِ ٱللَّهُ فَلَن تَجِدَ لَهُۥ سَبِيلًا

    Muẓabẓabeena bayna ẓaalika, Laaa ʹilaa haaaʹulaaaʹi wa-laaa ʹilaa haaaʹulaaaʹ. Wa-mañy yuḍlilil laahu falañ tajida lahoo Sabeelaa.

    Mereka dalam keadaan ragu antara yang demikian (iman atau kafir) tidak termasuk kepada golongan ini (orang beriman) dan tidak (pula) kepada golongan itu (orang kafir). Barang siapa dibiarkan sesat oleh Allah, maka kamu tidak akan mendapatkan jalan (untuk memberi petunjuk) baginya.

  122. 4:144

    يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَتَّخِذُوا۟ ٱلْكَـٰفِرِينَ أَوْلِيَآءَ مِن دُونِ ٱلْمُؤْمِنِينَ ۚ أَتُرِيدُونَ أَن تَجْعَلُوا۟ لِلَّهِ عَلَيْكُمْ سُلْطَـٰنًا مُّبِينًا

    Yaaaʹayoohal laẓeena ʹaamanoo laa- tattakhiẓul kaafireena ʹawliyaaaʹa miñ doonil Muʹmineen. Atureedoona ʹañ tajʻaloo lillaahi ʻalaykum sulṭaanam mubeenaa?

    Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan orang-orang kafir sebagai pemimpin selain dari orang-orang mukmin. Apakah kamu ingin memberi alasan yang jelas bagi Allah (untuk menghukummu)?

  123. 4:145

    إِنَّ ٱلْمُنَـٰفِقِينَ فِى ٱلدَّرْكِ ٱلْأَسْفَلِ مِنَ ٱلنَّارِ وَلَن تَجِدَ لَهُمْ نَصِيرًا

    ʹInnal Munaafiq̣eena fid darkil ʹasfali minan naar: wa-lan tajida lahum naṣeeraa;

    Sungguh, orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu tidak akan mendapat seorang penolong pun bagi mereka,

  124. 4:146

    إِلَّا ٱلَّذِينَ تَابُوا۟ وَأَصْلَحُوا۟ وَٱعْتَصَمُوا۟ بِٱللَّهِ وَأَخْلَصُوا۟ دِينَهُمْ لِلَّهِ فَأُو۟لَـٰٓئِكَ مَعَ ٱلْمُؤْمِنِينَ ۖ وَسَوْفَ يُؤْتِ ٱللَّهُ ٱلْمُؤْمِنِينَ أَجْرًا عَظِيمًا

    ʹIllal laẓeena taaboo wa-ʹaṣlaḥoo waʻtaṣamoo billaahi wa-ʹakhlaṣoo deenahum lillaahi faʹulaaaʹika maʻal Muʹmineen. Wa-sawfa yuʹtil laahul Muʹmineena ʹajran ʻaz̤̣eemaa.

    kecuali orang-orang yang bertobat dan memperbaiki diri dan berpegang teguh pada (agama) Allah dan dengan tulus ikhlas (menjalankan) agama mereka karena Allah. Maka mereka itu bersama-sama orang-orang yang beriman dan kelak Allah akan memberikan pahala yang besar kepada orang-orang yang beriman.

  125. 4:147

    مَّا يَفْعَلُ ٱللَّهُ بِعَذَابِكُمْ إِن شَكَرْتُمْ وَءَامَنتُمْ ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ شَاكِرًا عَلِيمًا

    Maa- yafʻalul laahu biʻaẓaabikum ʹiñ shakartum wa-ʹaamañtum? Wa-kaanal laahu Shaakiran ʻAleema.

    Allah tidak akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman. Dan Allah Maha Mensyukuri, Maha Mengetahui.