Back to Quran

Juz

Juz 21

29:46 ... 33:30 · 178 ayahs

Diterjemahkan oleh Indonesian Ministry Islamic Affairs

  1. Surah Al-'AnkabutBegins here at 29:46

  2. 29:46

    ۞ وَلَا تُجَـٰدِلُوٓا۟ أَهْلَ ٱلْكِتَـٰبِ إِلَّا بِٱلَّتِى هِىَ أَحْسَنُ إِلَّا ٱلَّذِينَ ظَلَمُوا۟ مِنْهُمْ ۖ وَقُولُوٓا۟ ءَامَنَّا بِٱلَّذِىٓ أُنزِلَ إِلَيْنَا وَأُنزِلَ إِلَيْكُمْ وَإِلَـٰهُنَا وَإِلَـٰهُكُمْ وَٰحِدٌ وَنَحْنُ لَهُۥ مُسْلِمُونَ

    Wa-laa tujaadilooo ʹAhlal Kitaabi ʹillaa billatee hiya ʹaḥsanu ʹillal laẓeena z̤̣alamoo minhum wa-q̣oolooo ʹaamannaa billaẓeee ʹuñzila ʹilaynaa wa-ʹuñzila ʹilaykum wa-ʹIlaahunaa wa-ʹIlaahukum Waaḥiduñwwa naḥnu lahoo Muslimoon.

    Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang baik, kecuali dengan orang-orang yang zalim di antara mereka, dan katakanlah, "Kami telah beriman kepada (kitab-kitab) yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu; Tuhan kami dan Tuhan kamu satu; dan hanya kepada-Nya kami berserah diri."

  3. 29:47

    وَكَذَٰلِكَ أَنزَلْنَآ إِلَيْكَ ٱلْكِتَـٰبَ ۚ فَٱلَّذِينَ ءَاتَيْنَـٰهُمُ ٱلْكِتَـٰبَ يُؤْمِنُونَ بِهِۦ ۖ وَمِنْ هَـٰٓؤُلَآءِ مَن يُؤْمِنُ بِهِۦ ۚ وَمَا يَجْحَدُ بِـَٔايَـٰتِنَآ إِلَّا ٱلْكَـٰفِرُونَ

    Wa-kaẓaalika ʹañzalnaaa ʹilaykal Kitaab. Fallaẓeena ʹaataynaahumul Kitaaba yuʹminoona bihee wa-min haaaʹulaaaʹi mañy yuʹminu bih: wa-maa yajḥadu biʹAayaatinaaa ʹillal kaafiroon.

    Dan demikianlah Kami turunkan Kitab (Al-Qur`an) kepadamu. Adapun orang-orang yang telah Kami berikan Kitab (Taurat dan Injil) mereka beriman kepadanya (Al-Qur`an); dan di antara mereka (orang-orang kafir Mekkah) ada yang beriman kepadanya. Dan hanya orang-orang kafir yang mengingkari ayat-ayat Kami.

  4. 29:48

    وَمَا كُنتَ تَتْلُوا۟ مِن قَبْلِهِۦ مِن كِتَـٰبٍ وَلَا تَخُطُّهُۥ بِيَمِينِكَ ۖ إِذًا لَّٱرْتَابَ ٱلْمُبْطِلُونَ

    Wa-maa kuñta tatloo miñ q̣ablihee miñ kitaabiñw walaa takhuṭṭuhoo biyameenika ʹiẓal lartaabal mubṭiloon.

    Dan engkau (Muhammad) tidak pernah membaca sesuatu kitab sebelum (Al-Qur`an) dan engkau tidak (pernah) menulis suatu kitab dengan tangan kananmu; sekiranya (engkau pernah membaca dan menulis), niscaya ragu orang-orang yang mengingkarinya.

  5. 29:49

    بَلْ هُوَ ءَايَـٰتٌۢ بَيِّنَـٰتٌ فِى صُدُورِ ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ ۚ وَمَا يَجْحَدُ بِـَٔايَـٰتِنَآ إِلَّا ٱلظَّـٰلِمُونَ

    Bal huwa ʹAayaatum bayyinaatuñ fee ṣudooril laẓeena ʹootul ʻilm: wa-maa yajḥadu biʹAayaatinaaa ʹillaz̤̣ z̤̣aalimoon.

    Sebenarnya, (Al-Qur`an) itu adalah ayat-ayat yang jelas di dalam dada orang-orang yang berilmu. Hanya orang-orang zalim yang mengingkari ayat-ayat Kami.

  6. 29:50

    وَقَالُوا۟ لَوْلَآ أُنزِلَ عَلَيْهِ ءَايَـٰتٌ مِّن رَّبِّهِۦ ۖ قُلْ إِنَّمَا ٱلْـَٔايَـٰتُ عِندَ ٱللَّهِ وَإِنَّمَآ أَنَا۠ نَذِيرٌ مُّبِينٌ

    Wa-q̣aaloo Law-laaa ʹuñzila ʻalayhi ʹAayaatum mir Rabbih? Q̣ul ʹinnamal ʹAayaatu ʻiñdal laah: wa-ʹinnamaaa ʹana naẓeerum mubeen.

    Dan mereka (orang-orang kafir Mekkah) berkata, "Mengapa tidak diturunkan mukjizat-mukjizat dari Tuhannya?" Katakanlah (Muhammad), "Mukjizat-mukjizat itu terserah kepada Allah. Aku hanya seorang pemberi peringatan yang jelas."

  7. 29:51

    أَوَلَمْ يَكْفِهِمْ أَنَّآ أَنزَلْنَا عَلَيْكَ ٱلْكِتَـٰبَ يُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَرَحْمَةً وَذِكْرَىٰ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

    ʹA-walam yakfihim ʹannaaa ʹañzalnaa ʻalaykal Kitaaba yutlaa ʻalayhim? ʹInna fee ẓaalika la-Raḥmatañw wa-Ẓikraa liq̣awmiñy yuʹminoon.

    Apakah tidak cukup bagi mereka bahwa Kami telah menurunkan kepadamu Kitab (Al-Qur`an) yang dibacakan kepada mereka? Sungguh, dalam (Al-Qur`an) itu terdapat rahmat yang besar dan pelajaran bagi orang-orang yang beriman.

  8. 29:52

    قُلْ كَفَىٰ بِٱللَّهِ بَيْنِى وَبَيْنَكُمْ شَهِيدًا ۖ يَعْلَمُ مَا فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۗ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ بِٱلْبَـٰطِلِ وَكَفَرُوا۟ بِٱللَّهِ أُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْخَـٰسِرُونَ

    Q̣ul kafaa billaahi baynee wa-baynakum Shaheedaa: yaʻlamu maa- fis samaawaati wal-ʹarḍ. Wallaẓeena ʹaamanoo bil-baaṭili wa-kafaroo billaahi ʹulaaaʹika humul khaasiroon.

    Katakanlah (Muhammad), "Cukuplah Allah menjadi saksi antara aku dan kamu. Dia mengetahui apa yang di langit dan di bumi. Dan orang yang percaya kepada yang batil dan ingkar kepada Allah, mereka itulah orang-orang yang rugi."

  9. 29:53

    وَيَسْتَعْجِلُونَكَ بِٱلْعَذَابِ ۚ وَلَوْلَآ أَجَلٌ مُّسَمًّى لَّجَآءَهُمُ ٱلْعَذَابُ وَلَيَأْتِيَنَّهُم بَغْتَةً وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ

    Wa-yastaʻjiloonaka bilʻAẓaab: Wa-lawlaaa ʹajalum musammal lajaaaʹahumul ʻAẓaab: walayaʹtiyannahum̃ bag̣tatañw wahum laa- yashʻuroon!

    Dan mereka meminta kepadamu agar segera diturunkan azab. Kalau bukan karena waktunya yang telah ditetapkan, niscaya datang azab kepada mereka, dan (azab itu) pasti akan datang kepada mereka dengan tiba-tiba, sedang mereka tidak menyadarinya.

  10. 29:54

    يَسْتَعْجِلُونَكَ بِٱلْعَذَابِ وَإِنَّ جَهَنَّمَ لَمُحِيطَةٌۢ بِٱلْكَـٰفِرِينَ

    Yastaʻjiloonaka bilʻAẓaab: wa-ʹinna Jahannama lamuḥeeṭatum bil-kaafireen!

    Mereka meminta kepadamu agar segera diturunkan azab. Dan sesungguhnya neraka Jahanam itu pasti meliputi orang-orang kafir.

  11. 29:55

    يَوْمَ يَغْشَىٰهُمُ ٱلْعَذَابُ مِن فَوْقِهِمْ وَمِن تَحْتِ أَرْجُلِهِمْ وَيَقُولُ ذُوقُوا۟ مَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

    Yawma yag̣shaahumul ʻaẓaabu miñ fawq̣ihim wa-miñ taḥti ʹarjulihim wa-yaq̣oolu ẓooq̣oo maa- kuñtum taʻmaloon.

    Pada hari (ketika) azab menutup mereka dari atas dan dari bawah kaki mereka, dan (Allah) berkata (kepada mereka), "Rasakanlah (balasan dari) apa yang telah kamu kerjakan!"

  12. 29:56

    يَـٰعِبَادِىَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِنَّ أَرْضِى وَٰسِعَةٌ فَإِيَّـٰىَ فَٱعْبُدُونِ

    Yaa-ʻibaadiyal laẓeena ʹaamanooo ʹinna ʹarḍee waasiʻatuñ faʹiyyaaya faʻbudoon!

    Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman! Sungguh, bumi-Ku luas, maka sembahlah Aku (saja).

  13. 29:57

    كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ ٱلْمَوْتِ ۖ ثُمَّ إِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

    Kullu nafsiñ ẓaaaʹiq̣atul Mawt: s̤umma ʹilaynaa turjaʻoon.

    Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kemudian hanya kepada Kami kamu dikembalikan.

  14. 29:58

    وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ لَنُبَوِّئَنَّهُم مِّنَ ٱلْجَنَّةِ غُرَفًا تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَـٰرُ خَـٰلِدِينَ فِيهَا ۚ نِعْمَ أَجْرُ ٱلْعَـٰمِلِينَ

    Wallaẓeena ʹaamanoo wa-ʻamiluṣ Ṣaaliḥaati lanubawwiʹannahum minal Jannati g̣urafañ tajree miñ taḥtihal ʹanhaaru khaalideena feehaa;― niʻma ʹajrul ʻaamileen!

    Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, sungguh, mereka akan Kami tempatkan pada tempat-tempat yang tinggi (di dalam surga), yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Itulah sebaik-baik balasan bagi orang yang berbuat kebajikan,

  15. 29:59

    ٱلَّذِينَ صَبَرُوا۟ وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

    ʹAllaẓeena ṣabaroo wa-ʻalaa Rabbihim yatawakkaloon.

    (yaitu) orang-orang yang sabar dan bertawakal kepada Tuhannya.

  16. 29:60

    وَكَأَيِّن مِّن دَآبَّةٍ لَّا تَحْمِلُ رِزْقَهَا ٱللَّهُ يَرْزُقُهَا وَإِيَّاكُمْ ۚ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْعَلِيمُ

    Wa-kaʹayyim miñ daaabbatil laa taḥmilu rizq̣ahaa? ʹAllaahu yarzuq̣uhaa wa-ʹiyyaakum wa-Huwas Sameeʻul ʻAleem.

    Dan berapa banyak makhluk bergerak yang bernyawa yang tidak (dapat) membawa (mengurus) rezekinya sendiri. Allah lah yang memberi rezeki kepadanya dan kepadamu. Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui.

  17. 29:61

    وَلَئِن سَأَلْتَهُم مَّنْ خَلَقَ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ وَسَخَّرَ ٱلشَّمْسَ وَٱلْقَمَرَ لَيَقُولُنَّ ٱللَّهُ ۖ فَأَنَّىٰ يُؤْفَكُونَ

    Wa-laʹiñ saʹaltahum man khalaq̣as samaawaati wal-ʹarḍa wa-sakhkharash shamsa wal-q̣amara layaq̣oolunnal laahu faʹannaa yuʹfakoon?

    Dan jika engkau bertanya kepada mereka, "Siapakah yang menciptakan langit dan bumi dan menundukkan matahari dan bulan?" Pasti mereka akan menjawab, "Allah." Maka mengapa mereka bisa dipalingkan (dari kebenaran).

  18. 29:62

    ٱللَّهُ يَبْسُطُ ٱلرِّزْقَ لِمَن يَشَآءُ مِنْ عِبَادِهِۦ وَيَقْدِرُ لَهُۥٓ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌ

    ʹAllaahu yabsuṭur rizq̣a limañy yashaaaʹu min ʻibaadihee wa-yaq̣diru lah: ʹinnal laaha bikulli shayʹin ʻAleem.

    Allah melapangkan rezeki bagi orang yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya, dan Dia (pula) yang membatasi baginya. Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

  19. 29:63

    وَلَئِن سَأَلْتَهُم مَّن نَّزَّلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءً فَأَحْيَا بِهِ ٱلْأَرْضَ مِنۢ بَعْدِ مَوْتِهَا لَيَقُولُنَّ ٱللَّهُ ۚ قُلِ ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ ۚ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْقِلُونَ

    Wa-laʹiñ saʹaltahum man nazzala minas samaaaʹi maaaʹañ faʹaḥyaa bihil ʹarḍa mim baʻdi mawtihaa layaq̣oolunnal laah! Q̣ulil Ḥamdu lillaah! Bal ʹaks̤aruhum laa- yaʻq̣iloon.

    Dan jika kamu bertanya kepada mereka, "Siapakah yang menurunkan air dari langit, lalu dengan (air) itu dihidupkannya bumi yang sudah mati?" Pasti mereka akan menjawab, "Allah." Katakanlah, "Segala puji bagi Allah," tetapi kebanyakan mereka tidak mengerti.

  20. 29:64

    وَمَا هَـٰذِهِ ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَآ إِلَّا لَهْوٌ وَلَعِبٌ ۚ وَإِنَّ ٱلدَّارَ ٱلْـَٔاخِرَةَ لَهِىَ ٱلْحَيَوَانُ ۚ لَوْ كَانُوا۟ يَعْلَمُونَ

    Wa-maa haaẓihil ḥayaatud dunyaaa ʹillaa lahwuñw walaʻib? Wa-ʹinnad Daaral ʹAakhirata lahiyal Ḥayawaan. Law kaanu yaʻlamoon.

    Dan kehidupan dunia ini hanya senda gurau dan permainan. Dan sesungguhnya negeri akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya, sekiranya mereka mengetahui.

  21. 29:65

    فَإِذَا رَكِبُوا۟ فِى ٱلْفُلْكِ دَعَوُا۟ ٱللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ فَلَمَّا نَجَّىٰهُمْ إِلَى ٱلْبَرِّ إِذَا هُمْ يُشْرِكُونَ

    Faʹiẓaa rakiboo fil fulki daʻawul laaha mukhliṣeena lahud deen: falammaa najjaahum ʹilal barri ʹiẓaa hum yushrikoon!

    Maka apabila mereka naik kapal, mereka berdoa kepada Allah dengan penuh rasa pengabdian (ikhlas) kepada-Nya, tetapi ketika Allah menyelamatkan mereka sampai ke darat, malah mereka (kembali) mempersekutukan (Allah).

  22. 29:66

    لِيَكْفُرُوا۟ بِمَآ ءَاتَيْنَـٰهُمْ وَلِيَتَمَتَّعُوا۟ ۖ فَسَوْفَ يَعْلَمُونَ

    Liyakfuroo bimaaa ʹaataynaahum, wa-li-yatamattaʻoo! fasawfa yaʻlamoon.

    Biarlah mereka mengingkari nikmat yang telah Kami berikan kepada mereka dan silahkan mereka (hidup) bersenang-senang (dalam kekafiran). Maka kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatannya).

  23. 29:67

    أَوَلَمْ يَرَوْا۟ أَنَّا جَعَلْنَا حَرَمًا ءَامِنًا وَيُتَخَطَّفُ ٱلنَّاسُ مِنْ حَوْلِهِمْ ۚ أَفَبِٱلْبَـٰطِلِ يُؤْمِنُونَ وَبِنِعْمَةِ ٱللَّهِ يَكْفُرُونَ

    ʹAwalam yaraw ʹannaa jaʻalnaa Ḥaraman ʹaaminañw Wayutakhaṭṭafun naasu min ḥaw-lihim? ʹAfabilbaaṭili yuʹminoona wa-biniʻmatil laahi yakfuroon?

    Tidakkah mereka memperhatikan, bahwa Kami telah menjadikan (negeri mereka) tanah suci yang aman, padahal manusia di sekitarnya saling merampok. Mengapa (setelah nyata kebenaran) mereka masih percaya kepada yang batil dan ingkar kepada nikmat Allah?

  24. 29:68

    وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ ٱفْتَرَىٰ عَلَى ٱللَّهِ كَذِبًا أَوْ كَذَّبَ بِٱلْحَقِّ لَمَّا جَآءَهُۥٓ ۚ أَلَيْسَ فِى جَهَنَّمَ مَثْوًى لِّلْكَـٰفِرِينَ

    Wa-man ʹaz̤̣lamu mimma nif-taraa ʻalal laahi kaẓiban ʹaw kaẓẓaba bil-Ḥaq̣q̣i lammaa jaaaʹah? ʹAlaysa fee Jahannama mas̤wal lil-kaafireen?

    Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kebohongan kepada Allah atau orang yang mendustakan yang hak ketika (yang hak) itu datang kepadanya? Bukankah dalam neraka Jahanam ada tempat bagi orang-orang kafir?

  25. 29:69

    وَٱلَّذِينَ جَـٰهَدُوا۟ فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ۚ وَإِنَّ ٱللَّهَ لَمَعَ ٱلْمُحْسِنِينَ

    Wallaẓeena jaahadoo feenaa lanahdiyannahum Subulanaa; wa-ʹinnal laaha lamaʻal Muḥsineen.

    Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sungguh, Allah bersama orang-orang yang berbuat baik.

  26. Surah Ar-RumBegins here at 30:1

  27. 30:1

    الٓمٓ

    ʹAlif-Laaam-Meeem.

    Alif Lām Mīm.

  28. 30:2

    غُلِبَتِ ٱلرُّومُ

    G̣ulibatir Room.

    Bangsa Romawi telah dikalahkan,

  29. 30:3

    فِىٓ أَدْنَى ٱلْأَرْضِ وَهُم مِّنۢ بَعْدِ غَلَبِهِمْ سَيَغْلِبُونَ

    Feee ʹadnal ʹarḍi wa-hum mim baʻdi g̣alabihim sayag̣liboon.

    di negeri yang terdekat dan mereka setelah kekalahannya itu akan menang,

  30. 30:4

    فِى بِضْعِ سِنِينَ ۗ لِلَّهِ ٱلْأَمْرُ مِن قَبْلُ وَمِنۢ بَعْدُ ۚ وَيَوْمَئِذٍ يَفْرَحُ ٱلْمُؤْمِنُونَ

    Fee biḍʻi sineen. Lillaahil ʹAmru miñ q̣ablu wa-mim baʻd: Wa-yawmaʹiẓiñy yafraḥul Muʹminoon.

    dalam beberapa tahun (lagi). Bagi Allah lah urusan sebelum dan setelah (mereka menang). Dan pada hari (kemenangan bangsa Romawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman,

  31. 30:5

    بِنَصْرِ ٱللَّهِ ۚ يَنصُرُ مَن يَشَآءُ ۖ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ

    Binaṣril laah. Yañṣuru mañy yashaaaʹ: wa-Huwal ʻAzeezur Raḥeem.

    karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang Dia kehendaki. Dia Mahaperkasa, Maha Penyayang.

  32. 30:6

    وَعْدَ ٱللَّهِ ۖ لَا يُخْلِفُ ٱللَّهُ وَعْدَهُۥ وَلَـٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

    Waʻdal laah. Laaʹ yukhliful laahu waʻdahu wa-laakinna ʹaks̤aran naasi laa- yaʻlamoon.

    (Itulah) janji Allah. Allah tidak akan menyalahi janji-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.

  33. 30:7

    يَعْلَمُونَ ظَـٰهِرًا مِّنَ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا وَهُمْ عَنِ ٱلْـَٔاخِرَةِ هُمْ غَـٰفِلُونَ

    Yaʻlamoona z̤̣aahiram minal ḥayaatid dunyaa wa-hum ʻanil ʹAakirati hum g̣aafiloon.

    Mereka mengetahui yang lahir (tampak) dari kehidupan dunia; sedangkan terhadap (kehidupan) akhirat mereka lalai.

  34. 30:8

    أَوَلَمْ يَتَفَكَّرُوا۟ فِىٓ أَنفُسِهِم ۗ مَّا خَلَقَ ٱللَّهُ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَآ إِلَّا بِٱلْحَقِّ وَأَجَلٍ مُّسَمًّى ۗ وَإِنَّ كَثِيرًا مِّنَ ٱلنَّاسِ بِلِقَآئِ رَبِّهِمْ لَكَـٰفِرُونَ

    ʹAwalam yatafakkaroo feee ʹañfusihim? Maa- khalaq̣al laahus samaawaati wal-ʹarḍa wa-maa baynahumaaa ʹillaa bil-ḥaq̣q̣i wa-ʹajalim musammaa: wa-ʹinna kas̤eeram minan naasi biliq̣aaaʹi Rabbihim lakaafiroon!

    Dan mengapa mereka tidak memikirkan tentang (kejadian) diri mereka? Allah tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya melainkan dengan (tujuan) yang benar dan dalam waktu yang ditentukan. Dan sesungguhnya banyak di antara manusia benar-benar mengingkari pertemuan dengan Tuhannya.

  35. 30:9

    أَوَلَمْ يَسِيرُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ فَيَنظُرُوا۟ كَيْفَ كَانَ عَـٰقِبَةُ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ ۚ كَانُوٓا۟ أَشَدَّ مِنْهُمْ قُوَّةً وَأَثَارُوا۟ ٱلْأَرْضَ وَعَمَرُوهَآ أَكْثَرَ مِمَّا عَمَرُوهَا وَجَآءَتْهُمْ رُسُلُهُم بِٱلْبَيِّنَـٰتِ ۖ فَمَا كَانَ ٱللَّهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلَـٰكِن كَانُوٓا۟ أَنفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ

    ʹAwalam yaseeroo fil ʹarḍi fayañz̤̣uroo kayfa kaana ʻAaq̣ibatul laẓeena miñ q̣ablihim? Kaanooo ʹashadda minhum q̣uwwatañw waʹas̤aarul ʹarḍa wa-ʻamaroohaaa ʹaks̤ara mimmaa ʻamaroohaa wa-jaaaʹathum rusuluhum̃ bil-Bayyinaat: famaa kaanal laahu liyaz̤̣limahum wa-laakiñ kaanooo ʹañfusahum yaz̤̣limoon.

    Dan tidakkah mereka bepergian di bumi lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka (yang mendustakan rasul)? Orang-orang itu lebih kuat dari mereka (sendiri), dan mereka telah mengolah bumi (tanah) serta memakmurkannya melebihi apa yang telah mereka makmurkan. Dan telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti-bukti yang jelas. Maka Allah sama sekali tidak berlaku zalim kepada mereka, tetapi merekalah yang berlaku zalim kepada diri mereka sendiri.

  36. 30:10

    ثُمَّ كَانَ عَـٰقِبَةَ ٱلَّذِينَ أَسَـٰٓـُٔوا۟ ٱلسُّوٓأَىٰٓ أَن كَذَّبُوا۟ بِـَٔايَـٰتِ ٱللَّهِ وَكَانُوا۟ بِهَا يَسْتَهْزِءُونَ

    S̤umma kaana ʻAaq̣ibatal laẓeena ʹasaaaʹus soooʹaaa ʹañ kaẓẓaboo biʹAayaatil laahi wa-kaanoo bihaa yastahziʹoon.

    Kemudian, azab yang lebih buruk adalah kesudahan bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan. Karena mereka mendustakan ayat-ayat Allah dan mereka selalu memperolok-olokkannya.

  37. 30:11

    ٱللَّهُ يَبْدَؤُا۟ ٱلْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيدُهُۥ ثُمَّ إِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

    ʹAllaahu yabdaʹul khalq̣a s̤umma yuʻeeduhoo s̤umma ʹilayhi turjaʻoon.

    Allah yang memulai penciptaan (makhluk), kemudian mengulanginya kembali; kemudian kepada-Nya kamu dikembalikan.

  38. 30:12

    وَيَوْمَ تَقُومُ ٱلسَّاعَةُ يُبْلِسُ ٱلْمُجْرِمُونَ

    Wa-Yawma taq̣oomus Saaʻatu yublisul mujrimoon.

    Dan pada hari (ketika) terjadi Kiamat, orang-orang yang berdosa (kaum musyrik) terdiam berputus asa.

  39. 30:13

    وَلَمْ يَكُن لَّهُم مِّن شُرَكَآئِهِمْ شُفَعَـٰٓؤُا۟ وَكَانُوا۟ بِشُرَكَآئِهِمْ كَـٰفِرِينَ

    Wa-lam yakul lahum miñ Shurakaaaʹihim shufaʻaaaʹu wa-kaanoo bi-Shurakaaaʹihim kaafireen.

    Dan tidak mungkin ada pemberi syafaat (pertolongan) bagi mereka dari berhala-berhala mereka, sedangkan mereka mengingkari berhala-berhala mereka itu.

  40. 30:14

    وَيَوْمَ تَقُومُ ٱلسَّاعَةُ يَوْمَئِذٍ يَتَفَرَّقُونَ

    Wa-Yawma taq̣oomus Saaʻatu Yawmaʹiẓiñy yatafarraq̣oon.

    Dan pada hari (ketika) terjadi Kiamat, pada hari itu manusia terpecah-pecah (dalam kelompok).

  41. 30:15

    فَأَمَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ فَهُمْ فِى رَوْضَةٍ يُحْبَرُونَ

    Faʹammal laẓeena ʹaamanoo wa-ʻamiluṣ ṣaaliḥaati fahum fee Rawḍatiñy yuḥbaroon.

    Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, maka mereka di dalam taman (surga) bergembira.

  42. 30:16

    وَأَمَّا ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ وَكَذَّبُوا۟ بِـَٔايَـٰتِنَا وَلِقَآئِ ٱلْـَٔاخِرَةِ فَأُو۟لَـٰٓئِكَ فِى ٱلْعَذَابِ مُحْضَرُونَ

    Wa-ʹammal laẓeena kafaroo wa-kaẓẓaboo biʹAayaatinaa wa-liq̣aaaʹil ʹAakhirati faʹulaaaʹika fil ʻaẓaabi muḥḍaroon.

    Sedangkan orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami serta (mendustakan) pertemuan hari akhirat, maka mereka tetap berada di dalam azab (neraka).

  43. 30:17

    فَسُبْحَـٰنَ ٱللَّهِ حِينَ تُمْسُونَ وَحِينَ تُصْبِحُونَ

    Fa-Subḥaanal laahi ḥeena tumsoona waḥeena tuṣbiḥoon.

    Maka bertasbihlah kepada Allah pada petang hari dan pada pagi hari (waktu subuh),

  44. 30:18

    وَلَهُ ٱلْحَمْدُ فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَعَشِيًّا وَحِينَ تُظْهِرُونَ

    Wa-lahul Ḥamdu fis samaawaati wal-ʹarḍi wa-ʻashiyyañw waḥeena tuz̤̣hiroon.

    dan segala puji bagi-Nya di langit, di bumi, pada malam hari dan pada waktu zuhur (tengah hari).

  45. 30:19

    يُخْرِجُ ٱلْحَىَّ مِنَ ٱلْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ ٱلْمَيِّتَ مِنَ ٱلْحَىِّ وَيُحْىِ ٱلْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا ۚ وَكَذَٰلِكَ تُخْرَجُونَ

    Yukhrijul ḥayya minal mayyiti wa-yukhrijul mayyita minal ḥayyi wa-yuḥyil ʹarḍa baʻda mawtihaa: wa-kaẓaalika tukhrajoon.

    Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan menghidupkan bumi setelah mati (kering). Dan seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari kubur).

  46. 30:20

    وَمِنْ ءَايَـٰتِهِۦٓ أَنْ خَلَقَكُم مِّن تُرَابٍ ثُمَّ إِذَآ أَنتُم بَشَرٌ تَنتَشِرُونَ

    Wa-min ʹAayaatiheee ʹan khalaq̣akum miñ turaabiñ s̤umma ʹiẓaaa ʹañtum̃ basharuñ tañtashiroon!

    Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan kamu dari tanah, kemudian tiba-tiba kamu (menjadi) manusia yang berkembang biak.

  47. 30:21

    وَمِنْ ءَايَـٰتِهِۦٓ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَٰجًا لِّتَسْكُنُوٓا۟ إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَـَٔايَـٰتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

    Wa-min ʹAayaatiheee ʹan khalaq̣a lakum min ʹañfusikum ʹazwaajal litaskunooo ʹilayhaa wa-jaʻala baynakum mawaddatañw waraḥmah: ʹinna fee ẓaalika laʹAayaatil liq̣awmiñy yatafakkaroon.

    Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.

  48. 30:22

    وَمِنْ ءَايَـٰتِهِۦ خَلْقُ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَٱخْتِلَـٰفُ أَلْسِنَتِكُمْ وَأَلْوَٰنِكُمْ ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَـَٔايَـٰتٍ لِّلْعَـٰلِمِينَ

    Wa-min ʹAayaatihee khalq̣us samaawaati wal-ʹarḍi wakhtilaafu ʹalsinatikum wa-ʹalwaanikum: ʹinna fee ẓaalika laʹAayaatil lilʻaalimeen.

    Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah penciptaan langit dan bumi, perbedaan bahasamu dan warna kulitmu. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui.

  49. 30:23

    وَمِنْ ءَايَـٰتِهِۦ مَنَامُكُم بِٱلَّيْلِ وَٱلنَّهَارِ وَٱبْتِغَآؤُكُم مِّن فَضْلِهِۦٓ ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَـَٔايَـٰتٍ لِّقَوْمٍ يَسْمَعُونَ

    Wa-min ʹAayaatihee manaamukum̃ bil-layli wannahaari wabtig̣aaaʹukum miñ faḍlih: ʹinna fee ẓaalika laʹAayaatil liq̣awmiñy yasmaʻoon.

    Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah tidurmu pada waktu malam dan siang hari serta usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan.

  50. 30:24

    وَمِنْ ءَايَـٰتِهِۦ يُرِيكُمُ ٱلْبَرْقَ خَوْفًا وَطَمَعًا وَيُنَزِّلُ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءً فَيُحْىِۦ بِهِ ٱلْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَآ ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَـَٔايَـٰتٍ لِّقَوْمٍ يَعْقِلُونَ

    Wa-min ʹAayaatihee yureekumul barq̣a khawfañw waṭamaʻañw wayunazzilu minas samaaaʹi maaaʹañ fayuḥyee bihil ʹarḍa baʻda mawtihaa: ʹinna fee ẓaalika laʹAayaatil liq̣awmiñy yaʻq̣iloon.

    Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya, Dia memperlihatkan kilat kepadamu untuk (menimbulkan) ketakutan dan harapan, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu dengan air itu dihidupkannya bumi setelah mati (kering). Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mengerti.

  51. 30:25

    وَمِنْ ءَايَـٰتِهِۦٓ أَن تَقُومَ ٱلسَّمَآءُ وَٱلْأَرْضُ بِأَمْرِهِۦ ۚ ثُمَّ إِذَا دَعَاكُمْ دَعْوَةً مِّنَ ٱلْأَرْضِ إِذَآ أَنتُمْ تَخْرُجُونَ

    Wa-min ʹAayaatiheee ʹañ taq̣oomas samaaaʹu wal-ʹarḍu biʹAmrih: s̤umma ʹiẓaa daʻaakum daʻwatam minal ʹarḍi ʹiẓaaa ʹañtum takhrujoon.

    Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah berdirinya langit dan bumi dengan kehendak-Nya. Kemudian apabila Dia memanggil kamu sekali panggil dari bumi, seketika itu kamu keluar (dari kubur).

  52. 30:26

    وَلَهُۥ مَن فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۖ كُلٌّ لَّهُۥ قَـٰنِتُونَ

    Wa-lahoo mañ fis samaawaati wal-ʹarḍ: kullul lahoo q̣aanitoon.

    Dan milik-Nya apa yang di langit dan di bumi. Semuanya hanya kepada-Nya tunduk.

  53. 30:27

    وَهُوَ ٱلَّذِى يَبْدَؤُا۟ ٱلْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيدُهُۥ وَهُوَ أَهْوَنُ عَلَيْهِ ۚ وَلَهُ ٱلْمَثَلُ ٱلْأَعْلَىٰ فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ

    Wa-Huwal laẓee yabdaʹul khalq̣a s̤umma yuʻeeduhoo wa-huwa ʹahwanu ʻalayh. wa-lahul Mas̤alul ʹAʻlaa fis samaawaati wal-ʹarḍ: wa-Huwal ʻAzeezul Ḥakeem.

    Dan Dialah yang memulai penciptaan, kemudian mengulanginya kembali, dan itu lebih mudah bagi-Nya. Dia memiliki sifat yang Mahatinggi di langit dan di bumi. Dan Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.

  54. 30:28

    ضَرَبَ لَكُم مَّثَلًا مِّنْ أَنفُسِكُمْ ۖ هَل لَّكُم مِّن مَّا مَلَكَتْ أَيْمَـٰنُكُم مِّن شُرَكَآءَ فِى مَا رَزَقْنَـٰكُمْ فَأَنتُمْ فِيهِ سَوَآءٌ تَخَافُونَهُمْ كَخِيفَتِكُمْ أَنفُسَكُمْ ۚ كَذَٰلِكَ نُفَصِّلُ ٱلْـَٔايَـٰتِ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ

    Ḍaraba lakum mas̤alam min ʹañfusikum: hal lakum mim maa malakat ʹaymaanukum miñ shurakaaaʹa fee maa- razaq̣naakum faʹañtum feehi sawaaaʹuñ takhaafoonahum kakheefatikum ʹañfusakum? Kaẓaalika nufaṣṣilul ʹAayaati liq̣awmiñy yaʻq̣iloon.

    Dia membuat perumpamaan bagimu dari dirimu sendiri. Apakah (kamu rela jika) ada di antara hamba sahaya yang kamu miliki, menjadi sekutu bagimu dalam (memiliki) rezeki yang telah Kami berikan kepadamu, sehingga kamu menjadi setara dengan mereka dalam hal ini, lalu kamu takut kepada mereka sebagaimana kamu takut kepada sesamamu. Demikianlah Kami jelaskan ayat-ayat itu bagi kaum yang mengerti.

  55. 30:29

    بَلِ ٱتَّبَعَ ٱلَّذِينَ ظَلَمُوٓا۟ أَهْوَآءَهُم بِغَيْرِ عِلْمٍ ۖ فَمَن يَهْدِى مَنْ أَضَلَّ ٱللَّهُ ۖ وَمَا لَهُم مِّن نَّـٰصِرِينَ

    Balit tabaʻal laẓeena z̤̣alamooo ʹahwaaaʹahum̃ big̣ayri ʻilm. famañy yahdee man ʹaḍallal laah? Wa-maa lahum min naaṣireen.

    Tetapi orang-orang yang zalim, mengikuti hawa nafsunya tanpa ilmu pengetahuan; maka siapakah yang dapat memberi petunjuk kepada orang yang telah disesatkan Allah. Dan tidak ada seorang penolong pun bagi mereka.

  56. 30:30

    فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا ۚ فِطْرَتَ ٱللَّهِ ٱلَّتِى فَطَرَ ٱلنَّاسَ عَلَيْهَا ۚ لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ ٱللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ ٱلدِّينُ ٱلْقَيِّمُ وَلَـٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

    Faʹaq̣im wajhaka lid-Deeni ḥaneefaa: Fiṭratal laahil latee faṭaran naasa ʻalayhaa: laa- tabdeela likhalq̣il laah: ẓaalikad Deenul Q̣ayyimu wa-laakinna ʹaks̤aran naasi laa- yaʻlamoon.

    Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Islam); (sesuai) fitrah Allah disebabkan Dia telah menciptakan manusia menurut (fitrah) itu. Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah. (Itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui,

  57. 30:31

    ۞ مُنِيبِينَ إِلَيْهِ وَٱتَّقُوهُ وَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَلَا تَكُونُوا۟ مِنَ ٱلْمُشْرِكِينَ

    Muneebeena ʹilayhi wattaq̣oohu wa-ʹaq̣eemuṣ Ṣalaata wa-laa takoonoo minal mushrikeen;

    dengan kembali bertobat kepada-Nya dan bertakwalah kepada-Nya serta laksanakanlah salat dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah,

  58. 30:32

    مِنَ ٱلَّذِينَ فَرَّقُوا۟ دِينَهُمْ وَكَانُوا۟ شِيَعًا ۖ كُلُّ حِزْبٍۭ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ

    Minal laẓeena farraq̣oo Deenahum wa-kaanoo Shiyaʻaa: kullu ḥizbim bimaa ladayhim fariḥoon!

    yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Setiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.

  59. 30:33

    وَإِذَا مَسَّ ٱلنَّاسَ ضُرٌّ دَعَوْا۟ رَبَّهُم مُّنِيبِينَ إِلَيْهِ ثُمَّ إِذَآ أَذَاقَهُم مِّنْهُ رَحْمَةً إِذَا فَرِيقٌ مِّنْهُم بِرَبِّهِمْ يُشْرِكُونَ

    Wa-ʹiẓaa massan naasa ḍurruñ daʻaw Rabbahum muneebeena ʹilayhi s̤umma ʹiẓaaa ʹaẓaaq̣ahum minhu Raḥmatan ʹiẓaa fareeq̣um minhum̃ bi-Rabbihim yushrikoon,―

    Dan apabila manusia ditimpa oleh suatu bahaya, mereka menyeru Tuhannya dengan kembali (bertobat) kepada-Nya, kemudian apabila Dia memberikan sedikit rahmat-Nya kepada mereka, tiba-tiba sebagian mereka mempersekutukan Allah,

  60. 30:34

    لِيَكْفُرُوا۟ بِمَآ ءَاتَيْنَـٰهُمْ ۚ فَتَمَتَّعُوا۟ فَسَوْفَ تَعْلَمُونَ

    Liyakfuroo bimaaa ʹaataynaahum! Fatamattaʻoo: fasawfa taʻlamoon.

    biarkan mereka mengingkari rahmat yang telah Kami berikan. Dan bersenang-senanglah kamu, maka kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu).

  61. 30:35

    أَمْ أَنزَلْنَا عَلَيْهِمْ سُلْطَـٰنًا فَهُوَ يَتَكَلَّمُ بِمَا كَانُوا۟ بِهِۦ يُشْرِكُونَ

    ʹAm ʹañzalnaa ʻalayhim Sulṭaanañ fahuwa yatakallamu bimaa kaanoo bihee yushrikoon?

    Atau pernahkah Kami menurunkan kepada mereka keterangan, yang menjelaskan (membenarkan) apa yang (selalu) mereka persekutukan dengan Tuhan?

  62. 30:36

    وَإِذَآ أَذَقْنَا ٱلنَّاسَ رَحْمَةً فَرِحُوا۟ بِهَا ۖ وَإِن تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌۢ بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيهِمْ إِذَا هُمْ يَقْنَطُونَ

    Wa-ʹiẓaaa ʹaẓaq̣nan naasa Raḥmatañ fariḥoo bihaa: wa-ʹiñ tuṣibhum sayyiʹatum bimaa q̣addamat ʹaydeehim ʹiẓaa hum yaq̣naṭoon!

    Dan apabila Kami berikan suatu rahmat kepada manusia, niscaya mereka gembira dengan (rahmat) itu. Tetapi apabila mereka ditimpa suatu musibah (bahaya) karena kesalahan mereka sendiri, seketika itu mereka berputus asa.

  63. 30:37

    أَوَلَمْ يَرَوْا۟ أَنَّ ٱللَّهَ يَبْسُطُ ٱلرِّزْقَ لِمَن يَشَآءُ وَيَقْدِرُ ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَـَٔايَـٰتٍ لِّقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

    ʹAwalam yaraw ʹannal laaha yabsuṭur rizq̣a limañy yashaaaʹu wa-yaq̣dir? ʹInna fee ẓaalika laʹAayaatil liq̣awmiñy yuʹminoon.

    Dan tidakkah mereka memperhatikan bahwa Allah yang melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dan Dia (pula) yang membatasi (bagi siapa yang Dia kehendaki). Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang beriman.

  64. 30:38

    فَـَٔاتِ ذَا ٱلْقُرْبَىٰ حَقَّهُۥ وَٱلْمِسْكِينَ وَٱبْنَ ٱلسَّبِيلِ ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌ لِّلَّذِينَ يُرِيدُونَ وَجْهَ ٱللَّهِ ۖ وَأُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ

    Faʹaati ẓal q̣urbaa ḥaq̣q̣ahoo walmiskeena wabnas sabeel. Ẓaalika khayrul lil-laẓeena yureedoona Wajhal laahi wa-ʹulaaʹika humul Mufliḥoon.

    Maka berikanlah haknya kepada kerabat dekat, juga kepada orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan. Itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang mencari keridaan Allah. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.

  65. 30:39

    وَمَآ ءَاتَيْتُم مِّن رِّبًا لِّيَرْبُوَا۟ فِىٓ أَمْوَٰلِ ٱلنَّاسِ فَلَا يَرْبُوا۟ عِندَ ٱللَّهِ ۖ وَمَآ ءَاتَيْتُم مِّن زَكَوٰةٍ تُرِيدُونَ وَجْهَ ٱللَّهِ فَأُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُضْعِفُونَ

    Wa-maaa ʹaataytum mir Ribal liyarbuwa feee ʹamwaalin naasi falaa yarboo ʻiñdal laah; wa-maaa ʹaataytum miñ Zakaatiñ tureedoona Wajhal laahi faʹulaaaʹika humul muḍʻifoon.

    Dan suatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar harta manusia bertambah, maka tidak bertambah dalam pandangan Allah. Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk memperoleh keridaan Allah, maka itulah orang-orang yang melipatgandakan (pahalanya).

  66. 30:40

    ٱللَّهُ ٱلَّذِى خَلَقَكُمْ ثُمَّ رَزَقَكُمْ ثُمَّ يُمِيتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيكُمْ ۖ هَلْ مِن شُرَكَآئِكُم مَّن يَفْعَلُ مِن ذَٰلِكُم مِّن شَىْءٍ ۚ سُبْحَـٰنَهُۥ وَتَعَـٰلَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ

    ʹAllaahul laẓee khalaq̣akum s̤umma razaq̣akum s̤umma yumeetukum s̤umma yuḥyeekum. Hal miñ Shurakaaaʹikum mañy yafʻalu miñ ẓaalikum miñ shayʹ? Sub-ḥaanahoo wa-taʻaalaa ʻammaa yushrikoon!

    Allah yang menciptakan kamu, kemudian memberimu rezeki, lalu mematikanmu, kemudian menghidupkanmu (kembali). Adakah di antara mereka yang kamu sekutukan dengan Allah yang dapat berbuat hal yang demikian? Mahasuci Dia dan Mahatinggi dari apa yang mereka persekutukan.

  67. 30:41

    ظَهَرَ ٱلْفَسَادُ فِى ٱلْبَرِّ وَٱلْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِى ٱلنَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ ٱلَّذِى عَمِلُوا۟ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

    Z̤̣aharal fasaadu fil barri wal-baḥri bimaa kasabat ʹaydin naasi liyuẓeeq̣ahum baʻḍal laẓee ʻamiloo laʻallahum yarjiʻoon.

    Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).

  68. 30:42

    قُلْ سِيرُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ فَٱنظُرُوا۟ كَيْفَ كَانَ عَـٰقِبَةُ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلُ ۚ كَانَ أَكْثَرُهُم مُّشْرِكِينَ

    Q̣ul seeroo fil ʹarḍi fañz̤̣uroo kayfa kaana ʻAaq̣ibatul laẓeena miñ q̣abl. Kaana ʹaks̤aruhum mushrikeen.

    Katakanlah (Muhammad), "Bepergianlah di bumi lalu lihatlah bagaimana kesudahan orang-orang dahulu. Kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah)."

  69. 30:43

    فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ ٱلْقَيِّمِ مِن قَبْلِ أَن يَأْتِىَ يَوْمٌ لَّا مَرَدَّ لَهُۥ مِنَ ٱللَّهِ ۖ يَوْمَئِذٍ يَصَّدَّعُونَ

    Faʹaq̣im wajhaka lid-Deenil Q̣ayyimi miñ q̣abli ʹañy yaʹtiya yawmul laa maradda lahoo minal laahi Yawmaʹiẓiñy yaṣṣaddaʻoon.

    Oleh karena itu, hadapkanlah wajahmu kepada agama yang lurus (Islam) sebelum datang dari Allah suatu hari (Kiamat) yang tidak dapat ditolak, pada hari itu mereka terpisah-pisah.

  70. 30:44

    مَن كَفَرَ فَعَلَيْهِ كُفْرُهُۥ ۖ وَمَنْ عَمِلَ صَـٰلِحًا فَلِأَنفُسِهِمْ يَمْهَدُونَ

    Mañ kafara faʻalayhi kufruh: wa-man ʻamila ṣaaliḥañ faliʹañfusihim yamhadoon:

    Barangsiapa kafir maka dia sendirilah yang menanggung (akibat) kekafirannya; dan barangsiapa mengerjakan kebajikan maka mereka menyiapkan untuk diri mereka sendiri (tempat yang menyenangkan),

  71. 30:45

    لِيَجْزِىَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ مِن فَضْلِهِۦٓ ۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلْكَـٰفِرِينَ

    Liyajziyal laẓeena ʹaamanoo wa-ʻamiluṣ ṣaaliḥaati miñ faḍlih. ʹInnahoo laa- yuḥibbul kaafireen.

    agar Allah memberi balasan (pahala) kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan dari karunia-Nya. Sungguh, Dia tidak menyukai orang-orang yang ingkar (kafir).

  72. 30:46

    وَمِنْ ءَايَـٰتِهِۦٓ أَن يُرْسِلَ ٱلرِّيَاحَ مُبَشِّرَٰتٍ وَلِيُذِيقَكُم مِّن رَّحْمَتِهِۦ وَلِتَجْرِىَ ٱلْفُلْكُ بِأَمْرِهِۦ وَلِتَبْتَغُوا۟ مِن فَضْلِهِۦ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

    Wa-min ʹAayaatiheee ʹañy yursilar riyaaḥa mubashshiraatiñw wa-li-yuẓeeq̣akum mir Raḥmatihee wa-litajriyal fulku biʹAmrihee wa-litabtag̣oo miñ Faḍlihee wa-laʻallakum tashkuroon.

    Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya adalah bahwa Dia mengirimkan angin sebagai pembawa berita gembira dan agar kamu merasakan sebagian dari rahmat-Nya dan agar kapal dapat berlayar dengan perintah-Nya dan (juga) agar kamu dapat mencari sebagian dari karunia-Nya, dan agar kamu bersyukur.

  73. 30:47

    وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ رُسُلًا إِلَىٰ قَوْمِهِمْ فَجَآءُوهُم بِٱلْبَيِّنَـٰتِ فَٱنتَقَمْنَا مِنَ ٱلَّذِينَ أَجْرَمُوا۟ ۖ وَكَانَ حَقًّا عَلَيْنَا نَصْرُ ٱلْمُؤْمِنِينَ

    Wa-laq̣ad ʹarsalnaa miñ q̣ablika rusulan ʹilaa q̣awmihim fajaaaʹoohum̃ bil-bayyinaati fañtaq̣amnaa minal laẓeena ʹajramoo: wa-kaana ḥaq̣q̣an ʻalaynaa naṣrul Muʹmineen.

    Dan sungguh, Kami telah mengutus sebelum engkau (Muhammad) beberapa orang rasul kepada kaumnya. Mereka datang kepadanya dengan membawa keterangan-keterangan (yang cukup), lalu Kami melakukan pembalasan terhadap orang-orang yang berdosa. Dan merupakan hak Kami untuk menolong orang-orang yang beriman.

  74. 30:48

    ٱللَّهُ ٱلَّذِى يُرْسِلُ ٱلرِّيَـٰحَ فَتُثِيرُ سَحَابًا فَيَبْسُطُهُۥ فِى ٱلسَّمَآءِ كَيْفَ يَشَآءُ وَيَجْعَلُهُۥ كِسَفًا فَتَرَى ٱلْوَدْقَ يَخْرُجُ مِنْ خِلَـٰلِهِۦ ۖ فَإِذَآ أَصَابَ بِهِۦ مَن يَشَآءُ مِنْ عِبَادِهِۦٓ إِذَا هُمْ يَسْتَبْشِرُونَ

    ʹAllaahul laẓee yursilur riyaaḥa fatus̤eeru saḥaabañ fayabsuṭuhoo fis samaaaʹi kayfa yashaaaʹu wa-yajʻaluhoo kisafañ fataral wadq̣a yakhruju min khilaalih: faʹiẓaaa ʹaṣaaba bihee mañy yashaaaʹu min ʻibaadiheee ʹiẓaa hum yastabshiroon!―

    Allah lah yang mengirimkan angin, lalu angin itu menggerakkan awan, dan Allah membentangkannya di langit menurut yang Dia kehendaki, dan menjadikannya bergumpal-gumpal, lalu engkau lihat hujan keluar dari celah-celahnya, maka apabila Dia menurunkannya kepada hamba-hamba-Nya yang Dia kehendaki tiba-tiba mereka bergembira.

  75. 30:49

    وَإِن كَانُوا۟ مِن قَبْلِ أَن يُنَزَّلَ عَلَيْهِم مِّن قَبْلِهِۦ لَمُبْلِسِينَ

    Wa-iñ kaanoo miñ q̣abli ʹañy yunazzala ʻalayhim miñ q̣ablihee lamubliseen!

    Padahal sebelum hujan diturunkan kepada mereka, sungguh mereka benar-benar telah berputus asa.

  76. 30:50

    فَٱنظُرْ إِلَىٰٓ ءَاثَـٰرِ رَحْمَتِ ٱللَّهِ كَيْفَ يُحْىِ ٱلْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَآ ۚ إِنَّ ذَٰلِكَ لَمُحْىِ ٱلْمَوْتَىٰ ۖ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ

    Fañz̤̣ur ʹilaaa ʹaas̤aari Raḥmatil laahi kayfa yuḥyil ʹarḍa baʻda mawtihaa! ʹinna Ẓaalika la-Muḥyil mawtaa: wa-Huwaa ʻalaa kulli shayʹiñ Q̣adeer.

    Maka perhatikanlah bekas-bekas rahmat Allah, bagaimana Allah menghidupkan bumi setelah mati (kering). Sungguh, itu berarti Dia pasti (berkuasa) menghidupkan yang telah mati. Dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.

  77. 30:51

    وَلَئِنْ أَرْسَلْنَا رِيحًا فَرَأَوْهُ مُصْفَرًّا لَّظَلُّوا۟ مِنۢ بَعْدِهِۦ يَكْفُرُونَ

    Wa-laʹin arsalnaa reeḥañ faraʹawhu muṣfarral laz̤̣alloo mim baʻdihee yakfuroon!

    Dan sungguh, jika Kami mengirimkan angin lalu mereka melihat (tumbuh-tumbuhan itu) menjadi kuning (kering), niscaya setelah itu mereka tetap ingkar.

  78. 30:52

    فَإِنَّكَ لَا تُسْمِعُ ٱلْمَوْتَىٰ وَلَا تُسْمِعُ ٱلصُّمَّ ٱلدُّعَآءَ إِذَا وَلَّوْا۟ مُدْبِرِينَ

    Faʹinnaka laa- tusmiʻul mawtaa wa-laa tusmiʻuṣ ṣummad duʻaaaʹa ʹiẓaa wallaw mudbireen.

    Maka sungguh, engkau tidak akan sanggup menjadikan orang-orang yang mati itu dapat mendengar, dan menjadikan orang-orang yang tuli dapat mendengar seruan, apabila mereka berpaling ke belakang.

  79. 30:53

    وَمَآ أَنتَ بِهَـٰدِ ٱلْعُمْىِ عَن ضَلَـٰلَتِهِمْ ۖ إِن تُسْمِعُ إِلَّا مَن يُؤْمِنُ بِـَٔايَـٰتِنَا فَهُم مُّسْلِمُونَ

    Wa-maaa ʹañta bihaadil ʻumyi ʻañ ḍalaalatihim: ʹiñ tusmiʻu illaa mañy yuʹminu biʹAayaatinaa fahum Muslimoon.

    Dan engkau tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang-orang yang buta (mata hatinya) dari kesesatannya. Dan engkau tidak dapat memperdengarkan (petunjuk Tuhan) kecuali kepada orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami, maka mereka itulah orang-orang yang berserah diri (kepada Kami).

  80. 30:54

    ۞ ٱللَّهُ ٱلَّذِى خَلَقَكُم مِّن ضَعْفٍ ثُمَّ جَعَلَ مِنۢ بَعْدِ ضَعْفٍ قُوَّةً ثُمَّ جَعَلَ مِنۢ بَعْدِ قُوَّةٍ ضَعْفًا وَشَيْبَةً ۚ يَخْلُقُ مَا يَشَآءُ ۖ وَهُوَ ٱلْعَلِيمُ ٱلْقَدِيرُ

    ʹAllaahul laẓee khalaq̣akum miñ ḍaʻfiñ summa jaʻala mim baʻdi ḍaʻfiñ q̣uwwatañ s̤umma jaʻala mim baʻdi q̣uwwatiñ ḍaʻfañw washaybah: yakhluq̣u maa- yashaaaʹu wa-Huwal ʻAleemul Q̣adeer.

    Allah lah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) setelah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) setelah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dan Dia Maha Mengetahui, Mahakuasa.

  81. 30:55

    وَيَوْمَ تَقُومُ ٱلسَّاعَةُ يُقْسِمُ ٱلْمُجْرِمُونَ مَا لَبِثُوا۟ غَيْرَ سَاعَةٍ ۚ كَذَٰلِكَ كَانُوا۟ يُؤْفَكُونَ

    Wa-Yawma taq̣oomus Saaʻatu yuq̣simul mujrimoona maa- labis̤oo g̣ayra saaʻah: kaẓaalika kaanoo yuʹfakoon!

    Dan pada hari (ketika) terjadinya Kiamat, orang-orang yang berdosa bersumpah, bahwa mereka berdiam (dalam kubur) hanya sesaat (saja). Begitulah dahulu mereka dipalingkan (dari kebenaran).

  82. 30:56

    وَقَالَ ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ وَٱلْإِيمَـٰنَ لَقَدْ لَبِثْتُمْ فِى كِتَـٰبِ ٱللَّهِ إِلَىٰ يَوْمِ ٱلْبَعْثِ ۖ فَهَـٰذَا يَوْمُ ٱلْبَعْثِ وَلَـٰكِنَّكُمْ كُنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

    Wa-q̣aalal laẓeena ʹootul ʻilma wal-ʹeemaana laq̣ad labis̤tum fee Kitaabil laahi ʹilaa Yawmil Baʻs̤: fahaaẓaa Yawmul Baʻs̤i wa-laakinnakum kuñtum laa- taʻlamoon!

    Dan orang-orang yang diberi ilmu dan keimanan berkata (kepada orang-orang kafir), "Sungguh, kamu telah berdiam (dalam kubur) menurut ketetapan Allah, sampai hari berbangkit. Maka inilah hari berbangkit itu, tetapi (dahulu) kamu tidak meyakini(nya)."

  83. 30:57

    فَيَوْمَئِذٍ لَّا يَنفَعُ ٱلَّذِينَ ظَلَمُوا۟ مَعْذِرَتُهُمْ وَلَا هُمْ يُسْتَعْتَبُونَ

    Fa-Yawmaʹiẓil laa yañfaʻul laẓeena z̤̣alamoo maʻẓiratuhum wa-laa hum yustaʻtaboon.

    Maka pada hari itu tidak bermanfaat (lagi) permintaan maaf orang-orang yang zalim, dan mereka tidak pula diberi kesempatan bertobat lagi.

  84. 30:58

    وَلَقَدْ ضَرَبْنَا لِلنَّاسِ فِى هَـٰذَا ٱلْقُرْءَانِ مِن كُلِّ مَثَلٍ ۚ وَلَئِن جِئْتَهُم بِـَٔايَةٍ لَّيَقُولَنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓا۟ إِنْ أَنتُمْ إِلَّا مُبْطِلُونَ

    Wa-laq̣ad ḍarabnaa linnaasi fee haaẓal Q̣URʹAANI miñ kulli mas̤al: wa-laʹiñ jiʹtahum̃ biʹAayatil layaq̣oolannal laẓeena kafarooo ʹin ʹañtum ʹillaa mubṭiloon.

    Dan sesungguhnya telah Kami jelaskan kepada manusia segala macam perumpamaan dalam Al-Qur`an ini. Dan jika engkau membawa suatu ayat kepada mereka, pastilah orang-orang kafir itu akan berkata, "Kamu hanyalah orang-orang yang membuat kepalsuan belaka."

  85. 30:59

    كَذَٰلِكَ يَطْبَعُ ٱللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِ ٱلَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ

    Kaẓaalika yaṭbaʻul laahu ʻalaa q̣uloobil laẓeena laa- yaʻlamoon.

    Demikianlah Allah mengunci hati orang-orang yang tidak (mau) memahami.

  86. 30:60

    فَٱصْبِرْ إِنَّ وَعْدَ ٱللَّهِ حَقٌّ ۖ وَلَا يَسْتَخِفَّنَّكَ ٱلَّذِينَ لَا يُوقِنُونَ

    Faṣbir ʹinna waʻdal laahi ḥaq̣q̣uñw walaa yastakhiffannakal laẓeena laa- yooq̣inoon.

    Maka bersabarlah engkau (Muhammad). Sungguh, janji Allah itu benar dan sekali-kali jangan sampai orang-orang yang tidak meyakini (kebenaran ayat-ayat Allah) itu menggelisahkan engkau.

  87. Surah LuqmanBegins here at 31:1

  88. 31:1

    الٓمٓ

    ʹAlif-Laaam-Meeem.

    Alif Lām Mīm.

  89. 31:2

    تِلْكَ ءَايَـٰتُ ٱلْكِتَـٰبِ ٱلْحَكِيمِ

    Tilka ʹAayaatul Kitaabil Ḥakeem,―

    Inilah ayat-ayat Al-Qur`an yang mengandung hikmah,

  90. 31:3

    هُدًى وَرَحْمَةً لِّلْمُحْسِنِينَ

    Hudañw Wa-Raḥmatal lil-Muḥsineen,

    sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang berbuat kebaikan,

  91. 31:4

    ٱلَّذِينَ يُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُؤْتُونَ ٱلزَّكَوٰةَ وَهُم بِٱلْـَٔاخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ

    ʹAllaẓeena yuq̣eemoonaṣ Ṣalaata wa-yuʹtoonaz Zakaata wa-hum̃ bil-ʹAakhirati hum yooq̣inoon.

    (yaitu) orang-orang yang melaksanakan salat, menunaikan zakat dan mereka meyakini adanya akhirat.

  92. 31:5

    أُو۟لَـٰٓئِكَ عَلَىٰ هُدًى مِّن رَّبِّهِمْ ۖ وَأُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ

    ʹUlaaaʹika ʻalaa Hudam mir Rabbihim wa-ʹulaaaʹika humul Mufliḥoon.

    Merekalah orang-orang yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhannya dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.

  93. 31:6

    وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يَشْتَرِى لَهْوَ ٱلْحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّخِذَهَا هُزُوًا ۚ أُو۟لَـٰٓئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُّهِينٌ

    Wa-minan naasi mañy yashtaree lahwal ḥadees̤i liyuḍilla ʻañ Sabeelil laahi big̣ayri ʻilmiñw Wayattakhiẓahaa huzuwaa: ʹulaaaʹika lahum ʻAẓaabum muheen.

    Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan percakapan kosong untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa ilmu dan menjadikannya olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan.

  94. 31:7

    وَإِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِ ءَايَـٰتُنَا وَلَّىٰ مُسْتَكْبِرًا كَأَن لَّمْ يَسْمَعْهَا كَأَنَّ فِىٓ أُذُنَيْهِ وَقْرًا ۖ فَبَشِّرْهُ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ

    Wa-ʹiẓaa tutlaa ʻalayhi ʹAayaatunaa wallaa mustakbirañ kaʹal lam yasmaʻhaa kaʹanna feee ʹuẓunayhi waq̣raa: fabashshirhu biʻAẓaabin ʹaleem.

    Dan apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, dia berpaling dengan menyombongkan diri seolah-olah dia belum mendengarnya, seakan-akan ada sumbatan di kedua telinganya, maka gembirakanlah dia dengan azab yang pedih.

  95. 31:8

    إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ لَهُمْ جَنَّـٰتُ ٱلنَّعِيمِ

    ʹInnal laẓeena ʹaamanoo wa-ʻamiluṣ ṣaaliḥaati lahum Jannaatun Naʻeem.―

    Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka akan mendapat surga-surga yang penuh kenikmatan,

  96. 31:9

    خَـٰلِدِينَ فِيهَا ۖ وَعْدَ ٱللَّهِ حَقًّا ۚ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ

    Khaalideena feehaa. Waʻdal laahi ḥaq̣q̣aa: wa-Huwal ʻAzeezul Ḥakeem.

    mereka kekal di dalamnya, sebagai janji Allah yang benar. Dan Dia Mahaperkasa, Mahabijaksana.

  97. 31:10

    خَلَقَ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ بِغَيْرِ عَمَدٍ تَرَوْنَهَا ۖ وَأَلْقَىٰ فِى ٱلْأَرْضِ رَوَٰسِىَ أَن تَمِيدَ بِكُمْ وَبَثَّ فِيهَا مِن كُلِّ دَآبَّةٍ ۚ وَأَنزَلْنَا مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءً فَأَنۢبَتْنَا فِيهَا مِن كُلِّ زَوْجٍ كَرِيمٍ

    Khalaq̣as samaawaati big̣ayri ʻamadiñ tarawnahaa wa-ʹalq̣aa fil ʹarḍi rawaasiya ʹañ tameeda bikum wa-bas̤s̤a feehaa miñ kulli daaabbah. Wa-ʹañzalnaa minas samaaaʹi maaaʹañ faʹambatnaa feehaa miñ kulli zawjiñ kareem.

    Dia menciptakan langit tanpa tiang sebagaimana kamu melihatnya, dan Dia meletakkan gunung-gunung (di permukaan) bumi agar ia (bumi) tidak menggoyangkan kamu; dan memperkembangbiakkan segala macam jenis makhluk bergerak yang bernyawa di bumi. Dan Kami turunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan padanya segala macam tumbuh-tumbuhan yang baik.

  98. 31:11

    هَـٰذَا خَلْقُ ٱللَّهِ فَأَرُونِى مَاذَا خَلَقَ ٱلَّذِينَ مِن دُونِهِۦ ۚ بَلِ ٱلظَّـٰلِمُونَ فِى ضَلَـٰلٍ مُّبِينٍ

    Haaẓaa khalq̣ul laahi faʹaroonee maa-ẓaa khalaq̣al laẓeena miñ doonih: baliz̤̣ z̤̣aalimoona fee ḍalaalim mubeen.

    Inilah ciptaan Allah, maka perlihatkanlah olehmu kepadaku apa yang telah diciptakan oleh (sesembahanmu) selain Allah. Sebenarnya orang-orang yang zalim itu berada di dalam kesesatan yang nyata.

  99. 31:12

    وَلَقَدْ ءَاتَيْنَا لُقْمَـٰنَ ٱلْحِكْمَةَ أَنِ ٱشْكُرْ لِلَّهِ ۚ وَمَن يَشْكُرْ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِۦ ۖ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَنِىٌّ حَمِيدٌ

    Wa-laq̣ad ʹaataynaa Luq̣maanal Ḥikmata ʹanish kur lillaah. Wa-mañy yashkur faʹinnamaa yashkuru linafsih: wa-mañ kafara faʹinnal laaha G̣aniyyun Ḥameed.

    Dan sungguh, telah Kami berikan hikmah kepada Lukman, yaitu, "Bersyukurlah kepada Allah! Dan barangsiapa bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa tidak bersyukur (kufur), maka sesungguhnya Allah Mahakaya, Maha Terpuji."

  100. 31:13

    وَإِذْ قَالَ لُقْمَـٰنُ لِٱبْنِهِۦ وَهُوَ يَعِظُهُۥ يَـٰبُنَىَّ لَا تُشْرِكْ بِٱللَّهِ ۖ إِنَّ ٱلشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

    Wa-ʹiẓ q̣aala Luq̣maanu libnihee wa-huwa yaʻiz̤̣uhoo yaabunayya laa- tushrik billaah. ʹInnash shirka laz̤̣ulmun ʻaz̤̣eem.

    Dan (ingatlah) ketika Lukman berkata kepada anaknya, ketika dia memberi pelajaran kepadanya, "Wahai anakku! Janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar."

  101. 31:14

    وَوَصَّيْنَا ٱلْإِنسَـٰنَ بِوَٰلِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُۥ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَـٰلُهُۥ فِى عَامَيْنِ أَنِ ٱشْكُرْ لِى وَلِوَٰلِدَيْكَ إِلَىَّ ٱلْمَصِيرُ

    Wa-waṣṣaynal ʹiñsaana biwaalidayh: ḥamalathu ʹummuhoo wahnan ʻalaa wahniñw wafiṣaaluhoo fee ʻaamayni ʹanish kur lee waliwaalidayka ʹilayyal Maṣeer.

    Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu.

  102. 31:15

    وَإِن جَـٰهَدَاكَ عَلَىٰٓ أَن تُشْرِكَ بِى مَا لَيْسَ لَكَ بِهِۦ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا ۖ وَصَاحِبْهُمَا فِى ٱلدُّنْيَا مَعْرُوفًا ۖ وَٱتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَىَّ ۚ ثُمَّ إِلَىَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

    Wa-ʹiñ jaahadaaka ʻalaaa ʹañ tushrika bee maa- laysa laka bihee ʻilmuñ falaa tuṭiʻhumaa waṣaaḥibhumaa fid dunyaa maʻroofañw wattabiʻ sabeela man ʹanaaba ʹilayy: s̤umma ʹilayya marjiʻukum faʹunabbiʹukum̃ bimaa kuñtum taʻmaloon.

    Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang engkau tidak mempunyai ilmu tentang itu, maka janganlah engkau menaati keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku. Kemudian hanya kepada-Ku tempat kembalimu, maka akan Aku beritahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.

  103. 31:16

    يَـٰبُنَىَّ إِنَّهَآ إِن تَكُ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِّنْ خَرْدَلٍ فَتَكُن فِى صَخْرَةٍ أَوْ فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ أَوْ فِى ٱلْأَرْضِ يَأْتِ بِهَا ٱللَّهُ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَطِيفٌ خَبِيرٌ

    Yaabunayya ʹinnahaaa ʹiñ taku mis̤q̣aala ḥabbatim min khardaliñ fatakuñ fee ṣakhratin ʹaw fis samaawaati ʹaw fil ʹarḍi yaʹti bihal laah: ʹinnal laaha Laṭeefun Khabeer.

    (Lukman berkata), "Wahai anakku! Sungguh, jika ada (suatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di bumi, niscaya Allah akan memberinya (balasan). Sesungguhnya Allah Mahahalus, Mahateliti.

  104. 31:17

    يَـٰبُنَىَّ أَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ وَأْمُرْ بِٱلْمَعْرُوفِ وَٱنْهَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ وَٱصْبِرْ عَلَىٰ مَآ أَصَابَكَ ۖ إِنَّ ذَٰلِكَ مِنْ عَزْمِ ٱلْأُمُورِ

    Yaa bunyya ʹaq̣imiṣ-Ṣalaata waʹmur bilmaʻroofi wanha ʻanil muñkari waṣbir ʻalaa maaa ʹaṣaabak: ʹinna ẓaalika min ʻazmil ʹumoor.

    Wahai anakku! Laksanakanlah salat dan suruhlah (manusia) berbuat yang makruf dan cegahlah (mereka) dari yang mungkar, dan bersabarlah terhadap apa yang menimpamu, sesungguhnya yang demikian itu termasuk perkara yang penting.

  105. 31:18

    وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِى ٱلْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ

    Wa-laa tuṣaʻʻir khaddaka linnaasi wa-laa tamshi fil ʹarḍi maraḥaa; ʹInnal laaha laa- yuḥibbu kulla mukhtaaliñ fakhoor.

    Dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi dengan angkuh. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri.

  106. 31:19

    وَٱقْصِدْ فِى مَشْيِكَ وَٱغْضُضْ مِن صَوْتِكَ ۚ إِنَّ أَنكَرَ ٱلْأَصْوَٰتِ لَصَوْتُ ٱلْحَمِيرِ

    Waq̣ṣid fee mashyika wag̣ḍuḍ miñ ṣawtik; ʹinna ʹañkaral ʹaṣwaati laṣawtul ḥameer.

    Dan sederhanakanlah dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai."

  107. 31:20

    أَلَمْ تَرَوْا۟ أَنَّ ٱللَّهَ سَخَّرَ لَكُم مَّا فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ وَأَسْبَغَ عَلَيْكُمْ نِعَمَهُۥ ظَـٰهِرَةً وَبَاطِنَةً ۗ وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يُجَـٰدِلُ فِى ٱللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَلَا هُدًى وَلَا كِتَـٰبٍ مُّنِيرٍ

    ʹAlam taraw ʹannal laaha sakhkhara lakum maa fis samaawaati wa-maa fil ʹarḍi wa-ʹasbag̣a ʻalaykum niʻamahoo z̤̣aahiratañw wa baaṭinah? Wa-minan naasi mañy yujaadilu fil laahi big̣ayri ʻilmiñw walaa hudañw walaa kitaabim muneer.

    Tidakkah kamu memperhatikan bahwa Allah telah menundukkan apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi untuk (kepentingan)mu dan menyempurnakan nikmat-Nya untukmu lahir dan batin. Tetapi di antara manusia ada yang membantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu atau petunjuk dan tanpa Kitab yang memberi penerangan.

  108. 31:21

    وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ ٱتَّبِعُوا۟ مَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ قَالُوا۟ بَلْ نَتَّبِعُ مَا وَجَدْنَا عَلَيْهِ ءَابَآءَنَآ ۚ أَوَلَوْ كَانَ ٱلشَّيْطَـٰنُ يَدْعُوهُمْ إِلَىٰ عَذَابِ ٱلسَّعِيرِ

    Wa-ʹiẓaa q̣eela lahumut tabiʻoo maaa ʹañzalal laahu q̣aaloo bal nattabiʻu maa- wajadnaa ʻalayhi ʹaabaaaʹanaa. ʹAwalaw kaanash Shayṭaanu yadʻoohum ʹilaa ʻaẓaabis Saʻeer?

    Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Ikutilah apa yang diturunkan Allah!" Mereka menjawab, "(Tidak), tetapi kami (hanya) mengikuti kebiasaan yang kami dapati dari nenek moyang kami." Apakah mereka (akan mengikuti nenek moyang mereka) walaupun sebenarnya setan menyeru mereka ke dalam azab api yang menyala-nyala (neraka)?

  109. 31:22

    ۞ وَمَن يُسْلِمْ وَجْهَهُۥٓ إِلَى ٱللَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ فَقَدِ ٱسْتَمْسَكَ بِٱلْعُرْوَةِ ٱلْوُثْقَىٰ ۗ وَإِلَى ٱللَّهِ عَـٰقِبَةُ ٱلْأُمُورِ

    Wa-mañy yuslim wajhahooo ʹilal laahi wa-huwa Muḥsinuñ faq̣adis tamsaka bilʻurwatil wus̤q̣aa: wa-ʹilal laahi ʻAaq̣ibatul ʹumoor.

    Dan barang siapa berserah diri kepada Allah, sedang dia orang yang berbuat kebaikan, maka sesungguhnya dia telah berpegang kepada buhul (tali) yang kokoh. Hanya kepada Allah kesudahan segala urusan.

  110. 31:23

    وَمَن كَفَرَ فَلَا يَحْزُنكَ كُفْرُهُۥٓ ۚ إِلَيْنَا مَرْجِعُهُمْ فَنُنَبِّئُهُم بِمَا عَمِلُوٓا۟ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌۢ بِذَاتِ ٱلصُّدُورِ

    Wa-mañ kafara falaa yaḥzuñka kufruh: ʹilaynaa Marjiʻuhum fanunabbiʹuhum̃ bimaa ʻamiloo: ʹinnal laaha ʻAleemum biẓaatiṣ ṣudoor.

    Dan barang siapa kafir maka kekafirannya itu janganlah menyedihkanmu (Muhammad). Hanya kepada Kami tempat kembali mereka, lalu Kami beritakan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati.

  111. 31:24

    نُمَتِّعُهُمْ قَلِيلًا ثُمَّ نَضْطَرُّهُمْ إِلَىٰ عَذَابٍ غَلِيظٍ

    Numattiʻuhum q̣aleelañ s̤umma naḍṭarruhum ʹilaa ʻaẓaabin g̣aleez̤̣.

    Kami biarkan mereka bersenang-senang sebentar, kemudian Kami paksa mereka (masuk) ke dalam azab yang keras.

  112. 31:25

    وَلَئِن سَأَلْتَهُم مَّنْ خَلَقَ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ لَيَقُولُنَّ ٱللَّهُ ۚ قُلِ ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ ۚ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْلَمُونَ

    Wa-laʹiñ saʹaltahum man khalaq̣as samaawaati wal-ʹarḍa layaq̣oolunnal laah. Q̣ulil Ḥamdu lillaah! Bal ʹaks̤aruhum laa- yaʻlamoon.

    Dan sungguh, jika engkau (Muhammad) tanyakan kepada mereka, "Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?" Tentu mereka akan menjawab, "Allah." Katakanlah, "Segala puji bagi Allah," tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.

  113. 31:26

    لِلَّهِ مَا فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلْغَنِىُّ ٱلْحَمِيدُ

    Lillaahi maa- fis samaawaati wal-ʹarḍ: ʹinnal laaha Huwal G̣aniyyul Ḥameed.

    Milik Allah lah apa yang di langit dan di bumi. Sesungguhnya Allah, Dialah Yang Mahakaya, Maha Terpuji.

  114. 31:27

    وَلَوْ أَنَّمَا فِى ٱلْأَرْضِ مِن شَجَرَةٍ أَقْلَـٰمٌ وَٱلْبَحْرُ يَمُدُّهُۥ مِنۢ بَعْدِهِۦ سَبْعَةُ أَبْحُرٍ مَّا نَفِدَتْ كَلِمَـٰتُ ٱللَّهِ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

    Walaw ʹannamaa- fil ʹarḍi miñ shajaratin ʹaq̣laamuñw wal-baḥru yamudduhoo mim baʻdihee sabʻatu ʹabḥurim maa nafidat Kalimaatul laah: ʹinnal laaha ʻAzeezun Ḥakeem.

    Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan lautan (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh lautan (lagi) setelah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat-kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.

  115. 31:28

    مَّا خَلْقُكُمْ وَلَا بَعْثُكُمْ إِلَّا كَنَفْسٍ وَٰحِدَةٍ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ سَمِيعٌۢ بَصِيرٌ

    Maa- khalq̣ukum wa-laa baʻs̤ukum ʹillaa kanafsiñw waaḥidah: ʹinnal laaha Sameeʻum Baṣeer.

    Menciptakan dan membangkitkan kamu (bagi Allah) hanyalah seperti (menciptakan dan membangkitkan) satu jiwa saja (mudah). Sesungguhnya Allah Maha Mendengar, Maha Melihat.

  116. 31:29

    أَلَمْ تَرَ أَنَّ ٱللَّهَ يُولِجُ ٱلَّيْلَ فِى ٱلنَّهَارِ وَيُولِجُ ٱلنَّهَارَ فِى ٱلَّيْلِ وَسَخَّرَ ٱلشَّمْسَ وَٱلْقَمَرَ كُلٌّ يَجْرِىٓ إِلَىٰٓ أَجَلٍ مُّسَمًّى وَأَنَّ ٱللَّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

    ʹAlam tara ʹannal laaha yoolijul layla fin nahaari wa-yoolijun nahaara fil layli wa-sakhkharash shamsa wal-q̣amar: kulluñy yajreee ʹilaaa ʹajalim musammañw waʹannal laaha bimaa taʻmaloona khabeer?

    Tidakkah engkau memperhatikan, bahwa Allah memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam, dan Dia menundukkan matahari dan bulan, masing-masing beredar sampai kepada waktu yang ditentukan. Sungguh, Allah Mahateliti atas apa yang kamu kerjakan.

  117. 31:30

    ذَٰلِكَ بِأَنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلْحَقُّ وَأَنَّ مَا يَدْعُونَ مِن دُونِهِ ٱلْبَـٰطِلُ وَأَنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلْعَلِىُّ ٱلْكَبِيرُ

    Ẓaalika biʹannal laaha Huwal Ḥaq̣q̣u waʹanna maa- yadʻoona miñ doonihil Baaṭilu wa-ʹannal laaha Huwal ʻAliyyul Kabeer.

    Demikianlah, karena sesungguhnya Allah, Dialah (Tuhan) yang sebenarnya, dan apa saja yang mereka seru selain Allah adalah batil. Dan sesungguhnya Allah, Dialah Yang Mahatinggi, Mahabesar.

  118. 31:31

    أَلَمْ تَرَ أَنَّ ٱلْفُلْكَ تَجْرِى فِى ٱلْبَحْرِ بِنِعْمَتِ ٱللَّهِ لِيُرِيَكُم مِّنْ ءَايَـٰتِهِۦٓ ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَـَٔايَـٰتٍ لِّكُلِّ صَبَّارٍ شَكُورٍ

    ʹAlam tara ʹannal fulka tajree fil baḥri biniʻmatil laahi liyuriyakum min ʹAayaatih? ʹInna fee ẓaalika laʹAayaatil likulli ṣabbaariñ shakoor.

    Tidakkah engkau memperhatikan bahwa sesungguhnya kapal itu berlayar di laut dengan nikmat Allah, agar diperlihatkan-Nya kepadamu sebagian dari tanda-tanda (kebesaran)-Nya. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran)-Nya bagi setiap orang yang sangat sabar dan banyak bersyukur.

  119. 31:32

    وَإِذَا غَشِيَهُم مَّوْجٌ كَٱلظُّلَلِ دَعَوُا۟ ٱللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ فَلَمَّا نَجَّىٰهُمْ إِلَى ٱلْبَرِّ فَمِنْهُم مُّقْتَصِدٌ ۚ وَمَا يَجْحَدُ بِـَٔايَـٰتِنَآ إِلَّا كُلُّ خَتَّارٍ كَفُورٍ

    Wa-ʹiẓaa g̣ashiyahum mawjuñ kaz̤̣z̤̣ulali daʻawul laaha Mukhliṣeena lahud deen. Falammaa najjaahum ʹilal barri faminhum muq̣taṣid. Wa-maa yajḥadu biʹAayaatinaaa ʹillaa kullu khattariñ kafoor!

    Dan apabila mereka digulung ombak yang besar seperti gunung, mereka menyeru Allah dengan tulus ikhlas beragama kepada-Nya. Tetapi ketika Allah menyelamatkan mereka sampai di daratan, lalu sebagian mereka tetap menempuh jalan yang lurus. Adapun yang mengingkari ayat-ayat Kami hanyalah pengkhianat yang tidak berterima kasih.

  120. 31:33

    يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُوا۟ رَبَّكُمْ وَٱخْشَوْا۟ يَوْمًا لَّا يَجْزِى وَالِدٌ عَن وَلَدِهِۦ وَلَا مَوْلُودٌ هُوَ جَازٍ عَن وَالِدِهِۦ شَيْـًٔا ۚ إِنَّ وَعْدَ ٱللَّهِ حَقٌّ ۖ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَا وَلَا يَغُرَّنَّكُم بِٱللَّهِ ٱلْغَرُورُ

    Yaaaʹayyuhan naasut taq̣oo Rabbakum wakhshaw yawmal laa yajzee waalidun ʻañw waladihee wa-laa mawloodun huwa jaazin ʻañw waalidihee shayʹaa. ʹInna waʻdal laahi ḥaq̣q̣uñ falaa tag̣urrannakumul ḥayaatud dunyaa: wa-laa yag̣urrannakum̃ billaahil G̣aroor.

    Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutlah pada hari yang (ketika itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya, dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikit pun. Sungguh, janji Allah pasti benar, maka janganlah sekali-kali kamu terpedaya oleh kehidupan dunia, dan jangan sampai kamu terpedaya oleh penipu dalam (menaati) Allah.

  121. 31:34

    إِنَّ ٱللَّهَ عِندَهُۥ عِلْمُ ٱلسَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ ٱلْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِى ٱلْأَرْحَامِ ۖ وَمَا تَدْرِى نَفْسٌ مَّاذَا تَكْسِبُ غَدًا ۖ وَمَا تَدْرِى نَفْسٌۢ بِأَىِّ أَرْضٍ تَمُوتُ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌۢ

    ʹInnal laaha ʻiñdahoo ʻilmus Saaʻah. Wa-yunazzilul g̣ays̤a wayaʻlamu maa- fil ʹarḥaam. Wa-maa tadree nafsum maaẓaa taksibu g̣adaa: wamaa tadree nafsum biʹayyi ʹarḍiñ tamoot. ʹInnal laaha ʻAleemun khabeer.

    Sesungguhnya hanya di sisi Allah ilmu tentang hari Kiamat; dan Dia yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan dikerjakannya besok. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Mengenal.

  122. Surah As-SajdahBegins here at 32:1

  123. 32:1

    الٓمٓ

    ʹAlif-Laaam-Meeem.

    Alif Lām Mīm

  124. 32:2

    تَنزِيلُ ٱلْكِتَـٰبِ لَا رَيْبَ فِيهِ مِن رَّبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ

    Tañzeelul Kitaabi laa- rayba feehi mir Rabbil ʻAalameen.

    Turunnya Al-Qur`an itu tidak ada keraguan padanya, (yaitu) dari Tuhan seluruh alam.

  125. 32:3

    أَمْ يَقُولُونَ ٱفْتَرَىٰهُ ۚ بَلْ هُوَ ٱلْحَقُّ مِن رَّبِّكَ لِتُنذِرَ قَوْمًا مَّآ أَتَىٰهُم مِّن نَّذِيرٍ مِّن قَبْلِكَ لَعَلَّهُمْ يَهْتَدُونَ

    ʹAm yaq̣ooloonaf taraah? Bal huwal Ḥaq̣q̣u mir Rabbika lituñẓira q̣awmam maaa ʹataahum min naẓeerim miñ q̣ablika laʻallahum yahtadoon.

    Tetapi mengapa mereka (orang kafir) mengatakan, "Dia (Muhammad) telah mengada-adakannya." Tidak, Al-Qur`an itu kebenaran (yang datang) dari Tuhanmu, agar engkau memberi peringatan kepada kaum yang belum pernah didatangi orang yang memberi peringatan sebelum engkau; agar mereka mendapat petunjuk.

  126. 32:4

    ٱللَّهُ ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِى سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ ٱسْتَوَىٰ عَلَى ٱلْعَرْشِ ۖ مَا لَكُم مِّن دُونِهِۦ مِن وَلِىٍّ وَلَا شَفِيعٍ ۚ أَفَلَا تَتَذَكَّرُونَ

    ʹAllaahul laẓee khalaq̣as samaawaati wal-ʹarḍa wa-maa baynahumaa fee sittati ʹAyyaamiñ s̤ummas tawaa ʻalal ʻArsh: maa- lakum miñ doonihee miñw waliyyiñw walaa- shafeeʻ: ʹafalaa tataẓakkaroon?

    Allah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas Arasy. Bagimu tidak ada seorang pun penolong maupun pemberi syafaat selain Dia. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?

  127. 32:5

    يُدَبِّرُ ٱلْأَمْرَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ إِلَى ٱلْأَرْضِ ثُمَّ يَعْرُجُ إِلَيْهِ فِى يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُۥٓ أَلْفَ سَنَةٍ مِّمَّا تَعُدُّونَ

    Yudabbirul ʹamra minas samaaaʹi ʹilal ʹarḍi s̤umma yaʻruju ʹilayhi fee yawmiñ kaana miq̣daaruhooo ʹalfa sanatim mimmaa taʻuddoon.

    Dia mengatur segala urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu.

  128. 32:6

    ذَٰلِكَ عَـٰلِمُ ٱلْغَيْبِ وَٱلشَّهَـٰدَةِ ٱلْعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ

    Ẓaalika ʻAalimul g̣aybi washshahaadatil ʻAzeezur Raḥeem;―

    Yang demikian itu, ialah Tuhan yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, Yang Mahaperkasa, Maha Penyayang,

  129. 32:7

    ٱلَّذِىٓ أَحْسَنَ كُلَّ شَىْءٍ خَلَقَهُۥ ۖ وَبَدَأَ خَلْقَ ٱلْإِنسَـٰنِ مِن طِينٍ

    ʹAllaẓeee ʹaḥsana kulla shayʹin khalaq̣ahoo wa-badaʹa khalq̣al ʹiñsaani miñ ṭeen;

    Yang memperindah segala sesuatu yang Dia ciptakan dan yang memulai penciptaan manusia dari tanah,

  130. 32:8

    ثُمَّ جَعَلَ نَسْلَهُۥ مِن سُلَـٰلَةٍ مِّن مَّآءٍ مَّهِينٍ

    S̤umma jaʻala naslahoo miñ sulaalatim mim maaaʹim maheen:

    kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina (air mani).

  131. 32:9

    ثُمَّ سَوَّىٰهُ وَنَفَخَ فِيهِ مِن رُّوحِهِۦ ۖ وَجَعَلَ لَكُمُ ٱلسَّمْعَ وَٱلْأَبْصَـٰرَ وَٱلْأَفْـِٔدَةَ ۚ قَلِيلًا مَّا تَشْكُرُونَ

    S̤umma sawwaahu wa-nafakha feehi mir Rooḥihee wa-jaʻala lakumus samʻa wal-ʹabṣaara wal-ʹafʹidah: q̣aleelam maa tashkuroon!

    Kemudian Dia menyempurnakannya dan meniupkan roh (ciptaan)-Nya ke dalam (tubuh)nya dan Dia menjadikan pendengaran, penglihatan dan hati bagimu, (tetapi) sedikit sekali dari kamu yang bersyukur.

  132. 32:10

    وَقَالُوٓا۟ أَءِذَا ضَلَلْنَا فِى ٱلْأَرْضِ أَءِنَّا لَفِى خَلْقٍ جَدِيدٍۭ ۚ بَلْ هُم بِلِقَآءِ رَبِّهِمْ كَـٰفِرُونَ

    Wa-q̣aalooo ʹa-ʹiẓaa ḍalalnaa fil ʹarḍi ʹa-ʹinnaa lafee khalq̣iñ jadeed? Bal hum̃ bi-Liq̣aaaʹi Rabbihim kaafiroon!

    Dan mereka berkata, "Apakah apabila kami telah lenyap (hancur) di dalam tanah, kami akan berada dalam ciptaan yang baru?" Bahkan mereka mengingkari pertemuan dengan Tuhannya.

  133. 32:11

    ۞ قُلْ يَتَوَفَّىٰكُم مَّلَكُ ٱلْمَوْتِ ٱلَّذِى وُكِّلَ بِكُمْ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّكُمْ تُرْجَعُونَ

    Q̣ul yatawaffaakum Malakul Mawtil laẓee wukkila bikum s̤umma ʹilaa Rabbikum turjaʻoon.

    Katakanlah, "Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa) mu akan mematikan kamu, kemudian kepada Tuhanmu, kamu akan dikembalikan."

  134. 32:12

    وَلَوْ تَرَىٰٓ إِذِ ٱلْمُجْرِمُونَ نَاكِسُوا۟ رُءُوسِهِمْ عِندَ رَبِّهِمْ رَبَّنَآ أَبْصَرْنَا وَسَمِعْنَا فَٱرْجِعْنَا نَعْمَلْ صَـٰلِحًا إِنَّا مُوقِنُونَ

    Wa-law taraaa ʹiẓil mujrimoona naakisoo ruʹoosihim ʻiñda Rabbihim: Rabbanaaa ʹabṣarnaa wa-samiʻnaa farjiʻnaa naʻmal ṣaaliḥan ʹinnaa mooq̣inoon.

    Dan (alangkah ngerinya), jika sekiranya kamu melihat orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (mereka berkata), "Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), niscaya kami akan mengerjakan kebajikan. Sungguh, kami adalah orang-orang yang yakin."

  135. 32:13

    وَلَوْ شِئْنَا لَـَٔاتَيْنَا كُلَّ نَفْسٍ هُدَىٰهَا وَلَـٰكِنْ حَقَّ ٱلْقَوْلُ مِنِّى لَأَمْلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنَ ٱلْجِنَّةِ وَٱلنَّاسِ أَجْمَعِينَ

    Wa-law shiʹnaa laʹaataynaa kulla nafsin hudaahaa wa-laakin ḥaq̣q̣al Q̣awlu minnee laʹamlaʹanna Jahannama minal jinnati wannaasi ʹajmaʻeen.

    Dan jika Kami menghendaki niscaya Kami berikan kepada setiap jiwa petunjuk (bagi)nya, tetapi telah ditetapkan perkataan (ketetapan) dari-Ku, "Pasti akan Aku penuhi neraka Jahanam dengan jin dan manusia bersama-sama.

  136. 32:14

    فَذُوقُوا۟ بِمَا نَسِيتُمْ لِقَآءَ يَوْمِكُمْ هَـٰذَآ إِنَّا نَسِينَـٰكُمْ ۖ وَذُوقُوا۟ عَذَابَ ٱلْخُلْدِ بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

    faẓooq̣oo bimaa naseetum Liq̣aaaʹa Yawmikum haaẓaa. ʹInnaa naseenaakum waẓooq̣oo ʻAẓaabal khuldi bimaa kuñtum taʻmaloon!

    Maka rasakanlah olehmu (azab ini) disebabkan kamu melalaikan pertemuan dengan harimu ini (hari Kiamat), sesungguhnya Kami pun melalaikan kamu dan rasakanlah azab yang kekal, atas apa yang telah kamu kerjakan."

  137. 32:15

    إِنَّمَا يُؤْمِنُ بِـَٔايَـٰتِنَا ٱلَّذِينَ إِذَا ذُكِّرُوا۟ بِهَا خَرُّوا۟ سُجَّدًا وَسَبَّحُوا۟ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَ ۩

    ʹInnamaa yuʹminu biʹAayaatinal laẓeena ʹiẓaa ẓukkiroo bihaa kharroo sabbaḥoo sujjadañwwa bi-Ḥamdi Rabbihim Wahum laa- yastakbiroon.

    Orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami, hanyalah orang-orang yang apabila diperingatkan dengannya (ayat-ayat Kami), mereka menyungkur sujud dan bertasbih serta memuji Tuhannya, dan mereka tidak menyombongkan diri.

  138. 32:16

    تَتَجَافَىٰ جُنُوبُهُمْ عَنِ ٱلْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا وَمِمَّا رَزَقْنَـٰهُمْ يُنفِقُونَ

    Tatajaafaa junoobuhum ʻanil maḍaajiʻi yadʻoona Rabbahum khawfañw waṭamaʻaa: wa-mimmaa razaq̣naahum yuñfiq̣oon.

    Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan penuh harap, dan mereka menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka.

  139. 32:17

    فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَّآ أُخْفِىَ لَهُم مِّن قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَآءًۢ بِمَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ

    Falaa taʻlamu nafsum maaa ʹukhfiya lahum miñ q̣urrati ʹaʻyun: jazaaaʹam bimaa kaanoo yaʻmaloon.

    Maka tidak seorang pun mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyenangkan hati sebagai balasan terhadap apa yang mereka kerjakan.

  140. 32:18

    أَفَمَن كَانَ مُؤْمِنًا كَمَن كَانَ فَاسِقًا ۚ لَّا يَسْتَوُۥنَ

    ʹAfamañ kaana muʹminañ kamañ kaana faasiq̣aa? Laa- yastawoon.

    Maka apakah orang yang beriman seperti orang yang fasik (kafir)? Mereka tidak sama.

  141. 32:19

    أَمَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ فَلَهُمْ جَنَّـٰتُ ٱلْمَأْوَىٰ نُزُلًۢا بِمَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ

    ʹAmmal laẓeena ʹaamanoo wa-ʻamiluṣ ṣaaliḥaati falahum Jannaatul maʹwaa, nuzulam bimaa kaanoo yaʻmaloon.

    Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, maka mereka akan mendapat surga-surga tempat kediaman, sebagai pahala atas apa yang telah mereka kerjakan.

  142. 32:20

    وَأَمَّا ٱلَّذِينَ فَسَقُوا۟ فَمَأْوَىٰهُمُ ٱلنَّارُ ۖ كُلَّمَآ أَرَادُوٓا۟ أَن يَخْرُجُوا۟ مِنْهَآ أُعِيدُوا۟ فِيهَا وَقِيلَ لَهُمْ ذُوقُوا۟ عَذَابَ ٱلنَّارِ ٱلَّذِى كُنتُم بِهِۦ تُكَذِّبُونَ

    Wa-ʹammal laẓeena fasaq̣oo famaʹwaahumun Naar: kullamaaa ʹaraadooo ʹañy yakhrujoo minhaaa ʹuʻeedoo feehaa wa-q̣eela lahum ẓooq̣oo ʻAẓaaban Naaril laẓee kuñtum̃ bihee tukaẓẓiboon.

    Dan adapun orang-orang yang fasik (kafir), maka tempat kediaman mereka adalah neraka. Setiap kali mereka hendak keluar darinya, mereka dikembalikan (lagi) ke dalamnya dan dikatakan kepada mereka, "Rasakanlah azab neraka yang dahulu kamu dustakan."

  143. 32:21

    وَلَنُذِيقَنَّهُم مِّنَ ٱلْعَذَابِ ٱلْأَدْنَىٰ دُونَ ٱلْعَذَابِ ٱلْأَكْبَرِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

    Wa-lanuẓeeq̣an-nahum minal ʻAẓaabil ʹadnaa doonal ʻAẓaabil ʹakbari laʻallahum yarjiʻoon.

    Dan pasti Kami timpakan kepada mereka sebagian siksa yang dekat (di dunia) sebelum azab yang lebih besar (di akhirat); agar mereka kembali (ke jalan yang benar).

  144. 32:22

    وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّن ذُكِّرَ بِـَٔايَـٰتِ رَبِّهِۦ ثُمَّ أَعْرَضَ عَنْهَآ ۚ إِنَّا مِنَ ٱلْمُجْرِمِينَ مُنتَقِمُونَ

    Wa-man ʹaz̤̣lamu mimmañ ẓukkira biʹAayaati Rabbihee s̤umma ʹaʻraḍa ʻanhaa? ʹInnaa minal mujrimeena muñtaq̣imoon.

    Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhannya, kemudian dia berpaling darinya? Sungguh, Kami akan memberikan balasan kepada orang-orang yang berdosa.

  145. 32:23

    وَلَقَدْ ءَاتَيْنَا مُوسَى ٱلْكِتَـٰبَ فَلَا تَكُن فِى مِرْيَةٍ مِّن لِّقَآئِهِۦ ۖ وَجَعَلْنَـٰهُ هُدًى لِّبَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ

    Wa-laq̣ad ʹaataynaa Moosal Kitaaba falaa takuñ fee miryatim mil liq̣aaaʹihee wa-jaʻalnaahu hudal li-Baneee ʹIsraaaʹeel.

    Dan sungguh, telah Kami anugerahkan Kitab (Taurat) kepada Musa, maka janganlah engkau (Muhammad) ragu-ragu menerimanya (Al-Qur`an) dan Kami jadikan Kitab (Taurat) itu petunjuk bagi Bani Israil.

  146. 32:24

    وَجَعَلْنَا مِنْهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا لَمَّا صَبَرُوا۟ ۖ وَكَانُوا۟ بِـَٔايَـٰتِنَا يُوقِنُونَ

    Wa-jaʻalnaa minḥum ʹAʹimmatañy yahdoona biʹAmrinaa lammaa ṣabaroo; wa-kaanoo biʹAayaatinaa yooq̣inoon.

    Dan Kami jadikan diantara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami selama mereka sabar. Mereka meyakini ayat-ayat Kami.

  147. 32:25

    إِنَّ رَبَّكَ هُوَ يَفْصِلُ بَيْنَهُمْ يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ فِيمَا كَانُوا۟ فِيهِ يَخْتَلِفُونَ

    ʹInna Rabbaka Huwa yafṣilu baynahum Yawmal Q̣iyaamati feemaa kaanoo feehi yakhtalifoon.

    Sungguh Tuhanmu, Dia yang memberikan keputusan di antara mereka pada hari Kiamat tentang apa yang dahulu mereka perselisihkan padanya.

  148. 32:26

    أَوَلَمْ يَهْدِ لَهُمْ كَمْ أَهْلَكْنَا مِن قَبْلِهِم مِّنَ ٱلْقُرُونِ يَمْشُونَ فِى مَسَـٰكِنِهِمْ ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَـَٔايَـٰتٍ ۖ أَفَلَا يَسْمَعُونَ

    ʹAwalam yahdi lahum kam ʹahlaknaa miñ q̣ablihim minal q̣urooni yamshoona fee masaakinihim? ʹInna fee ẓaalika laʹAayaat: ʹafalaa yasmaʻoon?

    Dan tidakkah menjadi petunjuk bagi mereka, betapa banyak umat-umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan, sedangkan mereka sendiri berjalan di tempat-tempat kediaman mereka. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah). Apakah mereka tidak mendengarkan (memperhatikan)?

  149. 32:27

    أَوَلَمْ يَرَوْا۟ أَنَّا نَسُوقُ ٱلْمَآءَ إِلَى ٱلْأَرْضِ ٱلْجُرُزِ فَنُخْرِجُ بِهِۦ زَرْعًا تَأْكُلُ مِنْهُ أَنْعَـٰمُهُمْ وَأَنفُسُهُمْ ۖ أَفَلَا يُبْصِرُونَ

    ʹAwalam yaraw ʹannaa nasooq̣ul maaaʹa ʹilal ʹarḍil juruzi fanukhriju bihee zarʻañ taʹkulu minhu ʹanʻaamuhum wa-ʹañfusuhum? ʹAfalaa yubṣiroon?

    Dan tidakkah mereka memperhatikan, bahwa Kami mengarahkan (awan yang mengandung) air ke bumi yang tandus, lalu Kami tumbuhkan (dengan air hujan itu) tanam-tanaman sehingga hewan-hewan ternak mereka dan mereka sendiri dapat makan darinya. Maka mengapa mereka tidak memperhatikan?

  150. 32:28

    وَيَقُولُونَ مَتَىٰ هَـٰذَا ٱلْفَتْحُ إِن كُنتُمْ صَـٰدِقِينَ

    Wa-yaq̣ooloona mataa haaẓal Fatḥu ʹiñ kuñtum ṣaadiq̣een?

    Dan mereka bertanya, "Kapankah kemenangan itu (datang) jika engkau orang yang benar?"

  151. 32:29

    قُلْ يَوْمَ ٱلْفَتْحِ لَا يَنفَعُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓا۟ إِيمَـٰنُهُمْ وَلَا هُمْ يُنظَرُونَ

    Q̣ul Yawmal Fatḥi laa- yañfaʻul laẓeena kafarooo ʹeemaanuhum wa-laa hum yuñz̤̣aroon.

    Katakanlah, "Pada hari kemenangan itu, tidak berguna lagi bagi orang-orang kafir keimanan mereka dan mereka tidak diberi penangguhan."

  152. 32:30

    فَأَعْرِضْ عَنْهُمْ وَٱنتَظِرْ إِنَّهُم مُّنتَظِرُونَ

    Faʹaʻriḍ ʻanhum wañtaz̤̣ir ʹinnahum muñtaz̤̣iroon.

    Maka berpalinglah engkau dari mereka dan tunggulah, sesungguhnya mereka (juga) menunggu.

  153. Surah Al-AhzabBegins here at 33:1

  154. 33:1

    يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِىُّ ٱتَّقِ ٱللَّهَ وَلَا تُطِعِ ٱلْكَـٰفِرِينَ وَٱلْمُنَـٰفِقِينَ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمًا

    Yaaa-ʹayyuhan Nabiyyut taq̣il laaha wa-laa tuṭiʻil kaafireena wal-Munaafiq̣een: ʹinnal laaha kaana ʻAleeman Ḥakeemaa.

    Wahai Nabi! Bertakwalah kepada Allah dan janganlah engkau menuruti (keinginan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.

  155. 33:2

    وَٱتَّبِعْ مَا يُوحَىٰٓ إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا

    Wattabiʻ maa- yooḥaaa ʹilayka mir Rabbik: ʹinnal laaha kaana bimaa taʻmaloona khabeeraa.

    Dan ikutilah apa yang diwahyukan Tuhanmu kepadamu. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.

  156. 33:3

    وَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ ۚ وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ وَكِيلًا

    Wa-tawakkal ʻalal laah: wa-kafaa billaahi Wakeelaa.

    Dan bertawakallah kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai Pemelihara.

  157. 33:4

    مَّا جَعَلَ ٱللَّهُ لِرَجُلٍ مِّن قَلْبَيْنِ فِى جَوْفِهِۦ ۚ وَمَا جَعَلَ أَزْوَٰجَكُمُ ٱلَّـٰٓـِٔى تُظَـٰهِرُونَ مِنْهُنَّ أُمَّهَـٰتِكُمْ ۚ وَمَا جَعَلَ أَدْعِيَآءَكُمْ أَبْنَآءَكُمْ ۚ ذَٰلِكُمْ قَوْلُكُم بِأَفْوَٰهِكُمْ ۖ وَٱللَّهُ يَقُولُ ٱلْحَقَّ وَهُوَ يَهْدِى ٱلسَّبِيلَ

    Maa- jaʻalal laahu lirajulim miñ q̣albayni fee jawfih: wa-maa jaʻala ʹazwaajakumul laaaʹee tuz̤̣aahiroona minhunna ʹummahaatikum: wa-maa jaʻala ʹadʻiyaaaʹakum ʹabnaaaʹakum. Ẓaalikum q̣awlukum̃ biʹafwaahikum. Wallaahu yaq̣oolul Ḥaq̣q̣a wa-Huwa yahdis Sabeel.

    Allah tidak menjadikan bagi seseorang dua hati dalam rongganya; dan Dia tidak menjadikan istri-istrimu yang kamu zihar itu sebagai ibumu, dan Dia tidak menjadikan anak angkatmu sebagai anak kandungmu (sendiri). Yang demikian itu hanyalah perkataan di mulutmu saja. Allah mengatakan yang sebenarnya dan Dia menujukkan jalan (yang benar).

  158. 33:5

    ٱدْعُوهُمْ لِـَٔابَآئِهِمْ هُوَ أَقْسَطُ عِندَ ٱللَّهِ ۚ فَإِن لَّمْ تَعْلَمُوٓا۟ ءَابَآءَهُمْ فَإِخْوَٰنُكُمْ فِى ٱلدِّينِ وَمَوَٰلِيكُمْ ۚ وَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ فِيمَآ أَخْطَأْتُم بِهِۦ وَلَـٰكِن مَّا تَعَمَّدَتْ قُلُوبُكُمْ ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا

    ʹUdʻoohum liʹaabaaaʹihim huwa ʹaq̣saṭu ʻiñdal laah. Faʹil lam taʻlamooo ʹaabaaaʹahum faʹikhwaanukum fid deeni wa-mawaaleekum. Wa-laysa ʻalaykum junaaḥuñ feemaaa ʹakhṭaʹtum̃ bihee wa-laakim maa taʻammadat q̣uloobukum: wa-kaanal laahu G̣afoorar Raḥeemaa.

    Panggillah mereka (anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka; itulah yang adil di sisi Allah. Dan jika kamu tidak mengetahui bapak mereka, maka (panggillah mereka sebagai) saudara-saudaramu seagama dan maula-maulamu. Dan tidak ada dosa atasmu jika kamu khilaf tentang itu, tetapi (yang ada dosanya) apa yang disengaja oleh hatimu. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

  159. 33:6

    ٱلنَّبِىُّ أَوْلَىٰ بِٱلْمُؤْمِنِينَ مِنْ أَنفُسِهِمْ ۖ وَأَزْوَٰجُهُۥٓ أُمَّهَـٰتُهُمْ ۗ وَأُو۟لُوا۟ ٱلْأَرْحَامِ بَعْضُهُمْ أَوْلَىٰ بِبَعْضٍ فِى كِتَـٰبِ ٱللَّهِ مِنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ وَٱلْمُهَـٰجِرِينَ إِلَّآ أَن تَفْعَلُوٓا۟ إِلَىٰٓ أَوْلِيَآئِكُم مَّعْرُوفًا ۚ كَانَ ذَٰلِكَ فِى ٱلْكِتَـٰبِ مَسْطُورًا

    ʹAn-Nabiyyu ʹawlaa bil-Muʹmineena min ʹañfusihim wa-ʹazwaajuhooo ʹummahaatuhum. Wa-ʹulul ʹarḥaami baʻḍuhum ʹawlaa bibaʻḍiñ fee Kitaabil laahi minal Muʹmineena wal-Muhaajireena ʹillaaa ʹañ tafʻalooo ʹilaaa ʹawliyaaaʹikum maʻroofaa: kaana ẓaalika fil Kitaabi masṭooraa.

    Nabi itu lebih utama bagi orang-orang mukmin dibandingkan diri mereka sendiri dan istri-istrinya adalah ibu-ibu mereka. Orang-orang yang mempunyai hubungan darah satu sama lain lebih berhak (waris-mewarisi) di dalam Kitab Allah daripada orang-orang mukmin dan orang-orang Muhajirin, kecuali kalau kamu hendak berbuat baik kepada saudara-saudaramu (seagama). Demikianlah telah tertulis dalam Kitab (Allah).

  160. 33:7

    وَإِذْ أَخَذْنَا مِنَ ٱلنَّبِيِّـۧنَ مِيثَـٰقَهُمْ وَمِنكَ وَمِن نُّوحٍ وَإِبْرَٰهِيمَ وَمُوسَىٰ وَعِيسَى ٱبْنِ مَرْيَمَ ۖ وَأَخَذْنَا مِنْهُم مِّيثَـٰقًا غَلِيظًا

    Wa-ʹiẓ ʹakhaẓnaa minan Nabiyyeena Mees̤aaq̣ahum wa-miñka wa-min Nooḥiñw WaʹIbraaheema wa-Moosaa wa-ʻEesab ni Maryam: wa-ʹakhaẓnaa minhum Mees̤aaq̣an g̣aleez̤̣aa:

    Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari para nabi dan dari engkau (sendiri), dari Nuh, Ibrahim, Musa dan Isa putra Maryam, dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang teguh,

  161. 33:8

    لِّيَسْـَٔلَ ٱلصَّـٰدِقِينَ عَن صِدْقِهِمْ ۚ وَأَعَدَّ لِلْكَـٰفِرِينَ عَذَابًا أَلِيمًا

    Liyasʹalaṣ Ṣaadiq̣eena ʻañ Ṣidq̣ihim: wa-ʹaʻadda lilkaafireena ʻAẓaaban ʹaleemaa.

    agar Dia menanyakan kepada orang-orang yang benar tentang kebenaran mereka. Dia menyediakan azab yang pedih bagi orang-orang kafir.

  162. 33:9

    يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱذْكُرُوا۟ نِعْمَةَ ٱللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ جَآءَتْكُمْ جُنُودٌ فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ رِيحًا وَجُنُودًا لَّمْ تَرَوْهَا ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرًا

    Yaaaʹayyuhal laẓeena ʹaamanuẓ kuroo Niʻmatal laahi ʻalaykum ʹiẓ jaaaʹatkum junooduñ faʹarsalnaa ʻalayhim reeḥañw wajunoodal lam tarawhaa: wa-kaanal laahu bimaa taʻmaloona Baṣeeraa.

    Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah akan nikmat Allah (yang telah dikaruniakan) kepadamu ketika bala tentara datang kepadamu, lalu Kami kirimkan kepada mereka angin topan dan bala tentara yang tidak dapat terlihat olehmu. Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

  163. 33:10

    إِذْ جَآءُوكُم مِّن فَوْقِكُمْ وَمِنْ أَسْفَلَ مِنكُمْ وَإِذْ زَاغَتِ ٱلْأَبْصَـٰرُ وَبَلَغَتِ ٱلْقُلُوبُ ٱلْحَنَاجِرَ وَتَظُنُّونَ بِٱللَّهِ ٱلظُّنُونَا۠

    ʹIẓ jaaaʹookum miñ fawq̣ikum wa-min ʹasfala miñkum wa-ʹiẓ zaag̣atil ʹabṣaaru wa-balag̣atil q̣uloobul ḥanaajira wa-taz̤̣unnoona billaahiz̤̣ z̤̣unoonaa!

    (Yaitu) ketika mereka datang kepadamu dari atas dan dari bawahmu, dan ketika penglihatan(mu) terpana dan hatimu menyesak sampai ke tenggorokan dan kamu berprasangka yang bukan-bukan terhadap Allah.

  164. 33:11

    هُنَالِكَ ٱبْتُلِىَ ٱلْمُؤْمِنُونَ وَزُلْزِلُوا۟ زِلْزَالًا شَدِيدًا

    Hunaalikab tuliyal Muʹminoona wa-zulziloo zilzaalañ shadeedaa.

    Di situlah diuji orang-orang mukmin dan digoncangkan (hatinya) dengan goncangan yang dahsyat.

  165. 33:12

    وَإِذْ يَقُولُ ٱلْمُنَـٰفِقُونَ وَٱلَّذِينَ فِى قُلُوبِهِم مَّرَضٌ مَّا وَعَدَنَا ٱللَّهُ وَرَسُولُهُۥٓ إِلَّا غُرُورًا

    Wa-ʹiẓ yaq̣oolul Munaafiq̣oona wallaẓeena fee q̣uloobihim maraḍum maa waʻadanal laahu wa-Rasooluhooo ʹillaa g̣urooraa!

    Dan (ingatlah) ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang hatinya berpenyakit berkata, "Yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kami hanya tipu daya belaka."

  166. 33:13

    وَإِذْ قَالَت طَّآئِفَةٌ مِّنْهُمْ يَـٰٓأَهْلَ يَثْرِبَ لَا مُقَامَ لَكُمْ فَٱرْجِعُوا۟ ۚ وَيَسْتَـْٔذِنُ فَرِيقٌ مِّنْهُمُ ٱلنَّبِىَّ يَقُولُونَ إِنَّ بُيُوتَنَا عَوْرَةٌ وَمَا هِىَ بِعَوْرَةٍ ۖ إِن يُرِيدُونَ إِلَّا فِرَارًا

    Wa-ʹiẓ q̣aalaṭ ṭaaaʹifatum minhum yaaaʹAhla Yas̤riba laa- muq̣aama lakum farjiʻoo! Wa-yastaʹẓinu fareeq̣um minhumun Nabiyya yaq̣ooloona ʹinna buyootanaa ʻawrah. Wa-maa hiya biʻawratin ʹiñy yureedoona ʹillaa firaaraa.

    Dan (ingatlah) ketika segolongan di antara mereka berkata, "Wahai penduduk Yasrib (Madinah)! Tidak ada tempat bagimu, maka kembalilah kamu." Dan sebagian dari mereka meminta izin kepada Nabi (untuk kembali pulang) dengan berkata, "Sesungguhnya rumah-rumah kami terbuka (tidak ada penjaga)." Padahal rumah-rumah itu tidak terbuka, mereka hanyalah hendak lari.

  167. 33:14

    وَلَوْ دُخِلَتْ عَلَيْهِم مِّنْ أَقْطَارِهَا ثُمَّ سُئِلُوا۟ ٱلْفِتْنَةَ لَـَٔاتَوْهَا وَمَا تَلَبَّثُوا۟ بِهَآ إِلَّا يَسِيرًا

    Wa-law dukhilat ʻalayhim min ʹaq̣ṭaarihaa s̤umma suʹilul fitnata laʹaatawhaa wa-maa talabbas̤oo bihaaa ʹillaa yaseeraa!

    Dan kalau (Yasrib) diserang dari segala penjuru, dan mereka diminta agar membuat kekacauan, niscaya mereka mengerjakannya; dan hanya sebentar saja mereka menunggu.

  168. 33:15

    وَلَقَدْ كَانُوا۟ عَـٰهَدُوا۟ ٱللَّهَ مِن قَبْلُ لَا يُوَلُّونَ ٱلْأَدْبَـٰرَ ۚ وَكَانَ عَهْدُ ٱللَّهِ مَسْـُٔولًا

    Wa-laq̣ad kaanoo ʻaahadul laaha miñ q̣ablu laa- yuwal-loonal ʹadbaar: wa-kaana ʻahdul laahi masʹoolaa.

    Dan sungguh, mereka sebelum itu telah berjanji kepada Allah, tidak akan berbalik ke belakang (mundur). Dan perjanjian dengan Allah akan diminta pertanggung jawabannya.

  169. 33:16

    قُل لَّن يَنفَعَكُمُ ٱلْفِرَارُ إِن فَرَرْتُم مِّنَ ٱلْمَوْتِ أَوِ ٱلْقَتْلِ وَإِذًا لَّا تُمَتَّعُونَ إِلَّا قَلِيلًا

    Q̣ul lañy yañfaʻakumul firaaru ʹiñ farartum minal mawti ʹawil q̣atli wa-ʹiẓal laa tumattaʻoona ʹillaa q̣aleelaa!

    Katakanlah (Muhammad), "Lari tidaklah berguna bagimu, jika kamu melarikan diri dari kematian atau pembunuhan, dan jika demikian (kamu terhindar dari kematian) kamu hanya akan mengecap kesenangan sebentar saja."

  170. 33:17

    قُلْ مَن ذَا ٱلَّذِى يَعْصِمُكُم مِّنَ ٱللَّهِ إِنْ أَرَادَ بِكُمْ سُوٓءًا أَوْ أَرَادَ بِكُمْ رَحْمَةً ۚ وَلَا يَجِدُونَ لَهُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ وَلِيًّا وَلَا نَصِيرًا

    Q̣ul mañ ẓal laẓee yaʻṣimukum minal laahi ʹin ʹaraada bikum Soooʹan ʹaw ʹaraada bikum Raḥmah? Wa-laa yajidoona lahum miñ doonil laahi wa-liyyañw walaa naṣeeraa.

    Katakanlah, "Siapakah yang dapat melindungi kamu dari (ketentuan) Allah jika Dia menghendaki bencana atasmu atau menghendaki rahmat untuk dirimu?" Mereka itu tidak akan mendapatkan pelindung dan penolong selain Allah.

  171. 33:18

    ۞ قَدْ يَعْلَمُ ٱللَّهُ ٱلْمُعَوِّقِينَ مِنكُمْ وَٱلْقَآئِلِينَ لِإِخْوَٰنِهِمْ هَلُمَّ إِلَيْنَا ۖ وَلَا يَأْتُونَ ٱلْبَأْسَ إِلَّا قَلِيلًا

    Q̣ad yaʻlamul laahul muʻawwiq̣eena miñkum walq̣aaaʹileena liʹikhwaanihim halumma ʹilaynaa, wa-laa yaʹtoonal baʹsa ʹillaa q̣aleelaa,

    Sungguh, Allah mengetahui orang-orang yang menghalang-halangi di antara kamu dan orang yang berkata kepada saudara-saudaranya, "Marilah bersama kami." Tetapi mereka datang berperang hanya sebentar.

  172. 33:19

    أَشِحَّةً عَلَيْكُمْ ۖ فَإِذَا جَآءَ ٱلْخَوْفُ رَأَيْتَهُمْ يَنظُرُونَ إِلَيْكَ تَدُورُ أَعْيُنُهُمْ كَٱلَّذِى يُغْشَىٰ عَلَيْهِ مِنَ ٱلْمَوْتِ ۖ فَإِذَا ذَهَبَ ٱلْخَوْفُ سَلَقُوكُم بِأَلْسِنَةٍ حِدَادٍ أَشِحَّةً عَلَى ٱلْخَيْرِ ۚ أُو۟لَـٰٓئِكَ لَمْ يُؤْمِنُوا۟ فَأَحْبَطَ ٱللَّهُ أَعْمَـٰلَهُمْ ۚ وَكَانَ ذَٰلِكَ عَلَى ٱللَّهِ يَسِيرًا

    ʹAshiḥḥatan ʻalaykum. Faʹiẓaa jaaaʹal khawfu raʹaytahum yañz̤̣uroona ʹilayka tadooru ʹaʻyunuhum kallaẓee yug̣shaa ʻalayhi minal mawt: Faʹiẓaa ẓahabal khawfu salaq̣ookum̃ biʹalsinatin ḥidaadin ʹashiḥḥatan ʻalal khayr. ʹUlaaaʹika lam yuʹminoo faʹaḥbaṭal laahu ʹaʻmaalahum: wa-kaana ẓaalika ʻalal laahi yaseeraa.

    Mereka kikir terhadapmu. Apabila datang ketakutan (bahaya), kamu lihat mereka itu memandang kepadamu dengan mata yang terbalik-balik seperti orang yang pingsan karena akan mati, dan apabila ketakutan telah hilang, mereka mencaci kamu dengan lidah yang tajam, sedang mereka kikir untuk berbuat kebaikan. Mereka itu tidak beriman, maka Allah menghapus amalnya. Dan yang demikian itu mudah bagi Allah.

  173. 33:20

    يَحْسَبُونَ ٱلْأَحْزَابَ لَمْ يَذْهَبُوا۟ ۖ وَإِن يَأْتِ ٱلْأَحْزَابُ يَوَدُّوا۟ لَوْ أَنَّهُم بَادُونَ فِى ٱلْأَعْرَابِ يَسْـَٔلُونَ عَنْ أَنۢبَآئِكُمْ ۖ وَلَوْ كَانُوا۟ فِيكُم مَّا قَـٰتَلُوٓا۟ إِلَّا قَلِيلًا

    Yaḥsaboonal ʹAḤZAABA lam yaẓhaboo; wa-ʹiñy yaʹtil ʹAḥzaabu yawaddoo law ʹannahum̃ baadoona fil ʹAʻraabi yasʹaloona ʻan ʹambaaaʹikum; wa-law kaanoo feekum maa q̣aatalooo ʹillaa q̣aleelaa.

    Mereka mengira (bahwa) golongan-golongan (yang bersekutu) itu belum pergi, dan jika golongan-golongan (yang bersekutu) itu datang kembali, niscaya mereka ingin berada di dusun-dusun bersama-sama orang Arab Badui, sambil menanyakan berita tentang kamu. Dan sekiranya mereka berada bersamamu, mereka tidak akan berperang, melainkan sebentar saja.

  174. 33:21

    لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِى رَسُولِ ٱللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُوا۟ ٱللَّهَ وَٱلْيَوْمَ ٱلْـَٔاخِرَ وَذَكَرَ ٱللَّهَ كَثِيرًا

    Laq̣ad kaana lakum fee Rasoolil laahi ʹUswatun Ḥasanatul limañ kaana yarjul laaha wal-Yawmal ʹAakhira waẓakaral laaha kas̤eeraa.

    Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah.

  175. 33:22

    وَلَمَّا رَءَا ٱلْمُؤْمِنُونَ ٱلْأَحْزَابَ قَالُوا۟ هَـٰذَا مَا وَعَدَنَا ٱللَّهُ وَرَسُولُهُۥ وَصَدَقَ ٱللَّهُ وَرَسُولُهُۥ ۚ وَمَا زَادَهُمْ إِلَّآ إِيمَـٰنًا وَتَسْلِيمًا

    Wa-lammaa ra ʹal-Muʹminoonal ʹAḥzaaba q̣aaloo haaẓaa maa- waʻadanal laahu wa-Rasooluhoo waṣadaq̣al laahu wa-Rasooluh. Wa-maa zaadahum ʹillaaa ʹeemaanañw Watasleemaa.

    Dan ketika orang-orang mukmin melihat golongan-golongan (yang bersekutu) itu, mereka berkata, "Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kita." Dan benarlah Allah dan Rasul-Nya. Dan yang demikian itu menambah keimanan dan keislaman mereka.

  176. 33:23

    مِّنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ رِجَالٌ صَدَقُوا۟ مَا عَـٰهَدُوا۟ ٱللَّهَ عَلَيْهِ ۖ فَمِنْهُم مَّن قَضَىٰ نَحْبَهُۥ وَمِنْهُم مَّن يَنتَظِرُ ۖ وَمَا بَدَّلُوا۟ تَبْدِيلًا

    Minal Muʹmineena rijaaluñ ṣadaq̣oo maa- ʻaahadul laaha ʻalayh: faminhum mañ q̣aḍaa naḥbahoo wa-minhum mañy yañtaz̤̣ir: wa-maa baddaloo tabdeelaa:

    Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah. Dan di antara mereka ada yang gugur, dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka sedikit pun tidak mengubah (janjinya).

  177. 33:24

    لِّيَجْزِىَ ٱللَّهُ ٱلصَّـٰدِقِينَ بِصِدْقِهِمْ وَيُعَذِّبَ ٱلْمُنَـٰفِقِينَ إِن شَآءَ أَوْ يَتُوبَ عَلَيْهِمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ غَفُورًا رَّحِيمًا

    Liyajziyal laahuṣ Ṣaadiq̣eena bi-Ṣidq̣ihim wa-yuʻaẓẓibal Munaafiq̣eena ʹiñ shaaaʹa ʹaw yatooba ʻalayhim: ʹinnal laaha kaana G̣afoorar Raḥeemaa.

    Agar Allah memberikan balasan kepada orang-orang yang benar itu karena kebenarannya, dan mengazab orang munafik jika Dia kehendaki, atau menerima tobat mereka. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

  178. 33:25

    وَرَدَّ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ بِغَيْظِهِمْ لَمْ يَنَالُوا۟ خَيْرًا ۚ وَكَفَى ٱللَّهُ ٱلْمُؤْمِنِينَ ٱلْقِتَالَ ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ قَوِيًّا عَزِيزًا

    Wa-raddal laahul laẓeena kafaroo big̣ayz̤̣ihim lam yanaaloo khayraa; wa-kafal laahul Muʹmineenal q̣itaal. Wa-kaanal laahu Q̣awiyyan ʻAzeezaa.

    Dan Allah menghalau orang-orang kafir itu yang mereka penuh memendam kejengkelan, karena mereka (juga) tidak memperoleh keuntungan apa pun. Cukuplah Allah (yang menolong) menghindarkan orang-orang mukmin dalam peperangan. Dan Allah Mahakuat, Mahaperkasa.

  179. 33:26

    وَأَنزَلَ ٱلَّذِينَ ظَـٰهَرُوهُم مِّنْ أَهْلِ ٱلْكِتَـٰبِ مِن صَيَاصِيهِمْ وَقَذَفَ فِى قُلُوبِهِمُ ٱلرُّعْبَ فَرِيقًا تَقْتُلُونَ وَتَأْسِرُونَ فَرِيقًا

    Wa-ʹañzalal laẓeena z̤̣aaharoohum min ʹahlil Kitaabi miñ ṣayaaṣeehim wa-q̣aẓafa fee q̣uloobihi mur-ruʻba fareeq̣añ taq̣tuloona wa-taʹsiroona fareeq̣aa.

    Dan Dia menurunkan orang-orang Ahli Kitab (Bani Quraiẓah) yang membantu mereka (golongan-golongan yang bersekutu) dari benteng-benteng mereka, dan Dia memasukkan rasa takut ke dalam hati mereka. Sebagian mereka kamu bunuh dan sebagian yang lain kamu tawan.

  180. 33:27

    وَأَوْرَثَكُمْ أَرْضَهُمْ وَدِيَـٰرَهُمْ وَأَمْوَٰلَهُمْ وَأَرْضًا لَّمْ تَطَـُٔوهَا ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرًا

    Wa-ʹawras̤akum ʹarḍahum wa-diyaarahum wa-ʹamwaalahum wa-ʹarḍal lam taṭaʹoohaa. Wa-kaanal laahu ʻalaa kulli shayiñ Q̣adeeraa.

    Dan Dia mewariskan kepadamu tanah-tanah, rumah-rumah dan harta benda mereka, dan (begitu pula) tanah yang belum kamu injak. Dan Allah Mahakuasa terhadap segala sesuatu.

  181. 33:28

    يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِىُّ قُل لِّأَزْوَٰجِكَ إِن كُنتُنَّ تُرِدْنَ ٱلْحَيَوٰةَ ٱلدُّنْيَا وَزِينَتَهَا فَتَعَالَيْنَ أُمَتِّعْكُنَّ وَأُسَرِّحْكُنَّ سَرَاحًا جَمِيلًا

    Yaaaʹayyuhan Nabiyyu q̣ul liʹazwaajika ʹiñ kuñtunna turidnal ḥayaatad dunyaa wa-zeenatahaa fataʻaalayna ʹumattiʻkunna wa-ʹusarriḥkunna saraahañ jameelaa.

    Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, "Jika kamu menginginkan kehidupan di dunia dan perhiasannya, maka kemarilah agar kuberikan kepadamu mut'ah dan aku ceraikan kamu dengan cara yang baik."

  182. 33:29

    وَإِن كُنتُنَّ تُرِدْنَ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ وَٱلدَّارَ ٱلْـَٔاخِرَةَ فَإِنَّ ٱللَّهَ أَعَدَّ لِلْمُحْسِنَـٰتِ مِنكُنَّ أَجْرًا عَظِيمًا

    Wa-ʹiñ kuñtunna turidnal laaha wa-Rasoolahoo wad-Daaral ʹAakhirata faʹinnal laaha ʹaʻadda lil-Muḥsinaati miñ-kunna ʹajran ʻaz̤̣eemaa.

    Dan jika kamu menginginkan Allah dan Rasul-Nya dan negeri akhirat, maka sesungguhnya Allah menyediakan pahala yang besar bagi siapa yang berbuat baik diantara kamu.

  183. 33:30

    يَـٰنِسَآءَ ٱلنَّبِىِّ مَن يَأْتِ مِنكُنَّ بِفَـٰحِشَةٍ مُّبَيِّنَةٍ يُضَـٰعَفْ لَهَا ٱلْعَذَابُ ضِعْفَيْنِ ۚ وَكَانَ ذَٰلِكَ عَلَى ٱللَّهِ يَسِيرًا

    Yaa-Nisaaaʹan Nabiyyi mañy yaʹti miñkunna bifaaḥishatim mubayyinatiñy yuḍaaʻaf lahal ʻAẓaabu ḍiʻfayn: wa-kaana ẓaalika ʻalal laahi yaseeraa.

    Wahai istri-istri Nabi! Barangsiapa di antara kamu yang mengerjakan perbuatan keji yang nyata, niscaya azabnya akan dilipatgandakan dua kali lipat kepadanya. Dan yang demikian itu, mudah bagi Allah.