-
1
صٓ ۚ وَٱلْقُرْءَانِ ذِى ٱلذِّكْرِ
ṢAAAD Wal-Q̣urʹaani Ẓiẓ Ẓikr.
Ṣād, demi Al-Qur`an yang mengandung peringatan.
-
2
بَلِ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ فِى عِزَّةٍ وَشِقَاقٍ
Balil laẓeena kafaroo fee ʻizzatiñw Washiq̣aaq̣.
Tetapi orang-orang yang kafir (berada) dalam kesombongan dan permusuhan.
-
3
كَمْ أَهْلَكْنَا مِن قَبْلِهِم مِّن قَرْنٍ فَنَادَوا۟ وَّلَاتَ حِينَ مَنَاصٍ
Kam ʹahlaknaa miñ q̣ablihim miñ q̣arniñ fanaadaw walaata ḥeena manaaṣ!
Betapa banyak umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan, lalu mereka meminta tolong padahal (waktu itu) bukanlah saat untuk lari melepaskan diri.
-
4
وَعَجِبُوٓا۟ أَن جَآءَهُم مُّنذِرٌ مِّنْهُمْ ۖ وَقَالَ ٱلْكَـٰفِرُونَ هَـٰذَا سَـٰحِرٌ كَذَّابٌ
Wa-ʻajibooo ʹañ jaaaʹahum Muñẓirun minhum! Wa-q̣aalal Kaafiroonna haaẓaa saaḥiruñ kaẓẓaab!
Dan mereka heran karena mereka kedatangan seorang pemberi peringatan (rasul) dari kalangan mereka; dan orang-orang kafir berkata, "Orang ini adalah penyihir yang banyak berdusta."
-
5
أَجَعَلَ ٱلْـَٔالِهَةَ إِلَـٰهًا وَٰحِدًا ۖ إِنَّ هَـٰذَا لَشَىْءٌ عُجَابٌ
ʹAjaʻalal ʹaalihata ʹIlaahañw Waaḥidaa? ʹInna haaẓaa lashayʹun ʻujaab!
Apakah dia menjadikan tuhan-tuhan itu Tuhan yang satu saja? Sungguh, ini benar-benar sesuatu yang sangat mengherankan.
-
6
وَٱنطَلَقَ ٱلْمَلَأُ مِنْهُمْ أَنِ ٱمْشُوا۟ وَٱصْبِرُوا۟ عَلَىٰٓ ءَالِهَتِكُمْ ۖ إِنَّ هَـٰذَا لَشَىْءٌ يُرَادُ
Wañṭalaq̣al malaʹu minhum ʻanim shoo waṣbiroo ʻalaaa ʹaalihatikum! ʹInna haaẓaa lashayʹuñy yuraad!
Lalu pergilah pemimpin-pemimpin mereka (seraya berkata), "Pergilah kamu dan tetaplah (menyembah) tuhan-tuhanmu, sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang dikehendaki.
-
7
مَا سَمِعْنَا بِهَـٰذَا فِى ٱلْمِلَّةِ ٱلْـَٔاخِرَةِ إِنْ هَـٰذَآ إِلَّا ٱخْتِلَـٰقٌ
Maa- samiʻnaa bihaaẓaa fil millatil ʹaakhirah: ʹin haaẓaaa ʹillakh tilaaq̣!
Kami tidak pernah mendengar hal ini dalam agama yang terakhir, ini (mengesakan Allah) tidak lain hanyalah (dusta) yang diada-adakan.
-
8
أَءُنزِلَ عَلَيْهِ ٱلذِّكْرُ مِنۢ بَيْنِنَا ۚ بَلْ هُمْ فِى شَكٍّ مِّن ذِكْرِى ۖ بَل لَّمَّا يَذُوقُوا۟ عَذَابِ
ʹA-ʹuñzila ʻalayhiẓ Ẓikru mim bayninaa? Bal hum fee shakkim miñ Ẓikree! Bal lammaa yaẓooq̣oo ʻAẓaab!
Mengapa Al-Qur`an itu diturunkan kepadanya di antara kita?" Sebenarnya mereka ragu-ragu terhadap Al-Qur`an-Ku, tetapi mereka belum merasakan azab(-Ku).
-
9
أَمْ عِندَهُمْ خَزَآئِنُ رَحْمَةِ رَبِّكَ ٱلْعَزِيزِ ٱلْوَهَّابِ
ʹAm ʻiñdahum khazaaaʹinu Raḥmati Rabbikal ʻAzeezil Wahhaab?
Atau apakah mereka itu mempunyai perbendaharaan rahmat Tuhanmu Yang Mahaperkasa, Maha Pemberi?
-
10
أَمْ لَهُم مُّلْكُ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا ۖ فَلْيَرْتَقُوا۟ فِى ٱلْأَسْبَـٰبِ
ʹAm lahum mulkus samaawaati wal-ʹarḍi wa-maa baynahumaa? Falyartaq̣oo fil ʹasbaab!
Atau apakah mereka mempunyai kerajaan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya? (Jika ada), maka biarlah mereka menaiki tangga-tangga (ke langit).
-
11
جُندٌ مَّا هُنَالِكَ مَهْزُومٌ مِّنَ ٱلْأَحْزَابِ
Juñdum maa hunaalika mahzoomum minal ʹaḥzaab.
(Mereka itu) kelompok besar bala tentara yang berada di sana yang akan dikalahkan.
-
12
كَذَّبَتْ قَبْلَهُمْ قَوْمُ نُوحٍ وَعَادٌ وَفِرْعَوْنُ ذُو ٱلْأَوْتَادِ
Kaẓẓabat q̣ablahum Q̣awmu Nooḥiñw WaʻAaduñw Wa-Firʻawnu Ẓul ʹawtaad,
Sebelum mereka itu, kaum Nuh, 'Ād dan Fir'aun yang mempunyai bala tentara yang banyak, juga telah mendustakan (rasul-rasul),
-
13
وَثَمُودُ وَقَوْمُ لُوطٍ وَأَصْحَـٰبُ لْـَٔيْكَةِ ۚ أُو۟لَـٰٓئِكَ ٱلْأَحْزَابُ
Wa-S̤amoodu wa-Q̣awmu Looṭiñw waʹAṣḥaabul ʹAykah;― ʹulaaaʹikal ʹAḥzaab.
dan (begitu juga) Samud, kaum Luṭ dan penduduk Aikah. Mereka itulah golongan-golongan yang bersekutu (menentang rasul-rasul).
-
14
إِن كُلٌّ إِلَّا كَذَّبَ ٱلرُّسُلَ فَحَقَّ عِقَابِ
ʹIñ kullun ʹillaa kaẓẓabar rusula faḥaq̣q̣a ʻIq̣aab.
Semua mereka itu mendustakan rasul-rasul, maka pantas mereka merasakan azab-Ku.
-
15
وَمَا يَنظُرُ هَـٰٓؤُلَآءِ إِلَّا صَيْحَةً وَٰحِدَةً مَّا لَهَا مِن فَوَاقٍ
Wa-maa yañz̤̣uru haaaʹulaaaʹi ʹillaa Ṣayḥatañw waaḥidatam maa lahaa miñ fawaaq̣.
Dan sebenarnya yang mereka tunggu adalah satu teriakan saja, yang tidak ada selanya.
-
16
وَقَالُوا۟ رَبَّنَا عَجِّل لَّنَا قِطَّنَا قَبْلَ يَوْمِ ٱلْحِسَابِ
Wa-q̣aaloo Rabbanaa ʻajjil lanaa q̣iṭṭanaa q̣abla Yawmil Ḥisaab!
Dan mereka berkata, "Ya Tuhan kami, segerakanlah azab yang diperuntukkan bagi kami sebelum hari perhitungan."
-
17
ٱصْبِرْ عَلَىٰ مَا يَقُولُونَ وَٱذْكُرْ عَبْدَنَا دَاوُۥدَ ذَا ٱلْأَيْدِ ۖ إِنَّهُۥٓ أَوَّابٌ
ʹIṣbir ʻalaa maa- yaq̣ooloona waẓkur ʻAbdanaa Daawooda Ẓal ʹayd: ʹinnahooo ʹawwaab.
Bersabarlah atas apa yang mereka katakan; dan ingatlah akan hamba Kami Dawud yang mempunyai kekuatan; sungguh dia sangat taat (kepada Allah).
-
18
إِنَّا سَخَّرْنَا ٱلْجِبَالَ مَعَهُۥ يُسَبِّحْنَ بِٱلْعَشِىِّ وَٱلْإِشْرَاقِ
ʹInnaa sakhkharnal jibaala maʻahoo yusabbiḥna bilʻashiyyi wal-ʹishraaq̣,
Sungguh, Kamilah yang menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih bersama dia (Dawud) pada waktu petang dan pagi,
-
19
وَٱلطَّيْرَ مَحْشُورَةً ۖ كُلٌّ لَّهُۥٓ أَوَّابٌ
Waṭṭayra maḥshoorah: kullul lahooo ʹawwaab.
dan (Kami tundukkan pula) burung-burung dalam keadaan terkumpul. Masing-masing sangat taat (kepada Allah).
-
20
وَشَدَدْنَا مُلْكَهُۥ وَءَاتَيْنَـٰهُ ٱلْحِكْمَةَ وَفَصْلَ ٱلْخِطَابِ
Wa-shadadnaa mulkahoo wa-ʹaataynaahul ḥikmata wa-faṣlal khiṭaab.
Dan Kami kuatkan kerajaannya dan Kami berikan hikmah kepadanya serta kebijaksanaan dalam memutuskan perkara.
-
21
۞ وَهَلْ أَتَىٰكَ نَبَؤُا۟ ٱلْخَصْمِ إِذْ تَسَوَّرُوا۟ ٱلْمِحْرَابَ
Wa-hal ʹataaka nabaʹul khaṣm? ʹIẓ tasawwarul miḥraab;
Dan apakah telah sampai kepadamu berita orang-orang yang berselisih ketika mereka memanjat dinding mihrab?
-
22
إِذْ دَخَلُوا۟ عَلَىٰ دَاوُۥدَ فَفَزِعَ مِنْهُمْ ۖ قَالُوا۟ لَا تَخَفْ ۖ خَصْمَانِ بَغَىٰ بَعْضُنَا عَلَىٰ بَعْضٍ فَٱحْكُم بَيْنَنَا بِٱلْحَقِّ وَلَا تُشْطِطْ وَٱهْدِنَآ إِلَىٰ سَوَآءِ ٱلصِّرَٰطِ
ʹIẓ dakhaloo ʻalaa Daawooda fafaziʻa minhum q̣aaloo laa- takhaf: khaṣmaani bag̣aa baʻḍunaa ʻalaa baʻḍiñ faḥkum̃ baynanaa bilḥaq̣q̣i wa-laa tushṭiṭ wahdinaaa ʹilaa sawaaaʹiṣ ṣiraaṭ...
Ketika mereka masuk menemui Dawud lalu dia terkejut karena (kedatangan) mereka. Mereka berkata, "Janganlah takut! (Kami) berdua sedang berselisih, sebagian dari kami berbuat zalim kepada yang lain; maka berilah keputusan di antara kami secara adil dan janganlah menyimpang dari kebenaran serta tunjukilah kami ke jalan yang lurus.
-
23
إِنَّ هَـٰذَآ أَخِى لَهُۥ تِسْعٌ وَتِسْعُونَ نَعْجَةً وَلِىَ نَعْجَةٌ وَٰحِدَةٌ فَقَالَ أَكْفِلْنِيهَا وَعَزَّنِى فِى ٱلْخِطَابِ
ʹInna haaẓaaa ʹakhee: lahoo tisʻuñw watisʻoona naʻjatañw waliya naʻjatuñw waaḥidah: faq̣aala ʹakfilneehaa wa-ʻazzanee fil khiṭaab.
Sesungguhnya saudaraku ini mempunyai sembilan puluh sembilan ekor kambing betina dan aku mempunyai seekor saja, lalu dia berkata, "Serahkanlah (kambingmu) itu kepadaku! Dan dia mengalahkan aku dalam perdebatan."
-
24
قَالَ لَقَدْ ظَلَمَكَ بِسُؤَالِ نَعْجَتِكَ إِلَىٰ نِعَاجِهِۦ ۖ وَإِنَّ كَثِيرًا مِّنَ ٱلْخُلَطَآءِ لَيَبْغِى بَعْضُهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ وَقَلِيلٌ مَّا هُمْ ۗ وَظَنَّ دَاوُۥدُ أَنَّمَا فَتَنَّـٰهُ فَٱسْتَغْفَرَ رَبَّهُۥ وَخَرَّ رَاكِعًا وَأَنَابَ ۩
Q̣aala laq̣ad z̤̣alamaka bisuʹaali naʻjatika ʹilaa niʻaajih: wa-ʹinna kas̤eeram minal khulaṭaaaʹi layabg̣ee baʻḍuhum ʻalaa baʻḍin ʹillal laẓeena ʹaamanoo wa-ʻamiluṣ ṣaaliḥaati wa-q̣aleelum maa hum! Wa-z̤̣anna Daawoodu ʹannamaa fatannaahu fastag̣fara Rabbahoo wa-kharra raakiʻañw waʹanaab.
Dia (Dawud) berkata, "Sungguh, dia telah berbuat zalim kepadamu dengan meminta kambingmu itu untuk (ditambahkan) kepada kambingnya. Memang banyak di antara orang-orang yang bersekutu itu berbuat zalim kepada yang lain, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan; dan hanya sedikitlah mereka yang begitu." Dan Dawud menduga bahwa Kami mengujinya; maka dia memohon ampunan kepada Tuhannya lalu menyungkur sujud dan bertobat.
-
25
فَغَفَرْنَا لَهُۥ ذَٰلِكَ ۖ وَإِنَّ لَهُۥ عِندَنَا لَزُلْفَىٰ وَحُسْنَ مَـَٔابٍ
Fag̣afarnaa lahoo ẓaalik: wa-ʹinna lahoo ʻiñdanaa lazulfaa wa-ḥusna maʹaab.
Lalu Kami mengampuni (kesalahannya) itu. Dan sungguh, dia mempunyai kedudukan yang benar-benar dekat di sisi Kami dan tempat kembali yang baik.
-
26
يَـٰدَاوُۥدُ إِنَّا جَعَلْنَـٰكَ خَلِيفَةً فِى ٱلْأَرْضِ فَٱحْكُم بَيْنَ ٱلنَّاسِ بِٱلْحَقِّ وَلَا تَتَّبِعِ ٱلْهَوَىٰ فَيُضِلَّكَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَضِلُّونَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌۢ بِمَا نَسُوا۟ يَوْمَ ٱلْحِسَابِ
Yaa-Daawoodu ʹinnaa jaʻalnaaka Khaleefatañ fil ʹarḍi faḥkum̃ baynan naasi bilḥaq̣q̣i wa-laa tattabiʻil hawaa fayuḍillaka ʻañ Sabeelil laah: ʹinnal laẓeena yaḍilloona ʻañ Sabeelil laahi lahum ʻaẓaabuñ shadeedum bimaa nasoo Yawmal Ḥisaab.
(Allah berfirman), "Wahai Dawud! Sesungguhnya engkau Kami jadikan khalifah (penguasa) di bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah engkau mengikuti hawa nafsu, karena akan menyesatkan engkau dari jalan Allah. Sungguh, orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan."
-
27
وَمَا خَلَقْنَا ٱلسَّمَآءَ وَٱلْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا بَـٰطِلًا ۚ ذَٰلِكَ ظَنُّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ ۚ فَوَيْلٌ لِّلَّذِينَ كَفَرُوا۟ مِنَ ٱلنَّارِ
Wa-maa khalaq̣nas samaaaʹa wal-ʹarḍa wa-maa baynahumaa baaṭilaa! Ẓaalika z̤̣annul laẓeena kafaroo! Fawaylul lil-laẓeena kafaroo minan Naar!
Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya dengan sia-sia. Itu anggapan orang-orang kafir, maka celakalah orang-orang yang kafir itu karena mereka akan masuk neraka.
-
28
أَمْ نَجْعَلُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ كَٱلْمُفْسِدِينَ فِى ٱلْأَرْضِ أَمْ نَجْعَلُ ٱلْمُتَّقِينَ كَٱلْفُجَّارِ
ʹAm najʻalul laẓeena ʹaamanoo wa-ʻamiluṣ ṣaaliḥaati kalmufsideena fil ʹarḍ? ʹAm najʻalul muttaq̣eena kalfujjaar?
Pantaskah Kami memperlakukan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan sama dengan orang-orang yang berbuat kerusakan di bumi? Atau pantaskah Kami mengangggap orang-orang yang bertakwa sama dengan orang-orang yang jahat?
-
29
كِتَـٰبٌ أَنزَلْنَـٰهُ إِلَيْكَ مُبَـٰرَكٌ لِّيَدَّبَّرُوٓا۟ ءَايَـٰتِهِۦ وَلِيَتَذَكَّرَ أُو۟لُوا۟ ٱلْأَلْبَـٰبِ
Kitaabun ʹañzalnaahu ʹilayka mubaarakul liyaddabbarooo ʹAayaatihee wa-liyataẓakkara ʹulul ʹalbaab.
Kitab (Al-Qur`an) yang Kami turunkan kepadamu penuh berkah agar mereka menghayati ayat-ayatnya dan agar orang-orang yang berakal sehat mendapat pelajaran.
-
30
وَوَهَبْنَا لِدَاوُۥدَ سُلَيْمَـٰنَ ۚ نِعْمَ ٱلْعَبْدُ ۖ إِنَّهُۥٓ أَوَّابٌ
Wa-wahabnaa li-Daawooda Sulaymaan: niʻmal ʻAbd! ʹInnahooo ʹawwaab!
Dan kepada Dawud Kami karuniakan (anak bernama) Sulaiman; dia adalah sebaik-baik hamba. Sungguh, dia sangat taat (kepada Allah).
-
31
إِذْ عُرِضَ عَلَيْهِ بِٱلْعَشِىِّ ٱلصَّـٰفِنَـٰتُ ٱلْجِيَادُ
ʹIẓ ʻuriḍa ʻalayhi bilʻashiyyiṣ ṣaafinaatul jiyaad;
(Ingatlah) ketika suatu sore dipertunjukkan kepadanya (kuda-kuda) yang jinak, (tetapi) sangat cepat larinya,
-
32
فَقَالَ إِنِّىٓ أَحْبَبْتُ حُبَّ ٱلْخَيْرِ عَن ذِكْرِ رَبِّى حَتَّىٰ تَوَارَتْ بِٱلْحِجَابِ
Faq̣aala ʹinneee ʹaḥbabtu ḥubbal khayri ʻañ ẓikri Rabbee,― ḥattaa tawaarat bilḥijaab:
maka dia berkata, "Sesungguhnya aku menyukai segala yang baik (kuda), yang membuat aku ingat akan (kebesaran) Tuhanku, sampai matahari terbenam."
-
33
رُدُّوهَا عَلَىَّ ۖ فَطَفِقَ مَسْحًۢا بِٱلسُّوقِ وَٱلْأَعْنَاقِ
Ruddoohaa ʻalayy. faṭafiq̣a mas-ḥam bissooq̣i wal-ʹaʻnaaq̣.
"Bawalah semua kuda itu kembali kepadaku." Lalu dia mengusap-usap kaki dan leher kuda itu.
-
34
وَلَقَدْ فَتَنَّا سُلَيْمَـٰنَ وَأَلْقَيْنَا عَلَىٰ كُرْسِيِّهِۦ جَسَدًا ثُمَّ أَنَابَ
Wa-laq̣ad fatannaa Sulaymaana wa-ʹalq̣aynaa ʻalaa kursiyyihee jasadañ s̤umma ʹanaab:
Dan sungguh, Kami telah menguji Sulaiman dan Kami jadikan (dia) tergeletak di atas kursinya sebagai tubuh (yang lemah karena sakit), kemudian dia bertobat.
-
35
قَالَ رَبِّ ٱغْفِرْ لِى وَهَبْ لِى مُلْكًا لَّا يَنۢبَغِى لِأَحَدٍ مِّنۢ بَعْدِىٓ ۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلْوَهَّابُ
Q̣aala Rabbig̣ fir lee wa-hab lee Mulkal laa yambag̣ee liʹaḥadim mim baʻdee: ʹinnaka ʹAñtal Wahhaab.
Dia berkata, "Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh siapa pun setelahku. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Pemberi."
-
36
فَسَخَّرْنَا لَهُ ٱلرِّيحَ تَجْرِى بِأَمْرِهِۦ رُخَآءً حَيْثُ أَصَابَ
Fasakhkharnaa lahur Reeḥa tajree biʹamrihee rukhaaaʹan ḥays̤u ʹaṣaab,―
Kemudian Kami tundukkan kepadanya angin yang berhembus dengan baik menurut perintahnya ke mana saja yang dikehendakinya,
-
37
وَٱلشَّيَـٰطِينَ كُلَّ بَنَّآءٍ وَغَوَّاصٍ
Washshayaaṭeena kulla bannaaaʹiñw wag̣awwaaṣ,―
dan (Kami tundukkan pula kepadanya) setan-setan, semuanya ahli bangunan dan penyelam,
-
38
وَءَاخَرِينَ مُقَرَّنِينَ فِى ٱلْأَصْفَادِ
Wa-ʹaakhareena muq̣arraneena fil ʹaṣfaad.
dan (setan) lain yang terikat dalam belenggu.
-
39
هَـٰذَا عَطَآؤُنَا فَٱمْنُنْ أَوْ أَمْسِكْ بِغَيْرِ حِسَابٍ
Haaẓaa ʻAṭaaaʹunaa famnun ʹaw ʹamsik big̣ayri ḥisaab.
Inilah anugerah Kami; maka berikanlah (kepada orang lain) atau tahanlah (untuk dirimu sendiri) tanpa perhitungan.
-
40
وَإِنَّ لَهُۥ عِندَنَا لَزُلْفَىٰ وَحُسْنَ مَـَٔابٍ
Wa-ʹinna lahoo ʻiñdanaa lazulfaa waḥusna maʹaab.
Dan sungguh, dia mempunyai kedudukan yang dekat pada sisi Kami dan tempat kembali yang baik.
-
41
وَٱذْكُرْ عَبْدَنَآ أَيُّوبَ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُۥٓ أَنِّى مَسَّنِىَ ٱلشَّيْطَـٰنُ بِنُصْبٍ وَعَذَابٍ
Waẓkur ʻAbdanaaa ʹAyyoob. ʹIẓ naadaa Rabbahooo ʹannee massaniyash shayṭaanu binuṣbiñw waʻaẓaab!
Dan ingatlah akan hamba Kami Ayyub ketika dia menyeru Tuhannya, "Sesungguhnya aku diganggu setan dengan penderitaan dan bencana."
-
42
ٱرْكُضْ بِرِجْلِكَ ۖ هَـٰذَا مُغْتَسَلٌۢ بَارِدٌ وَشَرَابٌ
ʹUrkuḍ birijlik: haaẓaa mug̣tasalum baariduñw washaraab.
(Allah berfirman), "Hentakkanlah kakimu; inilah air yang sejuk untuk mandi dan untuk minum."
-
43
وَوَهَبْنَا لَهُۥٓ أَهْلَهُۥ وَمِثْلَهُم مَّعَهُمْ رَحْمَةً مِّنَّا وَذِكْرَىٰ لِأُو۟لِى ٱلْأَلْبَـٰبِ
Wa-wahabnaa lahooo ʹahlahoo wa-mis̤lahum maʻahum Raḥmatam minnaa wa-ẓikraa liʹUlil ʹalbaab.
Dan Kami anugerahi dia (dengan mengumpulkan kembali) keluarganya dan Kami lipat gandakan jumlah mereka, sebagai rahmat dari Kami dan pelajaran bagi orang-orang yang berpikiran sehat.
-
44
وَخُذْ بِيَدِكَ ضِغْثًا فَٱضْرِب بِّهِۦ وَلَا تَحْنَثْ ۗ إِنَّا وَجَدْنَـٰهُ صَابِرًا ۚ نِّعْمَ ٱلْعَبْدُ ۖ إِنَّهُۥٓ أَوَّابٌ
Wa-khuẓ biyadika ḍig̣s̤añ faḍrib bihee wa-laa taḥnas̤. ʹInnaa wa-jadnaahu ṣaabiraa. Niʻmal ʻAbd! ʹInnahooo ʹawwaab!
Dan ambillah seikat (rumput) dengan tanganmu, lalu pukullah dengan itu dan janganlah engkau melanggar sumpah. Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayyub) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sungguh, dia sangat taat (kepada Allah).
-
45
وَٱذْكُرْ عِبَـٰدَنَآ إِبْرَٰهِيمَ وَإِسْحَـٰقَ وَيَعْقُوبَ أُو۟لِى ٱلْأَيْدِى وَٱلْأَبْصَـٰرِ
Waẓkur ʻIbaadanaaa ʹIbraaheema wa-ʹIsḥaaq̣a wa-Yaʻq̣ooba ʹUlil ʹAydee walʹAbṣaar.
Dan ingatlah hamba-hamba Kami: Ibrahim, Ishak dan Yakub yang mempunyai kekuatan-kekuatan yang besar dan ilmu-ilmu (yang tinggi).
-
46
إِنَّآ أَخْلَصْنَـٰهُم بِخَالِصَةٍ ذِكْرَى ٱلدَّارِ
ʹInnaaa ʹakhlaṣnaahum̃ bikhaaliṣatiñ Ẓikrad Daar.
Sungguh, Kami telah menyucikan mereka dengan (menganugerahkan) akhlak yang tinggi kepadanya yaitu selalu mengingatkan (manusia) kepada negeri akhirat.
-
47
وَإِنَّهُمْ عِندَنَا لَمِنَ ٱلْمُصْطَفَيْنَ ٱلْأَخْيَارِ
Wa-ʹinnahum ʻiñdanaa laminal Muṣṭafaynal ʹakhyaar.
Dan sungguh, di sisi Kami mereka termasuk orang-orang pilihan yang paling baik.
-
48
وَٱذْكُرْ إِسْمَـٰعِيلَ وَٱلْيَسَعَ وَذَا ٱلْكِفْلِ ۖ وَكُلٌّ مِّنَ ٱلْأَخْيَارِ
Waẓkur ʹIsmaaʻeela wal yasaʻa wa-Ẓal-Kifl: wa-kullum minal ʹAkhyaar.
Dan ingatlah Ismail, Ilyasa' dan Zulkifli. Semuanya termasuk orang-orang yang terbaik.
-
49
هَـٰذَا ذِكْرٌ ۚ وَإِنَّ لِلْمُتَّقِينَ لَحُسْنَ مَـَٔابٍ
Haaẓaa Ẓikr: wa-ʹinna lil-Muttaq̣eena laḥusna maʹaab.
Ini adalah kehormatan (bagi mereka). Dan sungguh, bagi orang-orang yang bertakwa (disediakan) tempat kembali yang terbaik,
-
50
جَنَّـٰتِ عَدْنٍ مُّفَتَّحَةً لَّهُمُ ٱلْأَبْوَٰبُ
Jannaati ʻAdnim mufattaḥatal lahumul ʹabwaab;
(yaitu) surga 'Adn yang pintu-pintunya terbuka bagi mereka.
-
51
مُتَّكِـِٔينَ فِيهَا يَدْعُونَ فِيهَا بِفَـٰكِهَةٍ كَثِيرَةٍ وَشَرَابٍ
Muttakiʹeena feehaa yadʻoona feehaa bifaakihatiñ kas̤eeratiñw washaraab;
Di dalamnya mereka bersandar (di atas dipan-dipan) sambil meminta buah-buahan yang banyak dan minuman (di surga itu).
-
52
۞ وَعِندَهُمْ قَـٰصِرَٰتُ ٱلطَّرْفِ أَتْرَابٌ
Wa-ʻiñdahum q̣aaṣiratuṭ ṭarfi ʹatraab.
Dan di samping mereka (ada bidadari-bidadari) yang redup pandangannya dan sebaya umurnya.
-
53
هَـٰذَا مَا تُوعَدُونَ لِيَوْمِ ٱلْحِسَابِ
Haaẓaa maa- tooʻadoona li-Yawmil Ḥisaab!
Inilah apa yang dijanjikan kepadamu pada hari perhitungan.
-
54
إِنَّ هَـٰذَا لَرِزْقُنَا مَا لَهُۥ مِن نَّفَادٍ
ʹInna haaẓaa la-Rizq̣unaa maa- lahoo min nafaad.
Sungguh, inilah rezeki dari Kami yang tidak ada habis-habisnya.
-
55
هَـٰذَا ۚ وَإِنَّ لِلطَّـٰغِينَ لَشَرَّ مَـَٔابٍ
Haaẓaa! Wa-ʹinna liṭṭaag̣eena lasharra maʹaab!―
Beginilah (keadaan mereka). Dan sungguh, bagi orang-orang yang durhaka pasti (disediakan) tempat kembali yang buruk,
-
56
جَهَنَّمَ يَصْلَوْنَهَا فَبِئْسَ ٱلْمِهَادُ
Jahannama Yaṣlawnahaa fabiʹsal mihaad!
(yaitu) neraka Jahanam yang mereka masuki; maka itulah seburuk-buruk tempat tinggal.
-
57
هَـٰذَا فَلْيَذُوقُوهُ حَمِيمٌ وَغَسَّاقٌ
Haaẓaa falyaẓooq̣oohu ḥameemuñw wag̣assaaq̣!
Inilah (azab neraka), maka biarlah mereka merasakannya, (minuman mereka) air yang sangat panas dan air yang sangat dingin,
-
58
وَءَاخَرُ مِن شَكْلِهِۦٓ أَزْوَٰجٌ
Wa-ʹaakharu miñ shakliheee ʹazwaaj!
dan berbagai macam (azab) yang lain yang serupa itu.
-
59
هَـٰذَا فَوْجٌ مُّقْتَحِمٌ مَّعَكُمْ ۖ لَا مَرْحَبًۢا بِهِمْ ۚ إِنَّهُمْ صَالُوا۟ ٱلنَّارِ
Haaẓaa fawjum muq̣taḥimum maʻakum! Laa- marḥabam bihim! ʹInnahum ṣaalun Naar!
(Dikatakan kepada mereka), "Ini rombongan besar (pengikut-pengikutmu) yang masuk berdesak-desak bersama kamu (ke neraka)." Tidak ada ucapan selamat datang bagi mereka karena sesungguhnya mereka akan masuk neraka (kata pemimpin-pemimpin mereka).
-
60
قَالُوا۟ بَلْ أَنتُمْ لَا مَرْحَبًۢا بِكُمْ ۖ أَنتُمْ قَدَّمْتُمُوهُ لَنَا ۖ فَبِئْسَ ٱلْقَرَارُ
Q̣aaloo bal ʹañtum! Laa- marḥabam bikum! ʹAñtum q̣addamtumoohu lanaa! Fabiʹsal q̣araar!
(Para pengikut mereka menjawab), "Sebenarnya kamulah yang (lebih pantas) tidak menerima ucapan selamat datang, karena kamulah yang menjerumuskan kami ke dalam azab, maka itulah seburuk-buruk tempat menetap."
-
61
قَالُوا۟ رَبَّنَا مَن قَدَّمَ لَنَا هَـٰذَا فَزِدْهُ عَذَابًا ضِعْفًا فِى ٱلنَّارِ
Q̣aaloo Rabbanaa mañ q̣addama lanaa haaẓaa fazidhu ʻAẓaabañ ḍiʻfañ fin Naar!
Mereka berkata (lagi), "Ya Tuhan kami, barangsiapa menjerumuskan kami ke dalam (azab) ini, maka tambahkanlah azab kepadanya dua kali lipat di dalam neraka."
-
62
وَقَالُوا۟ مَا لَنَا لَا نَرَىٰ رِجَالًا كُنَّا نَعُدُّهُم مِّنَ ٱلْأَشْرَارِ
Waq̣aaloo maa- lanaa laa- naraa rijaalañ kunnaa naʻudduhum minal ʹashraar?
Dan (orang-orang durhaka) berkata, "Mengapa kami tidak melihat orang-orang yang dahulu (di dunia) kami anggap sebagai orang-orang yang jahat (hina).
-
63
أَتَّخَذْنَـٰهُمْ سِخْرِيًّا أَمْ زَاغَتْ عَنْهُمُ ٱلْأَبْصَـٰرُ
ʹAttakhaẓnaahum sikhriyyan ʹam zaag̣at ʻanhumul ʹabṣaar?
Dahulu kami menjadikan mereka olok-olokan, ataukah karena penglihatan kami yang tidak melihat mereka?"
-
64
إِنَّ ذَٰلِكَ لَحَقٌّ تَخَاصُمُ أَهْلِ ٱلنَّارِ
ʹInna ẓaalika laḥaq̣q̣uñ takhaaṣumu ʹAhlin Naar!
Sungguh, yang demikian benar-benar terjadi, (yaitu) pertengkaran di antara penghuni neraka.
-
65
قُلْ إِنَّمَآ أَنَا۠ مُنذِرٌ ۖ وَمَا مِنْ إِلَـٰهٍ إِلَّا ٱللَّهُ ٱلْوَٰحِدُ ٱلْقَهَّارُ
Q̣ul ʹInnamaaa ʹana Muñẓir: wa-maa min ʹilaahin ʹillal laahul Waaḥidul Q̣ahhaar,―
Katakanlah (Muhammad), "Sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan, tidak ada tuhan selain Allah Yang Maha Esa, Mahaperkasa,
-
66
رَبُّ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا ٱلْعَزِيزُ ٱلْغَفَّـٰرُ
Rabbus samaawaati wal-ʹarḍi wa-maa baynahumal ʻAzeezul G̣affaar.
(yaitu) Tuhan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya, Yang Mahaperkasa, Maha Pengampun."
-
67
قُلْ هُوَ نَبَؤٌا۟ عَظِيمٌ
Q̣ul huwa Nabaʹun ʻAz̤̣eem,
Katakanlah, "Itu (Al-Qur`an) adalah berita besar,
-
68
أَنتُمْ عَنْهُ مُعْرِضُونَ
ʹAñtum ʻanhu muʻriḍoon!
yang kamu berpaling darinya.
-
69
مَا كَانَ لِىَ مِنْ عِلْمٍۭ بِٱلْمَلَإِ ٱلْأَعْلَىٰٓ إِذْ يَخْتَصِمُونَ
Maa- kaana liya min ʻilmim bil-malaʹil ʹaʻlaaa ʹiẓ yakhtaṣimoon.
Aku tidak mempunyai pengetahuan sedikit pun tentang al-malaul a'lā (malaikat) ketika mereka berbantah-bantahan.
-
70
إِن يُوحَىٰٓ إِلَىَّ إِلَّآ أَنَّمَآ أَنَا۠ نَذِيرٌ مُّبِينٌ
ʹIñy yooḥaaa ʹilayya ʹillaaa ʹannamaaa ʹana Naẓeerum mubeen.
Yang diwahyukan kepadaku, bahwa aku hanyalah seorang pemberi peringatan yang nyata."
-
71
إِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَـٰٓئِكَةِ إِنِّى خَـٰلِقٌۢ بَشَرًا مِّن طِينٍ
ʹIẓ q̣aala Rabbuka lilmalaaaʹikati ʹinnee khaaliq̣um basharam miñ ṭeen.
(Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat, "Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah.
-
72
فَإِذَا سَوَّيْتُهُۥ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِن رُّوحِى فَقَعُوا۟ لَهُۥ سَـٰجِدِينَ
Faʹiẓaa sawwaytuhoo wa-nafakhtu feehi mir Rooḥee faq̣aʻoo lahoo saajideen.
Kemudian apabila telah Aku sempurnakan kejadiannya dan Aku tiupkan roh (ciptaan)-Ku kepadanya; maka tunduklah kamu dengan bersujud kepadanya."
-
73
فَسَجَدَ ٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ كُلُّهُمْ أَجْمَعُونَ
Fasajadal malaaaʹikatu kulluhum ʹajmaʻoon:
Lalu para malaikat itu bersujud semuanya,
-
74
إِلَّآ إِبْلِيسَ ٱسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ ٱلْكَـٰفِرِينَ
ʹIllaaa ʹIblees; ʹistakbara wa-kaana minal kaafireen.
kecuali iblis; ia menyombongkan diri dan ia termasuk golongan yang kafir.
-
75
قَالَ يَـٰٓإِبْلِيسُ مَا مَنَعَكَ أَن تَسْجُدَ لِمَا خَلَقْتُ بِيَدَىَّ ۖ أَسْتَكْبَرْتَ أَمْ كُنتَ مِنَ ٱلْعَالِينَ
Q̣aala YaaaʹIbleesu maa- manaʻaka ʹañ tasjuda limaa khalaq̣tu biyadayy? ʹAs-takbarta ʹam kuñta min alʻaaleen?
(Allah) berfirman, "Wahai iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Aku ciptakan dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri atau kamu (merasa) termasuk golongan yang (lebih) tinggi?"
-
76
قَالَ أَنَا۠ خَيْرٌ مِّنْهُ ۖ خَلَقْتَنِى مِن نَّارٍ وَخَلَقْتَهُۥ مِن طِينٍ
Q̣aala ʹana khayrum minh: khalaq̣tanee min naariñw wakhalaq̣tahoo miñ ṭeen.
(Iblis) berkata, "Aku lebih baik darinya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah."
-
77
قَالَ فَٱخْرُجْ مِنْهَا فَإِنَّكَ رَجِيمٌ
Q̣aala fakhruj minha faʹinnaka rajeem.
(Allah) berfirman, "Kalau begitu keluarlah kamu dari surga! Sesungguhnya kamu adalah makhluk yang terkutuk.
-
78
وَإِنَّ عَلَيْكَ لَعْنَتِىٓ إِلَىٰ يَوْمِ ٱلدِّينِ
Wa-ʹinna ʻalayka laʻnateee ʹilaa Yawmid Deen.
Dan sungguh, kutukan-Ku tetap atasmu sampai hari pembalasan."
-
79
قَالَ رَبِّ فَأَنظِرْنِىٓ إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ
Q̣aala Rabbi faʹañz̤̣irneee ʹilaa Yawmi yubʻas̤oon.
(Iblis) berkata, "Ya Tuhanku, tangguhkanlah aku sampai pada hari mereka dibangkitkan."
-
80
قَالَ فَإِنَّكَ مِنَ ٱلْمُنظَرِينَ
Q̣aala faʹinnaka minal muñz̤̣areen―
(Allah) berfirman, "Maka sesungguhnya kamu termasuk golongan yang diberi penangguhan,
-
81
إِلَىٰ يَوْمِ ٱلْوَقْتِ ٱلْمَعْلُومِ
ʹIlaa Yawmil Waq̣til Maʻloom.
sampai pada hari yang telah ditentukan waktunya (hari Kiamat)."
-
82
قَالَ فَبِعِزَّتِكَ لَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ
Q̣aala fabiʻIzzatika laʹug̣wiyannahum ʹajmaʻeen.―
(Iblis) menjawab, "Demi kemuliaan-Mu, pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya,
-
83
إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ ٱلْمُخْلَصِينَ
ʹIlaa ʻIbaadaka minhumul mukhlaṣeen.
kecuali hamba-hamba-Mu yang terpilih di antara mereka."
-
84
قَالَ فَٱلْحَقُّ وَٱلْحَقَّ أَقُولُ
Q̣aala falhaq̣q̣u walḥaq̣q̣a ʹaq̣ool―
(Allah) berfirman, "Maka yang benar (adalah sumpahku), dan hanya kebenaran itulah yang Aku katakan.
-
85
لَأَمْلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنكَ وَمِمَّن تَبِعَكَ مِنْهُمْ أَجْمَعِينَ
Laʹamlaʹanna Jahannama miñka wa-mimmañ tabiʻaka minhum ʹajmaʻeen.
Sungguh, Aku akan memenuhi neraka Jahanam dengan kamu dan dengan orang-orang yang mengikutimu di antara mereka semuanya."
-
86
قُلْ مَآ أَسْـَٔلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ وَمَآ أَنَا۠ مِنَ ٱلْمُتَكَلِّفِينَ
Q̣ul maaa ʹasʹalukum ʻalayhi min ʹajriñw Wamaaa ʹana minal mutakallifeen.
Katakanlah (Muhammad), "Aku tidak meminta imbalan sedikit pun kepadamu atasnya (dakwahku); dan aku bukanlah termasuk orang yang mengada-ada.
-
87
إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ لِّلْعَـٰلَمِينَ
ʹIn huwa ʹillaa Ẓikrul lilʻaalameen.
(Al-Qur`an) ini tidak lain hanyalah peringatan bagi seluruh alam.
-
88
وَلَتَعْلَمُنَّ نَبَأَهُۥ بَعْدَ حِينٍۭ
Wa-lataʻlamunna nabaʹahoo baʻda ḥeen.
Dan sungguh, kamu akan mengetahui (kebenaran) beritanya (Al-Qur`an) setelah beberapa waktu lagi."