-
1
سُبْحَـٰنَ ٱلَّذِىٓ أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِۦ لَيْلًا مِّنَ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ إِلَى ٱلْمَسْجِدِ ٱلْأَقْصَا ٱلَّذِى بَـٰرَكْنَا حَوْلَهُۥ لِنُرِيَهُۥ مِنْ ءَايَـٰتِنَآ ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْبَصِيرُ
Subḥaanal laẓeee ʹasraa biʻAbdihee laylam minal Masjidil Ḥaraami ʹilal Masjidil ʹAq̣ṣal laẓee baaraknaa ḥaw-lahoo linuriyahoo min ʹAayaatinaa: ʹinnahoo Huwas Sameeʻul Baṣeer.
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
-
2
وَءَاتَيْنَا مُوسَى ٱلْكِتَـٰبَ وَجَعَلْنَـٰهُ هُدًى لِّبَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ أَلَّا تَتَّخِذُوا۟ مِن دُونِى وَكِيلًا
Wa-ʹaataynaa Moosal Kitaaba wa-jaʻalnaahu Hudal li-Baneee ʹIsraaaʹeela ʹallaa tat-takhiẓoo miñ doonee wakeelaa.
Dan Kami berikan kepada Musa Kitab (Taurat), dan Kami menjadikannya petunjuk bagi Bani Israil (dengan firman), "Janganlah kamu mengambil (pelindung) selain Aku,
-
3
ذُرِّيَّةَ مَنْ حَمَلْنَا مَعَ نُوحٍ ۚ إِنَّهُۥ كَانَ عَبْدًا شَكُورًا
Ẓurriyyata man ḥamalnaa maʻa Nooḥ! ʹInnahoo kaana ʻabdañ shakooraa.
(Wahai) keturunan orang yang Kami bawa bersama Nuh. Sesungguhnya dia (Nuh) adalah hamba (Allah) yang banyak bersyukur."
-
4
وَقَضَيْنَآ إِلَىٰ بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ فِى ٱلْكِتَـٰبِ لَتُفْسِدُنَّ فِى ٱلْأَرْضِ مَرَّتَيْنِ وَلَتَعْلُنَّ عُلُوًّا كَبِيرًا
Wa-q̣aḍaynaaa ʹilaa Baneee ʹIsraaaʹeela fil kitaabi latufsidunna fil ʹarḍi marratayni wa-lataʻlunna ʻuluwwañ kabeeraa!
Dan Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam Kitab itu, "Kamu pasti akan berbuat kerusakan di bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar."
-
5
فَإِذَا جَآءَ وَعْدُ أُولَىٰهُمَا بَعَثْنَا عَلَيْكُمْ عِبَادًا لَّنَآ أُو۟لِى بَأْسٍ شَدِيدٍ فَجَاسُوا۟ خِلَـٰلَ ٱلدِّيَارِ ۚ وَكَانَ وَعْدًا مَّفْعُولًا
Faʹiẓaa jaaaʹa waʻdu ʹulaahumaa baʻas̤naa ʻalaykum ʻibaadal lanaaa ʹulee baʹsiñ shadeediñ fajaasoo khilaalad diyaar; wa-kaana waʻdam mafʻoolaa.
Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang pertama dari kedua (kejahatan) itu, Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang perkasa, lalu mereka merajalela di kampung-kampung. Dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana.
-
6
ثُمَّ رَدَدْنَا لَكُمُ ٱلْكَرَّةَ عَلَيْهِمْ وَأَمْدَدْنَـٰكُم بِأَمْوَٰلٍ وَبَنِينَ وَجَعَلْنَـٰكُمْ أَكْثَرَ نَفِيرًا
S̤umma radadnaa lakumul karrata ʻalayhim wa-ʹamdadnaakum̃ biʹamwaaliñw wabaneena wa-jaʻalnaakum ʹaks̤ara nafeeraa.
Kemudian Kami berikan kepadamu giliran untuk mengalahkan mereka, Kami membantumu dengan harta kekayaan dan anak-anak, dan Kami jadikan kamu kelompok yang lebih besar.
-
7
إِنْ أَحْسَنتُمْ أَحْسَنتُمْ لِأَنفُسِكُمْ ۖ وَإِنْ أَسَأْتُمْ فَلَهَا ۚ فَإِذَا جَآءَ وَعْدُ ٱلْـَٔاخِرَةِ لِيَسُـۥٓـُٔوا۟ وُجُوهَكُمْ وَلِيَدْخُلُوا۟ ٱلْمَسْجِدَ كَمَا دَخَلُوهُ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَلِيُتَبِّرُوا۟ مَا عَلَوْا۟ تَتْبِيرًا
ʹIn ʹaḥsañtum ʹaḥsañtum liʹañfusikum; wa-in ʹasaʹtum falahaa. Faʹiẓaa jaaaʹa waʻdul ʹaakhirati liyasoooʹu wujoohakum wa-liyadkhulul Masjida kamaa dakhaloohu ʹawwala marratiñw waliyutabbiroo maa- ʻalaw tatbeeraa.
Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka (kerugian kejahatan) itu untuk dirimu sendiri. Apabila datang saat hukuman (kejahatan) yang kedua, (Kami bangkitkan musuhmu) untuk menyuramkan wajahmu lalu mereka masuk ke dalam masjid (Masjidil Aqsa), sebagaimana ketika mereka memasukinya pertama kali dan mereka membinasakan apa saja yang mereka kuasai.
-
8
عَسَىٰ رَبُّكُمْ أَن يَرْحَمَكُمْ ۚ وَإِنْ عُدتُّمْ عُدْنَا ۘ وَجَعَلْنَا جَهَنَّمَ لِلْكَـٰفِرِينَ حَصِيرًا
ʻAsaa Rabbukum ʹañy yarḥamakum; wa-ʹin ʻuttum ʻudnaa. Wa-jaʻalnaa Jahannama lilkaafireena ḥaṣeeraa.
Mudah-mudahan Tuhan kamu melimpahkan rahmat kepada kamu; tetapi jika kamu kembali (melakukan kejahatan), niscaya Kami kembali (mengazabmu). Dan Kami jadikan neraka Jahanam penjara bagi orang kafir.
-
9
إِنَّ هَـٰذَا ٱلْقُرْءَانَ يَهْدِى لِلَّتِى هِىَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ ٱلْمُؤْمِنِينَ ٱلَّذِينَ يَعْمَلُونَ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا كَبِيرًا
ʹInna haaẓal Q̣urʹaana yahdee lillatee hiya ʹaq̣wamu wa-yubashshirul Muʹmineenal laẓeena yaʻmaloonaṣ ṣaaliḥaati ʹanna lahum ʹajrañ kabeeraa;
Sungguh, Al-Qur`an ini memberi petunjuk ke (jalan) yang paling lurus dan memberi kabar gembira kepada orang mukmin yang mengerjakan kebajikan, bahwa mereka akan mendapat pahala yang besar,
-
10
وَأَنَّ ٱلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِٱلْـَٔاخِرَةِ أَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا
Waʹannal laẓeena laa- yuʹminoona bil-ʹAakhirati ʹaʻtadnaa lahum ʻAẓaaban ʹaleemaa.
dan bahwa orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, Kami sediakan bagi mereka azab yang pedih.
-
11
وَيَدْعُ ٱلْإِنسَـٰنُ بِٱلشَّرِّ دُعَآءَهُۥ بِٱلْخَيْرِ ۖ وَكَانَ ٱلْإِنسَـٰنُ عَجُولًا
Wa-yadʻul ʹiñsaanu bishsharri duʻaaʹahoo bilkhayr; wa-kaanal ʹiñsaanu ʻajoolaa.
Dan manusia (seringkali) berdoa untuk kejahatan sebagaimana (biasanya) dia berdoa untuk kebaikan. Dan memang manusia bersifat tergesa-gesa.
-
12
وَجَعَلْنَا ٱلَّيْلَ وَٱلنَّهَارَ ءَايَتَيْنِ ۖ فَمَحَوْنَآ ءَايَةَ ٱلَّيْلِ وَجَعَلْنَآ ءَايَةَ ٱلنَّهَارِ مُبْصِرَةً لِّتَبْتَغُوا۟ فَضْلًا مِّن رَّبِّكُمْ وَلِتَعْلَمُوا۟ عَدَدَ ٱلسِّنِينَ وَٱلْحِسَابَ ۚ وَكُلَّ شَىْءٍ فَصَّلْنَـٰهُ تَفْصِيلًا
Wa-jaʻalnal Layla wan-Nahaara ʹAayatayni famaḥawnaaa ʹAayatal Layli wa-jaʻalnaaa ʹAayatan Nahaari mubṣiratal litabtag̣oo faḍlam mir rabbikum wa-litaʻlamoo ʻadadas sineena walḥisaab: wa-kulla shayʹiñ faṣṣalnaahu tafṣeelaa.
Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda (kebesaran Kami), kemudian Kami hapuskan tanda malam dan Kami jadikan tanda siang itu terang benderang, agar kamu (dapat) mencari karunia dari Tuhanmu, dan agar kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Dan segala sesuatu telah Kami terangkan dengan jelas.
-
13
وَكُلَّ إِنسَـٰنٍ أَلْزَمْنَـٰهُ طَـٰٓئِرَهُۥ فِى عُنُقِهِۦ ۖ وَنُخْرِجُ لَهُۥ يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ كِتَـٰبًا يَلْقَىٰهُ مَنشُورًا
Wa-kulla ʹiñsaanin ʹalzamnaahu ṭaaaʹirahoo fee ʻunuq̣ih: wa-nukhriju lahoo Yawmal Q̣iyaamati kitaabañy yalq̣aahu mañshooraa.
Dan setiap manusia telah Kami kalungkan (catatan) amal perbuatannya di lehernya. Dan pada hari Kiamat Kami keluarkan baginya sebuah kitab dalam keadaan terbuka.
-
14
ٱقْرَأْ كِتَـٰبَكَ كَفَىٰ بِنَفْسِكَ ٱلْيَوْمَ عَلَيْكَ حَسِيبًا
ʹIq̣raʹ kitaabaka kafaa binafsikal yawma ʻalayka ḥaseebaa.
"Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada hari ini sebagai penghitung atas amalmu."
-
15
مَّنِ ٱهْتَدَىٰ فَإِنَّمَا يَهْتَدِى لِنَفْسِهِۦ ۖ وَمَن ضَلَّ فَإِنَّمَا يَضِلُّ عَلَيْهَا ۚ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَىٰ ۗ وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِينَ حَتَّىٰ نَبْعَثَ رَسُولًا
Manih tadaa faʹinnamaa yahtadee linafsih: Wa-mañ ḍalla faʹinnamaa yaḍillu ʻalayhaa: wa-laa taziru waaziratuñw wizra ʹukhraa: wa-maa kunnaa muʻaẓẓibeena ḥattaa nabʻas̤a rasoolaa.
Barang siapa berbuat sesuai dengan petunjuk (Allah), maka sesungguhnya itu untuk (keselamatan) dirinya sendiri; dan barang siapa tersesat maka sesungguhnya (kerugian) itu bagi dirinya sendiri. Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain, tetapi Kami tidak akan menyiksa sebelum Kami mengutus seorang rasul.
-
16
وَإِذَآ أَرَدْنَآ أَن نُّهْلِكَ قَرْيَةً أَمَرْنَا مُتْرَفِيهَا فَفَسَقُوا۟ فِيهَا فَحَقَّ عَلَيْهَا ٱلْقَوْلُ فَدَمَّرْنَـٰهَا تَدْمِيرًا
Wa-ʹiẓaaa ʹaradnaaa ʹan nuhlika q̣aryatan ʹamarnaa mutrafeehaa fafasaq̣oo feehaa faḥaq̣q̣a ʻalayhal q̣awlu fadammarnaahaa tadmeeraa.
Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang yang hidup mewah di negeri itu (agar menaati Allah), tetapi bila mereka melakukan kedurhakaan di dalam (negeri) itu, maka sepantasnya berlakulah terhadapnya perkataan (hukuman Kami), kemudian Kami meluluh lantakkannya (negeri itu).
-
17
وَكَمْ أَهْلَكْنَا مِنَ ٱلْقُرُونِ مِنۢ بَعْدِ نُوحٍ ۗ وَكَفَىٰ بِرَبِّكَ بِذُنُوبِ عِبَادِهِۦ خَبِيرًۢا بَصِيرًا
Wa-kam ʹahlaknaa minal q̣urooni mim baʻdi Nooḥ? Wa-kafaa bi-Rabbika biẓunoobi ʻibaadihee Khabeeram Baṣeeraa.
Dan berapa banyak kaum setelah Nuh, yang telah Kami binasakan. Dan cukuplah Tuhanmu Yang Maha Mengetahui, Maha Melihat dosa hamba-hamba-Nya.
-
18
مَّن كَانَ يُرِيدُ ٱلْعَاجِلَةَ عَجَّلْنَا لَهُۥ فِيهَا مَا نَشَآءُ لِمَن نُّرِيدُ ثُمَّ جَعَلْنَا لَهُۥ جَهَنَّمَ يَصْلَىٰهَا مَذْمُومًا مَّدْحُورًا
Mañ kaana yureedul ʻaajilata ʻajjalnaa lahoo feehaa maa- nashaaaʹu liman nureedu s̤umma jaʻalnaa lahoo Jahannam: yaṣlaahaa maẓmoomam madḥooraa.
Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di (dunia) ini apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki. Kemudian Kami sediakan baginya (di akhirat) neraka Jahanam; dia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir.
-
19
وَمَنْ أَرَادَ ٱلْـَٔاخِرَةَ وَسَعَىٰ لَهَا سَعْيَهَا وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُو۟لَـٰٓئِكَ كَانَ سَعْيُهُم مَّشْكُورًا
Wa-man ʹaraadal ʹAakhirata wa-saʻaa lahaa saʻyahaa wa-huwa Muʹminuñ faʹulaaaʹika kaana saʻyuhum mashkooraa.
Dan barangsiapa menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh, sedangkan dia beriman, maka mereka itulah orang yang usahanya dibalas dengan baik.
-
20
كُلًّا نُّمِدُّ هَـٰٓؤُلَآءِ وَهَـٰٓؤُلَآءِ مِنْ عَطَآءِ رَبِّكَ ۚ وَمَا كَانَ عَطَآءُ رَبِّكَ مَحْظُورًا
kullan numiddu haaaʹulaaaʹi wa-haaaʹulaaaʹi min ʻaṭaaaʹi rabbik: Wa-maa kaana ʻaṭaaaʹu Rabbika maḥz̤̣ooraa.
Kepada masing-masing (golongan), baik (golongan) ini (yang menginginkan dunia) maupun (golongan) itu (yang menginginkan akhirat), Kami berikan bantuan dari kemurahan Tuhanmu. Dan kemurahan Tuhanmu tidak dapat dihalangi.
-
21
ٱنظُرْ كَيْفَ فَضَّلْنَا بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ ۚ وَلَلْـَٔاخِرَةُ أَكْبَرُ دَرَجَـٰتٍ وَأَكْبَرُ تَفْضِيلًا
ʹUñz̤̣ur kayfa faḍḍalnaa baʻḍahum ʻalaa baʻḍ: wa-lalʹAakhiratu ʹakbaru darajaatiñw waʹakbaru tafḍeelaa.
Perhatikanlah bagaimana Kami melebihkan sebagian mereka atas sebagian (yang lain). Dan kehidupan akhirat lebih tinggi derajatnya dan lebih besar keutamaannya.
-
22
لَّا تَجْعَلْ مَعَ ٱللَّهِ إِلَـٰهًا ءَاخَرَ فَتَقْعُدَ مَذْمُومًا مَّخْذُولًا
Laa- tajʻal maʻal laahi ʹilaahan ʹaakhara fataq̣ʻuda maẓmoomam makhẓoolaa.
Janganlah engkau mengadakan tuhan yang lain di samping Allah, nanti engkau menjadi tercela dan terhina.
-
23
۞ وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوٓا۟ إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَـٰنًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ ٱلْكِبَرَ أَحَدُهُمَآ أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَآ أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا
Wa-q̣aḍaa Rabbuka ʹallaa taʻbudooo ʹillaaa ʹiyyaahu wa-bilwaalidayni ʹiḥsaanaa. ʹImmaa yablug̣anna ʻiñdakal kibara ʹaḥaduhumaaa aw kilaahumaa falaa taq̣ul lahumaaa ʹuffiñw Walaa tanharhumaa wa-q̣ul lahumaa q̣awlañ kareemaa.
Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik
-
24
وَٱخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ ٱلذُّلِّ مِنَ ٱلرَّحْمَةِ وَقُل رَّبِّ ٱرْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِى صَغِيرًا
Wakhfiḍ lahumaa janaaḥaẓ ẓulli minar raḥmati wa-q̣ur Rabbir ḥamhumaa kamaa rabbayaani ṣag̣eeraa.
Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, "Wahai Tuhanku! Sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil."
-
25
رَّبُّكُمْ أَعْلَمُ بِمَا فِى نُفُوسِكُمْ ۚ إِن تَكُونُوا۟ صَـٰلِحِينَ فَإِنَّهُۥ كَانَ لِلْأَوَّٰبِينَ غَفُورًا
Rabbukum ʹaʻlamu bimaa fee nufoosikum: ʹiñ takoonoo ṣaaliḥeena faʹinnahoo kaana lil-ʹawwabeena G̣afooraa.
Tuhanmu lebih mengetahui apa yang ada dalam hatimu; jika kamu orang yang baik, maka sungguh, Dia Maha Pengampun kepada orang yang bertobat.
-
26
وَءَاتِ ذَا ٱلْقُرْبَىٰ حَقَّهُۥ وَٱلْمِسْكِينَ وَٱبْنَ ٱلسَّبِيلِ وَلَا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا
Wa-ʹaati ẓal q̣urbaa ḥaq̣q̣ahoo walmiskeena wabnas sabeeli wa-laa tubaẓẓir tabẓeeraa.
Dan berikanlah haknya kepada kerabat dekat, juga kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan; dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.
-
27
إِنَّ ٱلْمُبَذِّرِينَ كَانُوٓا۟ إِخْوَٰنَ ٱلشَّيَـٰطِينِ ۖ وَكَانَ ٱلشَّيْطَـٰنُ لِرَبِّهِۦ كَفُورًا
ʹInnal mubaẓẓireena kaanooo ʹikhwaanash shayaaṭeen; wa-kaanash Shayṭaanu li-Rabbihee kafooraa.
Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya.
-
28
وَإِمَّا تُعْرِضَنَّ عَنْهُمُ ٱبْتِغَآءَ رَحْمَةٍ مِّن رَّبِّكَ تَرْجُوهَا فَقُل لَّهُمْ قَوْلًا مَّيْسُورًا
Wa-ʹimmaa tuʻriḍanna ʻanhum ubtig̣aaaʹa Raḥmatim mir Rabbika tarjoohaa faq̣ullahum raa. q̣awlam maysoo
Dan jika engkau berpaling dari mereka untuk memperoleh rahmat dari Tuhanmu yang engkau harapkan, maka katakanlah kepada mereka ucapan yang lemah lembut.
-
29
وَلَا تَجْعَلْ يَدَكَ مَغْلُولَةً إِلَىٰ عُنُقِكَ وَلَا تَبْسُطْهَا كُلَّ ٱلْبَسْطِ فَتَقْعُدَ مَلُومًا مَّحْسُورًا
Wa-laa tajʻal yadaka mag̣loolatan ʹilaa ʻunuq̣ika wa-laa tabsuṭhaa kullal basṭi fataq̣ʻuda maloomam maḥsooraa.
Dan janganlah engkau jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu dan jangan (pula) engkau terlalu mengulurkannya (sangat pemurah) nanti kamu menjadi tercela dan menyesal.
-
30
إِنَّ رَبَّكَ يَبْسُطُ ٱلرِّزْقَ لِمَن يَشَآءُ وَيَقْدِرُ ۚ إِنَّهُۥ كَانَ بِعِبَادِهِۦ خَبِيرًۢا بَصِيرًا
ʹInna Rabbaka yabsuṭur rizq̣a limañy yashaaaʹu wa-yaq̣dir. ʹInnahoo kaana biʻibaadihee Khabeeram Baṣeeraa.
Sungguh, Tuhanmu melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dan membatasi (bagi siapa yang Dia kehendaki); sungguh, Dia Maha Mengetahui, Maha Melihat hamba-hamba-Nya.
-
31
وَلَا تَقْتُلُوٓا۟ أَوْلَـٰدَكُمْ خَشْيَةَ إِمْلَـٰقٍ ۖ نَّحْنُ نَرْزُقُهُمْ وَإِيَّاكُمْ ۚ إِنَّ قَتْلَهُمْ كَانَ خِطْـًٔا كَبِيرًا
Wa-laa taq̣tulooo ʹawlaadakum khashyata ʹimlaaq̣: Naḥnu narzuq̣uhum wa-ʹiyyaakum ʹInna q̣atlahum kaana khiṭʹañ kabeeraa.
Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut miskin. Kamilah yang memberi rezeki kepada mereka dan kepadamu. Membunuh mereka itu sungguh suatu dosa yang besar.
-
32
وَلَا تَقْرَبُوا۟ ٱلزِّنَىٰٓ ۖ إِنَّهُۥ كَانَ فَـٰحِشَةً وَسَآءَ سَبِيلًا
Wa-laa taq̣rabuz zinaaa ʹinnahoo kaana faaḥishah: wa-saaaʹa sabeelaa.
Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk.
-
33
وَلَا تَقْتُلُوا۟ ٱلنَّفْسَ ٱلَّتِى حَرَّمَ ٱللَّهُ إِلَّا بِٱلْحَقِّ ۗ وَمَن قُتِلَ مَظْلُومًا فَقَدْ جَعَلْنَا لِوَلِيِّهِۦ سُلْطَـٰنًا فَلَا يُسْرِف فِّى ٱلْقَتْلِ ۖ إِنَّهُۥ كَانَ مَنصُورًا
Wa-laa taq̣tulun nafsal latee ḥarramal laahu ʹillaa bilḥaq̣q̣. Wa-mañ q̣utila maz̤̣loomañ faq̣ad jaʻalnaa liwaliyyihee sulṭaanañ falaa yusrif fil q̣atl; ʹinnahoo kaana mañṣooraa.
Dan janganlah kamu membunuh orang yang diharamkan Allah (membunuhnya), kecuali dengan suatu (alasan) yang benar. Dan barangsiapa dibunuh secara zalim, maka sungguh, Kami telah memberi kekuasaan kepada walinya, tetapi janganlah walinya itu melampaui batas dalam pembunuhan. Sesungguhnya dia adalah orang yang mendapat pertolongan.
-
34
وَلَا تَقْرَبُوا۟ مَالَ ٱلْيَتِيمِ إِلَّا بِٱلَّتِى هِىَ أَحْسَنُ حَتَّىٰ يَبْلُغَ أَشُدَّهُۥ ۚ وَأَوْفُوا۟ بِٱلْعَهْدِ ۖ إِنَّ ٱلْعَهْدَ كَانَ مَسْـُٔولًا
Wa-laa taq̣raboo maalal yateemi ʹillaa billatee hiya ʹaḥsanu ḥattaa yablug̣a ʹashuddah; wa-ʹawfoo bilʻahd: ʹinnal ʻahda kaana masʹoolaa.
Dan janganlah kamu mendekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih baik (bermanfaat) sampai dia dewasa, dan penuhilah janji, karena janji itu pasti diminta pertanggungjawabannya.
-
35
وَأَوْفُوا۟ ٱلْكَيْلَ إِذَا كِلْتُمْ وَزِنُوا۟ بِٱلْقِسْطَاسِ ٱلْمُسْتَقِيمِ ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا
Wa-ʹawful kayla ʹiẓaa kiltum wazinoo bilq̣isṭaasil mustaq̣eem: ẓaalika khayruñw waʹaḥsanu taʹweelaa.
Dan sempurnakanlah takaran apabila kamu menakar, dan timbanglah dengan timbangan yang benar. Itulah yang lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.
-
36
وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِۦ عِلْمٌ ۚ إِنَّ ٱلسَّمْعَ وَٱلْبَصَرَ وَٱلْفُؤَادَ كُلُّ أُو۟لَـٰٓئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْـُٔولًا
Wa-laa taq̣fu maa- laysa laka bihee ʻilm; ʹinnas samʻa walbaṣara walfuʹaada kullu ʹulaaaʹika kaana ʻanhu masʹoolaa.
Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Karena pendengaran, penglihatan dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya.
-
37
وَلَا تَمْشِ فِى ٱلْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّكَ لَن تَخْرِقَ ٱلْأَرْضَ وَلَن تَبْلُغَ ٱلْجِبَالَ طُولًا
Wa-laa tamshi fil ʹarḍi maraḥaa: ʹinnaka lañ takhriq̣al ʹarḍa wa-lañ tablug̣al jibaala ṭoolaa.
Dan janganlah engkau berjalan di bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya engkau tidak akan dapat menembus bumi dan tidak akan mampu menjulang setinggi gunung.
-
38
كُلُّ ذَٰلِكَ كَانَ سَيِّئُهُۥ عِندَ رَبِّكَ مَكْرُوهًا
Kullu ẓaalika kaana sayyiʹuhoo ʻiñda Rabbika makroohaa.
Semua itu kejahatannya sangat dibenci di sisi Tuhanmu.
-
39
ذَٰلِكَ مِمَّآ أَوْحَىٰٓ إِلَيْكَ رَبُّكَ مِنَ ٱلْحِكْمَةِ ۗ وَلَا تَجْعَلْ مَعَ ٱللَّهِ إِلَـٰهًا ءَاخَرَ فَتُلْقَىٰ فِى جَهَنَّمَ مَلُومًا مَّدْحُورًا
Ẓaalika mimmaaa ʹawḥaaa ʹilayka Rabbuka minal ḥikmah. wa-laa tajʻal maʻal laahi ʹilaahan ʹaakhara fatulq̣aa fee Jahannama maloomam madḥooraa.
Itulah sebagian hikmah yang diwahyukan Tuhan kepadamu (Muhammad). Dan janganlah engkau mengadakan tuhan yang lain di samping Allah, nanti engkau dilemparkan ke dalam neraka dalam keadaan tercela dan dijauhkan (dari rahmat Allah).
-
40
أَفَأَصْفَىٰكُمْ رَبُّكُم بِٱلْبَنِينَ وَٱتَّخَذَ مِنَ ٱلْمَلَـٰٓئِكَةِ إِنَـٰثًا ۚ إِنَّكُمْ لَتَقُولُونَ قَوْلًا عَظِيمًا
ʹA-faʹaṣfaakum Rabbukum̃ bilbaneena wattakhaẓa minal malaaaʹikati ʹinaas̤aa? ʹInnakum lataq̣ooloona q̣awlan ʻaz̤̣eemaa!
Maka apakah pantas Tuhan memilihkan anak laki-laki untukmu dan Dia mengambil anak perempuan dari malaikat? Sungguh, kamu benar-benar mengucapkan perkataan yang besar (dosanya).
-
41
وَلَقَدْ صَرَّفْنَا فِى هَـٰذَا ٱلْقُرْءَانِ لِيَذَّكَّرُوا۟ وَمَا يَزِيدُهُمْ إِلَّا نُفُورًا
Wa-laq̣ad ṣarrafnaa fee haaẓal Q̣urʹaani liyaẓẓakkaroo: wa-maa yazeeduhum ʹillaa nufooraa!
Dan sungguh, dalam Al-Qur`an ini telah Kami (jelaskan) berulang-ulang (peringatan), agar mereka selalu ingat. Tetapi (peringatan) itu hanya menambah mereka lari (dari kebenaran).
-
42
قُل لَّوْ كَانَ مَعَهُۥٓ ءَالِهَةٌ كَمَا يَقُولُونَ إِذًا لَّٱبْتَغَوْا۟ إِلَىٰ ذِى ٱلْعَرْشِ سَبِيلًا
Q̣ul law kaana maʻahooo ʹaalihatuñ kamaa yaq̣ooloona ʹiẓal labtag̣aw ʹilaa Ẓil ʻArshi sabeelaa!
Katakanlah (Muhammad), "Jika ada tuhan-tuhan disamping-Nya, sebagaimana yang mereka katakan, niscaya tuhan-tuhan itu mencari jalan kepada Tuhan yang mempunyai Arasy."
-
43
سُبْحَـٰنَهُۥ وَتَعَـٰلَىٰ عَمَّا يَقُولُونَ عُلُوًّا كَبِيرًا
Subḥaanahoo wa-Taʻaalaa ʻammaa yaq̣ooloona ʻUluwwañ Kabeeraa!
Mahasuci dan Mahatinggi Dia dari apa yang mereka katakan, luhur dan agung (tidak ada bandingannya).
-
44
تُسَبِّحُ لَهُ ٱلسَّمَـٰوَٰتُ ٱلسَّبْعُ وَٱلْأَرْضُ وَمَن فِيهِنَّ ۚ وَإِن مِّن شَىْءٍ إِلَّا يُسَبِّحُ بِحَمْدِهِۦ وَلَـٰكِن لَّا تَفْقَهُونَ تَسْبِيحَهُمْ ۗ إِنَّهُۥ كَانَ حَلِيمًا غَفُورًا
Tusabbiḥu lahus samaawaatus sabʻu wal-ʹarḍu wa-mañ feehinn: wa-ʹim miñ shayʹin ʹillaa yusabbiḥu bi-Ḥamdihee wa-laakil laa tafq̣ahoona tasbeeḥahum: ʹInnahoo kaana Ḥaleeman G̣afooraa!
Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tidak ada sesuatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu tidak mengerti tasbih mereka. Sungguh, Dia Maha Penyantun, Maha Pengampun.
-
45
وَإِذَا قَرَأْتَ ٱلْقُرْءَانَ جَعَلْنَا بَيْنَكَ وَبَيْنَ ٱلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِٱلْـَٔاخِرَةِ حِجَابًا مَّسْتُورًا
Wa-ʹiẓaa q̣araʹtal Q̣urʹaana jaʻalnaa baynaka wa-baynal laẓeena laa- yuʹminoona bil-ʹAakhirati ḥijaabam mastooraa;
Dan apabila engkau (Muhammad) membaca Al-Qur`an, Kami adakan suatu dinding yang tidak terlihat antara engkau dan orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat,
-
46
وَجَعَلْنَا عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ أَكِنَّةً أَن يَفْقَهُوهُ وَفِىٓ ءَاذَانِهِمْ وَقْرًا ۚ وَإِذَا ذَكَرْتَ رَبَّكَ فِى ٱلْقُرْءَانِ وَحْدَهُۥ وَلَّوْا۟ عَلَىٰٓ أَدْبَـٰرِهِمْ نُفُورًا
Wa-jaʻalnaa ʻalaa q̣uloobihim ʹakinnatan ʹañy yafq̣ahoohu wa-feee ʹaaẓaanihim waq̣raa: wa-ʹiẓaa ẓakarta Rabbaka fil Q̣urʹaani Waḥdahoo wallaw ʻalaaa ʹadbaarihim nufooraa.
dan Kami jadikan hati mereka tertutup dan telinga mereka tersumbat, agar mereka tidak dapat memahaminya. Dan apabila engkau menyebut Tuhanmu saja dalam Al-Qur`an, mereka berpaling ke belakang melarikan diri (karena benci).
-
47
نَّحْنُ أَعْلَمُ بِمَا يَسْتَمِعُونَ بِهِۦٓ إِذْ يَسْتَمِعُونَ إِلَيْكَ وَإِذْ هُمْ نَجْوَىٰٓ إِذْ يَقُولُ ٱلظَّـٰلِمُونَ إِن تَتَّبِعُونَ إِلَّا رَجُلًا مَّسْحُورًا
Naḥnu ʹaʻlamu bimaa yastamiʻoona biheee ʹiẓ yastamiʻoona ʹilayka wa-ʹiẓ hum najwaaa ʹiẓ yaq̣ooluz̤̣ z̤̣aalimoona ʹiñ tattabiʻoona ʹillaa rajulam mas-ḥooraa.
Kami lebih mengetahui dalam keadaan bagaimana mereka mendengarkan sewaktu mereka mendengarkan engkau (Muhammad), dan sewaktu mereka berbisik-bisik (yaitu) ketika orang zalim itu berkata, "Kamu hanyalah mengikuti seorang laki-laki yang kena sihir."
-
48
ٱنظُرْ كَيْفَ ضَرَبُوا۟ لَكَ ٱلْأَمْثَالَ فَضَلُّوا۟ فَلَا يَسْتَطِيعُونَ سَبِيلًا
ʹUñz̤̣ur kayfa ḍaraboo lakal ʹams̤aala faḍalloo falaa yastaṭeeʻoona sabeelaa.
Lihatlah bagaimana mereka membuat perumpamaan untukmu (Muhammad); karena itu mereka menjadi sesat dan tidak dapat lagi menemukan jalan (yang benar).
-
49
وَقَالُوٓا۟ أَءِذَا كُنَّا عِظَـٰمًا وَرُفَـٰتًا أَءِنَّا لَمَبْعُوثُونَ خَلْقًا جَدِيدًا
Wa-q̣aalooo ʹa-ʹiẓaa kunnaa ʻiz̤̣aamañw Warufaatan ʹa-ʹinnaa lamabʻoos̤oona khalq̣añ jadeedaa?
Dan mereka berkata, "Apabila kami telah menjadi tulang-belulang dan benda-benda yang hancur, apakah kami benar-benar akan dibangkitkan kembali sebagai makhluk yang baru?"
-
50
۞ قُلْ كُونُوا۟ حِجَارَةً أَوْ حَدِيدًا
Q̣ul koonoo ḥijaaratan ʹaw ḥadeedaa,
Katakanlah (Muhammad), "Jadilah kamu batu atau besi,
-
51
أَوْ خَلْقًا مِّمَّا يَكْبُرُ فِى صُدُورِكُمْ ۚ فَسَيَقُولُونَ مَن يُعِيدُنَا ۖ قُلِ ٱلَّذِى فَطَرَكُمْ أَوَّلَ مَرَّةٍ ۚ فَسَيُنْغِضُونَ إِلَيْكَ رُءُوسَهُمْ وَيَقُولُونَ مَتَىٰ هُوَ ۖ قُلْ عَسَىٰٓ أَن يَكُونَ قَرِيبًا
ʹAw khalq̣am mimmaa yakburu fee ṣudoorikum! Fasayaq̣ooloona mañy yuʻeedunaa? Q̣ulil laẓee faṭarakum ʹawwala marrah! Fasayung̣iḍoona ʹilayka ruʹoosahum wa-yaq̣ooloona mataa hu? Q̣ul ʻasaaa ʹañy yakoona q̣areebaa!
atau menjadi makhluk yang besar (yang tidak mungkin hidup kembali) menurut pikiranmu." Maka mereka akan bertanya, "Siapa yang akan menghidupkan kami kembali?" Katakanlah, "Yang telah menciptakan kamu pertama kali." Lalu mereka akan menggeleng-gelengkan kepalanya kepadamu dan berkata, "Kapan (Kiamat) itu (akan terjadi)?" Katakanlah, "Barangkali waktunya sudah dekat."
-
52
يَوْمَ يَدْعُوكُمْ فَتَسْتَجِيبُونَ بِحَمْدِهِۦ وَتَظُنُّونَ إِن لَّبِثْتُمْ إِلَّا قَلِيلًا
Yawma yadʻookum fatastajeeboona bi-Ḥamdihee wa-taunnoona ʹil labis̤tum ʹillaa q̣aleelaa!
Yaitu pada hari (ketika) Dia memanggil kamu, dan kamu mematuhi-Nya sambil memuji-Nya dan kamu mengira, (rasanya) hanya sebentar saja kamu berdiam (di dalam kubur).
-
53
وَقُل لِّعِبَادِى يَقُولُوا۟ ٱلَّتِى هِىَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ ٱلشَّيْطَـٰنَ يَنزَغُ بَيْنَهُمْ ۚ إِنَّ ٱلشَّيْطَـٰنَ كَانَ لِلْإِنسَـٰنِ عَدُوًّا مُّبِينًا
Wa-q̣ul liʻibaadee yaq̣oolul latee hiya ʹaḥsan: ʹinnash shayṭaana yañzag̣u baynahum: ʹinnash Shayṭaana kaana lil-ʹiñsaani ʻaduwwam mubeenaa.
Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku, "Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sungguh, setan itu (selalu) menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sungguh, setan adalah musuh yang nyata bagi manusia.
-
54
رَّبُّكُمْ أَعْلَمُ بِكُمْ ۖ إِن يَشَأْ يَرْحَمْكُمْ أَوْ إِن يَشَأْ يُعَذِّبْكُمْ ۚ وَمَآ أَرْسَلْنَـٰكَ عَلَيْهِمْ وَكِيلًا
Rabbukum ʹaʻlamu bikum: ʹiñy yashaʹ yarḥamkum ʹaw ʹiñy yashaʹ yuʻaẓẓibkum: wa-maaa ʹarsalnaaka ʻalayhim wakeelaa.
Tuhanmu lebih mengetahui tentang kamu. Jika Dia menghendaki, niscaya Dia akan memberi rahmat kepadamu, dan jika Dia menghendaki, pasti Dia akan mengazabmu. Dan Kami tidaklah mengutusmu (Muhammad) untuk menjadi penjaga bagi mereka.
-
55
وَرَبُّكَ أَعْلَمُ بِمَن فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۗ وَلَقَدْ فَضَّلْنَا بَعْضَ ٱلنَّبِيِّـۧنَ عَلَىٰ بَعْضٍ ۖ وَءَاتَيْنَا دَاوُۥدَ زَبُورًا
Wa-Rabbuka ʹaʻlamu bimañ fis samaawaati wal-ʹarḍ: wa-laq̣ad faḍḍalnaa baʻḍan nabiyyeena ʻalaa baʻḍiñw waʹaataynaa Daawooda Zabooraa.
Dan Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang di langit dan di bumi. Dan sungguh, Kami telah memberikan kelebihan kepada sebagian nabi-nabi atas sebagian (yang lain), dan Kami berikan Zabur kepada Dawud.
-
56
قُلِ ٱدْعُوا۟ ٱلَّذِينَ زَعَمْتُم مِّن دُونِهِۦ فَلَا يَمْلِكُونَ كَشْفَ ٱلضُّرِّ عَنكُمْ وَلَا تَحْوِيلًا
Q̣ulid ʻul laẓeena zaʻamtum miñ doonihee falaa yamlikoona kashfaḍ ḍurri ʻañkum wa-laa taḥweelaa.
Katakanlah (Muhammad), "Panggillah mereka yang kamu anggap (tuhan) selain Allah, mereka tidak kuasa untuk menghilangkan bahaya darimu dan tidak (pula) mampu mengubahnya."
-
57
أُو۟لَـٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ يَدْعُونَ يَبْتَغُونَ إِلَىٰ رَبِّهِمُ ٱلْوَسِيلَةَ أَيُّهُمْ أَقْرَبُ وَيَرْجُونَ رَحْمَتَهُۥ وَيَخَافُونَ عَذَابَهُۥٓ ۚ إِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ كَانَ مَحْذُورًا
ʹUlaaaʹikal laẓeena yadʻoona yabtag̣oona ʹilaa Rabbihimul Waseelata ʹayyuhum ʹaq̣rabu wa-yarjoona Raḥmatahoo wa-yakhafoona ʻAẓaabah: ʹinna ʻAẓaaba Rabbika kaana maḥẓooraa.
Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Tuhan, siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepada Allah). Mereka mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya. Sungguh, azab Tuhanmu itu sesuatu yang (harus) ditakuti."
-
58
وَإِن مِّن قَرْيَةٍ إِلَّا نَحْنُ مُهْلِكُوهَا قَبْلَ يَوْمِ ٱلْقِيَـٰمَةِ أَوْ مُعَذِّبُوهَا عَذَابًا شَدِيدًا ۚ كَانَ ذَٰلِكَ فِى ٱلْكِتَـٰبِ مَسْطُورًا
Wa-ʹim miñ q̣aryatin ʹillaa Naḥnu muhlikoohaa q̣abla yawmil Q̣iyaamati ʹaw muʻaẓẓiboohaa ʻaẓaabañ shadeedaa: kaana ẓaalika fil Kitaabi masṭooraa.
Dan tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduknya), melainkan Kami membinasakannya sebelum hari Kiamat atau Kami siksa (penduduknya) dengan siksa yang sangat keras. Yang demikian itu telah tertulis di dalam Kitab (Lauḥ Maḥfūẓ).
-
59
وَمَا مَنَعَنَآ أَن نُّرْسِلَ بِٱلْـَٔايَـٰتِ إِلَّآ أَن كَذَّبَ بِهَا ٱلْأَوَّلُونَ ۚ وَءَاتَيْنَا ثَمُودَ ٱلنَّاقَةَ مُبْصِرَةً فَظَلَمُوا۟ بِهَا ۚ وَمَا نُرْسِلُ بِٱلْـَٔايَـٰتِ إِلَّا تَخْوِيفًا
Wa-maa manaʻanaaa ʹañ nursila bil-ʹaayaati ʹillaaa ʹañ kaẓẓaba bihal ʹawwaloon: wa-ʹaataynaa S̤amoodan Naaq̣ata mubṣiratañ faalamoo bihaa: wa-maa nursilu bil-ʹAayaati ʹillaa takhweefaa.
Dan tidak ada yang menghalangi Kami untuk mengirimkan (kepadamu) tanda-tanda (kekuasaan Kami), melainkan karena (tanda-tanda) itu telah didustakan oleh orang terdahulu. Dan telah Kami berikan kepada kaum Samud unta betina (sebagai mukjizat) yang dapat dilihat, tetapi mereka menganiaya (unta betina itu). Dan Kami tidak mengirimkan tanda-tanda itu melainkan untuk menakut-nakuti.
-
60
وَإِذْ قُلْنَا لَكَ إِنَّ رَبَّكَ أَحَاطَ بِٱلنَّاسِ ۚ وَمَا جَعَلْنَا ٱلرُّءْيَا ٱلَّتِىٓ أَرَيْنَـٰكَ إِلَّا فِتْنَةً لِّلنَّاسِ وَٱلشَّجَرَةَ ٱلْمَلْعُونَةَ فِى ٱلْقُرْءَانِ ۚ وَنُخَوِّفُهُمْ فَمَا يَزِيدُهُمْ إِلَّا طُغْيَـٰنًا كَبِيرًا
Wa-ʹiẓ q̣ulnaa laka ʹinna Rabbaka ʹaḥaaṭa binnaas: wa-maa jaʻalnar ruʹyal lateee ʹaraynaaka ʹillaa fitnatal linnaasi wash-Shajaratal Malʻoonata fil Q̣urʹaan: wa-nukhaw-wifuhum famaa yazeeduhum ʹillaa ṭug̣yaanañ kabeeraa.
Dan (ingatlah) ketika Kami wahyukan kepadamu, "Sungguh, (ilmu) Tuhanmu meliputi seluruh manusia." Dan Kami tidak menjadikan mimpi yang telah Kami perlihatkan kepadamu, melainkan sebagai ujian bagi manusia dan (begitu pula) pohon yang terkutuk (zaqqūm) dalam Al-Qur`an. Dan Kami menakut-nakuti mereka, tetapi yang demikian itu hanyalah menambah besar kedurhakaan mereka.
-
61
وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَـٰٓئِكَةِ ٱسْجُدُوا۟ لِـَٔادَمَ فَسَجَدُوٓا۟ إِلَّآ إِبْلِيسَ قَالَ ءَأَسْجُدُ لِمَنْ خَلَقْتَ طِينًا
Wa-ʹiẓ q̣ulnaa lil-malaaaʹikatis judoo liʹAadama fasajadooo ʹillaaa ʹIblees: q̣aala ʹaʹasjudu liman khalaq̣ta ṭeenaa?
Dan (ingatlah), ketika Kami berfirman kepada para malaikat, "Sujudlah kamu semua kepada Adam," lalu mereka sujud, kecuali Iblis. Ia (iblis) berkata, "Apakah aku harus bersujud kepada orang yang Engkau ciptakan dari tanah?"
-
62
قَالَ أَرَءَيْتَكَ هَـٰذَا ٱلَّذِى كَرَّمْتَ عَلَىَّ لَئِنْ أَخَّرْتَنِ إِلَىٰ يَوْمِ ٱلْقِيَـٰمَةِ لَأَحْتَنِكَنَّ ذُرِّيَّتَهُۥٓ إِلَّا قَلِيلًا
Q̣aala ʹaraʹaytaka haaẓal laẓee karramta ʻalayy! Laʹin ʹakhkhartani ʹilaa Yawmil Q̣iyaamati laʹaḥtanikanna ẓurriyyatahooo ʹillaa q̣aleelaa!
Ia (Iblis) berkata, "Terangkanlah kepadaku, inikah yang lebih Engkau muliakan daripada aku? Sekiranya Engkau memberi waktu kepadaku sampai hari Kiamat, pasti akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebagian kecil."
-
63
قَالَ ٱذْهَبْ فَمَن تَبِعَكَ مِنْهُمْ فَإِنَّ جَهَنَّمَ جَزَآؤُكُمْ جَزَآءً مَّوْفُورًا
Q̣aalaẓ hab famañ tabiʻaka minhum faʹinna Jahannama jazaaaʹukum jazaaaʹam mawfooraa.
Dia (Allah) berfirman, "Pergilah. Maka barang siapa di antara mereka yang mengikuti kamu, maka sungguh, neraka Jahanamlah balasanmu semua, sebagai pembalasan yang cukup.
-
64
وَٱسْتَفْزِزْ مَنِ ٱسْتَطَعْتَ مِنْهُم بِصَوْتِكَ وَأَجْلِبْ عَلَيْهِم بِخَيْلِكَ وَرَجِلِكَ وَشَارِكْهُمْ فِى ٱلْأَمْوَٰلِ وَٱلْأَوْلَـٰدِ وَعِدْهُمْ ۚ وَمَا يَعِدُهُمُ ٱلشَّيْطَـٰنُ إِلَّا غُرُورًا
Wastafziz manis taṭaʻta minhum̃ biṣawtika wa-ʹajlib ʻalayhim̃ bikhaylika wa-rajilika wa-shaarik-hum fil ʹamwaali wal-ʹawlaadi wa-ʻidhum. Wa-maa yaʻiduhumush Shayṭaanu ʹillaa g̣urooraa.
Dan perdayakanlah siapa saja di antara mereka yang engkau (iblis) sanggup dengan suaramu (yang memukau), kerahkanlah pasukanmu terhadap mereka, yang berkuda dan yang berjalan kaki, dan bersekutulah dengan mereka pada harta dan anak-anak lalu beri janjilah kepada mereka." Padahal setan itu hanya menjanjikan tipuan belaka kepada mereka.
-
65
إِنَّ عِبَادِى لَيْسَ لَكَ عَلَيْهِمْ سُلْطَـٰنٌ ۚ وَكَفَىٰ بِرَبِّكَ وَكِيلًا
ʹInna ʻibaadi laysa laka ʻalayhim sulṭaan: wa-kafaa bi-Rabbika Wakeelaa.
"Sesungguhnya (terhadap) hamba-hamba-Ku, engkau (Iblis) tidaklah dapat berkuasa atas mereka. Dan cukuplah Tuhanmu sebagai penjaga."
-
66
رَّبُّكُمُ ٱلَّذِى يُزْجِى لَكُمُ ٱلْفُلْكَ فِى ٱلْبَحْرِ لِتَبْتَغُوا۟ مِن فَضْلِهِۦٓ ۚ إِنَّهُۥ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا
Rabbukumul laẓee yuzjee lakumul Fulka fil baḥri litabtag̣oo miñ faḍlih ʹInnahoo kaana bikum Raḥeemaa.
Tuhanmulah yang melayarkan kapal-kapal di lautan untukmu, agar kamu mencari karunia-Nya. Sungguh, Dia Maha Penyayang terhadapmu.
-
67
وَإِذَا مَسَّكُمُ ٱلضُّرُّ فِى ٱلْبَحْرِ ضَلَّ مَن تَدْعُونَ إِلَّآ إِيَّاهُ ۖ فَلَمَّا نَجَّىٰكُمْ إِلَى ٱلْبَرِّ أَعْرَضْتُمْ ۚ وَكَانَ ٱلْإِنسَـٰنُ كَفُورًا
Wa-ʹiẓaa massakumuḍ ḍurru fil baḥri ḍalla mañ tadʻoona ʹillaaa ʹiyyaah! Falammaa najjaakum ʹilal barri ʹaʻraḍtum. Wa-kaanal ʹiñsaanu kafooraa!
Dan apabila kamu ditimpa bahaya di lautan, niscaya hilang semua yang (biasa) kamu seru, kecuali Dia. Tetapi ketika Dia menyelamatkan kamu ke daratan, kamu berpaling (dari-Nya). Dan manusia memang selalu ingkar (tidak bersyukur).
-
68
أَفَأَمِنتُمْ أَن يَخْسِفَ بِكُمْ جَانِبَ ٱلْبَرِّ أَوْ يُرْسِلَ عَلَيْكُمْ حَاصِبًا ثُمَّ لَا تَجِدُوا۟ لَكُمْ وَكِيلًا
ʹA-faʹamiñtum ʹañy yakhsifa bikum jaanibal barri ʹaw yursila ʻalaykum ḥaasibañ s̤umma laa- tajidoo lakum wakeelaa?
Maka apakah kamu merasa aman bahwa Dia tidak akan membenamkan sebagian daratan bersama kamu atau dia meniupkan (angin keras yang membawa) batu-batu kecil? Dan kamu tidak akan mendapat seorang pelindung pun.
-
69
أَمْ أَمِنتُمْ أَن يُعِيدَكُمْ فِيهِ تَارَةً أُخْرَىٰ فَيُرْسِلَ عَلَيْكُمْ قَاصِفًا مِّنَ ٱلرِّيحِ فَيُغْرِقَكُم بِمَا كَفَرْتُمْ ۙ ثُمَّ لَا تَجِدُوا۟ لَكُمْ عَلَيْنَا بِهِۦ تَبِيعًا
ʹAm ʹamiñtum ʹañy yuʻeedakum feehi taaratan ʹukhraa fayursila ʻalaykum q̣aaṣifam minar reeḥi fayug̣riq̣akum̃ bimaa kafartum s̤umma laa- tajidoo lakum ʻalaynaa bihee tabeeʻaa?
Ataukah kamu merasa aman bahwa Dia tidak akan mengembalikan kamu ke laut sekali lagi, lalu Dia tiupkan angin topan kepada kamu, lalu kamu ditenggelamkan-Nya disebabkan kekafiranmu? Kemudian kamu tidak akan mendapat seorang penolong pun dalam menghadapi (siksaan) Kami.
-
70
۞ وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِىٓ ءَادَمَ وَحَمَلْنَـٰهُمْ فِى ٱلْبَرِّ وَٱلْبَحْرِ وَرَزَقْنَـٰهُم مِّنَ ٱلطَّيِّبَـٰتِ وَفَضَّلْنَـٰهُمْ عَلَىٰ كَثِيرٍ مِّمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيلًا
Wa-laq̣ad karramnaa Baneee ʹAadama waḥamalnaahum fil barri walbaḥri wa-razaq̣naahum minaṭ ṭayyibaati wa-faḍḍalnaahum ʻalaa kas̤eerim mimman khalaq̣naa tafḍeelaa.
Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak cucu Adam, dan Kami angkut mereka di darat dan di laut, dan Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka di atas banyak makhluk yang Kami ciptakan dengan kelebihan yang sempurna.
-
71
يَوْمَ نَدْعُوا۟ كُلَّ أُنَاسٍۭ بِإِمَـٰمِهِمْ ۖ فَمَنْ أُوتِىَ كِتَـٰبَهُۥ بِيَمِينِهِۦ فَأُو۟لَـٰٓئِكَ يَقْرَءُونَ كِتَـٰبَهُمْ وَلَا يُظْلَمُونَ فَتِيلًا
Yawma nadʻoo kulla ʹunaasim biʹImaamihim: faman ʹootiya kitaabahoo biyameenihee faʹulaaaʹika yaq̣raʹoona kitaabahum wa-laa yuz̤̣lamoona fateelaa.
(Ingatlah), pada hari (ketika) Kami panggil setiap umat dengan pemimpinnya; dan barangsiapa diberikan catatan amalnya di tangan kanannya mereka akan membaca catatannya (dengan baik), dan mereka tidak akan dirugikan sedikit pun.
-
72
وَمَن كَانَ فِى هَـٰذِهِۦٓ أَعْمَىٰ فَهُوَ فِى ٱلْـَٔاخِرَةِ أَعْمَىٰ وَأَضَلُّ سَبِيلًا
Wa-mañ kaana fee haaẓiheee ʹaʻmaa fahuwa fil ʹAakhirati ʹaʻmaa wa-ʹaḍallu Sabeelaa.
Dan barangsiapa buta (hatinya) di dunia ini, maka di akhirat dia akan buta dan tersesat jauh dari jalan (yang benar).
-
73
وَإِن كَادُوا۟ لَيَفْتِنُونَكَ عَنِ ٱلَّذِىٓ أَوْحَيْنَآ إِلَيْكَ لِتَفْتَرِىَ عَلَيْنَا غَيْرَهُۥ ۖ وَإِذًا لَّٱتَّخَذُوكَ خَلِيلًا
Wa-ʹiñ kaadoo layaftinoonaka ʻanil laẓeee ʹawḥaynaaa ʹilayka litaftariya ʻalaynaa g̣ayrah: wa-ʹiẓallat takhaẓooka khaleelaa!
Dan mereka hampir memalingkan engkau (Muhammad) dari apa yang telah Kami wahyukan kepadamu, agar engkau mengada-ada yang lain terhadap Kami; dan jika demikian tentu mereka menjadikan engkau sahabat yang setia.
-
74
وَلَوْلَآ أَن ثَبَّتْنَـٰكَ لَقَدْ كِدتَّ تَرْكَنُ إِلَيْهِمْ شَيْـًٔا قَلِيلًا
Wa-lawlaaa ʹañ s̤abbatnaaka laq̣ad kitta tarkanu ʹilayhim shayʹañ q̣aleelaa.
Dan sekiranya Kami tidak memperteguh (hati)mu, niscaya engkau hampir saja condong sedikit kepada mereka,
-
75
إِذًا لَّأَذَقْنَـٰكَ ضِعْفَ ٱلْحَيَوٰةِ وَضِعْفَ ٱلْمَمَاتِ ثُمَّ لَا تَجِدُ لَكَ عَلَيْنَا نَصِيرًا
ʹIẓal laʹaẓaq̣naaka ḍiʻfal ḥayaati waḍiʻfal mamaati s̤umma laa- tajidu laka ʻalaynaa naṣeeraa!
Jika demikian, tentu akan Kami rasakan kepadamu (siksaan) berlipat ganda di dunia ini dan berlipat ganda setelah mati, dan engkau (Muhammad) tidak akan mendapat seorang penolong pun terhadap Kami.
-
76
وَإِن كَادُوا۟ لَيَسْتَفِزُّونَكَ مِنَ ٱلْأَرْضِ لِيُخْرِجُوكَ مِنْهَا ۖ وَإِذًا لَّا يَلْبَثُونَ خِلَـٰفَكَ إِلَّا قَلِيلًا
Wa-ʹiñ kaadoo layastafizzoonaka minal ʹarḍi liyukhrijooka minhaa wa-ʹiẓal laa yalbas̤oona khilaafaka ʹillaa q̣aleelaa.
Dan sungguh, mereka hampir membuatmu (Muhammad) gelisah di negeri (Mekkah) karena engkau harus keluar dari negeri itu, dan kalau terjadi demikian, niscaya sepeninggalmu mereka tidak akan tinggal (di sana), melainkan sebentar saja.
-
77
سُنَّةَ مَن قَدْ أَرْسَلْنَا قَبْلَكَ مِن رُّسُلِنَا ۖ وَلَا تَجِدُ لِسُنَّتِنَا تَحْوِيلًا
Sunnata mañ q̣ad ʹarsalnaa q̣ablaka mir rusulinaa wa-laa tajidu li-Sunnatinaa taḥweelaa.
(Yang demikian itu) merupakan ketetapan bagi para rasul Kami yang Kami utus sebelum engkau, dan tidak akan engkau dapati perubahan atas ketetapan Kami.
-
78
أَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ لِدُلُوكِ ٱلشَّمْسِ إِلَىٰ غَسَقِ ٱلَّيْلِ وَقُرْءَانَ ٱلْفَجْرِ ۖ إِنَّ قُرْءَانَ ٱلْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا
ʹAq̣imiṣ Ṣalaata lidulookish shamsi ʹilaa g̣asaq̣il layli wa-q̣urʹaanal Fajr: ʹinna q̣urʹaanal Fajri kaana mashhoodaa.
Laksanakanlah salat sejak matahari tergelincir sampai gelapnya malam dan (laksanakan pula salat) Subuh. Sungguh, salat Subuh itu disaksikan (oleh malaikat).
-
79
وَمِنَ ٱلَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِۦ نَافِلَةً لَّكَ عَسَىٰٓ أَن يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُودًا
Wa-minal layli fatahajjad bihee naafilatal lak: ʻasaaa ʹañy yabʻas̤aka Rabbuka Maq̣aamam Maḥmoodaa!
Dan pada sebagian malam, lakukanlah salat tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.
-
80
وَقُل رَّبِّ أَدْخِلْنِى مُدْخَلَ صِدْقٍ وَأَخْرِجْنِى مُخْرَجَ صِدْقٍ وَٱجْعَل لِّى مِن لَّدُنكَ سُلْطَـٰنًا نَّصِيرًا
Wa-q̣ur Rabbi ʹadkhilnee Mudkhala Ṣidq̣iñw Waʹakhrijnee Mukhraja Ṣidq̣iñw wajʻal lee mil laduñka sulṭaanan naseeraa.
Dan katakanlah (Muhammad), ya Tuhanku, masukkan aku ke tempat masuk yang benar dan keluarkan (pula) aku ke tempat keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi-Mu kekuasaan yang dapat menolong-(Ku).
-
81
وَقُلْ جَآءَ ٱلْحَقُّ وَزَهَقَ ٱلْبَـٰطِلُ ۚ إِنَّ ٱلْبَـٰطِلَ كَانَ زَهُوقًا
Wa-q̣ul jaaaʹal Ḥaq̣q̣u wa-zahaq̣al Baaṭil: ʹinnal Baaṭila kaana zahooq̣aa.
Dan katakanlah, "Kebenaran telah datang dan yang batil telah lenyap." Sungguh, yang batil itu pasti lenyap.
-
82
وَنُنَزِّلُ مِنَ ٱلْقُرْءَانِ مَا هُوَ شِفَآءٌ وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ ٱلظَّـٰلِمِينَ إِلَّا خَسَارًا
Wa-nunazzilu minal Q̣urʹaani maa- huwa Shifaaaʹuñw Wa-Raḥmatullil Muʹmineena walaa yazeeduz̤̣ z̤̣aalimeena ʹillaa khasaaraa.
Dan Kami turunkan dari Al-Qur`an (sesuatu) yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang yang beriman, sedangkan bagi orang yang zalim (Al-Qur`an itu) hanya akan menambah kerugian.
-
83
وَإِذَآ أَنْعَمْنَا عَلَى ٱلْإِنسَـٰنِ أَعْرَضَ وَنَـَٔا بِجَانِبِهِۦ ۖ وَإِذَا مَسَّهُ ٱلشَّرُّ كَانَ يَـُٔوسًا
Wa-ʹiẓaaa ʹanʻamnaa ʻalal ʹiñsaani ʹaʻraḍa wa-naʹaa bijaanibih; wa-ʹiẓaa massahush sharru kaana yaʹoosaa!
Dan apabila Kami berikan kesenangan pada manusia, niscaya dia berpaling dan menjauhkan diri dengan sombong; dan apabila dia ditimpa kesusahan, niscaya dia berputus asa.
-
84
قُلْ كُلٌّ يَعْمَلُ عَلَىٰ شَاكِلَتِهِۦ فَرَبُّكُمْ أَعْلَمُ بِمَنْ هُوَ أَهْدَىٰ سَبِيلًا
Q̣ul kulluñy yaʻmalu ʻalaa Shaakilatih: fa-Rabbukum ʹaʻlamu biman huwa ʹahdaa Sabeelaa.
Katakanlah (Muhammad), "Setiap orang berbuat sesuai dengan pembawaannya masing-masing." Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya.
-
85
وَيَسْـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلرُّوحِ ۖ قُلِ ٱلرُّوحُ مِنْ أَمْرِ رَبِّى وَمَآ أُوتِيتُم مِّنَ ٱلْعِلْمِ إِلَّا قَلِيلًا
Wa-yasʹaloonaka ʻanir Rooḥ Q̣ulir Rooḥu min ʹAmri Rabbee wa-maaa ʹooteetum minal ʻilmi ʹillaa q̣aleelaa.
Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang roh. Katakanlah, "Roh itu termasuk urusan Tuhanku, sedangkan kamu diberi pengetahuan hanya sedikit."
-
86
وَلَئِن شِئْنَا لَنَذْهَبَنَّ بِٱلَّذِىٓ أَوْحَيْنَآ إِلَيْكَ ثُمَّ لَا تَجِدُ لَكَ بِهِۦ عَلَيْنَا وَكِيلًا
Wa-laʹiñ shiʹnaa lanaẓhabanna billaẓeee ʹawḥaynaaa ʹilayka s̤umma laa- tajidu laka bihee ʻalaynaa wakeelaa,―
Dan sesungguhnya jika Kami menghendaki, niscaya Kami lenyapkan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu (Muhammad), dan engkau tidak akan mendapatkan seorang pembela pun terhadap Kami,
-
87
إِلَّا رَحْمَةً مِّن رَّبِّكَ ۚ إِنَّ فَضْلَهُۥ كَانَ عَلَيْكَ كَبِيرًا
ʹIllaa Raḥmatam mir Rabbika ʹinna Faḍlahoo kaana ʻalayka kabeeraa.
kecuali karena rahmat dari Tuhanmu. Sungguh, karunia-Nya atasmu (Muhammad) sangat besar.
-
88
قُل لَّئِنِ ٱجْتَمَعَتِ ٱلْإِنسُ وَٱلْجِنُّ عَلَىٰٓ أَن يَأْتُوا۟ بِمِثْلِ هَـٰذَا ٱلْقُرْءَانِ لَا يَأْتُونَ بِمِثْلِهِۦ وَلَوْ كَانَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ ظَهِيرًا
Q̣ul laʹinij tamaʻatil ʹIñsu wal-Jinnu ʻalaaa ʹañy yaʹtoo bimis̤li haaẓal Q̣urʹaani laa- yaʹtoona bimis̤lihee wa-law kaana baʻḍuhum libaʻḍiñ z̤̣aheeraa.
Katakanlah, "Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa (dengan) Al-Qur`an ini, mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengannya, sekali pun mereka saling membantu satu sama lain."
-
89
وَلَقَدْ صَرَّفْنَا لِلنَّاسِ فِى هَـٰذَا ٱلْقُرْءَانِ مِن كُلِّ مَثَلٍ فَأَبَىٰٓ أَكْثَرُ ٱلنَّاسِ إِلَّا كُفُورًا
Wa-laq̣ad ṣarrafnaa linnaasi fee haaẓal Q̣urʹaani miñ kulli mas̤al: faʹabaaa ʹaks̤arun naasi ʹillaa kufooraa!
Dan sungguh, Kami telah menjelaskan berulang-ulang kepada manusia dalam Al-Qur`an ini dengan bermacam-macam perumpamaan, tetapi kebanyakan manusia tidak menyukainya bahkan mengingkari(nya).
-
90
وَقَالُوا۟ لَن نُّؤْمِنَ لَكَ حَتَّىٰ تَفْجُرَ لَنَا مِنَ ٱلْأَرْضِ يَنۢبُوعًا
Wa-q̣aaloo lan nuʹmina laka ḥattaa tafjura lanaa minal ʹarḍi yambooʻaa;
Dan mereka berkata, "Kami tidak akan percaya kepadamu (Muhammad) sebelum engkau memancarkan mata air dari bumi untuk kami,
-
91
أَوْ تَكُونَ لَكَ جَنَّةٌ مِّن نَّخِيلٍ وَعِنَبٍ فَتُفَجِّرَ ٱلْأَنْهَـٰرَ خِلَـٰلَهَا تَفْجِيرًا
ʹAw takoona laka jannatum min nakheeliñw waʻinabiñ fatufajjiral ʹanhaara khilaalahaa tafjeeraa;
atau engkau mempunyai sebuah kebun kurma dan anggur, lalu engkau alirkan di celah-celahnya sungai yang deras alirannya,
-
92
أَوْ تُسْقِطَ ٱلسَّمَآءَ كَمَا زَعَمْتَ عَلَيْنَا كِسَفًا أَوْ تَأْتِىَ بِٱللَّهِ وَٱلْمَلَـٰٓئِكَةِ قَبِيلًا
ʹAw tusq̣iṭas samaaaʹa kamaa zaʻamta ʻalaynaa kisafan ʹaw taʹtiya billaahi wal-malaaaʹikati q̣abeelaa;
atau engkau jatuhkan langit berkeping-keping atas kami, sebagaimana engkau katakan, atau (sebelum) engkau datangkan Allah dan para malaikat berhadapan muka dengan kami,
-
93
أَوْ يَكُونَ لَكَ بَيْتٌ مِّن زُخْرُفٍ أَوْ تَرْقَىٰ فِى ٱلسَّمَآءِ وَلَن نُّؤْمِنَ لِرُقِيِّكَ حَتَّىٰ تُنَزِّلَ عَلَيْنَا كِتَـٰبًا نَّقْرَؤُهُۥ ۗ قُلْ سُبْحَانَ رَبِّى هَلْ كُنتُ إِلَّا بَشَرًا رَّسُولًا
ʹAw yakoona laka baytum miñ zukhrufin ʹaw tarq̣aa fis samaaaʹ. Wa-lan nuʹmina liruq̣iyyika ḥattaa tunazzila ʻalaynaa kitaaban naq̣raʹuh. Q̣ul Subḥaana Rabbee hal kuñtu ʹillaa basharar Rasoolaa?
atau engkau mempunyai satu rumah (terbuat) dari emas, atau engkau naik ke langit. Dan kami tidak akan mempercayai kenaikanmu itu sebelum engkau turunkan kepada kami satu kitab untuk kami baca." Katakanlah (Muhammad), "Mahasuci Tuhanku, bukankah aku ini hanya seorang manusia yang menjadi rasul?"
-
94
وَمَا مَنَعَ ٱلنَّاسَ أَن يُؤْمِنُوٓا۟ إِذْ جَآءَهُمُ ٱلْهُدَىٰٓ إِلَّآ أَن قَالُوٓا۟ أَبَعَثَ ٱللَّهُ بَشَرًا رَّسُولًا
Wa-maa manaʻan naasa ʹañy yuʹminooo ʹiẓ jaaaʹahumul Hudaaa ʹillaaa ʹañ q̣aalooo ʹabaʻas̤al laahu basharar Rasoolaa?
Dan tidak ada sesuatu yang menghalangi manusia untuk beriman ketika petunjuk datang kepadanya, selain perkataan mereka, "Mengapa Allah mengutus seorang manusia menjadi rasul?"
-
95
قُل لَّوْ كَانَ فِى ٱلْأَرْضِ مَلَـٰٓئِكَةٌ يَمْشُونَ مُطْمَئِنِّينَ لَنَزَّلْنَا عَلَيْهِم مِّنَ ٱلسَّمَآءِ مَلَكًا رَّسُولًا
Q̣ul law kaana fil ʹarḍi malaaaʹikatuñy yamshoona muṭmaʹinneena lanazzalnaa ʻalayhim minas samaaaʹi malakar rasoolaa.
Katakanlah (Muhammad), "Sekiranya di bumi ada para malaikat, yang berjalan-jalan dengan tenang, niscaya Kami turunkan kepada mereka malaikat dari langit untuk menjadi rasul."
-
96
قُلْ كَفَىٰ بِٱللَّهِ شَهِيدًۢا بَيْنِى وَبَيْنَكُمْ ۚ إِنَّهُۥ كَانَ بِعِبَادِهِۦ خَبِيرًۢا بَصِيرًا
Q̣ul kafaa billaahi shaheedam baynee wa-baynakum: ʹinnahoo kaana biʻibaadihee khabeeram Baṣeeraa.
Katakanlah (Muhammad), "Cukuplah Allah menjadi saksi antara aku dan kamu sekalian. Sungguh, Dia Maha Mengetahui, Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya."
-
97
وَمَن يَهْدِ ٱللَّهُ فَهُوَ ٱلْمُهْتَدِ ۖ وَمَن يُضْلِلْ فَلَن تَجِدَ لَهُمْ أَوْلِيَآءَ مِن دُونِهِۦ ۖ وَنَحْشُرُهُمْ يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ عَلَىٰ وُجُوهِهِمْ عُمْيًا وَبُكْمًا وَصُمًّا ۖ مَّأْوَىٰهُمْ جَهَنَّمُ ۖ كُلَّمَا خَبَتْ زِدْنَـٰهُمْ سَعِيرًا
Wa-mañy yahdil laahu fahuwal muhtad; wa-mañy yuḍlil falañ tajida lahum ʹawliyaaaʹa miñ doonih. Wa-naḥshuruhum Yawmal Q̣iyaamati ʻalaa wujoohihim ʻumyañw Wabukmañw waṣummaa: maʹwaahum Jahannam: kullamaa khabat zidnaahum Saʻeeraa.
Dan barangsiapa diberi petunjuk oleh Allah, dialah yang mendapat petunjuk, dan barangsiapa Dia sesatkan, maka engkau tidak akan mendapat penolong-penolong bagi mereka selain Dia. Dan Kami akan mengumpulkan mereka pada hari Kiamat dengan wajah tersungkur, dalam keadaan buta, bisu, dan tuli. Tempat kediaman mereka adalah neraka Jahanam. Setiap kali nyala api Jahanam itu akan padam, Kami tambah lagi nyalanya bagi mereka.
-
98
ذَٰلِكَ جَزَآؤُهُم بِأَنَّهُمْ كَفَرُوا۟ بِـَٔايَـٰتِنَا وَقَالُوٓا۟ أَءِذَا كُنَّا عِظَـٰمًا وَرُفَـٰتًا أَءِنَّا لَمَبْعُوثُونَ خَلْقًا جَدِيدًا
Ẓaalika jazaaaʹuhum̃ biʹannahum kafaroo biʹAayaatinaa wa-q̣aalooo ʹa-ʹiẓaa kunnaa ʻi-Z̤̣aamañw Warufaatan ʹa-ʹinnaa lamabʻoos̤oona khalq̣añ jadeedaa?
Itulah balasan bagi mereka, karena sesungguhnya mereka kafir kepada ayat-ayat Kami dan (karena mereka) berkata, "Apabila kami telah menjadi tulang belulang dan benda-benda yang hancur, apakah kami benar-benar akan dibangkitkan kembali sebagai makhluk baru?"
-
99
۞ أَوَلَمْ يَرَوْا۟ أَنَّ ٱللَّهَ ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ قَادِرٌ عَلَىٰٓ أَن يَخْلُقَ مِثْلَهُمْ وَجَعَلَ لَهُمْ أَجَلًا لَّا رَيْبَ فِيهِ فَأَبَى ٱلظَّـٰلِمُونَ إِلَّا كُفُورًا
ʹAwalam yaraw ʹannal laahal laẓee khalaq̣as samaawaati wal-ʹarḍa Q̣aadirun ʻalaaa ʹañy yakhluq̣a mis̤lahum wa-jaʻala lahum ʹajalal laa rayba feeh. Faʹabaz̤̣ z̤̣aalimoona ʹillaa kufooraa.
Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa Allah yang menciptakan langit dan bumi adalah Mahakuasa (pula) menciptakan yang serupa dengan mereka, dan Dia telah menetapkan waktu tertentu (mati atau dibangkitkan) bagi mereka, yang tidak diragukan lagi? Maka orang zalim itu tidak menolaknya kecuali dengan kekafiran.
-
100
قُل لَّوْ أَنتُمْ تَمْلِكُونَ خَزَآئِنَ رَحْمَةِ رَبِّىٓ إِذًا لَّأَمْسَكْتُمْ خَشْيَةَ ٱلْإِنفَاقِ ۚ وَكَانَ ٱلْإِنسَـٰنُ قَتُورًا
Q̣ul law ʹañtum tamlikoona khazaaaʹina Raḥmati Rabbeee ʹiẓal laʹamsaktum khashyatal ʹiñfaaq̣: wa-kaanal ʹiñsaanu q̣atooraa.
Katakanlah (Muhammad), "Sekiranya kamu menguasai perbendaharaan rahmat Tuhanku, niscaya (perbendaharaan) itu kamu tahan, karena takut membelanjakannya." Dan manusia itu memang sangat kikir.
-
101
وَلَقَدْ ءَاتَيْنَا مُوسَىٰ تِسْعَ ءَايَـٰتٍۭ بَيِّنَـٰتٍ ۖ فَسْـَٔلْ بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ إِذْ جَآءَهُمْ فَقَالَ لَهُۥ فِرْعَوْنُ إِنِّى لَأَظُنُّكَ يَـٰمُوسَىٰ مَسْحُورًا
Wa-laq̣ad ʹaataynaa Moosaa tisʻa ʹAayaatim Bayyinaatiñ fasʹal Baneee ʹIsraaaʹeela ʹiẓ jaaaʹahum faq̣aala lahoo Firʻawnu ʹinnee laʹaz̤̣unnuka yaa-Moosaa mas-ḥooraa.
Dan sungguh, Kami telah memberikan kepada Musa sembilan mukjizat yang nyata, maka tanyakanlah kepada Bani Israil, ketika Musa datang kepada mereka lalu Fir'aun berkata kepadanya, "Wahai Musa! Sesungguhnya aku benar-benar menduga engkau terkena sihir."
-
102
قَالَ لَقَدْ عَلِمْتَ مَآ أَنزَلَ هَـٰٓؤُلَآءِ إِلَّا رَبُّ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ بَصَآئِرَ وَإِنِّى لَأَظُنُّكَ يَـٰفِرْعَوْنُ مَثْبُورًا
Q̣aala laq̣ad ʻalimta maaa ʹañzala haaaʹulaaaʹi ʹillaa Rabbus samaawaati wal-ʹarḍi baṣaaaʹir: wa-ʹinnee laʹaz̤̣unnuka yaa-Firʻawnu mas̤booraa!
Dia (Musa) menjawab, "Sungguh, engkau telah mengetahui, bahwa tidak ada yang menurunkan (mukjizat-mukjizat) itu kecuali Tuhan (yang memelihara) langit dan bumi sebagai bukti-bukti yang nyata; dan sungguh, aku benar-benar menduga engkau akan binasa, wahai Fir'aun."
-
103
فَأَرَادَ أَن يَسْتَفِزَّهُم مِّنَ ٱلْأَرْضِ فَأَغْرَقْنَـٰهُ وَمَن مَّعَهُۥ جَمِيعًا
Faʹaraada ʹañy yastafizzahum minal ʹarḍi faʹag̣raq̣naahu wa-mam maʻahoo jameeʻaa.
Kemudian dia (Fir'aun) hendak mengusir mereka (Musa dan pengikutnya) dari bumi (Mesir), maka Kami tenggelamkan dia (Fir'aun) beserta orang yang bersama dia seluruhnya,
-
104
وَقُلْنَا مِنۢ بَعْدِهِۦ لِبَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ ٱسْكُنُوا۟ ٱلْأَرْضَ فَإِذَا جَآءَ وَعْدُ ٱلْـَٔاخِرَةِ جِئْنَا بِكُمْ لَفِيفًا
Wa-q̣ulnaa mim baʻdihee li-Baneee ʹIsraaaʹeelas kunul ʹarḍa faʹiẓaa jaaaʹa Waʻdul ʹaakhirati jiʹnaa bikum lafeefaa.
dan setelah itu Kami berfirman kepada Bani Israil, "Tinggallah di negeri ini, tetapi apabila masa berbangkit datang, niscaya Kami kumpulkan kamu dalam keadaan bercampur baur ."
-
105
وَبِٱلْحَقِّ أَنزَلْنَـٰهُ وَبِٱلْحَقِّ نَزَلَ ۗ وَمَآ أَرْسَلْنَـٰكَ إِلَّا مُبَشِّرًا وَنَذِيرًا
Wa-bil-Ḥaq̣q̣i ʹañzalnaahu wa-bil-Ḥaq̣q̣i nazal: wa-maaa ʹarsalnaaka ʹillaa Mubashshirañw Wa-Naẓeeraa.
Dan Kami turunkan (Al-Qur`an) itu dengan sebenarnya dan (Al-Qur`an) itu turun dengan (membawa) kebenaran. Dan Kami mengutus engkau (Muhammad), hanya sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan.
-
106
وَقُرْءَانًا فَرَقْنَـٰهُ لِتَقْرَأَهُۥ عَلَى ٱلنَّاسِ عَلَىٰ مُكْثٍ وَنَزَّلْنَـٰهُ تَنزِيلًا
Wa-Q̣urʹaanañ faraq̣naahu litaq̣raʹahoo ʻalan naasi ʻalaa muks̤iñw wanazzalnaahu tañzeelaa.
Dan Al-Qur`an (kami turunkan) berangsur-angsur agar engkau (Muhammad) membacakannya kepada manusia perlahan-lahan dan Kami menurunkannya secara bertahap.
-
107
قُلْ ءَامِنُوا۟ بِهِۦٓ أَوْ لَا تُؤْمِنُوٓا۟ ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ مِن قَبْلِهِۦٓ إِذَا يُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ يَخِرُّونَ لِلْأَذْقَانِ سُجَّدًا
Q̣ul ʹaaminoo biheee ʹaw laa- tuʹminoo: ʹinnal laẓeena ʹootul ʻilma miñ q̣abliheee ʹiẓaa yutlaa ʻalayhim yakhirroona lil-ʹaẓq̣aani sujjadaa,
Katakanlah (Muhammad), "Berimanlah kamu kepadanya (Al-Qur`an) atau tidak usah beriman (sama saja bagi Allah). Sesungguhnya orang yang telah diberi pengetahuan sebelumnya, apabila (Al-Qur`an) dibacakan kepada mereka, mereka menyungkurkan wajah bersujud,"
-
108
وَيَقُولُونَ سُبْحَـٰنَ رَبِّنَآ إِن كَانَ وَعْدُ رَبِّنَا لَمَفْعُولًا
Wa-yaq̣ooloona Subḥaana Rabbinaaa ʹiñ kaana waʻdu Rabbinaa lamafʻoolaa!
dan mereka berkata, "Mahasuci Tuhan kami; sungguh, janji Tuhan kami pasti dipenuhi."
-
109
وَيَخِرُّونَ لِلْأَذْقَانِ يَبْكُونَ وَيَزِيدُهُمْ خُشُوعًا ۩
Wa-yakhirroona lil-ʹaẓq̣aani yabkoona wa-yazeeduhum khushooʻaa.
Dan mereka menyungkurkan wajah sambil menangis dan mereka bertambah khusyuk.
-
110
قُلِ ٱدْعُوا۟ ٱللَّهَ أَوِ ٱدْعُوا۟ ٱلرَّحْمَـٰنَ ۖ أَيًّا مَّا تَدْعُوا۟ فَلَهُ ٱلْأَسْمَآءُ ٱلْحُسْنَىٰ ۚ وَلَا تَجْهَرْ بِصَلَاتِكَ وَلَا تُخَافِتْ بِهَا وَٱبْتَغِ بَيْنَ ذَٰلِكَ سَبِيلًا
Q̣ulid ʻul laaha ʹawid ʻur Raḥmaan: ʹayyam maa tadʻoo falahul ʹAsmaaaʹul Ḥusnaa. Wa-laa tajhar bi-Ṣalaatika wa-laa tukhaafit bihaa wabtag̣i bayna ẓaalika Sabeelaa.
Katakanlah (Muhammad), "Serulah Allah atau serulah Ar-Raḥmān. Dengan nama yang mana saja kamu dapat menyeru, karena Dia mempunyai nama-nama yang terbaik (Asmāul Ḥusnā) dan janganlah engkau mengeraskan suaramu dalam salat dan janganlah (pula) merendahkannya dan usahakan jalan tengah di antara kedua itu."
-
111
وَقُلِ ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ ٱلَّذِى لَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًا وَلَمْ يَكُن لَّهُۥ شَرِيكٌ فِى ٱلْمُلْكِ وَلَمْ يَكُن لَّهُۥ وَلِىٌّ مِّنَ ٱلذُّلِّ ۖ وَكَبِّرْهُ تَكْبِيرًۢا
Wa-q̣ulil Ḥamdu lillaahil laẓee lam yattakhiẓ waladañw walam yakul lahoo shareekuñ fil mulki wa-lam yakul lahoo waliyyum minaẓ ẓulli wa-kabbirhu takbeeraa.
Dan katakanlah, "Segala puji bagi Allah yang tidak mempunyai anak dan tidak (pula) mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan Dia tidak memerlukan penolong dari kehinaan, dan agungkanlah Dia seagung-agungnya.