Back to Quran

Surah 34

Saba

Sheba · Makki · 54 ayahs

Diterjemahkan oleh Indonesian Ministry Islamic Affairs

Listen to this Surah

Choose play when you are ready to listen. The Quran text remains readable if audio is unavailable.

  1. 1

    ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ ٱلَّذِى لَهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ وَلَهُ ٱلْحَمْدُ فِى ٱلْـَٔاخِرَةِ ۚ وَهُوَ ٱلْحَكِيمُ ٱلْخَبِيرُ

    ʹAl-Ḥamdu lillaahil laẓee lahoo maa- fis samaawaati wa-maa fil ʹarḍi wa-lahul Ḥamdu fil ʹAakhirah: wa-Huwal Ḥakeemul Khabeer.

    Segala puji bagi Allah yang memiliki apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, dan segala puji di akhirat bagi Allah. Dan Dialah Yang Mahabijaksana, Mahateliti.

  2. 2

    يَعْلَمُ مَا يَلِجُ فِى ٱلْأَرْضِ وَمَا يَخْرُجُ مِنْهَا وَمَا يَنزِلُ مِنَ ٱلسَّمَآءِ وَمَا يَعْرُجُ فِيهَا ۚ وَهُوَ ٱلرَّحِيمُ ٱلْغَفُورُ

    Yaʻlamu maa- yaliju fil ʹarḍi wa-maa yakhruju minhaa wa-maa yañzilu minas samaaaʹi wa-maa yaʻruju feeha: wa-Huwar Raḥeemul G̣afoor.

    Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi, apa yang keluar darinya, apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepadanya. Dan Dialah Yang Maha Penyayang, Maha Pengampun.

  3. 3

    وَقَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ لَا تَأْتِينَا ٱلسَّاعَةُ ۖ قُلْ بَلَىٰ وَرَبِّى لَتَأْتِيَنَّكُمْ عَـٰلِمِ ٱلْغَيْبِ ۖ لَا يَعْزُبُ عَنْهُ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَلَا فِى ٱلْأَرْضِ وَلَآ أَصْغَرُ مِن ذَٰلِكَ وَلَآ أَكْبَرُ إِلَّا فِى كِتَـٰبٍ مُّبِينٍ

    Wa-q̣aalal laẓeena kafaroo laa- taʹteenas Saaʻah: q̣ul balaa wa-Rabbee lataʹtiyannakum ʻAalimil g̣ayb. Laa- yaʻzubu ʻanhu mis̤q̣aalu ẓarratiñ fis samaawaati wa-laa fil ʹarḍi wa-laaa ʹaṣg̣aru miñ ẓaalika wa-laaa ʹakbaru ʹillaa fee kitaabim mubeen:

    Dan orang-orang yang kafir berkata, "Hari Kiamat itu tidak akan datang kepada kami." Katakanlah, "Pasti datang, demi Tuhanku Yang mengetahui yang gaib, Kiamat itu pasti akan datang kepadamu. Tidak ada yang tersembunyi bagi-Nya sekalipun seberat zarahbaik yang di langit maupun yang di bumi, yang lebih kecil dari itu atau yang lebih besar, semuanya (tertulis) dalam Kitab yang jelas (Lauḥ Maḥfūẓ),"

  4. 4

    لِّيَجْزِىَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ ۚ أُو۟لَـٰٓئِكَ لَهُم مَّغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ

    Liyajziyal laẓeena ʹaamanoo wa-ʻamiluṣ ṣaaliḥaat: ʹulaaaʹika lahum Mag̣firatuñw Wa-Rizq̣uñ kareem.

    agar Dia (Allah) memberi balasan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia (surga).

  5. 5

    وَٱلَّذِينَ سَعَوْ فِىٓ ءَايَـٰتِنَا مُعَـٰجِزِينَ أُو۟لَـٰٓئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مِّن رِّجْزٍ أَلِيمٌ

    Wallaẓeena saʻaw feee ʹAayaatinaa muʻaajizeena ʹulaaaʹika lahum ʻaẓaabum mir rijzin ʹaleem.

    Dan orang-orang yang berusaha untuk (menentang) ayat-ayat Kami dengan anggapan mereka dapat melemahkan (menggagalkan azab Kami), mereka itu akan memperoleh azab, yaitu azab yang sangat pedih.

  6. 6

    وَيَرَى ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ ٱلَّذِىٓ أُنزِلَ إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَ هُوَ ٱلْحَقَّ وَيَهْدِىٓ إِلَىٰ صِرَٰطِ ٱلْعَزِيزِ ٱلْحَمِيدِ

    Wa-yaral laẓeena ʹootul ʻilmal laẓeee ʹuñzila ʹilayka mir Rabbika huwal Ḥaq̣q̣a wa-yahdeee ʹilaa Ṣiraaṭil ʻAzeezil Ḥameed.

    Dan orang-orang yang diberi ilmu (Ahli Kitab) berpendapat bahwa (wahyu) yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dari Tuhanmu itulah yang benar dan memberi petunjuk (bagi manusia) kepada jalan (Allah) Yang Mahaperkasa, Maha Terpuji.

  7. 7

    وَقَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ هَلْ نَدُلُّكُمْ عَلَىٰ رَجُلٍ يُنَبِّئُكُمْ إِذَا مُزِّقْتُمْ كُلَّ مُمَزَّقٍ إِنَّكُمْ لَفِى خَلْقٍ جَدِيدٍ

    Wa-q̣aalal lazeena kafaroo hal nadullukum ʻalaa rajuliñy yunabbiʹukum ʹiẓaa muzziq̣tum kulla mumazzaq̣in ʹinnakum lafee khalq̣iñ jadeed?

    Dan orang-orang kafir berkata (kepada teman-temannya), "Maukah kami tunjukkan kepadamu seorang laki-laki yang memberitakan kepadamu bahwa apabila badanmu telah hancur sehancur-hancurnya, kamu pasti (akan dibangkitkan kembali) dalam ciptaan yang baru.

  8. 8

    أَفْتَرَىٰ عَلَى ٱللَّهِ كَذِبًا أَم بِهِۦ جِنَّةٌۢ ۗ بَلِ ٱلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِٱلْـَٔاخِرَةِ فِى ٱلْعَذَابِ وَٱلضَّلَـٰلِ ٱلْبَعِيدِ

    ʹAftaraa ʻalal laahi kaẓiban ʹam̃ bihee jinnah? Balil laẓeena laa- yuʹminoona bil-ʹAakhirati filʻAẓaabi waḍ Ḍalaalil baʻeed.

    Apakah dia mengada-adakan kebohongan terhadap Allah atau sakit gila?" (Tidak), tetapi orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat itu berada dalam siksaan dan kesesatan yang jauh.

  9. 9

    أَفَلَمْ يَرَوْا۟ إِلَىٰ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُم مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلْأَرْضِ ۚ إِن نَّشَأْ نَخْسِفْ بِهِمُ ٱلْأَرْضَ أَوْ نُسْقِطْ عَلَيْهِمْ كِسَفًا مِّنَ ٱلسَّمَآءِ ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَـَٔايَةً لِّكُلِّ عَبْدٍ مُّنِيبٍ

    ʹAfalam yaraw ʹilaa maa- bayna ʹaydeehim wa-maa khalfahum minas samaaaʹi wal-ʹarḍ? ʹIn nashaʹ nakhsif bihimul ʹarḍa ʹaw nusq̣iṭ ʻalayhim kisafam minas samaaaʹ. ʹInna fee ẓaalika laʹAayatal likulli ʻabdim muneeb.

    Maka apakah mereka tidak memperhatikan langit dan bumi yang ada di hadapan dan di belakang mereka? Jika Kami menghendaki, niscaya Kami benamkan mereka di bumi atau Kami jatuhkan kepada mereka kepingan-kepingan dari langit. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah) bagi setiap hamba yang kembali (kepada-Nya).

  10. 10

    ۞ وَلَقَدْ ءَاتَيْنَا دَاوُۥدَ مِنَّا فَضْلًا ۖ يَـٰجِبَالُ أَوِّبِى مَعَهُۥ وَٱلطَّيْرَ ۖ وَأَلَنَّا لَهُ ٱلْحَدِيدَ

    Wa-laq̣ad ʹaataynaa Daawooda minnaa Faḍlaa: yaa-Jibaalu ʹawwibee maʻahoo waṭṭayr! Wa-ʹalannaa lahul ḥadeed:―

    Dan sungguh, telah Kami berikan kepada Dawud karunia dari Kami. (Kami berfirman), "Wahai gunung-gunung dan burung-burung! Bertasbihlah berulang-ulang bersama Dawud," dan Kami telah melunakkan besi untuknya,

  11. 11

    أَنِ ٱعْمَلْ سَـٰبِغَـٰتٍ وَقَدِّرْ فِى ٱلسَّرْدِ ۖ وَٱعْمَلُوا۟ صَـٰلِحًا ۖ إِنِّى بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

    ʹAniʻ mal saabig̣aatiñw waq̣addir fis sardi waʻmaloo ṣaaliḥaa; ʹinnee bimaa taʻmaloona Baṣeer.

    (yaitu) buatlah baju besi yang besar-besar dan ukurlah anyamannya; dan kerjakanlah kebajikan. Sungguh, Aku Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

  12. 12

    وَلِسُلَيْمَـٰنَ ٱلرِّيحَ غُدُوُّهَا شَهْرٌ وَرَوَاحُهَا شَهْرٌ ۖ وَأَسَلْنَا لَهُۥ عَيْنَ ٱلْقِطْرِ ۖ وَمِنَ ٱلْجِنِّ مَن يَعْمَلُ بَيْنَ يَدَيْهِ بِإِذْنِ رَبِّهِۦ ۖ وَمَن يَزِغْ مِنْهُمْ عَنْ أَمْرِنَا نُذِقْهُ مِنْ عَذَابِ ٱلسَّعِيرِ

    Wa-li-Sulaymaanar reeḥa g̣uduwwuhaa shahruñw warawaaḥuhaa shahr. Wa-ʹasalnaa lahoo ʻaynal q̣iṭr; wa-minal jinni mañy yaʻmalu bayna yadayhi biʹiẓni Rabbih. Wa-mañy yazig̣ minhum ʻan ʹamrinaa nuẓiq̣hu min ʻAẓaabis saʻeer.

    Dan Kami (tundukkan) angin bagi Sulaiman, yang perjalanannya pada waktu pagi sama dengan perjalanan sebulan dan perjalanannya pada waktu sore sama dengan perjalanan sebulan (pula) dan Kami alirkan cairan tembaga baginya. Dan sebagian dari jin ada yang bekerja di hadapannya (di bawah kekuasaannya) dengan izin Tuhannya. Dan siapa yang menyimpang di antara mereka dari perintah Kami, Kami rasakan kepadanya azab neraka yang apinya menyala-nyala.

  13. 13

    يَعْمَلُونَ لَهُۥ مَا يَشَآءُ مِن مَّحَـٰرِيبَ وَتَمَـٰثِيلَ وَجِفَانٍ كَٱلْجَوَابِ وَقُدُورٍ رَّاسِيَـٰتٍ ۚ ٱعْمَلُوٓا۟ ءَالَ دَاوُۥدَ شُكْرًا ۚ وَقَلِيلٌ مِّنْ عِبَادِىَ ٱلشَّكُورُ

    Yaʻmaloona lahoo maa- yashaaaʹu mim maḥaareeba wa-tamaas̤eela wa-jifaaniñ kaljawaabi wa-q̣udoorir raasiyaat. ʹIʻmalooo ʹAala Daawooda shukraa! Wa-q̣aleelum min ʻibaadiyash shakoor!

    Mereka (para jin itu) bekerja untuk Sulaiman sesuai dengan apa yang dikehendakinya, di antaranya (membuat) gedung-gedung yang tinggi, patung-patung, piring-piring yang (besarnya) seperti kolam dan periuk-periuk yang tetap (berada di atas tungku). Bekerjalah wahai keluarga Dawud untuk bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang bersyukur.

  14. 14

    فَلَمَّا قَضَيْنَا عَلَيْهِ ٱلْمَوْتَ مَا دَلَّهُمْ عَلَىٰ مَوْتِهِۦٓ إِلَّا دَآبَّةُ ٱلْأَرْضِ تَأْكُلُ مِنسَأَتَهُۥ ۖ فَلَمَّا خَرَّ تَبَيَّنَتِ ٱلْجِنُّ أَن لَّوْ كَانُوا۟ يَعْلَمُونَ ٱلْغَيْبَ مَا لَبِثُوا۟ فِى ٱلْعَذَابِ ٱلْمُهِينِ

    Falammaa q̣aḍaynaa ʻalayhil mawta maa- dallahum ʻalaa mawtiheee ʹillaa daaabbatul ʹarḍi taʹkulu miñsaʹatah: falammaa kharra tabayyanatil Jinnu ʹal law kaanoo yaʻlamoonal g̣ayba maa- labis̤oo fil ʻaẓaabil muheen.

    Maka ketika Kami telah menetapkan kematian atasnya (Sulaiman), tidak ada yang menunjukkan kepada mereka kematiannya itu kecuali rayap yang memakan tongkatnya. Maka ketika dia telah tersungkur, tahulah jin itu bahwa sekiranya mereka mengetahui hal yang gaib tentu mereka tidak menetap dalam siksa yang menghinakan.

  15. 15

    لَقَدْ كَانَ لِسَبَإٍ فِى مَسْكَنِهِمْ ءَايَةٌ ۖ جَنَّتَانِ عَن يَمِينٍ وَشِمَالٍ ۖ كُلُوا۟ مِن رِّزْقِ رَبِّكُمْ وَٱشْكُرُوا۟ لَهُۥ ۚ بَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَرَبٌّ غَفُورٌ

    Laq̣ad kaana li-Sabaʹiñ fee maskanihim ʹAayah: Jannataani ʻañy yameeniiñw washimaal. Kuloo mir Rizq̣i Rabbikum washkuroo lah: Baldatuñ ṭayyibatuñw wa-Rabbun G̣afoor!

    Sungguh, bagi kaum Saba` ada tanda (kebesaran Tuhan) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebeleh kiri, (kepada mereka dikatakan), "Makanlah olehmu dari rezeki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik (nyaman) sedang (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun."

  16. 16

    فَأَعْرَضُوا۟ فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ سَيْلَ ٱلْعَرِمِ وَبَدَّلْنَـٰهُم بِجَنَّتَيْهِمْ جَنَّتَيْنِ ذَوَاتَىْ أُكُلٍ خَمْطٍ وَأَثْلٍ وَشَىْءٍ مِّن سِدْرٍ قَلِيلٍ

    Faʹaʻraḍoo faʹarsalnaa ʻalayhim saylal ʻArimi wa-baddalnaahum̃ bijannatayhim jannatayni ẓawaatay ʹukulin khamṭiñw waʹas̤liñw washayʹim miñ sidriñ q̣aleel.

    Tetapi mereka berpaling, maka Kami kirim kepada mereka banjir yang besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Aṡl dan sedikit pohon Sidr.

  17. 17

    ذَٰلِكَ جَزَيْنَـٰهُم بِمَا كَفَرُوا۟ ۖ وَهَلْ نُجَـٰزِىٓ إِلَّا ٱلْكَفُورَ

    Ẓaalika jazaynaahum̃ bimaa kafaroo: wa-hal nujaazeee ʹillal kafoor.

    Demikianlah Kami memberi balasan kepada mereka karena kekafiran mereka. Dan Kami tidak menjatuhkan azab (yang demikian itu), melainkan hanya kepada orang-orang yang sangat kafir.

  18. 18

    وَجَعَلْنَا بَيْنَهُمْ وَبَيْنَ ٱلْقُرَى ٱلَّتِى بَـٰرَكْنَا فِيهَا قُرًى ظَـٰهِرَةً وَقَدَّرْنَا فِيهَا ٱلسَّيْرَ ۖ سِيرُوا۟ فِيهَا لَيَالِىَ وَأَيَّامًا ءَامِنِينَ

    Wa-jaʻalnaa baynahum wa-baynal Q̣ural latee baaraknaa feehaa q̣urañ z̤̣aahiratañw waq̣addarnaa feehas sayr: seeroo feehaa layaaliya wa-ʹayyaaman ʹaamineen.

    Dan Kami jadikan antara mereka (penduduk Saba`) dan negeri-negeri yang Kami berkahi (Syam), beberapa negeri yang berdekatan dan Kami tetapkan antara negeri-negeri itu (jarak-jarak) perjalanan. Berjalanlah kamu di negeri-negeri itu pada malam dan siang hari dengan aman.

  19. 19

    فَقَالُوا۟ رَبَّنَا بَـٰعِدْ بَيْنَ أَسْفَارِنَا وَظَلَمُوٓا۟ أَنفُسَهُمْ فَجَعَلْنَـٰهُمْ أَحَادِيثَ وَمَزَّقْنَـٰهُمْ كُلَّ مُمَزَّقٍ ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَـَٔايَـٰتٍ لِّكُلِّ صَبَّارٍ شَكُورٍ

    Faq̣aaloo Rabbanaa baaʻid bayna ʹasfaarinaa waz̤̣alamooo ʹañfusahum fajaʻalnaahum ʹaḥaadees̤a wa-mazzaq̣-naahum kulla mumazzaq̣. ʹInna fee ẓaalika laʹAayaatil likulli Ṣabbaariñ Shakoor.

    Maka mereka berkata, "Ya Tuhan kami, jauhkanlah jarak perjalanan kami," dan (berarti mereka) menzalimi diri mereka sendiri; maka Kami jadikan mereka bahan pembicaraan dan Kami hancurkan mereka sehancur-hancurnya. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi setiap orang yang sabar dan bersyukur.

  20. 20

    وَلَقَدْ صَدَّقَ عَلَيْهِمْ إِبْلِيسُ ظَنَّهُۥ فَٱتَّبَعُوهُ إِلَّا فَرِيقًا مِّنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ

    Wa-laq̣ad ṣaddaq̣a ʻalayhim ʹIbleesu z̤̣annahoo fattabaʻoohu ʹillaa fareeq̣am minal Muʹmineen.

    Dan sungguh, Iblis telah dapat meyakinkan terhadap mereka kebenaran sangkaannya, lalu mereka mengikutinya, kecuali sebagian dari orang-orang mukmin.

  21. 21

    وَمَا كَانَ لَهُۥ عَلَيْهِم مِّن سُلْطَـٰنٍ إِلَّا لِنَعْلَمَ مَن يُؤْمِنُ بِٱلْـَٔاخِرَةِ مِمَّنْ هُوَ مِنْهَا فِى شَكٍّ ۗ وَرَبُّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ حَفِيظٌ

    Wa-maa kaana lahoo ʻalayhim miñ sulṭaanin ʹillaa linaʻlama mañy yuʹminu bil-ʹAakhirati mimman huwa minhaa fee shakk: wa-Rabbuka ʻalaa kulli shayʹin Ḥafeez̤̣.

    Dan tidak ada kekuasaan (Iblis) terhadap mereka, melainkan hanya agar Kami dapat membedakan siapa yang beriman kepada adanya akhirat dan siapa yang ragu-ragu tentang (akhirat) itu. Dan Tuhanmu Maha Memelihara segala sesuatu.

  22. 22

    قُلِ ٱدْعُوا۟ ٱلَّذِينَ زَعَمْتُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ ۖ لَا يَمْلِكُونَ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَلَا فِى ٱلْأَرْضِ وَمَا لَهُمْ فِيهِمَا مِن شِرْكٍ وَمَا لَهُۥ مِنْهُم مِّن ظَهِيرٍ

    Q̣ulid ʻul laẓeena zaʻamtum miñ doonil laah: laa- yamlikoona mis̤q̣aala ẓarratiñ fis samaawaati wa-laa fil ʹarḍi wa-maa lahum feehimaa miñ shirkiñw wamaa lahoo minhum miñ z̤̣aheer.

    Katakanlah (Muhammad), "Serulah mereka yang kamu anggap (sebagai tuhan) selain Allah! Mereka tidak memiliki (kekuasaan) seberat zarah pun di langit dan di bumi, dan mereka sama sekali tidak mempunyai peran serta dalam (penciptaan) langit dan bumi, dan tidak ada di antara mereka yang menjadi pembantu bagi-Nya."

  23. 23

    وَلَا تَنفَعُ ٱلشَّفَـٰعَةُ عِندَهُۥٓ إِلَّا لِمَنْ أَذِنَ لَهُۥ ۚ حَتَّىٰٓ إِذَا فُزِّعَ عَن قُلُوبِهِمْ قَالُوا۟ مَاذَا قَالَ رَبُّكُمْ ۖ قَالُوا۟ ٱلْحَقَّ ۖ وَهُوَ ٱلْعَلِىُّ ٱلْكَبِيرُ

    Wa-laa tañfaʻush shafaaʻatu ʻiñdahooo ʹillaa liman ʹaẓina lah. Ḥattaaa ʹiẓaa fuzziʻa ʻañ q̣uloobihim q̣aaloo maaẓaa q̣aala Rabbukum? Q̣aalul Ḥaq̣q̣; wa-Huwal ʻAliyyul Kabeer.

    Dan syafaat (pertolongan) di sisi-Nya hanya berguna bagi orang yang telah diizinkan-Nya (memperoleh syafaat itu). Sehingga apabila telah dihilangkan ketakutan dari hati mereka, mereka berkata, "Apakah yang telah difirmankan oleh Tuhanmu?" Mereka menjawab, "(Perkataan) yang benar," dan Dialah Yang Mahatinggi, Mahabesar.

  24. 24

    ۞ قُلْ مَن يَرْزُقُكُم مِّنَ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۖ قُلِ ٱللَّهُ ۖ وَإِنَّآ أَوْ إِيَّاكُمْ لَعَلَىٰ هُدًى أَوْ فِى ضَلَـٰلٍ مُّبِينٍ

    Q̣ul mañy yarzuq̣ukum minas samaawaati wal-ʹarḍ? Q̣ulil laahu wa-ʹinnaaa ʹaw ʹiyyaakum laʻalaa hudan ʹaw fee ḍalaalim mubeen!

    Katakanlah (Muhammad), "Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan dari bumi?" Katakanlah, "Allah," dan sesungguhnya kami atau kamu (orang-orang musyrik), pasti berada dalam kebenaran atau dalam kesesatan yang nyata.

  25. 25

    قُل لَّا تُسْـَٔلُونَ عَمَّآ أَجْرَمْنَا وَلَا نُسْـَٔلُ عَمَّا تَعْمَلُونَ

    Q̣ul laa tusʹaloona ʻammaaa ajramnaa wa-laa nusʹalu ʻammaa taʻmaloon.

    Katakanlah, "Kamu tidak akan dimintai tanggung jawab atas apa yang kami kerjakan dan kami juga tidak akan dimintai tanggung jawab atas apa yang kamu kerjakan."

  26. 26

    قُلْ يَجْمَعُ بَيْنَنَا رَبُّنَا ثُمَّ يَفْتَحُ بَيْنَنَا بِٱلْحَقِّ وَهُوَ ٱلْفَتَّاحُ ٱلْعَلِيمُ

    Q̣ul yajmaʻu baynanaa Rabbunaa s̤umma yaftaḥu baynanaa bilḥaq̣q̣: wa-Huwal Fattaaḥul ʻAleem.

    Katakanlah, "Tuhan kita akan mengumpulkan kita semua, kemudian Dia memberi keputusan antara kita dengan benar. Dan Dia Yang Maha Pemberi keputusan, Maha Mengetahui."

  27. 27

    قُلْ أَرُونِىَ ٱلَّذِينَ أَلْحَقْتُم بِهِۦ شُرَكَآءَ ۖ كَلَّا ۚ بَلْ هُوَ ٱللَّهُ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ

    Q̣ul ʹarooniyal laẓeena ʹalḥaq̣tum̃ bihee shurakaaaʹa kallaa. Bal Huwal laahul ʻAzeezul Ḥakeem.

    Katakanlah, "Perlihatkanlah kepadaku sembahan-sembahan yang kamu hubungkan dengan Dia sebagai sekutu-sekutu(-Nya), tidak mungkin! Sebenarnya Dialah Allah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana."

  28. 28

    وَمَآ أَرْسَلْنَـٰكَ إِلَّا كَآفَّةً لِّلنَّاسِ بَشِيرًا وَنَذِيرًا وَلَـٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

    Wa-maaa ʹarsalnaaka ʹillaa kaaaffatal linnaasi basheerañw wanaẓeerañw walaakinna ʹaks̤aran naasi laa- yaʻlamoon.

    Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad), melainkan kepada semua umat manusia sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.

  29. 29

    وَيَقُولُونَ مَتَىٰ هَـٰذَا ٱلْوَعْدُ إِن كُنتُمْ صَـٰدِقِينَ

    Wa-yaq̣ooloona mataa haaẓal waʻdu ʹiñ kuñtum ṣaadiq̣een?

    Dan mereka berkata, "Kapankah (datangnya) janji ini, jika kamu orang yang benar?"

  30. 30

    قُل لَّكُم مِّيعَادُ يَوْمٍ لَّا تَسْتَـْٔخِرُونَ عَنْهُ سَاعَةً وَلَا تَسْتَقْدِمُونَ

    Q̣ul lakum meeʻaadu Yawmil laa tastaʹkhiroona ʻanhu saaʻatañw walaa tastaq̣dimoon.

    Katakanlah, "Bagimu ada hari yang telah dijanjikan (hari Kiamat), kamu tidak dapat meminta penundaan atau percepatannya sesaat pun."

  31. 31

    وَقَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ لَن نُّؤْمِنَ بِهَـٰذَا ٱلْقُرْءَانِ وَلَا بِٱلَّذِى بَيْنَ يَدَيْهِ ۗ وَلَوْ تَرَىٰٓ إِذِ ٱلظَّـٰلِمُونَ مَوْقُوفُونَ عِندَ رَبِّهِمْ يَرْجِعُ بَعْضُهُمْ إِلَىٰ بَعْضٍ ٱلْقَوْلَ يَقُولُ ٱلَّذِينَ ٱسْتُضْعِفُوا۟ لِلَّذِينَ ٱسْتَكْبَرُوا۟ لَوْلَآ أَنتُمْ لَكُنَّا مُؤْمِنِينَ

    Wa-q̣aalal laẓeena kafaroo lan nuʹmina bihaaẓal Q̣urʹaani wa-laa billaẓee bayna yadayh. Wa-law taraaa ʹiẓiz̤̣ z̤̣aalimoona mawq̣oofoona ʻiñda Rabbihim yarjiʻu baʻḍuhum ʹilaa baʻḍinil q̣awl. Yaq̣oolul laẓeenas tuḍʻifoo lillaẓeenas takbaroo law-laaa ʹañtum lakunnaa Muʹmineen!

    Dan orang-orang kafir berkata, "Kami tidak akan beriman kepada Al-Qur`an ini dan tidak (pula) kepada kitab yang sebelumnya." Dan (alangkah mengerikan) kalau kamu melihat ketika orang-orang yang zalim itu dihadapkan kepada Tuhannya, sebagian mereka mengembalikan perkataan kepada sebagian yang lain; orang-orang yang dianggap lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri, "Kalau tidaklah karena kamu tentulah kami menjadi orang-orang mukmin."

  32. 32

    قَالَ ٱلَّذِينَ ٱسْتَكْبَرُوا۟ لِلَّذِينَ ٱسْتُضْعِفُوٓا۟ أَنَحْنُ صَدَدْنَـٰكُمْ عَنِ ٱلْهُدَىٰ بَعْدَ إِذْ جَآءَكُم ۖ بَلْ كُنتُم مُّجْرِمِينَ

    Q̣aalal laẓeenas takbaroo lillaẓeenas tuḍʻifooo ʹanaḥnu ṣadadnaakum ʻanil Hudaa baʻda ʹiẓ jaaaʹakum bal kuñtum mujrimeen.

    Orang-orang yang menyombongkan diri berkata kepada orang-orang yang dianggap lemah, "Kamikah yang telah menghalangimu untuk memperoleh petunjuk setelah petunjuk itu datang kepadamu? (Tidak!) Sebenarnya kamu sendirilah orang-orang yang berbuat dosa."

  33. 33

    وَقَالَ ٱلَّذِينَ ٱسْتُضْعِفُوا۟ لِلَّذِينَ ٱسْتَكْبَرُوا۟ بَلْ مَكْرُ ٱلَّيْلِ وَٱلنَّهَارِ إِذْ تَأْمُرُونَنَآ أَن نَّكْفُرَ بِٱللَّهِ وَنَجْعَلَ لَهُۥٓ أَندَادًا ۚ وَأَسَرُّوا۟ ٱلنَّدَامَةَ لَمَّا رَأَوُا۟ ٱلْعَذَابَ وَجَعَلْنَا ٱلْأَغْلَـٰلَ فِىٓ أَعْنَاقِ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ ۚ هَلْ يُجْزَوْنَ إِلَّا مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ

    Wa-q̣aalal laẓeenas tuḍʻifoo lillaẓeenas takbaroo bal makrul layli wannahaari ʹiẓ taʹmuroonanaaa ʹan nakfura billaahi wa-najʻala lahooo ʹañdaadaa! Wa-ʹasarrun nadaamata lammaa raʹawul ʻAẓaab. Wa-jaʻalnal ʹag̣laala feee ʹaʻnaaq̣il laẓeena kafaroo: hal yujzawna ʹillaa maa- kaanoo yaʻmaloon.

    Dan orang-orang yang dianggap lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri, "(Tidak!) Sebenarnya tipu daya(mu) pada waktu malam dan siang (yang menghalangi kami), ketika kamu menyeru kami agar kami kafir kepada Allah dan menjadikan sekutu-sekutu bagi-Nya." Mereka menyatakan penyesalan ketika mereka melihat azab. Dan Kami pasangkan belenggu di leher orang-orang yang kafir. Mereka tidak dibalas melainkan sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.

  34. 34

    وَمَآ أَرْسَلْنَا فِى قَرْيَةٍ مِّن نَّذِيرٍ إِلَّا قَالَ مُتْرَفُوهَآ إِنَّا بِمَآ أُرْسِلْتُم بِهِۦ كَـٰفِرُونَ

    Wa-maaa ʹarsalnaa fee q̣aryatim min Naẓeerin ʹillaa q̣aala mutrafoohaaa ʹinnaa bimaaa ʹursiltum̃ bihee kaafiroon.

    Dan setiap Kami mengutus seorang pemberi peringatan kepada suatu negeri, orang-orang yang hidup mewah (di negeri itu) berkata, "Kami benar-benar mengingkari apa yang kamu sampaikan sebagai utusan."

  35. 35

    وَقَالُوا۟ نَحْنُ أَكْثَرُ أَمْوَٰلًا وَأَوْلَـٰدًا وَمَا نَحْنُ بِمُعَذَّبِينَ

    Wa-q̣aaloo naḥnu ʹaks̤aru ʹawlaadañw waʹamwaalañw wamaa naḥnu bimuʻaẓẓabeen.

    Dan mereka berkata, "Kami memiliki lebih banyak harta dan anak-anak (daripada kamu) dan kami tidak akan diazab."

  36. 36

    قُلْ إِنَّ رَبِّى يَبْسُطُ ٱلرِّزْقَ لِمَن يَشَآءُ وَيَقْدِرُ وَلَـٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

    Q̣ul ʹinna Rabbee yabsuṭur Rizq̣a limañy yashaaaʹu wa-yaq̣diru wa-laakinna ʹaks̤aran naasi laa- yaʻlamoon.

    Katakanlah, "Sungguh, Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dan membatasinya (bagi siapa yang Dia kehendaki), tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui."

  37. 37

    وَمَآ أَمْوَٰلُكُمْ وَلَآ أَوْلَـٰدُكُم بِٱلَّتِى تُقَرِّبُكُمْ عِندَنَا زُلْفَىٰٓ إِلَّا مَنْ ءَامَنَ وَعَمِلَ صَـٰلِحًا فَأُو۟لَـٰٓئِكَ لَهُمْ جَزَآءُ ٱلضِّعْفِ بِمَا عَمِلُوا۟ وَهُمْ فِى ٱلْغُرُفَـٰتِ ءَامِنُونَ

    Wa-maaa ʹamwaalukum wa-laaa ʹawlaadukum billatee tuq̣arribukum ʻiñdanaa zulfaaa ʹillaa man ʹaamana wa-ʻamila ṣaaliḥaa. Faʹulaaaʹika lahum Jazaaaʹuḍ ḍiʻfi bimaa ʻamiloo wa-hum fil g̣urufaati ʹaaminoon!

    Dan bukanlah harta dan anak-anakmu yang mendekatkan kamu kepada Kami; melainkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka itulah yang memperoleh balasan yang berlipat ganda atas apa yang telah mereka kerjakan; dan mereka aman sentosa di tempat-tempat yang tinggi (dalam surga).

  38. 38

    وَٱلَّذِينَ يَسْعَوْنَ فِىٓ ءَايَـٰتِنَا مُعَـٰجِزِينَ أُو۟لَـٰٓئِكَ فِى ٱلْعَذَابِ مُحْضَرُونَ

    Wallaẓeena yasʻawna feee ʹAayaatinaa muʻaajizeena ʹulaaaʹika fil ʻAẓaabi muḥḍaroon.

    Dan orang-orang yang berusaha menentang ayat-ayat Kami melemahkan (menggagalkan azab Kami), mereka itu dimasukkan ke dalam azab.

  39. 39

    قُلْ إِنَّ رَبِّى يَبْسُطُ ٱلرِّزْقَ لِمَن يَشَآءُ مِنْ عِبَادِهِۦ وَيَقْدِرُ لَهُۥ ۚ وَمَآ أَنفَقْتُم مِّن شَىْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُۥ ۖ وَهُوَ خَيْرُ ٱلرَّٰزِقِينَ

    Q̣ul ʹinna Rabbee yabsuṭur Rizq̣a limañy yashaaaʹu min ʻibaadihee wa-yaq̣diru lah. Wa-maaa ʹañfaq̣tum miñ shayʹiñ fa-Huwa yukhlifuh: wa-Huwa Khayrur Raaziq̣een.

    Katakanlah, "Sungguh, Tuhanku melapangkan rezeki dan membatasinya bagi siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya." Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dialah pemberi rezeki yang terbaik.

  40. 40

    وَيَوْمَ يَحْشُرُهُمْ جَمِيعًا ثُمَّ يَقُولُ لِلْمَلَـٰٓئِكَةِ أَهَـٰٓؤُلَآءِ إِيَّاكُمْ كَانُوا۟ يَعْبُدُونَ

    Wa-Yawma yaḥshuruhum jameeʻañ s̤umma yaq̣oolu lilmalaaaʹikati ʹa-haaaʹulaaaʹi ʹiyyaakum kaanoo yaʻbudoon?

    Dan (ingatlah) pada hari (ketika) Allah mengumpulkan mereka semuanya kemudian Dia berfirman kepada para malaikat, "Apakah kepadamu mereka ini dahulu menyembah?"

  41. 41

    قَالُوا۟ سُبْحَـٰنَكَ أَنتَ وَلِيُّنَا مِن دُونِهِم ۖ بَلْ كَانُوا۟ يَعْبُدُونَ ٱلْجِنَّ ۖ أَكْثَرُهُم بِهِم مُّؤْمِنُونَ

    Q̣aaloo Subḥaanaka ʹAñta Waliyyunaa miñ doonihim. Bal kaanoo yaʻbudoonal Jinn: ʹaks̤aruhum̃ bihim Muʹminoon.

    Para malaikat itu menjawab, "Mahasuci Engkau. Engkaulah pelindung kami, bukan mereka; bahkan mereka telah menyembah jin; kebanyakan mereka beriman kepada jin."

  42. 42

    فَٱلْيَوْمَ لَا يَمْلِكُ بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ نَّفْعًا وَلَا ضَرًّا وَنَقُولُ لِلَّذِينَ ظَلَمُوا۟ ذُوقُوا۟ عَذَابَ ٱلنَّارِ ٱلَّتِى كُنتُم بِهَا تُكَذِّبُونَ

    Fal-Yawma laa- yamliku baʻḍukum libaʻḍin nafʻañw walaa ḍarraa: wa-naq̣oolu lil-laẓeena z̤̣alamoo ẓooq̣oo ʻAẓaaban Naaril latee kuñtum̃ bihaa tukaẓẓiboon!

    Maka pada hari ini sebagian kamu tidak kuasa (mendatangkan) manfaat maupun (menolak) mudarat kepada sebagian yang lain. Dan Kami katakan kepada orang-orang yang zalim, "Rasakanlah olehmu azab neraka yang dahulu kamu dustakan."

  43. 43

    وَإِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ ءَايَـٰتُنَا بَيِّنَـٰتٍ قَالُوا۟ مَا هَـٰذَآ إِلَّا رَجُلٌ يُرِيدُ أَن يَصُدَّكُمْ عَمَّا كَانَ يَعْبُدُ ءَابَآؤُكُمْ وَقَالُوا۟ مَا هَـٰذَآ إِلَّآ إِفْكٌ مُّفْتَرًى ۚ وَقَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ لِلْحَقِّ لَمَّا جَآءَهُمْ إِنْ هَـٰذَآ إِلَّا سِحْرٌ مُّبِينٌ

    Wa-ʹiẓaa tutlaa ʻalayhim ʹAayaatunaa Bayyinaatiñ q̣aaloo maa- haaẓaaa ʹillaa rajuluñy yureedu ʹañy yaṣuddakum ʻammaa kaana yaʻbudu ʹaabaaaʹukum. Wa-q̣aaloo maa- haaẓaaa ʹillaaa ʹifkum muftaraa! Wa-q̣aalal laẓeena kafaroo lil-Ḥaq̣q̣i lammaa jaaaʹahum ʹin haaẓaaa ʹillaa siḥrum mubeen!

    Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami yang terang, mereka berkata, "Orang ini tidak lain hanya ingin menghalang-halangi kamu dari apa yang disembah oleh nenek moyangmu," dan mereka berkata, "(Al-Qur`an) ini tidak lain hanyalah kebohongan yang diada-adakan saja." Dan orang-orang kafir berkata terhadap kebenaran ketika kebenaran (Al-Qur`an) itu datang kepada mereka, "Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata."

  44. 44

    وَمَآ ءَاتَيْنَـٰهُم مِّن كُتُبٍ يَدْرُسُونَهَا ۖ وَمَآ أَرْسَلْنَآ إِلَيْهِمْ قَبْلَكَ مِن نَّذِيرٍ

    Wa-maaa ʹaataynaahum miñ Kutubiñy yadrusoonahaa wa-maaa ʹarsalnaaa ʹilayhim q̣ablaka min Naẓeer.

    Dan Kami tidak pernah memberikan kepada mereka kitab-kitab yang mereka baca dan Kami tidak pernah mengutus seorang pemberi peringatan kepada mereka sebelum engkau (Muhammad).

  45. 45

    وَكَذَّبَ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ وَمَا بَلَغُوا۟ مِعْشَارَ مَآ ءَاتَيْنَـٰهُمْ فَكَذَّبُوا۟ رُسُلِى ۖ فَكَيْفَ كَانَ نَكِيرِ

    Wa-kaẓẓabal laẓeena miñ q̣ablihim wa-maa balag̣oo miʻshaara maaa ʹaataynaahum fakaẓẓaboo rusulee: fakayfa kaana nakeer!

    Dan orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (para rasul) sedang orang-orang (kafir Mekkah) itu belum sampai menerima sepersepuluh dari apa yang telah Kami berikan kepada orang-orang terdahulu, namun mereka mendustakan para rasul-Ku. Maka (lihatlah) bagaimana dahsyatnya akibat kemurkaan-Ku.

  46. 46

    ۞ قُلْ إِنَّمَآ أَعِظُكُم بِوَٰحِدَةٍ ۖ أَن تَقُومُوا۟ لِلَّهِ مَثْنَىٰ وَفُرَٰدَىٰ ثُمَّ تَتَفَكَّرُوا۟ ۚ مَا بِصَاحِبِكُم مِّن جِنَّةٍ ۚ إِنْ هُوَ إِلَّا نَذِيرٌ لَّكُم بَيْنَ يَدَىْ عَذَابٍ شَدِيدٍ

    Q̣ul ʹinnamaaa ʹaʻiz̤̣ukum̃ biwaaḥidah: ʹañ taq̣oomoo lillaahi mas̤naa wa-furaadaa s̤umma tatafakkaroo: maa- bi-Ṣaaḥibikum miñ Jinnah: ʹin huwa ʹillaa Naẓeerul lakum̃ bayna yaday ʻAẓaabiñ shadeed.

    Katakanlah, "Aku hendak memperingatkan kepadamu satu hal saja, yaitu agar kamu menghadap Allah (dengan ikhlas) berdua-dua atau sendiri-sendiri; kemudian agar kamu pikirkan (tentang Muhammad). Kawanmu itu tidak gila sedikit pun. Dia tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan bagi kamu sebelum (menghadapi) azab yang keras."

  47. 47

    قُلْ مَا سَأَلْتُكُم مِّنْ أَجْرٍ فَهُوَ لَكُمْ ۖ إِنْ أَجْرِىَ إِلَّا عَلَى ٱللَّهِ ۖ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ شَهِيدٌ

    Q̣ul maa- saʹaltukum min ʹajriñ fahuwa lakum: ʹin ʹajriya ʹillaa ʻalal laah: wa-Huwa ʻalaa kulli shayʹiñ Shaheed.

    Katakanlah (Muhammad), "Imbalan apa pun yang aku minta kepadamu, maka itu untuk kamu. Imbalanku hanyalah dari Allah, dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu."

  48. 48

    قُلْ إِنَّ رَبِّى يَقْذِفُ بِٱلْحَقِّ عَلَّـٰمُ ٱلْغُيُوبِ

    Q̣ul ʹinna Rabbee yaq̣ẓifu bil-Ḥaq̣q̣i ʻAllaamul g̣uyoob.

    Katakanlah, "Sesungguhnya Tuhanku mewahyukan kebenaran. Dia Maha Mengetahui segala yang gaib."

  49. 49

    قُلْ جَآءَ ٱلْحَقُّ وَمَا يُبْدِئُ ٱلْبَـٰطِلُ وَمَا يُعِيدُ

    Q̣ul jaaaʹal Ḥaq̣q̣u wa-maa yubdiʹul Baaṭilu wa-maa yuʻeed.

    Katakanlah, "Kebenaran telah datang dan yang batil itu tidak akan memulai dan tidak (pula) akan mengulangi."

  50. 50

    قُلْ إِن ضَلَلْتُ فَإِنَّمَآ أَضِلُّ عَلَىٰ نَفْسِى ۖ وَإِنِ ٱهْتَدَيْتُ فَبِمَا يُوحِىٓ إِلَىَّ رَبِّىٓ ۚ إِنَّهُۥ سَمِيعٌ قَرِيبٌ

    Q̣ul ʹiñ ḍalaltu faʹinnamaaa ʹaḍillu ʻalaa nafsee: waʹinih tadaytu fabimaa yooḥeee ʹilayya Rabbee: ʹinnahoo Sameeʻuñ Q̣areeb.

    Katakanlah, "Jika aku sesat maka sesungguhnya aku sesat untuk diriku sendiri; dan jika aku mendapat petunjuk maka itu disebabkan apa yang diwahyukan Tuhanku kepadaku. Sungguh, Dia Maha Mendengar, Mahadekat."

  51. 51

    وَلَوْ تَرَىٰٓ إِذْ فَزِعُوا۟ فَلَا فَوْتَ وَأُخِذُوا۟ مِن مَّكَانٍ قَرِيبٍ

    Wa-law taraaa ʹiẓ faziʻoo falaa fawta wa-ʹukhiẓoo mim makaaniñ q̣areeb,

    Dan (alangkah mengerikan) sekiranya engkau melihat mereka (orang-orang kafir) ketika terperanjat ketakutan (pada hari Kiamat); lalu mereka tidak dapat melepaskan diri, dan mereka ditangkap dari tempat yang dekat (untuk dibawa ke neraka).

  52. 52

    وَقَالُوٓا۟ ءَامَنَّا بِهِۦ وَأَنَّىٰ لَهُمُ ٱلتَّنَاوُشُ مِن مَّكَانٍۭ بَعِيدٍ

    Wa-q̣aalooo ʹaamannaa bih; wa-ʹannaa lahumut tanaawushu mim makaanim baʻeed,―

    Dan (ketika) mereka berkata, "Kami beriman kepada-Nya." Namun bagaimana mereka dapat mencapai (keimanan) dari tempat yang jauh?

  53. 53

    وَقَدْ كَفَرُوا۟ بِهِۦ مِن قَبْلُ ۖ وَيَقْذِفُونَ بِٱلْغَيْبِ مِن مَّكَانٍۭ بَعِيدٍ

    Wa-q̣ad kafaroo bihee miñ q̣ablu wa-yaq̣ẓifoona bilg̣aybi mim makaanim baʻeed?

    Dan sungguh, mereka telah mengingkari Allah sebelum itu; dan mereka mendustakan tentang yang gaib dari tempat yang jauh.

  54. 54

    وَحِيلَ بَيْنَهُمْ وَبَيْنَ مَا يَشْتَهُونَ كَمَا فُعِلَ بِأَشْيَاعِهِم مِّن قَبْلُ ۚ إِنَّهُمْ كَانُوا۟ فِى شَكٍّ مُّرِيبٍۭ

    Waḥeela baynahum wabayna maa- yashtahoona kamaa fuʻila biʹashyaaʻihim miñ q̣abl: ʹinnahum kaanoo fee shakkim mureeb.

    Dan diberi penghalang antara mereka dengan apa yang mereka inginkan sebagaimana yang dilakukan terhadap orang-orang yang sepaham dengan mereka yang terdahulu. Sesungguhnya mereka dahulu (di dunia) dalam keraguan yang mendalam.