Back to Quran

Surah 29

Al-'Ankabut

The Spider · Makki · 69 ayahs

Diterjemahkan oleh Indonesian Ministry Islamic Affairs

Listen to this Surah

Choose play when you are ready to listen. The Quran text remains readable if audio is unavailable.

  1. 1

    الٓمٓ

    ʹAlif-Laaam-Meeem.

    Alif lām mīm.

  2. 2

    أَحَسِبَ ٱلنَّاسُ أَن يُتْرَكُوٓا۟ أَن يَقُولُوٓا۟ ءَامَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ

    ʹAḥasiban naasu ʹañy yutrakooo ʹañy yaq̣oolooo ʹaamannaa Wahum laa- yuftanoon?

    Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, "Kami telah beriman," dan mereka tidak diuji?

  3. 3

    وَلَقَدْ فَتَنَّا ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ ۖ فَلَيَعْلَمَنَّ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ صَدَقُوا۟ وَلَيَعْلَمَنَّ ٱلْكَـٰذِبِينَ

    Wa-laq̣ad fatannal laẓeena miñ q̣ablihim falayaʻlamannal laahul laẓeena ṣadaq̣oo wa-la-yaʻlamannal kaaẓibeen.

    Dan sungguh, Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka Allah pasti mengetahui orang-orang yang benar dan pasti mengetahui orang-orang yang dusta.

  4. 4

    أَمْ حَسِبَ ٱلَّذِينَ يَعْمَلُونَ ٱلسَّيِّـَٔاتِ أَن يَسْبِقُونَا ۚ سَآءَ مَا يَحْكُمُونَ

    ʹAm ḥasibal laẓeena yaʻmaloonas sayyiʹaati ʹañy yasbiq̣oonaa? Saaaʹa maa- yaḥkumoon!

    Ataukah orang-orang yang mengerjakan kejahatan itu mengira bahwa mereka akan luput dari (azab) Kami? Sangatlah buruk apa yang mereka tetapkan itu!

  5. 5

    مَن كَانَ يَرْجُوا۟ لِقَآءَ ٱللَّهِ فَإِنَّ أَجَلَ ٱللَّهِ لَـَٔاتٍ ۚ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْعَلِيمُ

    Mañ Kaana yarjoo liq̣aaa ʹallaahi faʹinna ʹAjalal laahi laʹaat; wa-Huwas Sameeʻul ʻAleem.

    Barang siapa mengharap pertemuan dengan Allah, maka sesungguhnya waktu (yang dijanjikan) Allah pasti datang. Dan Dia Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui.

  6. 6

    وَمَن جَـٰهَدَ فَإِنَّمَا يُجَـٰهِدُ لِنَفْسِهِۦٓ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَغَنِىٌّ عَنِ ٱلْعَـٰلَمِينَ

    Wa-mañ jaahada faʹinnamaa yujaahidu linafsih; ʹinnal laaha la-G̣aniyyun ʻanil ʻaalameen.

    Dan barangsiapa berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu untuk dirinya sendiri. Sungguh, Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam.

  7. 7

    وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ لَنُكَفِّرَنَّ عَنْهُمْ سَيِّـَٔاتِهِمْ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَحْسَنَ ٱلَّذِى كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ

    Wallaẓeena ʹaamanoo wa-ʻamiluṣ ṣaaliḥaati lanukaffiranna ʻanhum sayyiʹaatihim wa-lanajziyannahum ʹaḥsanal laẓee kaanoo yaʻmaloon.

    Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, pasti akan Kami hapus kesalahan-kesalahannya dan mereka pasti akan Kami beri balasan yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan.

  8. 8

    وَوَصَّيْنَا ٱلْإِنسَـٰنَ بِوَٰلِدَيْهِ حُسْنًا ۖ وَإِن جَـٰهَدَاكَ لِتُشْرِكَ بِى مَا لَيْسَ لَكَ بِهِۦ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَآ ۚ إِلَىَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

    Wa-waṣṣaynal ʹiñsaana biwaalidayhi ḥusnaa: wa-ʹiñ jaahadaaka litushrika bee maa- laysa laka bihee ʻilmuñ falaa tuṭiʻhumaa. ʹIlayya marjiʻukum faʹunabbiʹukum̃ bimaa kuñtum taʻmaloon.

    Dan Kami wajibkan kepada manusia agar (berbuat) kebaikan kepada kedua orang tuanya. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang engkau tidak mempunyai ilmu tentang itu, maka janganlah engkau patuhi keduanya. Hanya kepada-Ku tempat kembalimu, dan akan Aku beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.

  9. 9

    وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ لَنُدْخِلَنَّهُمْ فِى ٱلصَّـٰلِحِينَ

    Wallaẓeena ʹaamanoo wa-ʻamiluṣ ṣaaliḥaati lanudkhilannahum fiṣ Ṣaaliḥeen.

    Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka pasti akan Kami masukkan ke dalam (golongan) orang yang saleh.

  10. 10

    وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يَقُولُ ءَامَنَّا بِٱللَّهِ فَإِذَآ أُوذِىَ فِى ٱللَّهِ جَعَلَ فِتْنَةَ ٱلنَّاسِ كَعَذَابِ ٱللَّهِ وَلَئِن جَآءَ نَصْرٌ مِّن رَّبِّكَ لَيَقُولُنَّ إِنَّا كُنَّا مَعَكُمْ ۚ أَوَلَيْسَ ٱللَّهُ بِأَعْلَمَ بِمَا فِى صُدُورِ ٱلْعَـٰلَمِينَ

    Wa-minan naasi mañy yaq̣oolu ʹaamannaa billaahi faʹiẓaaa ʹooẓiya fil laahi jaʻala fitnatan naasi kaʻAẓaabil laah! Wa-laʹiñ jaaaʹa naṣrum mir Rabbika layaq̣oolunna ʹinnaa kunnaa maʻakum! ʹA-walaysal laahu biʹaʻlama bimaa fee ṣudooril ʻaalameen?

    Dan di antara manusia ada sebagian yang berkata, "Kami beriman kepada Allah," tetapi apabila dia disakiti (karena dia beriman) kepada Allah, dia menganggap cobaan manusia itu sebagai siksaan Allah. Dan jika datang pertolongan dari Tuhanmu, niscaya mereka akan berkata, "Sesungguhnya kami bersama kamu." Bukankah Allah lebih mengetahui apa yang ada di dalam dada semua manusia ?

  11. 11

    وَلَيَعْلَمَنَّ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَلَيَعْلَمَنَّ ٱلْمُنَـٰفِقِينَ

    Wa-la-yaʻlamannal laahul laẓeena ʹaamanoo wa-la-yaʻlamannal Munaafiq̣een.

    Dan Allah pasti mengetahui orang-orang yang beriman dan Dia pasti mengetahui orang-orang yang munafik.

  12. 12

    وَقَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ لِلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّبِعُوا۟ سَبِيلَنَا وَلْنَحْمِلْ خَطَـٰيَـٰكُمْ وَمَا هُم بِحَـٰمِلِينَ مِنْ خَطَـٰيَـٰهُم مِّن شَىْءٍ ۖ إِنَّهُمْ لَكَـٰذِبُونَ

    Wa-q̣aalal laẓeena kafaroo lillaẓeena ʹaamanut tabiʻoo sabeelanaa walnaḥmil khaṭaayaakum. Wa-maa hum̃ biḥaamileena min khaṭaayaahum miñ shayʹ; ʹinnahum lakaaẓiboon!

    Dan orang-orang yang kafir berkata kepada orang-orang yang beriman, "Ikutilah jalan kami, dan kami akan memikul dosa-dosamu," padahal mereka sedikit pun tidak (sanggup) memikul dosa-dosa mereka sendiri. Sesungguhnya mereka benar-benar pendusta.

  13. 13

    وَلَيَحْمِلُنَّ أَثْقَالَهُمْ وَأَثْقَالًا مَّعَ أَثْقَالِهِمْ ۖ وَلَيُسْـَٔلُنَّ يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ عَمَّا كَانُوا۟ يَفْتَرُونَ

    Wa-la-yaḥmilunna ʹas̤q̣aalahum wa-ʹas̤q̣aalam maʻa ʹas̤q̣aalihim, wa-la-yusʹalunna Yawmal Q̣iyaamati ʻammaa kaanoo yaftaroon.

    Dan mereka benar-benar akan memikul dosa-dosa mereka sendiri, dan dosa-dosa yang lain bersama dosa mereka, dan pada hari Kiamat mereka pasti akan ditanya tentang kebohongan yang selalu mereka ada-adakan.

  14. 14

    وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَىٰ قَوْمِهِۦ فَلَبِثَ فِيهِمْ أَلْفَ سَنَةٍ إِلَّا خَمْسِينَ عَامًا فَأَخَذَهُمُ ٱلطُّوفَانُ وَهُمْ ظَـٰلِمُونَ

    Wa-laq̣ad ʹarsalnaa Nooḥan ʹilaa q̣awmihee falabis̤a feehim ʹalfa sanatin ʹillaa khamseena ʻaamaa; faʹakhaẓahumuṭ Ṭoofaanu wa-hum z̤̣aalimoon.

    Dan sungguh, Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, maka dia tinggal bersama mereka seribu tahun kurang lima puluh tahun. Kemudian mereka dilanda banjir besar, sedangkan mereka adalah orang-orang yang zalim.

  15. 15

    فَأَنجَيْنَـٰهُ وَأَصْحَـٰبَ ٱلسَّفِينَةِ وَجَعَلْنَـٰهَآ ءَايَةً لِّلْعَـٰلَمِينَ

    Faʹañjaynaahu wa-ʹAṣḥaabas Safeenati wa-jaʻalnaahaaa ʹAayatal lilʻAalameen!

    Maka Kami selamatkan Nuh dan orang-orang yang berada di kapal itu, dan Kami jadikan (peristiwa) itu sebagai pelajaran bagi semua manusia.

  16. 16

    وَإِبْرَٰهِيمَ إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ ٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ وَٱتَّقُوهُ ۖ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

    Wa-ʹIbraaheema ʹiẓ q̣aala liq̣awmihiʻ budul laaha wattaq̣ooh. Ẓaalikum khayrul lakum ʹiñ kuñtum taʻlamoon!

    Dan (ingatlah) Ibrahim, ketika dia berkata kepada kaumnya, "Sembahlah Allah dan bertakwalah kepada-Nya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.

  17. 17

    إِنَّمَا تَعْبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ أَوْثَـٰنًا وَتَخْلُقُونَ إِفْكًا ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ تَعْبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ لَا يَمْلِكُونَ لَكُمْ رِزْقًا فَٱبْتَغُوا۟ عِندَ ٱللَّهِ ٱلرِّزْقَ وَٱعْبُدُوهُ وَٱشْكُرُوا۟ لَهُۥٓ ۖ إِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

    ʹInnamaa taʻbudoona miñ doonil laahi ʹaws̤aanañwwa takhluq̣oona ʹifkaa. ʹInnal laẓeena taʻbudoona miñ doonil laahi laa- yamlikoona lakum rizq̣añ fabtag̣oo ʻiñdal laahir rizq̣a waʻbudoohu washkuroo lah. ʹIlayhi turjaʻoon.

    Sesungguhnya yang kamu sembah selain Allah hanyalah berhala-berhala, dan kamu membuat kebohongan. Sesungguhnya apa yang kamu sembah selain Allah itu tidak mampu memberikan rezeki kepadamu; maka mintalah rezeki dari Allah, dan sembahlah Dia dan bersyukurlah kepada-Nya. Hanya kepada-Nya kamu akan dikembalikan.

  18. 18

    وَإِن تُكَذِّبُوا۟ فَقَدْ كَذَّبَ أُمَمٌ مِّن قَبْلِكُمْ ۖ وَمَا عَلَى ٱلرَّسُولِ إِلَّا ٱلْبَلَـٰغُ ٱلْمُبِينُ

    Wa-ʹiñ tukaẓẓiboo faq̣ad kaẓẓaba ʹumamum miñ q̣ablikum. Wa-maa ʻalar rasooli ʹillal balaag̣ul mubeen.

    Dan jika kamu (orang kafir) mendustakan, maka sungguh, umat sebelum kamu juga telah mendustakan (para rasul). Dan kewajiban rasul itu hanyalah menyampaikan (agama Allah) dengan jelas."

  19. 19

    أَوَلَمْ يَرَوْا۟ كَيْفَ يُبْدِئُ ٱللَّهُ ٱلْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيدُهُۥٓ ۚ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى ٱللَّهِ يَسِيرٌ

    ʹA-walam yaraw kayfa yubdiʹul laahul khalq̣a s̤umma yuʻeeduh? ʹInna ẓaalika ʻalal laahi yaseer.

    Dan apakah mereka tidak memperhatikan bagaimana Allah memulai penciptaan (makhluk), kemudian Dia mengulanginya (kembali). Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah.

  20. 20

    قُلْ سِيرُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ فَٱنظُرُوا۟ كَيْفَ بَدَأَ ٱلْخَلْقَ ۚ ثُمَّ ٱللَّهُ يُنشِئُ ٱلنَّشْأَةَ ٱلْـَٔاخِرَةَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ

    Q̣ul seeroo fil ʹarḍi fañz̤̣uroo kayfa badaʹal khalq̣a s̤ummal laahu yuñshiʹun nashʹatal ʹAakhirah: ʹInnal laaha ʻalaa kulli shayʹiñ Q̣adeer.

    Katakanlah, "Berjalanlah di bumi, maka perhatikanlah bagaimana (Allah) memulai penciptaan (makhluk), kemudian Allah menjadikan kejadian yang akhir. Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.

  21. 21

    يُعَذِّبُ مَن يَشَآءُ وَيَرْحَمُ مَن يَشَآءُ ۖ وَإِلَيْهِ تُقْلَبُونَ

    Yuʻaẓẓibu mañy yashaaaʹu wa-yarḥamu mañy yashaaaʹ, wa-ʹilayhi tuq̣laboon.

    Dia (Allah) mengazab siapa yang Dia kehendaki dan memberi rahmat kepada siapa yang Dia kehendaki, dan hanya kepada-Nya kamu akan dikembalikan.

  22. 22

    وَمَآ أَنتُم بِمُعْجِزِينَ فِى ٱلْأَرْضِ وَلَا فِى ٱلسَّمَآءِ ۖ وَمَا لَكُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ مِن وَلِىٍّ وَلَا نَصِيرٍ

    Wa-maaa ʹañtum̃ bimuʻjizeena fil ʹarḍi wa-laa fis samaaaʹi wa-maa lakum miñ doonil laahi miñw waliyyiñw walaa naṣeer.

    Dan kamu sama sekali tidak dapat melepaskan diri (dari azab Allah), baik di bumi maupun di langit, dan tidak ada pelindung dan penolong bagimu selain Allah.

  23. 23

    وَٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ بِـَٔايَـٰتِ ٱللَّهِ وَلِقَآئِهِۦٓ أُو۟لَـٰٓئِكَ يَئِسُوا۟ مِن رَّحْمَتِى وَأُو۟لَـٰٓئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

    Wallaẓeena kafaroo biʹAayaatil laahi wa-Liq̣aaaʹiheee ʹulaaaʹika yaʹisoo mir raḥmatee wa-ʹulaaaʹika lahum ʻAẓaabun ʹaleem.

    Dan orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Allah dan pertemuan dengan-Nya, mereka putus asa dari rahmat-Ku, dan mereka itu akan mendapat azab yang pedih.

  24. 24

    فَمَا كَانَ جَوَابَ قَوْمِهِۦٓ إِلَّآ أَن قَالُوا۟ ٱقْتُلُوهُ أَوْ حَرِّقُوهُ فَأَنجَىٰهُ ٱللَّهُ مِنَ ٱلنَّارِ ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَـَٔايَـٰتٍ لِّقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

    Famaa kaana jawaaba q̣awmiheee ʹillaaa ʹañ q̣aaluq̣ tuloohu ʹaw ḥarriq̣oohu faʹañjaahul laahu minan Naar. ʹInna fee ẓaalika laʹAayaatil liq̣awmiñy yuʹminoon.

    Maka tidak ada jawaban kaumnya (Ibrahim), selain mengatakan, "Bunuhlah atau bakarlah dia!" Lalu Allah menyelamatkannya dari api. Sungguh, pada yang demikian itu pasti terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang beriman.

  25. 25

    وَقَالَ إِنَّمَا ٱتَّخَذْتُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ أَوْثَـٰنًا مَّوَدَّةَ بَيْنِكُمْ فِى ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ۖ ثُمَّ يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ يَكْفُرُ بَعْضُكُم بِبَعْضٍ وَيَلْعَنُ بَعْضُكُم بَعْضًا وَمَأْوَىٰكُمُ ٱلنَّارُ وَمَا لَكُم مِّن نَّـٰصِرِينَ

    Wa-q̣aala ʹinnamat takhaẓtum miñ doonil laahi ʹaws̤aanam mawaddata baynikum fil ḥayaatid dunyaa; s̤umma yawmal Q̣iyaamati yakfuru baʻḍukum̃ bibaʻḍiñw wayalʻanu baʻḍukum̃ baʻḍaa; wa-maʹwaakumun Naaru wa-maa lakum min naaṣireen.

    Dan dia (Ibrahim) berkata, "Sesungguhnya berhala-berhala yang kamu sembah selain Allah, hanya untuk menciptakan perasaan kasih sayang di antara kamu dalam kehidupan di dunia, kemudian pada hari Kiamat sebagian kamu akan saling mengingkari dan saling mengutuk; dan tempat kembalimu ialah neraka, dan sama sekali tidak ada penolong bagimu."

  26. 26

    ۞ فَـَٔامَنَ لَهُۥ لُوطٌ ۘ وَقَالَ إِنِّى مُهَاجِرٌ إِلَىٰ رَبِّىٓ ۖ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ

    Faʹaamana lahoo Looṭ. Wa-q̣aala ʹinnee muhaajirun ʹilaa Rabbee; ʹinnahoo Huwal ʻAzeezul Ḥakeem.

    Maka Luṭ membenarkan (kenabian Ibrahim). Dan dia (Ibrahim) berkata, "Sesungguhnya aku harus berpindah ke (tempat yang diperintahkan) Tuhanku; sungguh, Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana."

  27. 27

    وَوَهَبْنَا لَهُۥٓ إِسْحَـٰقَ وَيَعْقُوبَ وَجَعَلْنَا فِى ذُرِّيَّتِهِ ٱلنُّبُوَّةَ وَٱلْكِتَـٰبَ وَءَاتَيْنَـٰهُ أَجْرَهُۥ فِى ٱلدُّنْيَا ۖ وَإِنَّهُۥ فِى ٱلْـَٔاخِرَةِ لَمِنَ ٱلصَّـٰلِحِينَ

    Wa-wahabnaa lahooo ʹIs-ḥaaq̣a wa-Yaʻq̣ooba wa-jaʻalnaa fee ẓurriyyatihin Nubuwwata wal-Kitaaba wa-ʹaataynaahu ʹajrahoo fid dunyaa; wa-ʹinnahoo fil ʹAakhirati laminaṣ Ṣaaliḥeen:

    Dan Kami anugerahkan kepada Ibrahim: Ishak dan Yakub, dan Kami jadikan kenabian dan kitab kepada keturunannya, dan Kami berikan kepadanya balasannya di dunia; dan sesungguhnya dia di akhirat, termasuk orang yang saleh.

  28. 28

    وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِۦٓ إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ ٱلْفَـٰحِشَةَ مَا سَبَقَكُم بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِّنَ ٱلْعَـٰلَمِينَ

    Wa-Looṭan ʹiẓ q̣aala liq̣awmiheee ʹinnakum lataʹtoonal faaḥishata maa- sabaq̣akum̃ bihaa min ʹaḥadim minal ʻAalameen.

    Dan (ingatlah) ketika Luṭ berkata kepada kaumnya, "Kamu benar-benar melakukan perbuatan yang sangat keji (homoseksual) yang belum pernah dilakukan oleh seorang pun dari umat-umat sebelum kamu.

  29. 29

    أَئِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ ٱلرِّجَالَ وَتَقْطَعُونَ ٱلسَّبِيلَ وَتَأْتُونَ فِى نَادِيكُمُ ٱلْمُنكَرَ ۖ فَمَا كَانَ جَوَابَ قَوْمِهِۦٓ إِلَّآ أَن قَالُوا۟ ٱئْتِنَا بِعَذَابِ ٱللَّهِ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّـٰدِقِينَ

    ʹAʹinnakum lataʹtoonar rijaala wa-taq̣ṭaʻoonas sabeel? Wa-taʹtoona fee naadeekumul muñkar? Famaa kaana jawaaba q̣awmiheee ʹillaaa ʹañ q̣aaluʹ tinaa biʻAẓaabil laahi ʹiñ kuñta minaṣ ṣaadiq̣een.

    Apakah pantas kamu mendatangi laki-laki, menyamun dan mengerjakan kemungkaran di tempat-tempat pertemuanmu?" Maka jawaban kaumnya tidak lain hanya mengatakan, "Datangkanlah kepada kami azab Allah, jika engkau termasuk orang-orang yang benar."

  30. 30

    قَالَ رَبِّ ٱنصُرْنِى عَلَى ٱلْقَوْمِ ٱلْمُفْسِدِينَ

    Q̣aala Rabbiñ ṣurnee ʻalal q̣awmil mufsideen!

    Dia (Luṭ) berdoa, "Ya Tuhanku, tolonglah aku (dengan menimpakan azab) atas golongan yang berbuat kerusakan itu."

  31. 31

    وَلَمَّا جَآءَتْ رُسُلُنَآ إِبْرَٰهِيمَ بِٱلْبُشْرَىٰ قَالُوٓا۟ إِنَّا مُهْلِكُوٓا۟ أَهْلِ هَـٰذِهِ ٱلْقَرْيَةِ ۖ إِنَّ أَهْلَهَا كَانُوا۟ ظَـٰلِمِينَ

    Wa-lammaa jaaaʹat Rusulunaaa ʹIbraaheema bil-bushraa q̣aalooo ʹinnaa muhlikooo ʹahli haaẓihil q̣aryah: ʹinna ʹahlahaa kaanoo z̤̣aalimeen.

    Dan ketika utusan Kami (para malaikat) datang kepada Ibrahim dengan membawa kabar gembira, mereka mengatakan, "Sungguh, kami akan membinasakan penduduk kota (Sodom) ini karena penduduknya sungguh orang-orang zalim."

  32. 32

    قَالَ إِنَّ فِيهَا لُوطًا ۚ قَالُوا۟ نَحْنُ أَعْلَمُ بِمَن فِيهَا ۖ لَنُنَجِّيَنَّهُۥ وَأَهْلَهُۥٓ إِلَّا ٱمْرَأَتَهُۥ كَانَتْ مِنَ ٱلْغَـٰبِرِينَ

    Q̣aala ʹinna feeha Looṭaa. Q̣aaloo naḥnu ʹaʻlamu bimañ feehaa. Lanunajjiyannahoo wa-ʹahlahooo ʹillam raʹatahoo kaanat minal g̣aabireen!

    Ibrahim berkata, "Sesungguhnya di kota itu ada Luṭ." Mereka (para malaikat) berkata, "Kami lebih mengetahui siapa yang ada di kota itu. Kami pasti akan menyelamatkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali istrinya. Dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan)."

  33. 33

    وَلَمَّآ أَن جَآءَتْ رُسُلُنَا لُوطًا سِىٓءَ بِهِمْ وَضَاقَ بِهِمْ ذَرْعًا وَقَالُوا۟ لَا تَخَفْ وَلَا تَحْزَنْ ۖ إِنَّا مُنَجُّوكَ وَأَهْلَكَ إِلَّا ٱمْرَأَتَكَ كَانَتْ مِنَ ٱلْغَـٰبِرِينَ

    Wa-lammaaa ʹañ jaaaʹat Rusulunaa Looṭañ seeeʹa bihim wa-ḍaaq̣a bihim ẓarʻañw waq̣aaloo laa- takhaf wa-laa taḥzan: ʹinnaa munajjooka wa-ʹahlaka ʹillam raʹataka kaanat minal g̣aabireen.

    Dan ketika para utusan Kami (para malaikat) datang kepada Luṭ, dia merasa bersedih hati karena (kedatangan) mereka, dan (merasa) tidak mempunyai kekuatan untuk melindungi mereka, dan mereka (para utusan) berkata, "Janganlah engkau takut dan jangan (pula) bersedih hati. Sesungguhnya Kami akan menyelamatkanmu dan pengikut-pengikutmu, kecuali istrimu, dia termasuk orang-orang yang ditinggal (dibinasakan)."

  34. 34

    إِنَّا مُنزِلُونَ عَلَىٰٓ أَهْلِ هَـٰذِهِ ٱلْقَرْيَةِ رِجْزًا مِّنَ ٱلسَّمَآءِ بِمَا كَانُوا۟ يَفْسُقُونَ

    ʹInnaa muñziloona ʻalaaa ʹahli Haaẓihil q̣aryati Rijzam minas samaaaʹi bimaa kaanoo yafsuq̣oon.

    Sesungguhnya Kami akan menurunkan azab dari langit kepada penduduk kota ini karena mereka berbuat fasik.

  35. 35

    وَلَقَد تَّرَكْنَا مِنْهَآ ءَايَةًۢ بَيِّنَةً لِّقَوْمٍ يَعْقِلُونَ

    Wa-laq̣at taraknaa min-haaa ʹAayatam bayyinatal liq̣awmiñy yaʻq̣iloon.

    Dan sungguh, tentang itu telah Kami tinggalkan suatu tanda yang nyata bagi orang-orang yang mengerti.

  36. 36

    وَإِلَىٰ مَدْيَنَ أَخَاهُمْ شُعَيْبًا فَقَالَ يَـٰقَوْمِ ٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ وَٱرْجُوا۟ ٱلْيَوْمَ ٱلْـَٔاخِرَ وَلَا تَعْثَوْا۟ فِى ٱلْأَرْضِ مُفْسِدِينَ

    Wa-ʹilaa Madyana ʹakhaahum shuʻaybañ faq̣aala yaa-q̣awmiʻ budul laaha warjul Yawmal ʹAakhira wa-laa taʻs̤aw fil ʹarḍi mufsideen.

    Dan kepada penduduk Madyan, (Kami telah mengutus) saudara mereka Syu'aib, dia berkata, "Wahai kaumku! Sembahlah Allah, harapkanlah (pahala) hari akhir, dan jangan kamu berkeliaran di bumi berbuat kerusakan."

  37. 37

    فَكَذَّبُوهُ فَأَخَذَتْهُمُ ٱلرَّجْفَةُ فَأَصْبَحُوا۟ فِى دَارِهِمْ جَـٰثِمِينَ

    Fakaẓẓaboohu faʹakhaẓathumur rajfatu faʹaṣbaḥoo fee daarihim jaas̤imeen.

    Mereka mendustakannya (Syu'aib), maka mereka ditimpa gempa yang dahsyat, lalu jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat-tempat tinggal mereka.

  38. 38

    وَعَادًا وَثَمُودَا۟ وَقَد تَّبَيَّنَ لَكُم مِّن مَّسَـٰكِنِهِمْ ۖ وَزَيَّنَ لَهُمُ ٱلشَّيْطَـٰنُ أَعْمَـٰلَهُمْ فَصَدَّهُمْ عَنِ ٱلسَّبِيلِ وَكَانُوا۟ مُسْتَبْصِرِينَ

    Wa-ʻAadañw Wa-S̤amooda waq̣at tabayyana lakum mim masaakinihim. Wa-zayyana lahumush Shayṭaanu ʹaʻmaalahum faṣaddahum ʻanis Sabeeli wa-kaanoo Mustabṣireen.

    Juga (ingatlah) kaum 'Ād dan Samud, sungguh telah nyata bagi kamu (kehancuran mereka) dari (puing-puing) tempat tinggal mereka. Setan telah menjadikan terasa indah bagi mereka perbuatan (buruk) mereka, sehingga menghalangi mereka dari jalan (Allah), sedangkan mereka adalah orang-orang yang berpandangan tajam.

  39. 39

    وَقَـٰرُونَ وَفِرْعَوْنَ وَهَـٰمَـٰنَ ۖ وَلَقَدْ جَآءَهُم مُّوسَىٰ بِٱلْبَيِّنَـٰتِ فَٱسْتَكْبَرُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ وَمَا كَانُوا۟ سَـٰبِقِينَ

    Wa-Q̣aaroona wa-Firʻawna wa-Haamaan: wa-laq̣ad jaaaʹahum Moosaa bil-Bayyinaati fastakbaroo fil ʹarḍi wa-maa kaanoo saabiq̣een.

    Dan (juga) Karun, Fir'aun dan Haman. Sungguh, telah datang kepada mereka Musa dengan (membawa) keterangan-keterangan yang nyata. Tetapi mereka berlaku sombong di bumi, dan mereka orang-orang yang tidak luput (dari azab Allah).

  40. 40

    فَكُلًّا أَخَذْنَا بِذَنۢبِهِۦ ۖ فَمِنْهُم مَّنْ أَرْسَلْنَا عَلَيْهِ حَاصِبًا وَمِنْهُم مَّنْ أَخَذَتْهُ ٱلصَّيْحَةُ وَمِنْهُم مَّنْ خَسَفْنَا بِهِ ٱلْأَرْضَ وَمِنْهُم مَّنْ أَغْرَقْنَا ۚ وَمَا كَانَ ٱللَّهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلَـٰكِن كَانُوٓا۟ أَنفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ

    Fakullan ʹakhaẓnaa biẓambih: faminhum man ʹarsalnaa ʻalayhi ḥaaṣibaa; wa-minhum man ʹakhaẓathuṣ Ṣayḥah; wa-minhum man khasafnaa bihil ʹarḍ: wa-minhum man ʹag̣raq̣naa: wa-maa kaanal laahu liyaz̤̣limahum wa-laakiñ kaanooo ʹañfusahum yaz̤̣limoon.

    Maka masing-masing (mereka itu) Kami azab karena dosa-dosanya, di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil, ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan ada pula yang Kami tenggelamkan. Allah sama sekali tidak hendak menzalimi mereka, akan tetapi merekalah yang menzalimi diri mereka sendiri.

  41. 41

    مَثَلُ ٱلَّذِينَ ٱتَّخَذُوا۟ مِن دُونِ ٱللَّهِ أَوْلِيَآءَ كَمَثَلِ ٱلْعَنكَبُوتِ ٱتَّخَذَتْ بَيْتًا ۖ وَإِنَّ أَوْهَنَ ٱلْبُيُوتِ لَبَيْتُ ٱلْعَنكَبُوتِ ۖ لَوْ كَانُوا۟ يَعْلَمُونَ

    Mas̤alul laẓeenat takhaẓoo miñ doonil laahi ʹawliyaaaʹa kamas̤alil ʻAñkaboot: ʹittakhaẓat baytaa! Wa-ʹinna ʹawhanal buyooti labaytul ʻAñkaboot. Law kaanoo yaʻlamoon.

    Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah ialah rumah laba-laba, sekiranya mereka mengetahui.

  42. 42

    إِنَّ ٱللَّهَ يَعْلَمُ مَا يَدْعُونَ مِن دُونِهِۦ مِن شَىْءٍ ۚ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ

    ʹInnal laaha yaʻlamu maa- yadʻoona miñ doonihee miñ shayʹ: wa-Huwal ʻAzeezul Ḥakeem.

    Sungguh, Allah mengetahui apa saja yang mereka sembah selain Dia. Dan Dia Mahaperkasa, Mahabijaksana.

  43. 43

    وَتِلْكَ ٱلْأَمْثَـٰلُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ ۖ وَمَا يَعْقِلُهَآ إِلَّا ٱلْعَـٰلِمُونَ

    Wa-tilkal ʹAms̤aalu naḍribuhaa linnaasi wa-maa yaʻq̣iluhaaa ʹillal ʻAalimoon.

    Dan perumpamaan-perumpamaan ini Kami buat untuk manusia; dan tidak ada yang akan memahaminya kecuali mereka yang berilmu.

  44. 44

    خَلَقَ ٱللَّهُ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ بِٱلْحَقِّ ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَـَٔايَةً لِّلْمُؤْمِنِينَ

    Khalaq̣al laahus samaawaati wal-ʹarḍa bilḥaq̣q̣. ʹInna fee ẓaalika laʹAayatal lil-Muʹmineen.

    Allah menciptakan langit dan bumi dengan hak. Sungguh, pada yang demikian itu pasti terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang beriman.

  45. 45

    ٱتْلُ مَآ أُوحِىَ إِلَيْكَ مِنَ ٱلْكِتَـٰبِ وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ ۖ إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ تَنْهَىٰ عَنِ ٱلْفَحْشَآءِ وَٱلْمُنكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ ٱللَّهِ أَكْبَرُ ۗ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

    ʹUtlu maaa ʹooḥiya ʹilayka minal Kitaabi wa-ʹaq̣imiṣ Ṣalaah: ʹinnaṣ Ṣalaata tanhaa ʻanil faḥshaaaʹi wal-muñkar; wa-la-Ẓikrul laahi ʹAkbar. Wal-laahu yaʻlamu maa- taṣnaʻoon.

    Bacalah Kitab (Al-Qur`an) yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan laksanakanlah salat. Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Dan (ketahuilah) mengingat Allah (salat) itu lebih besar (keutamaannya dari ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.

  46. 46

    ۞ وَلَا تُجَـٰدِلُوٓا۟ أَهْلَ ٱلْكِتَـٰبِ إِلَّا بِٱلَّتِى هِىَ أَحْسَنُ إِلَّا ٱلَّذِينَ ظَلَمُوا۟ مِنْهُمْ ۖ وَقُولُوٓا۟ ءَامَنَّا بِٱلَّذِىٓ أُنزِلَ إِلَيْنَا وَأُنزِلَ إِلَيْكُمْ وَإِلَـٰهُنَا وَإِلَـٰهُكُمْ وَٰحِدٌ وَنَحْنُ لَهُۥ مُسْلِمُونَ

    Wa-laa tujaadilooo ʹAhlal Kitaabi ʹillaa billatee hiya ʹaḥsanu ʹillal laẓeena z̤̣alamoo minhum wa-q̣oolooo ʹaamannaa billaẓeee ʹuñzila ʹilaynaa wa-ʹuñzila ʹilaykum wa-ʹIlaahunaa wa-ʹIlaahukum Waaḥiduñwwa naḥnu lahoo Muslimoon.

    Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang baik, kecuali dengan orang-orang yang zalim di antara mereka, dan katakanlah, "Kami telah beriman kepada (kitab-kitab) yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu; Tuhan kami dan Tuhan kamu satu; dan hanya kepada-Nya kami berserah diri."

  47. 47

    وَكَذَٰلِكَ أَنزَلْنَآ إِلَيْكَ ٱلْكِتَـٰبَ ۚ فَٱلَّذِينَ ءَاتَيْنَـٰهُمُ ٱلْكِتَـٰبَ يُؤْمِنُونَ بِهِۦ ۖ وَمِنْ هَـٰٓؤُلَآءِ مَن يُؤْمِنُ بِهِۦ ۚ وَمَا يَجْحَدُ بِـَٔايَـٰتِنَآ إِلَّا ٱلْكَـٰفِرُونَ

    Wa-kaẓaalika ʹañzalnaaa ʹilaykal Kitaab. Fallaẓeena ʹaataynaahumul Kitaaba yuʹminoona bihee wa-min haaaʹulaaaʹi mañy yuʹminu bih: wa-maa yajḥadu biʹAayaatinaaa ʹillal kaafiroon.

    Dan demikianlah Kami turunkan Kitab (Al-Qur`an) kepadamu. Adapun orang-orang yang telah Kami berikan Kitab (Taurat dan Injil) mereka beriman kepadanya (Al-Qur`an); dan di antara mereka (orang-orang kafir Mekkah) ada yang beriman kepadanya. Dan hanya orang-orang kafir yang mengingkari ayat-ayat Kami.

  48. 48

    وَمَا كُنتَ تَتْلُوا۟ مِن قَبْلِهِۦ مِن كِتَـٰبٍ وَلَا تَخُطُّهُۥ بِيَمِينِكَ ۖ إِذًا لَّٱرْتَابَ ٱلْمُبْطِلُونَ

    Wa-maa kuñta tatloo miñ q̣ablihee miñ kitaabiñw walaa takhuṭṭuhoo biyameenika ʹiẓal lartaabal mubṭiloon.

    Dan engkau (Muhammad) tidak pernah membaca sesuatu kitab sebelum (Al-Qur`an) dan engkau tidak (pernah) menulis suatu kitab dengan tangan kananmu; sekiranya (engkau pernah membaca dan menulis), niscaya ragu orang-orang yang mengingkarinya.

  49. 49

    بَلْ هُوَ ءَايَـٰتٌۢ بَيِّنَـٰتٌ فِى صُدُورِ ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ ۚ وَمَا يَجْحَدُ بِـَٔايَـٰتِنَآ إِلَّا ٱلظَّـٰلِمُونَ

    Bal huwa ʹAayaatum bayyinaatuñ fee ṣudooril laẓeena ʹootul ʻilm: wa-maa yajḥadu biʹAayaatinaaa ʹillaz̤̣ z̤̣aalimoon.

    Sebenarnya, (Al-Qur`an) itu adalah ayat-ayat yang jelas di dalam dada orang-orang yang berilmu. Hanya orang-orang zalim yang mengingkari ayat-ayat Kami.

  50. 50

    وَقَالُوا۟ لَوْلَآ أُنزِلَ عَلَيْهِ ءَايَـٰتٌ مِّن رَّبِّهِۦ ۖ قُلْ إِنَّمَا ٱلْـَٔايَـٰتُ عِندَ ٱللَّهِ وَإِنَّمَآ أَنَا۠ نَذِيرٌ مُّبِينٌ

    Wa-q̣aaloo Law-laaa ʹuñzila ʻalayhi ʹAayaatum mir Rabbih? Q̣ul ʹinnamal ʹAayaatu ʻiñdal laah: wa-ʹinnamaaa ʹana naẓeerum mubeen.

    Dan mereka (orang-orang kafir Mekkah) berkata, "Mengapa tidak diturunkan mukjizat-mukjizat dari Tuhannya?" Katakanlah (Muhammad), "Mukjizat-mukjizat itu terserah kepada Allah. Aku hanya seorang pemberi peringatan yang jelas."

  51. 51

    أَوَلَمْ يَكْفِهِمْ أَنَّآ أَنزَلْنَا عَلَيْكَ ٱلْكِتَـٰبَ يُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَرَحْمَةً وَذِكْرَىٰ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

    ʹA-walam yakfihim ʹannaaa ʹañzalnaa ʻalaykal Kitaaba yutlaa ʻalayhim? ʹInna fee ẓaalika la-Raḥmatañw wa-Ẓikraa liq̣awmiñy yuʹminoon.

    Apakah tidak cukup bagi mereka bahwa Kami telah menurunkan kepadamu Kitab (Al-Qur`an) yang dibacakan kepada mereka? Sungguh, dalam (Al-Qur`an) itu terdapat rahmat yang besar dan pelajaran bagi orang-orang yang beriman.

  52. 52

    قُلْ كَفَىٰ بِٱللَّهِ بَيْنِى وَبَيْنَكُمْ شَهِيدًا ۖ يَعْلَمُ مَا فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۗ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ بِٱلْبَـٰطِلِ وَكَفَرُوا۟ بِٱللَّهِ أُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْخَـٰسِرُونَ

    Q̣ul kafaa billaahi baynee wa-baynakum Shaheedaa: yaʻlamu maa- fis samaawaati wal-ʹarḍ. Wallaẓeena ʹaamanoo bil-baaṭili wa-kafaroo billaahi ʹulaaaʹika humul khaasiroon.

    Katakanlah (Muhammad), "Cukuplah Allah menjadi saksi antara aku dan kamu. Dia mengetahui apa yang di langit dan di bumi. Dan orang yang percaya kepada yang batil dan ingkar kepada Allah, mereka itulah orang-orang yang rugi."

  53. 53

    وَيَسْتَعْجِلُونَكَ بِٱلْعَذَابِ ۚ وَلَوْلَآ أَجَلٌ مُّسَمًّى لَّجَآءَهُمُ ٱلْعَذَابُ وَلَيَأْتِيَنَّهُم بَغْتَةً وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ

    Wa-yastaʻjiloonaka bilʻAẓaab: Wa-lawlaaa ʹajalum musammal lajaaaʹahumul ʻAẓaab: walayaʹtiyannahum̃ bag̣tatañw wahum laa- yashʻuroon!

    Dan mereka meminta kepadamu agar segera diturunkan azab. Kalau bukan karena waktunya yang telah ditetapkan, niscaya datang azab kepada mereka, dan (azab itu) pasti akan datang kepada mereka dengan tiba-tiba, sedang mereka tidak menyadarinya.

  54. 54

    يَسْتَعْجِلُونَكَ بِٱلْعَذَابِ وَإِنَّ جَهَنَّمَ لَمُحِيطَةٌۢ بِٱلْكَـٰفِرِينَ

    Yastaʻjiloonaka bilʻAẓaab: wa-ʹinna Jahannama lamuḥeeṭatum bil-kaafireen!

    Mereka meminta kepadamu agar segera diturunkan azab. Dan sesungguhnya neraka Jahanam itu pasti meliputi orang-orang kafir.

  55. 55

    يَوْمَ يَغْشَىٰهُمُ ٱلْعَذَابُ مِن فَوْقِهِمْ وَمِن تَحْتِ أَرْجُلِهِمْ وَيَقُولُ ذُوقُوا۟ مَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

    Yawma yag̣shaahumul ʻaẓaabu miñ fawq̣ihim wa-miñ taḥti ʹarjulihim wa-yaq̣oolu ẓooq̣oo maa- kuñtum taʻmaloon.

    Pada hari (ketika) azab menutup mereka dari atas dan dari bawah kaki mereka, dan (Allah) berkata (kepada mereka), "Rasakanlah (balasan dari) apa yang telah kamu kerjakan!"

  56. 56

    يَـٰعِبَادِىَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِنَّ أَرْضِى وَٰسِعَةٌ فَإِيَّـٰىَ فَٱعْبُدُونِ

    Yaa-ʻibaadiyal laẓeena ʹaamanooo ʹinna ʹarḍee waasiʻatuñ faʹiyyaaya faʻbudoon!

    Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman! Sungguh, bumi-Ku luas, maka sembahlah Aku (saja).

  57. 57

    كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ ٱلْمَوْتِ ۖ ثُمَّ إِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

    Kullu nafsiñ ẓaaaʹiq̣atul Mawt: s̤umma ʹilaynaa turjaʻoon.

    Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kemudian hanya kepada Kami kamu dikembalikan.

  58. 58

    وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ لَنُبَوِّئَنَّهُم مِّنَ ٱلْجَنَّةِ غُرَفًا تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَـٰرُ خَـٰلِدِينَ فِيهَا ۚ نِعْمَ أَجْرُ ٱلْعَـٰمِلِينَ

    Wallaẓeena ʹaamanoo wa-ʻamiluṣ Ṣaaliḥaati lanubawwiʹannahum minal Jannati g̣urafañ tajree miñ taḥtihal ʹanhaaru khaalideena feehaa;― niʻma ʹajrul ʻaamileen!

    Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, sungguh, mereka akan Kami tempatkan pada tempat-tempat yang tinggi (di dalam surga), yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Itulah sebaik-baik balasan bagi orang yang berbuat kebajikan,

  59. 59

    ٱلَّذِينَ صَبَرُوا۟ وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

    ʹAllaẓeena ṣabaroo wa-ʻalaa Rabbihim yatawakkaloon.

    (yaitu) orang-orang yang sabar dan bertawakal kepada Tuhannya.

  60. 60

    وَكَأَيِّن مِّن دَآبَّةٍ لَّا تَحْمِلُ رِزْقَهَا ٱللَّهُ يَرْزُقُهَا وَإِيَّاكُمْ ۚ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْعَلِيمُ

    Wa-kaʹayyim miñ daaabbatil laa taḥmilu rizq̣ahaa? ʹAllaahu yarzuq̣uhaa wa-ʹiyyaakum wa-Huwas Sameeʻul ʻAleem.

    Dan berapa banyak makhluk bergerak yang bernyawa yang tidak (dapat) membawa (mengurus) rezekinya sendiri. Allah lah yang memberi rezeki kepadanya dan kepadamu. Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui.

  61. 61

    وَلَئِن سَأَلْتَهُم مَّنْ خَلَقَ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ وَسَخَّرَ ٱلشَّمْسَ وَٱلْقَمَرَ لَيَقُولُنَّ ٱللَّهُ ۖ فَأَنَّىٰ يُؤْفَكُونَ

    Wa-laʹiñ saʹaltahum man khalaq̣as samaawaati wal-ʹarḍa wa-sakhkharash shamsa wal-q̣amara layaq̣oolunnal laahu faʹannaa yuʹfakoon?

    Dan jika engkau bertanya kepada mereka, "Siapakah yang menciptakan langit dan bumi dan menundukkan matahari dan bulan?" Pasti mereka akan menjawab, "Allah." Maka mengapa mereka bisa dipalingkan (dari kebenaran).

  62. 62

    ٱللَّهُ يَبْسُطُ ٱلرِّزْقَ لِمَن يَشَآءُ مِنْ عِبَادِهِۦ وَيَقْدِرُ لَهُۥٓ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌ

    ʹAllaahu yabsuṭur rizq̣a limañy yashaaaʹu min ʻibaadihee wa-yaq̣diru lah: ʹinnal laaha bikulli shayʹin ʻAleem.

    Allah melapangkan rezeki bagi orang yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya, dan Dia (pula) yang membatasi baginya. Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

  63. 63

    وَلَئِن سَأَلْتَهُم مَّن نَّزَّلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءً فَأَحْيَا بِهِ ٱلْأَرْضَ مِنۢ بَعْدِ مَوْتِهَا لَيَقُولُنَّ ٱللَّهُ ۚ قُلِ ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ ۚ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْقِلُونَ

    Wa-laʹiñ saʹaltahum man nazzala minas samaaaʹi maaaʹañ faʹaḥyaa bihil ʹarḍa mim baʻdi mawtihaa layaq̣oolunnal laah! Q̣ulil Ḥamdu lillaah! Bal ʹaks̤aruhum laa- yaʻq̣iloon.

    Dan jika kamu bertanya kepada mereka, "Siapakah yang menurunkan air dari langit, lalu dengan (air) itu dihidupkannya bumi yang sudah mati?" Pasti mereka akan menjawab, "Allah." Katakanlah, "Segala puji bagi Allah," tetapi kebanyakan mereka tidak mengerti.

  64. 64

    وَمَا هَـٰذِهِ ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَآ إِلَّا لَهْوٌ وَلَعِبٌ ۚ وَإِنَّ ٱلدَّارَ ٱلْـَٔاخِرَةَ لَهِىَ ٱلْحَيَوَانُ ۚ لَوْ كَانُوا۟ يَعْلَمُونَ

    Wa-maa haaẓihil ḥayaatud dunyaaa ʹillaa lahwuñw walaʻib? Wa-ʹinnad Daaral ʹAakhirata lahiyal Ḥayawaan. Law kaanu yaʻlamoon.

    Dan kehidupan dunia ini hanya senda gurau dan permainan. Dan sesungguhnya negeri akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya, sekiranya mereka mengetahui.

  65. 65

    فَإِذَا رَكِبُوا۟ فِى ٱلْفُلْكِ دَعَوُا۟ ٱللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ فَلَمَّا نَجَّىٰهُمْ إِلَى ٱلْبَرِّ إِذَا هُمْ يُشْرِكُونَ

    Faʹiẓaa rakiboo fil fulki daʻawul laaha mukhliṣeena lahud deen: falammaa najjaahum ʹilal barri ʹiẓaa hum yushrikoon!

    Maka apabila mereka naik kapal, mereka berdoa kepada Allah dengan penuh rasa pengabdian (ikhlas) kepada-Nya, tetapi ketika Allah menyelamatkan mereka sampai ke darat, malah mereka (kembali) mempersekutukan (Allah).

  66. 66

    لِيَكْفُرُوا۟ بِمَآ ءَاتَيْنَـٰهُمْ وَلِيَتَمَتَّعُوا۟ ۖ فَسَوْفَ يَعْلَمُونَ

    Liyakfuroo bimaaa ʹaataynaahum, wa-li-yatamattaʻoo! fasawfa yaʻlamoon.

    Biarlah mereka mengingkari nikmat yang telah Kami berikan kepada mereka dan silahkan mereka (hidup) bersenang-senang (dalam kekafiran). Maka kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatannya).

  67. 67

    أَوَلَمْ يَرَوْا۟ أَنَّا جَعَلْنَا حَرَمًا ءَامِنًا وَيُتَخَطَّفُ ٱلنَّاسُ مِنْ حَوْلِهِمْ ۚ أَفَبِٱلْبَـٰطِلِ يُؤْمِنُونَ وَبِنِعْمَةِ ٱللَّهِ يَكْفُرُونَ

    ʹAwalam yaraw ʹannaa jaʻalnaa Ḥaraman ʹaaminañw Wayutakhaṭṭafun naasu min ḥaw-lihim? ʹAfabilbaaṭili yuʹminoona wa-biniʻmatil laahi yakfuroon?

    Tidakkah mereka memperhatikan, bahwa Kami telah menjadikan (negeri mereka) tanah suci yang aman, padahal manusia di sekitarnya saling merampok. Mengapa (setelah nyata kebenaran) mereka masih percaya kepada yang batil dan ingkar kepada nikmat Allah?

  68. 68

    وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ ٱفْتَرَىٰ عَلَى ٱللَّهِ كَذِبًا أَوْ كَذَّبَ بِٱلْحَقِّ لَمَّا جَآءَهُۥٓ ۚ أَلَيْسَ فِى جَهَنَّمَ مَثْوًى لِّلْكَـٰفِرِينَ

    Wa-man ʹaz̤̣lamu mimma nif-taraa ʻalal laahi kaẓiban ʹaw kaẓẓaba bil-Ḥaq̣q̣i lammaa jaaaʹah? ʹAlaysa fee Jahannama mas̤wal lil-kaafireen?

    Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kebohongan kepada Allah atau orang yang mendustakan yang hak ketika (yang hak) itu datang kepadanya? Bukankah dalam neraka Jahanam ada tempat bagi orang-orang kafir?

  69. 69

    وَٱلَّذِينَ جَـٰهَدُوا۟ فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ۚ وَإِنَّ ٱللَّهَ لَمَعَ ٱلْمُحْسِنِينَ

    Wallaẓeena jaahadoo feenaa lanahdiyannahum Subulanaa; wa-ʹinnal laaha lamaʻal Muḥsineen.

    Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sungguh, Allah bersama orang-orang yang berbuat baik.