-
1
حمٓ
Ḥaa-Meeem.
Ḥā Mīm.
-
2
وَٱلْكِتَـٰبِ ٱلْمُبِينِ
Wal-Kitaabil Mubeen,―
Demi Kitab (Al-Qur`an) yang jelas.
-
3
إِنَّا جَعَلْنَـٰهُ قُرْءَٰنًا عَرَبِيًّا لَّعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ
ʹInnaa jaʻalnaahu Q̣urʹaanan ʻArabiyyal laʻallakum taʻq̣iloon.
Kami menjadikan Al-Qur`an dalam bahasa Arab agar kamu mengerti.
-
4
وَإِنَّهُۥ فِىٓ أُمِّ ٱلْكِتَـٰبِ لَدَيْنَا لَعَلِىٌّ حَكِيمٌ
Wa-ʹinnahoo feee ʹUmmil Kitaabi ladaynaa laʻaliyyun Ḥakeem.
Dan sesungguhnya Al-Qur`an itu dalam ummul Kitāb (Lauḥ Maḥfūẓ) di sisi Kami, benar-benar (bernilai) tinggi dan penuh hikmah.
-
5
أَفَنَضْرِبُ عَنكُمُ ٱلذِّكْرَ صَفْحًا أَن كُنتُمْ قَوْمًا مُّسْرِفِينَ
ʹA-fanaḍribu ʻañkumuẓ Ẓikra ṣafḥan ʹañ kuñtum q̣awmam musrifeen?
Maka apakah Kami akan berhenti menurunkan ayat-ayat (sebagai peringatan) Al-Qur`an kepadamu, karena kamu kaum yang melampuai batas?
-
6
وَكَمْ أَرْسَلْنَا مِن نَّبِىٍّ فِى ٱلْأَوَّلِينَ
Wa-kam ʹarsalnaa min nabiyyiñ fil ʹawwaleen?
Dan betapa banyak nabi-nabi yang telah Kami utus kepada umat-umat yang terdahulu.
-
7
وَمَا يَأْتِيهِم مِّن نَّبِىٍّ إِلَّا كَانُوا۟ بِهِۦ يَسْتَهْزِءُونَ
Wa-maa yaʹteehim min nabiyyin ʹillaa kaanoo bihee yastahziʹoon.
Dan setiap kali seorang nabi datang kepada mereka, mereka selalu memperolok-olokkannya.
-
8
فَأَهْلَكْنَآ أَشَدَّ مِنْهُم بَطْشًا وَمَضَىٰ مَثَلُ ٱلْأَوَّلِينَ
Faʹahlaknaaa ʹashadda minhum̃ baṭshañw wamaḍaa Mas̤alul ʹawwaleen.
Karena itu, Kami binasakan orang-orang yang lebih besar kekuatannya di antara mereka dan telah berlalu contoh umat-umat terdahulu.
-
9
وَلَئِن سَأَلْتَهُم مَّنْ خَلَقَ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ لَيَقُولُنَّ خَلَقَهُنَّ ٱلْعَزِيزُ ٱلْعَلِيمُ
Wa-laʹiñ saʹaltahum man khalaq̣as samaawaati wal-ʹarḍa layaq̣oolunna khalaq̣ahunnal ʻAzeezul ʻAleem;―
Dan jika kamu tanyakan kepada mereka, "Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?" pastilah mereka akan menjawab, "Semuanya diciptakan oleh Yang Mahaperkasa, Maha Mengetahui."
-
10
ٱلَّذِى جَعَلَ لَكُمُ ٱلْأَرْضَ مَهْدًا وَجَعَلَ لَكُمْ فِيهَا سُبُلًا لَّعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ
ʹAllaẓee jaʻala lakumul ʹarḍa mahdañw wajaʻala lakum feehaa subulal laʻallakum tahtadoon;
Yang menjadikan bumi sebagai tempat menetap bagimu dan Dia menjadikan jalan-jalan di atas bumi untukmu agar kamu mendapat petunjuk.
-
11
وَٱلَّذِى نَزَّلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءًۢ بِقَدَرٍ فَأَنشَرْنَا بِهِۦ بَلْدَةً مَّيْتًا ۚ كَذَٰلِكَ تُخْرَجُونَ
Wallaẓee nazzala minas samaaaʹi maaaʹam biq̣adar;― faʹañsharnaa bihee baldatam maytaa; kaẓaalika tukhrajoon;―
Dan yang menurunkan air dari langit menurut ukuran (yang diperlukan), lalu dengan air itu Kami hidupkan negeri yang mati (tandus). Seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari kubur).
-
12
وَٱلَّذِى خَلَقَ ٱلْأَزْوَٰجَ كُلَّهَا وَجَعَلَ لَكُم مِّنَ ٱلْفُلْكِ وَٱلْأَنْعَـٰمِ مَا تَرْكَبُونَ
Wallaẓee khalaq̣al ʹazwaaja kullahaa wa-jaʻala lakum minal fulki wal-ʹanʻaami maa- tarkaboon.
Dan yang menciptakan semua berpasangan-pasangan, dan menjadikan kapal untukmu dan hewan ternak yang kamu tunggangi,
-
13
لِتَسْتَوُۥا۟ عَلَىٰ ظُهُورِهِۦ ثُمَّ تَذْكُرُوا۟ نِعْمَةَ رَبِّكُمْ إِذَا ٱسْتَوَيْتُمْ عَلَيْهِ وَتَقُولُوا۟ سُبْحَـٰنَ ٱلَّذِى سَخَّرَ لَنَا هَـٰذَا وَمَا كُنَّا لَهُۥ مُقْرِنِينَ
Litastawoo ʻalaa z̤̣uhoorihee s̤umma taẓkuroo niʻmata Rabbikum ʹiẓas tawaytum ʻalayhi wa-taq̣ooloo ʻʻSubḥaanal laẓee sakhkhara lanaa haaẓaa wa-maa kunnaa lahoo muq̣rineen.
agar kamu duduk di atas punggungnya kemudian kamu ingat nikmat Tuhanmu apabila kamu telah duduk di atasnya; dan agar kamu mengucapkan, "Mahasuci (Allah) yang telah menundukkan semua ini bagi kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya,
-
14
وَإِنَّآ إِلَىٰ رَبِّنَا لَمُنقَلِبُونَ
Wa-ʹinnaaa ʹilaa Rabbinaa lamuñq̣aliboon!ʹʹ
dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami."
-
15
وَجَعَلُوا۟ لَهُۥ مِنْ عِبَادِهِۦ جُزْءًا ۚ إِنَّ ٱلْإِنسَـٰنَ لَكَفُورٌ مُّبِينٌ
Wa-jaʻaloo lahoo min ʻibaadihee juzʹaa! ʹInnal ʹiñsaana lakafoorum mubeen!
Dan mereka menjadikan sebagian dari hamba-hamba-Nya sebagai bagian dari-Nya. Sungguh, manusia itu pengingkar (nikmat Tuhan) yang nyata.
-
16
أَمِ ٱتَّخَذَ مِمَّا يَخْلُقُ بَنَاتٍ وَأَصْفَىٰكُم بِٱلْبَنِينَ
ʹAmit takhaẓa mimmaa yakhluq̣u banaatiñw waʹaṣfaakum bilbaneen?
Pantaskah Dia mengambil anak perempuan dari yang diciptakan-Nya dan memberikan anak laki-laki kepadamu?
-
17
وَإِذَا بُشِّرَ أَحَدُهُم بِمَا ضَرَبَ لِلرَّحْمَـٰنِ مَثَلًا ظَلَّ وَجْهُهُۥ مُسْوَدًّا وَهُوَ كَظِيمٌ
Wa-ʹiẓaa bushshira ʹaḥaduhum̃ bimaa ḍaraba lir-Raḥmaani mas̤alañ z̤̣alla wajhuhoo muswaddañw wahuwa kaz̤̣eem!
Dan apabila salah seorang di antara mereka diberi kabar gembira dengan apa (kelahiran anak perempuan) yang dijadikan sebagai perumpamaan bagi (Allah) Yang Maha Pengasih, wajahnya menjadi hitam pekat karena menahan sedih (dan marah).
-
18
أَوَمَن يُنَشَّؤُا۟ فِى ٱلْحِلْيَةِ وَهُوَ فِى ٱلْخِصَامِ غَيْرُ مُبِينٍ
ʹA-wamañy yunashshaʹu fil ḥilyati wa-huwa fil khiṣaami g̣ayru mubeen?
Dan apakah patut (menjadi anak Allah) orang yang dibesarkan sebagai perhiasan sedang dia tidak mampu memberi alasan yang tegas dan jelas dalam pertengkaran.
-
19
وَجَعَلُوا۟ ٱلْمَلَـٰٓئِكَةَ ٱلَّذِينَ هُمْ عِبَـٰدُ ٱلرَّحْمَـٰنِ إِنَـٰثًا ۚ أَشَهِدُوا۟ خَلْقَهُمْ ۚ سَتُكْتَبُ شَهَـٰدَتُهُمْ وَيُسْـَٔلُونَ
Wa-jaʻalul malaaaʹikatal laẓeena hum ʻibaadur Raḥmaani ʹinaas̤aa. ʹA-shahidoo khalq̣ahum? Satuktabu shahaadatuhum wa-yusʹaloon!
Dan mereka menjadikan malaikat-malaikat hamba-hamba (Allah) Yang Maha Pengasih itu sebagai jenis perempuan. Apakah mereka menyaksikan penciptaan (malaikat-malaikat itu)? Kelak akan dituliskan kesaksian mereka dan akan dimintakan pertanggungjawaban.
-
20
وَقَالُوا۟ لَوْ شَآءَ ٱلرَّحْمَـٰنُ مَا عَبَدْنَـٰهُم ۗ مَّا لَهُم بِذَٰلِكَ مِنْ عِلْمٍ ۖ إِنْ هُمْ إِلَّا يَخْرُصُونَ
Wa-q̣aaloo law shaaaʹar Raḥmaanu Maa- ʻabadnaahum! maa- lahum̃ biẓaalika min ʻilm! ʹIn hum ʹillaa yakhruṣoon!
Dan mereka berkata, "Sekiranya (Allah) Yang Mahapengasih menghendaki, tentulah kami tidak menyembah mereka (malaikat)." Mereka tidak mempunyai ilmu sedikit pun tentang itu. Tidak lain mereka hanyalah menduga-duga belaka.
-
21
أَمْ ءَاتَيْنَـٰهُمْ كِتَـٰبًا مِّن قَبْلِهِۦ فَهُم بِهِۦ مُسْتَمْسِكُونَ
ʹAm ʹaataynaahum Kitaabam miñ q̣ablihee fahum̃ bihee mustamsikoon?
Atau apakah pernah Kami berikan suatu kitab kepada mereka sebelumnya, lalu mereka berpegang (pada kitab itu)?
-
22
بَلْ قَالُوٓا۟ إِنَّا وَجَدْنَآ ءَابَآءَنَا عَلَىٰٓ أُمَّةٍ وَإِنَّا عَلَىٰٓ ءَاثَـٰرِهِم مُّهْتَدُونَ
Bal q̣aalooo ʹinnaa wajadnaaa ʹaabaaaʹanaa ʻalaaa ʹummatiñw Waʹinnaa ʻalaaa ʹaas̤aarihim muhtadoon.
Bahkan mereka berkata, "Sesungguhnya kami mendapati nenek moyang kami menganut suatu agama, dan kami mendapat petunjuk untuk mengikuti jejak mereka."
-
23
وَكَذَٰلِكَ مَآ أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ فِى قَرْيَةٍ مِّن نَّذِيرٍ إِلَّا قَالَ مُتْرَفُوهَآ إِنَّا وَجَدْنَآ ءَابَآءَنَا عَلَىٰٓ أُمَّةٍ وَإِنَّا عَلَىٰٓ ءَاثَـٰرِهِم مُّقْتَدُونَ
Wa-kaẓaalika maaa ʹarsalnaa miñ q̣ablika fee q̣aryatim min Naẓeerin ʹillaa q̣aala mutrafoohaaa ʹinnaa wajadnaaa ʹaabaaaʹanaa ʻalaaa ʹummatiñw waʹinnaa ʻalaaa ʹaas̤aarihim muq̣tadoon.
Dan demikian juga ketika Kami mengutus seorang pemberi peringatan sebelum engkau (Muhammad) dalam suatu negeri, orang-orang yang hidup mewah (di negeri itu) selalu berkata, "Sesungguhnya kami mendapati nenek moyang kami menganut suatu (agama) dan sesungguhnya kami sekedar pengikut jejak-jejak mereka."
-
24
۞ قَـٰلَ أَوَلَوْ جِئْتُكُم بِأَهْدَىٰ مِمَّا وَجَدتُّمْ عَلَيْهِ ءَابَآءَكُمْ ۖ قَالُوٓا۟ إِنَّا بِمَآ أُرْسِلْتُم بِهِۦ كَـٰفِرُونَ
Q̣aala ʹa-wa law jiʹtukum̃ biʹahdaa mimmaa wajattum ʻalayhi ʹaabaaaʹakum? Q̣aalooo ʹinnaa bimaaa ʹursiltum̃ bihee kaafiroon.
(Rasul itu) berkata, "Apakah (kamu akan mengikutinya juga) sekalipun aku membawa untukmu (agama) yang lebih baik daripada apa yang kamu peroleh dari (agama) yang dianut nenek moyangmu." Mereka menjawab, "Sesungguhnya kami mengingkari (agama) yang kamu diperintahkan untuk menyampaikannya."
-
25
فَٱنتَقَمْنَا مِنْهُمْ ۖ فَٱنظُرْ كَيْفَ كَانَ عَـٰقِبَةُ ٱلْمُكَذِّبِينَ
Fañtaq̣amnaa minhum fañz̤̣ur kayfa kaana ʻaaq̣ibatul mukaẓẓibeen!
Lalu Kami binasakan mereka, maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (kebenaran).
-
26
وَإِذْ قَالَ إِبْرَٰهِيمُ لِأَبِيهِ وَقَوْمِهِۦٓ إِنَّنِى بَرَآءٌ مِّمَّا تَعْبُدُونَ
Wa-ʹiẓ q̣aala ʹIbraaheemu liʹabeehi wa-q̣awmiheee ʹinnanee baraaaʹum mimmaa taʻbudoon:
Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata kepada ayahnya dan kaumnya, "Sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu sembah,
-
27
إِلَّا ٱلَّذِى فَطَرَنِى فَإِنَّهُۥ سَيَهْدِينِ
ʹIllal laẓee faṭaranee faʹinnahoo sayahdeen.
kecuali (kamu menyembah) Allah yang menciptakanku; karena sungguh, Dia akan memberi petunjuk kepadaku."
-
28
وَجَعَلَهَا كَلِمَةًۢ بَاقِيَةً فِى عَقِبِهِۦ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
Wa-jaʻalahaa Kalimatam baaq̣iyatañ fee ʻaq̣ibihee laʻallahum yarjiʻoon.
Dan (Ibrahim) menjadikan (kalimat tauhid) itu kalimat yang kekal pada keturunannya agar mereka kembali (kepada kalimat tauhid itu).
-
29
بَلْ مَتَّعْتُ هَـٰٓؤُلَآءِ وَءَابَآءَهُمْ حَتَّىٰ جَآءَهُمُ ٱلْحَقُّ وَرَسُولٌ مُّبِينٌ
Bal mattaʻtu haaaʹulaaaʹi wa-ʹaabaaaʹahum ḥattaa jaaaʹahumul Ḥaq̣q̣u wa-Rasoolum mubeen.
Bahkan Aku telah memberikan kenikmatan hidup kepada mereka dan nenek moyang mereka sampai kebenaran (Al-Qur`an) datang kepada mereka bersama seorang Rasul yang memberi penjelasan.
-
30
وَلَمَّا جَآءَهُمُ ٱلْحَقُّ قَالُوا۟ هَـٰذَا سِحْرٌ وَإِنَّا بِهِۦ كَـٰفِرُونَ
Wa-lammaa jaaaʹahumul Ḥaq̣q̣u q̣aaloo haaẓaa siḥruñw waʹinnaa bihee kaafiroon.
Tetapi ketika kebenaran (Al-Qur`an) itu datang kepada mereka, mereka berkata, "Ini adalah sihir, dan sesungguhnya kami mengingkarinya."
-
31
وَقَالُوا۟ لَوْلَا نُزِّلَ هَـٰذَا ٱلْقُرْءَانُ عَلَىٰ رَجُلٍ مِّنَ ٱلْقَرْيَتَيْنِ عَظِيمٍ
Waq̣aaloo Law-laa nuzzila haaẓal Q̣urʹaanu ʻalaa rajulim minal q̣aryatayni ʻaz̤̣eem?
Dan mereka (juga) berkata, "Mengapa Al-Qur`an ini tidak diturunkan kepada orang besar (kaya dan berpengaruh) dari salah satu dua negeri ini (Mekkah dan Taif)?"
-
32
أَهُمْ يَقْسِمُونَ رَحْمَتَ رَبِّكَ ۚ نَحْنُ قَسَمْنَا بَيْنَهُم مَّعِيشَتَهُمْ فِى ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ۚ وَرَفَعْنَا بَعْضَهُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجَـٰتٍ لِّيَتَّخِذَ بَعْضُهُم بَعْضًا سُخْرِيًّا ۗ وَرَحْمَتُ رَبِّكَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُونَ
ʹAhum yaq̣simoona Raḥmata Rabbik? Naḥnu q̣asamnaa baynahum maʻeeshatahum fil ḥayaatid dunyaa wa-rafaʻnaa baʻḍahum fawq̣a baʻḍiñ darajaatil liyattakhiẓa baʻḍuhum̃ baʻḍañ sukhriyyaa. Wa-Raḥmatu Rabbika khayrum mimmaa yajmaʻoon.
Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kamilah yang menentukan penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan Kami telah meninggikan sebagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat memanfaatkan sebagian yang lain. Dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.
-
33
وَلَوْلَآ أَن يَكُونَ ٱلنَّاسُ أُمَّةً وَٰحِدَةً لَّجَعَلْنَا لِمَن يَكْفُرُ بِٱلرَّحْمَـٰنِ لِبُيُوتِهِمْ سُقُفًا مِّن فِضَّةٍ وَمَعَارِجَ عَلَيْهَا يَظْهَرُونَ
Wa-lawlaaa ʹañy yakoonan naasu ʹummatañw waaḥidatal lajaʻalnaa limañy yakfuru bir-Raḥmaani libuyootihim suq̣ufam miñ fiḍḍatiñw wamaʻaarija ʻalayhaa yaz̤̣haroon,
Dan sekiranya bukan karena menghindarkan manusia menjadi umat yang satu (dalam kekafiran), pastilah sudah Kami buatkan bagi orang-orang yang kafir kepada (Allah) Yang Maha Pengasih, loteng-loteng rumah mereka dari perak, demikian pula tangga-tangga yang mereka naiki,
-
34
وَلِبُيُوتِهِمْ أَبْوَٰبًا وَسُرُرًا عَلَيْهَا يَتَّكِـُٔونَ
Wa-li-buyootihim ʹabwaabañw Wasururan ʻalayhaa yattakiʹoon,
dan (Kami buatkan pula) pintu-pintu (perak) bagi rumah-rumah mereka, dan (begitu pula) dipan-dipan tempat mereka bersandar,
-
35
وَزُخْرُفًا ۚ وَإِن كُلُّ ذَٰلِكَ لَمَّا مَتَـٰعُ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ۚ وَٱلْـَٔاخِرَةُ عِندَ رَبِّكَ لِلْمُتَّقِينَ
Wa-ZUKHRUFAA. Wa-ʹiñ kullu ẓaalika lammaa mataaʻul ḥayaatid dunyaa: wal-ʹAakhiratu ʻiñda Rabbika lil-Muttaq̣een.
dan (Kami buatkan pula) perhiasan-perhiasan dari emas. Dan semuanya itu tidak lain hanyalah kesenangan kehidupan dunia, sedangkan kehidupan akhirat di sisi Tuhanmu disediakan bagi orang-orang yang bertakwa.
-
36
وَمَن يَعْشُ عَن ذِكْرِ ٱلرَّحْمَـٰنِ نُقَيِّضْ لَهُۥ شَيْطَـٰنًا فَهُوَ لَهُۥ قَرِينٌ
Wa-mañy yaʻshu ʻañ ẓikrir Raḥmaani nuq̣ayyiḍ lahoo shayṭaanañ fahuwa lahoo q̣areen.
Dan barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Allah Yang Maha Pengasih (Al-Qur`an), Kami biarkan setan (menyesatkannya) dan menjadi teman karibnya.
-
37
وَإِنَّهُمْ لَيَصُدُّونَهُمْ عَنِ ٱلسَّبِيلِ وَيَحْسَبُونَ أَنَّهُم مُّهْتَدُونَ
Wa-ʹinnahum layaṣuddoonahum ʻanis sabeeli wa-yaḥsaboona ʹannahum muhtadoon!
Dan sungguh, mereka (setan-setan itu) benar-benar menghalang-halangi mereka dari jalan yang benar, sedang mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk.
-
38
حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءَنَا قَالَ يَـٰلَيْتَ بَيْنِى وَبَيْنَكَ بُعْدَ ٱلْمَشْرِقَيْنِ فَبِئْسَ ٱلْقَرِينُ
Ḥattaaa ʹiẓaa jaaaʹanaa q̣aala yaa-layta baynee wa-baynaka buʻdal Mashriq̣ayni fabiʹsal q̣areen!
Sehingga apabila orang–orang yang berpaling itu datang kepada Kami (pada hari Kiamat) dia berkata, "Wahai! Sekiranya (jarak) antara aku dan kamu seperti jarak antara timur dan barat! Memang (setan itu) teman yang paling jahat (bagi manusia)."
-
39
وَلَن يَنفَعَكُمُ ٱلْيَوْمَ إِذ ظَّلَمْتُمْ أَنَّكُمْ فِى ٱلْعَذَابِ مُشْتَرِكُونَ
Wa-lañy yañfaʻakumul yawma ʹiz̤̣ z̤̣alamtum ʹannakum fil ʻaẓaabi mushtarikoon!
Dan (harapanmu itu) sekali-kali tidak akan memberi manfaat kepadamu pada hari itu karena kamu telah menzalimi (dirimu sendiri). Sesungguhnya kamu pantas bersama-sama dalam azab itu.
-
40
أَفَأَنتَ تُسْمِعُ ٱلصُّمَّ أَوْ تَهْدِى ٱلْعُمْىَ وَمَن كَانَ فِى ضَلَـٰلٍ مُّبِينٍ
ʹA-faʹañta tusmiʻuṣ ṣumma ʹaw tahdil ʻumya wa-mañ kaana fee ḍalaalim mubeen?
Maka apakah engkau (Muhammad) dapat menjadikan orang yang tuli bisa mendengar, atau (dapatkah) engkau memberi petunjuk kepada orang yang buta (hatinya), dan kepada orang yang tetap dalam kesesatan yang nyata?
-
41
فَإِمَّا نَذْهَبَنَّ بِكَ فَإِنَّا مِنْهُم مُّنتَقِمُونَ
Faʹimmaa naẓhabanna bika faʹinnaa minhum muñtaq̣imoon,
Maka sungguh, sekiranya Kami mewafatkanmu (sebelum engkau mencapai kemenangan), maka sesungguhnya Kami akan tetap memberikan azab kepada mereka (di akhirat),
-
42
أَوْ نُرِيَنَّكَ ٱلَّذِى وَعَدْنَـٰهُمْ فَإِنَّا عَلَيْهِم مُّقْتَدِرُونَ
ʹAw nuriyannakal laẓee waʻadnaahum faʹinnaa ʻalayhim muq̣tadiroon.
atau Kami perlihatkan kepadamu (azab) yang telah Kami ancamkan kepada mereka. Maka sungguh, Kami berkuasa atas mereka.
-
43
فَٱسْتَمْسِكْ بِٱلَّذِىٓ أُوحِىَ إِلَيْكَ ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ صِرَٰطٍ مُّسْتَقِيمٍ
Fastamsik billaẓeee ʹooḥiya ʹilayk: ʹinnaka ʻalaa Ṣiraaṭim Mustaq̣eem.
Maka berpegang teguhlah engkau kepada (agama) yang telah diwahyukan kepadamu. Sungguh, engkau berada di jalan yang lurus.
-
44
وَإِنَّهُۥ لَذِكْرٌ لَّكَ وَلِقَوْمِكَ ۖ وَسَوْفَ تُسْـَٔلُونَ
Wa-ʹinnahoo la-Ẓikrul laka wa-liq̣awmik; wa-sawfa tusʹaloon.
Dan sungguh, Al-Qur`an itu benar-benar suatu peringatan bagimu dan bagi kaummu, dan kelak kamu akan diminta pertanggungjawaban.
-
45
وَسْـَٔلْ مَنْ أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ مِن رُّسُلِنَآ أَجَعَلْنَا مِن دُونِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ءَالِهَةً يُعْبَدُونَ
Wasʹal man ʹarsalnaa miñ q̣ablika mir rusulinaaa ʹajaʻalnaa miñ doonir Raḥmaani ʹaalihatañy yuʻbadoon?
Dan tanyakanlah (Muhammad) kepada rasul-rasul Kami yang telah Kami utus sebelum engkau, "Apakah Kami menentukan tuhan-tuhan selain (Allah) Yang Maha Pengasih untuk disembah?"
-
46
وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا مُوسَىٰ بِـَٔايَـٰتِنَآ إِلَىٰ فِرْعَوْنَ وَمَلَإِي۟هِۦ فَقَالَ إِنِّى رَسُولُ رَبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ
Wa-laq̣ad ʹarsalnaa Moosaa biʹAayaatinaaa ʹilaa Firʻawna wa-malaʹihee faq̣aala ʹinnee Rasoolu Rabbil ʻAalameen.
Dan sungguh, Kami telah mengutus Musa dengan membawa mukjizat-mukjizat Kami kepada Fir'aun dan pemuka-pemuka kaumnya. Maka dia (Musa) berkata, "Sesungguhnya aku adalah utusan dari Tuhan seluruh alam."
-
47
فَلَمَّا جَآءَهُم بِـَٔايَـٰتِنَآ إِذَا هُم مِّنْهَا يَضْحَكُونَ
Falammaa jaaaʹahum̃ biʹAayaatinaaa ʹiẓaa hum minhaa yaḍḥakoon.
Maka ketika dia (Musa) datang kepada mereka membawa mukjizat-mukjizat Kami, seketika itu mereka menertawakannya.
-
48
وَمَا نُرِيهِم مِّنْ ءَايَةٍ إِلَّا هِىَ أَكْبَرُ مِنْ أُخْتِهَا ۖ وَأَخَذْنَـٰهُم بِٱلْعَذَابِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
Wa-maa nureehim min ʹaayatin ʹillaa hiya ʹakbaru min ʹukhtihaa, wa-ʹakhaẓnaahum̃ bilʻaẓaabi laʻallahum yarjiʻoon.
Dan tidaklah Kami perlihatkan suatu mukjizat kepada mereka kecuali (mukjizat itu) lebih besar dari mukjizat-mukjizat (yang sebelumnya). Dan Kami timpakan kepada mereka azab agar mereka kembali (ke jalan yang benar).
-
49
وَقَالُوا۟ يَـٰٓأَيُّهَ ٱلسَّاحِرُ ٱدْعُ لَنَا رَبَّكَ بِمَا عَهِدَ عِندَكَ إِنَّنَا لَمُهْتَدُونَ
Wa-q̣aaloo yaaaʹayyuhas saaḥirud ʹu lanaa Rabbaka bimaa ʻahida ʻiñdak; ʹinnanaa lamuhtadoon.
Dan mereka berkata, "Wahai penyihir! Berdoalah kepada Tuhanmu untuk (melepaskan) kami sesuai dengan apa yang telah dijanjikan-Nya kepadamu; sesungguhnya kami (jika doamu dikabulkan) akan menjadi orang yang mendapat petunjuk."
-
50
فَلَمَّا كَشَفْنَا عَنْهُمُ ٱلْعَذَابَ إِذَا هُمْ يَنكُثُونَ
Falammaa kashafnaa ʻanhumul ʻaẓaaba ʹiẓaa hum yañkus̤oon.
Maka ketika Kami hilangkan azab itu dari mereka, seketika itu (juga) mereka ingkar janji.
-
51
وَنَادَىٰ فِرْعَوْنُ فِى قَوْمِهِۦ قَالَ يَـٰقَوْمِ أَلَيْسَ لِى مُلْكُ مِصْرَ وَهَـٰذِهِ ٱلْأَنْهَـٰرُ تَجْرِى مِن تَحْتِىٓ ۖ أَفَلَا تُبْصِرُونَ
Wa-naadaa Firʻawnu fee q̣awmihee q̣aala yaa-q̣awmi ʹalaysa lee mulku Miṣra wa-haaẓihil ʹanhaaru tajree miñ taḥtee? ʹAfalaa tubṣiroon?
Dan Firaun berseru kepada kaumnya (seraya) berkata, "Wahai kaumku! Bukankah kerajaan Mesir itu milikku dan (bukankah) sungai-sungai ini mengalir di bawahku; apakah kamu tidak melihat?
-
52
أَمْ أَنَا۠ خَيْرٌ مِّنْ هَـٰذَا ٱلَّذِى هُوَ مَهِينٌ وَلَا يَكَادُ يُبِينُ
ʹAm ʹana khayrum min haaẓal laẓee huwa maheenuñw walaa yakaadu yubeen?
Bukankah aku lebih baik dari orang (Musa) yang hina ini dan yang hampir tidak dapat menjelaskan (perkataannya)?
-
53
فَلَوْلَآ أُلْقِىَ عَلَيْهِ أَسْوِرَةٌ مِّن ذَهَبٍ أَوْ جَآءَ مَعَهُ ٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ مُقْتَرِنِينَ
Falawlaaa ʹulq̣iya ʻalayhi ʹaswiratum miñ ẓahabin ʹaw jaaaʹa maʻahul malaaaʹikatu muq̣tarineen?
Maka mengapa dia (Musa) tidak dipakaikan gelang dari emas, atau malaikat datang bersama-sama dia untuk mengiringkannya?"
-
54
فَٱسْتَخَفَّ قَوْمَهُۥ فَأَطَاعُوهُ ۚ إِنَّهُمْ كَانُوا۟ قَوْمًا فَـٰسِقِينَ
Fastakhaffa q̣awmahoo faʹaṭaaʻooh: ʹinnahum kaanoo q̣awmañ faasiq̣een.
Maka (Firaun) dengan perkataan itu telah mempengaruhi kaumnya, sehingga mereka patuh kepadanya. Sungguh, mereka adalah kaum yang fasik.
-
55
فَلَمَّآ ءَاسَفُونَا ٱنتَقَمْنَا مِنْهُمْ فَأَغْرَقْنَـٰهُمْ أَجْمَعِينَ
Falammaaa ʹaasafoonañ taq̣amnaa minhum faʹag̣raq̣naahum ʹajmaʻeen.
Maka ketika mereka membuat Kami murka, Kami hukum mereka, lalu Kami tenggelamkan mereka semuanya (di laut),
-
56
فَجَعَلْنَـٰهُمْ سَلَفًا وَمَثَلًا لِّلْـَٔاخِرِينَ
Fajaʻalnaahum Salafañw Wa-Mas̤alal lil-ʹaakhireen.
maka Kami jadikan mereka sebagai (kaum) terdahulu, dan pelajaran bagi orang-orang yang kemudian.
-
57
۞ وَلَمَّا ضُرِبَ ٱبْنُ مَرْيَمَ مَثَلًا إِذَا قَوْمُكَ مِنْهُ يَصِدُّونَ
Wa-lammaa ḍuribab nu Maryama mas̤alan ʹiẓaa q̣awmuka minhu yaṣiddoon!
Dan ketika putra Maryam (Isa) dijadikan perumpamaan, tiba-tiba kaummu (Suku Quraisy) bersorak karenanya.
-
58
وَقَالُوٓا۟ ءَأَـٰلِهَتُنَا خَيْرٌ أَمْ هُوَ ۚ مَا ضَرَبُوهُ لَكَ إِلَّا جَدَلًۢا ۚ بَلْ هُمْ قَوْمٌ خَصِمُونَ
Wa-q̣aalooo ʹa-ʹaalihatunaa khayrun ʹam hoo? Maa- ḍaraboohu laka ʹillaa jadalaa: bal hum q̣awmun khaṣimoon.
Dan mereka berkata, "Manakah yang lebih baik, tuhan-tuhan kami atau dia (Isa)?" Mereka tidak memberikan (perumpamaan itu) kepadamu melainkan dengan maksud membantah saja; sebenarnya mereka adalah kaum yang suka bertengkar.
-
59
إِنْ هُوَ إِلَّا عَبْدٌ أَنْعَمْنَا عَلَيْهِ وَجَعَلْنَـٰهُ مَثَلًا لِّبَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ
ʹIn huwa ʹillaa ʻabdun ʹanʻamnaa ʻalayhi wa-jaʻalnaahu mas̤alal li-Baneee ʹIsraaaʹeel.
Dia (Isa) tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan nikmat (kenabian) kepadanya, dan Kami jadikan dia sebagai contoh bagi Bani Israil.
-
60
وَلَوْ نَشَآءُ لَجَعَلْنَا مِنكُم مَّلَـٰٓئِكَةً فِى ٱلْأَرْضِ يَخْلُفُونَ
Wa-law nashaaaʹu lajaʻalnaa miñkum malaaaʹikatañ fil ʹarḍi yakhlufoon.
Dan sekiranya Kami menghendaki, niscaya ada di antara kamu yang Kami jadikan malaikat-malaikat (yang turun temurun) sebagai pengganti kamu di bumi.
-
61
وَإِنَّهُۥ لَعِلْمٌ لِّلسَّاعَةِ فَلَا تَمْتَرُنَّ بِهَا وَٱتَّبِعُونِ ۚ هَـٰذَا صِرَٰطٌ مُّسْتَقِيمٌ
Wa-ʹinnahoo laʻilmul lis-Saaʻati falaa tamtarunna bihaa wattabiʻoon: haaẓaa Ṣiraṭum Mustaq̣eem.
Dan sungguh, dia (Isa) benar-benar menjadi pertanda akan datangnya hari Kiamat. Karena itu, janganlah kamu ragu-ragu tentang (Kiamat) itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus.
-
62
وَلَا يَصُدَّنَّكُمُ ٱلشَّيْطَـٰنُ ۖ إِنَّهُۥ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ
Wa-laa yaṣuddannakumush Shayṭaan: ʹinnahoo lakum ʻaduwwum mubeen.
Dan janganlah kamu sekali-kali dipalingkan oleh setan; sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu.
-
63
وَلَمَّا جَآءَ عِيسَىٰ بِٱلْبَيِّنَـٰتِ قَالَ قَدْ جِئْتُكُم بِٱلْحِكْمَةِ وَلِأُبَيِّنَ لَكُم بَعْضَ ٱلَّذِى تَخْتَلِفُونَ فِيهِ ۖ فَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ
Wa-lammaa jaaaʹa ʻEesaa bil-Bayyinaati q̣aala q̣ad jiʹtukum̃ bil-Ḥikmati wa-liʹubayyina lakum baʻḍal laẓee takhtalifoona feeh: fattaq̣ul laaha wa-ʹaṭeeʻoon.
Dan ketika Isa datang membawa keterangan, dia berkata, "Sungguh, aku datang kepadamu dengan membawa hikmah, dan untuk menjelaskan kepadamu sebagian dari apa yang kamu perselisihkan; maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.
-
64
إِنَّ ٱللَّهَ هُوَ رَبِّى وَرَبُّكُمْ فَٱعْبُدُوهُ ۚ هَـٰذَا صِرَٰطٌ مُّسْتَقِيمٌ
ʹInnal laaha Huwa Rabbee wa-Rabbukum faʻbudooh: haaẓaa Ṣiraaṭum Mustaq̣eem.
Sungguh, Allah, Dia Tuhanku dan Tuhanmu, maka sembahlah Dia. Ini adalah jalan yang lurus."
-
65
فَٱخْتَلَفَ ٱلْأَحْزَابُ مِنۢ بَيْنِهِمْ ۖ فَوَيْلٌ لِّلَّذِينَ ظَلَمُوا۟ مِنْ عَذَابِ يَوْمٍ أَلِيمٍ
Fakhtalafal ʹaḥzaabu mim baynihim: fawaylul lil-laẓeena z̤̣alamoo min ʻaẓaabi Yawmin ʹAleem!
Tetapi golongan-golongan (yang ada) saling berselisih di antara mereka; maka celakalah orang-orang yang zalim karena azab pada hari yang pedih (Kiamat).
-
66
هَلْ يَنظُرُونَ إِلَّا ٱلسَّاعَةَ أَن تَأْتِيَهُم بَغْتَةً وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ
Hal yañz̤̣uroona ʹillas Saaʻata ʹañ taʹtiyahum̃ bag̣tatañw wahum laa- yashʻuroon?
Apakah mereka hanya menunggu saja kedatangan hari Kiamat yang datang kepada mereka secara mendadak, sedang mereka tidak menyadarinya?
-
67
ٱلْأَخِلَّآءُ يَوْمَئِذٍۭ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلَّا ٱلْمُتَّقِينَ
ʹAlʹakhillaaaʹu Yawmaʹizim baʻḍuhum libaʻḍin ʻaduwwun ʹillal Muttaq̣een.
Teman-teman karib pada hari itu saling bermusuhan satu sama lain, kecuali mereka yang bertakwa.
-
68
يَـٰعِبَادِ لَا خَوْفٌ عَلَيْكُمُ ٱلْيَوْمَ وَلَآ أَنتُمْ تَحْزَنُونَ
Yaa-ʻibaadi laa- khawfun ʻalaykumul Yawma wa-laaa ʹañtum taḥzanoon,―
"Wahai hamba-hamba-Ku! Tidak ada ketakutan bagimu pada hari itu, dan tidak pula kamu bersedih hati.
-
69
ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ بِـَٔايَـٰتِنَا وَكَانُوا۟ مُسْلِمِينَ
ʹAllaẓeena ʹaamanoo biʹAayaatinaa wa-kaanoo Muslimeen.
(Yaitu) orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami dan mereka berserah diri.
-
70
ٱدْخُلُوا۟ ٱلْجَنَّةَ أَنتُمْ وَأَزْوَٰجُكُمْ تُحْبَرُونَ
ʹUdkhulul Jannata ʹañtum wa-ʹazwaajukum tuḥbaroon.
Masuklah kamu ke dalam surga, kamu dan pasanganmu akan digembirakan."
-
71
يُطَافُ عَلَيْهِم بِصِحَافٍ مِّن ذَهَبٍ وَأَكْوَابٍ ۖ وَفِيهَا مَا تَشْتَهِيهِ ٱلْأَنفُسُ وَتَلَذُّ ٱلْأَعْيُنُ ۖ وَأَنتُمْ فِيهَا خَـٰلِدُونَ
Yuṭaafu ʻalayhim̃ biṣiḥaafim miñ ẓahabiñw waʹakwaab: wafeehaa maa- tashtaheehil ʹañfusu wa-talaẓẓul ʹaʻyun: wa-ʹañtum feehaa khaalidoon.
Kepada mereka diedarkan piring-piring dan gelas-gelas dari emas, dan di dalam surga itu terdapat apa yang diingini oleh hati dan segala yang sedap (dipandang) mata. Dan kamu kekal di dalamnya.
-
72
وَتِلْكَ ٱلْجَنَّةُ ٱلَّتِىٓ أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ
Wa-tilkal Jannatul lateee ʹooris̤tumoohaa bimaa kuñtum taʻmaloon.
Dan itulah surga yang diwariskan kepada kamu karena perbuatan yang telah kamu kerjakan.
-
73
لَكُمْ فِيهَا فَـٰكِهَةٌ كَثِيرَةٌ مِّنْهَا تَأْكُلُونَ
Lakum feeha faakihatuñ kas̤eeratum minhaa taʹkuloon.
Di dalam surga itu terdapat banyak buah-buahan untukmu yang sebagiannya kamu makan.
-
74
إِنَّ ٱلْمُجْرِمِينَ فِى عَذَابِ جَهَنَّمَ خَـٰلِدُونَ
ʹInnal mujrimeena fee ʻaẓaabi Jahannama khaalidoon.
Sungguh, orang-orang yang berdosa itu kekal di dalam azab neraka Jahanam.
-
75
لَا يُفَتَّرُ عَنْهُمْ وَهُمْ فِيهِ مُبْلِسُونَ
Laa- yufattaru ʻanhum wa-hum feehi mublisoon.
Tidak diringankan (azab) itu dari mereka, dan mereka berputus asa di dalamnya.
-
76
وَمَا ظَلَمْنَـٰهُمْ وَلَـٰكِن كَانُوا۟ هُمُ ٱلظَّـٰلِمِينَ
Wa-maa z̤̣alamnaahum wa-laakiñ kaanoo humuz̤̣ z̤̣aalimeen.
Dan tidaklah Kami menzalimi mereka, tetapi merekalah yang menzalimi diri mereka sendiri.
-
77
وَنَادَوْا۟ يَـٰمَـٰلِكُ لِيَقْضِ عَلَيْنَا رَبُّكَ ۖ قَالَ إِنَّكُم مَّـٰكِثُونَ
Wa-naadaw yaa-Maaliku liyaq̣ḍi ʻalaynaa Rabbuk! Q̣aala ʹinnakum maakis̤oon.
Dan mereka berseru, "Wahai (Malaikat) Malik! Biarlah Tuhanmu mematikan kami saja." Dia menjawab, "Sungguh, kamu akan tetap tinggal (di neraka ini)."
-
78
لَقَدْ جِئْنَـٰكُم بِٱلْحَقِّ وَلَـٰكِنَّ أَكْثَرَكُمْ لِلْحَقِّ كَـٰرِهُونَ
Laq̣ad jiʹnaakum̃ bil-Ḥaq̣q̣i wa-laakinna ʹaks̤arakum lil-Ḥaq̣q̣i kaarihoon.
Sungguh, Kami telah datang membawa kebenaran kepada kamu, tetapi kebanyakan di antara kamu benci pada kebenaran itu.
-
79
أَمْ أَبْرَمُوٓا۟ أَمْرًا فَإِنَّا مُبْرِمُونَ
ʹAm ʹabramooo ʹamrañ faʹinnaa mubrimoon.
Ataukah mereka telah merencanakan suatu tipu daya (jahat), maka sesungguhnya Kami telah berencana (mengatasi tipu daya mereka).
-
80
أَمْ يَحْسَبُونَ أَنَّا لَا نَسْمَعُ سِرَّهُمْ وَنَجْوَىٰهُم ۚ بَلَىٰ وَرُسُلُنَا لَدَيْهِمْ يَكْتُبُونَ
ʹAm yaḥsaboona ʹannaa laa- nasmaʻu sirrahum wa-najwaahum? Balaa wa-Rusulunaa ladayhim yaktuboon.
Ataukah mereka mengira bahwa Kami tidak mendengar rahasia dan bisikan-bisikan mereka? Sebenarnya (Kami mendengar), dan utusan-utusan Kami (malaikat) selalu mencatat di sisi mereka.
-
81
قُلْ إِن كَانَ لِلرَّحْمَـٰنِ وَلَدٌ فَأَنَا۠ أَوَّلُ ٱلْعَـٰبِدِينَ
Q̣ul ʹiñ kaana lir-Raḥmaani waladuñ faʹana ʹawwalul ʻaabideen.
Katakanlah (Muhammad), "Jika benar Tuhan Yang Maha Pengasih mempunyai anak, maka akulah orang yang mula-mula memuliakan (anak itu).
-
82
سُبْحَـٰنَ رَبِّ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ رَبِّ ٱلْعَرْشِ عَمَّا يَصِفُونَ
Subḥaana Rabbis samaawaati wal-ʹarḍi Rabbil ʻArshi ʻammaa yaṣifoon!
Mahasuci Tuhan pemilik langit dan bumi, Tuhan pemilik Arasy, dari apa yang mereka sifatkan itu."
-
83
فَذَرْهُمْ يَخُوضُوا۟ وَيَلْعَبُوا۟ حَتَّىٰ يُلَـٰقُوا۟ يَوْمَهُمُ ٱلَّذِى يُوعَدُونَ
Faẓarhum yakhooḍoo wa-yalʻaboo ḥattaa yulaaq̣oo Yawmahumul laẓee yooʻadoon.
Maka biarkanlah mereka tenggelam (dalam kesesatan) dan bermain-main sampai mereka menemui hari yang dijanjikan kepada mereka.
-
84
وَهُوَ ٱلَّذِى فِى ٱلسَّمَآءِ إِلَـٰهٌ وَفِى ٱلْأَرْضِ إِلَـٰهٌ ۚ وَهُوَ ٱلْحَكِيمُ ٱلْعَلِيمُ
Wa-Huwal laẓee fis samaaaʹi ʹIlaahuñw Wafil ʹarḍi ʹIlaah; wa-Huwal Ḥakeemul ʻAleem.
Dan Dialah Tuhan (yang disembah) di langit dan Tuhan (yang disembah) di bumi, dan Dialah Yang Mahabijaksana, Maha Mengetahui.
-
85
وَتَبَارَكَ ٱلَّذِى لَهُۥ مُلْكُ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا وَعِندَهُۥ عِلْمُ ٱلسَّاعَةِ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ
Wa-tabaarakal laẓee lahoo mulkus samaawaati wal-ʹarḍi wa-maa baynahumaa: wa-ʻiñdahoo ʻilmus Saaʻah: wa-ʹilayhi turjaʻoon.
Dan Mahasuci (Allah) yang memiliki kerajaan langit dan bumi, dan apa yang ada di antara keduanya; dan di sisi-Nyalah ilmu tentang hari Kiamat, dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan.
-
86
وَلَا يَمْلِكُ ٱلَّذِينَ يَدْعُونَ مِن دُونِهِ ٱلشَّفَـٰعَةَ إِلَّا مَن شَهِدَ بِٱلْحَقِّ وَهُمْ يَعْلَمُونَ
Wa-laa yamlikul laẓeena yadʻoona miñ doonihish Shafaaʻata ʹillaa mañ shahida bil-Ḥaq̣q̣i wa-hum yaʻlamoon.
Dan orang-orang yang menyeru kepada selain Allah tidak mendapat syafaat (pertolongan di akhirat); kecuali orang yang mengakui yang hak (tauhid) dan mereka meyakini.
-
87
وَلَئِن سَأَلْتَهُم مَّنْ خَلَقَهُمْ لَيَقُولُنَّ ٱللَّهُ ۖ فَأَنَّىٰ يُؤْفَكُونَ
Wa-laʹiñ saʹaltahum man khalaq̣ahum layaq̣oolun nallaahu faʹannaa yuʹfakoon?
Dan jika engkau bertanya kepada mereka, siapakah yang menciptakan mereka, niscaya mereka menjawab, Allah; jadi bagaimana mereka dapat dipalingkan (dari menyembah Allah),
-
88
وَقِيلِهِۦ يَـٰرَبِّ إِنَّ هَـٰٓؤُلَآءِ قَوْمٌ لَّا يُؤْمِنُونَ
Wa-q̣eelihee yaa-Rabbi ʹinna haaaʹulaaaʹi q̣awmul laa yuʹminoon!
dan (Allah mengetahui) ucapannya (Muhammad), "Ya Tuhanku, sesungguhnya mereka itu adalah kaum yang tidak beriman."
-
89
فَٱصْفَحْ عَنْهُمْ وَقُلْ سَلَـٰمٌ ۚ فَسَوْفَ يَعْلَمُونَ
Faṣfaḥ ʻanhum wa-q̣ul salaam! Fasawfa yaʻlamoon!
Maka berpalinglah dari mereka dan katakanlah, "Salam (selamat tinggal)." Kelak mereka akan mengetahui (nasib mereka yang buruk).