Back to Quran

Juz

Juz 17

21:1 ... 22:78 · 190 ayahs

Diterjemahkan oleh Indonesian Ministry Islamic Affairs

  1. Surah Al-AnbyaBegins here at 21:1

  2. 21:1

    ٱقْتَرَبَ لِلنَّاسِ حِسَابُهُمْ وَهُمْ فِى غَفْلَةٍ مُّعْرِضُونَ

    ʹIq̣taraba linnaasi Ḥisaabuhum wa-hum fee g̣aflatim muʻriḍoon.

    Telah semakin dekat kepada manusia perhitungan amal mereka, sedang mereka dalam keadaan lalai (dengan dunia), berpaling (dari akhirat).

  3. 21:2

    مَا يَأْتِيهِم مِّن ذِكْرٍ مِّن رَّبِّهِم مُّحْدَثٍ إِلَّا ٱسْتَمَعُوهُ وَهُمْ يَلْعَبُونَ

    Maa- yaʹteehim miñ Ẓikrim mir Rabbihim muḥdas̤in ʹillas tamaʻoohu wa-hum yalʻaboon,

    Setiap diturunkan kepada mereka ayat-ayat yang baru dari Tuhan, mereka mendengarkannya sambil bermain-main,

  4. 21:3

    لَاهِيَةً قُلُوبُهُمْ ۗ وَأَسَرُّوا۟ ٱلنَّجْوَى ٱلَّذِينَ ظَلَمُوا۟ هَلْ هَـٰذَآ إِلَّا بَشَرٌ مِّثْلُكُمْ ۖ أَفَتَأْتُونَ ٱلسِّحْرَ وَأَنتُمْ تُبْصِرُونَ

    Laahiyatañ q̣uloobuhum. Wa-ʹasarrun najwal laẓeena z̤̣alamoo hal haaẓaaa ʹillaa basharum mis̤lukum? ʹAfataʹtoonas siḥra wa-ʹañtum tubṣiroon?

    hati mereka dalam keadaan lalai. Dan orang-orang yang zalim itu merahasiakan pembicaraan mereka, "(Orang) ini (Muhammad) tidak lain hanyalah seorang manusia (juga) seperti kamu. Apakah kamu menerimanya (sihir itu), padahal kamu menyaksikannya?"

  5. 21:4

    قَالَ رَبِّى يَعْلَمُ ٱلْقَوْلَ فِى ٱلسَّمَآءِ وَٱلْأَرْضِ ۖ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْعَلِيمُ

    Q̣aala Rabbee yaʻlamul Q̣awla fis samaaaʹi wal-ʹarḍ: wa-Huwas Sameeʻul ʻAleem.

    Dia (Muhammad) berkata, "Tuhanku mengetahui (semua) perkataan di langit dan di bumi, dan Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui!"

  6. 21:5

    بَلْ قَالُوٓا۟ أَضْغَـٰثُ أَحْلَـٰمٍۭ بَلِ ٱفْتَرَىٰهُ بَلْ هُوَ شَاعِرٌ فَلْيَأْتِنَا بِـَٔايَةٍ كَمَآ أُرْسِلَ ٱلْأَوَّلُونَ

    Bal q̣aalooo ʹaḍg̣aas̤u ʹaḥlaamim bal iftaraahu bal huwa shaaʻir! fal-yaʹtinaa biʹAayatiñ kamaaa ʹursilal ʹawwaloon!

    Bahkan mereka mengatakan, "(Al-Qur`an itu buah) mimpi-mimpi yang kacau, atau hasil rekayasanya (Muhammad), atau bahkan dia hanya seorang penyair, cobalah dia datangkan kepada kita suatu tanda (bukti), seperti halnya rasul-rasul yang diutus terdahulu."

  7. 21:6

    مَآ ءَامَنَتْ قَبْلَهُم مِّن قَرْيَةٍ أَهْلَكْنَـٰهَآ ۖ أَفَهُمْ يُؤْمِنُونَ

    Maaa ʹaamanat q̣ablahum miñ q̣aryatin ʹahlaknaahaa: ʹa-fahum yuʹminoon?

    Penduduk suatu negeri sebelum mereka, yang telah Kami binasakan, mereka itu tidak beriman (padahal telah Kami kirimkan bukti). Apakah mereka akan beriman?

  8. 21:7

    وَمَآ أَرْسَلْنَا قَبْلَكَ إِلَّا رِجَالًا نُّوحِىٓ إِلَيْهِمْ ۖ فَسْـَٔلُوٓا۟ أَهْلَ ٱلذِّكْرِ إِن كُنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

    Wa-maaa ʹarsalnaa q̣ablaka ʹillaa rijaalan nooḥeee ʹilayhim fasʹalooo ʹAhlaẓ Ẓikri ʹiñ kuñtum laa- taʻlamoon.

    Dan Kami tidak mengutus (rasul-rasul) sebelum engkau (Muhammad), melainkan beberapa orang laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka, maka tanyakanlah kepada orang yang berilmu, jika kamu tidak mengetahui.

  9. 21:8

    وَمَا جَعَلْنَـٰهُمْ جَسَدًا لَّا يَأْكُلُونَ ٱلطَّعَامَ وَمَا كَانُوا۟ خَـٰلِدِينَ

    Wa-maa jaʻalnaahum jasadal laa yaʹkuloonaṭ ṭaʻaama wa-maa kaanoo khaalideen.

    Dan Kami tidak menjadikan mereka (para rasul-rasul) suatu tubuh yang tidak memakan makanan, dan mereka tidak (pula) hidup kekal.

  10. 21:9

    ثُمَّ صَدَقْنَـٰهُمُ ٱلْوَعْدَ فَأَنجَيْنَـٰهُمْ وَمَن نَّشَآءُ وَأَهْلَكْنَا ٱلْمُسْرِفِينَ

    S̤umma ṣadaq̣naahumul waʻda faʹañjaynaahum wa-man nashaaaʹu wa-ʹahlaknal musrifeen.

    Kemudian Kami tepati janji (yang telah Kami janjikan) kepada mereka. Maka Kami selamatkan mereka dan orang-orang yang Kami kehendaki, dan Kami binasakan orang-orang yang melampaui batas.

  11. 21:10

    لَقَدْ أَنزَلْنَآ إِلَيْكُمْ كِتَـٰبًا فِيهِ ذِكْرُكُمْ ۖ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

    Laq̣ad ʹañzalnaaa ʹilaykum Kitaabañ feehi Ẓikrukum: ʹafalaa taʻq̣iloon?

    Sungguh, telah Kami turunkan kepadamu satu Kitab (Al-Qur`an) yang di dalamnya terdapat peringatan bagimu. Maka apakah kamu tidak mengerti?

  12. 21:11

    وَكَمْ قَصَمْنَا مِن قَرْيَةٍ كَانَتْ ظَالِمَةً وَأَنشَأْنَا بَعْدَهَا قَوْمًا ءَاخَرِينَ

    Wa-kam q̣aṣamnaa miñ q̣aryatiñ kaanat z̤̣aalimatañw wa-ʹañshaʹnaa baʻdahaa q̣awman ʹaakhareen?

    Dan berapa banyaknya (penduduk) negeri yang zalim telah Kami binasakan, dan Kami jadikan generasi yang lain setelah mereka itu (sebagai penggantinya).

  13. 21:12

    فَلَمَّآ أَحَسُّوا۟ بَأْسَنَآ إِذَا هُم مِّنْهَا يَرْكُضُونَ

    Falammaaa ʹaḥassoo baʹsanaaa ʹiẓaa hum minhaa yarkuḍoon.

    Maka ketika mereka merasakan azab Kami, tiba-tiba mereka melarikan diri dari (negerinya) itu.

  14. 21:13

    لَا تَرْكُضُوا۟ وَٱرْجِعُوٓا۟ إِلَىٰ مَآ أُتْرِفْتُمْ فِيهِ وَمَسَـٰكِنِكُمْ لَعَلَّكُمْ تُسْـَٔلُونَ

    Laa- tarkuḍoo warjiʻooo ʹilaa maaa ʹutriftum feehi wa-masaakinikum laʻallakum tusʹaloon.

    Janganlah kamu lari tergesa-gesa; kembalilah kamu kepada kesenangan hidupmu dan tempat-tempat kediamanmu (yang baik), agar kamu dapat ditanya.

  15. 21:14

    قَالُوا۟ يَـٰوَيْلَنَآ إِنَّا كُنَّا ظَـٰلِمِينَ

    Q̣aaloo yaa-waylanaaa ʹinnaa kunnaa z̤̣aalimeen!

    Mereka berkata, "Betapa celaka kami, sungguh, kami orang-orang yang zalim."

  16. 21:15

    فَمَا زَالَت تِّلْكَ دَعْوَىٰهُمْ حَتَّىٰ جَعَلْنَـٰهُمْ حَصِيدًا خَـٰمِدِينَ

    Famaa zaalat tilka daʻwaahum ḥattaa jaʻalnaahum ḥaṣeedan khaamideen.

    Maka demikianlah keluhan mereka berkepanjangan, sehingga mereka Kami jadikan sebagai tanaman yang telah dituai, yang tidak dapat hidup lagi.

  17. 21:16

    وَمَا خَلَقْنَا ٱلسَّمَآءَ وَٱلْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا لَـٰعِبِينَ

    Wa-maa khalaq̣nas samaaaʹa wal-ʹarḍa wa-maa baynahumaa laaʻibeen!

    Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan segala apa yang ada di antara keduanya dengan main-main.

  18. 21:17

    لَوْ أَرَدْنَآ أَن نَّتَّخِذَ لَهْوًا لَّٱتَّخَذْنَـٰهُ مِن لَّدُنَّآ إِن كُنَّا فَـٰعِلِينَ

    Law ʹaradnaaa ʹan nattakhiẓa lahwal lat-takhaẓnaahu mil ladunnaaa ʹiñ kunnaa faaʻileen!

    Seandainya Kami hendak membuat suatu permainan (istri dan anak), tentulah Kami membuatnya dari sisi Kami, jika Kami benar-benar menghendaki berbuat demikian.

  19. 21:18

    بَلْ نَقْذِفُ بِٱلْحَقِّ عَلَى ٱلْبَـٰطِلِ فَيَدْمَغُهُۥ فَإِذَا هُوَ زَاهِقٌ ۚ وَلَكُمُ ٱلْوَيْلُ مِمَّا تَصِفُونَ

    Bal naq̣ẓifu bil-Ḥaq̣q̣i ʻalal baaṭili fayadmag̣uhoo faʹiẓaa huwa zaahiq̣! Wa-lakumul waylu mimmaa taṣifoon.

    Sebenarnya Kami melemparkan yang hak (kebenaran) kepada yang batil (tidak benar) lalu yang hak itu menghancurkannya, maka seketika itu (yang batil) lenyap. Dan celaka kamu karena kamu menyifati (Allah dengan sifat-sifat yang tidak pantas bagi-Nya).

  20. 21:19

    وَلَهُۥ مَن فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ وَمَنْ عِندَهُۥ لَا يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِهِۦ وَلَا يَسْتَحْسِرُونَ

    Wa-lahoo mañ fis samaawaati wal-ʹarḍ: wa-man ʻiñdahoo laa- yastakbiroona ʻan ʻibaadatihee wa-laa yastaḥsiroon.

    Dan milik-Nya siapa yang di langit dan di bumi. Dan (malaikat-malaikat) yang di sisi-Nya, tidak mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan tidak (pula) merasa letih.

  21. 21:20

    يُسَبِّحُونَ ٱلَّيْلَ وَٱلنَّهَارَ لَا يَفْتُرُونَ

    Yusabbiḥoonal layla wannahaara laa- yafturoon.

    Mereka (malaikat-malaikat) bertasbih tidak henti-hentinya malam dan siang.

  22. 21:21

    أَمِ ٱتَّخَذُوٓا۟ ءَالِهَةً مِّنَ ٱلْأَرْضِ هُمْ يُنشِرُونَ

    ʹAmit takhaẓooo ʹaalihatam minal ʹarḍi hum yuñshiroon?

    Apakah mereka mengambil tuhan-tuhan dari bumi, yang dapat menghidupkan (orang-orang yang mati)?

  23. 21:22

    لَوْ كَانَ فِيهِمَآ ءَالِهَةٌ إِلَّا ٱللَّهُ لَفَسَدَتَا ۚ فَسُبْحَـٰنَ ٱللَّهِ رَبِّ ٱلْعَرْشِ عَمَّا يَصِفُونَ

    Law kaana feehimaaa ʹaalihatun ʹillal laahu lafasadataa! Fa-Subḥaanal laahi Rabbil ʻArshi ʻammaa yaṣifoon!

    Seandainya pada keduanya (di langit dan di bumi) ada tuhan-tuhan selain Allah, tentu keduanya telah binasa. Mahasuci Allah yang memiliki Arasy, dari apa yang mereka sifatkan.

  24. 21:23

    لَا يُسْـَٔلُ عَمَّا يَفْعَلُ وَهُمْ يُسْـَٔلُونَ

    Laa- yusʹalu ʻammaa yafʻalu wa-hum yusʹaloon.

    Dia (Allah) tidak ditanya tentang apa yang dikerjakan, tetapi merekalah yang akan ditanya.

  25. 21:24

    أَمِ ٱتَّخَذُوا۟ مِن دُونِهِۦٓ ءَالِهَةً ۖ قُلْ هَاتُوا۟ بُرْهَـٰنَكُمْ ۖ هَـٰذَا ذِكْرُ مَن مَّعِىَ وَذِكْرُ مَن قَبْلِى ۗ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْلَمُونَ ٱلْحَقَّ ۖ فَهُم مُّعْرِضُونَ

    ʹAmit takhaẓoo miñ dooniheee ʹaalihah? Q̣ul haatoo burhaanakum: haaẓaa Ẓikru mam maʻiya wa-Ẓikru mañ q̣ablee Bal ʹaks̤aruhum laa- yaʻlamoonal Ḥaq̣q̣a fahum muʻriḍoon.

    Atau apakah mereka mengambil tuhan-tuhan selain Dia? Katakanlah (Muhammad), "Kemukakanlah alasan-alasanmu! (Al-Qur`an) ini adalah peringatan bagi orang yang bersamaku, dan peringatan bagi orang sebelumku." Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui yang hak (kebenaran), karena itu mereka berpaling.

  26. 21:25

    وَمَآ أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ مِن رَّسُولٍ إِلَّا نُوحِىٓ إِلَيْهِ أَنَّهُۥ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّآ أَنَا۠ فَٱعْبُدُونِ

    Wa-maaa ʹarsalnaa miñ q̣ablika mir rasoolin ʹillaa nooḥeee ʹilayhi ʹannahoo Laaa ʹilaaha ʹillaaa ʹAna faʻbudoon.

    Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum engkau (Muhammad), melainkan Kami wahyukan kepadanya, "bahwa tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Aku, maka sembahlah Aku!"

  27. 21:26

    وَقَالُوا۟ ٱتَّخَذَ ٱلرَّحْمَـٰنُ وَلَدًا ۗ سُبْحَـٰنَهُۥ ۚ بَلْ عِبَادٌ مُّكْرَمُونَ

    Wa-q̣aalut takhaẓar Raḥmaanu waladañ Subḥaanah! Bal ʻibaadum mukramoon.

    Dan mereka berkata, "Tuhan Yang Maha Pengasih telah menjadikan (malaikat) sebagai anak." Mahasuci Dia. Sebenarnya mereka (para malaikat itu) adalah hamba-hamba yang dimuliakan.

  28. 21:27

    لَا يَسْبِقُونَهُۥ بِٱلْقَوْلِ وَهُم بِأَمْرِهِۦ يَعْمَلُونَ

    Laa- yasbiq̣oonahoo bil-q̣awli wa-hum̃ biʹamrihee yaʻmaloon.

    Mereka tidak berbicara mendahului-Nya dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya.

  29. 21:28

    يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يَشْفَعُونَ إِلَّا لِمَنِ ٱرْتَضَىٰ وَهُم مِّنْ خَشْيَتِهِۦ مُشْفِقُونَ

    Yaʻlamu maa- bayna ʹaydeehim wa-maa khalfahum wa-laa yashfaʻoona ʹillaa limanir taḍaa wa-hum min khashyatihee mushfiq̣oon.

    Dia (Allah) mengetahui segala sesuatu yang dihadapan mereka (malaikat) dan yang dibelakang mereka, dan mereka tidak memberi syafaat melainkan kepada orang yang diridai (Allah), dan mereka selalu berhati-hati karena takut kepada-Nya.

  30. 21:29

    ۞ وَمَن يَقُلْ مِنْهُمْ إِنِّىٓ إِلَـٰهٌ مِّن دُونِهِۦ فَذَٰلِكَ نَجْزِيهِ جَهَنَّمَ ۚ كَذَٰلِكَ نَجْزِى ٱلظَّـٰلِمِينَ

    Wa-mañy yaq̣ul minhum ʹinneee ʹilaahum miñ doonihee faẓaalika najzeehi Jahannam: Kaẓaalika najziz̤̣ z̤̣aalimeen.

    Dan barang siapa di antara mereka berkata, "Sungguh, aku adalah tuhan selain Allah," maka orang itu Kami beri balasan dengan Jahanam. Demikianlah Kami memberikan balasan kepada orang-orang yang zalim.

  31. 21:30

    أَوَلَمْ يَرَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓا۟ أَنَّ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنَـٰهُمَا ۖ وَجَعَلْنَا مِنَ ٱلْمَآءِ كُلَّ شَىْءٍ حَىٍّ ۖ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ

    ʹAwalam yaral laẓeena kafarooo ʹannas samaawaati wal-ʹarḍa kaanataa ratq̣añ fafataq̣naahumaa? Wa-jaʻalnaa minal maaaʹi kulla shayʹin ḥayy. ʹAfalaa yuʹminoon?

    Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwa langit dan bumi keduanya dahulu menyatu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya; dan Kami jadikan segala sesuatu yang hidup berasal dari air; maka mengapa mereka tidak beriman?

  32. 21:31

    وَجَعَلْنَا فِى ٱلْأَرْضِ رَوَٰسِىَ أَن تَمِيدَ بِهِمْ وَجَعَلْنَا فِيهَا فِجَاجًا سُبُلًا لَّعَلَّهُمْ يَهْتَدُونَ

    Wa-jaʻalnaa fil ʹarḍi rawaasiya ʹañ tameeda bihim wa-jaʻalnaa feehaa fijaajañ subulal laʻallahum yahtadoon.

    Dan Kami telah menjadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh agar ia (tidak) guncang bersama mereka, dan Kami jadikan (pula) di sana jalan-jalan yang luas, agar mereka mendapat petunjuk.

  33. 21:32

    وَجَعَلْنَا ٱلسَّمَآءَ سَقْفًا مَّحْفُوظًا ۖ وَهُمْ عَنْ ءَايَـٰتِهَا مُعْرِضُونَ

    Wa-jaʻalnas samaaaʹa saq̣fam maḥfooz̤̣aa: wa-hum ʻan ʹAayaatihaa muʻriḍoon!

    Dan Kami menjadikan langit sebagai atap yang terpelihara, namun mereka tetap berpaling dari tanda-tanda (kebesaran Allah) itu (matahari, bulan, angin, awan, dan lain-lain).

  34. 21:33

    وَهُوَ ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلَّيْلَ وَٱلنَّهَارَ وَٱلشَّمْسَ وَٱلْقَمَرَ ۖ كُلٌّ فِى فَلَكٍ يَسْبَحُونَ

    Wa-Huwal laẓee khalaq̣al Layla wan-Nahaara washshamsa wal-q̣amar: kulluñ fee falakiñy yasbaḥoon.

    Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing beredar pada garis edarnya.

  35. 21:34

    وَمَا جَعَلْنَا لِبَشَرٍ مِّن قَبْلِكَ ٱلْخُلْدَ ۖ أَفَإِي۟ن مِّتَّ فَهُمُ ٱلْخَـٰلِدُونَ

    Wa-maa jaʻalnaa libasharim miñ q̣ablikal khuld: ʹafa ʹimmitta fahumul khaalidoon?

    Dan Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusia sebelum engkau (Muhammad); maka jika engkau wafat, apakah mereka akan kekal?

  36. 21:35

    كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ ٱلْمَوْتِ ۗ وَنَبْلُوكُم بِٱلشَّرِّ وَٱلْخَيْرِ فِتْنَةً ۖ وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

    Kullu nafsiñ ẓaaaʹiq̣atul mawt: wa-nablookum̃ bishsharri walkhayri fitnah. Wa-ʹilaynaa turjaʻoon.

    Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan kamu akan dikembalikan hanya kepada Kami.

  37. 21:36

    وَإِذَا رَءَاكَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓا۟ إِن يَتَّخِذُونَكَ إِلَّا هُزُوًا أَهَـٰذَا ٱلَّذِى يَذْكُرُ ءَالِهَتَكُمْ وَهُم بِذِكْرِ ٱلرَّحْمَـٰنِ هُمْ كَـٰفِرُونَ

    Wa-ʹiẓaa raʹaakal laẓeena kafarooo ʹiñy yattakhiẓoonaka ʹillaa huzuwaa. ʹAhaaẓal laẓee yaẓkuru ʹaalihatakum? Wa-hum̃ biẓikrir Raḥmaani hum kaafiroon!

    Dan apabila orang-orang kafir itu melihat engkau (Muhammad), mereka hanya memperlakukan engkau menjadi bahan ejekan. (Mereka mengatakan), "Apakah ini orang yang mencela tuhan-tuhanmu?" Padahal mereka orang yang ingkar mengingat Allah Yang Maha Pengasih.

  38. 21:37

    خُلِقَ ٱلْإِنسَـٰنُ مِنْ عَجَلٍ ۚ سَأُو۟رِيكُمْ ءَايَـٰتِى فَلَا تَسْتَعْجِلُونِ

    Khuliq̣al ʹiñsaanu min ʻajal: saʹureekum ʹAayaatee falaa tastaʻjiloon!

    Manusia diciptakan (bersifat) tergesa-gesa. Kelak akan Aku perlihatkan kepadamu tanda-tanda (kekuasaan)-Ku. Maka janganlah kamu meminta Aku menyegerakannya.

  39. 21:38

    وَيَقُولُونَ مَتَىٰ هَـٰذَا ٱلْوَعْدُ إِن كُنتُمْ صَـٰدِقِينَ

    Wa-yaq̣ooloona mataa haaẓal waʻdu ʹiñ kuñtum ṣaadiq̣een?

    Dan mereka berkata, "Kapankah janji itu (akan datang), jika kamu orang yang benar?"

  40. 21:39

    لَوْ يَعْلَمُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ حِينَ لَا يَكُفُّونَ عَن وُجُوهِهِمُ ٱلنَّارَ وَلَا عَن ظُهُورِهِمْ وَلَا هُمْ يُنصَرُونَ

    Law yaʻlamul laẓeena kafaroo ḥeena laa- yakuffoona ʻañw wujoohihimun Naara wa-laa ʻañ z̤̣uhoorihim wa-laa hum yuñṣaroon!

    Seandainya orang kafir itu mengetahui, ketika mereka itu tidak mampu mengelakkan api neraka dari wajah dan punggung mereka, sedang mereka tidak mendapat pertolongan (tentulah mereka tidak meminta disegerakan).

  41. 21:40

    بَلْ تَأْتِيهِم بَغْتَةً فَتَبْهَتُهُمْ فَلَا يَسْتَطِيعُونَ رَدَّهَا وَلَا هُمْ يُنظَرُونَ

    Bal taʹteehim̃ bag̣tatañ fatabhatuhum falaa yastaṭeeʻoona raddahaa wa-laa hum yuñz̤̣aroon.

    Sebenarnya (hari Kiamat) itu akan datang kepada mereka secara tiba-tiba, lalu mereka menjadi panik; maka mereka tidak sanggup menolaknya dan tidak (pula) diberi penangguhan (waktu).

  42. 21:41

    وَلَقَدِ ٱسْتُهْزِئَ بِرُسُلٍ مِّن قَبْلِكَ فَحَاقَ بِٱلَّذِينَ سَخِرُوا۟ مِنْهُم مَّا كَانُوا۟ بِهِۦ يَسْتَهْزِءُونَ

    Wa-laq̣adis tuhziʹa birusulim miñ q̣ablika faḥaaq̣a billaẓeena sakhiroo minhum maa kaanoo bihee yastahziʹoon.

    Dan sungguh, rasul-rasul sebelum engkau (Muhammad) pun telah diperolok-olokkan, maka turunlah (siksaan) kepada orang-orang yang mencemoohkan apa (rasul-rasul) yang selalu mereka perolok-olokkan.

  43. 21:42

    قُلْ مَن يَكْلَؤُكُم بِٱلَّيْلِ وَٱلنَّهَارِ مِنَ ٱلرَّحْمَـٰنِ ۗ بَلْ هُمْ عَن ذِكْرِ رَبِّهِم مُّعْرِضُونَ

    Q̣ul mañy yaklaʹukum̃ billayli wannahaari minar Raḥmaan? Bal hum ʻañ ẓikri Rabbihim muʻriḍoon.

    Katakanlah, "Siapakah yang akan menjaga kamu pada waktu malam dan siang dari (siksaan) Allah Yang Maha Pengasih?" Tetapi mereka enggan mengingat Tuhan mereka.

  44. 21:43

    أَمْ لَهُمْ ءَالِهَةٌ تَمْنَعُهُم مِّن دُونِنَا ۚ لَا يَسْتَطِيعُونَ نَصْرَ أَنفُسِهِمْ وَلَا هُم مِّنَّا يُصْحَبُونَ

    ʹAm lahum ʹaalihatuñ tamnaʻuhum miñ dooninaa? Laa- yastaṭeeʻoona naṣra ʹañfusihim wa-laa hum minnaa yuṣ-ḥaboon.

    Ataukah mereka mempunyai tuhan-tuhan yang dapat memelihara mereka dari (azab) Kami? Tuhan-tuhan mereka itu tidak sanggup menolong diri mereka sendiri dan tidak (pula) mereka dilindungi dari (azab) Kami.

  45. 21:44

    بَلْ مَتَّعْنَا هَـٰٓؤُلَآءِ وَءَابَآءَهُمْ حَتَّىٰ طَالَ عَلَيْهِمُ ٱلْعُمُرُ ۗ أَفَلَا يَرَوْنَ أَنَّا نَأْتِى ٱلْأَرْضَ نَنقُصُهَا مِنْ أَطْرَافِهَآ ۚ أَفَهُمُ ٱلْغَـٰلِبُونَ

    Bal mattaʻnaa haaaʹulaaaʹi wa-ʹaabaaaʹahum ḥattaa ṭaala ʻalayhimul ʻumur; ʹafalaa yarawna ʹannaa naʹtil ʹarḍa nañq̣uṣuhaa min ʹaṭraafihaa? ʹAfahumul g̣aaliboon?

    Sebenarnya Kami telah memberi mereka dan nenek moyang mereka kenikmatan (hidup di dunia) hingga panjang usia mereka. Maka apakah mereka tidak melihat bahwa Kami mendatangi negeri (yang berada di bawah kekuasaan orang kafir), lalu Kami kurangi luasnya dari ujung-ujung negeri. Apakah mereka yang menang?

  46. 21:45

    قُلْ إِنَّمَآ أُنذِرُكُم بِٱلْوَحْىِ ۚ وَلَا يَسْمَعُ ٱلصُّمُّ ٱلدُّعَآءَ إِذَا مَا يُنذَرُونَ

    Q̣ul ʹinnamaaa ʹuñẓirukum̃ bilwaḥyi wa-laa yasmaʻuṣ ṣummud duʻaaaʹa ʹiẓaa maa- yuñẓaroon.

    Katakanlah (Muhammad), "Sesungguhnya aku hanya memberimu peringatan sesuai dengan wahyu." Tetapi orang tuli tidak mendengar seruan apabila mereka diberi peringatan.

  47. 21:46

    وَلَئِن مَّسَّتْهُمْ نَفْحَةٌ مِّنْ عَذَابِ رَبِّكَ لَيَقُولُنَّ يَـٰوَيْلَنَآ إِنَّا كُنَّا ظَـٰلِمِينَ

    Wa-laʹim massathum nafḥatum min ʻAẓaabi Rabbika layaq̣oolunna yaawaylanaaa ʹinnaa kunnaa z̤̣aalimeen!

    Dan jika mereka ditimpa sedikit saja azab Tuhanmu, pastilah mereka berkata, "Celakalah kami! Sesungguhnya kami termasuk orang yang selalu menzalimi (diri sendiri)."

  48. 21:47

    وَنَضَعُ ٱلْمَوَٰزِينَ ٱلْقِسْطَ لِيَوْمِ ٱلْقِيَـٰمَةِ فَلَا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْـًٔا ۖ وَإِن كَانَ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِّنْ خَرْدَلٍ أَتَيْنَا بِهَا ۗ وَكَفَىٰ بِنَا حَـٰسِبِينَ

    Wa-naḍaʻul mawaazeenal q̣isṭa li-Yawmil Q̣iyaamati falaa tuz̤̣lamu nafsuñ shayʹaa. Wa-ʹiñ kaana mis̤q̣aala ḥabbatim min khardalin ʹataynaa bihaa: wa-kafaa binaa ḥaasibeen.

    Dan Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari Kiamat, maka tidak seorang pun dirugikan walau sedikit; sekali pun hanya seberat biji sawi, pasti Kami mendatangkannya (pahala). Dan cukuplah Kami yang membuat perhitungan.

  49. 21:48

    وَلَقَدْ ءَاتَيْنَا مُوسَىٰ وَهَـٰرُونَ ٱلْفُرْقَانَ وَضِيَآءً وَذِكْرًا لِّلْمُتَّقِينَ

    Wa-laq̣ad ʹaataynaa Moosaa wa-Haaroonal Furq̣aana wa-Ḍiyaaaʹañw wa-Ẓikral lil-Muttaq̣een,

    Dan sungguh, Kami telah memberikan kepada Musa dan Harun, Furqan (Kitab Taurat) dan penerangan serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa,

  50. 21:49

    ٱلَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُم بِٱلْغَيْبِ وَهُم مِّنَ ٱلسَّاعَةِ مُشْفِقُونَ

    ʹAllaẓeena yakhshawna Rabbahum̃ bilg̣aybi wa-hum minas Saaʻati mushfiq̣oon.

    (yaitu) orang-orang yang takut (azab) Tuhannya, sekalipun mereka tidak melihat-Nya, dan mereka merasa takut akan (tibanya) hari Kiamat.

  51. 21:50

    وَهَـٰذَا ذِكْرٌ مُّبَارَكٌ أَنزَلْنَـٰهُ ۚ أَفَأَنتُمْ لَهُۥ مُنكِرُونَ

    Wa-haaẓaa Ẓikrum Mubaarakun ʹañzalnaah: ʹa-faʹañtum lahoo muñkiroon.

    Dan ini (Al-Qur`an) adalah suatu peringatan yang mempunyai berkah yang telah Kami turunkan. Maka apakah kamu mengingkarinya?

  52. 21:51

    ۞ وَلَقَدْ ءَاتَيْنَآ إِبْرَٰهِيمَ رُشْدَهُۥ مِن قَبْلُ وَكُنَّا بِهِۦ عَـٰلِمِينَ

    Wa-laq̣ad ʹaataynaaa ʹIbraaheema rushdahoo miñ q̣ablu wa-kunnaa bihee ʻaalimeen.

    Dan sungguh, sebelum dia (Musa dan Harun) telah Kami berikan kepada Ibrahim petunjuk, dan Kami telah mengetahui dia.

  53. 21:52

    إِذْ قَالَ لِأَبِيهِ وَقَوْمِهِۦ مَا هَـٰذِهِ ٱلتَّمَاثِيلُ ٱلَّتِىٓ أَنتُمْ لَهَا عَـٰكِفُونَ

    ʹIẓ q̣aala liʹabeehi waq̣awmihee maa- haaẓihit tamaas̤eelul lateee ʹañtum lahaa ʻaakifoon.

    (Ingatlah), ketika dia (Ibrahim) berkata kepada ayahnya dan kaumnya, "Patung-patung apakah ini yang kamu tekun menyembahnya?"

  54. 21:53

    قَالُوا۟ وَجَدْنَآ ءَابَآءَنَا لَهَا عَـٰبِدِينَ

    Q̣aaloo wajadnaaa ʹaabaaaʹanaa lahaa ʻaabideen.

    Mereka menjawab, "Kami mendapati nenek moyang kami menyembahnya."

  55. 21:54

    قَالَ لَقَدْ كُنتُمْ أَنتُمْ وَءَابَآؤُكُمْ فِى ضَلَـٰلٍ مُّبِينٍ

    Q̣aala laq̣ad kuñtum ʹañtum wa-ʹaabaaaʹukum fee ḍalaalim mubeen.

    Dia (Ibrahim) berkata, "Sesungguhnya kamu dan nenek moyangmu berada dalam kesesatan yang nyata."

  56. 21:55

    قَالُوٓا۟ أَجِئْتَنَا بِٱلْحَقِّ أَمْ أَنتَ مِنَ ٱللَّـٰعِبِينَ

    Q̣aalooo ʹajiʹtanaa bil-Ḥaq̣q̣i ʹam ʹañta minal laaʻibeen.

    Mereka berkata, "Apakah engkau datang kepada kami membawa kebenaran atau engkau main-main?"

  57. 21:56

    قَالَ بَل رَّبُّكُمْ رَبُّ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ٱلَّذِى فَطَرَهُنَّ وَأَنَا۠ عَلَىٰ ذَٰلِكُم مِّنَ ٱلشَّـٰهِدِينَ

    Q̣aala bar Rabbukum Rabbus samaawaati wal-ʹarḍil laẓee faṭarahunn: Wa-ʹana ʻalaa ẓaalikum minash shaahideen.

    Dia (Ibrahim) menjawab, "Sebenarnya Tuhan kamu ialah Tuhan (pemilik) langit dan bumi; (Dialah) yang telah menciptakannya; dan aku termasuk orang yang dapat bersaksi atas itu."

  58. 21:57

    وَتَٱللَّهِ لَأَكِيدَنَّ أَصْنَـٰمَكُم بَعْدَ أَن تُوَلُّوا۟ مُدْبِرِينَ

    Wa-tallaahi laʹakeedanna ʹaṣnaamakum baʻda ʹañ tuwalloo mudbireen.

    Dan demi Allah, sungguh, aku akan melakukan tipu daya terhadap berhala-berhalamu setelah kamu pergi meninggalkannya.

  59. 21:58

    فَجَعَلَهُمْ جُذَٰذًا إِلَّا كَبِيرًا لَّهُمْ لَعَلَّهُمْ إِلَيْهِ يَرْجِعُونَ

    Fajaʻalahum jaẓaaẓan ʹillaa kabeeral lahum laʻallahum ʹilayhi yarjiʻoon.

    Maka dia (Ibrahim) menghancurkan (berhala-berhala itu) berkeping-keping, kecuali yang terbesar (induknya); agar mereka kembali (untuk bertanya) kepadanya.

  60. 21:59

    قَالُوا۟ مَن فَعَلَ هَـٰذَا بِـَٔالِهَتِنَآ إِنَّهُۥ لَمِنَ ٱلظَّـٰلِمِينَ

    Q̣aaloo mañ faʻala haaẓaa biʹaalihatinaaa ʹinnahoo laminaz̤̣ z̤̣aalimeen!

    Mereka berkata, "Siapakah yang melakukan (perbuatan) ini terhadap tuhan-tuhan kami? Sungguh, dia termasuk orang yang zalim."

  61. 21:60

    قَالُوا۟ سَمِعْنَا فَتًى يَذْكُرُهُمْ يُقَالُ لَهُۥٓ إِبْرَٰهِيمُ

    Q̣aaloo samiʻnaa fatañy yaẓkuruhum yuq̣aalu lahooo ʹIbraaheem.

    Mereka (yang lain) berkata, "Kami mendengar ada seorang pemuda yang mencela (berhala-berhala ini), namanya Ibrahim."

  62. 21:61

    قَالُوا۟ فَأْتُوا۟ بِهِۦ عَلَىٰٓ أَعْيُنِ ٱلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَشْهَدُونَ

    Q̣aaloo faʹtoo bihee ʻalaaa ʹaʻyunin naasi laʻallahum yashhadoon.

    Mereka berkata, "(Kalau demikian) bawalah dia dengan diperlihatkan kepada orang banyak, agar mereka menyaksikan."

  63. 21:62

    قَالُوٓا۟ ءَأَنتَ فَعَلْتَ هَـٰذَا بِـَٔالِهَتِنَا يَـٰٓإِبْرَٰهِيمُ

    Q̣aalooo ʹaʹañta faʻalta haaẓaa biʹaalihatinaa yaaaʹIbraaheem?

    Mereka bertanya, "Apakah engkau yang melakukan (perbuatan) ini terhadap tuhan-tuhan kami, wahai Ibrahim?"

  64. 21:63

    قَالَ بَلْ فَعَلَهُۥ كَبِيرُهُمْ هَـٰذَا فَسْـَٔلُوهُمْ إِن كَانُوا۟ يَنطِقُونَ

    Q̣aala bal faʻalahoo kabeeruhum haaẓaa fasʹaloohum ʹiñ kaanoo yañṭiq̣oon!

    Dia (Ibrahim) menjawab, "Sebenarnya (patung) besar itu yang melakukannya, maka tanyakanlah kepada mereka, jika mereka dapat berbicara."

  65. 21:64

    فَرَجَعُوٓا۟ إِلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ فَقَالُوٓا۟ إِنَّكُمْ أَنتُمُ ٱلظَّـٰلِمُونَ

    Farajaʻooo ʹilaaa ʹañfusihim faq̣aalooo ʹinnakum ʹañtumuz̤̣ z̤̣aalimoon.

    Maka mereka kembali pada kesadaran mereka dan berkata, "Sesungguhnya kamulah yang menzalimi (diri sendiri)."

  66. 21:65

    ثُمَّ نُكِسُوا۟ عَلَىٰ رُءُوسِهِمْ لَقَدْ عَلِمْتَ مَا هَـٰٓؤُلَآءِ يَنطِقُونَ

    S̤umma nukisoo ʻalaa ruʹoosihim: laq̣ad ʻalimta maa- haaaʹulaaaʹi yañṭiq̣oon!

    Kemudian mereka menundukkan kepala (lalu berkata), "Engkau (Ibrahim) pasti tahu bahwa (berhala-berhala) itu tidak dapat berbicara."

  67. 21:66

    قَالَ أَفَتَعْبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ مَا لَا يَنفَعُكُمْ شَيْـًٔا وَلَا يَضُرُّكُمْ

    Q̣aala ʹafataʻbudoona miñ doonil laahi maa laa- yañfaʻukum shayʹañw walaa yaḍurrukum?

    Dia (Ibrahim) berkata, "Mengapa kamu menyembah selain Allah, sesuatu yang tidak dapat memberi manfaat sedikit pun, dan tidak (pula) mendatangkan mudarat kepada kamu?

  68. 21:67

    أُفٍّ لَّكُمْ وَلِمَا تَعْبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ ۖ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

    ʹUffil lakum wa-limaa taʻbudoona miñ doonil laah! ʹAfalaa taʻq̣iloon?

    Celakalah kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah! Tidakkah kamu mengerti?"

  69. 21:68

    قَالُوا۟ حَرِّقُوهُ وَٱنصُرُوٓا۟ ءَالِهَتَكُمْ إِن كُنتُمْ فَـٰعِلِينَ

    Q̣aaloo ḥarriq̣oohu wañṣurooo ʹaalihatakum ʹiñ kuñtum faaʻileen!

    Mereka berkata, "Bakarlah dia dan bantulah tuhan-tuhan kamu, jika kamu benar-benar hendak berbuat."

  70. 21:69

    قُلْنَا يَـٰنَارُ كُونِى بَرْدًا وَسَلَـٰمًا عَلَىٰٓ إِبْرَٰهِيمَ

    Q̣ulnaa yaa-Naaru koonee bardañw wasalaaman ʻalaaa ʹIbraaheem!

    Kami (Allah) berfirman, "Wahai api! Jadilah kamu dingin, dan penyelamat bagi Ibrahim."

  71. 21:70

    وَأَرَادُوا۟ بِهِۦ كَيْدًا فَجَعَلْنَـٰهُمُ ٱلْأَخْسَرِينَ

    Wa-ʹaraadoo bihee kaydañ fajaʻalnaahumul ʹakhsareen!

    Dan mereka hendak berbuat jahat terhadap Ibrahim, maka Kami menjadikan mereka itu orang-orang yang paling rugi.

  72. 21:71

    وَنَجَّيْنَـٰهُ وَلُوطًا إِلَى ٱلْأَرْضِ ٱلَّتِى بَـٰرَكْنَا فِيهَا لِلْعَـٰلَمِينَ

    Wa-najjaynaahu wa-Looṭan ʹilal ʹarḍil latee baaraknaa feehaa lil-ʻaalameem.

    Dan Kami selamatkan dia (Ibrahim) dan Luṭ ke suatu negeri yang telah Kami berkahi untuk seluruh alam.

  73. 21:72

    وَوَهَبْنَا لَهُۥٓ إِسْحَـٰقَ وَيَعْقُوبَ نَافِلَةً ۖ وَكُلًّا جَعَلْنَا صَـٰلِحِينَ

    Wa-wahabnaa lahooo ʹIsḥaaq̣: wa-Yaʻq̣ooba naafilah: wa-kullañ jaʻalnaa Ṣaaliḥeen.

    Dan Kami menganugerahkan kepadanya (Ibrahim) Ishak dan Yakub sebagai suatu anugerah. Dan masing-masing Kami jadikan orang yang saleh.

  74. 21:73

    وَجَعَلْنَـٰهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا وَأَوْحَيْنَآ إِلَيْهِمْ فِعْلَ ٱلْخَيْرَٰتِ وَإِقَامَ ٱلصَّلَوٰةِ وَإِيتَآءَ ٱلزَّكَوٰةِ ۖ وَكَانُوا۟ لَنَا عَـٰبِدِينَ

    Wa-jaʻalnaahum ʹAʹimmatañy yahdoona biʹAmrinaa wa-ʹawḥaynaaa ʹilayhim fiʻlal khayraati wa-ʹiq̣aamaṣ Ṣalaati wa-ʹeetaaaʹaz Zakaah; wa-kaanoo lanaa ʻaabideen.

    Dan Kami menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami, dan Kami wahyukan kepada mereka agar berbuat kebaikan, melaksanakan salat dan menunaikan zakat, dan hanya kepada Kami mereka menyembah.

  75. 21:74

    وَلُوطًا ءَاتَيْنَـٰهُ حُكْمًا وَعِلْمًا وَنَجَّيْنَـٰهُ مِنَ ٱلْقَرْيَةِ ٱلَّتِى كَانَت تَّعْمَلُ ٱلْخَبَـٰٓئِثَ ۗ إِنَّهُمْ كَانُوا۟ قَوْمَ سَوْءٍ فَـٰسِقِينَ

    Wa-Looṭan ʹaataynaahu Ḥukmañw WaʻIlmañw Wanajjaynaahu minal q̣aryatil latee kaanat taʻmalul khabaaaʹis̤. ʹinnahum kaanoo q̣awma Sawʹiñ faasiq̣een.

    Dan kepada Luṭ, Kami berikan hikmah dan ilmu, dan Kami selamatkan dia dari (azab yang telah menimpa penduduk) kota yang melakukan perbuatan keji. Sungguh, mereka orang-orang yang jahat lagi fasik,

  76. 21:75

    وَأَدْخَلْنَـٰهُ فِى رَحْمَتِنَآ ۖ إِنَّهُۥ مِنَ ٱلصَّـٰلِحِينَ

    Wa-ʹadkhalnaahu fee Raḥmatinaa: ʹinnahoo minaṣ Ṣaaliḥeen.

    dan Kami masukkan dia ke dalam rahmat Kami; sesungguhnya dia termasuk golongan orang yang saleh.

  77. 21:76

    وَنُوحًا إِذْ نَادَىٰ مِن قَبْلُ فَٱسْتَجَبْنَا لَهُۥ فَنَجَّيْنَـٰهُ وَأَهْلَهُۥ مِنَ ٱلْكَرْبِ ٱلْعَظِيمِ

    Wa-Nooḥan ʹiz naadaa miñ q̣ablu fastajabnaa lahoo fanajjaynaahu wa-ʹahlahoo minal karbil ʻaz̤̣eem.

    Dan (ingatlah kisah) Nuh, sebelum itu, ketika dia berdoa. Kami perkenankan (doa)nya, lalu Kami selamatkan dia bersama pengikutnya dari bencana yang besar.

  78. 21:77

    وَنَصَرْنَـٰهُ مِنَ ٱلْقَوْمِ ٱلَّذِينَ كَذَّبُوا۟ بِـَٔايَـٰتِنَآ ۚ إِنَّهُمْ كَانُوا۟ قَوْمَ سَوْءٍ فَأَغْرَقْنَـٰهُمْ أَجْمَعِينَ

    Wa-naṣarnaahu minal q̣awmil laẓeena kaẓẓaboo biʹAayaatinaa: ʹinnahum kaanoo q̣awma Sawʹiñ faʹag̣raq̣naahum ʹajmaʻeen.

    Dan Kami menolongnya dari orang-orang yang telah mendustakan ayat-ayat Kami. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang jahat, maka Kami tenggelamkan mereka semuanya.

  79. 21:78

    وَدَاوُۥدَ وَسُلَيْمَـٰنَ إِذْ يَحْكُمَانِ فِى ٱلْحَرْثِ إِذْ نَفَشَتْ فِيهِ غَنَمُ ٱلْقَوْمِ وَكُنَّا لِحُكْمِهِمْ شَـٰهِدِينَ

    Wa-Daawooda wa-Sulaymaana ʹiẓ yaḥkumaani fil ḥars̤i ʹiẓ nafashat feehi g̣anamul q̣awm: wa-kunnaa liḥukmihim Shaahideen.

    Dan (ingatlah kisah) Dawud dan Sulaiman, ketika keduanya memberikan keputusan mengenai ladang, karena (ladang itu) dirusak oleh kambing-kambing milik kaumnya. Dan Kami menyaksikan keputusan (yang diberikan) oleh mereka itu.

  80. 21:79

    فَفَهَّمْنَـٰهَا سُلَيْمَـٰنَ ۚ وَكُلًّا ءَاتَيْنَا حُكْمًا وَعِلْمًا ۚ وَسَخَّرْنَا مَعَ دَاوُۥدَ ٱلْجِبَالَ يُسَبِّحْنَ وَٱلطَّيْرَ ۚ وَكُنَّا فَـٰعِلِينَ

    Fafahhamnaahaa Sulaymaan: wa-kullan ʹaataynaa Ḥukmañw waʻIlmaa; wa-sakh-kharnaa maʻa Daawoodal jibaala yusabbiḥna waṭṭayr: wa-kunnaa faaʻileen.

    Maka Kami memberikan pengertian kepada Sulaiman (tentang hukum yang lebih tepat); dan kepada masing-masing Kami berikan hikmah dan ilmu, dan Kami tundukkan gunung-gunung dan burung-burung, semua bertasbih bersama Dawud. Dan Kamilah yang melakukannya.

  81. 21:80

    وَعَلَّمْنَـٰهُ صَنْعَةَ لَبُوسٍ لَّكُمْ لِتُحْصِنَكُم مِّنۢ بَأْسِكُمْ ۖ فَهَلْ أَنتُمْ شَـٰكِرُونَ

    Wa-ʻallamnaahu ṣanʻata laboosil lakum lituḥṣinakum mim baʹsikum: fahal ʹañtum shaakiroon?

    Dan Kami ajarkan (pula) kepada Dawud cara membuat baju besi untukmu, guna melindungi kamu dalam peperanganmu. Apakah kamu bersyukur (kepada Allah)?

  82. 21:81

    وَلِسُلَيْمَـٰنَ ٱلرِّيحَ عَاصِفَةً تَجْرِى بِأَمْرِهِۦٓ إِلَى ٱلْأَرْضِ ٱلَّتِى بَـٰرَكْنَا فِيهَا ۚ وَكُنَّا بِكُلِّ شَىْءٍ عَـٰلِمِينَ

    Wa-li-Sulaymaanar reeḥa ʻaaṣifatañ tajree biʹamriheee ʹilal ʹarḍil latee baaraknaa feehaa: wa- kunnaa bikulli shayʹin ʻaalimeen.

    Dan (Kami tundukkan) untuk Sulaiman angin yang sangat kencang tiupannya yang berhembus dengan perintahnya ke negeri yang Kami beri berkah padanya. Dan Kami Maha Mengetahui segala sesuatu.

  83. 21:82

    وَمِنَ ٱلشَّيَـٰطِينِ مَن يَغُوصُونَ لَهُۥ وَيَعْمَلُونَ عَمَلًا دُونَ ذَٰلِكَ ۖ وَكُنَّا لَهُمْ حَـٰفِظِينَ

    Wa-minash shayaaṭeeni mañy yag̣ooṣoona lahoo wa-yaʻmaloona ʻamalañ doona ẓaalik; wa-kunnaa lahum Ḥaafiz̤̣een.

    Dan (Kami tundukkan pula kepada Sulaiman) segolongan setan-setan yang menyelam (ke dalam laut) untuknya dan mereka mengerjakan pekerjaan selain itu; dan Kami yang memelihara mereka.

  84. 21:83

    ۞ وَأَيُّوبَ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُۥٓ أَنِّى مَسَّنِىَ ٱلضُّرُّ وَأَنتَ أَرْحَمُ ٱلرَّٰحِمِينَ

    Wa-ʹAyyooba ʹiẓ naadaa Rabbahooo ʹannee massaniyaḍ ḍurru wa-ʹAñta ʹArḥamur raaḥimeen.

    Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika dia berdoa kepada Tuhannya, "(Ya Tuhanku), sungguh, aku telah ditimpa penyakit, padahal Engkau Tuhan Yang Maha Penyayang dari semua yang penyayang."

  85. 21:84

    فَٱسْتَجَبْنَا لَهُۥ فَكَشَفْنَا مَا بِهِۦ مِن ضُرٍّ ۖ وَءَاتَيْنَـٰهُ أَهْلَهُۥ وَمِثْلَهُم مَّعَهُمْ رَحْمَةً مِّنْ عِندِنَا وَذِكْرَىٰ لِلْعَـٰبِدِينَ

    Fastajabnaa lahoo fakashafnaa maa- bihee miñ ḍurriñw waʹaataynaahu ʹahlahoo wa-mis̤lahum maʻahum Raḥmatam min ʻIñdinaa waẓikraa lilʻaabideen.

    Maka Kami kabulkan (doa)nya, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan (Kami lipat gandakan jumlah mereka), sebagai suatu rahmat dari Kami, dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Kami.

  86. 21:85

    وَإِسْمَـٰعِيلَ وَإِدْرِيسَ وَذَا ٱلْكِفْلِ ۖ كُلٌّ مِّنَ ٱلصَّـٰبِرِينَ

    Wa-ʹIsmaaʻeela wa-ʹIdreesa wa-Ẓal kifl: kullum minaṣ Ṣaabireen;

    Dan (ingatlah kisah) Ismail, Idris dan Zulkifli. Mereka semua termasuk orang-orang yang sabar,

  87. 21:86

    وَأَدْخَلْنَـٰهُمْ فِى رَحْمَتِنَآ ۖ إِنَّهُم مِّنَ ٱلصَّـٰلِحِينَ

    Wa-ʹadkhalnaahum fee Raḥmatinaa: ʹinnahum minaṣ Ṣaaliḥeen.

    dan Kami masukkan mereka ke dalam rahmat Kami. Sungguh, mereka termasuk orang-orang yang saleh.

  88. 21:87

    وَذَا ٱلنُّونِ إِذ ذَّهَبَ مُغَـٰضِبًا فَظَنَّ أَن لَّن نَّقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَىٰ فِى ٱلظُّلُمَـٰتِ أَن لَّآ إِلَـٰهَ إِلَّآ أَنتَ سُبْحَـٰنَكَ إِنِّى كُنتُ مِنَ ٱلظَّـٰلِمِينَ

    Wa-Ẓan Nooni ʹiẓ ẓahaba mug̣aaḍibañ fa-Z̤̣anna ʹal lan naq̣dira ʻalayhi fanaadaa fiz̤̣ z̤̣ulumaati ʹal ˹Laaa ʹilaaha ʹillaaa ʹAñta Subḥaanaka ʹinnee kuñtu minaz̤̣ z̤̣aalimeen˺!

    Dan (ingatlah kisah) Żun Nūn (Yunus), ketika dia pergi dalam keadaan marah, lalu dia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya, maka dia berdoa dalam keadaan yang sangat gelap, "Tidak ada tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim."

  89. 21:88

    فَٱسْتَجَبْنَا لَهُۥ وَنَجَّيْنَـٰهُ مِنَ ٱلْغَمِّ ۚ وَكَذَٰلِكَ نُـۨجِى ٱلْمُؤْمِنِينَ

    Fastajabnaa lahoo wa-najjaynaahu minal g̣amm: wa-kaẓaalika nuñjil Muʹmineen.

    Maka kami kabulkan (doa)nya dan Kami selamatkan dia dari kedukaan. Dan demikianlah Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman.

  90. 21:89

    وَزَكَرِيَّآ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُۥ رَبِّ لَا تَذَرْنِى فَرْدًا وَأَنتَ خَيْرُ ٱلْوَٰرِثِينَ

    Wa-Zakariyyaaa ʹiẓ naadaa Rabbahoo Rabbi laa- taẓarnee fardañw waʹAñta Khayrul waaris̤een.

    Dan (ingatlah kisah) Zakaria, ketika dia berdoa kepada Tuhannya, "Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan aku hidup seorang diri (tanpa keturunan) dan Engkaulah ahli waris yang terbaik.

  91. 21:90

    فَٱسْتَجَبْنَا لَهُۥ وَوَهَبْنَا لَهُۥ يَحْيَىٰ وَأَصْلَحْنَا لَهُۥ زَوْجَهُۥٓ ۚ إِنَّهُمْ كَانُوا۟ يُسَـٰرِعُونَ فِى ٱلْخَيْرَٰتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَبًا وَرَهَبًا ۖ وَكَانُوا۟ لَنَا خَـٰشِعِينَ

    Fastajabnaa lahoo wa-wahabnaa lahoo Yaḥyaa wa-ʹaṣlaḥnaa lahoo zawjah. ʹInnahum kaanoo yusaariʻoona fil khayraati wa-yadʻoonanaa rag̣abañw warahabaa: wa-kaanoo lanaa khaashiʻeen.

    Maka Kami kabulkan (doa)nya, dan Kami anugerahkan kepadanya Yahya, dan Kami jadikan istrinya (dapat mengandung). Sungguh, mereka selalu bersegera dalam (mengerjakan) kebaikan, dan mereka berdoa kepada Kami dengan penuh harap dan cemas. Dan mereka orang-orang yang khusyuk kepada Kami.

  92. 21:91

    وَٱلَّتِىٓ أَحْصَنَتْ فَرْجَهَا فَنَفَخْنَا فِيهَا مِن رُّوحِنَا وَجَعَلْنَـٰهَا وَٱبْنَهَآ ءَايَةً لِّلْعَـٰلَمِينَ

    Wallateee ʹaḥṣanat farjahaa fanafakhnaa feehaa mir Rooḥinaa wa-jaʻalnaahaa wabnahaaa ʹAayatal lilʻaalameen.

    Dan (ingatlah kisah Maryam) yang memelihara kehormatannya, lalu Kami tiupkan (roh) dari Kami ke dalam (tubuh)nya; Kami jadikan dia dan anaknya sebagai tanda (kebesaran Allah) bagi seluruh alam.

  93. 21:92

    إِنَّ هَـٰذِهِۦٓ أُمَّتُكُمْ أُمَّةً وَٰحِدَةً وَأَنَا۠ رَبُّكُمْ فَٱعْبُدُونِ

    ʹInna haaẓiheee ʹummatukum ʹUmmatañw Waaḥidatañw WaʹAna Rabbukum faʻbudoon.

    Sungguh, (agama tauhid) inilah agama kamu, agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka sembahlah Aku!

  94. 21:93

    وَتَقَطَّعُوٓا۟ أَمْرَهُم بَيْنَهُمْ ۖ كُلٌّ إِلَيْنَا رَٰجِعُونَ

    Wa-taq̣aṭṭaʻooo ʹamrahum̃ baynahum: kullun ʹilaynaa raajiʻoon.

    Tetapi mereka terpecah belah dalam urusan (agama) mereka di antara mereka. Masing-masing (golongan itu semua) akan kembali kepada Kami.

  95. 21:94

    فَمَن يَعْمَلْ مِنَ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَا كُفْرَانَ لِسَعْيِهِۦ وَإِنَّا لَهُۥ كَـٰتِبُونَ

    Famañy yaʻmal minaṣ Ṣaaliḥaati wa-huwa Muʹminuñ falaa kufraana lisaʻyih: wa-ʹInnaa lahoo katiboon.

    Barangsiapa yang mengerjakan kebajikan, dan dia beriman, maka usahanya tidak akan di ingkari (disia-siakan), dan sungguh, Kamilah yang mencatat untuknya.

  96. 21:95

    وَحَرَٰمٌ عَلَىٰ قَرْيَةٍ أَهْلَكْنَـٰهَآ أَنَّهُمْ لَا يَرْجِعُونَ

    Waḥaraamun ʻalaa q̣aryatin ʹahlaknaahaaa ʹannahum laa- yarjiʻoon.

    Dan tidak mungkin bagi (penduduk) suatu negeri yang telah Kami binasakan, bahwa mereka tidak akan kembali (kepada Kami).

  97. 21:96

    حَتَّىٰٓ إِذَا فُتِحَتْ يَأْجُوجُ وَمَأْجُوجُ وَهُم مِّن كُلِّ حَدَبٍ يَنسِلُونَ

    Hattaaa ʹiẓaa futiḥat Yaʹjooju wa-Maʹjooju wa-hum miñ kulli ḥadabiñy yañsiloon.

    Hingga apabila (tembok) Ya`jūj dan Ma`jūj dibukakan dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi.

  98. 21:97

    وَٱقْتَرَبَ ٱلْوَعْدُ ٱلْحَقُّ فَإِذَا هِىَ شَـٰخِصَةٌ أَبْصَـٰرُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ يَـٰوَيْلَنَا قَدْ كُنَّا فِى غَفْلَةٍ مِّنْ هَـٰذَا بَلْ كُنَّا ظَـٰلِمِينَ

    Waq̣tarabal Waʻdul Ḥaq̣q̣u faʹiẓaa hiya shaakhiṣatun ʹabṣaarul laẓeena kafaroo: yaawaylanaa q̣ad kunnaa fee g̣aflatim min haaẓaa bal kunnaa z̤̣aalimeen!

    Dan (apabila) janji yang benar (hari berbangkit) telah dekat, maka tiba-tiba mata orang-orang yang kafir terbelalak. (Mereka berkata), "Alangkah celakanya kami! Kami benar-benar lengah tentang ini, bahkan kami benar-benar orang yang zalim."

  99. 21:98

    إِنَّكُمْ وَمَا تَعْبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ حَصَبُ جَهَنَّمَ أَنتُمْ لَهَا وَٰرِدُونَ

    ʹInnakum wa-maa taʻbudoona miñ doonil laahi ḥaṣabu Jahannam! ʹañtum lahaa waaridoon!

    Sungguh, kamu (orang kafir) dan apa yang kamu sembah selain Allah, adalah bahan bakar Jahanam. Kamu (pasti) masuk ke dalamnya.

  100. 21:99

    لَوْ كَانَ هَـٰٓؤُلَآءِ ءَالِهَةً مَّا وَرَدُوهَا ۖ وَكُلٌّ فِيهَا خَـٰلِدُونَ

    Law kaana haaaʹulaaaʹi ʹaalihatam maa waradoohaa! wa-kulluñ feehaa khaalidoon.

    Seandainya (berhala-berhala) itu tuhan, tentu mereka tidak akan memasukinya (neraka). Tetapi semuanya akan kekal di dalamnya.

  101. 21:100

    لَهُمْ فِيهَا زَفِيرٌ وَهُمْ فِيهَا لَا يَسْمَعُونَ

    Lahum feehaa zafeeruñw wahum feehaa laa- yasmaʻoon.

    Mereka merintih dan menjerit di dalamnya (neraka), dan mereka di dalamnya tidak dapat mendengar.

  102. 21:101

    إِنَّ ٱلَّذِينَ سَبَقَتْ لَهُم مِّنَّا ٱلْحُسْنَىٰٓ أُو۟لَـٰٓئِكَ عَنْهَا مُبْعَدُونَ

    ʹInnal laẓeena sabaq̣at lahum minnal Ḥusnaaa ʹulaaaʹika ʻanhaa mubʻadoon.

    Sungguh, bagi orang-orang yang telah ada (ketetapan) yang baik dari Kami sebelumnya, mereka itu akan dijauhkan (dari neraka).

  103. 21:102

    لَا يَسْمَعُونَ حَسِيسَهَا ۖ وَهُمْ فِى مَا ٱشْتَهَتْ أَنفُسُهُمْ خَـٰلِدُونَ

    Laa- yasmaʻoona ḥaseesahaa: wa-hum fee mash tahat ʹañfusuhum khaalidoon.

    Mereka tidak mendengar bunyi desis (api neraka), dan mereka kekal dalam (menikmati) semua yang mereka ingini.

  104. 21:103

    لَا يَحْزُنُهُمُ ٱلْفَزَعُ ٱلْأَكْبَرُ وَتَتَلَقَّىٰهُمُ ٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ هَـٰذَا يَوْمُكُمُ ٱلَّذِى كُنتُمْ تُوعَدُونَ

    Laa- yaḥzunuhumul Fazaʻul ʹAkbaru wa-tatalaq̣-q̣aahumul malaaaʹikah: haaẓaa Yawmukumul laẓee kuñtum tooʻadoon.

    Kejutan yang dahsyat tidak membuat mereka merasa sedih, dan para malaikat akan menyambut mereka (dengan ucapan), "Inilah harimu yang telah dijanjikan kepadamu."

  105. 21:104

    يَوْمَ نَطْوِى ٱلسَّمَآءَ كَطَىِّ ٱلسِّجِلِّ لِلْكُتُبِ ۚ كَمَا بَدَأْنَآ أَوَّلَ خَلْقٍ نُّعِيدُهُۥ ۚ وَعْدًا عَلَيْنَآ ۚ إِنَّا كُنَّا فَـٰعِلِينَ

    Yawma naṭwis samaaaʹa kaṭayyis sijilli lilkutub: kamaa badaʹnaaa ʹawwala khalq̣in nuʻeeduh: waʻdan ʻalaynaa: ʹInnaa kunnaa faaʻileen.

    (Ingatlah) pada hari ketika langit Kami gulung seperti menggulung lembaran-lembaran kertas. Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama, begitulah Kami akan mengulanginya lagi. (Suatu) janji yang pasti Kami tepati; sungguh, Kami akan melaksanakannya.

  106. 21:105

    وَلَقَدْ كَتَبْنَا فِى ٱلزَّبُورِ مِنۢ بَعْدِ ٱلذِّكْرِ أَنَّ ٱلْأَرْضَ يَرِثُهَا عِبَادِىَ ٱلصَّـٰلِحُونَ

    Wa-laq̣ad katabna fiz Zaboori mim baʻdiẓ Ẓikri ʹannal ʹarḍa yaris̤uhaa ʻIbaadiyaṣ Ṣaaliḥoon.

    Dan sungguh, telah Kami tulis di dalam Zabur setelah (tertulis) di dalam Aż-Żikr (Lauḥ Maḥfūẓ), bahwa bumi ini akan diwarisi oleh hamba-hamba-Ku yang saleh.

  107. 21:106

    إِنَّ فِى هَـٰذَا لَبَلَـٰغًا لِّقَوْمٍ عَـٰبِدِينَ

    ʹInna fee haaẓaa la-Balaag̣al liq̣awmin ʻAabideen.

    Sungguh, (apa yang disebutkan) di dalam (Al-Qur`an) ini, benar-benar menjadi petunjuk (yang lengkap) bagi orang-orang yang menyembah (Allah).

  108. 21:107

    وَمَآ أَرْسَلْنَـٰكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَـٰلَمِينَ

    Wa-maaa ʹarsalnaaka ʹillaa Raḥmatal lilʻaalameen.

    Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam.

  109. 21:108

    قُلْ إِنَّمَا يُوحَىٰٓ إِلَىَّ أَنَّمَآ إِلَـٰهُكُمْ إِلَـٰهٌ وَٰحِدٌ ۖ فَهَلْ أَنتُم مُّسْلِمُونَ

    Q̣ul ʹinnamaa yooḥaaa ʹilayya ʹannamaaa ʹIlaahukum ʹIlaahuñw Waaḥid: fahal ʹañtum Muslimoon?

    Katakanlah (Muhammad), "Sungguh, apa yang diwahyukan kepadaku ialah bahwa Tuhanmu adalah Tuhan Yang Esa, maka apakah kamu telah berserah diri (kepada-Nya)?"

  110. 21:109

    فَإِن تَوَلَّوْا۟ فَقُلْ ءَاذَنتُكُمْ عَلَىٰ سَوَآءٍ ۖ وَإِنْ أَدْرِىٓ أَقَرِيبٌ أَم بَعِيدٌ مَّا تُوعَدُونَ

    Faʹiñ tawallaw faq̣ul ʹaaẓañtukum ʻalaa sawaaaʹ; wa-ʹin ʹadreee ʹaq̣areebun ʹam̃ baʻeedum maa tooʻadoon.

    Jika mereka berpaling, maka katakanlah (Muhammad), "Aku telah menyampaikan kepadamu (ajaran) yang sama (antara kita) dan aku tidak tahu apakah yang diancamkan kepadamu itu sudah dekat atau masih jauh."

  111. 21:110

    إِنَّهُۥ يَعْلَمُ ٱلْجَهْرَ مِنَ ٱلْقَوْلِ وَيَعْلَمُ مَا تَكْتُمُونَ

    ʹInnahoo yaʻlamul jahra minal q̣awli wa-yaʻlamu maa- taktumoon.

    Sungguh Dia (Allah) mengetahui perkataan (yang kamu ucapkan) dengan terang-terangan, dan mengetahui (pula) apa yang kamu rahasiakan.

  112. 21:111

    وَإِنْ أَدْرِى لَعَلَّهُۥ فِتْنَةٌ لَّكُمْ وَمَتَـٰعٌ إِلَىٰ حِينٍ

    Wa-ʹin ʹadree laʻallahoo fitnatul lakum wa-mataaʻun ʹilaa ḥeen.

    Dan aku tidak tahu, boleh jadi hal itu cobaan bagi kamu dan kesenangan sampai waktu yang ditentukan.

  113. 21:112

    قَـٰلَ رَبِّ ٱحْكُم بِٱلْحَقِّ ۗ وَرَبُّنَا ٱلرَّحْمَـٰنُ ٱلْمُسْتَعَانُ عَلَىٰ مَا تَصِفُونَ

    Q̣aala Rabbiḥ kum̃ bil-Ḥaq̣q̣! Wa-Rabbunar Raḥmaanul Mustaʻaanu ʻalaa maa- taṣifoon!

    Dia (Muhammad) berkata, "Ya Tuhanku, berilah keputusan dengan adil. Dan Tuhan kami Maha Pengasih, tempat memohon segala pertolongan atas semua yang kamu katakan."

  114. Surah Al-HajjBegins here at 22:1

  115. 22:1

    يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُوا۟ رَبَّكُمْ ۚ إِنَّ زَلْزَلَةَ ٱلسَّاعَةِ شَىْءٌ عَظِيمٌ

    Yaaaʹayyuhan naasut taq̣oo Rabbakum! ʹInna zalzalatas Saaʻati shayʹun ʻaz̤̣eem!

    Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu; sungguh, guncangan (hari) Kiamat itu adalah suatu (kejadian) yang sangat besar.

  116. 22:2

    يَوْمَ تَرَوْنَهَا تَذْهَلُ كُلُّ مُرْضِعَةٍ عَمَّآ أَرْضَعَتْ وَتَضَعُ كُلُّ ذَاتِ حَمْلٍ حَمْلَهَا وَتَرَى ٱلنَّاسَ سُكَـٰرَىٰ وَمَا هُم بِسُكَـٰرَىٰ وَلَـٰكِنَّ عَذَابَ ٱللَّهِ شَدِيدٌ

    Yawma tarawnahaa taẓhalu kullu murḍiʻatin ʻammaaa ʹarḍaʻat wa-taḍaʻu kullu ẓaati ḥamlin ḥamlahaa wa-taran naasa sukaaraa wa-maa hum̃ bisukaaraa wa-laakinna ʻaẓaabal laahi shadeed.

    (Ingatlah) pada hari ketika kamu melihatnya (guncangan itu), semua perempuan yang menyusui anaknya akan lalai terhadap anak yang disusuinya, dan setiap perempuan yang hamil akan keguguran kandungannya, dan kamu melihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, tetapi azab Allah itu sangat keras.

  117. 22:3

    وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يُجَـٰدِلُ فِى ٱللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّبِعُ كُلَّ شَيْطَـٰنٍ مَّرِيدٍ

    Wa-minan naasi mañy yujaadilu fil laahi big̣ayri ʻilmiñw Wayattabiʻu kulla shayṭaanim mareed!

    Dan di antara manusia ada yang berbantahan tentang Allah tanpa ilmu dan hanya mengikuti para setan yang sangat jahat,

  118. 22:4

    كُتِبَ عَلَيْهِ أَنَّهُۥ مَن تَوَلَّاهُ فَأَنَّهُۥ يُضِلُّهُۥ وَيَهْدِيهِ إِلَىٰ عَذَابِ ٱلسَّعِيرِ

    Kutiba ʻalayhi ʹannahoo mañ tawallaahu faʹannahoo yuḍilluhoo wa-yahdeehi ʹilaa ʻAẓaabis Saʻeer.

    (tentang setan), telah ditetapkan bahwa siapa yang berkawan dengan dia, maka dia akan menyesatkannya, dan membawanya ke azab neraka.

  119. 22:5

    يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِن كُنتُمْ فِى رَيْبٍ مِّنَ ٱلْبَعْثِ فَإِنَّا خَلَقْنَـٰكُم مِّن تُرَابٍ ثُمَّ مِن نُّطْفَةٍ ثُمَّ مِنْ عَلَقَةٍ ثُمَّ مِن مُّضْغَةٍ مُّخَلَّقَةٍ وَغَيْرِ مُخَلَّقَةٍ لِّنُبَيِّنَ لَكُمْ ۚ وَنُقِرُّ فِى ٱلْأَرْحَامِ مَا نَشَآءُ إِلَىٰٓ أَجَلٍ مُّسَمًّى ثُمَّ نُخْرِجُكُمْ طِفْلًا ثُمَّ لِتَبْلُغُوٓا۟ أَشُدَّكُمْ ۖ وَمِنكُم مَّن يُتَوَفَّىٰ وَمِنكُم مَّن يُرَدُّ إِلَىٰٓ أَرْذَلِ ٱلْعُمُرِ لِكَيْلَا يَعْلَمَ مِنۢ بَعْدِ عِلْمٍ شَيْـًٔا ۚ وَتَرَى ٱلْأَرْضَ هَامِدَةً فَإِذَآ أَنزَلْنَا عَلَيْهَا ٱلْمَآءَ ٱهْتَزَّتْ وَرَبَتْ وَأَنۢبَتَتْ مِن كُلِّ زَوْجٍۭ بَهِيجٍ

    Yaaaʹayyuhan naasu ʹiñ kuñtum fee raybim minal Baʻs̤i faʹinnaa khalaq̣naakum miñ turaabiñ s̤umma min nuṭfatiñ s̤umma min ʻalaq̣atiñ s̤umma mim muḍg̣atim mukhallaq̣atiñw wag̣ayri mukhallaq̣atil linubayyina lakum. Wa-nuq̣irru fil ʹarḥaami maa- nashaaaʹu ʹilaaa ʹajalim musammañ s̤umma nukhrijukum ṭiflañ s̤umma litablug̣ooo ʹashuddakum; wa-miñkum mañy yutawaffaa wa-miñkum mañy yuraddu ʹilaaa ʹarẓalil ʻumuri likaylaa yaʻlama mim baʻdi ʻilmiñ shayʹaa. Wa-taral ʹarḍa haamidatañ faʹiẓaaa ʹañzalnaa ʻalayhal maaaʹah tazzat wa-rabat wa-ʹambatat miñ kulli zawjim baheej.

    Wahai manusia! Jika kamu meragukan (hari) kebangkitan, maka sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu; dan Kami tetapkan dalam rahim menurut kehendak Kami sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampai kepada usia dewasa, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (ada pula) di antara kamu yang dikembalikan sampai usia sangat tua (pikun), sehingga dia tidak mengetahui lagi sesuatu yang telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air (hujan) di atasnya, bumi itu menjadi hidup dan subur, serta menumbuhkan berbagai jenis pasangan tetumbuhan yang indah.

  120. 22:6

    ذَٰلِكَ بِأَنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلْحَقُّ وَأَنَّهُۥ يُحْىِ ٱلْمَوْتَىٰ وَأَنَّهُۥ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ

    Ẓaalika biʹannal laaha Huwal Ḥaq̣q̣u wa-ʹannahoo yuḥyil mawtaa wa-ʹannahoo ʻalaa kulli shayʹiñ Q̣adeer.

    Yang demikian itu karena sungguh, Allah, Dialah yang hak, dan sungguh, Dialah yang menghidupkan segala yang telah mati, dan sungguh, Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.

  121. 22:7

    وَأَنَّ ٱلسَّاعَةَ ءَاتِيَةٌ لَّا رَيْبَ فِيهَا وَأَنَّ ٱللَّهَ يَبْعَثُ مَن فِى ٱلْقُبُورِ

    Wa-ʹannas Saaʻata ʹaatiyatul laa rayba feeha wa-ʹannal laaha yabʻas̤u mañ fil q̣uboor.

    Dan sungguh, (hari) Kiamat itu pasti datang, tidak ada keraguan padanya; dan sungguh, Allah akan membangkitkan siapa pun yang di dalam kubur.

  122. 22:8

    وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يُجَـٰدِلُ فِى ٱللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَلَا هُدًى وَلَا كِتَـٰبٍ مُّنِيرٍ

    Wa-minan naasi mañy yujaadilu fil laahi big̣ayri ʻilmiñw walaa Hudañw Walaa Kittabim Muneer,

    Dan di antara manusia ada yang berbantahan tentang Allah tanpa ilmu, tanpa petunjuk dan tanpa kitab (wahyu) yang memberi penerangan,

  123. 22:9

    ثَانِىَ عِطْفِهِۦ لِيُضِلَّ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ ۖ لَهُۥ فِى ٱلدُّنْيَا خِزْىٌ ۖ وَنُذِيقُهُۥ يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ عَذَابَ ٱلْحَرِيقِ

    S̤aaniya ʻiṭfihee liyuḍilla ʻañ Sabeelil laah: lahoo fid dunyaa khizyuñw wanuẓeeq̣uhoo Yawmal Q̣iyaamati ʻAẓaabal Ḥareeq̣.

    sambil memalingkan lambungnya (dengan congkak) untuk menyesatkan manusia dari jalan Allah. Dia mendapat kehinaan di dunia, dan pada hari Kiamat Kami berikan kepadanya rasa azab neraka yang membakar.

  124. 22:10

    ذَٰلِكَ بِمَا قَدَّمَتْ يَدَاكَ وَأَنَّ ٱللَّهَ لَيْسَ بِظَلَّـٰمٍ لِّلْعَبِيدِ

    Ẓaalika bimaa q̣addamat yadaaka wa-ʹannal laaha laysa biz̤̣allaamil lilʻabeed.

    (Akan dikatakan kepadanya), "Itu karena perbuatan yang dilakukan dahulu oleh kedua tanganmu, dan Allah sekali-kali tidak menzalimi hamba-hamba-Nya.

  125. 22:11

    وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يَعْبُدُ ٱللَّهَ عَلَىٰ حَرْفٍ ۖ فَإِنْ أَصَابَهُۥ خَيْرٌ ٱطْمَأَنَّ بِهِۦ ۖ وَإِنْ أَصَابَتْهُ فِتْنَةٌ ٱنقَلَبَ عَلَىٰ وَجْهِهِۦ خَسِرَ ٱلدُّنْيَا وَٱلْـَٔاخِرَةَ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ ٱلْخُسْرَانُ ٱلْمُبِينُ

    Wa-minan naasi mañy yaʻbudul laaha ʻalaa ḥarf: faʹin ʹaṣaabahoo khayruniṭ maʹanna bih; wa-ʹin ʹaṣaabathu fitnatuniñ q̣alaba ʻalaa wajhih; khasirad dunyaa wal-ʹAakhirah; ẓaalika huwal khusraanul Mubeen.

    Dan di antara manusia ada yang menyembah Allah hanya di tepi, maka jika dia memperoleh kebajikan, dia merasa puas, dan jika dia ditimpa suatu cobaan, dia berbalik ke belakang. Dia rugi di dunia dan di akhirat. Itulah kerugian yang nyata.

  126. 22:12

    يَدْعُوا۟ مِن دُونِ ٱللَّهِ مَا لَا يَضُرُّهُۥ وَمَا لَا يَنفَعُهُۥ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ ٱلضَّلَـٰلُ ٱلْبَعِيدُ

    Yadʻoo miñ doonil laahi maa laa- yaḍurruhoo wamaa laa- yañfaʻuh: ẓaalika huwaḍ ḍalaalul baʻeed!

    Dia berdoa kepada selain Allah, sesuatu yang tidak dapat mendatangkan bencana dan tidak (pula) memberi manfaat kepadanya. Itulah kesesatan yang jauh.

  127. 22:13

    يَدْعُوا۟ لَمَن ضَرُّهُۥٓ أَقْرَبُ مِن نَّفْعِهِۦ ۚ لَبِئْسَ ٱلْمَوْلَىٰ وَلَبِئْسَ ٱلْعَشِيرُ

    Yadʻoo lamañ ḍarruhooo ʹaq̣rabu min nafʻih: labiʹsal mawlaa wa-labiʹsal ʻasheer!

    Dia berdoa kepada sesuatu yang (sebenarnya) bencananya lebih dekat daripada manfaatnya. Sungguh, itu seburuk-buruk penolong dan sejahat-jahat kawan.

  128. 22:14

    إِنَّ ٱللَّهَ يُدْخِلُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ جَنَّـٰتٍ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَـٰرُ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يَفْعَلُ مَا يُرِيدُ

    ʹInnal laaha yudkhilul laẓeena ʹaamanoo wa-ʻamiluṣ Ṣaaliḥaati Jannaatiñ tajree miñ taḥtihal ʹanhaar: ʹinnal laaha yafʻalu maa- yureed.

    (Sungguh), Allah akan memasukkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Sungguh, Allah berbuat apa yang Dia kehendaki.

  129. 22:15

    مَن كَانَ يَظُنُّ أَن لَّن يَنصُرَهُ ٱللَّهُ فِى ٱلدُّنْيَا وَٱلْـَٔاخِرَةِ فَلْيَمْدُدْ بِسَبَبٍ إِلَى ٱلسَّمَآءِ ثُمَّ لْيَقْطَعْ فَلْيَنظُرْ هَلْ يُذْهِبَنَّ كَيْدُهُۥ مَا يَغِيظُ

    Mañ kaana yaz̤̣unnu ʹal lañy yañṣurahul laahu fid dunyaa wal-ʹAakhirati fal-yamdud bisababin ʹilas samaaaʹi s̤ummal yaq̣ṭaʻ falyañz̤̣ur hal yuẓhibanna kayduhoo maa- yag̣eez̤̣!

    Barangsiapa menyangka bahwa Allah tidak akan menolongnya (Muhammad) di dunia dan di akhirat, maka hendaklah dia merentangkan tali ke langit-langit, lalu menggantung (diri), kemudian pikirkanlah apakah tipu dayanya itu dapat melenyapkan apa yang menyakitkan hatinya.

  130. 22:16

    وَكَذَٰلِكَ أَنزَلْنَـٰهُ ءَايَـٰتٍۭ بَيِّنَـٰتٍ وَأَنَّ ٱللَّهَ يَهْدِى مَن يُرِيدُ

    Wa-kaẓaalika ʹañzalnaahu ʹAayaatim Bayyinaatiñw Waʹannal laaha yahdee mañy yureed!

    Dan demikianlah Kami telah menurunkan (Al-Qur`an) yang merupakan ayat-ayat yang nyata; sesungguhnya Allah memberikan petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki.

  131. 22:17

    إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَٱلَّذِينَ هَادُوا۟ وَٱلصَّـٰبِـِٔينَ وَٱلنَّصَـٰرَىٰ وَٱلْمَجُوسَ وَٱلَّذِينَ أَشْرَكُوٓا۟ إِنَّ ٱللَّهَ يَفْصِلُ بَيْنَهُمْ يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ شَهِيدٌ

    ʹInnal laẓeena ʹaamanoo wallaẓeena haadoo waṣ-Ṣaabiʹeena wan-Naṣaaraa wal-Majoosa wallaẓeena ʹashrakooo ʹinnal laaha yafṣilu baynahum Yawmal Q̣iyaamah: ʹinnal laaha ʻalaa kulli shayʹiñ Shaheed.

    Sesungguhnya orang-orang beriman, orang Yahudi, orang Sabiin, orang Nasrani, orang Majusi dan orang musyrik, Allah pasti memberi keputusan di antara mereka pada hari Kiamat. Sungguh, Allah menjadi saksi atas segala sesuatu.

  132. 22:18

    أَلَمْ تَرَ أَنَّ ٱللَّهَ يَسْجُدُ لَهُۥ مَن فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَمَن فِى ٱلْأَرْضِ وَٱلشَّمْسُ وَٱلْقَمَرُ وَٱلنُّجُومُ وَٱلْجِبَالُ وَٱلشَّجَرُ وَٱلدَّوَآبُّ وَكَثِيرٌ مِّنَ ٱلنَّاسِ ۖ وَكَثِيرٌ حَقَّ عَلَيْهِ ٱلْعَذَابُ ۗ وَمَن يُهِنِ ٱللَّهُ فَمَا لَهُۥ مِن مُّكْرِمٍ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يَفْعَلُ مَا يَشَآءُ ۩

    ʹAlam tara ʹannal laaha yasjudu lahoo mañ fis samaawaati wa-mañ fil ʹarḍi washshamsu walq̣amaru wan-nujoomu wal-jibaalu washshajaru wad-dawaaabbu wa-kas̤eerum minan naas? Wa-kas̤eerun ḥaq̣q̣a ʻalayhil ʻAẓaab. Wa-mañy yuhinil laahu famaa lahoo mim mukrim: ʹinnal laaha yafʻalu maa- yashaaaʹ.

    Tidakkah engkau tahu bahwa siapa yang ada di langit dan siapa yang ada di bumi bersujud kepada Allah, (demikian) juga matahari, bulan, bintang, gunung-gunung, pohon-pohon, hewan-hewan yang melata dan banyak di antara manusia (yang sujud). Tetapi banyak (juga manusia) yang pantas mendapatkan azab. Barangsiapa dihinakan Allah, tidak seorang pun yang akan memuliakannya. Sungguh, Allah berbuat apa saja yang Dia kehendaki.

  133. 22:19

    ۞ هَـٰذَانِ خَصْمَانِ ٱخْتَصَمُوا۟ فِى رَبِّهِمْ ۖ فَٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ قُطِّعَتْ لَهُمْ ثِيَابٌ مِّن نَّارٍ يُصَبُّ مِن فَوْقِ رُءُوسِهِمُ ٱلْحَمِيمُ

    Haaẓaani khaṣmaanikh taṣamoo fee Rabbihim: fal-laẓeena kafaroo q̣uṭṭiʻat lahum s̤iyaabum min Naar: yuṣabbu miñ fawq̣i ruʹoosihimul ḥameem.

    Inilah dua golongan (golongan mukmin dan kafir) yang bertengkar, mereka bertengkar mengenai Tuhan mereka. Maka bagi orang kafir akan dibuatkan pakaian-pakaian dari api (neraka) untuk mereka. Ke atas kepala mereka akan disiramkan air yang mendidih.

  134. 22:20

    يُصْهَرُ بِهِۦ مَا فِى بُطُونِهِمْ وَٱلْجُلُودُ

    Yuṣharu bihee maa- fee buṭoonihim waljulood.

    Dengan (air mendidih) itu akan dihancurluluhkan apa yang ada dalam perut dan kulit mereka.

  135. 22:21

    وَلَهُم مَّقَـٰمِعُ مِنْ حَدِيدٍ

    Wa-lahum maq̣aamiʻu min ḥadeed.

    Dan (azab) untuk mereka cambuk-cambuk dari besi.

  136. 22:22

    كُلَّمَآ أَرَادُوٓا۟ أَن يَخْرُجُوا۟ مِنْهَا مِنْ غَمٍّ أُعِيدُوا۟ فِيهَا وَذُوقُوا۟ عَذَابَ ٱلْحَرِيقِ

    Kullamaaa ʹaraadooo ʹañy yakhrujoo minhaa min g̣ammin ʹuʻeedoo feehaa wa-ẓooq̣oo ʻaẓaabal Ḥareeq̣!

    Setiap kali mereka hendak ke luar darinya (neraka) karena tersiksa, mereka dikembalikan (lagi) ke dalamnya. (Kepada mereka dikatakan), "Rasakanlah azab yang membakar ini!"

  137. 22:23

    إِنَّ ٱللَّهَ يُدْخِلُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ جَنَّـٰتٍ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَـٰرُ يُحَلَّوْنَ فِيهَا مِنْ أَسَاوِرَ مِن ذَهَبٍ وَلُؤْلُؤًا ۖ وَلِبَاسُهُمْ فِيهَا حَرِيرٌ

    ʹInnal laaha yudkhilul laẓeena ʹaamanoo wa-ʻamiluṣ Ṣaaliḥaati Jannaatiñ tajree miñ taḥtihal ʹanhaaru yuḥallawna feehaa min ʹasaawira miñ ẓahabiñw waluʹluʹaa: wa-libaasuhum feehaa ḥareer.

    Sungguh, Allah akan memasukkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Di sana mereka diberi perhiasan gelang-gelang emas dan mutiara, dan pakaian mereka dari sutera.

  138. 22:24

    وَهُدُوٓا۟ إِلَى ٱلطَّيِّبِ مِنَ ٱلْقَوْلِ وَهُدُوٓا۟ إِلَىٰ صِرَٰطِ ٱلْحَمِيدِ

    Wa-hudooo ʹilaṭ Ṭayyibi minal Q̣awli wa-hudooo ʹilaa Ṣiraaṭil Ḥameed.

    Dan mereka diberi petunjuk kepada ucapan-ucapan yang baik dan diberi petunjuk (pula) kepada jalan (Allah) yang maha terpuji.

  139. 22:25

    إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ وَيَصُدُّونَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ وَٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ ٱلَّذِى جَعَلْنَـٰهُ لِلنَّاسِ سَوَآءً ٱلْعَـٰكِفُ فِيهِ وَٱلْبَادِ ۚ وَمَن يُرِدْ فِيهِ بِإِلْحَادٍۭ بِظُلْمٍ نُّذِقْهُ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ

    ʹInnal laẓeena kafaroo wa-yaṣuddoona ʻañ Sabeelil laahi wal-Masjidil Ḥaraamil laẓee jaʻalnaahu linnaasi sawaaaʹanil ʻaakifu feehi walbaad. Wa-mañy yurid feehi biʹilḥaadim biz̤̣ulmin nuẓiq̣hu min ʻAẓaabin ʹaleem.

    Sungguh, orang-orang kafir dan yang menghalangi (manusia) dari jalan Allah dan dari Masjidil Haram yang telah Kami jadikan terbuka untuk semua manusia, baik yang bermukim di sana maupun yang datang dari luar. Dan siapa saja yang bermaksud melakukan kejahatan secara zalim di dalamnya, niscaya akan kami rasakan kepadanya siksa yang pedih.

  140. 22:26

    وَإِذْ بَوَّأْنَا لِإِبْرَٰهِيمَ مَكَانَ ٱلْبَيْتِ أَن لَّا تُشْرِكْ بِى شَيْـًٔا وَطَهِّرْ بَيْتِىَ لِلطَّآئِفِينَ وَٱلْقَآئِمِينَ وَٱلرُّكَّعِ ٱلسُّجُودِ

    Wa-ʹiẓ bawwaʹnaa liʹIbraaheema Makaanal Bayti ʹal laa tushrik bee shayʹañw waṭahhir Baytiya liṭ-Ṭaaaʹifeena wal-Q̣aaaʹimeena war-Rukkaʻis Sujood.

    Dan (ingatlah), ketika Kami tempatkan Ibrahim di tempat Baitullah (dengan mengatakan), "Janganlah engkau mempersekutukan Aku dengan apa pun dan sucikanlah rumah-Ku bagi orang-orang yang tawaf, dan orang yang beribadah dan orang yang rukuk dan sujud.

  141. 22:27

    وَأَذِّن فِى ٱلنَّاسِ بِٱلْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالًا وَعَلَىٰ كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِن كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ

    Wa-ʹaẓẓin fin naasi bil-Ḥajji yaʹtooka rijaalañw wa-ʻalaa kulli ḍaamiriñy yaʹteena miñ kulli fajjin ʻameeq̣;

    Dan serulah manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, atau mengendarai setiap unta yang kurus, mereka datang dari segenap penjuru yang jauh,

  142. 22:28

    لِّيَشْهَدُوا۟ مَنَـٰفِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا۟ ٱسْمَ ٱللَّهِ فِىٓ أَيَّامٍ مَّعْلُومَـٰتٍ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُم مِّنۢ بَهِيمَةِ ٱلْأَنْعَـٰمِ ۖ فَكُلُوا۟ مِنْهَا وَأَطْعِمُوا۟ ٱلْبَآئِسَ ٱلْفَقِيرَ

    Liyashhadoo manaafiʻa lahum wa-yaẓkurus mal laahi feee ʹAyyaamim Maʻloomaatin ʻalaa maa- razaq̣ahum mim baheematil ʹanʻaam: fakuloo minhaa wa-ʹaṭʻimul baaaʹisal faq̣eer.

    agar mereka menyaksikan berbagai manfaat untuk mereka dan agar mereka menyebut nama Allah pada beberapa hari yang telah ditentukan atas rezeki yang Dia berikan kepada mereka berupa hewan ternak. Maka makanlah sebagian darinya dan (sebagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir.

  143. 22:29

    ثُمَّ لْيَقْضُوا۟ تَفَثَهُمْ وَلْيُوفُوا۟ نُذُورَهُمْ وَلْيَطَّوَّفُوا۟ بِٱلْبَيْتِ ٱلْعَتِيقِ

    S̤ummal yaq̣ḍoo tafas̤ahum wal-yoofoo nuẓoorahum wal-yaṭṭawwafoo bil-Baytil ʻAteeq̣.

    Kemudian, hendaklah mereka menghilangkan kotoran (yang ada di badan) mereka, menyempurnakan nazar-nazar mereka dan melakukan tawaf sekeliling rumah tua (Baitullah).

  144. 22:30

    ذَٰلِكَ وَمَن يُعَظِّمْ حُرُمَـٰتِ ٱللَّهِ فَهُوَ خَيْرٌ لَّهُۥ عِندَ رَبِّهِۦ ۗ وَأُحِلَّتْ لَكُمُ ٱلْأَنْعَـٰمُ إِلَّا مَا يُتْلَىٰ عَلَيْكُمْ ۖ فَٱجْتَنِبُوا۟ ٱلرِّجْسَ مِنَ ٱلْأَوْثَـٰنِ وَٱجْتَنِبُوا۟ قَوْلَ ٱلزُّورِ

    Ẓaalika wa-mañy yuʻaz̤̣z̤̣im Ḥurumaatil laahi fahuwa khayrul lahoo ʻiñda Rabbih. Wa-ʹuḥillat lakumul ʹanʻaamu ʹillaa maa- yutlaa ʻalaykum fajtanibur rijsa minal ʹaws̤aani wajtaniboo q̣awlaz zoor

    Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan apa yang terhormat di sisi Allah (Ḥurumāt), maka itu lebih baik baginya di sisi Tuhannya. Dan dihalalkan bagi kamu semua hewan ternak, kecuali yang diterangkan kepadamu (keharamannya), maka jauhilah (penyembahan) berhala-berhala yang najis itu dan jauhilah perkataan dusta.

  145. 22:31

    حُنَفَآءَ لِلَّهِ غَيْرَ مُشْرِكِينَ بِهِۦ ۚ وَمَن يُشْرِكْ بِٱللَّهِ فَكَأَنَّمَا خَرَّ مِنَ ٱلسَّمَآءِ فَتَخْطَفُهُ ٱلطَّيْرُ أَوْ تَهْوِى بِهِ ٱلرِّيحُ فِى مَكَانٍ سَحِيقٍ

    Ḥunafaaaʹa lillaahi g̣ayra mushrikeena bih: wa-mañy yushrik billaahi fakaʹannamaa kharra minas samaaaʹi fatakhṭafuhut ṭayru ʹaw tahwee bihir reeḥu fee makaaniñ saḥeeq̣.

    (Beribadahlah) dengan ikhlas kepada Allah, tanpa mempersekutukan-Nya. Barangsiapa mempersekutukan Allah, maka seakan-akan dia jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh.

  146. 22:32

    ذَٰلِكَ وَمَن يُعَظِّمْ شَعَـٰٓئِرَ ٱللَّهِ فَإِنَّهَا مِن تَقْوَى ٱلْقُلُوبِ

    Ẓaalik: wa-mañy yuʻaz̤̣z̤̣im shaʻaaaʹiral laahi faʹinnahaa miñ taq̣wal q̣uloob.

    Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya hal itu timbul dari ketakwaan hati.

  147. 22:33

    لَكُمْ فِيهَا مَنَـٰفِعُ إِلَىٰٓ أَجَلٍ مُّسَمًّى ثُمَّ مَحِلُّهَآ إِلَى ٱلْبَيْتِ ٱلْعَتِيقِ

    lakum feehaa manaafiʻu ʹilaaa ʹajalim musammañ s̤umma maḥilluhaaa ʹilal Baytil ʻAteeq̣.

    Bagi kamu padanya (hewan hadyu) ada beberapa manfaat, sampai waktu yang ditentukan, kemudian tempat penyembelihannya adalah di sekitar Baitul Atiq (Baitullah).

  148. 22:34

    وَلِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنسَكًا لِّيَذْكُرُوا۟ ٱسْمَ ٱللَّهِ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُم مِّنۢ بَهِيمَةِ ٱلْأَنْعَـٰمِ ۗ فَإِلَـٰهُكُمْ إِلَـٰهٌ وَٰحِدٌ فَلَهُۥٓ أَسْلِمُوا۟ ۗ وَبَشِّرِ ٱلْمُخْبِتِينَ

    Wa-likulli ʹummatiñ jaʻalnaa mañsakal liyaẓkurus mal laahi ʻalaa maa- razaq̣ahum mim baheematil ʹanʻaam. FaʹIlaahukum ʹIlaahuñw Waaḥiduñ falahooo ʹaslimoo: wa-bashshiril Mukhbiteen,

    Dan bagi setiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), agar mereka menyebut nama Allah atas rezeki yang dikaruniakan Allah kepada mereka berupa hewan ternak. Maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan sampaikanlah (Muhammad) kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah),

  149. 22:35

    ٱلَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ ٱللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَٱلصَّـٰبِرِينَ عَلَىٰ مَآ أَصَابَهُمْ وَٱلْمُقِيمِى ٱلصَّلَوٰةِ وَمِمَّا رَزَقْنَـٰهُمْ يُنفِقُونَ

    ʹAllaẓeena ʹiẓaa ẓukiral laahu wajilat q̣uloobuhum waṣ-Ṣaabireena ʻalaa maaa ʹaṣaabahum walmuq̣eemiṣ Ṣalaati wa-mimmaa razaq̣naahum yuñfiq̣oon.

    (yaitu) orang-orang yang apabila disebut nama Allah, hati mereka bergetar, orang yang sabar atas apa yang menimpa mereka, dan orang yang melaksanakan salat dan orang yang menginfakkan sebagian rezeki yang Kami karuniakan kepada mereka.

  150. 22:36

    وَٱلْبُدْنَ جَعَلْنَـٰهَا لَكُم مِّن شَعَـٰٓئِرِ ٱللَّهِ لَكُمْ فِيهَا خَيْرٌ ۖ فَٱذْكُرُوا۟ ٱسْمَ ٱللَّهِ عَلَيْهَا صَوَآفَّ ۖ فَإِذَا وَجَبَتْ جُنُوبُهَا فَكُلُوا۟ مِنْهَا وَأَطْعِمُوا۟ ٱلْقَانِعَ وَٱلْمُعْتَرَّ ۚ كَذَٰلِكَ سَخَّرْنَـٰهَا لَكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

    Walbudna jaʻalnaahaa lakum miñ Shaʻaaaʹiril laahi lakum feehaa khayr: faẓkurus mal laahi ʻalayhaa ṣawaaaff: faʹiẓaa wajabat junoobuhaa fakuloo minhaa wa-ʹaṭʻimul q̣aaniʻa walmuʻtarr: kaẓaalika sakhkharnaahaa lakum laʻallakum tashkuroon.

    Dan unta-unta itu Kami jadikan untukmu bagian dari syiar agama Allah, kamu banyak memperoleh kebaikan padanya. Maka sebutlah nama Allah (ketika kamu akan menyembelihnya) dalam keadaan berdiri (dan kaki-kaki telah terikat). Kemudian apabila telah rebah (mati), maka makanlah sebagiannya dan berilah makan orang yang merasa cukup dengan apa yang ada padanya (tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikianlah Kami tundukkan (unta-unta itu) untukmu, agar kamu bersyukur.

  151. 22:37

    لَن يَنَالَ ٱللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَآؤُهَا وَلَـٰكِن يَنَالُهُ ٱلتَّقْوَىٰ مِنكُمْ ۚ كَذَٰلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا۟ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمْ ۗ وَبَشِّرِ ٱلْمُحْسِنِينَ

    Lañy yanaalal laaha luḥoomuhaa wa-laa dimaaaʹuhaa wa-laakiñy yanaaluhut Taq̣waa miñkum; kaẓaalika sakhkharahaa lakum litukabbirul laaha ʻalaa maa- hadaakum: wa-bashshiril Muḥsineen.

    Daging (hewan kurban) dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kamu. Demikianlah dia menundukkannya untukmu agar kamu mengagungkan Allah atas petunjuk yang Dia berikan kepadamu. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.

  152. 22:38

    ۞ إِنَّ ٱللَّهَ يُدَٰفِعُ عَنِ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ خَوَّانٍ كَفُورٍ

    ʹInnal laaha yudaafiʻu ʻanil laẓeena ʹaamanoo: ʹinnal laaha laa- yuḥibbu kulla khawwaaniñ kafoor.

    Sesungguhnya Allah membela orang yang beriman. Sungguh, Allah tidak menyukai setiap orang yang berkhianat dan kufur nikmat.

  153. 22:39

    أُذِنَ لِلَّذِينَ يُقَـٰتَلُونَ بِأَنَّهُمْ ظُلِمُوا۟ ۚ وَإِنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ نَصْرِهِمْ لَقَدِيرٌ

    ʹUẓina lillaẓeena yuq̣aataloona biʹannahum z̤̣ulimoo; wa-ʹinnal laaha ʻalaa naṣrihim la-Q̣adeer;

    Diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka dizalimi. Dan sungguh, Allah Mahakuasa menolong mereka,

  154. 22:40

    ٱلَّذِينَ أُخْرِجُوا۟ مِن دِيَـٰرِهِم بِغَيْرِ حَقٍّ إِلَّآ أَن يَقُولُوا۟ رَبُّنَا ٱللَّهُ ۗ وَلَوْلَا دَفْعُ ٱللَّهِ ٱلنَّاسَ بَعْضَهُم بِبَعْضٍ لَّهُدِّمَتْ صَوَٰمِعُ وَبِيَعٌ وَصَلَوَٰتٌ وَمَسَـٰجِدُ يُذْكَرُ فِيهَا ٱسْمُ ٱللَّهِ كَثِيرًا ۗ وَلَيَنصُرَنَّ ٱللَّهُ مَن يَنصُرُهُۥٓ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَقَوِىٌّ عَزِيزٌ

    ʹAllaẓeena ʹukhrijoo miñ diyaarihim̃ big̣ayri ḥaq̣q̣in ʹillaaa ʹañy yaq̣ooloo Rabbunallaah. Wa-law laa- dafʻul laahin naasa baʻḍahum̃ bibaʻḍil lahuddimat ṣawaamiʹu wa-biyaʻuñw waṣalawaatuñw wamasaajidu yuẓkaru feehas mul laahi kas̤eeraa. Wa-layañṣurannal laahu mañy yañṣuruh; ʹinnal laaha la-Q̣awiyyun ʻAzeez.

    (yaitu) orang-orang yang diusir dari kampung halamannya tanpa alasan yang benar, hanya karena mereka berkata, "Tuhan kami ialah Allah." Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentu telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadah orang Yahudi dan masjid-masjid yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Allah pasti akan menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sungguh, Allah Mahakuat, Mahaperkasa.

  155. 22:41

    ٱلَّذِينَ إِن مَّكَّنَّـٰهُمْ فِى ٱلْأَرْضِ أَقَامُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتَوُا۟ ٱلزَّكَوٰةَ وَأَمَرُوا۟ بِٱلْمَعْرُوفِ وَنَهَوْا۟ عَنِ ٱلْمُنكَرِ ۗ وَلِلَّهِ عَـٰقِبَةُ ٱلْأُمُورِ

    ʹAllaẓeena ʹim makkannaahum fil ʹarḍi ʹaq̣aamuṣ Ṣalaata wa-ʹaatawuz Zakaata wa-ʹamaroo bilmaʻroofi wa-nahaw ʻanil muñkar: wa-lillaahi ʻaaq̣ibatul ʹumoor.

    (Yaitu) orang-orang yang jika Kami berikan kedudukan di bumi, mereka melaksanakan salat, menunaikan zakat, dan menyuruh berbuat makruf dan mencegah dari yang mungkar; dan kepada Allah lah kembali segala urusan.

  156. 22:42

    وَإِن يُكَذِّبُوكَ فَقَدْ كَذَّبَتْ قَبْلَهُمْ قَوْمُ نُوحٍ وَعَادٌ وَثَمُودُ

    Wa-ʹiñy yukaẓẓibooka faq̣ad kaẓẓabat q̣ablahum Q̣awmu Nooḥiñw waʻAaduñw wa-S̤amood;

    Dan jika mereka (orang-orang musyrik) mendustakan engkau (Muhammad), begitu pulalah kaum-kaum yang sebelum mereka, kaum Nuh, 'Ād, dan Samud (juga telah mendustakan rasul-rasul-Nya),

  157. 22:43

    وَقَوْمُ إِبْرَٰهِيمَ وَقَوْمُ لُوطٍ

    Wa-Q̣awmu ʹIbraaheema wa-Q̣awmu Looṭ;

    dan (demikian juga) kaum Ibrahim dan kaum Luṭ,

  158. 22:44

    وَأَصْحَـٰبُ مَدْيَنَ ۖ وَكُذِّبَ مُوسَىٰ فَأَمْلَيْتُ لِلْكَـٰفِرِينَ ثُمَّ أَخَذْتُهُمْ ۖ فَكَيْفَ كَانَ نَكِيرِ

    Wa-ʹAṣḥaabu madyan; wa-kuẓẓiba Moosaa faʹamlaytu lilkaafireena s̤umma ʹakhaẓtuhum: fakayfa kaana nakeer!

    dan penduduk Madyan. Dan Musa (juga) telah didustakan, namun Aku beri tenggang waktu kepada orang-orang kafir, kemudian Aku siksa mereka, maka betapa hebatnya siksaan-Ku.

  159. 22:45

    فَكَأَيِّن مِّن قَرْيَةٍ أَهْلَكْنَـٰهَا وَهِىَ ظَالِمَةٌ فَهِىَ خَاوِيَةٌ عَلَىٰ عُرُوشِهَا وَبِئْرٍ مُّعَطَّلَةٍ وَقَصْرٍ مَّشِيدٍ

    Fakaʹayyim miñ q̣aryatin ʹahlaknaahaa wa-hiya z̤̣aalimatuñ fahiya khaawiyatun ʻalaa ʻurooshihaa wa-biʹrim muʻaṭṭalatiñw waq̣aṣrim masheed?

    Maka betapa banyak negeri yang telah Kami binasakan karena (penduduk)nya dalam keadaan zalim, sehingga runtuh bangunan-bangunannya dan (betapa banyak pula) sumur yang telah ditinggalkan dan istana yang tinggi (tidak ada penghuninya).

  160. 22:46

    أَفَلَمْ يَسِيرُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ فَتَكُونَ لَهُمْ قُلُوبٌ يَعْقِلُونَ بِهَآ أَوْ ءَاذَانٌ يَسْمَعُونَ بِهَا ۖ فَإِنَّهَا لَا تَعْمَى ٱلْأَبْصَـٰرُ وَلَـٰكِن تَعْمَى ٱلْقُلُوبُ ٱلَّتِى فِى ٱلصُّدُورِ

    ʹAfalam yaseeroo fil ʹarḍi fatakoona lahum q̣uloobuñy yaʻq̣iloona bihaaa ʹaw ʹaaẓaanuñy yasmaʻoona bihaa? Faʹinnahaa laa- taʻmal ʹabṣaaru wa-laakiñ taʻmal q̣uloobul latee fiṣ ṣudoor.

    Maka tidak pernahkah mereka berjalan di bumi, sehingga hati (akal) mereka dapat memahami, telinga mereka dapat mendengar? Sebenarnya bukan mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada.

  161. 22:47

    وَيَسْتَعْجِلُونَكَ بِٱلْعَذَابِ وَلَن يُخْلِفَ ٱللَّهُ وَعْدَهُۥ ۚ وَإِنَّ يَوْمًا عِندَ رَبِّكَ كَأَلْفِ سَنَةٍ مِّمَّا تَعُدُّونَ

    Wa-yastaʻjiloonaka bilʻAẓaabi wa-lañy yukhlifal laahu waʻdaḥ Wa-ʹinna yawman ʻiñda Rabbika kaʹalfi sanatim mimmaa taʻuddoon.

    Dan mereka meminta kepadamu (Muhammad) agar azab itu disegerakan, padahal Allah tidak menyalahi janji-Nya. Dan sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.

  162. 22:48

    وَكَأَيِّن مِّن قَرْيَةٍ أَمْلَيْتُ لَهَا وَهِىَ ظَالِمَةٌ ثُمَّ أَخَذْتُهَا وَإِلَىَّ ٱلْمَصِيرُ

    Wa-kaʹayyim miñ q̣aryatin ʹamlaytu lahaa wa-hiya z̤̣aalimatuñ s̤umma ʹakhaẓtuhaa. Wa-ʹilayyal maṣeer.

    Dan berapa banyak negeri yang Aku tangguhkan (penghancuran)nya, karena penduduknya berbuat zalim, kemudian Aku azab mereka, dan hanya kepada-Kulah tempat kembali (segala sesuatu).

  163. 22:49

    قُلْ يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّمَآ أَنَا۠ لَكُمْ نَذِيرٌ مُّبِينٌ

    Q̣ul Yaaaʹayyuhan naasu ʹinnamaaa ʹana lakum naẓeerum mubeen.

    Katakanlah (Muhammad), "Wahai manusia! Sesungguhnya aku (diutus) kepadamu sebagai pemberi peringatan yang nyata."

  164. 22:50

    فَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ لَهُم مَّغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ

    Fallaẓeena ʹaamanoo wa-ʻamiluṣ Ṣaaliḥaati lahum mag̣hfiratuñw warizq̣uñ kareem.

    Maka orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia.

  165. 22:51

    وَٱلَّذِينَ سَعَوْا۟ فِىٓ ءَايَـٰتِنَا مُعَـٰجِزِينَ أُو۟لَـٰٓئِكَ أَصْحَـٰبُ ٱلْجَحِيمِ

    Wallaẓeena saʻaw feee ʹAayaatinaa muʻaajizeena ʹulaaaʹika ʹAṣḥaabul Jaḥeem.

    Tetapi orang-orang yang berusaha menentang ayat-ayat Kami dengan maksud melemahkan (kemauan untuk beriman), mereka itulah penghuni-penghuni neraka Jahim.

  166. 22:52

    وَمَآ أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ مِن رَّسُولٍ وَلَا نَبِىٍّ إِلَّآ إِذَا تَمَنَّىٰٓ أَلْقَى ٱلشَّيْطَـٰنُ فِىٓ أُمْنِيَّتِهِۦ فَيَنسَخُ ٱللَّهُ مَا يُلْقِى ٱلشَّيْطَـٰنُ ثُمَّ يُحْكِمُ ٱللَّهُ ءَايَـٰتِهِۦ ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

    Wa-maaa ʹarsalnaa miñ q̣ablika mir rasooliñw walaa nabiyyin ʹillaaa ʹiẓaa tamannaaa ʹalq̣ash Shayṭaanu feee ʹumniyyatih: fayañsakhul laahu maa- yulq̣ish Shayṭaanu s̤umma yuḥkimul laahu ʹAayaatih: wallaahu ʻAleemun Ḥakeem:

    Dan Kami tidak mengutus seorang rasul dan tidak (pula) seorang nabi sebelum engkau (Muhammad), melainkan apabila dia mempunyai suatu keinginan, setan pun memasukkan godaan-godaan ke dalam keinginannya itu. Tetapi Allah menghilangkan apa yang dimasukkan setan itu, dan Allah akan menguatkan ayat-ayat-Nya. Dan Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana,

  167. 22:53

    لِّيَجْعَلَ مَا يُلْقِى ٱلشَّيْطَـٰنُ فِتْنَةً لِّلَّذِينَ فِى قُلُوبِهِم مَّرَضٌ وَٱلْقَاسِيَةِ قُلُوبُهُمْ ۗ وَإِنَّ ٱلظَّـٰلِمِينَ لَفِى شِقَاقٍۭ بَعِيدٍ

    Liyajʻala maa- yulq̣ish Shayṭaanu fitnatal lillaz̤̣eena fee q̣uloobihim maraḍuñw walq̣aasiyati q̣uloobuhum: wa-ʹinnaz̤̣ z̤̣aalimeena lafee shiq̣aaq̣im baʻeed:

    Dia (Allah) ingin menjadikan godaan yang ditimbulkan setan itu sebagai cobaan bagi orang-orang yang dalam hatinya ada penyakit dan orang yang berhati keras. Dan orang-orang yang zalim itu benar-benar dalam permusuhan yang jauh.

  168. 22:54

    وَلِيَعْلَمَ ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ أَنَّهُ ٱلْحَقُّ مِن رَّبِّكَ فَيُؤْمِنُوا۟ بِهِۦ فَتُخْبِتَ لَهُۥ قُلُوبُهُمْ ۗ وَإِنَّ ٱللَّهَ لَهَادِ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِلَىٰ صِرَٰطٍ مُّسْتَقِيمٍ

    Wa-liyaʻlamal laẓeena ʹootul ʻllma ʹannahul Ḥaq̣q̣u mir Rabbika fayuʹminoo bihee fatukhbita lahoo q̣uloobuhum: wa-ʹinnal laaha la-Haadil laẓeena ʹaamanooo ʹilaa Ṣiraaṭim Mustaq̣eem.

    Dan agar orang-orang yang telah diberi ilmu meyakini bahwa (Al-Qur`an) itu benar dari Tuhanmu lalu mereka beriman dan hati mereka tunduk kepadanya. Dan sungguh, Allah pemberi petunjuk bagi orang-orang yang beriman kepada jalan yang lurus.

  169. 22:55

    وَلَا يَزَالُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ فِى مِرْيَةٍ مِّنْهُ حَتَّىٰ تَأْتِيَهُمُ ٱلسَّاعَةُ بَغْتَةً أَوْ يَأْتِيَهُمْ عَذَابُ يَوْمٍ عَقِيمٍ

    Wa-laa yazaalul laẓeena kafaroo fee miryatim minhu ḥattaa taʹtiyahumus Saaʻatu bag̣tatan ʹaw yaʹtiyahum ʹaẓaabu Yawmin ʻAq̣eem.

    Dan orang-orang kafir itu senantiasa ragu mengenai hal itu (Al-Qur`an), hingga saat (kematiannya) datang kepada mereka dengan tiba-tiba, atau azab hari Kiamat yang datang kepada mereka.

  170. 22:56

    ٱلْمُلْكُ يَوْمَئِذٍ لِّلَّهِ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ ۚ فَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ فِى جَنَّـٰتِ ٱلنَّعِيمِ

    ʹAl-Mulku Yawmaʹiẓil lillaah: yaḥkumu baynahum: fallaẓeena ʹaamanoo wa-ʻamiluṣ Ṣaaliḥaati fee Jannaatin Naʻeem.

    Kekuasaan pada hari itu ada pada Allah, Dia memberi keputusan di antara mereka. Maka orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan berada dalam surga-surga yang penuh kenikmatan.

  171. 22:57

    وَٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ وَكَذَّبُوا۟ بِـَٔايَـٰتِنَا فَأُو۟لَـٰٓئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُّهِينٌ

    Wallaẓeena kafaroo wa-kaẓẓaboo biʹAayaatinaa faʹulaaaʹika lahum ʻAẓaabum muheen.

    Dan orang-orang kafir dan yang mendustakan ayat-ayat Kami, mereka akan merasakan azab yang menghinakan.

  172. 22:58

    وَٱلَّذِينَ هَاجَرُوا۟ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ ثُمَّ قُتِلُوٓا۟ أَوْ مَاتُوا۟ لَيَرْزُقَنَّهُمُ ٱللَّهُ رِزْقًا حَسَنًا ۚ وَإِنَّ ٱللَّهَ لَهُوَ خَيْرُ ٱلرَّٰزِقِينَ

    Wallaẓeena haajaroo fee Sabeelil laahi s̤umma q̣utilooo ʹaw maatoo layarzuq̣annahumul laahu Rizq̣an ḥasanaa: wa-ʹinnal laaha la-Huwa Khayrur raaziq̣een.

    Dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah, kemudian mereka terbunuh atau mati, sungguh, Allah akan memberikan kepada mereka rezeki yang baik (surga). Dan sesungguhnya Allah adalah pemberi rezeki yang terbaik.

  173. 22:59

    لَيُدْخِلَنَّهُم مُّدْخَلًا يَرْضَوْنَهُۥ ۗ وَإِنَّ ٱللَّهَ لَعَلِيمٌ حَلِيمٌ

    Layudkhilannahum mud-khalañy yarḍawnah: wa-ʹinnal laaha laʻAleemun Ḥaleem.

    Sungguh, Dia (Allah) pasti akan memasukkan mereka ke tempat masuk (surga) yang mereka sukai. Dan sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, Maha Penyantun.

  174. 22:60

    ۞ ذَٰلِكَ وَمَنْ عَاقَبَ بِمِثْلِ مَا عُوقِبَ بِهِۦ ثُمَّ بُغِىَ عَلَيْهِ لَيَنصُرَنَّهُ ٱللَّهُ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَعَفُوٌّ غَفُورٌ

    Ẓaalika. Wa-man ʻaaq̣aba bimis̤li maa- ʻooq̣iba bihee s̤umma bug̣iya ʻalayhi layañṣurannahul laah: ʹinnal laaha laʻAfuwwun G̣afoor.

    Demikianlah, dan barangsiapa membalas setimpal dengan penganiayaan yang pernah dia derita kemudian dia terzalimi (lagi), pasti Allah akan menolongnya. Sungguh, Allah Maha Pemaaf, Maha Pengampun.

  175. 22:61

    ذَٰلِكَ بِأَنَّ ٱللَّهَ يُولِجُ ٱلَّيْلَ فِى ٱلنَّهَارِ وَيُولِجُ ٱلنَّهَارَ فِى ٱلَّيْلِ وَأَنَّ ٱللَّهَ سَمِيعٌۢ بَصِيرٌ

    Ẓaalika biʹannal laaha yoolijul layla fin nahaari wa-yoolijun nahaara fil layli wa-ʹannal laaha Sameeʻum Baṣeer.

    Demikianlah karena Allah (kuasa) memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam, dan sungguh, Allah Maha mendengar, Maha Melihat.

  176. 22:62

    ذَٰلِكَ بِأَنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلْحَقُّ وَأَنَّ مَا يَدْعُونَ مِن دُونِهِۦ هُوَ ٱلْبَـٰطِلُ وَأَنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلْعَلِىُّ ٱلْكَبِيرُ

    Ẓaalika biʹannal laaha Huwal Ḥaq̣q̣u wa-ʹanna maa- yadʻoona miñ doonihee huwal Baaṭilu wa-ʹannal laaha Huwal ʻAliyyul Kabeer.

    Demikianlah (kebesaran Allah) karena Allah, Dialah (Tuhan) Yang Hak. Dan apa saja yang mereka seru selain Dia, itulah yang batil. Dan sungguh Allah, Dialah Yang Mahatinggi, Mahabesar.

  177. 22:63

    أَلَمْ تَرَ أَنَّ ٱللَّهَ أَنزَلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءً فَتُصْبِحُ ٱلْأَرْضُ مُخْضَرَّةً ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَطِيفٌ خَبِيرٌ

    ʹAlam tara ʹannal laaha ʹañzala minas samaaaʹi maaaʹañ fatuṣbiḥul ʹarḍu mukhḍarrah? ʹInnal laaha Laṭeefun Khabeer.

    Tidakkah engkau memperhatikan bahwa Allah menurunkan air (hujan) dari langit, sehingga bumi menjadi hijau? Sungguh, Allah Mahahalus, Maha Mengetahui.

  178. 22:64

    لَّهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۗ وَإِنَّ ٱللَّهَ لَهُوَ ٱلْغَنِىُّ ٱلْحَمِيدُ

    Lahoo Maa- fis samaawaati wa-maa fil ʹarḍ: wa-ʹinnal laaha la-Huwal G̣aniyyul Ḥameed.

    Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan Allah benar-benar Mahakaya, Maha Terpuji.

  179. 22:65

    أَلَمْ تَرَ أَنَّ ٱللَّهَ سَخَّرَ لَكُم مَّا فِى ٱلْأَرْضِ وَٱلْفُلْكَ تَجْرِى فِى ٱلْبَحْرِ بِأَمْرِهِۦ وَيُمْسِكُ ٱلسَّمَآءَ أَن تَقَعَ عَلَى ٱلْأَرْضِ إِلَّا بِإِذْنِهِۦٓ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ بِٱلنَّاسِ لَرَءُوفٌ رَّحِيمٌ

    ʹAlam tara ʹannal laaha sakhkhara lakum maa fil ʹarḍi wal-fulka tajree fil baḥri biʹamrih? Wa-yumsikus samaaaʹa ʹañ taq̣aʻa ʻalal ʹarḍi ʹillaa biʹiẓnih: ʹinnal laaha binnaasi la-Raʹoofur Raḥeem.

    Tidakkah engkau memperhatikan bahwa Allah menundukkan bagimu (manusia) apa yang ada di bumi, dan kapal yang berlayar di lautan dengan perintah-Nya. Dan Dia menahan (benda-benda) langit agar tidak jatuh ke bumi, melainkan dengan izin-Nya? Sungguh, Allah Maha Pengasih, Maha Penyayang kepada manusia.

  180. 22:66

    وَهُوَ ٱلَّذِىٓ أَحْيَاكُمْ ثُمَّ يُمِيتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيكُمْ ۗ إِنَّ ٱلْإِنسَـٰنَ لَكَفُورٌ

    Wa-Huwal laẓeee ʹaḥyaakum s̤umma yumeetukum s̤umma yuḥyeekum: ʹinnal ʹiñsaana lakafoor!

    Dan Dialah yang menghidupkan kamu, kemudian mematikan kamu, kemudian menghidupkan kamu kembali (pada hari kebangkitan). Sungguh, manusia itu sangat kufur nikmat.

  181. 22:67

    لِّكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنسَكًا هُمْ نَاسِكُوهُ ۖ فَلَا يُنَـٰزِعُنَّكَ فِى ٱلْأَمْرِ ۚ وَٱدْعُ إِلَىٰ رَبِّكَ ۖ إِنَّكَ لَعَلَىٰ هُدًى مُّسْتَقِيمٍ

    Likulli ʹummatiñ jaʻalnaa mañsakan hum naasikoohu falaa yunaaziʻunnaka fil ʹamri wadʻu ʹilaa Rabbik; ʹinnaka laʻalaa Hudam Mustaq̣eem.

    Bagi setiap umat telah Kami tetapkan syariat tertentu yang (harus) mereka amalkan, maka tidak sepantasnya mereka berbantahan dengan engkau dalam urusan (syariat) ini, dan serulah (mereka) kepada Tuhanmu. Sungguh, engkau (Muhammad) berada di jalan yang lurus.

  182. 22:68

    وَإِن جَـٰدَلُوكَ فَقُلِ ٱللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا تَعْمَلُونَ

    Wa-ʹiñ jaadalooka faq̣ulil laahu ʹAʻlamu bimaa taʻmaloon.

    Dan jika mereka membantah engkau, maka katakanlah, "Allah lebih tahu tentang apa yang kamu kerjakan."

  183. 22:69

    ٱللَّهُ يَحْكُمُ بَيْنَكُمْ يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ فِيمَا كُنتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ

    ʹAllaahu yaḥkumu baynakum Yawmal Q̣iyaamati feema kuñtum feehi takhtalifoon.

    Allah akan mengadili di antara kamu pada hari Kiamat tentang apa yang dahulu kamu perselisihkan.

  184. 22:70

    أَلَمْ تَعْلَمْ أَنَّ ٱللَّهَ يَعْلَمُ مَا فِى ٱلسَّمَآءِ وَٱلْأَرْضِ ۗ إِنَّ ذَٰلِكَ فِى كِتَـٰبٍ ۚ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى ٱللَّهِ يَسِيرٌ

    ʹAlam taʻlam ʹannal laaha yaʻlamu maa- fis samaaaʹi wal-ʹarḍ? ʹInna ẓaalika fee Kitaab: ʹinna ẓaalika ʻalal laahi yaseer.

    Tidakkah engkau tahu bahwa Allah mengetahui apa yang di langit dan di bumi? Sungguh, yang demikian itu sudah terdapat dalam suatu Kitab (Lauḥ Maḥfūẓ). Sesungguhnya yang demikian itu sangat mudah bagi Allah.

  185. 22:71

    وَيَعْبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِۦ سُلْطَـٰنًا وَمَا لَيْسَ لَهُم بِهِۦ عِلْمٌ ۗ وَمَا لِلظَّـٰلِمِينَ مِن نَّصِيرٍ

    Wa-yaʻbudoona miñ doonil laahi maa- lam yunazzil bihee sulṭaanañw wamaa laysa lahum̃ bihee ʻilm: wa-maa liz̤̣z̤̣aalimeena min naṣeer.

    Dan mereka menyembah selain Allah, tanpa dasar yang jelas tentang itu, dan mereka tidak mempunyai pengetahuan (pula) tentang itu. Bagi orang-orang yang zalim tidak ada seorang penolong pun.

  186. 22:72

    وَإِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ ءَايَـٰتُنَا بَيِّنَـٰتٍ تَعْرِفُ فِى وُجُوهِ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ ٱلْمُنكَرَ ۖ يَكَادُونَ يَسْطُونَ بِٱلَّذِينَ يَتْلُونَ عَلَيْهِمْ ءَايَـٰتِنَا ۗ قُلْ أَفَأُنَبِّئُكُم بِشَرٍّ مِّن ذَٰلِكُمُ ۗ ٱلنَّارُ وَعَدَهَا ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ ۖ وَبِئْسَ ٱلْمَصِيرُ

    Wa-ʹiẓaa tutlaa ʻalayhim ʹAayaatunaa Bayyinaatiñ taʻrifu fee wujoohil laẓeena kafarul muñkar! Yakaadoona yasṭoona bil-laẓeena yatloona ʻalayhim ʹAayaatinaa. Q̣ul ʹa-faʹunabbiʹukum̃ bisharrim miñ ẓaalikum? ʹAn-Naar! Waʻadahal laahul laẓeena kafaroo! Wa-biʹsal maṣeer.

    Dan apabila dibacakan di hadapan mereka ayat-ayat Kami yang terang, niscaya engkau akan melihat (tanda-tanda) keingkaran pada wajah orang-orang kafir itu. Hampir-hampir mereka menyerang orang-orang yang membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka. Katakanlah (Muhammad), "Apakah akan aku kabarkan kepadamu (mengenai sesuatu) yang lebih buruk daripada itu, (yaitu) neraka?" Allah telah mengancamkannya (neraka) kepada orang-orang kafir. Dan (neraka itu) seburuk-buruk tempat kembali.

  187. 22:73

    يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ضُرِبَ مَثَلٌ فَٱسْتَمِعُوا۟ لَهُۥٓ ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ تَدْعُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ لَن يَخْلُقُوا۟ ذُبَابًا وَلَوِ ٱجْتَمَعُوا۟ لَهُۥ ۖ وَإِن يَسْلُبْهُمُ ٱلذُّبَابُ شَيْـًٔا لَّا يَسْتَنقِذُوهُ مِنْهُ ۚ ضَعُفَ ٱلطَّالِبُ وَٱلْمَطْلُوبُ

    Yaaaʹayyuhan naasu ḍuriba mas̤aluñ fastamiʻoo lah! ʹInnal laẓeena tadʻoona miñ doonil laahi lañy yakhluq̣oo ẓubaabañw walawij tamaʻoo lah! Wa-ʹiñy yaslubhumuẓ ẓubaabu shayʹal laa yastañq̣iẓoohu minh. Ḍaʻufaṭ ṭaalibu wal-maṭloob!

    Wahai manusia! Telah dibuat suatu perumpamaan. Maka dengarkanlah! Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah tidak dapat menciptakan seekor lalat pun, walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, mereka tidak akan dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Sama lemahnya yang menyembah dan yang di sembah.

  188. 22:74

    مَا قَدَرُوا۟ ٱللَّهَ حَقَّ قَدْرِهِۦٓ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَقَوِىٌّ عَزِيزٌ

    Maa- q̣adarul laaha ḥaq̣q̣a q̣adrih: ʹinnal laaha la-Q̣awiyyun ʻAzeez!

    Mereka tidak mengagungkan Allah dengan sebenar-benarnya. Sungguh, Allah Mahakuat, Mahaperkasa.

  189. 22:75

    ٱللَّهُ يَصْطَفِى مِنَ ٱلْمَلَـٰٓئِكَةِ رُسُلًا وَمِنَ ٱلنَّاسِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ سَمِيعٌۢ بَصِيرٌ

    ʹAllaahu yasṭafee minal malaaaʹikati Rusulañw Waminan naas: ʹinnal laaha Sameeʻum Baṣeer.

    Allah memilih para utusan(-Nya) dari malaikat dan dari manusia. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar, Maha Melihat.

  190. 22:76

    يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۗ وَإِلَى ٱللَّهِ تُرْجَعُ ٱلْأُمُورُ

    Yaʻlamu maa- bayna ʹaydeehim wa-maa khalfahum: wa-ʹilal laahi turjaʻul ʹumoor.

    Dia (Allah) mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka. Dan hanya kepada Allah dikembalikan segala urusan.

  191. 22:77

    يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱرْكَعُوا۟ وَٱسْجُدُوا۟ وَٱعْبُدُوا۟ رَبَّكُمْ وَٱفْعَلُوا۟ ٱلْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ ۩

    Yaaaʹayyuhal laẓeena ʹaamanur kaʻoo wasjudoo waʻbudoo Rabbakum wafʻalul khayra laʻallakum tufliḥoon.

    Wahai orang-orang yang beriman! Rukuklah, sujudlah, dan sembahlah Tuhanmu; dan berbuatlah kebaikan, agar kamu beruntung.

  192. 22:78

    وَجَـٰهِدُوا۟ فِى ٱللَّهِ حَقَّ جِهَادِهِۦ ۚ هُوَ ٱجْتَبَىٰكُمْ وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِى ٱلدِّينِ مِنْ حَرَجٍ ۚ مِّلَّةَ أَبِيكُمْ إِبْرَٰهِيمَ ۚ هُوَ سَمَّىٰكُمُ ٱلْمُسْلِمِينَ مِن قَبْلُ وَفِى هَـٰذَا لِيَكُونَ ٱلرَّسُولُ شَهِيدًا عَلَيْكُمْ وَتَكُونُوا۟ شُهَدَآءَ عَلَى ٱلنَّاسِ ۚ فَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ وَٱعْتَصِمُوا۟ بِٱللَّهِ هُوَ مَوْلَىٰكُمْ ۖ فَنِعْمَ ٱلْمَوْلَىٰ وَنِعْمَ ٱلنَّصِيرُ

    Wa-jaahidoo fil laahi ḥaq̣q̣a jihaadih. Huwaj tabaakum wa-maa jaʻala ʻalaykum fid deeni min ḥaraj; Millata ʹabeekum ʹIbraaheem. Huwa sammaakumul Muslimeen. Miñ q̣ablu wa-fee haaẓaa liyakoonar Rasoolu shaheedan ʻalaykum wa-takoonoo shuhadaaaʹa ʻalan naas! Faʹaq̣eemuṣ Ṣalaata wa-ʹaatuz Zakaata waʻtaṣimoo billaah! Huwa Mawlaakum faniʻmal Mawlaa wa-niʻman Naṣeer.

    Dan berjihadlah kamu di jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu, dan Dia tidak menjadikan kesukaran untukmu dalam agama. (Ikutilah) agama nenek moyangmu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamakan kamu orang-orang muslim sejak dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al-Qur`an) ini, agar Rasul (Muhammad) itu menjadi saksi atas dirimu dan agar kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia. Maka laksanakanlah salat dan tunaikanlah zakat, dan berpegang teguhlah kepada Allah. Dialah Pelindungmu; Dia sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.