Back to Quran

Juz

Juz 18

23:1 ... 25:20 · 202 ayahs

Diterjemahkan oleh Indonesian Ministry Islamic Affairs

  1. Surah Al-Mu'minunBegins here at 23:1

  2. 23:1

    قَدْ أَفْلَحَ ٱلْمُؤْمِنُونَ

    Q̣ad ʹaflaḥal muʹminoon,

    Sungguh beruntung orang-orang yang beriman,

  3. 23:2

    ٱلَّذِينَ هُمْ فِى صَلَاتِهِمْ خَـٰشِعُونَ

    ʹAllaẓeena hum fee Ṣalaatihim khaashiʻoon;

    (yaitu) orang yang khusyuk dalam salatnya,

  4. 23:3

    وَٱلَّذِينَ هُمْ عَنِ ٱللَّغْوِ مُعْرِضُونَ

    Wallaẓeena hum ʻanil lag̣wi muʻriḍoon;

    dan orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna,

  5. 23:4

    وَٱلَّذِينَ هُمْ لِلزَّكَوٰةِ فَـٰعِلُونَ

    Wallaẓeena hum liz-Zakaati faaʻiloon;

    dan orang yang menunaikan zakat,

  6. 23:5

    وَٱلَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَـٰفِظُونَ

    Wallaẓeena hum lifuroojihim ḥaafiz̤̣oon,

    dan orang yang memelihara kemaluannya,

  7. 23:6

    إِلَّا عَلَىٰٓ أَزْوَٰجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَـٰنُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ

    ʹIllaa ʻalaaa ʹazwaajihim ʹaw maa- malakat ʹaymaanuhum faʹinnahum g̣ayru maloomeen.

    kecuali terhadap istri-istri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki;maka sesungguhnya mereka tidak tercela.

  8. 23:7

    فَمَنِ ٱبْتَغَىٰ وَرَآءَ ذَٰلِكَ فَأُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْعَادُونَ

    Famanib tag̣aa waraaaʹa ẓaalika faʹulaaaʹika humul ʻaadoon;

    Tetapi barang siapa mencari di balik itu (zina, dan sebagainya), maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.

  9. 23:8

    وَٱلَّذِينَ هُمْ لِأَمَـٰنَـٰتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَٰعُونَ

    Wallaẓeena hum liʹamaanaatihim wa-ʻahdihim raaʻoon;

    Dan (sungguh beruntung) orang yang memelihara amanat-amanat dan janjinya,

  10. 23:9

    وَٱلَّذِينَ هُمْ عَلَىٰ صَلَوَٰتِهِمْ يُحَافِظُونَ

    wallaẓeena hum ʻalaa Ṣalawaatihim yuḥaafiz̤̣oon.

    serta orang yang memelihara salatnya.

  11. 23:10

    أُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْوَٰرِثُونَ

    ʹUlaaaʹika humul waaris̤oon,

    Mereka itulah orang yang akan mewarisi,

  12. 23:11

    ٱلَّذِينَ يَرِثُونَ ٱلْفِرْدَوْسَ هُمْ فِيهَا خَـٰلِدُونَ

    ʹAllaẓeena yaris̤oonal Firdaws: hum feehaa khaalidoon.

    (yakni) yang akan mewarisi (surga) Firdaus. Mereka kekal di dalamnya.

  13. 23:12

    وَلَقَدْ خَلَقْنَا ٱلْإِنسَـٰنَ مِن سُلَـٰلَةٍ مِّن طِينٍ

    Wa-laq̣ad khalaq̣nal ʹiñsaana miñ sulaalatim miñ ṭeen;

    Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari saripati (berasal) dari tanah.

  14. 23:13

    ثُمَّ جَعَلْنَـٰهُ نُطْفَةً فِى قَرَارٍ مَّكِينٍ

    S̤umma jaʻalnaahu nuṭfatañ fee q̣araarim makeen;

    Kemudian Kami menjadikannya air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).

  15. 23:14

    ثُمَّ خَلَقْنَا ٱلنُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا ٱلْعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقْنَا ٱلْمُضْغَةَ عِظَـٰمًا فَكَسَوْنَا ٱلْعِظَـٰمَ لَحْمًا ثُمَّ أَنشَأْنَـٰهُ خَلْقًا ءَاخَرَ ۚ فَتَبَارَكَ ٱللَّهُ أَحْسَنُ ٱلْخَـٰلِقِينَ

    S̤umma khalaq̣nan nuṭfata ʻalaq̣atañ fakhalaq̣nal ʻalaq̣ata muḍg̣atañ fakhalaq̣nal muḍg̣ata ʻiz̤̣aamañ fakasawnal ʻiz̤̣aama laḥmaa; s̤umma ʹañshaʹnaahu khalq̣an ʹaakhar. Fatabaarakal laahu ʹAḥsanul khaaliq̣een!

    Kemudian, air mani itu Kami jadikan sesuatu yang melekat, lalu sesuatu yang melekat itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu lalu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian, Kami menjadikannya makhluk yang (berbentuk) lain. Mahasuci Allah, Pencipta yang paling baik.

  16. 23:15

    ثُمَّ إِنَّكُم بَعْدَ ذَٰلِكَ لَمَيِّتُونَ

    S̤umma ʹinnakum baʻda ẓaalika lamayyitoon.

    Kemudian setelah itu, sungguh kamu pasti mati.

  17. 23:16

    ثُمَّ إِنَّكُمْ يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ تُبْعَثُونَ

    S̤umma ʹinnakum Yawmal Q̣iyaamati tubʻas̤oon.

    Kemudian, sungguh kamu akan dibangkitkan (dari kuburmu) pada hari Kiamat.

  18. 23:17

    وَلَقَدْ خَلَقْنَا فَوْقَكُمْ سَبْعَ طَرَآئِقَ وَمَا كُنَّا عَنِ ٱلْخَلْقِ غَـٰفِلِينَ

    Wa-laq̣ad khalaq̣naa fawq̣akum sabʻa ṭaraaaʹiq̣a wa-maa kunnaa ʻanil khalq̣i g̣aafileen.

    Dan sungguh, kami telah menciptakan tujuh (lapis) langit di atas kamu, dan Kami tidaklah lengah terhadap ciptaan (Kami).

  19. 23:18

    وَأَنزَلْنَا مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءًۢ بِقَدَرٍ فَأَسْكَنَّـٰهُ فِى ٱلْأَرْضِ ۖ وَإِنَّا عَلَىٰ ذَهَابٍۭ بِهِۦ لَقَـٰدِرُونَ

    Wa-ʹañzalnaa minas samaaaʹi maaaʹam biq̣adariñ faʹaskannaahu fil ʹarḍi wa-ʹInnaa ʻalaa ẓahaabim bihee la-Q̣aadiroon.

    Dan Kami turunkan air dari langit dengan suatu ukuran; lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi, dan pasti Kami berkuasa melenyapkannya.

  20. 23:19

    فَأَنشَأْنَا لَكُم بِهِۦ جَنَّـٰتٍ مِّن نَّخِيلٍ وَأَعْنَـٰبٍ لَّكُمْ فِيهَا فَوَٰكِهُ كَثِيرَةٌ وَمِنْهَا تَأْكُلُونَ

    Faʹañshaʹnaa lakum̃ bihee jannaatim min nakheeliñw waʹaʻnaab. Lakum feehaa fawaakihu kas̤eeratuñw waminhaa taʹkuloon,

    Lalu dengan (air) itu, Kami tumbuhkan untukmu kebun-kebun kurma dan anggur; di sana kamu memperoleh buah-buahan yang banyak dan sebagian dari (buah-buahan) itu kamu makan,

  21. 23:20

    وَشَجَرَةً تَخْرُجُ مِن طُورِ سَيْنَآءَ تَنۢبُتُ بِٱلدُّهْنِ وَصِبْغٍ لِّلْـَٔاكِلِينَ

    Wa-shajaratañ takhruju miñ Ṭoori Saynaaaʹa tambutu bidduhni waṣibg̣illil ʹaa-kileen.

    dan (Kami tumbuhkan) pohon (zaitun) yang tumbuh dari gunung Sinai, yang menghasilkan minyak, dan bahan pembangkit selera bagi orang-orang yang makan.

  22. 23:21

    وَإِنَّ لَكُمْ فِى ٱلْأَنْعَـٰمِ لَعِبْرَةً ۖ نُّسْقِيكُم مِّمَّا فِى بُطُونِهَا وَلَكُمْ فِيهَا مَنَـٰفِعُ كَثِيرَةٌ وَمِنْهَا تَأْكُلُونَ

    Wa-ʹinna lakum fil ʹanʻaami laʻibrah: nusq̣eekum mimmaa fee buṭoonihaa wa-lakum feehaa manaafiʻu kas̤eeratuñw waminhaa taʹkuloon;

    Dan sungguh pada hewan-hewan ternak terdapat suatu pelajaran bagimu. Kami memberi minum kamu dari (air susu) yang ada dalam perutnya, dan padanya juga terdapat banyak manfaat untukmu, dan sebagian darinya kamu makan.

  23. 23:22

    وَعَلَيْهَا وَعَلَى ٱلْفُلْكِ تُحْمَلُونَ

    Wa-ʻalayhaa wa-ʻalal fulki tuḥmaloon.

    Di atasnya (hewan-hewan ternak) dan di atas kapal-kapal kamu diangkut.

  24. 23:23

    وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَىٰ قَوْمِهِۦ فَقَالَ يَـٰقَوْمِ ٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَـٰهٍ غَيْرُهُۥٓ ۖ أَفَلَا تَتَّقُونَ

    Wa-laq̣ad. ʹarsalnaa Nooḥan ʹilaa q̣awmihee faq̣aala yaa q̣awmiʻbudul laaha maa- lakum min ʹilaahin g̣ayruh. ʹAfalaa tattaq̣oon?

    Dan sungguh, Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, lalu dia berkata, "Wahai kaumku! Sembahlah Allah, (karena) tidak ada tuhan (yang berhak disembah) bagimu selain Dia. Maka mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya)?"

  25. 23:24

    فَقَالَ ٱلْمَلَؤُا۟ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ مِن قَوْمِهِۦ مَا هَـٰذَآ إِلَّا بَشَرٌ مِّثْلُكُمْ يُرِيدُ أَن يَتَفَضَّلَ عَلَيْكُمْ وَلَوْ شَآءَ ٱللَّهُ لَأَنزَلَ مَلَـٰٓئِكَةً مَّا سَمِعْنَا بِهَـٰذَا فِىٓ ءَابَآئِنَا ٱلْأَوَّلِينَ

    Faq̣aalal malaʹul laẓeena kafaroo miñ q̣awmihee maa- haaẓaaa ʹillaa basharum mis̤lukum yureedu ʹañy yatafaḍḍala ʻalaykum: wa-law shaaaʹal laahu laʹañzala malaaaʹikah: maa- samiʻnaa bihaaẓaa feee ʹaabaaaʹinal ʹawwaleen.

    Maka berkatalah para pemuka orang kafir dari kaumnya, "Orang ini tidak lain hanyalah manusia seperti kamu, yang ingin menjadi orang yang lebih mulia dari kamu. Dan seandainya Allah menghendaki, tentu Dia mengutus malaikat. Belum pernah kami mendengar (seruan yang seperti) ini pada (masa) nenek moyang kami yang dahulu.

  26. 23:25

    إِنْ هُوَ إِلَّا رَجُلٌۢ بِهِۦ جِنَّةٌ فَتَرَبَّصُوا۟ بِهِۦ حَتَّىٰ حِينٍ

    ʹIn huwa ʹillaa rajulum bihee jinnatuñ fatarabbaṣoo bihee ḥattaa ḥeen.

    Dia hanyalah seorang laki-laki yang gila, maka tunggulah (sabarlah) terhadapnya sampai waktu yang ditentukan."

  27. 23:26

    قَالَ رَبِّ ٱنصُرْنِى بِمَا كَذَّبُونِ

    Q̣aala Rabbiñ ṣurnee bimaa kaẓẓaboon!

    Dia (Nuh) berdoa, "Ya Tuhanku, tolonglah aku, karena mereka mendustakan aku."

  28. 23:27

    فَأَوْحَيْنَآ إِلَيْهِ أَنِ ٱصْنَعِ ٱلْفُلْكَ بِأَعْيُنِنَا وَوَحْيِنَا فَإِذَا جَآءَ أَمْرُنَا وَفَارَ ٱلتَّنُّورُ ۙ فَٱسْلُكْ فِيهَا مِن كُلٍّ زَوْجَيْنِ ٱثْنَيْنِ وَأَهْلَكَ إِلَّا مَن سَبَقَ عَلَيْهِ ٱلْقَوْلُ مِنْهُمْ ۖ وَلَا تُخَـٰطِبْنِى فِى ٱلَّذِينَ ظَلَمُوٓا۟ ۖ إِنَّهُم مُّغْرَقُونَ

    Faʹawḥaynaaa ʹilayhi ʹaniṣ naʻil Fulka biʹaʻyuninaa wa-waḥyinaa faʹiẓaa jaaaʹa ʹAmrunaa wa-faarat tannooru fasluk feehaa miñ kulliñ zawjaynis̤ nayni wa-ʹahlaka ʹillaa mañ sabaq̣a ʻalayhil Q̣awlu minhum: wa-laa tukhaaṭibnee fil laẓeena z̤̣alamoo; ʹinnahum mug̣raq̣oon.

    Lalu Kami wahyukan kepadanya, "Buatlah kapal di bawah pengawasan dan petunjuk Kami, maka apabila perintah Kami datang dan tanur (dapur) telah memancarkan air, maka masukkanlah ke dalam (kapal) itu sepasang-sepasang dari setiap jenis, juga keluargamu, kecuali orang yang lebih dahulu ditetapkan (akan ditimpa siksaan) di antara mereka. Dan janganlah engkau bicarakan dengan-Ku tentang orang-orang yang zalim, sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan.

  29. 23:28

    فَإِذَا ٱسْتَوَيْتَ أَنتَ وَمَن مَّعَكَ عَلَى ٱلْفُلْكِ فَقُلِ ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ ٱلَّذِى نَجَّىٰنَا مِنَ ٱلْقَوْمِ ٱلظَّـٰلِمِينَ

    Faʹiẓas tawayta ʹañta wa-mam maʻaka ʻalal Fulki faq̣ulil Ḥamdu lillaahil laẓee najjaanaa minal q̣awmiz̤̣ z̤̣aalimeen.

    Dan apabila engkau dan orang-orang yang bersamamu telah berada di atas kapal, maka ucapkanlah, "Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan kami dari orang-orang yang zalim."

  30. 23:29

    وَقُل رَّبِّ أَنزِلْنِى مُنزَلًا مُّبَارَكًا وَأَنتَ خَيْرُ ٱلْمُنزِلِينَ

    Wa-q̣ur Rabbi ʹañzilnee muñzalam mubaarakañw waʹAñta Khayrul Muñzileen.

    Dan berdoalah, "Ya Tuhanku, tempatkanlah aku pada tempat yang diberkahi, dan Engkau adalah sebaik-baik pemberi tempat."

  31. 23:30

    إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَـَٔايَـٰتٍ وَإِن كُنَّا لَمُبْتَلِينَ

    ʹInna fee ẓaalika laʹAayaatiñw waʹiñ kunnaa lamubtaleen.

    Sungguh, pada (kejadian) itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah); dan sesungguhnya Kami benar-benar menimpakan siksaan (kepada kaum Nuh).

  32. 23:31

    ثُمَّ أَنشَأْنَا مِنۢ بَعْدِهِمْ قَرْنًا ءَاخَرِينَ

    S̤umma ʹañshaʹnaa mim baʻdihim q̣arnan ʹaakhareen.

    Kemudian setelah mereka, Kami ciptakan umat yang lain (kaum 'Ād).

  33. 23:32

    فَأَرْسَلْنَا فِيهِمْ رَسُولًا مِّنْهُمْ أَنِ ٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَـٰهٍ غَيْرُهُۥٓ ۖ أَفَلَا تَتَّقُونَ

    Faʹarsalnaa feehim rasoolam minhum ʹaniʻ budul laaha maa- lakum min ʹilaahin g̣ayruh. ʹAfalaa tattaq̣oon?

    Lalu Kami utus kepada mereka seorang rasul dari kalangan mereka sendiri (yang berkata), "Sembahlah Allah! Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) bagimu selain Dia. Maka mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya)?"

  34. 23:33

    وَقَالَ ٱلْمَلَأُ مِن قَوْمِهِ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ وَكَذَّبُوا۟ بِلِقَآءِ ٱلْـَٔاخِرَةِ وَأَتْرَفْنَـٰهُمْ فِى ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا مَا هَـٰذَآ إِلَّا بَشَرٌ مِّثْلُكُمْ يَأْكُلُ مِمَّا تَأْكُلُونَ مِنْهُ وَيَشْرَبُ مِمَّا تَشْرَبُونَ

    Wa-q̣aalal malaʹu miñ q̣awmihil laẓeena kafaroo wa-kaẓẓaboo bi-Liq̣aaaʹil ʹAakhirati wa-ʹatrafnaahum fil ḥayaatid dunyaa maa- haaẓaaa ʹillaa basharum mis̤lukum yaʹkulu mimmaa taʹkuloona minhu wa-yashrabu mimmaa tashraboon.

    Dan berkatalah para pemuka orang kafir dari kaumnya dan yang mendustakan pertemuan hari akhirat serta mereka yang telah Kami beri kemewahan dan kesenangan dalam kehidupan di dunia, "(Orang) ini tidak lain hanyalah manusia seperti kamu, dia makan apa yang kamu makan, dan dia minum apa yang kamu minum."

  35. 23:34

    وَلَئِنْ أَطَعْتُم بَشَرًا مِّثْلَكُمْ إِنَّكُمْ إِذًا لَّخَـٰسِرُونَ

    Wa-laʹin ʹaṭaʻtum̃ basharam mis̤lakum ʹinnakum ʹiẓal lakhaasiroon.

    Dan sungguh, jika kamu menaati manusia yang seperti kamu, niscaya kamu merugi.

  36. 23:35

    أَيَعِدُكُمْ أَنَّكُمْ إِذَا مِتُّمْ وَكُنتُمْ تُرَابًا وَعِظَـٰمًا أَنَّكُم مُّخْرَجُونَ

    ʹA-yaʻidukum ʹannakum ʹiẓaa mittum wa-kuñtum turaabañw waʻiz̤̣aaman ʹannakum mukhrajoon?

    Adakah dia menjanjikan kepada kamu, bahwa apabila kamu telah mati dan menjadi tanah dan tulang belulang, sesungguhnya kamu akan dikeluarkan (dari kuburmu)?

  37. 23:36

    ۞ هَيْهَاتَ هَيْهَاتَ لِمَا تُوعَدُونَ

    Hayhaata hayhaata limaa tooʻadoon!

    Jauh! Jauh sekali (dari kebenaran) apa yang diancamkan kepada kamu,

  38. 23:37

    إِنْ هِىَ إِلَّا حَيَاتُنَا ٱلدُّنْيَا نَمُوتُ وَنَحْيَا وَمَا نَحْنُ بِمَبْعُوثِينَ

    ʹIn hiya ʹillaa ḥayaatunad dunyaa namootu wa-naḥyaa wa-maa naḥnoo bimabʻoos̤een!

    (kehidupan itu) tidak lain hanyalah kehidupan kita di dunia ini, (di sanalah) kita mati dan hidup dan tidak akan dibangkitkan (lagi),

  39. 23:38

    إِنْ هُوَ إِلَّا رَجُلٌ ٱفْتَرَىٰ عَلَى ٱللَّهِ كَذِبًا وَمَا نَحْنُ لَهُۥ بِمُؤْمِنِينَ

    ʹIn huwa ʹillaa rajulunif taraa ʻalal laahi kaẓibañw wamaa naḥnu lahoo bimuʹmineen!

    Dia tidak lain hanyalah seorang laki-laki yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah, dan kita tidak akan mempercayainya.

  40. 23:39

    قَالَ رَبِّ ٱنصُرْنِى بِمَا كَذَّبُونِ

    Q̣aala Rabbiñ ṣurnee bimaa kaẓẓaboon.

    Dia (Hud) berdoa, "Ya Tuhanku, tolonglah aku karena mereka mendustakanku."

  41. 23:40

    قَالَ عَمَّا قَلِيلٍ لَّيُصْبِحُنَّ نَـٰدِمِينَ

    Q̣aala ʻammaa q̣aleelil layuṣbiḥunna naadimeen!

    Dia (Allah) berfirman, "Tidak lama lagi mereka pasti akan menyesal."

  42. 23:41

    فَأَخَذَتْهُمُ ٱلصَّيْحَةُ بِٱلْحَقِّ فَجَعَلْنَـٰهُمْ غُثَآءً ۚ فَبُعْدًا لِّلْقَوْمِ ٱلظَّـٰلِمِينَ

    Faʹakhaẓathumuṣ Ṣayḥatu bilḥaq̣q̣i fajaʻalnaahum g̣us̤aaaʹaa! Fabuʻdal lilq̣awmiz̤̣ z̤̣aalimeen!

    Lalu mereka benar-benar dimusnahkan oleh suara yang mengguntur, dan Kami jadikan mereka (seperti) sampah yang dibawa banjir. Maka binasalah orang-orang yang zalim.

  43. 23:42

    ثُمَّ أَنشَأْنَا مِنۢ بَعْدِهِمْ قُرُونًا ءَاخَرِينَ

    S̤umma ʹañshaʹnaa mim baʻdihim q̣uroonan ʹaakhareen.

    Kemudian setelah mereka Kami ciptakan umat-umat yang lain.

  44. 23:43

    مَا تَسْبِقُ مِنْ أُمَّةٍ أَجَلَهَا وَمَا يَسْتَـْٔخِرُونَ

    Maa- tasbiq̣u min ʹummatin ʹajalahaa wa-maa yastaʹkhiroon.

    Tidak ada satu umat pun yang dapat menyegerakan ajalnya, dan tidak (pula) menangguhkannya.

  45. 23:44

    ثُمَّ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا تَتْرَا ۖ كُلَّ مَا جَآءَ أُمَّةً رَّسُولُهَا كَذَّبُوهُ ۚ فَأَتْبَعْنَا بَعْضَهُم بَعْضًا وَجَعَلْنَـٰهُمْ أَحَادِيثَ ۚ فَبُعْدًا لِّقَوْمٍ لَّا يُؤْمِنُونَ

    S̤umma ʹarsalnaa rusulanaa tatraa. Kulla maa jaaaʹa ʹummatar rasooluhaa kaẓẓaboohu faʹatbaʻnaa baʻḍahum baʻḍañw wajaʹalnaahum ʹaḥaadees̤: fabuʻdal liq̣awmil laa yuʹminoon!

    Kemudian, Kami utus rasul-rasul Kami berturut-turut. Setiap kali seorang rasul datang kepada suatu umat, mereka mendustakannya, maka Kami silihgantikan sebagian mereka dengan sebagian yang lain (dalam kebinasaan). Dan Kami jadikan mereka bahan cerita (bagi manusia). Maka binasalah kaum yang tidak beriman.

  46. 23:45

    ثُمَّ أَرْسَلْنَا مُوسَىٰ وَأَخَاهُ هَـٰرُونَ بِـَٔايَـٰتِنَا وَسُلْطَـٰنٍ مُّبِينٍ

    S̤umma ʹarsalnaa Moosaa wa-ʹakhaahu Haaroona biʹAayaatinaa wa-sulṭaanim mubeen.

    Kemudian Kami utus Musa dan saudaranya Harun dengan membawa tanda-tanda (kebesaran) Kami, dan bukti yang nyata,

  47. 23:46

    إِلَىٰ فِرْعَوْنَ وَمَلَإِي۟هِۦ فَٱسْتَكْبَرُوا۟ وَكَانُوا۟ قَوْمًا عَالِينَ

    ʹIlaa Firʻawna wa-malaʹihee fastakbaroo wa-kaanoo q̣awman ʻaaleen.

    kepada Fir'aun dan para pemuka kaumnya, tetapi mereka angkuh dan mereka memang kaum yang sombong.

  48. 23:47

    فَقَالُوٓا۟ أَنُؤْمِنُ لِبَشَرَيْنِ مِثْلِنَا وَقَوْمُهُمَا لَنَا عَـٰبِدُونَ

    Faq̣aalooo ʹanuʹminu libasharayni mis̤linaa wa-q̣awmuhumaa lanaa ʻaabidoon?

    Maka mereka berkata, "Apakah (pantas) kita percaya kepada dua orang manusia seperti kita, padahal kaum mereka (Bani Israil) adalah orang-orang yang menghambakan diri kepada kita?"

  49. 23:48

    فَكَذَّبُوهُمَا فَكَانُوا۟ مِنَ ٱلْمُهْلَكِينَ

    Fakaẓẓaboohumaa fakaanoo minal muhlakeen.

    Maka mereka mendustakan keduanya, karena itu mereka termasuk orang yang dibinasakan.

  50. 23:49

    وَلَقَدْ ءَاتَيْنَا مُوسَى ٱلْكِتَـٰبَ لَعَلَّهُمْ يَهْتَدُونَ

    Wa-laq̣ad ʹaataynaa Moosal Kitaaba laʻallahum yahtadoon.

    Dan sungguh, telah Kami anugerahkan kepada Musa Kitab (Taurat), agar mereka (Bani Israil) mendapat petunjuk.

  51. 23:50

    وَجَعَلْنَا ٱبْنَ مَرْيَمَ وَأُمَّهُۥٓ ءَايَةً وَءَاوَيْنَـٰهُمَآ إِلَىٰ رَبْوَةٍ ذَاتِ قَرَارٍ وَمَعِينٍ

    Wa-jaʻalnab na Maryama wa-ʹummahooo ʹAayatañw Waʹaawaynaahumaaa ʹilaa rabwatiñ ẓaati q̣araariñw wamaʻeen.

    Dan telah Kami jadikan (Isa) putra Maryam bersama ibunya sebagai suatu bukti yang nyata (bagi kebesaran Kami), dan Kami melindungi mereka di suatu dataran tinggi, (tempat yang tenang, rindang dan banyak buah-buahan) dengan mata air yang mengalir.

  52. 23:51

    يَـٰٓأَيُّهَا ٱلرُّسُلُ كُلُوا۟ مِنَ ٱلطَّيِّبَـٰتِ وَٱعْمَلُوا۟ صَـٰلِحًا ۖ إِنِّى بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ

    Yaaaʹayyuhar rusulu kuloo minaṭ ṭayyibaati waʻmaloo ṣaaliḥaa: ʹinnee bimaa taʻmaloona ʻAleem.

    Allah berfirman, "Wahai para rasul! Makanlah dari (makanan) yang baik-baik, dan kerjakanlah kebajikan. Sungguh, Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

  53. 23:52

    وَإِنَّ هَـٰذِهِۦٓ أُمَّتُكُمْ أُمَّةً وَٰحِدَةً وَأَنَا۠ رَبُّكُمْ فَٱتَّقُونِ

    Wa-ʹinna haaẓiheee ʹummatukum ʹummatañw Waaḥidatañw WaʹAna Rabbukum fattaq̣oon.

    Dan sungguh, (agama tauhid) inilah agama kamu, agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka bertakwalah kepada-Ku."

  54. 23:53

    فَتَقَطَّعُوٓا۟ أَمْرَهُم بَيْنَهُمْ زُبُرًا ۖ كُلُّ حِزْبٍۭ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ

    Fataq̣aṭṭaʻooo ʹamrahum̃ baynahum zuburaa: kullu ḥizbim bimaa ladayhim fariḥoon.

    Kemudian mereka terpecah belah dalam urusan (agama)nya menjadi beberapa golongan. Setiap golongan (merasa) bangga dengan apa yang ada pada mereka (masing-masing).

  55. 23:54

    فَذَرْهُمْ فِى غَمْرَتِهِمْ حَتَّىٰ حِينٍ

    Faẓarhum fee g̣amratihim ḥattaa ḥeen.

    Maka biarkanlah mereka dalam kesesatannya sampai waktu yang ditentukan.

  56. 23:55

    أَيَحْسَبُونَ أَنَّمَا نُمِدُّهُم بِهِۦ مِن مَّالٍ وَبَنِينَ

    ʹA-yaḥsaboona ʹannamaa numidduhum̃ bihee mim maaliñw wabaneen,

    Apakah mereka mengira bahwa Kami memberikan harta dan anak-anak kepada mereka itu (berarti bahwa),

  57. 23:56

    نُسَارِعُ لَهُمْ فِى ٱلْخَيْرَٰتِ ۚ بَل لَّا يَشْعُرُونَ

    Nusaariʻu lahum fil khayraat? Bal laa yashʻuroon.

    Kami segera memberikan kebaikan-kebaikan kepada mereka? (Tidak), tetapi mereka tidak menyadarinya.

  58. 23:57

    إِنَّ ٱلَّذِينَ هُم مِّنْ خَشْيَةِ رَبِّهِم مُّشْفِقُونَ

    ʹInnal laẓeena hum min khashyati Rabbihim mushfiq̣oon;

    Sungguh, orang-orang yang karena takut (azab) Tuhannya, mereka sangat berhati-hati,

  59. 23:58

    وَٱلَّذِينَ هُم بِـَٔايَـٰتِ رَبِّهِمْ يُؤْمِنُونَ

    Wallaẓeena hum̃ biʹAayaati Rabbihim yuʹminoon;

    dan mereka yang beriman dengan tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya,

  60. 23:59

    وَٱلَّذِينَ هُم بِرَبِّهِمْ لَا يُشْرِكُونَ

    Wallaẓeena hum̃ bi-Rabbihim laa- yushrikoon;

    dan mereka tidak mempersekutukan Tuhannya,

  61. 23:60

    وَٱلَّذِينَ يُؤْتُونَ مَآ ءَاتَوا۟ وَّقُلُوبُهُمْ وَجِلَةٌ أَنَّهُمْ إِلَىٰ رَبِّهِمْ رَٰجِعُونَ

    Wallaẓeena yuʹtoona maaa ʹaataw Waq̣uloobuhum wajilatun ʹannahum ʹilaa Rabbihim raajiʻoon;

    dan mereka yang memberikan apa yang mereka berikan (sedekah) dengan hati penuh rasa takut (karena mereka tahu) bahwa sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhannya,

  62. 23:61

    أُو۟لَـٰٓئِكَ يُسَـٰرِعُونَ فِى ٱلْخَيْرَٰتِ وَهُمْ لَهَا سَـٰبِقُونَ

    ʹUlaaaʹika yusaariʻoona fil khayraati wa-hum lahaa saabiq̣oon.

    mereka itu bersegera dalam kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang lebih dahulu memperolehnya.

  63. 23:62

    وَلَا نُكَلِّفُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۖ وَلَدَيْنَا كِتَـٰبٌ يَنطِقُ بِٱلْحَقِّ ۚ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ

    Wa-laa nukallifu nafsan ʹillaa wusʻahaa wa-ladaynaa Kitaabuñy yañṭiq̣u bilḥaq̣q̣i wahum laa- yuz̤̣lamoon.

    Dan Kami tidak membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya, dan pada Kami ada suatu catatan yang menuturkan dengan sebenarnya, dan mereka tidak dizalimi (dirugikan).

  64. 23:63

    بَلْ قُلُوبُهُمْ فِى غَمْرَةٍ مِّنْ هَـٰذَا وَلَهُمْ أَعْمَـٰلٌ مِّن دُونِ ذَٰلِكَ هُمْ لَهَا عَـٰمِلُونَ

    Bal q̣uloobuhum fee g̣amratim min haaẓaa wa-lahum ʹaʻmaalum miñ dooni ẓaalika hum lahaa ʻaamiloon,

    Tetapi, hati mereka (orang-orang kafir) itu dalam kesesatan dari (memahami Al-Qur`an) ini, dan mereka mempunyai (kebiasaan banyak mengerjakan) perbuatan-perbuatan lain (buruk) yang terus mereka kerjakan.

  65. 23:64

    حَتَّىٰٓ إِذَآ أَخَذْنَا مُتْرَفِيهِم بِٱلْعَذَابِ إِذَا هُمْ يَجْـَٔرُونَ

    Ḥattaaa ʹiẓaaa ʹakhaẓnaa mutrafeehim̃ bilʻAẓaabi ʹiẓaa hum yajʹaroon!

    Sehingga apabila Kami timpakan siksaan kepada orang-orang yang hidup bermewah-mewah di antara mereka, seketika itu mereka berteriak-teriak meminta tolong.

  66. 23:65

    لَا تَجْـَٔرُوا۟ ٱلْيَوْمَ ۖ إِنَّكُم مِّنَّا لَا تُنصَرُونَ

    Laaa tajʹarul yawm: ʹinnakum minnaa laa- tuñṣaroon.

    Janganlah kamu berteriak-teriak meminta tolong pada hari ini! Sungguh, kamu tidak akan mendapat pertolongan dari Kami.

  67. 23:66

    قَدْ كَانَتْ ءَايَـٰتِى تُتْلَىٰ عَلَيْكُمْ فَكُنتُمْ عَلَىٰٓ أَعْقَـٰبِكُمْ تَنكِصُونَ

    Q̣ad kaanat ʹAayaatee tutlaa ʻalaykum fakuñtum ʻalaaa ʹaʻq̣aabikum tañkiṣoon.

    Sungguh ayat-ayat-Ku (Al-Qur`an) selalu dibacakan kepada kamu, tetapi kamu selalu berpaling ke belakang,

  68. 23:67

    مُسْتَكْبِرِينَ بِهِۦ سَـٰمِرًا تَهْجُرُونَ

    Mustakbireena bihee saamirañ tahjuroon.

    dengan menyombongkan diri dan mengucapkan perkataan-perkataan keji terhadapnya (Al-Qur`an) pada waktu kamu bercakap-cakap pada malam hari.

  69. 23:68

    أَفَلَمْ يَدَّبَّرُوا۟ ٱلْقَوْلَ أَمْ جَآءَهُم مَّا لَمْ يَأْتِ ءَابَآءَهُمُ ٱلْأَوَّلِينَ

    ʹAfalam yaddabbarul Q̣awla ʹam jaaaʹahum maa lam yaʹti ʹaabaaaʹahumul ʹawwaleen?

    Maka tidaklah mereka menghayati firman (Allah), atau adakah telah datang kepada mereka apa yang tidak pernah datang kepada nenek moyang mereka dahulu?

  70. 23:69

    أَمْ لَمْ يَعْرِفُوا۟ رَسُولَهُمْ فَهُمْ لَهُۥ مُنكِرُونَ

    ʹAm lam yaʻrifoo Rasoolahum fahum lahoo muñkiroon?

    Ataukah mereka tidak mengenal Rasul mereka (Muhammad), karena itu mereka mengingkarinya?

  71. 23:70

    أَمْ يَقُولُونَ بِهِۦ جِنَّةٌۢ ۚ بَلْ جَآءَهُم بِٱلْحَقِّ وَأَكْثَرُهُمْ لِلْحَقِّ كَـٰرِهُونَ

    ʹAm yaq̣ooloona bihee jinnah? Bal jaaaʹahum̃ bil-Ḥaq̣q̣i wa-ʹaks̤aruhum lil-Ḥaq̣q̣i kaarihoon.

    Atau mereka berkata, "Orang itu (Muhammad) gila." Padahal, dia telah datang membawa kebenaran kepada mereka, tetapi kebanyakan mereka membenci kebenaran.

  72. 23:71

    وَلَوِ ٱتَّبَعَ ٱلْحَقُّ أَهْوَآءَهُمْ لَفَسَدَتِ ٱلسَّمَـٰوَٰتُ وَٱلْأَرْضُ وَمَن فِيهِنَّ ۚ بَلْ أَتَيْنَـٰهُم بِذِكْرِهِمْ فَهُمْ عَن ذِكْرِهِم مُّعْرِضُونَ

    Wa-lawit tabaʻal Ḥaq̣q̣u ʹahwaaaʹahum lafasadatis samaawaatu wal-ʹarḍu wa-mañ feehinn! Bal ʹataynaahum̃ biẓikrihim fahum ʻañ ẓikrihim muʻriḍoon.

    Dan seandainya kebenaran itu menuruti keinginan mereka, pasti binasalah langit dan bumi, dan semua yang ada di dalamnya. Bahkan Kami telah memberikan peringatan kepada mereka, tetapi mereka berpaling dari peringatan itu.

  73. 23:72

    أَمْ تَسْـَٔلُهُمْ خَرْجًا فَخَرَاجُ رَبِّكَ خَيْرٌ ۖ وَهُوَ خَيْرُ ٱلرَّٰزِقِينَ

    ʹAm tasʹaluhum kharjañ fakharaaju Rabbika khayr: wa-Huwa Khayrur raaziq̣een.

    Atau engkau (Muhammad) meminta imbalan kepada mereka? Sedangkan imbalan dari Tuhanmu lebih baik, karena Dia pemberi rezeki yang terbaik.

  74. 23:73

    وَإِنَّكَ لَتَدْعُوهُمْ إِلَىٰ صِرَٰطٍ مُّسْتَقِيمٍ

    Wa-ʹinnaka latadʻoohum ʹilaa Ṣiraaṭim Mustaq̣eem.

    Dan sungguh engkau pasti telah menyeru mereka kepada jalan yang lurus.

  75. 23:74

    وَإِنَّ ٱلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِٱلْـَٔاخِرَةِ عَنِ ٱلصِّرَٰطِ لَنَـٰكِبُونَ

    Waʹinnal laẓeena laa- yuʹminoona bil-ʹAakhirati ʻaniṣ Ṣiraaṭi lanaakiboon.

    Dan sungguh orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat benar-benar telah menyimpang jauh dari jalan (yang lurus).

  76. 23:75

    ۞ وَلَوْ رَحِمْنَـٰهُمْ وَكَشَفْنَا مَا بِهِم مِّن ضُرٍّ لَّلَجُّوا۟ فِى طُغْيَـٰنِهِمْ يَعْمَهُونَ

    Wa-law raḥimnaahum wakashafnaa maa- bihim miñ ḍurril lalajjoo fee ṭug̣yaanihim yaʻmahoon.

    Dan sekiranya mereka Kami kasihani, dan Kami lenyapkan malapetaka yang menimpa mereka, pasti mereka akan terus menerus terombang-ambing dalam kesesatan mereka.

  77. 23:76

    وَلَقَدْ أَخَذْنَـٰهُم بِٱلْعَذَابِ فَمَا ٱسْتَكَانُوا۟ لِرَبِّهِمْ وَمَا يَتَضَرَّعُونَ

    Wa-laq̣ad ʹakhaẓnaahum̃ bilʻAẓaabi famas takaanoo li-Rabbihim wa-maa yataḍarraʻoon,

    Dan sungguh Kami telah menimpakan siksaan kepada mereka, tetapi mereka tidak mau tunduk kepada Tuhannya, dan (juga) tidak merendahkan diri.

  78. 23:77

    حَتَّىٰٓ إِذَا فَتَحْنَا عَلَيْهِم بَابًا ذَا عَذَابٍ شَدِيدٍ إِذَا هُمْ فِيهِ مُبْلِسُونَ

    Ḥattaaa ʹiẓaa fataḥnaa ʻalayhim baabañ ẓaa ʻaẓaabiñ shadeedin ʹiẓaa hum feehi mublisoon!

    Sehingga apabila Kami bukakan untuk mereka pintu azab yang sangat keras, seketika itu mereka menjadi putus asa.

  79. 23:78

    وَهُوَ ٱلَّذِىٓ أَنشَأَ لَكُمُ ٱلسَّمْعَ وَٱلْأَبْصَـٰرَ وَٱلْأَفْـِٔدَةَ ۚ قَلِيلًا مَّا تَشْكُرُونَ

    Wa-Huwal laẓeee ʹañshaʹa lakumus samʻa wal-ʹabṣaara wal-ʹafʹidah: q̣aleelam maa tashkuroon!

    Dan Dialah yang telah menciptakan bagimu pendengaran, penglihatan dan hati nurani, tetapi sedikit sekali kamu yang bersyukur.

  80. 23:79

    وَهُوَ ٱلَّذِى ذَرَأَكُمْ فِى ٱلْأَرْضِ وَإِلَيْهِ تُحْشَرُونَ

    Wa-Huwal laẓee ẓaraʹakum fil ʹarḍi wa-ʹilayhi tuḥsharoon.

    Dan Dialah yang menciptakan dan mengembangbiakkan kamu di bumi dan kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan.

  81. 23:80

    وَهُوَ ٱلَّذِى يُحْىِۦ وَيُمِيتُ وَلَهُ ٱخْتِلَـٰفُ ٱلَّيْلِ وَٱلنَّهَارِ ۚ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

    Wa-Huwal laẓee yuḥyee wa-yumeetu wa-lahukh tilaaful layli wannahaar: ʹafalaa taʻq̣iloon?

    Dan Dialah yang menghidupkan dan mematikan, dan Dialah yang (mengatur) pergantian malam dan siang. Tidakkah kamu mengerti?

  82. 23:81

    بَلْ قَالُوا۟ مِثْلَ مَا قَالَ ٱلْأَوَّلُونَ

    Bal q̣aaloo mis̤la maa- q̣aalal ʹAwwaloon.

    Bahkan mereka mengucapkan perkataan yang serupa dengan apa yang diucapkan oleh orang-orang terdahulu.

  83. 23:82

    قَالُوٓا۟ أَءِذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا وَعِظَـٰمًا أَءِنَّا لَمَبْعُوثُونَ

    Q̣aalooo ʹa-ʹiẓaa mitnaa wa-kunnaa turaabañw waʻiz̤̣aaman ʹa-ʹinnaa lamabʻoos̤oon?

    Mereka berkata, "Apakah betul, apabila kami telah mati dan telah menjadi tanah dan tulang belulang, kami benar-benar akan dibangkitkan kembali?

  84. 23:83

    لَقَدْ وُعِدْنَا نَحْنُ وَءَابَآؤُنَا هَـٰذَا مِن قَبْلُ إِنْ هَـٰذَآ إِلَّآ أَسَـٰطِيرُ ٱلْأَوَّلِينَ

    Laq̣ad wuʻidnaa naḥnu wa-ʹaabaaaʹunaa haaẓaa miñ q̣ablu ʹin haaẓa illaaa ʹasaaṭeerul ʹawwaleen!

    Sungguh, yang demikian ini sudah dijanjikan kepada kami dan kepada nenek moyang kami dahulu, ini hanyalah dongeng orang-orang terdahulu!"

  85. 23:84

    قُل لِّمَنِ ٱلْأَرْضُ وَمَن فِيهَآ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

    Q̣ul limanil ʹarḍu wa-mañ feehaaa ʹiñ kuñtum taʻlamoon?

    Katakanlah (Muhammad), "Milik siapakah bumi, dan semua yang ada di dalamnya, jika kamu mengetahui?"

  86. 23:85

    سَيَقُولُونَ لِلَّهِ ۚ قُلْ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ

    Sayaq̣ooloona lillaah! Q̣ul ʹafalaa taẓakkaroon?

    Mereka akan menjawab, "Milik Allah." Katakanlah, "Maka apakah kamu tidak ingat?"

  87. 23:86

    قُلْ مَن رَّبُّ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ ٱلسَّبْعِ وَرَبُّ ٱلْعَرْشِ ٱلْعَظِيمِ

    Q̣ul mar Rabbus samaawaatis sabʻi wa-Rabbul ʻArshil ʻAz̤̣eem?

    Katakanlah, "Siapakah Tuhan yang memiliki langit yang tujuh dan yang memiliki Arasy yang agung?"

  88. 23:87

    سَيَقُولُونَ لِلَّهِ ۚ قُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ

    Sayaq̣ooloona lillaah. Q̣ul ʹafalaa tattaq̣oon?

    Mereka akan menjawab, "(Milik) Allah." Katakanlah, "Maka mengapa kamu tidak bertakwa?"

  89. 23:88

    قُلْ مَنۢ بِيَدِهِۦ مَلَكُوتُ كُلِّ شَىْءٍ وَهُوَ يُجِيرُ وَلَا يُجَارُ عَلَيْهِ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

    Q̣ul mam biyadihee Malakootu kulli shayʹiñw wa-Huwa yujeeru wa-laa yujaaru ʻalayhi ʹiñ kuñtum taʻlamoon?

    Katakanlah, "Siapakah yang di tangan-Nya berada kekuasaan segala sesuatu. Dia melindungi, dan tidak ada yang dapat dilindungi (dari azab-Nya), jika kamu mengetahui?"

  90. 23:89

    سَيَقُولُونَ لِلَّهِ ۚ قُلْ فَأَنَّىٰ تُسْحَرُونَ

    Sayaq̣ooloona lillaah. Q̣ul faʹannaa tus-ḥaroon?

    Mereka akan menjawab, "(Milik) Allah." Katakanlah, "(Kalau demikian), maka bagaimana kamu sampai tertipu?"

  91. 23:90

    بَلْ أَتَيْنَـٰهُم بِٱلْحَقِّ وَإِنَّهُمْ لَكَـٰذِبُونَ

    Bal ʹataynaahum̃ bil-Ḥaq̣q̣i wa-ʹinnahum lakaaẓiboon!

    Padahal Kami telah membawa kebenaran kepada mereka, tetapi mereka benar-benar pendusta.

  92. 23:91

    مَا ٱتَّخَذَ ٱللَّهُ مِن وَلَدٍ وَمَا كَانَ مَعَهُۥ مِنْ إِلَـٰهٍ ۚ إِذًا لَّذَهَبَ كُلُّ إِلَـٰهٍۭ بِمَا خَلَقَ وَلَعَلَا بَعْضُهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ ۚ سُبْحَـٰنَ ٱللَّهِ عَمَّا يَصِفُونَ

    Mat takhaẓal laahu miñw waladiñw wamaa kaana maʻahoo min ʹilaahin ʹiẓal laẓahaba kullu ʹilaahim bimaa khalaq̣a wa-laʻalaa baʻḍuhum ʻalaa baʻḍ! Subḥaanal laahi ʻammaa yaṣifoon!

    Allah tidak mempunyai anak, tidak ada tuhan (yang lain) bersama-Nya, (sekiranya tuhan banyak), maka masing-masing tuhan itu akan membawa apa (makhluk) yang diciptakannya, dan sebagian dari tuhan-tuhan itu akan mengalahkan sebagian yang lain. Mahasuci Allah dari apa yang mereka sifatkan itu,

  93. 23:92

    عَـٰلِمِ ٱلْغَيْبِ وَٱلشَّهَـٰدَةِ فَتَعَـٰلَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ

    ʻAalimil g̣aybi washshahaadati fataʻaalaa ʻammaa yushrikoon!

    (Dialah Tuhan) yang mengetahui semua yang gaib dan semua yang tampak. Mahatinggi (Allah) dari apa yang mereka persekutukan.

  94. 23:93

    قُل رَّبِّ إِمَّا تُرِيَنِّى مَا يُوعَدُونَ

    Q̣ur Rabbi ʹimmaa turiyannee maa- yooʻadoon,

    Katakanlah (Muhammad), "Ya Tuhanku, seandainya Engkau hendak memperlihatkan kepadaku apa (azab) yang diancamkan kepada mereka,

  95. 23:94

    رَبِّ فَلَا تَجْعَلْنِى فِى ٱلْقَوْمِ ٱلظَّـٰلِمِينَ

    Rabbi falaa tajʻalnee fil q̣awmiz̤̣ z̤̣aalimeen!

    Ya Tuhanku, maka janganlah Engkau jadikan aku dalam golongan orang-orang zalim."

  96. 23:95

    وَإِنَّا عَلَىٰٓ أَن نُّرِيَكَ مَا نَعِدُهُمْ لَقَـٰدِرُونَ

    Wa-ʹinnaa ʻalaaa ʹan nuriyaka maa- naʻiduhum la-Q̣aadiroon.

    Dan sungguh, Kami kuasa untuk memperlihatkan kepadamu (Muhammad) apa yang Kami ancamkan kepada mereka.

  97. 23:96

    ٱدْفَعْ بِٱلَّتِى هِىَ أَحْسَنُ ٱلسَّيِّئَةَ ۚ نَحْنُ أَعْلَمُ بِمَا يَصِفُونَ

    ʹIdfaʻ billatee hiya ʹaḥsanus sayyiʹah: Naḥnu ʹaʻlamu bimaa yaṣifoon.

    Tolaklah perbuatan buruk mereka dengan (cara) yang lebih baik, Kami lebih mengetahui apa yang mereka sifatkan (kepada Allah).

  98. 23:97

    وَقُل رَّبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَزَٰتِ ٱلشَّيَـٰطِينِ

    Wa-q̣ur Rabbi ʹaʻooẓu bika min hamazaatish shayaaṭeen.

    Dan katakanlah, "Ya Tuhanku, aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan setan,

  99. 23:98

    وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَن يَحْضُرُونِ

    Wa-ʹaʻooẓu bika Rabbi ʹañy yaḥḍuroon.

    dan aku berlindung (pula) kepada Engkau ya Tuhanku, agar mereka tidak mendekati aku."

  100. 23:99

    حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءَ أَحَدَهُمُ ٱلْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ٱرْجِعُونِ

    Ḥattaaa ʹiẓaa jaaaʹa ʹaḥadahumul mawtu q̣aala Rabbir jiʻoon,

    (Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata, "Ya Tuhanku, kembalikanlah aku (ke dunia),

  101. 23:100

    لَعَلِّىٓ أَعْمَلُ صَـٰلِحًا فِيمَا تَرَكْتُ ۚ كَلَّآ ۚ إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَآئِلُهَا ۖ وَمِن وَرَآئِهِم بَرْزَخٌ إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ

    Laʻalleee ʹaʻmalu ṣaaliḥañ feemaa taraktu kallaa! ʹInnahaa kalimatun huwa q̣aaaʹiluhaa. Wa-miñw waraaaʹihim Barzakhun ʹilaa Yawmi yubʻas̤oon.

    agar aku dapat berbuat kebajikan yang telah aku tinggalkan." Sekali-kali tidak! Sungguh itu adalah dalih yang diucapkannya saja. Dan dihadapan mereka ada barzakh sampai pada hari mereka dibangkitkan.

  102. 23:101

    فَإِذَا نُفِخَ فِى ٱلصُّورِ فَلَآ أَنسَابَ بَيْنَهُمْ يَوْمَئِذٍ وَلَا يَتَسَآءَلُونَ

    Faʹiẓaa nufikha fiṣ Ṣoori falaaa ʹañsaaba baynahum Yawmaʹiẓiñw Walaa yatasaaaʹaloon!

    Apabila sangkakala ditiup, maka tidak ada lagi pertalian keluarga di antara mereka pada hari itu (Kiamat), dan tidak (pula) mereka saling bertanya.

  103. 23:102

    فَمَن ثَقُلَتْ مَوَٰزِينُهُۥ فَأُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ

    Famañ s̤aq̣ulat mawaazeenuhoo faʹulaaaʹika humul Mufliḥoon:

    Barang siapa berat timbangan (kebaikan)-nya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.

  104. 23:103

    وَمَنْ خَفَّتْ مَوَٰزِينُهُۥ فَأُو۟لَـٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ خَسِرُوٓا۟ أَنفُسَهُمْ فِى جَهَنَّمَ خَـٰلِدُونَ

    Wa-man khaffat mawaazeenuhoo faʹulaaaʹikal laẓeena khasirooo ʹañfusahum fee Jahannama khaalidoon.

    Dan barang siapa ringan timbangan (kebaikan)nya, maka mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, mereka kekal di dalam neraka Jahanam.

  105. 23:104

    تَلْفَحُ وُجُوهَهُمُ ٱلنَّارُ وَهُمْ فِيهَا كَـٰلِحُونَ

    Talfaḥu wujoohahumun Naaru wa-hum feehaa kaaliḥoon.

    Wajah mereka dibakar api neraka, dan mereka di neraka dalam keadaan muram dengan bibir yang cacat.

  106. 23:105

    أَلَمْ تَكُنْ ءَايَـٰتِى تُتْلَىٰ عَلَيْكُمْ فَكُنتُم بِهَا تُكَذِّبُونَ

    ʹAlam takun ʹAayaatee tutlaa ʻalaykum fakuñtum̃ bihaa tukaẓẓiboon?

    Bukankah ayat-ayat-Ku telah dibacakan kepadamu, tetapi kamu selalu mendustakannya?

  107. 23:106

    قَالُوا۟ رَبَّنَا غَلَبَتْ عَلَيْنَا شِقْوَتُنَا وَكُنَّا قَوْمًا ضَآلِّينَ

    Q̣aaloo Rabbanaa g̣alabat ʻalaynaa shiq̣watunaa wa-kunnaa q̣awmañ ḍaaalleen!

    Mereka berkata, "Ya Tuhan kami, kami telah dikuasai oleh kejahatan kami, dan kami adalah orang-orang yang sesat.

  108. 23:107

    رَبَّنَآ أَخْرِجْنَا مِنْهَا فَإِنْ عُدْنَا فَإِنَّا ظَـٰلِمُونَ

    Rabbanaaa ʹakhrijnaa minhaa faʹin ʻudnaa faʹinnaa z̤̣aalimoon!

    Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami darinya (kembalikanlah kami ke dunia), jika kami masih juga kembali (kepada kekafiran), sungguh, kami adalah orang-orang yang zalim."

  109. 23:108

    قَالَ ٱخْسَـُٔوا۟ فِيهَا وَلَا تُكَلِّمُونِ

    Q̣aalakh saʹoo feehaa wa-laa tukallimoon!

    Dia (Allah) berfirman, "Tinggallah dengan hina di dalamnya, dan janganlah kamu berbicara dengan Aku."

  110. 23:109

    إِنَّهُۥ كَانَ فَرِيقٌ مِّنْ عِبَادِى يَقُولُونَ رَبَّنَآ ءَامَنَّا فَٱغْفِرْ لَنَا وَٱرْحَمْنَا وَأَنتَ خَيْرُ ٱلرَّٰحِمِينَ

    ʹInnahoo kaana fareeq̣um min ʻibaadee yaq̣ooloona ˹Rabbanaaa ʹaamannaa fag̣fir lanaa warḥamnaa wa-ʹAñta Khayrur raaḥimeen˺!

    Sungguh ada segolongan dari hamba-hamba-Ku berdoa, "Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat, Engkau adalah pemberi rahmat yang terbaik."

  111. 23:110

    فَٱتَّخَذْتُمُوهُمْ سِخْرِيًّا حَتَّىٰٓ أَنسَوْكُمْ ذِكْرِى وَكُنتُم مِّنْهُمْ تَضْحَكُونَ

    Fattakhaẓtumoohum sikhriyyan ḥattaaa ʹañsawkum Ẓikree wa-kuñtum minhum taḍḥakoon!

    Lalu kamu jadikan mereka buah ejekan, sehingga kamu lupa mengingat Aku, dan kamu (selalu) mentertawakan mereka,

  112. 23:111

    إِنِّى جَزَيْتُهُمُ ٱلْيَوْمَ بِمَا صَبَرُوٓا۟ أَنَّهُمْ هُمُ ٱلْفَآئِزُونَ

    ʹInnee jazaytuhumul yawma bimaa ṣabarooo ʹannahum humul Faaaʹizoon.

    Sungguh pada hari ini Aku memberi balasan kepada mereka, karena kesabaran mereka; sungguh mereka itulah orang-orang yang memperoleh kemenangan.

  113. 23:112

    قَـٰلَ كَمْ لَبِثْتُمْ فِى ٱلْأَرْضِ عَدَدَ سِنِينَ

    Q̣aala kam labis̤tum fil ʹarḍi ʻadada sineen?

    Dia (Allah) berfirman, "Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?"

  114. 23:113

    قَالُوا۟ لَبِثْنَا يَوْمًا أَوْ بَعْضَ يَوْمٍ فَسْـَٔلِ ٱلْعَآدِّينَ

    Q̣aaloo labis̤naa yawman ʹaw baʻḍa yawmiñ fasʹalil ʻaaaddeen.

    Mereka menjawab, "Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada mereka yang menghitung."

  115. 23:114

    قَـٰلَ إِن لَّبِثْتُمْ إِلَّا قَلِيلًا ۖ لَّوْ أَنَّكُمْ كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

    Q̣aala ʹil labis̤tum ʹillaa q̣aleelal law ʹannakum kuñtum taʻlamoon!

    Dia (Allah) berfirman, "Kamu tinggal (di bumi) hanya sebentar saja, jika kamu benar-benar mengetahui."

  116. 23:115

    أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَـٰكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ

    ʹAfaḥasibtum ʹannamaa khalaq̣naakum ʻabas̤añw Waʹannakum ʹilaynaa laa- turjaʻoon?

    Maka apakah kamu mengira bahwa Kami menciptakan kamu main-main (tanpa ada maksud) dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?

  117. 23:116

    فَتَعَـٰلَى ٱللَّهُ ٱلْمَلِكُ ٱلْحَقُّ ۖ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ رَبُّ ٱلْعَرْشِ ٱلْكَرِيمِ

    Fataʻaalal laahul Malikul Ḥaq̣q̣: Laaa ʹilaaha ʹillaa Hoo: Rabbul ʻArshil Kareem!

    Maka Mahatinggi Allah, Raja yang sebenarnya; tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Tuhan (yang memiliki) Arasy yang mulia.

  118. 23:117

    وَمَن يَدْعُ مَعَ ٱللَّهِ إِلَـٰهًا ءَاخَرَ لَا بُرْهَـٰنَ لَهُۥ بِهِۦ فَإِنَّمَا حِسَابُهُۥ عِندَ رَبِّهِۦٓ ۚ إِنَّهُۥ لَا يُفْلِحُ ٱلْكَـٰفِرُونَ

    Wa-mañy yadʻu maʻal laahi ʹilaahan ʹaakhara laa- burhaana lahoo bihee faʹinnamaa ḥisaabuhoo ʻiñda Rabbih! ʹInnahoo laa- yufliḥul Kaafiroon!

    Dan barangsiapa menyembah tuhan yang lain selain Allah, padahal tidak ada suatu bukti pun baginya tentang itu, maka perhitungannya hanya pada Tuhannya. Sungguh orang-orang kafir itu tidak akan beruntung.

  119. 23:118

    وَقُل رَّبِّ ٱغْفِرْ وَٱرْحَمْ وَأَنتَ خَيْرُ ٱلرَّٰحِمِينَ

    Wa-q̣ur Rabbig̣ fir warḥam wa-ʹAñta Khayrur raaḥimeen!

    Dan katakanlah (Muhammad), "Ya Tuhanku, berilah ampunan dan (berilah) rahmat, Engkaulah pemberi rahmat yang terbaik."

  120. Surah An-NurBegins here at 24:1

  121. 24:1

    سُورَةٌ أَنزَلْنَـٰهَا وَفَرَضْنَـٰهَا وَأَنزَلْنَا فِيهَآ ءَايَـٰتٍۭ بَيِّنَـٰتٍ لَّعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

    Sooratun ʹañzalnaahaa wa-faraḍnaahaa wa-ʹañzalnaa feehaaa ʹAayaatim Bayyinaatil laʻallakum taẓakkaroon.

    (Inilah) suatu surah yang Kami turunkan dan Kami wajibkan (menjalankan hukum-hukumnya), dan Kami turunkan di dalamnya tanda-tanda (kebesaran Allah) yang jelas, agar kamu ingat.

  122. 24:2

    ٱلزَّانِيَةُ وَٱلزَّانِى فَٱجْلِدُوا۟ كُلَّ وَٰحِدٍ مِّنْهُمَا مِا۟ئَةَ جَلْدَةٍ ۖ وَلَا تَأْخُذْكُم بِهِمَا رَأْفَةٌ فِى دِينِ ٱللَّهِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْـَٔاخِرِ ۖ وَلْيَشْهَدْ عَذَابَهُمَا طَآئِفَةٌ مِّنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ

    ʹAzzaaniyatu wazzaanee fajlidoo kulla waaḥidim minhumaa miʹata jaldah; wa-laa taʹkhuẓkum̃ bihimaa raʹfatuñ fee Deenil laahi ʹiñ kuñtum tuʹminoona billaahi wal-Yawmil ʹAakhir: wal-yashhad ʻaẓaabahumaa ṭaaaʹifatum minal Muʹmineen.

    Pezina perempuan dan pezina laki-laki, deralah masing-masing dari keduanya seratus kali, dan janganlah rasa belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama (hukum) Allah, jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian; dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sebagian orang-orang yang beriman.

  123. 24:3

    ٱلزَّانِى لَا يَنكِحُ إِلَّا زَانِيَةً أَوْ مُشْرِكَةً وَٱلزَّانِيَةُ لَا يَنكِحُهَآ إِلَّا زَانٍ أَوْ مُشْرِكٌ ۚ وَحُرِّمَ ذَٰلِكَ عَلَى ٱلْمُؤْمِنِينَ

    ʹAzzaanee laa- yañkiḥu ʹillaa zaaniyatan ʹaw mushrikah: wazzaaniyatu laa- yañkiḥuhaaa ʹillaa zaanin ʹaw mushrik: waḥurrima ẓaalika ʻalal Muʹmineen.

    Pezina laki-laki tidak boleh menikah kecuali dengan pezina perempuan, atau dengan perempuan musyrik; dan pezina perempuan tidak boleh menikah kecuali dengan pezina laki-laki atau dengan laki-laki musyrik; dan yang demikian itu diharamkan bagi orang-orang mukmin.

  124. 24:4

    وَٱلَّذِينَ يَرْمُونَ ٱلْمُحْصَنَـٰتِ ثُمَّ لَمْ يَأْتُوا۟ بِأَرْبَعَةِ شُهَدَآءَ فَٱجْلِدُوهُمْ ثَمَـٰنِينَ جَلْدَةً وَلَا تَقْبَلُوا۟ لَهُمْ شَهَـٰدَةً أَبَدًا ۚ وَأُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْفَـٰسِقُونَ

    Wallaẓeena yarmoonal muḥṣanaati s̤umma lam yaʹtoo biʹarbaʻati shuhadaaaʹa fajlidoohum s̤amaaneena jaldatañw walaa taq̣baloo lahum shahaadatan ʹabadaa: wa-ʹulaaaʹika humul faasiq̣oon;

    Dan orang-orang yang menuduh perempuan-perempuan yang baik (berzina) dan mereka tidak mendatangkan empat orang saksi, maka deralah mereka delapan puluh kali, dan janganlah kamu terima kesaksian mereka untuk selama-lamanya. Mereka itulah orang-orang yang fasik,

  125. 24:5

    إِلَّا ٱلَّذِينَ تَابُوا۟ مِنۢ بَعْدِ ذَٰلِكَ وَأَصْلَحُوا۟ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

    ʹIllal laẓeena taaboo mim baʻdi ẓaalika wa-ʹaṣlaḥoo; faʹinnal laaha G̣afoorur Raḥeem.

    kecuali mereka yang bertobat setelah itu dan memperbaiki (dirinya), maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

  126. 24:6

    وَٱلَّذِينَ يَرْمُونَ أَزْوَٰجَهُمْ وَلَمْ يَكُن لَّهُمْ شُهَدَآءُ إِلَّآ أَنفُسُهُمْ فَشَهَـٰدَةُ أَحَدِهِمْ أَرْبَعُ شَهَـٰدَٰتٍۭ بِٱللَّهِ ۙ إِنَّهُۥ لَمِنَ ٱلصَّـٰدِقِينَ

    Wallaẓeena yarmoona ʹazwaajahum wa-lam yakul lahum shuhadaaaʹu ʹillaaa ʹañfusuhum fashahaadatu ʹaḥadihim ʹarbaʻu shahaadaatim billaahi ʹinnahoo laminaṣ ṣaadiq̣een;

    Dan orang-orang yang menuduh istrinya (berzina), padahal mereka tidak mempunyai saksi-saksi selain diri mereka sendiri, maka kesaksian masing-masing orang itu ialah empat kali bersumpah dengan (nama) Allah, bahwa sesungguhnya dia termasuk orang yang berkata benar.

  127. 24:7

    وَٱلْخَـٰمِسَةُ أَنَّ لَعْنَتَ ٱللَّهِ عَلَيْهِ إِن كَانَ مِنَ ٱلْكَـٰذِبِينَ

    Wal-khaamisatu ʹanna laʻnatal laahi ʻalayhi ʹiñ kaana minal kaaẓibeen.

    Dan (sumpah) yang kelima bahwa laknat Allah akan menimpanya, jika dia termasuk orang yang berdusta.

  128. 24:8

    وَيَدْرَؤُا۟ عَنْهَا ٱلْعَذَابَ أَن تَشْهَدَ أَرْبَعَ شَهَـٰدَٰتٍۭ بِٱللَّهِ ۙ إِنَّهُۥ لَمِنَ ٱلْكَـٰذِبِينَ

    Wa-yadraʹu ʻanhal ʻaẓaaba ʹañ tashhada ʹarbaʻa shahaadaatim billaahi ʹinnahoo laminal kaaẓibeen;

    Dan istri itu terhindar dari hukuman apabila dia bersumpah empat kali atas (nama) Allah bahwa dia (suaminya) benar-benar termasuk orang-orang yang berdusta,

  129. 24:9

    وَٱلْخَـٰمِسَةَ أَنَّ غَضَبَ ٱللَّهِ عَلَيْهَآ إِن كَانَ مِنَ ٱلصَّـٰدِقِينَ

    Wal-khaamisata ʹanna g̣aḍabal laahi ʻalayhaaa ʹiñ kaana minaṣ ṣaadiq̣een.

    dan (sumpah) yang kelima bahwa kemurkaan Allah akan menimpanya (istri), jika dia (suaminya) itu termasuk orang yang berkata benar.

  130. 24:10

    وَلَوْلَا فَضْلُ ٱللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُۥ وَأَنَّ ٱللَّهَ تَوَّابٌ حَكِيمٌ

    Wa-lawlaa faḍlul laahi ʻalaykum wa-raḥmatuhoo wa-ʹannal laaha Tawwaabun Hakeem.

    Dan sekiranya bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu (niscaya kamu akan menemui kesulitan). Dan sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat, Mahabijaksana.

  131. 24:11

    إِنَّ ٱلَّذِينَ جَآءُو بِٱلْإِفْكِ عُصْبَةٌ مِّنكُمْ ۚ لَا تَحْسَبُوهُ شَرًّا لَّكُم ۖ بَلْ هُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۚ لِكُلِّ ٱمْرِئٍ مِّنْهُم مَّا ٱكْتَسَبَ مِنَ ٱلْإِثْمِ ۚ وَٱلَّذِى تَوَلَّىٰ كِبْرَهُۥ مِنْهُمْ لَهُۥ عَذَابٌ عَظِيمٌ

    ʹInnal laẓeena jaaaʹoo bilʹifki ʻuṣbatum miñkum: laa- taḥsaboohu sharral lakum: bal huwa khayrul lakum: likullim riʹim minhum mak tasaba minal ʹis̤m, wallaẓee tawallaa kibrahoo minhum lahoo ʻAẓaabun ʻaz̤̣eem.

    Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu (juga). Janganlah kamu mengira berita itu buruk bagi kamu, bahkan itu baik bagi kamu. Setiap orang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang diperbuatnya. Dan barangsiapa di antara mereka yang mengambil bagian terbesar (dari dosa yang diperbuatnya), dia mendapat azab yang besar (pula).

  132. 24:12

    لَّوْلَآ إِذْ سَمِعْتُمُوهُ ظَنَّ ٱلْمُؤْمِنُونَ وَٱلْمُؤْمِنَـٰتُ بِأَنفُسِهِمْ خَيْرًا وَقَالُوا۟ هَـٰذَآ إِفْكٌ مُّبِينٌ

    Law-laaa ʹiẓ samiʻtumoohu z̤̣annal Muʹminoona wal-Muʹminaatu biʹañfusihim khayrañw waq̣aaloo haaẓaaa ʹifkum mubeen?

    Mengapa orang-orang mukmin dan mukminat tidak berbaik sangka terhadap diri mereka sendiri, ketika kamu mendengar berita bohong itu dan berkata, "Ini adalah (suatu berita) bohong yang nyata."

  133. 24:13

    لَّوْلَا جَآءُو عَلَيْهِ بِأَرْبَعَةِ شُهَدَآءَ ۚ فَإِذْ لَمْ يَأْتُوا۟ بِٱلشُّهَدَآءِ فَأُو۟لَـٰٓئِكَ عِندَ ٱللَّهِ هُمُ ٱلْكَـٰذِبُونَ

    Law-laa jaaaʹoo ʻalayhi biʹarbaʻati shuhadaaaʹ? Faʹiẓ lam yaʹtoo bishshuhadaaaʹi faʹulaaaʹika ʻiñdal laahi humul kaaẓiboon!

    Mengapa mereka (yang menuduh itu) tidak datang membawa empat saksi? Oleh karena mereka tidak membawa saksi-saksi, maka mereka itu dalam pandangan Allah adalah orang-orang yang berdusta.

  134. 24:14

    وَلَوْلَا فَضْلُ ٱللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُۥ فِى ٱلدُّنْيَا وَٱلْـَٔاخِرَةِ لَمَسَّكُمْ فِى مَآ أَفَضْتُمْ فِيهِ عَذَابٌ عَظِيمٌ

    Wa-lawlaa faḍlul laahi ʻalaykum wa-raḥmatuhoo fiddunyaa wal ʹAakhirati lamassakum fee maaa ʹafaḍtum feehi ʻaẓaabun ʹaz̤̣eem.

    Dan seandainya bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu di dunia dan di akhirat, niscaya kamu ditimpa azab yang besar, disebabkan oleh pembicaraan kamu tentang hal itu (berita bohong itu).

  135. 24:15

    إِذْ تَلَقَّوْنَهُۥ بِأَلْسِنَتِكُمْ وَتَقُولُونَ بِأَفْوَاهِكُم مَّا لَيْسَ لَكُم بِهِۦ عِلْمٌ وَتَحْسَبُونَهُۥ هَيِّنًا وَهُوَ عِندَ ٱللَّهِ عَظِيمٌ

    ʹIẓ talaq̣q̣awnahoo biʹalsinatikum wa-taq̣ooloona biʹafwaahikum maa laysa lakum̃ bihee ʻilmuñw Wataḥsaboonahoo hayyinañw wahuwa ʻiñdal laahi ʻaz̤̣eem.

    (Ingatlah) ketika kamu menerima (berita bohong) itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit pun, dan kamu menganggapnya remeh, padahal dalam pandangan Allah itu perkara besar.

  136. 24:16

    وَلَوْلَآ إِذْ سَمِعْتُمُوهُ قُلْتُم مَّا يَكُونُ لَنَآ أَن نَّتَكَلَّمَ بِهَـٰذَا سُبْحَـٰنَكَ هَـٰذَا بُهْتَـٰنٌ عَظِيمٌ

    Wa-lawlaaa ʹiẓ samiʻtumoohu q̣ultum maa yakoonu lanaaa ʹan natakallama bihaaẓaa: Subḥaanaka haaẓaa buhtaanun ʻaz̤̣eem!

    Dan mengapa kamu tidak berkata ketika mendengarnya, "Tidak pantas bagi kita membicarakan ini. Mahasuci Engkau, ini adalah kebohongan yang besar."

  137. 24:17

    يَعِظُكُمُ ٱللَّهُ أَن تَعُودُوا۟ لِمِثْلِهِۦٓ أَبَدًا إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ

    Yaʻiz̤̣ukumul laahu ʹañ taʻoodoo limis̤liheee ʹabadan ʹiñ kuñtum Muʹmineen.

    Allah memperingatkan kamu agar (jangan) kembali mengulangi seperti itu selama-lamanya, jika kamu orang beriman,

  138. 24:18

    وَيُبَيِّنُ ٱللَّهُ لَكُمُ ٱلْـَٔايَـٰتِ ۚ وَٱللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

    Wa-yubayyinul laahu lakumul ʹAayaat: wallaahu ʻAleemun Ḥakeem.

    dan Allah menjelaskan ayat-ayat(-Nya) kepada kamu. Dan Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.

  139. 24:19

    إِنَّ ٱلَّذِينَ يُحِبُّونَ أَن تَشِيعَ ٱلْفَـٰحِشَةُ فِى ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ فِى ٱلدُّنْيَا وَٱلْـَٔاخِرَةِ ۚ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

    ʹInnal laẓeena yuḥibboona ʹañ tasheeʻal faaḥishatu fil laẓeena ʹaamanoo lahum ʻaẓaabun ʹaleemuñ fid dunyaa wal-ʹAakhirah: wallaahu yaʻlamu waʹañtum laa- taʻlamoon.

    Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar perbuatan yang sangat keji itu (berita bohong) tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, mereka mendapat azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.

  140. 24:20

    وَلَوْلَا فَضْلُ ٱللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُۥ وَأَنَّ ٱللَّهَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ

    Wa-lawlaa faḍlul laahi ʻalaykum wa-raḥmatuhoo wa-ʹannal laaha Raʹoofur Raḥeem.

    Dan kalau bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu (niscaya kamu akan ditimpa azab yang besar). Sungguh, Allah Maha Penyantun, Maha Penyayang.

  141. 24:21

    ۞ يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَتَّبِعُوا۟ خُطُوَٰتِ ٱلشَّيْطَـٰنِ ۚ وَمَن يَتَّبِعْ خُطُوَٰتِ ٱلشَّيْطَـٰنِ فَإِنَّهُۥ يَأْمُرُ بِٱلْفَحْشَآءِ وَٱلْمُنكَرِ ۚ وَلَوْلَا فَضْلُ ٱللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُۥ مَا زَكَىٰ مِنكُم مِّنْ أَحَدٍ أَبَدًا وَلَـٰكِنَّ ٱللَّهَ يُزَكِّى مَن يَشَآءُ ۗ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

    Yaaaʹayyuhal laẓeena ʹaamanoo laa- tattabiʻoo khuṭuwaatish Shayṭaan: wa-mañy yattabiʻ khuṭuwaatish Shayṭaani faʹinnahoo yaʹmuru bilfaḥshaaaʹi walmuñkar: wa-lawlaa faḍlul laahi ʻalaykum Waraḥmatuhoo maa- zakaa miñkum min ʹaḥadin ʹabadañw wa-laakinnal laaha yuzakkee mañy yashaaaʹ: wallaahu Sameeʻun ʻAleem.

    Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Barang siapa mengikuti langkah-langkah setan, maka sesungguhnya dia (setan) menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan mungkar. Kalau bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu, niscaya tidak seorang pun di antara kamu bersih (dari perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.

  142. 24:22

    وَلَا يَأْتَلِ أُو۟لُوا۟ ٱلْفَضْلِ مِنكُمْ وَٱلسَّعَةِ أَن يُؤْتُوٓا۟ أُو۟لِى ٱلْقُرْبَىٰ وَٱلْمَسَـٰكِينَ وَٱلْمُهَـٰجِرِينَ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ ۖ وَلْيَعْفُوا۟ وَلْيَصْفَحُوٓا۟ ۗ أَلَا تُحِبُّونَ أَن يَغْفِرَ ٱللَّهُ لَكُمْ ۗ وَٱللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

    Wa-laa yaʹtali ʹulul faḍli miñkum wassaʻati ʹañy yuʹtooo ʹulil q̣urbaa walmasaakeena wal-Muhaajireena fee Sabeelil laah: walyaʻfoo walyaṣfaḥoo. ʹAlaa tuḥibboona ʹañy yag̣firal laahu lakum? Wal-laahu G̣afoorur Raḥeem.

    Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kerabat(nya), orang-orang miskin dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah, dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka kalau Allah mengampunimu? Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

  143. 24:23

    إِنَّ ٱلَّذِينَ يَرْمُونَ ٱلْمُحْصَنَـٰتِ ٱلْغَـٰفِلَـٰتِ ٱلْمُؤْمِنَـٰتِ لُعِنُوا۟ فِى ٱلدُّنْيَا وَٱلْـَٔاخِرَةِ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ

    ʹInnal laẓeena yarmoonal muḥṣanaatil g̣aafilaatil Muʹminaati luʻinoo fid dunyaa wal-ʹAakhirah: wa-lahum ʻAẓaabun ʻaz̤̣eem,

    Sungguh, orang-orang yang menuduh perempuan-perempuan baik, yang lengah dan beriman (dengan tuduhan berzina), mereka dilaknat di dunia dan di akhirat, dan mereka akan mendapat azab yang besar,

  144. 24:24

    يَوْمَ تَشْهَدُ عَلَيْهِمْ أَلْسِنَتُهُمْ وَأَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُم بِمَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ

    Yawma tashhadu ʻalayhim ʹalsinatuhum wa-ʹaydeehim wa-ʹarjuluhum̃ bimaa kaanoo yaʻmaloon.

    pada hari, (ketika) lidah, tangan, dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.

  145. 24:25

    يَوْمَئِذٍ يُوَفِّيهِمُ ٱللَّهُ دِينَهُمُ ٱلْحَقَّ وَيَعْلَمُونَ أَنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلْحَقُّ ٱلْمُبِينُ

    Yawmaʹiẓiñy yuwaffeehimul laahu deenahumul ḥaq̣q̣a wa-yaʻlamoona ʹannal laaha Huwal Ḥaq̣q̣ul Mubeen.

    Pada hari itu Allah menyempurnakan balasan yang sebenarnya bagi mereka, dan mereka tahu bahwa Allah Mahabenar, Maha Menjelaskan.

  146. 24:26

    ٱلْخَبِيثَـٰتُ لِلْخَبِيثِينَ وَٱلْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَـٰتِ ۖ وَٱلطَّيِّبَـٰتُ لِلطَّيِّبِينَ وَٱلطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَـٰتِ ۚ أُو۟لَـٰٓئِكَ مُبَرَّءُونَ مِمَّا يَقُولُونَ ۖ لَهُم مَّغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ

    ʹAl-khabees̤aatu lil-khabees̤eena wal-khabees̤oona lil-khabees̤aat; waṭ-ṭayyibaatu liṭ-ṭayyibeena waṭ-ṭayyiboona liṭ-ṭayyibaat: ʹulaaaʹika mubarraʹoona mimmaa yaq̣ooloon: lahum mag̣firatuñw wa-rizq̣uñ kareem.

    Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula). Mereka itu bersih dari apa yang dituduhkan orang. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia (surga).

  147. 24:27

    يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَدْخُلُوا۟ بُيُوتًا غَيْرَ بُيُوتِكُمْ حَتَّىٰ تَسْتَأْنِسُوا۟ وَتُسَلِّمُوا۟ عَلَىٰٓ أَهْلِهَا ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

    Yaaaʹayyuhal laẓeena ʹaamanoo laa- tadkhuloo buyootan g̣ayra buyootikum ḥattaa tastaʹnisoo wa-tusallimoo ʻalaaa ʹahlihaa: ẓaalikum khayrul lakum laʻallakum taẓakkaroon.

    Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat.

  148. 24:28

    فَإِن لَّمْ تَجِدُوا۟ فِيهَآ أَحَدًا فَلَا تَدْخُلُوهَا حَتَّىٰ يُؤْذَنَ لَكُمْ ۖ وَإِن قِيلَ لَكُمُ ٱرْجِعُوا۟ فَٱرْجِعُوا۟ ۖ هُوَ أَزْكَىٰ لَكُمْ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ

    Faʹil lam tajidoo feehaaa ʹaḥadañ falaa tadkhuloohaa ḥattaa yuʹẓana lakum: wa-ʹiñ q̣eela lakumur jiʻoo farjiʻoo huwa ʹazkaa lakum: wallaahu bimaa taʻmaloona ʻAleem.

    Dan jika kamu tidak menemui seorang pun di dalamnya, maka janganlah kamu masuk sebelum kamu mendapat izin. Dan jika dikatakan kepadamu, "Kembalilah!" Maka (hendaklah) kamu kembali. Itu lebih suci bagimu, dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

  149. 24:29

    لَّيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَن تَدْخُلُوا۟ بُيُوتًا غَيْرَ مَسْكُونَةٍ فِيهَا مَتَـٰعٌ لَّكُمْ ۚ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ مَا تُبْدُونَ وَمَا تَكْتُمُونَ

    Laysa ʻalaykum junaaḥun ʹañ tadkhuloo buyootan g̣ayra maskoonatiñ feeha mataaʻul lakum: wallaahu yaʻlamu maa- tubdoona wa-maa taktumoon.

    Tidak ada dosa atasmu memasuki rumah yang tidak dihuni, yang di dalamnya ada keperluan kamu; Allah mengetahui apa yang kamu nyatakan dan apa yang kamu sembunyikan.

  150. 24:30

    قُل لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا۟ مِنْ أَبْصَـٰرِهِمْ وَيَحْفَظُوا۟ فُرُوجَهُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَزْكَىٰ لَهُمْ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرٌۢ بِمَا يَصْنَعُونَ

    Q̣ul lil-Muʹmineena yag̣uḍḍoo min ʹabṣaarihim wa-yaḥfaz̤̣oo furoojahum: ẓaalika ʹazkaa lahum: ʹinnal laaha khabeerum bimaa yaṣnaʻoon.

    Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.

  151. 24:31

    وَقُل لِّلْمُؤْمِنَـٰتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَـٰرِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا ۖ وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ ۖ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ ءَابَآئِهِنَّ أَوْ ءَابَآءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَآئِهِنَّ أَوْ أَبْنَآءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَٰنِهِنَّ أَوْ بَنِىٓ إِخْوَٰنِهِنَّ أَوْ بَنِىٓ أَخَوَٰتِهِنَّ أَوْ نِسَآئِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَـٰنُهُنَّ أَوِ ٱلتَّـٰبِعِينَ غَيْرِ أُو۟لِى ٱلْإِرْبَةِ مِنَ ٱلرِّجَالِ أَوِ ٱلطِّفْلِ ٱلَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا۟ عَلَىٰ عَوْرَٰتِ ٱلنِّسَآءِ ۖ وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِن زِينَتِهِنَّ ۚ وَتُوبُوٓا۟ إِلَى ٱللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ ٱلْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

    Wa-q̣ul lil-Muʹminaati yag̣ḍuḍna min ʹabṣaarihinna wa-yaḥfaz̤̣na furoojahunna wa-laa yubdeena zeenatahunna ʹillaa maa- z̤̣ahara minhaa wal-yaḍribna bikhumurihinna ʻalaa juyoobihinn; wa-laa yubdeena zeenatahunna ʹillaa libuʻoolatihinna ʹaw ʹaabaaaʹihinna ʹaw ʹaabaaaʹi buʻoolatihinna ʹaw ʹabnaaaʹihinna ʹaw ʹabnaaaʹi buʻoolatihinna ʹaw ʹikhwaanihinna ʹaw baneee ʹikhwaanihinna ʹaw baneee ʹakhawaatihinna ʹaw nisaaaʹihinna ʹaw maa- malakat ʹaymaanuhunna ʹawit taabiʻeena g̣ayri ʹulil ʹirbati minar rijaali ʹawiṭ ṭiflil laẓeena! lam yaz̤̣haroo ʻalaa ʻawraatin nisaaaʹ; wa-laa yaḍribna biʹarjulihinna liyuʻlama maa- yukhfeena miñ zeenatihinn. Wa-toobooo ʹilal laahi jameeʻan ʹayyuhal Muʹminoona laʻallakum tufliḥoon.

    Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau para perempuan (sesama Islam) mereka, atau hamba sahaya yang mereka miliki, atau para pelayan laki-laki (tua) yang tidak mempunyai hasrat (terhadap perempuan), atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan. Dan janganlah mereka menghentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung.

  152. 24:32

    وَأَنكِحُوا۟ ٱلْأَيَـٰمَىٰ مِنكُمْ وَٱلصَّـٰلِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَآئِكُمْ ۚ إِن يَكُونُوا۟ فُقَرَآءَ يُغْنِهِمُ ٱللَّهُ مِن فَضْلِهِۦ ۗ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌ

    Wa-añkiḥul ʹayaamaa miñkum waṣ-ṣaaliḥeena min ʻibaadikum wa-ʹimaaaʹikum: ʹiñy yakoonoo fuq̣araaaʹa yug̣nihimul laahu miñ faḍlih: wal-laahu Waasiʻun ʻAleem.

    Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Mahaluas (pemberian-Nya), Maha Mengetahui.

  153. 24:33

    وَلْيَسْتَعْفِفِ ٱلَّذِينَ لَا يَجِدُونَ نِكَاحًا حَتَّىٰ يُغْنِيَهُمُ ٱللَّهُ مِن فَضْلِهِۦ ۗ وَٱلَّذِينَ يَبْتَغُونَ ٱلْكِتَـٰبَ مِمَّا مَلَكَتْ أَيْمَـٰنُكُمْ فَكَاتِبُوهُمْ إِنْ عَلِمْتُمْ فِيهِمْ خَيْرًا ۖ وَءَاتُوهُم مِّن مَّالِ ٱللَّهِ ٱلَّذِىٓ ءَاتَىٰكُمْ ۚ وَلَا تُكْرِهُوا۟ فَتَيَـٰتِكُمْ عَلَى ٱلْبِغَآءِ إِنْ أَرَدْنَ تَحَصُّنًا لِّتَبْتَغُوا۟ عَرَضَ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ۚ وَمَن يُكْرِههُّنَّ فَإِنَّ ٱللَّهَ مِنۢ بَعْدِ إِكْرَٰهِهِنَّ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

    Wal-yastaʻfifil laẓeena laa- yajidoona nikaaḥan ḥattaa yug̣niyahumul laahu miñ faḍliḥ. Wallaẓeena yabtag̣oonal Kitaaba mimmaa malakat ʹaymaanukum fakaatiboohum ʹin ʻalimtum feehim khayrañw waʹaatoohum mim maalil laahil laẓeee ʹaataakum. Wa-laa tukrihoo fatayaatikum ʻalal big̣aaaʹi ʹin ʹaradna taḥaṣṣunal litabtag̣oo ʻaraḍal ḥayaatid dunyaa. Wa-mañy yukrihhunna faʹinnal laaha mim baʻdi ʹikraahihinna G̣afoorur Raḥeem.

    Dan orang-orang yang tidak mampu menikah hendaklah menjaga kesucian (dirinya), sampai Allah memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan jika hamba sahaya yang kamu miliki menginginkan perjanjian (kebebasan), hendaklah kamu buat perjanjian kepada mereka, jika kamu mengetahui ada kebaikan pada mereka, dan berikanlah kepada mereka sebagian dari harta Allah yang dikaruniakan-Nya kepadamu. Dan janganlah kamu paksa hamba sahaya perempuanmu untuk melakukan pelacuran, sedang mereka sendiri menginginkan kesucian, karena kamu hendak mencari keuntungan kehidupan duniawi. Barangsiapa memaksa mereka, maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang (kepada mereka) setelah mereka dipaksa.

  154. 24:34

    وَلَقَدْ أَنزَلْنَآ إِلَيْكُمْ ءَايَـٰتٍ مُّبَيِّنَـٰتٍ وَمَثَلًا مِّنَ ٱلَّذِينَ خَلَوْا۟ مِن قَبْلِكُمْ وَمَوْعِظَةً لِّلْمُتَّقِينَ

    Wa-laq̣ad ʹañzalnaaa ʹilaykum ʹaayaatim mubayyinaatiñw wamas̤alam minal laẓeena khalaw miñ q̣ablikum wa-mawʻiz̤̣atal lil-Muttaq̣een.

    Dan sungguh, Kami telah menurunkan kepadamu ayat-ayat yang memberi penjelasan, dan contoh-contoh dari orang-orang yang terdahulu sebelummu dan sebagai pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.

  155. 24:35

    ۞ ٱللَّهُ نُورُ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ مَثَلُ نُورِهِۦ كَمِشْكَوٰةٍ فِيهَا مِصْبَاحٌ ۖ ٱلْمِصْبَاحُ فِى زُجَاجَةٍ ۖ ٱلزُّجَاجَةُ كَأَنَّهَا كَوْكَبٌ دُرِّىٌّ يُوقَدُ مِن شَجَرَةٍ مُّبَـٰرَكَةٍ زَيْتُونَةٍ لَّا شَرْقِيَّةٍ وَلَا غَرْبِيَّةٍ يَكَادُ زَيْتُهَا يُضِىٓءُ وَلَوْ لَمْ تَمْسَسْهُ نَارٌ ۚ نُّورٌ عَلَىٰ نُورٍ ۗ يَهْدِى ٱللَّهُ لِنُورِهِۦ مَن يَشَآءُ ۚ وَيَضْرِبُ ٱللَّهُ ٱلْأَمْثَـٰلَ لِلنَّاسِ ۗ وَٱللَّهُ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌ

    ʹAllaahu Noorus samaawaati wal-ʹarḍ: Mas̤alu Noorihee ka-Mishkaatiñ feehaa Miṣbaaḥ: ʹAl-Miṣbaaḥu fee Zujaajah: ʹazzujaajatu kaʹannahaa kawkabuñ durriyyuñy yooq̣adu miñ Shajaratim mubaarakatiñ Zaytoonatil laa Sharq̣iyyatiñw Walaa G̣arbiyyatiñy yakaadu Zaytuhaa yuḍeeeʹu wa-law lam tamsashu naar: Noorun ʻalaa Noor! Yahdil laahu li-Noorihee mañy yashaaaʹ: wa-yaḍribul laahul ʹams̤aala linnaas: wallaahu bikulli shayʹin ʻAleem.

    Allah (pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya-Nya, seperti sebuah lubang yang tidak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam tabung kaca, (dan) tabung kaca itu bagaikan bintang yang berkilauan, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang diberkahi, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di timur dan tidak pula di barat, yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah memberi petunjuk kepada cahaya-Nya bagi orang yang Dia kehendaki, dan Allah membuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

  156. 24:36

    فِى بُيُوتٍ أَذِنَ ٱللَّهُ أَن تُرْفَعَ وَيُذْكَرَ فِيهَا ٱسْمُهُۥ يُسَبِّحُ لَهُۥ فِيهَا بِٱلْغُدُوِّ وَٱلْـَٔاصَالِ

    Fee buyootin ʹaẓinal laahu ʹañ turfaʻa wa-yuẓkara feehas muhoo yusabbiḥu lahoo feehaa bilg̣uduwwi wal-ʹaaṣaal.

    (Cahaya itu) di rumah-rumah yang di sana telah diperintahkan Allah untuk memuliakan dan menyebut nama-Nya, di sana bertasbih (menyucikan) nama-Nya pada waktu pagi dan petang,

  157. 24:37

    رِجَالٌ لَّا تُلْهِيهِمْ تِجَـٰرَةٌ وَلَا بَيْعٌ عَن ذِكْرِ ٱللَّهِ وَإِقَامِ ٱلصَّلَوٰةِ وَإِيتَآءِ ٱلزَّكَوٰةِ ۙ يَخَافُونَ يَوْمًا تَتَقَلَّبُ فِيهِ ٱلْقُلُوبُ وَٱلْأَبْصَـٰرُ

    Rijaalul laa tulheehim tijaaratuñw walaa bayʻun ʻañ ẓikril laahi wa-ʹiq̣aamiṣ Ṣalaati wa-ʹeetaaaʹiz Zakaati yakhaafoona Yawmañ tataq̣allabu feehil q̣uloobu wal-ʹabṣaar,

    orang yang tidak dilalaikan oleh perdagangan dan jual beli dari mengingat Allah, melaksanakan salat, dan menunaikan zakat. Mereka takut kepada hari ketika hati dan penglihatan menjadi guncang (hari Kiamat),

  158. 24:38

    لِيَجْزِيَهُمُ ٱللَّهُ أَحْسَنَ مَا عَمِلُوا۟ وَيَزِيدَهُم مِّن فَضْلِهِۦ ۗ وَٱللَّهُ يَرْزُقُ مَن يَشَآءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ

    Liyajziyahumul laahu ʹaḥsana maa- ʻamiloo wa-yazeedahum miñ faḍlih; wal-laahu yarzuq̣u mañy yashaaaʹu big̣ayri hisaab.

    (mereka melakukan itu) agar Allah memberi balasan kepada mereka dengan yang lebih baik daripada apa yang telah mereka kerjakan, dan agar Dia menambah karunia-Nya kepada mereka. Dan Allah memberi rezeki kepada siapa saja yang Dia kehendaki tanpa batas.

  159. 24:39

    وَٱلَّذِينَ كَفَرُوٓا۟ أَعْمَـٰلُهُمْ كَسَرَابٍۭ بِقِيعَةٍ يَحْسَبُهُ ٱلظَّمْـَٔانُ مَآءً حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءَهُۥ لَمْ يَجِدْهُ شَيْـًٔا وَوَجَدَ ٱللَّهَ عِندَهُۥ فَوَفَّىٰهُ حِسَابَهُۥ ۗ وَٱللَّهُ سَرِيعُ ٱلْحِسَابِ

    Wallaẓeena kafarooo ʹaʻmaaluhum kasaraabim biq̣eeʻatiñy yaḥsabuhuz̤̣ z̤̣amʹaanu maaaʹaa; ḥattaaa ʹiẓaa jaaaʹahoo lam yajidhu shayʹañw wawajadal laaha ʻiñdahoo fawaffaahu ḥisaabah: wallaahu Sareeʻul ḥisaab.

    Dan orang-orang yang kafir, perbuatan mereka seperti fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi apabila didatangi tidak ada apa pun. Dan didapatinya (ketetapan) Allah baginya. Lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan (amal-amal) dengan sempurna, dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya,

  160. 24:40

    أَوْ كَظُلُمَـٰتٍ فِى بَحْرٍ لُّجِّىٍّ يَغْشَىٰهُ مَوْجٌ مِّن فَوْقِهِۦ مَوْجٌ مِّن فَوْقِهِۦ سَحَابٌ ۚ ظُلُمَـٰتٌۢ بَعْضُهَا فَوْقَ بَعْضٍ إِذَآ أَخْرَجَ يَدَهُۥ لَمْ يَكَدْ يَرَىٰهَا ۗ وَمَن لَّمْ يَجْعَلِ ٱللَّهُ لَهُۥ نُورًا فَمَا لَهُۥ مِن نُّورٍ

    ʹAw kaz̤̣ulumaatiñ fee baḥril lujjiyyiñy yag̣shaahu mawjum miñ fawq̣ihee mawjum miñ fawq̣ihee saḥaab: z̤̣ulumaatum baʻḍuhaa fawq̣a baʻḍ: ʹiẓaaa ʹakhraja yadahoo lam yakad yaraahaa! wa-mal lam yajʻalil laahu lahoo noorañ famaa lahoo min noor!

    atau (keadaan orang-orang kafir) seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh gelombang demi gelombang, di atasnya ada (lagi) awan gelap. Itulah gelap gulita yang berlapis-lapis. Apabila dia mengeluarkan tangannya hampir tidak dapat melihatnya. Barang siapa tidak diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah, maka dia tidak mempunyai cahaya sedikit pun.

  161. 24:41

    أَلَمْ تَرَ أَنَّ ٱللَّهَ يُسَبِّحُ لَهُۥ مَن فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَٱلطَّيْرُ صَـٰٓفَّـٰتٍ ۖ كُلٌّ قَدْ عَلِمَ صَلَاتَهُۥ وَتَسْبِيحَهُۥ ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌۢ بِمَا يَفْعَلُونَ

    ʹAlam tara ʹannal laaha yusabbiḥu lahoo mañ fis samaawaati wal-ʹarḍi waṭ-ṭayru ṣaaaffaat? Kulluñ q̣ad ʻalima ṣalaatahoo wa-tasbeeḥah. Wallaahu ʻAleemum bimaa yafʻaloon.

    Tidakkah engkau (Muhammad) tahu bahwa kepada Allah lah bertasbih apa yang di langit dan di bumi, dan juga burung yang mengembangkan sayapnya. Masing-masing sungguh telah mengetahui (cara) berdoa dan bertasbih. Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.

  162. 24:42

    وَلِلَّهِ مُلْكُ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۖ وَإِلَى ٱللَّهِ ٱلْمَصِيرُ

    Wa-lillaahi mulkus samaawaati wal-ʹarḍ! wa-ʹilal laahil maṣeer.

    Dan milik Allah lah kerajaan langit dan bumi, dan hanya kepada Allah lah kembali (seluruh makhluk).

  163. 24:43

    أَلَمْ تَرَ أَنَّ ٱللَّهَ يُزْجِى سَحَابًا ثُمَّ يُؤَلِّفُ بَيْنَهُۥ ثُمَّ يَجْعَلُهُۥ رُكَامًا فَتَرَى ٱلْوَدْقَ يَخْرُجُ مِنْ خِلَـٰلِهِۦ وَيُنَزِّلُ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مِن جِبَالٍ فِيهَا مِنۢ بَرَدٍ فَيُصِيبُ بِهِۦ مَن يَشَآءُ وَيَصْرِفُهُۥ عَن مَّن يَشَآءُ ۖ يَكَادُ سَنَا بَرْقِهِۦ يَذْهَبُ بِٱلْأَبْصَـٰرِ

    ʹAlam tara ʹannal laaha yuzjee saḥaabañ s̤umma yuʹallifu baynahoo s̤umma yajʻaluhoo rukaamañ fataral wadq̣a yakhruju min khilaalih. Wa-yunazzilu minas samaaaʹi miñ jibaaliñ feehaa mim baradiñ fayuṣeebu bihee mañy yashaaaʹu wa-yaṣrifuhoo ʻam mañy yashaaaʹ. Yakaadu sanaa barq̣ihee yaẓhabu bil-ʹabṣaar.

    Tidakkah engkau melihat bahwa Allah menjadikan awan bergerak perlahan, kemudian mengumpulkannya, lalu dia menjadikannya bertumpuk-tumpuk, lalu engkau lihat hujan ke luar dari celah-celahnya, dan Dia (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran es) itu kepada siapa yang Dia kehendaki dan dihindarkan-Nya dari siapa yang Dia kehendaki. Kilauan kilatnya hampir-hampir menghilangkan penglihatan.

  164. 24:44

    يُقَلِّبُ ٱللَّهُ ٱلَّيْلَ وَٱلنَّهَارَ ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَعِبْرَةً لِّأُو۟لِى ٱلْأَبْصَـٰرِ

    Yuq̣allibul laahul layla wannahaar: ʹinna fee ẓaalika laʻibratal liʹulil ʹabṣaar!

    Allah mempergantikan malam dan siang. Sungguh pada yang demikian itu, pasti terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai penglihatan (yang tajam).

  165. 24:45

    وَٱللَّهُ خَلَقَ كُلَّ دَآبَّةٍ مِّن مَّآءٍ ۖ فَمِنْهُم مَّن يَمْشِى عَلَىٰ بَطْنِهِۦ وَمِنْهُم مَّن يَمْشِى عَلَىٰ رِجْلَيْنِ وَمِنْهُم مَّن يَمْشِى عَلَىٰٓ أَرْبَعٍ ۚ يَخْلُقُ ٱللَّهُ مَا يَشَآءُ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ

    Wallaahu khalaq̣a kulla daaabbatim mim maaaʹ: faminhum mañy yamshee ʻalaa baṭnih; wa-minhum mañy yamshee ʻalaa rijlayn; wa-minhum mañy yamshee ʻalaaa ʹarbaʻ. Yakhluq̣ul laahu maa- yashaaaʹ; ʹinnal laaha ʻalaa kulli shayʹiñ Q̣adeer.

    Dan Allah menciptakan semua jenis hewan dari air, maka sebagian ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki, sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang Dia kehendaki. Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.

  166. 24:46

    لَّقَدْ أَنزَلْنَآ ءَايَـٰتٍ مُّبَيِّنَـٰتٍ ۚ وَٱللَّهُ يَهْدِى مَن يَشَآءُ إِلَىٰ صِرَٰطٍ مُّسْتَقِيمٍ

    Laq̣ad ʹañzalnaaa ʹAayaatim mubayyinaat: wallaahu yahdee mañy yashaaaʹu ʹilaa Ṣiraaṭim Mustaq̣eem.

    Sungguh, Kami telah menurunkan ayat-ayat yang memberi penjelasan. Dan Allah memberi petunjuk siapa yang Dia kehendaki ke jalan yang lurus.

  167. 24:47

    وَيَقُولُونَ ءَامَنَّا بِٱللَّهِ وَبِٱلرَّسُولِ وَأَطَعْنَا ثُمَّ يَتَوَلَّىٰ فَرِيقٌ مِّنْهُم مِّنۢ بَعْدِ ذَٰلِكَ ۚ وَمَآ أُو۟لَـٰٓئِكَ بِٱلْمُؤْمِنِينَ

    Wa-yaq̣ooloona ʹaamannaa billaahi wa-bir-Rasooli wa-ʹaṭaʻnaa s̤umma yatawallaa fareeq̣um minhum mim baʻdi ẓaalik: wa-maaa ʹulaaaʹika bil-Muʹmineen.

    Dan mereka (orang-orang munafik) berkata, "Kami telah beriman kepada Allah dan Rasul (Muhammad), dan kami menaati (keduanya)." Kemudian sebagian dari mereka berpaling setelah itu. Mereka itu bukanlah orang-orang beriman.

  168. 24:48

    وَإِذَا دُعُوٓا۟ إِلَى ٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ إِذَا فَرِيقٌ مِّنْهُم مُّعْرِضُونَ

    Wa-ʹiẓaa duʻooo ʹilal laahi wa-Rasoolihee liyaḥkuma baynahum ʹiẓaa fareeq̣um minhum muʻriḍoon.

    Dan apabila mereka diajak kepada Allah dan Rasul-Nya, agar (Rasul) memutuskan perkara di antara mereka, tiba-tiba sebagian dari mereka menolak (untuk datang).

  169. 24:49

    وَإِن يَكُن لَّهُمُ ٱلْحَقُّ يَأْتُوٓا۟ إِلَيْهِ مُذْعِنِينَ

    Wa-ʹiñy yakul lahumul ḥaq̣q̣u yaʹtooo ʹilayhi muẓʻineen.

    Tetapi, jika kebenaran dipihak mereka, mereka datang kepadanya (Rasul) dengan patuh.

  170. 24:50

    أَفِى قُلُوبِهِم مَّرَضٌ أَمِ ٱرْتَابُوٓا۟ أَمْ يَخَافُونَ أَن يَحِيفَ ٱللَّهُ عَلَيْهِمْ وَرَسُولُهُۥ ۚ بَلْ أُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلظَّـٰلِمُونَ

    ʹAfee q̣uloobihim maraḍun ʹamir taabooo ʹam yakhaafoona ʹañy yaḥeefal laahu ʻalayhim wa-Rasooluh? Bal ʹulaaaʹika humuz̤̣ z̤̣aalimoon.

    Apakah (ketidakhadiran mereka karena) dalam hati mereka ada penyakit, atau (karena) mereka ragu-ragu ataukah (karena) takut kalau-kalau Allah dan Rasul-Nya berlaku zalim kepada mereka? Sebenarnya, mereka itulah orang-orang yang zalim.

  171. 24:51

    إِنَّمَا كَانَ قَوْلَ ٱلْمُؤْمِنِينَ إِذَا دُعُوٓا۟ إِلَى ٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ أَن يَقُولُوا۟ سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۚ وَأُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ

    ʹInnamaa kaana q̣awlal Muʹmineena ʹiẓaa duʻooo ʹilal laahi wa-Rasoolihee liyaḥkuma baynahum añy yaq̣ooloo ˹Samiʻnaa wa-ʹaṭaʻnaa:˺ wa-ʹulaaaʹika humul Mufliḥoon.

    Hanya ucapan orang-orang mukmin, yang apabila mereka diajak kepada Allah dan Rasul-Nya agar Rasul memutuskan (perkara) di antara mereka, mereka berkata, "Kami mendengar, dan kami taat." Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.

  172. 24:52

    وَمَن يُطِعِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ وَيَخْشَ ٱللَّهَ وَيَتَّقْهِ فَأُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْفَآئِزُونَ

    Wa-mañy yuṭiʻil laaha wa-Rasoolahoo wa-yakhshal laaha wa-yattaq̣hi faʹulaaaʹika humul Faaaʹizoon.

    Dan barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya serta takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, mereka itulah orang-orang yang mendapat kemenangan.

  173. 24:53

    ۞ وَأَقْسَمُوا۟ بِٱللَّهِ جَهْدَ أَيْمَـٰنِهِمْ لَئِنْ أَمَرْتَهُمْ لَيَخْرُجُنَّ ۖ قُل لَّا تُقْسِمُوا۟ ۖ طَاعَةٌ مَّعْرُوفَةٌ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرٌۢ بِمَا تَعْمَلُونَ

    Wa-ʹaq̣samoo billaahi jahda ʹaymaanihim laʹin ʹamartahum layakhrujunn. Q̣ul laa- tuq̣simoo; ṭaaʻatum maʻroofah; ʹinnal laaha khabeerum bimaa taʻmaloon.

    Dan mereka bersumpah dengan (nama) Allah dengan sumpah sungguh-sungguh, bahwa jika engkau suruh mereka berperang, pastilah mereka akan pergi. Katakanlah (Muhammad), "Janganlah kamu bersumpah, (karena yang diminta) adalah ketaatan yang baik. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan."

  174. 24:54

    قُلْ أَطِيعُوا۟ ٱللَّهَ وَأَطِيعُوا۟ ٱلرَّسُولَ ۖ فَإِن تَوَلَّوْا۟ فَإِنَّمَا عَلَيْهِ مَا حُمِّلَ وَعَلَيْكُم مَّا حُمِّلْتُمْ ۖ وَإِن تُطِيعُوهُ تَهْتَدُوا۟ ۚ وَمَا عَلَى ٱلرَّسُولِ إِلَّا ٱلْبَلَـٰغُ ٱلْمُبِينُ

    Q̣ul ʹaṭeeʻul laaha wa-ʹaṭeeʻur Rasool: faʹiñ tawallaw faʹinnamaa ʻalayhi maa- ḥummila wa-ʻalaykum maa ḥummiltum. Wa-ʹiñ tuṭeeʻoohu tahtadoo. Wa-maa ʻalar Rasooli ʹillal Balaag̣ul mubeen.

    Katakanlah, "Taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul; jika kamu berpaling, maka sesungguhnya kewajiban Rasul (Muhammad) itu hanyalah apa yang dibebankan kepadanya, dan kewajiban kamu hanyalah apa yang dibebankan kepadamu. Jika kamu taat kepadanya, niscaya kamu mendapat petunjuk. Kewajiban Rasul hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan jelas."

  175. 24:55

    وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِى ٱلْأَرْضِ كَمَا ٱسْتَخْلَفَ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ ٱلَّذِى ٱرْتَضَىٰ لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُم مِّنۢ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا ۚ يَعْبُدُونَنِى لَا يُشْرِكُونَ بِى شَيْـًٔا ۚ وَمَن كَفَرَ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَأُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْفَـٰسِقُونَ

    Waʻadal laahul laẓeena ʹaamanoo miñkum wa-ʻamiluṣ ṣaaliḥaati layastakhlifannahum fil ʹarḍi kamastakh lafal laẓeena miñ q̣ablihim: wa-la-yumak-kinanna lahum deenahumul laẓir taḍaa lahum wa-la-yubaddi-lannahum mim baʻdi khawfihim ʹamnaa: yaʻbudoonanee laa- yushrikoona bee shayʹaa. Wa-mañ kafara baʻda ẓaalika faʹulaaaʹika humul fasiq̣oon.

    Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan yang mengerjakan kebajikan, bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka dengan agama yang telah Dia ridai. Dan Dia benar-benar mengubah (keadaan) mereka, setelah berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka (tetap) menyembah-Ku dengan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu pun. Tetapi barangsiapa (tetap) kafir setelah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.

  176. 24:56

    وَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ وَأَطِيعُوا۟ ٱلرَّسُولَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

    Wa-ʹaq̣eemuṣ Ṣalaata wa-ʹaatuz Zakaata wa-ʹaṭeeʻur Rasoola laʻallakum turḥamoon.

    Dan laksanakanlah salat, tunaikanlah zakat dan taatlah kepada Rasul (Muhammad), agar kamu diberi rahmat.

  177. 24:57

    لَا تَحْسَبَنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ مُعْجِزِينَ فِى ٱلْأَرْضِ ۚ وَمَأْوَىٰهُمُ ٱلنَّارُ ۖ وَلَبِئْسَ ٱلْمَصِيرُ

    Laa- taḥsabannal laẓeena kafaroo muʻjizeena fil ʹarḍ: wa-maʹwaahumun Naar: wa-labiʹsal maṣeer!

    Janganlah engkau mengira bahwa orang-orang yang kafir itu dapat luput dari siksaan Allah di bumi; sedang tempat kembali mereka (di akhirat) adalah neraka. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.

  178. 24:58

    يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لِيَسْتَـْٔذِنكُمُ ٱلَّذِينَ مَلَكَتْ أَيْمَـٰنُكُمْ وَٱلَّذِينَ لَمْ يَبْلُغُوا۟ ٱلْحُلُمَ مِنكُمْ ثَلَـٰثَ مَرَّٰتٍ ۚ مِّن قَبْلِ صَلَوٰةِ ٱلْفَجْرِ وَحِينَ تَضَعُونَ ثِيَابَكُم مِّنَ ٱلظَّهِيرَةِ وَمِنۢ بَعْدِ صَلَوٰةِ ٱلْعِشَآءِ ۚ ثَلَـٰثُ عَوْرَٰتٍ لَّكُمْ ۚ لَيْسَ عَلَيْكُمْ وَلَا عَلَيْهِمْ جُنَاحٌۢ بَعْدَهُنَّ ۚ طَوَّٰفُونَ عَلَيْكُم بَعْضُكُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ ۚ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ لَكُمُ ٱلْـَٔايَـٰتِ ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

    Yaaaʹayyuhal laẓeena ʹaamanoo liyastaʹẓiñkumul laẓeena malakat ʹaymaanukum wallaẓeena lam yablug̣ul ḥuluma miñkum s̤alaas̤a marraat: miñ q̣abli Ṣalaatil fajri waḥeena taḍaʻoona s̤iyaabakum minaz̤̣ z̤̣aheerati wa-mim baʻdi Ṣalaatil ʻIshaaaʹ; s̤alaas̤u ʻawraatil lakum: Laysa ʻalaykum wa-laa ʻalayhim junaaḥum baʻdahunn: ṭawwaafoona ʻalaykum baʻḍukum ʻalaa baʻḍ: kaẓaalika yubayyinul laahu lakumul ʹAayaat: wallaahu ʻAleemun Ḥakeem.

    Wahai orang-orang yang beriman! Hendaklah hamba sahaya (laki-laki dan perempuan) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum balig (dewasa) di antara kamu, meminta izin kepada kamu pada tiga kali (kesempatan), yaitu sebelum salat Subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)mu di tengah hari dan setelah salat Isya. (Itulah) tiga aurat (waktu) bagi kamu. Tidak ada dosa bagimu dan tidak (pula) bagi mereka selain dari (tiga waktu) itu, mereka keluar masuk melayani kamu, sebagian kamu atas sebagian yang lain. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat itu kepadamu. Dan Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.

  179. 24:59

    وَإِذَا بَلَغَ ٱلْأَطْفَـٰلُ مِنكُمُ ٱلْحُلُمَ فَلْيَسْتَـْٔذِنُوا۟ كَمَا ٱسْتَـْٔذَنَ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ ۚ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ لَكُمْ ءَايَـٰتِهِۦ ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

    Wa-ʹiẓaa balag̣al ʹaṭfaalu miñkumul ḥu-lu-ma fal-yastaʹẓinoo kamas taʹẓanal laẓeena miñ q̣ablihim; kaẓaalika yubayyinul laahu lakum ʹAayaatih: wallaahu ʻAleemun Ḥakeem.

    Dan apabila anak-anakmu telah sampai umur dewasa, maka hendaklah mereka (juga) meminta izin, seperti orang-orang yang lebih dewasa meminta izin. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat-Nya kepadamu. Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.

  180. 24:60

    وَٱلْقَوَٰعِدُ مِنَ ٱلنِّسَآءِ ٱلَّـٰتِى لَا يَرْجُونَ نِكَاحًا فَلَيْسَ عَلَيْهِنَّ جُنَاحٌ أَن يَضَعْنَ ثِيَابَهُنَّ غَيْرَ مُتَبَرِّجَـٰتٍۭ بِزِينَةٍ ۖ وَأَن يَسْتَعْفِفْنَ خَيْرٌ لَّهُنَّ ۗ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

    Walq̣awaaʻidu minan nisaaaʹil laatee laa- yarjoona nikaahañ falaysa ʻalayhinna junaaḥun ʹañy yaḍaʻna s̤iyaabahunna g̣ayra mutabarrijaatim bizeenah: wa-ʹañy yastaʻfifna khayrul lahunn: wallaahu Sameeʻun ʻAleem.

    Dan para perempuan tua yang telah berhenti (dari haid dan mengandung) yang tidak ingin menikah (lagi), maka tidak ada dosa menanggalkan pakaian (luar) mereka dengan tidak (bermaksud) menampakkan perhiasan; tetapi memelihara kehormatan adalah lebih baik bagi mereka. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.

  181. 24:61

    لَّيْسَ عَلَى ٱلْأَعْمَىٰ حَرَجٌ وَلَا عَلَى ٱلْأَعْرَجِ حَرَجٌ وَلَا عَلَى ٱلْمَرِيضِ حَرَجٌ وَلَا عَلَىٰٓ أَنفُسِكُمْ أَن تَأْكُلُوا۟ مِنۢ بُيُوتِكُمْ أَوْ بُيُوتِ ءَابَآئِكُمْ أَوْ بُيُوتِ أُمَّهَـٰتِكُمْ أَوْ بُيُوتِ إِخْوَٰنِكُمْ أَوْ بُيُوتِ أَخَوَٰتِكُمْ أَوْ بُيُوتِ أَعْمَـٰمِكُمْ أَوْ بُيُوتِ عَمَّـٰتِكُمْ أَوْ بُيُوتِ أَخْوَٰلِكُمْ أَوْ بُيُوتِ خَـٰلَـٰتِكُمْ أَوْ مَا مَلَكْتُم مَّفَاتِحَهُۥٓ أَوْ صَدِيقِكُمْ ۚ لَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَن تَأْكُلُوا۟ جَمِيعًا أَوْ أَشْتَاتًا ۚ فَإِذَا دَخَلْتُم بُيُوتًا فَسَلِّمُوا۟ عَلَىٰٓ أَنفُسِكُمْ تَحِيَّةً مِّنْ عِندِ ٱللَّهِ مُبَـٰرَكَةً طَيِّبَةً ۚ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ لَكُمُ ٱلْـَٔايَـٰتِ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ

    Laysa ʻalal ʹaʻmaa ḥarajuñw walaa ʻalal ʹaʻraji ḥarajuñw walaa ʻalal mareeḍi ḥarajuñw walaa ʻalaaa ʹañfusikum ʹañ taʹkuloo mim buyootikum ʹaw buyooti ʹaabaaaʹikum ʹaw buyooti ʹummahaatikum ʹaw buyooti ʹikhwaanikum ʹaw buyooti ʹakhawaatikum ʹaw buyooti ʹaʻmaamikum ʹaw buyooti ʻammaatikum ʹaw buyooti ʹakhwaalikum ʹaw buyooti khaalaatikum ʹaw maa- malaktum mafaatiḥahooo ʹaw ṣadeeq̣ikum: laysa ʻalaykum junaaḥun ʹañ taʹkuloo jameeʻan ʹaw ʹashtaataa. Faʹiẓaa dakhaltum̃ buyootañ fasallimoo ʻalaaa ʹañfusikum taḥiyyatam min ʻiñdil laahi mubaarakatañ ṭayyibah. Kaẓaalika yubayyinul laahu lakumul ʹAayati laʻallakum taʻq̣iloon.

    Tidak ada halangan bagi orang buta, tidak (pula) bagi orang pincang, tidak (pula) bagi orang sakit, dan tidak (pula) bagi dirimu, makan (bersama-sama mereka) di rumahmu atau di rumah bapak-bapakmu, di rumah ibu-ibumu, di rumah saudara-saudaramu yang laki-laki, di rumah saudara-saudaramu yang perempuan, di rumah saudara-saudara bapakmu yang laki-laki, di rumah saudara-saudara bapakmu yang perempuan, di rumah saudara-saudara ibumu yang laki-laki, di rumah saudara-saudara ibumu yang perempuan, (di rumah) yang kamu miliki kuncinya atau (di rumah) kawan-kawanmu. Tidak ada halangan bagi kamu makan bersama-sama mereka atau sendiri-sendiri. Apabila kamu memasuki rumah-rumah hendaklah kamu memberi salam (kepada penghuninya, yang berarti memberi salam) kepada dirimu sendiri, dengan salam yang penuh berkah dan baik dari sisi Allah. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat(-Nya) bagimu, agar kamu mengerti.

  182. 24:62

    إِنَّمَا ٱلْمُؤْمِنُونَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَإِذَا كَانُوا۟ مَعَهُۥ عَلَىٰٓ أَمْرٍ جَامِعٍ لَّمْ يَذْهَبُوا۟ حَتَّىٰ يَسْتَـْٔذِنُوهُ ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَسْتَـْٔذِنُونَكَ أُو۟لَـٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ ۚ فَإِذَا ٱسْتَـْٔذَنُوكَ لِبَعْضِ شَأْنِهِمْ فَأْذَن لِّمَن شِئْتَ مِنْهُمْ وَٱسْتَغْفِرْ لَهُمُ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

    ʹInnamal Muʹminoonal laẓeena ʹaamanoo billaahi wa-Rasoolihee wa-ʹiẓaa kaanoo maʻahoo ʻalaaa ʹamriñ jaamiʻil lam yaẓhaboo ḥattaa yastaʹẓinooh: ʹinnal laẓeena yastaʹẓinoonaka ʹulaaaʹikal laẓeena yuʹminoona billaahi wa-Rasoolih; faʹiẓas taʹẓanooka libaʻḍi shaʹnihim faʹẓal limañ shiʹta minhum wastag̣fir lahumul laah: ʹinnal laaha G̣afoorur Raḥeem.

    (Yang disebut) orang mukmin hanyalah orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya (Muhammad), dan apabila mereka berada bersama-sama dengannya (Muhammad) dalam suatu urusan bersama, mereka tidak meninggalkan (Rasulullah) sebelum meminta izin kepadanya. Sungguh, orang-orang yang meminta izin kepadamu (Muhammad), mereka itulah orang-orang yang (benar-benar) beriman kepada Allah dan Rasul-nya. Maka apabila mereka meminta izin kepadamu karena suatu keperluan, berilah izin kepada siapa yang engkau kehendaki di antara mereka, dan mohonkanlah ampunan untuk mereka kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

  183. 24:63

    لَّا تَجْعَلُوا۟ دُعَآءَ ٱلرَّسُولِ بَيْنَكُمْ كَدُعَآءِ بَعْضِكُم بَعْضًا ۚ قَدْ يَعْلَمُ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ يَتَسَلَّلُونَ مِنكُمْ لِوَاذًا ۚ فَلْيَحْذَرِ ٱلَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِۦٓ أَن تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

    Laa- tajʻaloo duʻaaaʹar Rasooli baynakum kaduʻaaaʹi baʻḍikum̃ baʻḍaa: q̣ad yaʻlamul laahul laẓeena yatasallaloona miñkum liwaaẓaa: fal-yaḥẓaril laẓeena yukhalifoona ʻan ʹamriheee ʹañ tuṣeebahum fitnatun ʹaw yuṣeebahum ʻaẓaabun ʹaleem.

    Janganlah kamu jadikan panggilan Rasul (Muhammad) di antara kamu seperti panggilan sebagian kamu kepada sebagian (yang lain). Sungguh, Allah mengetahui orang-orang yang keluar (secara) sembunyi-sembunyi di antara kamu dengan berlindung (kepada kawannya), maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul-Nya takut akan mendapat cobaan atau ditimpa azab yang pedih.

  184. 24:64

    أَلَآ إِنَّ لِلَّهِ مَا فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۖ قَدْ يَعْلَمُ مَآ أَنتُمْ عَلَيْهِ وَيَوْمَ يُرْجَعُونَ إِلَيْهِ فَيُنَبِّئُهُم بِمَا عَمِلُوا۟ ۗ وَٱللَّهُ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌۢ

    ʹAlaaa ʹinna lillaahi maa- fis samaawaati wal-ʹarḍ. Q̣ad yaʻlamu maaa ʹañtum ʻalayh: wa-yawma yurjaʻoona ʹilayhi fayunabbiʹuhum̃ bimaa ʻamiloo: wallaahu bikulli shayʹin ʻAleem.

    Ketahuilah, sesungguhnya milik Allah lah apa yang ada di langit dan di bumi. Dia mengetahui keadaan kamu sekarang. Dan (mengetahui pula) hari (ketika mereka) dikembalikan kepada-Nya, lalu diterangkan-Nya kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

  185. Surah Al-FurqanBegins here at 25:1

  186. 25:1

    تَبَارَكَ ٱلَّذِى نَزَّلَ ٱلْفُرْقَانَ عَلَىٰ عَبْدِهِۦ لِيَكُونَ لِلْعَـٰلَمِينَ نَذِيرًا

    Tabaarakal laẓee nazzalal Furq̣aana ʻalaa ʻAbdihee liyakoona lilʻaalameena naẓeeraa;

    Mahasuci Allah yang telah menurunkan Furqan (Al-Qur`an) kepada hamba-Nya (Muhammad), agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam (jin dan manusia),

  187. 25:2

    ٱلَّذِى لَهُۥ مُلْكُ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَلَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًا وَلَمْ يَكُن لَّهُۥ شَرِيكٌ فِى ٱلْمُلْكِ وَخَلَقَ كُلَّ شَىْءٍ فَقَدَّرَهُۥ تَقْدِيرًا

    ʹAllaẓee lahoo mulkus samaawaati walʹarḍi wa-lam yattakhiẓ waladañw walam yakul lahoo shareekuñ fil mulki wa-khalaq̣a kulla shayʹiñ faq̣addarahoo taq̣deeraa.

    Yang memiliki kerajaan langit dan bumi, tidak mempunyai anak, tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kekusaan (-Nya), dan Dia menciptakan segala sesuatu, lalu menetapkan ukuran-ukurannya dengan tepat.

  188. 25:3

    وَٱتَّخَذُوا۟ مِن دُونِهِۦٓ ءَالِهَةً لَّا يَخْلُقُونَ شَيْـًٔا وَهُمْ يُخْلَقُونَ وَلَا يَمْلِكُونَ لِأَنفُسِهِمْ ضَرًّا وَلَا نَفْعًا وَلَا يَمْلِكُونَ مَوْتًا وَلَا حَيَوٰةً وَلَا نُشُورًا

    Wattakhaẓoo miñ dooniheee ʹaalihatal laa yakhluq̣oona shayʹañw wahum yukhlaq̣oona wa-laa yamlikoona liʹañfusihim ḍarrañw walaa nafʻañw walaa yamlikoona Mawtañw Walaa Ḥayaatañw Walaa Nu-Shooraa.

    Namun mereka mengambil tuhan-tuhan selain Dia (untuk disembah), padahal mereka (tuhan-tuhan itu) tidak menciptakan apa pun, bahkan mereka sendiri diciptakan, dan tidak kuasa untuk (menolak) bahaya terhadap dirinya dan tidak dapat (mendatangkan) manfaat serta tidak kuasa mematikan, menghidupkan dan tidak (pula) membangkitkan.

  189. 25:4

    وَقَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓا۟ إِنْ هَـٰذَآ إِلَّآ إِفْكٌ ٱفْتَرَىٰهُ وَأَعَانَهُۥ عَلَيْهِ قَوْمٌ ءَاخَرُونَ ۖ فَقَدْ جَآءُو ظُلْمًا وَزُورًا

    Wa-q̣aalal laaẓeena kafarooo ʹin haaẓaaa ʹillaaa ʹifkunif taraahu wa-ʹaʻaanahoo ʻalayhi q̣awmun ʹaakharoona faq̣ad jaaaʹoo z̤̣ulmañw wazooraa.

    Dan orang-orang kafir berkata, "(Al-Qur`an) ini tidak lain hanyalah kebohongan yang diada-adakan oleh dia (Muhammad), dibantu oleh orang-orang lain." Sungguh, mereka telah berbuat zalim dan dusta yang besar.

  190. 25:5

    وَقَالُوٓا۟ أَسَـٰطِيرُ ٱلْأَوَّلِينَ ٱكْتَتَبَهَا فَهِىَ تُمْلَىٰ عَلَيْهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

    Wa-q̣aalooo ʹasaaṭeerul ʹawwaleenak tatabahaa fahiya tumlaa ʻalayhi bukratañw waʹaṣeelaa.

    Dan mereka berkata, "(Itu hanya) dongeng-dongeng orang-orang terdahulu, yang diminta agar dituliskan, lalu dibacakanlah dongeng itu kepadanya setiap pagi dan petang."

  191. 25:6

    قُلْ أَنزَلَهُ ٱلَّذِى يَعْلَمُ ٱلسِّرَّ فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ إِنَّهُۥ كَانَ غَفُورًا رَّحِيمًا

    Q̣ul ʹañzalahul laẓee yaʻlamus Sirra fis samaawaati wal-ʹarḍ: ʹinnahoo kaana G̣afoorar Raḥeemaa.

    Katakanlah (Muhammad), "(Al-Qur`an) itu diturunkan oleh (Allah) yang mengetahui rahasia di langit dan di bumi. Sungguh, Dia Maha Pengampun, Maha Penyayang."

  192. 25:7

    وَقَالُوا۟ مَالِ هَـٰذَا ٱلرَّسُولِ يَأْكُلُ ٱلطَّعَامَ وَيَمْشِى فِى ٱلْأَسْوَاقِ ۙ لَوْلَآ أُنزِلَ إِلَيْهِ مَلَكٌ فَيَكُونَ مَعَهُۥ نَذِيرًا

    Wa-q̣aaloo maa-li haaẓar Rasooli yaʹkuluṭ ṭaʻaama wa-yamshee fil ʹaswaaq̣? Law-Laaa ʹuñzila ʹilayhi malakuñ fayakoona maʻahoo naẓeeraa?

    Dan mereka berkata, "Mengapa Rasul (Muhammad) ini memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar? Mengapa malaikat tidak diturunkan kepadanya (agar malaikat) itu memberikan peringatan bersama dia,

  193. 25:8

    أَوْ يُلْقَىٰٓ إِلَيْهِ كَنزٌ أَوْ تَكُونُ لَهُۥ جَنَّةٌ يَأْكُلُ مِنْهَا ۚ وَقَالَ ٱلظَّـٰلِمُونَ إِن تَتَّبِعُونَ إِلَّا رَجُلًا مَّسْحُورًا

    ʹAw yulq̣aaa ʹilayhi kañzun ʹaw takoonu lahoo jannatuñy yaʹkulu minhaa? Wa-q̣aalaz̤̣ z̤̣aalimoona ʹiñ tattabiʻoona ʹillaa rajulam mas-ḥooraa.

    atau (mengapa tidak) diturunkan kepadanya harta kekayaan atau (mengapa tidak ada) kebun baginya, sehingga dia dapat makan dari(hasil)nya?" Dan orang-orang zalim itu berkata, "Kamu hanyalah mengikuti seorang laki-laki yang kena sihir."

  194. 25:9

    ٱنظُرْ كَيْفَ ضَرَبُوا۟ لَكَ ٱلْأَمْثَـٰلَ فَضَلُّوا۟ فَلَا يَسْتَطِيعُونَ سَبِيلًا

    ʹUñz̤̣ur kayfa ḍaraboo lakal ʹams̤aala faḍalloo falaa yastaṭeeʻoona sabeelaa!

    Perhatikanlah, bagaimana mereka membuat perumpamaan-perumpamaan tentang engkau, maka sesatlah mereka, mereka tidak sanggup (mendapatkan) jalan (untuk menentang kerasulanmu).

  195. 25:10

    تَبَارَكَ ٱلَّذِىٓ إِن شَآءَ جَعَلَ لَكَ خَيْرًا مِّن ذَٰلِكَ جَنَّـٰتٍ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَـٰرُ وَيَجْعَل لَّكَ قُصُورًۢا

    Tabaarakal laẓeee ʹiñ shaaaʹa jaʻala laka khayram miñ ẓaalika Jannaatin tajree miñ taḥtihal ʹanhaaru wa-yajʻal laka Q̣uṣooraa.

    Mahasuci (Allah) yang jika Dia menghendaki, niscaya Dia jadikan bagimu yang lebih baik daripada itu, (yaitu) surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan Dia jadikan (pula) istana-istana untukmu.

  196. 25:11

    بَلْ كَذَّبُوا۟ بِٱلسَّاعَةِ ۖ وَأَعْتَدْنَا لِمَن كَذَّبَ بِٱلسَّاعَةِ سَعِيرًا

    Bal kaẓẓaboo bis-Saaʻati wa-ʹaʻtadnaa limañ kaẓẓaba bis-Saaʻati Saʻeeraa:

    Bahkan mereka mendustakan hari Kiamat. Dan kami menyediakan neraka yang menyala-nyala bagi siapa yang mendustakan hari Kiamat.

  197. 25:12

    إِذَا رَأَتْهُم مِّن مَّكَانٍۭ بَعِيدٍ سَمِعُوا۟ لَهَا تَغَيُّظًا وَزَفِيرًا

    ʹIẓaa raʹathum mim makaanim baʻeediñ samiʻoo lahaa tag̣ayyuz̤̣añw wazafeeraa.

    Apabila ia (neraka) melihat mereka dari tempat yang jauh, mereka mendengar suaranya yang gemuruh karena marahnya.

  198. 25:13

    وَإِذَآ أُلْقُوا۟ مِنْهَا مَكَانًا ضَيِّقًا مُّقَرَّنِينَ دَعَوْا۟ هُنَالِكَ ثُبُورًا

    Wa-ʹiẓaaa ʹulq̣oo minhaa makaanañ ḍayyiq̣am muq̣arraneena daʻaw hunaalika s̤ubooraa!

    Dan apabila mereka dilemparkan ke tempat yang sempit di neraka dengan dibelenggu, mereka di sana berteriak mengharapkan kebinasaan.

  199. 25:14

    لَّا تَدْعُوا۟ ٱلْيَوْمَ ثُبُورًا وَٰحِدًا وَٱدْعُوا۟ ثُبُورًا كَثِيرًا

    Laa- tadʻul yawma s̤uboorañw waaḥidañw wadʻoo s̤uboorañ kas̤eeraa!

    (Akan dikatakan kepada mereka), "Janganlah kamu mengharapkan pada hari ini satu kebinasaan, melainkan harapkanlah kebinasaan yang berulang-ulang."

  200. 25:15

    قُلْ أَذَٰلِكَ خَيْرٌ أَمْ جَنَّةُ ٱلْخُلْدِ ٱلَّتِى وُعِدَ ٱلْمُتَّقُونَ ۚ كَانَتْ لَهُمْ جَزَآءً وَمَصِيرًا

    Q̣ul ʹaẓaalika khayrun ʹam jannatul khuldil latee wuʻidal Muttaq̣oon? Kaanat lahum jazaaaʹañw wamaseeraa.

    Katakanlah (Muhammad), "Apakah (azab) seperti itu yang baik, atau surga yang kekal yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa sebagai balasan, dan tempat kembali bagi mereka?"

  201. 25:16

    لَّهُمْ فِيهَا مَا يَشَآءُونَ خَـٰلِدِينَ ۚ كَانَ عَلَىٰ رَبِّكَ وَعْدًا مَّسْـُٔولًا

    Lahum feehaa maa- yashaaaʹoona khaalideen: kaana ʻalaa Rabbika waʻdam masʹoolaa.

    Bagi mereka segala yang mereka kehendaki ada di dalamnya (surga), mereka kekal (di dalamnya). Itulah janji Tuhanmu yang pantas dimohonkan (kepada-Nya).

  202. 25:17

    وَيَوْمَ يَحْشُرُهُمْ وَمَا يَعْبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ فَيَقُولُ ءَأَنتُمْ أَضْلَلْتُمْ عِبَادِى هَـٰٓؤُلَآءِ أَمْ هُمْ ضَلُّوا۟ ٱلسَّبِيلَ

    Wa-Yawma yaḥshuruhum wa-maa yaʻbudoona miñ doonil laahi fayaq̣oolu ʹAʹañtum ʹaḍlaltum ʻibaadee haaaʹulaaaʹi ʹam hum ḍallus Sabeel?˺

    Dan (ingatlah) pada hari (ketika) Allah mengumpulkan mereka bersama apa yang mereka sembah selain Allah, lalu Dia berfirman (kepada yang disembah), "Apakah kamu yang menyesatkan hamba-hamba-Ku itu, atau mereka sendirikah yang sesat dari jalan (yang benar)?"

  203. 25:18

    قَالُوا۟ سُبْحَـٰنَكَ مَا كَانَ يَنۢبَغِى لَنَآ أَن نَّتَّخِذَ مِن دُونِكَ مِنْ أَوْلِيَآءَ وَلَـٰكِن مَّتَّعْتَهُمْ وَءَابَآءَهُمْ حَتَّىٰ نَسُوا۟ ٱلذِّكْرَ وَكَانُوا۟ قَوْمًۢا بُورًا

    Q̣aaloo ˹Subḥaanaka maa- kaana yambag̣ee lanaaa ʹan nattakhiẓa miñ doonika min ʹawliyaaaʹa wa-laakim mattaʻtahum wa-ʹaabaaaʹahum ḥattaa nasuẓ Ẓikr: wa-kaanoo q̣awmam booraa.

    Mereka (yang disembah itu) menjawab, "Mahasuci Engkau, tidaklah pantas bagi kami mengambil pelindung selain Engkau, tetapi Engkau telah memberi mereka dan nenek moyang mereka kenikmatan hidup, sehingga mereka melupakan peringatan; dan mereka kaum yang binasa."

  204. 25:19

    فَقَدْ كَذَّبُوكُم بِمَا تَقُولُونَ فَمَا تَسْتَطِيعُونَ صَرْفًا وَلَا نَصْرًا ۚ وَمَن يَظْلِم مِّنكُمْ نُذِقْهُ عَذَابًا كَبِيرًا

    Faq̣ad kaẓẓabookum̃ bimaa taq̣ooloona famaa tastaṭeeʻoona ṣarfañw walaa naṣraa. Wa-mañy yaz̤̣lim miñkum nuẓiq̣hu ʻAẓaabañ kabeeraa.

    Maka sungguh, mereka (yang disembah itu) telah mengingkari apa yang kamu katakan, maka kamu tidak akan dapat menolak (azab) dan tidak dapat (pula) menolong (dirimu). Dan barang siapa di antara kamu berbuat zalim, niscaya Kami timpakan kepadanya rasa azab yang besar.

  205. 25:20

    وَمَآ أَرْسَلْنَا قَبْلَكَ مِنَ ٱلْمُرْسَلِينَ إِلَّآ إِنَّهُمْ لَيَأْكُلُونَ ٱلطَّعَامَ وَيَمْشُونَ فِى ٱلْأَسْوَاقِ ۗ وَجَعَلْنَا بَعْضَكُمْ لِبَعْضٍ فِتْنَةً أَتَصْبِرُونَ ۗ وَكَانَ رَبُّكَ بَصِيرًا

    Wa-maaa ʹarsalnaa q̣ablaka minal mursaleena ʹillaaa ʹinnahum layaʹkuloonaṭ ṭaʻaama wa-yamshoona fil ʹaswaaq̣: wa-jaʻalnaa baʻḍakum libaʻḍiñ fitnah: ʹataṣbiroon? Wa-kaana Rabbuka Baṣeeraa.

    Dan Kami tidak mengutus rasul-rasul sebelummu (Muhammad), melainkan mereka pasti memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar. Dan Kami jadikan sebagian kamu sebagai cobaan bagi sebagian yang lain. Maukah kamu bersabar? Dan Tuhanmu Maha Melihat.